Skip to main content
All Posts By

Muhammad Zain Firdaus

jb straubel, cto tesla, chief technology officer, penemu mesin listrik tesla, act consulting

JB Straubel Penemu Mesin Listrik untuk Tesla

By Article No Comments

Tidak banyak diketahui orang, namun banyak nama hebat di belakang kesuksesan Tesla. Tidak bergantung pada sosok Elon Musk pun, Tesla memiliki seorang JB Straubel, penemu beragam teknologi yang berhubungan dengan bidang mesin, teknik elektro serta penerbangan. Tak heran karena kecerdasannya tersebu, JB Straubel selalu meraih sukses, di perusahaan manapun ia berada.

Pada saat pertama Elon Musk memulai Tesla, ia telah memiliki sebuah rencana di kepalanya, yang ia yakini akan berhasil. Rencana tersebut yaitu mobil listrik Tesla yang diciptakannya akan menggunakan mesin AC Propulsion, hasil temuan Alan Coccoli dan kawan-kawan dari California.

Namun rencana pertama Elon itu tidak dapat berhasil dengan baik. Hingga Tesla mengalami masa-masa sulit dimana mereka mengalami keterbatasan finansial hingga dana yang ada hanya bisa bertahan untuk mempertahankan operasional hanya 3 hari saja.

Yang kemudian dilakukan Jeffrey Brian (JB) Straubel adalah mengatasi kesulitan tersebut hingga berhasil menciptakan sebuah mesin listrik yang sama sekali baru untuk Tesla. Hanya sedikit bagian mesin rancangan AC Propulsion yang dapat digunakan. Padahal bila sejak awal dilakukan perancangan asli tanpa menggunakan mesin yang sudah ada, berbagai pemborosan waktu, biaya dan tenaga bisa dihindari.

Mesin Battery Electric Vehicle adalah temuan yang berhasil diciptakan JB Straubel untuk mesin Tesla Roadster. Dari temuannya ini, JB mendapatkan banyak penghargaan, diantaranya adalah TR35 Innovator atau penemu revolusioner yang berusia dibawah 35 tahun.

JB Straubel adalah salah satu pendiri Tesla. Ia memiliki gelar dalam bidang teknik elektro dari Stanford University. Sebelum ke Tesla Motors, Straubel adalah CTO dan salah satu pendiri Volacom Inc. bersama dengan Harold Rosen.

Volacom bekerja erat dengan Burt Rutan di Scaled Composites untuk merancang platform pesawat terbang khusus menggunakan pembangkit listrik tenaga hidrogen baru. Di Volacom, JB menciptakan dan mematenkan konsep propulsi hybrid dengan daya tahan lama yang kemudian dibeli dan dilisensikan ke Boeing.

Sebelum Volacom, JB bekerja dengan Harold dan Ben Rosen di Rosen Motors sebagai insinyur tenaga penggerak yang mengembangkan drivetrain. Sejenis kendaraan hybrid baru yang didasarkan pada turbin mikro dan flywheel berkecepatan tinggi.

Rosen Motors akhirnya ditutup tetapi kedua teknologi utama yang diciptakannya, berhasil menuai keuntungan yaitu; turbin di Capstone Turbine (CPST) dan flywheel di Pentadyne Power Corp.

JB adalah bagian dari tim awal di Pentadyne di mana ia merancang dan membangun power inverter 150kw generasi pertama , kontrol motor-generator, dan sistem bantalan magnetik.

Saat ini, JB telah menjadi Chief Technology Officer untuk Tesla, serta untuk perusahaan lain milik Elon Musk yaitu Solarcity. Kesuksesannya ini utamanya berasal dari kemampuannya untuk terus belajar dan melakukan inovasi dari beragam teknologi yang dikuasainya.

Beragam manajemen inovasi bisnis yang dilakukan JB Straubel harus bisa dipelajari oleh banyak orang di negara kita. Untuk mempelajari cara melakukan manajemen inovasi bisnis, klik disini. Untuk memiliki kemampuan mendesain bisnis mandiri, anda juga bisa klik disini.

Namun Anda bisa saja memiliki kesulitan atau masalah di beberapa sisi seperti budaya dan penerapan disiplin pencapaian target. Bila itu masalahnya, bagi para Leaders di Organisasi Anda, dapat mengikuti program Transformational Leadership dari ACT Consulting dengan klik di link ini.

Untuk melakukan perkembangan di organisasi dan korporasi Anda, Anda dapat mempelajari cara membangun budaya perusahaan dengan klik disini. Anda juga dapat mempelajari cara menciptakan strategi yang tepat untuk perusahaan dengan klik disini.

Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara membentuk karakter para pegawai dan pimpinan hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).

elon musk, bagaimana memulai bisnis, elon musk memulai bisnis, act consulting, cara memulai bisnis

Bagaimana Elon Musk Memulai Bisnisnya?

By Article No Comments

Elon Musk dalam suatu diskusi menyampaikan bahwa tidak ada batasan usia untuk memulai bisnis. Seseorang bisa memulai dari usia berapa saja. Ia juga menolak anggapan bahwa seseorang hanya memiliki satu ide hebat saja semasa hidupnya. Bahkan, Elon menyampaikan bahwa Tesla memulai dari ide yang salah. Namun, usaha keras yang harus dilakukan adalah dalam mengubah kesalahan tersebut agar tetap menerbitkan hasil yang diinginkan.

Dalam ide awal Tesla, Elon menyampaikan bahwa kesalahan mereka terletak pada ide yang terlalu simpel dan terlalu memudahkan prosesnya. Mereka semula hanya ingin menempatkan teknologi AC propulsion, suatu ide mesin penggerak kendaraan berbahan listrik, dalam sebuah rancangan chasis kendaraan yang sesuai. Sesederhana itu, kata Elon.

Namun tim Elon kemudian menemukan bahwa prototype pertama yang dibuat dengan berdasar pada asumsi tersebut, bahkan tidak dapat bergerak. Mereka harus bisa menerima kenyataan pahit bahwa asumsi penggunaan mesin AC propulsion hanya bisa dilakukan pada kendaraan prototype berukuran kecil.

Apa yang harus dilakukan oleh Tim mekanik dan tim desain Tesla pada akhirnya adalah hanya menggunakan 1%-5% ide awal dari mesin AC propulsion yang telah mereka beli sistem dan lisensinya dari perusahaan bernama sama. 

Elon mengatakan bahwa yang dilakukan oleh tim desain dan para perancang Tesla seperti membeli sebuah rumah lama, lalu harus menghancurkan semuanya dan mengambil hanya sedikit bagian yang dipertahankan.  “Kami harus melakukan kerja dua kali lipat dibanding dengan membuat rancangan baru dari nol”, kata Elon Musk.

Bagaimana dengan Anda? Kebanyakan dari Anda pastinya memiliki ide ingin membuat bisnis seperti apa. Melakukan wirausaha seperti apa. Ingin menjadi pengusaha yang seperti apa. Namun orang seringkali lebih terfokus pada hasil yang diinginkan, dan bukan memikirkan proses apa  yang harus dilakukan dan dikerjakan dengan penuh kerja keras.

Untuk itu, kita membutuhkan pengetahuan tentang bagaimana cara mendesain bisnis yang tepat. Sebuah pengetahuan yang dapat mensederhanakan keseluruhan proses bisnis kita menjadi hanya dalam satu kertas saja. Mungkin banyak dari anda yang tidak mengira hal ini dimungkinkan. Tapi kami memiliki langkah dan cara mudah itu, untuk Anda sama-sama pelajari bersama team.

Tidak hanya itu, anda juga akan memperoleh beragam manfaat dari Training *Design Your Business Now* ini, yaitu;

  • Memperoleh keberanian untuk memulai atau merubah desain bisnis yang sekarang dimiliki
  • Memperoleh rasa percaya diri untuk teguh melaksanakan semua kerja keras yang dibutuhkan
  • Memperoleh gambaran masalah dan solusi bisnis Anda dalam satu kertas secara mandiri
  • Memiliki pengetahuan dan wawasan tentang cara yang terukur dan empiris dalam melihat semua permasalahan dalam bisnis
  • Dapat menyusun langkah perbaikan bisnis dengan efektif dan efisien serta mudah

Kesemuanya ada dalam Training *“Design Your Business Now”*. Training terbaru dari ACT Consulting divisi Business Innovation.

*“DESIGN YOUR BUSINESS NOW ”*

================================

Jadwal Training ESQ Design Your Business Now

================================

Tanggal  : Sabtu, 4 Mei 2019

Waktu  : 08.00 – 17.00 WIB

Tempat  : Mini Theatre Lantai 4, Menara 165

Jl. Tb Simatupang kav 1, Cilandak, Jakarta Selatan

Investasi : Rp. 2.500.000

Promo : Rp. 1.500.000/seat

silahkan melakukan transfer ke a/n PT. ARGA BANGUN BANGSA dengan nomor rekening :

– BCA : 679 030 6595

– Mandiri : 101 000 6655 110

– Mandiri Syariah : 700 059 1178

Ingin mendaftar atau sudah Transfer? Jika sudah transfer silahkan konfirmasi kembali dengan mengirim tanda bukti transfer ke;

Epria ESQ – 0856 9208 3272

adena t friedman, president dan ceo, nasdaq inc, act consulting

Adena T Friedman, President & CEO Nasdaq Inc tentang Cyber Security

By Article No Comments

Didirikan di tahun 1971, Nasdaq merupakan bursa saham elektronik pertama di dunia. Kini, Nasdaq merupakan bursa saham terbesar di Amerika Serikat dengan lebih dari separuh perusahaan yang ada di negara itu, terdaftar di perusahaannya. Nasdaq memiliki cabang di Kanada dan di Amerika Serikat. Nasdaq juga mempunyai asosiasi dengan bursa saham di Hongkong dan di Eropa.

Adena T Friedman, pernah bekerja dalam beberapa posisi selama lebih dari satu dekade di Nasdaq. Di masa awal bekerja di Nasdaq, Adena melalui sejumlah jalur karir dengan merintis pengalaman di beberapa posisi yaitu di antaranya sebagai kepala bisnis produk data, kepala strategi korporasi dan chief financial officer.

Sebelum kemudian pindah ke Carlyle Group di tahun 2011 dan menjadi CFO disana hingga tahun 2014 dengan menjadikan perusahaan tersebut go public. Melihat berbagai kesuksesan yang berhasil di lakukan Adena, di tahun 2014, Adena diminta kembali ke Nasdaq dengan menjadi President dan CEO dari perusahaan bursa saham elektronik terbesar di dunia tersebut.

Kerjasama Global untuk Cyber Security

Mengenai keamanan data dan transaksi yang dilakukan di Nasdaq, Adena berkata bahwa tidak mungkin ada hacker yang mampu merusak keamanan jaringan siber hingga dapat menghentikan transaksi yang tengah dilakukan di bursa Nasdaq.

Adena menyampaikan bahwa Nasdaq memiliki tingkat keamanan siber tertinggi di dunia. Ia juga berkata bahwa Nasdaq selalu bekerjasama dengan berbagai bursa global di dunia untuk melihat ragam serangan siber yang terjadi dan bagaimana cara untuk mengatasinya. Ia bahkan menyebut bahwa bursa saham di Indonesia adalah salah satu negara yang mengadakan kerjasama dengan Nasdaq dalam berbagai bisnis di dunia bursa saham.

Dengan caranya, Nasdaq melakukan peningkatan keamanan bahkan sebelum suatu serangan dapat dimungkinkan. Kemampuan untuk melakukan penyelidikan pendahuluan sebelum suatu ancaman terjadi adalah suatu hal yang penting dalam bisnis yang melibatkan teknologi jaringan siber. Dengan cara ini, beragam ancaman serangan eksternal maupun fraud internal akan dapat diatasi dengan cepat dan efektif.

Di Nasdaq sendiri, pengalaman yang dijalani Adena sangat banyak, diantaranya adalah dalam melakukan berbagai strategi akuisisi. Dalam masa jabatannya, Nasdaq telah melakukan akuisisi ke berbagai perusahaan seperti INET, OMX, serta Boston Exchange dan Philadelphia Exchange, sejak bergabungnya Adena di tahun 1993.

Beragam manajemen inovasi bisnis yang dilakukan Adena T Friedman harus bisa dipelajari oleh banyak orang di negara kita. Untuk mempelajari cara melakukan manajemen inovasi bisnis, klik disini.

Namun Anda bisa saja memiliki kesulitan atau masalah di beberapa sisi seperti budaya dan penerapan disiplin pencapaian target. Bila itu masalahnya, bagi para Leaders di Organisasi Anda, dapat mengikuti program Transformational Leadership dari ACT Consulting dengan klik di link ini.

Untuk melakukan perkembangan di organisasi dan korporasi Anda seperti yang dilakukan Adena T Friedman di Nasdaq Inc, Anda dapat mempelajari cara membangun budaya perusahaan dengan klik disini. Anda juga dapat mempelajari cara menciptakan strategi yang tepat untuk perusahaan dengan klik disini.

Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara membentuk karakter para pegawai dan pimpinan hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).

dieter zetsche, daimler benz, mercedes benz, act consulting

Dieter Zetsche CEO Daimler Benz tentang ‘Data Gold Rush’

By Article No Comments

Perubahan zaman tidak bisa dibalikkan menjadi mundur. Agar perusahaan dapat tetap menjadi pemain top di pasar, yang harus dilakukan adalah menjadi pendahulu dalam melakukan perubahan. Dengan cara ini, perusahaan kita dapat terus menjadi yang terdepan.

Itulah pula yang diinginkan oleh CEO Daimler Benz, Dr Dieter Zetsche. Ia menyampaikan sejumlah inovasi yang dilakukan oleh perusahaannya yang bergerak di bidang otomotif. Diantaranya adalah bagaimana membuat setiap mobil yang dihasilkan perusahaannya, ada dalam sistem informasi pemetaan (GIS atau geographical information systems) secara global.

Dengan teknologi ini, perusahaannya dapat mengetahui dimana keberadaan mobil yang diproduksinya, dan keadaan kendaraannya. Mobil yang dikendarai dapat terpantau melalui smartphone tanpa membutuhkan instalasi dan pemasangan GPS Tracker di kendaraan.

Teknologi ini dapat sangat menolong terutama pada situasi darurat, dimana nyawa dari pengendara mobil, muatan yang dibawa, dan penumpangnya, yang menjadi taruhan. Ini yang disebut Dieter sebagai Future Mobility atau masa depan dunia otomotif.

Saat ini yang terjadi, kata Dieter, adalah Data Gold Rush. Data merubah segala hal. Dari mulai pengalaman pelanggan, hingga berguna sebagai nilai tambah bagi kepentingan konsumen sendiri. Ia membandingkan keadaan Data Gold Rush ini sama seperti dahulu saat terjadinya Gold Rush di berbagai tempat di dunia. Bahwa data yang dimiliki perusahaannya sangat berharga sebagaimana nilai emas.

Teknologi Daimler terus dikembangkan. Terang Dieter. Satu hal yang jelas, dari data yang diperoleh perusahaannya, terlihat berbagai temuan dalam hal konektivitas. Konektivitas yang dimaksudnya adalah antara sistem miliki Daimler, sistem pelayanan, dan konsumen. Keterhubungan ini menciptakan situasi dimana data dapat diketahui secara real time.

Penemuan dari data layanan pelanggan dan dari harapan pelanggan, yang tercipta dari inovasi yang dibuat di Daimler Benz, membuat perusahaannya dapat mengetahui apa saja yang dibutuhkan oleh konsumen, dan memenuhinya.

Cara-cara Daimler beriklan juga terus uptodate dan cukup inovatif, diantaranya dengan menggunakan sosial media seperti Linkedin untuk memberitakan teknologi terbaru yang dimiliki perusahaannya.

Selain itu, Daimler juga telah mengembangkan program autopilot dan program autonomous driving. Para peneliti yang dimiliki Daimler di Silicon Valley juga terus memperbaharui display dynamics dari dashboard yang dirancang untuk peluncuran produk seri berikutnya.

Dalam wawancara yang dilakukan oleh David Bernstein di tahun 2015, jumlah penjualan Daimler di seluruh dunia mencapai 1,8 juta kendaraan. Bahkan, Daimler membuka pasar baru di beberapa negara. Seperti yang dijelaskan Dieter bahwa jumlah mobil yang terjual di China saat itu, telah mencapai jumlah 300.000 unit. Padahal, itu adalah tahun pertama Daimler dapat memasuki pasar di negeri tirai bambu tersebut.

Cerdas dan terhubung, adalah nilai tambah yang diciptakan melalui business model yang dimiliki Daimler. Di Daimler Benz, data yang dikumpulkan dari riwayat penggunaan kendaraan akan diolah untuk menciptakan kendaraan yang lebih advance lagi di masa depan. Inilah contoh lain dari yang disebut Dieter sebagai ‘Data Gold Rush’. Seperti data bahwa setiap truk dari merk Benz ternyata melakukan perjalanan sejauh 70.000 mil setiap tahunnya.

Keselamatan dan dasar Sustainabilitas dari setiap produk yang diciptakan, adalah hal yang ingin selalu dijaga oleh Daimler, kata Dieter. Untuk mencapai hal tersebut, perusahaannya mengandalkan digitalisasi untuk membuka masa depan yang lebih baik di dunia transportasi.


Jumlah kendaraan Daimler yang paling banyak terjual adalah BMW, kata Dieter. Di Amerika, produksi kendaraan Mercedes Benz dilakukan di Alabama. Saat ditanya, Dieter menyampaikan bahwa tak ada yang dapat menemukan perbedaan antara kendaraan yang diproduksi di Jerman atau di Amerika, atau di pusat produksi lainnya yang dimiliki Daimler di seluruh Dunia.

Beragam manajemen inovasi bisnis yang dilakukan Dr Dieter Zetsche harus bisa dipelajari oleh banyak orang di negara kita. Untuk mempelajari cara melakukan manajemen inovasi bisnis, klik disini.

Namun Anda bisa saja memiliki kesulitan atau masalah di beberapa sisi seperti budaya dan penerapan disiplin pencapaian target. Bila itu masalahnya, bagi para Leaders di Organisasi Anda, dapat mengikuti program Transformational Leadership dari ACT Consulting dengan klik di link ini.

Untuk melakukan perkembangan mendasar di organisasi dan korporasi Anda seperti yang dilakukan Dieter Zetsche di Daimler, Anda dapat mempelajari cara membangun budaya perusahaan dengan klik disini.
Anda juga dapat mempelajari cara menciptakan strategi yang tepat untuk perusahaan dengan klik disini.

Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara membentuk karakter  para pegawai dan pimpinan hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki
langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).

corporate webinar, adira finance, act consulting

Keuntungan Penggunaan Webinar dalam Pembelajaran Massal Korporasi

By Article No Comments
corporate webinar, adira finance, act consulting
Live webinar shooting ACT Consulting dengan klien Adira Finance

Pembelajaran melalui webinar telah banyak dilakukan oleh sejumlah lembaga pendidikan dan korporasi. Metode ini diberikan karena memiliki banyak keuntungan. Seperti apa sajakah keuntungan yang dimiliki dalam metode ini dan bagaimana respon dari para peserta serta trainer dalam metode ini?

Dalam Journal of Interactive Online Learning dari New York Institute of Technology, Wang & Hsu (2008),  menyampaikan bahwa ada lima keuntungan menggunakan alat webinar untuk memfasilitasi komunikasi antara tempat yang berjauhan;

(1) Webinar mudah diakses dari berbagai tempat, membuatnya mudah dijangkau (de Gara & Boora, 2006). Pengguna dapat berpartisipasi dalam sesi webinar dengan komputer, perangkat video / audio capture, dan koneksi jaringan broadband.

(2) Webinar memungkinkan komunikasi yang sinkron. Instruktur dapat berkomunikasi dengan peserta didik dalam format yang sinkron untuk memberikan umpan balik langsung kepada peserta didik (Hotcomm, 2003).

(3) Webinar memfasilitasi demonstrasi multimedia secara siaran langsung (real time). Instruktur dapat membagikan aplikasi di situs yang digunakan dalam presentasi dengan semua peserta.

(4) Webinar memfasilitasi interaksi multi-level. Instruktur dapat memberi kuliah, berinteraksi dengan audiens, memfasilitasi kolaborasi kelompok peserta dalam format siaran langsung (Marjanovic, 1999), dan dapat menunjuk peserta tertentu untuk bertanggung jawab atas sesi.

(5) Webinar menyediakan lingkungan di mana peserta dapat mengarsipkan konten seminar untuk review pribadi atau untuk orang-orang yang melewatkan sesi siaran langsung.


Dalam eksperimen yang dilakukan Wang dan Hsu (2008) didapatkan sejumlah temuan bawah para peserta yang menggunakan webinar untuk melakukan pelatihan, merasa puas dengan berbagai tingkat interaksi yang menjadi dimungkinkan dengan adanya peralatan yang tersedia.

Wang dan Hsu (2018) menyampaikan bahwa sebuah sesi webinar memberikan peserta interaksi hampir langsung dengan instruktur dan dengan peserta lain. Alat webinar termasuk metode yang paling mendekati lingkungan tatap muka dan memberikan motivasi bagi trainer dengan interaksi yang tercipta, dan kepaduan emosional yang diperkuat dengan kehadiran sosial semua peserta.

Pertama,  Interaksi di antara peserta menjadi makin kaya ketika sesi webinar membahas pengetahuan konseptual dan ketika instruktur mendorong para peserta untuk saling melakukan interaksi di antara peserta.  

Kedua, peserta menikmati menghadiri sesi webinar karena dapat menghemat biaya dan waktu, sehingga menghasilkan kenyamanan material yang cukup.

Ketiga, bentuk webinar memungkinkan para peserta “untuk merasakan kehadiran langsung” (feel the presence), karena sesi berlangsung  dalam lingkungan yang dipersonalisasi, sehingga tingkat kecemasan berkurang jauh.

Keempat, temuan Wang & Hsu (2008) menunjukkan bahwa semua peserta dan pemberi materi memberikan evaluasi bahwa sesi webinar sesuai untuk menyampaikan topik-topik yang;

a.     memiliki fokus langsung seperti

–     pengetahuan konseptual atau

–     pengetahuan prosedural dasar

b.       materi dengan fokus tidak langsungnya seperti pembentukan sikap positif peserta terhadap pengetahuan yang dipertanyakan.

 

Metode webinar memberikan banyak keuntungan dalam segi efisiensi. Webinar yang dilakukan oleh ACT Consulting telah menghubungkan hingga puluhan ribu peserta dari ratusan cabang yang tersebar di Indonesia dan di luar negeri.

Salah satu bentuk webinar yang dilaksanakan oleh ACT Consulting adalah CEO Talks, yang menghadirkan para CEO dari sebuah perusahaan besar untuk bisa langsung berbicara dan melihat puluhan ribu karyawannya secara langsung yang tersebar di berbagai cabang hingga ke pelosok.

Webinar dari ACT Consulting dilakukan dengan konsep seperti siaran televisi namun bersifat interaktif dan menggunakan platform web. Sehingga kesemua sesi yang diberikan dapat disimpan dan diulang kembali oleh peserta yang kehilangan momentum siaran langsung.

Tertarik dengan metode webinar dari ACT Consulting ini? Untuk mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki langkah-langkah dan metodologi Webinar Management atau Metode Digital Solutions lainnya yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).

live webinar adira finance batch 4, act consulting, adira finance
esq digital solutions, act consulting

Mengapa Korporasi Anda Membutuhkan Digital Training

By Article No Comments

“We need learning and information support to be as easy and intuitive to use. Shifting from “instructional design” to “experience design” and using design thinking are key here. And we have to look at employees’ journeys at work, so we can produce learning that is simple and easy in the flow of work.”

Josh Bersin, writer & global industry analyst (Forbes, 2017).

WHY DIGITAL LEARNING SOLUTIONS?

Kurva Ebbinghaus di bawah ini menunjukkan bagaimana suatu materi pembelajaran konvensional dilupakan. Pembelajaran konvensional hanya bertahan sebentar saja. Bahkan, dari 80% pemahaman, akan terlupakan menjadi 50% saja hanya dalam waktu 10 menit setelah suatu kelas training selesai, dan kurang dari 10%  materi training masih diingat dalam waktu seminggu setelah training selesai.

Namun, karena sifatnya yang mudah diulang dan tidak memakan biaya pengulangan, Digital Learning menunjukkan efek sebaliknya. Melebihi pembelajaran konvensional yang hanya dapat diingat sebanyak 80% dari keseluruhan materi, Digital learning menunjukkan kenaikan persentase hingga diatas 95% jumlah materi yang dapat diingat karyawan. Untuk mempertahankan efek mengingat tersebut, perusahaan hanya perlu memastikan tiap karyawan kembali melakukan review training dengan kembali mengakses materi online training yang sama setelah 1 hari, 1 pekan, dan 1 bulan sesudah tiap sesi training digital.

WHAT ARE ESQ DIGITAL LEARNING SOLUTIONS?

Sebuah pengalaman belajar, akan menumbuh kembangkan berbagai bakat dan potensi karyawan. Secara simultan, karyawan yang telah berkembang berarti organisasi perusahaan Anda akan berkembang sebagai hasilnya.

ESQ memiliki 3 metode pembelajaran digital yang ditujukan untuk memberikan pengalaman belajar sebagai sebuah perjalanan (experiental learning journey).  Solusi yang telah dikembangkan ESQ dalam pembelajaran digital terdiri dari;

  • Virtual Training
  • Virtual Coaching
  • Webinar Management

3 PATHWAY OF ESQ DIGITAL SOLUTIONS

  1. Virtual Training

Solusi training yang komprehensif, untuk menjawab masalah jarak, biaya dan waktu. Menjangkau ratusan bahkan ribuan karyawan dalam waktu yang sama, dan program maintenance yang lebih termonitor dan berkesinambungan.

Dengan beragam digital content yang tersedia:

  • E-movie: Video konten berisi materi pembahasan yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan organisasi (customized).
  • Digital Library; perpustakaan online yang terdiri dari berbagai buku yang relevan dengan tema pembelajaran.
  • Digital Motivation; Quotes inspirasional yang disebarkan secara berkala dengan tujuan untuk mengingatkan peserta terkait modul yang sudah dipelajari.
  • E-Learning: Modul pembelajaran yang disusun dengan menggunakan sistem elektronik sehingga mampu mendukung proses pembelajaran
  • Virtual Coaching;

Platform pembelajaran yang bersifat adaptif. Membantu karyawan dalam memetakan masalah mereka dan memperoleh solusi. Dalam platform Virtual Coaching ini juga karyawan juga bisa mendapatkan langsung solusi dari CEO, Trainer dan Tokoh, dalam bentuk short videos. Layanan penuh dari aplikasi Virtual Coaching ini terdiri dari;

  • Emotion mapping (mood states evaluation),
  • Tree maps of problems,
  • Solutions Ideas
  • Webinar management

Merupakan sesi CEO Talks yang mempertemukan karyawan dengan CEO, sehingga jumlah karyawan yang ratusan hingga puluhan ribu bisa memiliki kesempatan untuk melakukan tatap muka interaktif dengan CEO. Dikemas secara profesional dalam konsep program Televisi.

Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara membentuk karakter para pegawai dan pimpinan hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki solusi Digital Training sesuai dengan keperluan organisasi Anda. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).

manfaat digital training bagi karyawan, act consulting

Manfaat Digital Training Bagi Karyawan

By Article No Comments

Honey (2000) dalam Ellis dan Kuznia (2014) menyampaikan tingkat manfaat digital training bagi karyawan yaitu bahwa 90% dari peserta digital training menyampaikan bahwa apa yang mereka pelajari adalah hal yang berguna. Sementara, 81% provider digital training dan 66% pegawai setuju bahwa digital training akan memberikan keuntungan yang besar bagi kapasitas korporasi dan organisasi untuk belajar.

Secara umum, partisipan yang mengikuti penelitian memberikan komentar dan pandangan yang positif terhadap digital training karena kenyamanan yang mereka rasakan. Walau begitu, kita perlu memperhatikan sejumlah faktor lain yang berpengaruh pada keberhasilan digital training seperti faktor motivasi belajar dan kebiasaan belajar mandiri yang berbeda-beda tingkatnya pada masing-masing peserta. Ketidak mampuan seseorang untuk mengatasi kesulitan belajarnya secara mandiri dan kurangnya motivasi untuk berubah dapat menjadi faktor yang menyebabkan seseorang mempertanyakan kegunaan dan manfaat dari digital training pada dirinya.

Menurut Adkins (2011) dalam Ellis dan Kuznia (2014), biaya yang dihabiskan oleh korporasi untuk menggunakan dan membeli produk digital training di Amerika Serikat diestimasi telah mencapai hingga 6,8 milyar dollar Amerika, dan di tahun 2015 biaya yang dikeluarkan untuk digital training mencapai angka hingga 7,1 milyar dolar Amerika.  

Untuk menemukan angka tersebut diatas, Adkins (2011) melakukan penelitian pada perusahaan kecil, sedang dan besar, dan memperhitungkan demand korporasi tersebut terhadap produk dan layanan digital training. Dari seluruh pasar e-learning di Amerika Serikat, korporasi mengambil porsi hingga 37,4% dan merupakan segmen terbesar bagi pasar e-learning di Amerika serikat.

Hal ini karena berbagai manfaat digital training bagi karyawan yang mencakup sejumlah faktor yaitu;

  • pengurangan biaya training dengan menggunakan solusi training virtual
  • kostumisasi solusi training untuk para pegawai
  • kemampuan untuk menyimpan data training secara detail. Terdapat catatan yang rinci tentang performa pegawai, kebutuhan training mereka, dan informasi penting lainnya.
  • Kemampuan untuk memproduksi modul sesuai kebutuhan yang meningkat terhadap solusi training
  • Aksesibilitas pada sumber training yang akurat dan terbaru, tersedia melalui ujian yang sistematis dan update dari materi e-learning dan informasi dari para ahli di bidangnya.
  • Pilihan yang disediakan antara digital training bersama di kelas atau secara pribadi.

Untuk melihat bagaimana manfaat digital training atau e-learning bagi karyawan, Sebuah studi empiris dilakukan dengan melibatkan 200 pegawai di Tunisia. Penelitian yang dilakukan di tahun 2013 oleh Rym, Olfa dan Melika tersebut menunjukkan bahwa pegawai di Tunisia memperhatikan berbagai hal di dalam digital training, yang menjadi faktor penentu tingkat penerimaan metode training digital ini dibanding metode traning konvensional.

Sejumlah aspek tersebut adalah (Rym, Olfa dan Melika, 2013); persepsi peserta tentang manfaat dari training yang diikuti, kemudahan yang ditemui saat pelaksanaan e learning atau digital training, kemudahan dalam memahami materi yang diberikan, dan pengaruh faktor dari perangkat teknologi komunikasi yang digunakan.

Sejmlah hal diatas disampaikan sebagai faktor individual yang mempengaruhi bagaimana teknik training digital akan dikembangkan setelahnya. Selain itu ada juga faktor yang bersifat organisasi atau faktor sistem yang juga menjadi faktor penentu dalam tingkat penerimaan e-learning atau digital training bagi para pegawai di Tunisia.

Sebelumnya, penelitian yang dilakukan oleh Favier et al pada tahun 2004 di Perancis menunjukkan bahwa pihak yang menentukan perkembangan platform e learning adalah para peserta, tutor atau trainer, dan juga institusi dimana proyek e learning dilakukan. Hal ini sejalan dengan penelitian yang juga dilakukan di Perancis oleh R. Meissonier dan E. Houzé di tahun 2004. Menurut sumber tersebut, ada sejumlah manfaat digital training bagi karyawan, yaitu dalam  hal;

  • Kemudahan belajar dengan perulangan yang lebih baik; hal ini karena e learning menyediakan akses yang mudah ke sumber-sumber pengetahuan yang relevan dan berguna. Collins et al (2003) dalam penelitian yang dilakukan di Inggris menunjukkan bahwa metode pembelajaran training secara digital meningkatkan rasio penggunaan dan penyimpanan informasi.
  • Fleksibilitas tempat dan lokasi; e learning memberikan kesempatan pada peserta untuk menghadiri training di waktu dan tempat yang tak terbatas (Tseng et al, 2007, dalam penelitian yang dilakukan di Taiwan); hal ini sesuai dengan pendekatan “just in time” yang diberikan.
  • Kesempatan untuk melakukan beragam penyesuaian/ kostumisasi; e-learning memberi kesempatan bagi peserta untuk belajar sesuai dengan ritme belajar pribadi mereka, dan dapat memilih sesuai dengan agenda pribadi yang dimiliki.
  • Meningkatkan Produktivitas; e-learning atau digital training menawarkan kesempatan pada peserta untuk memperbaiki dan meningkatkan tingkat efektivitas mereka dalam belajar
  • Kolaborasi antar institusi dengan komunitas dan kesempatan interaktif; karena e learning atau digital training mengikat para pesertanya dengan peserta lain dan dengan para ahli bersama-sama untuk membentuk komunitas belajar yang kolaboratif.

Rym, Olfa dan Melika (2013) juga menyebutkan adanya faktor sistemik yang mempengaruhi tingkat penerimaan manfaat digital training bagi karyawan yaitu;

  • Efek dari kualitas konten di dalam digital training,  yang mempengaruhi persepsi peserta tentang tingkat manfaat training. Hal ini ditemukan sebagai hasil  yang signifikan dan positif. Sejalan dengan hasil  yang diperoleh oleh Lee (2006, dalam penelitian di Taiwan), serta hasil yang diperoleh oleh Pituch dan Lee (2006, dalam penelitian di Texas, Amerika Serikat, dan Taiwan).
  • Semakin baik dan kaya kualitas dari e-learning, serta adanya konsistensi sistem yang mengupdate konten secara regular, semakin tinggi persepsi peserta terhadap tingkat urgensi dari materi
  • Sikap terhadap nilai manfaat dari e-learning atau digital training nampak menjadi faktor penentu dan menjadi sangat penting untuk penggunaan fasilitas belajar melalui digital training ini

Secara sejajar, selain dari hal diatas, penelitian yang dilakukan oleh Rym, Olfa dan Melika (2013) juga menunjukkan;

  • Tingkat urgensi perlunya pengaruh positif yang dapat ditimbulkan secara langsung, yang dapat mengubah persepsi mengenai manfaat digital training. Hal ini menentukan bagaimana sikap selanjutnya yang ditunjukkan oleh para peserta.
  • Secara tidak langsung, didapatkan juga nilai dari persepsi terhadap pentingnya digital training yang menunjukkan angka yang cukup tinggi, yaitu t = 7.421; p = 0.000, g = 0.682
  • Didapatkan juga pengaruh dari tingkat persepsi manfaat training pada sikap peserta pada training. Hal ini ditemukan lebih berpengaruh dibandingkan tingkat persepsi peserta terhadap kemudahan penggunaan perangkat IT dalam mengikuti digital training.

Sementara, di tahun 2014, Ellis dan Kuznia dari Amerika Serikat mempelajari bagaimana pengaruh korporat e-learning terhadap para pegawainya. Ternyata ditemukan bahwa kesuksesan digital training sangat bergantung pada bagaimana korporasi dan organisasi mendukung dan melatih pegawai untuk menggunakan teknologi pembelajaran.

Selain itu, sejumlah faktor lain yang sangat mempengaruhi tingkat kegunaan digital training diantaranya adalah (Ellis dan Kuznia, 2014);

  • komitmen dari jajaran manajemen senior,
  • kemudahan dalam penggunaan digital training atau platform digital training yang bersifat user friendly,
  • tingkat efektivitas dari program digital training yang diberikan
  • investasi korporat di bidang sumberdaya manusia, dan
  • budaya organisasi yang mendukung inovasi dan pembelajaran (Schweizer, 2004).

Untuk mengetahui kelebihan digital training, anda bisa mengakses link ini. Selain hal diatas, terdapat juga hasil penelitian mengenai Kurva Ebbinghaus yang mempengaruhi hasil belajar yaitu;

Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara membentuk karakter para pegawai dan pimpinan hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki solusi Digital Training sesuai dengan keperluan organisasi Anda. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).

jeff bezos, kredo kinerja amazon, act consulting

Kredo Kinerja Amazon yang Membuatnya Menjadi Perusahaan Terkaya di Dunia

By Article No Comments

Amazon terkenal dengan kepedulian yang tinggi pada pelanggan. Mereka di amazon menyebut kredo tersebut sebagai “customer obsession”. Motto ini kemudian banyak ditiru oleh para pemilik perusahaan dot com dan pengusaha start up. Bahkan Nadiem Makarim menyatakan bahwa GoJek pun memiliki kredo yang sama, dengan berkaca pada kesuksesan Amazon.

Situs Amazon awalnya hanya menjual buku. Pada tahun awal pendiriannya, Jeff turut membungkus sendiri buku-buku yang dipesan pelanggan, dan mengantarkannya ke kantor pos, sambil berharap suatu saat ia akan mampu untuk membeli forklift untuk logistik di Amazon. Baru setelah beberapa lama, Jeff kemudian berpikir bahwa ia dapat menjual apa saja di Amazon. Lalu itulah tepatnya yang ia lakukan.

Di era tahun 2000an dimana banyak harga saham perusahaan dot com turun drastis, Jeff juga turut mengalaminya. Saham Amazon turun dari harga seratus dollar amerika ke harga hanya enam dollar amerika. Namun di saat itu, ia tidak merasakan suatu hal yang negatif terjadi. Ia melihat berbagai unsur operasional di perusahaannya terus tumbuh dengan baik dan menunjukkan grafik yang meningkat. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk tidak lagi menjual saham, karena merasa perusahaannya tidak lagi membutuhkan lebih banyak pasokan modal.

Lebih jauh lagi, di saat semua perusahaan teknologi berpusat pada bagaimana cara untuk memiliki margin yang besar, Amazon berpusat pada “menciptakan apa yang akan dibutuhkan masyarakat”. Disana ia melihat bahwa banyak dari perusahaan start up tidak memiliki sumber daya yang cukup untuk memiliki server sendiri dan mengelolanya. Ia kemudian berusaha mempermudah hal tersebut dengan membangun layanan Amazon Web Services (AWS). Dalam layanannya tersebut, setiap orang dapat memiliki layanan cloud berbiaya murah untuk menyimpan big data, memprosesnya, dan melakukan analisis dari data yang mereka miliki, dengan layanan yang diberikan oleh Amazon.

Kredo Amazon tentang inovasi ini adalah; Bekerja di Masa Depan. Jeff Bezos mengatakan bahwa Perusahaan seharusnya tidak semata melihat bagaimana pencapaian dan rencana yang akan dilakukan pada quarter ini. Tapi harus memikirkan produk apa yang dapat dihasilkan, yang akan menghasilkan keuntungan saat diluncurkan tiga tahun ke depan. Jadi, Jeff mengatakan pada semua orang bahwa apa yang kita lihat saat ini di Amazon, adalah hasil dari inovasi dan riset yang dilakukan sejak tiga tahun sebelumnya.

Ini berarti Amazon memiliki waktu riset dan tes produk selama 3 tahun sebelum diluncurkan. Ini adalah waktu yang cukup lama untuk berinovasi. Akan menghabiskan banyak waktu bila tujuan dari inovasi hanyalah untuk mengalahkan pasar saat ini. Namun untuk dapat membuat inovasi yang dihasilkan Amazon tetap menjadi yang terdepan, pandangan futuristik harus dimiliki oleh perusahaan di era VUCA sekarang ini.

Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara membentuk karakter melalui digital training pada diri para pegawai dan pimpinan hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).

ivan sadik, coo auto2000, act consulting, ary ginanjar

Ivan Sadik COO Auto2000 soal Digital Training ACT Consulting

By Article No Comments

COO Auto200, Bapak Ivan Sadik menyampaikan rasa terima kasih kepada Bapak Ary Ginanjar, yang sudah turut membantu Auto2000 mencapai prestasi-prestasi yang bagus di Auto2000.

Tahun lalu, di 2018 untuk pertama kalinya Auto2000 meraih Kepala Cabang Terbaik urutan 1, 2, dan 3 dari seluruh Toyota yang ada di Indonesia. Juga mencapai Outlet of The Year 2018 dan juga Service Manager Terbaik di Indonesia.

Terakhir, Pak Ivan Sadik menyampaikan semoga Auto2000 ke depannya terus lebih baik, dan Pak Ary Ginanjar juga sukses selalu.
Bravo!!

Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara membentuk karakter para pegawai dan pimpinan hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).

pengaruh corporate value pada performa perusahaan, act consulting, training integritas, digital integrity

Pengaruh Corporate Value pada Performa Perusahaan; Studi Tentang Value Integritas

By Article No Comments

Bagaimana pendapat anda tentang integritas di dalam perusahaan? Kita sering melihat banyak perusahaan memiliki nilai ini dan diumumkan kepada public dengan sejumlah cara seperti melalui surat kabar atau website.

Guiso et al (2015) menyatakan bahwa ketika kita melihat halaman Web perusahaan, kita biasa menemukan bahwa 85% perusahaan Standard and Poor’s 500 (S&P 500) memiliki satu atau dua bagian yang didedikasikan untuk – apa yang mereka sebut- “budaya perusahaan,” yaitu prinsip dan nilai yang seharusnya menginformasikan perilaku semua karyawan perusahaan. Nilai yang ditemukan oleh Guiso et al (2015) yang termuat dalam website perusahaan yang terdaftar di bursa saham yang lebih umum diiklankan adalah inovasi (disebutkan oleh 80% dari mereka), diikuti oleh integritas dan rasa hormat (70%).

Diatas disampaikan bahwa integritas masih di tempat kedua setelah inovasi, yang diurutkan sebagai nilai yang paling sering diutarakan oleh perusahaan kepada publik.

Untuk mencari data yang lebih valid dan luas, Guiso et al (2015) memanfaatkan data baru yang dibuat oleh Great Place to Works Institute (GPTWI), yang melakukan survei ekstensif terhadap karyawan lebih dari 1.000 perusahaan AS. Meskipun hanya daftar 100 perusahaan terbaik untuk bekerja yang diungkapkan kepada publik, Guiso et al (2015) mengakui mereka memiliki akses ke database lengkap. Keuntungan dari database ini adalah bahwa ia dapat mengukur bagaimana nilai-nilai dirasakan oleh karyawan, bukan bagaimana nilai itu diiklankan oleh perusahaan. Secara khusus, ada dua pertanyaan dalam survei yang mengukur tingkat integritas manajemen seperti yang dirasakan oleh karyawan

Edmans (2011, dalam Guiso et al, 2015) menunjukkan bahwa perusahaan yang termasuk dalam 100 “perusahaan terbaik untuk bekerja” (sebagaimana diukur dengan peringkat GPTWI) memiliki pengembalian pasar saham lebih tinggi pada tahun-tahun setelah terdaftar di bursa. Tingginya harga saham perusahaan ini jauh diatas perusahaan lain yang tidak mendapatkan peringkat tersebut, hingga sampai disebut abnormal oleh sejumlah pihak.

Dalam pengunduran diri dari Goldman, Greg Smith mengklaim bahwa budaya integritas adalah “saus rahasia” yang membuat Goldman hebat pada awalnya. Dia juga mengklaim bahwa budaya ini telah memburuk sejak IPO. Meskipun Guiso et al (2015) menyatakan bahwa mereka tidak dapat menguji klaim yang dikatakan oleh Greg Smith secara langsung, mereka mempelajari apakah, rata-rata, budaya integritas menambah nilai dan apakah secara rata-rata, budaya ini lebih lemah di antara perusahaan publik.

Guiso et al (2015) menyatakan bahwa mereka menemukan kedua pernyataan ini benar. Bahwa integritas berkorelasi positif dengan kinerja keuangan dan daya tarik penawaran pekerjaan, di 100 perusahaan yang dinyatakan sebagai Great Place to Work oleh GPTWI.

Apakah perusahaan Anda memerlukan pelatihan yang berhubungan dengan penanaman value yang baik di perusahaan? Atau membutuhkan pelatihan untuk meningkatkan integritas? Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara membentuk karakter para pegawai dan pimpinan hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).