Industri properti adalah sektor yang selalu populer di negara kita. Masyarakat Indonesia suka berinvestasi di bidang properti karena meyakini akan imbal besar yang akan diperoleh dalam bidang usaha yang satu ini. Hal ini terbukti dari maraknya penjualan apartemen, rumah dan berbagai bentuk investasi properti lainnya, dalam waktu yang cukup cepat.
Dalam realitanya, harga properti memang terus meningkat dengan cepat setiap tahunnya. Di satu sisi ini sangat menguntungkan bagi para pengusaha, di sisi lain, kebutuhan masyarakat akan properti pun mudah dipenuhi dengan banyaknya perusahaan yang fokus di bisnis ini.
Untuk meningkatkan kolaborasi dan kerjasama pada para karyawan, pimpinan dan staf, South City pada tanggal 14 Maret 2019 menyelenggarakan Outbond bersama ACT Consulting.
ACT Consulting dipercaya untuk menjadi fasilitator dalam kegiatan Outbond Team Building and Meaning of Work bagi 63 orang pimpinan dan staf South City. South City sendiri adalah sebuah perusahaan properti yang cukup besar yang tengah dikembangkan di kawasan selatan dari arah kota Jakarta. Acara outbond ini berlangsung di area Hotel Aston Sentul, Bogor.
Outbond dan training ini dipandu oleh Coach Ramdani dan Ksatria Dadang Suhendar. ACT Consulting berharap agar program ini dapat bermanfaat bagi peserta dan dapat membantu dalam upaya meraih target South City di tahun 2019-2020.
Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara membentuk karakter para pegawai dan pimpinan hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).
Iorgulescu (2016) dalam Cross Cultural Management Journal menyampaikan bahwa Generasi terbaru yang memasuki dunia kerja saat ini disebut sebagai Generation Z atau Gen Z. mereka lahir antara tahun 1995 -2012. Sejumlah karakteristik yang dimiliki oleh generasi ini adalah fokus mereka pada dunia karir. Kebanyakan dari mereka memiliki sikap suka bekerja keras.
Generasi ini juga adalah generasi global yang lahir di era
dimana internet telah digunakan secara
umum oleh masyarakat. Hal ini
menjadikan mereka sebagai digital natives atau penduduk asli di dunia digital. Karena
sejak lahir atau berumur beberapa tahun, mereka telah berinteraksi secara
langsung dengan berbagai perangkat elektronik yang disebut gawai atau gadget.
Karena menyadari posissi mereka sebagai digital natives, gen Z
memilih jalan yang bijak dengan bersikap hati-hati dan menghargai koneksi dan
privasi orang lain dengan lebih baik. Mereka menyadari dampak dari keburukan
yang dapat tersebar di sosial media.
Gen Z juga memiliki karakteristik yang beragam. Mereka ingin
dihargai karena keunikan dan perbedaan yang mereka miliki. Tidak suka
disamaratakan atau diserupakan dengan orang lain. Apalagi bila
dibanding-bandingkan. Hal ini dapat membuat mereka demotivasi atau menurun
semangatnya.
Implikasi dari berbagai realita yang ditemui pada gen z membuat
desain pekerjaan dan desain tempat kerja yang diperuntukkan bagi mereka, harus
dipikirkan secara khusus.
Pada tahun 2030, 20% dari tenaga kerja yang memegang tanggung
jawab di berbagai bidang pekerjaan terdiri dari Generasi Z ini. Mereka memiliki values atau
nilai-nilai yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Untuk itu, mereka
menginginkan fleksibilitas dalam pekerjaan yang mereka lakukan. mereka juga
ingin agar perusahaan memberikan peluang untuk mereka berkonsentrasi pada
kehidupan pribadi secara seimbang dengan pekerjaan.
Di dalam tempat kerja dan desain pekerjaan juga perlu diberikan
sejumlah pilihan yang dapat mereka ambil. Perusahaan juga harus lebih luwes
dalam menghadapi Gen Z dengan memberikan penyesuaian yang diinginkan oleh
generasi ini. bila hal ini dipenuhi, gen z ini akan merasa lebih nyaman dalam
bekerja di perusahaan Anda.
Selain itu yang juga harus dipertimbangkan untuk para gen Z ini
adalah berbagai pilihan yang dapat diberikan dalam hal akses terhadap informasi
dan transportasi. Gen z yang juga generasi global ini, menyukai bila diberikan
peluang dalam berbagai proyek yang dapat memperkaya pengalaman mereka.
Komunikasi yang dilakukan pada gen z tidak bisa bersifat satu
arah. Melainkan harus bersifat interaktif, dan turut menjadikan mereka sebagai
subyek, bukan hanya sebagai obyek. Kelebihan yang mereka miliki dalam
mengekspresikan pikiran, perasaan dan keinginan, harus dihargai dengan baik.
Selain itu masih banyak sekali cara yang dapat dilakukan untuk
membuat gen z betah bekerja bersama Anda. Di masa depan, mereka akan menjadi
penerus dari berbagai usaha yang hari ini tengah Anda kembangkan. Untuk
mendapatkan bantuan mengenai cara membentuk karakter para pegawai dan pimpinan
hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT
Consulting memiliki langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi
kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).
Semua bisnis membutuhkan integritas. Terutama di dalam bisnis finansial dimana banyak kapital yang menjadi amanah. Beragam upaya untuk membangun integritas ke dalam karakter seorang karyawan di lembaga finansial, merupakan sebuah kewajiban.
Terutama di era ekonomi informasi, dimana kepercayaan masyarakat ditentukan oleh apa yang tersebar di media sosial dan elektronik. Sedikit saja ada kasus terjadi, ekspos yang dilakukan masyarakat dapat meruntuhkan kepercayaan para pemegang saham kepada lembaga atau korporasi yang bersangkutan.
Untuk itu, Bank CIMB Niaga melakukan upaya yang sangat serius dan intensif dalam hal menanamkan karakter integritas kepada para pegawainya.
Hari kamis tanggal 14 Maret 2019, ACT Consulting mendapatkan kepercayaan kembali untuk melaksanakan Training Building Integrity and Motivation untuk Batch yang ke-29
Acara ini dihadiri oleh para Supervisor dan Manager di CIMB Niaga, Training ini dipimpin oleh Coach Achmad Zaki dan Trainer Jaya Bhakti Nurhana. Acara ini berlangsung di Bumi Learning Center, CIMB Niaga, Bogor.
Menurut Price Waterhouse Cooper, pada tahun 2020, 50% tenaga kerja global terdiri dari para millenial. Aspirasi karir mereka, sikap mereka terhadap kerja, dan pengetahuan yang dimiliki oleh para millenials ini akan membentuk masa depan bisnis Anda. Millenials penting karena mereka akan memaksimalkan skill mereka yang baik dalam pengetahuan teknologi terkini, untuk memudahkan komunikasi dan pelaksanaan pekerjaan.
Brack & Kelly (2012) menganggap millennial sebagai generasi
kolaborator, sementara generasi sebelum mereka disebut sebagai generasi
cowboys. Generasi pendahulu ini menggunakan pecut untuk membuat bawahan mereka
bekerja. Hal ini tidak dapat dilakukan pada generasi millennial yang sangat
peka dan sensitif serta menguasai teknologi. Karena itu, mungkin sekali
ditemukan di berbagai perusahaan, adanya ketidaksingkronan antara para
millennial dengan generasi sebelumnya, karena faktor ini.
Wilyerd (2015) dalam Harvard Business Review menyampaikan bahwa millenials ingin menerima coaching di tempat kerja. Tim Gallwey (dalam Wilyerd, 2015), menyampaikan bahwa “Coaching membuka potensi seseorang untuk memaksimalkan kinerja mereka sendiri. Ini membantu mereka belajar, daripada mengajar mereka. ”Atau sebagaimana diterapkan pada dunia bisnis, Coaching bukan tentang memberi tahu orang apa yang harus dilakukan, tetapi membantu mereka mencapai semua yang mampu mereka lakukan dan menjadi”.
Untuk itu ACT Consulting mengundang Anda dalam acara:
“Unlocking The Power of Millenials”
Rabu, 27 Maret 2019
Pukul: 09.00 – 11.30
Mini Auditorium lantai 4, Menara 165
Jl. Tb Simatupang kav 1, Cilandak – Jakarta Selatan
Registrasi berlaku Untuk 2 orang
Klik link berikut ini atau daftar melalui kawan kami Aziz (0821-2356-7237)
Bit.ly/Act-HC
Bit.ly/Act-HC
Bit.ly/Act-HC
Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara membentuk karakter para pegawai dan pimpinan hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).
Budaya perusahaan ditentukan oleh sejauh mana karyawan mengetahui dan mendalami nilai-nilai perusahaan yang sifatnya mendasar. Selain itu yang mendasari budaya perusahaan adalah pemetaan Visi dan Misi Organisasi dan Perusahaan.
Apabila values, visi dan misi telah sejajar, dan dipahami secara baik, maka tujuan pendirian perusahaan akan dapat dicapai dengan lebih mudah. Karyawan akan dapat bekerja dengan penuh semangat dan totalitas, karena menyadari pentingnya misi bekerja yang mereka emban sebagai amanah.
Setelah memahami tujuan organisasi dengan benar, karyawan akan dapat bekerja dengan fokus. Kreativitas yang diberikan akan terarah. Waktu bekerja juga akan dimanfaatkan dengan lebih optimal. Dengan begitu, semua tujuan dan target yang ditetapkan akan lebih mudah dicapai bersama-sama, secara kolaboratif oleh semua bagian.
Turangga Rosources di tanggal 12-13 Maret 2019 menyelenggarakan Training EQSIS-Values Internalization batch 5 yang diikuti oleh perwakilan karyawan setiap divisi Head Office.
Bapak Arianto sebagai Direktur Operasional saat opening speech menyampaikan pesan bahwa Values EQSIS adalah perekat karyawan Turangga untuk bisa bersama-sama mencapai visi perusahaan.
Coach Rinaldi Agusyana sebagai salah satu direktur di ESQ Group juga turut hadir saat opening kegiatan. Coach Trie Setiatmoko (Tiko) dan Ilham Nugraha, yang memandu serangkaian program Values Internalization di Turangga Resources.
Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara membentuk values internalization agar menjadi karakter para pegawai dan pimpinan hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).
Half Day Training Motivasi Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pemerintah Kota Tangerang Selatan diberikan oleh ACT Consulting pada tanggal 12 Maret 2019.
Modul Motivasi disampaikan oleh Coach Muhammad Zaki, dan Trainer Syaiful serta tim dari ESQ dan ACT Consulting.
Acara ini diselenggarakan dalam rangkaian Bimbingan Teknis Manajemen Perubahan yang tengah dilangsungkan oleh Pemerintah Kota Tangerang Selatan.
Pemerintah Kota Tangerang Selatan bermaksud meningkatkan Produktivitas Kinerja Aparatur Pegawainya melalui berbagai kegiatan yang diberikan ke berbagai Badan dan Biro yang ada dalam pemerintahan.
Upaya ini merupakan bagian dari kerja keras yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Tangerang Selatan untuk meningkatkan kualitas kepada masyarakat melalui berbagai langkah terpadu.
Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara membentuk karakter para pegawai dan pimpinan hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).
“We need learning and information support to be as easy and intuitive to use. Shifting from “instructional design” to “experience design” and using design thinking are key here. And we have to look at employees’ journeys at work, so we can produce learning that is simple and easy in the flow of work.”
Josh Bersin, writer & global industry analyst (Forbes,
2017).
WHY DIGITAL LEARNING SOLUTIONS?
Kurva Ebbinghaus di bawah ini menunjukkan bagaimana suatu materi pembelajaran konvensional dilupakan. Pembelajaran konvensional hanya bertahan sebentar saja. Bahkan, dari 80% pemahaman, akan terlupakan menjadi 50% saja hanya dalam waktu 10 menit setelah suatu kelas training selesai, dan kurang dari 10% materi training masih diingat dalam waktu seminggu setelah training selesai.
Namun, karena
sifatnya yang mudah diulang dan tidak memakan biaya pengulangan, Digital
Learning menunjukkan efek sebaliknya. Melebihi pembelajaran konvensional yang
hanya dapat diingat sebanyak 80% dari keseluruhan materi, Digital learning
menunjukkan kenaikan persentase hingga diatas 95% jumlah materi yang dapat
diingat karyawan. Untuk mempertahankan efek mengingat tersebut, perusahaan
hanya perlu memastikan tiap karyawan kembali melakukan review training dengan
kembali mengakses materi online training yang sama setelah 1 hari, 1 pekan, dan
1 bulan sesudah tiap sesi training digital.
WHAT ARE ESQ DIGITAL LEARNING SOLUTIONS?
Sebuah pengalaman belajar, akan menumbuh kembangkan berbagai bakat dan potensi karyawan. Secara simultan, karyawan yang telah berkembang berarti organisasi perusahaan Anda akan berkembang sebagai hasilnya.
ESQ memiliki 3 metode pembelajaran digital yang ditujukan untuk
memberikan pengalaman belajar sebagai sebuah perjalanan (experiental learning journey).
Solusi yang telah dikembangkan ESQ dalam pembelajaran digital terdiri
dari;
Virtual Training
Virtual Coaching
Webinar Management
3 PATHWAY OF ESQ DIGITAL SOLUTIONS
Virtual Training
Solusi training
yang komprehensif, untuk menjawab masalah jarak, biaya dan waktu. Menjangkau ratusan
bahkan ribuan karyawan dalam waktu yang sama, dan program maintenance yang lebih termonitor
dan berkesinambungan.
Dengan
beragam digital content yang tersedia:
E-movie: Video konten berisi materi pembahasan yang
bisa disesuaikan dengan kebutuhan organisasi (customized).
Digital Library; perpustakaan online
yang terdiri dari berbagai buku yang relevan dengan tema pembelajaran.
Digital Motivation; Quotes inspirasional yang disebarkan
secara berkala dengan tujuan untuk mengingatkan peserta terkait modul yang
sudah dipelajari.
E-Learning:
Modul pembelajaran yang disusun dengan
menggunakan sistem elektronik sehingga mampu mendukung proses pembelajaran
Virtual Coaching;
Platform pembelajaran yang bersifat adaptif. Membantu karyawan dalam
memetakan masalah mereka dan memperoleh solusi. Dalam platform Virtual Coaching
ini juga karyawan juga bisa mendapatkan langsung solusi dari CEO, Trainer dan
Tokoh, dalam bentuk short videos. Layanan penuh dari aplikasi Virtual Coaching
ini terdiri dari;
Emotion mapping (mood states evaluation),
Tree maps of problems,
Solutions Ideas
Webinar management
Merupakan sesi CEO Talks yang mempertemukan karyawan dengan CEO, sehingga jumlah karyawan yang ratusan hingga puluhan ribu bisa memiliki kesempatan untuk melakukan tatap muka interaktif dengan CEO. Dikemas secara profesional dalam konsep program Televisi.
Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara membentuk karakter para pegawai dan pimpinan hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki solusi Digital Training sesuai dengan keperluan organisasi Anda. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).
Honey (2000) dalam Ellis dan Kuznia (2014) menyampaikan tingkat manfaat digital training bagi karyawan yaitu bahwa 90% dari peserta digital training menyampaikan bahwa apa yang mereka pelajari adalah hal yang berguna. Sementara, 81% provider digital training dan 66% pegawai setuju bahwa digital training akan memberikan keuntungan yang besar bagi kapasitas korporasi dan organisasi untuk belajar.
Secara umum, partisipan yang mengikuti penelitian memberikan komentar dan pandangan yang positif terhadap digital training karena kenyamanan yang mereka rasakan. Walau begitu, kita perlu memperhatikan sejumlah faktor lain yang berpengaruh pada keberhasilan digital training seperti faktor motivasi belajar dan kebiasaan belajar mandiri yang berbeda-beda tingkatnya pada masing-masing peserta. Ketidak mampuan seseorang untuk mengatasi kesulitan belajarnya secara mandiri dan kurangnya motivasi untuk berubah dapat menjadi faktor yang menyebabkan seseorang mempertanyakan kegunaan dan manfaat dari digital training pada dirinya.
Menurut Adkins (2011) dalam Ellis
dan Kuznia (2014), biaya yang dihabiskan oleh korporasi untuk menggunakan dan
membeli produk digital training di Amerika Serikat diestimasi telah mencapai
hingga 6,8 milyar dollar Amerika, dan di tahun 2015 biaya yang dikeluarkan
untuk digital training mencapai angka hingga 7,1 milyar dolar Amerika.
Untuk menemukan angka tersebut
diatas, Adkins (2011) melakukan penelitian pada perusahaan kecil, sedang dan
besar, dan memperhitungkan demand korporasi tersebut terhadap produk dan layanan
digital training. Dari seluruh pasar e-learning di Amerika Serikat, korporasi
mengambil porsi hingga 37,4% dan merupakan segmen terbesar bagi pasar
e-learning di Amerika serikat.
Hal ini karena berbagai manfaat
digital training bagi karyawan yang mencakup sejumlah faktor yaitu;
pengurangan biaya training dengan menggunakan solusi
training virtual
kostumisasi solusi training untuk para pegawai
kemampuan untuk menyimpan data training secara detail.
Terdapat catatan yang rinci tentang performa pegawai, kebutuhan training
mereka, dan informasi penting lainnya.
Kemampuan untuk memproduksi modul sesuai kebutuhan yang
meningkat terhadap solusi training
Aksesibilitas pada sumber training yang akurat dan
terbaru, tersedia melalui ujian yang sistematis dan update dari materi
e-learning dan informasi dari para ahli di bidangnya.
Pilihan yang disediakan antara digital training bersama
di kelas atau secara pribadi.
Untuk melihat bagaimana manfaat
digital training atau e-learning bagi karyawan, Sebuah studi empiris dilakukan
dengan melibatkan 200 pegawai di Tunisia. Penelitian yang dilakukan di tahun
2013 oleh Rym, Olfa dan Melika tersebut menunjukkan bahwa pegawai di Tunisia
memperhatikan berbagai hal di dalam digital training, yang menjadi faktor
penentu tingkat penerimaan metode training digital ini dibanding metode traning
konvensional.
Sejumlah aspek tersebut adalah (Rym,
Olfa dan Melika, 2013); persepsi peserta tentang manfaat dari training yang
diikuti, kemudahan yang ditemui saat pelaksanaan e learning atau digital
training, kemudahan dalam memahami materi yang diberikan, dan pengaruh faktor
dari perangkat teknologi komunikasi yang digunakan.
Sejmlah hal diatas disampaikan
sebagai faktor individual yang mempengaruhi bagaimana teknik training digital
akan dikembangkan setelahnya. Selain itu ada juga faktor yang bersifat
organisasi atau faktor sistem yang juga menjadi faktor penentu dalam tingkat
penerimaan e-learning atau digital training bagi para pegawai di Tunisia.
Sebelumnya, penelitian yang
dilakukan oleh Favier et al pada tahun 2004 di Perancis menunjukkan bahwa pihak
yang menentukan perkembangan platform e learning adalah para peserta, tutor
atau trainer, dan juga institusi dimana proyek e learning dilakukan. Hal ini
sejalan dengan penelitian yang juga dilakukan di Perancis oleh R. Meissonier
dan E. Houzé di tahun 2004. Menurut sumber tersebut, ada sejumlah manfaat
digital training bagi karyawan, yaitu dalam hal;
Kemudahan belajar dengan perulangan yang lebih baik;
hal ini karena e learning menyediakan akses yang mudah ke sumber-sumber
pengetahuan yang relevan dan berguna. Collins et al (2003) dalam
penelitian yang dilakukan di Inggris menunjukkan bahwa metode pembelajaran
training secara digital meningkatkan rasio penggunaan dan penyimpanan
informasi.
Fleksibilitas tempat dan lokasi; e learning memberikan
kesempatan pada peserta untuk menghadiri training di waktu dan tempat yang
tak terbatas (Tseng et al, 2007, dalam penelitian yang dilakukan di
Taiwan); hal ini sesuai dengan pendekatan “just in time” yang diberikan.
Kesempatan untuk melakukan beragam penyesuaian/
kostumisasi; e-learning memberi kesempatan bagi peserta untuk belajar
sesuai dengan ritme belajar pribadi mereka, dan dapat memilih sesuai
dengan agenda pribadi yang dimiliki.
Meningkatkan Produktivitas; e-learning atau digital
training menawarkan kesempatan pada peserta untuk memperbaiki dan
meningkatkan tingkat efektivitas mereka dalam belajar
Kolaborasi antar institusi dengan komunitas dan
kesempatan interaktif; karena e learning atau digital training mengikat
para pesertanya dengan peserta lain dan dengan para ahli bersama-sama
untuk membentuk komunitas belajar yang kolaboratif.
Rym, Olfa dan Melika (2013) juga
menyebutkan adanya faktor sistemik yang mempengaruhi tingkat penerimaan manfaat
digital training bagi karyawan yaitu;
Efek dari kualitas konten di dalam digital
training, yang mempengaruhi persepsi peserta tentang tingkat manfaat
training. Hal ini ditemukan sebagai hasil yang signifikan dan
positif. Sejalan dengan hasil yang diperoleh oleh Lee (2006, dalam
penelitian di Taiwan), serta hasil yang diperoleh oleh Pituch dan Lee
(2006, dalam penelitian di Texas, Amerika Serikat, dan Taiwan).
Semakin baik dan kaya kualitas dari e-learning, serta
adanya konsistensi sistem yang mengupdate konten secara regular, semakin
tinggi persepsi peserta terhadap tingkat urgensi dari materi
Sikap terhadap nilai manfaat dari e-learning atau
digital training nampak menjadi faktor penentu dan menjadi sangat penting
untuk penggunaan fasilitas belajar melalui digital training ini
Secara sejajar, selain dari hal
diatas, penelitian yang dilakukan oleh Rym, Olfa dan Melika (2013) juga
menunjukkan;
Tingkat urgensi perlunya pengaruh positif yang dapat
ditimbulkan secara langsung, yang dapat mengubah persepsi mengenai manfaat
digital training. Hal ini menentukan bagaimana sikap selanjutnya yang
ditunjukkan oleh para peserta.
Secara tidak langsung, didapatkan juga nilai dari
persepsi terhadap pentingnya digital training yang menunjukkan angka yang
cukup tinggi, yaitu t = 7.421; p = 0.000, g = 0.682
Didapatkan juga pengaruh dari tingkat persepsi manfaat
training pada sikap peserta pada training. Hal ini ditemukan lebih
berpengaruh dibandingkan tingkat persepsi peserta terhadap kemudahan
penggunaan perangkat IT dalam mengikuti digital training.
Sementara, di tahun 2014, Ellis dan
Kuznia dari Amerika Serikat mempelajari bagaimana pengaruh korporat e-learning
terhadap para pegawainya. Ternyata ditemukan bahwa kesuksesan digital training
sangat bergantung pada bagaimana korporasi dan organisasi mendukung dan melatih
pegawai untuk menggunakan teknologi pembelajaran.
Selain itu, sejumlah faktor lain
yang sangat mempengaruhi tingkat kegunaan digital training diantaranya adalah
(Ellis dan Kuznia, 2014);
komitmen dari jajaran manajemen senior,
kemudahan dalam penggunaan digital training atau
platform digital training yang bersifat user friendly,
tingkat efektivitas dari program digital training yang
diberikan
investasi korporat di bidang sumberdaya manusia, dan
budaya organisasi yang mendukung inovasi dan
pembelajaran (Schweizer, 2004).
Untuk mengetahui kelebihan digital training, anda bisa mengakses
link ini. Selain hal diatas, terdapat juga hasil
penelitian mengenai Kurva Ebbinghaus yang mempengaruhi hasil belajar yaitu;
Untuk mendapatkan bantuan mengenai
cara membentuk karakter para pegawai dan pimpinan hingga dapat mengakselerasi
perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki solusi
Digital Training sesuai dengan keperluan organisasi Anda. Hubungi kami via
email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).
Pak Risono, President Director PT GAG Nikel menyatakan bahwa apa yang dialaminya selama Training Transformational Leadership adalah sebuah jalan untuk mewujudkan Indonesia Emas, sebuah hal yang dahulu diucapkannya di depan Ka’bah dua tahun yang lalu.
Pak Risono percaya bahwa Indonesia adalah Negara Besar yang membutuhkan banyak pemimpin yang memiliki kekuatan prinsip yang berasal dari keimanan, yang dapat menciptakan generasi yang sejahtera, tanpa bergantung pada negara lain dan tanpa bergantung pada prinsip yang salah.
Pak Risono mengaku melihat promosi training Transformational Leadership ini dan dalam sekejap mata langsung memutuskan untuk mengikutinya. Setelah mengikutinya, ia meyakini bahwa apa yang ia temukan adalah Jalan Terbaik dari Tuhan.
Di dalam Training Transformational Leadership ini Pak Risono merasakan ikut dirangkul dalam komunitas orang-orang yang memiliki prinsip yang sama untuk membangun Indonesia yang lebih baik. Di Training ini ia dipersatukan dengan orang-orang yang juga para pemimpin, yang memiliki visi besar dan mulia yang sama dengannya.
Pak Risono merasa Training Transformational Leadership ini adalah jalan yang dibukakan oleh Illahi, yang membuatnya memiliki kesempatan untuk menyebarkan kebesaran Cahaya Illahi dengan membangun generasi yang kuat, generasi yang tidak kelaparan, yang tidak bergantung pada budaya atau negara lain.
Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara membentuk karakter para pegawai dan pimpinan hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).
Bapak Drs U. Saefudin Noor, Direktur Utama Perum Jasa Tirta II mengucapkan bahwa Program Transformational Leadership adalah lebih dari sekedar Training. Namun ini adalah sebuat proses refleksi kepemimpinan, perjalanan untuk menemukan diri sendiri, yang dijalaninya mengenai masa-masa yang dijalaninya sebagai seorang pemimpin.
Dalam Training Transformational Leadership ini Pak Saefudin menyatakan bahwa Training dua hari bersama DR HC Ary Ginanjar Agustian adalah sebuah perjalanan untuk melihat tujuan dan untuk melihat hari ini, dan bagaimana cara untuk mencapainya kedepan.
Menurut Pak Saefudin, mengubah (change management) adalah sesuatu hal yang sulit, namun dengan menemukan tujuan yang jelas, dan kemampuan untuk mampu melihat keadaan saat ini, maka perubahan akan dapat dilakukan dengan mudah.
Bila kita tidak tahu dan tidak dapat menemukan kekuatan diri kita, dan tujuan yang kita ingin capai, maka perubahan akan menjadi sulit. Namun dengan dapat menemukan tujuan yang betul, dan dapat menemukan kekuatan apa yang kita miliki untuk mewujudkannya, maka perubahan yang diinginkan akan dapat dicapai.
Pak Saefudin menyatakan bahwa Training Transformational Leadership ini telah sangat menginspirasi dirinya dan para peserta lainnya untuk dapat melihat tujuan yang jelas tersebut, dan membuat para peserta mampu melihat kekuatan apa yang masing-masing orang telah miliki untuk mewujudkannya.
Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara membentuk karakter para pegawai dan pimpinan hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).