Skip to main content
Tag

training esq

leaders commitment training, bank nagari, act consulting, rinaldi agusyana

LEADERS COMMITMENT TRAINING BANK NAGARI SUMATERA BARAT

By News No Comments

leaders commitment training, bank nagari, act consulting, rinaldi agusyana

Telah berlangsung Leaders Commitment Training PT. Bank Pembangunan Daerah Sumatera Barat atau lebih dikenal dengan nama Bank Nagari sebagai BPD yang ingin terus berkembang dan siap menghadapi tantangan zaman. Training ini berlangsung di kota Padang, pada tanggal 4 November 2018.

Training ini sebagai bentuk komitmen  para leaders untuk dapat bergerak secara cepat, responsif dan terukur dalam menghadapi ERA VUCA. Training ini merupakan Leaders Commitment angkatan ke 2, dari serangkaian program  kerjasama Bank Nagari dan ACT consulting yang sebelumnya telah berlangsung Leaders Commitment angkatan ke 1 untuk para Komisaris dan Board of Director.

Era VUCA yang sekarang ini tengah berlangsung, diketahui mendatangkan sejumlah  hal yang menyebabkan keadaan suatu korporasi menjadi volatile, unpredictable, complex, dan  ambigu. Oleh karena itu dibutuhkan kemampuan yang tinggi dari para pimpinan dalam korporasi di tengah kegamangan situasi ini dapat diperoleh vision, understanding, clarity, dan agility.

Solusi VUCA  yang diperoleh ini, akan  membantu korporasi menyelesaikan dengan mudah persoalan-persoalan yang akan terus muncul. Manfaat dari Training ini adalah agar organisasi dapat terus sustain di tengah badai persaingan yang makin ketat dan budaya perusahaan memiliki peran dalam menghadapi tantangan tersebut.

leaders commitment training, bank nagari, act consulting, rinaldi agusyana

Pembukaan acara ini diawali dengan sambutan dari Bapak Syafrizal sebagai Direktur Operasional Bank Nagari yang mengatakan bahwa sebuah transformasi budaya yang sehat harus diawali dari para leaders atau Transformation Corporate Culture Start From Leaders.

Leaders Commitment Training ini dipandu oleh Rinaldi Agusyana, Corporate Strategic Expert dari ACT Consulting, yang juga menjabat sebagai CEO dari ESQ Tours and Travel yang telah meraih predikat sebagai “World Best Hajj & Umrah Operator 2016” dan telah memperoleh sertifikasi ISO sejak tahun 2016.

leaders comitment training, bank nagari, act consulting, rinaldi agusyana

Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara menemukan Strength dari para karyawan dan membangkitkan kekuatan para Leader di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).

 

 

 

corporate webinar, adira finance, act consulting

WEBINAR ACT CONSULTING BERSAMA ADIRA FINANCE KE-III

By News No Comments

Webinar ACT Consulting bersama Adira Finance tengah berlangsung pada hari Selasa, Tanggal 6 November 2018 di Medina Café, Menara 165. Acara ini digawangi oleh Produser dari ESQ Team, Gusti Firly yang sebelumnya telah berpengalaman sebagai Produser untuk sejumlah acara televisi di salah satu TV Swasta.

Acara Webinar ACT Consulting bersama Adira Finance ini telah berlangsung untuk ke 3 kalinya. Dengan jumlah peserta yang semakin meningkat aktif. Untuk kesempatan hari ini jumlah cabang yang ikut aktif mengikuti Webinar ini meningkat tinggi hingga mencapai 409 Cabang hingga ke Jayapura yang terhubung dalam Live Webinar.

Pembicara dalam Webinar Adira Finance hari ini adalah Ary Ginanjar Agustian dari ACT Consulting, dengan jajaran Pimpinan Adira Finance yaitu Hafid Hadeli sebagai Direktur Utama dan I Dewa Made Susila selaku Direktur Finance.

Metode training jarak jauh melalui webinar ini dilakukan oleh Adira untuk dapat menjangkau puluhan ribu karyawannya yang tersebar di seluruh nusantara. Acara ini terselenggara dengan metode siaran langsung, sehingga dapat dilakukan live interactive discussion.

Sejumlah 409 cabang Adira yang turut aktif berpartisipasi tersebar dari kawasan barat hingga kawasan paling timur di Indonesia yaitu di kota Jayapura. Metode ini terbukti menekan biaya, membuat karyawan menjadi dekat dengan dewan direksi mereka, dan karyawan pun dapat bertanya langsung kepada Bapak Ary Ginanjar Agustian selaku konsultan dari ACT Consulting yang memandu Program Transformasi Korporasi di Adira Finance.

 

webinar act consulting, adira finance, act consulting, ary ginanjar agustian,

webinar act consulting, adira finance, ary ginanjar agustian, act consulting

webinar act consulting, adira finance, ary ginanjar agustian, act consulting

webinar act consulting, adira finance, ary ginanjar agustian, act consulting

Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara melakukan webinar live di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).

 

annual strategic planning, annual planning, strategic planning, act consulting, Rinaldi Agusyana

Cara Menyusun Annual Strategic Planning

By News No Comments

annual strategic planning, annual planning, strategic planning, act consulting, Rinaldi Agusyana

Saat anda melakukan tutup buku dan menutup tahun kalender ini, dan menyusun rencana untuk tahun baru ke depan, sejuta pertanyaan akan muncul dalam benak. Apa yang harus dipertimbangkan dalam menentukan Annual Strategic Planning? Banyak pihak yang mengalami kebingungan dalam menyusunnya. Apakah sudah benar atau tidak? Ukuran apa yang bisa dipakai?

Bila Anda termasuk dalam sebagian orang yang memiliki tugas dan tanggung jawab berat ini, dan menginginkan solusi, berikut ini kami memberikan Panduan yang akan dapat membantu. Secara mudahnya, strategi disusun dengan mengisi Balance Scorecard. Ada 4 komponen yang ada di dalamnya, yaitu :

  1. Financial Gain ; bagaimana cara untuk mencapai target keuangan?
  2. Customer Value ; nilai apa yang ingin diberikan pada konsumen anda?
  3. Operation to Create Values ; proses internal apakah yang harus diperbaiki untuk menyediakan nilai dan mencapai tujuan keuangan perusahaan anda?
  4. Capability Needed/ Skills to Run Operation ; apakah keterampilan dan kapabilitas dari tim karyawan yang anda miliki, untuk mengarahkan proses internal agar dapat memenuhi tujuan nilai untuk konsumen, dan bagiamana mencapai tujuan keuangan?

Perpaduan langkah 1 dan 2, akan menunjukkan kekurangan Key Result Area di perusahaan Anda. Dan gabungan dari langkah 3 dan 4 akan menunjukkan Effort yang harus dikeluarkan agar perusahaan anda bisa mencapai Key Performance Indicator yang disepakati antara anda dan tim karyawan.

Sisi lain dari strategi adalah perhitungan SWOT : Strength – Weakness – Opportunities – Threats :

S – O : Strength apa yang bisa anda gunakan untuk mengkapitalisasi opportunities yang dimiliki?

W – O :  Weakness apa yang harus dimitigasikan untuk bisa opportunities bisa terkapitalisasi?

S – T : Strength apa yang bisa digunakan untuk bisa menangani/ mengurangi Threats?

W – T : Strategi apa yang bisa dilakukan untuk meminimkan Weakness dan menghindari Threats?

 

Bagaimana? Itu langkah 2 dari 5 langkah dalam Corporate Strategy Intelligence. Selengkapnya, ESQ memiliki modul lengkap untuk membantu perusahaan Anda dalam menyusun strategi terbaik untuk memastikan proses operations yang anda lakukan di dalam perusahaan, menghasilkan values yang berarti bagi konsumen, dan menghasilkan finansial yang mendukung perkembangan perusahaan beserta para karyawan yang ada di dalamnya.

Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara mengukur annual strategy di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).

 

By; Rinaldi Agusyana, Corporate Strategic Expert & CEO of ESQ Tours & Travel, Peraih World Best Hajj & Umrah Operator in The World 2016

Kelebihan Digital Training

By Article No Comments

Sejak mulai dikembangkan di era revolusi industri 4.0, banyak sekali kelebihan digital training dibanding training konvensional.  Dalam sebuah jurnal tentang analisa persepsi terhadap online learning versus training konvensional dikemukakan bahwa globalisasi dan teknologi meningkatkan pandangan kita mengenai apa yang bisa ditawarkan dalam pendidikan. Bahwa teknologi telah melahirkan banyak jalur untuk kita bisa belajar;

“Globalization and technology are altering our views on education and educational offerings. Technology has given birth to many new avenues for learning”.

Dominique Abrioux (2004), Rektor dari Athabasca University, menyampaikan poin yang berharga, dalam buku yang berjudul “Theory and Practice of Online Learning”. Bahwa salah satu keuntungan utama dari konten training yang disajikan secara digital adalah adanya kemudahan untuk melakukan adaptasi dan kostumisasi konten dan materi. Fleksibilitas yang diberikan dalam digital training pun amat menguntungkan dalam praktek pembelajaran manusia berusia dewasa, dalam hal ini untuk training korporat atau pembelajaran  jarak jauh lainnya seperti dengan e-movie, e-learning, online quiz, dan lain-lain.

Digital training membuat waktu dan tempat pelaksanaan training menjadi fleksibel. Training dapat diikuti dari mana saja. Waktunya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing peserta. Tema training yang ingin diikuti pun sangat beragam.  Karyawan tinggal mencari tempat yang menyediakan internet. Lalu mereka dapat mengakses training dari smartphone atau dari laptop.

Ujian online yang diberikan pun dapat dilakukan untuk mencek sejauh mana pemahaman peserta tentang materi yang diberikan. Hasil yang diperoleh pun langsung terekam secara otomatis dan dapat dilakukan rekapitulasi hasil training dengan mudah. Absensi keikutsertaan training juga terekam dengan baik. Karyawan yang memiliki banyak waktu untuk mengikuti digital training dan mendapatkan nilai tinggi pun dapat diajukan untuk promosi bila telah memenuhi persentase kompetensi tertentu.

Digital training ini dilakukan oleh banyak perusahaan di Indonesia. ACT Consulting telah memandu pelaksanaan digital training untuk ribuan sales dari Auto2000 dalam program Singa Auto2000.  Adira Finance yang memiliki puluhan ribu pegawai pun telah melakukan digital training lewat e-movie yang dipandu oleh digital learning sharing session.

Perusahaan-perusahaan besar di Indonesia selalu menjaga performa karyawannya dengan menyediakan digital training yang dapat diakses dimana saja dan kapan saja. Bagaimana dengan perusahaan anda? Salam transformasi digital dari ACT Consulting.

Perusahaan di Era Digital

Transformasi Organisasi dan Perusahaan di Era Digital

By Article No Comments

Perusahaan di Era Digital

 

“Bila perubahan lingkungan eksternal bergerak lebih cepat dibanding transformasi yang dilakukan di dalam organisasi, maka akhir untuk organisasi tersebut sudah dekat”. Demikian disampaikan oleh Gale dan Aarons (2017), mereka adalah konsultan untuk transformasi digital di Google dan Microsoft.  Ya, era ekonomi informasi yang sekarang berjalan, telah memaksa berbagai institusi di seluruh dunia untuk melakukan transformasi digital. Namun, sudahkah kita melakukan transformasi yang tepat?

Sejumlah perusahaan besar dunia, salah kaprah dalam memahami apa yang ada di balik era ekonomi digital ini. Dilakukan perubahan dalam perangkat kerja, hardware dan software, bahkan memasang perangkat artificial intelligence untuk menganalisa keadaan perusahaan dan bisnisnya,  namun luput dalam melakukan upgrade pada unsur utama yang ada dalam perusahaan : Manusianya.

Di dalam era industri 4.0, dimana trilyunan informasi lahir setiap detiknya, kita perlu memahami bahwa terjadi perubahan demand secara demografi sebagai akibatnya. Dengan sedikit upaya dan biaya, kini digital marketing dapat meraih ratusan orang hingga puluhan juta orang dengan biaya promosi yang jauh lebih murah. Bila perusahaan dapat memahami ini, dan dapat melakukan perubahan strategi dengan penyesuaian terhadap demand demografis ini, maka hasil yang bersifat eksponensial dapat dicapai.

 

Perusahaan di Era Ekonomi Digital

Di era ekonomi digital ini, eksekutif dalam perusahaan memiliki akses terhadap riset dan informasi di ujung jari. Tidak lagi memerlukan waktu bulanan untuk mendapatkan analisa terkini. Sejumlah platform riset pemasaran bisa menghadirkan informasi yang dibutuhkan hanya dalam beberapa menit saja. Bahkan beberapa diantaranya gratis. Namun apakah manusianya, eksekutifnya, di perusahaan Anda telah memiliki komponen mental drivers yang dibutuhkan?

Ekonomi digital menjadi besar karena informasi tersebar secara cepat. Untuk itu eksekutif dalam perusahaan perlu terus update dengan informasi terbaru, dari sumber yang terpercaya. Mereka pun perlu melakukan self leverage. Secara mental, informasi, dan taktikal. Kemampuan untuk melakukan peningkatan daya ungkit (leverage) aset manusia di dalam organisasi inilah yang seringkali tertinggal untuk dilakukan.

Apa saja yang menjadi masalah? Banyak eksekutif belum beranjak dari silo mentality, salah satunya. Silo mentality adalah kebiasaan untuk menyimpan informasi berharga hanya di bagiannya saja. Dalam transformasi digital di dalam perusahaan, informasi yang bergerak di internal pun harus menyamai cepatnya dan derasnya informasi yang bergerak diluar organisasi. Tak bisa lagi sebuah informasi dikuasai oleh satu bagian. Sama seperti shared economy, shared information adalah salah satu mekanisme yang harus digerakkan agar organisasi bisa berjalan stabil dan semua eksekutif mendapatkan informasi yang koheren.

Sejumlah improvisasi bisnis yang dilakukan secara digital seperti realtime costumer feedback, sales dan marketing improvement, perhitungan dan analisa retensi konsumen, platform komunikasi internal, dan lain sebagainya ini, sering dianggap sebagai transformasi digital, padahal bukan. Ia hanya sekedar improvisasi sistem informasi bagi bisnis anda.

Bagaimana perusahaan bisa memberikan pengalaman berbisnis yang bersifat unggul, terkostumisasi, dan terpersonalisasi, adalah salah satu hasil dari informasi yang didapat dari improvisasi sistem bisnis yang diterangkan diatas. Itulah yang akhirnya akan mendorong peningkatan sales dan memberikan hasil pada perusahaan.

 

Itulah yang menjadi hasil dari transformasi digital yang anda akan lakukan di perusahaan. Kemampuan untuk memanej respon yang terpersonalisasi bagi konsumen adalah hal utama yang dapat dihasilkan dari mahalnya instalasi sistem informasi digital yang anda lakukan. Bila ini belum ada dalam mindset anda sebagai eksekutif, dan masih beranggapan cara respon anda tidak perlu dirubah, dan cara respon perusahaan tidak perlu ditingkatkan, maka keseluruhan transformasi digital tidak akan mendatangkan manfaat apa-apa bagi bisnis dan organisasi anda.

Namun itu pun bukan semuanya. Tanpa adanya culture road map untuk menuju pencapaian sukses sesuai visi misi dan target organisasi, perubahan seperti apapun menjadi tanpa makna.  Tanpa adanya value creation atau penciptaan makna bagi bisnis anda, masyarakat dan khalayak pun tidak akan menganggap organisasi anda pantas ada. Tentukan ini dulu, barulah perusahaan anda dapat dirasakan penting bagi masyarakat. Ciptakan formula digital DNA dalam organisasi sesuai aspirasi yang diinginkan perusahaan.

Kecepatan perubahan, terciptanya makna, dan meningkatnya jumlah insight yang didapatkan, akan meningkatkan kemampuan perusahaan anda dalam melakukan disrupsi pasar dan menciptakan model ekonomi bagi organisasi anda agar mampu lestari, sustainable, tahan akan perubahan zaman dan dinamika pasar yang terus membadai. Organisasi harus terus melakukan inovasi dan progresif dalam mengetahui kemampuan konsumen dengan lebih mendengar, melihat respon dan keinginan mereka secara interaktif untuk dapat menciptakan desain produk yang sesuai dan menghantarkannya pada konsumen sesuai dengan apa yang mereka inginkan.

dwitya agustina, corporate culture consultant, spiritual leadership, training esq, act consulting, transformasi budaya, good corporate culture

Urgensi Spiritual Leadership

By Article No Comments

spiritual leadership, act consulting, transformasi budaya, managing change, rekayasa organisasi, training esq, ary ginanjar agustian

Sebuah kisah nyata di bawah ini menunjukkan urgensi spiritual leadership di perusahaan. Di tahun 2009, sebuah anak perusahaan multi nasional merasa tengah di ujung tanduk. Sejumlah eksekutif perusahaan tersebut mendiskusikan angka-angka penjualan yang terus merosot drastis. Padahal, berbagai terobosan marketing sudah dilakukan. Hingga akhirnya para eksekutif memutuskan untuk menutup perusahaannya di negara ini.

Namun mereka merasa bahwa akan sulit bagi karyawan agar bisa menerima situasi perusahaan. Untuk itu mereka meminta bantuan sebuah lembaga training yang terkenal dengan pengembangan spiritualitas di dunia bisnis, untuk memberikan pencerahan. Program training diberikan dalam beberapa batch dalam kurun waktu yang berdekatan.

Setelah training spiritual leadership dan meaning of work yang diberikan tersebut berjalan beberapa bulan, ternyata terjadi peningkatan performa kerja dalam banyak divisi. Bahkan, peningkatan ini kemudian mengubah situasi penjualan secara positif. Hal ini tercermin dari naiknya angka penjualan yang cukup tinggi.

Para pemimpin dan karyawan perusahaan alat berat itu pun terlihat berbeda dari sebelumnya. Mereka kini memiliki sikap yang lebih lembut dan menjunjung tinggi kejujuran.  Sebuah hasil yang sama sekali tidak disangka-sangka ini, membuat principal di negara asal perusahaan tersebut, bangga.  Bahkan, perusahaan yang hampir ditutup itu kemudian berkembang pesat luar biasa, dan menjadi pemimpin pasar dalam bidang tersebut. Dalam kurun waktu kurang dari 3 tahun, perusahaan tersebut berhasil mengejar ketinggalannya. Bahkan menjadi pemenang dalam kompetisi penjualan berbagai kendaraan alat berat.

Padahal, semula perusahaan  hanya ingin menjadikan training spiritual tersebut sebagai metode perpisahan yang damai dengan karyawan.  Namun yang terjadi, justru karyawan merasa menemukan makna hidup dan ingin bekerja sebaik-baiknya dalam situasi yang semula pailit tersebut. Apakah yang diterapkan di perusahaan tersebut, dan bagaimana itu dapat mengubah keadaan suatu organisasi?

Professor Louis W. (Jody) Fry, PhD yang mengajar di University of Texas, telah melakukan banyak penelitian mengenai Spiritual Leadership. Teori-teori yang dikemukakannya, banyak dikutip oleh para peminat cabang ilmu kepemimpinan yang mengutamakan makna dan nilai dalam hidup ini. Teori ini bahkan telah diterapkan di banyak perusahaan dan pemerintahan di Amerika. Diantaranya dikembangkan dalam pemerintahan di kota Texas, Amerika Serikat.

Menurut Fry (2017), teori spiritual leadership dikembangkan di dalam model motivasi intrinsik yang di dalamnya terdapat hal-hal seperti visi, harapan, keimanan, dan cinta sesama. Di dalamnya juga ada spiritualitas di dunia kerja dan daya tahan spiritual dalam hidup (spiritual survival) melalui panggilan hidup dan ketaatan dalam suatu kelompok agama.

Fry (2017) juga menyampaikan sejumlah hal yang didapatkan organisasi dari penerapan spiritual leadership ini yaitu;

  • adanya sustainabilitas atau keberlangsungan organisasi
  • menciptakan visi dan nilai yang kongruen dalam diri seorang individu.
  • Tim kerja pun menjadi lebih berdaya (empowered).
  • meningkatkan level komitmen terhadap organisasi dan bahkan meningkatkan produktivitas.

Keuntungan pengembangan Spiritual Leadership pada performa kerja

Bidang penimbangan kinerja di dalam suatu organisasi telah menetapkan adanya kebutuhan untuk melaporkan sejumlah metrik finansial dan prediktor non finansial seperti kepuasan pelanggan, hasil kinerja organisasi yang berkualitas, dan terpenuhinya berbagai target serta tujuan. Untuk membuktikan ini, dilakukan pengukuran proses  operasional internal. Selain juga mengukur komitmen karyawan dan pengembangan karyawan.

Spiritualitas di tempat kerja berhubungan erat dengan spiritual leadership. Bahkan, spiritual leadership-lah yang menjadi pendorong munculnya komitmen organisasi dan produktivitas, yang sifatnya esensial untuk mengoptimalkan performa organisasi.

Di tempat kerja yang mendukung pengembangan spiritualitas karyawan melalui para pemimpin yang menerapkan spiritual leadership, setiap orang memiliki hak untuk mengejar dan memenuhi tujuan yang berarti yang dapat membuatnya menemukan makna dalam suatu komunitas yang penuh rasa kekeluargaan. Spiritualitas di tempat kerja ini memastikan bahwa sustainabilitas atau umur panjang dari organisasi bisa tercapai, dan organisasi terus survive dengan dikembangkannya generasi penerus.  (Lazlo, C. & Brown, J., 2014, dalam Fry, 2017)

Dalam kondisi seperti apapun, penutupan perusahaan dapat menimbulkan dampak yang besar. PHK massal dapat memicu berbagai aksi yang menggambarkan keprihatinan pekerja akan hidup mereka. Karyawan khawatir akan bagaimana mereka dapat memperoleh pendapatan rutin tiap bulan, suatu kondisi menyedihkan yang semula dijamin oleh perusahaan.  Bersyukur, para pimpinan perusahaan mengambil satu solusi yang baik dan bijak. Solusi yang berupa pengembangan spiritualitas dalam kepemimpinan dan dalam bekerja.

Bagaimana dengan perusahaan Anda? Apakah harus menunggu keadaan hampir pailit, baru akan mengembangkan spiritualitas di lingkungan kerja anda? Semakin cepat solusi pengembangan spiritualitas dalam kepemimpinan dan dalam pekerjaan sehari-hari dilakukan, akan semakin baik kinerja perusahaan Anda.

Untuk mendapatkan panduan cara menerapkan Spiritual Leadership di perusahaan Anda, hubungi 0818-213-165 (Donna) atau kirim email ke; info@actconsulting.co

keseimbangan manusia dan mesin, transformasi digital, act consulting

Menemukan Keseimbangan Manusia dan Mesin dalam Transformasi Digital (1)

By Article No Comments

keseimbangan manusia dan mesin, transformasi digital, act consulting

Tujuan dari dibuatnya berbagai kemajuan di bidang teknologi, terutama di bidang artificial intelligence adalah untuk membuat hidup manusia menjadi lebih nyaman, mudah dan cepat. Itulah mengapa google kemudian menciptakan sistem artificial intelligence melalui penciptaan mobil yang dapat mengemudi sendiri (self driving car). Teknologi ini terbukti dapat menekan angka kecelakaan yang disebabkan oleh kelelahan dan mengantuk saat mengemudi.

 

Di berbagai belahan dunia, Artificial Intelligence telah dikembangkan dan diterapkan. Namun di dunia industri, merumuskan kebijakan tentang penggunaan artificial intelligence sendiri tidaklah semata tentang menginstall software baru yang diganti setiap dua tahun sekali untuk mencegah hacker memasuki sistem informasi di perusahaan anda. Bahkan, di dunia pemrograman komputer sendiri telah muncul istilah Artificial Stupidity, yang menggambarkan bagaimana bila suatu sistem Artificial Inteligence didesain secara tidak tepat, maka hanya akan menghasilkan suatu kebodohan yang terprogram.

 

Prof Mary ‘Missy’ Cummins, Profesor di Duke University yang memimpin laboratorium Human and Automation Engineering, merumuskan 10 tingkat LOA (Level of Automation) untuk menentukan sejauh mana peran yang diberikan pada komputer dan manusia yang mengeksekusinya. Dari mulai peran level 1 dimana komputer tidak dapat menawarkan bantuan, hingga menawarkan sejumlah alternatif tindakan. Level of Automation ini dapat meningkat terus hingga sampai ke level 10 dimana komputer yang menentukan semua dan bertindak secara autonomus, sampai tidak mengacuhkan manusia yang menanganinya.

 

Pada dasarnya, setting level otomasi yang ditentukan secara tepat, akan membuat pekerjaan yang berlangsung secara berulang, lama, dan melelahkan yang biasa dilakukan mesin pabrik misalnya, menjadi ringan dan tidak memerlukan perhatian penuh. Ini membuat manusia yang menanganinya dapat melakukan banyak pekerjaan yang lebih membutuhkan fleksibilitas, kreativitas, kepemimpinan dan kebijaksanaan khas milik manusia semata.

 

Namun yang banyak ditakutkan oleh para penulis sains fiksi adalah otomasi level 10, dimana komputer melakukan semua tanpa butuh otorisasi dari manusia. Sebenarnya hal ini bisa dihindari dengan perancangan pemrograman yang ajeg di awal, saat semua rancangan mesin dan rancangan sistem otomasi yang terkomputerisasi ini dibuat. Karena itulah rancangan otomasi sistem seperti ini membutuhkan penyelia dengan tingkat pengalaman yang tinggi dan kemampuan perumusan kebijaksanaan yang mumpuni.

 

Bahkan, semua eksekutif level C harus turut urun rembuk untuk memastikan rancangan ini telah memenuhi semua persyaratan. Para eksekutif ini juga dapat menetapkan tingkat otomasi yang rendah, agar sistem kendali tetap ada pada manusia yang menanganinya, dan bukan pada sistem komputer yang baru dirancang. Hal ini seperti memprogram sendiri bayi anda dan melahirkannya sesuai waktu yang dibutuhkan.

 

Proses perancangan system otomasi ini membutuhkan waktu hingga semua perencanaan matang.  Tidak bisa secepat kilat, karena ada perhitungan yang harus super teliti di belakangnya. Bagaimanapun, seperti semua sistem pemrograman, semua proses masih akan membutuhkan error correction, penanganan bugs, dan perbaikan serta update sistem ke depannya. Tidak mungkin ada satu sistem yang sama sekali sempurna dibuat sekali jadi dan langsung berfungsi tanpa error untuk kali pertama. Sistem AI tercanggih sekalipun harus dibuat untuk terbuka terhadap perbaikan dan harus memungkinkan dilakukannya override system oleh manusia yang menanganinya.

 

menemukan keseimbangan manusia dan mesin, transformasi digital, act consulting

Menemukan Keseimbangan Manusia dan Mesin dalam Transformasi Digital (2)

By Article No Comments

menemukan keseimbangan manusia dan mesin, transformasi digital, act consulting

Apakah Manusia akan sepenuhnya digantikan oleh Mesin?

Menurut Roman Stanek, Founder & CEO dari GoodData-sebuah perusahaan business intelligence dan big data analytics software, ada 3 skill yang tak mungkin digantikan oleh mesin, yaitu: Komunikasi, Kreativitas dan Fleksibilitas. Sementara Yancey-Siegel, Produser-penulis dan program manager dari GoodJourney menambahkan skill Empati, Penilaian, Perencanaan, Kelenturan Fisik, dan Manajemen Teknologi. Sementara penulis menambahkan skill lain yang tidak bisa diberikan oleh mesin adalah Kepemimpinan (Leadership) dan memberikan Kebahagiaan (Happiness).

 

Apakah kelemahan Artificial Intelligence (AI) dalam otomasi produksi?

Prof Missy Cummins menjelaskan bahwa walaupun artificial intelligence yang dimiliki oleh komputer berguna untuk memproses segala jenis informasi, namun tetap tidak dapat mengalahkan kemapuan berpikir manusia.  Contohnya, komputer makin kesulitan bila harus menghadapi kondisi yang tidak dapat diprediksi, dan berjalan hampir berhenti bila ditaruh dalam keadaan yang serba tidak pasti.

 

Sistem Artificial Intelligence (AI) pada komputer akan kesulitan menghadapi situasi yang membutuhkan skill yang rumit, peraturan yang rumit dan overlap. Komputer juga makin tidak tepat dalam mengambil keputusan saat dibutuhkan informasi yang menyangkut bidang pengetahuan luas yang belum diinput ke dalam datanya. Komputer hanya bisa beroperasi berdasarkan basis data yang ia miliki. Disinilah nilai keahlian manusia (expertise) masih sangat dibutuhkan untuk bisa memimpin (leading) dan menentukan pengambilan keputusan walau telah ada perangkat AI pada komputer sehandal apapun.

 

Diagram di bawah ini dapat membantu anda untuk mengenali perbedaan karakteristik manusia dan komputer.

 

Kita bisa melihat bahwa dalam segi kecepatan, konsistensi dan kekuatan, komputer dan mesin dengan AI telah dibuat untuk bisa mengatasi kelemahan manusia. Namun dalam segi pemrosesan informasi, penggunaan strategi, penerapan prinsip, serta pengolahan memori dan penalaran, manusia jauh lebih baik. Manusia pun lebih baik dan lebih ahli dalam hal-hal yang menyangkut kepekaan dan kemampuan mempersepsi. Hal ini karena manusia memiliki pengetahuan yang berdasarkan dari pengalaman. Manusia juga memiliki keahlian untuk melakukan pertimbangan dan dapat melakukan penyesuaian diri untuk menghadapi beragam kondisi yang berbeda. Berbeda dengan komputer yang kemampuannya tergantung dengan basis data dimana sistemnya beroperasi, manusia dalam level expert yang handal dan mampu menangani masalah kompleks dalam jangkauan penilaian yang luas.

 

SDM yang unggul, corporate culture, strategi bisnis, strategi sdm, konsultan budaya kerja, konsultan manajemen, artificial intelligence, keunggulan manusia dibanding ai

3 Keunggulan SDM yang Tidak dimiliki oleh Artificial Intelligence

By Article No Comments

SDM yang unggul

Sebenarnya, manusia tidak perlu merasa terancam dengan keberadaan AI. Sedikitnya ada 3 hal dimana sdm lebih unggul dibanding artificial intelligence.  Artificial intelligence (AI) adalah salah satu tema yang dirasakan cukup memusingkan. Bahkan para teknokrat dunia pun bersitegang untuk masalah ini. Elon Musk, pemilik Paypal dan sejumlah bisnis teknologi lainnya, menyatakan AI sebagai sebuah ancaman. Sementara, pemilik facebook, Mark Zuckerberg, mengatakan bahwa AI membuka berbagai kemungkinan kemajuan yang tak terbatas.

Lepas dari masalah perbedaan pendapat antara dua ahli IT tingkat dunia tersebut, bagaimana dengan pendapat anda sendiri sebagai karyawan. Apakah anda termasuk dari sebagian orang yang merasa terancam dengan keberadaan AI? Atau mungkin justru pekerjaan anda membutuhkan teknologi terkini dari AI untuk membuat perusahaan anda dapat meraih keuntungan lebih besar?

Namun sebenarnya, manusia tidak perlu merasa terancam dengan keberadaan AI. Karena banyak sekali kualitas khas manusia yang tidak dimiliki oleh mesin. 3 keunggulan ini diantaranya; Passion, Creativity dan Collaboration.

Ketiganya  merupakan faktor manusiawi yang menghasilkan kebahagiaan dalam bekerja dan membuat seseorang memiliki komitmen kerja yang tinggi (engage) di perusahaan tempatnya berkiprah. Hal ini sejalan dengan temuan riset yang dipublikasikan pada Konferensi pada tahun 2016 di Finlandia. Di konvensi internasional itu membahas tentang Leading Passion ; Motivation and Work in Post Industrial Era.  Publikasi ini menunjukkan sejumlah metode yang membuat Finlandia menjadi tempat bekerja dengan tingkat kebahagiaan tertinggi di dunia.

Anne Eskola dan Liinamaaria Hakola (2016) dalam bagian dari publikasi  Leading Passion diatas, membahas tentang bagaimana pekerjaan sehari-hari dilakukan di perusahaan terbaik di dunia. Mereka berdua menemukan keunggulan budaya dan cara kerja di perusahaan pemenang berbagai penghargaan. Keunggulan tersebut terletak pada pembelajaran terus menerus dan pembaharuan (sebagai hasil dari kreativitas). Selain itu, perusahaan-perusahaan terbaik ini memiliki orientasi pada konsumen, dan pengembangan kolaboratif. Bahkan dalam kurikulum dari salah satu sekolah terbaik di Finlandia, Haaga Helia, menegaskan kemampuan Kolaborasi adalah salah satu dari 6 kompetensi profesional yang harus dikembangkan.

Sejalan dengan program yang dijalankan oleh pemerintah Finlandia diatas, ada seorang ahli psikologi perilaku yang mendukung hal ini secara teoritis yaitu Paul Dolan. Ia adalah professor dalam bidang ilmu perilaku di Department of Psychological and Behavioural Science di London School of Economics and Political Science.   Ia  telah memperkenalkan prinsip bahwa adanya tujuan akan mendatangkan kebahagiaan, dalam bukunya yang berjudul “Happiness by Design” (2014).  Dalam buku itu ia mengutarakan bahwa agar seseorang bisa benar-benar bahagia, ia harus merasakan bukan hanya kepuasan, namun juga menemukan tujuan hidupnya. Untuk menentukan tujuan hidup diperlukan unsur spiritualitas, agar membuat tujuan bekerja menjadi berharga dan penuh makna.

Oleh: DR Teuku Noerman, member of Board of Expert ACT Consulting

TEUKU NOERMAN_20

framework transformasi digital, kerangka kerja, framework transformasi, act consulting

Kerangka Kerja (Framework) Transformasi Digital

By Article No Comments

framework transformasi digital, kerangka kerja, framework transformasi, act consulting

Perubahan membuat semua orang tak nyaman.  Karena itu kecenderungan manusia adalah untuk menjaga agar segala sesuatu berjalan stabil.  Namun waktu terus berjalan dan semua orang di masa kini ditantang oleh perubahan yang berlangsung secara secepat kilat. Informasi berjalan dan menyiarkan jutaan hingga milyaran berita detik per detiknya.  Bahkan ekonomi di era ini dinamakan sebagai era ekonomi informasi (information economy).

Ekonomi sangat dipengaruhi oleh dunia teknologi informasi yang perkembangannya diinisiasi oleh para jenius di abad ini yang memulai sejumlah start up yang kini nilainya amat tinggi.  Mereka bahkan memiliki liabilities yang sangat kecil, dan tidak memiliki banyak asset.  Jauh berbeda dengan para pemimpin pasar di masa lalu yang  harus memiliki asset bernilai bilyunan dollar, mereka menang karena memegang 1 kerangka kerja yaitu; terus mendorong perubahan.

“DNA dari semua organisasi terus berubah. Apa yang dahulu memisahkan antara besar dan kecil, komersial dan non profit, pemerintah dan rakyat, makin jadi blur. Kini, organisasi yang akan jadi sangat hebat adalah hasil paduan dari berbagai unsur yang ditata dengan baik. Di era ekonomi informasi, konsumen tidak melihat darimana suatu produk atau solusi berasal. Hal ini harus menjadi pendorong bagi pemberdayaaan pekerja. Agar karyawan memiliki misi dan gairah yang dibutuhkan untuk memberi keuntungan bagi pemegang saham dan memberikan hasil yang bermakna”.  Demikian dikemukakan oleh David Bray, Chief Information Officer dari Federal Communications Commission (lembaga penyiaran negara Amerika Serikat).

Pada waktu yang hampir bersamaan, Bruce Rogers (Chief Insight Officer dari Forbes) turut menjelaskan situasi pada saat ini menurutnya. Ia mengatakan bahwa semua orang tengah melakukan perubahan secara virtual, dari apa yang terlihat. Namun hanya separuh dari organisasi dan pemimpin di dalamnya upaya perubahan virtual tersebut, yang benar-benar mengetahui apa dan bagaimana kondisi semula dari transformasi digital dan tak banyak yang mengetahui dan mampu merumuskan apa tujuan yang ingin mereka capai.

Bruce Rogers juga mengatakan bahwa untuk sampai pada tujuan impian, kita harus memahami saluran digital (digital channels) apa saja yang ada dan apa saja data dan analisa informasi digital yang bisa dipetik. Secara sosial di dalam perusahaan juga harus diciptakan budaya transparansi. Sistem HRD harus mampu meningkatkan kapabilitas internal untuk dapat menerapkan tujuan transformasi. Setiap manajer harus mampu menghasilkan daya ungkit dari setiap peluang yang tercipta.

Ada 7 elemen kunci yang menjelaskan bagaimana organisasi digital terhebat memfokuskan usaha mereka. Sejumlah prioritas yang dipantau termasuk di antaranya; digital marketing dan komunikasi; pengembangan produk; layanan dan support pelanggan; yang kesemuanya bekerja secara serasi satu sama lain. 7 elemen kunci kerangka kerja transformasi digital tersebut adalah;

  1. Pimpinan harus aktif melakukan eksplorasi digital, menjadi perantara transformasi dengan mengefektifkan komunikasi antar bagian, melakukan advokasi terhadap sistem yang dibangun, dan menjaga strategi dan proses keseharian. Advokasi dalam hal ini lebih merupakan suatu usaha sistematis dan terorganisir untuk mempengaruhi dan mendesakkan terjadinya perubahan dalam kebijakan perusahaan secara bertahap maju.
  1. Semua bagian harus memahami arus informasi eksternal dan internal. Memahami situasi dan kondisi dari aliran informasi tersebut, terutama yang berkaitan dengan produk mereka, perusahaan mereka, sistem yang ada, dan bagaimana seluruh informasi tersebut dapat dimanfaatkan untuk kesuksesan bisnis.
  1. Memantau pengalaman konsumen terhadap produk kita sebelumnya. Memahami bagaimana pengaruh merk kita pada konsumen. Apa yang disukai dan tidak disukai konsumen, dan analisa serta evaluasi reaksi konsumen terhadap produk kita.
  1. Meraih konsumen dengan komunikasi marketing yang mengalir. Campaigns yang diluncurkan harus menjadi bagian dari alur marketing yang mengalir 24jam selama 7 hari, selama 365 hari. Marketers harus dapat memahami momentum dan menciptakan momentum agar sesuai dengan bagaimana konsumen hidup.
  1. Memahami bahwa penjualan terjadi sebagai hasil dari momentum yang saling terhubung satu sama lain. Dalam pasar B2B (business to business) dan b2c (business to consumer) kendali ada pada pelanggan. Untuk memenangkan evolusi digital, sales perlu menyajikan konten pada momen yang bermakna bagi pelanggan.
  1. Setiap orang dalam organisasi harus merasa bertanggung jawab satu sama lain. Informasi, gagasan, dan ide baru tidak optimal bila informasi hanya disimpan oleh tiap bagian. Tiap bagian harus saling berkomunikasi satu sama lain, dan memetik faedah dari tiap interaksi. Gunakan pengetahuan yang mengalir di organisasi untuk mencerdaskan tiap orang di organisasi.
  1. Selalu berada selangkah di depan. Untuk memperoleh keuntungan dari persaingan, organisasi harus menggunakan informasi dan gagasan secara simultan. Bangunlah pengalaman konsumen yang bermakna. Berikan produk yang memberi makna pada konsumen. Dalam transformasi digital, regenerasi harus terus terjadi dan harus dipahami sebagai bagian dari proses. Kemampuan untuk dapat menyikapi momentum adalah hal yang kritis yang memandu perilaku organisasi. Perusahaan harus peka dalam menangkap peluang dari tiap momentum.

Pada akhirnya, menurut Rogers, diskusi teknis yang dilakukan, harus menghasilkan kerangka kerja yang diperlukan untuk membangkitkan transformasi dan menjaga agar semua unsur tetap utuh. Ia mengatakan bahwa usaha untuk menata manajemen harus bersifat membangun. Transformasi harus menumbuhkan jiwa pemenang dari organisasi sebagai sebuah tim. Ini tidak mudah, dan membutuhkan kenekatan. Tapi, tiap organisasi perlu mengambil ancang-ancang untuk dapat melompat dari jalan yang bersifat menurun dan mengarahkannya ke atas. Ciptakan jejak digital yang membuat kompetitor iri pada anda. Walaupun hal tersebut membuat anda gentar pada awalnya.