Mempersiapkan pemimpin masa depan harus dengan fondasi yang tepat. Bila fondasi yang dipilih untuk dikembangkan sudah tepat, maka akan menghasilkan karakter pemimpin yang sesuai dengan shared values di dalam perusahaan. Ia akan dapat membangun sinergi yang diperlukan, mewujudkan sikap kolaboratif yang baik, dan menciptakan iklim bekerja yang nyaman dan mampu menjadi sosok yang dipercaya dan selalu dibutuhkan oleh timnya.
Untuk mewujudkan jajaran pimpinan masa depan yang mampu tangguh dalam menghadapi beragam masalah yang dapat muncul, Bank Syariah Mandiri memilih model Kepemimpinan Spiritual atau Spiritual Leadership. Model kepemimpinan spiritual akan membuat para pemimpin memiliki energi motivasi yang tak habis-habis, karena bisa selalu diisi dengan bersumber pada berbagai ritual ibadah yang dilakukan secara rutin beberapa kali dalam sehari. Ritual ibadah ini selain menjadi sumber energi spiritual, juga memberikan struktur yang jelas dalam manajemen waktu para calon pemimpin masa depan ini.
Selain itu, dengan mengambil fondasi spiritual, para pimpinan masa depan ini pun memiliki batasan yang jelas dalam menentukan berbagai pengambilan keputusan. Ia pun tidak perlu diawasi secara ketat, karena telah memiliki angel principle atau prinsip selalu dalam pengawasan malaikat di dalam dirinya. Sehingga ia akan selalu berusaha untuk bersikap Ihsan. Dalam sikap Ihsan ini, seseorang akan berperilaku seolah-olah selalu dalam pengawasan Tuhan setiap waktu. Sehingga ia tak akan lengah dan tak mudah untuk lemah atau tergoda oleh berbagai hal yang negatif.
Dalam model spiritual leadership ini, yang menjadi panduan seseorang dalam memimpin bukan hanya buku panduan perilaku atau peraturan perusahaan saja. Tapi lebih dari itu, ia akan harus mengambil referensi yang lebih luas dari kitab suci, tafsir quran serta kitab hadits dan kitab ekonomi Islam. Karena hanya dengan mengambil panduan dari berbagai sumber yang telah tervalidasi secara keilmuan islam tersebutlah, maka sosok-sosok jajaran pemimpin harapan di Bank Syariah Mandiri akan dapat terwujud.
Pada tanggal 5-6 September 2019 dilaksanakan Training Spiritual Leadership untuk 20 karyawan yang masuk dalam Officer Development Program dari Bank Syariah Mandiri. Kegiatan ini dipandu oleh Coach Trie Setiatmoko dan Coach Dadang Suhendar. Kedua trainer senior dari ACT Consulting ini memimpin acara yang berlangsung di Graha Mandiri Lantai 14, Jakarta.
Sebagai Bank yang memiliki asset
terbesar di Indonesia, Bank Rakyat Indonesia punya tanggung jawab yang sangat
besar. Sebagai Bank terbesar di Indonesia, BRI telah beroperasi selama puluhan
tahun yang penuh dengan kesuksesan. Untuk menjamin agar di masa depan berbagai
kesuksesan tersebut dapat dicapai, maka langkah yang harus dilakukan adalah
terus membangun sumber daya manusia yang dimiliki dan meningkatkan penguasaan
teknologi terbaru.
Untuk itu pada tanggal 4-6
September 2019 BRI Corporate University kembali mengadakan Program Leadership
Enhancement untuk jajaran Vice President Bank Rakyat Indonesia yang berasal
dari berbagai daerah di Indonesia. Training ini dipandu langsung oleh Pendiri
ESQ Group, DR (HC) Ary Ginanjar Agustian. Bersama para Master Coach dari ESQ
seperti Master Coach Bram Wibisono selaku Direktur dari ESQ Neuro Linguistic
Programming, Master Coach Arief Rahman Saleh selaku Direktur dari ESQ Coaching
Academy, Coach Risman Nugraha selaku Wakil Direktur dari ESQ Coaching Academy,
serta Coach Eka Chandra selaku Wakil Direktur dari ESQ Training.
Kegiatan Leadership Enhancement ini
juga dihadiri oleh Chief Learning Officer dari BRI Corporate University yaitu
Ibu Retno Wahyuni Wijayanti. Program bertajuk High Potential Leaders;
Accelerating Your Impact ini menghadirkan para Top Leader Bank Rakyat Indonesia
yang berada di level Eselon 2 atau yang memegang jabatan sebagai Vice
President. Program ini diberikan pada dua batch berbeda yang dibuka secara
parallel selama 3 hari dari tanggal 4-6 September 2019.
Berbagai
program yang dilakukan oleh BRI Corporate University ini adalah untuk
menyiapkan para pimpinan agar mampu bergerak lebih cepat dari gelombang
perubahan. Karena kemajuan tidak bisa diraih tanpa menguasai (mastering)
teknologi dan bukan diperbudak oleh teknologi. Manusialah yang harus menjadi
pemimpin, bahkan bagi otaknya sendiri. Hingga tidak kalah oleh kemampuan otak,
tapi mampu menempatkan nurani di atas otaknya sekalipun. Inilah salah satu
prinsip yang dikembangkan oleh DR (HC) Ary Ginanjar Agustian dalam berbagai
training yang dipimpinnya.
Dengan demikian maka akan menjadi
jelaslah bahwa pihak yang harus melakukan penguasaan teknologi tersebut adalah
sumber daya manusia yang ada di dalam perusahaan. Perhatian tidak hanya
diberikan pada permasalahan finansial saja, tapi yang terpenting harus
menguasai masalah human learning and techonology development di dalam
perusahaan untuk memastikan perkembangan yang dilakukan sejalan dengan laju
perubahan zaman.
Era
perkembangan teknologi yang sangat cepat ini disebut sebagai Era VUCA. Dimana
kondisi persaingan serba volatile, uncertain, complex dan ambigu. Di era ini
kita tidak dapat melakukan perencanaan jangka panjang karena perubahan yang
terjadi berlangsung dalam hitungan sangat cepat. Berbagai rencana harus
bersifat fleksibel dan dinamis, agar masih bisa diterapkan dengan menyesuaikan
pada kondisi yang berubah.
Sifat
fleksibel dan dinamis ini pun harus dimiliki oleh sumber daya manusia yang
dimiliki. Semua karyawan harus dipacu untuk bisa selalu learn, unlearn dan
relearn. Semua orang harus mampu belajar, mengkonstruksi kembali hasil belajar,
dan mempelajari kembali sejumlah hal yang berubah pada aspek yang sama
sekalipun. Itulah mengapa peran lembaga pembelajaran di dalam BRI Corporate
University menjadi sangat penting. Harus tidak ada elemen pembelajaran yang
luput dari perhatian. Apakah itu dalam hal teknis, teknologi, finansial, dan
juga dalam segi softskill yang harus terus dilakukan upgrading.
Desain
pembelajaran kini pun bersifat dinamik dan universal. Dengan adanya teknologi
internet, pembelajaran dapat dilakukan secara serentak pada puluhan ribu orang
di saat yang sama sekaligus. Salah satu pilihan yang bisa diambil untuk
memungkinkan agar perubahan dapat dilakukan secara massif dan cepat di dalam
organisasi adalah melalui program digital learning. Salah satu contohnya adalah modul Digital
Integrity dimana pembelajaran mengenai berbagai unsur pembentuk integritas
dapat dipelajari oleh banyak orang sekaligus dan melalui sharing session yang
dilakukan, values perusahaan dapat diinternalisasikan di dalam keseharian
interaksi karyawan.
Pembelajaran seperti digital
integrity ini dapat dilakukan lewat tayangan video digital dan sharing session
yang dilakukan dapat dibuka di tiap kantor cabang maupun hingga ke pelosok yang
masih mungkin menerima sinyal internet. Kemudian materi digital integrity
sharing session yang ada dapat diikuti oleh karyawan di semua cabang secara
serentak, hingga terjadi transformasi karakter melalui penanaman values setiap
pekan bersama tim kerja. Salah satu perusahaan nasional yang berhasil
menurunkan tingkat fraud yang ada di dalam perusahaannya dengan program digital
integrity ini adalah Adira Finance dengan jumlah peserta digital integrity
sharing session sebanyak lebih dari 20 ribu karyawan di semua titik cabang dan
pusat di Indonesia dan di luar negeri.
Selain itu program digital learning
lain yang telah menyentuh puluhan ribu orang dengan video yang dibuat
terkostumisasi oleh ESQ adalah program LION Sales Auto2000. Pada program ini
peserta mendapatkan modul Quantum Excellence
yang disesuaikan dengan kebutuhan klien untuk mengembangkan potensi
penjualan. Dalam program ini, para sales
berhasil melakukan peningkatan penjualan dan mampu bertahan terhadap serbuan
pesaing dari negeri tirai bambu yang menyerang dengan harga murah dan spesifikasi
kendaraan yang tinggi.
Materi yang diberikan dalam sales
ini tidaklah untuk menjelekkan kompetitor, tetapi untuk membangkitkan rasa
kepercayaan diri terhadap produk otomotif
yang telah dibuat di negara kita dengan tingkat komponen dalam negeri
(TKD) lebih dari 80%. Dengan rasa percaya diri akan tingginya kualitas
kendaraaan bermotor hasil produksi lokal ini, program penjualan di Auto2000
menjadi stabil dan terus menuai keberhasilan serta peningkatan penjualan.
Bahkan di lapangan, rasa kepercayaan diri
yang dibentuk ini tersebar dan menjadi sebuah keyakinan bersama hingga
masyarakat tidak terpengaruh oleh serbuan produk asing.
Demikian juga dengan program high
potential leaders yang tengah dikembangkan di BRI juga dapat disebarkan ke
berbagai tempat di Indonesia secara menyeluruh dengan program digital learning.
Agar moto untuk mengakselerasi impact dari tiap pimpinan ini dapat benar-benar
tersebar secara nasional, bahkan hingga sifat dan karakter yang hendak dibentuk
ini dapat juga diserap oleh karyawan BRI
yang tersebar di seluruh dunia.
Training Transformational
Leadership yang dipimpin langsung oleh DR (HC) Ary Ginanjar Agustian kembali
dilaksanakan di Hotel Ritz Carlton SCBD, Jakarta pada tanggal 29-30 Agustus
2019. Sebanyak 25 peserta masuk dalam kelas eksklusif yang hanya bisa diikuti
oleh para Leader di sebuah perusahaan ini.
Sejumlah perusahaan besar di
Indonesia mengikutkan para pimpinannya dalam Training Kepemimpinan
Transformational ini. diantaranya adalah PT Kaltim Diamond Coal yang
mengirimkan 10 orang peserta. Perusahaan lain dari Kalimantan Timur yang juga
hadir adalah PT Kaltim Methanol Industri. Dari negeri Jiran peserta hadir dari
Herbalife Nutrition Malaysia.
Sejumlah Badan Usaha Milik Negara
juga mengirimkan para pimpinan mereka mengikuti event ini. BUMN yang hadir
antara lain Telkomsel, Indonesia Power, BPJS Kesehatan, dan PT Bukit Asam.
Selain itu hadir juga para pimpinan dari Bank Syariah Mandiri, PT Wirabina Yasa
Patrindo, serta PT Alam Karya Gemilang dan juga dari Pemerintah Kabupaten
Bandung.
Dalam
training Transformational Leadership ini, DR (HC) Ary Ginanjar Agustian
membekali para peserta dengan kemampuan 5 I yaitu; Idealized Influence,
Inspirational Motivation, Intellectual Stimulation, Individualized
Consideration, dan yang terpenting adalah Internal Understanding.
Dalam modul Internal Understanding
ini, para pimpinan perusahaan mempelajari tentang Leadership DNA yang dimiliki
oleh masing-masing. Pada momen ini para pimpinan pun dibimbing untuk memahami
bahwa berbagai hal yang ia ingin wujudkan dalam perusahaannya, harus
pertama-tama dimulai dengan pemahaman dan kepemimpinannya terhadap dirinya
sendiri. Saat seseorang telah mampu memimpin dirinya sendiri, maka ia akan menemukan kekuatan untuk memimpin,
menginspirasi, membimbing, memperhatikan, dan membesarkan kemampuan timnya dan
orang-orang lain yang ada di sekitarnya.
Mengapa Training ESQ
Transformational Leadership ini sangat penting adalah karena dalam sebuah
perusahaan yang ingin menghasilkan kinerja luar biasa, maka yang harus
dilakukan adalah mengembangkan kemampuan para karyawannya untuk dapat berkolaborasi
dengan harmonis dan merasakan kebahagiaan dan dorongan untuk terus bekerja menghasilkan
karya-karya yang hebat, secara sering dan teratur, dengan kecepatan eksekusi
yang tinggi.
Untuk itu dalam Training
Transformational Leadership ini para pimpinan mendapatkan banyak tools
psikologi dan tools manajemen yang dapat diberikan kepada timnya agar ia dapat
melakukan berbagai perubahan yang diperlukan di dalam organisasi. Perubahan
yang utama adalah perubahan iklim kerja yang dikembangkan dari perubahan cara
bersikap dan perubahan cara berkomunikasi sang pimpinan itu sendiri.
Hal ini karena pimpinan adalah jiwa
dan penentu kesuksesan perusahaan. Tim strategi dapat saja menuliskan berbagai
komposisi langkah yang hebat, namun tanpa kemampuan pimpinan untuk
mengorkestrasi kerjasama dari para karyawannya, maka semua strategi termahal
sekalipun tak akan dapat berjalan.
Banyak orang hebat bisa bergabung
dalam sebuah perusahaan, namun bila mereka tidak dapat bekerjasama dengan baik
maka hal yang terjadi dapat bersifat kontraproduktif. Sementara, karyawan yang
lemah dan memiliki kemampuan biasa sekalipun, dapat dikembangkan menjadi
orang-orang yang hebat dan berbakat bila pimpinannya dapat mengembangkan,
memupuk, membimbing, dan memotivasi mereka dengan baik.
Untuk dapat menyutradari kolaborasi
yang hebat dari tim yang bisa terdiri dari ratusan orang, hingga puluhan ribu
orang ini, pola kepimpinanan yang tangguh harus dikembangkan. Pemimpin haruslah
menjadi orang yang paling pertama bangun di pagi hari saat anakbuahnya masih
terlelap. Ia pun yang terakhir meninggalkan aktivitas bekerjanya saat para
karyawannya telah lelah dan beristirahat di peraduan. Membesarkan pimpinan yang
seperti ini harus dimulai dengan internal understanding terlebih dahulu, dengan
penutur dan pembicara yang telah terlebih dahulu menjadi cerminan dari
keberhasilan mereka memimpin organisasi yang hebat di tengah berbagai badai
kesulitan yang mendera.
Membesarkan perusahaan bukanlah
suatu tugas yang ringan. Terutama dengan adanya tantangan internal dan
eksternal yang dapat terjadi kapan saja. Untuk itu, suatu perusahaan harus mengembangkan
daya dukung internal di dalam perusahaannya dengan baik. Daya dukung internal
ini harus dikembangkan sesuai dengan visi dan misi yang menjadi entitas dalam
perusahaan tersebut.
Apakah unsur utama dalam daya
dukung internal ini? Unsur utama tersebut adalah budaya kerja yang baik di
dalam perusahaan. Bila sebuah perusahaan telah memiliki budaya kerja yang baik,
maka perusahaan tersebut akan dapat bergerak secara fleksibel dan adaptif tanpa
banyak kesulitan. Masing-masing perusahaan memiliki kekhasan tersendiri dalam
mengembangkan budaya kerjanya. Hal ini
tergantung pada bidang pekerjaan yang harus ditangani. Juga tergantung pada
visi dan misi perusahaan yang diturunkan dalam berbagai langkah tujuan dan target
strategis dalam sebuah roadmap.
Namun pengetahuan mengenai budaya
kerja ini merupakan studi lintas ilmu. Diperlukan pengetahuan manajemen, juga
diperlukan pengetahuan mengenai bisnis dan strategi. Tak kalah penting juga
diperlukan pengetahuan sosiologi dan psikologi. Sampai kini belum ada sebuah
jurusan khusus yang khusus mengajarkan tentang budaya perusahaan di suatu
universitas atau akademi.
Ada berbagai elemen dalam budaya
perusahaan yang kesemuanya bersifat rumit dan saling berkelindan satu sama
lain. Hal ini karena setiap karyawan datang dari budaya yang berbeda hingga
sikap dan perilaku mereka saat bekerja pun tidak serupa. Bagaimana untuk
membuat berbagai perbedaan ini menjadi suatu kekuatan yang mampu membangkitkan
banyak potensi berharga di dalam organisasi?
Hal ini dapat dilakukan bila bagian
human resource, divisi strategis, atau satuan budaya kerja di dalam suatu
korporasi atau organisasi dapat memahami adanya beragam elemen yang dapat
membentuk dan menjadi jiwa bersama dalam satu budaya kerja dalam konteks bisnis. Untuk itulah ACT Consulting memformulasikan
Training Sertifikasi Corporate Culture Specialist untuk membagikan cabang ilmu
yang masih jarang dipelajari ini, dengan penyesuaian materi dan langkah yang
cocok dengan kerangka budaya Indonesia.
Pada tanggal 28-30 Agustus 2019
telah dilaksanakan Training Sertifikasi Corporate Culture Specialist dengan
diikuti oleh sejumlah perusahaan nasional seperti PT Cogindo, PT Lintas Arta,
Perum Badan Urusan Logistik (Bulog), PT Kereta Api Indonesia, BRI Finance, dan
PT Arga Bangun Bangsa. Dengan berlokasi di Ruang Mina, Menara 165 Cilandak,
Jakarta Selatan. Kegiatan ini dipimpin
langsung oleh sejumlah Direktur, Expert serta Konsultan Senior dan Program
Director dari ACT Consulting.
Training Peningkatan Motivasi Kinerja Pegawai Pemerintah non Pegawai Negeri Sipil (PPNPN) Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus Dikdasmen Kemendikbud di Agustus 2019 | Menurut petunjuk teknis yang dibuat oleh Departemen Keuangan, definisi PPNPN (Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri) ini memiliki peran yang penting. PNPPN ini terdapat di berbagai departemen dan di berbagai badan pemerintahan.
Keberadaan Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri ini seringkali bersifat krusial dan strategis. Untuk itu diperlukan peningkatan motivsi kinerja dalam berkarya sehari-hari. Peningkatan motivasi dalam bekerja diantaranya bisa dilakukan dengan metode peningkatan kecerdasan emosional dan spiritual (ESQ) dalam berbagai cara seperti training, outbond, workshop, seminar, dan lain-lain.
Melalui metode ini kemampuan seseorang dalam mengolah berbagai elemen dalam kecerdasan emosionalnya bisa meningkat. Termasuk dalam kecerdasan emosional ini adalah; kemampuan untuk mengelola emosi, kemampuan untuk memotivasi diri sendiri, kemampuan untuk mengenali emosi orang lain, kemampuan untuk mengenali emosi diri, dan kemampuan untuk mencari cara penyelesaian masalah dengan cara yang dapat diterima oleh orang lain.
Kesemua unsur kecerdasan emosi ini sangat diperlukan dalam karir di pekerjaan manapun. Selain itu, cara peningkatan motivasi yang paling efektif adalah melalui peningkatan kecerdasan spiritual. Bila seseorang telah memiliki kecerdasan spiritual, pemahamannya tentang kehidupan dan makna bekerja akan meningkat. Kecerdasan spiritual ini ibarat sebuah baterai yang ada dalam diri seseorang. Ia dapat melakukan penambahan tenaga “baterai spiritual” ini secara mandiri dengan melakukan berbagai bentuk ibadah yang ditujukan hanya kepada Tuhan.
Kecerdasan spiritual pun berfungsi sebagai benteng penjaga dalam diri seseorang. Bila kecerdasan spiritual seseorang telah tinggi, hal ini akan melindunginya dari berbagai bahaya yang menantang dari lingkungan eksternal. Kecerdasan spiritual juga membuat seseorang memiliki batas-batas yang baik dalam berperilaku, bekerja, dan berinteraksi dengan orang lain. Orang yang memiliki kecerdasan sosial tinggi akan membentuk perilakunya agar sesuai dengan nilai-nilai mulia dalam ajaran agama yang dianutnya secara baik dan seimbang.
Pada kesempatan kali ini, Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus Dikdasmen Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia mempercayakan pada ACT Consulting untuk memberikan pelatihan kepada 50 orang peserta di Villa ratu bogor yang dilaksanakan pada tgl 23-25 Agustus 2019 (inclass & outdoor activity). Para peserta adalah pegawai pemerintah non pegawai negeri sipil (PPNPN) dalam direktorat tersebut. Acara dibuka langsung oleh Bapak Sugeng, Kepala Sub Bagian di Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia.
Pada Training Motivasi Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri yang dilakukan dengan metode ESQ ini, kegiatan berlangsung pada tanggal 23-25 Agustus 2019 dengan dilakukan secara indoor dan outdoor. Peserta yang hadir berjumlah 50 orang pegawai. Acara berlangsung di Villa Ratu Bogor dengan dibuka oleh Bapak Sugeng selaku Kepala Bagian Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus Dikdasmen Kemendikbud RI.
Training ini dipandu oleh Coach Abdul Harris selaku Trainer dan Dosen di ESQ Business School. Dengan didampingi oleh Trainer Ilham Nugraha. Turut mengiring acara, Direktur Humas ESQ Group, Hariyo Puguh. Pada acara ini juga dilakukan serah terima tanda mata dari ESQ sebagai rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Di tengah
realita perlambatan ekonomi dunia dan gelombang massif perubahan yang terjadi
karena reformasi industri 4.0 di berbagai bidang, industri perbankan menjadi
salah satu lini yang bisa terkena dampak cukup besar. Hal ini karena industri ini berkaitan dengan
sektor finansial atau keuangan di sebuah negara, yang mengandalkan sejumlah
mekanisme keuangan yang rawan terkena dampaknya. Salah satunya adalah sektor
kredit perbankan yang dikucurkan ke berbagai industri yang ada. Hingga ke usaha
kecil dan menengah yang telah sanggup melakukan ekspor impor.
Perlambatan
ekonomi ini menyebabkan daya serap sebuah negara tujuan ekspor menjadi menurun.
Nilai valuta asing terus meningkat. Sementara, sebagai produsen, industri
manufaktur maupun beragam industri berbasis produksi lainnya, tidak dapat
menghentikan proses produksi yang dilakukan. Bilapun penghentian produksi ini
dilakukan, beragam dampak yang beresiko tinggi dapat terjadi. Hingga
kemungkinan terbesar yang dapat terjadi adalah jatuhnya harga pasar dan terjadinya
timbunan komoditas yang seharusnya dapat diserap oleh ekspor.
Ditambah
oleh derasnya perubahan di berbagai industri akibat reformasi industri 4.0 yang
merubah peta bisnis di berbagai sektor di bidang produksi dan jasa. Iklim
bisnis kini mengalami perubahan dari hari ke hari, detik per detik. Berbagai
rencana stratejik yang semula diterapkan untuk menghadapi prediksi perubahan
dalam hitungan sejumlah tahun ke depan, kini menjadi usang hanya dalam hitungan
bulan.
Perubahan
keadaan ini muncul timbulnya VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity dan
Ambiguity) di berbagai sektor kehidupan. Beragam perubahan ini pun bersifat
tidak mudah diimbangi. Untuk itu memerlukan usaha gradual dari serangkaian top
management untuk duduk bersama dan mengalami bimbingan bersama. Agar pemahaman
yang sama bisa dipetik dan jajaran top management dapat bergerak dari halaman
yang sama.
Untuk
menghadapi persoalan yang pelik ini, yang harus bersiaga dan merumuskan langkah
bersama untuk sejalan dalam melakukan strategi taktikal yang disusun dengan
cepat dan progresif adalah pucuk pimpinan di industri perbankan. Diantara lini
stratejik yang harus mendapatkan peningkatan kapabilitas atau enhancement
program adalah jajaran Executive Vice President dan Vice Presidentnya.
Indonesia
boleh berbangga bahwa Bank terbesarnya, Bank Rakyat Indonesia, memiliki
inisiatif ini jauh sebelum Bank lainnya bergerak. Melihat realita ekonomi yang
makin berada dalam keadaan turbulensi, perencanaan stratejik memang harus
dilakukan dengan lebih fleksibel.
Untuk itu,
Bank Rakyat Indonesia mempercayakan Training Top Leaders Enhancement Program
mereka kepada ACT Consulting. Tema yang diberikan kepada Jajaran Executive Vice
President (EVP) di Bank Terkaya di Indonesia ini adalah; “Becoming A Leader of
Leaders : Pathway For Success”. Dengan diikuti oleh EVP BRI dari seluruh
Indonesia, dalam dua kelas yang berbeda.
Sementara
untuk jajaran pejabat Vice President (VP), tema yang diberikan adalah
“High-Potential Leader : Accelerating Your Impact”. Dengan diikuti oleh banyak
pejabat VP BRI dari seluruh Indonesia dalam dua kelas yang berbeda.
Keempat
kelas Training yang dilangsungkan secara parallel ini dipimpin langsung oleh DR
(HC) Ary Ginanjar Agustian dengan hadir langsung membawakan materi. Selain itu,
sejumlah Expert dan member Board of Director ESQ Group juga turun langsung
sebagai Coach dan Trainer untuk menyampaikan modul yang dibuat secara presisi
untuk mencapai tujuan yang diinginkan oleh Bank Rakyat Indonesia ini.
Kegiatan
ini terselenggara selama 3 hari pada tanggal
21-23 Agustus 2019 di Hotel Grandhika, Jakarta. Hadir langsung membuka
event ini Direktur Human Capital PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Ibu
R. Sophia Alizsa dan Ibu Retno Wijayanti, Chief Learning Officer BRI Corporate
University.
Jajaran
Expert Coach dan Trainer dari ACT Consulting yang memandu Training ini adalah
Direktur Training ESQ Group, Master Coach Iman Herdimansyah, Direktur ESQ
Coaching Academy, Master Coach Arief Rahman Saleh, Direktur ESQ Neuro
Linguistic Programming, Master Coach Bramanto Wibisono, serta Direktur ESQ
Success Institute, Master Coach Muhammad Rhamdani.
Lembaga peradilan adalah harapan masyarakat untuk
mendapatkan keadilan, di tengah peliknya masalah kehidupan yang mendera dalam
berbagai bentuk. Pada sosok Hakim, harapan tersebut dilabuhkan. Namun berbagai
faktor yang ada dalam suatu kasus hukum dapat membuat proses peradilan berjalan
dengan tidak sesuai dengan harapan semua pihak.
Perbedaan sudut
pandang antara pihak yang melakukan tuntutan dan pihak yang mendapatkan
tuntutan, bisa muncul dalam berbagai bentuk perselisihan fakta, masalah
pertikaian, hingga berujung pada hasil yang dianggap tidak memuaskan bagi
publik.
Kemudian, Hakim yang
memegang tanggung jawab besar untuk memimpin proses peradilan yang tengah
berlangsung, kemudian diterpa oleh berbagai tuduhan yang keji dari banyak
sudut. Bahkan tak jarang, pers memberikan pandangan yang tidak adil kepada
sosok para hakim ini.
Terlepas dari apakah
masalah yang ditangani berupa permasalahan perdata atau pidana, peran hakim dalam memimpin proses peradilan
sangatlah krusial. Bila dilihat secara gradual dalam suatu kerangka penegakan
hukum di sebuah negara, Hakim adalah sebuah peran yang sangat signifikan.
Peran jajaran hakim di
masa depan akan menjadi lebih krusial lagi. Untuk itu perlu dilakukan
peningkatan kecerdasan emosional dan spiritual agar jajaran Hakim Terpadu
terutama dalam ruang lingkup Mahkamah Agung di Negara Republik Indonesia ini
dapat meningkat kualitasnya. Selain itu, dengan adanya metode peningkatan
kecerdasan emosional dan spiritual, kita bisa meningkatkan harapan akan
munculnya sosok hakim yang memiliki karakter 7 budi utama yaitu; Jujur,
Tanggung Jawab, Adil, Visioner, Disiplin, Kerjasama, dan Peduli.
Untuk meraih harapan
yang tinggi tersebut, Mahkamah Agung menjatuhkan pilihan pada Metode
peningkatan kecerdasan Emosional dan Spiritual dari ESQ Group . Kesempatan
kepada ESQ untuk turut berkontribusi pada harapan mulia ini tertuang pada
kegiatan Program Diklat Calon Hakim Terpadu Mahkamah Agung Republik Indonesia
Angkatan III, Peradilan Umum, Agama dan
Tata Usaha Negara Gelombang 1 Seluruh Indonesia di Megamendung – Bogor, pada
tanggal 25 Agustus 2019.
Kegiatan ini dibuka
oleh Bapak Endang Suryadi, S.Sos, MA Kepala Bidang Program dan Kerjasama
Pusdiklat Teknis Peradilan Mahkamah Agung Republik Indonesia. Modul disampaikan
oleh Direktur Training ESQ Group, Master Coach Iman Herdimansyah, Direktur ESQ
Neuro Linguistic Programming, Master Coach Bramanto Wibisono, Direktur ESQ
School of Communication, Mater Coach Rendy Yusran, serta Trainer Muhammad
Syaiful dan tim.
Memiliki makna bekerja yang tepat, dapat mengubah pandangan
seseorang mengenai makna hidupnya secara keseluruhan. Karyawan yang semula
menganggap pekerjaannya sebagai beban, akan berubah sikapnya apabila ia telah
mengetahui hakikat eksistensial apa yang sebenarnya telah ia berikan kepada
masyarakat luas, dari pekerjaan sehari-hari yang dilakukannya.
Karyawan yang semula mengalami permasalahan produktivitas,
akan memiliki motivasi untuk tumbuh dan berkembang bersama perusahaan. Ia akan
memandang disiplin dan peraturan perusahaan sebagai bagian dari perkembangan
kepribadiannya. Ia akan memahami bahwa beragam peraturan tersebut dibuat untuk
membentuknya menjadi pribadi yang lebih baik. Agar ia bisa lebih berkontribusi
secara tepat dan membantunya untuk meraih berbagai peluang dan kesempatan yang
lebih besar di perusahaan tersebut apabila dipenuhi dengan sungguh-sungguh.
Banyak orang bekerja yang selama ini masih belum dapat
memandang hidup secara dewasa. Masih bermain-main, masih tak tentu tujuan.
Sekalipun telah berkeluarga atau memiliki anak-anak. Banyak yang menghabiskan
waktunya dalam berbagai hal yang tidak memberikan hasil untuk jangka panjang.
Padahal, sejatinya waktu yang diberikan Tuhan adalah sebuah bekal yang
diberikan secara terus menerus, untuk dimanfaatkan sebagai lading bagi
kehidupan selanjutnya yang bersifat abadi.
Waktu tak dapat dihentikan. Tanpa adanya pendewasaan diri
melalui peningkatan makna hidup dan makna bekerja yang tepat, produktivitas dan
pencapaian target bisa menjadi sebuah keprihatinan yang tidak bisa diubah
secara gradual. Upaya untuk melakukan perbaikan di dalam perusahaan pun bisa
menjadi tidak berdampak, walau telah dilakukan dengan berbagai metode dan program
yang menghabiskan biaya besar.
Untuk itulah, PT Sari Husada Tbk sebagai produsen susu SGM
dan Nutricia di Ciracas Factory, diikutsertakan dalam Seminar Meaning of Work
dari ACT Consulting. Seminar ini diberikan dalam kegiatan Factory Meeting yang
diikuti oleh 150 orang karyawan. Pada kegiatan ini, turun langsung Wakil
Direktur Training ESQ Group, Coach Eka Chandra bersama Trainer Ilham Nugraha.
Sejak tahun 2018, PT PAL Indonesia
telah menggandeng ACT Consulting untuk mendampingi penguatan program culture
roadmap. Sejumlah kegiatan telah dilakukan dalam upaya perbaikan budaya
perusahaan guna ketercapaian visi perusahaan untuk menjadi perusahaan
konstruksi di bidang industri maritim dan energi berkelas dunia.
Kegiatan penguatan culture roadmap PT
PAL Indonesia (Persero) diawali dengan adanya pengukuran tingkat kesehatan
budaya organisasi, hingga dilanjutkan dengan pembentukan budaya atau tata nilai
baru perusahaan oleh manajemen. Adapun tata nilai baru yang menjadi pemacu
semangat di PT PAL Indonesia (Persero) adalah SHIP (Synergy, Hearcentered,
Innovative, Performance).
Setelah didapatkan tata nilai yang
baru, pembentukan motor penggerak perubahan “Change Leader dan Change Agent”
membuat berbagai inisiatif perubahan semakin efektif, kreatif dan berwarna. Tak
kurang dari 19 change leader serta 80 change agent siap menjadi motor penggerak
tertanamnya tata nilai dan budaya perusahaan yang baru.
Komitmen segenap manajemen untuk
menciptakan budaya perusahaan yang mendukung ketercapaian visi perusahaan
selaras dengan dukungan penuh Direktur Utama PT PAL Indonesia (Persero) Bapak
Ir Budiman Saleh, M.S., Ph.D serta arahan yang intensif dari Direktur SDM dan
Umum PT PAL Indonesia (Persero), Ibu Etty Soewardani, S.H dalam menampung
aspirasi perubahan budaya perusahaan.
Peran tata nilai dan budaya yang baru
telah menjadi pemantik semangat bersinergi serta inovasi menguatkan peran PT
PAL Indonesia (Persero) dalam mewujudkan kemandirian industri pertahanan dan
keamanan matra laut dibuktikan dengan telah suksesnya PT PAL Indonesia
(Persero) dalam membangun kapal selam pertama karya anak bangsa maupun melalui
penguasaan teknologi seperti pembuatan Kapal Rumah Sakit, Kapal Cepat Rudal,
hingga produk energi kebanggaan nasional juga telah dilakukan oleh PT PAL
Indonesia (Persero) guna menjadi pemimpin pasar global.
Disiapkan oleh : Departemen Humas PT
PAL Indonesia (Persero) untuk website ACTConsulting.co
Kegiatan Asesmen Kompetensi Manajerial dilaksanakan pada
tanggal 7-8 Agustus 2019 oleh Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Banyuwangi.
Dalam kesempatan kali ini, Tim ACT Consulting dipimpin oleh Rizka Gani Lukman,
M.Psi, Psikolog.
Dalam Asesmen Kompetensi Manajerial ini, 41 orang pegawai
eselon 3 di Kabupaten Banyuwangi mengikuti dengan serius dan sungguh-sungguh.
Dalam Asesmen Kompetensi Manajerial ini sejumlah hal yang diukur adalah
kemampuan berpikir, kemampuan mengelola diri, serta kemampuan mengelola orang
lain.
Berbagai kemampuan ini diprediksi menggunakan berbagai alat
ukur psikologi yang dimiliki oleh ACT Consulting. Karena kompleksitas tingkat
pengukuran yang dilakukan tersebut, memerlukan waktu hingga dua hari dalam
pelaksanaannya.
Sejumlah unsur dari kemampuan berpikir yang diukur antara
lain tingkat kemampuan analisa, fleksibilitas berpikir, kemampuan inovasi, dan
pemikiran konseptual dari para pegawai Eselon 3 di Kabupaten Banyuwangi ini.
Sementara, dalam kemampuan mengelola diri, sejumlah poin
yang harus dimiliki oleh para ASN ini adalah; kemampuan adaptasi terhadap
perubahan, inisiatif, integritas, pengendalian diri, komitmen organisasi, keuletan,
serta semangat berprestasi.
Unsur lain yang juga diukur dalam kemampuan manajerial ini adalah
kemampuan untuk mengelola orang lain, yang didalamnya terdapat sejumlah aspek
seperti; kepemimpinan, kerjasama, mengembangkan orang lain, dan kemampuan membimbing.
Berbagai keterampilan manajerial ini merupakan unsur yang
perlu dikembangkan pada para aparat sipil negara. Terutama karena di level
eselon 3 ini para pegawai memiliki peran manajerial yang berpengaruh dan
signifikan dalam upaya Pemerintah Kabupaten Banyuwangi untuk mengembangkan
daerahnya dan mempertahankan prestasi sebagai Kabupaten Terbaik di Indonesia
dalam sejumlah aspek penilaian.
Menurut sumber dari Liputan6.com, penghargaan terbaru yang
diterima oleh Bapak Azwar Anas selaku Bupati Banyuwangi adalah meraih predikat kabupaten terbaik dalam hal layanan sistem
pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) oleh Kementerian Pendayagunaan dan
Administrasi Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB). Pada evaluasi
SPBE ini Banyuwangi mendapatkan indeks sebesar 3,43 dari skala 5 atau yang
tertinggi di kategori Kabupaten seluruh Indonesia. Penghargaan ini telah
diberikan langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Yusuf Kalla pada
tanggal 28 Maret 2019.
Berkat berbagai peningkatan layanan
kepada masyarakat yang datang dari inovasi di bidang teknologi digital
tersebut, berbagai kampung yang ada di Banyuwangi kini telah menerapkan layanan
yang Smart. Hingga muncul istilah Smart Banyuwangi.