Skip to main content
Tag

Transformasi Budaya

training strategic decision making, act consulting, corporate strategic specialist,

TRAINING STRATEGIC DECISION MAKING KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG

By News No Comments

training strategic decision making, corporate strategic specialist, act consulting

Setiap korporasi memerlukan Training Strategic Decision Making. Karena perkembangan korporasi dipengaruhi oleh kecepatan dan ketepatan dalam pengambilan keputusan strategis. Untuk itu, Kementerian Agraria dan Tata Ruang /Badan Pertanahan Nasional, Direktorat Jenderal Pengendalian Pemanfaatan Ruang dan Penguasaan Tanah mengadakan Training Strategic Decision Making bersama ACT Consulting.

Program ini diikuti oleh level Eselon III dan Eselon IV dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang yang berada di bawah Badan Pertanahan Nasional dibawah komando Direktorat Jenderal Pengendalian Pemanfaatan Ruang dan Penguasaan Tanah ini diikuti oleh peserta sebanyak 32 orang

training strategic decision making, act consulting, corporate strategic specialist,

Training dibuka langsung oleh Bapak Dr. Andi Renald, ST., MT. selaku Sekretaris Ditjen Pengendalian Pemanfaatan Ruang dan Penguasaan Tanah.

Training Strategic Decision Making ini dipandu oleh Trie Setiatmoko, Trainer Senior untuk Korporat dari ACT Consulting, dan asisten Trainer oleh Saudara Ilham. Acara ini berlangsung dengan metode pembelajaran aktif dimana peserta dilatih untuk melakukan analisa strategik dengan mempertimbangkan berbagai aspek penting.

training strategic decision making, corporate strategic specialist, act consulting

Dalam Training Strategic Decision Making ini, peserta dilatih untuk melakukan decision making dengan metode yang tepat, untuk memastikan pengambilan keputusan yang dilakukan oleh para pegawai Eselon III dan IV dari Badan Pertanahan Nasional dalam lingkup Kementerian Agraria dan Tata Ruang yang berada di bawah Direktorat Jenderal Pengendalian Pemanfaatan Ruang dan Penguasaan Tanah ini sesuai dengan arahan Rencana Strategi (Renstra) Nasional yang telah ditetapkan pemerintah, namun juga bersifat progresif dan solutif.

Kemampuan Pengambilan Kemampuan Strategis dari Badan Pertanahan Nasional ini diperlukan untuk menambah kecepatan pergerakan BPN dan Kementerian Agraria dan Tata Ruang dalam mengatur berbagai keperluan public dan pemerintah yang berkaitan dengan Agraria dan Tata Ruang.

Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara meningkatkan kemampuan Strategic Decision Making dari para pegawai dan pimpinan hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).

By Andi Basuni, Corporate Strategic Expert at ACT Consulting

andi basuni, peran agent of change, act consulting

training meaning of work and motivation, act consulting, ptsp dki jakarta, pemprov dki jakarta

Training Meaning of Work and Motivation PTSP Pemprov DKI

By News No Comments

training meaning of work and motivation, act consulting, ptsp dki jakarta, pemprov dki jakarta

Training Meaning of Work and Motivation batch 19 untuk Pemprov DKI Jakarta telah terselenggara pada tanggal 1 November 2018. Training ini dilaksanakan bekerjasama dengan ACT Consulting. Urgensi dari Training ini adalah untuk meningkatkan performa kinerja korporasi dan meningkatkan employee engagement.

Training yang mengajak peserta menemukan landasan filosofis dalam bekerja ini dipandu oleh Trainer ESQ yaitu Saifullah dan Kemas yang masing-masing telah memandu lebih dari 300 kelas Training. Karena dengan menemukan makna bekerja itulah, seorang pegawai dapat bekerja dengan tidak mengeluh. Pekerja yang telah memahami apa makna bekerjanya, akan melakukan pekerjaan dengan sungguh-sungguh dan tidak menghitung-hitung.

Training Meaning of Work dan Motivation ini diikuti oleh 30 Aparat Sipil Negara dari Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Diharapkan training ini dapat membantu agar Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dapat lebih berjalan dengan baik, karena para pegawainya telah menemukan alasan untuk apa mereka bekerja, dan apa saja manfaat pekerjaan mereka bagi masyarakat secara umum yang mereka bantu dari hari ke hari.

Kemampuan untuk dapat bekerja dan melakukan pelayanan publik dengan tulus ini, amat dibutuhkan oleh masyarakat. Juga amat penting dalam menjaga agar berbagai keperluan administrasi sekian banyak korporasi, yayasan, organisasi, dan berbagai departemen yang ada di Daerah Khusus Ibukota Jakarta ini dapat tertangani dengan lebih baik dan lebih terkoordinasi.

Karena bekerja adalah ekspresi dari intelektualitas dan dorongan individu untuk berkiprah di lingkungannya. Bekerja juga adalah wujud dari aktualisasi berbagai potensi yang ada di dalam diri, sebagaimana yang dicetuskan oleh ahli Psikologi Motivasi, Abraham Maslow. Makna dari bekerja yang telah ditemukan ini, akan dapat mencuatkan berbagai potensi yang tadinya tersembunyi. Sehingga diri kita menjadi lebih bermanfaat bagi masyarakat dimana kita hidup. Bekerja adalah kiprah kita untuk turut membangun masa depan yang lebih baik bagi anak cucu kita. Nilai-nilai inilah yang diangkat dalam Training Meaning of Work and Motivation ini.

 

Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara meningkatkan meaning of work and motivation di korporasi dan organisasi Anda, ACT Consulting memiliki metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).

leadership development program, advance leadership training, act consulting, esq trainning, ary ginanjar, bni syariah

TRAINING ADVANCE LEADERSHIP BNI SYARIAH

By News No Comments

advance leadership training, act consulting, BNI Syariah, menara 165, strength finder

BNI Syariah melakukan Training Advance Leadership sebagai kelas lanjutan dari kelas sebelumnya kepada para supervisornya yang masuk kategori Talent Pool.  Hal ini perlu dilakukan karena termasuk dari salah satu kemampuan pemimpin adalah harus mengetahui pemetaan talent diri dan mereka yang dipimpin.

Peningkatan kapabilitas dan pengayaan kompetensi yang dilakukan sebagai lanjutan Program ESQ Coaching Academy adalah agar Leaders tidak hanya dapat mengarahkan, tapi juga mampu menginspirasi dan membuat karyawan yang berada dalam komandonya untuk menjadi lebih berorientasi progresif dalam setiap hal yang dilakukan.

Dengan Training Advance Leadership yang akan berlangsung dari tanggal 6 – 8 November 2018 ini, organisasi akan terus berkembang dan perusahaan dapat menjadi lebih sustainable dalam menghadapi persaingan yang makin volatile, uncertain, complex dan ambigu. Untuk itu peserta mempelajari berbagai tools praktis yang dapat dipergunakan dalam tugas-tugasnya.

Acara ini merupakan Batch ke 2 dari BNI SYARIAH bekerjasama dengan ACT Consulting.  Program ini diikuti oleh para supervisor sebanyak 25 peserta. Acara dibuka oleh Bu Rizka selaku Manager Learning & Development dari BNI Syariah. Training diselenggarakan di menara 165.

Training ini dibawakan oleh Coach Arief sebagai salah satu Director dari  ESQ Group yang juga menjadi penanggung jawab dari Program yang dilakukan oleh ACT Consulting bersama sejumlah  klien seperti Telkom dan Telkomsel, serta sejumlah klien BUMN, Kementerian, serta sejumlah Perusahaan Swasta besar di Indonesia.

leadership development program, advance leadership training, act consulting, esq trainning, ary ginanjar, bni syariah

Acara berlangsung dengan ringan dan menyenangkan, peserta larut dalam kegembiraan dengan energizer yang bersemangat dan materi mengalir dengan peserta yang penuh minat dan antusias.

Dalam pemaparan yang diberikan, para peserta dipandu untuk menemukan faktor-faktor yang ada dalam diri mereka yang merupakan bakat terpendam dalam diri, untuk dikembangkan sesuai keunikan yang dimiliki tersebut. Dengan mengetahui bakat para leader yang dimiliki melalui analisa Strength Finder tersebut, bakat dapat dikelola menjadi Strength atau kekuatan yang dapat menjadi daya dorong bagi organisasi untuk menghasilkan momentum keberhasilan yang dapat dicapai dengan optimal.

Mengapa bisa demikian? Karena bila kita focus pada kelebihan para leaders, itu sama seperti menemukan ladang emas pada dirinya.  Karena orang yang dikembangkan sesuai bakatnya, dapat melejit hingga 20x lipat kemampuan awalnya. Sementara seseorang yang dikembangkan tidak sesuai bakatnya hanya bisa berkembang sampai 3 kali  hingga 5 kali lipat saja. Pengembangan Potensi akan menjadi amat bagus untuk perkembangan organisasi. Bahkan akan menjadi eksponensial saat diterapkan pada diri para Leaders. Inilah yang menjadikan Training Advance Leadership menjadi penting untuk dilaksanakan

Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara menemukan Strength dari para karyawan dan membangkitkan kekuatan para Leader di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).

 

leaders commitment training, bank nagari, act consulting, rinaldi agusyana

LEADERS COMMITMENT TRAINING BANK NAGARI SUMATERA BARAT

By News No Comments

leaders commitment training, bank nagari, act consulting, rinaldi agusyana

Telah berlangsung Leaders Commitment Training PT. Bank Pembangunan Daerah Sumatera Barat atau lebih dikenal dengan nama Bank Nagari sebagai BPD yang ingin terus berkembang dan siap menghadapi tantangan zaman. Training ini berlangsung di kota Padang, pada tanggal 4 November 2018.

Training ini sebagai bentuk komitmen  para leaders untuk dapat bergerak secara cepat, responsif dan terukur dalam menghadapi ERA VUCA. Training ini merupakan Leaders Commitment angkatan ke 2, dari serangkaian program  kerjasama Bank Nagari dan ACT consulting yang sebelumnya telah berlangsung Leaders Commitment angkatan ke 1 untuk para Komisaris dan Board of Director.

Era VUCA yang sekarang ini tengah berlangsung, diketahui mendatangkan sejumlah  hal yang menyebabkan keadaan suatu korporasi menjadi volatile, unpredictable, complex, dan  ambigu. Oleh karena itu dibutuhkan kemampuan yang tinggi dari para pimpinan dalam korporasi di tengah kegamangan situasi ini dapat diperoleh vision, understanding, clarity, dan agility.

Solusi VUCA  yang diperoleh ini, akan  membantu korporasi menyelesaikan dengan mudah persoalan-persoalan yang akan terus muncul. Manfaat dari Training ini adalah agar organisasi dapat terus sustain di tengah badai persaingan yang makin ketat dan budaya perusahaan memiliki peran dalam menghadapi tantangan tersebut.

leaders commitment training, bank nagari, act consulting, rinaldi agusyana

Pembukaan acara ini diawali dengan sambutan dari Bapak Syafrizal sebagai Direktur Operasional Bank Nagari yang mengatakan bahwa sebuah transformasi budaya yang sehat harus diawali dari para leaders atau Transformation Corporate Culture Start From Leaders.

Leaders Commitment Training ini dipandu oleh Rinaldi Agusyana, Corporate Strategic Expert dari ACT Consulting, yang juga menjabat sebagai CEO dari ESQ Tours and Travel yang telah meraih predikat sebagai “World Best Hajj & Umrah Operator 2016” dan telah memperoleh sertifikasi ISO sejak tahun 2016.

leaders comitment training, bank nagari, act consulting, rinaldi agusyana

Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara menemukan Strength dari para karyawan dan membangkitkan kekuatan para Leader di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).

 

 

 

corporate webinar, adira finance, act consulting

WEBINAR ACT CONSULTING BERSAMA ADIRA FINANCE KE-III

By News No Comments

Webinar ACT Consulting bersama Adira Finance tengah berlangsung pada hari Selasa, Tanggal 6 November 2018 di Medina Café, Menara 165. Acara ini digawangi oleh Produser dari ESQ Team, Gusti Firly yang sebelumnya telah berpengalaman sebagai Produser untuk sejumlah acara televisi di salah satu TV Swasta.

Acara Webinar ACT Consulting bersama Adira Finance ini telah berlangsung untuk ke 3 kalinya. Dengan jumlah peserta yang semakin meningkat aktif. Untuk kesempatan hari ini jumlah cabang yang ikut aktif mengikuti Webinar ini meningkat tinggi hingga mencapai 409 Cabang hingga ke Jayapura yang terhubung dalam Live Webinar.

Pembicara dalam Webinar Adira Finance hari ini adalah Ary Ginanjar Agustian dari ACT Consulting, dengan jajaran Pimpinan Adira Finance yaitu Hafid Hadeli sebagai Direktur Utama dan I Dewa Made Susila selaku Direktur Finance.

Metode training jarak jauh melalui webinar ini dilakukan oleh Adira untuk dapat menjangkau puluhan ribu karyawannya yang tersebar di seluruh nusantara. Acara ini terselenggara dengan metode siaran langsung, sehingga dapat dilakukan live interactive discussion.

Sejumlah 409 cabang Adira yang turut aktif berpartisipasi tersebar dari kawasan barat hingga kawasan paling timur di Indonesia yaitu di kota Jayapura. Metode ini terbukti menekan biaya, membuat karyawan menjadi dekat dengan dewan direksi mereka, dan karyawan pun dapat bertanya langsung kepada Bapak Ary Ginanjar Agustian selaku konsultan dari ACT Consulting yang memandu Program Transformasi Korporasi di Adira Finance.

 

webinar act consulting, adira finance, act consulting, ary ginanjar agustian,

webinar act consulting, adira finance, ary ginanjar agustian, act consulting

webinar act consulting, adira finance, ary ginanjar agustian, act consulting

webinar act consulting, adira finance, ary ginanjar agustian, act consulting

Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara melakukan webinar live di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).

 

annual strategic planning, annual planning, strategic planning, act consulting, Rinaldi Agusyana

Cara Menyusun Annual Strategic Planning

By News No Comments

annual strategic planning, annual planning, strategic planning, act consulting, Rinaldi Agusyana

Saat anda melakukan tutup buku dan menutup tahun kalender ini, dan menyusun rencana untuk tahun baru ke depan, sejuta pertanyaan akan muncul dalam benak. Apa yang harus dipertimbangkan dalam menentukan Annual Strategic Planning? Banyak pihak yang mengalami kebingungan dalam menyusunnya. Apakah sudah benar atau tidak? Ukuran apa yang bisa dipakai?

Bila Anda termasuk dalam sebagian orang yang memiliki tugas dan tanggung jawab berat ini, dan menginginkan solusi, berikut ini kami memberikan Panduan yang akan dapat membantu. Secara mudahnya, strategi disusun dengan mengisi Balance Scorecard. Ada 4 komponen yang ada di dalamnya, yaitu :

  1. Financial Gain ; bagaimana cara untuk mencapai target keuangan?
  2. Customer Value ; nilai apa yang ingin diberikan pada konsumen anda?
  3. Operation to Create Values ; proses internal apakah yang harus diperbaiki untuk menyediakan nilai dan mencapai tujuan keuangan perusahaan anda?
  4. Capability Needed/ Skills to Run Operation ; apakah keterampilan dan kapabilitas dari tim karyawan yang anda miliki, untuk mengarahkan proses internal agar dapat memenuhi tujuan nilai untuk konsumen, dan bagiamana mencapai tujuan keuangan?

Perpaduan langkah 1 dan 2, akan menunjukkan kekurangan Key Result Area di perusahaan Anda. Dan gabungan dari langkah 3 dan 4 akan menunjukkan Effort yang harus dikeluarkan agar perusahaan anda bisa mencapai Key Performance Indicator yang disepakati antara anda dan tim karyawan.

Sisi lain dari strategi adalah perhitungan SWOT : Strength – Weakness – Opportunities – Threats :

S – O : Strength apa yang bisa anda gunakan untuk mengkapitalisasi opportunities yang dimiliki?

W – O :  Weakness apa yang harus dimitigasikan untuk bisa opportunities bisa terkapitalisasi?

S – T : Strength apa yang bisa digunakan untuk bisa menangani/ mengurangi Threats?

W – T : Strategi apa yang bisa dilakukan untuk meminimkan Weakness dan menghindari Threats?

 

Bagaimana? Itu langkah 2 dari 5 langkah dalam Corporate Strategy Intelligence. Selengkapnya, ESQ memiliki modul lengkap untuk membantu perusahaan Anda dalam menyusun strategi terbaik untuk memastikan proses operations yang anda lakukan di dalam perusahaan, menghasilkan values yang berarti bagi konsumen, dan menghasilkan finansial yang mendukung perkembangan perusahaan beserta para karyawan yang ada di dalamnya.

Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara mengukur annual strategy di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).

 

By; Rinaldi Agusyana, Corporate Strategic Expert & CEO of ESQ Tours & Travel, Peraih World Best Hajj & Umrah Operator in The World 2016

Kelebihan Digital Training

By Article No Comments

Sejak mulai dikembangkan di era revolusi industri 4.0, banyak sekali kelebihan digital training dibanding training konvensional.  Dalam sebuah jurnal tentang analisa persepsi terhadap online learning versus training konvensional dikemukakan bahwa globalisasi dan teknologi meningkatkan pandangan kita mengenai apa yang bisa ditawarkan dalam pendidikan. Bahwa teknologi telah melahirkan banyak jalur untuk kita bisa belajar;

“Globalization and technology are altering our views on education and educational offerings. Technology has given birth to many new avenues for learning”.

Dominique Abrioux (2004), Rektor dari Athabasca University, menyampaikan poin yang berharga, dalam buku yang berjudul “Theory and Practice of Online Learning”. Bahwa salah satu keuntungan utama dari konten training yang disajikan secara digital adalah adanya kemudahan untuk melakukan adaptasi dan kostumisasi konten dan materi. Fleksibilitas yang diberikan dalam digital training pun amat menguntungkan dalam praktek pembelajaran manusia berusia dewasa, dalam hal ini untuk training korporat atau pembelajaran  jarak jauh lainnya seperti dengan e-movie, e-learning, online quiz, dan lain-lain.

Digital training membuat waktu dan tempat pelaksanaan training menjadi fleksibel. Training dapat diikuti dari mana saja. Waktunya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing peserta. Tema training yang ingin diikuti pun sangat beragam.  Karyawan tinggal mencari tempat yang menyediakan internet. Lalu mereka dapat mengakses training dari smartphone atau dari laptop.

Ujian online yang diberikan pun dapat dilakukan untuk mencek sejauh mana pemahaman peserta tentang materi yang diberikan. Hasil yang diperoleh pun langsung terekam secara otomatis dan dapat dilakukan rekapitulasi hasil training dengan mudah. Absensi keikutsertaan training juga terekam dengan baik. Karyawan yang memiliki banyak waktu untuk mengikuti digital training dan mendapatkan nilai tinggi pun dapat diajukan untuk promosi bila telah memenuhi persentase kompetensi tertentu.

Digital training ini dilakukan oleh banyak perusahaan di Indonesia. ACT Consulting telah memandu pelaksanaan digital training untuk ribuan sales dari Auto2000 dalam program Singa Auto2000.  Adira Finance yang memiliki puluhan ribu pegawai pun telah melakukan digital training lewat e-movie yang dipandu oleh digital learning sharing session.

Perusahaan-perusahaan besar di Indonesia selalu menjaga performa karyawannya dengan menyediakan digital training yang dapat diakses dimana saja dan kapan saja. Bagaimana dengan perusahaan anda? Salam transformasi digital dari ACT Consulting.

peran agent of change, act consulting, andi basuni

Peran Agent of Change dalam pembentukan Good Corporate Culture (GCC)

By Article No Comments

peran agent of change

Kita lanjutkan lagi pembahasan kita tentang apa itu budaya. Mengapa kami dari ACT Consulting merasa perlu untuk membahas budaya secara lebih jauh? Tentu saja karena urgensi besar yang ada di baliknya. Semoga bahasan-bahasan yang diberikan dalam beberapa tulisan ini menjadi upaya yang berarti untuk membentuk budaya yang lebih positif di masyarakat Indonesia.

 

Definisi Budaya

Menurut ahli budaya dan pemerintahan di Indonesia, Prof. Dr. Selo Soemardjan, budaya merupakan sebuah hasil karya, rasa serta cipta dari masyarakat. Hal ini berarti, semua ekspresi diri yang dilakukan dalam konteks bermasyarakat, adalah bentuk dari budaya lho.

Bahkan hal yang terlihat kecil seperti desain iklan yang makin berkembang dari hari ke hari juga adalah suatu bentuk ekspresi budaya yang diciptakan individu dan diserap oleh masyarakat.  Hal yang dianggap kecil seperti gaya lucu dalam berbicara dengan bahasa slang di media sosial yang dimaksud untuk memancing tawa dan like, juga suatu bentuk budaya lho. Dalam masyarakat Indonesia kekinian, definisi Prof Selo Soemardjan ini sepertinya pas ya?

Jauh sebelum sosial media ada, pendiri ilmu anthropologi budaya dari Inggris Edward Burnett Tylor, mendefinisikan budaya sebagai suatu keseluruhan yang memiliki sifat yang kompleks. Keseluruhan yang di maksud adalah meliputi kepercayaan, adat istiadat, hukum, seni, kesusilaan, kesanggupan, bahkan semua kebiasaan yang di lakukan oleh manusia adalah salah satu bagian dari suatu masyarakat.

Ini berarti, budaya merupakan hasil dari interaksi sejumlah unsur yang berbeda di masyarakat yang membentuk suatu kebiasaan yang kemudian menjadi adat istiadat.  Pemerintahan dalam berbagai bentuknya, bertugas menciptakan tatanan sosial yang teratur. Untuk itu, dibuatlah penjaga ekspresi budaya yang berupa sistem yang memagari perilaku individu. Agar tidak bertindak keluar batasan, dengan menciptakan hukum dan undang-undang. Hukum dan undang-undang inilah yang kemudian menjaga sistem kesusilaan di dalam masyarakat, agar kita dapat bekerja dan hidup dengan aman, tenang dan nyaman.

 

Perlunya Good Corporate Culture (GCC) 

Budaya yang ada dalam suatu masyarakat, ada yang positif dan negatif. Dalam konteks perusahaan, budaya yang positif akan meningkatkan performa dan kinerja. Sementara, budaya yang negatif, akan menghasilkan dampak yang negatif bagi kinerja dan performa organisasi. Sementara, berbeda dengan masyarakat, perusahaan adalah suatu sistem ekonomi yang membutuhkan semua bagian yang ada di dalamnya tetap sehat dan baik.

Budaya yang baik diperlukan agar perusahaan bisa menghasilkan income yang baik untuk keseluruhan organisasi dan kelangsungan keluarga dari para karyawan di dalam organisasi, dan memberikan keuntungan pada masyarakat. Sistem ekonomi dari kumpulan sejumlah perusahaan inilah yang kemudian menggerakkan roda perekonomian di suatu negara. Untuk itu, pemerintah memiliki concern  yang besar terhadap baik tidaknya organisasi di dalam sebuah perusahaan dengan menggulirkan program seperti good corporate governance (gcg) dan good corporate culture (gcc), melalui Kamar Dagang dan Industri (KADIN).

Dalam konteks transformasi budaya perusahaan, perubahan budaya dilakukan dengan merubah values lama menjadi values baru yang ideal. Dari current values ke desired values. Penanaman values ini dilakukan agar ekspresi budaya ini terbentuk menjadi sebuah budaya baru. Selain juga dilakukan perubahan secara sistemik melalui perubahan peraturan perusahaan dan rekayasa organisasi.

 

Peran Agent of Change dalam Transformasi Budaya

Pembentukan budaya baru juga dilakukan dengan melibatkan peran aktif dari para Agent of Change (AoC). Dalam hal ini, ada 4 peran yang dilakukan oleh para Agent of Change, sesuai dengan peran utama mereka untuk melakukan akulturasi values baru untuk membentuk good corporate culture (GCC) atau desired culture di dalam perusahaan, yaitu;

  1. Sebagai Obat; Nilai-nilai yang telah dikuasai oleh Agent of Change akan tersebar secara adaptif dalam pekerjaan dan interaksi antar karyawan di lingkungan perusahaan, untuk menjadi penyembuh dari budaya sebelumnya yang ingin diubah.
  2. Sebagai Vitamin; Nilai-nilai yang dikuasai oleh Agent of Change akan membangkitkan energi baru di dalam dirinya secara internal, untuk menjadi panutan bagi kawan-kawannya dalam bekerja. Yang setelah berjalan selama sekian bulan hingga sekian tahun, akan membuat para karyawan lain memiliki daya tahan terhadap budaya lama yang sebelumnya dikeluhkan, menjadi budaya baru yang diharapkan.
  3. Sebagai Katalis. Nilai-nilai yang telah didalami oleh para Agent of Change ini kemudian akan menjadi shared values atau nilai bersama sebagai sebuah organisasi sistemik yang mampu menghasilkan daya kerja dan performa kerja yang bersifat eksponensial, sebagai hasil dari akselerasi yang terjadi sebagai hasil transformasi budaya.
  4. Sebagai Pelumas. Agent of Change akan menghaluskan proses masuknya nilai-nilai ideal untuk membentuk budaya baru, dengan meminimalisir konflik dan mencegah terjadinya gegar budaya diantara karyawan dan manajemen. Hal ini penting untuk mengurangi resistensi organisasi terhadap proses transformasi budaya yang tengah berlangsung.

 

By Andi Basuni, Corporate Strategic Expert dari ACT Consulting

andi basuni, peran agent of change, act consulting

Perusahaan di Era Digital

Transformasi Organisasi dan Perusahaan di Era Digital

By Article No Comments

Perusahaan di Era Digital

 

“Bila perubahan lingkungan eksternal bergerak lebih cepat dibanding transformasi yang dilakukan di dalam organisasi, maka akhir untuk organisasi tersebut sudah dekat”. Demikian disampaikan oleh Gale dan Aarons (2017), mereka adalah konsultan untuk transformasi digital di Google dan Microsoft.  Ya, era ekonomi informasi yang sekarang berjalan, telah memaksa berbagai institusi di seluruh dunia untuk melakukan transformasi digital. Namun, sudahkah kita melakukan transformasi yang tepat?

Sejumlah perusahaan besar dunia, salah kaprah dalam memahami apa yang ada di balik era ekonomi digital ini. Dilakukan perubahan dalam perangkat kerja, hardware dan software, bahkan memasang perangkat artificial intelligence untuk menganalisa keadaan perusahaan dan bisnisnya,  namun luput dalam melakukan upgrade pada unsur utama yang ada dalam perusahaan : Manusianya.

Di dalam era industri 4.0, dimana trilyunan informasi lahir setiap detiknya, kita perlu memahami bahwa terjadi perubahan demand secara demografi sebagai akibatnya. Dengan sedikit upaya dan biaya, kini digital marketing dapat meraih ratusan orang hingga puluhan juta orang dengan biaya promosi yang jauh lebih murah. Bila perusahaan dapat memahami ini, dan dapat melakukan perubahan strategi dengan penyesuaian terhadap demand demografis ini, maka hasil yang bersifat eksponensial dapat dicapai.

 

Perusahaan di Era Ekonomi Digital

Di era ekonomi digital ini, eksekutif dalam perusahaan memiliki akses terhadap riset dan informasi di ujung jari. Tidak lagi memerlukan waktu bulanan untuk mendapatkan analisa terkini. Sejumlah platform riset pemasaran bisa menghadirkan informasi yang dibutuhkan hanya dalam beberapa menit saja. Bahkan beberapa diantaranya gratis. Namun apakah manusianya, eksekutifnya, di perusahaan Anda telah memiliki komponen mental drivers yang dibutuhkan?

Ekonomi digital menjadi besar karena informasi tersebar secara cepat. Untuk itu eksekutif dalam perusahaan perlu terus update dengan informasi terbaru, dari sumber yang terpercaya. Mereka pun perlu melakukan self leverage. Secara mental, informasi, dan taktikal. Kemampuan untuk melakukan peningkatan daya ungkit (leverage) aset manusia di dalam organisasi inilah yang seringkali tertinggal untuk dilakukan.

Apa saja yang menjadi masalah? Banyak eksekutif belum beranjak dari silo mentality, salah satunya. Silo mentality adalah kebiasaan untuk menyimpan informasi berharga hanya di bagiannya saja. Dalam transformasi digital di dalam perusahaan, informasi yang bergerak di internal pun harus menyamai cepatnya dan derasnya informasi yang bergerak diluar organisasi. Tak bisa lagi sebuah informasi dikuasai oleh satu bagian. Sama seperti shared economy, shared information adalah salah satu mekanisme yang harus digerakkan agar organisasi bisa berjalan stabil dan semua eksekutif mendapatkan informasi yang koheren.

Sejumlah improvisasi bisnis yang dilakukan secara digital seperti realtime costumer feedback, sales dan marketing improvement, perhitungan dan analisa retensi konsumen, platform komunikasi internal, dan lain sebagainya ini, sering dianggap sebagai transformasi digital, padahal bukan. Ia hanya sekedar improvisasi sistem informasi bagi bisnis anda.

Bagaimana perusahaan bisa memberikan pengalaman berbisnis yang bersifat unggul, terkostumisasi, dan terpersonalisasi, adalah salah satu hasil dari informasi yang didapat dari improvisasi sistem bisnis yang diterangkan diatas. Itulah yang akhirnya akan mendorong peningkatan sales dan memberikan hasil pada perusahaan.

 

Itulah yang menjadi hasil dari transformasi digital yang anda akan lakukan di perusahaan. Kemampuan untuk memanej respon yang terpersonalisasi bagi konsumen adalah hal utama yang dapat dihasilkan dari mahalnya instalasi sistem informasi digital yang anda lakukan. Bila ini belum ada dalam mindset anda sebagai eksekutif, dan masih beranggapan cara respon anda tidak perlu dirubah, dan cara respon perusahaan tidak perlu ditingkatkan, maka keseluruhan transformasi digital tidak akan mendatangkan manfaat apa-apa bagi bisnis dan organisasi anda.

Namun itu pun bukan semuanya. Tanpa adanya culture road map untuk menuju pencapaian sukses sesuai visi misi dan target organisasi, perubahan seperti apapun menjadi tanpa makna.  Tanpa adanya value creation atau penciptaan makna bagi bisnis anda, masyarakat dan khalayak pun tidak akan menganggap organisasi anda pantas ada. Tentukan ini dulu, barulah perusahaan anda dapat dirasakan penting bagi masyarakat. Ciptakan formula digital DNA dalam organisasi sesuai aspirasi yang diinginkan perusahaan.

Kecepatan perubahan, terciptanya makna, dan meningkatnya jumlah insight yang didapatkan, akan meningkatkan kemampuan perusahaan anda dalam melakukan disrupsi pasar dan menciptakan model ekonomi bagi organisasi anda agar mampu lestari, sustainable, tahan akan perubahan zaman dan dinamika pasar yang terus membadai. Organisasi harus terus melakukan inovasi dan progresif dalam mengetahui kemampuan konsumen dengan lebih mendengar, melihat respon dan keinginan mereka secara interaktif untuk dapat menciptakan desain produk yang sesuai dan menghantarkannya pada konsumen sesuai dengan apa yang mereka inginkan.

keseimbangan manusia dan mesin, transformasi digital, act consulting

Menemukan Keseimbangan Manusia dan Mesin dalam Transformasi Digital (1)

By Article No Comments

keseimbangan manusia dan mesin, transformasi digital, act consulting

Tujuan dari dibuatnya berbagai kemajuan di bidang teknologi, terutama di bidang artificial intelligence adalah untuk membuat hidup manusia menjadi lebih nyaman, mudah dan cepat. Itulah mengapa google kemudian menciptakan sistem artificial intelligence melalui penciptaan mobil yang dapat mengemudi sendiri (self driving car). Teknologi ini terbukti dapat menekan angka kecelakaan yang disebabkan oleh kelelahan dan mengantuk saat mengemudi.

 

Di berbagai belahan dunia, Artificial Intelligence telah dikembangkan dan diterapkan. Namun di dunia industri, merumuskan kebijakan tentang penggunaan artificial intelligence sendiri tidaklah semata tentang menginstall software baru yang diganti setiap dua tahun sekali untuk mencegah hacker memasuki sistem informasi di perusahaan anda. Bahkan, di dunia pemrograman komputer sendiri telah muncul istilah Artificial Stupidity, yang menggambarkan bagaimana bila suatu sistem Artificial Inteligence didesain secara tidak tepat, maka hanya akan menghasilkan suatu kebodohan yang terprogram.

 

Prof Mary ‘Missy’ Cummins, Profesor di Duke University yang memimpin laboratorium Human and Automation Engineering, merumuskan 10 tingkat LOA (Level of Automation) untuk menentukan sejauh mana peran yang diberikan pada komputer dan manusia yang mengeksekusinya. Dari mulai peran level 1 dimana komputer tidak dapat menawarkan bantuan, hingga menawarkan sejumlah alternatif tindakan. Level of Automation ini dapat meningkat terus hingga sampai ke level 10 dimana komputer yang menentukan semua dan bertindak secara autonomus, sampai tidak mengacuhkan manusia yang menanganinya.

 

Pada dasarnya, setting level otomasi yang ditentukan secara tepat, akan membuat pekerjaan yang berlangsung secara berulang, lama, dan melelahkan yang biasa dilakukan mesin pabrik misalnya, menjadi ringan dan tidak memerlukan perhatian penuh. Ini membuat manusia yang menanganinya dapat melakukan banyak pekerjaan yang lebih membutuhkan fleksibilitas, kreativitas, kepemimpinan dan kebijaksanaan khas milik manusia semata.

 

Namun yang banyak ditakutkan oleh para penulis sains fiksi adalah otomasi level 10, dimana komputer melakukan semua tanpa butuh otorisasi dari manusia. Sebenarnya hal ini bisa dihindari dengan perancangan pemrograman yang ajeg di awal, saat semua rancangan mesin dan rancangan sistem otomasi yang terkomputerisasi ini dibuat. Karena itulah rancangan otomasi sistem seperti ini membutuhkan penyelia dengan tingkat pengalaman yang tinggi dan kemampuan perumusan kebijaksanaan yang mumpuni.

 

Bahkan, semua eksekutif level C harus turut urun rembuk untuk memastikan rancangan ini telah memenuhi semua persyaratan. Para eksekutif ini juga dapat menetapkan tingkat otomasi yang rendah, agar sistem kendali tetap ada pada manusia yang menanganinya, dan bukan pada sistem komputer yang baru dirancang. Hal ini seperti memprogram sendiri bayi anda dan melahirkannya sesuai waktu yang dibutuhkan.

 

Proses perancangan system otomasi ini membutuhkan waktu hingga semua perencanaan matang.  Tidak bisa secepat kilat, karena ada perhitungan yang harus super teliti di belakangnya. Bagaimanapun, seperti semua sistem pemrograman, semua proses masih akan membutuhkan error correction, penanganan bugs, dan perbaikan serta update sistem ke depannya. Tidak mungkin ada satu sistem yang sama sekali sempurna dibuat sekali jadi dan langsung berfungsi tanpa error untuk kali pertama. Sistem AI tercanggih sekalipun harus dibuat untuk terbuka terhadap perbaikan dan harus memungkinkan dilakukannya override system oleh manusia yang menanganinya.