Skip to main content
All Posts By

admin

OJK Institute, Kesiapan SDM SJK Menyongsong Tahun 2022

By News No Comments

JAKARTA – Telah berlangsung webinar di OJK Institute pada tanggal 9 Desember 2021 melalui platform Zoom Meeting, dengan tema Kesiapan SDM SJK Menyongsong Tahun 2022.

Perhelatan ini dihadiri oleh Imansyah (Deputi Komisioner OJK Institute dan Keuangan Digital), Agus Sugiarto (Kepala OJK Institute), Hikmah Rinaldi (Direktur Pengembangan Sektor Jasa Keuangan), Ni Nyoman Puspani (Analis Eksekutif Senior OJK Institute), serta Ary Ginanjar Agustian (Founder ESQ Group/ACT Consulting).

Peserta webinar kali ini berasal dari insan OJK, industri jasa keuangan seperti perusahaan perbankan, perusahaan pasar modal, perusahaan IKNB dengan total 2.112 peserta.

Dikatakan oleh Ary Ginanjar, bahwa belakangan ini begitu santer mendengar VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) yakni konsep yang menggambarkan derasnya perubahan dan hal‑hal yang diakibatkanya.

“Selain VUCA, ada juga yang namanyaTUNA. Apalagi di era pandemik ini, kala kondisi Turbulent, Uncertain, Novel & Ambiguous. Lalu bagaimana cara kita bisa survive di era disruptif ini?” tanya Ary.

Ribuan peserta terlihat menyimak di balik layar Zoom Meeting, ada juga yang menjawab “Harus inovatif, kerjasama, tingkatkan kualitas diri, bangun relasi, dan lainnya.”

Oleh karenanya, Ary mengatakan bahwa agar bertahan di era seperti ini, insan OJK bersama jajarannya harus memiliki Change Agility (mampu beradaptasi dengan perubahan apapun), Mental Agility (mampu bertahan dalam kondisi apapun), People Agility (mampu kerjasama dengan siapapun), Learning Agility (mampu memahami dan mempelajari hal baru dengan cepat) dan Result Agility (mampu tetap berprestasi dalam kondisi apapun).

Salah satu penulis ternama bernama Jim Collins di bukunya yang berjudul “Good To Great” yang sangat fenomenal pada tahun 2004 mengatakan bahwa setiap saat strategi dan target bisnis dapat berubah apalagi di zaman VUCA era seperti saat ini.

Supaya perusahaan tetap dapat survive dan terus tumbuh berkembang di setiap situasi dan kondisi harus memegang teguh core purpose dan core values seperti kompas dan jangkar.

Saat perusahaan sedang menghadapi goncangan VUCA era maka hanya ada 2 solusinya yaitu kompas dan jangkar. Kompas sebagai penunjuk arah yang akan membuat kita terus melaju ke depan, sedangkan jangkar sebagai penahan agar perusahaan tidak mudah berpindah haluan tetap bergerak mencapai visi meskipun sedang menghadapi badai VUCA era dan pandemi Covid-19 seperti saat ini.

Corporate Culture Specialist Workshop, Bongkar Pentingnya Roadmap Culture Sebagai Pendukung Roadmap Bisnis

By News No Comments

JAKARTA – ACT Consulting menggelar Corporate Culture Specialist (CCS) Workshop secara online melalui Zoom Meeting dan berlangsung pada 15 – 17 Desember 2021. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menyebarluaskan budaya organisasi yang tepat, yang akan mempengaruhi kinerja tim menjadi lebih produktif, solid, dan akhirnya berdampak pada pencapaian target meningkat.

Demi tercapainya harapan tersebut, Rinaldi Agusyana (Trainer lisensi Ary Ginanjar Agustian) memandu puluhan peserta yang berasal dari berbagai kalangan, Instansi, Lembaga seperti Ajinomoto Indonesia, RSCM, BSI, Pelindo Merine Service, Bursa Efek Indonesia, Kementerian LHK, Kemendagri, BKPSDM Karawang, Bank Papua, Timah, Kemendesa PDTT  selama 3 hari berturut–turut dalam pelatihan CCS tersebut.

“Sebelumnya, saya mau tanya dulu apa arti culture bagi bapak dan ibu? Mengapa itu penting? Sampai pak Presiden Jokowi dan pak Erick Thohir canangkan Core Values terbaru,” tanyanya dengan semangat.

Salah satu peserta mengatakan bahwa Culture adalah suatu perilaku yang melekat pada masing-masing pegawai, agar menumbuhkan awareness sehingga bisa diimplementasikan dengan baik.

“Good Job bu. Sebab, budaya organisasi yang tepat dapat menciptakan rasa memiliki dan keterikatan secara emosional para karyawan terhadap organisasi/perusahaan. Alhasil, mereka akan selalu berupaya untuk mengembangkan bisnis menjadi lebih maju,” beber Rinaldi.

Rinaldi juga menjelaskan terkait business transformation yang dimulai dengan terlebih dahulu menyusun rencana strategi, lalu membuat struktur organisasi kemudian dilanjutkan dengan menyusun sistem / proses supaya dapat menjalankan rencana strategi. 

“Namun yang perlu diperhatikan, sehebat apapun struktur organisasi, strategi dan sistem yang disusun jika perilaku pegawai yang bekerja di perusahaan bapak ibu tidak sesuai dengan nilai-nilai budaya organisasi (beliefs) maka business transformation tidak akan dapat berjalan sesuai dengan harapan,” katanya.

Ia juga melanjutkan, “Maka dari itu diperlukan core values & core purpose di perusahaan atau lembaga untuk menentukan bagaimana cara kita meng-organize, cara memimpin, cara me-manage talent dan cara berinteraksi dengan lingkungan sekitar.”

“Serta diperlukan juga roadmap culture sebagai pendukung roadmap bisnis,” sambungnya.

Setelah pelatihan, peserta akan memperoleh sertifikat resmi (Certified Culture Specialist) dari BNSP, jika telah menerapkan ilmu dan praktik yang terangkum dalam portofolio.

5 Vitamin untuk Insan Kemkominfo, Doddy Setiadi: Ada Vitamin Motivasi dari Pakarnya yaitu Pak Ary Ginanjar

By News No Comments

“If we talk about management, we talk about human behaviour and human institution” 
Peter F Drucker. 

JAKARTA – Doddy Setiadi, Inspektorat Jenderal Kemenkominfo hadir dan memberikan kata pengantar dalam acara Seminar Motivasi. Acaranya digelar pada Selasa (11/01/2022) di Novotel Bogor Golf Resort & Convention Center. 
Seminar kali ini dipandu langsung oleh pakar pembangunan karakter, Ary Ginanjar Agustian yang juga CEO ESQ Group. 

Doddy mengatakan bahwa, “Kali ini ada vitamin motivasi dari pakarnya yaitu Pak Ary Ginanjar. Beliau adalah salah satu motivator dari Indonesia juga.”

“Harapannya dengan diberikan vitamin motivasi dalam pembangunan karakter ini dapat menstimulus peningkatan kapasitas aparatur pengawas internal pemerintah Kemkominfo,” ucap Doddy kepada 144 insan Kemkominfo yang rata-rata kaum milenial. 

Ia juga berharap materi yang dipaparkan Ary Ginanjar dapat membangkitkan semangat serta motivasi pegawai. 
“Ini merupakan kegiatan di awal tahun untuk memberikan energi baru di lingkup Kemkominfo. Karena sekarang kita tengah memasuki tahun ke 2 era transformasi digital nasional. Ke depannya akan semakin banyak tantangan. Untuk itu kita persiapkan segalanya sedini mungkin,” ungkap Itjen Kemkominfo. 

Diketahui salah satu tujuan dari perhelatan ini adalah untuk mewujudkan Itjen menjadi strategic partner and trusted advisor. Kemudian kebutuhan akan pengawasan yang efektif, sehingga diperlukan pembangunan karakter aparatur pengawas. 
Oleh karenanya, Ary menghimbau bahwa, “Di era disrupsion ini kita tidak hanya mengandalkan kompetensi saja. Tapi harus punya 5 super agility dan kapabilitas diri,” kata Ary. 

Ary beberkan 5 vitamin atau super agility kepada insan Kemkominfo agar bisa survive dalam kondisi apapun bahkan hingga puluhan tahun ke depan. 

5 super agility itu antara lain, CHANGE AGILITY (Mampu beradaptasi dengan perubahan apapun), MENTAL AGILITY (Mampu bertahan dalam kondisi apapun), PEOPLE AGILITY (Mampu kerjasama dengan siapapun), LEARNING AGILITY (Mampu memahami dan mempelajari hal baru dengan cepat) dan RESULT AGILITY (Mampu tetap berprestasi dalam kondisi apapun). 

Adapun para pimpinan bersama jajaran dari Kemkominfo yang hadir kali ini yakni Cecep Ahmed Feisal (Sekretaris Inspektorat Jenderal), Syaharudin (Inspektur I), Ivan Santoso (Inspektur II), Nizam W (Inspektur III), Fajar Budiantoro (Inspektur IV), Eselon I, Eselon II, Koordinator, SubKoordinator, Pengendali Teknis, Ketua Tim dan seluruh aparatur pengawas internal Kemkominfo.

Wapres RI Ma’ruf Amin Bertemu Ary Ginanjar Agustian di Kediamannya, Ternyata Ini Alasannya!

By News No Comments

JAKARTA – K.H. Ma’ruf Amin, Wakil Presiden ke-13 Republik Indonesia adakan pertemuan dengan Founder ESQ Group, Ary Ginanjar Agustian di Jalan Pangeran Diponegoro, Menteng, Jakarta pada Rabu (5/1/2022).

Di awal tahun baru ini, Wapres RI jalin silaturahmi bersama sang Tokoh Motivator Indonesia yang ditemani oleh Iggi (Sekjen Masyarakat Ekonomi Syariah (MES)).

Di dalam ruangan yang nampak elegan dan rapi itu, mereka saling bercengkarama dengan sangat santai namun penuh makna. Pertemuan mereka juga tetap mematuhi protokol kesehatan dan sudah di swab dengan hasil negatif atau non reaktif.

Ma’ruf Amin yang juga Ketua Dewan Syari’ah ESQ itu memberikan dukungan penuh terhadap program Ber-AKHLAK.
“Alhamdulillah terimakasih Pak Kyai sudah mendukung program Ber-AKHLAK . Insya Allah 27 Juli kami tunggu kehadirannya di acara Ber-AKHLAK AWARD 2022,” kata Ary.

Kepanjangan dari Ber-AKHLAK itu sendiri yakni Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif. Core Values ASN ini adalah sebuah panduan dalam berfikir, berstruktur dan berperilaku. Sedangkan employer branding ASN yaitu bangga melayani bangsa yang berperan sebagai jiwanya, moto, penyemangat. Menerangkan bahwa dalam bertugas, ASN ini selalu bangga melayani bangsa.

Core Values ASN telah diluncurkan secara resmi oleh Presiden RI Joko Widodo, secara virtual, yang bertepatan dengan Penetapan Hari Jadi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) tanggal 27 Juli 2021.

“Dengan mengucap bismillahirahmanirahim, saya luncurkan Core Values ASN Ber-AKHLAK dan employer branding ASN bangga melayani bangsa,” ucap Presiden Jokowi.

Adapun beberapa Kementerian atau Lembaga yang sudah berkolaborasi dengan ESQ Group dan support dalam Program Ber-AKHLAK ini yakni Kemenkes, Kemendagri, Kemensetneg, Kementan, Kemenko Marves, KemenPANRB, dan lainnya.

Tak terasa diskusi dan silaturahmi berjalan hampir dua jam. Kemudian mereka mengabadikan momen dengan berfoto bersama. Nampak senyuman manis menghiasi bibir mereka, ditambah dengan pakaian batik yang mendominasi.
“Bersyukur Kyai masih terlihat sehat dan bugar. Diskusi ringan dan berisi tak terasa dilalui hingga hampir dua jam. Kami doakan Kyai sehat selalu, diberikan kekuatan dalam mengemban amanah serta dibimbing setiap keputusannya,” harap Ary.

Penyebaran Ilmu 165 di Lingkup BSI dan PELINDO dari ACT Consulting

By News No Comments

“This is my mission, that is my calling, that is my Grand Why.” – Ary Ginanjar Agustian

JAKARTA – PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) dan Bank Syariah Indonesia (BSI) saling berkolaborasi bersama ACT Consulting. Oleh karenanya, telah digelar acara dengan tema PELINDO Renewable One Spirit pada Kamis 16 Desember 2021 melalui Zoom Meeting dan Youtube Bank Syariah Indonesia.

Deden Durachman (Regional CEO PT BSI), Banu Astrini (Group Head Layanan SDM PT Pelindo), Ary Ginanjar Agustian (President of ACT Consulting), dan Lucky Afriansyah (Business Plan and Evaluation DH FHG PT BSI) berkesempatan hadir meski tak saling bertatap muka.

“Walaupun BSI dan Pelindo adalah sebuah perusahaan yang berbeda, yang satu dari bidang pelabuhan dan yang satunya dari bidang finansial dan spiritual berkah. Namun ada 1 kesamaan dari kalian wahai insan Pelindo dan BSI, ada yang tahu?” tanya Ary kepada ratusan peserta di Zoom dan ratusan viewers dari Youtube.

Terlihat dari kolom chat atau peserta yang open mic, serentak mereka mengatakan bahwa Core Values AKHLAK-lah yang membuat mereka semakin bersinergi dan memiliki spirit yang membara.

“Oke benar sekali, maka dari itu saya akan bagikan ilmu matrix yang dikenal sebagai Grand Why atau ilmu 165, agar Pelindo dan BSI menjadi role model dengan mengimplementasi Core Values AKHLAK,” sambungnya.

Menurut Ary, ‘Grand Why’ yang dimaksudkan adalah visi tertinggi ketika kita sudah menemukan meaning dan puspose dalam hidup. Dan ketika para peserta menemukan Grand Why mereka, maka akan muncul pengorbanan dan kesiapan menghadapi segala tantangan, mereka akan terus maju dan bahagia di situasi sesulit apapun.

“Mengapa Anda selalu gelisah dalam hidup? Jika kalian memiliki meaning and purpose dalam hidup atau Anda sudah mencapai level 7 di ESQ Matrix, maka level 1 sampe 6 akan Anda raih semuanya. BSI dan Pelindo di sini akan the best,” papar Ary kepada peserta sambil menunjukkan ke angka 7 atau grand why.

“AKHLAK dan Grand Why itu seperti suami istri. AKHLAK itu adalah istri dan Grand Why adalah suami. AKHLAK (Core Values Perusahaan) itu jangkar sedangkan Grand Why (Core Purpose) adalah kompas. Jangkar itulah yang membuat kita kuat ketika terbawa oleh gelombang. Sedangkan kompas itulah tujuan kita,” tambahnya.