Skip to main content
Category

News

OJK Institute, Kesiapan SDM SJK Menyongsong Tahun 2022

By News No Comments

JAKARTA – Telah berlangsung webinar di OJK Institute pada tanggal 9 Desember 2021 melalui platform Zoom Meeting, dengan tema Kesiapan SDM SJK Menyongsong Tahun 2022.

Perhelatan ini dihadiri oleh Imansyah (Deputi Komisioner OJK Institute dan Keuangan Digital), Agus Sugiarto (Kepala OJK Institute), Hikmah Rinaldi (Direktur Pengembangan Sektor Jasa Keuangan), Ni Nyoman Puspani (Analis Eksekutif Senior OJK Institute), serta Ary Ginanjar Agustian (Founder ESQ Group/ACT Consulting).

Peserta webinar kali ini berasal dari insan OJK, industri jasa keuangan seperti perusahaan perbankan, perusahaan pasar modal, perusahaan IKNB dengan total 2.112 peserta.

Dikatakan oleh Ary Ginanjar, bahwa belakangan ini begitu santer mendengar VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) yakni konsep yang menggambarkan derasnya perubahan dan hal‑hal yang diakibatkanya.

“Selain VUCA, ada juga yang namanyaTUNA. Apalagi di era pandemik ini, kala kondisi Turbulent, Uncertain, Novel & Ambiguous. Lalu bagaimana cara kita bisa survive di era disruptif ini?” tanya Ary.

Ribuan peserta terlihat menyimak di balik layar Zoom Meeting, ada juga yang menjawab “Harus inovatif, kerjasama, tingkatkan kualitas diri, bangun relasi, dan lainnya.”

Oleh karenanya, Ary mengatakan bahwa agar bertahan di era seperti ini, insan OJK bersama jajarannya harus memiliki Change Agility (mampu beradaptasi dengan perubahan apapun), Mental Agility (mampu bertahan dalam kondisi apapun), People Agility (mampu kerjasama dengan siapapun), Learning Agility (mampu memahami dan mempelajari hal baru dengan cepat) dan Result Agility (mampu tetap berprestasi dalam kondisi apapun).

Salah satu penulis ternama bernama Jim Collins di bukunya yang berjudul “Good To Great” yang sangat fenomenal pada tahun 2004 mengatakan bahwa setiap saat strategi dan target bisnis dapat berubah apalagi di zaman VUCA era seperti saat ini.

Supaya perusahaan tetap dapat survive dan terus tumbuh berkembang di setiap situasi dan kondisi harus memegang teguh core purpose dan core values seperti kompas dan jangkar.

Saat perusahaan sedang menghadapi goncangan VUCA era maka hanya ada 2 solusinya yaitu kompas dan jangkar. Kompas sebagai penunjuk arah yang akan membuat kita terus melaju ke depan, sedangkan jangkar sebagai penahan agar perusahaan tidak mudah berpindah haluan tetap bergerak mencapai visi meskipun sedang menghadapi badai VUCA era dan pandemi Covid-19 seperti saat ini.

Corporate Culture Specialist Workshop, Bongkar Pentingnya Roadmap Culture Sebagai Pendukung Roadmap Bisnis

By News No Comments

JAKARTA – ACT Consulting menggelar Corporate Culture Specialist (CCS) Workshop secara online melalui Zoom Meeting dan berlangsung pada 15 – 17 Desember 2021. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menyebarluaskan budaya organisasi yang tepat, yang akan mempengaruhi kinerja tim menjadi lebih produktif, solid, dan akhirnya berdampak pada pencapaian target meningkat.

Demi tercapainya harapan tersebut, Rinaldi Agusyana (Trainer lisensi Ary Ginanjar Agustian) memandu puluhan peserta yang berasal dari berbagai kalangan, Instansi, Lembaga seperti Ajinomoto Indonesia, RSCM, BSI, Pelindo Merine Service, Bursa Efek Indonesia, Kementerian LHK, Kemendagri, BKPSDM Karawang, Bank Papua, Timah, Kemendesa PDTT  selama 3 hari berturut–turut dalam pelatihan CCS tersebut.

“Sebelumnya, saya mau tanya dulu apa arti culture bagi bapak dan ibu? Mengapa itu penting? Sampai pak Presiden Jokowi dan pak Erick Thohir canangkan Core Values terbaru,” tanyanya dengan semangat.

Salah satu peserta mengatakan bahwa Culture adalah suatu perilaku yang melekat pada masing-masing pegawai, agar menumbuhkan awareness sehingga bisa diimplementasikan dengan baik.

“Good Job bu. Sebab, budaya organisasi yang tepat dapat menciptakan rasa memiliki dan keterikatan secara emosional para karyawan terhadap organisasi/perusahaan. Alhasil, mereka akan selalu berupaya untuk mengembangkan bisnis menjadi lebih maju,” beber Rinaldi.

Rinaldi juga menjelaskan terkait business transformation yang dimulai dengan terlebih dahulu menyusun rencana strategi, lalu membuat struktur organisasi kemudian dilanjutkan dengan menyusun sistem / proses supaya dapat menjalankan rencana strategi. 

“Namun yang perlu diperhatikan, sehebat apapun struktur organisasi, strategi dan sistem yang disusun jika perilaku pegawai yang bekerja di perusahaan bapak ibu tidak sesuai dengan nilai-nilai budaya organisasi (beliefs) maka business transformation tidak akan dapat berjalan sesuai dengan harapan,” katanya.

Ia juga melanjutkan, “Maka dari itu diperlukan core values & core purpose di perusahaan atau lembaga untuk menentukan bagaimana cara kita meng-organize, cara memimpin, cara me-manage talent dan cara berinteraksi dengan lingkungan sekitar.”

“Serta diperlukan juga roadmap culture sebagai pendukung roadmap bisnis,” sambungnya.

Setelah pelatihan, peserta akan memperoleh sertifikat resmi (Certified Culture Specialist) dari BNSP, jika telah menerapkan ilmu dan praktik yang terangkum dalam portofolio.

5 Vitamin untuk Insan Kemkominfo, Doddy Setiadi: Ada Vitamin Motivasi dari Pakarnya yaitu Pak Ary Ginanjar

By News No Comments

“If we talk about management, we talk about human behaviour and human institution” 
Peter F Drucker. 

JAKARTA – Doddy Setiadi, Inspektorat Jenderal Kemenkominfo hadir dan memberikan kata pengantar dalam acara Seminar Motivasi. Acaranya digelar pada Selasa (11/01/2022) di Novotel Bogor Golf Resort & Convention Center. 
Seminar kali ini dipandu langsung oleh pakar pembangunan karakter, Ary Ginanjar Agustian yang juga CEO ESQ Group. 

Doddy mengatakan bahwa, “Kali ini ada vitamin motivasi dari pakarnya yaitu Pak Ary Ginanjar. Beliau adalah salah satu motivator dari Indonesia juga.”

“Harapannya dengan diberikan vitamin motivasi dalam pembangunan karakter ini dapat menstimulus peningkatan kapasitas aparatur pengawas internal pemerintah Kemkominfo,” ucap Doddy kepada 144 insan Kemkominfo yang rata-rata kaum milenial. 

Ia juga berharap materi yang dipaparkan Ary Ginanjar dapat membangkitkan semangat serta motivasi pegawai. 
“Ini merupakan kegiatan di awal tahun untuk memberikan energi baru di lingkup Kemkominfo. Karena sekarang kita tengah memasuki tahun ke 2 era transformasi digital nasional. Ke depannya akan semakin banyak tantangan. Untuk itu kita persiapkan segalanya sedini mungkin,” ungkap Itjen Kemkominfo. 

Diketahui salah satu tujuan dari perhelatan ini adalah untuk mewujudkan Itjen menjadi strategic partner and trusted advisor. Kemudian kebutuhan akan pengawasan yang efektif, sehingga diperlukan pembangunan karakter aparatur pengawas. 
Oleh karenanya, Ary menghimbau bahwa, “Di era disrupsion ini kita tidak hanya mengandalkan kompetensi saja. Tapi harus punya 5 super agility dan kapabilitas diri,” kata Ary. 

Ary beberkan 5 vitamin atau super agility kepada insan Kemkominfo agar bisa survive dalam kondisi apapun bahkan hingga puluhan tahun ke depan. 

5 super agility itu antara lain, CHANGE AGILITY (Mampu beradaptasi dengan perubahan apapun), MENTAL AGILITY (Mampu bertahan dalam kondisi apapun), PEOPLE AGILITY (Mampu kerjasama dengan siapapun), LEARNING AGILITY (Mampu memahami dan mempelajari hal baru dengan cepat) dan RESULT AGILITY (Mampu tetap berprestasi dalam kondisi apapun). 

Adapun para pimpinan bersama jajaran dari Kemkominfo yang hadir kali ini yakni Cecep Ahmed Feisal (Sekretaris Inspektorat Jenderal), Syaharudin (Inspektur I), Ivan Santoso (Inspektur II), Nizam W (Inspektur III), Fajar Budiantoro (Inspektur IV), Eselon I, Eselon II, Koordinator, SubKoordinator, Pengendali Teknis, Ketua Tim dan seluruh aparatur pengawas internal Kemkominfo.

Wapres RI Ma’ruf Amin Bertemu Ary Ginanjar Agustian di Kediamannya, Ternyata Ini Alasannya!

By News No Comments

JAKARTA – K.H. Ma’ruf Amin, Wakil Presiden ke-13 Republik Indonesia adakan pertemuan dengan Founder ESQ Group, Ary Ginanjar Agustian di Jalan Pangeran Diponegoro, Menteng, Jakarta pada Rabu (5/1/2022).

Di awal tahun baru ini, Wapres RI jalin silaturahmi bersama sang Tokoh Motivator Indonesia yang ditemani oleh Iggi (Sekjen Masyarakat Ekonomi Syariah (MES)).

Di dalam ruangan yang nampak elegan dan rapi itu, mereka saling bercengkarama dengan sangat santai namun penuh makna. Pertemuan mereka juga tetap mematuhi protokol kesehatan dan sudah di swab dengan hasil negatif atau non reaktif.

Ma’ruf Amin yang juga Ketua Dewan Syari’ah ESQ itu memberikan dukungan penuh terhadap program Ber-AKHLAK.
“Alhamdulillah terimakasih Pak Kyai sudah mendukung program Ber-AKHLAK . Insya Allah 27 Juli kami tunggu kehadirannya di acara Ber-AKHLAK AWARD 2022,” kata Ary.

Kepanjangan dari Ber-AKHLAK itu sendiri yakni Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif. Core Values ASN ini adalah sebuah panduan dalam berfikir, berstruktur dan berperilaku. Sedangkan employer branding ASN yaitu bangga melayani bangsa yang berperan sebagai jiwanya, moto, penyemangat. Menerangkan bahwa dalam bertugas, ASN ini selalu bangga melayani bangsa.

Core Values ASN telah diluncurkan secara resmi oleh Presiden RI Joko Widodo, secara virtual, yang bertepatan dengan Penetapan Hari Jadi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) tanggal 27 Juli 2021.

“Dengan mengucap bismillahirahmanirahim, saya luncurkan Core Values ASN Ber-AKHLAK dan employer branding ASN bangga melayani bangsa,” ucap Presiden Jokowi.

Adapun beberapa Kementerian atau Lembaga yang sudah berkolaborasi dengan ESQ Group dan support dalam Program Ber-AKHLAK ini yakni Kemenkes, Kemendagri, Kemensetneg, Kementan, Kemenko Marves, KemenPANRB, dan lainnya.

Tak terasa diskusi dan silaturahmi berjalan hampir dua jam. Kemudian mereka mengabadikan momen dengan berfoto bersama. Nampak senyuman manis menghiasi bibir mereka, ditambah dengan pakaian batik yang mendominasi.
“Bersyukur Kyai masih terlihat sehat dan bugar. Diskusi ringan dan berisi tak terasa dilalui hingga hampir dua jam. Kami doakan Kyai sehat selalu, diberikan kekuatan dalam mengemban amanah serta dibimbing setiap keputusannya,” harap Ary.

Penyebaran Ilmu 165 di Lingkup BSI dan PELINDO dari ACT Consulting

By News No Comments

“This is my mission, that is my calling, that is my Grand Why.” – Ary Ginanjar Agustian

JAKARTA – PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) dan Bank Syariah Indonesia (BSI) saling berkolaborasi bersama ACT Consulting. Oleh karenanya, telah digelar acara dengan tema PELINDO Renewable One Spirit pada Kamis 16 Desember 2021 melalui Zoom Meeting dan Youtube Bank Syariah Indonesia.

Deden Durachman (Regional CEO PT BSI), Banu Astrini (Group Head Layanan SDM PT Pelindo), Ary Ginanjar Agustian (President of ACT Consulting), dan Lucky Afriansyah (Business Plan and Evaluation DH FHG PT BSI) berkesempatan hadir meski tak saling bertatap muka.

“Walaupun BSI dan Pelindo adalah sebuah perusahaan yang berbeda, yang satu dari bidang pelabuhan dan yang satunya dari bidang finansial dan spiritual berkah. Namun ada 1 kesamaan dari kalian wahai insan Pelindo dan BSI, ada yang tahu?” tanya Ary kepada ratusan peserta di Zoom dan ratusan viewers dari Youtube.

Terlihat dari kolom chat atau peserta yang open mic, serentak mereka mengatakan bahwa Core Values AKHLAK-lah yang membuat mereka semakin bersinergi dan memiliki spirit yang membara.

“Oke benar sekali, maka dari itu saya akan bagikan ilmu matrix yang dikenal sebagai Grand Why atau ilmu 165, agar Pelindo dan BSI menjadi role model dengan mengimplementasi Core Values AKHLAK,” sambungnya.

Menurut Ary, ‘Grand Why’ yang dimaksudkan adalah visi tertinggi ketika kita sudah menemukan meaning dan puspose dalam hidup. Dan ketika para peserta menemukan Grand Why mereka, maka akan muncul pengorbanan dan kesiapan menghadapi segala tantangan, mereka akan terus maju dan bahagia di situasi sesulit apapun.

“Mengapa Anda selalu gelisah dalam hidup? Jika kalian memiliki meaning and purpose dalam hidup atau Anda sudah mencapai level 7 di ESQ Matrix, maka level 1 sampe 6 akan Anda raih semuanya. BSI dan Pelindo di sini akan the best,” papar Ary kepada peserta sambil menunjukkan ke angka 7 atau grand why.

“AKHLAK dan Grand Why itu seperti suami istri. AKHLAK itu adalah istri dan Grand Why adalah suami. AKHLAK (Core Values Perusahaan) itu jangkar sedangkan Grand Why (Core Purpose) adalah kompas. Jangkar itulah yang membuat kita kuat ketika terbawa oleh gelombang. Sedangkan kompas itulah tujuan kita,” tambahnya.

Jabat Tangan Mendagri dan Ary Ginanjar dalam Leaders Aligment Session untuk Komitmen Ber-AKHLAK

By News No Comments

JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menyambut kedatangan Ary Ginanjar Agustian (Founder ACT Consulting) di Sasana Bhakti Praja Gedung C Lantai 3, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada Rabu 29 Desember 2021. Keduanya terlihat berjabat tangan serta bertegur sapa mengenai kegiatan yang sedang berlangsung dengan tema ‘Leader Alignment Session.’
“Terimakasih Pak Ary atas kehadirannya,” kata Tito.

Acara ini berlangsung sebagai upaya dalam menginternalisasikan nilai-nilai Ber-AKHLAK (Berorientasi pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif) pada ASN. Ber-AKHLAK merupakan core values (nilai dasar) yang didorong oleh Presiden Joko Widodo pada ASN.

Harapan Mendagri dan seluruh insan Kemendagri di momen kali ini yakni selain munculnya sense of urgency dari para change sponsor dan change leader di lingkungan Kementerian Dalam Negeri mengenai pentingnya implementasi visi, misi, nilai organisasi, juga memunculkan kesadaran dan memahami bagaimana implementasinya. Dengan demikian transformasi budaya kerja Ber-AKHLAK bisa segera terwujud untuk berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri Suhajar Diantoro turut hadir memberikan sambutannya.

“Nilai-nilai kerja kita yang terbaru yaitu Ber-AKHLAK sudah disepakati bersama dan telah dicanangkan langsung oleh Presiden Jokowi. Untuk itu, kami meminta Pak Ary untuk memberikan bimbingan kepada kita semua demi terwujudnya ASN Ber-AKHLAK, dari segi penerapannya di lingkup Kemendagri ini,” tuturnya saat di atas panggung.

Suhajar menjelaskan lebih detail maksud terselenggaranya perhelatan ini karena adanya arahan Presiden RI tentang perlunya keseragaman nilai-nilai dasar/core values ASN yakni Ber-AKHLAK, maka Kemendagri akan melakukan transformasi budaya kerja di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. Dalam mendukung upaya tersebut, Kemendagri telah melakukan kegiatan sosialisasi dengan menghadirkan narasumber yaitu Deputi Sumber Daya Manusia Kementerian PAN & RB.

Ia juga melanjutkan ucapannya, “Tak hanya sampai kegiatan sosialisasi saja, namun kami juga berharap Pak Ary menjadi pelopor untuk Kemendagri.”

Pada kesempatan tersebut Ary Ginanjar menekankan pentingnya Core Values dan Core Purpose Ber-AKHLAK di era disrupsi atau VUCA seperti saat ini.

“Di era VUCA yang serba tidak pasti ini, kita tidak tahu bagaimana ASN di masa depan, para eselon 10 tahun ke depan. Karenanya, agar generasi penerus Kemendagri bisa bertahan diperlukan kompas, jangkar dan kipas,” ungkap Tokoh Pembangunan Karakter itu.

Ary menjelaskan lebih lanjut, “Kompas di Kemendagri yaitu memegang teguh core purpose atau bangga melayani bangsa. Jangkarnya adalah core values Ber-AKHLAK. Sedangkan kipas artinya move on dari segala keadaan. Itulah alasan Jepang bisa bertahan 1000 tahun, karena mempunyai pondasi yang kuat.”

Acara ini mendapat respon positif dari para peserta. Bachril Bakri, Kepala Biro Perencanaan Kemendagri. Ia mengatakan bahwa acara ini bagus sekali dan dibutuhkan oleh seluruh insan Kemendagri. Bachril  berharap Kemendagri bisa menjadi contoh atau role model dalam mengimplementasikan Core Values ASN Ber-AKHLAK ini ke seluruh Kementerian.

“Kita juga sudah merancang bagaimana implementasi atau internalisasi di Kemendagri ini dalam jangka setahun ke depan. Kami sudah memiliki roadmap-nya. Yang nantinya akan dikombinasikan dengan ilmu ten steps yang dijelaskan oleh Pak Ary tadi,” paparnya. 

Menanggapi hal itu, Ary mendukung Kemendagri dan memberikan berbagai macam strategi agar harapan Mendagri, para pimpinan dan insan Kemendagri bisa terwujud. 

“Mudah-mudahan konsep Ber-AKHLAK ini dapat diimplementasikan dengan baik di lingkup Kemendagri, saya dukung. Kami juga ucapkan selamat ke Pak Presiden sudah mencanangkan Core Values Ber-AKHLAK, sehingga mudah bagi semua Kementerian atau Lembaga untuk mengetahui apa nilai-nilai yang baik untuk menjadi seorang ASN,” ucap Ary saat diwawancarai para awak media.

Selain Mendagri dan Plt. Sekretaris Jenderal hadir pula 36 orang lainnya ayang terdiri dari eselon 1 dan beberapa eselon 2 seperti Inspektur Jenderal, Direktur Jenderal, Kepala Badan, Rektor IPDN, Staf Ahli Menteri, Sekretaris Inspektorat Jenderal, Sekretaris Direktorat Jenderal, Sekretaris Badan, Kepala Biro/Pusat di lingkungan Sekretariat Jenderal, Sekretaris Dewan Pengurus Korpri, Sekretaris Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), dan Kepala Biro Administrasi Kerja Sama dan Hukum Kampus IPDN.

Ratusan Leaders PT AHM Ikuti Transformational Leadership Program, Ary Ginanjar: Kalian Dapat Tips Ini Supaya Bisa Nyaingin Saya

By News No Comments

JAKARTA – Ratusan leaders PT Astra Honda Motor (AHM) telah mengikuti Transformational Leadership Program dari ACT Consulting melalui Zoom Meeting pada Kamis, 16 Desember 2021. Hadir juga di dalamnya Anto Yuniarso selaku HC3 Division Head (GM), Vita Maya Kusumawati (HC3 Departemen Head), dan M. Diaz Bonny  selaku Project Leader di PT AHM.

“Diharapkan bapak dan ibu semuanya bisa mengikuti program ini dengan maksimal. Agar bisa diimplementasikan dalam dunia kerja dan lingkungan sekitar. Sehingga memberikan manfaat kepada khalayak,” harap wanita yang akrab di sapa Vita itu.

Tujuan kegiatan ini adalah membantu para leader melakukan perubahan dan perbaikan secara bertahap dalam hal kepemimpinan. Mengingat keberhasilan sebuah perusahaan/organisasi tentu tidak terlepas dari gaya kepemimpinan seorang leader.

Dengan demikian, Ary Ginanjar Agustian, Founder ACT Consulting bersama seorang trainer Iman G Herdimansyah mengupas tuntas terkait berbagai hal seperti tentang konsep kepemimpinan, skill berkomunikasi, hingga bagaimana menyelesaikan konflik tim dengan tepat.

“Saya akan bagikan ilmu atau tips bagaimana caranya memanage para insan AHM atau dealer supaya bertahan di zaman yang penuh tantangan ini dan memiliki visi ke depan. Ilmu ini bukan kaleng–kaleng, karena saya sudah mempraktekkanya lebih dari seperempat abad,” papar Ary dari Studio lantai 23 Menara 165.

Menurut Ary yang juga sebagai mantan dealer salah satu perusahaan, ilmu yang ia pelajari seperempat abad tersebut telah terbukti sukses secara nyata.

“Apalagi di situasi sekarang, seorang leader perlu memiliki keterampilan yang mumpuni dalam mengelola anggota tim. Agar dapat bekerja secara efektif, optimal dan mampu membantu perusahaan untuk tetap berjalan,” lanjutnya.

Tokoh motivator Indonesia itu kemudian memperkenalkan salah satu tangan kanannya dalam memberikan pelatihan, Iman Herdimansyah.

“Iman akan memberikan lima tips sukses menjadi leaders yaitu culture as foundation, managing energy, finding the grand why, leader–shift, dan response. Diharapkan dengan kalian dapat tips ini supaya bisa nyaingin saya, hehe,” kata Ary sambil tersenyum.

Transformational Leadership Di Jasa Raharja, Dirut: Insya Allah 2 Digit, Pasti Bisa!

By News No Comments

“Anda bisa mencintai orang lain tanpa memimpin mereka, tetapi Anda tidak bisa memimpin orang lain tanpa mencintai mereka.” Ary Ginanjar Agustian.

JAKARTA – Direktur Utama Jasa Raharja, Rivan Achmad Purwantono paparkan target atau goals di tahun 2022 dihadapan para leaders Jasa Raharja dalam Transformational Leadership Program. Acara yang digelar oleh ACT Consulting tersebut mengusung tema “Leadership in VUCA Era dan Utilizing Leadership DNA.”

“Goals di tahun berikutnya yaitu ingin mencapai 2 Digit. Insya Allah 2 Digit, pasti bisa! Itulah target kami selain meningkatkan upaya pelayanan masyarakat,” kata Rivan saat acara berlangsung pada Rabu, 22 Desember 2021 melalui Zoom  Meeting.

Untuk itu, ia menghimbau kepada puluhan pimpinan Jasa Raharja agar mengikuti training yang dipandu langsung oleh Ary Ginanjar Agustian (Founder ACT Consulting/ESQ Group) tersebut semaksimal mungkin. 

Ary yang hadir langsung dari Studio lantai 23 Menara 165 itu mengatakan bahwa Jasa Raharja bisa menembus langit dan eksis terus berkembang hingga tahun 2045 bahkan lebih. Karena Menteri BUMN, Erick Thohir telah mencanangkan Core Values AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif) yang artinya AKHLAK tersebut sebagai pondasi dari seluruh BUMN.

“Ibarat gedung, jika pondasinya kokoh maka gedung itu akan berdiri tegak. Jika Jasa Raharja mempunyai pondasi yang bernama AKHLAK, maka Jasa Raharja bisa menembus langit dan mencapai 2 Digit bahkan lebih. Saya yakin 1000 persen,” papar Ary dengan mengacungkan kedua jempolnya.

Ary yang juga merupakan sahabat Dirut Jasa Raharja (teman momotoran) melanjutkan paparannya, “Untuk mencapai itu semua, dibutuhkan seorang pemimpin yang bisa jadi role model agar sejalan dan selaras dengan visi, misi serta tujuan perusahaan.”

Teori kepemimpinan transformasional pertama kali diusulkan oleh Burns, dan kemudian dikemukakan oleh Bass, yang membuat kontribusi luar biasa untuk pengembangan teori. Pemimpin transformasional mentransformasikan pengikut berpikir sedemikian rupa sehingga mereka mengadopsi visi organisasi seolah-olah visi itu adalah milik mereka sendiri. Transformasi ini memotivasi karyawan untuk mengatasi minat mereka sendiri dan berjuang untuk tujuan bersama.

Menurut Bass, ada empat dimensi kepemimpinan transformasional, yaitu role model, inspiring, innovative, growth. Sedangkan ACT Consulting telah merumuskan 5I dalam Transformational Leadership yang dilandasi oleh Compassion and Mission, di antaranya yaitu Internal Understanding (Leadership DNA), Idealized Influence (Role model), Inspirational Motivation (Inspiring), Intellectual Stimulation (Innovative), Individualized Consideration (Growth). 

Presiden Jokowi Rencanakan Pemangkasan ASN yang Diganti dengan AI, Ini Kata Tokoh Pembangunan SDM Saat di Kominfo TALK!

By News No Comments

“Values come before goals, before strategy, before tactics, before products, before market choices, before financing, before business plans, before every decision.” Bill Lazier, Mentor to Jim Collins

JAKARTA –
 Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemenkominfo) menggelar acara Kominfo TALK! Edisi ke 9 yang bertajuk “Al di Birokrasi, Ancaman atau Tantangan?” pada Selasa (21/12/2021) melalui platform Zoom Meeting.
Kominfo TAKL ini menghadirkan beberapa narasumber di antaranya Imam Suwandi (Kepala Biro Kepegawaian Kemkominfo RI), Katmoko Ari Sambodo (Plt. Asisten Deputi Perencanaan dan Pengadaan SDM Aparatur KemenPANRB), Rhina Anita (Kepala Biro Hubungan Masyarakat), Ary Ginanjar Agustian (Founder ESQ Group). 
Perhelatan kali ini membahas mengenai proses penggantian ASN (Aparatur Sipil Negara) dengan teknologi Al atau Artificial Intelligence yang ramai diperbincangkan oleh public. Serta dampaknya bagi para ASN yang posisinya tergantikan.

“Adapun alasan mengapa Presiden Jokowi merencanakan penggunaan robot AI. Ada beberapa tipe permasalahan yang berpotensi diselesaikan dengan AI yakni resource allocation, large datasets, expert shortage, predictable scenario, procedural, dan diverse data,” papar Imam kepada ratusan insan ASN dari Kominfo.
Menurutnya, Al bisa sangat bermanfaat untuk masa mendatang karena diperlukannya akselerasi transformasi manajemen ASN menuju birokrasi berkelas dunia di tahun 2024. Transformasi yang dimaksud adalah dalam bentuk structural, kultural dan digital.

“Kita juga perlu adaptasi kebijakan dan kompetensi baru, serta adopsi teknologi dan sistem yang agile serta kita perlu arsitektur human capital, strategi dan rencana eksekusi yang bisa mengakselerasi,” lanjutnya.
Padahal, di tahun 2021 ini baru saja diluncurkan Core Values Ber-AKHLAK yang merupakan singkatan dari Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi KemenPANRB sebagai salah satu pedoman budaya kerja bagi Aparatur Sipil Negara untuk menjalani tugas sebagai abdi negara dengan lebih baik.

Namun, adanya kabar dari Kominfo bahwa salah satu rencana besar Presiden Joko Widodo dalam pemerintahannya adalah reformasi birokrasi. Presiden beberapa kali mengutarakan rencana penggantian ASN, terutama Pegawai Negeri Sipil atau PNS tingkat Eselon III dan IV dengan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (Al) sebagai upaya pemangkasan birokrasi.

Kemudian sang moderator pun mengatakan, “Terkait adanya reformasi birokrasi ini atau rencana pemangkasan ASN yang mengundang pro dan kontra, mari kita dengarkan apa yang akan disampaikan oleh pakar SDM Bapak Ary Ginanjar.”

“Sebenarnya bicara tentang pelayanan masyarakat ada tiga yang selalu akan diharapkan oleh Pak Presiden dan pimpinan yaitu soal biaya, waktu, dan jarak yang didekatkan. Itulah yang akan selalu menjadi KPI. Hal itu juga ciri dari adanya VUCA Era yang serba tidak pasti, berubah ubah,” papar Ary dari Studio lantai 23 Menara 165.

Ary, pegiat Transformasi Budaya Kerja itu juga menegaskan, “ ASN akan bisa bertahan apabila punya super agility atau punya misi, punya target. Dan core values Ber AKHLAK menjadi pegangan. Barulah kinerja akan menjadi kenyataan.”
Super agility yang dimaksud adalah memiliki change agility (mampu beradaptasi dengan perubahan apapun), mental agility (mampu bertahan dalam kondisi apapun), people agility (mampu kerjasama dengan siapapun), learning agility (mampu memahami dan mempelajari hal baru dengan cepat), result agility (mampu tetap berprestasi dalam kondisi apapun).

Sebagai penutup, Ary memaparkan bahwa integritas lebih penting daripada kercerdasan dan kekuatan, sebagaimana yang ia kutip dari tokoh dunia Warren Buffet, “In looking for people to hire, you look for three qualities: integrity, intelligence, and energy. And if they don’t have the first, the other two will kill you. (Dalam mencari orang atau contohnya ASN untuk dipekerjakan, Anda harus melihat dan mencari dari tiga hal yaitu kualitas: integritas, kecerdasan, dan energi. Dan jika mereka tidak memiliki yang pertama, dua lainnya akan membunuhmu.)”

Kuatkan Pondasi di PTPN Group yang Sudah Mencapai Target 3 Triliun, Ary Ginanjar Bocorkan 7 Tips Ini!

By News No Comments

JAKARTA – Telah digelar sebuah kegiatan secara luring dengan tema “Leader Alignment Session PT Perkebunan Nusantara Group  (PTPN Group)” pada Sabtu (18/12/2021). M. Abdul Ghani (Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara Group), para Board of Management dan Board of Director PTPN Group bersama jajarannya dari berbagai wilayah berkunjung ke Menara 165, Jakarta Selatan.

Acara ini dilaksanakan atas dasar kolaborasi antara PTPN Group dengan ACT Consulting sekaligus mempererat silaturahim dan kekeluargaan.

Puluhan orang berkumpul dalam 1 ruangan di Granada Ballroom lantai 1 Menara 165, termasuk di dalamnya Ary Ginanjar Agustian (Founder ESQ Group/ACT Consulting) beserta Para Direksi dan Trainer.

“Kita dianggap oleh Kementerian BUMN yang transformasinya sudah baik. Kita sudah mengimplementasikan AKHLAK di lingkup kerja dan sekitar. Namun ingat tantangan ke depan akan semakin berat, teknologi semakin maju, maka dibutuhkan sebuah pondasi yang kuat atau landasan agar PTPN Group ini tetap jaya meski di semua keadaan,” kata Dirut PTPN Group.

Core Values AKHLAK yang terdiri dari Nilai-Nilai AMANAH, KOMPETEN, HARMONIS, LOYAL, ADAPTIF, dan KOLABORTIF, diyakini selaras dengan strategi PTPN Group yang akan mendorong insan PTPN Group untuk berkinerja lebih baik.

“Landasan AKHLAK yang sebagian besar akan disampaikan oleh Pak Ary ini sangat penting untuk pembentukan karakter kepemimpinan kita. Karakter kepemimpinan yang mengkombinasikan unsur profesionalisme dengan unsur spiritualisme,” sambungnya.

Oleh karena itu, Ary mengatakan bahwa insan BUMN sudah beruntung memiliki Core Values AKHLAK yang dicanangkan Menteri BUMN. Artinya, BUMN sudah memiliki sebuah pondasi yang kuat, menjadi satu kesatuan untuk membangun peradaban emas ke depannya.

Sebelum masuk ke materi, Ary memberikan apresiasi kepada Dirut PTPN Group bersama jajarannya karena telah berhasil mencapai target lebih dari 3 Triliun.

“Saya tanya ke Pak Dirut, apa yang membuatnya bisa mencapai target? Beliau menjawab yaitu dengan kolaborasi. Jadi artinya, Pak Dirut sudah menggunakan senjata kolaborasi yang merupakan salah satu pondasi dari nilai AKHLAK. Lalu bagaimana jika nilai nilai lainnya dijadikan senjata semua? Akan sesukses apa PTPN Group, betul?” tanya Ary.

Leaders PTPN Group pun mengatakan “betul” dengan serentak sambil mengganggukan kepalanya tanda setuju.

Lalu, sang Tokoh Motivator Indonesia itu membagikan hal penting untuk menjaga pondasi PTPN Group agar tetap kokoh saat ini, esok, dan nanti.

“Ada 7 hal penting  agar Core Values AKHLAK ini bisa menjadi kenyataan. Bukan hanya di hati tapi juga aplikasinya. Ini adalah pengalaman strategi saya yang sudah digunakan lebih dari seperempat abad,” lanjutnya.

7 langkah membangun budaya kerja Core Values AKHLAK di antaranya Mapping; Launching, sosialisasi, internalisasi; Memiliki kompetensi membangun budaya kerja; Membentuk leader dan agen perubahan; Manfaatkan teknologi; Evaluasi dan intervensi; Award dan apresiasi.