Skip to main content
Category

News

Kesuksesan Tim All Black Rugby Telah Diterapkan Insan Polri dan TNI di Lingkungannya

By News No Comments

 JAKARTA – 212 lebih insan Polri dan TNI berkumpul dalam forum yang digelar ESQ Leadership Center pada Rabu (19/5/2021) via online. Acara itu mengusung topik Pelatihan Kepemimpinan Transformational Leadership SERDIK SESPIMMEN POLRI Dikreg 61 T.A 2021. Kemudian akan dilanjutkan dengan ESQ Excutive Leadership pada Kamis – Jum’at / 20 – 21 Mei 2021 pukul 08.00 – 17.00 WIB.

Ary memberikan sambutan dari Studio lantai 23 Menara 165 ditemani oleh Iman Herdimansyah (trainer ESQ).

“Mereka dididik dengan cara integritas di dalam diri. Dan sesungguhnya cara saya atau kalian dalam mengerjakan sesuatu adalah gambaran dari dalam diri kita sendiri.”

Ratusan peserta yang kompak berseragam putih itu, nampak anggukan kepalanya tanda sependapat.

“Kita akan mengingat pesan dari Pak Ary, cara kita menghadapi tantangan VUCA. Kami punya rumusan dari Pak Ary yaitu kompetensi, agility, dan capability. Meningkatkan kompetensi itulah yang sedang dipersiapkan selama 6 bulan ini. Kita diupgrade dari atas segitiga ini. Lalu kita memerlukan 5 macam ketahanan mental dan keluasan hati,” terang Iman.

“Nah kuncinya apa sih supaya kita tetap berprestasi di era seperti ini, di dalam keadaan apapun?” sambungnya.

Inilah jawaban dari insan Polri tersebut:

61 XXII Dodik Tatok, “Mengawali dengan bismillah, konsisten, semangat, bersyukur dan belajar.”

61 IV Eko Suroso, “Bersyukur, survive.”

61 X Hendro Gunawan, “Berbisik pada bumi, langit menjawab.”

61 XXI Hady S. Siagian, “Konsisten dan memiliki integritas yang totalitas.”

61 XV Ardi Kurniawan, “Komitmen dan konsisten.”

61 XVII Mohamad Dafi Bastomi, “Yakin bahwa kehidupan sudah diatur Allah, sabar, ikhlas dan syukur.”

“Good job jawabannya, terimakasih ya. Sekarang untuk memperjelas dan memahami semuanya, coba perhatikan video ini dan ambil hikmahnya,” ucap Iman dengan senyum.

Panitia menayangkan sebuah video pertandingan All Blacks rugby team yang merupakan tim nasional mewakili Selandia Baru dalam bidang uni rugbi, yang menjadi salah satu olahraga nasional di negara tersebut.

Setiap pertandingan, mereka selalu unggul, yakni dari 6 kali pertandingan menang 5 kali juara dunia. Dari 566 pertandingan, mereka menang 500 kali. Kemenangan itu mereka raih dari tahun 1903 hingga 2017.

“Kita bisa mengambil pelajaran dari mereka, bahwa kita harus kenali siapa lawan kita dan siapa kawan kita. Setiap kali kita bangun tidur kita akan menghadapi berbagai pertandingan. 70% mereka menang, setiap akan bertanding mereka gunakan rumus GKF yaitu Gerak, Kata, Fokus. Itulah yang membuat group itu menang.

Sama halnya seperti kalian saat menjadi peserta didik di Akpol. Kalian sudah melakukan 3 jurus itu. Selamat yaa, pertahankan agar selama 6 bulan pendidikan di sini dipupuk menjadi insan lebih baik lagi dan menjadi lulusan terbaik,” tutup Iman dengan gesture tubuh semangat sembari mengepalkan tangannya.

ACT Consulting Ungkap Cara Pendekatan dengan Gen Z! Di Rumah, Dunia Kerja, Lingkungan

By News No Comments

“As a Leader, You Job is to Energize People Around the Mission and Vision You’ve Articulated” – Jack Welch

JAKARTA – 500 orang lebih yang berasal dari dua Negara yakni Indonesia dan Malaysia itu join event yang digelar oleh ACT Consulting secara cuma-cuma pada Kamis (20/5/2021) secara daring, mengusung tema “Welcoming Gen Z at Work Place.” Rinaldi Agusyana, Tiko (trainer lisensi Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian) yang memandu ratusan peserta pelatihan itu, serta narasumber Erni Yurianti (President Director PT MADANI Corp) yang hadir untuk memberikan sharing motivasi.

“Siapa yang yakin bahwa knowledge itu penting dengan berbagai generation di dalamnya? Dan apa aja challenge yang dihadapi leaders saat ini?” tanya President Director of ESQ Tours Travel itu.

Adanya interaksi antar peserta sangat menonjol, terlihat di layar zoom. Berikut respon yang dilontarkan oleh mereka:

“Leadership yang di drive oleh era industry, milenial, dan zelenial. Dunia kerja di Indonesia didominasi dengan Gen Z dan Milenial.”

“Terkadang leader salah treat dengan generasi di bawahnya. Masih menggunakan cara jadul yang terdahulu.”

Menurut Studi Gallup’s State of the American Workforce:

. Hanya 6 dari 10 orang leaders yang setuju bahwa generasi milenials, generasi Z dan generasi baru lainnya tahu apa yang diharapkan dari tempat mereka bekerja.

. Hanya 4 dari 10 orang yang merasa pekerjaan mereka penting, memiliki manajer yang peduli pada mereka, atau kesempatan untuk melakukan yang terbaik setiap hari.

. Hanya 3 dari 10 yang setuju bahwa mereka memiliki seseorang di tempat kerja yang mendorong perkembangan mereka.

Erni, entrepreneur coach itu kemudian turun tangan untuk membagikan tips, pengalaman saat dirinya sukses menghadapi berbagai generasi.

“Kolaborasi dan men-treat dengan cara berbeda atau one by one. Karena mereka mau dimengerti, harus mengerti DNA. Setelah itu, dampaknya pada bisnis luar biasa. Berikan penghargaan kepada mereka. Karena penghargaan dan diberikan kepercayaan bagi mereka itu adalah segalanya.

Alhamdulillah setelah karyawan saya ajak one by one untuk ngobrol atau coaching, dari situ mereka bisa jadi partner, omset naik, bisnis sukses. Tak hanya di karir, di rumah pun diperlukan sekali teknik itu. Saling mengkomunikasikan dengan baik kepada anak maupun pasangan kita,” jelas President Director PT Madani Corp itu.

Menurut Pew Research Centre, berbeda dengan milenial yang tumbuh dewasa selama resesi hebat, generasi Z ini merasakan kondisi ekonomi yang kuat dengan tingkat pengangguran yang mencapai rekor rendah. Namun, itu semua telah berubah sekarang. Karena Covid-19 telah mengubah lanskap sosial, politik, dan ekonomi Negara. Alih-alih melihat masa depan dunia yang penuh peluang, Gen Z sekarang mengintip ke masa depan yang tidak pasti.

“Setiap generasi juga memiliki kelebihan dan kekurangannya. Kelebihan Gen Z yaitu intelektual yang baik, terbuka terhadap segala sesuatu, mendapatkan informasi yang lebih banyak, motivasi tinggi terhadap suatu hal, dapat melakukan banyak hal dalam satu waktu. Sedangkan kekurangannya adalah individualis, tidak focus, instan, kurang menghargai proses, memiliki emosi yang labil,” papar Rinaldi.

Maka dari itu, Rinaldi menjelaskan cara menghadapi atau pendekatan pada Gen Z di dunia kerja, berdasarkan sumber bacaan yang berasal dari Universitas Islam Negeri tahun 2018 sebagai berikut:

1. Terbuka (ajukan pertanyaan terbuka dalam melakukan komunikasi. Cari tahu terkait kesukaan dan visinya).

2. Berikan penghargaan (pastikan apabila mereka sudah sesuai dan mencapai target, berikan penghargaan yang bisa berupa pujian, hadiah, dan lainnya).

3. Simpati dan empati (bersikaplah mengayomi dan posisikan diri sebagai teman).

4. Membuat model learning yang menarik.

5. Menjadi role model (jadilah pimpinan yang bisa menunjukkan perilaku yang relevan untuk menjadi contoh bagi mereka).

Direktur Poltekkes Jakarta III, Yupi Supartini: Mengaplikasikan Budaya AKHLAK

By News No Comments

JAKARTA – Yupi Supartini (Direktur Poltekkes Kemenkes Jakarta III), Sri Mulyati (Wakil Direktur I), Ni Made Riasmini (Wakil Direktur II), Bagya Mujianto (Wakil Direktur III) hadir dalam forum Training AOC (Agent of Change) yang digelar oleh ACT Consulting.

Kegiatan yang diadakan secara luring itu bertema tentang Change Agent on Boarding Workshop. Tujuan ambil tema tersebut untuk memberikan pemahaman tentang tugas, tanggung jawab dan tantangan sebagai change agent.

Yupi awali sesi dengan paparkan sambutannya tentang mengaplikasikan budaya AKHLAK di lingkup Poltekkes Kemenkes Jakarta III.

“Acara workshop ini dilaksanakan selama 2 hari tentang ‘how to’ bagaimana cara menerapkan nilai-nilai dan budaya AKHLAK di unit kerjanya masing-masing. Workshop ini bertujuan sebagai bekal kepada bapak ibu pimpin selaku change agent dan diharapkan melalui workshop ini dapat meningkatkan wawasan dan skill yang nantinya dapat membawa teman-teman kita semua di setiap unit bagian untuk mengaplikasikan budaya AKHLAK,” jelasnya.

Acara ini berjalan selama dua hari, dilaksanakan pada hari Kamis – Jumat (17-18/6/2021) dengan peserta sekitar 37 orang. Mereka dipandu oleh Coach Risman Nugraha dan Coach Bayu Yuda Pribadi (trainer lisensi Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian).

“Yuk kita top up energi dulu. Berdiri semuanya, kepalkan tangan, ucapkan dengan lantang ‘Hari ini dan seterusnya saya memilih Saya fokus, lebih fokus..! Saya semangat, lebih semangat..! Saya bahagia, lebih bahagia Yes.. yes.. yes..!,” kata Bayu dengan suara lantang penuh spirit yang membara.

Menurut Maya, salah satu tim ACT Consulting yang ikutserta hadir dalam forum tersebut, suasana pelatihan sangat interaktif namun tetap kondusif.

Selain penjelasan materi, diselingi oleh games, ice breaking (senam streching, senam otak dan lainnya), sharing session peserta, video edukasi, diiringi dengan lantunan musik, dan kegiatan menarik lainnya.

CCS, 5 BUMN Susun dan Aplikasikan 10 Steps of AKHLAK Activation di Lingkup Masing-Masing

By News No Comments

JAKARTA – PT Indonesia Power, Telkom, IDX, Perum LKBN Antara, Pertani bersinergi bersama ACT Consulting pada Rabu-Jumat (16-18/6/2021) secara daring. 5 BUMN ikutserta dalam Webinar Corporate Culture Specialist workshop yang digelar oleh tim ACT.

Coach Arief Rahman Saleh dan Coach Sandi Muharam (trainer lisensi Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian) memandu perjalanan mereka selama 3 hari penuh dari Studio lantai 23 Menara 165.

“Kemarin telah kita diskusikan tentang 10 Steps of AKHLAK Activation. Ini adalah formula yang sudah kami praktekkan dan buktikan langsung. Langkah ini berdasarkan hasil dari konsultasi-konsultasi, maka kami bagikan ilmu ini,” tutur Arief dengan gesture tumbuh yang lembut.

Hari sebelumnya, puluhan insan BUMN telah menyusun kurang lebih 10 langkah (action plan) tersebut. Kini, mereka diberikan waktu selama 5-10 menit untuk berdiskusi kembali untuk alignment dan disediakan breakout room dari panitia.

Sumarsono (Telkom) menjelaskan peraturan perusahaan (corporate culture) yang terbagi menjadi The Telkom Way dan AKHLAK (contoh perilaku). Kemudian diperjelas lagi menggunakan gambar yang terdiri dari program role model, upgrade skill to change, aktivasi, system, dan pengukuran dalam bentuk indeks engagement, Telkom grup award, Indeks Kesehatan Budaya Perusahaan (ACHI).

Pelatihan ini tak sekedar memberikan materi, tapi terjadi interaksi, diskusi, agar pesertanya proaktif bahkan di tengah-tengah acara terdengar alunan musik yang energic, dan senam ringan bersama. Sehingga webinar menjadi lebih fun, santai, dan mudah dipahami.

“Bagaimana cara menjalankan semua itu? Bagaimana cara melihat integritas temen-temen di culture dengan amoeba,” tanya Nur Effendi.

Sumarsono menjawab, “Kita posisinya kan culture bukan inovasinya. Jadi di unit kami fokuskan bagaimana membangkitkan temen-temen (culturenya) atau perilakunya dulu untuk berinovasi, membangkitkan mindset. Kita juga ada beberapa program. Kalau amoeba itu adalah teknisnya atau fasilitasnya, jadi inovasinya dikumpulkan lalu diseleksi sampai nanti jadi prosesnya.”

10 steps yang dimaksud yakni Find the big why (temukan alasan besarnya), Align with system & structure (Sejajarkan dengan sistem & struktur), Start with personal transformation (Mulai dengan transformasi pribadi), Understand the gap (Pahami kesenjangan), Set the direction (Tetapkan arah), Develop winning team (Kembangkan tim pemenang), Execute quick action (Jalankan tindakan cepat), Campaign the journey (Kampanyekan perjalanan), Evaluate the progress (Evaluasi kemajuan), Celebrate & appreciate the champions (Rayakan & hargai para juara).

Setelah pelatihan, peserta akan memperoleh sertifikat resmi (Certified Culture Specialist) dari BNSP, jika telah menerapkan ilmu dan praktik yang terangkum dalam portofolio.

Tujuan ACT Consulting gelar acara ini, untuk menyebarluaskan budaya organisasi yang tepat, yang akan mempengaruhi kinerja tim menjadi lebih produktif, solid, dan akhirnya berdampak pada pencapaian target meningkat.

Sebab, budaya organisasi yang tepat dapat menciptakan rasa memiliki dan keterikatan secara emosional para karyawan terhadap organisasi/perusahaan. Alhasil, mereka akan selalu berupaya untuk mengembangkan bisnis menjadi lebih maju.

Nah, hal tersebut menjadi penting sekali bagi perusahaan untuk bertahan dalam kondisi saat ini. Dimana, karyawan bekerja dengan sepenuh hati dan sebaik-baiknya dalam memajukan bisnis perusahaan.

Gandeng BPPT, Ary Ginanjar: Kepala BPPT Ingin Mengubah BPPT

By News No Comments

JAKARTA – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bersama ACT Consulting gelar pelatihan dalam rangka Pembekalan Agent of Changes (AoC) di lingkup BPPT yang di laksanakan 2 batch secara pararel di ICE BSD.

Training ini dibuka oleh Dr. Ir. Soni Solistia Wirawan, M.Eng. (Deputi I (TAB)) mewakili Sestama BPPT. Kemudian sambutan dari Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian (President ACT Consulting) secara daring.

“Jadi ketika Tuhan menjaga bumi maka Tuhan turunkan para Nabi. Tapi ketika kepala BPPT ingin mengubah BPPT maka diturunkan agent-agent perubahan. Salah satunya yang ikutserta di pelatihan kali ini,” ucap Ary dari layar Zoom Meeting pada Rabu (16/6/2021) kepada insan BPPT.

Sehingga, kata dia, metode yang disampaikan tidak hanya ceramah tatap muka, melainkan juga dengan cara-cara menarik, termasuk menggunakan kuis atau permainan.

Dari beberapa dokumentasi, mereka yang kompak mengenakan dress code putih itu terlihat santai, fun, proaktif, interaktif, sehingga tercipta suasana yang seru.

Training yang berlangsung selama dua hari ini dibawakan oleh Coach Ramdani, Coach Zaki, Coach Tiko, Coach Adek (trainer lisensi dari Ary Ginanjar).

“Ada riset bahwa untuk membangun mental state kita setiap harinya dengan 3 rumus ini yaitu GKF. Kepanjangan dari Gerak, Kata, dan Fokus kepada hal-hal yang membuat kita happy, lebih bersemangat, tentunya dengan hal yang positif,” jelas Ramdani.

Menurut Ramban, salah satu tim ACT yang hadir langsung di lokasi, para peserta sangat antusias mendapatkan materi dan ingin langsung mengimplementasikannya dalam pekerjaan sehari-hari di unit kerja masing-masing.

“Semoga mereka mendapatkan manfaat sebesar-besarnya dan mengimplementasikan ilmu yang didapat setelah training ini, aamiin.”

Sukses dan Bahagia Versi Change Leader & Change Agent Pelindo 3

By News No Comments

JAKARTA – Pelindo 3 bersinergi dengan ACT Consulting dalam Webinar Upskilling Change Leader & Change Agent with Team Collaboration Booster Batch 3 yang dilaksanakan secara online pada Senin-Kamis (14-17/6/2021).

45 orang lebih yang hadir di forum zoom meeting itu, mereka dibimbing oleh Coach Bramanto Wibisono dan Astrain Nuzul (trainer lisensi dari Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian).

“Bapak dan ibu, apa kesyukuran Anda hari ini, sehingga membuat hati dan diri ini menjadi bahagia?” tanya Nuzul dengan tersenyum ramah.


Trainer semaksimal mungkin membuat suasana pelatihan agar tetap santai, fun, sesekali alunan musik dinyalakan untuk men-top-up energi. Terjalin sesi tanya jawab, diskusi, permainan namun tetap kondsif dan efektif.

Baiqnurul mengatakan bahwa dirinya bersyukur masih bisa bicara dengan tanaman, sambil menyiraminya. Sebab, itu bisa membuatnya tenang dan damai. Bersyukur karena masih diberikan kesempatan untuk menghirup oksigen, sejuknya udara pagi itu.

Desi, “Alhamdulillah hari ini masih dikasih nikmat sehat. Selalu bersyukur segala nikmat yang diberi Allah kepada saya.”

Baiqnurul, “Alhamdulillah, masih bisa melihat alam yang indah.”

Risni Adelini, “Alhamdulillah masih bisa diberikan kesehatan hari ini untuk bisa ikut training.”

Hapsari, “Alhamdulillah hr ini sehat, dapat tiba di kantor dengan selamat, dan hr ini bisa ikut training.”

Imam Haromain, “Alhamdulillah nafas kita masih terjaga. Sedangkan baru beberapa hari yang lalu ketemu orang-orang tercinta kita yang sekarang sudah dipanggil olehNya.”

“Alhamdulillah, itu pertanyaan yang sangat sederhana bukan? Dan dijawab dengan sederhana juga. Namun saya senang sekali dengan jawabannya menarik. Buat kita bisa jadi itu hanya rasa syukur yang yang kecil, dan bahagia serta baru mengucapkan syukur ketika mendapat sesuatu yang besar. Misal dapat tunjangan covid selama setahun sebanyak 5 juta.

Kita bandingkan dengan rasa syukur yang jarang kita lakukan seperti bisa bernafas, berjumpa dengan teman-teman, namun bila one day Tuhan cabut satu nikmat yang dianggap Anda biasa saja apa yang terjadi? Boleh jadi itu kesyukuran yang sangat besar. Akan merasakan sedih ketika kehilangan,” jelas Bram dengan kacamata khasnya.

Terlihat dari layar zoom, para partisipan menyimak untaian kalimat yang dipaparkan trainer ACT Consulting itu.

“Nah setelah kita sama-sama mendengarkan kesyukuran dari teman-teman semua, kita pun ikut bahagia bukan? Sekarang saya tanya apa definisi bahagia dan sukses menurut Anda?” tanya Nuzul.

Syaiful, “Sukses itu bisa mencapai sesuatu yang kita inginkan.”

Guntur Prima, “Sukses itu berhasil menyelesaikan tugas dengan baik dan benar.”

Hapsari, “Sukses itu bisa mencapai cita-cita.”

Imam Haromain, “Bahagia itu perasaan ketika impian itu kita raih dan lihat. Kebahagiaan bagi saya itu adalah melihat orang-orang sekitar saya bahagia.”

Guntur Prima, “Kebahagiaan itu adalah perasaan puas, nyaman dan senang.”

“Ya, rata-rata kita simpulkan bahwa sukses itu adalah ketika kita bisa mencapai sesuatu dan bisa diraih. Sedangkan kebahagiaan adalah merasa bahagia dengan apa yang sudah kita miliki,” ucap Bram sepakat.

Menurut Bram, ada hasil riset atau ilmu sainsnya bahwa yang paling hebat itu ketika Anda bisa menikmati setiap momentum yang ada di dunia ini atau living in the moment.

“Inilah tips agar bisa hidup di era yang penuh tantangan ini. Jadi teman-teman sekarang yang terpilih menjadi change leaders atau change agent harus penuh kesyukuran, agar merasa bahagia dan bisa menggapai kesuksesan. Harus bisa living in the moment dalam situasi apapun, salah satunya di masa pandemic ini,” tutup Bram.

Bekal untuk Manager BRI Life dari ACT Consulting: Nasabah Butuh 5 Hal Ini!

By News No Comments

JAKARTA – Sinergi antara BRI Life dengan ACT Consulting digelar selama dua hari pada Senin-Selasa (14-15/6/2021) secara daring di dalam forum “Workshop Building Relationship Engagement” yang dihadiri dan disambut oleh Dany Cahya Rukmana (Dirbid Kepatuhan & Legal BRI Life), Kartini Widiyanti (Kabag Sales Learning Delivery), Asep Sumantri (Kabag Support Digital Aliansi), Baedillah (Kadiv Center of Excellence) dan puluhan Relationship Manager (RM) BRI Life.

“Di sini kita akan belajar bagaimana teman-teman bisa menjadi orang yang dapat diandalkan itu yang terpenting. Agar teman-teman juga siap menghadapi situasi yang ada di lapangan. Kita juga bisa peduli dengan yang ada di luar sana ketika menjadi orang yang diandalkan,” ucap Dany.

Asep juga mengatakan bahwa, “Tujuan pelatihan ini juga agar kita tahu menempatkan diri kita di tempat yang tepat dan dengan cara yang tepat. Nah di training ini teman-teman akan dikupas abis bagaimana caranya mengetahui tipe orang dan sebagainya.”

 “Nah sekarang Alhamdulillah kita bisa lakukan karena ini sangat berharga ya, dan saya selalu bilang ini adalah investasi kita. Jadi ada investasi yang sifatnya finance ada yang non, harapannya kita semua mendapatkan 1 knowledge baru,” ujar Kartini.

Ia juga berharap agar rekan-rekannya merasa antusias saat mengikuti training dari tim ACT.

Untuk itu, Coach Syaiful dan Coach Rendy Yusran (trainer lisensi dari Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian) beberkan ilmunya sebagai bekal insan RM BRI Life seluruh Indonesia.

“Senang bisa berkenalan dengan bapak dan ibu semunya. Nah, menurut Anda sebagai seorang RM hal apa saja yang berubah atau yang dirasakan di era sekarang selama 3 tahun ini?” tanya Rendy dari Studio lantai 4 Menara 165.

Mereka menjawab dengan sangat antusias di kolom chat. Karena sebelumnya sudah di top-up energi terlebih dahulu oleh Coach Syaiful dengan kebiasaan tim ACT saat memulai kegiatan yakni senyum simetris selama 10 detik.

Marlina Randan, “Perbedaannya, RM maintanance banyak Abro dan banyak cabang sedangkan waktu Abro maintanance satu sampai dua cabang.”

Rayi, “Komunikasi lebih banyak ke Management dan harus semua bisa, serta saat ini komunikasi lebih banyak virtual.”

Erna Setianingrum, “RM wajib good solution untuk bank staff sedangkan kendala komunikasi ke KP sangat rumit.”

Linda Wintari, “Tanggung jawab RM lebih banyak sekarang di banding yang dulu.”

“Terimakasih responnya. Nah kita perlu sadari perubahan ini akan terjadi. Kita melihat RM yang sekarang dan dulu berbeda dari segi tugas pokok, tim yang diolah, challenge dan lainnya. Sebagai seorang RM ini menjadi challenge bagi kita,” jelas pria ber-certified public speaker by BNSP itu.

Rendy bongkar apa yang dibutuhkan atau yang diinginkan oleh nasabah, ada 5 hal katanya.

“Consumers semuanya cari ini. Mereka inginkan hadiah, nasabah ingin dimanjakan jadi kita harus membangun kedekatan kepada mereka. Mereka juga diperlukan edukasi yang membentuk kehidupan mereka, dan lain sebagainya.”

Menurutnya, bukan hanya SDM saja yang berubah, bahkan industri pun alami revolusi yang sangat melesat dari segi informasi dan teknologi karena ini era-nya industri 4.0 menuju industri 5.0.

“So, kita berkumpul di sini karena ada 1 keyword yang membawa semua hal tadi, yaitu bagaimana kita berinteraksi dengan nasabah. Building relationship menjadi kata kunci yang penting untuk kita kuasai. Membangun relasi ke internal, eksternal, atau pasangan hidup dan sebagainya.”

BSI, Ary Ginanjar: Menjadi Top Ten Shariah Global Player

By News No Comments

JAKARTA – Senin (14/6/2021) para pimpinan Bank Syariah Indonesia (BSI) satu ruangan bersama Ary Ginanjar Agustian (President ACT Consulting) dalam rangka kegiatan yang bertajuk “Leadership Session, Building Alignment Force” bertempat di Gedung The Tower, lt. 3 (ruang rapat besar), Jl. Gatot Subroto No. 27, Jakarta Selatan. Dihadiri pula oleh Wakil Direktur Utama BSI, Abdullah Firman Wibowo.

“Hari ini kita menjalani perjalanan yang luar biasa, energi yang luar biasa. Mudah-mudahan setelah ini materi dan paparan dari Pak Ary bersama tim bisa kita implementasikan, kita bangun bersama. Sehingga Insya Allah tujuan kita terlaksana,” ucap Abdullah Firman Wibowo.

Adanya acara ini memberikan kesadaran kepada semua insan bahwa di dalam menjalankan bisnis atau organisasi, menyatukan persepsi, misi dan nilai-nilai adalah kunci awal keberhasilan. Dan itu yang sedang dilakukan di lingkup BSI.

“Kita support kesungguhan BSI agar bisa menjadi Bank Syariah Kelas Dunia yang patut kita dukung,” kata Ary dengan penuh semangat.

Keseruan dari semua pihak dalam forum tersebut, bisa terlihat di beberapa potret di bawah ini. Nampak dari wajah mereka yang sumringah, gesture tubuh yang semangat, membuat hari semakin berseri.

Menurut Ary, jika ingin wujudkan peradaban Indonesia Emas tahun 2045, kita harus mempunyai role model sebagai acuannya.

“Untuk mewujudkan Indonesia Emas kita perlu role model tokoh, perusahaan sebagai acuan. Oleh karena itu, kami dan kita semua dukung BSI agar berhasil menjadi Top Ten Shariah Global Player,” jelas pria berkemeja hitam itu kepada insan BSI yang dengan kompak kenakan batik.

Di penghujung acara, Ary mendapat penghargaan dari Abdullah Firman Wibowo, serta memberikan support dan doa kepada para leader BSI.

“Selamat berjuang BSI. Semoga Allah merahmati dengan mengabulkan impian luhurnya, Aamiiin.”

Mahkamah Agung, Kata Masyarakat Perihal Hakim Sekarang!

By News No Comments

JAKARTA – Bambang Hery Mulyono, selaku Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknis Peradilan pada Balitbang Diklat Kumdil Mahkamah Agung RI hadir di dalam Training ESQ yang dinakhodai oleh Ary Ginanjar Agustian (President ESQ Group).

Pelatihan tersebut ditunjukkan kepada puluhan Hakim Peradilan Anak Mahkamah Agung RI. Bambang berharap adanya kegiatan ini bisa tercipta sistem peradilan yang adil dan lebih baik lagi. Oleh karenanya, Ary bersama tim siap membantu wujudkan harapan itu.

“Selamat dan terima kasih Pak Bambang H. Mulyono Pusdiklat. Jadi jika kita kuasai ilmu ini maka kita akan menjadi hakim yang tenang, yang adil, dan benar. Rumusnya saya namakan GKF why, yaitu Gerak, Kata dan Fokus kepada hal-hal yang positif,” ujar Ary dari Studio lantai 23 Menara 165 yang ditemani oleh Coach Iman Herdimansyah (trainer ESQ).

Menurut Ary, makna dari segitiga yang luas itu (Gerak, Kata, Fokus) merupakan cara bagaimana mengendalikan pikiran supaya tetap tenang meskipun mengambil keputusan di tengah sidang yang tiada henti.

“Ilmu tenang dengan GKF artinya Ilmu jujur dan benar serta menemukan Grand Why seorang hakim.Skill yang harus dikuasai oleh Seorang Hakim agar mampu melakukan sidang marathon dengan tenang, dan menghasilkan keputusan yang adil dan benar.

Saya mendengar kabar dari beberapa masyarakat yang menyampaikan tentang bagaimana Mahkamah Agung saat ini. Mereka menjawab bahwa hakim sekarang lebih tenang dan kinerjanya sudah lebih baik dibandingkan dulu,” sambungnya.

Tokoh pembangunan karakter itu merasa bangga dengan hakim-hakim saat ini. Ia berikan applause sekaligus harapan untuk insan MA ke depannya.

“Kita berikan applause dulu yah kepada hakim-hakim yang ada di sini. Jadi Alhamdulillah mudah-mudahan ini bisa diteruskan hingga terus berkembang dan terus maju lagi.”

Puluhan hakim pun saling bertepuk tangan, dan tetap menyimak apapun yang disampaikan oleh Master Trainer ESQ itu dengan tetap santai, fun, dan bersemangat.

“Peradilan yang adil baru bisa terwujud jika hakimnya Amanah dan memiliki integritas moral yang baik. In Shaa Allah training ESQ 165 salah satu jawabannya, Alfatiha Aamiin Yaa Rabb,” kata Iman.

Iman bersama tim berharap dengan segala bekal di dalam pelatihan ini, semoga lahir hakim-hakim yang jujur, adil dan bijaksana di lingkungan Mahkamah Agung demi dunia peradilan Indonesia yang terpercaya.

“Selamat belajar semuanya para hakim, dan Pak Bambang saya berikan applause karena telah memberikan bekal kepada teman-teman hakim semuanya, terimakasih,” tutup Ary dengan senyumannya.

Bahas Albert Einstein, Ini Keseruan BoD PT KAI Bersama ACT Consulting di Padma Hotel Ciumbuleit

By News No Comments

“Everybody is a genius. But if you judge a fish by its ability to climb a tree. It will live its whole life believing that it is stupid” – Albert Einstein.

JAKARTA – Selama 2 hari penuh pada Kamis-Jumat (10-11/6/2021) BoD dan BoC PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) melalui aktivitas dengan wajah yang sumringah, bersama tim ACT Consulting di Padma Hotel Ciumbuleit.

Kegiatan yang mereka lakukan dalam rangka Workshop BoD dan BoC rethreat  – PT KAI di antaranya sambutan-sambutan dari Didiek Hartantyo (Direktur Utama PT KAI), Said Aqil Siroj (Komisaris KAI), Rinaldi (trainer ACT Consuting), dan lainnya.

“Saya berupaya untuk menjaga PT KAI ini, saya juga banyak memberikan inisiatif kepada PT KAI, dari mulai sarana, SDM dan lainnya. Salah satu yang membuat saya antusias juga adalah bagaimana cara memperbaiki struktur pensiun dari pada insan kereta api,” ujar Didiek.

Said dengan kemeja putihnya juga mengatakan, “Alhamdulillah sekarang kita sudah mencoba mencari konsultan yang terbaik untuk membantu transformasi teknologi kita. Transformasi budaya juga pernah kita lakukan, kita juga harus memikirkan cara meningkatkan kinerja pegawai, apa saja strategi-strategi baru yang harus kita keluarkan.”

Di awal sesi, para direksi atau pimpinan PT KAI beserta  ACT Consulting menggelar makan bersama (dinner) dengan dress code berwarna putih dan krem. Tentu dengan mentaati protokol kesehatan dan terlihat sangat tertib serta kondusif.

“Terimakasih atas kepercayaannya kepada ACT Consulting. Insya Allah kami akan berjuang sekuat tenaga. InsyaAllah kami bisa mendeliver atau membantu bapak ibu semuanya dalam melakukan transformasi budaya organisasi termasuk potret di BUMN. ACT sudah mempotret sekitar 45 BUMN baik induk, anak maupun cucu,” papar Rinaldi memberikan salam hormat mewakili Ary Ginanjar Agustian (President ACT Consulting).

Kemudian sesi bincang santai, bernyanyi bersama hingga tukar kado menambah meriahnya acara itu. Dirut KAI ikutserta menyanyikan lagu Anji – Menunggu Kamu, semua yang hadir memberikan applause dan mengikuti alunan lagu mellow tersebut.

Esok harinya, para petinggi PT KAI olahraga bersama seperti memanah, main basket, dan sebagainya dengan mengenakan pakaian olahraga yang santai. Dari dokumentasi terlihat, mereka bersorak riang, tertawa gembira, dan penuh suka cita.

Saatnya agenda workshop dimulai, Ary Ginanjar Agustian bersama Syaiful, Rinaldi, Dudi (trainer) siap memandu pelatihan untuk BoD dan BoC PT KAI.

“Luar biasa sekali, saya masuk ke sini energinya bener-bener energi KAI yang siap untuk Being a Transformational Leader,” sapa Ary sambil membuka masker sejenak dan tersenyum.

Pria berkemeja hitam itu mengatakan, “Kita tidak boleh menjudge orang, tidak boleh merendahkan orang tapi kita bisa menerima kekuatan kita dan menghargai kekuatan orang lain. Cita-cita kita bukan saja melahirkan KAI performance yang baik bukan? Tapi juga SDM yang expert.”

“Menurut Albert Einstein semua orang itu dilahirkan jenius, semuanya. Tetapi kita kadang salah dalam menilai orang. Misalnya karena kita menempatkan dia di posisi yang bukan talentnya. Maka dari itu, perlunya mengenal karyawan kita dengan kemampuannya masing-masing, dan ditempatkan di posisi yang sesuai. Maka dipastikan dia akan berkembang,” sambung Ary.