Skip to main content

Budaya Perusahaan yang Baik Meningkatkan Performa dan Efektivitas Organisasi

By February 20, 2019Article

Apakah anda masih ragu mengenai manfaat apa yang dapat berkembang dari transformasi budaya perusahaan yang hendak dilakukan? Perlu diketahui bahwa banyak penelitian ditemukan yang menegaskan tingginya keunggulan yang didapatkan oleh perusahaan dengan melakukan penanaman budaya yang unggul sebagai core values dan tercetak dalam visi misi perusahaan.

Dalam bukunya yang berjudul Corporate Culture and Performance, Kotter dan Heskett (2011) telah menyampaikan hasil penelitian dengan hasil yang mencengangkan. Kedua professor dari Harvard Business School ini menemukan perbedaan hingga 900% antara organisasi yang memiliki budaya perusahaan yang baik dengan yang kurang baik, dalam  hal kenaikan harga saham sepanjang beberapa waktu. Sementara rata-rata pertumbuhuan harga saham di perusahaan tanpa budaya yang meningkatkan performa hanya di tingkat 74%.

Sumber: hbs.org (situs Harvard business school)

Gambaran data diatas merupakan rangkuman dari penelitian yang dilakukan oleh Professor James Heskett dan John P Kotter pada 200 perusahaan, sejak tahun 1992. Tujuan dari penelitian mereka adalah untuk melihat sejauh mana budaya perusahaan dapat berpengaruh pada performa ekonomi jangka panjang.

Pada tahun yang hampir bersamaan dengan Kotter dan Heskett, yaitu di tahun 2011, sejumlah peneliti dari Arizona State University melakukan penelitian yang juga berkaitan dengan budaya perusahaan, yaitu mengenai efektivitas organisasi.

Hartnell et al (2011) menyampaikan bahwa budaya organisasi adalah unsur utama efektivitas organisasi (Denison & Mishra, 1995; Kotter & Heskett, 1992; Wilkins & Ouchi, 1983) dan dapat menjadi sumber keunggulan kompetitif yang berkelanjutan (Barney, 1986).

Baca Juga:  Tips Menghadapi Karyawan Bermasalah (3) : Menghadapi Karyawan Yang Korupsi Atau Mencuri

Hartnell et al, (2011) juga menyebutkan bahwa budaya organisasi adalah variabel organisasi yang penting dan memperkuat nilai melakukan penyelidikan kuantitatif ke dalam fungsi budaya organisasi.

Dalam hal ini, Hartnell et al, (2011) meneliti dengan membagi pengaruh budaya perusahaan ke dalam sejumlah dimensi yaitu;

  • Sikap pekerja (kepuasan bekerja dan komitmen organisasi)
  • Efektivitas organisasi (inovasi subyektif dan kualitas produk dan layanan)
  • Efektivitas finansial

Hartnell et al, (2011) membahas sejumlah kriteria untuk mengukur efektivitas keuangan yaitu yang meliputi tiga ukuran subyektif (laba subyektif, kinerja pasar subyektif, dan pertumbuhan subyektif) dan dua ukuran obyektif (laba obyektif dan pertumbuhan obyektif).

Hasil yang didapatkan pada penelitian ini cukup signifikan. Dimana ditemukan korelasi positif antara tipe budaya organisasi dan  kriteria efektivitas  adalah signifikan, dengan interval kepercayaan 95% . Hasil ini menunjukkan bahwa jenis budaya memang, memiliki hubungan positif dengan kriteria efektivitas organisasi (Hartnell et al, 2011).

Hasil yang terlihat pada bagan diatas ini menunjukkan bagaimana budaya perusahaan sangat berpengaruh terhadap efektivitas organisasi, dengan variasi pengaruh yang berbeda.

Bagaimana dengan perusahaan Anda? Apakah masih memiliki keraguan mengenai manfaat dari pengembangan budaya organisasi seperti apa yang cocok bagi perusahaan Anda?

Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara membentuk budaya perusahaan hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).

Leave a Reply

Open chat
1
Halo,
Ada yang bisa kami bantu?