Universitas Lancang Kuning (UNILAK), Riau, menyelenggarakan Outbond dengan menggandeng ACT Consulting pada tanggal 25 Desember 2019. Kegiatan ini diselenggarakan di Nuansa Maninjau Resort di Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Dimensi alam sebagai objek pendidikan bisa menjadi laboratorium sesungguhnya dan tempat bermain yang mengasyikan dengan berbagai metodenya. Untuk itulah ACT Consulting Outbond memaksimalkan setting alam terbuka untunk melakukan
Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara meningkatkan kapasitas dan kapabilitas kinerja demi mencapai Visi Misi dari UNILAK, para pegawai dan pimpinan mengikuti kegiatan Outbond dari ACT Consulting.
Bila Perusahaan atau Lembaga Anda membutuhkan kegiatan yang mampu menghasilkan impact tinggi dengan efek refreshing melalui Outbond Training, hubungi kami segera. Agar dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).
Permasalahan keagamaan adalah isu yang sensitif. Untuk itu, setiap orang di pemerintahan yang berhubungan dengan masalah ini diharapkan memiliki kemampuan komunikasi yang dibutuhkan untuk bisa memberikan berbagai informasi dan program pemerintahan yang terkait dengan hal tersebut.
Namun seringkali, Training di dalam kelas kurang memberikan dampak yang kuat bagi peserta. Karena itu dibutuhkan inokulasi skill melalui program Outbond. Untuk itulah, Balai Diklat Keagamaan Denpasar melangsungkan event Outbond untuk meningkatkan kemampuan komunikasi para pegawainya, agar dapat memberikan pelayanan yang baik dan ekselent.
Bersama ACT Consulting, Outbond Communication for Service Excellence Balai Diklat Keagamaan Denpasar, telah diselenggarakan pada Tanggal 16-18 Januari 2019 di Bali. Trainer yang bertugas adalah Dadang Suhendar beserta tim profesional yang terlatih dari ACT Consulting Outbond.
Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara meningkatkan kemampuan Communication dan Service Excellent dari para pegawai dan pimpinan hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).
Pendidikan adalah kunci utama yang menentukan masa depan Bangsa. Di tangan para pendidik, pengetahuan dan skill anak Bangsa ditentukan. Tentu saja tugas ini tidak mudah dilakukan. Berbeda halnya bila para pendidik, pengajar, dosen, guru dan para pelatih dalam pendidikan luar sekolah dapat menguasai cara mengajar yang terbukti memberikan dampak yang tinggi dan berhasil dalam menanamkan kecerdasan serta membentuk karakter.
Untuk itulah ESQ memberikan Acara Gratis yang dapat diikuti oleh para guru, pengajar, dosen dan pelatih serta pendidik di lingkungan dalam dan luar sekolah, dalam program HC Breakthrough; Creating High Impact Teaching Methodology.
Melalui acara ini diharapkan para peserta yang datang memenuhi ruangan dapat terinspirasi untuk melakukan revolusi cara mengajar, dari yang semula hanya satu dimensi yaitu intelektual, menjadi 3.0 dengan menambahkan unsur kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual di dalam pengajarannya.
Untuk meningkatkan kemampuan di bidang pengajaran karakter dan menjadi pembicara publik yang mumpuni, peserta yang datang dari latar belakang sebagai pengajar, dosen dan pendidik ini juga dapat mempertinggi kemampuan mereka melalui program Public Speaking Certification Training.
Diharapkan apa yang diberikan dalam kesempatan hari ini di tanggal 23 Januari 2019 di Ruang Mini Auditorium Lantai 4 Menara 165 oleh Direktur Schoool of Communication, Rendy Yusran ini, dapat meningkatkan bakti yang diberikan ESQ untuk peningkatan kualitas pengajaran di masyarakat secara luas, dan untuk dunia pendidikan di Indonesia secara khususnya.
Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara meningkatkan metode pengajaran di perusahaan hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).
Tahun ini adalah tahun politik. Siapapun pemenang pemilu
nanti, setelah pemilu berlangsung, mungkin sekali terjadi pergantian
kepemimpinan di berbagai sektor pemerintahan. Bagaimana memastikan bahwa transformasi
budaya yang sudah d dan dibentuk terus berlanjut sementara terjadi pergantian
pimpinan? Apakah anda termasuk
orang-orang yang tengah risau akan hal ini?
Budaya yang baik, terwujud dari peran agent of change. Salah
satu peran budaya adalah memperkuat lembaga dan korporasi supaya dapat bertahan
dengan perubahan internal dan eksternal seperti apapun. Karena peran budaya
tidak bergantung di tangan pemimpin, tapi menjadi tanggung jawab semua orang di
dalam perusahaan, di dalam semua karyawan. Budaya yang baik diharapkan akan
tumbuh mendarah daging dan diwariskan lintas generasi.
Untuk melakukan ini, lakukan 10 steps of total culture
transformation dari ACT Consulting. Pastikan bahwa perubahan values terjadi dan
menjadi karakter dari para karyawan. Minimal telah terjadi perubahan karakter
di level AOC dan manajemen. Karena itu penting untuk melakukan
training-training values internalizations di level AOC dan manajemen, demikian
juga dengan langkah-langkah lainnya dari 10 steps.
Dengan mengetahui racun budaya dari hasil pengukuran survey
persepsi budaya dalam OCHI (Organization Culture Health Index), misalnya. Anda
akan dapat mengetahui ancaman internal ada di departemen mana saja, dan apa
harapan tiap departemen itu.
Dari sini anda dapat merumuskan solusi dan strategi yang
tepat untuk melakukan langkah-langkah selanjutnya, dan ini dapat menjamin
budaya kerja dapat berubah dan bertahan walau terjadi pergantian kepemimpinan.
Karena budaya perubahan sudah menjadi DNA baru di dalam organisasi anda, dan tim
AOC dan manajemen telah menguasai keterampilan change management yang
diperlukan. Bila belum, anda dapat menyertakan karyawan terbaik Anda di program
Corporate Culture Specialist.
Banyak perusahaan saat ini tengah bertanya-tanya, apa kunci
yang dapat membuat perusahaan mereka mampu bertahan menghadapi berbagai serbuan
perusahaan asing yang masuk ke pasar masyarakat Indonesia dalam sejumlah sektor
yang berbeda.
Kami dari ACT Consulting yakin, apa yang dibutuhkan oleh
tiap perusahaan di Indonesia, sejatinya telah kita miliki, disini, di Tanah Air
kita. Karena sumber daya manusia Indonesia memiliki kreativitas yang tingkat
tinggi. Ditambah lagi, bangsa kita memiliki ketelitian dan kehati-hatian yang
sangat baik. Perhatian yang baik terhadap detail. Belum lagi ditambah dengan
kehebatan di bidang kreasi seni yang penuh keluhuran budaya dan hal yang baik
dalam penataan karya.
Kita bisa melihat di bidang seni, kita menghasilkan banyak
desainer dan pengusaha kelas dunia. Dari mulai Biyan dan Deni Wirawan hingga
Dian Pelangi. Kita juga memiliki Nadiem Makarim dan Kevin Aluwi yang startup
besutannya kini merambah posisi sebagai Decacorn.
Lalu melihat semua kesuksesan itu, masihkah Anda meragukan
kemampuan tim innovator Anda? Bila ya, mungkin yang dibutuhkan tim peneliti dan
tim innovator di perusahaan Anda hanya soal perubahan mindset dan melepas belenggu
yang merantai mental mereka.
Bila ya, hal ini tidak mengherankan. Karena jauh di tahun 1939,
Schumpeter telah meramalkan hal ini. Bahwa salah satu penghambat dalam bisnis
adalah adanya hambatan di masalah sosio psikologis mengenai kemunculan produk
baru, dan perlunya dorongan dalam hal pengambilan resiko di sektor produksi.
Namun janganlah Anda ragu bahwa masa depan ada di tangan:
Inovasi. Memberikan beragam pendidikan dan pelatihan yang dibutuhkan untuk para
innovator di perusahaan Anda adalah sebuah hal yang sangat bijak. Hal ini
karena, investasi dalam pendidikan innovator akan menghasilkan return of
investment yang akan terbukti baik. Karena tanpa inovasi, sebuah korporasi
tidak bisa bertahan menghadapi serbuan produk asing dan persaingan dari start
up muda yang banyak tumbuh menjamur.
Sejumlah langkah dan rumusan solusi untuk melakukan inovasi
di era VUCA telah dikemas dengan apik dalam sebuah training yang mampu merubah
mindset para innovator di perusahaan Anda. Padahal semua tahu bahwa perubahan
mindset adalah hal yang sangat sulit. Namun inilah keunggulan dari metode
inovasi bisnis yang dikemas oleh ACT Consulting.
Temukan solusi inovasi tanpa henti bersama kami di:
Masa Depan di tangan: Inovasi. Berkarir sebagai inventor adalah sebuah jaminan kesuksesan untuk masa depan. Hal ini karena para innovator sangat dibutuhkan di berbagai organisasi. Karena tanpa inovasi, sebuah korporasi tidak bisa bertahan menghadapi serbuan produk asing dan persaingan dari start up muda yang banyak tumbuh menjamur.
Namun seringkali ijazah di bidang teknik atau desain saja
tidak cukup. Karena masyarakat membutuhkan lebih dari sekedar perubahan resep
atau perubahan tampilan suatu produk. Lebih dari sekedar bertanya; apa yang
harus di inovasi. Tanyakan pada diri Anda; Mengapa suatu inovasi dibutuhkan. Lalu
lanjutkan dengan pertanyaan berikutnya.
Menjadikan diri sebagai pemberi solusi, adalah masa depan
yang ada di tangan para inventor atau innovator. Bahkan, Anda akan bukan lagi
menjadi sekedar peneliti atau pelaku riset, tapi Anda dapat membantu memberikan
solusi inovasi untuk perusahaan dimana Anda bekerja. Ingin tahu caranya?
Sejumlah langkah dan rumusan solusi untuk melakukan inovasi
di era VUCA telah dikemas dengan apik dalam sebuah training yang mampu merubah
mindset Anda. Padahal semua tahu bahwa perubahan mindset adalah hal yang sangat
sulit. Namun inilah keunggulan dari metode inovasi bisnis yang dikemas oleh ACT
Consulting.
Menghadapi perubahan yang serba rumit, cepat dan kompleks di era VUCA (volatile, uncertain, complex dan ambiguity) ini sejumlah usaha perlu melakukan transformasi budaya kerja agar perusahaannya memiliki agility (kelincahan) yang diperlukan untuk terus bertahan dan lestari.
Namun seperti dikemukakan oleh Kotter, 70% Transformasi perusahaan yang dilaksanakan, cenderung gagal. Hal ini karena transformasi yang dilakukan hanya mengandalkan tactical strategy (head-intellectuals), tanpa menyertakan faktor socio emotional (hearts). Untuk itulah dibutuhkan strategi transformasi budaya yang menyertakan unsur perubahan yang krusial, yaitu melibatkan pertimbangan socio emotional dan social budaya.
Berdasarkan pertimbangan tersebut, ACT Consulting memformulasikan 10 Steps of Total Transformation sebagai strategi perubahan budaya kerja korporasi dan lembaga yang telah terbukti berhasil membantu banyak perusahaan untuk menjadi lestari dan mampu memimpin pasar.
Dalam rangka untuk menyebarkan virus transformasi budaya kerja di Indonesia da Malaysia, ACT Consulting membuka program yang menghasilkan para ahli transformasi budaya kerja dengan sertifikasi yang diakui oleh negara. Sertifikasi ini diberikan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP ESQ) dengan bekerjasama dengan BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi).
Training Sertifikasi Budaya Kerja Perusahaan ini dibimbing langsung oleh Vice President dari ESQ Group, Dwitya Agustina. Secara marathon lulusan Master of Business Administration in International Management dari Leiden University Belanda ini membimbing para peserta.
Corporate Culture Specialist Certification Training ini berlangsung di Ruang Meeting Lantai 4 Menara 165 yg diikuti oleh para peserta dari; – PT Perusahaan Listrik Negara (persero) – PT Pembangunan Jawa Bali – PT Indonesia Communication Network (Icons+ atau Indonesia Comnets) – PT Artajasa – PT Mitsubishi Chemicals – PT Graha 165 Tbk
Sebelum banyak perusahaan tutup atau merugi akibat perubahan pola dan saluran konsumsi masyarakat yang terjadi di era ekonomi informasi ini. ternyata jauh di awal abad 20 hal ini telah sejak lama diramalkan. Apa yang dinamakan ekonomi disruptif ini telah ditemukan polanya oleh seorang begawan ekonomi dunia.
Jauh di tahun 1939, seorang ekonom kebangsaan Austria yang kemudian menjadi warga negara Amerika dan menjadi guru besar di Harvard, Joseph Alois Schumpeter, telah meramalkan hal ini. Ia menuliskannya dalam sejumlah buku dari mulai History of Economic Analysis, Theory of Economic Development dan buku The Business Cycle.
Menurut Schumpeter, kreativitas dan inovasilah yang akan
memantik revolusi ekonomi. Ia menyebutnya sebagai “Creative Destruction”. Bahwa
kreativitas dan inovasilah yang akan merubah struktur ekonomi dari dalam,
menghancurkan model lama secara instan, dan secara instan pula menciptakan
model ekonomi baru (Schumpeter, 1950, p. 83).
Professor Robert Lanzilloti (2003), guru besar ekonomi dari University of Florida, menjelaskan pernyataan Schumpeter ini dengan menjelaskan hubungannya dengan Kreativitas. Bahwa kreativitas menciptakan nilai baru.
Lanzillotti (2003) juga memberikan contoh bahwa ciri ekonomi kontemporer adalah ia meningkatkan kesejahteraan konsumen. Karena itu bisa dipastikan bahwa produk dan jasa yang memiliki sedikit nilai bagi kesejahteraan konsumen atau yang tidak memberikan servis yang menguntungkan konsumen, dalam jangka pendek maupun jangka panjang, akan punah.
Dalam penjelasannya mengenai apa yang akan merevolusi
ekonomi dunia dan menumbangkan kapitalisme, Schumpeter (1934) membedakan antara
5 tipe inovasi;
Produk baru
Metode produksi baru
Sumber bahan baku baru
Eksploitasi pasar baru
Cara bisnis baru
Kelima tipe inovasi diatas dapat dilakukan oleh pemilik
bisnis untuk melakukan transformasi pada bisnisnya. Bila kelima cara ini terus
dilakukan, maka bisnis Anda akan menjadi lebih dinamis dan lebih mungkin untuk
sustain. Selain juga digabungkan dengan metode creative destruction diatas,
yang menekankan pada perlunya inovasi bisnis yang mendatangkan lebih banyak
keuntungan bagi konsumen.
Menurut Schumpeter, kemampuan fungsional yang mendasar bagi
bisnis yang harus dikuasai oleh pebisnis
agar bisa terus bertahan di pasar adalah;
Mengapresiasi beragam inovasi yang mungkin
Mengatasi hambatan sosio psikologi yang timbul
terhadap pengenalan produk baru
Mengarahkan proses produksi ke dalam jalur-jalur
baru
Memperoleh pendanaan yang diperlukan untuk
inovasi dari sector perbankan
Mendorong pengambilan resiko di sektor produksi
Menciptakan lingkungan yang kondusif untuk
memenuhi motif pemenuhan keinginan konsumen
Menciptakan pola kepemimpinan yang mendukung inovasi
Merangkul derajat resiko yang lebih tinggi di
dunia ekonomi
Jika organisasi 70% di antaranya adalah Millenial, yang
tidak peduli terhadap etika dan kesantunan, bahkan mengenal nama Direksinya
saja tidak, apa yang harus dilakukan?
Kebanyakan millennial bekerja untuk memperkaya pengalaman dan mengasah skill yang mereka miliki. Mereka suka bila bisa berekspresi dan bersuara. Hal yang pertama, dengarkan dengan baik apa yang mereka sampaikan. Karena bila anda tidak menjadi pendengar yang baik, mereka akan bersuara di jalur sosial media, dan ini bisa jadi bumerang bagi organisasi Anda. Menjadi pendengar yang baik, adalah keterampilan yang harus dikuasai oleh manajemen, terutama mereka yang di bagiannya banyak terhimpun para millenials ini.
Millenials bukan tak tahu etika, mereka hanya perlu memahami apa alasan kuat dari setiap hal yang harus dilakukan. Terapkan aturan yang konsisten, dengan memberikan alasan yang kuat di baliknya. Berikan insentif untuk millenials yang disiplin dan memenuhi target. Dengan cara ini, anda mendorong mereka untuk menunjukkan kinerja terbaiknya.
Terapkan pula pola saringan yang ketat. Anda tak memerlukan
millenials yang tidak dapat memenuhi etika dan sopan santun dalam jangka
panjang. Karena itu, beri mereka inspirasi untuk berkiprah sebaik-baiknya, di
tempat lain. Lakukan semua hal dengan simpatik dan cantik. Dengan cara ini,
anda menjamin komunikasi dan silaturahmi tetap terjaga. Karena anda tidak
pernah tahu nantinya akan seperti apa dan sehebat apa para millenials yang
alumni perusahaan anda itu nantinya bisa berkiprah. Karena itu, tetaplah
berpikiran positif dan bertindak positif.
Apabila pimpinan satu level di bawah Direksi, tidak
mendukung transformasi organisasi, sementara mereka adalah orang-orang kunci
dan keahliannya sangat diperlukan, apabila mereka meninggalkan organisasi maka
dikhawatirkan akan mempengaruhi keberlangsungan bisnis, apa yang harus di
lakukan?
Inilah pentingnya memiliki talent pipeline dan pola komunikasi terbuka di dalam organisasi. Anda harus menjadikan leadership sebagai tanggung jawab dari setiap orang.
Ciptakan peluang komunikasi yang terbuka dan sama rata. Bila setiap orang merasa bahwa ia didengar, anda akan dapat membangunkan potensi besar dari tiap orang di organisasi.
Keahlian itu dibentuk dari pengalaman. Namun yang terpenting dengan cara ini, anda membangun partisipasi dari tiap orang untuk memajukan organisasi. Dengan cara ini, tak peduli sebanyak apapun orang hebat hengkang dari organisasi, anda akan dapat menumbuhkan peran yang hebat dari orang-orang yang terlihat biasa, namun loyal, yang anda masih miliki.
Yakinlah dengan potensi yang dimiliki oleh banyak orang loyal di organisasi Anda. Dan jangan lupa juga bahwa rekrutmen eksternal dapat juga dilakukan, dan anda dapat menemukan orang pengganti yang lebih baik, dalam waktu yang cepat.
Bahkan bila ancaman untuk keluar sudah muncul, jangan ragu untuk mulai mencari dan menyiapkan calon pengganti dari sekarang. Dengan cara ini, anda memperlihatkan bahwa organisasi tidak mungkin menghentikan transformasi yang dilakukan.
Tidak peduli ancaman tersebut datang darimana. Inilah tantangan terbesar dalam change management. Tapi dengan pola komunikasi organisasi yang tepat, anda dapat melaksanakan langkah-langkah solutif yang tepat, dengan cara yang sebaik-baiknya.