Category

News

Pembekalan Leaders as Coach PT Perkebunan Nasional (PTPN) XII di Februari 2020

By News No Comments

Jajaran pemimpin dalam suatu perusahaan memiliki tugas yang besar untuk mencapai kemajuan dan meraih keberhasilan dalam bidang yang menjadi tanggung jawabnya. Para pemimpin ini memiliki tugas yang rumit dan tidak dapat dikatakan mudah. Bekal skill dan kecerdasan intelektual saja, menjadi tidak cukup saat berbagai masalah psikologi dan sosial menjadi ujian yang terjadi dari hari ke hari.

Dikatakan bahwa saat seseorang menjadi pemimpin, maka ia harus menanggalkan jubah profesinya dan menyatu dalam bagian atau unit yang ia pimpin, tanpa kehilangan kharismanya. Seorang pemimpin masa kini, bukan hanya harus menjadi sosok yang menjadi teladan, tapi juga harus mampu memayungi dan memimpin orkestrasi kinerja para karyawan.

Ibarat memimpin sebuah orkestra, memimpin adalah seni yang harus terus dipelajari dan ditingkatkan seiring dengan makin meningkatnya tuntutan zaman. Kita tidak lagi bisa hanya mengharapkan para karyawan mampu patuh begitu saja pada arahan transformasi yang ingin dilakukan oleh perusahaan.

Bahkan seringkali sebuah transformasi menjadi gagal karena unsur people yang ada di dalamnya tidak ditangani dengan tepat. Bahkan tidak jarang sebuah upaya peningkatan budaya organisasi hanya menjadi suatu konsep tertulis semata, yang tidak dihayati oleh para karyawan.

Dalam upaya untuk melakukan transformasi organisasi ini, metode pemimpin gaya lama yang menggunakan pecut untuk menakut-nakuti karyawan sekarang sudah lama ditinggalkan. Metode yang dibutuhkan oleh para pemimpin saat ini adalah coaching.

Dalam metode coaching, seorang pimpinan berhadapan langsung dengan karyawan yang ia ingin kembangkan. Dengan cara ini, pimpinan akan dapat memperoleh informasi dari karyawan langsung dan bukan hanya sekedar membaca laporan tertulis buatan seorang supervisor, atau membaca grafik dan angka yang dihasilkan oleh software dalam komputer.

Karyawan lebih dari sekedar angka dan nama dalam sebuah laporan. Ia memiliki akal dan hati yang harus diakrabkan dengan values, visi dan misi perusahaan. Karyawan juga lebih dari sekedar nama diatas target KPI yang harus ia tanda tangani. Ia adalah seorang manusia dengan kehidupan tersendiri yang berbeda-beda antara satu orang dengan yang lainnya.

Dengan metode coaching, pemimpin akan bisa melakukan perubahan dari orang ke orang yang dilakukan secara terprogram.  Metode ini bila dilakukan dengan tepat, bisa meruntuhkan barrier sosio psikologis yang semula muncul di kalangan karyawan di suatu bagian tertentu.

Coaching bila dilakukan dengan pas oleh para pimpinan, akan membuat inisiasi perubahan muncul dari karyawan sendiri. Hingga para karyawan yang dipilih untuk di coach ini bisa menjadi komunikator dan role model yang handal bagi berbagai program perubahan dan peningkatan target yang ingin dilakukan oleh perusahaan.

Pada hari Jumat 21 Februari 2020, telah terlaksana Workshop Leaders as Coach di PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XII. Acara ini digelar bekerjasama dengan ACT Consulting, dan dihadiri oleh Direktur Utama, Direktur Operasional, beserta segenap leaders yang masuk dalam lingkaran kedua setelah Board of Director.

Sebelumnya, pada hari Kamis tanggal 20 Februari 2020, PTPN melakukan setting target tahunan hingga pada jam 2.30 dinihari. Namun hal itu tidak membuat para leaders menjadi surut semangatnya. Mereka bahkan meneruskan pada hari Jumat melanjutkan Training leaders as a coach dengan dipandu oleh Coach Arief Rahman Saleh.

Para pimpinan ini sangat berminat pada materi Leaders as Coach yang disampaikan, hingga walaupun training berlangsung sehari penuh, namun peserta tidak ada yang mengantuk. Dengan serius dan khidmat, para peserta terlibat secara aktif dalam berbagai sesi yang diberikan. Pada momen tersebut, dilakukan juga penandatanganan kontrak target di tengah-tengah sesi.

Acara berlangsung dengan tingkat fokus yang tinggi dari para pimpinan yang mengikuti. Secara aktif dan  dengan kesungguhan yang tercermin di raut wajah para peserta. Fokus tinggi ini juga tercermin dari berbagai pertanyaan yang diangkat langsung dari persoalan sehari-hari. Dalam kegiatan ini, para pimpinan PTPN XIII mendapatkan materi Basic Coaching for Leaders dari Direktur ESQ Coaching Academy, Master Coach Arief Rahman Saleh selama sehari penuh. 

Workshop Review Rencana Aksi Badan Kesehatan Tradisional Masyarakat (BKTM) Makassar Di Awal Februari 2020

By News No Comments

Di masyarakat kita tersebar berbagai layanan kesehatan tradisional. Namun banyak diantaranya yang berkembang tanpa adanya bimbingan dari pemerintah terutama dari kementerian kesehatan. Padahal masalah kesehatan adalah masalah yang serius yang berkaitan dengan kesehatan bahkan nyawa seseorang.

Penanganan kesehatan tradisional banyak dianggap sebagai lahan bisnis yang menarik di masyarakat. Hingga banyak tempat yang memberikan layanan ini. Namun beragam layanan yang kini terus menjamur di masyarakat ini, banyak yang beroprasi tanpa adanya sebuah standarisasi yang dapat diterapkan secara baik untuk menjamin kualitas yang diberikan.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia kemudian memberikan perhatian yang serius pada masalah ini. Salah satu yang dilakukan adalah melalui UPT nya (Unit Pelaksana Teknis), Badan Kesehatan Tradisional Masyarakat (BKTM) Makassar yang berada di bawah koordinasi Sekretariat Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat.  

Setiap daerah memiliki pola layanan kesehatan tradisional yang berbeda, namun ada garis besar yang serupa diantaranya, yang dapat dijadikan landasan untuk melakukan standarisasi secara profesional. Sebagai pionir organisasi kesehatan yang memiliki lembaga resmi dan telah berada di bawah Kementerian Kesehatan, BKTM terus melakukan upaya penataan diri.

Badan Kesehatan Tradisional Masyarakat Makassar ini berusaha dengan serius untuk dapat melakukan langkah-langkah transformasi organisasi secara internal sebelum dapat melangkah di era milenial dimana terdapat berbagai informasi yang tersebar bebas di masyarakat.

BKTM Makassar menyadari bahwa dalam melakukan transformasi tidak cukup hanya dari sisi bisnis, tetapi juga perlu dari sisi budaya. Transformasi dari sisi bisnis bertujuan untuk clarity sehingga tidak ada area yang out of control. Namun yang mengeksekusi adalah people. Oleh karenanya di saat bersamaan organisasi juga perlu untuk melakukan transformasi budaya yang bertujuan untuk menghasilkan SDM yang mampu membawa organisasi tetap sustain menghadapi perubahan era.

Adapun rencana aksi yang dirumuskan bersama oleh BKTM Makassar ini telah melahirkan visi misi dan values yang baru untuk menjadi acuan dalam pengembangan lembaga ini selanjutnya. Salah satu hal yang telah berhasil dicapai adalah penetapan Visi BKTM. Visi Badan Kesehatan Tradisional Makassar adalah untuk menjadi  Pusat Penggerak Pembangunan dan Pengembangan Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Tradisional Indonesia.

Dalam upaya Transformasi Budaya Organisasi di dalam BKTM Makassar ini juga telah ditetapkan Misi dari BKTM Makassar yaitu sebagai Unit Pelaksana Teknis di bidang kesehatan tradisional masyarakat. Yang memiliki tujuan untuk Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara holistik berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi melalui integrasi pelayanan kesehatan konvensional dan tradisional.

Dalam menjalankan tugasnya, BKTM Makassar juga memiliki misi untuk berkontribusi dalam upaya mewujudkan masyarakat sehat, mandiri dan berkeadilan. Dengan upaya untuk mewujudkan generasi yang unggul dan berdaulat.

Visi, Misi dan Nilai dari Badan Kesehatan Tradisional Masyarakat di Makassar ini lahir dari perumusan bersama dalam Workshop yang diadakan pada tanggal 7-9 Februari 2020. Pada momen tersebut BKTM Makassar juga merumuskan berbagai Rencana Aksi sepanjang 2020-2024.

Dalam kegiatan tersebut, Konsultan Expert Bidang Budaya Organisasi dan Kepemimpinan yang memandu kegiatan Workshop Review Rencana Aksi ini adalah Coach Rinaldi Agusyana dari ACT Consulting. 

Training For Trainer Sales Head dan Processing Head BNI Syariah Di Februari 2020

By News No Comments

Persaingan di dunia layanan keuangan makin meningkat. Kita bisa melihat disrupsi yang dilakukan oleh berbagai perusahaan teknologi finansial yang makin menjadi saingan bagi keberadaan industri perbankan. 

Berbagai layanan pinjaman dan fasilitas keuangan lainnya makin marak ditawarkan orang dari hari ke hari. Keberadaan beraneka ragam platform keuangan yang memberikan inovasi yang dibutuhkan masyarakat makin membuat masyarakat lupa akan keberadaan bank. 

Hingga saat ini, bank masih dibutuhkan bagi masyarakat sebagai tempat untuk menyimpan tabungan dan untuk deposito. Namun dalam fungsi lain yang paling minimal di era disrupsi ini, bisa jadi fungsi bank bagi banyak orang lain hanya untuk tempat menerima gaji bulanan saja. Sementara berbagai fungsi perbankan yang dapat mendatangkan keuntungan bisa jadi makin jauh dari minat masyarakat. 

Dalam menghadapi disrupsi sedemikian, apa yang bisa dilakukan oleh pihak perbankan? Melakukan berbagai inovasi layanan tentunya. Hal lain yang bisa dilakukan adalah dengan memperbaiki beragam fitur layanan yang kini ada, dan membuatnya makin mudah dilakukan secara online. Karena saat ini banyak sekali alasan masyarakat untuk tidak mendatangi bank karena sejumlah alasan. 

Penyebab turunnya minat masyarakat ini harus diketahui tentunya. Dengan mengetahui berbagai sebab tersebut, pihak perbankan dapat mencari solusinya dengan menghadirkan beragam inovasi yang membantu memecahkan permasalahan yang ada di masyarakat. 

Kita bisa melihat saat ini bahwa sejumlah inovasi fintek telah merebak dan tanpa disadari telah meraih kepercayaan dari masyarakat secara luas. Bahkan masyarakat pengguna berbagai layanan fintek itu tidak menyadari bahwa mereka telah mulai melakukan pergeseran perilaku konsumsi keuangan dari yang semula hanya bank-minded menjadi app-minded. Dari berorientasi menyimpan di bank, menjadi mengaktifkan dananya pada berbagai bentuk layanan finansial dan keuangan yang ada di masyarakat. 

Bank Negara Indonesia (BNI) Syariah tidak mau berdiam diri dalam menghadapi fenomena ini. Dikatakan oleh banyak ahli bahwa hal yang paling bahaya dalam menghadapi era turbulensi dan era disrupsi, bukanlah turbulensi atau disrupsi itu sendiri, namun yang paling berbahaya adalah menggunakan logika lama untuk menjadi dasar tindakan dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang baru muncul. 

Bisa dibayangkan apa yang terjadi bila kita mencoba untuk “solve today’s problem with yesterday’s logic?”. Ya, bisa jadi kita hanya bisa menyajikan beragam solusi yang ketinggalan jaman atau outdated. 

Untuk mendapatkan pendekatan yang terbaik dalam menghadapi pelanggan yang kebanyakan merupakan generasi millennial, tentunya cara penjualan dan pemasaran yang dilakukan tidak bisa hanya semata-mata mengandalkan cara lama yang telah ketinggalan jaman. 

Menghadapi era digital, kita pun harus memiliki mental yang cocok untuk menyeimbangkan antara kecepatan informasi yang ada, dengan empati, kreativitas dan fleksibilitas yang tidak dimiliki oleh mesin dan komputer yang tanpa perasaan. 

Walaupun komputer yang sekarang ada memiliki kecerdasan jauh melebihi tingkat kecepatan pemrosesan informasi dalam hal kalkulasi, tetap saja komputer tidak memiliki kemampuan intuisi dan kepekaan. 

Salah satu penyebab mengapa diperlukan penyegaran dengan materi training yang selalu diperbaharui di era teknologi digital adalah karena untuk menghadapi masalah terbaru, kita harus menggunakan mindset yang sudah lebih baru. 

Untuk mengajarkan mindset yang updated dalam bekerja, para sales head dan processing head dari BNI Syariah mempercayakan kepada ACT Consulting untuk menyelenggarakan Training For Trainer. 

Dengan TFT dari ACT Consulting yang merupakan expert dalam membentuk mindset peserta inilah, kita bisa menaruh harapan untuk peningkatan kemampuan yang lebih baik bagi para Sales Head dan Processing Head. Diadakan di awal tahun 2020, BNI Syariah tengah menuju medan persaingan dengan kesiapan yang lebih baik. 

Leadership Management Training PT PLN Persero di Februari 2020

By News No Comments

Keterampilan memimpin perlu untuk terus ditingkatkan seiring dengan meningkatnya target dan meluasnya visi yang dicanangkan oleh perusahaan. Untuk membuat perusahaan yang lebih baik, pemimpin perlu diberikan pembekalan yang bersifat progresif.  

Pembekalan keterampilan kepemimpinan (leadership skill development) harus memiliki pandangan progresif agar sebelum suatu masalah terjadi, pemimpin dapat memprediksi dan menyiapkan berbagai rencana yang baik. 

Seperti kita ketahui, di era kini disrupsi menghadang di berbagai bidang industri.  Sebelum disrupsi terjadi, atau di awal disrupsi mulai menghadang, pemimpin perlu mengembangkan daya leadership yang bersifat sesuai dengan wilayah kerja dimana ia mengabdi. 

Namun untuk menghadapi disrupsi, para pemimpin bukan hanya harus bekerja lebih keras, ia juga harus bekerja lebih cepat, lebih handal, dan memiliki agility (kelincahan). Kesemua ini diperlukan agar pemimpin mampu untuk bangkit dari tiap persoalan dengan daya lenting yang baik, serta mampu memimpin orkestrasi pekerjaan dengan kolaborasi yang baik di dalam tim kerjanya. 

Berbagai keterampilan diatas terutama diperlukan untuk perusahaan pemerintah yang memiliki peran besar dalam memberikan pelayanan pada masyarakat.  Penyebabnya karena masalah yang dapat muncul sehari-hari di masyarakat bisa beragam dan berbeda dari hari ke hari. 

Untuk dapat menyelami masyarakat tersebut, sebuah program kepemimpinan dapat disetting untuk dilakukan dengan turun langsung berkegiatan di luar ruangan bersama timnya dalam konteks nyata keseharian.   

Sebuah program kepemimpinan yang dilakukan dalam setting alami, akan memunculkan sifat asli seseorang.  Perusahaan dapat mengetahui gambaran profil kepribadian nyata para pemimpin yang dimilikinya melalui observasi yang dilakukan oleh psikolog terlatih saat kegiatan dilakukan. 

Program luar ruang ini dapat diselenggarakan di wilayah yang termasuk ekonomi lemah, dan diberikan  sebagai wujud pengabdian pada masyarakat. Melalui kegiatan ini, kemampuan komunikasi seorang pemimpin dan kepeduliannya pada kaum lemah dapat diamati apakah baik atau tidak. 

Selain itu program kepemimpinan yang dilakukan dengan aktivitas fisik seperti mengecat rumah ibadah, membangun fasilitas publik, atau memperbaiki fasilitas umum dengan setting asli di berbagai lokasi yang berbeda di suatu perkampungan ini juga dapat melatih kesabaran dan melatih sikap bijaksana. 

Jajaran manager atau pimpinan yang sehari-hari tampil rapi dan wangi, melalui program ini ditantang untuk mau berpeluh keringat dan membanting tulang dalam artian yang sebenarnya. Jauh dari kenyamanan kantor dengan pendingin ruangan dan berbagai fasilitas di dalamnya. 

Dengan menyelami kehidupan nyata masyarakat ini, para pemimpin harus mengupas lapisan gengsi mereka dan merelakan kakinya dan tangannya terkena lumpur tanah atau dinding yang berjamur.  Namun disinilah perusahaan dapat melihat sendiri bagaimana sebenarnya dorongan yang dimiliki oleh seorang pemimpin yang sehari-harinya tampil sempurna. 

Apakah para pemimpin tersebut masih bisa tersenyum dengan kondisi terik matahari atau guyuran hujan? Apakah kondisi yang tidak nyaman bisa membuat mereka tetap tabah, atau malah mereka akan mulai mengeluh dan saling menyalahkan?  Hal-hal semacam ini yang menarik untuk diketahui oleh tim observer dari perusahaan dan dari psikolog. Karena profil kepribadian seorang pemimpin yang sebenarnya akan dapat diketahui dengan cara ini. 

Untuk melatih kepemimpinan jajaran manager di PT PLN Persero, pada tanggal 12-14 Februari 2020 ACT Consulting kembali diberi kepercayaan untuk melaksanakan Leadership Management Training untuk sejumlah batch. Kegiatan ini dipandu oleh Coach Bramanto Wibisono dan Coach Eka Chandra di setting perkampungan di  Jakarta. 

Membangun Pondasi Transformasi Bisnis Secara Mudah Dalam Program BSS Batch 1

By News No Comments

Dahulu, sebuah perusahaan dibuat untuk dapat menghasilkan keuntungan. Karenanya tanpa melihat pondasi, banyak perusahaan didirikan untuk mencapai tujuan tersebut. apa yang terjadi kemudian? Banyak usaha yang kemudian jatuh bangkrut. Untuk itu sebagai pemilik usaha, kita harus memperbaiki cara pandang atau mindset ini, dan kembali pada tujuan awal dengan membangun kembali visi perusahaan yang sebenarnya. 

Bagaimana untuk memastikan bahwa perusahaan yang dipimpin akan bisa bertahan dalam waktu yang panjang? Agar usaha yang dibuat bisa berkembang dengan menghasilkan produk-produk yang dibutuhkan oleh masyarakat? Bagaimana cara agar organisasi yang dipimpin bisa kokoh namun tangkas dalam menghadapi berbagai masalah yang menghadang? 

Sebagai pemimpin dan pemilik usaha, pasti ingin agar perusahaan berkembang.  Tiap pemimpin atau pemilik usaha pasti telah melalui masa-masa sulit dalam berbisnis, dan pasti tak mau mengulang kesulitan tersebut. Setiap pemimpin dan pemilik usaha pasti selalu mencari dan membutuhkan solusi cerdas yang terbukti berhasil, dari ahli yang telah menjalankan strategi yang terbukti berhasil. 

Beragam teori sulit yang telah diturunkan dalam langkah-langkah mudah, tentu akan sangat membantu perusahaan. Karena dengan belajar dari ahli yang sudah terbukti, akan didapatkan rumusan solusi yang benar-benar mudah diaplikasikan. Kita bisa mengetahui langkah-langkah yang terbukti berhasil dan menghemat lebih banyak waktu dengan menghindari peluang kegagalan yang terbuka lebar di kanan kiri Anda. 

Bagaimana bila saat ini sebagai Pemimpin Anda bisa belajar langsung dari seorang ahli yang hebat, namun tak banyak dikenal orang?  Anda tahu Petronas bukan? Perusahaan yang terkenal dengan Twin Towernya? Datuk Faridah Hanim Haron, adalah seorang Ahli Strategi dari Petronas Malaysia. Beliau dianugerahi gelar khusus oleh Kerajaan Malaysia atas usaha dan kerja kerasnya dalam membangun strategi Petronas hingga menjadi perusahaan besar yang memiliki bisnis di lebih dari 100 negara dan memiliki banyak anak perusahaan yang kesemuanya berjalan dengan teramat baik. 

Solusi untuk membangun bisnis yang langgeng, besar dan kokoh namun tangkas dan lincah dengan kemampuan untuk bisa cepat bergerak tersebut kini telah hadir di Indonesia melalui sebuah program selama 9 bulan, 12 hari in Class dalam 6 pertemuan. Solusi yang dibangun dalam Business Sustainability Solution ini adalah untuk membangun bisnis agar mampu 3R. Apa itu 3R; Reliable, Repeatable, dan Replicable. 

Reliable  disini berarti ada sistem dan struktur yang benar. Karena seringkali kita tidak mengetahui ada kesalahan di dalam penyusunan sistem pada awalnya. Untuk itu, pondasi perusahaan Anda perlu peletakan batu pertama kembali untuk memastikan pondasi ini akan kokoh menunjang kemampuan perusahaan untuk meraih beragam keberhasilan. 

Repeatable berarti bahwa sistem dan guideline yang benar telah dijalankan dan berfungsi operasional. Setiap hal bisa audit dan dilakukan perbaikan yang terus menerus sehingga menjadi budaya dalam perusahaan untuk memastikan kualitas. 

Replicable dicapai bila semua segi sistem dan pondasi sudah kokoh dan konsisten. Barulah kita bisa lakukan replikasi. Membuka cabang baru, menunjuk agen yang banyak, bahkan ekspansi pada bisnis baru. Untuk bisa mendapatkan usaha bisnis yang panjang dan kemanfaatan yang tersebar bagi banyak pihak di masyarakat, kuatkan pondasi bangunan bisnis agar tidak runtuh diterpa badai. 

Dalam program ini para pemilik bisnis dan pemimpin perusahaan akan bisa mendapatkan mindset yang berbeda dalam membedah setiap masalah yang muncul. Bisnis yang Anda miliki tidak akan lagi sama. Kemampuan dan pengetahuan yang didapatkan dalam kegiatan ini mudah diterapkan dan amat diperlukan di semua perusahaan.   

Program Batch pertama dari Business Sustainability Solution untuk Indonesia telah berjalan hingga ke pertemuan  yang ke-4. Peserta terdiri dari 3 orang yang berbeda untuk tiap perusahaan. Kebanyakan yang hadir adalah para Pendiri, CEO dan CMO dari masing-masing perusahaan tersebut. Persyaratan bagi program ini adalah Perusahaan Anda harus telah memiliki keuntungan lebih dari 100 juta per bulan, serta memiliki karyawan lebih dari 10 orang. Karena itu tidak bisa diikuti oleh para pebisnis pemula yang baru memiliki keuntungan yang mini 

Program BSS Batch 1 Indonesia ini dipimpin langsung oleh Datuk Faridah Hanim Haron, DR (HC) Ary Ginanjar Agustian, serta VP ESQ Group, Dwitya Agustina dan VP Annems Leadership Malaysia, Hanif Azmi.  Setiap pertemuan yang dilakukan selama 2 hari diikuti dengan sangat serius, dengan contoh kasus yang dibahas dalam tiap perusahaan yang mengikuti. Setelah rangkaian solusi yang diberikan mulai dijalankan dan diterapkan dalam perusahaan, pertemuan berikutnya menunggu untuk diikuti. Lebih dari kuliah bisnis, program ini memberikan solusi nyata, untuk masalah besar yang tidak disadari oleh tiap perusahaan. 

Training Grand Why For Millenials Telkomsel Februari 2020

By News No Comments

Pertanyaan terbesar manusia dalam hidupnya adalah tentang “Why”. Mengenai alasan apa yang ada di balik tiap perbuatan baiknya. Mengapa ia harus berbuat baik. Mengapa ia harus memberikan kinerja terbaik. Mengapa ia harus bangun pagi tiap hari dan memberikan yang terbaik dalam setiap pekerjaan yang dilakukannya. 

Sejumlah orang memiliki pengasuhan yang baik, dengan orangtua yang memberikan contoh teladan dalam bekerja keras dan berbakti untuk negara, bangsa dan agama. Namun banyak juga yang hidup dimanja sejak kecil.  Hingga banyak karyawan yang memberikan banyak keluhan saat bekerja. Seolah-olah bekerja hanya sebuah beban. 

Di tengah perlambatan ekonomi yang kini sedang terjadi, membesarkan usaha diluar pekerjaan masih amatlah sulit. Hal ini karena tidak mudah untuk menemukan konsumen bagi produk yang kita hasilkan. Bahkan sejumlah usaha bisa jadi tengah mengalami kesulitan karena menebarnya berbagai virus dan ancaman kesehatan lainnya. Kondisi perusahaan besar pun tidak jauh berbeda. Ancaman disrupsi yang bisa terjadi kapan saja, membuat tim pimpinan harus terus memutar otak dan bekerja lebih keras dan lebih cerdas. 

Padahal bila saja tiap karyawan mengetahui betapa beruntungnya ia bisa bekerja dengan kondisi sehat, kantor yang bersih dan terawat, dan peraturan bekerja yang teramat baik. Sementara diluar amat banyak perusahaan tutup dan banyak pengangguran mencari pekerjaan. Bersyukur akan pekerjaan yang dimiliki bisa menjadi salah satu alasan untuk memberikan kontribusi terbaik kita dalam bekerja. 

Rasa syukur adalah sebuah alasan yang dapat mendorong kita untuk memberi lebih banyak lagi. Memberikan pekerjaan yang lebih baik. Memberikan rancangan strategi yang lebih tepat dan brilyan. Rasa syukur juga membuat sikap kita lebih baik pada orang lain. Kita bisa mencegah rasa lelah muncul dengan sikap bersyukur. Kita juga bisa mendorong tim untuk memberikan kinerja terbaiknya dengan sikap syukur dan berterima kasih pada Tuhan. 

Namun rasa syukur saja bisa tidak cukup. Kondisi pelik dalam persaingan membuat kita harus memiliki cadangan tenaga yang lebih besar untuk menghadapi rasa takut, cemas dan malas yang dapat menghinggapi saat harus mengerjakan pekerjaan besar dengan target tinggi. Terkadang kita harus menemukan alasan kuat agar tidak mudah capek bila harus bekerja tanpa kenal lelah berhari-hari dengan tenggat waktu yang terbatas. 

Apa yang bisa mendorong seseorang untuk memberikan kinerjanya yang brilyan sebagai pekerjaannya sehari-hari?  Apa yang mampu mendorong karyawan hingga rela lembur berhari-hari tanpa menuntut banyak pada perusahaan? Bagaimana memiliki tim dengan kinerja luar biasa yang bekerja dengan harmonis dan rasa saling dukung dalam satu tim yang kolaborasinya hebat? 

Karyawan dapat mengalami peningkatan kinerja, karyawan dapat memiliki kemampuan untuk mencapai target tinggi bila mereka telah bersama-sama menemukan “moment of truth”.  Momen dimana ia merasa telah menemukan apa alasan sesungguhnya ia dalam bekerja. Untuk alasan apa ia memperjuangkan karirnya. Untuk alasan apa ia mampu mengatasi batasan ketidakmungkinan yang sebelumnya telah mengurung banyak orang dalam keputusasaan. 

Moment of truth tersebut diantaranya dapat ditemukan saat seorang karyawan mengetahui tentang “Grand Why”. Konsep ini adalah temuan dari DR (HC) Ary Ginanjar Agustian, founder dan penemu konsep ESQ untuk peningkatan kecerdasan emosional dan spiritual dalam bekerja. 

Semula konsep ESQ lahir pada tahun 1999. Tak lama setelah masyarakat Indonesia mengalami krisis moneter di tahun 1998. Berbagai kerusuhan terjadi dan membuat masyarakat hidup dalam keadaan kritis dan mencekam.  Sejumlah usaha kolaps membuat banyak usaha bangkrut karena nilai dollar yang tiba-tiba meninggi. Saat itu, munculnya konsep ESQ bagai oase dingin yang menjadi pemuas dahaga dan peredam segala kesulitan dan kebimbangan hidup yang tengah dihadapi di masyarakat. 

Konsep ESQ ini di kembali merebak menjadi hangat di masyarakat setelah berbagai kesulitan ekonomi kembali mengganggu kestabilan.  Di tahun 2018 pada acara Amazing You, ESQ Training menelurkan konsep Grand Why. Sebuah konsep untuk memberikan motivasi bekerja yang dapat terus dirasakan hingga bertahun-tahun. 

Pada tanggal 10 Februari 2020, Telkomsel kembali mempercayakan pada ACT Consulting untuk memberikan pelatihan bagi karyawan millenialsnya. Training bertajuk Grand Why For Millenials Telkomsel tersebut dipandu oleh Coach Rendy Yusran dengan khidmat, namun tetap ceria dan penuh keceriaan. Dalam training tersebut para peserta mendapatkan inspirasi untuk selalu penuh tanggung jawab dalam bekerja, dengan tetap menjaga keseimbangan antara emosional, spiritual dan kemampuan intelektual mereka. 

Training Leaders as Meaning Makers Telkomsel Batch 2

By News No Comments

Kepemimpinan apa yang diharapkan muncul pada era disruptif sekarang ini? Bagaimana cara memunculkan agility pada diri para pemimpin di suatu perusahaan agar bisa menciptakan kepaduan kinerja karyawan dalam satu ekosistem kolaboratif yang memiliki daya lenting dan lincah, kuat dan fleksibel dalam menghadapi permasalahan dan mengejar target yang tinggi? 

Sumber daya manusia yang ada dalam suatu perusahaan merupakan kolam bakat yang terdiri dari  individu dengan berbagai talenta yang berbeda. Namun, gabungan karyawan dengan kecerdasan yang luar biasa pun, bisa menjadi tak berguna bila tidak disatupadukan menjadi ekosistem kolaboratif dalam bekerja dengan budaya perusahaan yang baik. 

Oleh karena itu, dibutuhkan jajaran pimpinan yang mampu selalu bertransformasi, mampu melakukan upaya reskilling dan upskilling dari para individu yang berada di dalam komandonya. Dengan kemampuan continuous transformation ini, maka perusahaan yang menghadapi persaingan tingkat tinggi dan tuntutan yang besar dari masyarakat sekalipun, akan bisa melenting dengan daya juang tim yang kokoh. 

Memimpin sebuah perusahaan dengan karyawan yang sangat banyak seperti yang ada di Telkomsel, bukanlah hal yang mudah. Namun akan menjadi lebih sulit lagi bila dalam perusahaan tidak ada kemampuan untuk melakukan continuous transformation. Hal ini perlu dilakukan karena saat ini perusahaan tidak dapat lagi mengandalkan upaya perencanaan strategis untuk hingga puluhan tahun ke depan. Karena saat ini, pesaing dapat muncul dari sebuah kelompok kecil startup yang menemukan momen keberuntungannya dan melejit menjadi pemain besar. 

Agar perusahaan dapat melakukan continuous transformation itu, kecepatan (velocity) menjadi kunci. Agility (kelincahan) menjadi keharusan. Digabung dengan sikap dan sistem yang fleksibel , beragam langkah taktikal yang diluncurkan untuk memenangkan persaingan dapat diberikan dengan tempo yang lebih cepat dari sebelumnya. Bila perusahaan terus melatih kecepatan bertindak dari tiap tim yang ada, agility dan velocity bisa menjadi habit yang membuat perusahaan kokoh dalam menghadapi persaingan. 

Di awal Februari 2020 ini, PT Telkomsel kembali memberikan kepercayaan bagi ACT Consulting untuk memberikan Training pada jajaran pemimpinnya. Pada kesempatan kali ini, Training dipandu langsung oleh DR (HC) Ary Ginanjar Agustian dan CEO ACT Consulting, Dwitya Agustina MBA. 

Training yang diberikan dengan judul Leaders as Meaning Maker ini ditujukan kepada jajaran pemimpin yang ada di PT Telkomsel agar dapat memimpin karyawan yang dimilikinya dengan baik. Serta memberikan soft skill kepemimpinan yang mumpuni agar dapat diterima bahkan oleh para millennial sekalipun. 

Training dirancang dengan amat rinci, dengan memperhatikan detail bahkan hingga ke lagu apa yang dipilih serta video mood booster yang apik yang dapat memancing pengembangan soft skill yang diinginkan dalam berbagai segi yang ada. Suatu hal yang terlihat sepele seperti gerakan senam pada saat peralihan materi, bahkan didesain secara khusus untuk memunculkan insight positif. Seperti pada senam millennial yang diberikan. 

Dalam training ini diberikan juga sebagian dari kemampuan kunci untuk dikuasai para leaders dalam menghadapi karyawan yang beragam, yaitu dengan metode ESQ 3.0 Coaching.  Metode coaching satu ini istimewa karena mampu menggali makna yang dimiliki oleh karyawan. Hingga ia tidak lagi bekerja untuk uang semata, namun untuk tujuan yang lebih tinggi dan mulia. 

Melalui training Transformational Leadership Telkomsel dengan tema Leaders as Meaning Maker ini, terdapat sejumlah harapan yang ingin diwujudkan. Diantaranya adalah agar tercipta ekosistem bekerja dengan budaya yang baik. Dengan adanya ekosistem kerja yang baik ini, diharapkan muncul kerjasama kolaboratif yang mampu melejitkan bakat, hardskill dan softskill dari para karyawan, untuk bisa mencapai kepaduan kinerja yang diharapkan. 

QX Haleyora Power Feb 20

Training ESQ PTP-QX (Quantum Excellence) PT Haleyora Power Batch 7 dan 8

By News No Comments

QX Haleyora Power Feb 20Banyak orang mendambakan kesuksesan, namun tidak tahu bagaimana caranya. Hanya 5% dari seluruh penduduk dunia yang mampu melakukannya. Untuk itu kita dapat mempelajari apa saja kunci kesuksesan milik para juara di berbagai bidang hidup tersebut.

Ternyata kuncinya ada pada pemrograman otak. Bagaimana kita menyelaraskan antara keinginan kita, dengan mencegah berbagai pemikiran buruk yang dapat membuat kita tidak sejalan dalam meraih berbagai sukses yang diinginkan.

Ada bagian otak bernama Amygdala, yang selalu mengganggu dan mengatakan kita tidak akan bisa sukses. Padahal, di dalam otak ada bagian bernama RAS (reticular activating system) yang dapat menghimpun seluruh pemikiran kita dan perilaku kita agar selaras dalam bekerja keras untuk meraih berbagai kesuksesan yang diinginkan.

Dengan berbagai disiplin yang dijalani dengan baik, kesuksesan akan terbuka lebar. Kita tidak hanya akan hidup berhasil, tapi juga bahagia secara menyeluruh. Hal ini karena kita bisa memprogram diri untuk menjauhi kebiasaan orang gagal yang membuatnya terus terpuruk dan tidak bahagia.

Perusahaan terdiri dari orang-orang yang menjadi karyawan serta pimpinan di dalamnya. Dalam penataan sistem manajemen, karyawan yang berhasil akan memicu karyawan lainnya untuk ikut berhasil juga. Hal ini karena aura kesuksesan itu menarik dan menular. Namun begitu pun sebaliknya apabila kegagalan yang terjadi, akan juga cenderung menyebar.

Demi usaha untuk meraih berbagai target yang dicanangkan, diperlukan tim dengan kemampuan disiplin kesuksesan yang baik. Agar perusahaan tidak hanya mengaktifkan mode bertahan saja dalam menghadapi kemungkinan persaingan, tapi bisa mengaktifkan mode pemenang agar bisa menjadi juara di berbagai persaingan.

Training pengembangan kepribadian yang dipadukan dengan training untuk melatih diri agar disiplin memperjuangkan kesuksesan dibuat secara khusus oleh ACT Consulting dan ESQ Training untuk PT Haleyora Power tahun sebelumnya.

Untuk itu pada bulan Februari 2020 ini, ACT Consulting kembali dipercaya untuk melaksanakan Training Quantum Excellence untuk Batch ke 7 dan 8 bagi PT Haleyora Power, anak perusahaan dari PT PLN (persero). Training pada bulan Februari tahun 2020 ini ditujukan bagi para Koordinator Area dan SPV PT. Haleyora Power.

Acara yang telah berlangsung untuk Batch yang ke-7 dan ke-8 pada kesempatan kali ini dibuka langsung oleh Ibu Ati Sri Suryati, EVP Human Capital Manajement. PT Haleyora Power merupakan anak perusahaan dari PT PLN (Persero) yang bergerak di bidang Transmisi dan Distribusi Tenaga Listrik, wilayah kerja Jawa dan Sumatera. Didirikan sejak 18 Oktober 2011, PT Haleyora Power beroperasi di wilayah Sumatera, Jawa dan Bali.

Dengan adanya training ini diharapkan mampu memacu kinerja ke arah yang lebih baik, serta mampu memaknai setiap pekerjaan adalah ibadah yang dapat membantu banyak orang. Dengan adanya training Quantum Excellence ini juga diharapkan tercipta kolaborasi antar tim dan mampu mencapai traget yang ditentukan oleh perusahaan.

Pada tanggal 3 dan 4 Februari 2020, Pelatihan untuk PT Haleyora Power ini dipimpin oleh Trainer Muhammad Syaiful dan Trainer Rudi Masruddin. Jumlah peserta yang hadir pada acara ini sebanyak 59 orang. Lokasi training kali ini di kota Bandung.

Global Risks Report dan World Economic Forum 2020

By News No Comments

Isi dari Global Risks Report 2020 yang disusun oleh World Economic Forum menggambarkan resiko global yang merupakan masalah utama yang tengah dan akan berlanjut di tahun 2020 ini. Laporan ini dibuat untuk membuat sebanyak mungkin negara di dunia bersatu sebagai multi stake holder agar dapat menyelesaikan masalah atau resiko global yang ada, bersama-sama dan saling kolaborasi.

Tujuan dan fokus dari World Economic Forum tahun 2020 yang juga merupakan acara tahunan ke 50 kali yang menyatukan para ekonom dan menteri ekonomi dari berbagai negara di dunia ini memiliki fokus untuk menciptakan dunia yang saling mendukung (kohesif) dan dapat diteruskan kepada anak-cucu kita dalam keadaan baik (sustainable) nantinya.

Sepekan sebelum World Economic Forum (WEF) ini digelar, president dan WEF dan sejumlah sponsor serta pengurus berbagai lembaga di WEF 2020 ini melakukan konferensi pers mengenai Global Risks Report 2020 yang disajikan secara terbuka.

Acara ini dihadiri oleh banyak wartawan dari berbagai negara. Dalam kesempatan tersebut, salah satu hal yang menjadi perhatian banyak orang adalah masalah atau resiko global utama yaitu yang berkaitan dengan perubahan iklim (global climate).

Emily Farnworth sebagai Head of Climate Change Initiative di WEF, menyampaikan bahwa sebenarnya setiap pemerintah dapat melakukan upaya perbaikan lingkungan dengan hanya menghabiskan biaya sebanyak 0.8% dari masing-masing GDP (gross domestic product/ total pendapatan nasional tiap negara).

Untuk melakukan upaya inisiatif dalam mencegah perubahan iklim ini, menurut Farnworth tiap negara harus memiliki kebijakan yang bersifat proaktif (proactive approach). Pendekatan proaktif dalam mengelola kebijakan pemerintah ini harus dilakukan dengan memprediksi berbagai resiko yang menjadi ancaman bagi kesejahteraan rakyat.

http://reports.weforum.org/global-risks-report-2020/files/2020/01/Sharables-charts_Sharable-Long-Term-Risk-Outlook-Multistakeholders-Likelihood.png

Para ahli ekonomi dunia tersebut juga menyatakan bahwa untuk dapat melakukan prediksi yang tepat ke depannya, tidak lagi bisa melakukan pendekatan historical. Karena apa yang tengah terjadi pada saat ini tidak dapat dilihat dengan menggunakan kacamata sejarah. Hal ini karena berbagai komponen ekonomi yang ada di zaman ini tidak dapat ditemukan dalam catatan sejarah manapun.

Hal seperti kerusakan lapisan ozon, meningkatnya suhu air laut, banjir bandang yang menimpa berbagai belahan dunia, serta kebakaran hutan yang terjadi di hampir semua benua. Semua hal tersebut terjadi karena polusi yang menyebabkan perubahan iklim yang drastis.

Disebutkan juga bahwa diantara berbagai ancaman atau threats tersebut adalah dalam hal munculnya disrupsi dalam teknologi yang berpotensi menghasilkan pengangguran dan mematikan sejumlah usaha yang kuno atau obsolete. Untuk itu, dunia usaha harus terus melakukan inovasi.

Karena itu, selayaknya para ekonom dan ahli kebijakan di pemerintahan haruslah menggunakan model matematika prediktif (predictive mathematics) yang paling sesuai untuk menghitung dan menganalisa berbagai komponen ekonomi yang ada di masing-masing negara. Dengan cara ini, pemerintah atau lembaga pemerintahan dan badan perancang kebijakan public dapat memiliki ukuran penghitungan  yang valid dan terbukti berhasil serta efektif.

            Dalam acara pemaparan global risks reports 2020 ini hadir juga Borge Brende sebagai President dari World Economic Forum. Lembaga WEF ini sendiri diciptakan oleh Prof Klaus Schwabb yang hingga kini masih hidup dan menjadi tokoh utama dalam berbagai acara yang diselenggarakan setiap tahun di kota Davos, Swiss.

            Brende menyebutkan analisa dari ahli IMF yaitu Gita Gopinath yang menggambarkan bahwa pada tahun 2019, terjadi global synchronized economic slowdown atau perlambatan ekonomi tersinkron yang terjadi secara global.

Berita Gembira Dalam Pembukaan World Economic Forum 2020

By News No Comments

Pada acara pembukaan World Economic Forum 2020 di hari Senin 21 Januari 2020 ini, Gita Gopinath selaku Chief Economist dari IMF (International Monetary Fund) menyampaikan bahwa di tahun 2019 terjadi perkembangan ekonomi terburuk setelah krisis keuangan global (global financial crisis).

Namun di awal tahun 2020 ini, Gopinath juga melihat perubahan iklim geopolitik dunia dimana dimulai pertemuan untuk mencapai berbagai kesepakatan antara Amerika Serikat dan China, yang melakukan perdamaian perdagangan (trade truce).

Dimulainya fase pertama perdamaian dagang antara USA dan China dan menghilangnya kekhawatiran masyarakat ekonomi dunia akan terjadinya kesepakatan keluarnya Inggris dari Uni Eropa tanpa perjanjian (no deal brexit) dipandang dapat membantu perekonomian dunia untuk kembali ke jalur pertumbuhannya. Semula, synchronized slowdown telah menyebabkan global economic slowdown yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi terjadi keluar dari jalurnya (derailed growth).

Gita Gopinath menggambarkan bahwa kini telah ada sejumlah tanda tentative (tentative sign) mengenai perbaikan ekonomi ini dan menyampaikan perhitungan IMF bahwa perkembangan ekonomi yang semula berada di angka 2,9% secara global, telah mulai stabil kembali. Namun Gopinath tetap menekankan bahwa perkembangan ekonomi masih cenderung lamban.

Untuk itu IMF menyatakan revisi angka pertumbuhan ekonomi global kini dikabarkan oleh Gopinath bisa mencapai angka 3,3% di 2020 dan mungkin meningkat ke angka 3.4% di tahun 2021. Sebelumnya, prediksi yang dibuat oleh Gita Gopinath di bulan Oktober 2019 ini membuat tim ekonomi pemerintah Indonesia menetapkan angka perkembangan ekonomi yang semula berada diatas 5% pada tahun-tahun sebelumnya, menjadi hanya 4,8% untuk tahun 2020 ini.

Gita Gopinath menyampaikan bahwa kesepakatan damai fase pertama antara Amerika Serikat dan China mengurangi dampak negative secara kumulatif (cumulative negative impact) bagi pendapatan ekonomi global dunia (global GDP).

Berbagai faktor yang mempengaruhi ekonomi dunia diantaranya adalah elektrifikasi yang dilakukan oleh sejumlah produsen dan industri manufaktur kendaraan demi memenuhi standar emisi rendah yang ditetapkan di berbagai belahan dunia. Sebelumnya pada tahun 2020, produsen besar seperti Daimler Benz saja sampai harus melakukan efisiensi dan melakukan perumahan bagi ratusan ribu pegawainya di berbagai belahan dunia.

Sektor auto ini banyak mempengaruhi ekonomi karena dalam proses manufaktur dibutuhkan banyak komponen yang dihasilkan dari sejumlah negara yang berbeda di dunia. Untuk itu, perubahan rancangan utama kendaraan yang semula berbahan dasar minyak bumi yang membutuhkan spesifikasi onderdil yang rumit dan membutuhkan banyak komponen, menjadi lebih sederhana. Jumlah komponen untuk membentuk satu kendaraan listrik lebih sedikit, dan produsen berbagai sparepart kendaraan ini masih sedikit jumlahnya. Hingga proses manufaktur kendaraan listrik kini hanya membutuhkan sedikit saja pekerja. Oleh karena itu, elektrifikasi kendaraan ini menjadi salah satu disruptor dalam ekonomi dunia.

Gita Gopinath selaku Chief Economist dari IMF menyampaikan dalam acara pembukaan World Economic Forum 2020 bahwa bagi sejumlah negara yang memiliki resiko fiskal akibat investasi yang lemah, harus menggunakan berbagai tools makroekonomi untuk mengurangi dampak inflasi dan mencegah agar tingkat bunga tetap rendah. Selain itu juga para penyusun kebijakan public harus dapat meningkatkan konsentrasi mereka dalam sisi pengembangan sumber daya manusia dan pengembangan industri ramah lingkungan. 

Untuk mengatasi kekhawatiran bagi negara yang memiliki hutang ekonomi yang tinggi, Gopinath menyarankan agar melakukan konsolidasi dengan sejumlah negara donor. Serta agar negara-negara tersebut mempersiapkan contingency backup untuk membantu masyarakat ekonomi lemah. Diantaranya dengan memberikan porsi yang cukup bagi social safety net atau jaminan kesejahteraan sosial di masing-masing negara untuk mencegah resiko ekonomi yang lebih besar.

Selain itu, negara-negara dengan ekonomi lemah tersebut haruslah dapat membalik atau mencoba mengatasi pengaruh dari kebijakan proteksionisme yang semula dihadapi. Diantaranya dengan merestrukturisasi angka bunga dalam sistem perpajakan. Gopinath menyampaikan bahwa secara global dibutuhkan sistem kebijakan perpajakan baru untuk  mencegah dampak disruptif dari berkembangnya ekonomi digital ke berbagai arah.

Selain itu, negara-negara ini juga harus memiliki struktur pajak yang menarik bagi para pembayar pajak sehingga ekonomi dapat terus tumbuh secara positif dan pemerintah dapat memberikan kebijakan pengurangan pajak untuk industri manufaktur yang memiliki peran besar dalam ekonomi.

id_ID
ms_MY en_GB id_ID