Category

News

Puluhan Perusahaan Menghadiri HC Break Through ACT Consulting di Batam

By News No Comments

Bagaimana kondisi perusahaan tempat Anda berkarya? Apakah Sudah memenuhi target performa yang diinginkan? Bagaimana Agar Perusahaan Memiliki Budaya Kerja Berperforma Tinggi? Sebuah penelitian internasional memaparkan bahwa Budaya Perusahaan dengan performa tinggi memiliki enam karakteristik, yaitu;

•             Beradaptasi dengan baik,

•             Bergerak dengan visi,

•             Bergerak dengan nilai,

•             Peduli terhadap para pemangku kepentingan,

•             Bekerja dengan ulet, dan

•             Memiliki sedikit entropi budaya.

Organisasi yang adaptif akan berkembang dengan cepat dibandingkan dengan organisasi hierarkis dan birokratis, serta akan memiliki pertumbuhan pendapatan yang tinggi. Kemampuan beradaptasi dapat terjadi dengan cepat jika tanggung jawab didistribusikan di seluruh bagian dalam organisasi dan para pemimpin mudah didatangi.

Banyak korporasi menghabiskan banyak dana untuk membangun profesionalisme dalam sejumlah tim yang dimiliki agar perusahaan memiliki performa tinggi. Namun hasilnya menjadi tidak signifikan, karena begitu training selesai dan kembali ke perusahaan, budaya yang ada membuat apa yang telah diajarkan menjadi luntur kembali.

Untuk itu, perusahaan atau lembaga Anda, perlu mempertimbangkan untuk melakukan transformasi budaya organisasi sebagai pilihan.  Banyak pertanyaan diajukan oleh sejumlah perusahaan ke tim sosial media ACT Consulting, terutama mengenai bagaimana cara melakukan transformasi organisasi. Dalam seminar ini, ACT Consulting memberikan kepada Anda sejumlah keterangan mengenai langkah-langkah transformasi budaya korporasi untuk membangun keunggulan dan menghasilkan profesionalisme dan keberhasilan sebagai buahnya.

Tanggal 19 September 2019 bertempat di Hotel Best Western Panbil Batam, Master Coach Rinaldi Agusyana yang merupakan Corporate Culture Expert dari ACT Consulting, hadir untuk menyapa warga professional di bidang SDM di Kota Batam. Tidak kurang dari 44 peserta hadir mewakili 20 perusahaan yang berbeda. Tema yang diangkat adalah “Managing Corporate Culture for Higher Performance” dengan berfokus pada karyawan Millenial sebagai sasaran perubahan budaya kerja.

Acara ini berlangsung pada pukul 09.00 hingga 12.30 WIB dengan menghadirkan Coach Cucu Sugiarti sebagai Senior Consultant dan Trainer Muzammir selaku Regional Manager ESQ Group Cabang Batam.

Program Leadership Management Training dalam Specialist Education PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Batch 3 di September 2019

By News No Comments

Banyak perusahaan berusaha mengembangkan bisnisnya dengan berbagai program kepemimpinan untuk menghasilkan generasi penerus yang hebat.  Para calon pimpinan masa depan ini kemudian diikutsertakan dalam sejumlah program pendidikan dan pelatihan di luar negeri, misalnya. Namun, pengembangan kepemimpinan tidak dapat dilakukan dengan baik apabila tidak ada interaksi langsung antara para pemimpin dengan masyarakat yang menjadi klien dari perusahaan.

Bayangkan seorang pemimpin yang selama masa bekerja tidak pernah mengetahui realita yang harus dijumpai oleh karyawan yang berada di bawah kendalinya.  Apakah ia akan bisa mengambil keputusan yang tepat? Apakah ia akan mengetahui aspek apa saja yang harus dipertimbangkan? Tentu jawabannya adalah tidak. Diperlukan interaksi langsung antara seorang calon pemimpin dengan masyarakat, agar ia bisa menyelami bisnisnya dengan kacamata  yang bening.

Untuk itulah, sebagai sebuah perusahaan besar yang menanggung hajat hidup seluruh rakyat Indonesia sebagai pekerjaan sehari-hari, perusahaan listrik negara (PT PLN Persero), mengembangkan para calon pemimpinnya melalui interaksi langsung dengan masyarakat. Hal ini karena sikap bijak dan kesadaran tinggi yang dimiliki PT PLN bahwa tiap pimpinan dalam korporasi besar tersebut haruslah mampu menyelami langsung kehidupan masyarakat hingga dapat menjadi pemimpin teknolog yang bijaksana dan solutif.

Untuk itu, salah satu langkah yang diambil adalah melalui pelaksanaan program Leadership Management Training yang didalamnya terdapat Employee Volunteer Program. Dalam program ini, kebeningan hati dan kecerdasan pertimbangan seorang calon pemimpin menjadi teruji.  Bahwa mereka bukan hanya harus memiliki pengetahuan intelektual dan keterampilan teknis semata dalam bekerja.

Dalam Employee Volunteer Program ini, terdapat pengembangan Leadership Mindset, penyertaan calon pimpinan masa depan ini dalam Leadership Challenge, dan berbagai tantangan dalam Project Group yang kesemuanya di bawah supervisi Psikolog dan konsultan yang melakukan assessment dan monitoring selama beberapa hari.

Pada tanggal 9-10 September 2019, Program Leadership Management Training PT PLN Persero ini dilangsungkan di Desa Cikeas, Kabupaten Bogor. Memandu langsung acara ini, Master Coach Risman Nugraha  selaku Wakil Direktur ESQ Coaching Academy dan Dosen dari ESQ Business School. Didampingi juga oleh Trainer Muhammad Ilham.

Training Spiritual Revival untuk program SESTABI (Sekolah Pimpinan Utama Bank Indonesia) Semester II 2019

By News No Comments

Gagasan spiritual revival berasal dari kenyataan bahwa Tuhan adalah Pencipta Kehidupan, Maha Pengasih dan Maha Penyayang yang menentukan semua kehidupan, termasuk diantaranya dalam membentuk atau merubah keadaan spiritualitas seseorang.

Dari waktu ke waktu, kondisi keimanan kita bisa menjadi lesu dan membuat kita tidak bersemangat.  Bahkan bisa terjadi kemunduran dalam kehidupan spiritual seseorang.  Bisa saja seseorang memilih untuk tidak mempedulikan kehidupan spiritualnya.  Atau bahkan memiliki kelemahan dalam hal kehidupan spiritual.

Namun saat kita percaya bahwa Tuhan adalah asal muasal dari segala hal dan Maha Penentu dalam kehidupan.  Maka kita sebagai hambanya, akan merasakan kasih sayangNya.  Hingga bisa kembali ke pangkuanNya dengan meningkatkan kepatuhan dan menambah porsi ibadah sebagai usaha untuk mencintaiNya, untuk mengabdi padaNya.

Dari situ sebagai seorang hamba, manusia akan memiliki kekuatan dan harapan untuk bangkit kembali dari setiap hal sulit yang dihadapinya.  Kembali memiliki kekuatan dan merasa segar karena merasakan kasih sayang Tuhan yang membuatnya berenergi dan bertenaga untuk menghadapi kesulitan apapun.  Bahkan, kekuatan spiritual ini dapat selalu diiisi kapan saja dengan melakukan ibadah.  Inspirasi spiritual ini membuat seseorang dapat kuat dan tegar, segar dan bersemangat, walau apapun yang dihadapi.  Itulah spiritual revival.

Upaya untuk melakukan Spiritual Revival kini bukanlah lagi peran kalangan agamis semata. Namun telah menjadi  kepedulian sebagai hal yang harus dipertimbangkan dalam tingkatan karir seseorang.  Lembaga besar milik negara Indonesia, yaitu Bank Indonesia adalah salah satu dari sekian banyak institusi pemerintah yang memiliki kepedulian dengan keadaan spiritualitas para karyawannya. Terutama sebagai hal yang harus dikembangkan pada para karyawan yang akan memegang tampuk pimpinan.

Adalah pemegang tampuk pimpinan tertinggi dalam dewan keuangan di Indonesia yaitu Gubernur Bank Indonesia Bapak Perry  Warjiyo, yang mencanangkan program untuk mengembangkan kepemimpinan berbasis spiritualitas dengan meluncurkan Program BI Religi. Program BI Religi ini menjadi misi utama dalam pembentukan sumber daya manusia di lembaga keuangan terbesar di Indonesia ini.

Mengapa harus program pengembangan Religi? Hal ini karena kecerdasan religi atau kecerdasan spiritualitas akan memberikan kekuatan pada diri seseorang untuk mampu berdiri teguh menghadapi badai kesulitan yang menghadang. Bahkan di saat berbagai tantangan menghalangi jalan seseorang dalam menegakkan kebenaran, religiusitas atau spiritualitas seseorang akan memberinya kekuatan untuk mampu melaksanakan amanah dengan baik. Bahkan, peningkatan energi atau kekuatan spiritualitas ini dapat bertambah tenaga kapan saja, dengan bantuan pelaksanaan ibadah.

Pelaksanaan ibadah dalam ritual beberapa kali dalam sehari ini, memberikan struktur yang kokoh dalam kehidupan para pemimpin dan karyawan yang religius. Sehingga tidak mudah untuk runtuh karena suatu hal yang mengganggunya. Bahkan lebih jauh lagi, religiusitas akan memberikan pagar pembatas pada mereka untuk tetap dalam kerangka hidup yang terjaga dalam kebaikan dan terhindar dari melakukan hal yang berada diluar kerangka kebaikan religinya masing-masing.

Pada tanggal 13 dan 16 September 2019 Bank Indonesia menyelenggarakan Training Spiritual Revival untuk 30 orang Calon Pimpinan Bank Indonesia di SESTABI (Sekolah Pimpinan Utama Bank Indonesia). Acara ini di pandu oleh Master Coach Iman Herdimansyah, selaku Direktur Training ESQ Group dan Trainer Muhammad Syaiful. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Dr. Soetomo Gedung D, Bank Indonesia Institute.

Seminar dan Outbound Values Internalization Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa (Ditjen Bina Pemdes) Kementerian Dalam Negeri di September 2019

By News No Comments

Pada tanggal 6-8 September 2019 berlangsung Training dan Outbound Values Internalization untuk Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri.  Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Coach Ahmad Zaki dan Trainer Ilham Nugraha yang memiliki lisensi sebagai Trainer dari DR (HC) Ary Ginanjar Agustian.

Kegiatan yang dilakukan indoor dan outdoor ini berlangsung di Jeep Station Indonesia (JSI) Resort Puncak, Bogor. Setelah kedatangan peserta di lokasi acara, dilakukan Seminar Values Internalisasi yang dilanjutkan dengan Outbound di esok harinya. Peserta dalam kegiatan ini merupakan pegawai negeri sipil yang tergabung dalam lingkup kerja Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri.

Adapun Values yang diinternalisasikan adalah Profesional, Integritas, Disiplin, Inovatif, Pelayanan dan Sinergitas. Values ini diturunkan menjadi 23 Perilaku Utama yang harus dipraktikkan dalam keseharian pekerjaan di lingkungan Kementerian Dalam Negeri (KEMENDAGRI).

Misalnya nilai Profesional haruslah ditunjukkan dalam melaksanakan tugas dan fungsi sesuai dengan standar kompetensi jabatan.  Juga dalam pelaksanaan pekerjaan agar sesuai dengan target kinerja. Semua dalam rangka untuk menjunjung tinggi kode etik.  Serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan agar sesuai dengan tugas dan fungsi dari tiap karyawan dalam tiap jabatannya masing-masing.

Sementara, nilai Integritas harus diwujudkan dengan menolak korupsi, kolusi dan nepotisme dari suap dan gratifikasi.  Integritas juga berarti harus menjaga komitmen untuk meningkatkaan kinerja.  Disamping itu nilai integritas juga harus ditampilkan dalam hal menjaga sikap dan perilaku dalam berorganisasi.

Keenam Work Culture Values dari Kementerian Dalam Negeri ini diberikan dengan sesi seminar di dalam kelas dan dalam sesi games, simulasi serta outbound yang berlangsung dalam setting outdoor.  Kegiatan Values Internalization Outbound ini membangkitkan dorongan internal di dalam diri setiap peserta untuk memaknai bahwa dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya, karyawan harus memiliki 6 Values ini secara lengkap.  Dengan pelaksanaan Values yang diterapkan secara konsisten, maka akan terwujud budaya kerja baru yang lebih baik.

4 Batch Parallel Training Top Leaders Enhancement Program Executive Vice President dan Vice President Bank Rakyat Indonesia di 11-12 September 2019

By News No Comments

Memegang jabatan dengan tanggung jawab besar, membutuhkan penguatan yang kokoh. Dalam pelaksanaan tugas seorang pimpinan setiap harinya, berbagai masalah pasti akan banyak ditemukan. Tidak ada satu haripun dalam tugas seorang pemimpin, dimana ia tidak dibutuhkan bantuannya untuk dapat memikirkan dan menangani berbagai masalah yang timbul. Disinilah, peran kepemimpinan seseorang amat dibutuhkan.

Apakah masalah itu berupa hal yang stratejik, atau masalah konseptual, prosedural, atau manajerial, kesemuanya membutuhkan keterampilan leadership yang mumpuni. Bagaimana agar seorang pimpinan yang memegang peranan di dalam bagian masing-masing ini kemudian mampu untuk melakukan berbagai keterampilan analisis, taktikal, problem solving dan conflict handlingnya, yang akan menentukan tingkat efektivitas dari langkah yang kemudian diambil.

Pemimpin yang terlatih selama belasan hingga puluhan tahun pun, memerlukan peningkatan wawasan dan perlu untuk menambahkan berbagai soft skill baru dalam menjalankan tugasnya. Karena seringkali, rutinitas yang dijalani akan membuat pekerjaan menjadi seperti terpola dan akhirnya tidak ditangani dengan detail lagi. Padahal, seperti yang diserukan oleh banyak pepatah; “The devils is in the details”. Atau dapat dibahasakan kembali sebagai “Luput akan kesalahan kecil bisa berdampak berbahaya”.

Secara psikologis, kondisi para pimpinan yang telah memiliki pengalaman belasan hingga puluhan tahun ini, pun memerlukan penyegaran dan peningkatan keterampilan serta perluasan wawasan. Hal ini berjalan beriringan dengan diadakannya sejumlah studi terbaru dari kalangan akademis mengenai berbagai problematika kepemimpinan. Serta dihasilkannya sejumlah metode kepemimpinan terbaru dari para praktisi dan pengamat kepemimpinan dari berbagai bidang dan latar belakang yang berbeda.

Sejumlah metode kepemimpinan baru yang terbukti efektif kemudian banyak dikembangkan di masyarakat. Metode seperti pemimpin pelayan (servant leadership), kepemimpinan spiritual (spiritual leadership), kepemimpinan transformasional (transformational leadership), kepemipinan di era VUCA (VUCA Leadership), Memimpin/ Memanej dalam Masa Turbulensi (Managing at Turbulence times), serta berbagai bentuk kepemimpinan yang kini ada.

Namun seringkali, metode atau tata cara kepemimpinan terbaru dan paling mutakhir tersebut, menjadi tidak efektif saat harus dibenturkan dengan permasalahan yang ada di lapangan dan di masyarakat. Berbagai teori yang disajikan dalam training-training di dalam dan luar negeri tersebut, seringkali menyisakan dua hal; pertanyaan tak berujung, atau ruang hampa di hati para pimpinan ini.

Pertanyaan tak berujung ini muncul saat training bersifat terlalu teoritikal, penuh dengan berbagai konsep, dan tidak berhasil membentuk mindset yang diinginkan untuk tumbuh dalam diri para pimpinan yang menjadi peserta. Pertanyaan, dapat membuat seseorang ingin belajar lebih banyak. Namun bukan itu yang menjadi alasan seseorang mau mengikuti suatu pelatihan. Setiap peserta ingin menemukan jawaban yang dapat mereka gunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Ruang hampa dapat muncul pada diri peserta, yang mengikuti training dengan bobot yang terlalu berat. Penyajian materi yang tampak tak berujung, dapat membuat peserta merasa amat terbebani. Mereka kemudian merasa bahwa selama ini tidak tahu apa-apa, dan mulai merasa terbebani dengan rangkaian materi yang diberikan.

Kedua permasalahan dalam training tersebut, merupakan hal yang selalu dihindari dalam Training-training yang dihasilkan oleh ESQ Group. Dalam berbagai produk training yang dihasilkan, DR (HC) Ary Ginanjar Agustian, selalu menjadi barista yang meracik persembahan terbaik untuk disajikan oleh para trainer yang terjun ke lapangan. Beliau pun selalu memastikan bahwa setiap Trainer yang memiliki lisensi di bawah kepemimpinannya ini telah melakukan proses penggalian masalah dan penggalian tujuan dari training yang akan diberikan.

Dengan presisi dan tingkat detail yang luar biasa ini, kualitas dari produk Training, Workshop, Sertifikasi, Outbound, dan berbagai Program yang diselenggarakan oleh ESQ Group menjadi berstandar tinggi. Salah satu prinsip yang paling penting yang harus ada dalam produk dan program ESQ Group juga adalah; Fun Theory.  Bahwa setiap peserta harus merasakan kebahagiaan dalam mengikuti program.

Tiap training tidak dibuat untuk membuat peserta menjadi pusing dan mengerutkan kening. Para coach dan trainer pun bukan menjadi punggawa dalam panggung yang diberikan, tapi hadir untuk membantu para peserta menemukan mindset yang akan membantu pertumbuhan dan perkembangan yang seterusnya dapat dilakukan secara mandiri atau dalam kelompok peserta.

Untuk kesekian kalinya, ACT Consulting sebagai bagian dari ESQ Group pun kembali dipercaya untuk memandu Training Top Leaders Enhancement bagi para pejabat Executive Vice President dan Vice President dari Bank Rakyat Indonesia di tahun 2019 ini. Pada tanggal 11-12 September 2019 ini, 4 Batch Training dilaksanakan secara Paralel.

Sejumlah Master Coach dan Master Trainer yang hadir memandu para pimpinan yang telah berpengalaman belasan hingga puluhan tahun ini diantaranya adalah Master Coach-Trainer Iman Herdimansyah selaku Direktur Training di ESQ Group, Master Coach Bramanto Wibisono selaku Direktur ESQ Neuro Linguistic Programming, Master Coach Risman Nugraha selaku Wakil Direktur ESQ Coaching Academy dan Dosen di ESQ Business School, serta Master Trainer Eka Chandra selaku Wakil Direktur Training di ESQ Group.

Kegiatan Top Leaders Enhancement Program bagi Para Pejabat Executive Vice President dan Vice President Bank Rakyat Indonesia ini dibuka oleh Bapak Herdy Rosadi Harman selaku Direktur Human Capital di Bank Rakyat Indonesia.

Training Spiritual Leadership Dalam Staff Development Program Bank Syariah Mandiri Batch 1 dan 2 di September 2019

By News No Comments

Bank Syariah Mandiri adalah salah satu Bank Syariah Terbesar di Indonesia dengan jumlah nasabah yang terus meningkat.  Dalam melaksanakan fungsi dan tugasnya, Bank Syariah yang diberi penghargaan di tahun 2019 oleh Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) sebagai Bank Syariah dengan Aset Terbesar di Indonesia ini memiliki fondasi spiritual yang kokoh.

Untuk memastikan agar fondasi spiritual tersebut dapat mengakar pada diri para staff di Bank Syariah Mandiri, ACT Consulting menjadi salah satu pilihan yang dipercaya oleh Bank bernuansa hijau dan emas ini.  Dalam berbagai event yang diselenggarakan, ACT Consulting memberikan layanan dan performa terbaiknya untuk memastikan Bank Syariah Mandiri dapat terbantu dengan baik dalam upaya untuk meraih tujuan yang diinginkan.

Dalam rangka mewujudkan fondasi spiritual yang kokoh bagi para staf di Bank Syariah Mandiri tersebut, ACT Consulting dipercaya untuk memimpin dua Batch dalam Staff Development Program (SDP). Batch pertama berlangsung pada tanggal 5 September 2019 dan Batch kedua berlangsung pada tanggal 7 September 2019.

Pada Batch pertama, Trainer yang memimpin adalah Coach Trie Setiatmoko atau yang biasa dipanggil sebagai Coach Tiko didampingi oleh Trainer Kemas Aditya. Coach Tiko telah menjalankan tugas sebagai Trainer selama lebih dari 5 tahun di ESQ Group.  Coach Tiko juga dikenal sebagai aktivis mahasiswa yang popular di masa perkuliahannya karena keberhasilan beliau selaku Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di Universitas Indonesia pada kurun waktu tahun 2000-an.

Pada Batch kedua, Trainer  yang memimpin adalah Coach Muhammad Ramdhani, selaku Direktur dari ESQ Success Institute.  Lembaga ini membawahi berbagai jenis training yang ada di ESQ Group.   Dengan didampingi oleh Trainer Rudi Masruddin.  Coach Ramdhani dengan penuh semangat dan spirit antusias yang dimilikinya mampu mencerahkan setiap training yang dibawakannya. Hingga bangkit motivasi dan inspirasi yang membekas pada diri para pesertanya. Kedua acara ini berlangsung di Hotel Holiday Inn Gajah Mada, Jakarta.

Training Spiritual Leadership ini diberikan kepada jajaran staf yang mengikuti Staff Development Program (SDP) dari berbagai cabang Bank Syariah Mandiri yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia, agar selaras dengan Budaya kerja yang dimiliki oleh BSM.  BSM Shared Values tersebut adalah ETHIC (Excellence, Teamwork, Humanity, Integrity, dan Customer Focus).

Excellence diterjemahkan dalam perilaku seperti; bekerja keras, cerdas, tuntas dengan sepenuh hati untuk memberikan hasil terbaik. Sementara, Teamwork diwujudkan sebagai perilaku yang aktif, dan selalu bersinergi untuk mencapai sukses bersama. Humanity diwujudkan dalam bentuk perilaku peduli, ikhlas, memberi maslahat dan mengalirkan berkah bagi negeri. Sedangkan Integrity diwujudkan dalam perilaku jujur, taat, amanah dan bertanggung jawab. Serta Customer Focus diwujudkan dalam perilaku yang berorientasi kepada kepuasan pelanggan secara berkesinambungan dan saling menguntungkan.

Training Spiritual Leadership Dalam Officer Development Program BSM batch 2 di September 2019

By News No Comments

Mempersiapkan pemimpin masa depan harus dengan fondasi yang tepat. Bila fondasi yang dipilih untuk dikembangkan sudah tepat, maka akan menghasilkan karakter pemimpin yang sesuai dengan shared values di dalam perusahaan. Ia akan dapat membangun sinergi yang diperlukan, mewujudkan sikap kolaboratif yang baik, dan menciptakan iklim bekerja yang nyaman dan mampu menjadi sosok yang dipercaya dan selalu dibutuhkan oleh timnya.

Untuk mewujudkan jajaran pimpinan masa depan yang mampu tangguh dalam menghadapi beragam masalah yang dapat muncul, Bank Syariah Mandiri memilih model Kepemimpinan Spiritual atau Spiritual Leadership. Model kepemimpinan spiritual akan membuat para pemimpin memiliki energi motivasi yang tak habis-habis, karena bisa selalu diisi dengan bersumber pada berbagai ritual ibadah yang dilakukan secara rutin beberapa kali dalam sehari. Ritual ibadah ini selain menjadi sumber energi spiritual, juga memberikan struktur yang jelas dalam manajemen waktu para calon pemimpin masa depan ini.

Selain itu, dengan mengambil fondasi spiritual, para pimpinan masa depan ini pun memiliki batasan yang jelas dalam menentukan berbagai pengambilan keputusan. Ia pun tidak perlu diawasi secara ketat, karena telah memiliki angel principle atau prinsip selalu dalam pengawasan malaikat di dalam dirinya. Sehingga ia akan selalu berusaha untuk bersikap Ihsan. Dalam sikap Ihsan ini, seseorang akan berperilaku seolah-olah selalu dalam pengawasan Tuhan setiap waktu. Sehingga ia tak akan lengah dan tak mudah untuk lemah atau tergoda oleh berbagai hal yang negatif.

Dalam model spiritual leadership ini, yang menjadi panduan seseorang dalam memimpin bukan hanya buku panduan perilaku atau peraturan perusahaan saja. Tapi lebih dari itu, ia akan harus mengambil referensi yang lebih luas dari kitab suci, tafsir quran serta kitab hadits dan kitab ekonomi Islam. Karena hanya dengan mengambil panduan dari berbagai sumber yang telah tervalidasi secara keilmuan islam tersebutlah, maka sosok-sosok jajaran pemimpin harapan di Bank Syariah Mandiri akan dapat terwujud.

Pada tanggal 5-6 September 2019 dilaksanakan Training Spiritual Leadership untuk 20 karyawan yang masuk dalam Officer Development Program dari Bank Syariah Mandiri. Kegiatan ini dipandu oleh Coach Trie Setiatmoko dan Coach Dadang Suhendar. Kedua trainer senior dari ACT Consulting ini memimpin acara yang berlangsung di Graha Mandiri Lantai 14, Jakarta.

Dua Batch Parallel Training Leadership Enhancement for Leaders BRI bagi Pejabat Vice President (VP) di September 2019

By News No Comments

Sebagai Bank yang memiliki asset terbesar di Indonesia, Bank Rakyat Indonesia punya tanggung jawab yang sangat besar. Sebagai Bank terbesar di Indonesia, BRI telah beroperasi selama puluhan tahun yang penuh dengan kesuksesan. Untuk menjamin agar di masa depan berbagai kesuksesan tersebut dapat dicapai, maka langkah yang harus dilakukan adalah terus membangun sumber daya manusia yang dimiliki dan meningkatkan penguasaan teknologi terbaru.

Untuk itu pada tanggal 4-6 September 2019 BRI Corporate University kembali mengadakan Program Leadership Enhancement untuk jajaran Vice President Bank Rakyat Indonesia yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Training ini dipandu langsung oleh Pendiri ESQ Group, DR (HC) Ary Ginanjar Agustian. Bersama para Master Coach dari ESQ seperti Master Coach Bram Wibisono selaku Direktur dari ESQ Neuro Linguistic Programming, Master Coach Arief Rahman Saleh selaku Direktur dari ESQ Coaching Academy, Coach Risman Nugraha selaku Wakil Direktur dari ESQ Coaching Academy, serta Coach Eka Chandra selaku Wakil Direktur dari ESQ Training.

Kegiatan Leadership Enhancement ini juga dihadiri oleh Chief Learning Officer dari BRI Corporate University yaitu Ibu Retno Wahyuni Wijayanti. Program bertajuk High Potential Leaders; Accelerating Your Impact ini menghadirkan para Top Leader Bank Rakyat Indonesia yang berada di level Eselon 2 atau yang memegang jabatan sebagai Vice President. Program ini diberikan pada dua batch berbeda yang dibuka secara parallel selama 3 hari dari tanggal 4-6 September 2019.

                Berbagai program yang dilakukan oleh BRI Corporate University ini adalah untuk menyiapkan para pimpinan agar mampu bergerak lebih cepat dari gelombang perubahan. Karena kemajuan tidak bisa diraih tanpa menguasai (mastering) teknologi dan bukan diperbudak oleh teknologi. Manusialah yang harus menjadi pemimpin, bahkan bagi otaknya sendiri. Hingga tidak kalah oleh kemampuan otak, tapi mampu menempatkan nurani di atas otaknya sekalipun. Inilah salah satu prinsip yang dikembangkan oleh DR (HC) Ary Ginanjar Agustian dalam berbagai training yang dipimpinnya.

Dengan demikian maka akan menjadi jelaslah bahwa pihak yang harus melakukan penguasaan teknologi tersebut adalah sumber daya manusia yang ada di dalam perusahaan. Perhatian tidak hanya diberikan pada permasalahan finansial saja, tapi yang terpenting harus menguasai masalah human learning and techonology development di dalam perusahaan untuk memastikan perkembangan yang dilakukan sejalan dengan laju perubahan zaman.

                Era perkembangan teknologi yang sangat cepat ini disebut sebagai Era VUCA. Dimana kondisi persaingan serba volatile, uncertain, complex dan ambigu. Di era ini kita tidak dapat melakukan perencanaan jangka panjang karena perubahan yang terjadi berlangsung dalam hitungan sangat cepat. Berbagai rencana harus bersifat fleksibel dan dinamis, agar masih bisa diterapkan dengan menyesuaikan pada kondisi yang berubah.

                Sifat fleksibel dan dinamis ini pun harus dimiliki oleh sumber daya manusia yang dimiliki. Semua karyawan harus dipacu untuk bisa selalu learn, unlearn dan relearn. Semua orang harus mampu belajar, mengkonstruksi kembali hasil belajar, dan mempelajari kembali sejumlah hal yang berubah pada aspek yang sama sekalipun. Itulah mengapa peran lembaga pembelajaran di dalam BRI Corporate University menjadi sangat penting. Harus tidak ada elemen pembelajaran yang luput dari perhatian. Apakah itu dalam hal teknis, teknologi, finansial, dan juga dalam segi softskill yang harus terus dilakukan upgrading.

                Desain pembelajaran kini pun bersifat dinamik dan universal. Dengan adanya teknologi internet, pembelajaran dapat dilakukan secara serentak pada puluhan ribu orang di saat yang sama sekaligus. Salah satu pilihan yang bisa diambil untuk memungkinkan agar perubahan dapat dilakukan secara massif dan cepat di dalam organisasi adalah melalui program digital learning.  Salah satu contohnya adalah modul Digital Integrity dimana pembelajaran mengenai berbagai unsur pembentuk integritas dapat dipelajari oleh banyak orang sekaligus dan melalui sharing session yang dilakukan, values perusahaan dapat diinternalisasikan di dalam keseharian interaksi karyawan. 

Pembelajaran seperti digital integrity ini dapat dilakukan lewat tayangan video digital dan sharing session yang dilakukan dapat dibuka di tiap kantor cabang maupun hingga ke pelosok yang masih mungkin menerima sinyal internet. Kemudian materi digital integrity sharing session yang ada dapat diikuti oleh karyawan di semua cabang secara serentak, hingga terjadi transformasi karakter melalui penanaman values setiap pekan bersama tim kerja. Salah satu perusahaan nasional yang berhasil menurunkan tingkat fraud yang ada di dalam perusahaannya dengan program digital integrity ini adalah Adira Finance dengan jumlah peserta digital integrity sharing session sebanyak lebih dari 20 ribu karyawan di semua titik cabang dan pusat di Indonesia dan di luar negeri.

Selain itu program digital learning lain yang telah menyentuh puluhan ribu orang dengan video yang dibuat terkostumisasi oleh ESQ adalah program LION Sales Auto2000. Pada program ini peserta mendapatkan modul Quantum Excellence  yang disesuaikan dengan kebutuhan klien untuk mengembangkan potensi penjualan.  Dalam program ini, para sales berhasil melakukan peningkatan penjualan dan mampu bertahan terhadap serbuan pesaing dari negeri tirai bambu yang menyerang dengan harga murah dan spesifikasi kendaraan yang tinggi.

Materi yang diberikan dalam sales ini tidaklah untuk menjelekkan kompetitor, tetapi untuk membangkitkan rasa kepercayaan diri terhadap produk otomotif  yang telah dibuat di negara kita dengan tingkat komponen dalam negeri (TKD) lebih dari 80%. Dengan rasa percaya diri akan tingginya kualitas kendaraaan bermotor hasil produksi lokal ini, program penjualan di Auto2000 menjadi stabil dan terus menuai keberhasilan serta peningkatan penjualan. Bahkan di lapangan, rasa kepercayaan diri  yang dibentuk ini tersebar dan menjadi sebuah keyakinan bersama hingga masyarakat tidak terpengaruh oleh serbuan produk asing.

Demikian juga dengan program high potential leaders yang tengah dikembangkan di BRI juga dapat disebarkan ke berbagai tempat di Indonesia secara menyeluruh dengan program digital learning. Agar moto untuk mengakselerasi impact dari tiap pimpinan ini dapat benar-benar tersebar secara nasional, bahkan hingga sifat dan karakter yang hendak dibentuk ini dapat juga diserap oleh karyawan  BRI yang tersebar di seluruh dunia.

Training Transformational Leadership Program di Agustus 2019

By News No Comments

Training Transformational Leadership yang dipimpin langsung oleh DR (HC) Ary Ginanjar Agustian kembali dilaksanakan di Hotel Ritz Carlton SCBD, Jakarta pada tanggal 29-30 Agustus 2019. Sebanyak 25 peserta masuk dalam kelas eksklusif yang hanya bisa diikuti oleh para Leader di sebuah perusahaan ini.

Sejumlah perusahaan besar di Indonesia mengikutkan para pimpinannya dalam Training Kepemimpinan Transformational ini. diantaranya adalah PT Kaltim Diamond Coal yang mengirimkan 10 orang peserta. Perusahaan lain dari Kalimantan Timur yang juga hadir adalah PT Kaltim Methanol Industri. Dari negeri Jiran peserta hadir dari Herbalife Nutrition Malaysia.

Sejumlah Badan Usaha Milik Negara juga mengirimkan para pimpinan mereka mengikuti event ini. BUMN yang hadir antara lain Telkomsel, Indonesia Power, BPJS Kesehatan, dan PT Bukit Asam. Selain itu hadir juga para pimpinan dari Bank Syariah Mandiri, PT Wirabina Yasa Patrindo, serta PT Alam Karya Gemilang dan juga dari Pemerintah Kabupaten Bandung.

                Dalam training Transformational Leadership ini, DR (HC) Ary Ginanjar Agustian membekali para peserta dengan kemampuan 5 I yaitu; Idealized Influence, Inspirational Motivation, Intellectual Stimulation, Individualized Consideration, dan yang terpenting adalah Internal Understanding.

Dalam modul Internal Understanding ini, para pimpinan perusahaan mempelajari tentang Leadership DNA yang dimiliki oleh masing-masing. Pada momen ini para pimpinan pun dibimbing untuk memahami bahwa berbagai hal yang ia ingin wujudkan dalam perusahaannya, harus pertama-tama dimulai dengan pemahaman dan kepemimpinannya terhadap dirinya sendiri. Saat seseorang telah mampu memimpin dirinya sendiri,  maka ia akan menemukan kekuatan untuk memimpin, menginspirasi, membimbing, memperhatikan, dan membesarkan kemampuan timnya dan orang-orang lain yang ada di sekitarnya.

Mengapa Training ESQ Transformational Leadership ini sangat penting adalah karena dalam sebuah perusahaan yang ingin menghasilkan kinerja luar biasa, maka yang harus dilakukan adalah mengembangkan kemampuan para karyawannya untuk dapat berkolaborasi dengan harmonis dan merasakan kebahagiaan dan dorongan untuk terus bekerja menghasilkan karya-karya yang hebat, secara sering dan teratur, dengan kecepatan eksekusi yang tinggi.

Untuk itu dalam Training Transformational Leadership ini para pimpinan mendapatkan banyak tools psikologi dan tools manajemen yang dapat diberikan kepada timnya agar ia dapat melakukan berbagai perubahan yang diperlukan di dalam organisasi. Perubahan yang utama adalah perubahan iklim kerja yang dikembangkan dari perubahan cara bersikap dan perubahan cara berkomunikasi sang pimpinan itu sendiri. 

Hal ini karena pimpinan adalah jiwa dan penentu kesuksesan perusahaan. Tim strategi dapat saja menuliskan berbagai komposisi langkah yang hebat, namun tanpa kemampuan pimpinan untuk mengorkestrasi kerjasama dari para karyawannya, maka semua strategi termahal sekalipun tak akan dapat berjalan.

Banyak orang hebat bisa bergabung dalam sebuah perusahaan, namun bila mereka tidak dapat bekerjasama dengan baik maka hal yang terjadi dapat bersifat kontraproduktif. Sementara, karyawan yang lemah dan memiliki kemampuan biasa sekalipun, dapat dikembangkan menjadi orang-orang yang hebat dan berbakat bila pimpinannya dapat mengembangkan, memupuk, membimbing, dan memotivasi mereka dengan baik.

Untuk dapat menyutradari kolaborasi yang hebat dari tim yang bisa terdiri dari ratusan orang, hingga puluhan ribu orang ini, pola kepimpinanan yang tangguh harus dikembangkan. Pemimpin haruslah menjadi orang yang paling pertama bangun di pagi hari saat anakbuahnya masih terlelap. Ia pun yang terakhir meninggalkan aktivitas bekerjanya saat para karyawannya telah lelah dan beristirahat di peraduan. Membesarkan pimpinan yang seperti ini harus dimulai dengan internal understanding terlebih dahulu, dengan penutur dan pembicara yang telah terlebih dahulu menjadi cerminan dari keberhasilan mereka memimpin organisasi yang hebat di tengah berbagai badai kesulitan yang mendera.

Training Sertifikasi Corporate Culture Specialist di Agustus 2019

By News No Comments

Membesarkan perusahaan bukanlah suatu tugas yang ringan. Terutama dengan adanya tantangan internal dan eksternal yang dapat terjadi kapan saja. Untuk itu, suatu perusahaan harus mengembangkan daya dukung internal di dalam perusahaannya dengan baik. Daya dukung internal ini harus dikembangkan sesuai dengan visi dan misi yang menjadi entitas dalam perusahaan tersebut.

Apakah unsur utama dalam daya dukung internal ini? Unsur utama tersebut adalah budaya kerja yang baik di dalam perusahaan. Bila sebuah perusahaan telah memiliki budaya kerja yang baik, maka perusahaan tersebut akan dapat bergerak secara fleksibel dan adaptif tanpa banyak kesulitan. Masing-masing perusahaan memiliki kekhasan tersendiri dalam mengembangkan budaya kerjanya.  Hal ini tergantung pada bidang pekerjaan yang harus ditangani. Juga tergantung pada visi dan misi perusahaan yang diturunkan dalam berbagai langkah tujuan dan target strategis dalam sebuah roadmap.

Namun pengetahuan mengenai budaya kerja ini merupakan studi lintas ilmu. Diperlukan pengetahuan manajemen, juga diperlukan pengetahuan mengenai bisnis dan strategi. Tak kalah penting juga diperlukan pengetahuan sosiologi dan psikologi. Sampai kini belum ada sebuah jurusan khusus yang khusus mengajarkan tentang budaya perusahaan di suatu universitas atau akademi.

Ada berbagai elemen dalam budaya perusahaan yang kesemuanya bersifat rumit dan saling berkelindan satu sama lain. Hal ini karena setiap karyawan datang dari budaya yang berbeda hingga sikap dan perilaku mereka saat bekerja pun tidak serupa. Bagaimana untuk membuat berbagai perbedaan ini menjadi suatu kekuatan yang mampu membangkitkan banyak potensi berharga di dalam organisasi?

Hal ini dapat dilakukan bila bagian human resource, divisi strategis, atau satuan budaya kerja di dalam suatu korporasi atau organisasi dapat memahami adanya beragam elemen yang dapat membentuk dan menjadi jiwa bersama dalam satu budaya kerja dalam konteks bisnis.  Untuk itulah ACT Consulting memformulasikan Training Sertifikasi Corporate Culture Specialist untuk membagikan cabang ilmu yang masih jarang dipelajari ini, dengan penyesuaian materi dan langkah yang cocok dengan kerangka budaya Indonesia.

Pada tanggal 28-30 Agustus 2019 telah dilaksanakan Training Sertifikasi Corporate Culture Specialist dengan diikuti oleh sejumlah perusahaan nasional seperti PT Cogindo, PT Lintas Arta, Perum Badan Urusan Logistik (Bulog), PT Kereta Api Indonesia, BRI Finance, dan PT Arga Bangun Bangsa. Dengan berlokasi di Ruang Mina, Menara 165 Cilandak, Jakarta Selatan.  Kegiatan ini dipimpin langsung oleh sejumlah Direktur, Expert serta Konsultan Senior dan Program Director dari ACT Consulting.