All Posts By

Gina Ilmi Santoso

khutbah idul fitri masjid bank indonesia, dr hc ary ginanjar agustian, esq training, act consulting

Khotbah Idul Fitri Masjid Bank Indonesia 2019 oleh DR (H.C.) Ary Ginanjar Agustian

By News No Comments

Idul Fitri, Momen Penyatuan Umat & Kemerdekaan dari Belenggu Ego dan Nafsu

Dr. HC. H. Ary Ginanjar Agustian

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa Ilaaha Ilallah Wallahu Akbar, Allahu Akbar Walillahil Hamdu

Bergemuruh kumandang Takbir, Tahmid, dan Tahlil di pagi yang cerah ini. Takbir yang bukan hanya manusia yang mengumandangkannya, tapi seluruh alam semesta raya bergemuruh mengucapkannya.
2ـ ﴿تُسَبِّحُ لَهُ السَّمَوَاتُ السَّبْعُ وَالأَرْضُ وَمَن فِيهِنَّ﴾ [الإسراء : 44].
“Langit yang tujuh, bumi, dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah…”

Tidak ada sesuatu pun melainkan bertasbih dengan memujiNya.
Takbir, Tahmid, Tahlil juga dikumandangkan oleh matahari, bulan, bintang yang tak terhingga jumlahnya.
Inilah pujian-pujian yang diucapkan manusia dan seluruh makhluk yang ada di dalamnya beserta alam semesta raya.

Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar3x
Allahu Akbar Walillahi al-hamd

Ketika bibir kita mengucap takbir Allahu Akbar, maka kita telah berikrar, hanya Allah Yang Maha Besar. Tak ada lagi selain Dia yang lebih besar. Tak ada lagi yang lebih penting dan mulia kecuali Dia, Allah Al Kabir. Tak ada lagi kepentingan pribadi, kelompok atau golongan. Hanya Allah saja yang dijadikan kepentingan oleh kita.

Takbir yang kita kumandangkan semoga tak hanya sebatas di mulut saja. Begitu mudah diucapkan, namun jarang kita memaknai kandungan yang terdapat di dalamnya. Takbir semacam itu tak lebih dari Takbir Intelektual, yakni takbir yang kita pahami hanya sebatas pengetahuan belaka.

Kita juga semoga tidak terjebak pada takbir jenis kedua, yaitu Takbir Emosional. Kita bertakbir hanya ikut-ikutan. Orang lain ramai-ramai bertakbir, maka kita pun berempati dengan cara mengumandangkan takbir pula. Ini disebut juga takbir budaya. Semaraknya malam takbiran, di mana terdapat arak-arakan keliling kota, kampung dan desa, salah satu contoh takbir jenis ini.

Takbir yang harus kita kumandangkan adalah Takbir Spiritual. Takbir yang tak hanya diucapkan secara lisan, namun dipahami maknanya dan dimasukkan ke dalam hati, menambah tebalnya dinding keyakinan.

Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar3x
Allahu Akbar Walillahi al-hamd

Hari ini telah sampailah kita di hari Idul Fitri setelah 30 hari pendakian untuk meraih Lailatul Qadar dan kembali pada Fitrah. Mengapa disebut mendaki? Karena perjalanan menuju puncak jati diri yang Fitrah tidaklah mudah, banyak godaan dan rintangan. Kisah pencarian Nabi Ibrahim, Nabi Musa, dan Nabi Muhammad yang melakukan pendakian ke tempat-tempat tinggi saat mencari Tuhan.

Begitu pula kita seperti mendaki selama 30 hari Ramadhan untuk menuju puncak kesuksesan mendapatkan jati diri manusia yang hakiki, jatidiri tertinggi yaitu kesejatian fitrah manusia.

Manusia diciptakan dari dua unsur yaitu fisik dari tanah dan ruh Ilahiah. Unsur fisik membuat manusia tertarik ke bumi sehingga mendorong mereka memenuhi kebutuhan-kebutuhan jasmani seperti sandang, pangan, papan, dan kebutuhan bilogis lainnya. Sedangkan ruh Ilahi membuat manusia tertarik ke langit dan mengantarkannya kepada hal-hal yang bersifat ruhaniah.

Dorongan jasmani kerap mendominasi manusia, sehingga tak jarang manusia terjerumus karenanya. Seseorang yang tidak mampu mengendalikan diri dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan jasmani sering melakukan hal-hal negatif, berlebihan, bahkan menghalalkan segala cara dari mulai mencuri, manipulasi, korupsi.

Dengan adanya puasa, manusia diharapkan mampu mengendalikan diri dari dorongan naluriah jasmaniah dan mengasah sisi emosional dan spiritual. Inilah puasa yang afdol.

Pendakian puasa terberat dan tersulit adalah di 10 hari terakhir. Sebagaimana kita ketahui pada 10 hari terakhir Ramadhan Allah menganugerahi malam yang sangat istimewa Malam 1000 Bulan, malam penuh kemuliaan, keberkahan, kesejahteraan, dan pengampunan. Di malam itulah pahala dilipat gandakan, semua ibadah yang kita lakukan seakan kita melakukannya 83 tahun dan ditambah 4 bulan. Pada malam itu ditentukannya takdir 1 tahun ke depan. Betapa luar biasanya berkah Lailatul Qadar.

Sebagaimana yang sudah kita ketahui dari surat Al Qadar:

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu Apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) Kesejahteraan sampai terbit fajar.” SQ. Al-Qadar: 1-5.

Di dalam hadits dikatakan:
“Siapa yang beribadah pada Lailatul Qadar dengan landasan iman dan harap pahala, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Siapa yang berpuasa Ramadan dengan landasan iman dan berharap pahala, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari, no. 1768)

Namun di dalam perjalanan pendakian 10 hari terakhir, kebanyakan orang justru turun gunung, meluncur lagi ke bawah dari nilai-nilai fitrah. Di penghujung Ramadhan, saat seharusnya kita bersungguh-sungguh meraih Lailatul Qadar, kita disibukan dengan perjalanan fisik, sibuk pada keluarga, pakaian baru, makanan lezat kita kehilangan kefitrahan. Kesibukan mempersiapkan Hari Raya Idul Fitri seringkali membuat kita kehilangan nilai-nilai kefitrahan.

Setelah kita Idul Fitri, seharusnya kita bersih dari segala belenggu ego dan nafsu, dan menjadikan Allah di atas segala-galanya. Idul ’Fitri merupakan simbol kemenangan pertarungan antara suara hati ilahiyah dengan berbagai belenggu nafsu, pertempuran antara mementingkan Allah Sang Pencipta dengan kepentingan diri, golongan, dam kelompok. Orang-orang yang sudah kembali kepada fitrah inilah yang berhak mendapat kemenangan, karena jiwanya sudah kembali bersih dan suci.

Sebagaimana disebutkan dalam Surat Al A’Raf ayat 172
“Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan).”
“Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.” (Al Hijr: 29).

Fitrah manusia sesungguhnya adalah senantiasa ingin mendekat kepada Penciptanya. Ruh ciptaan Allah senantiasa mendekat pada nilai-nilai mulia Asma’ul Husna. Fitrah inilah yang membuat malaikat sujud kepada manusia, yang diperintahkan Allah kepada Adam. Malaikat sujud kepada manusia bukan karena unsur fisik, bukan karena harga diri, bukan karena kekayaan dan kesempurnaan manusia. malaikat merunduk sujud karena fitrah suci yang Allah tanamkan dalam jiwa manusia, dan manusia berjanji memegang amanah tersebut. Sebuah amanah yang pernah ditawarkan kepada gunung dan bumi, namun mereka menolaknya.

Pendakian selama 30 hari Ramadhan membuat kita kembali fitrah. Kita kembali pada akhlak Allah Al Ahad Yang Satu, Allah Al Jami Yang Maha Menyatukan.

Idul Fitri adalah Penyatuan kembali. Setelah Idul Fitri harus lahir persatuan. Baru saja bangsa ini menyelesaikan perhelatan Pemilu. Semoga pasca Idul Fitri kita kembali menjadi bangsa yang utuh, lupakan perpecahan, lupakan perbedaan.

Manusia itu umat yang satu. Sebagaimana di dalam Al Quran: “Sesungguhnya umat kamu ini adalah umat yang satu, dan Aku adalah Tuhanmu, oleh sebab itu maka hendaklah kamu menyembah Aku”. (Q.S. Al-Anbiya [21]: 92).

Manusia itu hanya satu umat saja. Satu disakiti maka bagian tubuh yang lain pun akan merasa sakit. Ketika dimensi fisik tidak ada maka jiwa manusia itu menyatu dari seluruh dunia. Hari ini kembali kepada fitrah dari Allah Al Ahad yang satu dan Allah Al Jamie Yang Maha Menyatukan, inilah saat menyatunya kembali Indonesia setelah luka-luka Pemilu.

Setelah Idul Fitri kita juga kembali pada Allah Al Ghofar yang Maha Memaafkan.
“Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa,. (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema`afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan”. (QS. Ali Imran ayat 133-134).

Apa lagi tanda-tanda orang yang mendapatkan kemenangan Idul Fitri? Mereka adalah orang yang saling memaafkan dan melapangkan dada dari permasalahan di masa lalu. Ia mampu melihat persaman dalam setiap perbedaan, mampu melihat cahaya dalam setiap kegelapan. Pemikirannya akan mampu menjadi perekat semua perbedaan.

Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar3x
Allahu Akbar Walillahi al-hamd

Saudara-saudaraku kaum Muslimin. Bangsa ini melewati saat penting yaitu dalam menentukan kepemimpinan. Siapapun yang menang atau kalah sesungguhnya ujian di hadapan Allah. Yang menang akan diadili oleh Allah di Padang Mahsyar dihadapan Allah Hakim Yang Maha Agung. Bagaimana pertanggungjawaban atas kepemimpinannya terhadap ratusan juta penduduk Indonesia. Sedangkan yang kalah akan dinilai sejauh mana ia sabar dan ikhlas atas takdirNya yang sesungguhnya yang terbaik untuk dirinya di hadapan Allah Maha Tahu dan Paling Tahu.

Sebagai sebuah ibrah pembelajaran mari kita tengok sejarah Futtuh Mekkah atau Kemenangan Mekkah yang terjadi juga di bulan Ramadhan.

Pada hari itu Mekkah diliputi suasana ketakutan luar biasa. Semua penduduk cemas memikirkan nasibnya. Sebagian menanti di sudut rumahnya, sebagian lagi memasuki Al Masjidil Haram menanti apa gerangan yang akan mereka hadapi.

Kaum Muslimin tumpah di kota Mekkah. Rasulullah SAW menunggangi untanya, tak ada kesombongan tergurat di wajahnya. Sebuah kisah menggambarkan dengan indah bagaimana di punggung untanya beliau merunduk sehingga janggut beliau hampir menyentuh punggung untanya. Pada hari kemenangan itu, beliau lalu berkata:

“Hari ini hari Ka’bah harus dihormati, hari ini orang-orang Quraisy dimuliakan Allah!
Kepada pasukannya Beliau SAW memerintahkan jangan menyerang kecuali diserang lebih dulu. Setelah itu masuklah semua regu dari semua penjuru Mekkah. Mekkah pun takluk tanpa perlawanan dan agama Allah SWT menguasai seluruh pelosok kota dan orang memasukinya berbondong-bondong. Rasulullah SAW menuju Baitullah, Ka’bah, dan lalu thawaf, lalu menghancurkan berhala-berhala dan patung-patung yang terdapat di sekitar Ka’bah.
“…Kebenaran tiba dan lenyaplah kebatilan! Sesungguhnyalah, bahwa kebatilan pasti lenyap.” (QS Al Isra : 81)

Rasulullah lalu mengucapkan pujian ke hadirat Allah SWT: “Tiada Tuhan selain Allah, yang telah memenuhi janji-Nya, dan telah menolong hamba-NYA dan telah pula mengalahkan pasukan Ahzab! Hai orang-orang Quraisy, menurut pendapat kalian, tindakan apa yang hendak kuambil terhadap kalian?” Mereka menyahut serentak: “Tentu yang baik-baik!” Hai saudara yang mulia dan putra saudara yang mulia. Kukatakan kepada kalian apa yang dahulu pernah dikatakan Nabi Yusuf kepada saudara-saudaranya; “Tak ada hukuman apa pun terhadap kalian. Pergilah kalian semua! Kalian semua bebas!”
Rasulullah bersabda, “Barangsiapa memasuki rumah Abu Sofyan bin Harb, ia aman. Barangsiapa menutup pintu rumah-nya, ia aman.
Dan barangsiapa memasuki Masjidil Haram, ia aman’.”

Penduduk Quraisy hampir tidak percaya dengan keputusan yang disampaikan Rasulullah SAW. Mereka bersyukur dan kembali ke rumahnya masing-masing.

Pada hari itu semua penduduk Mekkah memeluk Islam, walau pun ada sebagian dari mereka yang masih ragu. Peristiwa tersebut terjadi di bulan Ramadhan, dan Beliau SAW tinggal di Mekkah setelah itu selama sebulan.

Ada sebuah kisah menarik di balik penaklukan kota Mekah. Hindun, seorang kafir Quraisy yang sanga memusuhi Rasulullah suatu saat pernah berdiri di depan Ka’bah lalu mengucapkan sumpah bahwa ia tidak akan pernah masuk agama Islam.

Namun setelah Futuh Mekah, Hindun menemui Nabi Muhammad SAWuntuk bersyahadat, menyatakan diri masuk Islam. Tanpa bujukan dan paksaan dari siapapun.

Saat berjumpa dengan Abu Sofyan ia ditanya, “Hindun, bukankah engkau dulu pernah bersumpah, andaikata semua onta di tanah Arab ini masuk Islam, engkau tidak mau memeluk agama Islam?”

Hindun menjawab: “Benar, dulu aku pernah bersumpah bahwa aku tidak mau masuk Islam,” tapi sekarang bukan aku yang masuk Islam, tapi Islam itu masuk ke dalam hatiku.”

Surat An – Nashr di dalam Al Quran bercerita tentang kesuksesan dan kemenangan. Menurut sebagian besar ulama, surat ini turun dua tahun setelah Fathul (kemenangan) Makkah. Isi surat ini adalah berita gembira tentang kemenangan agama Islam di tempat dimana berhala paling banyak disembah sebelumnya.

Dalam surat ini juga dideskripsikan dengan berbondong-bondongnya orang masuk Islam setelah 20 tahun Rasulullah SAW dan para shahabat berjuang. Inilah kesuksesan yang hakiki, dan pemenangnya adalah pemenang yang sesungguhnya. Di surat ini akan dijelaskan apa sebenarnya kesuksesan itu, bagaimana kesuksesan itu bisa diraih, dan apa saja yang seharusnya dilakukan oleh sang pemenang setelah kemenangan itu datang dalam tiga ayat saja:

  1. Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan

Dalam ayat ini kata ‘nashrullaahi’ didahulukan, baru kemudian kata ‘fath/kemenangan’. Karena setelah Allah menolong-lah baru kemenangan itu datang! Perasaan bahwa kemenangan itu adalah karena pertolongan Allah-lah yang membuat Rasulullah SAW tetap tawadhu/rendah hati saat memasuki kota Makkah saat Fathul Makkah. Beliau mengendarai untanya sambil terus menunduk sampai beliau tiba di Ka’bah, kemudian beliau sholat 4 rakaat di sana. Beliau dikerumuni dan dielu-elukan penduduk Makkah, tapi beliau tetap tawadhu, semua musuh-musuhnya dimaafkan dan dibebaskan.

  1. dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong,
    Dalam ayat kedua dijelaskan maksud kemenangan hakiki. Kemenangan iman, yang merupakan buah dari perjuangan dan pertolongan Allah. Simbol kemenangannya bukanlah kekuasaan, tapi Allah mendeskripsikannya dengan masuknya orang-orang ke dalam Islam secara berbondong-bondong.
  2. maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat.

Ayat terakhir adalah pesan Allah bagi sang pemenang. Agenda sang pemenang sejati bukanlah euphoria dan pesta pora, tetapi mempersiapkan kematian. Setelah Fathul Makkah, Rasulullah disibukkan dengan banyaknya kabilah yang menemui beliau untuk masuk Islam. Namun Allah menyuruh Rasul-Nya agar menyibukkan diri dengan empat berikut ini sebagai persiapan kematian, agar tetap menang sampai kita dipanggil Allah.
“faSABBIH”

Banyaklah bertasbih. Mensucikan Allah. Subhanallah. Inilah hal pertama yang harus dilakukan setelah kita menang: mensucikan Allah. Alasannya? Pada masa perjuangan dan kerja keras dalam meraih kemenangan, sangat mungkin kita ternoda dengan perasaan negatif kita sendiri sebagai manusia. Misalnya pikiran bahwa Allah tidak menolong kita.

“biHAMDI ROBBIKA”

Pujilah Tuhanmu. Alhamdulillahi robbi. Sikap the real champion selanjutnya adalah memuji Allah. Pemenang tidak pernah memuji diri atau berbangga diri atas kemenangan yang diperoleh. Allah lah yang patut dipuji karena pertolongan itu datangnya dari Allah. Bahkan kesulitan dan kesengsaraan akan membuahkan pahala besar sehingga kita bisa mencapai derajat yang Allah inginkan! Alhamdulillah… Hanya pujian yang pantas bagi Allah di setiap keadaan.

“wa(-i-)STAGHFIR”

Memohon ampun. Astaghfirullah. Inilah amalan terbaik yang bisa dilakukan orang di penghujung masa hidupnya. Inilah amalan terbaik setelah seseorang melakukan kebaikan. Ternyata istighfar diperintahkan setelah kita selesai sholat, selesai haji, dll. Ini bukti bahwa istighfar adalah amalan setelah melakukannya amalan baik. Maksud Allah bahwa istighfar itu membuat kita mengakui bahwa apa yang kita lakukan ini bukan akhir dari kebaikan. “Aku yakin ini belum sempurna dan aku ingin istighfar agar aku bisa melakukan kebaikan yang lebih banyak lagi.”

“innahuu kaana TAWWABAA”

Bertaubat. Setelah memohon ampun, pemenang sejati adalah seorang yang tidak mau mengulangi kesalahannya di masa lalu. Rasulullah mengibaratkan betapa senangnya Allah menerima taubat orang yang bertaubat itu seperti senangnya seorang ibu yang kehilangan anak yang disusuinya, lalu ia mencari bayinya, lalu bayangkan bagaimana perasaan ibu itu ketika menemukan kembali bayinya.

Keempat hal inilah sikap-sikap pemenang yang Allah ajarkan. Semoga kita mampu meneladaninya.

Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar 3x
Allahu Akbar Walillahi al-hamd

Setelah pemimpin bangsa ini terpilih, perjuangan baru terbentang. Bagaimana mewujudkan misi bangsa Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesi, mensejahterakan rakyat, dan mencerdaskan warga negaranya, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia. Itulah yang dimaksud menjadi rahmatan lil alamin, rahmat bagi alam semesta.

Saudara-saudaraku, kaum muslimin mari kita merapatkan barisan membangun bangsa ini. Masih banyak pekerjaan yang harus kita garap untuk memperbaiki negara yang kita cintai ini. Kita masih menghadapi sejumlah persoalan moral dan karakter. Maka persoalan moral bangsa ini tiada lain solusinya adalam mengembalikan pada tuntunanNya. Bukan dengan cara pendidikan karakter ala barat. Pendidikan karakter Islam adalah akhlakul karimah akhlak yang baik sebagaimana diajarkan Al Quran dan sejalan tuntunan dan teladan Nabi Muhammad.

transformational leadership, leadership, spiritual leadership, spiritual quotient, spiritual intelligence, act consulting, ary ginanjar agustian,

Hubungan Antara Transformational Leadership dan Spiritualitas

By Article No Comments

Menurut Zaini Jamaludin, Dosen dari Fakultas Manajemen and Muamalah, International Islamic University College, Malaysia, dalam hasil penelitiannya yang dimuat oleh Journal of Global Business and Economics di tahun 2011 menemukan perlunya spiritualitas dalam kepemimpinan.

Menurut Jamaludin et al (2011), kebanyakan pekerja menghabiskan terlalu banyak waktu kita di tempat kerja atau dalam kegiatan sosial dan rekreasi yang berhubungan dengan pekerjaan. Sementara walaupun pekerjaan sangat penting untuk kesejahteraan ekonomi, itu tidak memenuhi kebutuhan kita sebagai manusia secara penuh (Fairholm 1996).

Jamaludin et al (2011) juga menyampaikan bahwa dalam banyak kasus, prestasi ekonomi tidak membawa sukacita dan kegembiraan dalam hidup. Kekosongan jiwa dan hati selalu terkait dengan kurangnya kebutuhan kerohanian. Spiritualitas menyiratkan hubungan dengan sesuatu yang tidak berwujud di luar diri (Fairholm 1996).

Jamaludin et al (2011) melanjutkan bahwa bekerja sebagai bentuk aktualisasi diri hanya sebagian dari pencapaian dalam hidup kita. Yang lebih penting menurut Benefiel (2005) adalah “paruh kedua perjalanan ”, yang lebih mengarah pada transformasi kita sendiri daripada tentang perolehan materi (kerohanian).

Jamaludin et al (2011) menyampaikan bahwa Fry (2003) berpendapat bahwa motivasi ekstrinsik memenuhi kebutuhan yang lebih rendah (yaitu uang, materi) dan motivasi intrinsik memenuhi kebutuhan tatanan yang lebih tinggi (yaitu makna hidup). Spiritualitas berarti awal dari menjadi sadar akan kesadaran yang lebih tinggi dari pada ego yang berpusat pada tubuh-pikiran, dan kemampuan untuk hidup semakin banyak di bawah bimbinganNya (Chakraborty dan Chakraborty 2004).

Dalam Jamaludin et al (2011) dengan mengutip Fry (2003) menyebutkan bahwa orang harus memenuhi kebutuhan tertentu agar dapat bertahan dan  ia mempertimbangkan spiritualitas sebagai salah satu kebutuhan dasar manusia.  Ditunjukkan bahwa, dalam situasi di mana spiritualitas tidak diberikan penekanan yang cukup, pekerja tampaknya kehilangan makna, motivasi dan lebih jauh lagi, tidak adanya kegembiraan saat menyelesaikan tugas (Kriger dan Seng 2005).

Oleh karena itu, Jamaludin et al (2011) menyampaikan bahwa para pemimpin memiliki peran penting dalam memastikan bahwa kebutuhan spiritual pekerja terpenuhi untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas kerja mereka.

Menurut Jamaludin et al (2011), pemimpin dan pekerja dalam korporasi tidak hanya mencari imbalan ekonomi dan respek untuk pekerjaan yang dilakukan tetapi juga mencari kepuasan spiritual (Fairholm 1996). Karenanya, peran  pemimpin lebih penting untuk kelangsungan hidup dan adaptasi institusi sosial daripada manajemen kontrol audit sistem atau efisiensi (Kakabadse et.al. 2002, dalam Jamaludin et al, 2011).

Sementara, Jamaludin et al (2011) juga menyampaikan bahwa menurut Al-Mailam (2004), yang menyatakan bahwa pemimpin transformasional memberdayakan pekerja untuk mencapai visi yang diartikulasikan bagi organisasi dan misinya, maka hal ini akan  mengarah pada peningkatan produktivitas, moral karyawan, kepuasan kerja serta peningkatan pertumbuhan pribadi dan profesional.  Efek gaya kepemimpinan  transformasional pada kepuasan kerja, komitmen, efisiensi dan peningkatan organisasi telah secara empiris didukung sejumlah peneliti (Sahin 2004, dalam Jamaludin et al, 2011).

Jamaludin et al (2011) juga mengutip Mullin (2005) yang menambahkan bahwa proses kepemimpinan transformasional akan menghasilkan pengikut yang bermotivasi tinggi dan berkomitmen, mengembangkan visi yang mampu mengubah organisasi dan meningkatkan idealisme dan nilai-nilai pengikut selain dari menanamkan perasaan keadilan, kesetiaan dan kepercayaan. Dampak positif kepemimpinan transformasional pada berbagai indikator kinerja dan kepuasan kerja adalah nilai tambah di atas dampak kepemimpinan transaksional (Bass 1985).

Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara membentuk karakter para pegawai dan pimpinan hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).

organization culture health index, ochi act consulting, paparan akhir gambaran budaya organisasi, act consulting, bank sulselbar, ary ginanjar agustian, andi muhammad rahmat,

Pemaparan Akhir Hasil Organization Culture Health Index (OCHI) Bank Sulselbar di Mei 2019

By News No Comments

Dilansir dari bisnis.com dari bulan Maret 2019 diperoleh keterangan bahwa Bank Sulselbar yang merupakan Bank Pembangunan Daerah (BPD) milik pemda Se-Sulsel dan Sulbar  tengah merancang transformasi, dengan salah satu instrumennya adalah menjadi bank devisa. Perencanaan tersebut bahkan telah tertuang pada rencana jangka 5 tahunan perseroan atau Corprate Plan Bank Sulselbar 2016—2020 dan selanjutnya dimanfestasikan pada Rencana Bisnis Bank (RBB) 2019 sebagai bentuk keseriusan.

Upaya Transformasi yang dilakukan oleh Bank Sulselbar dilakukan dengan sangat serius. Hal ini tampak dengan dijalinnya kerjasama dengan ACT Consulting dalam hal pengukuran indeks kesehatan budaya organisasi atau organization culture health index (OCHI) beberapa waktu lalu. Hasil dari Survey OCHI yang dilakukan secara komputerisasi dan online serentak bagi semua cabang di wilayah Sulselbar ini, dipaparkan pada tanggal 28 Mei 2019.

Hasil Pemaparan Survey Organization Culture Health Index (OCHI) yang dipercayakan kepada ACT Consulting ini antara lain menyibak harapan karyawan, persepsi karyawan, dan gambaran kesehatan budaya kerja di dalam organisasi. Paparan akhir ini diterima secara langsung oleh Direktur Utama dari Bank Sulselbar, Bapak Haji Andi Muhammad Rahmat.

Acara paparan ini di ikuti oleh seluruh Board of Director Bank Sulselbar di ruang Meeting Direksi Bank Sulselbar, Makasar. Kegiatan ini dipandu oleh Corporate Culture and Corporate Strategy Expert Coach Rinaldi Agusyana dan Senior Konsultan Bidang Budaya Organisasi, Ariningtyas Prameswari.

Dengan harapan agar pengetahuan yang diperoleh dari hasil survey Organization Culture Health Index ini dapat membantu Bank Sulselbar dalam upaya transformasi yang tengah dilakukannya serta mencapai visi dan targetnya yang salah satunya adalah untuk menjadi Bank Devisa.

Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara membentuk karakter para pegawai dan pimpinan hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).

ACT Consulting, Ary Ginanjar Agustian, bekerja tetap produktif saat berpuasa, cara meningkatkan produktivitas, puasa tetap produktif, puasa tingkatkan produktivitas, tetap produktif saat berpuasa, tips meningkatkan produktivitas, tips meningkatkan produktivitas bekerja di bulan ramadhan, tips ramadhan, tips ramadhan produktif,

Tips Untuk Meningkatkan Produktivitas Bekerja di Bulan Ramadhan (15)

By Article No Comments

Selamat Pagi Sahabat, bagaimana keadaan Anda hari ini? Kami harap kita semua selalu dalam lindungan dan RidhaNya. Di hari Ramadhan ke dua puluh empat ini, kami harap telah terjadi sejumlah peningkatan yang signifikan dalam usaha Anda untuk mencapai target Ramadhan. Apakah perbaikan dan peningkatan itu terjadi dalam hal ibadah, maupun dalam hal profesional untuk keberhasilan berkelanjutan dalam kehidupan kita semua.

Mungkin Anda masih merasa belum optimal, tapi cobalah hargai perubahan kecil sekalipun, dengan rasa syukur. Karena dengan rasa syukur, Anda dan kita semua akan lebih mudah untuk meningkatkan perbaikan dan perubahan diri untuk mencapai arahan yang lebih baik lagi ke depannya. Salam Transformasi Performa dari ACT Consulting. Mari kita ikuti Tips Produktivitas Ramadhan untuk hari ini.

#Tips 15: Membangun Ketakwaan Profesional Dari Ibadah Ramadhan

Di dalam bulan Ramadhan ini, kita merasakan rasa cinta dan rindu yang teramat mendalam pada Allah SWT, Nabi Muhammad SAW, serta para sahabatnya. Hal ini karena kita tengah menjalankan berbagai ibadah yang tuntunannya berasal dari contoh dan teladan yang mereka berikan.

Di bulan ini, kerinduan akan keindahan dan pesona surga juga mendorong kita untuk memperbaiki perilaku, perkataan dan meningkatkan kualitas kerja dan karya kita. Hal ini terutama karena keinginan kita untuk meraih tempat di taman surga, dimana disana kita dapat menatap wajah Allah SWT. Sang Pencipta yang selalu menjaga kita dalam kasih dan sayangNya setiap waktu. Yang telah menghadirkan semua keberuntungan dan kebaikan dalam  hidup kita.

Kita juga tengah berusaha untuk meraih kecintaan para fakir miskin yang deritanya kini tengah kita rasakan dengan berpuasa. Menahan lapar dan dahaga, membuat kita dapat mengetahui apa yang dirasakan oleh mereka yang kurang memiliki uang untuk dapat makan dan minum. Menahan hawa nafsu dan amarah, sebagaimana para fakir miskin tersebut harus menahan ego yang mereka miliki karena memiliki status sosial yang tidak tinggi. Namun mereka tinggi di mata Allah SWT bila memiliki iman dan taqwa. Inilah yang ingin disampaikan Allah SWT dari ibadah puasa.

Bahwa penderitaan yang dirasakan setiap hari oleh kaum fakir miskin tersebut, adalah hal yang membuat mereka agung di mataNya. Bahwa kerja keras yang tulus yang mereka lakukan, dilakukan hanya untuk mengharapkan sedikit rezeki yang cukup untuk sekedar makan dan minum di hari itu. Bahkan boleh jadi mereka sering sekali melakukan puasa karena kekurangannya tersebut.

Maka bagaimana dengan kita, para karyawan professional yang memiliki pendapatan yang menengah keatas? Sesungguhnya di dalam harta kita terdapat banyak godaan untuk menghabiskannya di jalan yang tidak diridhai Allah SWT. Di dalamnya terdapat kemubaziran dan unsur foya-foya yang menjauhkan kita dari cinta Allah SWT. Hingga walaupun kita memiliki citra dan imaji yang agung di mata manusia, boleh jadi di mata Allah SWT, kita tidak ada apa-apanya dibanding para fakir miskin yang penuh derita namun ikhlas atas ketentuan Allah SWT.

Di masa kini, terdapat sejumlah pendekatan yang akhirnya dilakukan oleh para professional yang ingin meraih cinta Allah SWT ini. Terdapat gerakan untuk meniru kehidupan para ahlus suffah (sufi), dan menjalani hidup dengan keterbatasan ala fakir miskin tersebut. Namun tetap berada di lingkungan rumah yang mewah dan kendaraan yang terjamin.

Para sufi korporasi ini, amat hati-hati dalam menjaga perilaku dan perbuatan mereka. Karena mereka merasa selalu dalam pengawasan Allah SWT dan para malaikatNya. Mereka adalah pejuang kejujuran masa kini yang memiliki budi pekerti agung dan amat bersih dalam bertransaksi dan bekerja.

Para sufi korporat ini, mengutamakan ibadah diatas hal lainnya. Di saat adzan berkumandang, Anda dapat melihat mereka sebagai orang-orang pertama yang berada di jajaran shaf terdepan di masjid terdekat. Bahkan mereka dengan tegas meninggalkan ruang rapat dan mematikan telepon selular mereka hingga dzikir terakhir setelah shalat digulirkan.

Kita bisa melihat bahwa kecerdasan spiritual dan emosional para sufi korporat ini, menghasilkan lompatan keuntungan yang tinggi bagi organisasi dimana mereka berada. Bahwa tidak diperlukan upaya kotor untuk dapat meraih keuntungan. Bahwa dengan melakukan jalan karir yang bersih, mereka berjuang untuk menegakkan kejujuran dan meninggalkan jejak kemuliaan di tempat-tempat dimana mereka pernah menjabat. Berbagai kegemilangan pun menjadi hasilnya.

Para sufi korporat ini berhasil memadukan antara kehidupan karir yang gemilang dengan aktivitas ibadah yang berintensitas tinggi. Mereka menjadikan ayat-ayat quran mewarnai perkataan dan penuturannya. Menghidupkan nilai-nilai Islam di dalam manajemen yang mereka laksanakan, serta melaksanakan teladan dari Rasul dan para sahabat di dalam disiplin professional yang mereka lakukan.

Apakah kita para sufi korporat itu? Mungkin saja. Semoga momen Ramadhan tahun ini makin mendewasakan kita dan mematangkan upaya kita untuk terus memperbaiki diri. Untuk terus meningkatkan kerja dan menghasilkan karya yang berarti bagi kemajuan umat manusia seluruhnya. Hingga keberadaan kita dapat menjadi wujud kasih sayang Allah SWT bagi seluruh semesta. Salam Transformasi Performa dari ACT Consulting. Ikuti terus berbagai tips dan artikel dari kami di website www.actconsulting.co

majid al futtaim, tokoh muslim sukses dunia, tokoh muslim terkaya, tokoh terkaya dunia, perusahaan dunia milik muslim, kisah sukses tokoh islam, tokoh dunia islam, act consulting, ary ginanjar agustian,

Tokoh Muslim Sukses Dunia: Majid Al Futtaim, Pemegang Konglomerasi di 13 Negara

By Article No Comments

Bila berjalan-jalan di Mall di daerah teluk, atau bermain di salah satu taman hiburan keluarga, Anda mungkin sekali akan menemukan nama ini; Majid Al Futtaim Group. Ya, Majid Al Futtaim Group adalah salah satu konglomerasi besar yang memegang banyak jenis usaha yang tersebar di 13 negara di Asia, Jazirah Arab dan Afrika.

Terpisah dari keluarga Al Futtaim yang memiliki Al Futtaim Group sebagai sebuah konglomerasi yang memegang lisensi sejumlah merk automotif di emirat arab, Majid Al Futtaim mendirikan grup perusahaan atas namanya sendiri di tahun 1992. Al Futtaim Group sendiri telah berdiri sejak tahun 1930 dan hingga sekarang masih dibesarkan oleh Abdullah Al Futtaim.

Majid Al Futtaim adalah sepupu dari Abdullah Al Futtaim. Majid memegang separuh bagian dari Al Futtaim Group yang menangani industri properti, keuangan, hiburan, makanan, dan lain-lain yang beroperasi di Dubai, Mesir, Oman, Bahrain, dan sejumlah negara lainnya di Asia, Timur Tengah dan Afrika.

Kebanyakan dari pemegang jabatan utama di Majid Al Futtaim Group terdiri dari sejumlah pengusaha dari Inggris dan Eropa. Tariq Al Futtaim, putra dari Majid, adalah satu-satunya eksekutif yang berada dalam jajaran direksi yang merupakan bagian dari keluarga.

Majid Al Futtaim Group memegang lisensi untuk hypermarket Carrefour di 13 negara di Arab dan Afrika. Juga memiliki sejumlah hotel, mall, pemegang dari sejumlah merk busana internasional, serta taman hiburan keluarga.

Datang dari keluarga kaya Al Futtaim, membuatnya memiliki berbagai kemudahan untuk membesarkan bisnisnya, namun ini bukan tanpa syarat. Bahkan dikatakan oleh Asia One, sebuah majalah bisnis asia bahwa Majid Al Futtaim group memiliki komitmen yang tinggi untuk memegang prinsip good corporate governance, keterbukaan informasi dan keuangan, serta komitmen terhadap visi dan misi korporasi.

Majid mempertahankan integritas dan membuat bisnisnya berjalan secara inklusif dan terbuka. Bahkan perusahaannya dijuluki sebagai korporasi dengan tingkat keterbukaan tertinggi di antara perusahaan lain dari Uni Emirat Arab (UAE). Hal ini terlihat dari publikasi laporan keuangan yang dilakukan secara rutin dan terbuka.

Beragam inovasi yang dilakukan Majid Al Futtaim harus bisa dipelajari oleh banyak orang di negara kita. Untuk mempelajari cara melakukan manajemen inovasi bisnis, klik disini. Untuk memiliki kemampuan mendesain bisnis mandiri, anda juga bisa klik disini.

Bila memiliki kesulitan atau masalah di beberapa sisi seperti budaya dan penerapan disiplin pencapaian target. Bila itu masalahnya, bagi para Leaders di Organisasi Anda, dapat mengikuti program  Transformational Leadership dari ACT Consulting dengan klik di link ini.

Untuk melakukan perkembangan di organisasi dan korporasi Anda, Anda dapat mempelajari cara membangun budaya perusahaan dengan klik disini. Anda juga dapat mempelajari cara menciptakan strategi yang tepat untuk perusahaan dengan klik disini.

Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara membentuk karakter para pegawai dan pimpinan hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).

esq sparkling ramadhan, ramadhan momen kebangkitan, act consulting, bank syariah mandiri, ary ginanjar agustian, iman herdimansyah,

Seminar Sparkling Ramadhan Hajj & Umrah Group & Retail Deposit Group Bank Syariah Mandiri di Mei 2019

By News No Comments

Menjadikan Ramadhan sebagai momentum kebangkitan dan momen untuk melakukan perubahan secara gradual, adalah upaya setiap muslim dan muslimah dimana saja.

Pelatihan selama puluhan hari di bulan Ramadhan, adalah pembekalan yang sangat berharga yang mengasah banyak aspek profesional dari seseorang.

Oleh karena itu, Bank Syariah Mandiri yang tengah terus berinovasi dan memunculkan berbagai terobosan baru, ingin memanfaatkan momentum Ramadhan kali ini, untuk menjadi lebih bersinar cemerlang. Agar dapat menyentuh hati para konsumen dengan pendekatan yang lebih baik, dan dengan pelayanan yang lebih dekat di hati konsumen dan masyarakat secara umum.

Untuk itu, Bank Syariah Mandiri bekerjasama dengan ACT Consulting dalam menyelenggarakan acara Sparkling Ramadhan untuk Hajj and Umra Group dan Retail Deposit Group Bank Syariah Mandiri.

Pada tanggal 28 Mei 2019, acara langsung dibuka oleh Ibu Vita Andrianty Sebagai Head Division. Kegiatan ini dipimpin dan dibawakan langsung oleh Coach Iman Herdimansyah, Direktur Training ESQ Group dan Master Trainer ESQ Outbond Dadang Suhendar.

Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara membentuk karakter para pegawai dan pimpinan hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).

training complaint handling, training effective communication, yusran effendy, rendy yusran, esq school of communication, act consulting, ary ginanjar agustian,

Training Complaint Handling Departemen Kepegawaian Inspektorat Jendral Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI di Mei 2019

By News No Comments

Berurusan dengan pembentukan masa depan manusia Indonesia melalui jalur pendidikan, membuat tanggung jawab yang berat tersimpan di pundak mereka yang bekerja di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Untuk terus memperbaiki layanan yang ingin diberikan kepada masyarakat, Pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berinisiatif untuk memberikan Training yang dapat membantu memperbaiki pelayanan yang diberikan lembaga ini pada masyarakat Indonesia.

Untuk itu, Training “Complaint Handling Effectively” diselenggarakan bekerjasama dengan ACT Consulting. Pada tanggal tanggal 22-23 Mei 2019, Training ini dipandu oleh Coach Rendy Yusran di Menara 165 lantai 4. Training ini diikuti oleh Karyawan Departemen Kepegawaian Inspektorat Jendral Kementerian Pendidikan Kebudayaan Republik Indonesia sebanyak 15 orang.

Pada kesempatan ini, Pendiri ESQ Group, Pak Ary Ginanjar Agustian hadir untuk menyapa serta memberikan sambutan atas upaya pengembangan layanan yang tengah dilakukan oleh Depdikbud ini.

Diharapkan kegiatan ini dapat membantu meningkatkan keterampilan peserta dalam menghadapi complaint dari masyarakat. Juga diharapkan pelatihan ini akan memuluskan sinergi yang terus dilakukan antara satu direktorat dengan direktorat lainnya di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara membentuk karakter para pegawai dan pimpinan hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).

menghadapi karyawan pembully, menghadapi bullying di lingkungan kantor, menghadapi karyawan bermasalah, tips menghadapi masalah di kantor, tips untuk hrd, tips karir, tips menolong korban bullying, act consulting, ary ginanjar agustian,

Tips Menghadapi Karyawan Bermasalah: Menghadapi Karyawan Pembully

By Article No Comments

Salah satu hal yang berat yang harus dilakukan saat kita bekerja adalah saat menghadapi rekan kerja yang memiliki masalah. Masalah itu bisa berasal dari diri mereka sendiri, atau dapat berasal dari luar pekerjaan. Sebagai seorang rekan kerja, kita bisa memilih untuk tidak mempedulikan masalah mereka. Tapi bisa jadi itu membuat diri kita terpengaruh dan terganggu bukan? Untuk itu, ada sejumlah hal yang dapat kita lakukan, untuk membantu diri kita dengan membantu rekan kita  yang bermasalah.

#4. Menghadapi Karyawan Pembully

Bullying dapat terjadi di lingkungan kantor. Tidak hanya di lingkungan dunia pendidikan. Bedanya, mereka yang mengalami bullying di lingkungan sekolah biasanya masih dalam bentuk kepribadian yang rapuh dan belum dewasa. Sementara, di lingkungan kantor, semua karyawan telah  mencapai usia dewasa, dan telah mencapai jenjang pendidikan yang penuh.

Banyak dari karyawan yang tidak tahan menghadapi bullying, kemudian dicap sebagai lemah. Hal ini karena di sejumlah tempat bekerja, ada slogan atau motto bahwa “harus tahan terhadap tekanan”. Padahal, tekanan dalam pekerjaan seharusnya bukan berasal dari kawan atau rekan kerja. Tapi dari beratnya tanggung jawab pekerjaan itu sendiri.

Dengan sendirinya, karyawan yang melakukan bullying akan membuat suasana kantor menjadi tidak menyenangkan. Hal ini karena beban pekerjaan sendiri sudah sangat banyak dan tanggung jawab yang harus di emban, tidak mudah dan tidak ringan. Melakukan bullying, akan menambah beban yang tidak diperlukan pada semua hal itu. Untuk itu, karyawan yang melakukan bullying perlu ditangani.

Seringkali, bullying dilakukan pada topic yang ada diluar dari pekerjaan. kebanyakan bullying menyangkut masalah pribadi seseorang. Misalnya, status sudah menikah atau  belum. Status sudah punya anak atau belum. Status sudah punya kendaraan atau belum. Serta hal lain yang tidak berkaitan dengan pekerjaan. Bullying seperti ini menambah tekanan sosial ke dalam pekerjaan di kantor.

Bullying pun bisa dilakukan dalam bentuk yang jelas-jelas menganggu. Seperti meminta-minta uang dari karyawan, atau menjelekkan seseorang di depan karyawan yang lain. Para pengganggu ketentraman bekerja seperti ini, perlu dihadapi dengan taktik. Karena bukan tidak mungkin, orang tersebut akan melemparkan kesalahan pada diri kita. Karena para pembully biasanya ahli dalam memutar balikkan fakta dan membuat orang lain tertekan sebagai hasil dari kata-kata yang diutarakannya. 

Pembully biasanya melakukan shaming, di lingkungan pekerjaan. Bisa berupa body shaming, economy shaming, parenting shaming, atau hal-hal yang lain. Hal yang sebenarnya tidak pantas dilakukan di dalam lingkungan pekerjaan. Hal yang membuat suasana pekerjaan menjadi tidak menyenangkan dan tidak kondusif untuk berkarya produktif. Padahal, muaranya bisa jadi berawal dari rasa iri atau perasaan tidak mau tersaingi, atau tidak mau kalah. Seorang pembully biasa menempatkan dirinya dalam posisi yang lebih tinggi daripada orang lain, dan menjatuhkan mental orang lain sebagai sebuah kebiasaan.

Para pembully juga biasanya lebih itu. Mereka bisa saja bekerjasama dengan orang lain dan menciptakan permusuhan di lingkungan kantor. Mereka bisa saja melakukan sabotase pada karir orang yang tidak disukai di lingkungan pekerjaan tersebut. Sehingga orang yang dibully menjadi makin terpuruk dan jatuh karena hasil kerjanya dirusak dan reputasinya dihancurkan.

Padahal tanpa ia sadari, banyak orang yang mengetahui kejahatannya tersebut, dan dapat melaporkannya ke bagian HRD atau ke atasannya kapan saja. Bila Anda merasa prihatin atas bullying yang diterima oleh seorang rekan di kantor, anda bisa melakukan langkah-langkah di bawah ini. Langkah-langkah ini perlu dilakukan secara cermat, agar karir Anda sendiri tidak terancam, dan keadaan sosial di lingkungan pekerjaan tetap tentram. Jadi bukan dengan cara konfrontasi langsung ya.

Bagaimana cara untuk menghadapi Pembully di Kantor Anda? Berikut ini cara untuk menghadapinya;

  1. Diskusikan dengan kawan-kawan yang merasa tertekan akibat perilaku bullying tersebut
  2. Tanyakan apakah banyak orang yang menerima bullying, atau hanya orang tertentu saja?
  3. Klarifikasi pada korban bullying, apa yang ia rasakan, dan apa yang ia inginkan untuk keluar dari masalah bullying yang diterimanya tersebut.
  4. Tanyakan, apa saja hal yang ia rasakan dan alami, selain serangan verbal. Apakah ada perilaku non verbal yang dialamatkan padanya? Apakah ada upaya sabotase pekerjaan yang dilakukan oleh orang-orang tertentu di lingkungan tersebut pada si korban?
  5. Kumpulkan semua bukti dari hasil pembicaraan Anda tersebut, pada bagian HRD. Diskusikan dengan bagian HRD/HC/SDM/People Service, mengenai perilaku bullying yang dialami oleh salah seorang karyawan atau lebih tersebut.
  6. Bagian HRD biasanya akan menampung masalah tersebut dan meluangkan waktu untuk meneliti fakta dan melakukan perumusan langkah apa yang harus dilakukan.
  7. Langkah pertama yang biasanya diambil oleh bagian HRD adalah menyampaikan masalah tersebut pada atasan dari pelaku bullying tersebut. Hal ini agar sang atasan dapat melakukan pendekatan pada si pelaku, mengenai keluhan yang dirasakan orang-orang karena perilaku bawahannya.
  8. Bila bullying terus dilakukan, bagian HRD bisa saja memberikan teguran. Setelah teguran tidak berhasil, baru akan dilakukan peringatan.
  9. Bila sudah sampai pada tahap peringatan dan bullying tetap dilakukan, pelaku bullying tersebut dapat saja menerima sanksi. Sanksi yang diberikan bisa bermacam-macam, tergantung dari keputusan atasan pelaku dan bagian HRD.

Bagaimana? Sekarang Anda sudah bisa melakukan sesuatu untuk membantu kawan yang mengalami bullying atau perundungan tersebut. Posisi Anda pun tetap tenang dan tidak terjadi konflik horizontal dengan sesama rekan di kantor.

Bila seorang pembully masih memiliki hati yang baik, ia bisa berubah dan memperbaiki dirinya setelah menerima teguran. Hal ini tentu sangat kita harapkan. Namun bila ia sampai harus menerima peringatan, hal tersebut sudah menjadi konsekuensi dari perilakunya. Kedewasaan seseorang memang tidak ditentukan oleh usia atau jabatan.

Bisa jadi seorang atasan pun melakukan hal yang serupa bullying tersebut. Hal ini sudah menjadi kepedulian dan keprihatinan bersama. Untuk itu, jangan sampai Anda pun melakukan hal yang sama ya. Semoga tempat pekerjaan Anda menjadi lebih tenteram setelah masalah bullying dapat ditangani. Salam Transformasi Performa dari ACT Consulting. Jangan ketinggalan tips-tips selanjutnya dengan mengikuti artikel yang kami sajikan di www.actconsulting.co.

suleiman kerimov, ACT Consulting, Ary Ginanjar Agustian, kisah sukses tokoh islam, perusahaan dunia milik muslim, tokoh dunia islam, tokoh muslim sukses dunia, tokoh muslim terkaya, tokoh terkaya dunia,

Tokoh Muslim Sukses Dunia: Sulaiman Kerimov, Dermawan Muslim Terkaya di Rusia

By Article No Comments

Suleiman Kerimov, Mahmoud Abbas, Vladimir Putin dan Recep Tayyip Erdoğan membuka Masjid Katedral Moskow, 23 September 2015. Suleiman Kerimov dikabarkan menyumbangkan dana sebanyak 100 juta dollar untuk mendirikan Masjid Terbesar di kota Moskow ini. Yayasan Kerimov juga menyumbang untuk pembangunan masjid dan gereja dan mengirim ribuan jamaah ke Mekah untuk berhaji setiap tahunnya. Siapakah Suleiman Kerimov yang dijuluki sebagai Dermawan Muslim Terkaya di Rusia ini?

Ayah Suleiman Kerimov adalah seorang pengacara di sebuah lembaga investigasi kriminal, sementara ibunya adalah seorang akuntan untuk Bank Tabungan Rusia. Suleiman Kerimov lulus dari sekolah menengah pada tahun 1983, dan setelah ini mendaftar di Departemen Teknik Sipil di Dagestan Polytechnic Institute pada tahun 1984. , ia mengikuti dinas militer wajibnya sebagaiTentara Soviet dengan menghentikan studinya hanya satu tahun kemudian. Setelah menyelesaikan pengabdiannya pada tahun 1986, Kerimov melanjutkan studinya di Universitas Negeri Dagestan, tempat ia lulus dengan gelar di bidang akuntansi keuangan dan ekonomi pada tahun 1989.

Selama studinya ia adalah Wakil Ketua Komite Serikat Pekerja DSU. Itu juga di universitas yang Kerimov bertemu istrinya, Firuza, putri mantan pemimpin Serikat Buruh. Kerimov telah menyatakan bahwa ia bermimpi menghasilkan uang sejak usia dini, sebuah ambisi yang mendorongnya untuk kemudian pindah dari kampung halamannya Dagestan pada awal 1990

Segera setelah lulus universitas pada tahun 1989, Kerimov mengambil pekerjaan sebagai ekonom di pabrik listrik Eltav di ibu kota Dagestan. Pabrik yang dikontrol negara ini memasok transistor dan semi-konduktor untuk pembuat televisi, juga memproduksi dioda, microchip, dan lampu halogen. Saat itu Kerimov dibayar hanya 150 rubel (sekitar $ 250 dolar AS) sebulan dan dia dan  istrinya tinggal di asrama pekerja yang terhubung dengan pabrik, di mana mereka berbagi satu kamar di flat dua kamar. Berkat kerja keras dan kecerdikannya, Kerimov naik terus karirnya hingga menjadi Wakil Direktur Jenderal di Eltav dan mulai mencoba-coba berinvestasi bersama selama jatuhnya Uni Soviet.

Pada tahun 1993, Kerimov ditugaskan menangani hubungan antara Eltav dan Fedprombank, sebuah bank Moskow yang didirikan oleh perusahaan listrik. Fedprombank membiayai industri yang tertinggal dan Kerimov dan rekan-rekannya segera menjadi kreditor untuk perusahaan utilitas besar, yang memungkinkan mereka untuk terus memberikan  layanan utama. Setelah ekonomi Rusia stabil, utang-utang itu dilunasi dengan pengembalian besar bagi Fedprombank dan Kerimov menjadi salah satu orang yang kaya raya.

Pada tahun 1995, Kerimov ditunjuk untuk mengepalai perusahaan perbankan dan perdagangan Soyuz-Finans, dan pada tahun 1997, Kerimov telah membangun 50% saham di Vnukovo Airlines dan menggunakan keuntungan dari daya ungkit saham yang dimilikinya untuk mengambil alih Fedprombank, membeli saham mitranya.

Pada akhir 1999, Kerimov membeli 55% saham di perusahaan perdagangan minyak Nafta Moskva, penerus perusahaan monopoli Soviet Soyuznefteexport, sebesar $ 50 juta. Pada tahun 2000, ia telah meningkatkan kepemilikannya di Nafta Moskva menjadi 100%.  Kerimov melakukan restrukturisasi besar-besaran perusahaan, menjual semua aspek yang berhubungan dengan minyak dan menciptakan perusahaan investasi dan holding. Investasi Nafta pada pertengahan 2000-an termasuk pembelian pusat bisnis Smolensky Passazh dan AvtoBank

Pada tanggal 26 November 2006, di Nice, Prancis, Kerimov terluka parah setelah kehilangan kendali atas Ferrari Enzo-nya pada Promenade des Anglais. Dia menderita luka bakar parah akibat kecelakaan itu, yang memengaruhi dia untuk menyumbang € 1 juta kepada Pinocchio – sebuah badan amal yang bekerja dengan anak-anak yang menderita luka bakar. Kerimov memakai sarung tangan berwarna kulit untuk menyembunyikan luka bakarnya.

Kerimov mendirikan Yayasan Suleyman Kerimov pada tahun 2007, dengan visi untuk meningkatkan kehidupan kaum muda di Rusia dan di seluruh dunia, dengan berinvestasi dalam  inisiatif yang memperkuat komunitas dan membantu mereka yang membutuhkan. Tidak seperti kebanyakan badan  amal di Rusia, yayasan bekerja sama dengan pemerintah, yang berarti proyek mereka memiliki prospek jangka panjang yang jauh lebih baik.

Yayasan Suleyman Kerimov bekerja sama dengan Federasi Gulat Rusia, serta program olahraga lainnya, dalam mendukung pembangunan gym dan penyediaan peralatan, untuk beberapa ratus atlet dan pelatih Rusia di seluruh negeri. Sejak berdirinya Yayasan Suleyman Kerimov pada 2007, mereka telah menyumbangkan hampir 300 hibah dengan total lebih dari 300 juta CHF telah diberikan. Pendanaan telah diberikan sesuai dengan sepuluh area pendanaan inti yang diidentifikasi oleh Yayasan, dengan penekanan khusus di bidang pendidikan, agama, aspek sosial, kedokteran dan olahraga.

Pada 17 Desember 2010, pers melaporkan bahwa Kerimov akan menghabiskan $ 100 juta untuk rekonstruksi sekolah menengah Zarechenskaya, sebuah sekolah komprehensif tingkat lanjut di sebelah barat Moskow “untuk mendidik anak-anak dari berbagai kelompok sosial.” Sekolah akan mencakup kompleks olahraga modern dengan kolam renang, arena seluncur es, lantai dansa raksasa, serta area perumahan untuk anak-anak berbakat dari provinsi. Rekonstruksi selesai pada tahun 2015. Suleyman Kerimov juga menjadi sponsor pusat pendidikan Sirius untuk anak-anak berbakat, yang terletak di Sochi dan Dagestan.

Beragam inovasi yang dilakukan Suleiman Kerimov harus bisa dipelajari oleh banyak orang di negara kita. Untuk mempelajari cara melakukan manajemen inovasi bisnis, klik disini. Untuk memiliki kemampuan mendesain bisnis mandiri, anda juga bisa klik disini.

Bila memiliki kesulitan atau masalah di beberapa sisi seperti budaya dan penerapan disiplin pencapaian target. Bila itu masalahnya, bagi para Leaders di Organisasi Anda, dapat mengikuti program  Transformational Leadership dari ACT Consulting dengan klik di link ini.

Untuk melakukan perkembangan di organisasi dan korporasi Anda, Anda dapat mempelajari cara membangun budaya perusahaan dengan klik disini. Anda juga dapat mempelajari cara menciptakan strategi yang tepat untuk perusahaan dengan klik disini.

Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara membentuk karakter para pegawai dan pimpinan hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).

ACT Consulting, Ary Ginanjar Agustian, bekerja tetap produktif saat berpuasa, cara meningkatkan produktivitas, puasa tetap produktif, puasa tingkatkan produktivitas, tetap produktif saat berpuasa, tips meningkatkan produktivitas, tips meningkatkan produktivitas bekerja di bulan ramadhan, tips ramadhan, tips ramadhan produktif

Tips Untuk Meningkatkan Produktivitas Bekerja di Bulan Ramadhan (14)

By Article No Comments

Selamat Pagi Sahabat, bagaimana keadaan Anda hari ini? Kami harap kita semua selalu dalam lindungan dan RidhaNya. Di hari Ramadhan ke dua puluh tiga ini, kami harap telah terjadi sejumlah peningkatan yang signifikan dalam usaha Anda untuk mencapai target Ramadhan. Apakah perbaikan dan peningkatan itu terjadi dalam hal ibadah, maupun dalam hal profesional untuk keberhasilan berkelanjutan dalam kehidupan kita semua.

Mungkin Anda masih merasa belum optimal, tapi cobalah hargai perubahan kecil sekalipun, dengan rasa syukur. Karena dengan rasa syukur, Anda dan kita semua akan lebih mudah untuk meningkatkan perbaikan dan perubahan diri untuk mencapai arahan yang lebih baik lagi ke depannya. Salam Transformasi Performa dari ACT Consulting. Mari kita ikuti Tips Produktivitas Ramadhan untuk hari ini.

#Tips 14: Membangun Kepedulian Dalam Kerangka Profesional

Di dunia kerja, ada pepatah bahwa kita bisa mencintai orang lain tanpa memimpin orang tersebut. Tapi, kita tak bisa memimpin orang, tanpa mencintai mereka. Secara professional, hal ini terbukti sebagai suatu hal yang berlaku secara umum.

Bila kita tidak memiliki kepedulian atau rasa sayang pada orang yang bekerja membantu kita, maka akan ada halangan dan ganjalan saat kita bekerja bersamanya. Bisa saja, ganjalan yang terasa itu membuat kita berpikir tidak obyektif dan membuat kita berlaku tidak adil.

Ketidak adilan ini bisa terjadi karena kita lebih menyukai seorang karyawan dibanding yang lain. Sehingga ada orang yang kita perlakukan lebih, sementara karyawan lainnya tidak mendapatkan perlakuan sejenis. Mungkin hal ini dirasakan biasa, namun sebenarnya hal ini akan menimbulkan kecemburuan sosial, dan rasa ketidakadilan akan merebak dan menyeruak.

Baru setelah seorang pemimpin berubah dari sikap tidak adil menjadi adil, maka keadaan di tempat yang dipimpinnya akan membaik. Itulah yang menjadi alasan mengapa bersikap peduli itu harus. Karena kepedulian akan membuat kita bersikap adil pada semua orang.

Di bulan puasa ini, rasa kepedulian kita ditingkatkan terus menerus. Dari yang tadinya kita egois, hanya memikirkan diri sendiri. Kita di bulan ini harus mengalami rasa lapar dan haus sepanjang hari. Hal ini membuat kita jadi lebih peka pada keadaan orang-orang di sekitar kita. Mereka yang telah membantu kita selama ini.

Contohnya seperti tukang parkir, satpam, office boy atau office girl, serta cleaning service yang setiap hari membantu dan menjaga agar keadaan lingkungan kita selalu baik, aman, bersih dan wangi. Tanpa kehadiran mereka, pasti kesibukan yang ada membuat keadaan menjadi tidak terjaga. Karena itu, peran mereka amatlah penting.

Bila kita dulu di bulan selain puasa hanya memikirkan “makan apa saya nanti siang”, maka di bulan puasa ini kita bisa meningkatkan kepeduliaan pada mereka dengan bertanya, “apakah mba/mas sudah makan pagi ini?” lalu memberikan mereka uang yang cukup untuk membeli makanan bila ternyata mereka belum makan. Keadaan ekonomi yang sulit, bisa membuat mereka kehilangan kesempatan untuk menikmati hasil pekerjaan mereka sendiri. Seringkali karena harus membantu keluarga, adik, ibu, atau ayahnya.

Atau bisa saja hal yang sama dialami juga oleh kawan dekat kita. Kita baru tahu bahwa ternyata ia harus menanggung kegembiraan orangtuanya. Pada kawan yang seperti ini, kita harus banyak lebih peduli. Karena melalui tangan mereka, banyak orang yang bisa menikmati hidup dengan lebih baik. Sementara kita mungkin tanggungannya masih sedikit.

Banyak diantara kita yang beruntung, karena tidak memiliki hutang. Tidak ada kewajiban cicilan, dan tidak ada beban untuk membayar uang sekolah. Allah SWT menurunkan aturan untuk mewujudkan kepedulian tersebut dengan mekanisme zakat. Ada zakat fitrah dan zakat mal. Maka di bulan ini, kita pun diwajibkan untuk membayar zakat. Dengan zakat, tercipta suatu kolaborasi sosial. Yang kekurangan mendapatkan bantuan, dan yang berlebih menyalurkan bantuan ke beberapa tempat.

Selain berzakat, kita juga bisa memberikan infaq dan shadaqah kita, dimana pun kita inginkan. Itulah salah satu hikmah dari ibadah puasa di bulan ramadhan yang dapat meningkatkan ketakwaan kita, dan memutar roda perekonomian umat. Dengan menolong satu orang, bisa jadi kita menolong satu keluarga. Walau sekecil apapun pertolongan tersebut.

Untuk itu, teruskanlah kepedulian yang dibangun di bulan ini, hingga ke bulan-bulan lainnya. Dengan cara ini, kita membantu mengaktifkan roda kolaborasi sosial ekonomi umat. Kita turut berperan dalam menghidupkan perekonomian yang tandus hingga menjadi subur dan kembali menghidupkan.

Efek dari kepedulian ini secara professional, akan terlihat dampaknya. Cara kita berperilaku akan menjadi lebih peka dan peduli. Kata-kata yang kita pilih akan lebih baik dan bermakna. Kita pun akan selalu berorientasi kerja yang optimal, karena bila pekerjaan kita baik dan berhasil, akan lebih banyak orang yang bisa kita tolong dan bantu. Akan lebih banyak jalur-jalur bantuan yang bisa kita salurkan.

Berkaitan dengan performa kerja, semangat kerja yang meningkat karena semangat sosial untuk meningkatkan ekonomi umat ini, akan membuat kita menjadi lebih rajin. Lebih jujur, lebih peduli, dan lebih bertanggung jawab. Kepedulian juga bisa membuat kita lebih visioner, lebih disiplin, lebih baik dalam bekerjasama, dan lebih adil.

Semoga bentukan kepedulian yang terasah selama di bulan Ramadhan ini dapat berkembang terus di bulan-bulan lainnya. Agar kinerja dan performa prestasi kita terus meningkat. Salam Transformasi Performa dari ACT Consulting. Ikuti terus tips-tips selanjutnya dari kami di website actconsulting.co.

Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara membentuk karakter para pegawai dan pimpinan hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).