Skip to main content
Tag

Team Building

transformational leadership, act consulting, ary ginanjar agustian

Pengaruh Positif Transformational Leadership Pada Performa Finansial Perusahaan

By Article No Comments

Dari beberapa buah penelitian yang dilakukan di tanah air, kita dapat melihat korelasi positif dari penerapan model kepemimpinan Transformational Leadership pada berbagai area.

Penelitian yang dilakukan antara lain oleh Putra (2016) dan Siajaya (2014), keduanya dari universitas di Surabaya. Hasil dari penelitian yang dilakukan kedunya menunjukkan hasil yang sejalan. Yaitu pengaruh positif dari pola kepemimpinan Transformational Leadership dengan meningkatnya Performa Finansial Perusahaan.

Penelitian Putra (2016) pada 35 perusahaan Perbankan di Surabaya

Putra (2016) melakukan penelitian dengan mengambil sejumlah perusahaan perbankan sebagai subyek penelitiannya. Sampel dalam penelitiannya adalah 35 perusahaan perbankan di Surabaya. Data didapat dari Bursa Efek Indonesia dan dengan menyebar kuesioner ke karyawan serta nasabah bank.

Pengukuran Pengaruh Transformational Leadership terhadap Financial Performance (Putra, 2016) dilakukan pada 35 perusahaan perbankan di Surabaya

Hasil penelitian yang dilakukan Putra (2016) menunjukkan hasil hipotesa pertama (H1) bahwa Transformational leadership berpengaruh positif terhadap financial performance. Nilai path coefficient pengaruh transformational leadership terhadap financial performance sebesar 0.569043 dengan nilai t-statistic sebesar 11.8996 yang lebih besar dari nilai t tabel yaitu 1.96.

Hal ini menunjukkan bahwa adanya pengaruh positif dan signifikan antara transformational leadership terhadap financial performance.Jadi dapat disimpulkan bahwa semakin baik transformational leadership maka semakin tinggi pula financial performance pada karyawan. Berdasarkan hasil tersebut, hipotesis pertama penelitian ini dapat diterima dan terbukti kebenarannya.

Sementara, Putra (2016) juga menunjukkan bahwa Transformational leadership berpengaruh positif terhadap service quality. Nilai path coefficient pengaruh transformational leadership terhadap service quality sebesar 0.221062 dengan nilai t-statistic sebesar 3.730817 yang lebih besar dari nilai t tabel yaitu 1.96.

Hal ini menunjukkan bahwa adanya pengaruh positif dan signifikan antara transformational leadership terhadap service quality.Jadi dapat disimpulkan bahwa semakin baik transformational leadership maka semakin tinggi pula service quality yang dirasakan nasabah. Berdasarkan hasil tersebut, hipotesis kedua penelitian ini dapat diterima dan terbukti kebenarannya.

Terakhir, Putra (2016) juga menunjukkan bahwa Service quality berpengaruh positif terhadap financial performance. Nilai path coefficient pengaruh service quality terhadap financial performance sebesar 0.177761 dengan nilai t-statistic sebesar 2.561677 yang lebih besar dari nilai t tabel yaitu 1.96.

Hasil yang didapatkan Putra (2016) ini menunjukkan bahwa adanya pengaruh positif dan signifikan antara service quality terhadap financial performance.Jadi dapat disimpulkan bahwa semakin baik service quality maka semakin tinggi pula financial performance pada perusahaan perbankan. Berdasarkan hasil tersebut, hipotesis ketiga penelitian ini dapat diterima dan terbukti kebenarannya.

Penelitian Siajaya (2014) pada 30 Perusahaan Manufaktur di Surabaya

Sementara, Siajaya (2014) melakukan penelitian pada sejumlah 277 karyawan pada 30 perusahaan manufaktur yang menerapkan transformational leadership. Pada penelitian ini, Siajaya (2014) menghitung pengaruh Transformational Leadership terhadap Job Satisfaction, Employee Engangement dan Financial Performance.

Pengukuran Pengaruh Transformational Leadership pada Performa Finansial (Siajaya, 2014), dilakukan pada 30 perusahaan manufaktur di Surabaya

Siajaya (2014) mendapatkan nilai R-Square untuk Job Satisfaction adalah sebesar 0,662, memiliki arti bahwa prosentase besarnya pengaruh Transformational Leadership terhadap Job Satisfaction adalah sebesar 66,2%, sedangkan sisanya yaitu 33,8% dipengaruhi oleh variabel lain.

Sementara, Siajaya (2014) mendapatkan Nilai R-Square untuk Employee Engagement adalah sebesar 0,522, memiliki arti bahwa prosentase besarnya pengaruh Transformational Leadership dan Job Satisfaction terhadap Employee Engagement adalah sebesar 52,2%, sedangkan sisanya yaitu 47,8% dipengaruhi oleh variabel lain.

Nilai R-Square untuk Financial Performance adalah sebesar 0,089, memiliki arti bahwa prosentase besarnya pengaruh Transformational Leadership, Employee Engagement, dan Job Satisfaction terhadap Financial Performance adalah sebesar 8,9%, sedangkan sisanya yaitu 91,1% dipengaruhi oleh variabel lain.

Pada penilaian goodness of fit bisa diketahui melalui nilai Q2. Dari hasil perhitungan diketahui nilai Q2 sebesar 0,853 artinya besarnya keragaman dari data penelitian yang dapat dijelaskan oleh model struktural yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah sebesar 85,3%. Berdasarkan hasil ini, model struktural pada penelitian telah memiliki goodness of fit yang cukup baik.

Dapat kita lihat dari dua hasil penelitian diatas bahwa, Transformational Leadership memiliki pengaruh yang signifikan terhadap meningkatnya performa perusahaan, baik di perusahaan manufaktur maupun di perusahaan perbankan. Hasil ini dapat membuat kita lebih yakin untuk melakukan pengembangan pola kepemimpinan Transformational Leadership ini pada perusahaan dan organisasi dimana kita berada, agar performa finansial perusahaan dapat lebih ditingkatkan lagi.

Untuk mengikuti Program Transformational Leadership, Anda dapat mengklik link disini. Dari Acara selama 2 hari yang dipimpin langsung oleh DR (HC) Ary Ginanjar Agustian, Anda akan memperoleh pengetahuan, wawasan dan skill yang dibutuhkan untuk menerapkan Transformational Leadership di Perusahaan Anda.

Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara membentuk karakter para pegawai dan pimpinan hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).

talent based coaching, act consulting, esq coaching academy

Mengembangkan Organisasi dengan Talent Based Coaching

By News No Comments

Lebih banyak dari kita menghabiskan waktu di kantor untuk bekerja, dibanding untuk mengerjakan apa yang menjadi bakatnya. Karena itu, banyak yang tidak memiliki performa kerja yang baik, karena mereka merasa tidak bekerja sesuai dengan bakat yang dimiliki.

Padahal, bakat seringkali bukan suatu bidang hobi, tapi lebih pada kekuatan dan potensi yang ada di dalam diri kita, yang bersifat berbeda-beda tingkatan pada tiap orang. Gabungan dari berbagai bakat ini, membuat kita dapat melihat dunia dengan cara yang berbeda. Serta menentukan bagaimana cara kita berinteraksi dan berhadapan dengan orang lain.

Bakat bukan hanya berarti di bidang seni seperti melukis, musik, atau bernyanyi. Setiap orang memiliki gabungan dari berbagai bakat yang berbeda-beda di dalam dirinya. Ini yang membuat seseorang bisa bekerja dengan perasaan senang dan melakukan pekerjaannya dengan perilaku yang menyenangkan.

Dalam hal ini, ada banyak keuntungan yang dirasakan oleh karyawan yang telah mengetahui bakat utama yang mereka miliki. Mereka dapat mengolah bakat tersebut hingga menjadi kekuatan, dan menunjukkan prestasi kerja yang lebih baik karena merasakan kenyamanan yang lebih.

Di bawah ini terdapat hasil penelitian yang menunjukkan bahwa karyawan yang bekerja sesuai dengan bakat atau kekuatan mereka, menunjukkan berbagai hasil yang positif dalam bekerja, yaitu;

  • menunjukkan kemajuan
  • menikmati pekerjaannya
  • merasa bahagia dan tampak bahagia
  • mengoptimalkan kekuatan/bakat yang dimiliki
  • bergaul dengan baik dengan rekan kerja
  • berenergi dan bersemangat
  • menunjukkan minat terhadap berbagai tugas yang diberikan
karyawan yang menggunakan bakat mereka menunjukkan performa positif, act consulting, esq coaching academy

Dalam hasil penelitian yang lebih jauh lagi, kita dapat mengembangkan organisasi dengan lebih optimal, dengan pendekatan berbasis 34 strength yang dimiliki oleh masing-masing karyawan. Semua karyawan akan menunjukkan hasil strength list yang berbeda-beda, karena bahkan pada orang kembar pun, hasilnya dapat sangat jauh berbeda.

Di bawah ini terdapat sebuah bagan yang menerangkan bagaimana sebuah organisasi dapat berkembang dengan memaksimalkan strength pada diri para pimpinan dan karyawannya.

Harapan yang dapat dikembangkan dari pengembangan organisasi (organization development) berbasis strength ini, kita bisa meraih tujuan bisnis atau target bisnis yang lebih khusus dan lebih unik. Kita juga dapat melihat bagaimana hasil dari kompetensi yang dikembangkan menjadi meningkat. Bahkan dalam menentukan matriks performa kinerja yang dilakukan dalam performance management review (PM Review), tiap kolom yang harus diisi di kolom PM dapat dikembangkan sesuai dengan bakat unik atau strength yang dimiliki oleh tiap orang, dengan melihat kesesuaiannya dengan visi misi dan goals perusahaan.

Mari merujuk pada model penerapan (operation model) dari strength based organization di bawah ini:

Bila Anda ingin mengetahui lebih jauh tentang bagaimana melakukan coaching untuk mengembangkan organisasi dengan optimalisasi talent setiap orang, ACT memiliki solusi yang dibutuhkan, dalam Acara Talent Based Coaching.

Acara ini akan dilangsungkan pada tanggal 29-31 Maret 2019 di Menara 165, Cilandak, Jakarta Selatan. Program ini dipimpin langsung oleh Direktur Coaching Academy, Coach Arief Rahman Saleh.

Untuk mendaftar, anda dapat lakukan di link disini. Atau dapat hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).

michael dell, ceo dell corporation, act consulting

Kreativitas Pemasaran Langsung untuk Pengembangan Bisnis ala Michael S Dell, Founder Dell Corporation

By Article No Comments

Michael Saul Dell (lahir 23 Februari 1965) adalah pengusaha, investor, dermawan, dan penulis Amerika. Dia adalah pendiri dan CEO Dell Technologies, salah satu perusahaan infrastruktur teknologi terbesar di dunia. Dia diperingkatkan sebagai orang terkaya ke-39 di dunia oleh Forbes, dengan kekayaan bersih $ 28,6 miliar pada September 2018.

Michael Dell membesarkan Dell sejak umur 19 tahun, dengan bermula dari Asrama kampusnya. Sebagai mahasiswa baru pra-kedokteran di University of Texas, Dell memulai bisnis informal yang menyatukan dan menjual perangkat komputer, lalu melakukan upgrade untuk komputer pribadi.

Yang membuat Michael pertama kali tertarik untuk melakukan bisnis komputer adalah setelah ia membongkar PC pertamanya di sekolah, saat waktunya les matematika. Disitu ia menemukan bahwa perusahaan IT saat itu menjual komputer seharga $ 3000 untuk barang yang hanya menghabiskan biaya $ 500 untuk pembuatannya.

Ia lalu melakukan sejumlah eksperimen dan membongkar part-part komputer lain dan menyusunnya kembali dengan melakukan upgrading. Lalu ia memulai perusahaannya sendiri, dengan menjual komputer yang ia buat tersebut. Karena komputer buatannya berharga murah dan memiliki mutu yang bagus, Dell terus mendapatkan keuntungan walaupun perusahaannya baru berumur 90 hari. Disitulah rasa percaya baru diberikan oleh orangtuanya. Lalu ia mendapatkan izin orangtuanya untuk melakukan bisnis di bidang komputer, dan meninggalkan kuliahnya di bidang kedokteran.

Pada bulan Mei, Dell merubah nama perusahaannya menjadi “Dell Computer Corporation” dan memindahkannya ke pusat bisnis di Austin Utara. Perusahaan itu mempekerjakan beberapa pengambil pesanan, beberapa orang lagi untuk memenuhinya, dan, seperti yang diingat Dell, staf manufaktur yang terdiri dari “tiga orang dengan obeng, duduk di meja enam kaki”. Biaya kapitalisasi usaha adalah $ 1.000.

Dell menciptakan sistem pemasaran langsung (direct business order). Dengan begitu ia memotong biaya distribusi dengan cukup besar. Pada tahun 1992, pada usia 27, ia menjadi CEO termuda dari sebuah perusahaan yang masuk dalam daftar 500 perusahaan teratas di majalah Fortune. Pada tahun 1996, Dell mulai menjual komputer melalui Web, pada tahun yang sama perusahaannya meluncurkan server pertamanya.

Dell pernah mempercayakan orang untuk menjalankan perusahaannya. Namun ia diminta untuk kembali memimpin sebagai CEO karena perusahaannya membutuhkan strategi yang ia kuasai dengan sangat baik.

Menurut Dell, tantangan terbesar yang dialaminya adalah bagaimana cara orang menggunakan teknologinya dengan tujuan untuk melakukan bisnis dengan lebih efisien. Kredo ini membuat Dell terus menerus mengembangkan teknologi terbaru dari perusahaannya.

Ia mengatakan bahwa untuk di bidang IT, semua perusahaan harus melakukan pertumbuhan terus menerus, dengan memahami apa yang diperlukan konsumen dan bagaimana membuat bisnis mereka berkembang dengan bantuan teknologi IT yang diciptakannya.

Ada banyak hal yang sedang dikembangkan Dell saat ini seperti bisnis gaming, tablet, dan teknologi wearable, machine learning, deep learning dan lain-lain yang kesemuanya akan saling terhubung (connecting) di masa depan. Ia mengatakan hal ini adalah keuntungan untuk bisnis masa kini. Dengan tujuan memanfaatkan banyak data yang dimiliki oleh masing-masing komputer.

Ia mengatakan bahwa ia menggunakan big data yang dimilikinya utnuk mengembangkan ilmu di dunia data yang dapat berguna untuk pendidikan, dunia manufaktur, bisnis dan enterprise. Bisnis IT adalah bisnis 3 trilyun dollar, katanya. Ia fokus pada 2,74 trilyun dollar peluang binsis di dunia komputer saat ini. yang menarik baginya kini adalah bisnis pelayanan IT, dengan membantu konsumen untuk dapat menggunakan berbagai tools yang telah diciptakan di Dell Computer Corporation.

Beragam ekspansi bisnis yang dilakukan Michael S Dell harus bisa dipelajari oleh banyak orang di negara kita. Namun Anda bisa saja memiliki kesulitan atau masalah di beberapa sisi seperti budaya dan penerapan disiplin pencapaian target. Bila itu masalahnya, bagi para Leaders di Organisasi Anda, dapat mengikuti program Transformational Leadership dari ACT Consulting dengan klik di link ini.

Untuk melakukan perkembangan mendasar di organisasi dan korporasi Anda seperti yang dilakukan Michael S Dell di Dell Corporation, Anda dapat mempelajari cara membangun budaya perusahaan dengan klik disini.
Anda juga dapat mempelajari cara menciptakan strategi yang tepat untuk perusahaan dengan klik disini.

Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara membentuk karakter  para pegawai dan pimpinan hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki
langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).

John S Watson, ceo chevron, act consulting

Membesarkan Chevron dengan Kesabaran dan Ketelitian ala John S Watson, eks CEO

By Article No Comments

John S. Watson (lahir 1956) adalah seorang pengusaha Amerika. Dia menjabat sebagai Chief Executive Officer dan Ketua Dewan Chevron Corporation dari 1 Januari 2010. John S. Watson lahir di California pada tahun 1956. [2] Pada 1978, ia lulus dengan gelar B.A. di bidang Ekonomi Pertanian dari University of California, Davis, dan pada 1980 ia menerima gelar MBA dari University of Chicago Booth School of Business.

Pada 1980, ia bergabung dengan Chevron Corporation. Ia menjabat sebagai Chief Financial Officer dari 2001 hingga 2005. Dari 2009 hingga 2010, ia adalah Wakil Ketua Dewan. Sejak 2010, ia menjabat sebagai Ketua dan CEO.

Dia juga menjabat sebagai Ketua Dewan American Petroleum Institute, dan di Dewan Direktur Caltex, Dynegy (2001-2004), Dewan Perminyakan Nasional, Dewan Bisnis, Meja Bundar Bisnis, Dewan Internasional JPMorgan, Masyarakat Amerika. Eksekutif Perusahaan, dan Yayasan Penyelamatan Hewan. Di usia 63 tahun, John berhenti dari posisinya pada tanggal 31 Januari 2018.

Baginya bisnis di perminyakan adalah bisnis energi. Ia mengaku merasa fun dalam menjalankan pekerjaannya di dunia energi. Ia menyarankan pada anak muda untuk terjun ke dunia yg sama dengannya, karena berbisnis di bidang ini menyenangkan untuk dijalani, ucapnya.

Selain melakukan bisnis, ia mengatakan bahwa tugasnya lebih ke diplomasi juga. Karena chevron memiliki fasilitas industri di banyak negara di dunia. Baginya, bila ia melakukan pekerjaannya dengan baik, maka diplomasi yang dilakukan Amerika akan lebih mudah dilakukan, katanya.

Saat ditanya oleh David Rubenstein dalam acara The Economic Forum tentang energi terbarukan, Chevron mengaku memiliki industri geothermal terbesar di dunia, yaitu di Indonesia. Bisnis ini berjalan dengan sangat baik, akunya. Sehingga mampu memberikan income yang tinggi untuk Chevron. John juga memiliki visi agar ke depannya, bisnis energi terbarukan ini akan terus dikembangkan di perusahaannya.

John merasa dirinya memiliki banyak keberuntungan. Ia mengatakan pada anak-anaknya bahwa mereka memiliki hidup yang sangat baik dan mereka sangat beruntung. Ia membawa keluarga serta anak-anaknya saat harus relokasi beberapa kali untuk tugas-tugas internasional yang pernah diembannya. Ia merasakan dukungan dari keluarganya sangat menguatkannya dalam menjalankan pekerjaan.

Mengenai karyawan, John memiliki pertanggungjawaban kepada pegawai yang sangat baik. Baginya karyawan adalah penggerak di perusahaan. Ia merasakan bahwa para karyawannya telah bekerja dengan sangat baik, dank arena itulah perusahaan dan bisnis chevron bisa maju.  

Beragam ekspansi bisnis yang dilakukan John S Watson harus bisa dipelajari oleh banyak orang di negara kita. Namun Anda bisa saja memiliki kesulitan atau masalah di beberapa sisi seperti budaya dan penerapan disiplin pencapaian target. Bila itu masalahnya, bagi para Leaders di Organisasi Anda, dapat mengikuti program Transformational Leadership dari ACT Consulting dengan klik di link ini.

Untuk melakukan perkembangan mendasar di organisasi dan korporasi Anda seperti yang dilakukan John S Watson di Chevron, Anda dapat mempelajari cara membangun budaya perusahaan dengan klik disini.
Anda juga dapat mempelajari cara menciptakan strategi yang tepat untuk perusahaan dengan klik disini.

Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara membentuk karakter  para pegawai dan pimpinan hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki
langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).



training quantum excellent, priority banking officer, bank syariah mandiri, act consulting

Training Quantum Excellent for Higher Performance Bank Syariah Mandiri di 2019

By News No Comments

Training Quantum Excellence For Higher Performance untuk Priority Banking Officer Bank Syariah Mandiri tengah dilaksanakan hari ini, Jumat tanggal 22 Maret 2019.

Training diperuntukkan bagi 40 orang Priority Banking Officer dengan pencapaian diatas 100% di tahun 2018. Acara dibuka langsung oleh Ibu Vita Andrianty, Group Head Retail Deposit Bank Syariah Mandiri, dengan dipandu oleh Coach Rendy Yusran dan Trainer Kurnia Setiya Putra.

Acara ini berlangsung di Alana Hotel Yogyakarta. Tujuan dari training ini adalah untuk meningkatkan kemampuan para officer dalam mencapai target-target yang diberikan di tahun 2019, dengan lebih mudah daripada sebelumnya.

Bank Syariah Mandiri adalah Bank yang memberikan banyak pelayanan finansial kepada masyarakat di Indonesia dengan prinsip Syariah. BSM melakukan beragam inovasi layanan untuk membantu masyarakat Indonesia mendapatkan keyamanan dalam mengajukan berbagai permintaan yang berhubungan dengan pembiayaan dalam berbagai jenis dan bentuk.

Sebuah tanda dari Bank yang sehat adalah kemampuannya dalam memberikan beragam layanan kredit dengan perhitungan yang menguntungkan kedua pihak, dan tidak sekedar memberikan tingkat imbalan yang tinggi untuk simpanan uang pelanggan. Maksud inilah yang sepertinya ingin terus ditingkatkan agar terus menjadi makin baik oleh Bank Syariah Mandiri yang terus bertumbuh dan mengalami peningkatan yang baik, diantaranya mencapai keuntungan lebih dari 0,6 Trilyun di tahun 2018.

Beragam inovasi yang diberikan pada masyarakat antara lain dengan membuka layanan pelunasan biaya pencicilan ibadah haji secara digital. Selain itu Bank Syariah Mandiri juga mulai melakukan ujicoba pembayaran dengan menggunakan QR Code, agar tidak ketinggalan dengan sejumlah fintech yang terus menjamur.

Diharapkan dari kegiatan ini, Bank Syariah Mandiri dapat terus bertumbuh, mencapai target keuntungan yang ditetapkan, dan terus menjadi yang terbaik di hati masyarakat Indonesia, terutama untuk masyarakat muslim yang menaruh harapan besar pada salah satu Bank Syariah terbesar di Indonesia ini.

training spiritual revival, bank indonesia, sespibi, sekolah pimpinan bank indonesia, act consulting, ary ginanjar agustian

Training Spiritual Revival di Sekolah Pimpinan Tinggi Bank Indonesia (SESPIBI) angkatan XXXIV di 2019

By News No Comments

DR (HC) Ary Ginanjar Agustian pada hari Jumat tanggal 22 Maret 2019 ini tengah memberikan arahan dan motivasi dalam program Spiritual Revival Bank Indonesia. Training ini diberikan untuk 25 Orang para Calon Direktur di Bank Indonesia dalam Program SESPIBI (Sekolah Pimpinan Tinggi Bank Indonesia Angkatan XXXIV 2019).

Program Spiritual Revival ini berlangsung pada 22 dan 25 Maret 2019. Training ini langsung dipandu Founder ESQ Group, DR (HC) Ary Ginanjar Agustian dan Direktur ESQ Training, Coach Iman Herdiansyah serta ditemani Asisten Trainer Saiful. Training dilaksanakan di Ruang Cut Nyak Dien, Gedung D, Institut Bank Indonesia di Jakarta.

Dengan meningkatkan kemampuan di bidang spiritualitas, banyak hal positif yang dapat dicapai. Antara lain, peningkatkan integritas dalam pelaksanaan pekerjaan. Hal ini sangat penting, karena dalam industri perbankan, kepercayaan masyarakat amat bergantung pada kekokohan Integritas lembaga keuangan. Dalam hal ini, Bank Indonesia menyimpan harapan dari seluruh rakyat Indonesia untuk dapat mewujudkan kestabilan ekonomi, dan kemakmuran bagi seluruh rakyat dari berbagai golongan.

Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara membentuk karakter para pegawai dan pimpinan hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda dengan peningkatan kecerdasan emosional dan spiritual, ACT Consulting memiliki langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).

supervisory development program, bank syariah mandiri, act consulting

Supervisory Development Program Bank Tabungan Negara Batch 4 di 2019

By News No Comments

Supervisory Development Program Batch ke 4 tengah dilaksanakan oleh ACT Consulting untuk Bank Tabungan Negara. Training ini diberikan kepada para supervisor untuk dapat menjadi pemimpin yang lebih baik di level yang terdekat dengan pelanggan.

Training ini diberikan oleh Coach Hasan Basri dan Trainer Bayu Yudha Pribadi. Training ini dilaksanakan pada tanggal 22-23 Maret 2019. Tempat pelaksanaannya adalah di Learning Center Bank Tabungan Negara, Tebet, Jakarta

Bank Tabungan Negara adalah salah satu Bank tertua di Indonesia, yang memiliki kedudukan cukup kuat di masyarakat. Di saat sejumlah Bank harus kolaps dan melakukan merger, Bank ini dapat terus bertahan dengan dukungan kredit yang kuat dari para nasabahnya.

Bank yang besar dengan kepercayaan masyarakat di sektor kredit perumahan ini, kini telah menjadi salah satu dari lima Bank di Indonesia yang memiliki asset terbesar di tahun 2018.

Memiliki sejarah yang baik di masyarakat, Bank Tabungan Negara tengah meningkatkan peluangnya di tengah persaingan dunia perbankan dengan teknologi finansial daring (online). Beragam inovasi yang ditunggu masyarakat tengah disiapkan Bank Tabungan Negara sebagai solusi dari berbagai kesulitan finansial. Seperti apakah inovasi layanan yang disiapkan Bank Tabungan Negara? Kita tunggu tak lama lagi.

Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara membentuk karakter para pegawai dan pimpinan hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).

carlos slim, service society, act consulting

Carlos Slim, Terkaya di Amerika Latin dengan Filosofi Service Society dan Leverage Teknologi

By Article No Comments

Carlos Slim lahir di Meksiko di tahun 1940. Ayahnya adalah keturunan Lebanon yang pindah ke Meksiko di usia 14 tahun. Sementara, untuk Carlos sendiri, umur itu adalah usia dimana ia mulai berinvestasi untuk pertama kalinya. Dengan uang 500 pesos, ia membeli 30 lembar saham di sebuah Bank dimana ayahnya juga memiliki saham.

Selanjutnya, Carlos mengaku banyak dianugerahi keberuntungan, dalam hidup dan dalam bisnis. Selesai kuliah, Carlos langsung bekerja sebagai trader saham. Berhasil memiliki portofolio investasi yang baik, ia mulai membesarkan Investora Bursatil, sebuah perusahaan investasi miliknya sendiri.

Berkat dana yang terus berkembang, di tahun 1960an ia memulai berbagai bisnis dan mendirikan fondasi bagi konglomerasi bernama Groupo Carso. Pertama ia membeli sebuah perusahaan minuman ringan, lalu ia memulai usaha di bidang properti dengan mendirikan perusahaan sendiri.

Di tahun 1970, ia telah memiliki usaha di bidang konstruksi, minuman ringan, percetakan, real estate, industri botol, dan bidang pertambangan. Tak memakan waktu lama, ia juga mengembangkan bisnis ke bidang spareparts, aluminium, penerbangan, industri kimia, rokok, industri manufaktur kabel, kertas dan pengemasan, industri ekstraksi tembaga dan mineral, industri ban, industri semen, bidang retail, hotel, distribusi minuman, telekomunikasi, dan layanan finansial seperti asuransi, investasi, dana pensiun, dan lain-lain.

Filosofi dan Tips Carlos Slim dalam Menjalankan Bisnisnya

Carlos mengaku menjalankan bisnisnya dengan melihat profil dari masing-masing bisnis sebelum melakukan pendirian suatu usaha atau mengakuisisi suatu perusahaan. Ia melihat profil dari para eksekutifnya, profil bisnis yang ingin dibelinya, dan melihat seperti apa gambaran devidennya tiap 3 bulan. Metode yang sama ia gunakan dalam memenej semua bisnis yang ia miliki, hingga saat ini.

Carlos melihat bahwa ia dapat melakukan ekspansi dari semua bisnisnya karena ia selalu memiliki filosofi Service Society atau pandangan bisnis sebagai komunitas pekerja yang melayani masyarakat yang lebih besar.

Carlos Slim selalu menerima tantangan sebagai suatu hal yang bersifat tetap. “Accept change constantly”, katanya.

Ia juga memandang bahwa semua perusahaannya dapat berjalan dengan baik karena yang dapat ia lakukan adalah mendorong orang-orang terbaik untuk melakukan berbagai hal dengan cara dan metode yang benar. “Making the best people doing the right thing“, demikian tutur Carlos dalam suatu interview di Milken Institute di tahun 2018.

Orang kelima terkaya di dunia di tahun 2019 ini juga mengaku memiliki rasa ingin tahu yang besar. Ia dapat menjalankan bisnisnya dengan sangat baik karena memiliki minat di banyak area ekonomi yang berbeda-beda. “Curiosity, make interest in many economic area”, kata Carlos Slim.

Menurut Carlos Slim, keberhasilannya bukan hanya dari genetis, tapi gabungan dari pendidikan, pelatihan, pengalaman dan berbagai pekerjaan sebelumnya yang pernah dijalaninya.

Carlos Slim terkenal sangat rendah hati. Karena ia memilih untuk itu. Saat dinobatkan menjadi orang terkaya di dunia pada tahun 2010-2013, ia tidak menjadi sombong. Bahkan, ia mengaku tidak memiliki perasaan apa-apa. Biasa saja, katanya. Tidak ada yang berubah, dan ia tidak merasakan suatu hal yang istimewa. Sementara, banyak orang yang mengidamkan posisi tersebut, hingga menghalalkan segala cara untuk memiliki gelar tersebut.

Konglomerat besar di Amerika latin ini mengatakan keberhasilannya berasal dari rasa cinta yang dimilikinya dalam bidang investasi dan dorongan yang kuat untuk mengembangkan beragam aktivitas ekonomi. Ia mengatakan bahwa, keadaan amatlah penting, dan menentukan bagaimana suatu bisnis akan dapat berjalan.

Kegagalan, dilihat Carlos sebagai hal yang harus dialami, namun sekecil mungkin, dan sesedikit mungkin. Belajarlah dari kesalahan, tapi lebih baik bila belajar dari kesalahan orang lain, sebelum terjadi pada kita.

Salah satu investasi Carlos Slim yang disukai publik Amerika Serikat adalah pembelian yang dilakukannya dengan membeli Harian New York Times. Saat ditanya mengapa membeli bisnis media yang tengah terus turun keadaanya? Carlos mengatakan bahwa kita harus memisahkan antara bisnis kertas dan bisnis konten berita. Bisnis kertas terus turun, sementara bisnis konten berita akan terus berkembang, dan dapat terus berkembang dengan berbagai teknologi yang ada.

Pandangan Carlos Slim Tentang Kondisi Dunia Saat Ini

Saat ditanya oleh pewawancara dari Milken Institute tentang kondisi dunia saat ini, Carlos Slim mengatakan bahwa pandangannya bukan positif atau negatif. Tapi, semua hal harus dilihat dari realita yang terjadi, katanya.

Masyarakat barat telah melakukan begitu banyak tindakan politik yang menghabiskan biaya, kata Carlos. Berbagai langkah kesejahteraan sosial dilakukan dengan kondisi yang tidak sustainabel, katanya. Banyak negara yang akan bangkrut dalam memberikan tunjangan pensiun, katanya.

Secara kekuasaan yang bersifat monolithic, kata Carlos, Eropa juga harus mulai membuat sejumlah langkah perubahan struktural, katanya. Permasalahan sosial begitu tinggi. Begitu banyak dewasa muda di Eropa yang menganggur, katanya, bahkan mencapai lebih dari 50% populasi, dan mereka ditanggung pemerintah dengan memberikan sistem jaminan kesejahteraan sosial.

Menurut Carlos Slim, pemerintah di negara-negara barat harus mulai meningkatkan pendapatan mereka, dan hal ini harus dilakukan bukan dengan meningkatkan pajak, katanya. Karena hal ini akan membuat rakyat menjerit. Pemerintahan barat harus mulai menjual aset yang mereka miliki kepada swasta dan publik, kata Carlos. Hal ini akan menurunkan banyak hal yang semula terbuang sia-sia. Agar berbagai sektor infrastruktur publik dapat dikelola oleh swasta, katanya. Pemerintah barat juga dinilainya harus mulai melakukan investasi di sektor publik atau berbagai bentuk kerjasama yang meningkatkan kepemilikan pemerintah dalam sejumlah usaha yang tingkat keuntungannya tinggi.

Carlos Slim juga menyampaikan bahwa pemerintah barat harus mulai mempertimbangkan untuk meninggikan usia pensiun. Caranya dengan mengurangi jumlah hari kerja dan jam kerja, menjadi 3 hari kerja per minggu, dengan total jam kerja hanya 18 jam, katanya. Dengan cara ini, para pekerja dapat tetap aktif dan memiliki pendapatan, namun dengan beban yang tidak memberatkan baginya. Mereka akan dapat memiliki jam ekstra dan hari ekstra untuk melakukan berbagai aktivitas di bidang budaya dan melakukan travelling, untuk menikmati waktu yang masih dimiliki.

Beragam ekspansi bisnis yang dilakukan Carlos Slim harus bisa dipelajari
oleh banyak orang di negara kita. Namun Anda bisa saja memiliki kesulitan atau masalah di beberapa sisi seperti budaya dan penerapan disiplin pencapaian target. Bila itu masalahnya, bagi para Leaders di Organisasi Anda, dapat mengikuti program Transformational Leadership dari ACT Consulting dengan klik di link ini.

Untuk melakukan perkembangan mendasar di organisasi dan korporasi Anda seperti yang dilakukan Carlos Slim di Groupa Carso, Anda dapat mempelajari cara membangun budaya perusahaan dengan klik disini.
Anda juga dapat mempelajari cara menciptakan strategi yang tepat untuk perusahaan dengan klik disini.

Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara membentuk karakter  para pegawai dan pimpinan hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki
langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).

randall stephenson, ceo at&T, transformational leadership, kolaborasi teknologi, act consulting

Menumbuhkan Bisnis Raksasa dengan Kolaborasi Teknologi ala CEO AT&T Randall Stephenson

By Article No Comments

Randall Stephenson telah menjadi CEO untuk AT&T selama hampir 12 tahun, yaitu sejak tahun 2007. Di bawah kepemimpinannya, AT&T yang pernah mengalami masa penurunan yang cukup berat kemudian tumbuh menjadi perusahaan telekomunikasi terbesar di dunia. Perusahaan ini juga menguasai bisnis media dan teknologi informatika.

Stephenson meraih gelar MA dari University of Oklahoma. Ia memulai karirnya pada tahun 1982 dengan bergabung di perusahaan bernama Southwestern Bell Telephone (SBT), yang bergerak di bidang teknologi informasi dengan kantor pusat di Oklahoma.

Pada akhir tahun 1980-an hingga 1990-an, ia berkembang melalui serangkaian posisi kepemimpinan di bidang keuangan, termasuk penugasan internasional di Mexico City yang mengawasi investasi SBT di Telefonos de Mexico (Telmex), di mana, menurut Bloomberg, ia dibimbing oleh Carlos Slim Helu secara langsung. Carlos Slim adalah pemilik Telmex, yang hingga kini merajai bidang telekomunikasi di Mexico. Carlos Slim Helu pernah dinobatkan sebagai salah satu orang terkaya di dunia.

Pada Juli 2001, ia ditunjuk sebagai kepala keuangan untuk SBC, membantu perusahaan mengurangi utang bersih dari $ 30 miliar menjadi mendekati nol pada awal 2004.

Dari 2003 hingga 2004, Stephenson menjabat sebagai ketua dewan direksi untuk Cingular Wireless, salah satu bagian dari SBC. Pada tahun 2004, ia diangkat sebagai kepala operasi SBC dan juga ditunjuk oleh Presiden Bush sebagai Komite Penasihat Telekomunikasi Keamanan Nasional.

Stephenson melanjutkan sebagai COO setelah akuisisi AT&T oleh SBC pada tahun 2005, bertanggung jawab untuk semua operasi nirkabel dan kabel di AT&T. Pada April 2007, AT&T mengumumkan Stephenson akan menggantikan Edward Whitacre sebagai CEO.

Apa Yang Membuat Randall Mampu Memimpin AT&T Menjadi Perusahan Raksasa?

Saat diwawancara dalam The Economic Forum di Washington DC sekitar 14 jam yang lalu sebelum berita ini dibuat, Randall mengatakan bahwa setiap ia bangun tidur, ia langsung mencari tahu bagaimana posisi perusahaannya dan bagaimana posisi para kompetitornya seperti Verizon dan Comcast.

Begitu ia melihat matahari pagi, ia ingin memperoleh informasi tentang langkah apa saja yang telah dilakukan kompetitornya. Ia melakukannya dengan mudah karena memiliki kecanduan terhadap berita. Randall mengatakan bahwa ia sangat menyukai membaca berita terupdate dari berbagai sumber terpercaya. Setelah AT&T melakukan pembelian terhadap CNN, minatnya untuk mengikuti berita dari kantor berita besar dunia itu pun terus meningkat.

Hal lain yang membuat Randall begitu menyukai perluasan usaha dan akuisisi adalah kepiawaiannya dalam bidang keuangan dan insting strategikal. Randall Stephenson membeli banyak perusahaan dalam angka yang menurutnya masuk akal dan rasional. Walau banyak orang memandang bahwa beberapa investasinya terlalu besar.

Dengan berbagai pembelian perusahaan (akuisisi) tersebut, ia melakukan kolaborasi teknologi dengan sejumlah perusahaan yang telah terlebih dahulu dimiliki oleh AT&T dan menciptakan inovasi layanan telekomunikasi baru atau layanan baru di bidang media. Dengan kejelian dalam melakukan kolaborasi teknologi melalui berbagai lini bisnis yang diakuisisinya tersebut, ia berhasil membangun AT&T sebagai perusahaan raksasa telekomunikasi terbesar di dunia saat ini.

Contoh dari kolaborasi teknologi yang dilakukan Randall adalah saat membeli Warner Bros seharga puluhan milyar dollar Amerika. David Bernstein menyatakan untuk apa ia melakukan itu. Tapi Randall Stephenson memiliki alasan yang kuat. Ia bermaksud membuat WB sebagai produsen dari berbagai layanan hiburan keluarga untuk bisnis media dan bisnis telekomunikasi yang AT&T telah miliki sebelumnya.

Kepedulian Pada Nasib Karyawan

AT&T memiliki karyawan yang jumlahnya terus bertambah. Di hari ini mencapai hingga 290.000 orang. Hal ini akan membuat banyak CEO ketar-ketir. Namun yang ditegaskan oleh Randall adalah, ia ingin melihat banyak orang tumbuh bersamanya. Ia melakukan inisiasi pertambahan persentase remunerasi sejalan dengan membesarnya laba perusahaan. Ia mengatakan bahwa perusahaan yang besar adalah yang dapat membesarkan negara yang kuat dengan kemakmuran dan kemajuan di semua bidang.

Randall Stephenson mengatakan bahwa waktunya banyak terbuang dengan melakukan banyak wawancara seperti the economic forum yang tengah dihadirinya kemarin. Ia menyampaikan bahwa setiap detik, setiap jam dan setiap hari ia harus menghadiri suatu acara, ia kehilangan kesempatan untuk merekrut eksekutif baru yang dapat membesarkan perusahannya. Ia kehilangan waktu untuk mengembangkan inovasi produk dan layanan baru yang dapat dikembangkan oleh AT&T dan berbagai anak perusahaannya. Ia kehilangan kegembiraan untuk menyusun rencana pengembangan karyawan yang dapat membuat ratusan ribu orang yang bekerja bersamanya tumbuh berkembang dan menjadikan negaranya tumbuh lebih hebat lagi.

Uniknya, Randall mengatakannya dengan sungguh-sungguh dan bukan sebagai sebuah lip service atau upaya menjual nama perusahaannya. Bekerja telah dirasakannya sebagai sebuah panggilan jiwa dimana ia memiliki kapabilitas tinggi yang dengan itu ia merasakan memiliki amanah untuk memberikan baktinya pada negaranya. Sebuah cerminan dari makna bekerja yang dimiliki oleh hanya segelintir orang saja di dunia. Sebuah cerminan dari pola Transformational Leadership.

Perlombaan 5G antara Huawei dan AT&T

Bernstein menyampaikan tentang kekhawatiran Amerika yang telah disusul China dalam hal penguasaan teknologi 5G. Randall mengatakan bahwa di masa depan, teknologi 5G ini yang akan diterapkan di seluruh dunia.

Namun, kata Randall Stephenson, Amerika dalam kesulitan karena untuk pemasangan unit pemancar cell tower 5G di satu lokasi saja, perizinan di Amerika membutuhkan waktu hingga 2 atau 3 tahun. Sementara China telah melakukan penyebaran Cell Tower 5G di puluhan hingga ratusan ribu tempat di negaranya sendiri, dan Huawei telah mendapatkan kesepakatan dengan 30 perusahaan telekomunikasi di berbagai negara di dunia untuk melakukan instalasi 5G.

Akhir dari perlombaan 5G ini belum dapat dilihat, namun gaya akuisisi raksasa yang dilakukan Randall Stephenson harus bisa dipelajari oleh banyak orang di negara kita. Namun Anda bisa saja memiliki kesulitan atau masalah di beberapa sisi seperti budaya dan penerapan disiplin pencapaian target. Bila itu masalahnya, bagi para Leaders di Organisasi Anda, dapat mengikuti program Transformational Leadership dari ACT Consulting dengan klik di link ini.

Untuk melakukan perubahan mendasar di organisasi dan korporasi Anda seperti yang dilakukan Randall Stephenson di AT&T, Anda dapat mempelajari cara membangun budaya perusahaan dengan klik disini. Anda juga dapat mempelajari cara menciptakan strategi yang tepat untuk perusahaan dengan klik disini.

Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara membentuk karakter para pegawai dan pimpinan hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).



workshop talent based coaching, pt adhi karya persero, adhi karya, act consulting

Workshop Talent Based Coaching for Leaders PT Adhi Karya (Persero) di awal 2019

By News No Comments

Metode pengembangan karyawan yang terbaik adalah dengan melihat kekuatan yang dimiliki oleh masing-masing, dengan keunikannya. Ini adalah sebuah paradigma yang bermaksud untuk meningkatkan kapasitas organisasi hingga bisa menghasilkan performa yang luar biasa.

Sejumlah perusahaan yang menjalankan metode ini, berhasil menduplikasikan berbagai hal seperti peningkatan motivasi, peningkatan kolaborasi, ketepatan dalam penempatan tugas karyawan, dan berbagai hal lain yang sebelumnya belum dilakukan secara terstruktur dan terukur dengan metodologi yang telah berkembang secara global di banyak negara.

Untuk itu, PT Adhi Karya menaruh kepercayaan pada ACT Consulting untuk melaksanakan Workshop Talent Based Coaching yang diikuti oleh para pimpinan teratas di perusahaan utama dan anak perusahaan.

Acara Workshop Talent Based Coaching ini dilaksanakan di Kantor Pusat PT Adhi Karya (Persero). Dengan dipandu oleh Coach Arief Rahman Saleh selaku Director ESQ Coaching Academy dan juga oleh Trainer Bayu Yudha Pribadi.

Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara membekali kemampuan para leaders dan membentuk karakter para pegawai dengan metodologi yang terbukti efektif dan berhasil. Maka nada tengah menjalankan upaya untukn dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda. Untuk itu Anda dapat menghubungi ACT Consulting yang memiliki langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).