Skip to main content
Category

News

Hadapi AI! Training ESQ & TalentDNA di Jepara Jadi Senjata Rahasia Cetak Guru Berkarakter Demi Generasi Emas 2045

By News No Comments

Ledakan Bonus Demografi menuju terwujudnya Generasi Emas 2045 bisa menjadi bumerang mematikan jika kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) gagal dibentuk sejak dini. 

Di tengah gempuran Artificial Intelligence (AI) alias kecerdasan buatan yang kian merajalela, peran guru kini diuji keras. Akankah sosok tenaga pendidik tergantikan oleh mesin?

Menjawab tantangan krusial tersebut, Bupati Jepara, Witiarso Utomo, memberikan ‘warning’ dan pesan menohok kepada seluruh tenaga pendidik di wilayahnya. 

Ia menegaskan bahwa Generasi Emas tidak akan pernah lahir tanpa totalitas seorang guru.

Sebagai kepala daerah, Witiarso menitipkan satu poin fundamental: guru tidak boleh sekadar menjadi mesin transfer ilmu (kecerdasan intelektual) dan emosional semata. 

Lebih dari itu, guru wajib memiliki kecerdasan spiritual untuk membentengi keimanan dan membentuk akhlak peserta didik.

“Guru harus bisa digugu dan ditiru. Berikanlah contoh yang baik, ilmu yang baik, dan jangan lupa kecerdasan spiritualnya juga. 

Jadi tidak hanya pengajar yang memiliki kecerdasan intelektual, tapi juga bagaimana memiliki kecerdasan spiritual yang ditularkan pada anak didik,” tegas Witiarso.

50 Guru Digembleng Lewat Training ESQ Menghadapi Era AI

Sebagai langkah konkret penyelamatan generasi bangsa, sebanyak 50 tenaga pendidik di Kabupaten Jepara digembleng secara intensif dalam Training Emotional Spiritual Quotient (ESQ) 165 Peduli Pendidikan. 

Pelatihan perdana di Jepara ini berlangsung selama dua hari, Senin–Selasa (21-22/9/2026), di Meeting Room Medina Dental Clinic, Jepara.

Trainer ESQ, Kurnia Setiya Putra, menjelaskan bahwa program ini dirancang khusus untuk memompa semangat para pendidik dalam membangun generasi emas. 

Fokus utamanya adalah melahirkan pribadi unggul melalui penggabungan tiga kekuatan: Kecerdasan Intelektual (IQ), Kecerdasan Emosional (EQ), dan Kecerdasan Spiritual (SQ).

Senada dengan hal itu, Trainer ESQ Novriza Ardhana melontarkan fakta yang membuka mata terkait fenomena digitalisasi saat ini. 

Menurutnya, perkembangan pesat teknologi tidak seharusnya membuat guru merasa tersaingi, melainkan menjadi momentum untuk memperkuat sisi kemanusiaan dalam sistem pendidikan.

“AI memang bisa memberikan jawaban, tetapi hanya guru yang bisa memberikan arah,” kata Novriza.

Ia menilai, tantangan pendidikan saat ini bukan lagi sekadar membuat siswa pintar menjawab soal, melainkan bagaimana membentuk mental yang tangguh, peduli, dan sadar spiritual di tengah gempuran media sosial dan konten serba instan.

Untuk itu, pelatihan ESQ ini juga mengintegrasikan pendekatan TalentDNA, sebuah metode yang membantu insan pendidikan membedah potensi dan karakter individu setiap siswa. 

“Guru harus kembali kepada fitrah profesinya. Karena ketika AI semakin pintar, guru justru harus semakin manusiawi,” tegas Novriza.

Testimoni 

Dampak dari pelatihan ESQ ini langsung dirasakan oleh para peserta. Endri Susanto, salah satu peserta yang juga guru di SMPN 2 Bangsri, mengaku mendapatkan pencerahan luar biasa tentang bagaimana membangun disiplin dan menjadi role model yang nyata bagi siswanya.

“Kita diajarkan bagaimana memahami diri bahwa kita sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Apa yang kita punya sudah sepatutnya diajarkan kepada peserta didik. Itulah tugas sejati guru dalam mencerdaskan generasi penerus bangsa,” ungkap Endri, melansir dari media massa.

Melalui sinergi antara kebijakan pemerintah daerah dan penguatan kapasitas guru lewat training ESQ ini, Jepara bersiap membuktikan bahwa secanggih apa pun teknologi di masa depan, sentuhan moral dan spiritual seorang guru akan selalu menjadi kunci utama penentu nasib bangsa di tahun 2045.

Dihadiri Menteri Komunikasi Malaysia, Kehadiran Rina Sarif (ESQ) di Forum Spektakuler CNF26 Jadi Sorotan Eksekutif Global!

By News No Comments

Dunia praktisi Human Resources (HR) Asia Tenggara dibuat gempar oleh penampilan Rina Sarif, Senior Human Resources Advisor sekaligus Member of Board of Advisor ESQ Corp (ACT Consulting International) dalam ajang bergengsi The 3rd Edition of the CHRO Nexus Forum (CNF26). 

Acara bertema perancangan tenaga kerja masa depan ini berlangsung di Grand Nexus Ballroom, Bangsar South City pada tanggal 7 September 2026.

Forum yang dihadiri lebih dari 340 eksekutif senior dan pimpinan HR global ini dibuka langsung oleh Menteri Komunikasi Malaysia, YB Dato’ Seri Ahmad Fahmi bin Mohamed Fadzil, serta diselenggarakan atas kerja sama Human Resource Leaders’ Circle (HRLC) dan UOA Academy.

Mewakili ESQ Corp, Rina Sarif menyampaikan paparan utama bertajuk “The Strategic CHRO: Mastering Consultative Influence”. 

Mengawali pembicaraannya dengan melontarkan energi tinggi yang membakar semangat seluruh isi ruangan untuk saling memberikan apresiasi dengan terselenggaranya acara spektakuler ini.

Dalam sesinya sesuai dengan tema yang dibawakan, Rina menegaskan bahwa transformasi besar dalam lanskap manajemen modal manusia bahwa era kecerdasan buatan (artificial intelligence) tidak akan mampu menggeser posisi pimpinan HR selama mereka bertransformasi dari function-centric menjadi enterprise-centric. 

Beliau menjelaskan pentingnya pergeseran bahasa komunikasi HR di ruang direksi (boardroom), di mana jargon internal seperti tingkat keterikatan karyawan harus diterjemahkan menjadi risiko eksekusi bisnis, dan kenaikan angka pengunduran diri harus dinarasikan sebagai hilangnya kapabilitas kritis organisasi. 

Bagi Rina, pengaruh terbesar seorang pimpinan HR tidak terletak pada tumpukan data atau presentasi canggih, melainkan pada keberanian mengajukan pertanyaan-pertanyaan strategis yang mampu mengubah cara pandang para jajaran C-suite.

Lebih lanjut, Rina menekankan bahwa nilai tertinggi seorang CHRO diuji melalui keberanian berlandaskan integritas (courage with substance), bahkan ketika harus menantang keputusan pimpinan tertinggi demi mempertahankan nilai-nilai kemanusiaan dan organisasi. 

Beliau membagikan pengalaman masa lalu saat memilih mengundurkan diri dalam waktu singkat demi mempertahankan prinsip moral tersebut. 

Menurutnya, tantangan yang dilandasi rasa saling percaya akan berubah menjadi nasihat strategis yang dicari oleh para CEO saat menghadapi ketidakpastian. 

Penampilan Rina Sarif menjadi salah satu sesi paling berkesan dalam CNF26 yang kemudian ditutup dengan exclusive networking buffet dinner untuk mempererat kolaborasi antar pimpinan HR lintas negara.

ESQ Support BPKD DKI Jakarta, Perkuat Budaya Kerja ASN BerAKHLAK untuk Jaga Jakarta Menuju Kota Global

By News No Comments

Upaya mewujudkan Jakarta sebagai kota global tidak hanya membutuhkan pembangunan infrastruktur dan penguatan ekonomi, tetapi juga perubahan budaya kerja aparatur sipil negara (ASN). 

Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan KOPI SEDAP BPKD Episode ke-145 bertajuk “Pentingnya Budaya Kerja dalam Meningkatkan Kinerja yang Optimal” yang digelar secara daring, Kamis (3/9/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Provinsi DKI Jakarta, Michael, yang mengikuti paparan Coach Eka (Trainer ESQ Lisensi dari Prof. Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian) dengan antusias.

Dalam kesempatan tersebut, Michael menyampaikan salam kepada Prof. Ary Ginanjar sekaligus memberikan perhatian khusus terhadap pembahasan mengenai pentingnya budaya kerja sebagai fondasi peningkatan kinerja organisasi.

Budaya kerja dipandang bukan sekadar kumpulan slogan atau nilai yang tertulis dalam dokumen organisasi. 

Lebih dari itu, budaya kerja merupakan nilai, sikap, dan perilaku yang menjadi cara bersama dalam melaksanakan pekerjaan, serta harus tercermin dalam keseharian setiap ASN.

“Budaya kerja bukan sekadar slogan. Budaya harus terlihat dalam perilaku ASN sehari-hari,” demikian pesan yang mengemuka dalam kegiatan tersebut.

Budaya kerja yang kuat dinilai dapat menciptakan lingkungan organisasi yang profesional, produktif, kolaboratif, dan berintegritas. 

Karena itu, internalisasi budaya kerja menjadi bagian penting dalam memastikan setiap program pemerintah tidak berhenti pada perencanaan, tetapi menghasilkan kinerja yang terukur dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dari Budaya Kerja ke Aksi Nyata

Semangat tersebut dinilai sejalan dengan arahan Gubernur DKI Jakarta dalam Rapim Paripurna bersama seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Direktur Utama BUMD Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Dalam arahan tersebut, seluruh jajaran Pemprov DKI Jakarta didorong untuk menginternalisasikan semangat:

“JAGA JAKARTA MENUJU KOTA GLOBAL”

Semangat tersebut tidak cukup diwujudkan melalui narasi atau kampanye semata. Setiap OPD dan Unit Kerja Perangkat Daerah (UKPD) diharapkan mampu menerjemahkannya ke dalam program konkret sesuai tugas dan fungsi masing-masing.

Program tersebut harus memiliki ukuran keberhasilan yang jelas, dilaksanakan secara berkelanjutan, serta memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

Dengan demikian, transformasi Jakarta menjadi kota global dimulai bukan hanya dari pembangunan fisik, tetapi juga dari transformasi manusia dan organisasi yang menjalankan pelayanan publik.

BerAKHLAK Harus Terlihat dalam Perilaku

Coach Eka dari ESQ dalam paparannya menekankan bahwa budaya organisasi tidak dapat dibangun secara instan. Budaya perlu ditanamkan melalui proses pembiasaan yang konsisten hingga akhirnya menjadi perilaku nyata.

Dalam konteks pemerintahan, prinsip tersebut menjadi semakin penting karena kualitas budaya kerja ASN akan berpengaruh langsung terhadap kualitas pelayanan publik.

Nilai BerAKHLAK pun tidak seharusnya berhenti sebagai slogan yang tercantum dalam berbagai dokumen dan materi komunikasi. Nilai tersebut perlu menjadi kompas perilaku dalam menjalankan tugas sehari-hari.

ASN dituntut untuk mampu menghadirkan pelayanan yang akuntabel, adaptif, kolaboratif, profesional, serta berorientasi pada dampak bagi masyarakat.

“BerAKHLAK bukan hanya slogan di atas kertas, tetapi menjadi kompas perilaku nyata,” menjadi salah satu pesan penting yang mengemuka dalam kegiatan KOPI SEDAP BPKD episode ke-145.

Target 50 Besar Kota Global pada 2030

Transformasi budaya kerja menjadi semakin strategis di tengah ambisi Jakarta untuk meningkatkan daya saingnya di tingkat dunia.

Dengan target Jakarta masuk 50 besar kota global dunia pada 2030, perubahan tidak dapat hanya dibebankan kepada satu institusi. Diperlukan konsistensi dari setiap ASN, setiap OPD, dan setiap lini pelayanan pemerintahan.

Kota global bukan hanya tentang gedung tinggi, konektivitas, investasi, dan teknologi. Kota global juga dibangun oleh aparatur yang memiliki integritas, bekerja secara profesional, mampu berkolaborasi, adaptif terhadap perubahan, serta menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas.

Karena itu, KOPI SEDAP BPKD episode ke-145 menjadi momentum untuk kembali menegaskan bahwa budaya kerja merupakan bagian penting dari perjalanan Jakarta menuju standar kota global.

Perubahan tersebut dimulai dari hal yang paling mendasar: perilaku setiap individu dalam menjalankan tugasnya setiap hari.

Dari ASN yang berintegritas, lahir organisasi yang berkinerja. Dari organisasi yang berkinerja, lahir pelayanan publik yang berdampak. 

Dan dari pelayanan publik yang berkualitas, terbentuk Jakarta yang semakin siap bersaing di panggung global.

Ary Ginanjar Sambut Menteri Besar Kelantan di Menara 165 pada Puncak Program Financial Awakening Di Pimpin Raja Azmi

By News No Comments

Perbadanan Pembangunan Ladang Rakyat Negeri Kelantan (PPLRNK), sebuah BUMD di bawah Pemerintah Negeri Kelantan, resmi menggelar sesi penutup bengkel dan presentasi Financial Mentoring & Strategic Planning bersama ESQ Leadership Center Sdn Bhd Malaysia dan ESQ Corporation pada Sabtu, 8 Agustus 2026. 

Sesi pemungkas yang dipandu langsung oleh pakar keuangan sekaligus Penasihat ESQ Corporation, YM Raja Azmi Raja Nazuddin, ini berfokus pada pembahasan arah strategis untuk memperkokoh fondasi finansial dan manajemen organisasi.

Langkah strategis ini terasa makin istimewa dengan hadirnya jajaran pimpinan tertinggi Pemerintah Negeri Kelantan. 

Menteri Besar Kelantan, Yang Amat Berhormat Dato’ Panglima Perang Ustaz Dato’ Haji Mohd Nassuruddin bin Haji Daud, hadir langsung memimpin rombongan. Dan disambut hangat oleh Founder ESQ, Ary Ginanjar Agustian.

Beliau didampingi oleh sejumlah pejabat penting, seperti Penasihat Hukum YB Zawawi bin Ghazali, EXCO Kerajaan Negeri YB Dato’ Izani bin Husin, serta Direktur Pertanahan dan Tambang YABhg Dato’ Nik Raisnan bin Daud. 

Turut serta dalam agenda penting ini adalah Chief Executive Officer PPLRNK, Dr. Mohd Arpi bin Arifin, beserta jajaran Dewan Direksi dan tim manajemen korporasi.

Agenda kolaborasi internasional ini mengusung tiga misi utama, yaitu memperkuat kapasitas keuangan dan manajemen strategis organisasi, memantapkan perencanaan serta prioritas arah langkah PPLRNK, hingga memacu efisiensi dan keberlanjutan organisasi dalam jangka panjang. 

Kehadiran puncak pimpinan Kelantan di Menara 165 Jakarta bukan sekadar penanda berakhirnya sebuah program pelatihan, melainkan bukti nyata komitmen kuat untuk membangun lembaga yang lebih tangguh, berdaya tahan, dan berpandangan jauh ke depan.

Bagi ESQ Corporation dan ESQ Leadership Center Sdn Bhd Malaysia, kerja sama ini menjadi wujud nyata komitmen mereka dalam membawa kepakaran, pengalaman, serta pendekatan transformasi bertaraf internasional kepada para pimpinan dan organisasi di Malaysia. 

Sinergi ini diharapkan menjadi batu loncatan yang mengubah ilmu menjadi strategi, strategi menjadi tindakan, dan tindakan menjadi dampak nyata bagi tata kelola yang lebih bijaksana serta berkelanjutan demi kesejahteraan rakyat Negeri Kelantan.

Sinyal Reformasi Besar ASN Mukomuko! Bupati Mukomuko Boyong Jajaran Elit Tuk Temui Founder ESQ

By News No Comments

Bupati Kabupaten Mukomuko, H. Choirul Huda, S.H., memimpin langsung delegasi elit Pemerintah Kabupaten Mukomuko untuk mendiskusikan arah baru pembangunan karakter dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di lingkungannya.

Pertemuan tingkat tinggi ini dihadiri secara komplit oleh jajaran pimpinan daerah Kabupaten Mukomuko, yaitu Bupati H. Choirul Huda, S.H., Wakil Bupati Rahmadi, A.B., Sekretaris Daerah Drs. Marjohan, serta Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Mukomuko, Winarno, S.Pd., M.Pd. 

Kehadiran seluruh pucuk pimpinan ini bertujuan untuk bersilaturahmi sekaligus berdialog langsung dengan Founder ESQ, Prof. Dr. (H.C.) Ary Ginanjar Agustian (atau yang mewakili).

Inisiasi Alumni dan Misi Menyelaraskan Visi Kepemimpinan

Agenda kunjungan strategis ke Menara 165 ini lahir dari inisiasi murni Kepala BKPSDM Kabupaten Mukomuko, Winarno. 

Sebagai seorang alumni pelatihan ESQ, beliau telah merasakan secara langsung manfaat nyata dari pendekatan ESQ yang mengombinasikan kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual dalam membangun karakter kepemimpinan, pola pikir kerja, serta integritas aparatur. 

Rasa kagum dan keyakinan mendalam yang dimiliki oleh Winarno terhadap rekam jejak Ary Ginanjar Agustian dalam membangun karakter bangsa menjadi pendorong utama dibaliknya pertemuan penting ini.

Peluang Kerja Sama Strategis Transformasi Pejabat Eselon II dan III

Pertemuan ini memuat potensi kerja sama bisnis dan kemitraan yang sangat strategis antara Pemerintah Kabupaten Mukomuko dengan ESQ dan ACT Consulting International. 

Fokus utama dari peluang kerja sama ini difokuskan pada program pengembangan SDM ASN yang diawali dengan rencana pelatihan khusus (training) ESQ bagi para pejabat Eselon II dan Eselon III di lingkungan Pemkab Mukomuko. 

Program ini dirancang untuk menjadi pintu masuk utama bagi perombakan budaya kerja birokrasi, penguatan kepemimpinan bermoral, peningkatkan integritas aparatur, hingga perbaikan kualitas pelayanan publik secara merata di Kabupaten Mukomuko.

Melalui dialog langsung di Menara 165, terbangun kesepahaman mengenai pentingnya menanamkan nilai-nilai kepemimpinan berbasis karakter pada jajaran birokrasi daerah. 

Kehadiran utuh jajaran pimpinan daerah menunjukkan komitmen kuat bahwa transformasi ASN Mukomuko tidak hanya menyentuh aspek administratif dan teknis semata, melainkan menyasar pada penguatan jiwa, mentalitas, serta etika pelayanan.

Harapan Kolaborasi dan Titik Awal Transformasi Berkelanjutan

Pertemuan antara pimpinan Pemkab Mukomuko dan ESQ ini membuahkan ikatan emosional (chemistry) yang kuat serta kesamaan pandangan mengenai krusialnya pembangunan karakter bagi aparatur negara. 

Silaturahmi ini diharapkan menghasilkan dukungan penuh serta persetujuan dari Bupati Mukomuko untuk melanjutkan pembahasan teknis terkait pelaksanaan program pelatihan pejabat Eselon II dan III.

Lebih dari sekadar kesepakatan pelatihan awal, momentum ini diharapkan menjadi pijakan bagi terbentuknya kolaborasi strategis jangka panjang antara Pemerintah Kabupaten Mukomuko, ACT Consulting International, dan ESQ. 

Melalui sinergi berkelanjutan ini, Pemkab Mukomuko optimistis mampu mencetak ASN yang berintegritas tinggi, profesional, dan berdedikasi penuh untuk kemajuan daerah serta kesejahteraan masyarakat.

Gebrakan AI ESQ di HRConference 2026 Bali! 300 Pemimpin HR Kumpul Bahas Masa Depan Tenaga Kerja Indonesia

By News No Comments

Tantangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di dunia kerja modern resmi dijawab dari Pulau Dewata. Sebanyak hampir 300 praktisi dan pemimpin Human Resources (HR) dari Bali serta berbagai wilayah di Indonesia berkumpul dalam helatan HRConference 2026 yang berlangsung di Renaissance Uluwatu, Bali, pada Sabtu (15/8/2026).

Diprakarsai oleh HR Association (HRA) Bali bersama ESQ Corporation sebagai Strategic Partner, konferensi ini menjadi ajang strategis untuk mengarahkan arah baru transformasi digital yang berpusat pada manusia (human-centered digital transformation).

Kesiapan AI dan Sentuhan Kemanusiaan

Data pra-konferensi dari survei ACT Consulting (bagian dari ESQ) mengungkapkan skor kesiapan yang mengejutkan, yakni mencapai 4.51. Angka ini menandakan para Pemimpin HR di Indonesia telah memiliki tingkat kesiapan yang sangat tinggi untuk mengadopsi AI secara percaya diri.

Puan Rina Sarif, Global Strategic HR Advisor to the President ESQ Corporation, hadir mendobrak panggung lewat keynote speech bertajuk “Humanizing the Digital Future — From Identity to Impact”. 

Puan menegaskan pentingnya menjaga karakter, kecerdasan emosional, dan kekuatan spiritual di tengah derasnya arus otomatisasi.

“Melalui Talent DNA Assessment yang dikembangkan oleh Founder ESQ Prof. Dr. (HC) Ary Ginanjar Agustian, organisasi dituntun untuk menavigasi kompleksitas era AI tanpa kehilangan identitas dan nilai dasar kemanusiaan,” ujar Puan.

Sinergi Strategis dan Atmosfer Kolaboratif

Selain pemaparan materi mendalam, ESQ Corporation turut memfasilitasi seluruh peserta melalui penyiapan AI Readiness Survey dan Talent DNA Assessment. 

Suasana konferensi yang intens juga dicairkan lewat sesi ice-breaking meriah yang dibawakan oleh Coach Rudy ESQ, menghadirkan koneksi hangat di antara para peserta sebelum masuk ke sesi materi inti.

Acara ini turut diperkaya oleh pandangan para pakar kepemimpinan HR dari institusi ternama seperti Danantara Indonesia, Kopi Kenangan, dan berbagai organisasi terkemuka lainnya.

Melalui kolaborasi ini, ESQ memperkuat posisinya dalam memperluas jejaring bisnis di komunitas HR Bali sekaligus membawa Indonesia memimpin transformasi digital berorientasi manusia di kancah global.

Audiensi ESQ dengan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH)

By News No Comments

Sebuah terobosan baru dalam pengelolaan lingkungan hidup di Indonesia resmi digulirkan. Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menerima audiensi strategis dari pendiri ESQ, Ary Ginanjar Agustian, pada Rabu, 29 Juli 2026 di Jakarta. 

Pertemuan yang berlangsung hangat dari pukul 11.00 hingga 12.00 WIB ini menjadi momentum penting dalam menandai lahirnya arah baru penguatan sumber daya manusia (SDM) di bidang lingkungan hidup, yang menyinergikan aspek teknis, kepemimpinan, hingga pendekatan spiritual. 

Dalam audiensi tersebut, jajaran pimpinan KLH hadir secara lengkap, mulai dari Menteri LH Moh. Jumhur Hidayat, Sekretaris Utama Rosa Vivien Ratnawati, Ari Sudjianto (Dep. PPI), Sigit Reliantoro (Dep. TLSDAB), Rasio Ridho Sani (Dep. PPKL), Laksmi Wijayanti (Plt. Dep. PSLB3), Noer Adi Wardojo (SAM Kehati), hingga Mini Farida selaku Kapus PPSDM, dan segenap jajarannya.

Audiensi ini menyoroti satu fakta kunci bahwa keberhasilan berbagai program kelestarian lingkungan tidak lagi bisa hanya mengandalkan regulasi yang ketat atau sistem teknis semata. 

Kunci utama keberlanjutan berada pada perubahan mindset dan perilaku manusia itu sendiri. 

Untuk menjawab tantangan tersebut, konsep ESQ dinilai sangat menarik dan relevan dalam meningkatkan kapasitas SDM, baik secara internal di lingkungan KLH maupun eksternal. 

Dalam kesempatan ini, ESQ memperkenalkan pendekatan pionir bertajuk Environmental Intelligence atau Kecerdasan Lingkungan sebagai pendekatan baru untuk memperkuat kompetensi lingkungan hidup secara holistik.

Diskusi mendalam ini juga membuka peluang kolaborasi yang luas pada sertifikasi Environmental, Social, and Governance (ESG) serta pengembangan Sustainability Beyond Compliance bagi dunia usaha.

Salah satu poin krusial yang dibahas adalah penguatan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER), di mana program ini akan diperkuat melalui pengembangan mindset, kepemimpinan, dan budaya kerja, tidak lagi berfokus hanya pada aspek teknis. 

Sinergi antara aspek teknis dan spiritual dalam pelatihan serta sertifikasi SDM ini diharapkan mampu menciptakan dampak sosial yang jauh lebih berkesinambungan. 

“Program lingkungan hidup butuh sentuhan karakter dan kesadaran spiritual. Ketika mindset dan budaya kerja terbentuk, kepatuhan terhadap lingkungan bukan lagi beban, melainkan kebutuhan,” ungkap Ary Ginanjar Agustian.

Selain itu, audiensi turut membahas peluang kolaborasi dengan asosiasi Psikologi Industri dan Organisasi (PIO) dengan tetap memperhatikan regulasi psikometri. 

Kerja sama ini juga disiapkan untuk mendukung penuh program-program prioritas Menteri, seperti gerakan “Taubat Ekologis” dan program aksi pengurangan sampah plastik.

Sebagai tindak lanjut (Next To Do) dari pertemuan strategis ini, kedua belah pihak sepakat untuk segera menyusun konsep kerja sama antara ESQ dan KLH dalam pengembangan kapasitas SDM bidang lingkungan, sekaligus mengidentifikasi peluang implementasi Environmental Intelligence. 

Langkah ini diiringi dengan penyusunan usulan kolaborasi konkret pada beberapa program utama, meliputi Sustainability Beyond Compliance, penguatan PROPER berbasis kepemimpinan, pengembangan kompetensi ESG, serta pelaksanaan program Taubat Ekologis. 

Seluruh Rencana Aksi ini nantinya akan dimatangkan melalui penyusunan Memorandum of Understanding (MoU) yang akan menjadi payung kerja sama strategis jangka panjang antara ESQ dan Kementerian Lingkungan Hidup demi mewujudkan kelestarian alam yang digerakkan dari hati dan karakter bangsa.

Bahas Jakarta Jadi Kota Global Dunia, Wagub Rano Karno Sambut Inovasi AI Talent Management (TalentDNA) ESQ

By News No Comments

Momen silaturahmi ini tak sekadar ajang nostalgia sosok pemeran ikonik “Galih” dan “Si Doel”, melainkan membahas agenda besar: menyulap birokrasi Jakarta menuju kemudi Top 50 Global Cities dunia.

Pertemuan yang berlangsung hangat di Ruang Salak Condet, Blok G Lantai 5 Balaikota DKI Jakarta ini merupakan bentuk apresiasi ESQ terhadap komitmen Pemprov DKI Jakarta. 

Diskusi strategis ini turut dihadiri oleh jajaran lengkap pimpinan instansi dan dinas terkait di lingkungan Pemprov DKI Jakarta seperti perwakilan BKD, BPSDM, Biro Organisasi dan Reformasi Birokrasi, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas PPKUKM, Biro Kerja Sama, dan lainnya.

Nostalgia Ary Ginanjar: “Dari Galih ke Wagub, Misi Mulia Bang Doel Bikin Bangga”

Dalam kesempatan tersebut, Ary Ginanjar membagikan keharuannya saat bertemu dengan Wagub yang akrab disapa Bang Doel itu. 

Ary mengenang perjalanan karier Rano Karno sejak membintangi film legendaris Gita Cinta dari SMA sewaktu dirinya masih berseragam putih-abu-abu, dilanjutkan dengan sinetron fenomenal Si Doel Anak Sekolahan.

“Saya tahu Beliau di film Gita Cinta dari SMA sebagai Galih sewaktu saya SMA. Lalu Si Doel Anak Sekolahan. Eh, sekarang jadi Wagub Pemprov DKI. 

Banyak hikmah dan ilmu yang saya dapat dari perjalanan Beliau tentang kepedulian dan cita-cita yang luar biasa. Terima kasih Pak Wagub, semoga visi mulianya menjadikan Jakarta tembus Top 20 Global City menjadi kenyataan. Aamiin,” tutur Ary Ginanjar.

Demonstrasi AI Talent Management & TalentDNA: Revolusi Birokrasi Jakarta

Bukan sekadar pertemuan hangat, audiensi ini diisi dengan pembahasan strategis seputar penguatan integritas serta implementasi Manajemen Talenta berbasis TalentDNA dan kecerdasan artifisial (AI Talent Management). 

Sistem canggih ini dirancang untuk memetakan, mengintegrasikan data SDM, serta mengoptimalkan penempatan ASN secara akurat, objektif, dan transparan sesuai prinsip meritokrasi.

Saat demonstrasi langsung teknologi AI Talent Management diperagakan di depan jajaran pejabat DKI, Wakil Gubernur Rano Karno menyambut antusias. 

Beliau menilai inovasi berbasis AI ini sangat relevan dan selaras dengan arah transformasi digital serta pengembangan SDM aparatur yang sedang diprioritaskan oleh Pemprov DKI Jakarta.

Fondasi Kuat Menuju Kota Global Dunia

Sinergi antara integritas yang kokoh dan Manajemen Talenta berbasis AI diharapkan menjadi fondasi utama bagi Jakarta dalam melompati peringkat keberhasilan kota-kota besar dunia. 

Melalui penempatan talenta yang presisi dan objektif, produktivitas ASN DKI Jakarta dipastikan akan melonjak pesat, diiringi kualitas pelayanan publik yang kian adaptif, profesional, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Langkah awal ini membuktikan komitmen bersama antara Pemprov DKI Jakarta dan ESQ Corp untuk membawa Jakarta tidak hanya masuk dalam jajaran Top 50 Global Cities, tetapi juga menatap optimis target bersaing di jajaran Top 20 Global Cities di masa depan.

FDC Foundation Libatkan Guru dan Staf Ikuti Pelatihan ESQ untuk Perkuat Karakter

By News No Comments

FDC Foundation bersama FDC Dental Clinic mengikutsertakan guru serta pimpinan dan staf dalam pelatihan pengembangan karakter bertajuk “Spiritual Awakening: Proses Manusia Menemukan Makna dalam Setiap Kehidupannya” yang digelar pada 25–26 Juli 2026 di Menara 165, Jakarta.

Program tersebut merupakan bagian dari komitmen FDC Foundation dalam mendukung penguatan karakter, kepemimpinan, serta kecerdasan emosional dan spiritual guru sebagai salah satu pilar penting dalam mencetak generasi Indonesia yang berkualitas.

Dalam kegiatan itu, para peserta mengikuti pelatihan bersama sekitar 700 peserta dari berbagai profesi dan institusi. 

Selain guru, pimpinan dan staf FDC Dental Clinic juga berpartisipasi untuk memperkuat nilai kepemimpinan, integritas, kolaborasi, serta kecerdasan emosional dan spiritual yang dapat diterapkan dalam lingkungan kerja maupun kehidupan sehari-hari.

Pelatihan menghadirkan pendiri ESQ, Ary Ginanjar Agustian, sebagai narasumber. Melalui berbagai materi, peserta diajak membangun kesadaran diri dengan menyeimbangkan kecerdasan intelektual (IQ), emosional (EQ), dan spiritual (SQ) sebagai bekal menghadapi tantangan dalam kehidupan maupun dunia kerja.

Founder & CEO FDC Dental Clinic sekaligus Founder FDC Foundation, Ita Lestari, mengatakan pengembangan kapasitas guru merupakan investasi sosial yang memberikan manfaat jangka panjang bagi dunia pendidikan.

“FDC percaya bahwa guru memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang sehat, berkarakter, dan percaya diri.

Dukungan pelatihan ESQ ini merupakan bagian dari komitmen FDC untuk memperkuat kapasitas para guru, tidak hanya dalam membangun kecerdasan emosional dan spiritual, tetapi juga dalam menanamkan kebiasaan hidup sehat kepada siswa,” ujar Ita.

Ia berharap para guru mampu menghadirkan proses pembelajaran yang positif dan menginspirasi.

“Kami berharap para guru dapat terus menghadirkan pembelajaran yang positif, menginspirasi, dan melahirkan lebih banyak senyum sehat bagi generasi masa depan,” katanya, melansir dari media massa. 

Menurut Ita, peningkatan kapasitas guru tidak hanya berkaitan dengan kompetensi mengajar, tetapi juga pembentukan karakter dan nilai-nilai positif yang akan ditransformasikan kepada peserta didik.

Guru dinilai memiliki peran strategis dalam membangun generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, empati, dan kepedulian terhadap sesama.

Ia menambahkan, melalui program tersebut FDC Foundation berharap para guru memperoleh pengalaman belajar yang dapat memperkuat kepemimpinan, meningkatkan ketangguhan dalam menghadapi tantangan pendidikan, serta memberikan dampak positif bagi lingkungan sekolah dan masyarakat.

“Nilai-nilai yang diperoleh selama pelatihan diharapkan menjadi bekal untuk menciptakan proses pembelajaran yang lebih humanis, inspiratif, dan berorientasi pada pembangunan karakter peserta didik. 

Dukungan terhadap peningkatan kapasitas guru menjadi salah satu komitmen berkelanjutan FDC Foundation dalam berkontribusi menciptakan generasi Indonesia yang sehat, berkarakter, dan berdaya saing,” pungkas Ita.

Kota Bekasi Bakal Disulap Jadi Lumbung Talenta Nasional, Anak Disabilitas dan Gen-Z Siap Digembleng Teknologi Canggih ESQ!

By News, Uncategorized No Comments

Sebuah langkah revolusioner dalam dunia pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) resmi dimulai di Kota Bekasi. Pemerintah Kota Bekasi menggelar pertemuan strategis dengan pendiri ESQ, Prof. Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian beserta jajaran pimpinan seperti Dr. dr. Kusnanto Saidi, MARS dan Dr. Jhonny. 

Pertemuan penting ini menyepakati agenda besar untuk mengubah wajah Kota Bekasi menjadi “Lumbung Talenta Nasional” berbasis teknologi pemetaan minat dan bakat canggih yang dikenal dengan nama TalentDNA – yang diinisiasi oleh Ary Ginanjar.


Kolaborasi ini tidak hanya menyasar sektor pekerja formal, melainkan juga menyentuh akar rumput yang selama ini jarang terjamah secara optimal, mulai dari penyandang disabilitas, generasi muda di tingkat SMP melalui Program GENRE, hingga penyiapan ribuan UMKM dan tenaga kerja di kawasan industri raksasa Bekasi Raya.

Salah satu poin paling mengejutkan sekaligus menyentuh dari hasil kesepakatan ini adalah ditempatkannya kelompok disabilitas sebagai showcase atau percontohan utama. 

ESQ bersama Pemkot Bekasi berkomitmen memulai pilot project pemetaan TalentDNA secara gratis di salah satu Sekolah Luar Biasa (SLB) Kota Bekasi. Program ini akan melibatkan langsung para siswa beserta guru pendampingnya. 

Pemkot Bekasi dan ESQ menegaskan bahwa pemetaan bakat ini bukan sekadar formalitas di atas kertas. 

Seluruh hasil pemetaan TalentDNA pada anak-anak disabilitas akan dianalisa secara komprehensif, di mana anak-anak yang memiliki bakat artikulatif akan diberikan pembekalan khusus seperti Public Speaking dan Bahasa Inggris. 

Aksi nyata ini nantinya akan langsung didemonstrasikan di hadapan Wali Kota Bekasi pada agenda puncak 29 Agustus 2026 mendatang, di mana para siswa disabilitas akan menunjukkan bakat terbaik mereka, seperti pembacaan puisi yang didampingi langsung oleh expertnya.

Fokus kerja sama ini bertumpu pada tiga pilar utama. Pilar pertama adalah penyiapan “Bekasi Lumbung Talenta Nasional” melalui pemetaan karakter dan potensi pencari kerja, siswa SMP, hingga percontohan di sekolah disabilitas.

Pilar kedua memuat pengembangan ESQ Halal Hub dan Program Penyelia Halal. Melalui TalentDNA, tim akan mengidentifikasi kandidat yang memiliki kemampuan analitis tinggi untuk dicetak sebagai Penyelia Halal dan Auditor Halal (khususnya memanfaatkan lulusan Ahli Gizi) guna melayani potensi besar di kawasan industri raksasa seperti MM2100 dan Jababeka. 

Pilar ketiga berfokus pada penguatan Gen-Z dan penyiapan bonus demografi sejak dini melalui sinergi dengan Dinas Pendidikan untuk jenjang SMP hingga SMA dan SMK.

Guna memantapkan program ini, rangkaian langkah maraton telah disusun rapat. Langkah awal dimulai dari penyampaian Surat Audiensi II dan penyerahan draft MoU “Bekasi Lumbung Talenta Nasional” kepada Wali Kota Bekasi melalui fasilitasi Dr. Kus. 

Selanjutnya, tim ESQ langsung bergerak mengeksekusi piloting TalentDNA di sekolah disabilitas, menyusun proposal, serta menyiapkan skenario demonstrasi hasil pemetaan untuk dipaparkan terlebih dahulu kepada Wali Kota sebelum penghujung Agustus. 

Rangkaian kegiatan ini akan bermuara pada momen krusial tanggal 29 Agustus 2026. Pada tanggal tersebut, Ary Ginanjar dijadwalkan hadir secara khusus dan naik ke panggung utama untuk meresmikan penandatanganan MoU bersama Wali Kota Bekasi, sekaligus meluncurkan program ESQ Halal Hub secara resmi.

Selain Kota Bekasi, program kolaborasi strategis ini juga dijajaki untuk diperluas ke wilayah Kabupaten Bekasi dengan dukungan Bupati setempat, serta menjajaki potensi kerja sama dengan SPPG. 

Melalui langkah komprehensif ini, Pemerintah Kota Bekasi optimistis dapat melompat lebih jauh dalam penyiapan tenaga kerja yang presisi, inklusif, dan adaptif terhadap tantangan zaman, sekaligus memberikan nilai tambah nyata bagi peningkatan kualitas SDM masyarakat Kota Bekasi secara keseluruhan.