Bagaimana Cara Membentuk Budaya Perusahaan yang Baik?

By January 2, 2019 January 7th, 2019 Article

Keuntungan dari adanya budaya perusahaan yang kuat didukung oleh beragam bukti sosial. Diantaranya disampaikan oleh James L. Heskett, bahwa budaya kerja berpengaruh pada  20-30% peningkatan dalam performa kinerja keungan perusahaan, saat dibandingkan dengan competitor dengan budaya kerja yang buruk. Menurut Coleman, dalam Harvard Business Review tahun 2013, sejumlah unsur terbesar dari budaya perusahaan dibawah harus diperhatikan dalam membentuk budaya perusahaan yang baik;

1.            Visi. Sebuah budaya yang kuat bermula dengan pernyataan visi dan misi yang kokoh. Perubahan sedikit saja pada kalimat visi misi dapat merubah arahan dan haluan sebuah perusahaan secara signifikan. Pernyataan visi terlihat sederhana, namun merupakan sebuah elemen fundamental dalam sebuah budaya perusahaan.

2.            Nilai atau values. Anda ingin tahu apa yang menjadi inti dari sebuah perusahaan besar? Bila anda menebak; modal, maka anda salah. Karena yang paling utama yang membuat perusahaan kecil menjadi tumbuh besar dan menghasilkan profit besar, karena mereka memiliki values yang disusun dengan tepat. Mereka memposisikan dirinya sebagai perusahaan yang dibutuhkan masyarakat, dan menjadi jawaban dari kesulitan yang ada. Karena itu mereka tumbuh dan terus membesar.

3.            Praktek atau eksekusi. Value tak berarti tanpa praktek dan eksekusi yang tepat. Saat sebuah perusahaan menulis; “karyawan adalah asset terbesar kami”, maka publik akan mencari tahu apa yang diberikan perusahaan tersebut bagi pegawainya. Nilai seperti “care dan respect” akan dicari dalam bentuk pelayanan pelanggan yang ramah dan penuh hormat, tanpa adanya rasa takut atau tendensi negatif dalam prakteknya. Apapun values atau nilai-nilai perusahaan yang anda miliki, kesemuanya harus didorong dengan kriteria penilaian dan kebijakan promosional yang sesuai, sejalan dengan prinsip operasional seperti apa yang dijalankan oleh perusahaan dalam kesehariannya.

4.            Budaya perusahaan tidak dapat disusun secara koheren tanpa adanya orang-orang yang memiliki karakter sesuai dengan tujuan perusahaan, dan memiliki kemampuan untuk menjalankan semua values yang disusun, sejak perusahaan tersebut pertama dibuat. Inilah mengapa sejumlah perusahaan hebat di dunia menyampaikan bahwa mereka merekrut bukan hanya orang yang terhebat, tapi juga yang memiliki karakter yang sesuai dengan budaya yang dimiliki. Ini sebenarnya menguntungkan bagi kedua belah pihak, karena menurut penelitian yang dilakukan monster.com, kandidat yang merasa menemukan perusahaan dengan budaya yang tepat, akan mau menerima gaji 7% lebih sedikit dari perusahaan lain. Bahkan, departemen dengan budaya kerja yang sejalan memiliki 30% lebih sedikit pegawai yang resign. Orang akan bertahan dengan perusahaan yang mereka rasakan memiliki budaya yang tepat. Tiap pekerja baru juga akan “membawa serta” budaya kerja dari tempat ia berada sebelumnya.

Baca Juga:  Pentingnya Program Leadership Development untuk Kesuksesan Perusahaan

5.            Kemampuan naratif. Para pemimpin dalam perusahaan harus mampu membahasakan semua unsur budaya yang ingin ditegakkan, dengan bahasa yang sesuai dengan level pegawai. Hal ini karena sebuah perusahaan besar memiliki sejarah besar di baliknya, dan itulah yang ingin diteruskan pada generasi di masa depan. Sebuah budaya dapat dirancang dengan indah. Namun menjadi sangat berdampak kuat saat dapat dikenali, dibentuk, dan diceritakan kembali sebagai bagian dari budaya yang terus lestari dalam sebuah perusahaan.

6.            Tempat. Mengapa sejumlah firma keuangan berkantor di London atau New York? Mengapa perusahaan IT terhebat harus berkantor di Silicon Valley? Jelaslah bahwa lokasi dan desain suatu tempat, membentuk budaya yang berlangsung di dalamnya. Sejumlah kota dan negara memiliki budaya lokal yang terbawa dalam perilaku di kantor. Seperti gaya kolaborasi, yang mungkin bertentangan dengan apa yang ingin dibentuk oleh kantor anda. Untuk itu pastikan bahwa tempat- apakah itu geografisnya, arsitekturnya, atau desain ruangan di dalamnya, karena ini dapat mempengaruhi nilai dan perilaku semua orang yang bekerja di tempat tersebut.

Setidaknya ada enam unsur diatas yang dapat anda perhitungkan dalam upaya untuk membentuk budaya kerja yang baik di dalam perusahaan, menurut Harvard business review. Bagaimana? Apakah anda rasa cocok untuk perusahaan Anda? Bila Anda memerlukan sertifikasi untuk keahlian Anda dalam membentuk budaya perusahaan, berikut ini jadwal untuk Corporate Culture Certification dari ACT Consulting di 2018. Klik disini. Atau bila perusahaan Anda membutuhkan bantuan dalam melakukan transformasi budaya perusahaan, hubungi kami di 0818-213-165 (Donna) atau email kami di info@actconsulting.co

Leave a Reply