Perbadanan Pembangunan Ladang Rakyat Negeri Kelantan (PPLRNK), sebuah BUMD di bawah Pemerintah Negeri Kelantan, resmi menggelar sesi penutup bengkel dan presentasi Financial Mentoring & Strategic Planning bersama ESQ Leadership Center Sdn Bhd Malaysia dan ESQ Corporation pada Sabtu, 8 Agustus 2026.
Sesi pemungkas yang dipandu langsung oleh pakar keuangan sekaligus Penasihat ESQ Corporation, YM Raja Azmi Raja Nazuddin, ini berfokus pada pembahasan arah strategis untuk memperkokoh fondasi finansial dan manajemen organisasi.
Langkah strategis ini terasa makin istimewa dengan hadirnya jajaran pimpinan tertinggi Pemerintah Negeri Kelantan.
Menteri Besar Kelantan, Yang Amat Berhormat Dato’ Panglima Perang Ustaz Dato’ Haji Mohd Nassuruddin bin Haji Daud, hadir langsung memimpin rombongan. Dan disambut hangat oleh Founder ESQ, Ary Ginanjar Agustian.
Beliau didampingi oleh sejumlah pejabat penting, seperti Penasihat Hukum YB Zawawi bin Ghazali, EXCO Kerajaan Negeri YB Dato’ Izani bin Husin, serta Direktur Pertanahan dan Tambang YABhg Dato’ Nik Raisnan bin Daud.
Turut serta dalam agenda penting ini adalah Chief Executive Officer PPLRNK, Dr. Mohd Arpi bin Arifin, beserta jajaran Dewan Direksi dan tim manajemen korporasi.
Agenda kolaborasi internasional ini mengusung tiga misi utama, yaitu memperkuat kapasitas keuangan dan manajemen strategis organisasi, memantapkan perencanaan serta prioritas arah langkah PPLRNK, hingga memacu efisiensi dan keberlanjutan organisasi dalam jangka panjang.
Kehadiran puncak pimpinan Kelantan di Menara 165 Jakarta bukan sekadar penanda berakhirnya sebuah program pelatihan, melainkan bukti nyata komitmen kuat untuk membangun lembaga yang lebih tangguh, berdaya tahan, dan berpandangan jauh ke depan.
Bagi ESQ Corporation dan ESQ Leadership Center Sdn Bhd Malaysia, kerja sama ini menjadi wujud nyata komitmen mereka dalam membawa kepakaran, pengalaman, serta pendekatan transformasi bertaraf internasional kepada para pimpinan dan organisasi di Malaysia.
Sinergi ini diharapkan menjadi batu loncatan yang mengubah ilmu menjadi strategi, strategi menjadi tindakan, dan tindakan menjadi dampak nyata bagi tata kelola yang lebih bijaksana serta berkelanjutan demi kesejahteraan rakyat Negeri Kelantan.
Bupati Kabupaten Mukomuko, H. Choirul Huda, S.H., memimpin langsung delegasi elit Pemerintah Kabupaten Mukomuko untuk mendiskusikan arah baru pembangunan karakter dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di lingkungannya.
Pertemuan tingkat tinggi ini dihadiri secara komplit oleh jajaran pimpinan daerah Kabupaten Mukomuko, yaitu Bupati H. Choirul Huda, S.H., Wakil Bupati Rahmadi, A.B., Sekretaris Daerah Drs. Marjohan, serta Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Mukomuko, Winarno, S.Pd., M.Pd.
Kehadiran seluruh pucuk pimpinan ini bertujuan untuk bersilaturahmi sekaligus berdialog langsung dengan Founder ESQ, Prof. Dr. (H.C.) Ary Ginanjar Agustian (atau yang mewakili).
Inisiasi Alumni dan Misi Menyelaraskan Visi Kepemimpinan
Agenda kunjungan strategis ke Menara 165 ini lahir dari inisiasi murni Kepala BKPSDM Kabupaten Mukomuko, Winarno.
Sebagai seorang alumni pelatihan ESQ, beliau telah merasakan secara langsung manfaat nyata dari pendekatan ESQ yang mengombinasikan kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual dalam membangun karakter kepemimpinan, pola pikir kerja, serta integritas aparatur.
Rasa kagum dan keyakinan mendalam yang dimiliki oleh Winarno terhadap rekam jejak Ary Ginanjar Agustian dalam membangun karakter bangsa menjadi pendorong utama dibaliknya pertemuan penting ini.
Peluang Kerja Sama Strategis Transformasi Pejabat Eselon II dan III
Pertemuan ini memuat potensi kerja sama bisnis dan kemitraan yang sangat strategis antara Pemerintah Kabupaten Mukomuko dengan ESQ dan ACT Consulting International.
Fokus utama dari peluang kerja sama ini difokuskan pada program pengembangan SDM ASN yang diawali dengan rencana pelatihan khusus (training) ESQ bagi para pejabat Eselon II dan Eselon III di lingkungan Pemkab Mukomuko.
Program ini dirancang untuk menjadi pintu masuk utama bagi perombakan budaya kerja birokrasi, penguatan kepemimpinan bermoral, peningkatkan integritas aparatur, hingga perbaikan kualitas pelayanan publik secara merata di Kabupaten Mukomuko.
Melalui dialog langsung di Menara 165, terbangun kesepahaman mengenai pentingnya menanamkan nilai-nilai kepemimpinan berbasis karakter pada jajaran birokrasi daerah.
Kehadiran utuh jajaran pimpinan daerah menunjukkan komitmen kuat bahwa transformasi ASN Mukomuko tidak hanya menyentuh aspek administratif dan teknis semata, melainkan menyasar pada penguatan jiwa, mentalitas, serta etika pelayanan.
Harapan Kolaborasi dan Titik Awal Transformasi Berkelanjutan
Pertemuan antara pimpinan Pemkab Mukomuko dan ESQ ini membuahkan ikatan emosional (chemistry) yang kuat serta kesamaan pandangan mengenai krusialnya pembangunan karakter bagi aparatur negara.
Silaturahmi ini diharapkan menghasilkan dukungan penuh serta persetujuan dari Bupati Mukomuko untuk melanjutkan pembahasan teknis terkait pelaksanaan program pelatihan pejabat Eselon II dan III.
Lebih dari sekadar kesepakatan pelatihan awal, momentum ini diharapkan menjadi pijakan bagi terbentuknya kolaborasi strategis jangka panjang antara Pemerintah Kabupaten Mukomuko, ACT Consulting International, dan ESQ.
Melalui sinergi berkelanjutan ini, Pemkab Mukomuko optimistis mampu mencetak ASN yang berintegritas tinggi, profesional, dan berdedikasi penuh untuk kemajuan daerah serta kesejahteraan masyarakat.
Tantangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di dunia kerja modern resmi dijawab dari Pulau Dewata. Sebanyak hampir 300 praktisi dan pemimpin Human Resources (HR) dari Bali serta berbagai wilayah di Indonesia berkumpul dalam helatan HRConference 2026 yang berlangsung di Renaissance Uluwatu, Bali, pada Sabtu (15/8/2026).
Diprakarsai oleh HR Association (HRA) Bali bersama ESQ Corporation sebagai Strategic Partner, konferensi ini menjadi ajang strategis untuk mengarahkan arah baru transformasi digital yang berpusat pada manusia (human-centered digital transformation).
Kesiapan AI dan Sentuhan Kemanusiaan
Data pra-konferensi dari survei ACT Consulting (bagian dari ESQ) mengungkapkan skor kesiapan yang mengejutkan, yakni mencapai 4.51. Angka ini menandakan para Pemimpin HR di Indonesia telah memiliki tingkat kesiapan yang sangat tinggi untuk mengadopsi AI secara percaya diri.
Puan Rina Sarif, Global Strategic HR Advisor to the President ESQ Corporation, hadir mendobrak panggung lewat keynote speech bertajuk “Humanizing the Digital Future — From Identity to Impact”.
Puan menegaskan pentingnya menjaga karakter, kecerdasan emosional, dan kekuatan spiritual di tengah derasnya arus otomatisasi.
“Melalui Talent DNA Assessment yang dikembangkan oleh Founder ESQ Prof. Dr. (HC) Ary Ginanjar Agustian, organisasi dituntun untuk menavigasi kompleksitas era AI tanpa kehilangan identitas dan nilai dasar kemanusiaan,” ujar Puan.
Sinergi Strategis dan Atmosfer Kolaboratif
Selain pemaparan materi mendalam, ESQ Corporation turut memfasilitasi seluruh peserta melalui penyiapan AI Readiness Survey dan Talent DNA Assessment.
Suasana konferensi yang intens juga dicairkan lewat sesi ice-breaking meriah yang dibawakan oleh Coach Rudy ESQ, menghadirkan koneksi hangat di antara para peserta sebelum masuk ke sesi materi inti.
Acara ini turut diperkaya oleh pandangan para pakar kepemimpinan HR dari institusi ternama seperti Danantara Indonesia, Kopi Kenangan, dan berbagai organisasi terkemuka lainnya.
Melalui kolaborasi ini, ESQ memperkuat posisinya dalam memperluas jejaring bisnis di komunitas HR Bali sekaligus membawa Indonesia memimpin transformasi digital berorientasi manusia di kancah global.
Sebuah terobosan baru dalam pengelolaan lingkungan hidup di Indonesia resmi digulirkan. Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menerima audiensi strategis dari pendiri ESQ, Ary Ginanjar Agustian, pada Rabu, 29 Juli 2026 di Jakarta.
Pertemuan yang berlangsung hangat dari pukul 11.00 hingga 12.00 WIB ini menjadi momentum penting dalam menandai lahirnya arah baru penguatan sumber daya manusia (SDM) di bidang lingkungan hidup, yang menyinergikan aspek teknis, kepemimpinan, hingga pendekatan spiritual.
Dalam audiensi tersebut, jajaran pimpinan KLH hadir secara lengkap, mulai dari Menteri LH Moh. Jumhur Hidayat, Sekretaris Utama Rosa Vivien Ratnawati, Ari Sudjianto (Dep. PPI), Sigit Reliantoro (Dep. TLSDAB), Rasio Ridho Sani (Dep. PPKL), Laksmi Wijayanti (Plt. Dep. PSLB3), Noer Adi Wardojo (SAM Kehati), hingga Mini Farida selaku Kapus PPSDM, dan segenap jajarannya.
Audiensi ini menyoroti satu fakta kunci bahwa keberhasilan berbagai program kelestarian lingkungan tidak lagi bisa hanya mengandalkan regulasi yang ketat atau sistem teknis semata.
Kunci utama keberlanjutan berada pada perubahan mindset dan perilaku manusia itu sendiri.
Untuk menjawab tantangan tersebut, konsep ESQ dinilai sangat menarik dan relevan dalam meningkatkan kapasitas SDM, baik secara internal di lingkungan KLH maupun eksternal.
Dalam kesempatan ini, ESQ memperkenalkan pendekatan pionir bertajuk Environmental Intelligence atau Kecerdasan Lingkungan sebagai pendekatan baru untuk memperkuat kompetensi lingkungan hidup secara holistik.
Diskusi mendalam ini juga membuka peluang kolaborasi yang luas pada sertifikasi Environmental, Social, and Governance (ESG) serta pengembangan Sustainability Beyond Compliance bagi dunia usaha.
Salah satu poin krusial yang dibahas adalah penguatan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER), di mana program ini akan diperkuat melalui pengembangan mindset, kepemimpinan, dan budaya kerja, tidak lagi berfokus hanya pada aspek teknis.
Sinergi antara aspek teknis dan spiritual dalam pelatihan serta sertifikasi SDM ini diharapkan mampu menciptakan dampak sosial yang jauh lebih berkesinambungan.
“Program lingkungan hidup butuh sentuhan karakter dan kesadaran spiritual. Ketika mindset dan budaya kerja terbentuk, kepatuhan terhadap lingkungan bukan lagi beban, melainkan kebutuhan,” ungkap Ary Ginanjar Agustian.
Selain itu, audiensi turut membahas peluang kolaborasi dengan asosiasi Psikologi Industri dan Organisasi (PIO) dengan tetap memperhatikan regulasi psikometri.
Kerja sama ini juga disiapkan untuk mendukung penuh program-program prioritas Menteri, seperti gerakan “Taubat Ekologis” dan program aksi pengurangan sampah plastik.
Sebagai tindak lanjut (Next To Do) dari pertemuan strategis ini, kedua belah pihak sepakat untuk segera menyusun konsep kerja sama antara ESQ dan KLH dalam pengembangan kapasitas SDM bidang lingkungan, sekaligus mengidentifikasi peluang implementasi Environmental Intelligence.
Langkah ini diiringi dengan penyusunan usulan kolaborasi konkret pada beberapa program utama, meliputi Sustainability Beyond Compliance, penguatan PROPER berbasis kepemimpinan, pengembangan kompetensi ESG, serta pelaksanaan program Taubat Ekologis.
Seluruh Rencana Aksi ini nantinya akan dimatangkan melalui penyusunan Memorandum of Understanding (MoU) yang akan menjadi payung kerja sama strategis jangka panjang antara ESQ dan Kementerian Lingkungan Hidup demi mewujudkan kelestarian alam yang digerakkan dari hati dan karakter bangsa.
Momen silaturahmi ini tak sekadar ajang nostalgia sosok pemeran ikonik “Galih” dan “Si Doel”, melainkan membahas agenda besar: menyulap birokrasi Jakarta menuju kemudi Top 50 Global Cities dunia.
Pertemuan yang berlangsung hangat di Ruang Salak Condet, Blok G Lantai 5 Balaikota DKI Jakarta ini merupakan bentuk apresiasi ESQ terhadap komitmen Pemprov DKI Jakarta.
Diskusi strategis ini turut dihadiri oleh jajaran lengkap pimpinan instansi dan dinas terkait di lingkungan Pemprov DKI Jakarta seperti perwakilan BKD, BPSDM, Biro Organisasi dan Reformasi Birokrasi, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas PPKUKM, Biro Kerja Sama, dan lainnya.
Nostalgia Ary Ginanjar: “Dari Galih ke Wagub, Misi Mulia Bang Doel Bikin Bangga”
Dalam kesempatan tersebut, Ary Ginanjar membagikan keharuannya saat bertemu dengan Wagub yang akrab disapa Bang Doel itu.
Ary mengenang perjalanan karier Rano Karno sejak membintangi film legendaris Gita Cinta dari SMA sewaktu dirinya masih berseragam putih-abu-abu, dilanjutkan dengan sinetron fenomenal Si Doel Anak Sekolahan.
“Saya tahu Beliau di film Gita Cinta dari SMA sebagai Galih sewaktu saya SMA. Lalu Si Doel Anak Sekolahan. Eh, sekarang jadi Wagub Pemprov DKI.
Banyak hikmah dan ilmu yang saya dapat dari perjalanan Beliau tentang kepedulian dan cita-cita yang luar biasa. Terima kasih Pak Wagub, semoga visi mulianya menjadikan Jakarta tembus Top 20 Global City menjadi kenyataan. Aamiin,” tutur Ary Ginanjar.
Demonstrasi AI Talent Management & TalentDNA: Revolusi Birokrasi Jakarta
Bukan sekadar pertemuan hangat, audiensi ini diisi dengan pembahasan strategis seputar penguatan integritas serta implementasi Manajemen Talenta berbasis TalentDNA dan kecerdasan artifisial (AI Talent Management).
Sistem canggih ini dirancang untuk memetakan, mengintegrasikan data SDM, serta mengoptimalkan penempatan ASN secara akurat, objektif, dan transparan sesuai prinsip meritokrasi.
Saat demonstrasi langsung teknologi AI Talent Management diperagakan di depan jajaran pejabat DKI, Wakil Gubernur Rano Karno menyambut antusias.
Beliau menilai inovasi berbasis AI ini sangat relevan dan selaras dengan arah transformasi digital serta pengembangan SDM aparatur yang sedang diprioritaskan oleh Pemprov DKI Jakarta.
Fondasi Kuat Menuju Kota Global Dunia
Sinergi antara integritas yang kokoh dan Manajemen Talenta berbasis AI diharapkan menjadi fondasi utama bagi Jakarta dalam melompati peringkat keberhasilan kota-kota besar dunia.
Melalui penempatan talenta yang presisi dan objektif, produktivitas ASN DKI Jakarta dipastikan akan melonjak pesat, diiringi kualitas pelayanan publik yang kian adaptif, profesional, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Langkah awal ini membuktikan komitmen bersama antara Pemprov DKI Jakarta dan ESQ Corp untuk membawa Jakarta tidak hanya masuk dalam jajaran Top 50 Global Cities, tetapi juga menatap optimis target bersaing di jajaran Top 20 Global Cities di masa depan.
FDC Foundation bersama FDC Dental Clinic mengikutsertakan guru serta pimpinan dan staf dalam pelatihan pengembangan karakter bertajuk “Spiritual Awakening: Proses Manusia Menemukan Makna dalam Setiap Kehidupannya” yang digelar pada 25–26 Juli 2026 di Menara 165, Jakarta.
Program tersebut merupakan bagian dari komitmen FDC Foundation dalam mendukung penguatan karakter, kepemimpinan, serta kecerdasan emosional dan spiritual guru sebagai salah satu pilar penting dalam mencetak generasi Indonesia yang berkualitas.
Dalam kegiatan itu, para peserta mengikuti pelatihan bersama sekitar 700 peserta dari berbagai profesi dan institusi.
Selain guru, pimpinan dan staf FDC Dental Clinic juga berpartisipasi untuk memperkuat nilai kepemimpinan, integritas, kolaborasi, serta kecerdasan emosional dan spiritual yang dapat diterapkan dalam lingkungan kerja maupun kehidupan sehari-hari.
Pelatihan menghadirkan pendiri ESQ, Ary Ginanjar Agustian, sebagai narasumber. Melalui berbagai materi, peserta diajak membangun kesadaran diri dengan menyeimbangkan kecerdasan intelektual (IQ), emosional (EQ), dan spiritual (SQ) sebagai bekal menghadapi tantangan dalam kehidupan maupun dunia kerja.
Founder & CEO FDC Dental Clinic sekaligus Founder FDC Foundation, Ita Lestari, mengatakan pengembangan kapasitas guru merupakan investasi sosial yang memberikan manfaat jangka panjang bagi dunia pendidikan.
“FDC percaya bahwa guru memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang sehat, berkarakter, dan percaya diri.
Dukungan pelatihan ESQ ini merupakan bagian dari komitmen FDC untuk memperkuat kapasitas para guru, tidak hanya dalam membangun kecerdasan emosional dan spiritual, tetapi juga dalam menanamkan kebiasaan hidup sehat kepada siswa,” ujar Ita.
Ia berharap para guru mampu menghadirkan proses pembelajaran yang positif dan menginspirasi.
“Kami berharap para guru dapat terus menghadirkan pembelajaran yang positif, menginspirasi, dan melahirkan lebih banyak senyum sehat bagi generasi masa depan,” katanya, melansir dari media massa.
Menurut Ita, peningkatan kapasitas guru tidak hanya berkaitan dengan kompetensi mengajar, tetapi juga pembentukan karakter dan nilai-nilai positif yang akan ditransformasikan kepada peserta didik.
Guru dinilai memiliki peran strategis dalam membangun generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, empati, dan kepedulian terhadap sesama.
Ia menambahkan, melalui program tersebut FDC Foundation berharap para guru memperoleh pengalaman belajar yang dapat memperkuat kepemimpinan, meningkatkan ketangguhan dalam menghadapi tantangan pendidikan, serta memberikan dampak positif bagi lingkungan sekolah dan masyarakat.
“Nilai-nilai yang diperoleh selama pelatihan diharapkan menjadi bekal untuk menciptakan proses pembelajaran yang lebih humanis, inspiratif, dan berorientasi pada pembangunan karakter peserta didik.
Dukungan terhadap peningkatan kapasitas guru menjadi salah satu komitmen berkelanjutan FDC Foundation dalam berkontribusi menciptakan generasi Indonesia yang sehat, berkarakter, dan berdaya saing,” pungkas Ita.
Sebuah langkah revolusioner dalam dunia pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) resmi dimulai di Kota Bekasi. Pemerintah Kota Bekasi menggelar pertemuan strategis dengan pendiri ESQ, Prof. Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian beserta jajaran pimpinan seperti Dr. dr. Kusnanto Saidi, MARS dan Dr. Jhonny.
Pertemuan penting ini menyepakati agenda besar untuk mengubah wajah Kota Bekasi menjadi “Lumbung Talenta Nasional” berbasis teknologi pemetaan minat dan bakat canggih yang dikenal dengan nama TalentDNA – yang diinisiasi oleh Ary Ginanjar.
Kolaborasi ini tidak hanya menyasar sektor pekerja formal, melainkan juga menyentuh akar rumput yang selama ini jarang terjamah secara optimal, mulai dari penyandang disabilitas, generasi muda di tingkat SMP melalui Program GENRE, hingga penyiapan ribuan UMKM dan tenaga kerja di kawasan industri raksasa Bekasi Raya.
Salah satu poin paling mengejutkan sekaligus menyentuh dari hasil kesepakatan ini adalah ditempatkannya kelompok disabilitas sebagai showcase atau percontohan utama.
ESQ bersama Pemkot Bekasi berkomitmen memulai pilot project pemetaan TalentDNA secara gratis di salah satu Sekolah Luar Biasa (SLB) Kota Bekasi. Program ini akan melibatkan langsung para siswa beserta guru pendampingnya.
Pemkot Bekasi dan ESQ menegaskan bahwa pemetaan bakat ini bukan sekadar formalitas di atas kertas.
Seluruh hasil pemetaan TalentDNA pada anak-anak disabilitas akan dianalisa secara komprehensif, di mana anak-anak yang memiliki bakat artikulatif akan diberikan pembekalan khusus seperti Public Speaking dan Bahasa Inggris.
Aksi nyata ini nantinya akan langsung didemonstrasikan di hadapan Wali Kota Bekasi pada agenda puncak 29 Agustus 2026 mendatang, di mana para siswa disabilitas akan menunjukkan bakat terbaik mereka, seperti pembacaan puisi yang didampingi langsung oleh expertnya.
Fokus kerja sama ini bertumpu pada tiga pilar utama. Pilar pertama adalah penyiapan “Bekasi Lumbung Talenta Nasional” melalui pemetaan karakter dan potensi pencari kerja, siswa SMP, hingga percontohan di sekolah disabilitas.
Pilar kedua memuat pengembangan ESQ Halal Hub dan Program Penyelia Halal. Melalui TalentDNA, tim akan mengidentifikasi kandidat yang memiliki kemampuan analitis tinggi untuk dicetak sebagai Penyelia Halal dan Auditor Halal (khususnya memanfaatkan lulusan Ahli Gizi) guna melayani potensi besar di kawasan industri raksasa seperti MM2100 dan Jababeka.
Pilar ketiga berfokus pada penguatan Gen-Z dan penyiapan bonus demografi sejak dini melalui sinergi dengan Dinas Pendidikan untuk jenjang SMP hingga SMA dan SMK.
Guna memantapkan program ini, rangkaian langkah maraton telah disusun rapat. Langkah awal dimulai dari penyampaian Surat Audiensi II dan penyerahan draft MoU “Bekasi Lumbung Talenta Nasional” kepada Wali Kota Bekasi melalui fasilitasi Dr. Kus.
Selanjutnya, tim ESQ langsung bergerak mengeksekusi piloting TalentDNA di sekolah disabilitas, menyusun proposal, serta menyiapkan skenario demonstrasi hasil pemetaan untuk dipaparkan terlebih dahulu kepada Wali Kota sebelum penghujung Agustus.
Rangkaian kegiatan ini akan bermuara pada momen krusial tanggal 29 Agustus 2026. Pada tanggal tersebut, Ary Ginanjar dijadwalkan hadir secara khusus dan naik ke panggung utama untuk meresmikan penandatanganan MoU bersama Wali Kota Bekasi, sekaligus meluncurkan program ESQ Halal Hub secara resmi.
Selain Kota Bekasi, program kolaborasi strategis ini juga dijajaki untuk diperluas ke wilayah Kabupaten Bekasi dengan dukungan Bupati setempat, serta menjajaki potensi kerja sama dengan SPPG.
Melalui langkah komprehensif ini, Pemerintah Kota Bekasi optimistis dapat melompat lebih jauh dalam penyiapan tenaga kerja yang presisi, inklusif, dan adaptif terhadap tantangan zaman, sekaligus memberikan nilai tambah nyata bagi peningkatan kualitas SDM masyarakat Kota Bekasi secara keseluruhan.
Program pemetaan potensi siswa Sekolah Rakyat terus dilanjutkan pada tahun ajaran 2026/2027. Sebagai bentuk dukungan, ESQ Corp menyiapkan sebanyak 100.000 kuota Talent DNA secara gratis guna membantu para siswa mengenali bakat, minat, serta karakter yang dimiliki.
Komitmen tersebut disampaikan Founder ESQ Corp, Ary Ginanjar, saat bertemu dengan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono. Menurut Ary, pemetaan talenta menjadi langkah penting dalam menciptakan ekosistem pengembangan sumber daya manusia yang sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.
Pada kesempatan yang sama, Gus Ipul menjelaskan bahwa Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat mulai dilaksanakan pada 14 Juli 2026 di 19 lokasi dengan jumlah peserta mencapai 5.130 siswa. Pemerintah menargetkan jumlah penerimaan siswa terus meningkat hingga sekitar 45.000 orang pada tahun ini dan lebih dari 100.000 siswa pada tahun berikutnya.
Melalui program Talent DNA, setiap siswa akan memperoleh gambaran mengenai potensi dan kekuatan dirinya sehingga dapat memperoleh pendampingan yang sesuai dengan bakat serta karakter masing-masing. Salah satu peserta, Putri, siswi asal Pontianak, mengaku hasil pemetaan membuatnya lebih memahami kelebihan yang dimiliki dan meningkatkan rasa percaya diri dalam meraih cita-citanya.
ESQ juga memaparkan hasil pemetaan awal terhadap siswa Sekolah Rakyat. Temuan tersebut menunjukkan bahwa mayoritas siswa memiliki karakter seperti tulus, menjunjung kesetaraan, perfeksionis, mudah memaafkan, dan mampu menjaga keharmonisan. Sementara itu, beberapa aspek yang masih perlu diperkuat meliputi intuisi, kepercayaan diri, ketegasan, kemampuan memimpin, serta keterampilan dalam menyampaikan gagasan.
Selain pemetaan talenta, ESQ memperkenalkan konsep AI Coaching Talenta Sekolah Rakyat, yaitu pendampingan berbasis kecerdasan buatan yang dirancang untuk mendukung pengembangan potensi siswa secara berkelanjutan. Gagasan ini mendapat apresiasi dari Menteri Sosial yang menilai bahwa setiap siswa di Sekolah Rakyat memiliki nilai dan potensi yang layak untuk terus dikembangkan sesuai keunikan masing-masing.
Aparatur Sipil Negara (ASN) perlu mengembangkan kepemimpinan yang adaptif agar mampu menghadapi perubahan sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Di tengah dinamika global yang semakin kompleks, birokrasi dituntut tidak hanya menjalankan program pemerintah, tetapi juga menghasilkan kebijakan yang berdampak dan berkelanjutan.
Deputi Bidang Transformasi Pembelajaran Aparatur Sipil Negara Lembaga Administrasi Negara (LAN), Erna Irawati, menilai tantangan di era disrupsi menuntut pemimpin yang mampu mengantisipasi perubahan serta menyiapkan organisasi menghadapi masa depan. Menurutnya, ukuran keberhasilan kebijakan publik kini tidak lagi semata-mata dilihat dari jumlah program yang dijalankan atau besarnya anggaran yang terserap, melainkan dari manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Dalam sesi Insight bertema “ESG for Impact: Kepemimpinan Adaptif di Era Disrupsi”, Erna menegaskan bahwa masyarakat lebih merasakan hasil dari sebuah kebijakan dibandingkan proses birokrasi yang melatarbelakanginya.
Ia menjelaskan bahwa pendekatan Environmental, Social, and Governance (ESG) dapat menjadi landasan bagi instansi pemerintah dalam menyusun dan menjalankan kebijakan. Melalui kerangka tersebut, aspek keberlanjutan lingkungan, manfaat sosial, serta tata kelola yang transparan dan akuntabel dapat berjalan secara seimbang. Dengan demikian, birokrasi didorong untuk bertransformasi dari sekadar memenuhi aspek kepatuhan menuju penciptaan nilai dan dampak yang lebih luas.
Pada kesempatan yang sama, Direktur PT Graha 165 ESQ Group, Dadan Ramdan, mengatakan konsep ESG kini telah berkembang menjadi strategi organisasi dalam menghadapi perubahan yang berlangsung semakin cepat. Menurutnya, kondisi yang penuh ketidakpastian menuntut organisasi memiliki pemimpin yang tangkas beradaptasi, mampu mengambil keputusan secara tepat, serta terus mengembangkan kapasitas diri.
Dadan menilai pemimpin adaptif tidak bersikap reaktif terhadap perubahan, melainkan mampu mengidentifikasi peluang sejak dini dan mempersiapkan organisasi agar tetap relevan di tengah berbagai tantangan.
Ia juga menekankan bahwa penerapan ESG tidak cukup diwujudkan melalui penyusunan laporan keberlanjutan atau dokumen administratif. Keberhasilannya bergantung pada tata kelola organisasi yang baik, budaya kerja yang mendukung, serta komitmen seluruh elemen organisasi dalam mewujudkan manfaat nyata bagi masyarakat maupun lingkungan.
Menutup pemaparannya, Dadan mengajak seluruh peserta menjadikan keberlanjutan sebagai tanggung jawab bersama. Ia mengingatkan bahwa setiap keputusan yang diambil saat ini akan memengaruhi kualitas kehidupan generasi mendatang, sehingga kepedulian terhadap lingkungan dan tata kelola yang baik perlu menjadi bagian dari setiap langkah pembangunan.
Kementerian Koperasi (Kemenkop) resmi memulai langkah megah dalam menata ulang urat nadi ekonomi kerakyatan Indonesia.
Melalui Program Prioritas Nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang digagas langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, sebanyak 30.000 Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) kini digembleng untuk menjadi manajer koperasi yang profesional, akuntabel, dan adaptif.
Acara Pembukaan Peningkatan Kompetensi dan Sertifikasi Manajer KDKMP ini dipusatkan di Gedung Sudirman, Pusat Pendidikan Artileri Medan (Pusdik Armed), Kota Cimahi, Jawa Barat, Jumat (17/7/2026).
Langkah ini menjadi krusial demi memperkuat kepercayaan publik bahwa pengelolaan ekosistem ekonomi baru di tingkat desa dilaksanakan secara komprehensif, berbasis fondasi manajerial yang kokoh dan berkelanjutan.
Namun, ada satu hal yang membedakan pelatihan ini dengan program birokrasi pada umumnya. Pemerintah secara khusus menggandeng Founder ESQ Corp, Ary Ginanjar Agustian, untuk melakukan profiling talenta secara akurat menggunakan teknologi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), yaitu TalentDNA.
Inovasi AI TalentDNA: Memastikan ‘The Right Man on the Right Place’
Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa para calon manajer tidak hanya dibekali dengan keterampilan teknis seperti manajemen keuangan dan tata kelola koperasi.
Kemenkop menaruh perhatian besar pada aspek soft skills termasuk kemampuan komunikasi dan interaksi sosial yang kuat guna menghadapi masyarakat, kepala desa, serta pengurus koperasi di lapangan.
“Hari ini kami dibantu oleh Pak Ary Ginanjar yang menyajikan pengetahuan tentang pentingnya penggunaan TalentDNA. Melalui metode ini, para peserta diprofiling secara tepat sehingga mereka tahu kemampuan personal mereka, apa kelemahan yang harus ditutupi, dan kekuatan apa yang harus ditingkatkan,” ujar Menkop Ferry Juliantono di Pusdik Armed Cimahi.
Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop, Destry Anna Sari, menjabarkan bahwa potret nasional peserta SPPI menunjukkan mayoritas memiliki talenta berorientasi hasil, disiplin, adaptif, dan mampu mengembangkan bisnis.
Namun, ia menyebut TalentDNA berperan penting mendeteksi area komunikasi yang perlu diperkuat selama 13 hari pelatihan intensif (17-31 Juli 2026).
“TalentDNA ini menjadi barometer the right man on the right place. Kami berharap 29 ribu peserta lainnya di seluruh Indonesia segera mengisi TalentDNA mereka agar kita bisa mendapat feedback yang tepat guna mempercepat pencapaian target Indonesia Emas 2045,” tutur Destry.
Kolaborasi Fisik, Mental, dan Manajemen Talenta
Ary Ginanjar Agustian memaparkan bahwa para manajer KDKMP ini pada dasarnya adalah individu-individu cerdas dan jenius. Kolaborasi program ini terbilang istimewa karena menggabungkan tiga pilar utama keberhasilan: mental state dari TNI, misi besar Kemenkop, dan manajemen talenta berbasis AI.
“Pattern atau pola setiap orang itu berbeda. Melalui TalentDNA, kejeniusan mereka diangkat. Ketika mental state yang diajarkan TNI dikombinasikan dengan misi besar Pak Menteri dan pemetaan talenta yang pas, maka akan lahir fondasi masyarakat ekonomi desa yang sangat kuat,” kata Ary Ginanjar.
ESQ menghadirkan TalentDNA, sebuah teknologi pemetaan talenta (talent mapping) berbasis data akurat yang dirancang untuk mengidentifikasi karakteristik unik seseorang melalui 45 talenta spesifik.
Seluruh talenta tersebut diklasifikasikan ke dalam tiga dimensi utama penggerak manusia, yaitu: Drive (motivasi internal), Network (pola interaksi sosial), dan Action (eksekusi kerja).
Melalui pendekatan ilmiah berbasis data ini, TalentDNA membantu pengguna memahami bukan hanya aspek apa yang mereka lakukan, melainkan mengupas tuntas alasan mendasar (the “why”) di balik cara mereka berpikir, mengambil keputusan, serta merespons situasi.
“Peta diri” digital ini memandu individu mengenali area kekuatan optimal (strength), mendeteksi tantangan pribadi yang tersembunyi (blind spot), dan merumuskan cetak biru (blueprint) pengembangan karier, akademik, maupun hubungan interpersonal secara presisi dan percaya diri.
Disisi lain, Ary Ginanjar Agustian menegaskan pentingnya manajemen talenta terhadap 30.000 Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang disiapkan untuk menjadi manajer KDKMP. Pengelolaan potensi ini dinilai menjadi kunci utama dalam membangun fondasi ekonomi kerakyatan.
“Proses manajemen talenta ini akan membentuk para calon manajer KDKMP melalui tiga tahapan krusial, yaitu membangun kemampuan untuk mengenal diri, memahami potensi diri, serta mengetahui kekuatan diri dalam mengelola lingkungan kerja mereka di tingkat desa atau kelurahan,” ucapnya.
AI Coaching: Konseling Interaktif Bersama Mr. Zero AI
Fitur AI Coaching TalentDNA, kehadiran inovasi ini didukung oleh Mr. Zero AI, sebuah asisten virtual berbasis kecerdasan buatan yang bertindak sebagai mentor dan pendamping personal.
Melalui fitur chat interaktif tanpa batas (chatting sepuasnya), pengguna dapat menggali insight mendalam mengenai profil bakat mereka secara instan, fleksibel, dan sangat personal langsung dari genggaman tangan.
Perpaduan harmonis antara Kecerdasan Manusia (Human Intelligence) dan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) ini membuka akses luas bagi masyarakat untuk menikmati pengalaman konseling berkualitas kapan saja dan di mana saja.
Teknologi ini hadir bukan untuk menggeser peran esensial manusia, melainkan sebagai enabler pintar agar setiap individu dapat melampaui batasan geografis dan ekonomi dalam mengenali potensi diri, mengambil keputusan strategis, serta bertumbuh secara berkelanjutan.
Terkait TalentDNA, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemhan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia mengapresiasi keunggulannya.
Ia optimistis penggunaan teknologi TalentDNA dapat membantu para manajer mengoptimalkan potensi keunggulannya dan meminimalkan kelemahan profesinya demi kesejahteraan masyarakat desa.
Testimoni Nyata Lapangan: Dari AI Mengenal Diri hingga Siap Hadapi Risiko
Implementasi teknologi TalentDNA dan materi kepemimpinan ini langsung menuai respons positif dan antusiasme tinggi dari para peserta serta jajaran pelatih di Pusdik Armed Cimahi.
Mega Yucha Barisala (Peserta SPPI): “Adanya TalentDNA ini membuat kami semakin waspada sehingga kami mampu menghadapi risiko-risiko yang akan datang.
Kita jadi lebih memahami kelebihan dan kekurangan diri kita sendiri, lalu bisa melihat juga kekurangan dan kelebihan orang lain.
Sehingga posisi tempat kerja kita nanti pas dan tepat, tidak salah. Walaupun semua orang berpotensi, tapi kalau ditempatkan di tempat yang tidak tepat, itu akan menjadi kekeliruan.”
Siswi SPPI Asal Mojokerto, Jawa Timur: “Saya sangat senang karena sudah diberikan motivasi oleh Pak Ary tentang bagaimana cara jadi pemimpin yang baik, bijaksana, adil, dan mengetahui karakter para anggotanya.
Selain itu, melalui TalentDNA, kita benar-benar belajar cara mengembangkan potensi dari dalam diri kita secara maksimal.”
Brigjen TNI Saripudin (Pusdik Armed): “Alhamdulillah, dengan adanya motivasi dan pemaparan TalentDNAyang disampaikan oleh Bapak Ary Ginanjar tadi, para peserta bisa membangun percaya diri, mengetahui kelemahan, dan bisa segera mengembangkan diri. Untuk teman-teman rekan SPPI, kalian pasti bisa. Jaya!”
Kolonel Ahmad Joko Tri Purnomo (Wadan Pusdik Armed): “Mengenali potensi diri itu sangat penting. Apa yang disampaikan Pak Ary memberikan arah ke depan bagi para calon manajer ini untuk bisa mengeksploitasi kemampuan mereka lagi demi menyukseskan tugas-tugas di masa mendatang.”
Diketahui, dalam acara ini turut mengundang sejumlah pejabat tinggi, di antaranya Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi, Sesmenko Pangan Dr. Ir. Kasan, Kapoksahli Pangdam III/Siliwangi Brigjen TNI Robertson Ismail, Direktur Utama LPDB Koperasi Krisdianto Soedarmono, Sekda Kota Cimahi Dr. Maria Fitriana, serta Kadis Koperasi dan UKM Jawa Barat Dr. Yuke Mauliani Septina.