Category

Article

Kondisi Ekonomi Dunia dan Situasi Gawat Darurat di Berbagai Kawasan Dunia Terkait Kejadian Luar Biasa Akibat Virus Corona

By Article No Comments

Pada tanggal 2 maret 2020, pemerintah Indonesia telah menyatakan dua orang warga Depok telah dinyatakan terjangkit virus Corona. Hal ini karena kedua orang tersebut tertular dari seorang warga Jepang yang pada pekan-pekan sebelumnya tengah melawat di Indonesia. Ibu korban pun yang terkena dan kemudian keduanya kini telah dirawat di Rumah Sakit Sulianti Saroso khusus Infeksi menular. 

Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta kemudian memberikan sejumlah warning khusus yang disebarkan kepada umum. Hal ini terutama karena sejak tanggal 31 Januari 2020, badan kesehatan dunia WHO telah menyatakan kondisi gawat darurat berkenaan dengan penyebaran wabah virus corona ini ke seluruh dunia. 

Sebuah media internasional yang berlokasi di Amerika Serikat, The New York Times memberitakan tentang bagaimana virus corona yang menyebar dari pasar Huanan, kota Wuhan, provinsi Hubei di China, yang telah menyerang hampir ke seluruh dunia. Disebutkan bahwa total kasus virus corona hingga akhir pekan kemarin telah mencapai lebih dari 87.000 kasus di paling tidak 60 negara yang berbeda di dunia. 

Lebih dari 7000 kasus Covid-19 telah terjadi diluar daratan China. Dari berbagai belahan dunia, diantaranya di Australia, telah terjadi 25 kasus yang telah dikonfirmasi. Di negara itu juga telah terjadi kematian akibat virus corona yang pertama. Kematian tersebut terjadi pada seorang pria yang baru saja menjadi penumpang dalam kapal pesiar Diamond Princess. 

Sementara itu di Amerika Serikat sendiri, pihak pemerintahnya tengah meninjau kasus kematian akibat virus corona pertama di negeri tersebut yang terjadi di negara bagian Washington,  pada pekan lalu. Sebuah dugaan menyebutkan bahwa hal ini mungkin menjadi pertanda bahwa telah ada penyebaran di Amerika Serikat sejak lebih dari 6 pekan sebelumnya. 

Pemerintah China melalui Presiden Xi Jinping berencana untuk melakukan pelarangan penjualan hewan liar yang telah diduga sebagai inang asal peralihan virus dari binatang ke populasi manusia di masyarakatnya. Hal ini terlihat dari publikasi baru yang mengutip dua ceramah Presiden China ini sebelumnya.

Virus Corona ini mencekam berbagai belahan dunia karena penyebarannya yang sangat cepat dan sifatnya yang mematikan. Dengan adanya sejumlah pelarangan terbang dari dan ke China, telah mempengaruhi aktivitas perdagangan dan bisnis berkaitan dengan negara tersebut. 

Karena China merupakan negara kedua terbesar di dunia dalam hal ekonomi, maka beragam aktivitas ekonomi dunia pun menjadi terganggu dan terdampak karena penyebaran virus corona ini. 
Dunia kini tengah dalam ancaman resesi karena virus corona. Terutama karena masalah rantai pasokan dalam berbagai industry dari berbagai perusahaan multi nasional yang memiliki fasilitas produksi di kawasan daratan China. 


Menurut Delkic, dalam menghadapi ancaman resesi tersebut, fokus yang harus diperhatikan dalam industri dan manufaktur kelas dunia tersebut bukan pada shock akibat kekurangan pasokan (supply shock), tapi berbagai negara haruslah berfokus untuk memaksimalkan perangkat ekonomi yang dimiliki tiap negara tersebut untuk mencegah kemunculan shock akibat kemungkinan meningkatnya lonjakan permintaan masyarakat terhadap produk yang pasokan bahan pembuatnya bermasalah seperti industri otomotif dan lain-lain. 


Here’s what you can do:

■ It’s worth repeating over and over again: wash your hands, scrubbing for at least 20 seconds. Also, clean “high touch” surfaces like phone screens.

■ Keep a distance from people who are coughing or sneezing, if possible, as the virus seems to spread through droplets in the air from a cough or a sneeze.

Infografik Velositas Penyebaran Virus Corona Dari Divisi Global Health World Economic Forum

By Article No Comments

World Economic Forum menurunkan sejumlah berita berkaitan dengan Virus Corona (Covid-19). Diantaranya dalam kerjasama WEForum dengan Reuters Graphics, yang menurunkan 3 chart dibawah ini, membandingkan wabah Virus Corona dengan wabah SARS dan MERS sebelumnya.

Sebagai hasil penelitian dari divisi Global Health dari WEForum ini disimpulkan bahwa Virus Corona telah menyebar lebih cepat daripada SARS (Severe Accute Respiratory Syndrome) maupun MERS (Middle East Respiratory Syndrome). Namun dari data terakhir dapat disimpulkan bahwa virus ini tidak lebih berbahaya dibanding SARS maupun MERS. 

Dalam grafis dibawah ini terlihat bagaimana jumlah kasus dari hari pertama didapatkan data kasus pertama. Saat dibandingkan dengan virus baru ini, penyebaran SARS jauh lebih lama untuk mencapai jumlah yang besar. Sementara kasus MERS yang pertama muncul di Arab Saudi pada tahun 2012, membutuhkan waktu delapan tahun untuk menginfeksi sejumlah 2500 kasus. Sementara, hanya memakan waktu sebulan untuk Corona mencapai magnitudo kasus setinggi lebih dari 37.553 kasus baru.

Kecepatan penyebaran virus Covid-19 ini membuat dunia internasional melakukan tindakan tegas dengan membatasi penerbangan dari dan ke China. Sementara pemerintah China sendiri melakukan isolasi tingkat tinggi di kota Wuhan sebagai pusat episentrum penyebaran virus ini. 

https://assets.weforum.org/editor/SuqLaQNkJRgWyVpsf6_CkSutHJ-V2z5ubGpVIXjp7rc.JPG

Disebutkan juga bahwa statistic terbaru mengindikasikan bahwa tingkat fatalitas dari virus ini setinggi 2,2%. Namun ahli patologi menyebutkan bahwa rasio akuratnya bisa lebih tinggi atau lebih rendah karena banyaknya kasus corona yang tidak dikonfirmasikan pada fasilitas medis. 

Sementara sebelumnya, virus SARS menyebabkan kematian pada 10% dari individu yang terinfeksi. Sementara tingkat fatalitas MERS saat terjadi kondisi luar biasa di 2012 mencapai 35%.

https://assets.weforum.org/editor/L_5FLlh7AMy4tethtP52erqkC1-fuRBUEZJOEag2mgM.JPG
https://assets.weforum.org/editor/RutCTcLK4JjN8o0n3em4glScUFtEzGn_SV-DnYPDpMQ.JPG

Virus corona ini memiliki rentang gejala yang lebar. Mulai dari gejala mirip flu hingga kasus akut yang menyebabkan pneumonia, gangguan pernafasan akut, hingga kematian. Sekitar 20% dari kasus yang dikonfirmasi di China diklasifikasikan sebagai gejala yang parah, dengan gejala serupa dengan SARS dan MERS. 

Kecerdasan Emosional Spiritual dan Kematangan Kepemimpinan

By Article No Comments

Kurun waktu di awal 2020 ini kita melihat banyak sekali peristiwa yang melibatkan berbagai model kepemimpinan. Namun dari beragam pemimpin dunia yang kita lihat tersebut, masih terdapat sosok para pemimpin yang melakukan berbagai tindakan tidak matang yang akhirnya membuat negara lain harus menerima dampak buruknya. 

Dalam bahasan dari seorang ahli psikologi spiritualitas, Cindy Wigglesworth (2006), ia mengangkat tema tentang kecerdasan spiritual dan kematangan kepemimpinan. Bahwa dalam masa-masa yang penuh kecemasan, kita memerlukan pemimpin yang memiliki sikap yang matang. Pemimpin yang memiliki kemampuan sosio emosional tinggi. 

Dalam pembahasan ilmu ESQ, DR (HC) Ary Ginanjar Agustian (2018) menyebutkan bahwa jenis pemimpin tertinggi ini telah sampai di level 5 yaitu Service to common good. Untuk mencapai level ini, para pemimpin harus telah melalui berbagai tangga sebelumnya. Dimana ia harus meninggalkan sifat egosentris dan sikap yang masih cenderung mengutamakan kepentingan pribadi atau kelompok. 

Dalam pandangan Wigglesworth, pemimpin yang matang ini memiliki kemampuan menentukan arah tujuan dan menavigasi keadaan geopolitik dalam berbagai keadaan, walau dalam kondisi kehidupan yang pelik dan situasi kisruh sekalipun.  

Pemimpin dengan kecerdasan spiritual yang tinggi, menurut Wigglesworth telah menguasai kemampuan strategis, mampu mendorong dan menginspirasi orang lain. Dengan cara ini, kata-katanya akand idengar, dan ia dapat menciptakan rasa damai dalam situasi terburuk sekalipun. 

Dalam kondisi pelik, kecerdasan spiritual dalam diri seorang pemimpin akan menangkap resonansi gelombang pemikiran dan kekhawatiran masyarakat, dan kemudian ia menjalankan fungsi kepemimpinannya secara terampil, dengan memandang pada tahapan perkembangan yang dimiliki oleh khalayak yang ia tengah hadapi. 

Hal ini, menurut Wigglesworth bukanlah masalah tentang rasa hangat dan nyaman yang diciptakan oleh seorang pemimpin. Namun rasa kasih sayang mendalam yang dimiliki seorang pemimpin yang matang, yang terwujud dalam sejumlah langkah-langkah yang bijaksana. 

Langkah dan kata-kata yang diberikannya mencerminkan integritas pribadi yang dominan. Sejalan dengan tujuan hidup mulia yang dimilikinya.  Pemimpin yang matang secara spiritualitas ini juga harus memiliki keterampilan emosional dan kecerdasan intelektual yang sejalan dengan standar values yang tinggi untuk diterapkan dalam masyarakat dimana ia bertugas. 

Dengan kecerdasan spiritual (dan kecerdasan emosional- ESQ dari DR (HC) Ary Ginanjar Agustian, 1999), seorang pemimpin akan mampu mematangkan sikapnya, mengubah sifat-sifatnya menjadi pantas diteladani, sehingga dalam berbagai proses di masyarakat, ia dapat melaksanakan tugasnya dengan rasa senang dan bahagia. Ia pun harus mampu bekerja dengan semua kalangan untuk dapat menciptakan hasil terbaik untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. 

Namun bila seorang pemimpin ingin mengubah dirinya menjadi lebih baik, yang harus dilakukan adalah melakukan transendensi ego. Ia harus mengubah dirinya terlebih dahulu agar pantas menjadi teladan dari kata-kata dan sikap yang akan dilakukannya. 

Dengan melakukan transendensi ego, contohnya dalam pelatihan Transformational Leadership dari ESQ Training dan ACT Consulting, seorang pemimpin secara seiring akan memperbaiki kondisi inner soul yang berpengaruh pada Bahasa verbal dan non verbalnya. Hingga memunculkan kualitas kepemimpinan yang matang dari dirinya. 

Kemampuan Bahasa verbal dan non verbal dalam diri seorang pemimpin yang ingin kualitasnya menjadi matang dan lebih baik ini, akan lebih baik setelah ia memahami Bahasa spiritual, Bahasa yang menyentuh secara emosional dan mencerminkan kepedulian yang dimilikinya, yang mampu terdengar oleh hati. Hingga mampu melampaui Bahasa umum, namun lebih menyentuh ke sisi hakikat dari berbagai hal yang ia rumuskan, rencanakan dan lakukan. 

Namun lebih dari sekedar kemampuan seorang pemimpin dan daya Tarik seorang pemimpin, kesemua langkah seorang pemimpin yang baik tersebut, haruslah demi kemaslahatan kemanusiaan. Seorang pemimpin yang matang tersebut haruslah mengabdikan dirinya demi kemajuan umat manusia, kesejahteraan masyarakat secara luas, dan meninggalkan kepentingan pribadi dan golongan. 

Sosok pemimpin matang tersebut apakah ada dalam diri Anda? Mari mempelajari bersama cara untuk bertransformasi dan meningkatkan kematangan kepemimpinan diri Anda. Agar mampu mengeluarkan Bahasa sikap dan Bahasa pemikiran yang lebih baik saat Anda harus melaksanakan berbagai langkah strategis yang telah diformulasikan bersama dalam perusahaan, organisasi atau lembaga Anda.

Amazon Love Program Transformasi Budaya Organisasi Yang Menjadikannya Salah Satu Perusahaan Terkaya Dunia

By Article No Comments

Bermula dari sebuah situs penjualan buku, amazon kini menjadi salah satu perusahaan raksasa terkaya di dunia. Bahkan Jeff Bezos mampu memimpin bisnisnya hingga melakukan diversifikasi dalam berbagai bidang industri. Tak tanggung-tanggung, kini Amazon melebarkan sayap bisnisnya hingga ke bidang penjelajahan luar angkasa melalui Blue Origin.

Namun Amazon pernah menghadapi apa yang mirip dengan krisis identitas. Bezos merasa begitu setelah sejumlah pemberitaan yang negatif mulai muncul karena perusahaannya dianggap telah melakukan monopoli. Sebagai pemain utama di dunia penjualan online dunia, Amazon di kala itu memang telah menjadi pemimpin pasar dan telah mulai membeli sejumlah perusahaan kecil yang berpotensi untuk berkembang.

Amazon yang dahulu hanya menjual buku kemudian merambah pasar hingga menjual berbagai barang yang ada dan dibutuhkan. Bahkan langkah Amazon ini menciptakan disrupsi hingga membuat banyak perusahaan retail di Amerika kemudian tutup. Karena kini para pembeli tinggal duduk santai di rumah untuk memperoleh berbagai barang yang mereka inginkan, dengan harga yang lebih murah.

Langkah Amazon untuk mencapai harga lebih murah ini dilakukan dengan melakukan negosiasi pada berbagai produsen. Untuk buku, mereka melakukan nego dengan pihak percetakan. Untuk barang lainnya, mereka mencari produk hingga ke negara asal, demi mendapatkan harga murah.

Berbagai langkah Amazon yang mendisrupsi tersebut dirasakan sebagai hal yang mengganggu dan memonopoli, hingga masyarakat di Amerika kemudian merasa Amazon telah tumbuh menjadi raksasa tanpa hati, demi mendapatkan keuntungan besar.

Protes rakyat Amerika terhadap keberadaan amazon yang dirasa menggurita tersebut muncul dalam berbagai headline di media massa, situs berita, dan dalam demo-demo yang dibuat masyarakat.  Merasakan hal tersebut sebagai hal yang mengkhawatirkan, Jeff kemudian menuliskan sejumlah proposisi dalam satu memo dengan judul Amazon.Love.

Berbagai pernyataan yang ditulis Jeff Bezos dalam memo Amazon.Love tersebut dituliskannya dalam upaya untuk membuat Amazon menjadi perusahaan yang dicintai oleh masyarakat, dan bukan menjadi perusahaan yang ditakuti.

Bezos juga menyampaikan bahwa costumer focus (kredo utama Amazon yang menjadikannya melejit) saja, tidaklah cukup.  Bahkan menjadi perusahaan paling inovatif saja tidaklah cukup. Untuk itulah ia membuat daftar apa saja hal-hal yang ia sukai dan tidak disukai untuk dilakukan oleh para pemimpin di Amazon.

Berbagai pernyataan dalam Amazon.love tersebut diantaranya adalah;

–          Rudeness is not cool. (bersikap kasar itu tidak keren)

–          Defeating tiny guys is not cool. (mengalahkan orang kecil tidaklah keren)

–          Close-following is not cool. (patuh pada orang tertentu saja tidaklah keren)

–          Young is cool. (muda itu keren)

–          Risk taking is cool. (mengambil resiko itu keren)

–          Winning is cool. (menang itu keren)

–          Polite is cool. (ramah itu keren)

–          Defeating bigger, unsympathetic guys is cool. (mengalahkan saingan besar yang tak simpatik itu keren)

–          Inventing is cool. (berinovasi itu keren)

–          Explorers are cool. (petualang itu keren)

–          Conquerors are not cool. (penguasaan itu tidak keren)

–          Obsessing over competitors is not cool. (obsesi pada competitor itu tidak keren)

–          Empowering others is cool. (pemberdayaan orang itu keren)

–          Capturing all the value only for the company is not cool. (menciptakan keuntungan untuk perusahaan saja tidaklah keren)

–          Leadership is cool. (kepemimpinan itu keren)

–          Conviction is cool. (pengakuan itu keren)

–          Straightforwardness is cool. (terbuka itu keren)

–          Pandering to the crowd is not cool. (menarik pasar dengan cara tak pantas itu tidak keren)

–          Hypocrisy is not cool. (munafik itu tidak keren)

–          Authenticity is cool. (otentik itu keren)

–          Thinking big is cool. (berpikir besar itu keren)

–          The unexpected is cool. (tak terduga itu keren)

–          Missionaries are cool. (memiliki misi hidup itu keren)

–          Mercenaries are not cool. (bersikap seperti tentara bayaran itu tidak keren)

Selaku Founder Amazon, Jeff Bezos membuat memo diatas untuk menciptakan semangat sebagai pionir atau “pioneering spirit” sebagai salah satu perusahaan market place paling awal di dunia. Tujuannya agar berbagai nilai tersebut dapat diterima dan dirasakan oleh para konsumennya.

Karena Bezos percaya bahwa bila konsumen mengetahui suatu perusahaan punya visi masa depan yang mereka sukai, maka konsumen akan lebih percaya dan lebih cenderung untuk mendukung perusahaan tersebut. 

Pentingnya Upaya Peningkatan Kecerdasan Spiritual Untuk Mencapai Produktivitas Kerja Yang Lebih Tinggi

By Article No Comments

Banyak organisasi memiliki masalah dengan produktivitas kerja pegawainya. Kebanyakan pekerja tersebut bekerja tanpa motivasi yang tinggi. Seringkali ditemui, hal yang dikejar oleh para pegawai hanyalah imbal kerja yang bersifat finansial. 

Bahkan di beberapa perusahaan terdapat fenomena bahwa sulit melihat adanya pekerja yang memiliki tujuan yang lebih besar dari dirinya sendiri. Bahkan di perusahaan-perusahaan tersebut amat langka ditemukan ada pekerja yang memiliki produktivitas kerja tinggi, dengan integritas dan kejujuran dengan tanpa adanya suatu motivasi atau program tertentu yang diberikan. 

Pertanyaannya, program seperti apakah yang sebaiknya diberikan, agar produktivitas kerja lebih tinggi? Bagaimana pula agar di saat yang bersamaan, pekerja dapat menjadi lebih jujur dan berintegritas, serta mampu patuh pada peraturan walaupun pengawasan yang diberikan tidak ketat.

Di era milenium seperti sekarang ini, banyak perusahaan yang salah kaprah mengartikan keinginan dari para milenial. Banyak yang menyangka bahwa milenial mencari kebebasan, dalam hal waktu dan peluang karir serta kreativitas. Namun ternyata pada sejumlah perusahaan, memberikan kebebasan malah membuat kinerja badan usaha tersebut menjadi terjun bebas. 

Ternyata, baru pada tahun 2019 ini terdapat penelitian yang mengemukakan apa saja unsur yang bisa dikembangkan dalam perusahaan demi mencapai kinerja yang tinggi, produktivitas, integritas, dan kejujuran. Hal tersebut diungkap oleh Weeratungha dan Singh dalam hasil penelitian di Malaysia, yang diterbitkan dalam sebuah jurnal di India. 

Penelitian itu menempatkan sejumlah dasar teori dari beberapa ahli psikologi di dunia. Contohnya adalah Robert A Emmons, Profesor Psikologi dari University of California, yang menulis sejumlah buku tentang spiritualitas dan rasa syukur. Ia menyebut kecerdasan spiritual sebagai kemampuan dan kapasitas individu untuk menyelesaikan masalahnya dan mencapai tujuannya (Emmons, RA, 2000; Spirituality and Intelligence). 

Menurut Weeratungha dan Singh, dari definisi Emmons ini dapat disimpulkan bahwa kecerdasan spiritual di antara karyawan dalam organisasi dapat mengarah pada tingkat kinerja, efisiensi, dan produktivitas kerja yang lebih tinggi.

Mengutip dari Profesor Psikologi lainnya yang juga memiliki keahlian dalam psikologi spiritualitas, Prof Ursula King (2008) mendefinisikan kecerdasan spiritual sebagai kumpulan kemampuan mental yang didasarkan pada fitur kehidupan yang substansial dan mulia. 

Robert A Emmons 1999 lebih lanjut menyatakan bahwa kecerdasan spiritual berkonsentrasi pada kemampuan untuk menarik tema spiritual kedalam sejumlah fungsi kehidupan yang dapat membuatnya menjadi berarti demi suatu hal yang lebih besar di masa depan. 

Kecerdasan spiritual menurut Professor Robert A Emmons ini juga menggambarkan peran dari kecerdasan spiritual seseorang dalam kemampuannya untuk melakukan adaptasi para berbagai situasi dan masalah. 

Dalam berbagai konteks, kecerdasan spiritual ini juga berarti untuk membuat berbagai pekerjaan yang dilakukan dapat memiliki makna yang lebih besar. Bahwa suatu pekerjaan tidak hanya bersifat personal atau pribadi, namun jauh lebih dari itu, aktivitas bekerja, kegiatan produksi, aktivitas kreatif menciptakan produk, memberikan layanan dan jasa, kesemuanya dapat dibuat dalam suatu mindset betapa berharganya pekerjaan seseorang. 

Bahwa dalam pekerjaan seseorang, ia dapat memprediksi dimana posisinya di hadapan Tuhan, mampu melakukan adaptasi sebagai sesama mahluk Tuhan yang diciptakan untuk saling membantu dan berbuat baik. Serta menjalankan fungsi kreatif dengan meniru sifat Tuhan sebagai Sang Pencipta, untuk dapat mengkreasikan berbagai produk dan layanan yang berguna dan menjadikan dirinya berharga di mata Tuhan dan masyarakat. 

Kemampuan untuk memberikan makna pada pekerjaan dan pada keberadaan diri sendiri ini, merupakan suatu wujud kecerdasan spiritual. Seperti dikemukakan oleh JD Mayer (2000) bahwa adanya  kemampuan mental yang mampu menggeser berbagai pengaruh buruk tersebut merupakan suatu wujud yang menggambarkan kecerdasan spiritual sebagai lebih dari kesadaran tinggi. 

Kecerdasan spiritual karyawan sekarang banyak dipelajari, dan penelitian telah menunjukkan bahwa ada hubungan positif antara kecerdasan spiritual dengan beberapa hasil terkait pekerjaan (Hanafi R (2010), Robert A Emmons (2000)). Disebutkan dalam sejumlah penelitian bahwa tingkat kecerdasan spiritual yang lebih besar pada individu juga secara positif terkait dengan peningkatan kinerja (Utomo et al, 2014) – (Hanafi R, 2010). Bahwa pengaruh positif kecerdasan spiritual terhadap kepuasan kerja selanjutnya mengarah ke peningkatan kinerja sebagai hasil dari pemaknaan yang lebih tinggi (Ali Shah T, 2012).

Pengaruh Penyebaran Virus Corona Pada Aktivitas Ekonomi Global

By Article No Comments

Pada akhir februari, kasus virus corona masih terus bertambah dan belum ada obat serta vaksin yang telah memenuhi syarat untuk dinyatakan sebagai penyembuh resminya. Berbagai kasus baru ditemukan pada sejumlah orang dari berbagai negara yang berbeda, diantaranya di Italia, di Amerika Selatan, serta di sejumlah negara lainnya di Eropa dan Amerika. 

Para pengamat ekonomi mengatakan bahwa kebijakan yang terlalu restriktif yang dikeluarkan oleh Beijing sebagai Ibukota Republik Rakyat Tiongkok, menjadi penyebab melemahnya ekonomi global. Hal ini terjadi karena sejumlah fasilitas manufaktur dari banyak industri dunia terletak di daratan China. 

Kondisi penegakan sistem kewaspadaan yang sangat tinggi oleh pemerintah China ini dituding menjjadi penyebab lumpuhnya rantai pasokan berbagai industri di berbagai belahan dunia yang memiliki fasilitas manufakturnya di negeri tersebut. 

Tak tanggung-tanggung, Beijing telah memerintahkan untuk melumpuhkan berbagai fasilitas transportasi di kota Wuhan yang dikatakan sebagai tempat asal penyebaran virus tersebut, yaitu di Pasar Huanan. Beijing juga menyerukan pemanjangan waktu liburan tahun baru yang berdekatan dengan kemunculan wabah Corona sebagai kejadian luar biasa. 

Walaupun saat ini berbagai pabrik dan kantor serta sekolah dan universitas di China telah kembali berjalan, namun tindakan restriktif dan berbagai tindakan yang dilakukan oleh pemerintah China ini dikatakan oleh para pengamat di Barat sebagai terlalu keras dan dikatakan mengganggu aktivitas ekonomi global karena melumpuhkan rantai pasokan (supply chain) di sejumlah industri di berbagai negara di dunia. 

Apa saja akibatnya bagi ekonomi global? 

Di sejumlah bursa saham, sejumlah perusahaan besar makin banyak yang mengumumkan profit warnings. Mereka memberitahukan kepada para pemegang saham dan umum bahwa kemungkinannya pada kuartal berjalan akan terjadi penurunan keuntungan dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, bahkan bisa jadi terdapat indikasi kerugian. 

Profit warnings tersebut terpaksa dilakukan mengingat bahwa kejadian luar biasa akibat virus corona telah mempengaruhi rantai pasokan bagi industry yang bersangkutan dan mempengaruhi keputusan konsumen dalam melakukan pembelian. 

Mengutip kalimat yang disampaikan oleh editor website Fortune Andrew Ross Sorkin, dikatakan bahwa sejumlah perusahaan besar di Amerika seperti maskapai utamanya yaitu United Airlines terpaksa melakukan koreksi pada panduan pendapatan yang semula direncanakan akan berjalan di tahun 2020. Mereka menyampaikan bahwa kemungkinan scenario yang bisa terjadi terlalu lebar, hingga tidak memungkinkan untuk dapat membuat suatu prediksi yang masuk akal.  United Airlines juga menyatakan bahwa serangkaian penerbangan ke China turun hingga mencapai 100%. 

Sorkin juga menyampaikan bahwa melemahnya pasar akan berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi, bahkan dapat mengancam kemungkinan terpilihnya kembali Presiden Trump. Meski demikian, Trump menyatakan bahwa turunnya harga saham merupakan momen yang menguntungkan untuk melakukan aksi beli. Bahkan hal ini ditegaskan kembali oleh Penasihat Ekonomi Utama Gedung Putih, Larry Kudlow bahwa para investor dapat mempertimbangkan secara serius untuk membeli sejumlah saham yang tengah mengalami penurunan harga. 

Berbagai negara juga telah melakukan restriksi penerbangan dari dan ke China. Indonesia termasuk salah satunya. Indonesia juga telah memulangkan lebih dari 200 orang warga negaranya yang semula tengah berada di kota Wuhan. Mereka juga telah menjalani masa 14 hari inkubasi untuk melihat apakah terjadi penularan virus Corona, sebelum diperbolehkan untuk kembali ke kota masing-masing. 

Terdapat juga fenomena travel warning yang dilakukan oleh berbagai perusahaan di Indonesia untuk mencegah para karyawannya melakukan kunjungan bisnis ke berbagai negara seperti ASEAN dan China. Gojek adalah salah satu perusahaan yang secara resmi melakukan travel ban keluar negeri dari Indonesia ke sejumlah negara dimana perusahaan tersebut beroperasi, berkaitan dengan penyebaran virus Covid-19 ini di negara operasionalnya tersebut.

Masyarakat dunia pun makin tercekam saat sejumlah kantong infeksi telah muncul diluar kawasan negara China. Yaitu tepatnya di Italia, Korea Selatan, Amerika, Amerika Selatan dan Iran. Sejumlah negara tersebut melakukan tindakan preventif dan kuratif yang diperlukan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19, namun tidak melakukannya dengan derajat yang sangat tinggi seperti yang dilakukan oleh China di dalam negerinya, karena kasus yang ditemukan masih sangat sedikit. Kabar dari China yang mengumumkan bahwa belasan ribu penderita virus corona telah dapat disembuhkan pun bisa membuat kita sedikit lega. Namun berbagai negara tetap harus waspada karena tingkat kematian yang tinggi akibat virus Covid-19 ini dibanding berbagai pandemi sebelumnya. 

Manajemen di Era Turbulensi (3): Produktivitas Pekerja Pengetahuan (2)

By Article No Comments

Produktivitas orang membutuhkan pembelajaran berkelanjutan, seperti yang diajarkan orang Jepang kepada kita. Dibutuhkan orang-orang yang terus-menerus ditantang untuk memikirkan apa yang dapat mereka lakukan untuk meningkatkan apa yang sudah mereka lakukan. Ini membutuhkan adopsi di Barat dari konsep pembelajaran Zen Jepang spesifik: 

“terus belajar untuk dapat mendapatkan pengetahuan dengan lebih baik, dan menggunakan apa yang sudah diketahui untuk dapat bekerja dengan mencapai hasil yang lebih baik” 

Drucker juga menyampaikan bahwa agar karyawan bisa produktif, dibutuhkan keamanan psikologis yang cukup dalam kelompok kerja. Sehingga orang tidak takut bekerja sendiri, atau bersama kolega dan rekan mereka di komputer atau mesin berikutnya atau di kantor berikutnya, di luar pekerjaan.

Drucker juga menyampaikan bahwa dibutuhkan komitmen dari pihak pemberi kerja untuk mengantisipasi redudansi (pengulangan tugas) dan pemberi kerja juga harus berkomitmen untuk melatih dan menempatkan karyawan dengan sebaik-baiknya.

Tetapi di atas semua itu, diperlukan kesediaan untuk bertanya kepada karyawan secara sistematis dan mendengarkan jawaban mereka. Dibutuhkan penerimaan fakta bahwa orang yang melakukan pekerjaan cenderung tahu lebih banyak tentang hal itu daripada orang yang mengawasi – atau setidaknya mampu memandang hal seputar pekerjaan tersebut dan mengetahui hal-hal berbeda tentang hal itu.

Ini sangat penting bagi orang-orang yang menggunakan pengetahuan dan keterampilan untuk bekerja. Menurut definisi, pekerja terampil harus tahu lebih banyak tentang pekerjaan dan pekerjaannya daripada siapa pun di tempat itu, jika tidak, ia tidak memiliki pengetahuan yang memadai atau keterampilan yang memadai.

Para eksekutif, tentu saja, sadar bahwa mereka harus mengelola produktivitas. Beberapa perusahaan yang memasang komputer untuk mengurangi pekerjaan pegawai telah menyadari harapan mereka, sebagian besar pengguna komputer telah menemukan bahwa mereka sekarang membutuhkan lebih banyak, dan lebih mahal, pegawai terlatih. 

Studi produktivitas yang cermat yang olehnya Simon Kuznets dari Harvard (penerima salah satu hadiah Nobel paling awal dalam bidang ekonomi) menunjukkan sesuatu yang sangat berbeda.  Pembangunan cepat ekonomi Amerika pada abad kedua puluh memang bertumpu pada peningkatan investasi modal, dan terutama pada peningkatan produktivitas modal .

Tetapi lapangan kerja meningkat secepat investasi modal, dan upah, karena total produktivitas yang lebih tinggi, naik lebih cepat.Teori substitusi tentang produktivitas selalu dicurigai, terlepas dari popularitasnya. Mulai sekarang, itu tidak akan berfungsi sama sekali. Mulai sekarang, semua sumber daya harus dikelola untuk produktivitas yang lebih besar.

Manajer harus berasumsi bahwa mereka tidak dapat memperoleh produktivitas keseluruhan yang lebih besar dengan memperdagangkan penurunan produktivitas dari satu sumber daya dibandingkan dengan peningkatan yang lain. Selanjutnya, mereka harus berasumsi bahwa penurunan produktivitas dari setiap sumber daya yang mungkin berarti suatu penurunan produktivitas keseluruhan yang tidak mudah diimbangi.

Pekerjaan pengetahuan, tidak seperti pekerjaan manual, tidak dapat digantikan oleh investasi modal. Sebaliknya, investasi modal menciptakan kebutuhan akan lebih banyak pekerjaan pengetahuan

Manajemen di Era Turbulensi (2); Produktivitas Pekerja Pengetahuan

By Article No Comments

Kesuksesan setiap bisnis tergantung pada kemampuannya untuk memanfaatkan sejumlah modal yang menjadi kekuatan. Menurut Peter Drucker empat sumber daya utama harus dikelola secara konsisten, sistematis, dan teliti untuk menjaga tingkat produktivitas;

  • modal,
  • aset fisik penting,
  • waktu, dan
  • pengetahuan

Dalam usaha untuk mendapatkan keuntungan berlipat dari modal finansial, maka Anda harus melakukan akselerasi yang dibutuhkan pada modal pengetahuan yang menjadi dasar dari bisnis Anda. 

Akselerasi pengetahuan ini dbutuhkan untuk meningkatkan produktivitas modal yang Anda miliki, ke dalam sejumlah asset fisik penting yang dioperasikan oleh para tenaga kerja yang memiliki tingkat pengetahuan yang berbeda-beda. Sementara modal berupa waktu didapatkan bila kita dapat bergerak lebih cepat daripada pesaing dan menghasilkan inovasi lebih dahulu dan lebih tepat jauh melampaui pesaing dan menjadi pemimpin dalam industri dimana kita berbisnis.

Menurut Drucker, tidak ada rahasia untuk produktivitas tinggi ini. Hanya ada kerja keras, kerja keras, kemantapan dan komitmen untuk mengelola produktivitas. Produktivitas sumber daya manusia, dan terutama pekerja pengetahuan, mensyaratkan bahwa orang ditugaskan di bidang yang potensial mendapatkan hasil, dan bukan di bidang atau tempat yang tidak bisa menghasilkan,  tidak peduli seberapa baik mereka bekerja.

Drucker menyampaikan bahwa kontrol penugasan adalah kunci produktivitas pekerja terampil.  Agar dapat melakukan control penugasan dengan baik, kita membutuhkan, pengetahuan akan; 

a. Potensi kekuatan karyawan, dan terutama para karyawan dengan catatan kinerja yang terbukti. Atau bisa juga dengan menggunakan alat ukur seperti Strength Finder. Dari gambaran potensi kekuatan ini kita akan bisa mengetahui bagian pertama mengenai karyawan kita, yaitu;  Apa saja yang mereka lakukan dengan baik?

Sementara hal kedua kita dapatkan dari riwayat kerja dan riwayat pendidikan seseorang; pengetahuan dan keahlian apa yang mereka miliki?

b. Tempatkan karyawan di posisi dimana penerapan kekuatan mereka dapat menghasilkan hasil.

c. Tugaskan pada area yang memiliki peluang, dan pertimbangkan mana peluang yang tepat untuk mereka.

Manajer memiliki tugas untuk membuat karyawan yang berada di bawah kepemimpinannya untuk mampu melakukan tugasnya dengan sebaik-baiknya. Untuk itu, tiap manajer menurut Drucker harus mengajukan dua pertanyaan setiap enam atau sembilan bulan; 

  • Adalah tugas manajer untuk bertanya kepada siapa pun dalam organisasi mengenai apa yang dapat ia bantu dirinya sendiri, pada bosnya, pada rekannya dan bawahannya. 
  • Ia pun harus menanyakan apa yang ia lakukan yang berpotensi menghambat karyawan lain dalam pekerjaan mereka. 

Mengapa hal diatas perlu dilakukan? Karena tiap karyawan tidak selalu memahami cara terbaik untuk memaparkan pekerjaan rutinnya, termasuk dirinya sendiri. Kita harus berasumsi bahwa; 

Pertama; Individu manusia di tempat kerja lebih tahu daripada siapa pun tentang apa yang membuatnya lebih produktif, dan apa yang bermanfaat atau tidak membantu.

Kedua; Untuk menjadi sepenuhnya produktif, orang-orang yang memiliki pengetahuan dan keterampilan perlu bertanggung jawab.

Adalah tugas bos untuk bertindak sebagai sumber daya dan untuk mendukung motivasi dan keinginan karyawan untuk melakukan pekerjaan, karena mereka tahu betul apa arti “produktivitas” untuk pekerjaan mereka. Bila pertanyaan diatas tidak diajukan maka akan memadamkan motivasi. Dan bahkan tentang pekerjaan rutin, Drucker mengutip Frederick Taylor yang mengatakan bahwa satu-satunya “ahli” sejati adalah orang yang melakukan pekerjaan itu.

Beragam Langkah Inovasi Elon Musk Yang Berhasil Mendisrupsi Bermacam Industri

By Article No Comments

Produksi kendaraan elektrik yang dilakukan oleh Tesla mendorong banyak perusahaan otomotif untuk melangkah merancang versi kendaraan elektrik mereka sendiri.  Hal ini membuat sejumlah perusahaan dunia terdisrupsi. 

Perusahaan yang menjadi korban disrupsi elektrifikasi kendaraan ini kebanyakan adalah manufaktur produsen sparepart khusus kendaraan berbahan bakar minyak. Diantaranya perusahaan produsen sparepart fuel pump/ pompa bahan bakar di dalam mesin berbasis minyak bensin dan solar. Menurut Forbes hal ini bisa dilihat dari satu perusahaan di sebuah kota di Jerman. Dimana permintaan terhadap fuel pump yang semula didapatkan secara regular di pabrik tersebut kini makin menurun dan akhirnya pabrik tersebut sudah akan ditutup. 

Fasilitas manufaktur kendaraan mewah Mercedes Benz pun terpaksa melakukan efisiensi.  Hingga puluhan ribu jumlah karyawannya di seluruh dunia harus dipangkas. Hal ini terjadi karena jumlah orang yang dibutuhkan untuk memproduksi sebuah kendaraan elektrik jauh lebih sedikit. Karena kendaraan elektrik memiliki rancangan yang lebih sederhana dibanding kendaraan berbahan bakar bensin. Sehingga efisiensi massal tidak bisa dihindari. 

Perusahaan Elon Musk lainnya yang mendisrupsi adalah SpaceX. Tak tanggung-tanggung, yang dilakukan SpaceX berhasil membantu banyak provider telekomunikasi dan perusahaan lain dunia yang membutuhkan jasa peluncuran satelit.  Jasa yang diberikan SpaceX terbukti berhasil dan telah membawa banyak satelit dari berbagai negara ke angkasa dengan biaya yang jauh lebih murah. 

Inovasi yang dibuat spaceX adalah dalam menghasilkan roket dan pesawat ulang alik yang mampu mengangkasa hingga 100 kali. Dibanding teknologi pesawat ulang alik sebelumnya yang hanya mampu mengantarkan satelit hanya beberapa kali saja, langkah SpaceX ini menghasilkan penghematan yang sangat besar. 

Inovasi lainnya yang dibuat oleh Elon Musk adalah dengan panel surya.  Dalam waktu yang cukup singkat Solarcity yang memproduksi panel surya dan berbagai peralatan lain yang didesain untuk dapat membantu masyarakat mengatur sendiri fasilitas listrik tenaga surya di rumahnya dalam waktu cepat telah diserap oleh masyarakat secara luas. Hingga mengubah pola konsumsi listrik yang tadinya tergantung pada layanan perusahaan listrik milik pemerintah atau perusahaan listrik besar, menjadi mandiri.  

Solarcity mampu memproduksi panel surya yang mampu mengumpulkan energi cukup besar walau matahari bersinar redup sekalipun.  Dengan pemasangan panel surya berkualitas baik di atapnya, tiap rumah mampu menghasilkan energi yang cukup untuk dapat mengoperasikan berbagai peralatan listrik serta pendingin/penghangat dan rangkaian lampu di dalam sebuah rumah selama sehari.  

Teknologi pada panel surya miliknya dihubungkan dengan perangkat penyimpan tenaga listrik yang dapat dioperasikan dan dipasang dengan mudah.  Investasi yang cukup mahal di awal untuk membeli rangkaian panel surya dan memasang berbagai peralatannya yang dibutuhkan, berbuah energi hampir gratis yang dapat memenuhi kebutuhan listrik sehari-hari. 

Perangkat penyimpan tenaga listrik dijual bersama dalam satu paket. Sistem rancangan yang dibuat oleh Elon Musk bersifat fleksibel sehingga dapat menyesuaikan dengan berbagai kondisi dan kebutuhan tiap keluarga.   

Elon Musk pun merancang Hyperloop, sebuah kendaraan yang akan melalui lintasan berbentuk tube yang akan  mempersingkat waktu tempuh menjadi hanya 2,5 menit saja untuk jarak sepanjang 30 mil. Namun kendaraan impian ini masih berupa konsep. 

Dalam upaya lain untuk mengatasi macet dengan cara yang murah, Elon Musk pun merancang The Boring Company, yang berkonsentrasi untuk merancang terowongan lintasan kendaraan di berbagai kota. Penyebab mengapa terowongan buatan The Boring Company ini murah adalah dengan mendesain diameter terowongan yang jauh lebih kecil. 

Terowongan rancangan The Boring Company dibuat untuk berukuran tidak perlu besar karena di dalamnya Elon merancang lintasan berjalan yang bergerak dengan cepat, mirip seperti jalur berjalan yang kita temui di airport, namun untuk kendaraan dan untuk kecepatan yang tinggi. Hal ini membuat kendaraan yang akan lewat terowongan tidak perlu dikendarai, meminimalisir kemungkinan macet, memperkecil jarak antar kendaraan dan menolkan kemungkinan kecelakaan karena tabrakan antar kendaraan. 

Manajemen di Era Turbulensi ( Bagian 1)

By Article No Comments

Momen ini ekonomi dunia dikatakan tengah berada dalam fase turbulensi, penuh badai, tidak pasti, dan tengah terjadi perlambatan ekonomi. Untuk itu, sebagai karyawan yang berada dalam sebuah bisnis, kita harus dapat melihat ulang posisi bisnis kita sendiri. 

Dalam buku dari Peter F Drucker, “Managing in Turbulence Time”, disebutkan bahwa setiap bisnis haruslah melakukan ulang hal ini;

– Periksa dengan cermat peluang apa yang diciptakan

– Lihat apakah ada perubahan dalam definisi misi yang ingin dikejar;

– Memperhatikan perubahan perilaku masyarakat dan pengaruhnya pada kegiatan ekonomi pada lapangan bisnis Anda. 

Dalam memandang dinamika bisnis, kita juga harus mencermati adakah bagian dari dinamika populasi yang masing-masing akan mewakili sejumlah perubahan besar dalam; 

– Lingkungan ekosistem target marketing masing-masing institusi,

– Lingkungan persaingan dalam ceruk sasaran produk atau layanannya,

– Sistem operasional serta sistem layanan dan pemasaran yang selama ini menentukan kinerja aliran pendapatan perusahaan 

– Bagaimana rancangan pengalaman yang dibangun untuk konsumen dalam sistem penjualan produk atau layanan 

Dalam kerangka bisnis dan sistem perusahaan kita harus melihat dalam kerangka berpikir yang lebih besar. Bahwa bahkan bisnis kecil pun di era internet ini harus memaksa diri untuk belajar berpikir dan beroperasi secara transnasional.

Menghadapi masa turbulensi maka yang harus dilakukan oleh perusahaan besar dan multinasional adalah dalam membentuk bisnis dalam ekosistem kolaboratif dalam bekerja dan terus melakukan upskilling dan reskilling. Bahwa bahkan bagi bisnis yang kelas dunia sekalipun harus kembali belajar berpikir dan berperilaku sangat berbeda.

Dalam pertimbangan krisis ekonomi yang bisa terjadi di negara mana saja, kita harus memiliki beberapa rencana cadangan. Hal ini karena krisis akan memaksa negara tersebut melakukan berbagai perubahan kebijakan. Perubahan yang akan membuat sekian perusahaan besar dan kecil dalam negara tersebut melakukan rencana dalam menyesuaikan diri atau dalam beradaptasi terhadap perubahan. 

Dalam usaha agar bisnis kita bisa tetap berjalan, berbagai usaha kecil maupun besar yang beroperasi dalam pasar lokal atau regional harus 

– Belajar mengatur produksinya secara transnasional dengan menyiapkan lebih dari satu jalur pasokan bahan baku

– Membuat dan menjalankan proses operasional dalam berbagai ragam jalur 

– Meragamkan berbagai sasaran dalam pemasaran dan penjualan 

– Mereview tahapan produksi dan bukan menjadikan satu proses “manufaktur” tetap terpusat

– Harus belajar membeli suku cadang dari berbagai wilayah dunia atau 

– Mempertimbangkan untuk memanfaatkan jalur produksi yang telah dimiliki untuk melakukan variasi hasil produk dengan membeli produk jadi dan menciptakan jalur pendapatan baru.

Peter F Drucker juga menegaskan bahwa perusahaan yang sudah menjalankan usaha dalam skala ekonomi global agar menghadapi turbulensi dengan melakukan revolusi dalam 3 hal ini dan membuat perubahan yang lebih menantang di dalam hal; 

  • Sikap (attitude); sikap terhadap persaingan, sikap terhadap pasar, sikap terhadap kompetitor, dan sikap terhadap karyawan dan sikap terhadap konsumen
  • Perilaku (behavior); mendesain ulang pemasaran dengan menciptakan jalur pengalaman konsumen yang loyal pada produk dan layanan dari perusahaan kita (costumer experience), melakukan redesain produk dengan flow design thinking, merombak ulang cara bersikap terhadap karyawan di era milenial, mendesain ulang perilaku pemasaran yang lebih empatik dan berdampak, dan lain sebagainya. 
  • Praktik (terapan); melakukan perombakan dalam penerapan eksekusi dari berbagai rencana yang telah dibuat untuk periode jangka pendek dan jangka panjang, melakukan pertimbangan lebih empatik dalam penerapan berbagai peraturan yang telah ditetapkan dunia usaha dan memenuhi serta bersifat comply pada berbagai aturan secara nasional ataupun tingkat global, 
id_ID
ms_MY en_GB id_ID