Skip to main content
All Posts By

Andi Basuni

act consulting, tujuan pendidikan 2030 dari oecd

Menyiapkan Generasi Emas Global dengan Visi Pendidikan 2030 dari OECD

By Article No Comments

Schleicher (2018) sebagai Direktur OECD dalam bidang Pendidikan dan Keterampilan menyampaikan bahwa Pendidikan dapat membekali peserta didik dengan hak untuk menentukan pilihan dan tujuan, dan memberikan pada seseorang kompetensi yang mereka butuhkan, untuk membentuk kehidupan mereka sendiri dan berkontribusi pada kehidupan orang lain.

Untuk mengetahui cara terbaik untuk melakukannya, Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) telah meluncurkan proyek Masa Depan Pendidikan dan Keterampilan 2030. Tujuan dari proyek ini adalah untuk membantu negara-negara menemukan jawaban atas dua pertanyaan luas:

● Pengetahuan, keterampilan, sikap, dan nilai apa yang dibutuhkan siswa saat ini untuk berkembang dan membentuk dunia mereka?

● Bagaimana sistem pengajaran dapat mengembangkan pengetahuan, keterampilan, sikap, dan nilai-nilai ini secara efektif?

Scheleicher (2018) menyebutkan bahwa masa depan bersifat tidak pasti dan tidak dapat diprediksi; tetapi kita harus terbuka dan siap untuk itu. Anak-anak yang memasuki pendidikan pada tahun 2018 akan menjadi dewasa muda pada tahun 2030.

Sekolah di masa kini harus dapat mempersiapkan mereka untuk pekerjaan yang belum diciptakan, untuk teknologi yang belum ditemukan, untuk menyelesaikan masalah yang belum diantisipasi. Ini akan menjadi tanggung jawab bersama untuk merebut peluang dan menemukan solusi.

Untuk menavigasi generasi emas agar dapat bergerak dengan luwes di masyarakat global melalui ketidakpastian seperti itu, siswa perlu mengembangkan rasa ingin tahu, imajinasi, ketahanan dan pengaturan diri; mereka perlu menghormati dan menghargai gagasan, perspektif, dan nilai-nilai orang lain; dan mereka perlu mengatasi kegagalan dan penolakan, dan untuk bergerak maju dalam menghadapi kesulitan. Motivasi dalam bersekolah harus lebih dari sekedar mendapatkan pekerjaan yang bagus dan penghasilan yang tinggi; mereka juga perlu memperhatikan kesejahteraan teman-teman dan keluarga mereka, lingkungan mereka dan planet ini.

Scheleicher (2018) menyebutkan bahwa siswa yang siap menghadapi masa depan perlu melatih rasa tanggung jawab, dalam pendidikan mereka sendiri dan sepanjang hidup. Rasa tanggung jawab untuk berpartisipasi di dunia dan, dengan demikian, memengaruhi orang, peristiwa, dan keadaan menjadi lebih baik.

Rasa tanggung jawab ini membutuhkan kemampuan untuk membingkai tujuan panduan dan mengidentifikasi tindakan untuk mencapai tujuan. Untuk membantu memungkinkan ini, pendidik tidak hanya harus mengenali kepribadian peserta didik, tetapi juga mengakui hubungan yang lebih luas – dengan guru, teman sebaya, keluarga dan masyarakat mereka – yang memengaruhi pembelajaran mereka.

Scheleicher (2018) menyebutkan bahwa konsep yang mendasari kerangka belajar adalah “co-agency” – hubungan interaktif, saling mendukung yang membantu peserta didik untuk maju menuju tujuan mereka yang berharga. Dalam konteks ini, setiap orang harus dianggap sebagai pembelajar, tidak hanya siswa tetapi juga guru, manajer sekolah, orang tua dan masyarakat.

Dua faktor, khususnya, membantu peserta didik mengaktifkan rasa tanggung jawab. Yang pertama adalah lingkungan belajar yang dipersonalisasi yang mendukung dan memotivasi setiap siswa untuk memelihara gairahnya, membuat hubungan antara berbagai pengalaman dan peluang belajar, dan merancang proyek dan proses belajar mereka sendiri dalam kolaborasi dengan yang lain.

Yang kedua adalah membangun fondasi yang kuat: literasi huruf dan kemampuan berhitung tetap penting. Di era transformasi digital dan dengan munculnya data besar, literasi digital dan literasi data menjadi semakin penting, demikian pula kesehatan fisik dan kesejahteraan mental. OECD Education 2030 pemangku kepentingan telah bersama-sama mengembangkan “kompas pembelajaran” yang menunjukkan bagaimana orang muda dapat menavigasi kehidupan mereka dan dunia mereka (Gambar berikut).

Siswa yang paling siap untuk masa depan adalah pemegang tanggung jawab perubahan (change agent). Mereka dapat memiliki dampak positif pada lingkungan mereka, memengaruhi masa depan, memahami niat, tindakan, dan perasaan orang lain, serta mengantisipasi konsekuensi jangka pendek dan jangka panjang dari apa yang mereka lakukan.

Konsep kompetensi menyiratkan lebih dari sekadar perolehan pengetahuan dan keterampilan; ini melibatkan mobilisasi pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai-nilai untuk memenuhi tuntutan yang kompleks. Siswa yang siap menghadapi masa depan akan membutuhkan pengetahuan luas dan khusus.

Apa saja kompetensi yang dibutuhkan oleh generasi emas global ini untuk mulai dipelajari dan dikuasai dari sekarang?

  • Pengetahuan mengenai berbagai disiplin ilmu akan terus menjadi penting, sebagai bahan baku dari mana pengetahuan baru dikembangkan, bersama dengan kapasitas untuk berpikir melintasi batas-batas disiplin ilmu dan “menghubungkan titik yang saling berkaitan.
  • Pengetahuan epistemik, atau pengetahuan tentang disiplin ilmu, seperti mengetahui cara berpikir seperti ahli matematika, sejarawan atau ilmuwan, juga akan signifikan, memungkinkan siswa untuk memperluas pengetahuan disiplin mereka.
  • Pengetahuan prosedural diperoleh dengan memahami bagaimana sesuatu dilakukan atau dibuat – serangkaian langkah atau tindakan yang diambil untuk mencapai tujuan. Beberapa pengetahuan prosedural bersifat khusus domain, beberapa dapat ditransfer antar domain. Ini biasanya berkembang melalui pemecahan masalah praktis, seperti melalui design thinking dan pemikiran sistemik.

Pelajar juga perlu menerapkan pengetahuan mereka dalam keadaan yang tidak diketahui dan berkembang. Untuk ini, mereka akan membutuhkan berbagai keterampilan, termasuk keterampilan kognitif dan meta-kognitif;

– Berpikir kritis,

– berpikir kreatif,

– keterampilan belajar (learning skill) dan

– keterampilan mengatur diri sendiri;

 

Sementara, keterampilan mengatur diri terdiri dari;

–  keterampilan sosial dan emosional (mis. empati, self-efficacy, dan kolaborasi); dan

–  keterampilan praktis dan fisik (mis. menggunakan perangkat teknologi informasi dan komunikasi baru).

 

Penggunaan rentang pengetahuan dan keterampilan yang lebih luas ini akan dimediasi oleh sikap dan nilai-nilai (mis. Motivasi, kepercayaan, penghargaan terhadap keragaman dan kebajikan). Sikap dan nilai-nilai dapat diamati pada tingkat pribadi, lokal, sosial dan global.

Sementara kehidupan manusia diperkaya oleh keragaman nilai dan sikap yang timbul dari sudut pandang budaya dan kepribadian yang berbeda, ada beberapa nilai manusia (misalnya, penghormatan terhadap semua jenis kehidupan dan martabat manusia, dan penghargaan terhadap lingkungan) yang tidak dapat dikompromikan.

 
apakah strategi bisnis telah dijalankan dengan tepat, act consulting

Apakah Strategi Bisnis telah Dijalankan dengan Tepat?

By Article No Comments
Image may contain: text
  • Apakah usaha Anda tengah mengalami kegamangan dalam memasuki era persaingan baru?
  • Anda membutuhkan metode yang tepat untuk menentukan langkah bisnis ke depannya?
  • Atau korporasi Anda membutuhkan strategi baru karena proses bisnis Anda tidak lagi dapat menjawab tantangan pasar? 
  • Perusahaan Anda butuh metode penyusunan rencana strategi yang lebih mudah dipelajari dan terbukti berhasil? 

Saatnya untuk belajar dari 30 tahun pengalaman ahli strategi korporasi tingkat dunia yang terbukti telah berhasil masuk dalam jajaran 500 perusahaan terbaik dunia dalam Fortune 500 companies. Hanya dalam waktu singkat, peserta akan memahami berbagai organ taktikal yang dibutuhkan untuk bisa menyusun strategi korporasi hingga 10 tahun ke depan. 

Para peserta akan mempelajari cara menyusun roadmap, menentukan DNA bisnis, merancang blueprint, melakukan bisnis forensik, dan strategi kepemimpinan dengan metode yang mudah dikuasai dan terbukti efektif dan berhasil memenangkan persaingan. 

Jadilah Corporate Strategic Specialist bersama ACT Consulting. Bersama kita akan membedah kesulitan yang ditemui dalam bisnis anda, dan menyusun formula dan menetapkan langkah-langkah solusi terbaik dalam menyusun strategi korporasi bersama para ahli yang terbukti telah membawa banyak perusahaan di Indonesia dan Malaysia memperoleh momen emasnya. 

Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara menyusun strategi korporasi dan lembaga hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).

corporate strategy specialist, act consulting

Mengapa Perlu Legitimasi untuk Keahlian Strategi Anda?

By Article No Comments

Sudah menjadi keharusan untuk Anda yang bekerja di BUMN dan Perseroan Terbatas (PT) untuk melakukan Good Corporate Governance (Tata Kelola Perusahaan yang baik). Untuk itu selain memerlukan kepatuhan terhadap aturan dan etika bisnis, salah satu hal yang diperhitungkan adalah pengakuan kemampuan kepemimpinan strategik di perusahaan untuk menjamin semua pengambilan keputusan dan arahan kebijakan dapat dilakukan dengan baik dan bertanggung jawab pada semua stake holder.

Menjadi nahkoda dan memimpin perusahaan yang besar dengan ratusan hingga ribuan atau bahkan puluhan ribu karyawan yang menggantungkan nasib pada kepemimpinan Anda, menjadikan setiap keputusan yang Anda buat haruslah terukur dan berasal dari metode kalkulasi yang diakui keabsahannya oleh berbagai universitas ternama di dunia.

Dalam Corporate Strategic Program, Anda akan mendapatkan berbagai kemampuan taktikal yang dibutuhkan, dalam waktu singkat. Belum lagi, Anda akan mendapatkan Sertifikasi Nasional dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi sebagai bukti yang legitimate atas pengakuan negara terhadap keahlian strategi yang Anda miliki.

========================================
Program Sertifikasi Corporate Strategic Specialist
========================================
Tanggal: 20-22 Februari 2019
Lokasi: Menara 165 Cilandak Jakarta Selatan
.
Hubungi kami via email :
info@actconsulting.co
.
Kirim wa/ telepon ke :
0821-2356-7237 (Aziz)
.
Atau daftar di link ini :
bit.ly/DAFTARCSS

mengukir karakter millenials, act consulting, andi basuni

Mengukir Karakter Millenials

By Article No Comments

Secara umum, generasi millenial, yang lahir antara tahun 1980 and 2000 kini telah memasuki jenjang menengah dalam karirnya. Para millenial ini memiliki karakter unggul dan penguasaan teknologi yang baik. Namun karena millenial memiliki karakter yang berbeda dengan generasi sebelumnya, diperlukan pendekatan yang berbeda dalam memanage millenial.

Menurut Price Waterhouse Cooper, pada tahun 2020, 50% tenaga kerja global terdiri dari para millenial. Aspirasi karir mereka, sikap mereka terhadap kerja, dan pengetahuan yang dimiliki oleh para millenials ini akan membentuk masa depan bisnis Anda. Millenials penting karena mereka akan memaksimalkan skill mereka yang baik dalam pengetahuan teknologi terkini, untuk memudahkan komunikasi dan pelaksanaan pekerjaan.

Masih dalam sumber survey yang sama, PWC menyampaikan bahwa bagi millenials, uang bukanlah segalanya. 52% dari responden millenials ini menyatakan bahwa mereka mencari kesempatan untuk pengembangan diri dan karir.

PWC juga mengungkapkan bahwa millenials mencari makna hidup dalam bekerja. Milllenials ingin agar pekerjaan mereka memiliki tujuan yang bermakna, mereka ingin memberi kontribusi pada dunia dimana mereka hidup, dan mereka ingin bekerja di tempat yang memiliki tujuan luhur.

Training ESQ (Emosional dan  Spiritual Quotient) adalah training  SDM  yang hadir sebagai upaya membangun Karakter dengan mengoptimalkan seluruh potensi yang ada pada diri seseorang. Hal ini dianggap sangat menarik bagi para millenials. ESQ menggabungkan 3 potensi dalam  berkarya  yaitu modal materi/fisik, modal sosial, dan  modal spiritual.

Modal Fisik (Phisical Capital)  yaitu kemampuan untuk berfikir “What do I Think” (apa yang saya fikirkan) untuk mengelola kekayaan fisik/materi, Modal Sosial (Sosial Capital) yaitu kemempuan untuk merasa “What do I Feel” (apa yang saya rasakan) untuk mengelola kekayaan Sosial rasa kebersamaan serta keterikatan emosi, dan Modal Spiritual (Spiritual Capital)  yaitu kemampuan untuk memahami makna kehidupan “Who am I” (Siapa  Saya)  untuk mengelola kekayaan spiritual mengenal konsep diri  sebagai hamba  Tuhan.

Fenomena hari ini begitu banyak millenials yang pintar dan cerdas, profesional di bidangnya, namun mempunyai perilaku yang negatif.  Ada juga karyawan millenials  yang baik tapi tidak  Profesional. Untuk itu diperlukan Training Character Building agar dapat membentuk mindset dan berpengaruh pada pembentukan karakter secara jangka panjang dengan menjadikan kecerdasan emosional spiritual sebagai modal utama untuk menggerakkan potensi intelektual millenials.

Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara membentuk karakter para pegawai dan pimpinan hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).

membuka jalur komunikasi dengan karyawan millenials, act consulting

Membuka Jalur Komunikasi dengan Karyawan Millenial

By Article No Comments

Jika organisasi 70% di antaranya adalah Millenial, yang tidak peduli terhadap etika dan kesantunan, bahkan mengenal nama Direksinya saja tidak, apa yang harus dilakukan?

Kebanyakan millennial bekerja untuk memperkaya pengalaman dan mengasah skill yang mereka miliki. Mereka suka bila bisa berekspresi dan bersuara. Hal yang pertama, dengarkan dengan baik apa yang mereka sampaikan. Karena bila anda tidak menjadi pendengar yang baik, mereka akan bersuara di jalur sosial media, dan ini bisa jadi bumerang bagi organisasi Anda. Menjadi pendengar yang baik, adalah keterampilan yang harus dikuasai oleh manajemen, terutama mereka yang di bagiannya banyak terhimpun para millenials ini.

Millenials bukan tak tahu etika, mereka hanya perlu memahami apa alasan kuat dari setiap hal yang harus dilakukan. Terapkan aturan yang konsisten, dengan memberikan alasan yang kuat di baliknya. Berikan insentif untuk millenials yang disiplin dan memenuhi target. Dengan cara ini, anda mendorong mereka untuk menunjukkan kinerja terbaiknya.

Terapkan pula pola saringan yang ketat. Anda tak memerlukan millenials yang tidak dapat memenuhi etika dan sopan santun dalam jangka panjang. Karena itu, beri mereka inspirasi untuk berkiprah sebaik-baiknya, di tempat lain. Lakukan semua hal dengan simpatik dan cantik. Dengan cara ini, anda menjamin komunikasi dan silaturahmi tetap terjaga. Karena anda tidak pernah tahu nantinya akan seperti apa dan sehebat apa para millenials yang alumni perusahaan anda itu nantinya bisa berkiprah. Karena itu, tetaplah berpikiran positif dan bertindak positif.

melakukan transformasi tanpa orang-orang kunci, act consulting

Melakukan Transformasi Tanpa Orang-orang Kunci

By Article No Comments

Apabila pimpinan satu level di bawah Direksi, tidak mendukung transformasi organisasi, sementara mereka adalah orang-orang kunci dan keahliannya sangat diperlukan, apabila mereka meninggalkan organisasi maka dikhawatirkan akan mempengaruhi keberlangsungan bisnis, apa yang harus di lakukan?

Inilah pentingnya memiliki talent pipeline dan pola komunikasi terbuka di dalam organisasi. Anda harus menjadikan leadership sebagai tanggung jawab dari setiap orang.

Ciptakan peluang komunikasi yang terbuka dan sama rata. Bila setiap orang merasa bahwa ia didengar, anda akan dapat membangunkan potensi besar dari tiap orang di organisasi.

Keahlian itu dibentuk dari pengalaman. Namun yang terpenting dengan cara ini, anda membangun partisipasi dari tiap orang untuk memajukan organisasi. Dengan cara ini, tak peduli sebanyak apapun orang hebat hengkang dari organisasi, anda akan dapat menumbuhkan peran yang hebat dari orang-orang yang terlihat biasa, namun loyal, yang anda masih miliki.

Yakinlah dengan potensi yang dimiliki oleh banyak orang loyal di organisasi Anda. Dan jangan lupa juga bahwa rekrutmen eksternal dapat juga dilakukan, dan anda dapat menemukan orang pengganti yang lebih baik, dalam waktu yang cepat.

Bahkan bila ancaman untuk keluar sudah muncul, jangan ragu untuk mulai mencari dan menyiapkan calon pengganti dari sekarang. Dengan cara ini, anda memperlihatkan bahwa organisasi tidak mungkin menghentikan transformasi yang dilakukan.

Tidak peduli ancaman tersebut datang darimana. Inilah tantangan terbesar dalam change management. Tapi dengan pola komunikasi organisasi yang tepat, anda dapat melaksanakan langkah-langkah solutif yang tepat, dengan cara yang sebaik-baiknya.

memastikan laju transformasi walau pimpinan berganti, act consulting

Memastikan Laju Transformasi saat Pemimpin Berganti

By Article No Comments

Bagaimana memastikan bahwa transformasi budaya yang sudah d dan dibentuk terus berlanjut sementara terjadi pergantian pimpinan?

Budaya yang baik, terwujud dari peran agent of change. Salah satu peran budaya adalah memperkuat organisasi supaya dapat bertahan dengan perubahan internal dan eksternal seperti apapun. Karena peran budaya tidak bergantung di tangan pemimpin, tapi menjadi embodied di dalam perusahaan, di dalam semua karyawan. Mendarah daging dan diwariskan lintas generasi.

Untuk melakukan ini, lakukan 10 steps of total culture transformation dari ACT Consulting. Pastikan bahwa perubahan values terjadi dan menjadi karakter dari para karyawan. Minimal telah terjadi perubahan karakter di level AOC dan manajemen. Karena itu penting untuk melakukan training-training values internalizations di level AOC dan manajemen, demikian juga dengan langkah-langkah lainnya dari 10 steps.

Dengan mengetahui racun budaya dari hasil pengukuran survey persepsi budaya dalam OCHI (Organization Culture Health Index), misalnya. Anda akan dapat mengetahui ancaman internal ada di departemen mana saja, dan apa harapan tiap departemen itu.

Dari sini anda dapat merumuskan solusi dan strategi yang tepat untuk melakukan langkah-langkah selanjutnya, dan ini dapat menjamin budaya kerja dapat berubah dan bertahann walau terjadi pergantian kepemimpinan. Karena budaya perubahan sudah menjadi DNA baru di dalam organisasi anda, dan tim AOC dan manajemen telah menguasai keterampilan change management yang diperlukan. Bila belum, anda dapat menyertakan karyawan terbaik Anda di program Certified Change Agent atau Corporate Culture Specialist.

menjawab tantangan budaya di era vuca, act consulting

Menjawab Tantangan Budaya di Era VUCA

By Article No Comments

Di era VUCA, saat bisnis tidak pasti dan strategi bisnis terus berubah, apakah perilaku karyawan (budaya organisasi) harus ditentukan dan dibentuk? Sementara menurut pemilik salah satu e-commerce lokal, justru kebebasan dan fleksibilitas penting di era VUCA, tidak perlu diatur perilaku karyawan seperti apa?

Yes, perlu banget. Fleksibilitas bukan berarti kebebasan tanpa batas. Di bukalapak pun tetap berlaku evaluasi performa kerja tiap orang. Bahkan kasus yang lebih ekstrim juga ada. Di Meksiko, perusahaan terkayanya menetapkan budaya no rules di dalam organisasi. Namun dalam kesepakatan pertama sebelum join, performa kerja 90 hari pertama harus memenuhi syarat. Bila tidak, orang tersebut langsung dipecat. Kita bisa melihat bahwa bahkan di era dimana kebebasan diusung tinggi, sejumlah perusahaan terhebat dunia justru menciptakan sistem kerja dan budaya kerja dengan profesionalitas tingkat tinggi.

Anda bisa lihat di gojek misalnya. Kebijakan yang dilakukan Nadiem adalah; memberikan gaji rendah dulu. Baru setelah seseorang terbukti bagus, akan meningkat seiring waktu. Mengapa? Karena ia menekankan bahwa yang ingin ia hadirkan di gojek adalah orang-orang yang punya tujuan dan visi mulia terlebih dulu, untuk memajukan aplikasi karya anak bangsa (nama perusahaan gojek adalah ini). dan bukan ingin memanjakan orang-orang yang semata mencari uang besar.

Bahkan di google, hal yang tak jauh berbeda terjadi. mereka bahkan banyak menjaring orang dari jalur referral (berdasarkan referensi dari karyawan yang terbukti berkinerja baik). Ini berarti calon karyawan harus terlebih dahulu diketahui seperti apa riwayat pekerjaan dan kepribadiannya sebelum masuk, karena ia disarankan bergabung dari karyawan yang terlebih dahulu ada. Mereka pun mensyaratkan nilai akademis yang sangat tinggi dan harus lulus dari tes-tes super sulit. Ini saja, sudah dapat mengeliminasi banyak kandidat yang punya daya juang yang kurang baik.

Ini semata karena google melihat bahwa mereka yang memiliki nilai akademis super tinggi dan dari universitas ternama, pastilah memiliki motivasi berprestasi yang tinggi, dan komitmen bekerja yang super tinggi juga. Inilah mengapa google terus berhasil melakukan banyak inovasi dan mengembangkan teknologi yang melampaui kebutuhan masa kini. Karena mereka menghimpun hanya orang-orang terbaik untuk duduk bersama mereka. Baru sebagai penghargaan, mereka memberikan kebebasan dan fasilitas yang super memanjakan. Jangan malah anda lakukan hal yang sebaliknya di perusahaan Anda.

Penentu dalam menjaga kelangsungan budaya perusahaan yang tepat adalah saat rekrutmen. Saat anda memilih  kandidat untuk bergabung. Pastikan sistem rekrutmen perusahaan mampu mengeliminir orang yang berbudaya tidak tepat melalui assessment tools yang tepat, maka anda dapat memastikan organisasi bisa bertahan lama dan berkinerja baik.

Namun bila yang sulit adalah mengubah budaya lama, lakukan perubahan mindset. Terapkan sejumlah strategi penguatan DNA perusahaan melalui coaching, training dan informal drilling (mengajukan serangkaian pertanyaan dalam sesi yang nyaman dan informal untuk menggali berbagai penyebab suatu masalah) melalui para leaders.

Gali dan Tanya apa saja penyebab mereka tidak perform, apa penyebab mereka tidak disiplin, lalu secara bijak minta karyawan tersebut mencari solusinya dan membuat rencana perubahan mandiri. Pastikan pada tiap karyawan bahwa organisasi anda menginginkan agar tiap orang tumbuh dan memiliki kebiasaan yang lebih baik dan menjadi lebih ahli dan terampil, dan memiliki kepribadian yang membaik dan lebih menarik setelah bergabung di perusahaan Anda, dan bukan sebaliknya.

Apa saja keuntungan Fun Theory dalam training, act consulting

Keuntungan Fun Theory dalam Training

By Article No Comments

Biaya pelatihan dalam perusahaan biasanya berjumlah cukup besar. Untuk perusahaan dengan jumlah karyawan 1000 orang misalnya, jumlah anggaran untuk training bisa mencapai 1 milyar rupiah atau lebih. Namun, ternyata sejumlah training yang dilaksanakan tidak memiliki dampak yang signifikan terhadap performa kerja dan keuntungan perusahaan.

Bila suatu training dilakukan dengan metode yang menarik,menggunakan permainan sebagai metode belajar, menggunakan musik yang menarik, melibatkan sisi afektif dari peserta, maka tingkat pemahaman terhadap materi yang disampaikan akan menjadi lebih tinggi. Tingkat penolakan peserta terhadap tujuan training pun menjadi minim. Bahkan bila tujuan training adalah untuk merubah perilaku, maka hal ini dapat lebih mudah dilakukan.

Dalam Psychology Today, Willis (2007) menyampaikan apa saja keuntungan  Fun Theory dalam Training?

  1. Pemrosesan informasi efektif
  2. Pemahaman jangka panjang
  3. Peserta lebih nyaman
  4. Berpengaruh pada perilaku
  5. Motivasi meningkat
  6. Peserta lebih aktif
  7. Tingkat stress rendah
  8. Level kognisi tinggi
  9. Muncul momen AHA

Berikut ini penjelasannya satu persatu:

  • Pemrosesan informasi efektif.

Tujuan training berbeda-beda, ada yang untuk memberikan pemahaman, ada yang untuk merubah perilaku, ada yang untuk meningkatkan skill. Beragam tujuan ini dapat lebih mudah dicapai dengan menggunakan Fun Theory.

  • Pemahaman jangka panjang

Dalam kurva Ebbinghaus, bahkan 10 menit sejak training selesai saja, peserta sudah mulai melupakan apa yang baru saja mereka pelajari dalam training. Karena itu, Fun Theory menjadi penting. Apa yang disampaikan dengan cara yang menyenangkan, akan diingat dalam jangka waktu yang lebih lama, karena meninggalkan kesan yang baik secara emosional.

  • Peserta lebih nyaman

Training yang berlangsung dengan menyenangkan, akan membuat peserta tidak mengantuk, tidak terbebani, dan tidak merasa kesulitan dalam memahami materi yang diberikan. Dengan cara ini, peserta merasakan training yang mereka jalani lebih nyaman, dan akan memberikan kesan yang dapat lebih mendalam dan lebih lama diingat.

  • Berpengaruh pada perilaku

Salah satu metode dalam fun theory adalah melalui games dan simulasi. Dengan cara ini, seluruh tubuh dan emosi peserta diaktifkan. Ini membuat peserta merasakan sendiri sejumlah tantangan, namun dalam konteks situasi yang aman. Pengaruhnya akan mendalam, sehingga peserta training kemudian merasakan keinginan untuk berubah.

  • Motivasi meningkat

Training yang dilakukan dengan metode yang berkesan, akan membuat peserta memahami tujuan training dengan cara yang menyenangkan. Dengan cara ini peserta akan menemukan berbagai inspirasi untuk berubah. Motivasi peserta dalam bekerja dan keinginan peserta untuk mengembangkan diri pun akan muncul.

  • Peserta lebih aktif

Dalam metode konvensional, orang mudah bosan dan merasa tidak terlibat. Dalam metode yang Fun, peserta merasakan situasi yang nyaman. Ia merasa tidak berada dalam lingkungan yang mengancam. Kenyamanan ini membuat peserta menjadi lebih aktif dan mau memberikan ide-idenya, ia pun akan terdorong untuk mau bekerjasama dengan peserta lainnya.

  • Tingkat stress rendah

Pengetahuan yang dimampatkan terlalu banyak dalam sebuah training, mungkin terlihat keren. Namun ini dapat membuat peserta merasa tertekan untuk dapat mengingat semua yang diajarkan. Padahal, untuk membuat peserta berubah dan berkembang, diperlukan unsur afektif di dalamnya. Karena itu Fun  Theory membuat peserta merasakan tingkat stress  yang rendah dan aman, dan mau terlibat aktif dalam training.

  • Level kognisi tinggi

Pemahaman tingkat tinggi tidak harus disampaikan melalui sejumlah teori yang rumit. Level kognisi yang tinggi justru harus dipicu dengan metode yang membuat peserta senang dan nyaman. Cara ini akan menembus berbagai penghalang yang ditimbulkan oleh amygdala saat belajar.

  • Muncul momen AHA

Merancang suatu training untuk dapat memunculkan momen AHAtidaklah mudah. Namun dengan Fun Theory, hal ini dimungkinkan. Tidak diperlukanteknik psikologis atau NLP yang rumit untuk itu, namun diperlukan pemahaman yang mendasar mengenai cara bagaimana manusia belajar.


Untuk melakukan Training Karyawan dengan konsep FUN THEORY yang terbukti efektif dan berhasil, hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).

Cara Menciptakan Budaya Juara, act consulting, corporate culture

Cara Menciptakan Budaya Juara

By Article No Comments

Apakah di perusahaan Anda, sudah tercipta tim-tim dengan mental juara? Tim dengan mental juara ini akan membentuk suatu kepaduan korporasi dengan budaya juara. Ingin tahu caranya? Berikut ini rahasia yang ACT Consulting ingin paparkan.  Dengan memahami kinerja dan cara kerja di sejumlah perusahaan yang berbeda. Berikut ini cara menciptakan budaya juara;  

  1. Temukan spiritual center

Bantu semua orang dalam tim untuk menemukanspiritual center dalam diri mereka masing-masing, untuk membuka potensi terpendam dalam diri mereka. Yakinlah bahwa setiap orang dalam tim anda adalah orang-orang yang hebat, dan bantu mereka untuk menjadi hebat.

  • Rumuskan tujuan besar

Temukan satu tujuan besar yang dapat membuat semua orang bekerjasama tanpa kenal lelah untuk dapat mencapainya. 

  • Berkolaborasi dengan saling memahami

Bantu tim untuk menemukan kepaduan kerja dengan semangat kolaborasi. Orang-orang yang hebat, mampu menghebatkan orang lain. Buatlah tim ini berkinerja super dengan memberikan kemampuan untuk saling memahami dan berikan kemampuan untuk dapat berkomunikasi dengan membangun, dan bukan tipe komunikasi yang destruktif.

  • Pemimpin mencipta jalan menuju tujuan

Kukuhkan pimpinan sebagai sebuah pemimpin orchestra kerjasama tim. Ia haruslah sosok yang dapat memahami danmenerjemahkan cara untuk mencapai tujuan, dan mampu mengkomunikasikannya dengansemua lapisan

  • Pahami siklus kerja dan ritme kerja

Bila sebuah tim yang hebat sudah dicapai, berikan pengetahuan juga mengenai siklus kerja. Bahwa adakalanya suatu kerjatim bisa turun dan naik. Ada kurva yang bersifat turun naik. Bahwa setiap orang juga memiliki ritme kerja masing-masing. Untuk itu, berikan peluang untuksetiap orang dalam tim anda terbuka dalam melakukan job crafting. Setiap orang mengerjakan suatu tugas dimana mereka paling baik.

  • Kembangkan skill tiap orang

Setiap juara memerlukan latihan. Untuk setiap orang dalam tim anda, berikan pada mereka waktu dan kesempatan untuk meningkatkan skill yang mereka miliki.

  • Beri penghargaan, perhatian dan pujian

Setiap orang membutuhkan penghargaan. Orang yang merasa dihargai, akan memberikan waktu, tenaga, dan pekerjaan terbaiknya. Berikan dosis pujian, perhatian, dan pengertian yang cukup, namun tidak berlebihan.

  • Perlakuan yang adil pada setiap orang

Perlakukan setiap orang dalam tim anda dengan adil. Semua orang berteriak mengajukan persamaan hak. Berikan itu pada mereka,dan mereka akan menghargai dan berbuat adil pada anda dengan memberikan prestasi juara. Bersama, anda akan membentuk tim dengan budaya juara.


Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara mengembangkan Budaya Juara di Korporasi atau Lembaga Anda, hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).