Skip to main content
Tag

budaya juara

training leaders as coach, bank artha graha international, act consulting

Program Leader as Coach Bank Artha Graha International

By News No Comments

Telah dilaksanakan program Leader as a Coach di Bank Artha Graha International pada tanggal 17-18 Desember 2018.  Program ini dihadiri oleh para Branch Manager di Bank Artha Graha International yang berjumlah 27 orang.

Coach Risman Nugraha bersama Trainer Kemas telah memandu kegiatan ini. Tujuan dari Training ini adalah untuk menjadikan Leader di Artha Graha memiliki peran sebagai Coach.

Dengan peran Coach ini, setiap Leader diharapkan bisa mengembangkan karyawan yang dipimpinnya untuk memberikan kinerja terbaiknya dengan komitmen internal. Sehingga bisa menampilkan performa terbaik secara konsisten.

Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki oleh karyawan, dengan teknik Coaching dengan metode ESQ 3.0 Coaching.

Metode ESQ 3.0 Coaching ini menumbuhkan motivasi dari dalam diri seseorang. Menjadikannya mempunyai tujuan yang berasal dari isi hati terdalamnya, melalui metode inner coaching.

Kekhasan lain metode ESQ 3.0 Coaching adalah Coaching yang dilakukan berdasarkan kepribadian melalui DOPE Test. Tes ini bertujuan untuk menemukan berbagai potensi dan kekhasannya yang unik. Sehingga Leader dapat mengetahui cara pendekatan yang tepat untuk mengembangkan tiap karyawan yang dimiliki.

Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang Training Leaders as Coach atau tentang ESQ 3.0 Coaching, hubungi kami di info@actconsulting.co atau telepon ke 0818-213-165 (Donna).

 

training leaders as coach, bank artha graha international, act consulting

training leaders as coach, bank artha graha international, act consultingtraining leaders as coach, bank artha graha international, act consulting

training leaders as coach, bank artha graha international, act consulting

training leaders as coach, bank artha graha international, act consulting

training motivation and meaning of life, bank indonesia, bi kpw sulteng, iman herdimansyah, idham cholid, act consulting

Training Motivation and Meaning of Life Bank Indonesia KPW Sulawesi Tengah

By News No Comments

Berhadapan dengan keadaan masyarakat setelah gempa, tsunami dan liquifaksi yang terjadi di Palu dan sekitarnya, masyarakat profesional di Sulawesi Tengah terus bersemangat untuk membangun daerahnya.

Bencana yang terjadi telah meluluhlantakkan berbagai obyek fisik di daerah tersebut, namun semangat masyarakat Sulawesi Tengah menjadi makin meninggi. Karena sesungguhnya Bencana menjadi guru kehidupan yang dapat meningkatkan kematangan kepribadian dan mempertinggi makna dalam hidup kita.

Dalam rangka meningkatkan semangat masyrakat profesional ini, ACT Consulting (ESQ Group) menjadi partner bagi Bank Indonesia dalam melaksanakan Training Motivasi dan Makna Hidup.

Pada tanggal 19 Desember 2018, telah dilaksanakan Training Motivation and Meaning of Life untuk Bank Indonesia KPW Sulawesi Tengah. Program ini mengangkat tema “Sinergi Untuk Ketahanan dan Pertumbuhan”.

Program dibuka oleh Kepala KPW Bank Indonesia Sulawesi Tengah Bapak Miyono dan dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Bapak Longki Djanggola.

Acara ini dipandu langsung oleh Coach Iman Herdimansyah dan Coach Idham Kholid, dihadiri pimpinan bank dari berbagai wilayah di Sulawesi Tengah.

Berlangsung di kota Palu, Sulawesi Tengah, Program ini diharapkan dapat bermanfaat untuk meningkatkan semangat Sulteng Bangkit setelah bencana alam yang belum lama ini menimpa sebagian wilayah di kota Palu dan sekitarnya.

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai Training Motivation dan Meaning of Life, dapat menghubungi via email ke; info@actconsulting.co atau telepon/wa/sms ke 0818-213-165 (Donna).

leadership forum bank indonesia, act consulting, ary ginanjar agustian

Leadership Forum Bank Indonesia bersama DR (HC) Ary Ginanjar Agustian

By News No Comments
DR (HC) Ary Ginanjar Agustian berbicara pada acara Leadership Forum Bank Indonesia 

Acara Leadership Forum Bank Indonesia telah berlangsung pada tanggal 21 Desember 2018 dengan Tema “Memperkuat Kapabilitas Kepemimpinan untuk Mencapai Arah Strategis Bank Indonesia 2019-2024. Dengan dihadiri oleh para leaders dari Bank Indonesia dari seluruh wilayah di Indonesia dan luar negeri.

Arahan yang disampaikan oleh Gubernur Bank  Indonesia, Bapak Perry Warjiyo sangat penting karena Indonesia dan masyarakat dunia tengah menghadapi perubahan yang bersifat VUCA (volatile, uncertainty, complex dan ambiguity).

Di era VUCA ini, perubahan yang terjadi dapat diantisipasi dengan lebih baik dengan memiliki spiritualitas dan religiusitas tinggi. Karena, spiritualitas dan religiusitas adalah penjaga karekter sekaligus sumber energi yang menghasilkan kekuatan murni dan bersih. Selain itu, religiusitas juga diperlukan untuk mengembangkan keteguhan kepribadian dan kekuatan karakter.

Di tengah tugas-tugas berat yang diberikan, bila seseorang tidak memiliki sumber tenaga spiritual yang murni, ia akan mudah merasa lelah dan mundur saat menghadapi kesulitan. Namun dengan pengembangan kekuatan spiritualitas yang benar, ia akan mendapatkan kekuatan yang tak habis-habis. Ia juga akan memiliki penjaga karakter yang baik tanpa memerlukan pengawasan melekat. Karena pemimpin yang seperti ini mengetahui bahwa dirinya selalu dalam pengawasan Tuhan Yang Maha  Kuasa.

Bank Indonesia sebagai ujung tombak kekuatan finansial bangsa Indonesia, mempercayakan pada ACT Consulting (ESQ Group) dalam program mewujudkan BI Religi. Bagaimana dengan lembaga atau korporasi Anda? Hubungi kami di email info@actconsulting.co atau telepon di 0818-213-165 (Donna).

training communication and teamwork for excellence, act consulting, rsud tebet

Training Communication & Teamwork for Excellence RSUD Tebet dan RSUD Kalideres

By News No Comments
DR HC Ary Ginanjar Agustian bersama Karyawan RSUD Tebet dari berbagai divisi

Di dalam pelayanan Rumah sakit, komunikasi dan kerjasama tim sangat penting karena dibutuhkan untuk menangani ratusan hingga ribuan pasien yang hadir tiap harinya. Tidak mungkin penanganan penyakit dapat dilakukan dengan baik bila antar bagian dan antar karyawan rumah sakit tidak melakukan komunikasi dan bekerjasama dengan baik satu sama lain.

Dalam upaya untuk terus meningkatkan kualitas dan mempertinggi performa kinerja Rumah Sakit secara keseluruhan, RSUD Tebet bekerjasama dengan ACT Consulting untuk meraih level layanan yang lebih unggul lagi.

Menggandeng ACT Consulting, Training Communication and Teamwork for Excellence RSUD Tebet baru saja selesai dilaksanakan. Training ini berlangsung di Hotel Harper MT. Haryono tanggal 22-23 Desember 2018. Program ini dihadiri oleh Peserta Batch ke 2 RSUD Tebet dan ditambah peserta dari RSUD Kalideres di ikuti oleh 103 orang Staf dan Dokter.

Trainer yang memandu kegiatan ini adalah Rendy Yusran dan Jaya Bhakti Nurhana. Presiden Direktur ESQ Group, DR (HC) Ary Ginanjar Agustian juga turut hadir menyapa para peserta yang penuh semangat.

optimasi fungsi komite audit, fungsi komite audit, komite audit di era vuca, act consulting

Mengoptimalkan Fungsi Komite Audit dan Management Review Committee

By Article No Comments

Di banyak perusahaan manufacturing, perusahaan migas dan lembaga pemerintahan, fungsi Komite Audit dan Management Review Committee cukup beragam. Diantaranya adalah untuk mengontrol pelaksanaan SOP dan memantau kesesuaian pelaksanaan operasional harian sesuai dengan standar ISO. 

Karena memegang fungsi sebagai komite audit internal, komite MR harus memastikan semua prosedur berjalan dengan baik dan menggunakan dokumen yang sesuai. Komite Audit dan MR juga harus menjamin semua  mekanisme proses bisnis telah sesuai dengan standar ISO terbaru. 

Namun, kini kita berada di Era VUCA atau era ekonomi industri 4.0, dimana semua perubahan berjalan dengan sangat cepat dan tidak dapat diprediksi. Untuk itu, komite Management Review harus memegang peranan yang lebih dari sebelumnya. Yaitu menguasai keterampilan strategi korporasi dan lembaga.

Apa saja yang dapat ditambahkan pada Fungsi Komite Audit dan Management Review Comittee? Hal yang pertama adalah; komite Audit atau MR akan menjadi lebih baik bila menguasai skill perencanaan strategis (strategic planning). Dengan cara ini, komite Audit atau MR dapat menyelaraskan antara visi misi korporasi dengan pelaksanaan strategisnya dalam keseharian tugas manajemen.

Di saat persaingan bertambah sengit, komite Audit atau MR diharapkan menguasai keterampilan strategis agar dapat menjadi mitra eksekutif di dalam perusahaan. Komite Audit atau MR diharapkan peka terhadap berbagai isu-isu yang tengah terjadi di lingkungan internal dan di lingkungan eksternal perusahaan, dan melakukan fungsi komunikasi organisasi untuk memastikan semua isu ditangani dengan baik.

Tugas baru MR di Era VUCA atau era ekonomi industri 4.0 adalah untuk memantau pelaksanaan strategi dan melakukan optimasi proses bisnis dengan berbagai tools manajemen yang ada seperti balance scorecard dan analisa SWOT-TOWS.

Komite audit atau MR juga diharapkan membantu pihak Human Capital atau bagian SDM dalam membuat rancangan key performance indicator secara makro, sebagai bagian dari turunan rencana strategi (renstra). Setelah itu, baru diturunkan ke bagian HR untuk membuat rincian KPI bagi setiap karyawan.

Komite audit atau MR juga diharapkan dapat menjadi mitra bagi change management committee yang ada di korporasi untuk membantu pelaksanaan perubahan dengan membantu membuat dan memantau berbagai dokumen dan tools komunikasi yang digunakan dalam manajemen perubahan.

Fungsi Komite Audit dan Management Review di era ekonomi Industri 4.0;

  1. Komite audit internal
  2. Memantau standar proses bisnis
  3. Merancang draft Renstra/ Annual Plan
  4. Optimasi bisnis dengan balance scorecard
  5. Menganalisa KPI secara makro
  6. Mitra bagi change management

Dengan melakukan keenam fungsi diatas, komite audit dan MR akan memberikan nilai tambah bagi manajemen dan perusahaan secara keseluruhan. Dengan memiliki keterampilan strategis, fungsi komite audit dan MR akan lebih optimal. Hingga dalam pelaksanaan tugasnya, komite audit dan MR akan membantu kinerja korporasi agar lebih meningkat, dengan memenuhi standar kualitas yang diakui secara internasional. 

Setelah menguasai keterampilan strategi, peran komite audit dan MR juga akan lebih baik karena menjadi lebih tepat dalam melihat berbagai kemungkinan untuk pengembangan bisnis. 

Keterampilan strategi korporasi juga akan membantu komite audit dan komite MR agar dapat menjadi mitra bagi eksekutif untuk menemukan peluang bisnis, menemukan ancaman internal dan eksternal, dan mampu menyusun strategi untuk mengatasinya. 

Untuk memberikan keterampilan strategi bagi komite audit dan Management Review comittee di perusahaan atau lembaga anda, sertakan mereka dalam Training Sertifikasi Corporate Strategy Specialist. Melalui pendidikan ahli strategi ini, mereka akan mendapatkan  keterampilan yang diperlukan dan menumbuhkan keberanian mereka untuk dapat menjadi mitra para eksekutif dalam hal perencanaan strategis. Korporasi akan berkembang menjadi lebih baik dan terjaga. 

Untuk mendaftarkan diri anda atau kawan anda di program Training Sertifikasi Corporate Strategy Specialist, anda dapat mengirimkan email ke info@actconsulting.co, atau telepon/ kirim pesan whatsapp ke nomor 
kami di 0812-9400-0985 (Donna) atau 0821-2487-0050 (Gisri).

act consulting, cara menyusun renstra, menyusun rencana strategi

Cara Menyusun Rencana Strategis (Renstra) Lembaga atau Korporasi

By Article No Comments

Apakah Anda tengah memegang tanggung jawab untuk melakukan persiapan penyusunan rencana strategis (renstra) atau rencana tahunan (annual planning) untuk lembaga atau perusahaan tempat Anda bekerja?  

Bagi Anda yang tengah dipercaya untuk memegang tanggung jawab sebagai perencana strategi di lembaga atau perusahaan Anda, pemaparan yang diberikan oleh ACT Consulting ini semoga berguna bagi Anda.

Penyusunan Renstra atau annual plan merupakan rutinitas yang harus dilakukan tiap tahun. Ada yang melakukannya pada quarter empat di tahun sebelumnya, adapula yang melakukannya pada awal quarter pertama tahun berjalan. 

Biasanya, telah ada panduan untuk melakukan penyusunan renstra atau annual planning ini. Diantaranya dengan mengambil perencanaan tahun sebelumnya sebagai acuan. Namun mungkin anda dan sesama rekan yang tergabung di tim Renstra kini menginginkan metode yang lebih baik untuk menyusun Renstra di tahun ini. 

Apakah Anda bekerja di rumah sakit, lembaga pemerintahan, perusahaan jasa, manufacturing, atau mengelola bisnis yang dimiliki sendiri, Anda membutuhkan lebih dari sekedar panduan untuk menyusun visi dan misi serta target keuangan. Anda pun butuh untuk mengetahui keadaan  perusahaan Anda, di tengah iklim persaingan yang tengah memanas.

Anda pun merasa perlu untuk mengetahui kondisi konsumen dan masyarakat sebagai bagian dari para pemangku kepentingan yang terkait dengan lembaga atau korporasi Anda. Karena kesemuanya berperan dalam menunjang kinerja lembaga dan korporasi atau bisnis Anda secara makro.

Renstra atau annual planning, harus disusun dengan memperhatikan  empat unsur yang ada dalam Balance Scorecard. Unsur Finansial, Konsumen, Operasionaldan Pengembangan. Keempatnya harus diturunkan ke dalam langkah-langkah yang terpadu. Dimulai dari perencanaan di tingkat makro organisasi.

Di tingkat makro ini, biasanya lembaga melakukan evaluasi terhadap kinerja yang telah lalu. Ini merupakan bagian dari BSC dalam langkah ke 3,  yaitu peninjauan sistem operasional internal.

Selain itu, sebuah lembaga bisanya melakukan pemetaan  tantangan, peluang, kekuatan, dan kelemahan (SWOT dan TOWS analysis), dengan memperhatikan harapan dari para pemangku kepentingan.

Sebagai salah satu tahap dalam pemetaan SWOT dan TOWS ini, lembaga haruslah dapat memahami isu strategis apa saja yang menjadi tantangan, kekuatan, peluang, dan kelemahan lembaga. Serta arahan tujuan visi misi yang menjadi harapan organisasi ke depannya. 

Melalui penurunan langkah strategis dari visi misi menjadi performance indicator, sebuah rencana menjadi lebih konkrit. Performance indicator ini  untuk dipegang oleh para pimpinan departemen dan direksi sebagai acuan. Lalu diturunkan lagi ke level medium, menjadi standar operasi yang akan dilakukan dalam kendali dari para manajer atau kepala bagian.

Langkah-langkah ini harus diselaraskan dengan apa yang ditulis di dalam Balance Scorecard, agar kesemua tahapan yang disusun dan diambil dapat dilakukan dengan seimbang. Apabila ada item proses bisnis yang berada diluar matriks BSC, maka hal tersebut dianggap tidak perlu untuk dilaksanakan. Fokus saja pada empat kotak matriks dalam BSC untuk memastikan semua proses internal telah sesuai dengan tujuan organisasi. 

Karena Anda melakukan perencanaan strategis, maka Anda pun harus memperhatikan pertumbuhan para karyawan yang memegang tanggung jawab. Berikan dan anggarkan jam belajar untuk mengembangkan setiap orang.

Dengan cara seperti ini, kekuatan organisasi pun menjadi terbangun kokoh. Karena unsur pengembangan sumber daya manusia amat diperhatikan, karena di tangan tiap karyawanlah ujung tombak eksekusi rencana akan dijalankan. Seperti diutarakan oleh para ahli bahwa mereka yang berhenti belajar akan berjalan di tempat.

Baru setelah itu dilakukan individual performance contract atau penyusunan KPI yang bersifat makro dari para Direksi atau kepala Departemen. Lalu diturunkan kembali menjadi KPI untuk para Manajer atau Kepala Bagian. Lalu dibuat lebih mikro untuk masing-masing supervisor dan staf. Penyusunan ini semua membutuhkan analisa yang terstruktur.

Cara Membuat Rencana Strategis (Renstra) atau Annual Planning:

  1. Temukan Visi Misi dan Roadmap setahun
  2. Analisa proses bisnis dengan balance scorecard sesuai roadmap
  3. Tentukan Performance Indicator sesuai blueprint organisasi
  4. Analisa isu internal eksternal dengan metode bisnis forensic
  5. Gunakan Strategy Toolbox sesuai kebutuhan

Untuk memperoleh penyegaran mengenai cara-cara penyusunan Renstra yang efektif, hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telpon kami di nomor 0812-9400-0985 (Donna) atau 0821-2487-0050 (Gisri).

Untuk menjadi seorang Ahli Strategi bagi Lembaga, korporasi dan bisnis, Anda dapat mengikuti Training Corporate Strategy Specialist dari ACT Consulting. Hubungi kami dan dapatkan harga khusus untuk paket korporat.

spiritual center, act consulting, membangun mental juara, budaya juara, budaya kerja juara

Menciptakan Mental Juara dengan Spiritual Center

By Article No Comments
temukan kekuatan tak berbatas dari spiritual center di hati anda

Menciptakan mental juara, dimulai dengan menemukan sumber energi tak terbatas di dalam diri seseorang yang akan menjadi sumber tenaganya. Menjadi motivasi utamanya dalam bekerja, belajar, dan bersosialisasi. Sumber tenaga atau sumber energi motivasi seseorang adalah pusat spiritualnya atau yang dinamakan sebagai “spiritual center”.

Pusat spiritual ini merupakan intike kuatan atau baterai di dalam diri seseorang, yang berisi energi yang murni dan bersih. Energi yang tak akan  habis-habis dan selalu bertambah banyak apabila terus menerus diaktifkan. Apakah pusat spiritual ini? Pusat spiritual di dalam diri kita berasal dari nama-nama Tuhan yang kita kagumi dan kita percayai, yang kita anggap penting dan yang kita ingin wujudkan dalam hidup kita di dunia.

Salah satu contoh tokoh dunia yang berhasil dengan menemukan spiritual centernya adalah Juara Tinju Dunia; Muhammad Ali. Sumber energinya yang membuatnya menjadi juara dunia berkali-kali, hingga mampu meng-KO lawan-lawannya adalah panggilan hatinya untuk mewujudkan; Keadilan.

Berasal dari rasa pedih yang dialaminya akibat diperlakukan tidak setara karena saat ia remaja, ia mengalami pemisahan hak. Pada saat itu, ia masih bernama Cassius Clay. Saat itu ia telah membanggakan negaranya, Amerika Serikat, dengan mendapatkan Medali Emas di Olimpiade, untuk cabang olahraga Tinju. Namun, saat ia pulang ke kotanya dan ingin makan di restoran, Cassius Clay diusir oleh pelayan restoran,karena ia berkulit hitam.

Perlakuan tidak setara yang diterimanya, membuat api semangatnya berkobar membara. Ia ingin merubah keadaan dunia saat itu yang semula memisahkan antara kulit hitam dan kulit putih dengan perlakuan yang berbeda. Pada masa itu, warga selain kulit putih diperlakukan sebagai warga kelas dua dan kelas tiga.

Karena “kampanye” yang dilakukan oleh Cassius Clay atau Muhammad Ali itu  terus ia gaungkan sepanjang masa mudanya, bahkan hingga masa tua dan akhir hidupnya. Semangat Ali saat itu dirasakan oleh banyak warga dunia di berbagai benua yang berbeda.

Hingga bergaunglah kepedulian mengenai “Kesetaraan Hak” ke seluruh penjuru dunia. Lahirnya kaum hippies yang rela meninggalkan pekerjaan dan kuliah mereka untuk berdemo ke berbagai kota menggulirkan issue persamaan hak tersebut. Apa yang awalnya dikemukakan oleh Muhammad Ali ini kemudian menyebar ke seluruh penjuru dunia.

Hingga akhirnya masyarakat dunia sepakat untuk menghilangkan rasisme. Hingga akhirnya terwujud persamaan hak ke seluruh dunia, hingga saat ini.

Perjuangan Muhammad Ali ini membuatnya sangat bangga ketika akhirnya di masa tuanya, ia bisa menyaksikan, warga kulit hitam, Barack Obama, menjadi seorang Presiden Amerika Serikat.

Lihat, alangkah besar bukan, tenaga yang dapat tercipta dari spiritual center ini? Tenaga inilah yang menjadi sumber energi yang dapat membuat seseorang menjadi tak terkalahkan untuk waktu yang lama.

Apakah lembaga atau perusahaan Anda membutuhkan bantuan dalam membangkitkan Mental Juara? Anda dapat mengirimkan email ke; info@actconsulting.co atau mengirimkan pesan whatsapp atau menelepon ke nomor; 0812-9400-0985 (Donna/ Gisri). 

Apa saja keuntungan Fun Theory dalam training, act consulting

Keuntungan Fun Theory dalam Training

By Article No Comments

Biaya pelatihan dalam perusahaan biasanya berjumlah cukup besar. Untuk perusahaan dengan jumlah karyawan 1000 orang misalnya, jumlah anggaran untuk training bisa mencapai 1 milyar rupiah atau lebih. Namun, ternyata sejumlah training yang dilaksanakan tidak memiliki dampak yang signifikan terhadap performa kerja dan keuntungan perusahaan.

Bila suatu training dilakukan dengan metode yang menarik,menggunakan permainan sebagai metode belajar, menggunakan musik yang menarik, melibatkan sisi afektif dari peserta, maka tingkat pemahaman terhadap materi yang disampaikan akan menjadi lebih tinggi. Tingkat penolakan peserta terhadap tujuan training pun menjadi minim. Bahkan bila tujuan training adalah untuk merubah perilaku, maka hal ini dapat lebih mudah dilakukan.

Dalam Psychology Today, Willis (2007) menyampaikan apa saja keuntungan  Fun Theory dalam Training?

  1. Pemrosesan informasi efektif
  2. Pemahaman jangka panjang
  3. Peserta lebih nyaman
  4. Berpengaruh pada perilaku
  5. Motivasi meningkat
  6. Peserta lebih aktif
  7. Tingkat stress rendah
  8. Level kognisi tinggi
  9. Muncul momen AHA

Berikut ini penjelasannya satu persatu:

  • Pemrosesan informasi efektif.

Tujuan training berbeda-beda, ada yang untuk memberikan pemahaman, ada yang untuk merubah perilaku, ada yang untuk meningkatkan skill. Beragam tujuan ini dapat lebih mudah dicapai dengan menggunakan Fun Theory.

  • Pemahaman jangka panjang

Dalam kurva Ebbinghaus, bahkan 10 menit sejak training selesai saja, peserta sudah mulai melupakan apa yang baru saja mereka pelajari dalam training. Karena itu, Fun Theory menjadi penting. Apa yang disampaikan dengan cara yang menyenangkan, akan diingat dalam jangka waktu yang lebih lama, karena meninggalkan kesan yang baik secara emosional.

  • Peserta lebih nyaman

Training yang berlangsung dengan menyenangkan, akan membuat peserta tidak mengantuk, tidak terbebani, dan tidak merasa kesulitan dalam memahami materi yang diberikan. Dengan cara ini, peserta merasakan training yang mereka jalani lebih nyaman, dan akan memberikan kesan yang dapat lebih mendalam dan lebih lama diingat.

  • Berpengaruh pada perilaku

Salah satu metode dalam fun theory adalah melalui games dan simulasi. Dengan cara ini, seluruh tubuh dan emosi peserta diaktifkan. Ini membuat peserta merasakan sendiri sejumlah tantangan, namun dalam konteks situasi yang aman. Pengaruhnya akan mendalam, sehingga peserta training kemudian merasakan keinginan untuk berubah.

  • Motivasi meningkat

Training yang dilakukan dengan metode yang berkesan, akan membuat peserta memahami tujuan training dengan cara yang menyenangkan. Dengan cara ini peserta akan menemukan berbagai inspirasi untuk berubah. Motivasi peserta dalam bekerja dan keinginan peserta untuk mengembangkan diri pun akan muncul.

  • Peserta lebih aktif

Dalam metode konvensional, orang mudah bosan dan merasa tidak terlibat. Dalam metode yang Fun, peserta merasakan situasi yang nyaman. Ia merasa tidak berada dalam lingkungan yang mengancam. Kenyamanan ini membuat peserta menjadi lebih aktif dan mau memberikan ide-idenya, ia pun akan terdorong untuk mau bekerjasama dengan peserta lainnya.

  • Tingkat stress rendah

Pengetahuan yang dimampatkan terlalu banyak dalam sebuah training, mungkin terlihat keren. Namun ini dapat membuat peserta merasa tertekan untuk dapat mengingat semua yang diajarkan. Padahal, untuk membuat peserta berubah dan berkembang, diperlukan unsur afektif di dalamnya. Karena itu Fun  Theory membuat peserta merasakan tingkat stress  yang rendah dan aman, dan mau terlibat aktif dalam training.

  • Level kognisi tinggi

Pemahaman tingkat tinggi tidak harus disampaikan melalui sejumlah teori yang rumit. Level kognisi yang tinggi justru harus dipicu dengan metode yang membuat peserta senang dan nyaman. Cara ini akan menembus berbagai penghalang yang ditimbulkan oleh amygdala saat belajar.

  • Muncul momen AHA

Merancang suatu training untuk dapat memunculkan momen AHAtidaklah mudah. Namun dengan Fun Theory, hal ini dimungkinkan. Tidak diperlukanteknik psikologis atau NLP yang rumit untuk itu, namun diperlukan pemahaman yang mendasar mengenai cara bagaimana manusia belajar.


Untuk melakukan Training Karyawan dengan konsep FUN THEORY yang terbukti efektif dan berhasil, hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).

Cara Menciptakan Budaya Juara, act consulting, corporate culture

Cara Menciptakan Budaya Juara

By Article No Comments

Apakah di perusahaan Anda, sudah tercipta tim-tim dengan mental juara? Tim dengan mental juara ini akan membentuk suatu kepaduan korporasi dengan budaya juara. Ingin tahu caranya? Berikut ini rahasia yang ACT Consulting ingin paparkan.  Dengan memahami kinerja dan cara kerja di sejumlah perusahaan yang berbeda. Berikut ini cara menciptakan budaya juara;  

  1. Temukan spiritual center

Bantu semua orang dalam tim untuk menemukanspiritual center dalam diri mereka masing-masing, untuk membuka potensi terpendam dalam diri mereka. Yakinlah bahwa setiap orang dalam tim anda adalah orang-orang yang hebat, dan bantu mereka untuk menjadi hebat.

  • Rumuskan tujuan besar

Temukan satu tujuan besar yang dapat membuat semua orang bekerjasama tanpa kenal lelah untuk dapat mencapainya. 

  • Berkolaborasi dengan saling memahami

Bantu tim untuk menemukan kepaduan kerja dengan semangat kolaborasi. Orang-orang yang hebat, mampu menghebatkan orang lain. Buatlah tim ini berkinerja super dengan memberikan kemampuan untuk saling memahami dan berikan kemampuan untuk dapat berkomunikasi dengan membangun, dan bukan tipe komunikasi yang destruktif.

  • Pemimpin mencipta jalan menuju tujuan

Kukuhkan pimpinan sebagai sebuah pemimpin orchestra kerjasama tim. Ia haruslah sosok yang dapat memahami danmenerjemahkan cara untuk mencapai tujuan, dan mampu mengkomunikasikannya dengansemua lapisan

  • Pahami siklus kerja dan ritme kerja

Bila sebuah tim yang hebat sudah dicapai, berikan pengetahuan juga mengenai siklus kerja. Bahwa adakalanya suatu kerjatim bisa turun dan naik. Ada kurva yang bersifat turun naik. Bahwa setiap orang juga memiliki ritme kerja masing-masing. Untuk itu, berikan peluang untuksetiap orang dalam tim anda terbuka dalam melakukan job crafting. Setiap orang mengerjakan suatu tugas dimana mereka paling baik.

  • Kembangkan skill tiap orang

Setiap juara memerlukan latihan. Untuk setiap orang dalam tim anda, berikan pada mereka waktu dan kesempatan untuk meningkatkan skill yang mereka miliki.

  • Beri penghargaan, perhatian dan pujian

Setiap orang membutuhkan penghargaan. Orang yang merasa dihargai, akan memberikan waktu, tenaga, dan pekerjaan terbaiknya. Berikan dosis pujian, perhatian, dan pengertian yang cukup, namun tidak berlebihan.

  • Perlakuan yang adil pada setiap orang

Perlakukan setiap orang dalam tim anda dengan adil. Semua orang berteriak mengajukan persamaan hak. Berikan itu pada mereka,dan mereka akan menghargai dan berbuat adil pada anda dengan memberikan prestasi juara. Bersama, anda akan membentuk tim dengan budaya juara.


Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara mengembangkan Budaya Juara di Korporasi atau Lembaga Anda, hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).

cara membuat strategi tahunan yang efektif, strategi tahunan, act consulting, dwitya agustina

Cara Membuat Strategi Tahunan Yang Efektif

By Article No Comments

Milestone adalah ukuran tahunan yang kita buat  untuk memastikan kita berada di dalam roadmap yang tepat. Milestone disebut juga annual planning. Saat anda melakukan tutup buku dan menutup tahun kalender ini, dan menyusun rencana untuk tahun baru kedepan. Tentukan Annual Strategic Planning.

Bagaimana cara menyusun Strategi tahunan? Strategi disusun dengan mengisi Balance Scorecard. Apa saja ukuran yang perlu ada di dalam rencana tahunan kita?

  • Hal yang pertama untuk mengukur milestone kita harus memastikan pencapaian ukuran financial atau financial gain. Kita harus merumuskan langkah strategis apa saja yang akan ditempuh untuk memastikan ukuran finansial ini terpenuhi?
  • Hal yang kedua, kita juga harus mengukur kepuasan konsumen. Apakah mereka bahagia dan puas dengan produk serta jasa yangkita berikan? Untuk itu, susunlah langkah strategis untuk memenuhi tuntutan konsumen ini. Bahkan secara lebih advance, kita harus dapat melakukan prediksi keinginan konsumen dari matriks data yang kita peroleh. Sehingga kita dapat membuka kesempatan baru untuk menghasilkan revenue, dari kebutuhan konsumen yang terus berkembang.
  • Hal yang ketiga adalah secara operasional, kita harus mengukur dampak dari proses bisnis yang berjalan. Bagaimana proses operasional bisnis tersebut telah memberikan pengaruh pada kinerja korporasi secara keseluruhan. Kita juga harus mengetahui proses internal apakah yang harus diperbaiki untuk menyediakan nilai dan mencapai tujuan keuangan perusahaan anda?
  • Hal yang keempat adalah kapasitas belajar yang ada di dalam organisasi. Bagaimana hal ini mampu meningkatkan kemampuan DNA organisasi dalam berevolusi secara lebih baik, untuk mampu mengatasi berbagai tantangan yang mendatangkan perubahan yang cepat. Apakah keterampilan dan kapabilitas dari tim karyawan yang anda miliki, untuk mengarahkan proses internal agar dapat memenuhi tujuan nilai untuk konsumen, dan bagaimana mereka dapat bekerjasama untuk mencapai tujuan keuangan?

Keempat langkah ini merupakan bagian dari Balance Scorecard atau yang sering disebut sebagai BSC. Metode pengukuran kinerja perusahaan melalui BSC ini pertama kali dikembangkan pada awal tahun 1990 oleh Robert Kaplan dan David Norton dari Harvard Business School.

Metode balance scorecard ini menghasilkan pandangan menyeluruh yang lebih seimbang dalam meninjau kinerja perusahaan, dibanding pengukuran di masa lalu yang hanya memperhitungkan perolehan finansial (financial gain).

Dalam menyusun strategi tahunan, perhatikan cara memfungsikan matriks BSC ini. Perpaduan langkah 1 dan 2, akan menunjukkan kekurangan Key Result Area di perusahaan Anda. Dan gabungan dari langkah 3 dan 4 akan menunjukkan Effort yang harus dikeluarkan. Untuk itu perusahaan menurunkan strategi ke dalam ukuran Key Performance Indicator yang disepakati antara manajemen dan tim karyawan.

Sisi lain dari strategi adalah penyusunan Rencana Tahunan (Annual Planning) dengan melakukan matriks perhitungan SWOT – TOWS secara seimbang dan menyeluruh : Strength –Weakness – Opportunities – Threats:

S – O : Strength apa yang bisa anda gunakan untuk mengkapitalisasi opportunities yang dimiliki?

W – O :  Weakness apa yang harus dimitigasikan agar opportunities bisa terkapitalisasi?

S – T : Strength apa yang bisa digunakan untuk bisa menangani/ mengurangi Threats?

W – T : Strategi apa yang bisa dilakukan untuk meminimkan Weakness dan menghindari Threats?

Dengan menggunakan metode diatas, Perusahaan Anda dapat menurunkan strategi ke dalam rumusan prosedur standar operasional yang lebih efisien. Untuk memastikan agar proses internal dalam perjalanan bisnis perusahaan berlangsung dengan efektif, cepat, terpadu dan ekonomis. Setelah itu, barulah key performance indicator diturunkan untuk level eksekutif. Untuk menetapkan sejauh mana peranan tiap pimpinan puncak di manajemen terhadap pencapaian target secara keseluruhan. 

Untuk mendapatkan bantuan dalam menyusun Strategi Tahunan bagi korporasi Anda, anda dapat mengirimkan email ke; info@actconsulting.co atau mengirimkan pesan whatsapp atau menelepon ke nomor; 0812-9400-0985 (Donna/ Gisri).