Skip to main content
All Posts By

Andi Basuni

satya nadella, ceo microsoft, pengembangan budaya perusahaan, mengembangkan microsoft, act consulting

Satya Nadella Lakukan Perubahan Budaya Untuk Mengembangkan Microsoft

By Article No Comments

Pengembangan Perusahaan adalah tugas seorang CEO. Pada waktu ia mulai memimpin, hal pertama yang dilakukan Satya Nadella adalah melakukan perubahan budaya.

Langkah perubahan pertama yang ia lakukan adalah mengembangkan budaya Empati. Untuk meningkatkan inovasi, yang diperlukan adalah tingkat kepedulian yang tinggi. Untuk mengembangkan kepedulian itu, dilakukan Nadella dengan mengembangkan kebiasaan untuk berempati pada seluruh karyawan yang ada di Microsoft. Karena pangkal kepedulian adalah rasa empati yang tinggi. Yaitu kemampuan untuk turut merasakan apa yang dialami oleh orang lain.

Setelah melihat kultur empati telah mulai berkembang, yang dilakukan berikutnya oleh Nadella adalah mengembangkan kultur pembelajaran atau Learning Culture. Dari budaya ini diharapkan muncul dorongan untuk selalu mau bersikap terbuka dan berpikir luas, dan mampu menerima berbagai saran dan masukan dari orang lain. Untuk kemudian diolah menjadi sebuah produk yang akan di sukai oleh banyak orang.

Dalam mengembangkan budaya-budaya baru ini, Nadella mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, terutama para pendiri Microsoft. Mereka mengatakan padanya;

“Lakukanlah dengan caramu, jangan mencoba menjadi kami, jangan berusaha untuk memuaskan kami”.

Hal tersebut dikatakan oleh Bill Gates dan Steve Ballmer, untuk mendukung setiap langkah yang dilakukan Nadella. Mereka melihat bahwa Nadella dapat melakukan pekerjaannya dengan baik, dan harus lebih percaya diri, itu saja. Karena itulah mereka menyampaikan kalimat tersebut padanya.

Berkat beragam langkah yang dilakukannya tersebut, kultur inovasi pun berkembang dengan pesat di Microsoft. Hingga meraih keuntungan lebih dari 100% meningkat dibanding sebelumnya. Selain itu, Microsoft banyak melakukan inovasi dengan mengembangkan bisnis cloud, membuat dan memproduksi xbox untuk games, mengembangkan microsoft surface, serta microsoft 365.

Selain itu, Nadella pun turut mengembangkan perusahaan dengan melakukan akuisisi terhadap linkedin dengan membelinya dengan harga sebesar 348 trilyun rupiah. Selain itu, microsoft pun mengakuisisi banyak perusahaan lainnya.

Beragam manajemen inovasi bisnis yang dilakukan Satya Nadella harus bisa dipelajari oleh banyak orang di negara kita. Untuk mempelajari cara melakukan manajemen inovasi bisnis, klik disini. Untuk memiliki kemampuan mendesain bisnis mandiri, anda juga bisa klik disini.

Namun Anda bisa saja memiliki kesulitan atau masalah di beberapa sisi seperti budaya dan penerapan disiplin pencapaian target. Bila itu masalahnya, bagi para Leaders di Organisasi Anda, dapat mengikuti program Transformational Leadership dari ACT Consulting dengan klik di link ini.

Untuk melakukan perkembangan di organisasi dan korporasi Anda seperti yang dilakukan Satya Nadella di Microsoft secara global, Anda dapat mempelajari cara membangun budaya perusahaan dengan klik disini. Anda juga dapat mempelajari cara menciptakan strategi yang tepat untuk perusahaan dengan klik disini.

Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara membentuk karakter para pegawai dan pimpinan hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).

naguib sawiris, ceo orascom mesir, act consulting

Naguib Sawiris CEO Orascom Telecom Media Mesir Mengenai Resiko Bisnis

By Article No Comments

Orascom Investment Holding beroperasi di bidang telekomunikasi,  media dan teknologi, dan bisnis kabel terutama di Mesir, Korea Utara, Lebanon, Pakistan, Afrika Utara lainnya, dan Timur Tengah. Perusahaan ini menyediakan layanan telekomunikasi seluler; dan broadband langsung dan konektivitas berkecepatan tinggi ke operator telekomunikasi, penyedia layanan Internet, dan perusahaan melalui kabel serat optik bawah laut.

Perusahaan ini juga mendesain, membangun atau mengelola, mengoperasikan, dan memelihara pembangkit listrik dengan berbagai sumber, serta jaringan distribusi. Selain itu, ia terlibat dalam bidang transportasi dan logistik, dan infrastruktur telekomunikasi, serta sektor keuangan.

Sejak penunjukannya dengan Orascom dimulai pada tahun 1979, Naguib Sawiris terus memberikan kontribusi pada pertumbuhan dan diversifikasi perusahaan menjadi seperti sekarang ini – salah satu konglomerat terbesar dan paling beragam di Mesir dengan kapitalisasi pasar terbesar.

Keluarga Sawiris mendirikan dan membangun sektor kereta api, teknologi informasi, dan telekomunikasi Orascom. Keberhasilan yang luar biasa dari usaha ini serta sektor lain dari perusahaan menyebabkan keputusan manajemen untuk membagi Orascom menjadi perusahaan yang beroperasi terpisah. Oleh karena itu, pada akhir 1997 Orascom Telecom Holding S.A.E. (OTH) dan Orascom Technology System (OTS) didirikan dan diketuai oleh Naguib Sawiris.

Sebagai Ketua dan CEO OTH, Naguib Sawiris memimpin pertumbuhan perusahaan dengan sangat cepat, menjadi pemain telekomunikasi regional terkemuka, mengoperasikan jaringan GSM di 7 negara berbeda di Timur Tengah, Afrika, dan anak benua India dengan lebih dari 30 juta pelanggan pada 31 Desember 2005, di samping sejumlah Penyedia Layanan Internet (ISP), dan penyedia layanan satelit yang melayani populasi 500 juta orang.

Naguib Sawiris memegang diploma Teknik Mesin dengan Magister Administrasi Teknis dari Institut Teknologi Swiss, ETH Swiss dan Diploma dari Sekolah Evangelikal Jerman, Kairo, Mesir. Naguib dapat berbicara dalam bahasa Arab, Inggris, Jerman dan Prancis.

Mengenai investasi yang dilakukannya, ia mengatakan ia banyak mengembangkan bisnis di masa-masa perang di berbagai tempat dengan resiko tinggi. Seperti di Irak saat perang, atau di Aljazair saat terjadi konflik.

Naguib menyatakan bahwa pekerjaannya dapat memberikan kebahagiaan pada keluarga di tempat terjadinya perang yang kini dapat terhubung dan bisa berkomunikasi melalu jaringan telepon yang dibangunnya. Ia mengatakan ia melakukan ini sebagai upaya advokasi kemanusiaan untuk menebarkan perdamaian dengan mengembangkan teknologi.

Beragam manajemen inovasi bisnis yang dilakukan Naguib Sawiris harus bisa dipelajari oleh banyak orang di negara kita. Untuk mempelajari cara melakukan manajemen inovasi bisnis, klik disini. Untuk memiliki kemampuan mendesain bisnis mandiri, anda juga bisa klik disini.

Namun Anda bisa saja memiliki kesulitan atau masalah di beberapa sisi seperti budaya dan penerapan disiplin pencapaian target. Bila itu masalahnya, bagi para Leaders di Organisasi Anda, dapat mengikuti program Transformational Leadership dari ACT Consulting dengan klik di link ini.

Untuk melakukan perkembangan di organisasi dan korporasi Anda seperti yang dilakukan Naguib Sawiris di Orascom secara global, Anda dapat mempelajari cara membangun budaya perusahaan dengan klik disini. Anda juga dapat mempelajari cara menciptakan strategi yang tepat untuk perusahaan dengan klik disini.

Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara membentuk karakter para pegawai dan pimpinan hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).

phebe novakovic, ceo general dynamics, act consulting, industri pertahanan amerika serikat

Phebe Novakovic CEO General Dynamics tentang Strategi Produksi Industri Pertahanan

By Article No Comments

Phebe Novakovic adalah mantan intelijen Amerika Serikat di bidang penerbangan, sebelum akhirnya direkrut oleh General Dynamics. Saat itu, tidak terpikir sama sekali olehnya bahwa suatu saat perusahaan itu akan dipimpinnya.

Prestasi Phebe tidak dapat diremehkan. Harga saham General Dynamics meningkat hingga 100% setelah dalam kepemimpinannya. Nilai kapitalisasi pasar (market capitalization) dari perusahaan yang bergerak di bidang pertahanan ini pun meningkat hingga 60%.

Strategi Apa yang Digunakan Phebe Novakovic?

Untuk menjaga harga dari produk-produk pertahanan yang dihasilkan oleh perusahaan yang dipimpinnya, ternyata Phebe menciptakan sebuah ritme produksi yang tersendiri.

Produk tidak dibuat hanya berdasarkan hasil pesanan saja, karena banyak negara dan pemerintahan yang menginginkan produk General Dynamics untuk tersedia dalam hitungan waktu yang singkat. Untuk itu, perusahaan ini harus memiliki cadangan produk yang tersimpan selama beberapa waktu.

Bila waktu yang terjadi antara pembuatan produk hingga pembelian terlalu lama, maka harga produk akan menjadi jatuh. Ini tentu akan berbahaya bagi pemasaran. Karena itu, Phebe memiliki strateginya sendiri.

Ternyata, Phebe mengatur ritme produksi dari berbagai produk yang di bawah kendalinya. Ia menyatukan ide bersama timnya untuk mengatur jadwal produksi sebelum terjadi pergeseran demand dan trend pasar.

Untuk dapat melakukan ini, seorang pemimpin harus terlebih dahulu mengetahui beragam hal seputar perencanaan , operasional, dan pemasaran. Memiliki penguasaan dan pengetahuan luas di dalam ketiga bidang ini, bukan suatu hal yang mudah dilakukan oleh banyak orang. Itulah salah satu sebab yang membuat Phebe terpilih menjadi salah satu eksekutif wanita dengan gaji tertinggi di Amerika Serikat.

Pada tahun 2018, Phebe juga terpilih sebagai salah satu wanita paling berpengaruh di dunia versi majalah Forbes. Hal ini tak lain karena kiprah bisnis yang dilakukannya. Serta peran besarnya dalam mensukseskan industri pertahanan di Negara Paman Sam tersebut.

Phebe dahulu bekerja di badan intelijen Amerika Serikat, CIA. Ia juga pernah bekerja di departemen pertahanan negara itu. Pengalaman yang di milikinya di akuinya sangat berguna baginya untuk melakukan pengambilan keputusan yang seimbang, cepat dan taktis.

Selain itu, relasi serta kemampuannya yang mumpuni di bidang intelijen, juga membantunya dalam membesarkan bisnis pertahanan General Dynamics. Tak kalah penting lagi, gelar MBA yang dimilikinya dari Wharton University turut berperan dalam upayanya meningkatkan valuasi pasar dari perusahaan pertahanan milik negara adidaya tersebut.

Mengenai produk-produk pertahanan yang diciptakan oleh General Dynamics, selain berkoordinasi dengan pemerintah Amerika Serikat, Phebe pun melakukan sejumlah inovasi untuk menghasilkan solusi bagi permasalahan pertahanan di banyak negara yang membeli produk-produknya.

Itulah juga yang membuat suksesnya terus meroket sepanjang waktu. Budaya positif yang diciptakannya di tempat ia bekerja dan dorongan untuk selalu lebih baik dari hari ke hari, merupakan hal yang patut dicontoh untuk industri di berbagai bidang di tanah air kita.

oh hyun kwon, samsung ex vice chairman, samsung electronics, act consulting

Dr Oh Hyun Kwon eks Vice Chairman & CEO Samsung Berkorban Demi Kemajuan

By Article No Comments
Dr Oh Hyun Kwan, eks Vice Chairman Samsung

Dr Oh hyun Kwon memiliki keahlian sebagai pengembang perangkat semi konduktor. Dengan keahliannya ini, Kwon memimpin pengembangan semi konduktor hingga Samsung berkembang menjadi produsen Semi Konduktor terbaik di dunia.

Kwon bergabung di Samsung sejak tahun 1985. Sejak tahun-tahun pertamanya bekerja di Samsung, ia telah menampakkan sejumlah prestasi, terutama dalam bidang pengembangan semikonduktor.

Pendidikan yang mumpuni adalah penunjang keberhasilan Kwon. Ia meraih sarjana dan master di Korea, namun berhasil masuk ke Stanford untuk bidang Teknik Elektronika, dan meraih gelar PhD.

Selain sebagai pebisnis, Kwon juga seorang ilmuwan. Dengan latar belakang ilmu yang dimilikinya, ia banyak menulis di berbagai jurnal ilmiah mengenai temuan-temuan dan pengembangan semi konduktor yang dilakukannya di Samsung.

Kwon melakukan pengunduran diri, tepat di saat Samsung tengah mengalami lonjakan keuntungan yang cukup tinggi. Hal ini tentu saja membuat banyak pihak terkejut. Namun menurut Kwon, ia melakukannya demi kemajuan Samsung.

Mengenai lonjakan keuntungan yang didapatkan Samsung di tahun ia melakukan pengunduran diri, Kwon mengatakan bahwa itu terjadi karena hasil perhitungan dan perencanaan yang dilakukan beberapa tahun sebelumnya, dan ia tidak ingin dipuji untuk itu.

Apa yang dibutuhkan Samsung, ujar Kwon di bulan Oktober 2017 tersebut, adalah seorang pemimpin berjiwa muda yang dapat melakukan terobosan dan berbagai inovasi, agar perusahaan tersebut dapat lebih berkembang.

Kwon telah melakukan pekerjaannya yang terbaik, dan turut bekerja keras membangun Samsung dan menciptakan berbagai inovasi hingga menjadi kekuatan IT besar di dunia. Namun ia tidak mabuk kemenangan saat berada di puncak prestasinya. Hal yang amat sangat jarang ditemui di dunia, ia malah melakukan pengunduran diri.

Model pemimpin seperti Kwon yang mampu melakukan inovasi kelas dunia dan mengembangkan kultur inovasi, harus ditiru dengan baik. Beragam manajemen inovasi bisnis yang dilakukan Dr Oh Hyun Kwon di Samsung harus bisa dipelajari oleh banyak orang di negara kita. Untuk mempelajari cara melakukan manajemen inovasi bisnis, klik disini.

Namun Anda bisa saja memiliki kesulitan atau masalah di beberapa sisi seperti budaya dan penerapan disiplin pencapaian target. Bila itu masalahnya, bagi para Leaders di Organisasi Anda, dapat mengikuti program Transformational Leadership dari ACT Consulting dengan klik di link ini.

Untuk melakukan perkembangan mendasar di organisasi dan korporasi Anda seperti yang dilakukan Dr Oh Hyun Kwon di Samsung, Anda dapat mempelajari cara membangun budaya perusahaan dengan klik disini.
Anda juga dapat mempelajari cara menciptakan strategi yang tepat untuk perusahaan dengan klik disini.

Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara membentuk karakter  para pegawai dan pimpinan hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki
langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).

carlos slim, service society, act consulting

Carlos Slim, Terkaya di Amerika Latin dengan Filosofi Service Society dan Leverage Teknologi

By Article No Comments

Carlos Slim lahir di Meksiko di tahun 1940. Ayahnya adalah keturunan Lebanon yang pindah ke Meksiko di usia 14 tahun. Sementara, untuk Carlos sendiri, umur itu adalah usia dimana ia mulai berinvestasi untuk pertama kalinya. Dengan uang 500 pesos, ia membeli 30 lembar saham di sebuah Bank dimana ayahnya juga memiliki saham.

Selanjutnya, Carlos mengaku banyak dianugerahi keberuntungan, dalam hidup dan dalam bisnis. Selesai kuliah, Carlos langsung bekerja sebagai trader saham. Berhasil memiliki portofolio investasi yang baik, ia mulai membesarkan Investora Bursatil, sebuah perusahaan investasi miliknya sendiri.

Berkat dana yang terus berkembang, di tahun 1960an ia memulai berbagai bisnis dan mendirikan fondasi bagi konglomerasi bernama Groupo Carso. Pertama ia membeli sebuah perusahaan minuman ringan, lalu ia memulai usaha di bidang properti dengan mendirikan perusahaan sendiri.

Di tahun 1970, ia telah memiliki usaha di bidang konstruksi, minuman ringan, percetakan, real estate, industri botol, dan bidang pertambangan. Tak memakan waktu lama, ia juga mengembangkan bisnis ke bidang spareparts, aluminium, penerbangan, industri kimia, rokok, industri manufaktur kabel, kertas dan pengemasan, industri ekstraksi tembaga dan mineral, industri ban, industri semen, bidang retail, hotel, distribusi minuman, telekomunikasi, dan layanan finansial seperti asuransi, investasi, dana pensiun, dan lain-lain.

Filosofi dan Tips Carlos Slim dalam Menjalankan Bisnisnya

Carlos mengaku menjalankan bisnisnya dengan melihat profil dari masing-masing bisnis sebelum melakukan pendirian suatu usaha atau mengakuisisi suatu perusahaan. Ia melihat profil dari para eksekutifnya, profil bisnis yang ingin dibelinya, dan melihat seperti apa gambaran devidennya tiap 3 bulan. Metode yang sama ia gunakan dalam memenej semua bisnis yang ia miliki, hingga saat ini.

Carlos melihat bahwa ia dapat melakukan ekspansi dari semua bisnisnya karena ia selalu memiliki filosofi Service Society atau pandangan bisnis sebagai komunitas pekerja yang melayani masyarakat yang lebih besar.

Carlos Slim selalu menerima tantangan sebagai suatu hal yang bersifat tetap. “Accept change constantly”, katanya.

Ia juga memandang bahwa semua perusahaannya dapat berjalan dengan baik karena yang dapat ia lakukan adalah mendorong orang-orang terbaik untuk melakukan berbagai hal dengan cara dan metode yang benar. “Making the best people doing the right thing“, demikian tutur Carlos dalam suatu interview di Milken Institute di tahun 2018.

Orang kelima terkaya di dunia di tahun 2019 ini juga mengaku memiliki rasa ingin tahu yang besar. Ia dapat menjalankan bisnisnya dengan sangat baik karena memiliki minat di banyak area ekonomi yang berbeda-beda. “Curiosity, make interest in many economic area”, kata Carlos Slim.

Menurut Carlos Slim, keberhasilannya bukan hanya dari genetis, tapi gabungan dari pendidikan, pelatihan, pengalaman dan berbagai pekerjaan sebelumnya yang pernah dijalaninya.

Carlos Slim terkenal sangat rendah hati. Karena ia memilih untuk itu. Saat dinobatkan menjadi orang terkaya di dunia pada tahun 2010-2013, ia tidak menjadi sombong. Bahkan, ia mengaku tidak memiliki perasaan apa-apa. Biasa saja, katanya. Tidak ada yang berubah, dan ia tidak merasakan suatu hal yang istimewa. Sementara, banyak orang yang mengidamkan posisi tersebut, hingga menghalalkan segala cara untuk memiliki gelar tersebut.

Konglomerat besar di Amerika latin ini mengatakan keberhasilannya berasal dari rasa cinta yang dimilikinya dalam bidang investasi dan dorongan yang kuat untuk mengembangkan beragam aktivitas ekonomi. Ia mengatakan bahwa, keadaan amatlah penting, dan menentukan bagaimana suatu bisnis akan dapat berjalan.

Kegagalan, dilihat Carlos sebagai hal yang harus dialami, namun sekecil mungkin, dan sesedikit mungkin. Belajarlah dari kesalahan, tapi lebih baik bila belajar dari kesalahan orang lain, sebelum terjadi pada kita.

Salah satu investasi Carlos Slim yang disukai publik Amerika Serikat adalah pembelian yang dilakukannya dengan membeli Harian New York Times. Saat ditanya mengapa membeli bisnis media yang tengah terus turun keadaanya? Carlos mengatakan bahwa kita harus memisahkan antara bisnis kertas dan bisnis konten berita. Bisnis kertas terus turun, sementara bisnis konten berita akan terus berkembang, dan dapat terus berkembang dengan berbagai teknologi yang ada.

Pandangan Carlos Slim Tentang Kondisi Dunia Saat Ini

Saat ditanya oleh pewawancara dari Milken Institute tentang kondisi dunia saat ini, Carlos Slim mengatakan bahwa pandangannya bukan positif atau negatif. Tapi, semua hal harus dilihat dari realita yang terjadi, katanya.

Masyarakat barat telah melakukan begitu banyak tindakan politik yang menghabiskan biaya, kata Carlos. Berbagai langkah kesejahteraan sosial dilakukan dengan kondisi yang tidak sustainabel, katanya. Banyak negara yang akan bangkrut dalam memberikan tunjangan pensiun, katanya.

Secara kekuasaan yang bersifat monolithic, kata Carlos, Eropa juga harus mulai membuat sejumlah langkah perubahan struktural, katanya. Permasalahan sosial begitu tinggi. Begitu banyak dewasa muda di Eropa yang menganggur, katanya, bahkan mencapai lebih dari 50% populasi, dan mereka ditanggung pemerintah dengan memberikan sistem jaminan kesejahteraan sosial.

Menurut Carlos Slim, pemerintah di negara-negara barat harus mulai meningkatkan pendapatan mereka, dan hal ini harus dilakukan bukan dengan meningkatkan pajak, katanya. Karena hal ini akan membuat rakyat menjerit. Pemerintahan barat harus mulai menjual aset yang mereka miliki kepada swasta dan publik, kata Carlos. Hal ini akan menurunkan banyak hal yang semula terbuang sia-sia. Agar berbagai sektor infrastruktur publik dapat dikelola oleh swasta, katanya. Pemerintah barat juga dinilainya harus mulai melakukan investasi di sektor publik atau berbagai bentuk kerjasama yang meningkatkan kepemilikan pemerintah dalam sejumlah usaha yang tingkat keuntungannya tinggi.

Carlos Slim juga menyampaikan bahwa pemerintah barat harus mulai mempertimbangkan untuk meninggikan usia pensiun. Caranya dengan mengurangi jumlah hari kerja dan jam kerja, menjadi 3 hari kerja per minggu, dengan total jam kerja hanya 18 jam, katanya. Dengan cara ini, para pekerja dapat tetap aktif dan memiliki pendapatan, namun dengan beban yang tidak memberatkan baginya. Mereka akan dapat memiliki jam ekstra dan hari ekstra untuk melakukan berbagai aktivitas di bidang budaya dan melakukan travelling, untuk menikmati waktu yang masih dimiliki.

Beragam ekspansi bisnis yang dilakukan Carlos Slim harus bisa dipelajari
oleh banyak orang di negara kita. Namun Anda bisa saja memiliki kesulitan atau masalah di beberapa sisi seperti budaya dan penerapan disiplin pencapaian target. Bila itu masalahnya, bagi para Leaders di Organisasi Anda, dapat mengikuti program Transformational Leadership dari ACT Consulting dengan klik di link ini.

Untuk melakukan perkembangan mendasar di organisasi dan korporasi Anda seperti yang dilakukan Carlos Slim di Groupa Carso, Anda dapat mempelajari cara membangun budaya perusahaan dengan klik disini.
Anda juga dapat mempelajari cara menciptakan strategi yang tepat untuk perusahaan dengan klik disini.

Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara membentuk karakter  para pegawai dan pimpinan hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki
langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).

cara mengembangkan budaya, act consulting, corporate culture specialist

Ingin Belajar Cara Melakukan Transformasi Budaya?

By News No Comments
cara mengembangkan budaya, act consulting, corporate culture specialist

Mengubah keadaan dari perusahaan yang bangkrut hingga menjadi perusahaan dengan penjualan otomotif terbesar di dunia, tidak dilakukan Mary Barra dalam sekejap mata. Seperti apa persisnya langkah transformasi budaya yang dilakukan oleh Mary Barra?

Dalam wawancara di The Economic Club di Washington DC, Mary menjelaskan bahwa apa yang dilakukannya adalah menempatkan company excellent di pusat segala perubahan. Fokus yang diambil adalah menaruh konsumen di depan sebelum semua hal.

Pada saat menjalankan jabatannya, Mary Barra kerap melakukan restrukturisasi. Ia mengatakan hal itu dalam upaya mengubah budaya perusahaan.

Yang paling utama yang dijalankan di General Motors, dalam kepemimpinan Mary di sejumlah posisi sebelumnya adalah fokus pada kapasitas organisasi.

Bersama tim ia mencari bersama kapasitas utama yang menjadi unggulan dari General Motors dan berusaha menemukan fokus mana yang tidak seharusnya dilakukan.

Untuk melakukan perubahan mendasar di organisasi dan korporasi Anda seperti yang dilakukan Mary Barra di General Motors anda dapat mempelajari cara membangun budaya perusahaan dengan mengikuti Program Corporate Culture Specialist dari ACT Consulting. Program yang akan membimbing Anda membangun budaya perusahaan yang sehat secara tepat, terukur, dan terarah.

Selama 3 hari, peserta CULTURE SPECIALIST CERTIFICATION akan mampu :

# Menganalisa budaya saat ini

# Menganalisa budaya yang diperlukan untuk mencapai visi misi

# Membuat strategi komunikasi yang efektif untuk seluruh karyawan

===================

Info Jadwal Program

.
TANGGAL : Rabu-Jumat, 27 – 29 Maret 2019
TEMPAT : MENARA 165, Cilandak Jakarta Selatan
DURASI : 3 hari (2 pelatihan dan 1 hari uji kompetensi)

Setelah mengikuti pelatihan dan dinyatakan kompeten dalam uji kompetensi ini, Anda berhak mendapatkan predikat sebagai CCS atau CERTIFIED CULTURE SPECIALIST!!!

Untuk info detail dan pendaftaran silakan hubungi nomor berkut :

082-123-567-237
082-123-567-237
082-123-567-237

Atau Klik :

http://bit.ly/DAFTARCSS

akio toyoda, president toyota motor coporations, act consulting

Gaya Humoris Presiden Toyota Motor Corporation Akio Toyoda dan Budaya Kaizen ala Toyota Way

By Article No Comments

Apa yang kira-kira muncul di pikiran anda tentang pimpinan sebuah perusahaan global berusia ratusan tahun seperti Toyota? Mungkin sebagian dari kita berpikir bahwa orang tersebut haruslah sangat terstruktur, sangat ahli, menguasai segala hal, dan sebagainya. Tapi yang bisa kita lihat dari sosok Akio Toyoda, President Toyota Motor Corporation, bisa jadi membalik persepsi yang kita miliki sebelumnya tentang dia.

Akio Toyoda melayani pertanyaan dari David Rubinstein di The Economic Club, di tanggal 15 Maret 2019 lalu, dengan sangat cair dan penuh candaan. Ia sangat humoris. Bahkan, meskipun ia bisa berbahasa inggris dengan baik, Akio lebih memilih menggunakan bahasa jepang dalam menjawab pertanyaan David.

Alami, manusiawi, dan mengalir dengan mudah. Mungkin itu yang bisa kita lihat dari sosok Akio Toyoda saat diajak berdialog. Gaya kepemimpinan seperti apakah ini? Jauh dari kesan dibuat-buat, menjaga image, atau penuh kesempurnaan yang mungkin ditampilkan sejumlah tokoh dunia, Akio tampil menjadi dirinya sendiri.

Rubinstein seperti biasa mengocok perut para peserta yang hadir di The Economic Forum dengan berbagai pertanyaan yang lucu. Serangkaian pertanyaan yang sama, juga pernah ia ajukan pada sejumlah CEO dan pimpinan di perusahaan otomotif yang lain. Banyak dari pertanyaan David sudah terpola dan berulang. Namun yang membuat kita terus ingin tahu bukanlah daftar pertanyaan yang diajukan, tapi bagaimana para pimpinan perusahaan dunia terbesar tersebut, menjawab dengan cara dan gaya mereka sendiri.

Salah satu fakta yang terbuka dari wawancara yang dilakukan di The Economic Club di Washington DC adalah; Akio Toyoda ternyata adalah Master Driver utama yang ada di balik kesuksesan semua mobil yang ada di Toyota. Ini adalah sebuah kebiasaan yang dahulu membuat ayahnya takut. Akio secara khusus menyukai mobil dengan kecepatan tinggi. Mobil favoritnya adalah Toyota Supra. Untuk mentes kecepatan di produk-produk Toyota, Akio Toyoda mengatakan ia yang melakukannya sendiri.

Ternyata, sosok humoris Akio Toyoda inilah yang ada di balik persetujuan terhadap proposal pembuatan Prius yang diajukan oleh Takeshi Uchiyamada, CEO Toyota saat ini. Akio pula yang meminta Takeshi saat itu untuk menduplikasikan target efisiensi bahan bakar di Toyota Prius.

Bahkan, banyak dari beragam inovasi yang tidak diduga yang dilakukan oleh Toyota, berasal dari kreativitas dan keberanian yang dimiliki oleh pria humoris berusia lebih dari 60 tahun ini.

Saat ditanya tentang inovasi apa yang tengah dikembangkan oleh Toyota, Akio bercerita secara terbuka tentang beragam proyek penelitian yang tengah mereka kembangkan. Diantaranya selain menciptakan berbagai alat bantu untuk meningkatkan mobilitas para atlet paralympics dengan berbagai disabilitas, adalah dengan menciptakan temuan robotika di berbagai bidang.

Selain robotika, Toyota juga tengah mengembangkan kendaraan yang dapat dikemudikan di Bulan, kata Akio. “Sama sekali tidak menguntungkan”, katanya berulang-ulang hingga memancing tawa hadirin. Namun ia sebut bahwa itu adalah impian dari para insinyur di Toyota dan ia ingin melihat mereka bahagia dapat mewujudkan mimpinya.

Pemimpin seringkali perlu mengalah, dan itulah yang dilakukan Akio Toyoda. Ia tidak bersifat otoriter dan mengarahkan dengan tangan besi. Dengan jiwa muda yang dimilikinya, ia mengendarakan kendaraan dengan kecepatan tinggi, bahkan di usianya sekarang. Hal yang sama juga dilakukan oleh putranya yang berusia 31 tahun. Ini membuatnya sedikit khawatir, tapi ia justru memupus rasa takutnya itu dengan ikut menemani anaknya saat anaknya mentes mobil tercepat milik Toyota.

Sungguh hal yang mengejutkan bagi Rubinstein. “Dua orang pewaris tahta di satu kendaraan? Bukankah seharusnya ada aturan atau prosedur yang dapat mencegah hal itu?” Seru David Rubinstein dengan wajah panik.

“Tidak, bisa saja” kata Akio dengan tanpa rasa bersalah. Ia tidak melihat ada yang perlu dikhawatirkan dari apa yang ia dan putranya lakukan dengan mengendarai satu kendaraan bersama-sama. Setidaknya, tidak di Toyota.

Satu hal lagi yang membuat Rubinstein terkejut adalah jawaban Akio Toyoda saat terjadi insiden pada salah satu kendaraan yang diproduksinya. Saat itu, Akio datang langsung dan meminta maaf pada publik Amerika. David bertanya “Bukankah kau bisa meminta orang lain untuk melakukannya untukmu?”

Akio malah menjawab “Tidak, seharusnya aku datang jauh lebih awal dari itu”. Akio memang mengusung tinggi kaidah Kaizen atau Continous Improvement yang dimiliki oleh Toyota. Filosofi menemukan kesempurnaan bersama-sama dan terus menyempurnakannya. Upaya yang dilakukan oleh semua orang di toyota yang disebut sebagai “The Toyota Way”, dan kini kita tahu, ada unsur humoris yang ternyata menjadi jiwa dibalik kesegaran inovasi dan kesempurnaan yang tidak mengekang ala produk Toyota yang mendunia.

Saat Akio ditanya, ia ingin menjadi yang terhebat di dunia atau tidak, apa jawabnya? Akio ternyata mengambil perumpamaan dokter gigi. Ia bertanya pada David, “Pada siapa ia akan pergi, ke dokter gigi terbaik di dunia, dokter gigi terbaik di negara, atau dokter gigi terbaik di kota?”.

Akio balik bertanya, “Pasti pada dokter gigi yang terbaik di kota, ya kan?. Itulah yang juga kami inginkan”, katanya. Akio menyatakan orang pasti mencari solusi yang terdekat dan yang paling mudah dan memungkinkan, untuk menyelesaikan permasalahan mereka, dan itulah filosofi solusi yang juga ingin diberikan oleh Toyota.

Teladan yang diperlihatkan Toyoda bukanlah dengan pembentukan image atau branding yang dibuat-buat. Ia melakukan marketing pada produk yang dijualnya dengan membuktikan kehandalan dan keamanan produknya sendiri. Dengan tidak takut berada dalam satu mobil berkecepatan tinggi, walau dengan putra penerusnya sendiri. Dari situ saja kita bisa melihat tingginya nilai keamanan dan kehandalan yang dijaminkan oleh Toyota, hingga pemiliknya sendiri mempercayainya.

Di masa ekonomi informasi, korporasi harus menjadi semakin berorientasi teknologi terbarukan yang menjaga keselamatan lingkungan tanpa mengorbankan prinsip efisien dan kualitas. Cara mewujudkannya, sembari tetap meraih profit tertinggi dan menjadi perusahaan terbaik, tidaklah mudah.

Gaya humoris ala Akio Toyoda mungkin sekali Anda miliki juga di perusahaan. Namun Anda bisa saja memiliki kesulitan atau masalah di beberapa sisi seperti budaya dan penerapan disiplin pencapaian target. Bila itu masalahnya, bagi para Leaders di Organisasi Anda, dapat mengikuti program Transformational Leadership dari ACT Consulting dengan klik di link ini.

Untuk melakukan perubahan mendasar di organisasi dan korporasi Anda seperti yang dilakukan Akio Toyoda di Toyota Motor Corporation, Anda dapat mempelajari cara membangun budaya perusahaan dengan klik disini. Anda juga dapat mempelajari cara menciptakan strategi yang tepat untuk perusahaan dengan klik disini.

Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara membentuk karakter para pegawai dan pimpinan hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).

masayoshi son, ceo softbank, act consulting

Kisah Pendiri Softbank Masayoshi Son, yang membawanya menjadi Orang Terkaya di Jepang

By Article No Comments
Billionaire Masayoshi Son, chairman and chief executive officer of SoftBank Group Corp., speaks at SoftBank World 2015 in Tokyo, Japan, on Thursday, July 30, 2015. SoftBank said they will take pre-orders for an enterprise model of its Pepper robot in Japan from Oct. 1 for 55,000 yen a month. Photographer: Kiyoshi Ota/Bloomberg *** Local Caption *** Masayoshi Son

Bila anda mengikuti kisah besarnya Tokopedia di Indonesia, anda mungkin membaca mengenai salah satu perusahaan besar dunia yang berinvestasi di platform e-commerce berwarna hijau ini. Ya, investasi dari Softbank, adalah salah satu yang membuat Tokopedia menjadi unicorn.

Konon jauh sebelum berinvestasi di startup Indonesia, Masayoshi telah terlebih dulu berinvestasi di Yahoo, di saat perusahaan ini masih memiliki karyawan 30 orang, di tahun 1995.

Masayoshi juga yang berinvestasi sebesar dua puluh juta US dollar di Alibaba, disaat perusahaan itu bahkan belum memiliki keuntungan sama sekali, di tahun 1999. Keuntungan Softbank meningkat 4500% dengan melambungnya harga saham Alibaba saat pertama melantai di bursa, yaitu dari 20 juta dollar investasinya, Alibaba menjadi bernilai 90 juta dollar amerika.

Pandangan Inovatif Futurist adalah pandangan yang dimiliki oleh Masayoshi dalam berinvestasi. Saat berkuliah, ia mengambil dua jurusan sekaligus yaitu Ilmu Komputer dan Ekonomi. Saat masih berkuliah, ia pernah bertanya pada kawannya, pekerjaan apa yang bisa mendatangkan uang 10 ribu dollar per bulan dengan hanya bekerja lima menit sehari. Kawan-kawannya tertawa dan meledeknya. Namun Masayoshi tidak surut.

Tak lama kemudian, Masayoshi menemukan sebuah kesimpulan bahwa ia akan dapat memiliki banyak uang dengan menciptakan sebuah inovasi, yang dengan itu ia bisa menjual hak cipta atau mendapatkan royalti darinya.

Dengan kebiasaannya untuk berfokus 5 menit sehari untuk menemukan ide brilyan apa yang bisa membuatnya kaya, Masayoshi akhirnya menemukan ide untuk menciptakan mesin penerjemah elektronik. Ia kemudian menciptakan mesin penerjemah elektronik dengan kemampuan ilmu komputer yang dimilikinya.

Mesin penerjemah elektronik buatannya itu kemudian dibeli oleh perusahaan elektronik besar, Sharp, dengan harga 1,7 juta dollar amerika. Tak lama, ia kemudian membuat satu lagi inovasi dan mendapatkan pembelian hak cipta sebesar 1,5 juta dollar amerika. Sehingga saat ia lulus, ia telah memiliki uang sebesar 3,2 juta dollar. Teman-teman yang dahulu menertawainya kini hanya bisa terdiam.

Pandangan luas yang dimiliki oleh Masayoshi datang dari rasa ingin tahunya yang sangat besar. Masayoshi muda, sangat suka membaca. Pada usia 16 tahun, ia membaca kisah hidup CEO Mc Donald di Jepang saat itu. Dari situlah ia kemudian menelepon ke perusahaan tersebut untuk dapat bertemu sang CEO.

Setelah 60 kali menelepon jarak jauh, Masayoshi muda merasa bahwa ia harus datang ke Tokyo. Karena biaya telepon jarak jauh yang dihabiskannya lama kelamaan lebih besar dari harga tiket pesawat ke Tokyo.

Akhirnya di saat ia bisa mendatangi kantor pusat Mc Donald di Tokyo saat itu, ia bersikeras untuk dapat menemui sang CEO. Ia berjanji untuk tidak akan mengganggu. Ia mengatakan ia hanya ingin menatap orang yang dikaguminya itu, karena ia benar-benar menyukai kisah dalam buku yang ditulis sang CEO.

Usaha kerasnya pun berbuah manis. Masayoshi diberi kesempatan untuk bertemu dan berbincang dengan sang CEO. Pada kesempatan selama 15 menit itu, Masayoshi mengajukan pertanyaan; bidang apa yang harus ia pelajari, yang akan berkembang dengan pesat di masa depan. sang CEO mengatakan; Komputer! Itulah yang akan berkembang dengan sangat-sangat baik di masa depan. Teknologi komputer akan berkembang ke seluruh dunia. Saat itu di tahun 1973, Masayoshi membulatkan tekad untuk belajar ilmu komputer.

Masayoshi pun kemudian pergi ke Amerika di tahun itu juga. Ia pindah belajar ke California dan menamatkan SMA selama 3 minggu dengan mengambil ujian kelulusan di Serramonte High. Singkat cerita, setelah lulus kuliah, Masayoshi kembali ke Jepang.

Kisah bisnis Masayoshi pun kemudian dimulai dengan mendirikan Softbank. Softbank bermula sebagai sebuah perusahaan yang berkonsentrasi untuk menjual berbagai software hasil temuan banyak inovator dari seluruh penjuru dunia. Perusahaan ini dengan cepat menjadi besar. Tak lama, Softbank kemudian mulai membesarkan fokusnya untuk menjadi perusahaan yang melakukan investasi di berbagai perusahaan teknologi di seluruh dunia.

Singkat cerita, dengan kejelian Softbank yang dapat melihat peluang besar di balik sejumlah bisnis start up seperti Yahoo di tahun 1995 dan Alibaba di tahun 1999, Softbank menjadi besar dan kaya dengan sangat cepat. Hingga pada satu titik, Masayoshi Son pernah mengalahkan jumlah valuasi yang dimiliki oleh Bill Gates, pendiri Microsoft yang menjadi orang terkaya di dunia pada saat itu.

Di tahun 2016, investasi yang sangat besar juga dilakukan oleh Softbank, yaitu dengan membeli perusahaan perancang mikrochip (semi konduktor) yaitu ARM. Investasi ini kemudian menjadi investasi terbesar yang dilakukan di sebuah perusahaan di Eropa.

Hal yang mendasari investasi ini adalah keyakinan Masayoshi bahwa ARM memiliki 99% hak paten dari semua mikrochip yang ada di dunia. Sementara, ia yakin bahwa semua hal di planet bumi pada akhirnya akan menggunakan mikrochip. Karena itu ia memiliki keyakinan bahwa ARM akan menjadi lebih besar daripada Google.

Masayoshi bisa memiliki pertimbangan yang matang dalam berinvestasi karena ia memiliki latar belakang ilmu di bidang Ekonomi dan di bidang ilmu komputer. Sehingga ia mengetahui dengan pasti, peluang yang ada di balik setiap investasi yang akan ia lakukan.

Saat ia melihat Alibaba misalnya, ia melihat ada kesalahan dalam model bisnis yang dilakukan oleh Jack Ma. Namun ia melihat bagaimana Ma mampu mengumpulkan puluhan orang untuk bekerja padanya, dalam keadaan perusahaan yang belum memiliki keuntungan. Disitu ia melihat kepemimpinan dan bakat wirausaha yang penuh kerja keras dan dedikasi yang diberikan Ma di Alibaba. Masayoshi bukan hanya menjadi penanam modal, ia pun mengendalikan perusahaan dengan saham yang dimilikinya. Ia lalu membantu Ma menemukan model bisnis yang tepat untuk diaplikasikan di Alibaba, yang bisa membuatnya kemudian menjadi besar seperti sekarang.

Hal yang sama, dilakukan juga oleh Masayoshi di ARM. Ia melihat besarnya kompetensi yang dimiliki oleh perusahan ini. Ia juga melihat peluang di balik kemampuan khusus dan unik yang dimiliki ARM, hanya saja, ia kembali melihat adanya manajemen dan bisnis model yang salah yang dilakukan oleh ARM, yang ingin ia perbaiki dengan investasinya.

Pandangan untuk menurunkan ilmu dan mengaplikasikan pengetahuan yang dimiliki ke perusahaan dimana ia berinvestasi, adalah kehebatan milik para investor besar kelas dunia. Sama seperti kisah Masayoshi Son, Warren Buffet juga melakukan hal yang sama di perusahaan-perusahaan yang ia beli. Bagaimana dengan Anda?

Bila anda ingin agar perusahaan Anda memiliki kemampuan Inovatif Futurist seperti yang dimiliki oleh Masayoshi Son, anda dapat mengikuti program Business Innovation dari ACT Consulting. Untuk membuat karyawan anda menjadi luwes dalam melakukan strategi bisnis, Anda dapat mengikutkan mereka di program Corporate Strategy Intelligence.

Untuk mengetahui bagaimana cara menjadi kaya seperti Masayoshi Son, ESQ kini memiliki training yang mampu membuat Anda memiliki skill pengelolaan keuangan dan keterampilan investasi. Training ini bernama The Billionare Mind. Tidak hanya menyasar orang dewasa, Training Billionaire Mind juga diberikan untuk Kids dan Teens. Anda bisa mendaftar disini.

Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara membentuk keterampilan keuangan dan investasi di diri para pegawai dan pimpinan hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).

satya nadella, mengapa wajib menguasai kemampuan transfromasi budaya korporasi di era vuca, act consulting

Mengapa Wajib Menguasai Kemampuan Transformasi Budaya Korporasi di Era VUCA?

By Article No Comments

Satya Nadella, CEO dari Microsoft saat ini mengatakan bahwa konsep yang dahulu membuat perusahaan kita sukses, bisa menjadi usang kapan saja. Kita membutuhkan konsep produk baru, kapabilitas baru, dan budaya baru di dalam perusahaan. Satya Nadella mengatakan hal tersebut setelah mendapatkan pertanyaan dari David Bernstein, seorang pembawa acara dalam channel dari Bloomberg, mengenai mengapa Microsoft bisa tersusul oleh Amazon dalam menjadi perusahaan nomor satu terkaya di dunia.

Nadella mengatakan bahwa untuk menghasilkan daya saing yang lebih tinggi, perusahaan membutuhkan penguasaan kapabilitas baru. Hanya dengan membentuk budaya kerja yang baru, hal tersebut baru dapat dimungkinkan. Itulah mengapa setiap perusahaan di masa kini, membutuhkan agar tenaga manajemen SDM di perusahaan mereka mampu menguasai keterampilan untuk melakukan Transformasi Budaya Organisai.

Sejak Nadella naik menjadi CEO Microsoft, harga saham perusahaannya terus meningkat. Satu petuah yang ia peroleh dari Bill Gates dan Steve Ballmer adalah; “Jangan menjadi seperti kami”. Mereka tidak ingin Nadella mengikuti langkah-langkah lama yang dimiliki Microsoft dalam menguasai pasar penjualan personal computer di dunia. Mereka membutuhkan Nadella karena ia memiliki kepekaan dan empati yang tinggi dalam mengenali kebutuhan baru apa yang dibutuhkan oleh pasar, dan bagaimana menyajikan konsep produk sesuai dengan harapan masyarakat. Untung bagi Microsoft itulah tepatnya yang ia lakukan.

Bagaimana dengan Anda? Sudahkah perusahaan Anda memiliki budaya kerja untuk menyajikan solusi bagi masyarakat? Untuk menghadirkan pemecahan masalah dalam berbagai bentuk konsep produk baru dari perusahaan Anda? Kini saatnya bagi Perusahaan Anda untuk memberikan pembekalan kemampuan untuk melakukan perubahan budaya korporasi, bagi sejumlah orang dalam tim manajemen Anda. Karena kemampuan untuk melakukan perubahan budaya, mutlak diperlukan oleh tiap organisasi agar dapat menghasilkan kapabilitas operasional dan kapabilitas produksi yang kompetitif. Lebih lanjut lagi, Anda membutuhkan para ahli budaya yang telah diakui Negara, yang telah memiliki Sertifikasi Nasional untuk keahlian mereka dalam melakukan Transformasi Budaya Korporasi.

Solusinya telah hadir di tengah-tengah Anda. ACT Consulting menyediakan Training Sertifikasi untuk kemampuan melakukan Transformasi Budaya Perusahaan, melalui Program “Corporate Culture Specialist”. Training Sertifikasi ini memberikan bekal pengetahuan dan skill yang dapat dikuasai oleh bagian SDM Anda untuk melakukan Program Transformasi Budaya Organisasi secara baik, dengan melalui metode pengukuran budaya organisasi yang empirik dan telah teruji validitasnya.

Daftarkan Bagian Manajemen SDM di Perusahaan Anda untuk mengikuti Program “Corporate Culture Specialist” terdekat di tanggal 27-29 Maret 2019.

DAFTAR SEGERA DI PROGRAM INI

TRAINING SERTIFIKASI

CORPORATE CULTURE SPECIALIST


Hubungi kami via email : info@actconsulting.co
Kirim wa/sms/telepon ke: 0821-2356-7237 (Aziz).
Atau Daftar disini. Tim kami akan segera menghubungi Anda

budaya perusahaan yang baik meningkatkan performa dan produktivitas, act consulting

Budaya Perusahaan yang Baik Meningkatkan Performa dan Efektivitas Organisasi

By Article No Comments

Apakah anda masih ragu mengenai manfaat apa yang dapat berkembang dari transformasi budaya perusahaan yang hendak dilakukan? Perlu diketahui bahwa banyak penelitian ditemukan yang menegaskan tingginya keunggulan yang didapatkan oleh perusahaan dengan melakukan penanaman budaya yang unggul sebagai core values dan tercetak dalam visi misi perusahaan.

Dalam bukunya yang berjudul Corporate Culture and Performance, Kotter dan Heskett (2011) telah menyampaikan hasil penelitian dengan hasil yang mencengangkan. Kedua professor dari Harvard Business School ini menemukan perbedaan hingga 900% antara organisasi yang memiliki budaya perusahaan yang baik dengan yang kurang baik, dalam  hal kenaikan harga saham sepanjang beberapa waktu. Sementara rata-rata pertumbuhuan harga saham di perusahaan tanpa budaya yang meningkatkan performa hanya di tingkat 74%.

Sumber: hbs.org (situs Harvard business school)

Gambaran data diatas merupakan rangkuman dari penelitian yang dilakukan oleh Professor James Heskett dan John P Kotter pada 200 perusahaan, sejak tahun 1992. Tujuan dari penelitian mereka adalah untuk melihat sejauh mana budaya perusahaan dapat berpengaruh pada performa ekonomi jangka panjang.

Pada tahun yang hampir bersamaan dengan Kotter dan Heskett, yaitu di tahun 2011, sejumlah peneliti dari Arizona State University melakukan penelitian yang juga berkaitan dengan budaya perusahaan, yaitu mengenai efektivitas organisasi.

Hartnell et al (2011) menyampaikan bahwa budaya organisasi adalah unsur utama efektivitas organisasi (Denison & Mishra, 1995; Kotter & Heskett, 1992; Wilkins & Ouchi, 1983) dan dapat menjadi sumber keunggulan kompetitif yang berkelanjutan (Barney, 1986).

Hartnell et al, (2011) juga menyebutkan bahwa budaya organisasi adalah variabel organisasi yang penting dan memperkuat nilai melakukan penyelidikan kuantitatif ke dalam fungsi budaya organisasi.

Dalam hal ini, Hartnell et al, (2011) meneliti dengan membagi pengaruh budaya perusahaan ke dalam sejumlah dimensi yaitu;

  • Sikap pekerja (kepuasan bekerja dan komitmen organisasi)
  • Efektivitas organisasi (inovasi subyektif dan kualitas produk dan layanan)
  • Efektivitas finansial

Hartnell et al, (2011) membahas sejumlah kriteria untuk mengukur efektivitas keuangan yaitu yang meliputi tiga ukuran subyektif (laba subyektif, kinerja pasar subyektif, dan pertumbuhan subyektif) dan dua ukuran obyektif (laba obyektif dan pertumbuhan obyektif).

Hasil yang didapatkan pada penelitian ini cukup signifikan. Dimana ditemukan korelasi positif antara tipe budaya organisasi dan  kriteria efektivitas  adalah signifikan, dengan interval kepercayaan 95% . Hasil ini menunjukkan bahwa jenis budaya memang, memiliki hubungan positif dengan kriteria efektivitas organisasi (Hartnell et al, 2011).

Hasil yang terlihat pada bagan diatas ini menunjukkan bagaimana budaya perusahaan sangat berpengaruh terhadap efektivitas organisasi, dengan variasi pengaruh yang berbeda.

Bagaimana dengan perusahaan Anda? Apakah masih memiliki keraguan mengenai manfaat dari pengembangan budaya organisasi seperti apa yang cocok bagi perusahaan Anda?

Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara membentuk budaya perusahaan hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).