Skip to main content
Tag

training esq

karakteristik millenial di tempat kerja, act consulting

Karakteristik Millenial di Tempat Kerja

By Article No Comments

Shih Yung Chou (2012) dalam International Journal of Human Resource Studies memaparkan sejumlah temuan studi literature yang ditemukannya mengenai bagaimana perilaku Millenial di tempat kerja. Ia mengutip Hershatter dan Epstein (2010) yang mengeksplorasi cara-cara generasi Milenial  mendekati dunia kerja dan melihat bahwa Millenial mengintegrasikan teknologi ke dalam kehidupan mereka dan mengharapkan akomodasi dari organisasi berdasarkan pengalaman, kebutuhan, dan keinginan mereka.

Dalam studi empiris tentang pengaruh generasi pada sikap kerja, Kowske, Rasch, dan Wiley (2010) menemukan bahwa Millennials memiliki tingkat kepuasan dan kepuasan terhadap perusahaan secara keseluruhan yang lebih tinggi daripada Generasi X dan Baby Boomers. dengan adanya rasa aman dalam bekerja, pengakuan, dan kemajuan karier yang lebih baik

Myers dan Sadaghiani (2010) membahas harapan Millenial tentang tempat kerja, gaya komunikasi, dan hubungan dengan anggota tim dan organisasi. Secara khusus, para peneliti ini memandang bahwa Millennial bekerja dengan baik dalam pengaturan tim, termotivasi oleh tugas-tugas signifikan, lebih suka komunikasi yang terbuka dan sering, dan memahami teknologi komunikasi.

Dalam studi lapangan mereka tentang generasi Millenial, Ng, Schweitzer, dan Lyons (2010) menemukan bahwa Millenials menekankan individualisme, mencari kemajuan karir dan pengembangan keterampilan, dan memastikan kehidupan yang bermakna dan memuaskan di luar pekerjaan

Demikian pula, dalam studi empiris mereka tentap motif mahasiswa kedokteran, Borges, Manuel, Elam, dan Jones (2010) menemukan bahwa Millennials memiliki kebutuhan sosial yang lebih besar, ikatan teman sebaya yang lebih erat, dan orientasi tim yang lebih kuat daripada Generasi Xers.

Chou (2012) melihat bahwa ada dua aliran dalam memandang millennial, aliran penelitian pertama berfokus pada sikap dan nilai kerja Millennial. Meskipun temuan yang konsisten belum ditunjukkan dalam literatur, secara umum telah ditunjukkan bahwa Millennial banyak berfokus pada aspek sosial pekerjaan seperti memiliki rekan kerja yang ramah dan lingkungan kerja yang menarik (Ng et al., 2010).  

Namun menurut Chou (2012), fokus aspek sosial di tempat kerja tidak mengakibatkan kurangnya upaya kaum Millenial di tempat kerja. Secara khusus, Millennial ditemukan menjadi pekerja keras, bertanggung jawab, berorientasi pada tim, dan altruistik (Elam, Stratton, & Gibson, 2007; Gloeckler, 2008).  

Alsop (2008) mendukung pandangan ini dengan mencatat bahwa perilaku altruistik Millenial terutama dipengaruhi oleh keluarga dan teman-teman mereka. Ini juga karena pola pikir mereka yang berorientasi pada tim, Millennial cenderung menunjukkan gaya manajemen inklusif di mana umpan balik langsung ditekankan (Lowe, Levitt, & Wilson, 2008).

Selain itu, Millenials telah ditemukan untuk menunjukkan tingkat harga diri dan ketegasan yang lebih tinggi daripada generasi sebelumnya (Twenge & Campbell, 2001) dan sangat percaya diri dengan kemampuan mereka (Harris-Boundy & Flatt, 2010).

Karakteristik ini juga ditemukan oleh Trzesniewski dan Donnellan (2010). Secara khusus, Trzesniewski dan Donnellan mengungkapkan bahwa Millennial cenderung memiliki tingkat harga diri dan locus of control eksternal yang tinggi dibandingkan dengan generasi sebelumnya.

Alur penelitian kedua membahas gaya komunikasi Millenial. Menurut penelitian sebelumnya, Millennial tidak hanya mencari komunikasi yang sering, positif, dan terbuka di tempat kerja terus-menerus tetapi juga mengumpulkan dan berbagi informasi dengan mudah (misalnya, Gursoy, Maier, & Chi, 2008; Hill 2002; Howe & Strauss, 2007; Tapscott , 1998; Marston, 2007; Martin, 2005; Zemke et al., 2000).

Dari perspektif ini, orang dapat berharap bahwa milenial sebagai pemimpin, akan memanfaatkan pendekatan komunikasi dua arah dan menekankan pentingnya memiliki hubungan timbal balik dengan bawahan. Sementara itu, literatur kepemimpinan telah menyarankan bahwa millennial cenderung memiliki pola kepemimpinan partisipatif. 

Yaitu yang melibatkan bawahan dalam pengambilan keputusan, meminta saran bawahan, dan mendiskusikan masalah organisasi dengan bawahan (Chen & Tjosvold, 2006). Dengan demikian, ketika dihubungkan antara sikap, keyakinan, nilai-nilai, dan gaya komunikasi Milllennials di tempat kerja, diharapkan Millennials akan menunjukkan gaya kepemimpinan partisipatif tingkat tinggi.

Dengan memahami kepemimpinan Millenial dan gaya mereka saat menjadi follower di tempat kerja, organisasi dan manajer dapat menyusun struktur dan desain tempat kerja untuk memaksimalkan kinerja para millenials ini.

values based leadership, bni syariah, act consulting

Training Values Based Leadership BNI Syariah di awal 2019

By News No Comments

Banyak pemimpin yang ada di dalam organisasi kita berasal dari beragam latar belakang. Ada latar belakang sosial yang berbeda. Ada latar belakang karir yang berbeda. Ada latar belakang pendidikan yang berbeda. Belum lagi dalam sejarah karirnya, para pemimpin dapat membawa nilai yang dimiliki oleh perusahaan tempatnya bekerja sebelumnya. Bagaimana agar realita ini dapat menjadi suatu harmoni yang indah di dalam organisasi Anda?

Tentu diperlukan pensejajaran agar pola dan perilaku kepemimpinan yang dilaksanakan di lapangan sesuai dengan visi misi dan nilai organisasi secara utuh dan tidak parsial. Karena suatu organisasi yang memiliki pola yang solid dan harmonis, akan dapat berkolaborasi dengan sehat dan dapat menghasilkan performa kerja yang tinggi, serta produktivitas yang baik.

Untuk itu, ACT Consulting dipercaya untuk menyelenggarakan Training Values Based Leadership : Exceeding the Supervisory Skills langsung 2 Batch secara Pararel untuk para Supervisor BNI Syariah dengan jumlah 55 peserta.

Training ini berjalan pada tanggal 18-19 Februari 2019, dibawakan oleh Coach Arief dan Coach Risman serta Trainer Adek dan Trainer Aris acara ini berlangsung selama 2 hari dilaksanakan di Hotel Royal Kuningan.

mengapa investasi integritas bernilai tinggi, act consulting

Mengapa Investasi Integritas Bernilai Tinggi

By Article No Comments

Kerugian yang ditimbulkan oleh kurangnya integritas amat banyak dan tidak diragukan lagi. Berikut ini Hitch (2015) dalam publikasinya yang berjudul Return on Integrity (ROI): How Acting with Integrity Improves Business Results, mengungkapkan sejumlah hal yang dialami Volkswagen yang tengah mengalami kurangnya integritas;

• Mengikis kepercayaan pemegang saham;

• Merusak reputasi organisasi di pasar;

 • Menurunkan ekuitas merek;

• Mengurangi dukungan konsumen, dan;

• Sering mengakibatkan biaya pengacara dan denda pemerintah yang mahal (Schoeman, 2012 dalam Chris Hitch, Ph.D, 2015).

Semua faktor ini dapat membahayakan masa depan organisasi. Seperti skandal di Enron yang  menyebabkan kejatuhannya. Biaya ini, bagaimanapun, terjadi setelah kurangnya integritas telah go public.

Hitch (2015) memperlihatkan sejumlah studi lain yang melibatkan organisasi yang beroperasi dengan tingkat integritas yang tinggi menunjukkan bahwa ada keuntungan besar  untuk bertindak secara etis.

Sebuah studi tahun 2000 oleh Tony Simons, seorang profesor di Sekolah Administrasi Hotel Cornell University, menemukan bahwa karyawan hotel yang percaya bahwa manajer mereka dapat diandalkan untuk menjaga kata-kata mereka lebih loyal kepada hotel. Keyakinan ini menyebabkan rendahnya pergantian karyawan dan layanan pelanggan yang lebih baik yang pada gilirannya menyebabkan peningkatan laba $ 250.000 (keuntungan hingga 3,5 milyar rupiah) per hotel per tahun (Simons, 2008).

Dalam sebuah studi berjudul “Penentu Reaksi Harga Saham terhadap Tuduhan Pelanggaran Korporat,”  Murphy, Shrieves, dan Tibbs menemukan bahwa dugaan pelanggaran yang  terjadi menyebabkan penurunan yang signifikan secara statistik dalam laba yang dilaporkan, hingga menyebabkan volatilitas harga saham (Kimmel, 2015). Studi lain menemukan bahwa organisasi dengan tingkat kepercayaan tinggi 2,5 kali lebih mungkin mengalami pertumbuhan pendapatan yang unggul daripada mereka yang memiliki tingkat kepercayaan rendah.

Secara keseluruhan, organisasi dengan kepercayaan tinggi mengungguli organisasi lain dalam mencapai tujuan bisnis, menawarkan layanan pelanggan yang sangat baik, dan mempertahankan karyawan. Mereka juga telah meningkatkan posisi pasar yang kompetitif (Kimmel, 2015).

Hitch (2015) menyampaikan bahwa Fred Kiel, salah satu pendiri KRW International dan penulis Return on Character (Harvard Business Press, 2015), mempelajari 84 CEO selama tujuh tahun dan mengumpulkan data tentang penilaian karyawan terhadap perilaku dan kinerja perusahaan mereka. Dia menemukan bahwa Perusahaan yang dipimpin oleh CEO yang dianggap memiliki integritas tinggi mendapatkan jumlah ROI sebesar 9,4 persen selama beberapa tahun. Sementara di perusahaan dengan CEO yang dianggap memiliki integritas rendah memiliki hasil ROI hanya di angka 1,9 persen.

Selain itu, keterlibatan karyawan dalam organisasi dengan CEO berintegritas tinggi adalah 26% lebih tinggi (Bradberry, 2015). Studi lain juga menemukan bahwa nilai-nilai yang dinyatakan suatu organisasi seringkali menjadi tidak relevan saat persepsi karyawan tentang CEO dan pemimpin senior mereka tidak dapat dipercaya. Seringkali ditemukan tingkat kepercayaan dan integritas CEO dan pemimpin senior yang dapat dipercaya dan pertimbangan etis mereka dalam mengambil keputusanlah yang lebih penting.

Bahkan Hitch (2015) mengungkapkan, bahwa beberapa nilai yang diproklamirkan seperti yang ditemukan dalam pernyataan misi dan komunikasi organisasi lainnya dapat benar-benar menghambat integritas, terutama jika mereka bertentangan dengan persepsi CEO dan pemimpin senior yang dapat dipercaya (Simons, 2008).

Mengingat penelitian ini mendokumentasikan Return of Investment dalam penanaman dan penjagaan integritas dan efek negatif dari kurangnya integritas pada organisasi, maka Hitch (2015) mengungkapkan bahwa sangat masuk akal bila akhirnya bagian SDM dan manajemen profesional menjadikan perilaku etis dan penjagaan integritas sebagai prioritas dalam organisasi mereka.

Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara membentuk integritas para pegawai dan pimpinan hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).

personal transformation program, hakim tipikor, mahkamah agung, act consultin

Personal Transformation Program di Diklat dan Sertifikasi 84 Hakim Tipikor Mahkamah Agung RI 2019

By News No Comments

ACT Consulting dipercaya oleh Mahkamah Agung dalam memberikan Program Pembentukan Karakter dalam program Diklat dan Sertifikasi 84 Hakim Tindak Pidana Korupsi (TIPIKOR) angkatan XX Mahkamah Agung RI pada tanggal 17 Feb 2019.

“Selama tahun 2010 hingga tahun 2018 telah banyak hakim ad hoc Tipikor yang tidak memperpanjang jabatannya, meninggal, hingga mengundurkan diri”. kata Kepala Biro Hukum dan Humas Mahkamah Agung, Abdullah di Jakarta, Senin (11/2/2019).

Masih menurut Abdullah, “Tidak seperti calon hakim karier, setelah calon hakim ad hoc Tipikor lulus tahapan seleksi dan mengikuti pendidikan Sertifikasi Hakim Tipikor, maka akan diangkat menjadi hakim ad hoc.

Dia menerangkan tahapan seleksi hakim ad hoc Tipikor ini dimulai dengan proses seleksi administrasi. Setelah lolos seleksi administrasi, para calon akan menjalani seleksi ujian tertulis.

Abdullah menyebutkan, materi seleksi ujian tertulis biasanya mengenai pemahaman para calon terkait persoalan Tipikor dan membuat putusan.

“Setelah diumumkan kelulusan seleksi tertulis, masyarakat diberi kesempatan menilai dan memberi masukan terkait track record calon hakim ad hoc Tipikor selama 30 hari. Dilanjutkan, seleksi profile assessment oleh lembaga tertentu yang nantinya akan dilelang sebelum memasuki tahap akhir yakni seleksi wawancara,” ungkapnya.

staff development program, bank tabungan negara, act consulting

Supervisory Development Program Bank Tabungan Negara (BBTN) Batch 1 Jakarta 2019

By News No Comments

Pada tanggal 15-16 Februari 2019 dilaksanakan Training Supervisory Development Program Bank Tabungan Negara (BTN) Batch 1 Jakarta. Menurut kontan.com, Bank BTN (BBTN) pada tahun 2019 ini masuk dalam ranking ke 5 sebagai Bank dengan jumlah aset terbesar (Kontan.co.id di Selasa, 12 Februari 2019 / 20:09 WIB).

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menyediakan berbagai produk dan layanan perbankan komersial di Indonesia. Bank BTN memiliki produk diantaranya;

  • giro, tabungan, dan rekening deposito;
  • hipotek bersubsidi, tidak bersubsidi, dan lainnya;
  • pinjaman konsumen dan layanan pendanaan.
  • juga menyediakan pinjaman konstruksi dan korporasi lainnya;
  • kredit usaha mikro dan kecil;
  • layanan pendanaan komersial dan institusional;
  • produk dan layanan perbankan syariah.
  • produk dan layanan treasury;
  • jasa pengelolaan aset dan dana pensiun;
  • layanan e-banking;
  • garansi bank
  • produk asuransi.

Dalam keterangan dari bloomberg, Per 31 Desember 2017, Bank BTN telah mengoperasikan;

  • 99 cabang, termasuk 23 cabang Syariah;
  • 315 cabang pembantu yang terdiri dari 40 cabang pembantu Syariah;
  • 492 kantor kas, termasuk 7 kantor kas Syariah;
  • dan 2.996 sistem pembayaran online / kantor pos online.

Masih dari keterangan bloomberg, didapat keterangan bahwa Bank Tabungan Negara ini sebelumnya dikenal sebagai Bank Tabungan Pos dan berganti nama menjadi PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk pada tahun 1963. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk didirikan pada tahun 1897 dan berkantor pusat di Jakarta, Indonesia.

staff development program, bank tabungan negara, act consulting
menjadi pemimpin yang bernilai dan dicintai, act consulting

Menjadi Pemimpin yang Bernilai Tinggi dan Dicintai

By Article No Comments

Di era industri 4.0 saat ini, semua orang bisa belajar dari mana saja. Karyawan tidak lagi banyak membutuhkan arahan, bahkan cenderung menghindar bila didikte mengenai pekerjaannya. Para millenials pun mencari tempat pekerjaan yang nyaman.

Penelitian menunjukkan bahwa millenials bahkan mampu bertahan dan bersedia dibayar lebih rendah bila menemukan tempat dan pemimpin yang membuat mereka nyaman dan berkembang. Bila pemimpin bisa menciptakan atmosfir bekerja yang seperti ini, tentu hal ini akan menjadi sebuah keuntungan kompetitif bagi perusahaan. 

Salah satu contoh yang dapat kita lihat dari Pemimpin tanah air ada pada diri pendiri Gojek, yang menciptakan aturan; Zero Ego, yang berarti siapapun di perusahaan, termasuk para pemimpin, harus menolkan ego mereka.

Bisakah Anda menjadi seperti itu? Karena dengan men-zero-kan ego masing-masing, semua orang dapat mengeluarkan potensi terbaik mereka. Dengan men-zero-kan ego pun, semua orang akan mampu mengalah dan bersatu untuk menghasilkan solusi terbaik bagi kelangsungan bisnis. 

Di ESQ kami sejak tahun 1999 telah mengenal hal ini sebagai Zero Mind Process. Suatu tempat bekerja terdiri dari orang dengan motivasi yang berbeda-beda. Sebuah perusahaan adalah gabungan dari banyak kepala dengan isi otak yang berbeda-beda. 

Pemimpinlah yang harus mampu menyatukan banyak orang yang semuanya berbeda tersebut, dalam satu tujuan yang sama. Semakin rumit orchestra pekerjaan yang harus disatukan dalam sebuah aransemen rencana perkembangan bisnis dari suatu perusahaan, semakin tinggi nilai seorang pemimpin.

Semakin kompleks kesulitan yang harus dihadapi para pimpinan untuk mewujudkan tujuan-tujuan finansial perusahaan yang makin meningkat, semakin besar profit yang dapat dicapai. 

Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara membentuk karakter zero ego kepada para pegawai dan pimpinan hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).

Prestasi 1000% PT Kalimantan Prima Persada Bukan Kebetulan

By News No Comments

Ary Ginanjar Agustian, Presiden Direktur ESQ Group menyampaikan bahwa prestasi 1000% yang dicapai oleh PT Kalimantan Prima Persada bukanlah suatu kebetulan. Tingkat Sosio Emosional dan tingkat Logika yang digunakan dalam memimpin, menimbang keputusan, menentukan tujuan, kesemuanya berpengaruh pada kinerja perusahaan.

Direktur ESQ NLP Bramanto Wibisono, Direktur ESQ Success Institute Satria Ramdani, dan Direktur ESQ Coaching Academy Arief Rahman Saleh, turut turun membantu PT Kalimantan Prima Persada dalam acara di Bulan Januari 2019 ini.

Bapak Syafrinur, selaku salah satu leader yang mengikuti Training Transformasional Leadership ini menyatakan model kepemimpinan ini lebih menjadikan perusahaan berkembang dengan teknik-teknik yang diberikan.

Bapak Balada menyampaikan bahwa Training ini berisi kajian yang sangat banyak dan padat. Ia menyampaikan bahwa cara pendekatan individualized consideration yang menyampaikan bahwa setiap leaders perlu mengetahui karakter orang-orangnya agar lebih mudah dalam mengembangkan dan memimpin mereka. Ia akan mengajarkan apa yang telah diketahuinya ini kepada timnya, agar mereka bisa lebih baik dalam menangani customer dan agar lebih meningkat keberhasilannya. Ia merasakan bahwa apa yang diketahuinya dalam training ini bermanfaat untuk keluarga besar KPP dan para stake holder.

Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).

apakah strategi bisnis telah dijalankan dengan tepat, act consulting

Apakah Strategi Bisnis telah Dijalankan dengan Tepat?

By Article No Comments
Image may contain: text
  • Apakah usaha Anda tengah mengalami kegamangan dalam memasuki era persaingan baru?
  • Anda membutuhkan metode yang tepat untuk menentukan langkah bisnis ke depannya?
  • Atau korporasi Anda membutuhkan strategi baru karena proses bisnis Anda tidak lagi dapat menjawab tantangan pasar? 
  • Perusahaan Anda butuh metode penyusunan rencana strategi yang lebih mudah dipelajari dan terbukti berhasil? 

Saatnya untuk belajar dari 30 tahun pengalaman ahli strategi korporasi tingkat dunia yang terbukti telah berhasil masuk dalam jajaran 500 perusahaan terbaik dunia dalam Fortune 500 companies. Hanya dalam waktu singkat, peserta akan memahami berbagai organ taktikal yang dibutuhkan untuk bisa menyusun strategi korporasi hingga 10 tahun ke depan. 

Para peserta akan mempelajari cara menyusun roadmap, menentukan DNA bisnis, merancang blueprint, melakukan bisnis forensik, dan strategi kepemimpinan dengan metode yang mudah dikuasai dan terbukti efektif dan berhasil memenangkan persaingan. 

Jadilah Corporate Strategic Specialist bersama ACT Consulting. Bersama kita akan membedah kesulitan yang ditemui dalam bisnis anda, dan menyusun formula dan menetapkan langkah-langkah solusi terbaik dalam menyusun strategi korporasi bersama para ahli yang terbukti telah membawa banyak perusahaan di Indonesia dan Malaysia memperoleh momen emasnya. 

Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara menyusun strategi korporasi dan lembaga hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).

corporate strategy specialist, act consulting

Mengapa Perlu Legitimasi untuk Keahlian Strategi Anda?

By Article No Comments

Sudah menjadi keharusan untuk Anda yang bekerja di BUMN dan Perseroan Terbatas (PT) untuk melakukan Good Corporate Governance (Tata Kelola Perusahaan yang baik). Untuk itu selain memerlukan kepatuhan terhadap aturan dan etika bisnis, salah satu hal yang diperhitungkan adalah pengakuan kemampuan kepemimpinan strategik di perusahaan untuk menjamin semua pengambilan keputusan dan arahan kebijakan dapat dilakukan dengan baik dan bertanggung jawab pada semua stake holder.

Menjadi nahkoda dan memimpin perusahaan yang besar dengan ratusan hingga ribuan atau bahkan puluhan ribu karyawan yang menggantungkan nasib pada kepemimpinan Anda, menjadikan setiap keputusan yang Anda buat haruslah terukur dan berasal dari metode kalkulasi yang diakui keabsahannya oleh berbagai universitas ternama di dunia.

Dalam Corporate Strategic Program, Anda akan mendapatkan berbagai kemampuan taktikal yang dibutuhkan, dalam waktu singkat. Belum lagi, Anda akan mendapatkan Sertifikasi Nasional dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi sebagai bukti yang legitimate atas pengakuan negara terhadap keahlian strategi yang Anda miliki.

========================================
Program Sertifikasi Corporate Strategic Specialist
========================================
Tanggal: 20-22 Februari 2019
Lokasi: Menara 165 Cilandak Jakarta Selatan
.
Hubungi kami via email :
info@actconsulting.co
.
Kirim wa/ telepon ke :
0821-2356-7237 (Aziz)
.
Atau daftar di link ini :
bit.ly/DAFTARCSS

training team building, krakatau industrial estate cilegon, act consulting

Training Team Building PT Krakatau Industrial Estate Cilegon batch 2

By News No Comments

Menciptakan tim yang dapat berkolaborasi dengan solid dan harmonis, akan meningkatkan engagement dalam bekerja dan meningkatkan produktivitas serta performa kerja.

Bila tim tidak dapat berkolaborasi dengan baik, berbagai masalah dapat muncul. Dari mulai konflik antar karyawan, rasa tidak suka, permusuhan atau persaingan internal, yang dapat membuat iklim kerja menjadi tidak nyaman dan engagement karyawan menjadi bermasalah.

Padahal tantangan di era disruptive semakin banyak. Bila korporasi tidak melakukan penataan internal dan perbaikan cara berkolaborasi dalam bekerja dengan bentuk training, outbond atau mekanisme SDM lainnya, tentu banyak kesempatan yang bisa terbuang begitu saja.

Pada tanggal 14-15 Februari 2019 dilaksanakan Team Building PT Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC) dengan tema “Build the Winning Team”.

Kegiatan ini dibawakan oleh Trainer Jaya Bhakti Nurhana dan Trainer Dadang Suhendar. Acara ini dibuka oleh Pak Dazul Herman selaku Direktur SDM & Keuangan.

Training Team Building ini dihadiri oleh seluruh karyawan PT Krakatau Industrial Estate Cilegon dari semua level sebanyak total 116 peserta.