Skip to main content
Tag

Ary Ginanjar Agustian

husameddin al madani, national center for performance measurement, Adaa, pusat pengukuran kinerja nasional arab saudi, kerajaan arab saudi, act consulting, ary ginanjar agustian

Tokoh Muslim Sukses Dunia: Husameddin Almadani Direktur Jenderal National Center Performance Measurement di Kerajaan Arab Saudi (Adaa)

By Article No Comments

Kerajaan Arab Saudi tengah melakukan upaya pembenahan pemerintahan dengan sangat serius. Mereka mendirikan pusat pengukuran kinerja nasional atau National Center for Performance Measurement (Adaa). Lembaga ini memilih 6 orang pegawai pemerintah terbaik setiap tahunnya dari berbagai entitas lembaga pemerintahan, dan mengirimkan mereka untuk dilatih di Harvard Business School untuk mengikuti kursus dalam bidang kinerja pemerintahan.

Upaya serius ini makin ditambah lagi dengan banyak layanan lain yang diluncurkan oleh lembaga ini. Diantaranya dengan meluncurkan platform e-learning dan meluncurkan platform international performance hub (IPH), serta aplikasi Watani untuk memantau layanan Beneficiary Experience (BEX).

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Husameddin Almadani dan upaya serius yang dilakukannya untuk mendukung visi 2030 dari Kerajaan Arab Saudi, anda dapat membaca lebih lanjut artikel berikut ini.

Husameddin Almadani  telah menjadi Direktur Jenderal Pusat Pengukuran Kinerja Nasional (Adaa) sejak 2016. Sebelum bergabung dengan Adaa, ia memegang berbagai posisi teknis dan senior di Saudi Aramco dari 2004 hingga 2011. Ia telah berpartisipasi dalam pengembangan Kinerja Saudi Aramco Platform Pengukuran dan Manajemen, termasuk pembuatan KPI organisasi.

Dia juga anggota komite perusahaan yang merestrukturisasi strategi penelitian dan pengembangan, dan berkontribusi pada implementasi Program Transformasi Akselerasi. Sebagai seorang insinyur terlatih, ia menerima gelar M.Sc. dalam Teknik Perminyakan / Sumber Daya Gas Tidak Konvensional dari Texas A&M University.

Dia menerima gelar Sarjana Ilmu Komputer dari University of Kansas. Dia menyelesaikan Program Manajemen Umum dalam Strategi, Bisnis, dan Kepemimpinan dari Harvard Business School pada 2016. Dia adalah penerima Penghargaan Montgomery A&M Texas 2010 dan Penghargaan Layanan Luar Biasa SPE Young Member.

National Center for Performance Measurement atau Pusat Pengukuran Kinerja Nasional (Adaa) ditugaskan untuk mengawasi kemajuan pelaksanaan Visi Saudi 2030 dan program terkait lainnya. Husameddin Al-Madani adalah Direktur Jenderal Adaa. Badan pemantau kinerja ini didirikan pada tahun 2016 dengan tujuan memperkenalkan budaya transparansi dan penilaian kinerja di sektor publik di Arab Saudi.

Sebelum bergabung dengan Adaa, Husameddin Al-Madani memegang berbagai posisi teknis dan senior di Saudi Aramco dari 2004 hingga 2011. Di Saudi Aramco ia berpartisipasi dalam pengembangan Platform Pengukuran dan Manajemen Kinerja mereka, termasuk penciptaan KPI organisasi. Ia juga anggota komite perusahaan yang merestrukturisasi strategi penelitian dan pengembangan dan berkontribusi pada implementasi Program Akselerasi Transformasi.

Pada tahun 2016, Al-Madani menyelesaikan studinya dalam bidang Manajemen Umum dalam Strategi, Bisnis dan Program Kepemimpinan dari Harvard Business School.

Husameddin menjelaskan bahwa Adaa memiliki dua konstituen dasar yaitu klien pemerintah dan masyarakat umum. Di dalam pemerintahan, pekerjaan Adaa berfokus pada menjadi mitra dan pendukung untuk mendorong pemantauan yang lebih baik dan penekanan kuat pada kinerja. Konstituensi kedua Adaa adalah masyarakat umum. Adaa percaya bahwa ukuran kinerja formal seperti KPI dan sejenisnya dapat memberi tahu begitu banyak tentang kinerja suatu organisasi.

Pengukuran kinerja merupakan tantangan di seluruh dunia, bahkan di negara-negara OECD, karena entitas publik cenderung bekerja dalam keadaan silo (tidak mau berbagai informasi) dan tidak berbagi data secara publik.

Berkaitan dengan pekerjaan yang dilakukannya di Adaa, Husameddin menceritakan bahwa ketika ia memulai pada tahun 2016, ia menemukan penolakan dari entitas yang ditemuinya untuk membagikan data mereka. Namun saat ini, Adaa telah mengukur kinerja sekitar 70 organisasi, melaporkan kemajuan mereka dalam inisiatif Visi Arab Saudi 2030, serta mengukur lebih dari dua puluh lima kementerian untuk kepuasan penerima manfaat.

Secara total, Adaa memantau sekitar 480 KPI dan lebih dari 1.200 inisiatif utama. Metodologi yang dipraktekkan oleh Adaa telah dikembangkan bekerja sama dengan Bank Dunia, OECD, dan Harvard Business School, dengan tujuan mengukur hasil daripada output. Pemisalannya seperti ini; orang dapat membangun lebih banyak rumah sakit, tetapi apakah mereka telah mempersingkat dan meningkatkan pemulihan pasien?

Setiap kuartal, Adaa mempublikasikan laporan kinerja dan mengadakan pertemuan dengan Dewan Urusan Ekonomi dan Pembangunan (CEDA). Adaa pun berusaha untuk membuat temuannya dipublikasikan segera.

Setelah enam dari siklus tiga bulan ini, kerangka pengukuran Adaa tidak hanya praktis dan mencerminkan bagaimana pemerintah Arab Saudi bekerja tetapi juga membantu pemerintah Arab Saudi untuk secara transparan meminta pertanggungjawaban pejabat.

Nilai sebenarnya dari pengukuran kinerja yang dilakukan oleh Adaa diperoleh ketika hal itu memicu pembelajaran dan wawasan dan diterjemahkan menjadi perubahan yang terlihat dalam pengambilan keputusan dan kesejahteraan warga negara. Tugas untuk memantau kinerja entitas publik dan menerbitkan laporan transparan tentang data yang diukur secara akurat hanyalah salah satu aspek dari peran Adaa.

Husameddin menyampaikan bahwa apa yang membuat pekerjaannya lebih bermakna adalah dukungan yang ditawarkannya kepada entitas publik untuk memberdayakan mereka demi meningkatkan kemampuan, kinerja, dan mengembangkan layanan. Untuk mencapai ini, Adaa memungkinkan keunggulan kinerja entitas melalui pengembangan dan standarisasi alat, metode, dan pendekatan yang relevan.

Adaa membantu meningkatkan kemampuan pengukuran kinerja dan keunggulan entitas publik dengan mengidentifikasi masalah melalui konsultasi dan komunikasi. Selanjutnya, Adaa mendorong keunggulan pengukuran kinerja entitas dengan mendukung mereka untuk membangun kemampuan melalui pelatihan berkelanjutan berdasarkan praktik terbaik internasional (international best practice).

Untuk memulai budaya kinerja tinggi, Adaa telah melatih lebih dari 4.000 pegawai pemerintah di bidang ini. Mandat yang dijalankan Adaa bukan untuk melatih. Namun demikian mereka menyadari bahwa organisasi pemerintah harus beradaptasi dengan budaya kinerja. Setiap enam bulan, Adaa memilih enam pegawai pemerintah dan mengirim mereka ke Harvard Business School untuk mengikuti kursus kinerja pemerintah.

Untuk merampingkan dan memperluas cakupan pelatihannya, Adaa meluncurkan platform e-learning yang menjangkau 200.000 pegawai pemerintah untuk belajar tentang pengembangan strategi, strategi cascading, tinjauan kinerja, analisis berbasis data, dan analisis data.

Adaa banyak berinvestasi dalam pemberdayaan dan akan terus memberikan pelatihan yang diselenggarakannya selama satu tahun lagi sampai Kementerian Layanan Sipil dan Institut Administrasi Publik di Arab Saudi mampu mengambil alih.

International Performance Hub (IPH)

International Performance Hub (IPH) dikembangkan dengan satu tujuan khusus: untuk mempelajari bagaimana dunia melihat Arab Saudi, dan memanfaatkan semua data yang tersedia yang dapat dikumpulkan. IPH adalah hasil nyata dari komitmen pemerintah Saudi untuk memantau kemajuan Visi 2030 dan untuk belajar dari pengalaman komparatif di tempat lain di dunia.

IPH ini berfungsi sebagai platform yang berguna untuk melacak, melakukan benchmarking, dan mengkomunikasikan kinerja pemerintah di berbagai prioritas nasional. Sebagai platform online terintegrasi yang dibangun di atas lebih dari 1 juta titik data yang dikumpulkan dari lebih dari 25 sumber internasional yang diakui, IPH menampilkan lebih dari 700 indikator kinerja utama yang diorganisir sekitar 12 pilar inti, dari keuangan hingga keadilan dan dari sektor energi hingga infrastruktur.

Dengan memiliki data yang bersumber dari 200 negara, IPH memungkinkan untuk memvisualisasikan kinerja Arab Saudi pada skala yang sangat luas. IPH dirilis sebagai versi beta selama Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum) untuk mendapatkan keuntungan dari kekayaan dan keragaman informasi yang ditawarkan Davos sebagai platform umpan balik, untuk memanfaatkan wawasan dari para kontributor dalam bidang politik, LSM, dan para ahli dalam berbagai bidang.

IPH mewakili minat kuat Arab Saudi untuk tidak hanya berpartisipasi penuh dalam komunitas global, tetapi juga untuk memanfaatkan semua sumber daya yang tersedia di negara itu untuk mendorong kemajuan bagi semua orang. Upaya ini juga menyoroti misi Kerajaan untuk meningkatkan standar pembangunan dan praktik terbaik internasional di Arab Saudi dan global, dan untuk membangun reputasi negara sebagai inovator dalam pemerintahan transparan yang didorong oleh data.

Pada dasarnya, kami memutuskan untuk memanfaatkan ini kepada dunia yang berfokus pada dua pesan utama: tidak ada yang disembunyikan — Adaa akan mengakui di mana sektor  yang berkinerja buruk — dan Adaa mengundang siapa pun untuk menggunakan format IPH ini untuk kebaikan.

Masa depan yang dimiliki oleh Arab Saudi penuh dengan optimisme karena Visi 2030 bertujuan untuk memperluas ukuran ekonomi dari ke-19 di dunia ke 15 besar dan meningkatkan investasi asing langsung dari 3,8% menjadi 5,7%. Mempertimbangkan bahwa transparansi dan akuntabilitas dalam kinerja pemerintah memiliki dampak langsung pada aliran investasi ke negara mana pun. Saat ini, peran Adaa telah dianggap sangat penting dalam menjadikan Kerajaan Arab Saudi sebagai tujuan yang menarik untuk investasi asing.

Melalui pembangunan kondisi transparansi dan budaya akuntabilitas dalam pekerjaan pemerintah, Adaa adalah pendukung untuk menempatkan Kerajaan pada jalur untuk menciptakan ekonomi yang dinamis. Dengan Adaa yang berperan dalam memandu transisi menuju transparansi dan akuntabilitas, kinerja entitas publik tidak hanya dapat di ukur; namun juga data ini akan menjadi pendorong utama keberhasilan implementasi rencana pembangunan negara Arab Saudi untuk menarik investor dari seluruh dunia.

Prioritas Adaa Untuk Kedepannya

Prioritas Adaa untuk tahun mendatang adalah memperluas kemampuannya untuk memberikan wawasan bermanfaat yang dapat ditindaklanjuti kepada kepemimpinannya untuk mendukung proses pengambilan keputusan menggunakan berbagai aset data yang dikelolanya.

Adaa berupaya untuk bekerja sama dengan lebih banyak entitas publik untuk memupuk kemitraan kolaboratif dan saling menguntungkan, dan untuk membangun kepercayaannya sebagai pusat pengukuran kinerja Kerajaan Arab Saudi untuk semua entitas publik.

Pendekatan Adaa yang berfokus pada warga negara akan secara aktif mendorong mereka untuk memberikan kontribusi positif bagi pembangunan Kerajaan dan menjadi pemangku kepentingan utama dalam mendorong peningkatan kinerja pemerintahnya.

Adaa telah memberikan momentum baru bagi upaya keras Arab Saudi dalam menuju era baru transparansi dan akuntabilitas untuk mencapai tujuan Visi 2030 untuk membawa Kerajaan Arab Saudi ke posisi terdepan di semua bidang. Sebagai organisasi independen, Adaa melapor langsung ke Perdana Menteri Arab Saudi yang saat ini dipegang langsung oleh Raja Arab Saudi.

Beberapa tahun terakhir telah dilalui Adaa, dan telah menjadi periode pengembangan dan peningkatan berkelanjutan. Di mana proses operasional Adaa telah disederhanakan lebih lanjut, dan Adaa telah dilengkapi dengan kemampuan yang diperluas untuk mencapai mandatnya.

Adaa  bekerja erat dengan entitas publik untuk mengukur kemajuan mereka dalam mengimplementasikan program dan inisiatif yang membantu  mencapai tujuan mereka untuk menciptakan budaya transparansi dan akuntabilitas dalam entitas publik.

Adaa ditugaskan untuk melakukan pelaporan tepat waktu dan akurat tentang kinerja pemerintah, dan mandat ini menyerukan dua peran utama: mengukur kinerja entitas publik dalam hal memberikan KPI dan target mereka, dan mengukur kepuasan pada layanan pemerintah.

Bagian kedua Adaa baru-baru ini cukup aktif. Setelah meluncurkan perangkat umpan balik warga pertama kami pada April 2018 ini, di bawah apa yang kami sebut Program Pengalaman Penerima Manfaat (Beneficiary Experience / BEX) di mana penerima manfaat terdiri dari warga negara, penduduk, pengunjung, dan investor.

 
Aplikasi Watani untuk Program Beneficiary Experience

Adaa baru saja meluncurkan versi beta untuk salah satu produk Beneficiary Experience kami yang disebut aplikasi Watani. Watani adalah aplikasi yang memberdayakan penerima manfaat untuk mengevaluasi layanan yang diberikan kepada mereka dari sebagian besar sektor publik. Melalui aplikasi Watani ini penerima manfaat dapat mengevaluasi layanan yang diberikan terhadap kesiapan, kecepatan dan kualitas.

Fitur Watani termasuk menawarkan penerima manfaat akses untuk melihat pusat peringkat tertinggi dan ulasan penerima manfaat lain. Watani  juga menawarkan ruang terbuka untuk berbagi ide dan saran untuk pengembangan lebih lanjut.

Dalam platform Watani, data aplikasi akan dimasukkan ke dalam proses pengukuran yang telah diterapkan untuk BEX di mana laporan kepuasan penerima manfaat akan disajikan kepada pembuat keputusan. Akses ke tipe data ini akan membantu Adaa memperkuat suara masyarakat untuk meningkatkan layanan pemerintah dan mempromosikan budaya pengukuran kinerja yang akan mengubah semua penerima manfaat menjadi kontributor menuju pencapaian Visi Saudi 2030.

Beragam inovasi yang dilakukan Husameddin Almadani harus bisa dipelajari oleh banyak orang di negara kita. Untuk mempelajari cara melakukan manajemen inovasi bisnis, klik disini. Untuk memiliki kemampuan mendesain bisnis mandiri, anda juga bisa klik disini.

Bila memiliki kesulitan atau masalah di beberapa sisi seperti budaya
dan penerapan disiplin pencapaian target. Bila itu masalahnya, bagi para
Leaders di Organisasi Anda, dapat mengikuti program  Transformational Leadership dari ACT Consulting dengan klik di link ini.

Untuk melakukan perkembangan di organisasi dan korporasi Anda, Anda dapat mempelajari cara membangun budaya perusahaan dengan
klik disini.  Anda juga dapat mempelajari cara menciptakan strategi
yang tepat
 untuk perusahaan dengan klik disini

Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara membentuk karakter para pegawai dan pimpinan hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).

ACT Consulting, Ary Ginanjar Agustian, cara meraih kesuksesan, esq training, meraih sukses ramadhan, tips bulan ramadhan, tips kinerja, tips meningkatakan produktivitas di bulan ramadhan, tips sukses, tips untuk lebih produktif

Tips Untuk Meningkatkan Produktivitas Bekerja di Bulan Ramadhan (3)

By Article No Comments

Bagaimana keadaan Anda di hari ketiga Ramadhan ini? Kami harap telah banyak perbaikan dan perubahan yang dijalani untuk memaksimalkan dan memanfaatkan detik-detik berharga selama di bulan Ramadhan ini.

Dengan upaya yang terus menerus, gigih dan pantang menyerah, kami  yakin Anda dapat mencapai berbagai Target Ramadhan yang telah dicanangkan. Tidak hanya target dalam beribadah saja, tapi juga target untuk meningkatkan produktivitas selama di bulan Ramadhan ini.

Agar bisa menghasilkan banyak karya dan prestasi yang berhasil nyata dan dapat memberikan dampak yang signifikan bagi lingkungan dimana kita berada. Semua dalam kerangka untuk melakukan Transformasi Performa, agar makin membaik dari hari ke hari. Mari kita ikuti  Tips Produktivitas Ramadhan untuk hari ini.

#Tips 3: Memanfaatkan Waktu Dengan Lebih Baik

Bila di bulan-bulan sebelumnya waktu makan siang habis untuk duduk mengobrol dan bersenda gurau, maka di bulan Ramadhan ini terlihat suatu fenomena yang berbeda. Di sejumlah sudut kantor, kita bisa melihat ada sejumlah kawan yang membaca Al Quran dari ponsel mereka. Tidak hanya di masjid, tapi juga di ruangan tempat bekerja.

Belum lagi, hal ini terlihat dari cara karyawan memanfaatkan waktu mereka di depan layar komputer. Kebiasaan yang semula menghabiskan waktu untuk mengikuti gosip artis atau membaca artikel yang kurang bermanfaat, kini terlihat berubah. Hal ini sebagai upaya kita semua untuk meningkatkan amal ibadah dan menghindari kesia-siaan dalam memanfaatkan waktu Ramadhan yang hanya berlangsung sebulan dalam setahun ini.

Pahala yang besar menanti kita yang berani mengubah kebiasaan buruk menjadi baik, terutama di saat momen Ramadhan ini. Semua pahala dilipatgandakan. Dengan janji yang diberikan Allah SWT tersebut, kita dapat memandang pekerjaan kita sebagai hal yang akan mendatangkan pahala berlipat-lipat kali jumlahnya juga. Dibandingkan dengan pekerjaan kita di hari-hari biasa. Sehingga kita bisa melihat sikap dan perilaku kawan-kawan yang ada di kantor telah melakukan perubahan kinerja ke arah yang lebih baik.

Kita juga dapat melihat bahwa pemanfaatan waktu yang dilakukan oleh banyak muslim di bulan Ramadhan ini dilakukan dalam berbagai hal. Misalnya dengan memanfaatkan waktu istirahat untuk berdzikir, tilawah atau untuk mendengarkan ceramah yang bermanfaat. Apakah itu dari gadget, dari layar komputer, maupun dari radio dan televisi.

Setiap manusia memiliki kecenderungan transendental. Setiap orang memiliki kebutuhan untuk melakukan peningkatan dan perbaikan diri ke arah Tuhan Yang Maha Tinggi dan Mulia. Karena itulah kita bisa melihat bahwa banyak orang selalu berupaya meningkatkan kualitas diri mereka untuk menjadi lebih baik.

Balasan yang diterima oleh setiap orang untuk hal ini, akan terlihat berbeda-beda. Kita tidak dapat mentargetkan hasil perubahan dalam bentuk-bentuk seperti peningkatan karir, kenaikan jabatan, peningkatan gaji atau hal-hal yang bersifat materialism yang semu. Yang harus kita canangkan dalam diri kita adalah target seperti; memiliki hati yang lebih bersih, memiliki emosi yang lebih stabil, memiliki sikap yang lebih sabar, memperlakukan orang lain dengan lebih baik dan sopan, serta memanfaatkan setiap waktu yang dimiliki untuk meningkatkan kualitas diri.

Orientasi dari upaya peningkatan diri yang kita lakukan, selain bersifat personal, juga bisa lebih bersifat professional. Karena hal ini juga merupakan wujud ibadah yang bernilai berlipat-lipat juga pahalanya. Misalnya bisa saja di Ramadhan kali ini kita memanfaatkan waktu untuk;

  • Mendengarkan lebih banyak ceramah yang berkaitan dalam bidang professional kita, dalam bahasa inggris atau dari bahasa asing lainnya, dari sumber yang baik dan terpercaya selama di perjalanan
  • Menambah keahlian yang dibutuhkan untuk meningkatkan nilai professional dengan mengikuti training dan kursus singkat selama bulan Ramadhan
  • Mengikuti channel youtube yang inspiratif selama bulan Ramadhan, dengan tujuan untuk mendapatkan semangat dan motivasi  yang dibutuhkan untuk melakukan perbaikan diri
  • Menambah kualitas dan kuantitas kerja, sehingga dapat diabadikan sebagai karya yang memiliki dampak dalam meningkatkan kualitas kerja, dan
  • Meningkatkan upaya kerja untuk mencapai lebih banyak target dan mempertinggi standar kerja harian selama Ramadhan dan terus meningkat sesudahnya
  • Membantu lebih banyak orang, dan lebih banyak bagian lain di kantor serta di komunitas profesional, secara kuantitatif dan kualitatif

Selain itu, masih banyak ide-ide peningkatan kemampuan professional lainnya yang dapat Anda dan kita semua lakukan. Semoga dapat memotivasi kita semua untuk lebih baik secara professional. Salam Transformasi Performa dari ACT Consulting.

mengapa setelah training esq peserta dapat mengelola emosi dengan lebih baik, esq training, esq new chapter, ary ginanjar agustian, cara mengelola emosi, mengelola emosi dengan lebih baik, tips mengelola emosi, cara mudah mengelola emosi, cara cerdas emosi

Mengapa Setelah Training ESQ Sejumlah Peserta Dapat Mengelola Emosi dengan Lebih Baik?

By Article No Comments

Setiap orang, menjalani kehidupan dengan berbagai tantangannya. Bahkan dikatakan bahwa kehidupan adalah serangkaian masalah yang menunggu untuk diselesaikan.

Namun, tentu setiap orang membutuhkan jalan dan arahan, bagaimana cara agar tidak timbul stress, apakah itu fisik ataupun emosional. Bagaimana agar kita lebih cerdas secara Emosi, sehingga hidup kita menjadi lebih mudah?

Salah satu pilihan yang dapat diambil untuk mempertinggi kecerdasan emosi kita adalah dengan memperbesar kapasitas spiritual dan emosional.

Diantaranya melalui Training ESQ, yang di dalamnya peserta dapat menemukan momen katarsis dan memperoleh perspektif baru dalam menghadapi berbagai masalahnya.

Di Training ESQ ada sejumlah momen yang bertujuan memantik proses katarsis para peserta. Khoo (2012) menyampaikan bahwa katarsis memiliki dua fungsi;

  1. untuk meringankan stres (coping), dan
  2. fungsi klarifikasi (sebagai referensi/pembandingan peristiwa hidup).

Di sisi lain, penggunaan media untuk memantik proses katarsis juga berguna untuk membuat orang dapat berpikir dengan jernih saat menghadapi berbagai ‘drama’ dalam hidup mereka.

Dalam Training ESQ, fungsi momen katarsis secara psikologis adalah untuk membantu agar peserta dapat melakukan pengaturan emosi secara lebih baik. Untuk memberikan pemahaman bahwa sejumlah hal dalam hidup tidak selalu dapat berjalan secara menyenangkan.

Di dalam training ESQ juga ada momen kontemplasi. Menurut Khoo (2012), fungsi kontemplasi muncul saat seseorang menikmati sajian media untuk dapat menghadapi keadaan tertekan atau keadaan tidak menyenangkan lainnya, secara jangka pendek.

Namun, agar seseorang dapat terbantu secara jangka panjang, sajian media yang disampaikan haruslah dapat berfungsi sebagai referensi. Di dalam Training ESQ, training experience di desain agar peserta dapat menemukan ide bagaimana seharusnya ia mengatur kehidupan emosionalnya.

Agar terjadi proses penalaran dan pemahaman secara mendalam dan berkesan. Sejalan dengan bertambahnya referensi dan perspektif baru inilah, kapasitas kecerdasan emosional dan spiritual seseorang menjadi berkembang. Salam Cerdas Emosional dan Spiritual dari ESQ.

tips ramadhan, ACT Consulting, Ary Ginanjar Agustian, cara meraih kesuksesan, esq training, meraih sukses ramadhan, tips bulan ramadhan, tips kinerja, tips meningkatakan produktivitas di bulan ramadhan, tips sukses, tips untuk lebih produktif

Tips Untuk Meningkatkan Produktivitas Bekerja di Bulan Ramadhan (2)

By Article No Comments

Halo Sahabat, bagaimana puasa Anda berjalan di hari pertama Ramadhan kemarin? Semoga selalu membaik dibanding sebelumnya. Mari kita jadikan Ramadhan ini sebagai Ramadhan terbaik kita.

Bila kita lakukan secara terus menerus hingga setiap tahun ke depan, akan terjadi peningkatkan produktivitas secara terus menerus sepanjang hidup kita. Hingga di masa kini hingga ke masa mendatang kita menjadi lebih maju dan lebih baik lagi.

Mari kita gelorakan semangat Transformasi Perfoma yang terus menerus ini di dalam diri kita, dan kita tebarkan hingga menjadi semangat bersama untuk melakukan perbaikan berkelanjutan. Mari kita ikuti Tips  Ramadhan hari ini.

#Tips 2: Jadikan Sahur Sebagai  Momen Kebangkitan

Kurun waktu Bulan Ramadhan kali ini, bisa kita manfaatkan untuk menjadi momen perubahan diri kita secara permanen untuk masa yang panjang di masa depan. Contohnya adalah kebiasaan untuk makan sahur  yang harus dilakukan pada saat dinihari.

Tahukah Anda bahwa di Jagorawi, telah terjadi kemacetan sejak Cibubur mulai sejak jam 5.30 pagi? Ini tentu merupakan pertanda bahwa makin banyak karyawan yang berangkat lebih pagi ke kantornya. Hal ini karena jam kerja yang ditetapkan oleh kantor, yang menjadi lebih awal dari biasanya. Agar bisa pulang ke rumah sebelum waktu berbuka tiba.

Lebih dari itu, penulis juga melihat bahwa sejumlah sahabat penulis kini berangkat lebih pagi ke kantornya. Mereka berangkat bekerja dengan lebih riang di banding di bulan biasa. Senyum terkembang dan wajah yang penuh semangat berseri-seri menyambut hari kerja di pagi hari Ramadhan.

Walaupun semula di hari-hari awal Ramadhan pada pagi harinya masih terlihat wajah kusut dan mengantuk, namun setelah beberapa hari, hal ini berubah.  Mari kita jadikan bangun lebih pagi ini sebagai sebuah kebiasaan untuk dipraktekkan di bulan-bulan seterusnya setelah Ramadhan. Konon, perubahan yang konsisten sebagai hasil dari Ramadhan, adalah sebuah tanda bahwa Allah SWT memberikan Karunia dan Ridha Nya kepada kita.

Momen sahur yang berlangsung saat dinihari, mencerahkan otak kita dan pikiran kita. Kita bisa menghirup udara pagi yang masih bersih dan segar. Kita pun memakan makanan di awal pagi hari, lebih awal dari sebelumnya.

Pilihan makanan sahur yang sehat dan menyegarkan, akan membantu kita untuk menjadi lebih berenergi seharian. Pilihan dengan menambahkan buah dan sayur pada saat sahur, akan melancarkan pencernaan sehingga darah mengalir lebih lancar ke seluruh tubuh kita. Kebiasaan ini selain menyehatkan, juga akan meningkatkan upaya kita untuk menjadi lebih produktif.

Di tempat bekerja, kita juga bisa meningkatkan performa karena memulai dalam waktu yang lebih pagi dari biasanya. Kita bisa lebih bersabar menghadapi kemacetan menuju kantor, dan bisa lebih matang dalam melakukan sejumlah langkah dan pertimbangan dalam berbagai rapat serta pekerjaan yang harus kita lakukan di hari kerja selama bulan Ramadhan ini.

Peningkatan performa bekerja yang menjadi lebih baik dan lebih murni selama bulan Ramadhan ini, menghindarkan kita dari melakukan hal-hal  yang buruk. Juga bisa memberikan kita energi serta semangat untuk melakukan lebih banyak hal, lebih produktif, lebih kreatif, dan lebih berprestasi.

Semangat kerja yang meningkat dengan diawali oleh sahur di dini hari Ramadhan ini dapat menjadi sebuah kebiasaan yang dilakukan hingga ke bulan-bulan selanjutnya setelah Ramadhan. Hingga rahmat dan berkah Ramadhan dapat kita rasakan sepanjang tahun. Salam Transformasi Performa dari ACT Consulting!

Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara membentuk karakter para pegawai dan pimpinan hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).

tips meningkatakan produktivitas di bulan ramadhan, tips kinerja, tips bulan ramadhan, tips untuk lebih produktif, act consulting, esq training, ary ginanjar agustian

Tips Untuk Meningkatkan Produktivitas Bekerja di Bulan Ramadhan (1)

By Article No Comments

Selamat Pagi! Bagaimana keadaan Sahabat ESQ hari ini? Bagaimana ibadah Anda di bulan Ramadhan ini? Seperti kita semua ketahui, bekerja juga adalah suatu bentuk ibadah lho. Karena itu, di bulan Ramadhan ini, kita bisa lebih bersemangat walau dalam keadaan lapar, mengantuk dan dahaga. Terutama bila mengingat ayat Quran dan Hadits yang menjelaskan mengenai keutamaan Ramadhan.

Berlimpahnya Rahmat dan Karomah dari Allah SWT selama bulan Ramadhan ini dapat kita rasakan dekat di lubuk hati. Benak dan perasaan menjadi lebih tenang dan teduh. Berbagai bisikan setan yang biasa kita dengar menjadi menghilang atau berkurang. Hingga kita dapat melakukan lebih banyak kebaikan dibanding bulan-bulan lainnya.

Untuk lebih memaksimalkan waktu yang amat berharga di bulan Ramadhan, berikut ini sejumlah tips yang akan diberikan secara regular setiap  hari. Kami harap Tips ini dapat membantu Anda untuk melakukan perbaikan performa kinerja, dan melakukan peningkatan prestasi dalam berbagai bidang. Selamat Berpuasa dari kami di ACT Consulting!

#Tips 1: Mendalami Makna Puasa Ramadhan

Pada kurun waktu 10 hari pertama Ramadhan, adalah waktu yang diberikan Allah untuk memberikan limpahan Rahmat pada kita. Dalam konteks pekerjaan, kita bisa melihat bahwa pekerjaan mulia yang kita lakukan setiap  hari, akan membantu kita untuk meraih cita-cita tersebut.

Di kurun waktu 10 hari kedua di bulan Ramadhan, adalah waktu untuk mendapatkan ampunan atau Maghfirah dari Allah SWT atas semua kesalahan dan dosa-dosa yang pernah kita lakukan.  Dalam konteks pekerjaan, kita bisa melihat hal ini sebagai momen untuk merubah kebiasaan yang semula kurang optimal dalam bekerja, menjadi lebih efisien dan efektif.

Kita juga bisa merubah waktu kerja menjadi lebih singkat, dengan meningkatkan keahlian kita dalam pekerjaan. Hal ini menjadi mungkin karena fokus kerja kita tidak lagi terpecah oleh waktu makan dan istirahat serta mencari minum pemuas dahaga. Tapi kita bisa fokus bekerja.

Aliran darah yang mengalir ke otak pun menjadi lebih deras, karena tubuh kita tidak lagi terforsir untuk mencerna makanan dan minuman. Sehingga kita bisa meningkatkan fokus kerja kita, agar  pekerjaan bisa selesai dengan lebih baik, lebih teliti dan lebih cepat dilakukan.

Di kurun waktu sepuluh hari ketiga di bulan Ramadhan, kita diberikan kesempatan untuk dapat membebaskan diri dari Api Neraka. Dengan semangat untuk membebaskan diri dari Api Neraka tersebut, kita dapat bersemangat untuk meningkatkan integritas dalam bekerja. Karena dengan integritas yang tinggi, kita dapat menghasilkan kerja yang lebih baik, dan mewujudkan cita-cita organisasi untuk maju dan berkembang.

Semangat untuk membebaskan diri dari Api Neraka ini juga bisa membuat kita lebih produktif dalam menegakkan nilai-nilai kesuksesan dengan cara yang mulia. Bila sebelumnya kinerja kita pernah buruk, pada momen Ramadhan ini kita dapat merubah kerangka berpikir kita agar lebih positif, sehingga kinerja yang kita berikan bisa menjadi lebih baik. Salam Transformasi Performa dari ACT Consulting!

Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara membentuk karakter para pegawai dan pimpinan hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).

corporate strategic specialist, business strategy, strategic innovations, business process, strategic planning, act consulting, ary ginanjar agustian

5 Organ Taktikal Untuk Menyusun Corporate Strategy Hingga 10 Tahun ke Depan

By News No Comments

corporate strategy, corporate strategic specialist, business strategy, strategic innovations, business process, strategic planning, act consulting, ary ginanjar agustian

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sejumlah eksekutif dari perusahaan menyusun corporate strategy dengan intuisi. Sebagian lain menyusun strategi dengan menggunakan rumus-rumus rumit yang dipelajarinya dalam kuliah. Sebagian yang lain, menggunakan konsultan berharga mahal yang menghabiskan biaya hingga di angka milyaran rupiah per tahunnya. Namun selain mahal, solusi yang ditawarkan pun menciptakan ketergantungan organisasi kepada para konsultan untuk membuat corporate strategy.

Untungnya sejumlah Regional Expert dari ACT Consulting telah memformulasikan solusi untuk hal ini. Anda kini dapat menjadi seorang Corporate Strategic Specialist (CSS) dengan sertifikasi nasional dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi. Sehingga anda dapat menyusun sendiri solusi yang paling cocok untuk diterapkan di organisasi dimana anda berada, tanpa menimbulkan ketergantungan atau menghabiskan biaya berjumlah milyaran per tahun. Di luar perusahaan, anda pun dapat menciptakan lapangan pekerjaan dengan menjadi seorang konsultan strategi di waktu luang anda.

Apa saja yang ada dalam pembelajaran untuk menjadi seorang Corporate Strategic Specialist?

Ada 5 Organ yang perlu didalami untuk dapat menyusun solusi progresif yang bisa dilakukan oleh perusahaan untuk meningkatkan daya saingnya, terutama dengan membenahi future vision dan values centric operation line, dengan memastikan setiap detail dari operation yang dilakukan korporasi setiap harinya, ditujukan untuk menjawab dan melayani kebutuhan.  5 Organ yang harus dikuasai para ahli strategi di perusahaan anda adalah;

  1. Strategic Directions
  2. Organizational Design
  3. Annual Planning
  4. Business Process
  5. Problem Solving & Decision Making

corporate strategic specialist, strategy specialist, act consulting, ary ginanjar agustian

Organ 1; Strategic Directions

Organ 1 ini menentukan DNA  organisasi. Organ 1 terdiri dari unsur yang paling utama yang menjadi nyawa dari organisasi anda dan yang membuatnya dapat bertahan hidup dan memenangkan persaingan. DNA organisasi itu adalah penentuan visi, misi, values, meaning, dan roadmap perusahaan.

Termasuk diantara Organ 1 adalah Pernyataan Misi sebuah perusahaan atau organisasi. Yang menentukan Siapa dan Mengapa perusahaan tersebut dibentuk untuk pertama kalinya, dengan tujuan apa yang ingin dicapai “

  1. What are you?
  2. What is your purpose?
  3. What is your main responsibility?
  4. What do you promote or what is your main objective?

Pernyataan visi dan misi perusahaan harus diformulasikan untuk memberi semangat bekerja bagi karyawan, untuk menyegarkan dan menghidupkan suatu organisasi. Yang terpenting, sebuah visi perusahaan, menentukan arah perjalanannya. Untuk itu, elemen di dalamnya haruslah terukur. Dapat dikuantifikasi. Dapat ditentukan pada saat mana visi itu telah tercapai.

Bagaimana dengan perusahaan Anda? Apakah sudah menunjukkan tanda-tanda visi perusahaan sudah tercapai? Bila anda berkata tidak tahu, ini berarti Visi yang dibuat masih belum tepat. Bangunlah visi perusahaan yang dapat dikalkulasi pencapaiannya. Setelah menentukan visi dan misi, Anda harus menyusun roadmap yang bersifat progresif untuk dijalankan oleh perusahaan anda selama 10 tahun kedepan.  Selain itu, anda pun harus merancang bagaimana perusahaan dapat memberikan kontribusi untuk masyarakat. Agar perusahaan dapat sustain dengan melayani kebutuhan masyarakat yang terus bertambah.

Sampai berjumpa lagi dalam bahasan selanjutnya mengenai 5 Organ Solusi dalam Corporate Strategy. Salam Solusi Strategis dari ACT Consulting. Untuk mengikuti Program Corporate Strategic Specialist, hubungi ACT Consulting di email; info@actconsulting.co  atau hubungi wa/telp; 0821-2487-0050 (Donna).

rinaldi agusyana, corporate strategy, corporate strategic expert, business strategic, business planning, business innovation, strategic planning, act consulting, ary ginanjar agustian

by Rinaldi Agusyana, Corporate Strategic Expert at ACT Consulting & CEO of ESQ Tours & Travel (The Best Hajj & Umrah Provider in The World 2016)

dwitya agustina, corporate culture consultant, spiritual leadership, training esq, act consulting, transformasi budaya, good corporate culture

Urgensi Spiritual Leadership

By Article No Comments

spiritual leadership, act consulting, transformasi budaya, managing change, rekayasa organisasi, training esq, ary ginanjar agustian

Sebuah kisah nyata di bawah ini menunjukkan urgensi spiritual leadership di perusahaan. Di tahun 2009, sebuah anak perusahaan multi nasional merasa tengah di ujung tanduk. Sejumlah eksekutif perusahaan tersebut mendiskusikan angka-angka penjualan yang terus merosot drastis. Padahal, berbagai terobosan marketing sudah dilakukan. Hingga akhirnya para eksekutif memutuskan untuk menutup perusahaannya di negara ini.

Namun mereka merasa bahwa akan sulit bagi karyawan agar bisa menerima situasi perusahaan. Untuk itu mereka meminta bantuan sebuah lembaga training yang terkenal dengan pengembangan spiritualitas di dunia bisnis, untuk memberikan pencerahan. Program training diberikan dalam beberapa batch dalam kurun waktu yang berdekatan.

Setelah training spiritual leadership dan meaning of work yang diberikan tersebut berjalan beberapa bulan, ternyata terjadi peningkatan performa kerja dalam banyak divisi. Bahkan, peningkatan ini kemudian mengubah situasi penjualan secara positif. Hal ini tercermin dari naiknya angka penjualan yang cukup tinggi.

Para pemimpin dan karyawan perusahaan alat berat itu pun terlihat berbeda dari sebelumnya. Mereka kini memiliki sikap yang lebih lembut dan menjunjung tinggi kejujuran.  Sebuah hasil yang sama sekali tidak disangka-sangka ini, membuat principal di negara asal perusahaan tersebut, bangga.  Bahkan, perusahaan yang hampir ditutup itu kemudian berkembang pesat luar biasa, dan menjadi pemimpin pasar dalam bidang tersebut. Dalam kurun waktu kurang dari 3 tahun, perusahaan tersebut berhasil mengejar ketinggalannya. Bahkan menjadi pemenang dalam kompetisi penjualan berbagai kendaraan alat berat.

Padahal, semula perusahaan  hanya ingin menjadikan training spiritual tersebut sebagai metode perpisahan yang damai dengan karyawan.  Namun yang terjadi, justru karyawan merasa menemukan makna hidup dan ingin bekerja sebaik-baiknya dalam situasi yang semula pailit tersebut. Apakah yang diterapkan di perusahaan tersebut, dan bagaimana itu dapat mengubah keadaan suatu organisasi?

Professor Louis W. (Jody) Fry, PhD yang mengajar di University of Texas, telah melakukan banyak penelitian mengenai Spiritual Leadership. Teori-teori yang dikemukakannya, banyak dikutip oleh para peminat cabang ilmu kepemimpinan yang mengutamakan makna dan nilai dalam hidup ini. Teori ini bahkan telah diterapkan di banyak perusahaan dan pemerintahan di Amerika. Diantaranya dikembangkan dalam pemerintahan di kota Texas, Amerika Serikat.

Menurut Fry (2017), teori spiritual leadership dikembangkan di dalam model motivasi intrinsik yang di dalamnya terdapat hal-hal seperti visi, harapan, keimanan, dan cinta sesama. Di dalamnya juga ada spiritualitas di dunia kerja dan daya tahan spiritual dalam hidup (spiritual survival) melalui panggilan hidup dan ketaatan dalam suatu kelompok agama.

Fry (2017) juga menyampaikan sejumlah hal yang didapatkan organisasi dari penerapan spiritual leadership ini yaitu;

  • adanya sustainabilitas atau keberlangsungan organisasi
  • menciptakan visi dan nilai yang kongruen dalam diri seorang individu.
  • Tim kerja pun menjadi lebih berdaya (empowered).
  • meningkatkan level komitmen terhadap organisasi dan bahkan meningkatkan produktivitas.

Keuntungan pengembangan Spiritual Leadership pada performa kerja

Bidang penimbangan kinerja di dalam suatu organisasi telah menetapkan adanya kebutuhan untuk melaporkan sejumlah metrik finansial dan prediktor non finansial seperti kepuasan pelanggan, hasil kinerja organisasi yang berkualitas, dan terpenuhinya berbagai target serta tujuan. Untuk membuktikan ini, dilakukan pengukuran proses  operasional internal. Selain juga mengukur komitmen karyawan dan pengembangan karyawan.

Spiritualitas di tempat kerja berhubungan erat dengan spiritual leadership. Bahkan, spiritual leadership-lah yang menjadi pendorong munculnya komitmen organisasi dan produktivitas, yang sifatnya esensial untuk mengoptimalkan performa organisasi.

Di tempat kerja yang mendukung pengembangan spiritualitas karyawan melalui para pemimpin yang menerapkan spiritual leadership, setiap orang memiliki hak untuk mengejar dan memenuhi tujuan yang berarti yang dapat membuatnya menemukan makna dalam suatu komunitas yang penuh rasa kekeluargaan. Spiritualitas di tempat kerja ini memastikan bahwa sustainabilitas atau umur panjang dari organisasi bisa tercapai, dan organisasi terus survive dengan dikembangkannya generasi penerus.  (Lazlo, C. & Brown, J., 2014, dalam Fry, 2017)

Dalam kondisi seperti apapun, penutupan perusahaan dapat menimbulkan dampak yang besar. PHK massal dapat memicu berbagai aksi yang menggambarkan keprihatinan pekerja akan hidup mereka. Karyawan khawatir akan bagaimana mereka dapat memperoleh pendapatan rutin tiap bulan, suatu kondisi menyedihkan yang semula dijamin oleh perusahaan.  Bersyukur, para pimpinan perusahaan mengambil satu solusi yang baik dan bijak. Solusi yang berupa pengembangan spiritualitas dalam kepemimpinan dan dalam bekerja.

Bagaimana dengan perusahaan Anda? Apakah harus menunggu keadaan hampir pailit, baru akan mengembangkan spiritualitas di lingkungan kerja anda? Semakin cepat solusi pengembangan spiritualitas dalam kepemimpinan dan dalam pekerjaan sehari-hari dilakukan, akan semakin baik kinerja perusahaan Anda.

Untuk mendapatkan panduan cara menerapkan Spiritual Leadership di perusahaan Anda, hubungi 0818-213-165 (Donna) atau kirim email ke; info@actconsulting.co

Ary Ginanjar Agustian - CEO ACT Consulting

Ary Ginanjar Agustian : Kisah Sukses Membangun Budaya Organisasi

By Article No Comments

Ary Ginanjar Agustian - CEO ACT Consulting

Ary Ginanjar Agustian : Kisah Sukses Membangun Budaya Organisasi – Percepatan dalam melakukan transformasi budaya akan mendongkrak income karena  semua potensi yang ada dalam organisasi perusahaan akan terfokus pada tujuan yang sama. Sayangnya banyak perusahaan justru tidak tahu bagaimana mekanisme membangun budaya perusahaan sehingga gagal dalam melakukan transformasi budaya.

Padahal kondisi pasar yang kompetitif dan kebutuhan konsumen yang semakin variatif menuntut perusahaan melakukan transformasi budaya untuk tetap eksis di lingkup bisnisnya.Budaya perusahaan dibangun melalui penyatuan karakter sumber daya manusia (SDM) di dalamnya yang disatukan oleh kesatuan misi, nilai, visi serta makna bekerja.

Transformasi harus selalu di jalankan setiap perusahaan yang ingin berkembang dan meningkatkan keuntungannya.  Masih banyak perusahaan yang tidak melakukan transformasi karena terlalu nyaman di zonanya.

Kisah Sukses Ary Ginanjar Agustian Membangun Budaya Organisasi

ary ginanjar agustian, corporate culture expert, budaya perusahaan

Kunci menjalankan Transformasi adalah Kepemimpinannya, Bagaimana Pemimpin menjadi Energi dan berani melakukan eksekusi dalam menjalankan perubahan budaya perusahaan. Ary Ginanjar Agustian juga telah berhasil melakukan Transformasi Budaya dalam perusahaan sehingga saat ini Jumlah Alumni ESQ  terus meningkat menembus angka 1.700.000 Alumni.

Pasalnya permasalahan perusahaan belum melakukan transformasi adalah keraguan dalam melakukan perubahan sedangkan kondisi pasar tidak pernah stabil. Oleh karena itu pentingnya untuk meresapi arti dari produk yang kita jual, corporate culture yang jelas, Misi dan Visi yang kuat menjadikan Transformasi Budaya adalah cara perusahaan bertahan dan meningkat di era yang serba berkembang.

Tentunya harus selalu di perlukan 3 motivasi secara integral yaitu Material, Emotional dan Spiritual motivasi. Ary Ginanjar Agustian bersama ACT Consulting telah mengembangkan sebuah metode yang dapat melakukan transmormasi budaya dalam waktu yang cepat dan dapat internalisasi kepada setiap karyawan.

Dalam melakukan transformasi budaya perusahaan ACT Consulting memiliki 10 Steps agar transformasi budaya berjalan efektif dan efisien.

 

Sukses Ary Ginanjar Agustian Membangun Budaya Perusahaan 2

Sukses Ary Ginanjar Agustian Membangun Budaya Perusahaan

By Article No Comments

Sukses-Ary-Ginanjar-Agustian-Membangun-Budaya-Perusahaan-1-1024x576

Di balik keberhasilan dan berkembangnya ACT Consulting sebagai konsultan budaya perusahaan terbaik di Indonesia, tentu berdiri sosok yang inovatif. Dialah tokoh pendiri ACT Consulting sekaligus ESQ Leadership Center yang fenomenal, Ary Ginanjar Agustian.

Ary Ginanjar Agustian adalah penulis buku ESQ dan motivator handal. Mantan PNS (Pegawai Negeri Sipil) ini telah berkecimpung dalam dunia bisnis selama lebih dari 20 tahun dengan berbagai macam prestasi dan sukses yang di raih.

Sukses Ary Ginanjar Membangun Budaya Perusahaan yang Kuat

Sukses Ary Ginanjar Agustian Membangun Budaya Perusahaan 2

Menurut Ary Ginanjar Agustian, budaya perusahaan atau corporate culture adalah fondasi kesuksesan jangka panjang sebuah perusahaan. Perusahaan yang mampu bertahan lama di dunia, memiliki fondasi yang kuat dan mengakar yaitu budaya kerja dan sumber daya manusia (SDM).

Ary Ginanjar Agustian yang sukses membangun lembaga SDM ternama di Indonesia ini (ESQ) sering menegaskan bahwa, transformasi pembentukan budaya kerja adalah sebuah proses perubahan dari kondisi saat ini (current culture) menuju kondisi yang di harapkan (desired culture).

Budaya inilah yang mampu menghasilkan revenue lebih tinggi, memiliki kualitas SDM lebih baik, meraih nilai saham lebih tinggi, serta keuntungan bersih yang terus meningkat.

Selama ini Ary Ginanjar Agustian bersama seluruh tim ACT Consulting telah melakukan transformasi budaya perusahaan kepada lebih dari 400 perusahaan baik di Indonesia maupun Malaysia. Bahkan salah satu perusahaan di Malaysia berhasil masuk kedalam daftar Top Fortune 500.

Peran Ary Ginanjar Agustian dan ACT Consulting dalam Membangun Budaya Perusahaan di Indonesia

Sukses Ary Ginanjar Agustian Membangun Budaya Perusahaan 3

Banyak perusahaan di Indonesia yang gagal membangun budaya perusahaan dengan baik. Banyak dari mereka telah merumuskan visi, misi, dan nilainya, namun gagal sehingga mengalami kebangkrutan. Hal itu disebabkan visi, misi, dan nilai hanya ada pada tataran konsep tanpa implementasi, hanya menjadi pajangan dan tidak keluar menjadi perilaku (behaviour).

ACT Consulting hadir dengan solusi yang komprehensif untuk mengatasi masalah tersebut.

Kegagalan dalam membangun visi, misi, nilai perusahaan di antaranya:  pertama, visi, misi, nilai hanya disampaikan secara intelektual sehingga hanya menjadi “knowledge”. kedua, visi, misi, nilai tidak dikaitkan dengan keyakinan individu.  ketiga, karyawan tidak merasakan adanya keselarasan (alignment) antara visi, misi, nilai pribadi dan perusahaan. Oleh karena itu, visi, misi, nilai tidak cukup dirumuskan secara intelektual (iQ) namun harus dikomunikasikan dan ditanamkan juga secara emosional (eQ), dan spiritual (SQ). Spiritualitas bertujuan agar visi, misi, dan value tersebut kepada belief system (system keyakinan) mereka.

Selain itu, dalam membangun budaya perusahaan, setiap korporasi juga harus mampu meningkatkan employee engagement. Bagaimana caranya?

Cara Meningkatkan Employee Engagement Menurut Ary Ginanjar Agustian

Sukses Ary Ginanjar Agustian Membangun Budaya Perusahaan 4

Agar dapat meningkatkan employee engagement, menurut Ary Ginanjar Agustian perlu dilakukan pengukuran terhadap kesehatan budaya organisasi sebagai faktor yang mempengaruhi Budaya yang sehat adalah keselarasan antara nilai-nilai organisasi akan mendorong kohesivitas internal yang kemudian meningkatkan employee engagement serta perbaikan kinerja.

Tingkat keracunan budaya sebuah organisasi disebut sebagai entropi budaya (Toxic Cultute) yaitu energi yang terbuang di tempat kerja untuk hal yang tidak produktif.

Entropi budaya antara lain disebabkan oleh birokrasi yang berbelit, kontrol dan kehati-hatian yang berlebihan, saling tidak percaya, saling menyalahkan, kompetisi internal, ketidakjUjuran, dan sebagainya. Itu semua tergolong racun budaya perusahaan. Riset yang dilakukan Barret Values Center dan Hewitt Associates terhadap 163 organisasi di Australia (2008) menunjukkan korelasi yang kuat antara tingkat entropi budaya dan employee engagement.

Entropi Budaya Perusahaan (Toxic Culture) Menurut Ary Ginanjar Agustian

Sukses Ary Ginanjar Agustian Membangun Budaya Perusahaan 5

Semakin Tinggi Entropi semakin rendah Engagement. Semakin rendah entropi atau semakin rendah racun budaya akan semakin tinggi rasa keterkaitan positif dengan perusahaan.

Permasalahan yang sering terjadi adalah para pemimpin tidak mengetahui berapa tingkat keracunan atau entropi budaya budaya dalam perusahaan dan apa penyebab terjadinya penurunan engagement.

Seperti seorang pasien yang menderita sakit dan ingin berobat, perlu cek laboratorium untuk mengetahui kondisi kesehatan tubuhnya. Berapa tekanan darah dan detak jantungnya, bagaimana kadar kolesterolnya, atau bagaimana kondisi ginjal dan levernya? Dari tes laboratorium itulah akan diketahui apa penyakit yang dideritanya dan apa obat yang diperlukan.

Demikian juga dalam organisasi perusaaan, perlu diukur berapa entropi budayanya, dan apa saja yang telah menjadi racun budaya apakah birokrasi, kejujuran, kompetisi internal yang tidak sehat, tidak ada saling kepercayaan, atau yang lainnya, serta di direktorat mana? Semua harus mampu dibaca secara akurat.

Dengan teknologi assessment budaya modern, sekarang sudah dapat diukur berapa besar entropi budaya dan apa saja jenis racun yang merongrong kesehatan budaya perusahaan. Dengan demikian, dapat diketahui dan disusun langkah-langkah tepat, efektif, dan efisien yang diperlukan untuk meingkatkan engagement karyawan yang selama ini menghantui pikiranpara pemimpin organisasi.

 

ACT Consulting International Pecahkan Rekor Dunia-Muri

Ary Ginanjar Agustian rekor muri assessment center

Alhamdulillah ACT Consulting International – ESQ Group kembali memecahkan rekor Muri, kali ini rekor tingkat dunia. Dengan segala kerendahan hati, kami berhasil memecahkan rekor Survei Budaya Organisasi dengan Peserta Survei dan Lembaga Terbanyak.

Survei Budaya Kerja BerAKHLAK dilakukan kepada seluruh ASN di Indonesia yang berlangsung pada Quartal ke-tiga dan ke-empat (Q3 dan Q4) tahun 2022. Dengan melibatkan 923rb lebih peserta survei dan hampir 600 Kementerian dan Lembaga baik itu pusat maupun daerah. Dan yang mengerjakannya semua Milienial dan Zelenials.
Wow !

Terimakasih atas semua kepercayaan, kerjasama dan dukungan dari semua Kementerian/Lembaga yang diberikan kepada kami.

Salam ASN BerAKHLAK!

Baca Berita Selengkapnya di :

Rekor MURI untuk Kolaborasi KemenPANRB & ACT Consulting International dalam Survei Budaya Organisasi

Transformasi Budaya Perusahaan

Bahaya Entropi Budaya (Toxic Culture)

By Article No Comments

Transformasi Budaya Perusahaan

Dalam wacana ‘Transformasi Budaya Perusahaan’ dikenal istilah Entropi Budaya / Toxic Culture yaitu energi dalam kelompok yang digunakan untuk pekerjaan yang tidak produktif. Entropi budaya mengukur konflik, friksi, dan keputusasaan yang muncul dalam sebuah organisasi atau perusahaan.

Entropi budaya yang disebut juga energi disfungsional, berpengaruh pada kinerja perusahaan. Ketika entropi budaya tinggi, energi yang tersedia untuk produktifitas menjadi rendah, dan berdampak pada kinerja perusahaan juga rendah. Ketika entropi budaya rendah, energi untuk produktifitas menjadi tinggi, dan kinerja tinggi.

Ketika derajat disfungsi atau gangguan dalam suatu organisasi tinggi, karena faktor-faktor seperti pengendalian yang berlebihan, hati-hati, kebingungan, birokrasi, hirarki, kompetisi internal, menyalahkan, jumlah energi karyawan yang harus dikeluarkan untuk menyelesaikan pekerjaan meningkat. Padahal energi yang terlibat dalam mengatasi entropi budaya adalah energi yang tersedia untuk pekerjaan yang produktif.

Sebuah studi yang dilakukan Barrett Values Centre dan Hewitt terhadap 163 organisasi dan perusahaan in Australia pada tahun 2008, menunjukkan korelasi antara entropi dengan pertumbuhan revenue. Dalam jangka waktu tiga tahun tampak jelas korelasinya, makin rendah tingkat entropi maka prosentase pertumbuhan revenue menjadi meningkat. Sedangkan makin tinggi tingkat entropi maka makin rendah pertumbuhan revenuenya.

Entropy Level 3 Year Revenue Growth %
<10% 32.87%
10% – 19% 24.90%
20% – 29% 24.90
>29% 11.39%

Selain menemukan korelasi entropi dengan pertumbuhan revenue, Barrett Values Centre dan Hewitt juga menemukan korelasi positif antara entropi dan staff engagement.Yang dimaksud dengan staff engagement adalah bentuk keterikatan antara pekerja dengan organisasi atau perusahaan yang menaungi mereka. Jika entropi budaya rendah maka enggagement tinggi sedangkan jika entropi tinggi maka engagement rendah.

Cultural Entropy Staff Engagement
Tingkat 1 (Terbaik) 5% 89%
Tingkat 2 8% 76%
Tingkat 3 15% 55%
Tingkat 4 (Terburuk) 21% 40%

Ketika seorang karyawan memiliki engagement yang rendah terhadap perusahaannya, maka ia menjadi tidak termotivasi dalam melakukan pekerjaannnya. Mereka mengeluarkan jumlah energi minimum di tempat kerja. Mereka mengambil istirahat lebih panjang, surfing internet, atau melakukan apapun untuk menghentikan rasa bosan atau membuat waktu cepat berlalu.

Sedangkan karyawan yang memiliki engagement adalah mereka yang sangat termotivasi melakukan pekerjaan mereka. Ketika orang sangat termotivasi, mereka menghabiskan berjam-jam tambahan di tempat kerja, dan berpikir tentang kontribusi mereka bahkan ketika mereka tidak di tempat kerja. Output dari seseorang termotivasi dua kali lebih banyak dari yang tidak termotivasi.

Orang yang memiliki engagement adalah mereka yang merasa selaras dengan nilai-nilai organisasi dan terinspirasi oleh misi atau visi dari organisasi. Visi dan misi yang menginspirasi akan memfokuskan energi semua karyawan kepada arah yang sama dan membuat mereka merasa pekerjaannya bermakna untuk kehidupan mereka. Seorang karyawan yang sangat termotivasi akan memiliki komitmen, antusias dan bersemangat, serta menyentuh tingkat terdalam.

Oleh karena itu penting untuk menjaga agar entropi perusahaan jangan sampai tinggi. Makin tinggi entropi maka makin rendah engagement karyawan, dan pertumbuhan revenue perusahaan pun rendah. Sedangkan makin rendah entropi, engagement karyawan akan meningkat dan pertumbuhan revenue perusahaan meningkat.

Untuk meningkatkan engagement karyawan, maka perusahaan perlu menyelaraskan nilai, visi, dan misi individu karyawan dengan perusahaan. Dengan demikian mereka dapat secara otentik membawa keseluruhan diri mereka untuk bekerja. Dengan nilai-nilai budaya yang selaras maka karyawan akan beresonansi dengan tujuan organisasi.

Sesungguhnya fenomena entropi ini tidak hanya terjadi pada organisasi dan perusahaan, namun juga berlaku dalam skala bangsa. Padahal semakin besar entropi yang disebabkan perpecahan, konflik, persaingan, ketidak jujuran, pelanggaran hukum, dll, maka akan semakin besar kerugian yang akan terjadi. Akankah semua ini dibiarkan?

Oleh: DR. HC. Ary Ginanjar Agustian (Founder ACT Consulting)