Skip to main content
Category

News

Membangun Pondasi Transformasi Bisnis Secara Mudah Dalam Program BSS Batch 1

By News No Comments

Dahulu, sebuah perusahaan dibuat untuk dapat menghasilkan keuntungan. Karenanya tanpa melihat pondasi, banyak perusahaan didirikan untuk mencapai tujuan tersebut. apa yang terjadi kemudian? Banyak usaha yang kemudian jatuh bangkrut. Untuk itu sebagai pemilik usaha, kita harus memperbaiki cara pandang atau mindset ini, dan kembali pada tujuan awal dengan membangun kembali visi perusahaan yang sebenarnya. 

Bagaimana untuk memastikan bahwa perusahaan yang dipimpin akan bisa bertahan dalam waktu yang panjang? Agar usaha yang dibuat bisa berkembang dengan menghasilkan produk-produk yang dibutuhkan oleh masyarakat? Bagaimana cara agar organisasi yang dipimpin bisa kokoh namun tangkas dalam menghadapi berbagai masalah yang menghadang? 

Sebagai pemimpin dan pemilik usaha, pasti ingin agar perusahaan berkembang.  Tiap pemimpin atau pemilik usaha pasti telah melalui masa-masa sulit dalam berbisnis, dan pasti tak mau mengulang kesulitan tersebut. Setiap pemimpin dan pemilik usaha pasti selalu mencari dan membutuhkan solusi cerdas yang terbukti berhasil, dari ahli yang telah menjalankan strategi yang terbukti berhasil. 

Beragam teori sulit yang telah diturunkan dalam langkah-langkah mudah, tentu akan sangat membantu perusahaan. Karena dengan belajar dari ahli yang sudah terbukti, akan didapatkan rumusan solusi yang benar-benar mudah diaplikasikan. Kita bisa mengetahui langkah-langkah yang terbukti berhasil dan menghemat lebih banyak waktu dengan menghindari peluang kegagalan yang terbuka lebar di kanan kiri Anda. 

Bagaimana bila saat ini sebagai Pemimpin Anda bisa belajar langsung dari seorang ahli yang hebat, namun tak banyak dikenal orang?  Anda tahu Petronas bukan? Perusahaan yang terkenal dengan Twin Towernya? Datuk Faridah Hanim Haron, adalah seorang Ahli Strategi dari Petronas Malaysia. Beliau dianugerahi gelar khusus oleh Kerajaan Malaysia atas usaha dan kerja kerasnya dalam membangun strategi Petronas hingga menjadi perusahaan besar yang memiliki bisnis di lebih dari 100 negara dan memiliki banyak anak perusahaan yang kesemuanya berjalan dengan teramat baik. 

Solusi untuk membangun bisnis yang langgeng, besar dan kokoh namun tangkas dan lincah dengan kemampuan untuk bisa cepat bergerak tersebut kini telah hadir di Indonesia melalui sebuah program selama 9 bulan, 12 hari in Class dalam 6 pertemuan. Solusi yang dibangun dalam Business Sustainability Solution ini adalah untuk membangun bisnis agar mampu 3R. Apa itu 3R; Reliable, Repeatable, dan Replicable. 

Reliable  disini berarti ada sistem dan struktur yang benar. Karena seringkali kita tidak mengetahui ada kesalahan di dalam penyusunan sistem pada awalnya. Untuk itu, pondasi perusahaan Anda perlu peletakan batu pertama kembali untuk memastikan pondasi ini akan kokoh menunjang kemampuan perusahaan untuk meraih beragam keberhasilan. 

Repeatable berarti bahwa sistem dan guideline yang benar telah dijalankan dan berfungsi operasional. Setiap hal bisa audit dan dilakukan perbaikan yang terus menerus sehingga menjadi budaya dalam perusahaan untuk memastikan kualitas. 

Replicable dicapai bila semua segi sistem dan pondasi sudah kokoh dan konsisten. Barulah kita bisa lakukan replikasi. Membuka cabang baru, menunjuk agen yang banyak, bahkan ekspansi pada bisnis baru. Untuk bisa mendapatkan usaha bisnis yang panjang dan kemanfaatan yang tersebar bagi banyak pihak di masyarakat, kuatkan pondasi bangunan bisnis agar tidak runtuh diterpa badai. 

Dalam program ini para pemilik bisnis dan pemimpin perusahaan akan bisa mendapatkan mindset yang berbeda dalam membedah setiap masalah yang muncul. Bisnis yang Anda miliki tidak akan lagi sama. Kemampuan dan pengetahuan yang didapatkan dalam kegiatan ini mudah diterapkan dan amat diperlukan di semua perusahaan.   

Program Batch pertama dari Business Sustainability Solution untuk Indonesia telah berjalan hingga ke pertemuan  yang ke-4. Peserta terdiri dari 3 orang yang berbeda untuk tiap perusahaan. Kebanyakan yang hadir adalah para Pendiri, CEO dan CMO dari masing-masing perusahaan tersebut. Persyaratan bagi program ini adalah Perusahaan Anda harus telah memiliki keuntungan lebih dari 100 juta per bulan, serta memiliki karyawan lebih dari 10 orang. Karena itu tidak bisa diikuti oleh para pebisnis pemula yang baru memiliki keuntungan yang mini 

Program BSS Batch 1 Indonesia ini dipimpin langsung oleh Datuk Faridah Hanim Haron, DR (HC) Ary Ginanjar Agustian, serta VP ESQ Group, Dwitya Agustina dan VP Annems Leadership Malaysia, Hanif Azmi.  Setiap pertemuan yang dilakukan selama 2 hari diikuti dengan sangat serius, dengan contoh kasus yang dibahas dalam tiap perusahaan yang mengikuti. Setelah rangkaian solusi yang diberikan mulai dijalankan dan diterapkan dalam perusahaan, pertemuan berikutnya menunggu untuk diikuti. Lebih dari kuliah bisnis, program ini memberikan solusi nyata, untuk masalah besar yang tidak disadari oleh tiap perusahaan. 

Training Grand Why For Millenials Telkomsel Februari 2020

By News No Comments

Pertanyaan terbesar manusia dalam hidupnya adalah tentang “Why”. Mengenai alasan apa yang ada di balik tiap perbuatan baiknya. Mengapa ia harus berbuat baik. Mengapa ia harus memberikan kinerja terbaik. Mengapa ia harus bangun pagi tiap hari dan memberikan yang terbaik dalam setiap pekerjaan yang dilakukannya. 

Sejumlah orang memiliki pengasuhan yang baik, dengan orangtua yang memberikan contoh teladan dalam bekerja keras dan berbakti untuk negara, bangsa dan agama. Namun banyak juga yang hidup dimanja sejak kecil.  Hingga banyak karyawan yang memberikan banyak keluhan saat bekerja. Seolah-olah bekerja hanya sebuah beban. 

Di tengah perlambatan ekonomi yang kini sedang terjadi, membesarkan usaha diluar pekerjaan masih amatlah sulit. Hal ini karena tidak mudah untuk menemukan konsumen bagi produk yang kita hasilkan. Bahkan sejumlah usaha bisa jadi tengah mengalami kesulitan karena menebarnya berbagai virus dan ancaman kesehatan lainnya. Kondisi perusahaan besar pun tidak jauh berbeda. Ancaman disrupsi yang bisa terjadi kapan saja, membuat tim pimpinan harus terus memutar otak dan bekerja lebih keras dan lebih cerdas. 

Padahal bila saja tiap karyawan mengetahui betapa beruntungnya ia bisa bekerja dengan kondisi sehat, kantor yang bersih dan terawat, dan peraturan bekerja yang teramat baik. Sementara diluar amat banyak perusahaan tutup dan banyak pengangguran mencari pekerjaan. Bersyukur akan pekerjaan yang dimiliki bisa menjadi salah satu alasan untuk memberikan kontribusi terbaik kita dalam bekerja. 

Rasa syukur adalah sebuah alasan yang dapat mendorong kita untuk memberi lebih banyak lagi. Memberikan pekerjaan yang lebih baik. Memberikan rancangan strategi yang lebih tepat dan brilyan. Rasa syukur juga membuat sikap kita lebih baik pada orang lain. Kita bisa mencegah rasa lelah muncul dengan sikap bersyukur. Kita juga bisa mendorong tim untuk memberikan kinerja terbaiknya dengan sikap syukur dan berterima kasih pada Tuhan. 

Namun rasa syukur saja bisa tidak cukup. Kondisi pelik dalam persaingan membuat kita harus memiliki cadangan tenaga yang lebih besar untuk menghadapi rasa takut, cemas dan malas yang dapat menghinggapi saat harus mengerjakan pekerjaan besar dengan target tinggi. Terkadang kita harus menemukan alasan kuat agar tidak mudah capek bila harus bekerja tanpa kenal lelah berhari-hari dengan tenggat waktu yang terbatas. 

Apa yang bisa mendorong seseorang untuk memberikan kinerjanya yang brilyan sebagai pekerjaannya sehari-hari?  Apa yang mampu mendorong karyawan hingga rela lembur berhari-hari tanpa menuntut banyak pada perusahaan? Bagaimana memiliki tim dengan kinerja luar biasa yang bekerja dengan harmonis dan rasa saling dukung dalam satu tim yang kolaborasinya hebat? 

Karyawan dapat mengalami peningkatan kinerja, karyawan dapat memiliki kemampuan untuk mencapai target tinggi bila mereka telah bersama-sama menemukan “moment of truth”.  Momen dimana ia merasa telah menemukan apa alasan sesungguhnya ia dalam bekerja. Untuk alasan apa ia memperjuangkan karirnya. Untuk alasan apa ia mampu mengatasi batasan ketidakmungkinan yang sebelumnya telah mengurung banyak orang dalam keputusasaan. 

Moment of truth tersebut diantaranya dapat ditemukan saat seorang karyawan mengetahui tentang “Grand Why”. Konsep ini adalah temuan dari DR (HC) Ary Ginanjar Agustian, founder dan penemu konsep ESQ untuk peningkatan kecerdasan emosional dan spiritual dalam bekerja. 

Semula konsep ESQ lahir pada tahun 1999. Tak lama setelah masyarakat Indonesia mengalami krisis moneter di tahun 1998. Berbagai kerusuhan terjadi dan membuat masyarakat hidup dalam keadaan kritis dan mencekam.  Sejumlah usaha kolaps membuat banyak usaha bangkrut karena nilai dollar yang tiba-tiba meninggi. Saat itu, munculnya konsep ESQ bagai oase dingin yang menjadi pemuas dahaga dan peredam segala kesulitan dan kebimbangan hidup yang tengah dihadapi di masyarakat. 

Konsep ESQ ini di kembali merebak menjadi hangat di masyarakat setelah berbagai kesulitan ekonomi kembali mengganggu kestabilan.  Di tahun 2018 pada acara Amazing You, ESQ Training menelurkan konsep Grand Why. Sebuah konsep untuk memberikan motivasi bekerja yang dapat terus dirasakan hingga bertahun-tahun. 

Pada tanggal 10 Februari 2020, Telkomsel kembali mempercayakan pada ACT Consulting untuk memberikan pelatihan bagi karyawan millenialsnya. Training bertajuk Grand Why For Millenials Telkomsel tersebut dipandu oleh Coach Rendy Yusran dengan khidmat, namun tetap ceria dan penuh keceriaan. Dalam training tersebut para peserta mendapatkan inspirasi untuk selalu penuh tanggung jawab dalam bekerja, dengan tetap menjaga keseimbangan antara emosional, spiritual dan kemampuan intelektual mereka. 

Training Leaders as Meaning Makers Telkomsel Batch 2

By News No Comments

Kepemimpinan apa yang diharapkan muncul pada era disruptif sekarang ini? Bagaimana cara memunculkan agility pada diri para pemimpin di suatu perusahaan agar bisa menciptakan kepaduan kinerja karyawan dalam satu ekosistem kolaboratif yang memiliki daya lenting dan lincah, kuat dan fleksibel dalam menghadapi permasalahan dan mengejar target yang tinggi? 

Sumber daya manusia yang ada dalam suatu perusahaan merupakan kolam bakat yang terdiri dari  individu dengan berbagai talenta yang berbeda. Namun, gabungan karyawan dengan kecerdasan yang luar biasa pun, bisa menjadi tak berguna bila tidak disatupadukan menjadi ekosistem kolaboratif dalam bekerja dengan budaya perusahaan yang baik. 

Oleh karena itu, dibutuhkan jajaran pimpinan yang mampu selalu bertransformasi, mampu melakukan upaya reskilling dan upskilling dari para individu yang berada di dalam komandonya. Dengan kemampuan continuous transformation ini, maka perusahaan yang menghadapi persaingan tingkat tinggi dan tuntutan yang besar dari masyarakat sekalipun, akan bisa melenting dengan daya juang tim yang kokoh. 

Memimpin sebuah perusahaan dengan karyawan yang sangat banyak seperti yang ada di Telkomsel, bukanlah hal yang mudah. Namun akan menjadi lebih sulit lagi bila dalam perusahaan tidak ada kemampuan untuk melakukan continuous transformation. Hal ini perlu dilakukan karena saat ini perusahaan tidak dapat lagi mengandalkan upaya perencanaan strategis untuk hingga puluhan tahun ke depan. Karena saat ini, pesaing dapat muncul dari sebuah kelompok kecil startup yang menemukan momen keberuntungannya dan melejit menjadi pemain besar. 

Agar perusahaan dapat melakukan continuous transformation itu, kecepatan (velocity) menjadi kunci. Agility (kelincahan) menjadi keharusan. Digabung dengan sikap dan sistem yang fleksibel , beragam langkah taktikal yang diluncurkan untuk memenangkan persaingan dapat diberikan dengan tempo yang lebih cepat dari sebelumnya. Bila perusahaan terus melatih kecepatan bertindak dari tiap tim yang ada, agility dan velocity bisa menjadi habit yang membuat perusahaan kokoh dalam menghadapi persaingan. 

Di awal Februari 2020 ini, PT Telkomsel kembali memberikan kepercayaan bagi ACT Consulting untuk memberikan Training pada jajaran pemimpinnya. Pada kesempatan kali ini, Training dipandu langsung oleh DR (HC) Ary Ginanjar Agustian dan CEO ACT Consulting, Dwitya Agustina MBA. 

Training yang diberikan dengan judul Leaders as Meaning Maker ini ditujukan kepada jajaran pemimpin yang ada di PT Telkomsel agar dapat memimpin karyawan yang dimilikinya dengan baik. Serta memberikan soft skill kepemimpinan yang mumpuni agar dapat diterima bahkan oleh para millennial sekalipun. 

Training dirancang dengan amat rinci, dengan memperhatikan detail bahkan hingga ke lagu apa yang dipilih serta video mood booster yang apik yang dapat memancing pengembangan soft skill yang diinginkan dalam berbagai segi yang ada. Suatu hal yang terlihat sepele seperti gerakan senam pada saat peralihan materi, bahkan didesain secara khusus untuk memunculkan insight positif. Seperti pada senam millennial yang diberikan. 

Dalam training ini diberikan juga sebagian dari kemampuan kunci untuk dikuasai para leaders dalam menghadapi karyawan yang beragam, yaitu dengan metode ESQ 3.0 Coaching.  Metode coaching satu ini istimewa karena mampu menggali makna yang dimiliki oleh karyawan. Hingga ia tidak lagi bekerja untuk uang semata, namun untuk tujuan yang lebih tinggi dan mulia. 

Melalui training Transformational Leadership Telkomsel dengan tema Leaders as Meaning Maker ini, terdapat sejumlah harapan yang ingin diwujudkan. Diantaranya adalah agar tercipta ekosistem bekerja dengan budaya yang baik. Dengan adanya ekosistem kerja yang baik ini, diharapkan muncul kerjasama kolaboratif yang mampu melejitkan bakat, hardskill dan softskill dari para karyawan, untuk bisa mencapai kepaduan kinerja yang diharapkan. 

QX Haleyora Power Feb 20

Training ESQ PTP-QX (Quantum Excellence) PT Haleyora Power Batch 7 dan 8

By News No Comments

QX Haleyora Power Feb 20Banyak orang mendambakan kesuksesan, namun tidak tahu bagaimana caranya. Hanya 5% dari seluruh penduduk dunia yang mampu melakukannya. Untuk itu kita dapat mempelajari apa saja kunci kesuksesan milik para juara di berbagai bidang hidup tersebut.

Ternyata kuncinya ada pada pemrograman otak. Bagaimana kita menyelaraskan antara keinginan kita, dengan mencegah berbagai pemikiran buruk yang dapat membuat kita tidak sejalan dalam meraih berbagai sukses yang diinginkan.

Ada bagian otak bernama Amygdala, yang selalu mengganggu dan mengatakan kita tidak akan bisa sukses. Padahal, di dalam otak ada bagian bernama RAS (reticular activating system) yang dapat menghimpun seluruh pemikiran kita dan perilaku kita agar selaras dalam bekerja keras untuk meraih berbagai kesuksesan yang diinginkan.

Dengan berbagai disiplin yang dijalani dengan baik, kesuksesan akan terbuka lebar. Kita tidak hanya akan hidup berhasil, tapi juga bahagia secara menyeluruh. Hal ini karena kita bisa memprogram diri untuk menjauhi kebiasaan orang gagal yang membuatnya terus terpuruk dan tidak bahagia.

Perusahaan terdiri dari orang-orang yang menjadi karyawan serta pimpinan di dalamnya. Dalam penataan sistem manajemen, karyawan yang berhasil akan memicu karyawan lainnya untuk ikut berhasil juga. Hal ini karena aura kesuksesan itu menarik dan menular. Namun begitu pun sebaliknya apabila kegagalan yang terjadi, akan juga cenderung menyebar.

Demi usaha untuk meraih berbagai target yang dicanangkan, diperlukan tim dengan kemampuan disiplin kesuksesan yang baik. Agar perusahaan tidak hanya mengaktifkan mode bertahan saja dalam menghadapi kemungkinan persaingan, tapi bisa mengaktifkan mode pemenang agar bisa menjadi juara di berbagai persaingan.

Training pengembangan kepribadian yang dipadukan dengan training untuk melatih diri agar disiplin memperjuangkan kesuksesan dibuat secara khusus oleh ACT Consulting dan ESQ Training untuk PT Haleyora Power tahun sebelumnya.

Untuk itu pada bulan Februari 2020 ini, ACT Consulting kembali dipercaya untuk melaksanakan Training Quantum Excellence untuk Batch ke 7 dan 8 bagi PT Haleyora Power, anak perusahaan dari PT PLN (persero). Training pada bulan Februari tahun 2020 ini ditujukan bagi para Koordinator Area dan SPV PT. Haleyora Power.

Acara yang telah berlangsung untuk Batch yang ke-7 dan ke-8 pada kesempatan kali ini dibuka langsung oleh Ibu Ati Sri Suryati, EVP Human Capital Manajement. PT Haleyora Power merupakan anak perusahaan dari PT PLN (Persero) yang bergerak di bidang Transmisi dan Distribusi Tenaga Listrik, wilayah kerja Jawa dan Sumatera. Didirikan sejak 18 Oktober 2011, PT Haleyora Power beroperasi di wilayah Sumatera, Jawa dan Bali.

Dengan adanya training ini diharapkan mampu memacu kinerja ke arah yang lebih baik, serta mampu memaknai setiap pekerjaan adalah ibadah yang dapat membantu banyak orang. Dengan adanya training Quantum Excellence ini juga diharapkan tercipta kolaborasi antar tim dan mampu mencapai traget yang ditentukan oleh perusahaan.

Pada tanggal 3 dan 4 Februari 2020, Pelatihan untuk PT Haleyora Power ini dipimpin oleh Trainer Muhammad Syaiful dan Trainer Rudi Masruddin. Jumlah peserta yang hadir pada acara ini sebanyak 59 orang. Lokasi training kali ini di kota Bandung.

Global Risks Report dan World Economic Forum 2020

By News No Comments

Isi dari Global Risks Report 2020 yang disusun oleh World Economic Forum menggambarkan resiko global yang merupakan masalah utama yang tengah dan akan berlanjut di tahun 2020 ini. Laporan ini dibuat untuk membuat sebanyak mungkin negara di dunia bersatu sebagai multi stake holder agar dapat menyelesaikan masalah atau resiko global yang ada, bersama-sama dan saling kolaborasi.

Tujuan dan fokus dari World Economic Forum tahun 2020 yang juga merupakan acara tahunan ke 50 kali yang menyatukan para ekonom dan menteri ekonomi dari berbagai negara di dunia ini memiliki fokus untuk menciptakan dunia yang saling mendukung (kohesif) dan dapat diteruskan kepada anak-cucu kita dalam keadaan baik (sustainable) nantinya.

Sepekan sebelum World Economic Forum (WEF) ini digelar, president dan WEF dan sejumlah sponsor serta pengurus berbagai lembaga di WEF 2020 ini melakukan konferensi pers mengenai Global Risks Report 2020 yang disajikan secara terbuka.

Acara ini dihadiri oleh banyak wartawan dari berbagai negara. Dalam kesempatan tersebut, salah satu hal yang menjadi perhatian banyak orang adalah masalah atau resiko global utama yaitu yang berkaitan dengan perubahan iklim (global climate).

Emily Farnworth sebagai Head of Climate Change Initiative di WEF, menyampaikan bahwa sebenarnya setiap pemerintah dapat melakukan upaya perbaikan lingkungan dengan hanya menghabiskan biaya sebanyak 0.8% dari masing-masing GDP (gross domestic product/ total pendapatan nasional tiap negara).

Untuk melakukan upaya inisiatif dalam mencegah perubahan iklim ini, menurut Farnworth tiap negara harus memiliki kebijakan yang bersifat proaktif (proactive approach). Pendekatan proaktif dalam mengelola kebijakan pemerintah ini harus dilakukan dengan memprediksi berbagai resiko yang menjadi ancaman bagi kesejahteraan rakyat.

http://reports.weforum.org/global-risks-report-2020/files/2020/01/Sharables-charts_Sharable-Long-Term-Risk-Outlook-Multistakeholders-Likelihood.png

Para ahli ekonomi dunia tersebut juga menyatakan bahwa untuk dapat melakukan prediksi yang tepat ke depannya, tidak lagi bisa melakukan pendekatan historical. Karena apa yang tengah terjadi pada saat ini tidak dapat dilihat dengan menggunakan kacamata sejarah. Hal ini karena berbagai komponen ekonomi yang ada di zaman ini tidak dapat ditemukan dalam catatan sejarah manapun.

Hal seperti kerusakan lapisan ozon, meningkatnya suhu air laut, banjir bandang yang menimpa berbagai belahan dunia, serta kebakaran hutan yang terjadi di hampir semua benua. Semua hal tersebut terjadi karena polusi yang menyebabkan perubahan iklim yang drastis.

Disebutkan juga bahwa diantara berbagai ancaman atau threats tersebut adalah dalam hal munculnya disrupsi dalam teknologi yang berpotensi menghasilkan pengangguran dan mematikan sejumlah usaha yang kuno atau obsolete. Untuk itu, dunia usaha harus terus melakukan inovasi.

Karena itu, selayaknya para ekonom dan ahli kebijakan di pemerintahan haruslah menggunakan model matematika prediktif (predictive mathematics) yang paling sesuai untuk menghitung dan menganalisa berbagai komponen ekonomi yang ada di masing-masing negara. Dengan cara ini, pemerintah atau lembaga pemerintahan dan badan perancang kebijakan public dapat memiliki ukuran penghitungan  yang valid dan terbukti berhasil serta efektif.

            Dalam acara pemaparan global risks reports 2020 ini hadir juga Borge Brende sebagai President dari World Economic Forum. Lembaga WEF ini sendiri diciptakan oleh Prof Klaus Schwabb yang hingga kini masih hidup dan menjadi tokoh utama dalam berbagai acara yang diselenggarakan setiap tahun di kota Davos, Swiss.

            Brende menyebutkan analisa dari ahli IMF yaitu Gita Gopinath yang menggambarkan bahwa pada tahun 2019, terjadi global synchronized economic slowdown atau perlambatan ekonomi tersinkron yang terjadi secara global.

Berita Gembira Dalam Pembukaan World Economic Forum 2020

By News No Comments

Pada acara pembukaan World Economic Forum 2020 di hari Senin 21 Januari 2020 ini, Gita Gopinath selaku Chief Economist dari IMF (International Monetary Fund) menyampaikan bahwa di tahun 2019 terjadi perkembangan ekonomi terburuk setelah krisis keuangan global (global financial crisis).

Namun di awal tahun 2020 ini, Gopinath juga melihat perubahan iklim geopolitik dunia dimana dimulai pertemuan untuk mencapai berbagai kesepakatan antara Amerika Serikat dan China, yang melakukan perdamaian perdagangan (trade truce).

Dimulainya fase pertama perdamaian dagang antara USA dan China dan menghilangnya kekhawatiran masyarakat ekonomi dunia akan terjadinya kesepakatan keluarnya Inggris dari Uni Eropa tanpa perjanjian (no deal brexit) dipandang dapat membantu perekonomian dunia untuk kembali ke jalur pertumbuhannya. Semula, synchronized slowdown telah menyebabkan global economic slowdown yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi terjadi keluar dari jalurnya (derailed growth).

Gita Gopinath menggambarkan bahwa kini telah ada sejumlah tanda tentative (tentative sign) mengenai perbaikan ekonomi ini dan menyampaikan perhitungan IMF bahwa perkembangan ekonomi yang semula berada di angka 2,9% secara global, telah mulai stabil kembali. Namun Gopinath tetap menekankan bahwa perkembangan ekonomi masih cenderung lamban.

Untuk itu IMF menyatakan revisi angka pertumbuhan ekonomi global kini dikabarkan oleh Gopinath bisa mencapai angka 3,3% di 2020 dan mungkin meningkat ke angka 3.4% di tahun 2021. Sebelumnya, prediksi yang dibuat oleh Gita Gopinath di bulan Oktober 2019 ini membuat tim ekonomi pemerintah Indonesia menetapkan angka perkembangan ekonomi yang semula berada diatas 5% pada tahun-tahun sebelumnya, menjadi hanya 4,8% untuk tahun 2020 ini.

Gita Gopinath menyampaikan bahwa kesepakatan damai fase pertama antara Amerika Serikat dan China mengurangi dampak negative secara kumulatif (cumulative negative impact) bagi pendapatan ekonomi global dunia (global GDP).

Berbagai faktor yang mempengaruhi ekonomi dunia diantaranya adalah elektrifikasi yang dilakukan oleh sejumlah produsen dan industri manufaktur kendaraan demi memenuhi standar emisi rendah yang ditetapkan di berbagai belahan dunia. Sebelumnya pada tahun 2020, produsen besar seperti Daimler Benz saja sampai harus melakukan efisiensi dan melakukan perumahan bagi ratusan ribu pegawainya di berbagai belahan dunia.

Sektor auto ini banyak mempengaruhi ekonomi karena dalam proses manufaktur dibutuhkan banyak komponen yang dihasilkan dari sejumlah negara yang berbeda di dunia. Untuk itu, perubahan rancangan utama kendaraan yang semula berbahan dasar minyak bumi yang membutuhkan spesifikasi onderdil yang rumit dan membutuhkan banyak komponen, menjadi lebih sederhana. Jumlah komponen untuk membentuk satu kendaraan listrik lebih sedikit, dan produsen berbagai sparepart kendaraan ini masih sedikit jumlahnya. Hingga proses manufaktur kendaraan listrik kini hanya membutuhkan sedikit saja pekerja. Oleh karena itu, elektrifikasi kendaraan ini menjadi salah satu disruptor dalam ekonomi dunia.

Gita Gopinath selaku Chief Economist dari IMF menyampaikan dalam acara pembukaan World Economic Forum 2020 bahwa bagi sejumlah negara yang memiliki resiko fiskal akibat investasi yang lemah, harus menggunakan berbagai tools makroekonomi untuk mengurangi dampak inflasi dan mencegah agar tingkat bunga tetap rendah. Selain itu juga para penyusun kebijakan public harus dapat meningkatkan konsentrasi mereka dalam sisi pengembangan sumber daya manusia dan pengembangan industri ramah lingkungan. 

Untuk mengatasi kekhawatiran bagi negara yang memiliki hutang ekonomi yang tinggi, Gopinath menyarankan agar melakukan konsolidasi dengan sejumlah negara donor. Serta agar negara-negara tersebut mempersiapkan contingency backup untuk membantu masyarakat ekonomi lemah. Diantaranya dengan memberikan porsi yang cukup bagi social safety net atau jaminan kesejahteraan sosial di masing-masing negara untuk mencegah resiko ekonomi yang lebih besar.

Selain itu, negara-negara dengan ekonomi lemah tersebut haruslah dapat membalik atau mencoba mengatasi pengaruh dari kebijakan proteksionisme yang semula dihadapi. Diantaranya dengan merestrukturisasi angka bunga dalam sistem perpajakan. Gopinath menyampaikan bahwa secara global dibutuhkan sistem kebijakan perpajakan baru untuk  mencegah dampak disruptif dari berkembangnya ekonomi digital ke berbagai arah.

Selain itu, negara-negara ini juga harus memiliki struktur pajak yang menarik bagi para pembayar pajak sehingga ekonomi dapat terus tumbuh secara positif dan pemerintah dapat memberikan kebijakan pengurangan pajak untuk industri manufaktur yang memiliki peran besar dalam ekonomi.

Pengaruh-British-Exit-di-Tahun-2020-(Brexit)-Bagi-Indonesia

Pengaruh British Exit di Tahun 2020 (Brexit) Bagi Indonesia

By News No Comments
Pengaruh-British-Exit-di-Tahun-2020-(Brexit)-Bagi-Indonesia

Suatu referendum yang dilakukan oleh suatu negara bukanlah hal yang ringan. Seperti yang terjadi saat Indonesia memberikan peluang referendum bagi Timor Timur, maka yang kemudian terjadi adalah lepasnya daerah tersebut dan kini telah menjadi sebuah negara kecil yang terpisah dari Indonesia.

Referendum dilakukan oleh suatu negara untuk memutuskan hal besar yang menyangkut hajat hidup para penduduknya.  Baru-baru ini, Kerajaan Inggris Raya atau Great Britain melakukan referendum yang diikuti oleh warganya. Pada referendum yang dilakukan pada tanggal 23 Juni 2016 tersebut, lebih dari 72% rakyat inggris sejumlah lebih dari 30 juta orang melakukan pemilihan suara dalam referendum brexit tersebut.  saat itu 52% rakyat inggris memilih untuk melakukan brexit, atau sejumlah 17.4 juta warga Inggris yang memilih agar negaranya keluar dari Uni Eropa.

Sejumlah kebijakan ekonomi regional di kawasan Inggris Raya dapat berubah karena pilihan rakyat Inggris ini. Menurut ahli hubungan internasional dari Indonesia, Dinna Wisnu PhD dalam sebuah situs nasional, Inggris dalam masalah ini memberlakukan kebijakan untuk melanjutkan perjanjian perdagangan dengan negara-negara di dalam Uni Eropa. Dikatakan bahwa sampai 1 Mei 2019, ada 10 perjanjian dagang yang berlaku secara rollover, yang telah diselesaikan dengan kesepakatan yang berbeda-beda.

Menurut artikel yang memuat pendapat ahli hubungan internasional di kawasan eropa tersebut, ketakutan terbesar Inggris adalah apabila perjanjian dilakukan tanpa adanya suatu kesepakatan yang berpotensi memicu pindahnya investasi Global dari Negara tersebut ke Negara Eropa lainnya. 

Hal lain yang menjadi kekhawatiran pemerintah Inggris adalah adanya hutang pemerintah yang cukup tinggi yaitu sebesar 80%, yang menghambat fleksibilitas gerak pemerintah dari segi anggaran jangka pendek dan jangka menengah.

Namun sejumlah situs pendidikan seperti situs kampus Oxford bahkan memberikan porsi khusus bagi mahasiswa dan karyawan kampus tersebut yang berasal dari Negara Uni Eropa. Hal ini karena kesepakatan pemerintah tersebut dapat menyebabkan timbulnya biaya dari berbagai pos. seperti munculnya keharusan dari pihak kampus untuk membayarkan visa dari para karyawannya yang berasal dari negara Uni Eropa, yang semula tidak berbayar.

Hal lain seperti biaya pabean, munculnya biaya impor dan ekspor, serta peraturan yang akan berlaku di imigrasi saat keluar dari perbatasan inggris. Sejumlah traveller juga mengkhawatirkan apakah akan terjadi penambahan biaya untuk masalah visa, tiket dan penggunaan paspor.

Sejumlah kekhawatiran lain datang dari sektor sumber daya manusia, dimana jumlah rakyat Inggris tidak mencukupi untuk dapat memberikan fungsi pelayananan dan pendidikan bagi warganya. Fungsi tersebut yang selama ini dipenuhi oleh tenaga kerja dari negara lain di Eropa ini, kini menimbulkan pos pengeluaran baru bagi perusahaan-perusahaan pengguna tenaga kerja regional ini.

Sikap Boris Johnson sendiri sebagai Perdana Menteri Inggris sangat tampak dalam pidatonya saat pertama kali dilantik. Ia dengan tegas menyatakan bahwa dengan keputusan Brexit tersebut, Inggris akan melakukan proses demokrasi yang lebih otonom. Yaitu bahwa Inggris Raya akan bebas dari pengaruh pemimpin uni eropa yang berasal dari luar negara tersebut. Bahwa Inggris hanya akan dipimpin dan diatur oleh orang-orang yang berasal dari negara tersebut. Oleh orang-orang yang dipilih dan diturunkan oleh rakyat Inggris sendiri.

Mengenai pengaruh Brexit yang akan berlaku pada tanggal 31 Januari 2020 ini bagi Indonesia, para pengamat memberikan pandangan yang berbeda-beda. Duta Besar kerajaan Inggris di Indonesia, Owen Jenkins mengatakan bahwa pengaruh keluarnya Inggris dari Uni Eropa tidak akan banyak berdampak bagi negara kita. Bahwa kalaupun ada hal tersebut bisa mendatangkan sejumlah hal yang bersifat positif bagi Indonesia. Yaitu akan terbukanya peluang bagi ekonomi RI untuk memasuki pasar beberapa komoditas di Inggris, yang semula dipenuhi oleh negara-negara di dalam Uni Eropa.

Dinna Wisnu menyatakan bahwa hubungan perdagangan antara Indonesia dan Inggris termasuk baik. Selama 2014 hingga 2018, terjadi surplus volume perdagangan walaupun ada tren penurunan. Wisnu menyatakan bahwa produk yang paling banyak di ekspor oleh Indonesia adalah nikel, bahan alas kaki, tekstil, kayu olahan, elektronik dan produk agrikultur.

Wisnu dalam situs nasional tersebut menyebutkan bahwa ada kemungkinan Inggris Raya akan mengatur ulang kesepakatan perdagangan dengan negara-negara non Eropa. Karena itu, ia menyatakan agar kementerian di Indonesia bergerak cepat untuk melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pemerintah Inggris Raya untuk masalah ini. Dinna Wisnu menyatakan bahwa Indonesia memiliki kesempatan untuk mendapatkan posisi sebagai pemasok berbagai kebutuhan Inggris yaitu dalam hal produk konsumen seperti alas kaki, olahan kayu, mesin elektronik seperti mesin cetak dan produk agrikultur seperti minyak sawit. Hal ini karena Inggris adalah negara terbesar di Uni Eropa yang menjadi tujuan ekspor Indonesia.

IPO yang menjadikan Aramco Perusahaan terkaya di dunia mengalahkan Apple

By News No Comments

Sebelum perusahaan minyak Arab Saudi dan Amerika itu membuka peluang investasi dengan melantai di bursa saham, IPO perusahaan e-commerce milik Jack Ma, Alibaba dianggap sebagai IPO terbesar di dunia. IPO adalah initial public offering atau penawaran saham di bursa efek, yang berfungsi untuk memberikan peluang kepada masyarakat umum untuk melakukan investasi di suatu perusahaan yang merubah statusnya menjadi terbuka untuk public (go-public).

IPO Aramco dilakukan pada tanggal 11 Desember 2019, setelah menjadi wacana selama beberapa tahun. Tak tanggung-tanggung, Pangeran Arab Saudi Prince Muhammad bin Salman menargetkan untuk mencapai jumlah investasi sebesar 2 Trilyun Dollar Amerika. Angka ini oleh banyak pihak diragukan dan dianggap tidak mungkin. Namun pada kenyataannya, angka tersebut tercapai dengan sukses, dan bahkan melebihi target, yaitu di angka 2,03 Truilyun Dollar Amerika tepatnya. Hingga menjadikan Aramco kini sebagai perusahaan terkaya di dunia mengalahkan produsen gawai dan elektronika dari Amerika, Apple Company.

Tujuan Kerajaan Arab Saudi (KSA) melakukan penawaran investasi di bursa saham ini adalah untuk mengembangkan bisnis yang dimiliki oleh kerajaan Arab Saudi ke berbagai bidang dari yang semula hanya berfokus pada minyak dan gas saja. Hal ini berkaitan dengan rencana strategis negara tersebut untuk melakukan reformasi dalam seluruh aspek kehidupan, yang disebut sebagai Visi 2030. Vision 2030 ini dirancang oleh Putra Mahkota Arab Saudi, Muhammad Bin Salman atau yang biasa dipanggil sebagai MBS.

Padahal harga saham yang ditawarkan untuk pertama kalinya ini termasuk cukup tinggi yaitu sebesar 8, 23 Dollar Amerika. Hanya dalam waktu sepekan saja, harga saham tersebut langsung meroket dan naik hingga ke angka 9,78 Dollar Amerika di tanggal 18 Desember 2019. Disebutkan oleh Bloomberg yang dikutip Forbes bahwa walaupun terjadi penurunan harga saham menjadi 0,7 Dollar Amerika, namun kenaikannya tetap cukup tinggi dengan total persentase mencapai 18% diatas harga saham pada saat pembukaan.

Aramco sendiri kini dinobatkan sebagai perusahaan paling menguntungkan di dunia (the most profitable company in the world) oleh Ariel Cohen, salah satu reporter di Forbes. Cohen juga menyebutkan bahwa Aramco menghasilkan 10% dari keseluruhan produksi minyak dunia.

IPO Aramco sendiri telah diumumkan sejak tahun 2018. Namun baru terjadi di akhir tahun 2019 ini setelah mengalami sejumlah penundaan. Tingginya harga saham ini termasuk hal yang tidak pasti karena tengah turunnya harga minyak dan gas di dunia. Hal lainnya yang menjadi kekhawatiran banyak orang adalah karena peralihan trend masyarakat dunia dari ketergantungan pada bahan bakar berbasis fosil, ke energi terbarukan dengan melejitnya penggunaan mobil listrik dari berbagai produsen kendaraan besar dunia.

Selain itu, hal lain yang sempat membuat banyak pihak khawatir adalah karena terjadinya serangan ke tangker fasilitas produksi minyak di teluk Persia, kebencian masyarakat dunia atas terbunuhnya wartawan Jamal Khasoggi, serta adanya serangan missil terhadap fasilitas produksi minyak di Abqaiq dan di Khurais beberapa waktu sebelumnya. Cohen menyatakan bahwa berbagai keprihatian tersebut menjadi hal penguat kekhawatiran bagi banyak investor untuk melakukan investasi jangka panjang.

Menurut para ahli, 75% dari dana investasi sejumlah institusi yang membeli saham Aramco datang dari berbagai perusahaan di Arab Saudi dan dari sejumlah perusahaan milik pemerintah kerajaan tersebut. Disampaikan oleh Cohen dalam Forbes bahwa lebih dari 97% investor pribadi banyak berasal dari warga Arab Saudi dan masyarakat di daerah Teluk Arab.

Puluhan Perusahaan Menghadiri HC Break Through ACT Consulting di Batam

By News No Comments

Bagaimana kondisi perusahaan tempat Anda berkarya? Apakah Sudah memenuhi target performa yang diinginkan? Bagaimana Agar Perusahaan Memiliki Budaya Kerja Berperforma Tinggi? Sebuah penelitian internasional memaparkan bahwa Budaya Perusahaan dengan performa tinggi memiliki enam karakteristik, yaitu;

•             Beradaptasi dengan baik,

•             Bergerak dengan visi,

•             Bergerak dengan nilai,

•             Peduli terhadap para pemangku kepentingan,

•             Bekerja dengan ulet, dan

•             Memiliki sedikit entropi budaya.

Organisasi yang adaptif akan berkembang dengan cepat dibandingkan dengan organisasi hierarkis dan birokratis, serta akan memiliki pertumbuhan pendapatan yang tinggi. Kemampuan beradaptasi dapat terjadi dengan cepat jika tanggung jawab didistribusikan di seluruh bagian dalam organisasi dan para pemimpin mudah didatangi.

Banyak korporasi menghabiskan banyak dana untuk membangun profesionalisme dalam sejumlah tim yang dimiliki agar perusahaan memiliki performa tinggi. Namun hasilnya menjadi tidak signifikan, karena begitu training selesai dan kembali ke perusahaan, budaya yang ada membuat apa yang telah diajarkan menjadi luntur kembali.

Untuk itu, perusahaan atau lembaga Anda, perlu mempertimbangkan untuk melakukan transformasi budaya organisasi sebagai pilihan.  Banyak pertanyaan diajukan oleh sejumlah perusahaan ke tim sosial media ACT Consulting, terutama mengenai bagaimana cara melakukan transformasi organisasi. Dalam seminar ini, ACT Consulting memberikan kepada Anda sejumlah keterangan mengenai langkah-langkah transformasi budaya korporasi untuk membangun keunggulan dan menghasilkan profesionalisme dan keberhasilan sebagai buahnya.

Tanggal 19 September 2019 bertempat di Hotel Best Western Panbil Batam, Master Coach Rinaldi Agusyana yang merupakan Corporate Culture Expert dari ACT Consulting, hadir untuk menyapa warga professional di bidang SDM di Kota Batam. Tidak kurang dari 44 peserta hadir mewakili 20 perusahaan yang berbeda. Tema yang diangkat adalah “Managing Corporate Culture for Higher Performance” dengan berfokus pada karyawan Millenial sebagai sasaran perubahan budaya kerja.

Acara ini berlangsung pada pukul 09.00 hingga 12.30 WIB dengan menghadirkan Coach Cucu Sugiarti sebagai Senior Consultant dan Trainer Muzammir selaku Regional Manager ESQ Group Cabang Batam.

Program Leadership Management Training dalam Specialist Education PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Batch 3 di September 2019

By News No Comments

Banyak perusahaan berusaha mengembangkan bisnisnya dengan berbagai program kepemimpinan untuk menghasilkan generasi penerus yang hebat.  Para calon pimpinan masa depan ini kemudian diikutsertakan dalam sejumlah program pendidikan dan pelatihan di luar negeri, misalnya. Namun, pengembangan kepemimpinan tidak dapat dilakukan dengan baik apabila tidak ada interaksi langsung antara para pemimpin dengan masyarakat yang menjadi klien dari perusahaan.

Bayangkan seorang pemimpin yang selama masa bekerja tidak pernah mengetahui realita yang harus dijumpai oleh karyawan yang berada di bawah kendalinya.  Apakah ia akan bisa mengambil keputusan yang tepat? Apakah ia akan mengetahui aspek apa saja yang harus dipertimbangkan? Tentu jawabannya adalah tidak. Diperlukan interaksi langsung antara seorang calon pemimpin dengan masyarakat, agar ia bisa menyelami bisnisnya dengan kacamata  yang bening.

Untuk itulah, sebagai sebuah perusahaan besar yang menanggung hajat hidup seluruh rakyat Indonesia sebagai pekerjaan sehari-hari, perusahaan listrik negara (PT PLN Persero), mengembangkan para calon pemimpinnya melalui interaksi langsung dengan masyarakat. Hal ini karena sikap bijak dan kesadaran tinggi yang dimiliki PT PLN bahwa tiap pimpinan dalam korporasi besar tersebut haruslah mampu menyelami langsung kehidupan masyarakat hingga dapat menjadi pemimpin teknolog yang bijaksana dan solutif.

Untuk itu, salah satu langkah yang diambil adalah melalui pelaksanaan program Leadership Management Training yang didalamnya terdapat Employee Volunteer Program. Dalam program ini, kebeningan hati dan kecerdasan pertimbangan seorang calon pemimpin menjadi teruji.  Bahwa mereka bukan hanya harus memiliki pengetahuan intelektual dan keterampilan teknis semata dalam bekerja.

Dalam Employee Volunteer Program ini, terdapat pengembangan Leadership Mindset, penyertaan calon pimpinan masa depan ini dalam Leadership Challenge, dan berbagai tantangan dalam Project Group yang kesemuanya di bawah supervisi Psikolog dan konsultan yang melakukan assessment dan monitoring selama beberapa hari.

Pada tanggal 9-10 September 2019, Program Leadership Management Training PT PLN Persero ini dilangsungkan di Desa Cikeas, Kabupaten Bogor. Memandu langsung acara ini, Master Coach Risman Nugraha  selaku Wakil Direktur ESQ Coaching Academy dan Dosen dari ESQ Business School. Didampingi juga oleh Trainer Muhammad Ilham.