Skip to main content
Tag

budaya juara

transformational leadership, act consulting

Model Kepemimpinan yang Humanis Namun Efektif

By Article No Comments

Kepemimpinan dikatakan sebagai sebuah posisi yang penuh kesendirian. Hal ini karena, banyak pemimpin harus melakukan berbagai strategi yang tidak populer. Bahkan seorang pemimpin harus menegakkan disiplin, yang bagi banyak orang termasuk sulit. Sebagai seorang yang harus mengambil keputusan yang akan menentukan masa depan sebuah perusahaan dan masa depan karyawan dan keluarga yang berada di bawah naungannya, seringkali seorang pemimpin menjadi orang yang tidak disukai. Apakah hal tersebut sepadan untuk dijalani, bagaimana bila Anda tengah di posisi itu?

Banyak pula pemimpin yang dikenal sebagai seorang yang bertangan besi. Karena harus menjadi penegak peraturan yang sulit. Seringkali di sebuah perusahaan, peran ini berarti harus menjatuhkan sanksi yang cukup berat, demi menegakkan ketertiban di sebuah kantor. Apakah pemimpin yang baik harus mendapatkan cap “kejam” seperti itu?

Pemimpin dianggap tidak mempunyai teman, karena harus tegas terhadap anak buah, dan bersaing dengan sesama karyawan di posisi sejajar. Di depan atasan pun seringkali seorang pemimpin menjadi orang yang paling disalahkan bila suatu hal yang tak diinginkan terjadi.  Benarkah posisi pemimpin haruslah tak nyaman seperti itu? 

Di era dimana teknologi informasi berkembang dengan kecanggihan internet, peran seorang pemimpin pun berevolusi. Seorang pemimpin yang membuat anak buahnya merasa tidak nyaman, dapat menerima cercaan di sosial media. Bahkan bila ia melakukan langkah yang tidak popular, seorang pemimpin bisa saja mendapati banyak keluhan muncul di ruang-ruang kerja dan dalam obrolan di pantry. Seorang pemimpin masa kini, apakah akan diam saja menerima semua feedback negatif tersebut?  

Sebenarnya yang harus dilakukan oleh para Pemimpin Jaman Now adalah; mempelajari dan mengadopsi pola kepemimpinan yang paling sesuai dengan kondisi dan situasi dimana ia berada, dalam kacamata yang obyektif dan membangun. Untuk itu, seorang pemimpin diharapkan bisa melakukan langkah-langkah yang bijak, dengan membuka diri pada anak buah dan rekan sejawatnya dan menjalin komunikasi yang harmonis.

Kuncinya mungkin ini; Kepemimpinan adalah Komunikasi. Demikian disampaikan oleh banyak pakar. Pemimpin yang mahir dalam berkomunikasi, akan dapat menyediakan telinganya untuk tempat karyawannya mencurahkan isi hati. Dengan cara ini, ia membangun kedekatan yang membangun, dan menjalin hubungan kekeluargaan yang akrab.

Bila hubungan yang positif sudah tercipta dengan harmonis, lingkungan akan dapat menerima bila sang Pimpinan mengambil suatu keputusan. Tentu sebelumnya dengan mengkomunikasikan, memberikan sejumlah teguran yang bersahabat, dan menyampaikan peringatan dengan cara-cara yang menyenangkan. Dengan cara yang merangkul dan bersahabat seperti ini, langkah yang diambil seorang pemimpin akan dipatuhi dan dihormati. Karyawan yang menjadi anak buahnya pun akan dapat menerima dengan baik, dan mengakui kesalahan mereka, dan terdorong untuk memperbaiki dirinya agar menjadi individu yang lebih baik. Karena pemimpin adalah inspirasi dan role model bagi lingkungannya.

Salam Kepemimpinan Transformasional dari ACT Consulting.

profesionalisme dimulai dari perubahan budaya, act consulting

Membangun Profesionalisme Dimulai dari Mengubah Budaya Perusahaan

By Article No Comments
membangun profesionalisme dari mengubah budaya perusahaan

Mungkin sebagian dari Anda masih ragu mengenai urgensi suatu perubahan. Anda masih menimbang-nimbang apakah perlu untuk mengubah budaya perusahaan. Padahal yang mungkin Anda tidak ketahui, kompetitor bisa saja sudah lebih dulu dalam melakukan upaya ini. Sebuah kisah adalah nasihat yang terbaik. Karena itu, mari kita belajar dari kisah nyata berikut ini;

Suatu perusahaan swasta baru saja diresmikan oleh lembaga militer suatu negara. Bisnis yang dijalani, tidak berjarak jauh dari masalah ketahanan negara. Perusahaan ini sebelumnya telah berusia belasan tahun. Setelah berdiri menjadi perusahaan swasta, korporasi ini pun harus meninggalkan kenyamanan dalam hal sumber pemasukan. Tak lagi bersumber dari kas negara, tetapi harus berdikari dan memasuki dunia komersil.

Apa yang dilakukan perusahaan tersebut pertama kali? Mungkin banyak dari Anda tidak menduga, tapi inilah yang terjadi.  Perusahaan tersebut kemudian mengajak sebuah lembaga konsultan organisasi untuk melakukan: perubahan budaya perusahaan.

Ternyata, para pimpinan di perusahaan tersebut merasakan, obyek bisnis yang dijalankan oleh mereka adalah suatu hal yang bersifat kritikal. Namun sayangnya, budaya kerja yang ada belumlah terbentuk sesuai dengan bidang pekerjaan mereka. Mungkin karena sifat pekerjaan mereka yang begitu serius dan berbahaya, mereka yang tergabung di dalamnya malah cenderung banyak bercanda, tidak formil, dan tidak disiplin dalam hal waktu.

Hal ini tentu saja mengagetkan, bukan? Suatu bidang yang mengurusi hal  yang begitu serius, diharapkan untuk juga dapat bersikap lebih professional. Itu adalah suatu hal yang akan dilihat secara langsung oleh para buyer, konsumen, dan orang lain yang akan berhubungan bisnis dengan para karyawan di perusahaan tersebut. Namun, kelemahan budaya ini bahkan dapat terlihat secara langsung oleh mata. Misalnya, banyak dari mereka yang tidak serius masalah seragam dan atribut perusahaan yang harus dikenakan dalam waktu bekerja.

Lembaga konsultan tersebut kemudian melakukan sejumlah langkah dalam upaya membangun budaya perusahaan. Dimulai dengan melakukan survei persepsi budaya organisasi, merumuskan values baru, dan kemudian melaksanakan sejumlah training secara serial dan simultan. Perubahan pun mulai terjadi secara menyeluruh.

Setelah berjalan dua tahun, perusahaan kini memiliki komite agent of change yang rutin mengadakan rapat untuk menghasilkan solusi yang riil dan terjadwal. Secara bahu membahu, komite ini melaksanakan dan memantau eksekusi langkah-langkah yang telah mereka rumuskan bersama. Komite ini berperan penting dalam upaya manajemen untuk mengubah budaya perusahaan ke arah yang lebih baik

Bersama manajemen, komite AOC ini pun menghasilkan sejumlah artefak budaya perusahaan, melakukan program media budaya, dan melakukan langkah-langkah dalam hal pembentukan kedisiplinan penegakan budaya baru di dalam perusahaan.

Tim manajemen pun tidak luput mengambil bagian dalam upaya penegakan budaya perusahaan ini. Sejumlah laporan yang diberikan konsultan pun dicermati secara langsung. Secara terjadwal, diambil langkah-langkah untuk menyelesaikan permasalahan secara lebih bijak, ringkas, dan professional dibanding sebelumnya. Budaya kerja yang semula tidak tertib pun berubah menjadi baik dan tertata rapi.

Hasilnya kemudian terlihat secara signifikan. Perusahaan tersebut kemudian berhasil meningkatkan jumlah fasilitas produksi menjadi semakin baik dan semakin professional. Bahkan kini perusahaan tersebut telah memiliki lokasi berdesain modern di kawasan yang lebih luas, lebih terintegrasi dan lebih strategis.

Kita bisa sama-sama melihat bahwa suatu keberhasilan bermula saat perubahan budaya dilakukan secara transformatif dan integral. Tidak bersifat separuh-separuh, dan tidak pula bersifat parsial saja. Bagaimana dengan perusahaan Anda? Bila memerlukan konsultan budaya perusahaan, Anda dapat menghubungi nomor 0818-213-165 (Donna) atau mengirimkan email pada kami di info@actconsulting.co. Mari melakukan Transformasi Budaya Perusahaan bersama ACT Consulting.  

bagaimana cara membentuk budaya perusahaan yang baik, good corporate culture, act consulting

Bagaimana Cara Membentuk Budaya Perusahaan yang Baik?

By Article No Comments

Keuntungan dari adanya budaya perusahaan yang kuat didukung oleh beragam bukti sosial. Diantaranya disampaikan oleh James L. Heskett, bahwa budaya kerja berpengaruh pada  20-30% peningkatan dalam performa kinerja keungan perusahaan, saat dibandingkan dengan competitor dengan budaya kerja yang buruk. Menurut Coleman, dalam Harvard Business Review tahun 2013, sejumlah unsur terbesar dari budaya perusahaan dibawah harus diperhatikan dalam membentuk budaya perusahaan yang baik;

1.            Visi. Sebuah budaya yang kuat bermula dengan pernyataan visi dan misi yang kokoh. Perubahan sedikit saja pada kalimat visi misi dapat merubah arahan dan haluan sebuah perusahaan secara signifikan. Pernyataan visi terlihat sederhana, namun merupakan sebuah elemen fundamental dalam sebuah budaya perusahaan.

2.            Nilai atau values. Anda ingin tahu apa yang menjadi inti dari sebuah perusahaan besar? Bila anda menebak; modal, maka anda salah. Karena yang paling utama yang membuat perusahaan kecil menjadi tumbuh besar dan menghasilkan profit besar, karena mereka memiliki values yang disusun dengan tepat. Mereka memposisikan dirinya sebagai perusahaan yang dibutuhkan masyarakat, dan menjadi jawaban dari kesulitan yang ada. Karena itu mereka tumbuh dan terus membesar.

3.            Praktek atau eksekusi. Value tak berarti tanpa praktek dan eksekusi yang tepat. Saat sebuah perusahaan menulis; “karyawan adalah asset terbesar kami”, maka publik akan mencari tahu apa yang diberikan perusahaan tersebut bagi pegawainya. Nilai seperti “care dan respect” akan dicari dalam bentuk pelayanan pelanggan yang ramah dan penuh hormat, tanpa adanya rasa takut atau tendensi negatif dalam prakteknya. Apapun values atau nilai-nilai perusahaan yang anda miliki, kesemuanya harus didorong dengan kriteria penilaian dan kebijakan promosional yang sesuai, sejalan dengan prinsip operasional seperti apa yang dijalankan oleh perusahaan dalam kesehariannya.

4.            Budaya perusahaan tidak dapat disusun secara koheren tanpa adanya orang-orang yang memiliki karakter sesuai dengan tujuan perusahaan, dan memiliki kemampuan untuk menjalankan semua values yang disusun, sejak perusahaan tersebut pertama dibuat. Inilah mengapa sejumlah perusahaan hebat di dunia menyampaikan bahwa mereka merekrut bukan hanya orang yang terhebat, tapi juga yang memiliki karakter yang sesuai dengan budaya yang dimiliki. Ini sebenarnya menguntungkan bagi kedua belah pihak, karena menurut penelitian yang dilakukan monster.com, kandidat yang merasa menemukan perusahaan dengan budaya yang tepat, akan mau menerima gaji 7% lebih sedikit dari perusahaan lain. Bahkan, departemen dengan budaya kerja yang sejalan memiliki 30% lebih sedikit pegawai yang resign. Orang akan bertahan dengan perusahaan yang mereka rasakan memiliki budaya yang tepat. Tiap pekerja baru juga akan “membawa serta” budaya kerja dari tempat ia berada sebelumnya.

5.            Kemampuan naratif. Para pemimpin dalam perusahaan harus mampu membahasakan semua unsur budaya yang ingin ditegakkan, dengan bahasa yang sesuai dengan level pegawai. Hal ini karena sebuah perusahaan besar memiliki sejarah besar di baliknya, dan itulah yang ingin diteruskan pada generasi di masa depan. Sebuah budaya dapat dirancang dengan indah. Namun menjadi sangat berdampak kuat saat dapat dikenali, dibentuk, dan diceritakan kembali sebagai bagian dari budaya yang terus lestari dalam sebuah perusahaan.

6.            Tempat. Mengapa sejumlah firma keuangan berkantor di London atau New York? Mengapa perusahaan IT terhebat harus berkantor di Silicon Valley? Jelaslah bahwa lokasi dan desain suatu tempat, membentuk budaya yang berlangsung di dalamnya. Sejumlah kota dan negara memiliki budaya lokal yang terbawa dalam perilaku di kantor. Seperti gaya kolaborasi, yang mungkin bertentangan dengan apa yang ingin dibentuk oleh kantor anda. Untuk itu pastikan bahwa tempat- apakah itu geografisnya, arsitekturnya, atau desain ruangan di dalamnya, karena ini dapat mempengaruhi nilai dan perilaku semua orang yang bekerja di tempat tersebut.

Setidaknya ada enam unsur diatas yang dapat anda perhitungkan dalam upaya untuk membentuk budaya kerja yang baik di dalam perusahaan, menurut Harvard business review. Bagaimana? Apakah anda rasa cocok untuk perusahaan Anda? Bila Anda memerlukan sertifikasi untuk keahlian Anda dalam membentuk budaya perusahaan, berikut ini jadwal untuk Corporate Culture Certification dari ACT Consulting di 2018. Klik disini. Atau bila perusahaan Anda membutuhkan bantuan dalam melakukan transformasi budaya perusahaan, hubungi kami di 0818-213-165 (Donna) atau email kami di info@actconsulting.co

good corporate culture, act consulting, makna gcc

Apa itu Good Corporate Culture (GCC)?

By Article No Comments

Good corporate culture atau budaya kerja yang baik menjadi bagian penting dalam tata kelola perusahaan. Bahkan hal ini menjadi syarat mutlak bagi semua perusahaan yang terdaftar dalam bursa saham, ingin tahu kenapa?

Berikut ini keuntungan dari good corporate culture bagi perusahaan, berdasarkan hasil penelitian 10 tahun yang dilakukan oleh Queen’s University Centre for Business Venturing (Pontefract dalam Forbes, 2017). Mereka menggunakan data dari 10 tahun survey employee engagement, menghasilkan data berikut ini bahwa organisasi dengan budaya yang baik menghasilkan;

• 65% kenaikan harga saham 

• 26% penurunan turnover karyawan

• 100% peningkatan jumlah lamaran bekerja yang masuk

• 20% penurunan jumlah karyawan tidak hadir

• 15% peningkatan produktivitas

• 30% kenaikan tingkat kepuasan pelanggan

*Keuntungan dari Budaya Perusahaan yang Positif*

Selain akan meningkatkan harga saham secara signifikan dalam kurun waktu 10 tahun ke depan, perusahaan yang memiliki budaya dan tata kelola yang baik pun akan memperoleh kepercayaan dari para buyer di bursa saham, hingga mereka menjadi perusahaan-perusahaan yang terbaik untuk berinvestasi. Selain itu, karyawan sebagai ujung tombak perusahaan pun harus menjadi bagian utama yang dikembangkan oleh perusahaan. Berikut ini keuntungan dari memiliki budaya perusahaan yang positif (Kohl, 2018 di forbes.com) ;

  • Rekrutmen menjadi mudah. Semua orang ingin bekerja di perusahaan yang memiliki reputasi yang baik di mata pegawainya. Sebuah korporasi dengan budaya positif akan menarik banyak orang berbakat yang bersedia untuk menjadikan perusahaan Anda sebagai rumah mereka.
  • Loyalitas bekerja. Pekerja lebih suka berada di perusahaan yang memperlakukan mereka dengan menyenangkan, hingga mereka bersemangat datang bekerja setiap harinya.
  • Kepuasan bekerja. Karyawan yang berinvestasi untuk menjadikan pekerja merasa bahagia, akan mendapatkan imbalan berupa pekerja yang gembira dan berdedikasi.
  • Kolaborasi yang hebat. Budaya kerja mendukung tumbuhnya interaksi social, kerjasama, dan komunikasi terbuka. Kolaborasi ini dapat mendatangkan banyak hasil positif
  • Performa kerja meningkat. Budaya kerja yang kuat berkorelasi positif dengan produktivitas tinggi. Pegawai lebih merasa termotivasi dan berdedikasi pada perusahaan dengan budaya kuat
  • Moralitas meningkat. Mempertahakan budaya kerja yang positif adalah cara yang dijamin dapat meningkatkan moralitas pegawai, saat mereka bekerja dalam lingkungan yang positif.
  • Berkurangnya tekanan. Budaya kerja positif akan mengurangi stress kerja secara signifikan. Ini membantu untuk meningkatkan kesehatan karyawan dan performa kerja secara bersamaan.

Budaya perusahaan adalah hal penting yang harus dimiliki setiap organisasi atau perusahaan. Kesalahan dalam menerapkan budaya persebut akan berpengaruh terhadap keberhasilan transformasi, integrasi dan pertumbuhan yang kurang agresif dan inisiatif strategis lainnya. Oleh karena itu, untuk membangun budaya perusahaan yang baik perlu langkah-langkah yang terukur, terencana dan komprehensif.

Bagaimana Cara Perusahaan Melakukan Transformasi Budaya Kerja Organisasi?

Tiga hal yang harus diselaraskan dalam pembangunan budaya kerja organisasi:

  1. Keselarasan Mission-Vision-Values-Meaning Alignment (MVVM), dimana setiap anggota organisasi dalam setiap level memahami dan memiliki komitmen untuk berjalan ke arah yang sama.
  2. Keselarasan Values-System-Leadership Alignment, dimana pembangunan budaya tidak hanya fokus kepada internalisasi nilai.

Pembangunan budaya harus disertai penerapan sistem kerja yang mampu memastikan setiap individu menjalankan nilai-nilai. Selain itu, para pemimpin harus menjadi role model.

  • Keselarasan 3.0 (IQ, EQ, SQ) dimana pembangunan budaya kerja harus dilakukan menggunakan pendekatan intelektual, emosional dan spiritual.

Bagaimana? Apakah anda rasa cocok untuk perusahaan Anda? Bila Anda memerlukan sertifikasi untuk keahlian Anda dalam membentuk budaya perusahaan, berikut ini jadwal untuk Corporate Culture Certification dari ACT Consulting di 2018. Klik disini. Atau bila perusahaan Anda membutuhkan bantuan dalam melakukan transformasi budaya perusahaan, hubungi kami di 0818-213-165 (Donna) atau email kami di info@actconsulting.co

training values internalization, training rejuvenate i care, pt kimia farma persero, act consulting

Workshop Rejuvenate I-CARE PT. Kimia Farma (Persero), Tbk

By News No Comments

Sebuah perusahaan menjadi besar karena dibutuhkan oleh masyarakat. Namun tidak semua perusahaan besar dapat bertahan dan terus berkembang tanpa memiliki values yang tepat. Penting untuk tiap perusahaan terus mengupayakan agar apa yang dilaksanakan dalam proses bisnis sesuai dengan prinsip etis.

Selain itu, values pun harus mendukung berkembangnya sistem tata kelola yang professional dan kokoh.  Hingga mengembangkan kehandalan manajemen untuk selalu berinovasi lebih cepat dari perubahan eksternal yang terjadi.  Tak lupa juga values sebuah perusahaan harus membuka jalan yang mendukung penyerapan produk secara lebih massif, cepat dan progresif di masyarakat.

Melakukan penyegaran values agar sesuai dengan perubahan eksternal ini terutama dibutuhkan oleh perusahaan yang bergerak dalam bidang kesehatan. Karena persaingan terus meningkat dan kompetisi menjadi makin sengit. Banyaknya kompetitor bermunculan ini karena keuntungan dari bisnis ini bisa sangat besar, karena daya serap masyarakat sangat tinggi untuk produk jenis ini.

Namun di bidang bisnis ini, keuntungan bukanlah tujuan. Yang terpenting adalah kualitas produk dan pertimbangan etika medis  yang dilakukan saat melakukan beragam inovasi. Karena hal itu penting untuk menjaga nama baik perusahaan kesehatan. Sebuah perusahaan medis harus telaten dalam menjaga nilai bisnisnya sesuai dengan etika yang berlaku di masyarakat. Dengan menjunjung sejumlah values sosial dan values pelestarian lingkungan, yang membuat perusahaan dapat terus berkembang dengan daya tahan jangka panjang.

Sebuah contoh yang bisa diteladani dapat kita lihat dari transformasi yang dilakukan dalam perjalanan sejarah bisnis PT Kimia Farma (Persero) Tbk. Perusahaan ini  telah didirikan sejak tahun 1817 dan berkantor pusat di Jakarta, Indonesia. Per 31 Desember 2017, KF memiliki 983 gerai, termasuk 272 gerai farmasi yang dioperasikan bersama; dan 709 gerai farmasi yang dimiliki, serta 2 waralaba di Indonesia. Perusahaan ini juga mengoperasikan 350 klinik kesehatan.

PT Kimia Farma (Persero) Tbk memproduksi dan menjual obat-obatan, obat-obatan herbal, dan produk turunannya, di Indonesia, Asia, Eropa, Australia, Afrika, dan Selandia Baru. PT KF (persero) ini beroperasi melalui segmen Produksi, Distribusi, Ritel, dan Lainnya.

Menyadari perlunya penyegaran kembali nilai-nilai perusahaan dalam menghadapi era VUCA yang penuh perubahan serba cepat, tak pasti, kompleks dan ambigu ini, maka pada tanggal 28 Desember 2018, ACT Consulting dipercaya untuk memandu penyegaran values (rejuvenasi) PT Kimia Farma (Persero).

Workshop kali ini diberikan dengan tema “Rejuvenate I-CARE”, yang dipandu oleh Rinaldi Agusyana, Corporate Strategy Expert dari ACT Consulting. Bersama dengan Ariningtyas Prameswari, Corporate Culture Expert dari ACT Consulting, dan Trainer Bayu Yudha Pribadi.

training quantum excellence, pertamina lubricants, act consulting

Training Quantum Excellence PT Pertamina Lubricants (PTPL)

By News No Comments

Setiap orang diberikan kekuatan tersembunyi yang luar biasa. Kita juga memiliki potensi besar yang banyak terkubur dan tertahan oleh berbagai belenggu diri. Dibutuhkan suatu metode pemrograman diri yang komprehensif dan integral, untuk bisa melejitkan potensi dan kekuatan tersembunyi tersebut.

Salah satu metode  yang telah dikembangkan oleh ESQ adalah Training ESQ – Quantum Excellence (ESQ -QX) yang memiliki 9 Disiplin dan 9 Laws yang bila dijalankan, maka akan membuat potensi seseorang tersebut menjadi meningkat tajam dan berbagai jalan menuju keberhasilan akan terbuka lebar.

Mengapa bisa seperti demikian? Hal ini karena, semua hal yang ada di dunia, memiliki konektivitas tanpa batas, di dalam medan quantum (quantum field). Energi yang berasal dari pikiran dan hati kita, dapat beresonansi dengan energi orang-orang di alam semesta.

Saat kita telah menjalankan 9 Disiplin Quantum dan mengikuti 9 Quantum laws yang ada dalam Training ESQ QX ini, Tuhan Yang Maha Esa yang mengatur alam semesta akan membantu kita untuk mewujudkan beragam impian yang kita miliki.

Hingga semua hal yang tadinya hanya abstrak saja, hanya impian di awang-awang, kemudian  dapat tersusun rapi dengan menjadikan terbukanya berbagai jalan menuju keberhasilan, yang tadinya kita kira tidak mungkin terwujud atau terlaksana  menjadi nyata.  Untuk itu, bila sebuah perusahaan hendak melejitkan potensi karyawannya, maka Training ESQ Quantum Excellence ini merupakan sebuah pilihan baik yang terbukti memberikan hasil yang nyata. Memberikan perubahan kehidupan yang nyata pada banyak orang yang mengikutinya.

Untuk itulah, PT Pertamina menyelenggarakan Training ini untuk para karyawannya.  Training Quantum Excellence – PT Pertamina Lubricants untuk para pegawai baru PTPL sebanyak 56 peserta, harapannya para peserta bisa memahami potensi luar biasa yang mereka miliki dan dapat dikembangkan sehingga bisa menunjang performa PTPL di bisnisnya.

training quantum excellence, pertamina lubricants, act consulting
training values internalization, pertamina eksplorasi dan produksi, act consulting

Training Values Internalization PT Pertamina Eksplorasi dan Produksi (Pertamina EP/ PEP)

By Uncategorized No Comments
Coach Risman Nugraha dan Trainer Trie Setiatmoko bersama karyawan baru PT Pertamina EP

Setiap perusahaan besar telah memiliki values masing-masing yang menjadi pegangan untuk pengembangan keunggulannya. Sejumlah values ini disusun bersamaan dengan perumusan visi dan misi perusahaan. Dalam rapat renstra atau annual meeting, visi misi ini kemudian diturunkan menjadi rencana, strategi  dan target-target yang ditetapkan tiap tahun.

Setelah disusun, yang selanjutnya tergantung pada masing-masing leader untuk mengarahkan pegawai yang ada di bagian, divisi atau departemennya, untuk melaksanakan dan menjalankan aktivitas keseharian sesuai arahan tersebut. Ibaratnya peta perjalanan yang telah terentang, kini tinggal nahkoda dan kapten yang memimpin para awak kapal yang mengusahakan agar kapal tersebut sampai di tujuan, dengan mengatasi berbagai badai yang menghadang.

Apa yang terjadi di dalam tiap kapal inilah, yang menjadi perhatian. Untuk menjaga agar semua armada laut yang dimiliki oleh suatu perusahaan dapat mencapai tujuan, yang bisa dilakukan perusahaan adalah melakukan penanaman tujuan yang indah di depan mata, dengan menegakkan values agar dipegang teguh oleh setiap orang.

Perjalanan akan dapat dilalui dengan baik, pertikaian di dalam kapal dapat diminimalisir, arahan kapal dapat tetap stabil, tidak melenceng dan semua dapat bekerja penuh fokus dan semangat dalam mencapai tujuan, bila values, visi, misi perjalanan perusahaan telah dipahami dengan baik dan benar.

Itulah yang dilakukan dalam Values Internalization Training. Serupa dengan pemberian perbekalan yang baik dan banyak untuk menjadi energi selama perjalanan jauh yang akan dilakukan dengan menghadang berbagai masalah dan tantangan berat maupun ringan, yang bisa terjadi.  

Training Values Internalization 6C dan Quantum Excellence telah dilaksanakan oleh  PT Pertamina EP pada tanggal 28 Desember 2018. Training ini diberikan untuk para pegawai baru PEP sebanyak 62 peserta, harapannya untuk menanamkan corporate values agar peserta memiliki values yg sama dan mengenal potensi luar biasa yang mereka miliki dan dapat dikembangkan sehingga bisa menunjang performa PEP di bisnisnya. Training ini juga akan dilanjutkan dengan program monitoring selama 2 bulan.

seminar meaning of work, kementerian pendidikan dan kebudayaan, direktorat pembinaan sekolah dasar, act consulting

Seminar Meaning of Work Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar Kemdikbud

By News No Comments
Seminar Meaning of Work diberikan dalam Rakor Internal Direktorat PSD Kemdikbud

Pendidikan adalah pembuka jalan untuk mewujudkan berbagai impian besar agar menjadi nyata. Dalam perjuangan kehidupan, pendidikan memberikan pada kita semua perbekalan dan senjata untuk menghadapi berbagai masalah yang akan menghadang. Dengan memiliki pendidikan yang baik, seseorang dapat mewujudkan karya besar yang mendatangkan manfaat untuk banyak orang. Dengan pendidikan pula, kota-kota besar dapat dibangun, negara menjadi kuat, dan bangsa yang sebelumnya kurang terdidik menjadi lebih terangkat derajatnya.

Pendidikan dapat menghapus kata “tidak mungkin” yang ada dalam kamus bangsa ini yang semula dianggap sebagai warga kelas tiga di tanah airnya sendiri. Pendidikan pula yang menjadikan Indonesia menjadi bangsa besar yang disegani di pentas dunia.

Berkat pendidikan pula, para diplomat Indonesia menjadi orang-orang yang disegani di kancah politik dunia, hingga mampu berkiprah besar dalam mewujudkan mimpi “Perdamaian dunia” yang dicita-citakan oleh pendiri bangsa ini. Pendidikan, memberikan akal pada mesin-mesin, memberikan hati pada senjata-senjata yang dibuat, dan memberikan arahan pada masa kelam yang tengah dialami seseorang.

Para pegawai yang ada di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan saat ini, khususnya yang tergabung dalam Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar, telah mengikuti Seminar Meaning of Work. Jumlah pegawai yang tercatat mengikuti kegiatan ini adalah sebanyak 163 orang.

Acara seminar Meaning of Work ini telah dilaksanakan bekerjasama dengan ACT Consulting pada tanggal 29 Desember 2018.  Acara ini dipandu oleh Coach Iman Herdimansyah dan Trainer Dadang Suhendar dengan performa yang luar biasa.

Tujuan dari acara ini adalah untuk membantu Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar agar pendidikan di Indonesia menjadi lebih baik dengan menerapkan semangat yang diwariskan oleh Ki Hajar Dewantara.

leadership from heart, lppom mui, act consulting

Leadership From Heart Batch ke-2 LPPOM MUI

By News No Comments

Menumbuhkan kepemimpinan secara alami, cukup sulit dilakukan dalam setting dunia bisnis. Karena terdapat sejumlah persyaratan untuk seseorang dapat dijadikan pimpinan di dalam dunia bisnis, sosial, akademik dan pemerintahan.

Berbeda saat kita memulai semuanya dari hati. Dengan memiliki hati yang baik, seseorang dapat diangkat menjadi pemimpin secara tidak resmi. Misalnya di lingkungan persahabatan, atau saat masih bersekolah dulu. Kita seringkali memilih orang yang patut menjadi tauladan, untuk dijadikan panutan dan pemimpin. Prasyarat tidak tertulis inilah yang membuat sifat kepemimpinan haruslah terlahir dari karakter yang terbentuk dari hati.


Persyaratan pendidikan, persyaratan kompetensi, persyaratan keahlian, dan banyak lagi persyaratan yang harus dipenuhi. Seringkali, persyaratan sosio emosional dan spiritualitas, belum menjadi acuan untuk diperhitungkan secara hitungan manajemen SDM.


Namun, berbeda halnya dengan LPPOM MUI, yang menginginkan agar para pemimpin yang ada di jajarannya, memiliki kepemimpinan dari hati. Ini berarti, para pimpinan tersebut haruslah memiliki kecakapan sosio – emosional dan spiritual, selain juga berbagai persyaratan administratif yang harus dipenuhi.


Untuk itulah, LPPOM MUI menggandeng ACT Consulting untuk memunculkan karakter kepemimpinan dengan nilai ESQ yang tinggi, melalui program Training Leadership From Heart, yang kali ini dilangsungkan untuk Batch yang  ke-Dua di tahun 2018.


Tepatnya pada tanggal 8-9 Desember 2018, telah berlangsung Training Leadership From Heart yang diikuti oleh 15 orang Kepala Bidang di LPPOM MUI. Training ini dipandu oleh Director ESQ Coaching Academy, Coach Arief Rahman Saleh, dan Asisten Trainer Ilham Nugraha.

Untuk memperoleh informasi mengenai training yang leadership dan training lain yang dibutuhkan oleh organisasi Anda, hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau via telepon/sms/wa ke nomor 0818-213-165 (Donna).


 

sertifikasi profesi corporate culture specialist, komite gcc, komite gcg, act consulting

Urgensi Sertifikasi Profesi Untuk Elevasi Fungsi Komite GCC dan GCG

By Article No Comments

Dalam menunjang pelaksanaan Good Corporate Governance, Korporasi membentuk Komite GCG. Tugas komite ini adalah untuk membantu Dewan Komisaris. Selain itu, komite ini harus bertanggung jawab untuk melakukan peningkatan dan penyempurnaan praktik GCG di dalam perusahaan.

Adapun tugas dan tanggung jawab Komite GCG saat ini adalah untuk mengevaluasi implementasi GCG di lingkungan lembaga atau korporasi. Selain itu, komite ini juga memberikan rekomendasi mengenai penyempurnaan dan kelengkapan GCG dalam lembaga atau korporasi. Lalu komite ini juga harus memastikan kebijakan yang berlaku dalam korporasi atau lembaga telah sesuai dengan budaya, etika, nilai Perseroan dan sesuai dengan asas GCG. Selain juga harus melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Dewan Komisaris terkait dengan pengembangan dan penerapan GCG.

Namun pada era VUCA ini, Peran Komite GCG dan GCG mengalami peningkatan. Hal ini berkaitan dengan peran komprehensif dan integratif yang dimiliki oleh komite GCG dan komite GCC, sebagai bagian yang paling mengetahui seluruh seluk-beluk perusahaan.

Sehubungan dengan peran tersebut, penting untuk komite GCG dan komite GCC untuk mendapatkan sertifikasi sebagai Corporate Culture Specialist (CCS). Peran sertifikasi ini dalam kehidupan profesional para pemegang tanggung jawab sebagai komite GCG dan GCC adalah;

  • Sebagai bentuk pengesahan dari Negara atas profesionalitas Anda sebagai ahli budaya perusahaan. Hal ini karena gelar CCS yang dapat disandingkan setelah nama anda ini, diberikan oleh LSP ESQ dengan bekerjasama bersama Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
  • Menumbuhkan keberanian pada diri Anda sebagai ahli budaya perusahaan untuk menjadi penegak budaya perusahaan di tempat Anda bekerja.
  • Menumbuhkan kemampuan untuk mengatasi tantangan Budaya korporasi yang dapat timbul kapan saja
  • Memiliki keahlian untuk merumuskan visi, misi dan nilai korporasi / lembaga dengan metode professional
  • Memiliki keahlian Implementasi Budaya kerja ke dalam setiap Unit Kerja dan Individu
  • Memiliki pengetahuan mengenai berbagai metode dalam melakukan evaluasi budaya perusahaan
  • Mendapatkan pengakuan atas keahlian untuk menangani budaya perusahaan yang bermasalah

Program peningkatan keahlian dalam membangun budaya korporasi hingga beberapa tahun yang lalu belum dikembangkan di Indonesia, hingga pada tahun 2018 ini saat dibentuk Lembaga Sertifikasi Profesi ESQ dengan membuka program training sertifikasi sebagai Corporate Culture Specialist dan Corporate Strategy Specialist. Untuk mendapatkan info mengenai program ini, dapat menghubungi kami via email di info@actconsulting.co atau hubungi kami via telepon/wa/sms ke nomor; 0818-213-165 (Donna).