Skip to main content

Cara Menyusun Rencana Strategis (Renstra) Lembaga atau Korporasi

By December 18, 2018December 21st, 2018Article

Apakah Anda tengah memegang tanggung jawab untuk melakukan persiapan penyusunan rencana strategis (renstra) atau rencana tahunan (annual planning) untuk lembaga atau perusahaan tempat Anda bekerja?  

Bagi Anda yang tengah dipercaya untuk memegang tanggung jawab sebagai perencana strategi di lembaga atau perusahaan Anda, pemaparan yang diberikan oleh ACT Consulting ini semoga berguna bagi Anda.

Penyusunan Renstra atau annual plan merupakan rutinitas yang harus dilakukan tiap tahun. Ada yang melakukannya pada quarter empat di tahun sebelumnya, adapula yang melakukannya pada awal quarter pertama tahun berjalan. 

Biasanya, telah ada panduan untuk melakukan penyusunan renstra atau annual planning ini. Diantaranya dengan mengambil perencanaan tahun sebelumnya sebagai acuan. Namun mungkin anda dan sesama rekan yang tergabung di tim Renstra kini menginginkan metode yang lebih baik untuk menyusun Renstra di tahun ini. 

Apakah Anda bekerja di rumah sakit, lembaga pemerintahan, perusahaan jasa, manufacturing, atau mengelola bisnis yang dimiliki sendiri, Anda membutuhkan lebih dari sekedar panduan untuk menyusun visi dan misi serta target keuangan. Anda pun butuh untuk mengetahui keadaan  perusahaan Anda, di tengah iklim persaingan yang tengah memanas.

Anda pun merasa perlu untuk mengetahui kondisi konsumen dan masyarakat sebagai bagian dari para pemangku kepentingan yang terkait dengan lembaga atau korporasi Anda. Karena kesemuanya berperan dalam menunjang kinerja lembaga dan korporasi atau bisnis Anda secara makro.

Renstra atau annual planning, harus disusun dengan memperhatikan  empat unsur yang ada dalam Balance Scorecard. Unsur Finansial, Konsumen, Operasionaldan Pengembangan. Keempatnya harus diturunkan ke dalam langkah-langkah yang terpadu. Dimulai dari perencanaan di tingkat makro organisasi.

Di tingkat makro ini, biasanya lembaga melakukan evaluasi terhadap kinerja yang telah lalu. Ini merupakan bagian dari BSC dalam langkah ke 3,  yaitu peninjauan sistem operasional internal.

Selain itu, sebuah lembaga bisanya melakukan pemetaan  tantangan, peluang, kekuatan, dan kelemahan (SWOT dan TOWS analysis), dengan memperhatikan harapan dari para pemangku kepentingan.

Sebagai salah satu tahap dalam pemetaan SWOT dan TOWS ini, lembaga haruslah dapat memahami isu strategis apa saja yang menjadi tantangan, kekuatan, peluang, dan kelemahan lembaga. Serta arahan tujuan visi misi yang menjadi harapan organisasi ke depannya. 

Baca Juga:  Training Motivasi Karyawan dan Manfaatnya Bagi Perusahaan

Melalui penurunan langkah strategis dari visi misi menjadi performance indicator, sebuah rencana menjadi lebih konkrit. Performance indicator ini  untuk dipegang oleh para pimpinan departemen dan direksi sebagai acuan. Lalu diturunkan lagi ke level medium, menjadi standar operasi yang akan dilakukan dalam kendali dari para manajer atau kepala bagian.

Langkah-langkah ini harus diselaraskan dengan apa yang ditulis di dalam Balance Scorecard, agar kesemua tahapan yang disusun dan diambil dapat dilakukan dengan seimbang. Apabila ada item proses bisnis yang berada diluar matriks BSC, maka hal tersebut dianggap tidak perlu untuk dilaksanakan. Fokus saja pada empat kotak matriks dalam BSC untuk memastikan semua proses internal telah sesuai dengan tujuan organisasi. 

Karena Anda melakukan perencanaan strategis, maka Anda pun harus memperhatikan pertumbuhan para karyawan yang memegang tanggung jawab. Berikan dan anggarkan jam belajar untuk mengembangkan setiap orang.

Dengan cara seperti ini, kekuatan organisasi pun menjadi terbangun kokoh. Karena unsur pengembangan sumber daya manusia amat diperhatikan, karena di tangan tiap karyawanlah ujung tombak eksekusi rencana akan dijalankan. Seperti diutarakan oleh para ahli bahwa mereka yang berhenti belajar akan berjalan di tempat.

Baru setelah itu dilakukan individual performance contract atau penyusunan KPI yang bersifat makro dari para Direksi atau kepala Departemen. Lalu diturunkan kembali menjadi KPI untuk para Manajer atau Kepala Bagian. Lalu dibuat lebih mikro untuk masing-masing supervisor dan staf. Penyusunan ini semua membutuhkan analisa yang terstruktur.

Cara Membuat Rencana Strategis (Renstra) atau Annual Planning:

  1. Temukan Visi Misi dan Roadmap setahun
  2. Analisa proses bisnis dengan balance scorecard sesuai roadmap
  3. Tentukan Performance Indicator sesuai blueprint organisasi
  4. Analisa isu internal eksternal dengan metode bisnis forensic
  5. Gunakan Strategy Toolbox sesuai kebutuhan

Untuk memperoleh penyegaran mengenai cara-cara penyusunan Renstra yang efektif, hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telpon kami di nomor 0812-9400-0985 (Donna) atau 0821-2487-0050 (Gisri).

Untuk menjadi seorang Ahli Strategi bagi Lembaga, korporasi dan bisnis, Anda dapat mengikuti Training Corporate Strategy Specialist dari ACT Consulting. Hubungi kami dan dapatkan harga khusus untuk paket korporat.

Leave a Reply

Open chat
1
Halo,
Ada yang bisa kami bantu?