Skip to main content
Tag

budaya kerja

larry ellison, tragedi oracle, act consulting

Tragedi Budaya yang Hampir Membuat Oracle Tutup di Tahun 1992

By Article No Comments

Di tahun 1980an, Oracle telah tumbuh menjadi perusahaan IT yang sangat besar di Amerika Serikat dan di dunia. Saat itu, Oracle telah menjadi perusahaan software besar yang membuatnya berada di urutan pertama di bidang database, di urutan kedua setelah Microsoft di bidang software untuk personal computer, dan di urutan kedua untuk Enterprise Resource Planning Software (ERP) setelah SAP.

Apa yang ditawarkan oleh Oracle pada banyak konsumennya adalah; “Bagaimana kami bisa membuat Perusahaan Anda menjadi Hebat”.

Namun, Oracle di tahun 1980an itu tumbuh dengan skala penjualan yang melampaui kemampuannya untuk memenuhi apa yang dijanjikan kepada konsumen. Pihak sales membukukan angka-angka untuk produk software yang bahkan belum diciptakan oleh Oracle. Konsumen menunggu-nunggu solusi yang ditawarkan Oracle untuk usaha mereka, hingga waktu development software selama 3 (tiga) tahun sesuai perjanjian.

Konon kebiasaan sales yang terlalu bombastis dalam membukukan penjualan ini terjadi karena ambisi sang Pendiri, Larry Ellison, yang berambisi untuk mengalahkan Bill Gates dan Microsoft untuk menjadi perusahaan terkaya di dunia dan untuk menjadi orang terkaya di dunia. Apa yang diimpikan oleh Larry Ellison yang terkenal karena ambisi besarnya untuk selalu menjadi pemenang di segala bidang ini, membuat matanya buta dan membuatnya menjanjikan segala hal secara berlebihan.

Namun mimpi buruk para akuntan di dalam Oracle pun menjadi kenyataan. Saat Oracle version 6 yang diluncurkan ternyata memiliki banyak bugs di dalamnya, dan sangat mengecewakan bagi konsumen. Ini membuat Oracle kemudian hampir tutup. Kerugian yang terjadi mencapai hingga ratusan juta dollar Amerika. Nilai kekayaan bersih yang dimiliki Larry Ellison pun jatuh berkurang hingga membuatnya hampir miskin.

Di tengah semua bencana finansial yang mereka alami, Larry Ellison kemudian mencari bantuan dari seorang konsultan manajemen yang ternama saat itu, yang juga seorang ahli teknologi. Ia adalah Raymond J Lane, yang sebelumnya berhasil membesarkan sejumlah perusahaan seperti IMB dan EDS (Electronic Data Systems).

Di tahun 1992, Lane direkrut oleh Oracle Corporation untuk membalikkan penjualan, layanan, konsultasi dan pemasaran perusahaan, ia dan ditunjuk sebagai presiden Oracle USA pada bulan Juni.

Oracle, yang menderita pertumbuhan pesat pada akhir tahun 80-an tanpa check and balance atas costumer practice-nya, saat itu juga tertinggal secara teknologi.

Perputaran cepat di pertengahan 90-an kemudian dilakukan oleh Lane dengan memperkuat Corporate Culture dan membesarkan Costumer Service Satisfaction serta proses operasional dibuat untuk menjadi lebih tertib prosedur.

Akhirnya, tindakan penyelamatan dilakukan dengan didorong oleh teknologi database baru yaitu dengan diluncurkannya Oracle 7 yang menghadirkan beragam solusi sesuai dengan rangkaian fitur yang dijanjikan kepada konsumen, dengan menyelesaikan berbagai bugs yang ada pada versi sebelumnya. Oracle 7 pun kemudian cepat menjadi hits.

Oracle serta merta menjadi pulih kembali dan keluar dari lubang jarum dengan adanya sistem organisasi penjualan dan layanan yang lebih baik. Berbagai terobosan yang dilakukan Lane di perusahaan, diantaranya dilakukan dengan meluncurkan divisi aplikasi bisnis Oracle.

Pendiri Apple, Steve Jobs mengenang bahwa “Larry mengatakan kepada saya bahwa 15 menit setelah rapat, dia tahu Ray adalah satu-satunya pria yang dia temui yang hampir cukup pintar untuk menjalankan Oracle.” Pada tahun 1996, Lane diangkat sebagai Presiden dan CEO Oracle.

Di bawah kepemimpinan Ray Lane, bersama dengan Larry Ellison dan Jeff Henley, Oracle berkembang dari 7.500 menjadi 40.000 karyawan, mengalahkan saingan basis data utamanya, Sybase dan Informix, untuk menjadi pemimpin dalam industri basis data sambil membangun bisnis utama dalam aplikasi dan konsultasi.

Tragedi di Oracle terjadi karena kelemahan dalam budaya perusahaan. Sebuah perusahaan dengan budaya yang baik dan kuat akan bisa bertindak dengan elegan dan rapi dalam memanen kesempatan yang ada di lapangan dengan penuh tanggung jawab dan kejujuran.

Kemampuan karyawan dalam mematuhi code of conducts atau work and sales ethics adalah gambaran dari benih budaya organisasi yang ditumbuhkan untuk menjadi kokoh, kuat dan subur di dalam organisasi.

Baru setelah keseimbangan di dalam organisasi tercipta, maka organisasi akan bisa bertumbuh dengan eksponensial dan mencapai berbagai impian yang dimiliki. Seperti adagium yang terkenal bahwa tujuan yang baik tidaklah dapat menghalalkan segala cara, namun tujuan yang baik haruslah dicapai dengan cara-cara yang baik.

Untuk mendapatkan bantuan dari ACT Consulting mengenai cara menumbuhkan budaya organisasi yang kuat, anda dapat klik disini.

Untuk dapat menguasai keterampilan strategi yang mumpuni untuk dapat mengelola perusahaan di tengah berbagai badai, Anda bisa klik disini.

Untuk dapat menguasai keterampilan membangun budaya perusahaan secara mandiri, dan menjadi ahli budaya perusahaan dengan sertifikasi yang diakui nasional, Anda bisa klik disini.

Untuk memperoleh keterampilan kepemimpinan yang dibutuhkan untuk dapat memimpin perusahaan di tengah beragam badai, Anda bisa klik disini.

Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara membentuk karakter para pegawai dan pimpinan hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).

spiritualitas dalam bekerja, act consulting, esq new chapter

Spiritualitas dalam Bekerja dan Manfaatnya untuk Perusahaan

By Article No Comments

Penelitian dari Petchsawanga & Duchon (2012) telah menunjukkan bahwa dengan memperhatikan sisi spiritual karyawan, organisasi membantu mengurangi stres, meningkatkan kreativitas, dan meningkatkan penyelesaian masalah (Tischler et al. 2002).

Dengan berfokus pada kualitas spiritual,  kebermaknaan dan kegembiraan di tempat kerja, sejumlah perusahaan telah menemukan (dalam Petchsawanga & Duchon (2012));

  • peningkatan kepuasan kerja (Harung et al. 1996),
  • peningkatan keterlibatan kerja,
  • identifikasi organisasi, dan
  • kepuasan imbalan kerja (Kolodinsky et al. 2008),
  • kejujuran yang lebih besar,
  • kepercayaan , dan komitmen (Krishnakumar dan Neck 2002),
  • bahkan meningkatkan performa pekerjaan (Duchon dan Ploughman 2005).

Contoh dari organisasi kelas dunia yang sukses seperti Hewlett-Packard, Tom’s of Maine, Ford Motor Company (Burack 1999), Bank Dunia (Laabs 1995), AT&T, Chase Manhattan Bank, DuPont, dan Apple Computer (Cavanagh 1999) menunjukkan hasil positif. Kesemua perusahaan tersebut telah menciptakan program untuk menghadirkan spiritualitas atau aktivitas ibadah/ ritualitas di tempat kerja.

Sebagai contoh, AT&T mengirimkan manajer menengah ke program pengembangan tiga hari yang membantu para peserta untuk lebih memahami diri mereka sendiri dan lebih baik mendengarkan bawahan mereka (Cavanagh 1999). Mengejar pengetahuan tentang diri sendiri dan meningkatkan kemampuan untuk “mendengarkan” daripada mengontrol adalah fitur utama dalam banyak pencarian spiritual.

Hewlett-Packard membangun spiritualitas di tempat kerja melalui filosofi perusahaan yang menekankan nilai-nilai kepercayaan dan saling menghormati, yang pada gilirannya diyakini berkontribusi pada kerja sama dan berbagi rasa tujuan (Burack 1999).

Paradigma spiritual pada dasarnya mengakui bahwa manusia bekerja tidak hanya dengan tangan mereka, tetapi juga hati atau roh mereka (Ashmos dan Duchon 2000). Ketika orang bekerja dengan semangat yang berkomitmen, mereka dapat menemukan semacam makna dan tujuan, semacam pemenuhan yang berarti tempat kerja dapat menjadi tempat di mana orang dapat mengekspresikan seluruh atau seluruh diri mereka.

Dengan demikian, Petchsawanga & Duchon (2012)  menyimpulkan bahwa menghadirkan elemen spiritual dalam pekerjaan memungkinkan pengekspresian pengalaman manusia pada tingkat terdalamnya, tingkat spiritual yang tidak hanya mengurangi stres, konflik, dan ketidakhadiran, tetapi juga meningkatkan kinerja pekerjaan (Krahnke et al. 2003), kesejahteraan karyawan, dan kualitas hidup (Karakas 2010).

Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara membentuk karakter para pegawai dan pimpinan melalui penemuan makna hidup dan spiritualitas hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).

Untuk membantu Anda menemukan peningkatan manfaat dari spiritualitas karyawan di pekerjaan dalam perusahaan, Anda dapat mengikutkan mereka pada training New Chapter dengan membaca keterangan lengkapnya disini, atau langsung mendaftarkan karyawan anda disini.

masayoshi son, ceo softbank, act consulting

Kisah Pendiri Softbank Masayoshi Son, yang membawanya menjadi Orang Terkaya di Jepang

By Article No Comments
Billionaire Masayoshi Son, chairman and chief executive officer of SoftBank Group Corp., speaks at SoftBank World 2015 in Tokyo, Japan, on Thursday, July 30, 2015. SoftBank said they will take pre-orders for an enterprise model of its Pepper robot in Japan from Oct. 1 for 55,000 yen a month. Photographer: Kiyoshi Ota/Bloomberg *** Local Caption *** Masayoshi Son

Bila anda mengikuti kisah besarnya Tokopedia di Indonesia, anda mungkin membaca mengenai salah satu perusahaan besar dunia yang berinvestasi di platform e-commerce berwarna hijau ini. Ya, investasi dari Softbank, adalah salah satu yang membuat Tokopedia menjadi unicorn.

Konon jauh sebelum berinvestasi di startup Indonesia, Masayoshi telah terlebih dulu berinvestasi di Yahoo, di saat perusahaan ini masih memiliki karyawan 30 orang, di tahun 1995.

Masayoshi juga yang berinvestasi sebesar dua puluh juta US dollar di Alibaba, disaat perusahaan itu bahkan belum memiliki keuntungan sama sekali, di tahun 1999. Keuntungan Softbank meningkat 4500% dengan melambungnya harga saham Alibaba saat pertama melantai di bursa, yaitu dari 20 juta dollar investasinya, Alibaba menjadi bernilai 90 juta dollar amerika.

Pandangan Inovatif Futurist adalah pandangan yang dimiliki oleh Masayoshi dalam berinvestasi. Saat berkuliah, ia mengambil dua jurusan sekaligus yaitu Ilmu Komputer dan Ekonomi. Saat masih berkuliah, ia pernah bertanya pada kawannya, pekerjaan apa yang bisa mendatangkan uang 10 ribu dollar per bulan dengan hanya bekerja lima menit sehari. Kawan-kawannya tertawa dan meledeknya. Namun Masayoshi tidak surut.

Tak lama kemudian, Masayoshi menemukan sebuah kesimpulan bahwa ia akan dapat memiliki banyak uang dengan menciptakan sebuah inovasi, yang dengan itu ia bisa menjual hak cipta atau mendapatkan royalti darinya.

Dengan kebiasaannya untuk berfokus 5 menit sehari untuk menemukan ide brilyan apa yang bisa membuatnya kaya, Masayoshi akhirnya menemukan ide untuk menciptakan mesin penerjemah elektronik. Ia kemudian menciptakan mesin penerjemah elektronik dengan kemampuan ilmu komputer yang dimilikinya.

Mesin penerjemah elektronik buatannya itu kemudian dibeli oleh perusahaan elektronik besar, Sharp, dengan harga 1,7 juta dollar amerika. Tak lama, ia kemudian membuat satu lagi inovasi dan mendapatkan pembelian hak cipta sebesar 1,5 juta dollar amerika. Sehingga saat ia lulus, ia telah memiliki uang sebesar 3,2 juta dollar. Teman-teman yang dahulu menertawainya kini hanya bisa terdiam.

Pandangan luas yang dimiliki oleh Masayoshi datang dari rasa ingin tahunya yang sangat besar. Masayoshi muda, sangat suka membaca. Pada usia 16 tahun, ia membaca kisah hidup CEO Mc Donald di Jepang saat itu. Dari situlah ia kemudian menelepon ke perusahaan tersebut untuk dapat bertemu sang CEO.

Setelah 60 kali menelepon jarak jauh, Masayoshi muda merasa bahwa ia harus datang ke Tokyo. Karena biaya telepon jarak jauh yang dihabiskannya lama kelamaan lebih besar dari harga tiket pesawat ke Tokyo.

Akhirnya di saat ia bisa mendatangi kantor pusat Mc Donald di Tokyo saat itu, ia bersikeras untuk dapat menemui sang CEO. Ia berjanji untuk tidak akan mengganggu. Ia mengatakan ia hanya ingin menatap orang yang dikaguminya itu, karena ia benar-benar menyukai kisah dalam buku yang ditulis sang CEO.

Usaha kerasnya pun berbuah manis. Masayoshi diberi kesempatan untuk bertemu dan berbincang dengan sang CEO. Pada kesempatan selama 15 menit itu, Masayoshi mengajukan pertanyaan; bidang apa yang harus ia pelajari, yang akan berkembang dengan pesat di masa depan. sang CEO mengatakan; Komputer! Itulah yang akan berkembang dengan sangat-sangat baik di masa depan. Teknologi komputer akan berkembang ke seluruh dunia. Saat itu di tahun 1973, Masayoshi membulatkan tekad untuk belajar ilmu komputer.

Masayoshi pun kemudian pergi ke Amerika di tahun itu juga. Ia pindah belajar ke California dan menamatkan SMA selama 3 minggu dengan mengambil ujian kelulusan di Serramonte High. Singkat cerita, setelah lulus kuliah, Masayoshi kembali ke Jepang.

Kisah bisnis Masayoshi pun kemudian dimulai dengan mendirikan Softbank. Softbank bermula sebagai sebuah perusahaan yang berkonsentrasi untuk menjual berbagai software hasil temuan banyak inovator dari seluruh penjuru dunia. Perusahaan ini dengan cepat menjadi besar. Tak lama, Softbank kemudian mulai membesarkan fokusnya untuk menjadi perusahaan yang melakukan investasi di berbagai perusahaan teknologi di seluruh dunia.

Singkat cerita, dengan kejelian Softbank yang dapat melihat peluang besar di balik sejumlah bisnis start up seperti Yahoo di tahun 1995 dan Alibaba di tahun 1999, Softbank menjadi besar dan kaya dengan sangat cepat. Hingga pada satu titik, Masayoshi Son pernah mengalahkan jumlah valuasi yang dimiliki oleh Bill Gates, pendiri Microsoft yang menjadi orang terkaya di dunia pada saat itu.

Di tahun 2016, investasi yang sangat besar juga dilakukan oleh Softbank, yaitu dengan membeli perusahaan perancang mikrochip (semi konduktor) yaitu ARM. Investasi ini kemudian menjadi investasi terbesar yang dilakukan di sebuah perusahaan di Eropa.

Hal yang mendasari investasi ini adalah keyakinan Masayoshi bahwa ARM memiliki 99% hak paten dari semua mikrochip yang ada di dunia. Sementara, ia yakin bahwa semua hal di planet bumi pada akhirnya akan menggunakan mikrochip. Karena itu ia memiliki keyakinan bahwa ARM akan menjadi lebih besar daripada Google.

Masayoshi bisa memiliki pertimbangan yang matang dalam berinvestasi karena ia memiliki latar belakang ilmu di bidang Ekonomi dan di bidang ilmu komputer. Sehingga ia mengetahui dengan pasti, peluang yang ada di balik setiap investasi yang akan ia lakukan.

Saat ia melihat Alibaba misalnya, ia melihat ada kesalahan dalam model bisnis yang dilakukan oleh Jack Ma. Namun ia melihat bagaimana Ma mampu mengumpulkan puluhan orang untuk bekerja padanya, dalam keadaan perusahaan yang belum memiliki keuntungan. Disitu ia melihat kepemimpinan dan bakat wirausaha yang penuh kerja keras dan dedikasi yang diberikan Ma di Alibaba. Masayoshi bukan hanya menjadi penanam modal, ia pun mengendalikan perusahaan dengan saham yang dimilikinya. Ia lalu membantu Ma menemukan model bisnis yang tepat untuk diaplikasikan di Alibaba, yang bisa membuatnya kemudian menjadi besar seperti sekarang.

Hal yang sama, dilakukan juga oleh Masayoshi di ARM. Ia melihat besarnya kompetensi yang dimiliki oleh perusahan ini. Ia juga melihat peluang di balik kemampuan khusus dan unik yang dimiliki ARM, hanya saja, ia kembali melihat adanya manajemen dan bisnis model yang salah yang dilakukan oleh ARM, yang ingin ia perbaiki dengan investasinya.

Pandangan untuk menurunkan ilmu dan mengaplikasikan pengetahuan yang dimiliki ke perusahaan dimana ia berinvestasi, adalah kehebatan milik para investor besar kelas dunia. Sama seperti kisah Masayoshi Son, Warren Buffet juga melakukan hal yang sama di perusahaan-perusahaan yang ia beli. Bagaimana dengan Anda?

Bila anda ingin agar perusahaan Anda memiliki kemampuan Inovatif Futurist seperti yang dimiliki oleh Masayoshi Son, anda dapat mengikuti program Business Innovation dari ACT Consulting. Untuk membuat karyawan anda menjadi luwes dalam melakukan strategi bisnis, Anda dapat mengikutkan mereka di program Corporate Strategy Intelligence.

Untuk mengetahui bagaimana cara menjadi kaya seperti Masayoshi Son, ESQ kini memiliki training yang mampu membuat Anda memiliki skill pengelolaan keuangan dan keterampilan investasi. Training ini bernama The Billionare Mind. Tidak hanya menyasar orang dewasa, Training Billionaire Mind juga diberikan untuk Kids dan Teens. Anda bisa mendaftar disini.

Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara membentuk keterampilan keuangan dan investasi di diri para pegawai dan pimpinan hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).

takeshi uchiyamada, chairman toyota, act consulting, kisah sukses

Memimpin Seperti Berlayar, Filosofi Takeshi Uchiyamada dalam Memimpin Toyota

By Article No Comments
Takeshi Uchiyamada, chairman Toyota

Setelah lulus dari Nagoya University di Jurusan Fisika, Takeshi langsung diterima di Toyota. Ia bekerja selama 44 tahun sebelum akhirnya menjadi CEO di tahun 2013, setelah melakukan banyak inovasi di Toyota, diantaranya dengan mengembangkan mobil Hybrid yang disebut Toyota Prius.

Takeshi menyebutkan bahwa ia memiliki passion diluar bekerja, yaitu dalam berlayar dengan kapal layar. Ia telah melakukan hobby-nya ini selama 40 tahun bersama sekelompok kawannya.

Dalam berlayar, kita harus mengetahui tentang arus dan ombak yang terus berubah, serta kemunculan angin dari arah berlawanan. Demikian penuturan Takeshi dalam pidatonya di Forum The Economic Club di Washington DC.

Takeshi juga menjelaskan bahwa dalam berlayar, akan muncul bahaya nyata yang benar-benar di depan mata. Dalam menghadapi berbagai bahaya tersebut, kita harus yakin bahwa kita bisa memulihkan keadaan setelah tiap bencana yang hadir. Serta harus mengecilkan ego diri dan berserah menjadi bagian dalam kerjasama tim untuk dapat bertahan. Itulah jiwa dari berlayar, demikian penuturan Takeshi.

Beragam esensi dalam berlayar ini, diakui Takeshi sebagai hal yang ia sukai. Serta ia rasakan sebagai hal yang juga harus dihadapinya dalam memenej penjualan, inovasi dan produksi dalam sebuah perusahaan otomotif global yang dipimpinnya.

Ia mengaku bahwa sejumlah hal yang terjadi dalam perjalanan bisnis Toyota, berjalan seperti momen-momen turbulensi yang cukup berat. Beragam krisis harus dihadapi Toyota seperti krisis finansial di tahun 2007-2008, krisis recall di tahun 2010 (karena defect dalam penciptaan produksi di salah satu merk produknya), serta gempa bumi dan tsunami besar yang menimpa Jepang dan menyebabkan disrupsi jalur supply chain global dari Toyota di tahun 2011.

Namun, Takeshi menyebutkan bahwa Toyota berhasil berlayar melalui berbagai kesulitan tersebut dan terus berjuang memberikan yang terbaik dengan prinsip continous improvement ala Jepang yaitu dengan prinsip Kaizen.

Turbulensi yang dihadapi sekarang, menurut Takeshi, berbeda. Pertama, ada turbulensi teknologi, yaitu mengenai sistem teknologi apa yang harus ada dan dimiliki oleh mobil pada masa kini. Seperti proses yang harus dilaluinya saat penciptaan Prius untuk abad 21.

Saat itu, ia harus memecahkan masalah apa yang dialami dalam penciptaan Prius yang tidak dapat bergerak seinchi pun dengan desain mobil dan mesin baru yang diciptakan timnya. Selama 49 hari, ia tidak bisa tidur. Sampai akhirnya mereka menemukan inti masalahnya dan berhasil memecahkannya. Baru saat akhir tahun menjelang, mobil tersebut dapat mulai berjalan sejauh 500 meter. Itu bukan sebuah hasil yang diharapkan, namun menjadi luar biasa dibanding dengan semua hal yang harus dilalui sebelumnya.

Kami tidak menyerah, kami terus bekerja keras untuk menghadirkan solusi, hingga akhirnya kami berhasil. Demikian kata Takeshi. Ia menaruh keyakinan dan harapan yang besar dalam kemampuan timnya untuk berinovasi dan memberikan solusi. Hal ini serta merta membuahkan hasil yang diharapkan hingga akhirnya di penghujung Desember 1997, Prius dapat diluncurkan.

Takeshi mengatakan bahwa ia dan timnya kemudian mengambil intisari dari masalah-masalah yang ia temukan dan ia pelajari dalam penciptaan Prius ini, pada sejumlah prototipe mobil-mobil lain yang kemudian diciptakan Toyota. Hingga akhirnya Prius mencapai penjualan sejumlah 3 juta kendaraan di seluruh dunia, pada bulan Juni di tahun 2014.

Banyak pihak dan kompetitor yang mengakui, dan kemudian menjadikan mobil ciptaannya sebagai acuan untuk prototipe kendaraan masa depan. Tipe mobil hybrid dan mobil listrik yang akan banyak diproduksi oleh banyak perusahaan otomotif di dunia.

Dengan filosofi kerja keras dan kesempurnaan di semua lini produksi yang dimiliki oleh sistem Toyota Production System atau The Toyota Way, kisah perjalanan bisnis Toyota tampak masih akan terbentang jauh ke depan.

Filosofi berlayar yang dimiliki oleh Takeshi Uchiyamada dalam menahkodai Toyota juga bisa kita tiru. Prinsip menghargai setiap orang dalam kerjasama tim yang kokoh juga dapat kita tiru. Kebahagiaan dalam menikmati pekerjaan sebagai panggilan hidup dan melakukan habit inovasi sebagai hobby juga sebuah hal yang bisa kita adopsi dari tangguhnya tim Prius dalam memperjuangkan mimpi mereka. Bagaimana dengan Anda?

Kita dapat belajar mengenai cara Takeshi memimpin dalam program Transformational Leadership, dan dapat menguasai beragam skill inovasi dalam program Business Innovation dari ACT Consulting.

Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara membentuk karakter para pegawai dan pimpinan hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).

satya nadella, ceo microsoft, pemimpin inovator, act consulting

Pemimpin Inovator; Kisah Perusahaan Kelas Dunia yang Dipimpin oleh Para Inovator

By Article No Comments

Walaupun sebuah perusahaan memiliki hasil bisnis yang bagus, tanpa adanya inovasi, harga saham yang dimiliki perusahaan menjadi sulit untuk bertambah tinggi. Hal ini dirasakan oleh Steve Ballmer semasa kepemimpinannya sebagai CEO Microsoft.

Saat itu Ballmer merasakan bagaimana ia dianggap tidak menarik oleh para pembeli saham. Pada era kepemimpinannya, Microsoft mengalami masa stagnan. Walaupun, ia menjelaskan bahwa sebenarnya keuntungan perusahaan terus meningkat, namun hal tersebut tampak tidak menarik bagi investor. Demikian pengakuan Ballmer saat diwawancara oleh David Bernstein dari Bloomberg Economic.

Hingga kemudian, Ballmer dan Gates sepakat untuk merekomendasikan Satya Nadella, sebagai CEO di Microsoft. Nadella memiliki background penguasaan teknologi yang mumpuni. Ia juga memiliki kemampuan inovasi tingkat tinggi. Yang lebih menarik lagi, kemampuan Nadella dalam menguasai manajemen dengan keterampilan komunikasinya yang baik.

Kini, Microsoft masih belum dapat mengalahkan Amazon dalam perlombaan untuk menjadi perusahaan terkaya di dunia. Namun, Microsoft telah kembali memimpin dunia teknologi informasi dengan menciptakan berbagai hardware dan software Artificial Intelligence (dalam bentuk Power BI – program business intelligence) dan Machine Learning. Selain itu Microsoft juga menciptakan Azure Sentinel dan Threat Experts, dua artificial intelligence keamanan siber (cybersecurity) berbasis komputasi awan (cloud computing).

Selain Microsoft, sejumlah perusahaan besar lainnya pun memiliki CEO yang merupakan ahli teknologi, seperti Takeshi Uchiyamada sebagai CEO Toyota, dan Steve Jobs yang dahulu sebagai CEO Apple. Apa yang dilakukan oleh para pemimpin inovator ini adalah, mereka memimpin dengan pandangan futurist. Mereka melihat masa depan telah hadir saat ini, lengkap dengan berbagai solusi yang mungkin diciptakan untuk menyelesaikan berbagai permasalahan global.

Menjadikan pola pikir inovator sebagai landasan untuk memimpin sebuah perusahaan, kini menjadi sebuah hal yang bersifat wajib. Seperti yang dikemukakan oleh Takeshi Uchiyamada (CEO Toyota), bahwa saat ini, ia memandang setiap perusahaan yang muncul dan mulai memproduksi mobil, sebagai kompetitornya. Ia mewaspadai potensi disrupsi dan tidak berdiam diri. Ia langsung melihat apa yang diinginkan oleh konsumen pada saat itu yang membuat produk kompetitor bisa laris. Inovasi tanpa henti ini dilakukan dalam manajemen Toyota Production System (TPS) yang bersifat selalu menjunjung nilai Kaizen. Nilai Kaizen ini dimiliki Toyota sejak di masa lalu, konsep ini setara dengan Continous Improvement atau kredo inovasi tanpa henti.

Bila dahulu anda berkuliah di bidang Teknologi Industri, The Toyota Way pasti telah anda pelajari sebagai salah satu prinsip manufakturing terpadu dengan sistem yang menjunjung tinggi kesempurnaan. Sementara di Amazon, kredo yang digunakan adalah Costumer Obsession.

Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara membentuk karakter dan habit inovasi pada diri para pegawai dan pimpinan hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).

takeshi uchiyamada, ceo toyota, act consulting

Dorongan Takeshi Uchiyamada Menghadirkan Solusi Dibalik Kisah Penemuan Prius

By Article No Comments
Takeshi Uchiyamada, chairman of Toyota Motor Corp., pauses during a Bloomberg Television interview at the World Economic Forum (WEF) in Davos, Switzerland, on Wednesday, Jan. 18, 2017. World leaders, influential executives, bankers and policy makers attend the 47th annual meeting of the World Economic Forum in Davos from Jan. 17 – 20. Photographer: Simon Dawson/Bloomberg

Takeshi Uchiyamada, adalah CEO Toyota Motor Corporation sejak tahun 2013. Ia dikenal orang sebagai pencipta dari Toyota Prius. Kendaraan Hybrid yang dimiliki Toyota, yang dapat beroperasi dengan bahan bakar bensin dengan rasio yang sangat hemat, dan juga dapat beroperasi dengan energi listrik.

Saat Takeshi Uchiyamada pertama kali berpikir tentang kendaraan impian yang ingin ia ciptakan, yang ada di pikirannya adalah bahwa kendaraan ini haruslah menjadi solusi dari berbagai permasalahan yang tengah dihadapi dunia saat itu. Lalu ia dan timnya mengusulkan konsep yang sekarang disebut sebagai “Prius” tersebut.

Pihak manajemen Toyota saat itu bukan hanya menerima dengan antusias idenya, mereka juga mengatakan bahwa impian Takeshi masih terlalu sederhana. Maka mereka meningkatkan lagi target inovasi yang harus dilakukan oleh Takeshi dan timnya. Tim yang semula memiliki target yang menurut mereka dapat dicapai dengan kerja keras, menjadi harus dicapai dengan kerja keras yang luar biasa. Namun, Takeshi mendapatkan dukungan penuh dari manajemen.

Saat itu di tahun 1997, Prius kemudian mulai diproduksi massal dan dipasarkan. Sebelumnya, tim Takeshi harus berurusan dengan sekian kali ujicoba dan sejumlah kegagalan. Bahkan prototipe Prius yang pertama kali dibuat, bisa dibilang gagal karena tidak dapat berjalan dengan baik. Apakah Takeshi menyerah? Bila ya, maka kendaraan ini tidak akan hadir seperti sekarang.

Prius adalah contoh dari inovasi yang dibuat atas dasar kepedulian terhadap isu global yang ada. Kendaraan ini yang semula ditargetkan Takeshi hanya 1,5x lipat lebih efisien dari sebelumnya, ternyata ditantang untuk menjadi 3x lebih efisien dibanding kendaraan yang dimiliki Toyota sebelumnya.

Tantangan lain yang harus dilalui dalam inovasi Prius adalah bahwa mesin kendaraan yang dibuat haruslah tetap ringan dan berharga murah. Hal ini yang hingga sekarang tidak dapat dilakukan oleh Tesla. Yang model-model yang diciptakannya masihlah bermesin sangat berat dan sangat mahal. Bahkan saat melihat Tesla pertama kali diluncurkan, pihak Toyota mengatakan bahwa mereka tidak mungkin menciptakan kendaraan dengan berat dan harga yang demikian tinggi.

Toyota saat ini tengah melakukan beragam inovasi dalam menciptakan mobil bertenaga hidrogen yang harganya semakin murah. Toyota Mirai, yang diciptakan di tahun 2017, telah menjadi buah bibir di Amerika dan Jepang. Karena kemampuannya dalam menggunakan bahan bakar hidrogen. Kendaraan ini bebas emisi dan menghasilkan gas buang yang aman dan jernih.

Selain Toyota Mirai, ada juga sejumlah kendaraan lain berbahan bakar Hidrogen yang diciptakan oleh Honda dan oleh merk kendaraan lain dari Eropa dan Amerika. Namun pemasaran kendaraan ini masih terbatas karena belum banyaknya stasiun pengisian hidrogen di sejumlah tempat. Namun, kendaraan masa depan yang bebas emisi kini sudah di depan mata.

Bagaimana dengan inovasi yang dilakukan oleh Perusahaan Anda? Niat utama untuk melakukan inovasi haruslah berasal dari dua hal, yaitu;

  • Menciptakan solusi, atau
  • Memenuhi kebutuhan masyarakat

Kedua alasan diatas dapat diwujudkan menjadi sejumlah inovasi yang beragam. Bahkan dikatakan oleh Nadiem Makarim dan Jeff Bezos bahwa mereka yang menemukan solusi yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat-lah yang akan menjadi perusahaan besar selanjutnya. Menjadi Unicorn atau Decacorn selanjutnya. Apakah itu Perusahaan Anda?

Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara membentuk keterampilan dan habit inovasi pada diri para pegawai dan pimpinan hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).

training emotional & spiritual quotient, dprd musi rawas, dprd padang panjang, act consulting

Training Emotional & Spiritual Quotient DPRD Musi Rawas dan DPRD Padang Panjang

By News No Comments

Pada tanggal 4 Maret 2019, ACT Consulting memberikan Training Emotional & Spiritual Quotient untuk anggota DPRD Musirawas dan DPRD Padang Panjang. Acara ini dilangsungkan dengan tujuan untuk Mewujudkan Pemilu Demokratis dan Pemilu yang Bermartabat.

Acara ini dibuka oleh Ketua DPRD Musirawas, Yudi Fratama dan Wakil Ketua DPRD Padang Panjang, Yulius Kaisar. Dengan dihadiri oleh 40 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Musirawas dan Padang Panjang.

Karena Tahun 2019 ini adalah tahun politik, maka menjadi penting bagi para anggota DPRD ini untuk memiliki skill Emosional dan Spiritual yang lebih baik, agar dapat menangani berbagai permasalahan yang mungkin terjadi di tahun ini dan ke depannya, dengan pendekatan yang lebih baik dari sebelumnya.

Trainer dari ACT Consulting yang diturunkan untuk event ini adalah Coach Risman Nugraha dan Trainer Rudi Masruddin.

training character building for future leaders, stt pln, act consulting

Training Character Building for Future Leader STT PLN di awal 2019

By News No Comments

Berbagi ilmu kepemimpinan dengan para pemimpin muda di berbagai lokasi di Tanah Air sudah menjadi sebuah amanah yang dijunjung tinggi oleh ACT Consulting.

Pada tanggal 2 Maret 2019, telah berlangsung Training Character Building For Future Leader. Acara ini diadakan BEM STT PLN untuk seluruh ketua organisasi mahasiswa yang ada di STT PLN.

Sekolah Tinggi Teknologi milik PT Perusahaan Listrik Negara ini
adalah perguruan tinggi yang bernaung di bawah Yayasan Pendidikan dan Kesejahteraan PT. PLN, dan didirikan sebagai upaya memenuhi tuntutan akan tenaga-tenaga ahli yang terdidik, terampil dan profesional di bidang ketenagalistrikan.

Mengingat bahwa di masa depan para pemimpin muda ini akan menjadi pemimpin di berbagai sektor di PLN nantinya, pembentukan karakter mereka menjadi sangat penting. Hal ini karena listrik kini telah menjadi kebutuhan primer untuk seluruh daerah di Indonesia. Terutama untuk mentenagai proses manufakturing dan menjaga kelangsungan industri lainnya di tanah air. Tanpa adanya perhatian yang serius pada sektor listrik, kemajuan di tanah air akan terhambat.

Untuk membekali pembentukan karakter para pemimpin muda ini, ACT Consulting menurunkan Trainer Adek Asrizal Kamil dan Trainer Rudi Masruddin.

team collaboration booster, rsud jagakarsa, act consulting

Team Collaboration Booster RSUD Jagakarsa Batch 2 di awal 2019

By News No Comments

Team Collaboration Booster RSUD Jagakarsa Batch 2 juga dilangsungkan oleh ACT Consulting pada tanggal 3 Maret 2019. Acara ini berlangsung di Royal Safari Garden Cisarua.

Training ini dilangsungkan bersama 90 peserta yang terdiri dari tim manajemen dan tim tenaga kesehatan (dokter dan paramedis), dengan dibuka langsung oleh Direktur RSUD Jagakarsa dr. Dewi Mustika, MKes, MARS.

Dari ACT Consulting, Tim yang diturunkan adalah Direktur ESQ School of Communication, Coach Rendy Yusran dengan dibantu oleh Asisten Trainer Ilham Nugraha.

Acara yang memberikan pembekalan skill dan pengetahuan mengenai seni kolaborasi dalam bekerja ini diharapkan dapat menambah kekompakan dan kebersamaan tim serta terjadi engagement RSUD Jagakarsa dengan seluruh tenaga kesehatan.

training spiritual happiness and meaning of work, badan pajak dan retribusi daerah, pemprov dki jakarta, act consulting

Training Spiritual Happiness and Meaning of Work BPRD Pemprov DKI Jakarta di awal 2019

By News No Comments

Training Spiritual Happiness and Meaning of Work telah diberikan oleh ACT Consulting pada hari Jumat, tanggal 1 Maret 2019. Acara ini dipimpin langsung oleh Founder dan Presiden Direktur ESQ Group, DR HC Ary Ginanjar Agustian.

Training yang dihadiri oleh 400 orang aparat sipil negara yang terdiri dari para pimpinan dan karyawan di Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) Pemprov DKI Jakarta. Acara ini berlangsung di Aula BPRD Pemprov DKI Jakarta.

Tujuan dari acara ini adalah agar para karyawan BPRD menemukan kebahagiaan dan makna bekerja melalui peningkatan kecerdasan emosional dan spiritual.

Dengan memusatkan pekerjaan pada makna yang ada di baliknya, seorang karyawan bisa menjadi lebih bersemangat dan totalitas dalam bekerja. Hasil kinerja dan performa yang lebih tinggi juga diharapkan dapat meningkat dengan upaya peningkatan kecerdasan emosional dan spiritualitas ini.