Skip to main content

Mengapa Setelah Training ESQ Sejumlah Peserta Dapat Mengelola Emosi dengan Lebih Baik?

By May 8, 2019Article

Setiap orang, menjalani kehidupan dengan berbagai tantangannya. Bahkan dikatakan bahwa kehidupan adalah serangkaian masalah yang menunggu untuk diselesaikan.

Namun, tentu setiap orang membutuhkan jalan dan arahan, bagaimana cara agar tidak timbul stress, apakah itu fisik ataupun emosional. Bagaimana agar kita lebih cerdas secara Emosi, sehingga hidup kita menjadi lebih mudah?

Salah satu pilihan yang dapat diambil untuk mempertinggi kecerdasan emosi kita adalah dengan memperbesar kapasitas spiritual dan emosional.

Diantaranya melalui Training ESQ, yang di dalamnya peserta dapat menemukan momen katarsis dan memperoleh perspektif baru dalam menghadapi berbagai masalahnya.

Di Training ESQ ada sejumlah momen yang bertujuan memantik proses katarsis para peserta. Khoo (2012) menyampaikan bahwa katarsis memiliki dua fungsi;

  1. untuk meringankan stres (coping), dan
  2. fungsi klarifikasi (sebagai referensi/pembandingan peristiwa hidup).

Di sisi lain, penggunaan media untuk memantik proses katarsis juga berguna untuk membuat orang dapat berpikir dengan jernih saat menghadapi berbagai ‘drama’ dalam hidup mereka.

Baca Juga:  Bagaimana Membuat Karyawan Berkinerja Hebat dengan Transformational Leadership

Dalam Training ESQ, fungsi momen katarsis secara psikologis adalah untuk membantu agar peserta dapat melakukan pengaturan emosi secara lebih baik. Untuk memberikan pemahaman bahwa sejumlah hal dalam hidup tidak selalu dapat berjalan secara menyenangkan.

Di dalam training ESQ juga ada momen kontemplasi. Menurut Khoo (2012), fungsi kontemplasi muncul saat seseorang menikmati sajian media untuk dapat menghadapi keadaan tertekan atau keadaan tidak menyenangkan lainnya, secara jangka pendek.

Namun, agar seseorang dapat terbantu secara jangka panjang, sajian media yang disampaikan haruslah dapat berfungsi sebagai referensi. Di dalam Training ESQ, training experience di desain agar peserta dapat menemukan ide bagaimana seharusnya ia mengatur kehidupan emosionalnya.

Agar terjadi proses penalaran dan pemahaman secara mendalam dan berkesan. Sejalan dengan bertambahnya referensi dan perspektif baru inilah, kapasitas kecerdasan emosional dan spiritual seseorang menjadi berkembang. Salam Cerdas Emosional dan Spiritual dari ESQ.

Leave a Reply

Open chat
1
Halo,
Ada yang bisa kami bantu?