Skip to main content

Apa itu Creative Destruction dan Mengapa Inovasi Sebuah Keharusan Bagi Bisnis Anda

By January 18, 2019January 22nd, 2019Article

Sebelum banyak perusahaan tutup atau merugi akibat perubahan pola dan saluran konsumsi masyarakat yang terjadi di era ekonomi informasi ini. ternyata jauh di awal abad 20 hal ini telah sejak lama diramalkan. Apa yang dinamakan ekonomi disruptif ini telah ditemukan polanya oleh seorang begawan ekonomi dunia.

Jauh di tahun 1939, seorang ekonom kebangsaan Austria yang kemudian menjadi warga negara Amerika dan menjadi guru besar di Harvard, Joseph Alois Schumpeter, telah meramalkan hal ini. Ia menuliskannya dalam sejumlah buku dari mulai History of Economic Analysis, Theory of Economic Development dan buku The Business Cycle. 

Menurut Schumpeter, kreativitas dan inovasilah yang akan memantik revolusi ekonomi. Ia menyebutnya sebagai “Creative Destruction”. Bahwa kreativitas dan inovasilah yang akan merubah struktur ekonomi dari dalam, menghancurkan model lama secara instan, dan secara instan pula menciptakan model ekonomi baru (Schumpeter, 1950, p. 83).

Professor Robert Lanzilloti (2003), guru besar ekonomi dari University of Florida, menjelaskan pernyataan Schumpeter ini dengan menjelaskan hubungannya dengan Kreativitas. Bahwa kreativitas menciptakan nilai baru.

Lanzillotti (2003) juga memberikan contoh bahwa ciri ekonomi kontemporer adalah ia meningkatkan kesejahteraan konsumen. Karena itu bisa dipastikan bahwa produk dan jasa yang memiliki sedikit nilai bagi kesejahteraan konsumen atau yang tidak memberikan servis yang menguntungkan konsumen, dalam jangka pendek maupun jangka panjang, akan punah.

Baca Juga:  Evaluasi Bank Dunia Terhadap Perubahan Regulasi Bisnis di Indonesia di tahun 2018 dan 2019

Dalam penjelasannya mengenai apa yang akan merevolusi ekonomi dunia dan menumbangkan kapitalisme, Schumpeter (1934) membedakan antara 5 tipe inovasi;

  • Produk baru
  • Metode produksi baru
  • Sumber bahan baku baru
  • Eksploitasi pasar baru
  • Cara bisnis baru

Kelima tipe inovasi diatas dapat dilakukan oleh pemilik bisnis untuk melakukan transformasi pada bisnisnya. Bila kelima cara ini terus dilakukan, maka bisnis Anda akan menjadi lebih dinamis dan lebih mungkin untuk sustain. Selain juga digabungkan dengan metode creative destruction diatas, yang menekankan pada perlunya inovasi bisnis yang mendatangkan lebih banyak keuntungan bagi konsumen.

Menurut Schumpeter, kemampuan fungsional yang mendasar bagi bisnis  yang harus dikuasai oleh pebisnis agar bisa terus bertahan di pasar adalah;

  1. Mengapresiasi beragam inovasi yang mungkin
  2. Mengatasi hambatan sosio psikologi yang timbul terhadap pengenalan produk baru
  3. Mengarahkan proses produksi ke dalam jalur-jalur baru
  4. Memperoleh pendanaan yang diperlukan untuk inovasi dari sector perbankan
  5. Mendorong pengambilan resiko di sektor produksi
  6. Menciptakan lingkungan yang kondusif untuk memenuhi motif pemenuhan keinginan konsumen
  7. Menciptakan pola kepemimpinan yang mendukung inovasi
  8. Merangkul derajat resiko yang lebih tinggi di dunia ekonomi

Leave a Reply

Open chat
1
Halo,
Ada yang bisa kami bantu?