Skip to main content
All Posts By

admin

Partner In Culture Transformation

Unggul Hingga Puluhan Tahun Ke Depan, Pimpinan Bank Papua Pegang Komitmen untuk Memajukan Ribuan Pegawainya dan Masyarakat Papua

By News No Comments

Bank Papua gandeng ACT Consulting dalam training Change Sponsor Batch 2. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari pada tanggal 14-15 Februari 2022 secara hybrid. Fokus utamanya yaitu untuk membangun komitmen terkait pentingya budaya organisasi dan perannya sebagai change sponsor.

Diketahui, kegiatan ini diikuti oleh para pimpinan selevel Komisaris dan Direktur dari Bank Papua. Pimpinan yang hadir secara offline di Grand Hyatt Hotel antara lain T.E.A Herry Dosinaen (Komisaris Utama), Dortheis Sesa (Komisaris), Nataniel Dominggus Mandacan (Komisaris), F. Zendrato (Direktur Utama), Sadar Sebayanh (Direktur Bisnis). Sedangkan pimpinan lainnya melalui zoom meeting. Mereka semua di pandu langsung oleh Coach Rinaldi dan Coach Risman (Trainer Lisensi Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian)).

“Hari ini kita komitmen untuk mencapai purpose kita atau tujuan kita. Baik itu secara misi atau menjawab alasan mengapa Bank Papua ini dibangun. Sedangkan secara visi yaitu menjawab akan seperti  apa Bank Papua 5 atau 10 tahun ke depan. Itulah komitmen jika ingin mengubah 2700 pegawai kita,” tutur F. Zendrato dengan sikap optimis.

Selanjutnya, penandatanganan komitmen sebagai tanda kesungguhan leaders  Bank Papua dalam bertransformasi menjadi lebih baik lagi. Untaian kalimat yang tertera pada papan komitmen tersebut yakni, “Kami pimpinan Bank Papua berkomitmen menjalankan dan mengimplementasikan budaya perusahaan dan menjadi transformasional leaders dalam mewujudkan visi misi Bank Papua.

Founder ESQ Group/ACT Consulting, Ary Ginanjar Agustian turut menjadi saksi mata dalam penandatanganan tersebut, “Mereka baru saja mengikuti training atau pelatihan tentang leadership. Dengan kesungguhan hati mereka, mereka tanda tangan komitmen itu. Hal inilah yang menjadi tanda bahwa mereka sungguh sungguh akan membagikan kembali ilmu yang didapat serta mengimplementasikannya kepada masyarakat Papua.”

“Saya sudah mendengar kesungguhan mereka untuk membangun Bank Papua serta masyarakatnya mengenai ekonomi, sosial dan lainnya. Kami mohon ketulusan dan dukungan Anda sepenuh hati serta doa supaya impian mereka menjadi kenyataan, membuat mereka menjadi bank terdepan di Indonesia,” harap Tokoh Pembangunan Karakter itu.

Tak hanya datang sebagai saksi penandatanganan komitmen pimpinan Bank Papua saja, Ary juga membagikan ilmu yang ia punya dengan tujuan mendukung visi misi Bank Papua.

“Sebelumnya saya tanya dulu 4 hal yang biasa disebut TABB. TABB kependekan dari Thing we have learnt (Hal yang didapatkan), Action to take (Perubahan yang akan dilakukan), Barrier to our action (Hambatan dalam melakukan perubahan) dan Benefit if we can manage that (Manfaat apabila berhasil melakukan). Ada yang ingin sharing?” tanya Ary.

Semua peserta pelatihan kebagian untuk mengutarakan pendapatnya masing-masing. Termasuk sang Dirut Bank Papua.

“Hal yang didapatkan dari pelatihan ini salah satunya adalah saya bisa mengetahui nilai diri saya sendiri. Kemudian untuk menjawab pertanyaan kedua adalah kita sadar bahwa semua orang punya talenta yang berbeda, namun alangkah hebatnya apabila perbedaan itu dijadikan dalam satu kesatuan untuk kemajuan perusahaan Bank Papua,” paparnya dengan ekspresi yang penuh dengan kesungguhan.

Ia melanjutkan, “Namun ingat, semua itu pasti ada hambatan dan tantangannya. Tapi tantangan itu bisa kita lalui ketika kita menggabungkan semua talenta talenta menjadi suatu kekuatan penuh kerendahan hati dan tidak ada egosentris. Maka Bank Papua bisa maju terus dan bisa bersaing dengan Bank Bank lain.”

“Good, apabila bisa berubah, maka yang mereka lakukan akan memberikan dampak besar terhadap Bank Papua. Karena Bank Papua adalah agen perubahan,” ucap Ary dengan takjub.

Meskipun kegiatan ini dilakukan dari pagi hingga sore, tapi tidak mengurangi semangat serta antusiasme para peserta training. Karena mereka mendapatkan ‘asupan’ hiburan dengan senam ringan beserta alunan musiknya yang dipandu oleh Risman. Sehingga insan Bank Papua itu melontarkan tanggapan positifnya:

“Saya bersyukur, terimakasih Pak Ary yang luar biasa telah membuka hati kami, telah memberikan influence ke Bank Papua ke depan. Saya juga siap berkontribusi, hati saya sudah terkoneksi dengan orang Papua terutama anak-anak mudanya. Saya siap bangkitkan mereka.”

“Kami merasa bangga dan terharu. Ternyata hari ini sangat luar biasa karena Pak Ary bersama jajarannya mencintai Papua serta berkomitmen bersama kami dalam memajukan Bank Papua, untuk rakyat Papua dan untuk tanah Papua.”

“Terimakasih waktu yang telah disediakan untuk kami mengikuti pelatihan ini. Secara pribadi dan sebagai anak Papua, saya menyatakan bangga dengan adanya pelatihan ini dan memberikan inspirasi serta semangat komitmen bagi saya untuk bersama sama memajukan Bank Papua dan demi kesejahteraan masyarakat Papua secara umum.”

“Saya bersyukur kepada Tuhan karena diberikan kesempatan mengikuti kegiatan ini. Dan terimakasih kepada Pak Ary serta tim yang telah memberikan, mentransfer ilmu kepada kami terutama soal kepemimpinan. Kami akan kembali menjabarkan itu di Bank Papua.”

Sebagai informasi, kegiatan ini berlandaskan kerjasama antara Bank Papua dengan ACT Consulting. Kegiatan yang telah dilaksanakan yaitu Change Leader dan AOC sedangkan rencana ke depannya Bank Papua akan ikutserta dalam program OCHI 2022, Change Leader, AOC, CMS dan lain-lain.

BoD-2 PLN Dibekali Leadership Management Training oleh ACT Consulting, Ary Ginanjar Agustian: 7 Energi yang Menjadi Bahan Bakar Diri

By News No Comments

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) gandeng ACT Consulting untuk menyelenggarakan Leadership Management Training selama 3 hari berturut turut pada 5-7 September 2022 secara offline. Puluhan BoD-2 PLN dipandu langsung oleh Coach Ramdhani dan Coach Saeful (trainer lisensi Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian). Ajang ini sebagai Pembelajaran Executive Education (EE II) bagi PLN UPDL Jakarta.

Dalam kesempatannya, Ary Ginanjar berkenan untuk menyapa para peserta Executive Education II (EE II) LMT UPDL Jakarta melalui Zoom Meeting. Ia mengatakan sangat senang mendengar hymne dan mars PLN dinyanyikan, sehingga membuatnya semakin semangat. Serta mengucapkan terimakasih atas kepercayaan dan kolaborasinya hingga angkatan 3 ini.

“Mudah mudahan bisa membantu teman teman untuk menentukan 3 hal. Karena dalam bekerja atau dalam hidup selalu ada 3 yang dicari yakni kebahagiaan, ketenangan, karir atau performance. Pertanyaannya, bagaimana caranya supaya kita berhasil meraih 3 hal itu? Banyak orang yang tidak paham apa itu energi pembangkitnya,” ucapnya kepada petinggi PLN.

Menurutnya, PLN itu adalah energi listrik untuk menggerakan Indonesia, untuk menggerakan industri, untuk memberikan energi (kepada rumah tangga, RS, sekolah, ke berbagai lembaga, dan lainnya). 

“Kita tahu cara mengelola energi dari pusat pembangkit listrik, tenaga air, angin, batu bara semuanya adalah sumber energi yang kemudian memutarkan turbin dan akhirnya menjadi energi listrik. Pertanyaan berikutnya adalah tahukah kita bagaimana memutar turbin energi diri supaya kita juga bisa terang dan bercahaya,” tutur sang Penulis Buku AKHLAK BUMN itu.

“Oleh karenanya hari ini bersama coach ramdhani bapak dan ibu akan belajar bagaimana dalam diri kita juga ada energi batu bara, energi SDA, nuklir dalam diri kita. Kita akan belajar 7 energi yang menjadi bahan bakar diri,” lanjutnya.

Ary menjelaskan dari energi yang paling rendah dan paling murah namun tidak tahan lama yaitu energi tingkat 1 yakni kepastian (untuk mencari gaji), energi tingkat 2 yakni tantangan (untuk menjalankan hobi atau dalam menghadapi cobaan), energi tingkat 3 yakni eksistensi diri (eksis di mata keluarga, teman, masyarakat), energi tingkat 4 yakni cinta dan relasi (untuk mendapat pertemanan), energi tingkat 5 yakni perkembangan.

“Coba perhatikan baik-baik energi dari tingkat 1 sampai 5 apakah abadi atau tidak? Stabil atau tidak?” tanya Ary.

Rata rata dari insan BUMN tersebut serentak menjawab tidak abadi dan tidak stabil. 

“Sekarang coba lihat energi yang keenam yaitu kontribusi sedangkan tingkat ketujuh adalah meaning and purpose (grand why). Level ini lebih stabil dan abadi karena energi ini pengabdian atau misi kita kepada Tuhan lalu berkontribusi dengan menerangi negara. Oleh karenanyaz energi untuk hati PLN mulailah dengan energi 6 dan 7 maka energi 1 sampai 5 akan mengikuti dengan sendirinya. Sehingga Anda menjadi orang yang bahagia dan tenang,” papar Ary yang sedang dalam perjalanan itu.

Pendiri Gedung 27 lantai di Menara 165 itu turut mendoakan Imam Bari’ Wafa’ul Wafa’ selaku Manager PLN UPDL Jakarta agar sehat selalu dan menjadi Direktur di PLN. 

“Terimakasih Pak Ary atas waktu dan doanya. Kami bersyukur akan bersama ACT Consulting selama 3 hari ke depan. Ini program dilakukan secara bertahap. Setelah mengikuti LMT dan dinyatakan lulus, bapak dan ibu akan lanjut ke Individual Talent Development Program (ITDP). Ini biasanya untuk MA. Tapi saya yakin bapak dan ibu juga akan menjadi MA,” katanya.

Kehadirannya juga sekaligus untuk meresmikan perhelatan tersebut, “Dengan ini untuk batch 17 kita buka secara resmi. Selanjutnya akan saya serahkan kepada coach Ramdhani dan coach Saeful. Semoga sehat terus sampai program ini selesai, dan lanjut ke program ITDP.”

Coach Ramdhani pun menjelaskan bahwa kegiatan ini sebagai upaya untuk meningkatkan Kompetensi, Agility dan Capacity para leaders PLN, Para leaders PLN akan merasakan spiritual experience, sehingga mendorong menjadi pribadi yang lebih baik. Terakhir adalah agar Leaders PLN menjadi role model dalam penerapan core Values AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif) yang telah dicanangkan oleh Menteri BUMN, Erick Thohir.

Sore harinya, para pimpinan PLN diajak ke panti asuhan Wisma Karya Bakti di Depok. Kunjungan itu sebagai bentuk untuk merasakan spiritual experience (mereka membuat kegiatan di lembaga sosial). Dalam hal ini, mereka akan berkolaborasi dengan tim ESQ Kemanusiaan.

Modal Besar dari Gubernur Bank Indonesia dan ESQ untuk Para Pimpinan BI di Masa Depan (Spiritual Revival)

By News No Comments

Mengingat sekarang manusia hidup di Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) dimana jaman yang serba berubah ubah, tak menentu, tak ada kepastian dan lainnya. Untuk menghadapi era yang terjadi saat ini, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mempersiapkan ‘pasukannya’ sebaik dan sedini mungkin. Salah satunya adalah dengan mengikutsertakan setiap insan BI untuk join di pelatihan Spiritual Revival.

Training ini hasil kolaborasi dengan tim ESQ (ACT Consulting). Tujuan training ini adalah untuk membentuk karakter calon pimpinan masa depan Bank Indonesia yang Religius. Training Spiritual Revival ini adalah program pembekalan pembentukan karakter sebagai rangkaian dari Program BI Religi yang dicanangkan oleh Perry Warjiyo sejak pertama kali menjabat.

Oleh karenanya,  telah berlangsung kembali Sekolah Pimpinan Utama Bank Indonesia (Sestabi) Angkatan 8 yang di dalamnya mempelajari dan memahami apa itu Spiritual Revival. Ada sekitar 38 orang (para calon deputi) yang menjadi peserta pelatihan. Acara tersebut dilaksanakan pada tanggal 4 Oktober 2022 di Ruangan Daan Mogot, Gedung D, Bank Indonesia.

Dalam kesempatannya, Ary Ginanjar Agustian (Founder ESQ Group) menyapa para peserta melalui zoom meeting. Ia mengucapkan terimakasih kepada Perry beserta jajarannya, karena baginya Bank Indonesia sebagai ujung tombak kekuatan finansial bangsa Indonesia ini, telah mempercayakan pembangunan karakter karyawan dan transformasi budaya kerja pada ACT Consulting (ESQ) dalam program mewujudkan BI Religi.

“Pak Perry itu adalah alumni ESQ juga. Beliau menjadi Alumni ESQ di Washington pada tahun 2009. Dan Alhamdulillah di tahun 2018 beliau sudah menjadi Gubernur Bank Indonesia. Nah di sini kita jabarkan terkait cara berfikir dan mindsetnya beliau, melihat leadershipnya. Kalau dari gambar ini, kira kira beliau berangkat dari atas ke bawah atau dari bawah ke atas?” tanyanya sambil membagikan sebuah gambar yang diberi judul ESQ Matrix.

Terlihat dan terdengar dari layar zoom meeting, bahwa insan BI rata rata menjawab dari atas ke bawah yaitu berangkat dari Grand Why. Urutan dari Grand Why itu di antaranya harus memiliki meaning and purpose dalam hidup (tahu siapa saya, dimana saya, dan mau kemana saya), berkontribusi, dan mengalami perkembangan, mendapat cinta serta relasi, sehingga jadi eksis dengan sendirinya, siap menghadapi segala tantangan, dan kepastian (gaji, penghasilan) akan mengikuti.

“Ada 3 alasan untuk menjadi seorang pemimpin. Yang pertama adalah strong why, Anda memimpin dengan mencari kepastian dan karna Anda merasa tertantang untuk memimpin. Yang kedua adalah big why, Anda memimpin karena demi eksistensi diri, cinta dan relasi, mendapatkan rasa pertemanan dan kekeluargaan, berkembang dan lainnya,” tutur Pria yang mengaku sudah mengajar selama 25 tahun (akademisi) itu.

Lebih lanjut, “Dan yang terakhir atau alasan ketiga yaitu dorongan untuk menjadi seorang pemimpin yakni karena the grand why. Grand Why itu adalah ketika kita memahami siapa, dimana, dan akan kemana kita dalam kehidupan ini. Lalu kita akan berkontribusi dalam hidup sebanyak banyaknya kepada masyarakat.”

Menurutnya, dengan pelatihan bersama ESQ inilah Perry ingin mempersiapkan ‘pasukannya’ untuk menjadi pemimpin yang berangkatnya dari The Grand Why (dari atas). Berangkatnya itu di mulai dari menemukan makna dan tujuan di hidup ini lalu ada dorongan yang begitu besar untuk berkontribusi setiap harinya ketika insan BI memimpin.

“Selain ESQ Matrix, untuk menghadapi era VUCA ini kita harus membuat bangunan SDM BI di masa depan. Ada atap, tiang dan fondasi. Atapnya itu kompetensi, dan tak cukup jika hanya itu. Harus diperkuat dengan 5 tiang atau super Agility yaitu change agility, mental agility, people agility, learning agility, result agility,” papar sang pendiri ACT Consulting itu.

Ditambahkan, Ary berkata, “Untuk punya agility, Anda harus mempunyai penampang hati yang luas atau dinamakan dengan capability. Nah disitulah letaknya Spiritual Revival, modal besar untuk masa depan pimpinan Bank Indonesia. Terus sebarkan ilmu ini kepada adek adek kalian agar siap menjadi pemimpin di tahun 2045.”

“Saya senang sekali, bisa bertemu dengan calon pimpinan pimpinan masa depan Bank Indonesia. Mudah mudahan suatu saat nanti Anda akan menjadi pimpinan yang betul betul jadi teladan bangsa Indonesia. Dan semoga BI menjadi sebuah lembaga yang lebih dihormati, lebih disegani dan bermanfaat untuk bangsa dan negara,” tutupnya.

Usai mendengarkan paparan dari pendiri Menara 165 itu, acara dilanjutkan oleh kadernya yaitu Coach Iman G Herdimansyah (trainer ESQ).

“Seperti yang disampaikan oleh Gurunda kami, Pak Ary, beruntungnya menjadi pemimpin di BI karena selalu dibekali dengan Spiritual Revival untuk menemukan serta menguatkan The Grand Why, yakni Meaning & Purpose dalam memimpin,” katanya.

Sebagai informasi, program ini adalah program pembentukan karakter atau Personal Transformation Program pada diri karyawan baru di lingkungan Bank Indonesia. Salah satu yang dibahas adalah tentang makna bekerja, nilai bekerja sebagai Ibadah dan lainnya.

Kuatkan Fondasi ASN, Pemkab Beltim Launching Core Values BerAKHLAK

By News No Comments

Untuk mewakilinya, Ary Ginanjar Agustian (Founder ESQ Group) kirimkan kadernya yang bernama Bramanto Wibisono dan Putra untuk hadir dan menjadi saksi atas prosesi Launching Budaya Kerja ASN BerAKHLAK di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung Timur (Beltim). Kegiatan berlangsung di Auditorium Zahari MZ, pada hari Rabu 29 November 2023.

Perhelatan ini menjadi salah satu pembuktian adanya keseriusan dari Pemkab Beltim dalam membangun fondasi budaya ASN yang berintegritas dan profesional.

“Sebelum digelarnya acara hari ini, telah berlangsung internalisasi sosialisasi budaya kerja ASN BerAKHLAK di Pemkab Beltim untuk para pejabat Eselon 2 dan fungsional. Alhamdulillah, acara berjalan dengan luar biasa. Kemudian saat launching dihadiri juga oleh para guru-guru,” ungkap Pria yang biasa disapa Bram.



Bram, yang juga seorang pakar hypnotherapy ESQ bersertifikat BNSP itu sampaikan hal menarik selama kegiatan berlangsung.

“Menariknya adalah bahwa Belitung Timur memiliki satu slogan yaitu satu hati membangun negeri. Slogan itu akan berjalan dan tercapai apabila setiap ASN-nya memahami tentang nilai-nilai yang ada di dalam hatinya.

Nilai-nilai murni, nilai-nilai mulia yang tercantum di dalam BerAKHLAK. Dan nilai-nilai mulia inilah yang terimplementasikan di dalam perilaku-perilaku kerjanya,” papar Bram.

Lebih lanjut, “Sehingga ketika ASN telah menjalankan nilai-nilai BerAKHLAK ini, maka visi misi Pemkab Belitung Timur yaitu satu hati membangun negeri akan tercapai.”




Launching Budaya Kerja ASN BerAKHLAK ini ditandai dengan pemukulan gong oleh salah satu perwakilan Kepala Sekolah bersama Bupati Beltim Burhanudin didampingi Forkopimda Kabupaten Beltim, Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Beltim, Asisten III Bidang Administrasi Umum dan para Kepala Perangkat Daerah teknis terkait.

“Peluncuran Budaya Kerja ASN BerAKHLAK di Kabupaten Beltim ini bertujuan untuk menyeragamkan nilai-nilai dasar bagi seluruh ASN di Beltim, sehingga dapat menjadi fondasi budaya kerja ASN yang berintegritas dan profesional,” ucap Aan sapaan akrab Burhanudin.

Dikatakan Aan, momentum ini tidak hanya sekedar launching atau pun sebagai sebuah jargon yang hanya menjadi hiasan saja, tetapi ASN berAKHLAK ini harus melekat dalam setiap diri pribadi ASN.

“Karena itu tidak mudah untuk merubah mindset dan paradigma kita walaupun secara keyakinan agama yang kita anut tentunya kita paham akan tanggung jawab dunia dan akhirat atas apa yang kita lakukan,” kata Aan.

Menurut Aan, BerAKHLAK yang mencakup beberapa nilai, seperti berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif, menjadi pengingat agar ASN memiliki orientasi yang seragam dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.



“Setiap ASN harus mempunyai orientasi yang sama yaitu memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat. ASN bukan pejabat yang justru minta dilayani, melainkan harus mempunyai jiwa untuk melayani masyarakat,” kata Aan.

Kombinasi Sempurna untuk Pemprov DKI Jakarta Jadi World Class Government, Ary Ginanjar: AI Talent Management Direkatkan dengan Grand Why

By News No Comments

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengundang Ary Ginanjar Agustian (Founder ACT Consulting International-ESQ) dalam rangka pelaksanaan Penganugerahan Implementasi Peningkatan Budaya Kerja BerAKHLAK di Lingkungan Pemprov DKI Jakarta pada Kamis, 26 September 2024 di Ruang Pola, Grha Ali Sadikin lantai 2, Balai Kota Pemprov DKI.

Ary Ginanjar duduk bersebelahan dengan Afan Ardiansyah (Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah DKI Jakarta), Yayan Yuhanah (Kepala Biro Organisasi dan Reformasi Birokrasi Setda DKI Jakarta), para kepala dinas serta petinggi lainnya.

Penganugerahan tersebut diselenggarakan sebagai apresiasi, upaya membangun semangat dan komitmen seluruh pimpinan perangkat daerah terhadap budaya kerja ASN yaitu BerAKHLAK. Acara ini juga merupakan tahapan ke 6 dari 7 tahapan dalam penguatan budaya kerja ASN BerAKHLAK Pemprov DKI Jakarta.

Implementasi semboyan BerAKHLAK mencakup tujuh tahapan penguatan budaya kerja ASN: 7 tahapan tersebut di antaranya internalisasi, penyelarasan sistem, pengukuran baseline, penyusunan dan implementasi agenda perubahan, pemantauan dan evaluasi, pemberian penghargaan dan apresiasi, serta penguatan secara berkelanjutan.

“Terima kasih atas dukungan semua kepala perangkat daerah untuk terus meningkatkan budaya kerja BerAKHLAK ini,” kata Kepala Biro Organisasi dan Reformasi Birokrasi Setda DKI Jakarta Yayan Yuhanah di awal sesi.

Dikatakan olehnya bahwa penilaian ini terhadap ASN di lingkungan Provinsi DKI Jakarta ini mengacu dari hasil survei atau Organization Culture Health Indeks serta Pengukuran Budaya Organisasi Pemprov DKI Jakata Tahun 2024 yang tertinggi. Survei tersebut diukur oleh ACT Consulting International-ESQ.

“Sesuai hasil survei yang dilakukan oleh ACT Consulting menunjukkan peningkatan untuk tahun 2024 budaya kerja BerAKHLAK di Pemprov DKI Jakarta. Di tahun 2023 kita berada di rata-rata 60,2% kemudian di tahun 2024 menjadi 64,9%,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, Afan Ardiansyah mengucapkan, “Terimakasih banyak untuk Pak Ary Ginanjar yang berkenan hadir dan memberikan pencerahan. Acara ini telah dilakukan survei oleh ACT Consulting terlebih dulu selama 7 hari dari tanggal 10-16 Juli 2024.

Saya berharap penghargaan dan apresiasi terhadap implementasi budaya kerja menjadi salah satu elemen penting dalam penguatan budaya kerja khususnya di wilayah Jakarta.”

Dia mengatakan penghargaan dan apresiasi merupakan upaya strategis dalam memastikan nilai-nilai budaya kerja tidak hanya dipahami tetapi juga diimplementasikan dengan baik.

“Budaya kerja adalah sikap serta perilaku individu dan kelompok yang didasari atas nilai-nilai yang diyakini kebenarannya dan telah menjadi sifat serta kebiasaan dalam menjalankan tugas dan pekerjaan masing-masing.

Budaya kerja yang dimaksud yakni BerAKHLAK, menggambarkan sikap dan etos kerja yang harus dijunjung tinggi oleh setiap aparatur sipil negara (ASN) dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik,” paparnya.

Kini giliran sesi dari Ary Ginanjar dalam meningkatkan core values ASN BerAKHLAK di Pemprov DKI Jakarta.

“Selamat atas pencapaiannya, saya tahu ini tidak mudah, tetapi Pemprov DKI Jakarta berhasil membuktikannya bahwa core values ASN BerAKHLAK sudah serius diimplementasikan,” puji Ary di hadapan para Kepala Dinas Pemprov DKI Jakarta yang rata-rata ternyata alumni ESQ 20 tahun lalu.

Namun, katanya, tak hanya sampai di sini, Pemprov DKI Jakarta harus bisa menjadi World Class Government. Seperti contohnya, hotel yang berkelas dunia pelayanannya yaitu Accor Group, 100 tahun umurnya salah satunya Ritz Carlton. Karena Horst Schulze katakan, “Getting customers is not the most important, but select people to fulfill a dream and serve a purpose.”

“Agar bisa berkelas dunia kuncinya 2 yakni purpose dengan niatnya grand why (ikut training ESQ), serta paham talenta kita dan tim. Untuk memilih orang, kita harus tahu siapa dan bagaimana dengan TalentDNA atau talenta fit, itu sudah ada aturannya di KemenPANRB nomor 3 Tahun 2020 tentang manajemen talenta ASN,” kata Ary.

Lebih lanjut, “Dan saya ingin mempersembahkan AI Talent Management untuk Pemprov DKI sebagai Pemprov pertama agar menjadi role model manajemen talenta corporate culture kelas dunia. Meskipun dari tingkat Pemkab sudah dilakukan oleh Badung Bali, AI Talent Management dikorelasikan dengan SIMALEN (Sistem Informasi Manajemen Talenta).

Al Talent Management bukan sekedar platform tapi merupakan strategi unggulan yang dirancang untuk meningkatkan performa perusahaan melalui manajemen talenta yang terintegrasi, real-time, akurat, cepat, efektif dan berbasis data. Dengan memastikan setiap karyawan ditempatkan di posisi yang tepat, mengembangkan keterampilan kritis, dan mengakselerasi pertumbuhan individu, solusi ini memaksimalkan potensi SDM Anda.”

Al Talent Management bisa mengidentifikasi 3 fit (Talent Fit, Job Fit, Culture Fit). Talent Fit (TalentDNA, artinya kecenderungan seseorang berperilaku, bertindak dan merasa yang mempengaruhi bagaimana ia merespon dan mengambil keputusan secara natural dan spontan).

Job Fit (TalentDNA X Kompetensi, dalam artian penyelarasan talenta alami individu dengan kompetensi pekerjaan). Culture Fit (TalentDNA X Budaya, dalam artian penyelarasan talenta alami individu dengan nilai-nilai budaya kerja organisasi BerAKHLAK).

Semua itu direkatkan dengan grand why (niat luhur sebagai ASN). Mengapa TalentDNA ini harus Anda ketahui? Karena hanya ada 1 Anda di muka bumi.

TalentDNA = 119 OctaDecillion (119 x 10^57) atau 2 OctaDecillion adalah jumlah “atom” dalam satu matahari artinya perlu 60 matahari untuk menjelaskan kemungkinan personality manusia berdasarkan TalentDNA seseorang,” beber Ary Ginanjar.

Pria yang mengaku pernah menjabat ASN selama lebih dari 7 tahun itu menambahkan, “Dengan ketahui 3 fit tersebut, saya berharap bisa melahirkan SDM atau ASN yang 3 E (Ease, Enjoy, Excellent).”

Adapun dalam acara penghargaan tahun ini, sebanyak 113 unit kerja perangkat daerah zona integritas berpartisipasi dan dari jumlah ini terdapat lima terbaik.

Urutan lima terbaik ini yakni Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia DKI Jakarta (peringkat satu), Badan Kepegawaian DKI Jakarta (peringkat dua), Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta (peringkat tiga), Dinas Sosial DKI Jakarta (peringkat empat), dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) DKI Jakarta.

Apa yang dirasakan para pemenang penganugerahan core values BerAKHLAK ini? Beberapa testimony dari pemenang sebagai berikut :

Premi Lasari (Kepala Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta) sampaikan, “Hari ini alhamdulillah Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta menerima penghargaan termasuk ke dalam 5 perangkat daerah di lingkungan Pemprov DKI Jakarta dengan core values BerAKHLAK.

Mudah-mudahan penghargaan ini menjadi motivasi dan pemacu semangat bagi kami seluruh pegawai dinas sosial Provinsi DKI Jakarta dalam meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.

Hari ini juga kami mendapatkan input tambahan energi dari Bapak Ary Ginanjar Founder ESQ, kebetulan saya alumninya di tahun 2003. Ilmu itu bisa diterapkan dalam keseharian saya dan mudah-mudahan saya bisa memimpin organisasi ini menjadi lebih baik.

Kami mendapatkan masukan dari Pak Ary Ginanjar, untuk meningkatkan core values BerAKHLAK, ada 3 hal yang harus diperhatikan yaitu talent fit, job fit dan culture fit. Dimana semuanya terintegrasi dalam grand why. Jika semua dilakukan, itu bisa meningkatkan kualitas kami dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat selaku ASN.”

Adapun yang diungkapkan oleh para pimpinan dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) DKI Jakarta, yang hadir hari ini di antaranya Iwan Kurniawan, Indarini Ekaningtiyas, Lindawati dan lainnya.

Indarini Ekaningtiyas (Kepala UUPMPTSP Jakarta Selatan) tuturkan, “Dalam menerapkan pelayanan kepada masyarakat dan dunia usaha bahwa kita selalu mendekatkan kepada masyarakat dan menerapkan pelayanan yang excellent, jadi zero delay zero complain.

Dan kita juga mengarahkan kepada pelanggan atau konsumen adalah bagaimana kita memberikan solusinya terkait dengan ASN BerAKHLAK. Tadi juga ASN BerAKHLAK ini dikuatkan lagi dengan penyampaian materi dari Pak Ary Ginanjar, kita juga akan menginvestasikan kepada jajaran teman-teman di PTSP Jakarta Selatan agar konsisten memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.”

Lindawati (Unit Pengelola Penanaman Modal, PTSP) katakan, “Adanya core values BerAKHLAK ini mengingatkan bahwa Jakarta sebagai kota global yang nanti akan menjadi pusat ekonomi dan bisnis tentunya sebagai ASN itu sangat penting untuk menerapkan core values BerAKHLAK.”

Iwan Kurniawan ucapkan, “Alhamdulillah kami mendapat penganugerahan ini. Terimakasih Pemprov DKI Jakarta dan Pak Ary Ginanjar atas paparannya terutama terkait dengan TalentDNA yang mungkin akan memotivasi kami di DPMPTSP untuk mengkolaborasikan tim sesuai dengan talentanya (kekuatan dalam diri).”

Agar semakin spektakular, acaranya dimeriahkan oleh Musical Comedy (tentang Budaya Kerja) oleh Mudy Taylor, Abang None Provinsi DKI Jakarta, Expressia Music (Band).

Wamenkes, Pemprov & Dinkes DKI Jakarta Menilai AI Talent Management Sangat Berguna Bagi Layanan Kesehatan yang Mendukung Budaya Kerja BerAKHLAK

By News No Comments

Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono dan Sekda Provinsi DKI Jakarta, Marullah Matali bersama jajaran melihat langsung penyerahan hasil survey budaya kerja BerAKHLAK serta pemetaan manajemen talenta dengan AI Talent Management di jajaran Dinkes Provinsi DKI Jakarta oleh Founder ACT Consulting International (ESQ) Ary Ginanjar Agustian kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Ani Ruspitawati.

Momentum itu dilakukan saat perayaan Hari Kesehatan Nasional ke-60 tingkat Dinkes DKI Jakarta yang bertema ‘Gerak Bersama, Jakarta Berdaya’ pada tanggal 11 November 2024 di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Pusat.

Diketahui, Pemprov & Dinas Kesehatan DKI Jakarta bekerjasama dengan ACT Consulting International dan UAG University (ESQ)dalam melakukan survey kesehatan budaya BerAKHLAK & Manajemen Talenta dengan Artificial Intelligence (AI) Talent Management yang keduanya telah memiliki HAKI. 

Telah disampaikan oleh Ary Ginanjar serta tim kepada Dinkes Pemprov DKI Jakarta bahwa survey BerAKHLAK menggunakan top of mind survey (bukan dengan skala likert) sehingga lebih objektif yaitu dengan memilih perilaku yang sering dialami, dilihat & dirasakan oleh pegawai yang berkenaan implementasi budaya kerja BerAKHLAK. 

Sedangkan untuk Manajemen Talenta dengan AI Talent Management, ESQ berkolaborasi dengan Lintasarta (Indosat Group) menggunakan teknologi AI Talent Management yang canggih yaitu GPU NVIDIA dari Amerika & Keamanan data yang terjaga karena menggunakan Cloud yang dibuat & disimpan di dalam negeri.

Dengan AI Talent Management, bisa mengidentifikasi 3 Fit (Talent Fit, Job Fit, dan Culture Fit) bisa lebih cepat, akurat, dan efisien, khususnya untuk insan kesehatan yang ada di Dinkes DKI Jakarta.

Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono

Wamenkes Dante mengatakan, “Saya ucapkan terimakasih kepada ESQ yang dipimpin oleh Pak Ary Ginanjar, atas dukungannya terhadap program-program kesehatan di Pemprov DKI Jakarta khususnya. 

Diharapkan dengan adanya dukungan-dukungan dari pihak swasta dan stakeholder yang terkait secara inklusif, maka kesehatan menjadi tanggungjawab bersama. 

Dalam artian tidak eksklusif milik Kementerian Kesehatan baik daerah maupun pusat serta Dinas Kesehatan, tapi juga harus mengikutsertakan seluruh elemen masyarakat.”

Karena menurutnya, kesehatan adalah tanggungjawab individu, sedangkan pemerintah akan menyediakan fasilitas kesehatan yang mumpuni, dan akan melakukan edukasi yang maksimal, serta melakukan kegiatan promotif dan prevensif yang baik.”

Sekda DKI Jakarta, Marullah Matali

Disampaikan juga oleh Sekda Marullah Matali, “Pak Ary Ginanjar dan tim terimakasih sudah mensupport kami full, apa yang bapak persembahkan tadi mudah-mudahan bisa mencerminkan Jakarta ke depan menyongsong menjadi Global City. 

Kemudian, telah dilakukan penandatanganan perjanjian kerjasama untuk implementasi pemanfaatan TalentDNA guna mendukung budaya kerja BerAKHLAK di lingkungan Dinkes Provinsi DKI Jakarta. 

Menurut saya ini sebuah program yang sangat bagus sekali, dan Pemprov DKI Jakarta sangat menyambut baik program ini Pak Ary. Kerjasama ini diharapkan dapat memperkuat integritas, profesionalisme, dan produktivitas seluruh pegawai dalam memberikan layanan terbaik kepada masyarakat.”

Marullah Matali melanjutkan, “Saya juga turut mengapresiasi kepada jajaran ESQ yang dipimpin oleh Pak Ary Ginanjar terkait survey budaya kerja BerAKHLAK. 

Khusus untuk ASN, budaya kerja BerAKHLAK itu sangat baik sekali. Saya berharap ke depan ketika budaya kerja BerAKHLAK benar-benar diterapkan akan semakin berdampak baik bagi Pemprov DKI Jakarta khususnya. 

Terutama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Saya juga berharap, ESQ terus memberikan semangat kepada kita semua.”

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati

Di moment Hari Kesehatan Nasional yang ke-60, kata Ani Ruspitawati, salah satu yang dikembangkan oleh Dinas Kesehatan DKI Jakarta yakni melakukan penilaian terhadap implementasi budaya kerja BerAKHLAK.

“Kami sepenuhnya didukung oleh ACT Consulting atau ESQ yang telah memiliki tools untuk melakukan pengukuran terhadap implementasi core values BerAKHLAK. 

Tentu ini menjadi sesuatu yang sangat penting untuk kita bisa lebih maksimal menerapkan budaya kerja BerAKHLAK dan terus memperbaikinya,” tuturnya dihadapan para pimpinan RSUD, Puskesmas, dan UPT se Jakarta.

Ani meneruskan ucapannya, “Pengembangan SDM juga menjadi perhatian besar dari dinas kesehatan dan sebagai salah satu upaya pengembangan SDM kami juga memperkenalkan pedoman manajemen talenta bagi tenaga fungsional yang kami siapkan pada tahun ini khusus untuk para dokter dan perawat sebagai pedoman dalam mengidentifikasi, mengembangkan dan mempertahankan SDM-SDM yang berbakat di dalam organisasi.

Dalam pengembangan kompetensi SDM dan budaya kerja kami sepenuhnya didukung oleh ACT Consulting International dan ESQ. Melaporkan bahwa kami juga telah bekerjasama dengan ACT Consulting International dalam implementasi pemanfaatan TalentDNA yang berbasis pada teknologi AI Talent Management.”

Hal tersebut untuk mendukung pelaksanaan budaya kerja BerAKHLAK dan juga untuk mendukung Dinas Kesehatan DKI Jakarta melakukan mapping terhadap talenta manajemennya.

“Tentu ini sesuatu atau akses yang sangat memberikan kemudahan buat kami bisa mengimplementasikan manajemen talenta yang dikeluarkan oleh KemenPANRB, mengingat jumlah jabatan dan jumlah personal yang bekerja Dinkes ini sangat beragam dan sangat banyak maka AI tentu akan memberikan kemudahan yang sangat baik buat kami. 

Agar kami bisa tepat memposisikan insan kesehatan di tempat yang tepat dengan melakukan mapping terhadap 3 Fit (Talent Fit, Job Fit, Culture Fit),” paparnya.

Pemprov & Dinkes DKI Jakarta mengapresiasi upaya dan dedikasi seluruh pengelola fasilitas kesehatan (faskes), baik rumah sakit, puskesmas, maupun tenaga medis dalam melayani kesehatan masyarakat Jakarta.

Sekda Provinsi DKI Jakarta, Marullah Matali bersama Ani Ruspitawati dan Ary Ginanjar memberikan penghargaan kepada Puskesmas Pesanggrahan sebagai peringkat pertama UKPD dengan indeks implementasi BerAKHLAK terbaik.  

dr. Amel (Plt Ka Puskesmas Pesanggrahan) mengucapkan, “Terimakasih kepada Pak Ary Ginanjar dari ACT Consulting atas penghargaan yang sudah diberikan kepada kami. Dengan BerAKHLAK ini kami bisa mewujudkan pelayanan yang lebih baik lagi di Puskesmas Pesanggrahan terhadap masyarakat. 

Tentunya ini akan memotivasi dan penyemangat bagi teman-teman di Puskesmas Pesanggrahan, untuk bisa terus berkomitmen menjalankan nilai nilai dasar ASN ini.”

Sedangkan juara 2 nya adalah Puskesmas Cengkareng dan juara 3 diraih oleh UPT Laboratorium Kesehatan Daerah. 

Adapun penghargaan lainnya juga diberikan kepada Wilayah yang telah secara aktif berperan untuk keterlibatan komunitas di dalam berbagai upaya pengendalian penyakit menular (untuk kampung siaga TBC, kampung bebas jentik, dan kampung bebas asap rokok). 

Penghargaan selanjutnya diberikan kepada seluruh jajaran dalam peran aktif, kerja cerdas dan kerja ikhlasnya. 

Gerakan-gerakan yang amat sangat mendukung kemajuan tingkat kesehatan serta mendukung kesuksesan Jakarta sebagai Kota Global. Transformasi kesehatan takkan terwujud tanpa transformasi budaya kerja ASN BerAKHLAK insan kesehatan menuju Jakarta go global.

Perayaan Hari Kesehatan Nasional ke-60 Tingkat Dinkes DKI Jakarta

Ani Ruspitawati mengatakan, momentum peringatan HKN ke-60 bertepatan dengan peluncuran JakConnected oleh Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta.

Ini merupakan sebuah sistem manajemen layanan rujukan terintegrasi berbasis kompetensi untuk memastikan warga mendapatkan layanan kesehatan terbaik dengan lebih cepat dan mudah.

Peringatan HKN juga terdiri dari berbagai kegiatan untuk menjaga kesehatan fisik dan mental warga Jakarta. Rangkaian kegiatan dimulai pada 9 November 2024, meliputi kegiatan olahraga, seni, dan sosial, termasuk lomba gerak jalan  kreasi, stand-up comedy bertema kesehatan, karaoke, line dance, serta pembuatan konten video singkat dengan tema promosi kesehatan.

Peringati HKN Ke-60, Dinkes DKI Jakarta Apresiasi Puskesmas Pesanggrahan: Raih Juara 1 Indeks Implementasi BerAKHLAK Terbaik

By News No Comments

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Ani Ruspitawati didampingi oleh Sekda Provinsi DKI Jakarta Marullah Matali dan President ESQ (ACT Consulting International) Ary Ginanjar Agustian untuk memberikan penghargaan kepada Puskesmas Pesanggrahan sebagai peringkat pertama UKPD dengan indeks implementasi BerAKHLAK terbaik.  

Penghargaan tersebut diserahkan pada perayaan Hari Kesehatan Nasional ke-60 Tahun 2024 bertema ‘Gerak Bersama, Jakarta Berdaya’ yang dihadiri oleh Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono.

Pemprov & Dinkes DKI Jakarta mengapresiasi upaya dan dedikasi seluruh pengelola fasilitas kesehatan (faskes), baik rumah sakit, puskesmas, maupun tenaga medis dalam melayani kesehatan masyarakat Jakarta. 

dr. Amel (Plt Ka Puskesmas Pesanggrahan) mengucapkan, “Terimakasih kepada Pak Ary Ginanjar dari ACT Consulting atas penghargaan yang sudah diberikan kepada kami. Dengan BerAKHLAK ini kami bisa mewujudkan pelayanan yang lebih baik lagi di Puskesmas Pesanggrahan terhadap masyarakat. 

Tentunya ini akan memotivasi dan penyemangat bagi teman-teman di Puskesmas Pesanggrahan, untuk bisa terus berkomitmen menjalankan nilai nilai dasar ASN ini.”

Sedangkan juara 2 nya adalah Puskesmas Cengkareng dan juara 3 diraih oleh UPT Laboratorium Kesehatan Daerah.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati mengatakan bahwa, salah satu yang dikembangkan oleh Dinas Kesehatan DKI Jakarta yakni melakukan penilaian terhadap implementasi budaya kerja BerAKHLAK.

“Kami sepenuhnya didukung oleh ACT Consulting atau ESQ yang telah memiliki tools untuk melakukan pengukuran terhadap implementasi core values BerAKHLAK. 

Tentu ini menjadi sesuatu yang sangat penting untuk kita bisa lebih maksimal menerapkan budaya kerja BerAKHLAK dan terus memperbaikinya,” tuturnya dihadapan para pimpinan RSUD, Puskesmas, dan UPT se Jakarta.

Ani meneruskan ucapannya, “Pengembangan SDM juga menjadi perhatian besar dari dinas kesehatan dan sebagai salah satu upaya pengembangan SDM kami juga memperkenalkan pedoman manajemen talenta bagi tenaga fungsional yang kami siapkan pada tahun ini khusus untuk para dokter dan perawat sebagai pedoman dalam mengidentifikasi, mengembangkan dan mempertahankan SDM-SDM yang berbakat di dalam organisasi.

Dalam pengembangan kompetensi SDM dan budaya kerja kami sepenuhnya didukung oleh ACT Consulting International dan ESQ. Melaporkan bahwa kami juga telah bekerjasama dengan ACT Consulting International dalam implementasi pemanfaatan TalentDNA yang berbasis pada teknologi AI Talent Management.”

Hal tersebut untuk mendukung pelaksanaan budaya kerja BerAKHLAK dan juga untuk mendukung Dinas Kesehatan DKI Jakarta melakukan mapping terhadap talenta manajemennya.

“Tentu ini sesuatu atau akses yang sangat memberikan kemudahan buat kami bisa mengimplementasikan manajemen talenta yang dikeluarkan oleh KemenPANRB, mengingat jumlah jabatan dan jumlah personal yang bekerja Dinkes ini sangat beragam dan sangat banyak maka AI tentu akan memberikan kemudahan yang sangat baik buat kami. 

Agar kami bisa tepat memposisikan insan kesehatan di tempat yang tepat dengan melakukan mapping terhadap 3 Fit (Talent Fit, Job Fit, Culture Fit),” paparnya.

Dipaparkan juga oleh Ani, ada penghargaan lainnya yang diberikan kepada Wilayah yang telah secara aktif berperan untuk keterlibatan komunitas di dalam berbagai upaya pengendalian penyakit menular (untuk kampung siaga TBC, kampung bebas jentik, dan kampung bebas asap rokok). 

Penghargaan selanjutnya diberikan kepada seluruh jajaran dalam peran aktif, kerja cerdas dan kerja ikhlasnya. 

Dinkes Provinsi DKI Jakarta juga memberikan penghargaan kepada RT 07/02, Kelurahan Tanjung Duren Selatan, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat sebagai juara dua dalam kategori Inisiatif Pembentukan Kampung Bebas Asap Rokok tingkat Provinsi DKI Jakarta.

Lurah Tanjung Duren Selatan, Indri Prawiji mengaku bangga atas keberhasilan membentuk Kampung Bebas Asap Rokok (KBAR) di RT 007, RW 02. Menurutnya, keberhasilan ini berkat dukungan dan komitmen warga dalam menjaga lingkungan bebas asap rokok.

“Inisiatif Kampung Bebas Asap Rokok bertujuan menciptakan lingkungan yang sehat dan aman dari paparan asap rokok. Program ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Wali Kota Jakarta Barat, Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, Camat Grogol Petamburan, Ketua RW 002, Ketua RT 007, serta warga setempat,” ujar Indri, melansir dari media massa.

Gerakan-gerakan yang amat sangat mendukung kemajuan tingkat kesehatan serta mendukung kesuksesan Jakarta sebagai Kota Global. Transformasi kesehatan takkan terwujud tanpa transformasi budaya kerja ASN BerAKHLAK insan kesehatan menuju Jakarta go global.

Kemendag Launching Core Values BerAKHLAK, Zulkifli Hasan: Filosofi Saat Kita Bekerja

By News No Comments

Telah berlangsung Launching Core Values ASN BerAKHLAK di lingkup Kementerian Perdagangan (Kemendag) pada 25 Oktober 2022 secara hybrid di Gedung Utama Kemedag dan Zoom Meeting. Dari Zoom Meeting hadir sekitar 3 ribu ASN Kemendag, sedangkan yang hadir secara luring yaitu para eselon 1 dan eselon 2.

Dr. (H.C) H. Zulkifli Hasan, S.E., M.M. (Menteri Perdagangan RI) join secara luring di Gedung Kemendag sekaligus meresmikan peluncuran nilai nilai dasar ASN BerAKHLAK di lingkup Kemenag.

Dalam ruangan tersebut hadir pula Abdullah Azwar Anas, M.Si. (Menteri PANRB), dan Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian (Founder ESQ Group). 

“Saya tidak akan bicara soal BerAKHLAK karena nanti akan disampaikan langsung secara tepat oleh Pak Ary Ginanjar. Tapi di sini saya akan bicara kepada saudara tentang filosofi saat kita bekerja ini,” ucapnya.

Ia kembali bertutur, “Beberapa kali saya sudah sampaikan kepada eselon 1, kita sepakat bahwa negeri kita ini proses berbangsa dan bernegara ini dengan proses demokrasi. Sesungguhnya pemilik negeri ini adalah seluruh rakyat Indonesia. Sebab kedaulatan ada di rakyat itu.”

Dihubungkan dengan Core Values BerAKHLAK, tujuannya adalah mengingatkan kita bahwa saat bekerja kita harus memihak kepada rakyat itu. Itu yang paling penting, kata Menteri Perdagangan.

“Agar mereka lebih makmur, lebih sejahtera dan lainnya. Sehingga seperti visi yang dicita citakan bersama yaitu Indonesia Emas 2045 bisa terwujud. Oleh karena itu, kita sebagai pejabat pemerintah birokrasi sudah seperti mesin. Tapi dampaknya itu yang paling penting, berdampak kepada rakyat,” lanjutnya.

Selanjutnya, Ary Ginanjar menyampaikan, “Saya akan menyimpulkan dengan 1 slide apa yang disampaikan oleh Pak Menteri agar mudah untuk dipahami. Pertama, yang disampaikan oleh Pak Menteri adalah bagaimana strategi strategi itu bisa memberikan dampak.”

Pria mantan ASN 7 tahun itu menerangkan, “Artinya pak menteri punya visi misi yang harus diterapkan itu adalah target targetnya. Serta punya misi yang harus terus dijalankan. Dan ada leaders yang akan menjalankan.”

Sebelumnya, Menteri Perdagangan sudah menyampaikan target targetnya namun yang paling bawah dari slide (yang dimunculkan oleh Ary) adalah kinerja. Impact yang dikatakan Menteri Perdagangan agar dirasakan langsung oleh masyarakat. 

“Pak menteri juga punya yang namanya strategi, struktur dan sistem, itu yang dijalankan. Lalu beliau mengelola SDM atau budaya kerja agar semuanya memberikan dampak kepuasan masyarakat akan pelayanan dari pejabat negara,” lanjutnya.

Sebagai tindaklanjut telah dicanangkannya Core Values ASN BerAKHLAK dan Employer Branding Bangga Melayani Bangsa oleh Presiden RI Joko Widodo pada 27 Juli 2021, Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah melakukan pengukuran AKHLAK Culture Health Index (ACHI) di lingkup Kemendag.

Tujuan dilakukannya ACHI adalah untuk memberikan gambaran bagaimana kondisi budaya kerja di Kemendag sehingga hasil pengukuran tersebut dapat dijadikan sebagai pedoman dalam implementasi Core Values BerAKHLAK selanjutnya. 

Drs. Suhanto, M.M (Sekjen Kemedag) menyampaikan hal tersebut saat Launching Core Values ASN BerAKHLAK dan Employer Branding Bangga Melayani Bangsa.

“Dari hasil pengukuran ACHI di Kemendag adalah berada pada kategori B (cukup sehat). Berdasarkan pengukuran hasil tersebut Kemendag memiliki high positive energy yang dapat mendukung pencapaian kinerja di organisasi yang efektif dan efisien,” ungkapnya dihadapan para Eselon 1 dan 2 Kemendag.

Lebih lanjut, “Kementerian Perdagangan juga telah memiliki DNA of Organization, yaitu organisasi yang memperhatikan professional yang tergambar pada perilaku pegawai dan budaya kerja sehari-hari.” 

Nilai-nilai dasar atau yang dikenal sebagai Core Values ASN “BerAKHLAK” merupakan akronim dari Berorientasi pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif dan diluncurkan dengan tujuan menyeragamkan nilai-nilai dasar ASN di Indonesia.

Sebagai informasi, Di tengah berbagai perubahan pesat yang terjadi saat ini menuntut ASN maupun organisasi birokrasi harus dapat bergerak cepat guna mampu menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan yang terjadi.


Saat ini, Aparatur Sipil Negara (ASN) sudah memiliki Nilai-Nilai Dasar (Core Values) dan Employer Branding untuk menjadi pendorong atau penyemangat bagi seluruh ASN baik di tingkat pusat hingga daerah agar terus memiliki semangat dan kemampuan yang tinggi dalam memberikan pelayanan yang terbaik dan berkualitas baik sebagai abdi negara, abdi pemerintah maupun sebagai abdi masyarakat.

Dalam organisasi, ASN memiliki peran dan fungsi yang cukup penting yaitu sebagai perencana, pelaku, dan penentu terwujudnya tujuan organisasi. Tujuan organisasi tidak mungkin terwujud atau diraih dengan baik dan terarah apabila peran ASN lemah. 

Sebaliknya, tujuan organisasi birokrasi menjadi mudah terwujud apabila peran ASN kuat, unggul, cerdas, inovatif, kreatif dan berdaya guna.


Tantangan perdagangan ke depan akan semakin berat, hal tersebut ditandai dengan perlambatan ekonomi akibat pandemi, krisis energi, krisis pangan, dan naiknya harga komoditas penting. Kondisi tersebut tetap harus diwaspadai. 

Harapannya, dengan menerapkan nilai dasar BerAKHLAK, maka dapat tercermin kualitas organisasi saat ini dan di masa yang akan datang. Kita berharap agar surplus perdagangan tetap dijaga beriringan dengan stabilnya harga dan ketersediaan barang pokok dan penting di dalam negeri.


“Kita tidak bisa bekerja secara konvensional dan klasikal, harus ada upaya untuk memanfaatkan secara maksimal teknologi informasi serta sumber daya yang ada. Kita dituntut dapat secara efektif dan efisien merumuskan strategi-strategi yang selanjutnya diterjemahkan dalam langkah-langkah konkrit,” lanjut Menteri Perdagangan.


Lalu ia bertutur, “Saya selaku pimpinan Kementerian mengharapkan Saudara dapat bekerja secara jujur, objektif, berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif serta menghindari konflik kepentingan apapun.”

Hadirnya nilai-nilai dasar ASN seperti yang disebutkan diatas diharapkan dapat menjadi kekuatan atau inspirasi bagi seluruh ASN untuk tumbuh maju dan berkembang seirama dengan perubahan dan perkembangan yang terjadi. 

Core values ASN BerAKHLAK dan Employer Branding ‘Bangga Melayani Bangsa’ akan menjadi pilar bagi para ASN untuk berperilaku sesuai dengan harapan organisasi birokrasi.

Pemprov DKI Jakarta Launching Core Values BerAKHLAK & Employer Branding Bangga Melayani Bangsa

By News No Comments

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan percepatan menuju pemerintahan berkelas dunia (world class government) melalui strategi transformasi pengelolaan ASN dengan penanaman core values ASN BerAKHLAK yang harus dipedomani oleh seluruh ASN Provinsi DKI Jakarta dalam menjalankan tugas dan fungsinya.

Sebagai momentum untuk menguatkan core values tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama ACT Consulting International menyelenggarakan Grand Launching Core Values ASN BerAkKHLAK dan Employer Branding Bangga Melayani Bangsa di Lingkungan Provinsi DKI Jakarta.

Nilai nilai dasar ASN itu diluncurkan secara resmi oleh Pj. Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, pada tanggal 25 Januari 2023 di Jakarta International Equestrian Park. Acara dilakukan secara online juga melalui Zoom Meeting dan Youtube Pemprov DKI Jakarta.

Selain Heru, hadir juga Uus Kuswanto (Pj. Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta), Marullah Matali (Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Budaya dan Pariwisata), Mochamad Miftahulloh Tamary (Kepala BPSDM DKI Jakarta), Ary Ginanjar Agustian (Founder ACT Consulting International/ESQ Group), Para Walikota dan Bupati Kepulauan Seribu, Para Asisten Sekda Provinsi DKI Jakarta, Para pejabat di lingkungan Pemprov DKI Jakarta, seluruh ASN dan Calon ASN di Pemprov DKI Jakarta.

Sebagai informasi, Pemprov DKI Jakarta menjadi Pemerintah Daerah pertama yang melaksanakan launching ASN BerAKHLAK yang mengikutsertakan seluruh ASN, pejabat pimpinan tinggi pratama hingga tingkat lurah, camat, serta calon ASN-nya. 

“Di sini hadir para ASN dan Calon ASN. Secara luring hadir sekitar 400 orang sedangkan daring 4 ribu orang lebih. Bagi saya, Anda adalah calon penerus di Pemda ini. Maka ikuti segala rangkaian acaranya dengan serius, untuk bekal kalian ke depannya,” himbau Heru.

Lebih lanjut ia katakan, “Izinkan saya untuk menceritakan sekilas perjalanan karir saya bahwa mencapai sesuatu itu tidak mudah. Bahkan saya berdiri di depan Anda ini menjadi sebuah tantangan bagi saya.”

“Mengingat ASN yang sekarang tentu berbeda dengan jaman saya dulu. Itu bagian perubahan jaman. Maka harapannya dengan memegang teguh core values BerAKHLAK ini bisa menjadi jawaban untuk hadapi segala tantangan, dan meningkatkan kinerja,” lanjutnya.

Menurutnya, core values ini adalah sebagai bagian dari strategi akselerasi transformasi SDM aparatur dalam mendukung reformasi birokrasi serta peningkatan kinerja yang berkelanjutan menuju pemerintahan yang berkelas dunia.

Lalu, bisa mendorong ASN Pemprov DKI Jakarta agar selalu menginternalisasi dan implementasi core values BerAKHLAK yang menjadi pedoman perilaku bagi seluruh ASN dalam beraktivitas sehari hari sebagai perekat dan pemersatu bangsa. 

“Maka, ikuti acara ini sebaik mungkin. Karena kita semua akan menyimak paparan dari Pak Ary Ginanjar Founder ESQ Group terkait penyebarluasan dan penanaman core values ASN BerAKHLAK di lingkup Pemprov DKI Jakarta,” himbau Heru.

“Namun sebelumnya, kami ucapkan terimakasih kepada Pak Ary yang sudah berkenan hadir di sini, padahal jadwal beliau berbarengan dengan KemenPANRB untuk mendapatkan penghargaan atau Rekor MURI,” tutupnya.

Mengawali sesi, Ary Ginanjar memberikan pantun terlebih dahulu, “Kalau pergi ke gunung salak, jangan lupa bawa latto latto. Selamat atas peluncuran Pemprov DKI Jakarta ASN BerAKHLAK, dipimpin oleh bapak Heru Budi Hartono.”

“Ketika saya mendengar pidato Pak Heru, saya langsung teringat oleh filosofi dari Albert Einstein, bahwa orang yang cerdas itu bukanlah membuat yang sederhana (simplicity) jadi rumit (complexity). Namun, bagaimana membuat yang rumit tersebut menjadi sederhana. Itu yang dilakukan oleh Pj Gubernur kita.”

“Jadi inti pertemuan kita hari ini adalah soal The Power is Simplicity. Dan ternyata yang hebat itu adalah bukan yang kuat dan yang cerdas bertahan. Namun yang bisa menyesuaikan diri karena dunia terus berubah. Apalagi kita hidup di Era VUCA,” papar Ary Ginanjar.

Pria yang merupakan mantan ASN itu mengatakan bahwa kita semua berada di era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) atau disebut juga jaman yang serba tidakpasti, berubah dengan cepat, ketidakjelasan dan lainnya. Oleh karena itu, ia memberikan tips kepada ribuan orang dihadapannya yakni dengan 5 Super Agility (Change agility, Mental agility, People agility, Learning agility dan Result agility).

“Artinya, sebagai ASN yang akan menjadi calon pemimpin bangsa, kalian harus memiliki 5 agility, change agility yakni mampu beradaptasi dengan perubahan apapun, mental agility yakni mampu bertahan dalam kondisi apapun, people agility yakni mampu bekerja sama dengan siapapun, learning agility yakni mampu memahami dan mempelajari hal baru dengan cepat, dan result agility yakni mampu tetap berprestasi dalam kondisi apapun,” paparnya.

Lebih lanjut, “Dan betul sekali bapak, hari ini saya diundang oleh Mentari PANRB Pak Azwar Anas, untuk menerima penghargaan Rekor MURI karena kami melakukan Pemetaan Pengukuran yang pertama di Indonesia dalam sejarah 4,5 juta ASN yang kami potret budaya kerja BerAKHLAKnya seperti apa.”

Sebagai informasi, KemenPANRB melakukan Survei Pemetaan dan Pengukuran Budaya Kerja ASN (Indeks BerAKHLAK) Tahun 2022 dengan ACT Consulting Consulting untuk 632 Kementerian/ Lembaga/Daerah untuk kurang lebih 4 juta ASN yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Pengisian survei Indeks BerAKHLAK sudah dimulai pada tanggal Senin, 29 Agustus 2022. Program ini dibagi dalam 4 batch, yaitu: Instansi Pemerintah wilayah Indonesia Barat, kemudian wilayah Indonesia Tengah, lalu wilayah Indonesia Timur dan yang terakhir Instansi Pemerintah Pusat.

Survei Indeks BerAKHLAK bertujuan untuk mengetahui tingkat kesehatan budaya organisasi di antaranya mengenai implementasi Core Values BerAKHLAK, keselarasan antara nilai pribadi dan organisasi, serta aspirasi pegawai ASN terhadap kondisi budaya yang ideal.

“Tapi saya harus belajar tentang core values loyalitas, saya datang ke sini karena saya percaya dari sini akan tercipta leadership. Di bulan penuh berkah bulan Rajab ini saya percaya akan ada perubahan besar di Indonesia, dimulai dari Pemprov DKI Jakarta untuk melakukan perubahan moral dan karakter bangsa yang positif,” harapnya.

Sehingga dengan begitu, harapannya para ASN Pemprov DKI Jakarta ini bisa menjalankan program program dari Pj. Gubernur DKI Jakarta yakni soal kemacetan, banjir, ekonomi. Dan Ary usul menambahkan 1 program lagi perihal etika atau karakter bangsa. Sehingga Indonesia tak hanya sampai ke periode Indonesia Emas 2045 melainkan Indonesia Atap Dunia di tahun 2085.

“Sebelum ke sana, kita lihat hasil dari rata-rata implementasi core values BerAKHLAK ASN di DKI Jakarta yang menunjukkan bahwa pegawai ASN sudah mengimplementasikan nilai-nilai BerAKHLAK dalam perilaku kerja sehari-hari dengan baik, yaitu dengan skor 60,9% dengan kategori Cukup Sehat. Akuntabel memiliki nilai implementasi tertinggi khususnya perilaku Bertanggung jawab di tahun 2022, yaitu dengan skor 74,1% kategori cukup sehat.”

“Namun ada juga PR nya untuk Pemprov DKI Jakarta. Nanti akan saya jabarkan semua di hadapan Pak Heru, agar program programnya bisa berjalan dengan lancar,” tutupnya.

Akui Pentingnya Berpikir Growth Mindset untuk Semua Pimpinan & Pegawainya, BPJS Ketenagakerjaan Hadirkan Motivator Nasional Ary Ginanjar

By News No Comments

Penatnya bekerja dari senin sampai jum’at ternyata tidak menghalangi para pegawai BPJS Ketenagakerjaan untuk mengikuti Pelatihan Growth Mindset pada hari Sabtu, 11 November 2023.

Training yang dilaksanakan oleh BPJS Ketenagakerjaan berkolaborasi dengan ACT Consulting International untuk memberikan pemahaman dan pelatihan untuk menanamkan growth mindset dalam tiap pegawai yang ada di BPJS Ketenagakerjaan.

Dengan visi mewujudkan jaminan sosial ketenagakerjaan yang terpercaya, berkelanjutan, dan mensejahterakan seluruh pekerja Indonesia, BPJS Ketenagakerjaan senantiasa berupaya untuk meningkatkan SDM di dalamnya agar selaras dengan visi perusahaan.

Salah satu upaya dalam menanamkan visi dan melakukan implementasinya, BPJS Ketenagakerjaan mengasah para pegawainya untuk dapat memiliki pemikiran yang growth mindset, sehingga dalam banyak kondisi apapun akan berusaha mengupayakan yang terbaik untuk visi perusahaan yang ingin mensejahterakan seluruh pekerja di Indonesia.

Training Growth Mindset “How To Navigate Your Mind Toward Success” yang dilaksanakan di Learning Center BPJS Ketenagakerjaan, Tanah Sareal, Bogor diikuti oleh 160 orang dan disambungkan dengan zoom meeting yang berjumlah 900 partisipan.

Bergabung pula Direktur Umum dan SDM, Abdur Rahman Irsyadi dalam ruangan memberikan sambutan,

“Dalam keseharian dari senin sampai jum’at bekerja terus bahkan sabtu minggu juga tidak dipungkiri bisa bekerja. Maka hari ini mari kita luangkan waktu satu hari sebentar saja untuk refreshing, kita charge kembali energi supaya lebih kuat dan endurance untuk mencapai visi misi BPJS,” Ujar Abdur Rahman Irsyadi yang kemudian disambung kembali,

“Kemudian hari ini kita akan training growth mindset, yang mana growth mindset ini harus kita latih dan improve.”

Direktur Umum BPJS Ketenagakerjaan tersebut juga mengatakan bahwasannya saat ini sedang ada sebuah revolusi, ada target yang diperbarui untuk mencapai sustainable growth. Dengan target 70 juta jumlah populasi tenaga kerja bisa menjadi peserta BPJS.

Karena bagi Abdur Rahman Irsyadi, growth saja tidak cukup, namun harus sustainable atau berkelanjutan dengan tema AGILE  yang terdiri atas Adaptive, Growth, Innovative, Loyalty, dan Excellent. Sehingga BPJS Ketenagakerjaan perlu mengatur langkah dan gerak untuk menjadi kunci perubahan.

“Serta kita juga wajib mengasah dari berbagai kegiatan yang menunjang untuk terus tumbuh salah satunya dengan kegiatan ESQ training growth mindset supaya lebih produktif setelah ini, lebih kontributif, percaya diri, dan juga bergerak secara antusias.” 

Ketua Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan yakni Muhammad Zuhri juga memberikan sambutan untuk para peserta yang hadir baik online maupun offline dengan mengatakan ada 3 perspektif yang harus dimiliki oleh para pegawai BPJS Ketenagakerjaan untuk meraih growth mindset.

“Yang pertama, kita yakini bahwa pekerjaan saat ini adalah pemberian Allah yang memiliki nilai luhur dan baik untuk membantu melindungi para pekerja dan tidak semua orang dipilih untuk memiliki tanggung jawab ini.

Kemudian nomor dua, amanah ini diberikan kepada BPJS Ketenagakerjaan bukan main-main, melainkan ada dalam UUD45, UU40, serta turunannya. Maka jika kita tidak serius menjalaninya, negara dan bangsa akan menuntut kepada kita.

Terakhir, amanah ini diberikan oleh seluruh pekerja yang percaya dengan BPJS yang membuat BPJS Ketenagakerjaan ada sampai hari ini. Maka berikan yang terbaik kepada seluruh pekerja, untuk bangsa dan negara yang kita cintai.”

Zuhri juga berpesan bahwa dengan growth mindset, BPJS Ketenagakerjaan akan mendapat energi yang luar biasa sehingga dapat memberi semangat agar dapat betul betul memberikan pengabdian yang baik serta ikhlas serta luhur dalam bekerja. Karena tak hanya mindset yang dibangun, tapi hati dan nurani pun sama pentingnya.

Melanjutkan dari apa yang disampaikan direksi BPJS Ketenagakerjaan mengenai perhatiannya terhadap growth mindset seluruh pegawai, Ary Ginanjar (Founder ACT Consulting International) mengapresiasi atas inisiatif BPJS Ketenagakerjaan menciptakan lingkungan growth mindset.

“Bahagia sekali saya ketika diundang oleh BPJS Ketenagakerjaan, melihat judul trainingnya Growth Mindset. 

BPJS Ketenagakerjaan adalah lembaga pertama yang menyadari hal ini setelah perusahaan Microsoft di Amerika.” 

Mengisahkan cerita tumbangnya Microsoft luncuran Bill Gates, saham menurun dan mencari siapa yang bisa menyelamatkan Microsoft di era digital dan muncullah Satya Nadella yanh kini menjadi CEO Microsoft.

“Hadirlah terobosan-terobosan baru, dan akhirnya Microsoft kembali bangkit dan mampu mencapai angka target karena menyadari bahwa rumusnya adalah growth mindset.

Dan saya yakin, dengan target baru BPJS Ketenagakerjaan akan tercapai asal berhasil menanamkan growth mindset seperti mata lebah.” Jelas Ary Ginanjar.

Mata lebah yang dimaksud adalah bagaimana lebah meskipun berada di tempat sampah, yang dia cari adalah madu. Sedangkan mata lalat, di kebun bunga sekalipun yang dicari adalah sampah.

Founder ACT Consulting International tersebut juga mengatakan bahwa growth mindset adalah hal sederhana yang menyakitkan, karena ini adalah transformasi besar-besaran dan jika berhasil dapat menjadi aset terbaik di Indonesia.

Satya Nadella ketika dipanggil oleh Direktur Telkomsel menyebutkan ada tiga hasil dari kemajuan di Microsoft yakni Impact, Growth Mindset, dan Strategi. Sehingga ketika berhasil growth mindset, karakter yang tumbuh adalah mendapati 5 Agile (mental agility, change agility, people agility, learning agility, dan result agility).

“Hidup kira akan penuh dengan goncangan, tantangan seperti gempa. Seperti kisah Imperial Hotel pada tahun 1923 yang ketika gempa bangunan itu tetap kokoh karena miliki pondasi yang kuat. Maka bangunlah pondasi dengan 4 rahasia sukses

pertama, managing energy kemudian find your grand why, ketiga talentDNA, dan growth mindset.”

Dalam empat rahasia sukses, Ary mengajak para peserta untuk mengenal level energi dan berusaha untuk senantiasa dalam energi yang tinggi untuk saling menularkan energi positif dalam lingkungan kerja.

Sedangkan untuk menemukan grand why, perlu diketahui ada 3 dorongan manusia ketika melakukan sesuatu yaitu strong why yang hanya berorientasi pada materi, big why yang berorientasi pada rasa ego kebanggaan atas suatu jabatan, 

Maka kedua why tersebut tentu tidak cukup untuk mencapai visi mulia BPJS Ketenagakerjaan, maka dibutuhkan grand why, fokus dengan dorongan untuk kesejahteraan banyak orang, untuk bangsa dan negara. Mensejahterakan Pekerja Indonesia.

“Nah untuk menjadikan tim solid, maka harus mengenal satu dengan yang lain. Mengenal kemampuan dan potensi yang dimiliki untuk saling bersinergi dan menghasilkan performa luar biasa, target akan tercapai.

Yaitu dengan TalentDNA, sebuah alat ukur yang diluncurkan ESQ untuk melihat potensi yang dimiliki oleh masing-masing manusia.” Jelas Ary Ginanjar.

TalentDNA membantu manusia untuk menghindari skill trapped yaitu skill yang dipaksakan tidak selaras dengan potensi yang sudah ada dalam dirinya secara naluriah. Hal berbahaya tersebut Ary jelaskan bahwa orang yang dapat berada dalam skill trapped akan terbiasa dengan skill tersebut namun bisa menderita karena tidak melakukan skill yang sesuai dengan DNA-nya.

“Maka kita berkumpul dengan TalentDNA yang berbeda dan disatukan oleh grand why.

Yang membuat kita akan passionate adalah energi. Maka 4 kunci kesuksesan tersebut lengkap sudah dengan ditambah satu lagi yaitu growth mindset.”

Teori growth mindset adalah apapun yang terjadi akan dapat dilalui tanpa melakukan justification, excuse, dan blaming.

Sehingga tidak terjadi fixed mindset yang akan mematikan perusahaan.

“Semoga lembaga ini menjadi contoh pertama talenta di Indonesia. Mencapai target dengan panjang umur dan bahagia dengan TalentDNA. Sukses selalu BPJS untuk melindungi seluruh tenaga kerja.” Salam Ary Ginanjar menutup sesinya.

Dalam kesempatannya juga, hadir Dirut BPJS Ketenagakerjaan Anggoro Eko Cahyo yang menyapa lewat zoom meeting karena saat ini sedang berada di Singapura.

“Terimakasih Pak Ary dan tim atas kesempatannya hadir memberikan pelatihan Growth Mindset. Saya menilai ini penting, agar para pimpinan dan pegawai di BPJS Ketenagakerjaan bisa lebih berkembang dalam berpikir terutama hal positif. Harus AGILE di tengah era yang tidak pasti.”