Tanggal 25 Januari tengah diselenggarakan Seminar Jamkrindo Syariah dengan Tema Motivasi dan Spirit Dalam Meningkatkan Kinerja Berbasis Core Value. Acara ini berlangsung di tengah Rapat Kerja Nasional PT Penjaminan Jamkrindo Syariah tahun 2019.
Budaya yang ingin ditegakkan dalam
perusahaan terdiri dari 6 (enam) butir nilai-nilai budaya yang dianut
perusahaan, Core Value Jamkrindo Syariah yaitu MUMTAZ (excellent):
Maslahah (kemanfaatan)
Ukhuwah (persaudaraan)
Mas’uliah (tanggung jawab)
Ta’awun (kerjasama)
Amanah (dapat dipercaya)
Ziyadah (pertumbuhan)
Harapan yang ingin dicapai dari Seminar ini adalah keyakinan untuk mencapai target, menyadarkan bahwa bekerja dengan sepenuh hati akan mendatangkan pertolongan Tuhan YME. Seminar ini juga diharapkan dapat menghilangkan sekat antar sektor, dan menghilangkan kegamangan dalam bekerja.
Training ini dibawakan langsung Oleh Coach Rinaldi Agusyana dan Trainer Bayu Yudha Pribadi dengan para para pejabat Jamkrindo yang berada satu level dibawah Dewan Direksi.
Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara membentuk karakter para pegawai dan pimpinan hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).
Mulai tahun kemarin, publik sedang ramai membicarakan
revolusi teknologi 4.0. Dua hari lalu, Senin 21 Januari 2019, Kantor Perdana
Menteri Jepang secara resmi meluncurkan “Society 5.0”.
Konsep yang diusung dalam Society 5.0 ini mengusung
keseimbangan dalam 5 unsur utama yang ada dalam kehidupan seorang manusia,
yaitu; Emosional, Intelektual, Fisikal, Sosial, dan; Spiritualitas. Dalam
kultur Jepang yang mengutamakan Zen atau keseimbangan, hal ini menjadi sangat
penting.
Society 5.0 adalah suatu konsep masyarakat yang berpusat
pada manusia (human-centered) dan berbasis teknologi (technology based) yang
dikembangkan oleh Jepang. Konsep ini
lahir sebagai pengembangan dari revolusi industri 4.0 yang dinilai berpotensi
mendegradasi peran manusia.
Sebelum konsep 5.0 ini diluncurkan, masyarakat tengah
mengalami kerisausan akibat adanya teknologi tinggi yang berbasis kecerdasan
artifisial, yang digambarkan dalam sinema sebagai suatu momok yang menakutkan.
Kekhawatiran masyarakat mengenai berkurangnya lapangan pekerjaan dan
berkembangnya teknologi robotik pun bisa sedikit dikurangi.
Akibat lain yang bisa timbul dari revolusi teknologi yang
terjadi adalah berubahnya perekonomian. Sector yang dulu menjadi leading driver
seperti oil and gas, akan menjadi bidang yang ditinggalkan dengan berkembangnya
teknologi otomotif berbasis listrik dan gas. Hal ini memaksa negara-negara
penghasil bahan tambang untuk merubah driver utama dalam perekonomian mereka.
Seperti yang terlihat dari langkah-langkah yang dilakukan oleh banyak negara
timur tengah dalam upaya mereka beralih sumber devisa ke sector finansial dan
pariwisata.
Selalu ada dua sisi mata koin dari teknologi. Saat manusia
khawatir akan munculnya robot humanoid, Jepang meluncurkan society 5.0 ini. Hal
lain yang membuat kita khawatir akan teknologi informasi ini adalah saat
terjadi mekanisme ekonomi informasi yang membuat politik global terpengaruh.
Kita melihat bagaimana salah satu sisi dunia berubahnya wajah dunia akibat
disinformasi yang tercipta karena banyaknya loophole untuk melakukan rekayasa informasi
dalam algoritma dunia maya. Hingga muncul kasus seperti kemenangan Trump di
Amerika Serikat.
Mata koin yang positif terlihat dari launching Society 5.0
di Jepang ini. Dimana kecerdasan buatan (artificial intelligence) yang ada
justru akan dimanfaatkan secara positif dan dicari sisi baiknya yang akan mampu
menguntungkan dan memudahkan hidup manusia.
Apa yang dilakukan adalah mentransformasi big data yang
dikumpulkan melalui internet pada segala bidang kehidupan (the Internet of
Things) menjadi suatu kearifan baru, yang akan didedikasikan untuk meningkatkan
kemampuan manusia membuka peluang-peluang bagi kemanusiaan. Transformasi ini
akan membantu manusia untuk menjalani “kehidupan yang lebih
bermakna”.
Dari munculnya sisi buruk dari teknologi yang ditakuti
banyak orang ini, manusia akhirnya kembali lari pada sang pemilik kehidupan,
Sang Pencipta. Seiring dengan ditemukannya berbagai fakta bahwa otak manusia
dibuat untuk dapat mampu menemukan pola, sebab dan akibat, dan mencari Prima
Causa yang utama, yaitu Tuhan. Apakah itu dalam bentuk munculnya disiplin ilmu
baru bernama mindfulness , hingga munculnya penegasan dari Daniel Goleman
tentang kebutuhan manusia akan spiritualitas, yang ditulis dalam bukunya
Altered Traits. Dimana buku ini membahas tentang perlunya manusia beribadah
melalui berbagai tata cara untuk menemukan keseimbangan.
ESQ dengan penuh kerendahan hati menyatakan bahwa konsep ini
telah lebih dahulu kami sampaikan. Mengenai perlunya keseimbangan sosial dalam
prinsip-prinsip 165. Dimana tercantum 5 langkah kesuksesan hidup yaitu;
Mission statement; intellectual quotient
Character building; spiritual quotient
Self control; emotional quotient
Strategic collaboration; social quotient
Total action; physical quotient
Mari kita bersama-sama menekuri kembali khazanah ilmu 165
yang telah diberikan Tuhan YME kepada kita semua. Lalu bersama kita bangkit dan
mewujudkan amazing society yang menjadi cita-cita besar dari 165 untuk
mewujudkan kesejehteraan umat manusia yang unggul dan lestari. Salam hangat
untuk para sahabat ESQ dari Menara 165.
Puluhan orang area manager MARS Petcare Indonesia mengikuti Sales Conference Outbond dari ACT Consulting pada tanggal 8 Januari 2019. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Bapak Edu sebagai Country Director MARS Petcare Indonesia.
Para pimpinan area yang datang dari berbagai wilayah di Indonesia seperti dari Sumatera, Bandung, Surabaya, Kalimantan, Bali, Yogya ini bersatu bersama dalam beragam aktivitas yang disusun dengan sistematis dan menyenangkan, dengan konsep Fun Theory dari ACT Consulting.
Melalui games, simulasi dan beragam aktivitas yang disampaikan dalam paket Outbond ini, peserta juga memperoleh penyegaran kembali tentang tujuan dalam bekerja yang fun dan kolaboratif dalam mencapai cita-cita menjadi perusahaan petcare terbaik di Asia Tenggara.
Internalisasi Values perusahaan juga dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan membangun. Values dari MARS Petcare Indonesia antara lain; Teamwork, Trust & Respect, Responsibility, Passion, dan Worklife Balance.
Dengan nilai bekerja yang penuh kegembiraan, MARS Petcare memiliki target finansial yang tinggi. Itulah yang menjadikan alasan kuat mengapa Sales Conference Outbond ini perlu dilaksanakan. Dengan kegiatan yang membakar semangat dan mempertinggi skill kolaborasi di dalam tim penjualan ini, target yang tinggi pun menjadi mungkin untuk dicapai.
Kegiatan Outbond ini dipimpin langsung oleh Iman Herdimansyah selaku Training Director dari ESQ dan Dadang Suhendar selaku Senior Outbond Leader dari ACT Consulting. Aktivitas ini dilaksanakan dengan penuh semangat di Hotel Lodge Taman Safari, Bogor.
Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara membentuk karakter para pegawai dan pimpinan hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).
Millenial akan menguasai pasar tenaga kerja hingga 50% dari seluruh angkatan kerja di tahun 2050, demikian menurut prediksi yang dibuat oleh PWC dan KPMG. Karena karakternya yang unik, diperlukan strategi retensi yang khusus untuk memanage para millenial ini.
Strategi Mempertahankan Millenial untuk mampu mengembangkan loyalitas bekerja di perusahaan Anda ada beragam. Namun kita harus mendasarkan setiap langkah strategis di bidang SDM, dengan berdasar pada data yang valid. Untuk itu, ACT Consulting menghadirkan tulisan ini untuk Anda.
Menurut hasil survei yang termuat dalam KPMG Report 2017, sejumlah langkah kunci di bawah ini dapat Anda lakukan untuk meningkatkan retensi dan engagement dari karyawan Millenial yang Anda miliki;
Millenial mengutamakan Budaya Kerja. Budaya adalah kunci yang dicari milenial saat mempertimbangkan tempat bekerja. Perusahaan harus menampilkan sejumlah sejarah kesuksesannya untuk dapat membuat millenial mau bekerja dengan loyal. Perusahaan juga harus membesarkan budaya kreativitas dan menjunjung tinggi moralitas bekerja yang luhur. Dengan cara ini, millenial akan loyal, karena meyakini mereka bekerja di tempat yang tepat.
Millenial ingin menikmati pekerjan mereka. Fun adalah yang dicari millenial dalam pekerjaan impian mereka. Bagi mereka, hidup terlalu singkat untuk terperangkap di pekerjaan yang membosankan. Kegiatan luar ruang dan aktivitas yang menarik dan menantang, akan mendorong millenial untuk mau bekerja lebih. Salah satunya adalah dengan kegiatan seperti Outbond yang menantang dan membangun skill mereka.
Millenial berkomunikasi dengan jujur dan terbuka. Sikap jujur ini amat mereka harapkan dari tempat kerja mereka. Bila mereka mendapatkan ini, mereka akan merasa pendapat mereka dihargai. Millenial ingin berkontribusi dan menginginkan perusahaan dapat memberi potensi pengembangan makna hidup yang besar bagi mereka.
ACT Consulting memiliki konsep pengembangan karakter dan potensi manusia yang terbaik untuk semua generasi. Untuk para Millenial, ESQ mengembangkan slogan “Amazing You” demi mendorong mereka untuk lebih percaya diri dan mau meraih semua mimpi yang besar yang dimiliki.
Untuk memberikan pengalaman yang bermakna bagi para millenial yang berkarya di Perusahaan Anda, pengalaman membangun skill dalam setting outdoor melalui ESQ OUTBOUND adalah salah satu pilihan terbaik yang dapat diberikan untuk merkea.
ESQ OUTBONDakan menjadi partner anda dalam pembentukan karakter pribadi yang tangguh dan berkualitas dengan semangat Experience The Nature of Spiritual Journey. ESQ OUTBOUND menghadirkan games yang menyenangkan, menantang, menginspirasi bagi para millenials. Keseluruh aktivitas yang ada dalam paket Outbond dari ESQ ini dapat memberikan makna yang mendalam dalam aspek intelektual, emosional dan spiritual mereka.
ESQ OUTBOUNDakan mengubah paradigma hidup millenials yang bekerja bersama Anda dalam menuju arah yang lebih baik dan akan membantu anda meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta membentuk karakter pribadi yang tangguh dalam lingkungan pemerintahan / perusahaan / lembaga / organisasi / kampus / sekolah.
Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara membentuk karakter para pegawai dan pimpinan hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).
Jika organisasi 70% di antaranya adalah Millenial, yang
tidak peduli terhadap etika dan kesantunan, bahkan mengenal nama Direksinya
saja tidak, apa yang harus dilakukan?
Kebanyakan millennial bekerja untuk memperkaya pengalaman dan mengasah skill yang mereka miliki. Mereka suka bila bisa berekspresi dan bersuara. Hal yang pertama, dengarkan dengan baik apa yang mereka sampaikan. Karena bila anda tidak menjadi pendengar yang baik, mereka akan bersuara di jalur sosial media, dan ini bisa jadi bumerang bagi organisasi Anda. Menjadi pendengar yang baik, adalah keterampilan yang harus dikuasai oleh manajemen, terutama mereka yang di bagiannya banyak terhimpun para millenials ini.
Millenials bukan tak tahu etika, mereka hanya perlu memahami apa alasan kuat dari setiap hal yang harus dilakukan. Terapkan aturan yang konsisten, dengan memberikan alasan yang kuat di baliknya. Berikan insentif untuk millenials yang disiplin dan memenuhi target. Dengan cara ini, anda mendorong mereka untuk menunjukkan kinerja terbaiknya.
Terapkan pula pola saringan yang ketat. Anda tak memerlukan
millenials yang tidak dapat memenuhi etika dan sopan santun dalam jangka
panjang. Karena itu, beri mereka inspirasi untuk berkiprah sebaik-baiknya, di
tempat lain. Lakukan semua hal dengan simpatik dan cantik. Dengan cara ini,
anda menjamin komunikasi dan silaturahmi tetap terjaga. Karena anda tidak
pernah tahu nantinya akan seperti apa dan sehebat apa para millenials yang
alumni perusahaan anda itu nantinya bisa berkiprah. Karena itu, tetaplah
berpikiran positif dan bertindak positif.
Telah dilaksanakan program Leader as a Coach di Bank Artha Graha International pada tanggal 17-18 Desember 2018. Program ini dihadiri oleh para Branch Manager di Bank Artha Graha International yang berjumlah 27 orang.
Coach Risman Nugraha bersama Trainer Kemas telah memandu kegiatan ini. Tujuan dari Training ini adalah untuk menjadikan Leader di Artha Graha memiliki peran sebagai Coach.
Dengan peran Coach ini, setiap Leader diharapkan bisa mengembangkan karyawan yang dipimpinnya untuk memberikan kinerja terbaiknya dengan komitmen internal. Sehingga bisa menampilkan performa terbaik secara konsisten.
Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki oleh karyawan, dengan teknik Coaching dengan metode ESQ 3.0 Coaching.
Metode ESQ 3.0 Coaching ini menumbuhkan motivasi dari dalam diri seseorang. Menjadikannya mempunyai tujuan yang berasal dari isi hati terdalamnya, melalui metode inner coaching.
Kekhasan lain metode ESQ 3.0 Coaching adalah Coaching yang dilakukan berdasarkan kepribadian melalui DOPE Test. Tes ini bertujuan untuk menemukan berbagai potensi dan kekhasannya yang unik. Sehingga Leader dapat mengetahui cara pendekatan yang tepat untuk mengembangkan tiap karyawan yang dimiliki.
Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang Training Leaders as Coach atau tentang ESQ 3.0 Coaching, hubungi kami di info@actconsulting.co atau telepon ke 0818-213-165 (Donna).
DR HC Ary Ginanjar Agustian bersama Karyawan RSUD Tebet dari berbagai divisi
Di dalam pelayanan Rumah sakit, komunikasi dan kerjasama tim sangat penting karena dibutuhkan untuk menangani ratusan hingga ribuan pasien yang hadir tiap harinya. Tidak mungkin penanganan penyakit dapat dilakukan dengan baik bila antar bagian dan antar karyawan rumah sakit tidak melakukan komunikasi dan bekerjasama dengan baik satu sama lain.
Dalam upaya untuk terus meningkatkan kualitas dan mempertinggi performa kinerja Rumah Sakit secara keseluruhan, RSUD Tebet bekerjasama dengan ACT Consulting untuk meraih level layanan yang lebih unggul lagi.
Menggandeng ACT Consulting, Training Communication and Teamwork for Excellence RSUD Tebet baru saja selesai dilaksanakan. Training ini berlangsung di Hotel Harper MT. Haryono tanggal 22-23 Desember 2018. Program ini dihadiri oleh Peserta Batch ke 2 RSUD Tebet dan ditambah peserta dari RSUD Kalideres di ikuti oleh 103 orang Staf dan Dokter.
Trainer yang memandu kegiatan ini adalah Rendy Yusran dan Jaya Bhakti Nurhana. Presiden Direktur ESQ Group, DR (HC) Ary Ginanjar Agustian juga turut hadir menyapa para peserta yang penuh semangat.
temukan kekuatan tak berbatas dari spiritual center di hati anda
Menciptakan mental juara, dimulai dengan menemukan sumber energi tak terbatas di dalam diri seseorang yang akan menjadi sumber tenaganya. Menjadi motivasi utamanya dalam bekerja, belajar, dan bersosialisasi. Sumber tenaga atau sumber energi motivasi seseorang adalah pusat spiritualnya atau yang dinamakan sebagai “spiritual center”.
Pusat spiritual ini merupakan intike kuatan atau baterai di dalam diri seseorang, yang berisi energi yang murni dan bersih. Energi yang tak akan habis-habis dan selalu bertambah banyak apabila terus menerus diaktifkan. Apakah pusat spiritual ini? Pusat spiritual di dalam diri kita berasal dari nama-nama Tuhan yang kita kagumi dan kita percayai, yang kita anggap penting dan yang kita ingin wujudkan dalam hidup kita di dunia.
Salah satu contoh tokoh dunia yang berhasil dengan menemukan spiritual centernya adalah Juara Tinju Dunia; Muhammad Ali. Sumber energinya yang membuatnya menjadi juara dunia berkali-kali, hingga mampu meng-KO lawan-lawannya adalah panggilan hatinya untuk mewujudkan; Keadilan.
Berasal dari rasa pedih yang dialaminya akibat diperlakukan tidak setara karena saat ia remaja, ia mengalami pemisahan hak. Pada saat itu, ia masih bernama Cassius Clay. Saat itu ia telah membanggakan negaranya, Amerika Serikat, dengan mendapatkan Medali Emas di Olimpiade, untuk cabang olahraga Tinju. Namun, saat ia pulang ke kotanya dan ingin makan di restoran, Cassius Clay diusir oleh pelayan restoran,karena ia berkulit hitam.
Perlakuan tidak setara yang diterimanya, membuat api semangatnya berkobar membara. Ia ingin merubah keadaan dunia saat itu yang semula memisahkan antara kulit hitam dan kulit putih dengan perlakuan yang berbeda. Pada masa itu, warga selain kulit putih diperlakukan sebagai warga kelas dua dan kelas tiga.
Karena “kampanye” yang dilakukan oleh Cassius Clay atau Muhammad Ali itu terus ia gaungkan sepanjang masa mudanya, bahkan hingga masa tua dan akhir hidupnya. Semangat Ali saat itu dirasakan oleh banyak warga dunia di berbagai benua yang berbeda.
Hingga bergaunglah kepedulian mengenai “Kesetaraan Hak” ke seluruh penjuru dunia. Lahirnya kaum hippies yang rela meninggalkan pekerjaan dan kuliah mereka untuk berdemo ke berbagai kota menggulirkan issue persamaan hak tersebut. Apa yang awalnya dikemukakan oleh Muhammad Ali ini kemudian menyebar ke seluruh penjuru dunia.
Hingga akhirnya masyarakat dunia sepakat untuk menghilangkan rasisme. Hingga akhirnya terwujud persamaan hak ke seluruh dunia, hingga saat ini.
Perjuangan Muhammad Ali ini membuatnya sangat bangga ketika akhirnya di masa tuanya, ia bisa menyaksikan, warga kulit hitam, Barack Obama, menjadi seorang Presiden Amerika Serikat.
Lihat, alangkah besar bukan, tenaga yang dapat tercipta dari spiritual center ini? Tenaga inilah yang menjadi sumber energi yang dapat membuat seseorang menjadi tak terkalahkan untuk waktu yang lama.
Apakah lembaga atau perusahaan Anda membutuhkan bantuan dalam membangkitkan Mental Juara? Anda dapat mengirimkan email ke; info@actconsulting.co atau mengirimkan pesan whatsapp atau menelepon ke nomor; 0812-9400-0985 (Donna/ Gisri).
Biaya pelatihan dalam perusahaan biasanya berjumlah cukup besar. Untuk perusahaan dengan jumlah karyawan 1000 orang misalnya, jumlah anggaran untuk training bisa mencapai 1 milyar rupiah atau lebih. Namun, ternyata sejumlah training yang dilaksanakan tidak memiliki dampak yang signifikan terhadap performa kerja dan keuntungan perusahaan.
Bila suatu training dilakukan dengan metode yang menarik,menggunakan permainan sebagai metode belajar, menggunakan musik yang menarik, melibatkan sisi afektif dari peserta, maka tingkat pemahaman terhadap materi yang disampaikan akan menjadi lebih tinggi. Tingkat penolakan peserta terhadap tujuan training pun menjadi minim. Bahkan bila tujuan training adalah untuk merubah perilaku, maka hal ini dapat lebih mudah dilakukan.
Dalam Psychology Today, Willis (2007) menyampaikan apa saja keuntungan Fun Theory dalam Training?
Pemrosesan informasi efektif
Pemahaman jangka panjang
Peserta lebih nyaman
Berpengaruh pada perilaku
Motivasi meningkat
Peserta lebih aktif
Tingkat stress rendah
Level kognisi tinggi
Muncul momen AHA
Berikut ini penjelasannya satu persatu:
Pemrosesan informasi efektif.
Tujuan training berbeda-beda, ada yang untuk memberikan
pemahaman, ada yang untuk merubah perilaku, ada yang untuk meningkatkan skill.
Beragam tujuan ini dapat lebih mudah dicapai dengan menggunakan Fun Theory.
Pemahaman jangka panjang
Dalam kurva Ebbinghaus, bahkan 10 menit sejak training
selesai saja, peserta sudah mulai melupakan apa yang baru saja mereka pelajari
dalam training. Karena itu, Fun Theory menjadi penting. Apa yang disampaikan
dengan cara yang menyenangkan, akan diingat dalam jangka waktu yang lebih lama,
karena meninggalkan kesan yang baik secara emosional.
Peserta lebih nyaman
Training yang berlangsung dengan menyenangkan, akan membuat
peserta tidak mengantuk, tidak terbebani, dan tidak merasa kesulitan dalam
memahami materi yang diberikan. Dengan cara ini, peserta merasakan training
yang mereka jalani lebih nyaman, dan akan memberikan kesan yang dapat lebih
mendalam dan lebih lama diingat.
Berpengaruh pada perilaku
Salah satu metode dalam fun theory adalah melalui games dan
simulasi. Dengan cara ini, seluruh tubuh dan emosi peserta diaktifkan. Ini
membuat peserta merasakan sendiri sejumlah tantangan, namun dalam konteks
situasi yang aman. Pengaruhnya akan mendalam, sehingga peserta training
kemudian merasakan keinginan untuk berubah.
Motivasi meningkat
Training yang dilakukan dengan metode yang berkesan, akan
membuat peserta memahami tujuan training dengan cara yang menyenangkan. Dengan
cara ini peserta akan menemukan berbagai inspirasi untuk berubah. Motivasi
peserta dalam bekerja dan keinginan peserta untuk mengembangkan diri pun akan
muncul.
Peserta lebih aktif
Dalam metode konvensional, orang mudah bosan dan merasa
tidak terlibat. Dalam metode yang Fun, peserta merasakan situasi yang nyaman.
Ia merasa tidak berada dalam lingkungan yang mengancam. Kenyamanan ini membuat
peserta menjadi lebih aktif dan mau memberikan ide-idenya, ia pun akan
terdorong untuk mau bekerjasama dengan peserta lainnya.
Tingkat stress rendah
Pengetahuan yang dimampatkan terlalu banyak dalam sebuah
training, mungkin terlihat keren. Namun ini dapat membuat peserta merasa
tertekan untuk dapat mengingat semua yang diajarkan. Padahal, untuk membuat
peserta berubah dan berkembang, diperlukan unsur afektif di dalamnya. Karena
itu Fun Theory membuat peserta merasakan
tingkat stress yang rendah dan aman, dan
mau terlibat aktif dalam training.
Level kognisi tinggi
Pemahaman tingkat tinggi tidak harus disampaikan melalui
sejumlah teori yang rumit. Level kognisi yang tinggi justru harus dipicu dengan
metode yang membuat peserta senang dan nyaman. Cara ini akan menembus berbagai
penghalang yang ditimbulkan oleh amygdala saat belajar.
Muncul momen AHA
Merancang suatu training untuk dapat memunculkan momen AHAtidaklah mudah. Namun dengan Fun Theory, hal ini dimungkinkan. Tidak diperlukanteknik psikologis atau NLP yang rumit untuk itu, namun diperlukan pemahaman yang mendasar mengenai cara bagaimana manusia belajar.
Untuk melakukan Training Karyawan dengan konsep FUN THEORY yang terbukti efektif dan berhasil, hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).
Apakah di perusahaan Anda, sudah tercipta tim-tim dengan mental juara? Tim dengan mental juara ini akan membentuk suatu kepaduan korporasi dengan budaya juara. Ingin tahu caranya? Berikut ini rahasia yang ACT Consulting ingin paparkan. Dengan memahami kinerja dan cara kerja di sejumlah perusahaan yang berbeda. Berikut ini cara menciptakan budaya juara;
Temukan spiritual center
Bantu semua orang dalam tim untuk menemukanspiritual center dalam diri mereka masing-masing, untuk membuka potensi terpendam dalam diri mereka. Yakinlah bahwa setiap orang dalam tim anda adalah orang-orang yang hebat, dan bantu mereka untuk menjadi hebat.
Rumuskan tujuan besar
Temukan satu tujuan besar yang dapat membuat semua orang bekerjasama tanpa kenal lelah untuk dapat mencapainya.
Berkolaborasi dengan saling memahami
Bantu tim untuk menemukan kepaduan kerja dengan semangat kolaborasi. Orang-orang yang hebat, mampu menghebatkan orang lain. Buatlah tim ini berkinerja super dengan memberikan kemampuan untuk saling memahami dan berikan kemampuan untuk dapat berkomunikasi dengan membangun, dan bukan tipe komunikasi yang destruktif.
Pemimpin mencipta jalan menuju tujuan
Kukuhkan pimpinan sebagai sebuah pemimpin orchestra kerjasama tim. Ia haruslah sosok yang dapat memahami danmenerjemahkan cara untuk mencapai tujuan, dan mampu mengkomunikasikannya dengansemua lapisan
Pahami siklus kerja dan ritme kerja
Bila sebuah tim yang hebat sudah dicapai, berikan pengetahuan juga mengenai siklus kerja. Bahwa adakalanya suatu kerjatim bisa turun dan naik. Ada kurva yang bersifat turun naik. Bahwa setiap orang juga memiliki ritme kerja masing-masing. Untuk itu, berikan peluang untuksetiap orang dalam tim anda terbuka dalam melakukan job crafting. Setiap orang mengerjakan suatu tugas dimana mereka paling baik.
Kembangkan skill tiap orang
Setiap juara memerlukan latihan. Untuk setiap orang dalam tim anda, berikan pada mereka waktu dan kesempatan untuk meningkatkan skill yang mereka miliki.
Beri penghargaan, perhatian dan pujian
Setiap orang membutuhkan penghargaan. Orang yang merasa dihargai, akan memberikan waktu, tenaga, dan pekerjaan terbaiknya. Berikan dosis pujian, perhatian, dan pengertian yang cukup, namun tidak berlebihan.
Perlakuan yang adil pada setiap orang
Perlakukan setiap orang dalam tim anda dengan adil. Semua orang berteriak mengajukan persamaan hak. Berikan itu pada mereka,dan mereka akan menghargai dan berbuat adil pada anda dengan memberikan prestasi juara. Bersama, anda akan membentuk tim dengan budaya juara.
Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara mengembangkan Budaya Juara di Korporasi atau Lembaga Anda, hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).