Tanggal 25 Januari tengah diselenggarakan Seminar Jamkrindo Syariah dengan Tema Motivasi dan Spirit Dalam Meningkatkan Kinerja Berbasis Core Value. Acara ini berlangsung di tengah Rapat Kerja Nasional PT Penjaminan Jamkrindo Syariah tahun 2019.
Budaya yang ingin ditegakkan dalam
perusahaan terdiri dari 6 (enam) butir nilai-nilai budaya yang dianut
perusahaan, Core Value Jamkrindo Syariah yaitu MUMTAZ (excellent):
Maslahah (kemanfaatan)
Ukhuwah (persaudaraan)
Mas’uliah (tanggung jawab)
Ta’awun (kerjasama)
Amanah (dapat dipercaya)
Ziyadah (pertumbuhan)
Harapan yang ingin dicapai dari Seminar ini adalah keyakinan untuk mencapai target, menyadarkan bahwa bekerja dengan sepenuh hati akan mendatangkan pertolongan Tuhan YME. Seminar ini juga diharapkan dapat menghilangkan sekat antar sektor, dan menghilangkan kegamangan dalam bekerja.
Training ini dibawakan langsung Oleh Coach Rinaldi Agusyana dan Trainer Bayu Yudha Pribadi dengan para para pejabat Jamkrindo yang berada satu level dibawah Dewan Direksi.
Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara membentuk karakter para pegawai dan pimpinan hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).
Mulai tahun kemarin, publik sedang ramai membicarakan
revolusi teknologi 4.0. Dua hari lalu, Senin 21 Januari 2019, Kantor Perdana
Menteri Jepang secara resmi meluncurkan “Society 5.0”.
Konsep yang diusung dalam Society 5.0 ini mengusung
keseimbangan dalam 5 unsur utama yang ada dalam kehidupan seorang manusia,
yaitu; Emosional, Intelektual, Fisikal, Sosial, dan; Spiritualitas. Dalam
kultur Jepang yang mengutamakan Zen atau keseimbangan, hal ini menjadi sangat
penting.
Society 5.0 adalah suatu konsep masyarakat yang berpusat
pada manusia (human-centered) dan berbasis teknologi (technology based) yang
dikembangkan oleh Jepang. Konsep ini
lahir sebagai pengembangan dari revolusi industri 4.0 yang dinilai berpotensi
mendegradasi peran manusia.
Sebelum konsep 5.0 ini diluncurkan, masyarakat tengah
mengalami kerisausan akibat adanya teknologi tinggi yang berbasis kecerdasan
artifisial, yang digambarkan dalam sinema sebagai suatu momok yang menakutkan.
Kekhawatiran masyarakat mengenai berkurangnya lapangan pekerjaan dan
berkembangnya teknologi robotik pun bisa sedikit dikurangi.
Akibat lain yang bisa timbul dari revolusi teknologi yang
terjadi adalah berubahnya perekonomian. Sector yang dulu menjadi leading driver
seperti oil and gas, akan menjadi bidang yang ditinggalkan dengan berkembangnya
teknologi otomotif berbasis listrik dan gas. Hal ini memaksa negara-negara
penghasil bahan tambang untuk merubah driver utama dalam perekonomian mereka.
Seperti yang terlihat dari langkah-langkah yang dilakukan oleh banyak negara
timur tengah dalam upaya mereka beralih sumber devisa ke sector finansial dan
pariwisata.
Selalu ada dua sisi mata koin dari teknologi. Saat manusia
khawatir akan munculnya robot humanoid, Jepang meluncurkan society 5.0 ini. Hal
lain yang membuat kita khawatir akan teknologi informasi ini adalah saat
terjadi mekanisme ekonomi informasi yang membuat politik global terpengaruh.
Kita melihat bagaimana salah satu sisi dunia berubahnya wajah dunia akibat
disinformasi yang tercipta karena banyaknya loophole untuk melakukan rekayasa informasi
dalam algoritma dunia maya. Hingga muncul kasus seperti kemenangan Trump di
Amerika Serikat.
Mata koin yang positif terlihat dari launching Society 5.0
di Jepang ini. Dimana kecerdasan buatan (artificial intelligence) yang ada
justru akan dimanfaatkan secara positif dan dicari sisi baiknya yang akan mampu
menguntungkan dan memudahkan hidup manusia.
Apa yang dilakukan adalah mentransformasi big data yang
dikumpulkan melalui internet pada segala bidang kehidupan (the Internet of
Things) menjadi suatu kearifan baru, yang akan didedikasikan untuk meningkatkan
kemampuan manusia membuka peluang-peluang bagi kemanusiaan. Transformasi ini
akan membantu manusia untuk menjalani “kehidupan yang lebih
bermakna”.
Dari munculnya sisi buruk dari teknologi yang ditakuti
banyak orang ini, manusia akhirnya kembali lari pada sang pemilik kehidupan,
Sang Pencipta. Seiring dengan ditemukannya berbagai fakta bahwa otak manusia
dibuat untuk dapat mampu menemukan pola, sebab dan akibat, dan mencari Prima
Causa yang utama, yaitu Tuhan. Apakah itu dalam bentuk munculnya disiplin ilmu
baru bernama mindfulness , hingga munculnya penegasan dari Daniel Goleman
tentang kebutuhan manusia akan spiritualitas, yang ditulis dalam bukunya
Altered Traits. Dimana buku ini membahas tentang perlunya manusia beribadah
melalui berbagai tata cara untuk menemukan keseimbangan.
ESQ dengan penuh kerendahan hati menyatakan bahwa konsep ini
telah lebih dahulu kami sampaikan. Mengenai perlunya keseimbangan sosial dalam
prinsip-prinsip 165. Dimana tercantum 5 langkah kesuksesan hidup yaitu;
Mission statement; intellectual quotient
Character building; spiritual quotient
Self control; emotional quotient
Strategic collaboration; social quotient
Total action; physical quotient
Mari kita bersama-sama menekuri kembali khazanah ilmu 165
yang telah diberikan Tuhan YME kepada kita semua. Lalu bersama kita bangkit dan
mewujudkan amazing society yang menjadi cita-cita besar dari 165 untuk
mewujudkan kesejehteraan umat manusia yang unggul dan lestari. Salam hangat
untuk para sahabat ESQ dari Menara 165.
Puluhan orang area manager MARS Petcare Indonesia mengikuti Sales Conference Outbond dari ACT Consulting pada tanggal 8 Januari 2019. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Bapak Edu sebagai Country Director MARS Petcare Indonesia.
Para pimpinan area yang datang dari berbagai wilayah di Indonesia seperti dari Sumatera, Bandung, Surabaya, Kalimantan, Bali, Yogya ini bersatu bersama dalam beragam aktivitas yang disusun dengan sistematis dan menyenangkan, dengan konsep Fun Theory dari ACT Consulting.
Melalui games, simulasi dan beragam aktivitas yang disampaikan dalam paket Outbond ini, peserta juga memperoleh penyegaran kembali tentang tujuan dalam bekerja yang fun dan kolaboratif dalam mencapai cita-cita menjadi perusahaan petcare terbaik di Asia Tenggara.
Internalisasi Values perusahaan juga dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan membangun. Values dari MARS Petcare Indonesia antara lain; Teamwork, Trust & Respect, Responsibility, Passion, dan Worklife Balance.
Dengan nilai bekerja yang penuh kegembiraan, MARS Petcare memiliki target finansial yang tinggi. Itulah yang menjadikan alasan kuat mengapa Sales Conference Outbond ini perlu dilaksanakan. Dengan kegiatan yang membakar semangat dan mempertinggi skill kolaborasi di dalam tim penjualan ini, target yang tinggi pun menjadi mungkin untuk dicapai.
Kegiatan Outbond ini dipimpin langsung oleh Iman Herdimansyah selaku Training Director dari ESQ dan Dadang Suhendar selaku Senior Outbond Leader dari ACT Consulting. Aktivitas ini dilaksanakan dengan penuh semangat di Hotel Lodge Taman Safari, Bogor.
Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara membentuk karakter para pegawai dan pimpinan hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).
Sejumlah cara manusia untuk mempertahankan diri, salah
satunya adalah dengan melakukan gaya hidup setingkat di atas kemampuan mereka.
Pendapat ini dikemukakan oleh George W Crane dalam bukunya yang berjudul
Psychology Applied. Buku yang ditulis oleh begawan ilmu psikologi dari Amerika
ini masih relevan dengan kondisi yang dilakukan oleh masyarakat hari ini. Namun
pada kenyataannya, melakukan gaya hidup yang lebih tinggi dari pada kemampuan,
mendatangkan penyakit pada aspek finansial kita.
Banyak yang demi gaya hidup kemudian kehabisan uang di
tengah bulan. Bahkan banyak yang menggunaka kartu kredit hingga berhutang puluhan juta atau bahkan
ratusan juta. Tak sedikit ditemui kasus di dunia SDM dimana karyawan yang
memiliki hutang banyak kemudian keluar kerja dan meninggalkan jejak tagihan di
perusahaan tempat ia bekerja sebelumnya.
Di sisi lain, produktivitas kerja juga ikut terpengaruh.
Pegawai yang memiliki masalah finansial seringkali tidak dapat berkonsenterasi
dalam bekerja. Bahkan sering dijumpai pekerja tidak masuk atau absen, karena
masalah yang dideritanya.
Di Amerika Serikat, dalam survey yang dilakukan oleh Price
Waterhouse Cooper, memberikan gambaran kerugian perusahaan karena masalah ini.
Bahwa dari 10 ribu karyawan yang menghabiskan waktu kerja selama 3 – 5 jam
sehari untuk memikirkan masalah keuangan mereka, jumlah kerugian yang
diderita perusahaan mencapai hingga 3,3 juta dollar per
tahunnya.
Kesulitan keuangan juga mempengaruhi employee engagement. Loyalitas
kerja, penghargaan terhadap gaji dan bonus yang diberikan, dapat terganggu saat
karyawan mengalami masalah keuangan. Ia akan mungkin mencari tempat lain atau
melakukan pekerjaan tambahan yang dapat mengganggu pekerjaan utamanya. Terlihat
bahwa karyawan yang mengalami kesulitan keuangan merasa tidak menyukai tempat
kerja mereka. Sementara yang tidak mengalami kesulitan keuangan, lebih merasa
puas pada tempat mereka bekerja.
Dalam hasil survei yang dilakukan oleh Bank of America, saat millennial ditanya tentang apa yang mereka inginkan dari perusahaan, mereka menjawab; ingin bantuan keuangan. Sejumlah pilihan yang diinginkan millenials dan dapat diberikan oleh perusahaan diantaranya dengan memberikan tools pengelolaan keuangan online, akses untuk bertemu ahli keuangan, data dan hasil riset yang relevan, software keuangan, mengikuti training atau seminar keuangan yang relevan, dan adanya seminar tentang keuangan di tempat bekerja.
Lebih dari sepertiga karyawan ingin mendapatkan bantuan perencanaan keuangan dari pihak yang tidak menjual produk keuangan tertentu. Ini agar saran dan bimbingan yang mereka dapatkan tidak bias dan bersifat netral. Saat program kesehatan finansial ditawarkan oleh Perusahaan, karyawan yang mengalami kesulitan keuangan akan lebih memilih untuk memanfaatkannya, (sebanyak 72% dari responden).
Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara meningkatkan keterampilan finansial dan meninggikan produktivitas para pegawai dan pimpinan hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).
Millenial akan menguasai pasar tenaga kerja hingga 50% dari seluruh angkatan kerja di tahun 2050, demikian menurut prediksi yang dibuat oleh PWC dan KPMG. Karena karakternya yang unik, diperlukan strategi retensi yang khusus untuk memanage para millenial ini.
Strategi Mempertahankan Millenial untuk mampu mengembangkan loyalitas bekerja di perusahaan Anda ada beragam. Namun kita harus mendasarkan setiap langkah strategis di bidang SDM, dengan berdasar pada data yang valid. Untuk itu, ACT Consulting menghadirkan tulisan ini untuk Anda.
Menurut hasil survei yang termuat dalam KPMG Report 2017, sejumlah langkah kunci di bawah ini dapat Anda lakukan untuk meningkatkan retensi dan engagement dari karyawan Millenial yang Anda miliki;
Millenial mengutamakan Budaya Kerja. Budaya adalah kunci yang dicari milenial saat mempertimbangkan tempat bekerja. Perusahaan harus menampilkan sejumlah sejarah kesuksesannya untuk dapat membuat millenial mau bekerja dengan loyal. Perusahaan juga harus membesarkan budaya kreativitas dan menjunjung tinggi moralitas bekerja yang luhur. Dengan cara ini, millenial akan loyal, karena meyakini mereka bekerja di tempat yang tepat.
Millenial ingin menikmati pekerjan mereka. Fun adalah yang dicari millenial dalam pekerjaan impian mereka. Bagi mereka, hidup terlalu singkat untuk terperangkap di pekerjaan yang membosankan. Kegiatan luar ruang dan aktivitas yang menarik dan menantang, akan mendorong millenial untuk mau bekerja lebih. Salah satunya adalah dengan kegiatan seperti Outbond yang menantang dan membangun skill mereka.
Millenial berkomunikasi dengan jujur dan terbuka. Sikap jujur ini amat mereka harapkan dari tempat kerja mereka. Bila mereka mendapatkan ini, mereka akan merasa pendapat mereka dihargai. Millenial ingin berkontribusi dan menginginkan perusahaan dapat memberi potensi pengembangan makna hidup yang besar bagi mereka.
ACT Consulting memiliki konsep pengembangan karakter dan potensi manusia yang terbaik untuk semua generasi. Untuk para Millenial, ESQ mengembangkan slogan “Amazing You” demi mendorong mereka untuk lebih percaya diri dan mau meraih semua mimpi yang besar yang dimiliki.
Untuk memberikan pengalaman yang bermakna bagi para millenial yang berkarya di Perusahaan Anda, pengalaman membangun skill dalam setting outdoor melalui ESQ OUTBOUND adalah salah satu pilihan terbaik yang dapat diberikan untuk merkea.
ESQ OUTBONDakan menjadi partner anda dalam pembentukan karakter pribadi yang tangguh dan berkualitas dengan semangat Experience The Nature of Spiritual Journey. ESQ OUTBOUND menghadirkan games yang menyenangkan, menantang, menginspirasi bagi para millenials. Keseluruh aktivitas yang ada dalam paket Outbond dari ESQ ini dapat memberikan makna yang mendalam dalam aspek intelektual, emosional dan spiritual mereka.
ESQ OUTBOUNDakan mengubah paradigma hidup millenials yang bekerja bersama Anda dalam menuju arah yang lebih baik dan akan membantu anda meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta membentuk karakter pribadi yang tangguh dalam lingkungan pemerintahan / perusahaan / lembaga / organisasi / kampus / sekolah.
Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara membentuk karakter para pegawai dan pimpinan hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).
Secara umum, generasi millenial, yang lahir antara tahun 1980 and 2000 kini telah memasuki jenjang menengah dalam karirnya. Para millenial ini memiliki karakter unggul dan penguasaan teknologi yang baik. Namun karena millenial memiliki karakter yang berbeda dengan generasi sebelumnya, diperlukan pendekatan yang berbeda dalam memanage millenial.
Menurut Price Waterhouse Cooper, pada tahun 2020, 50% tenaga kerja global terdiri dari para millenial. Aspirasi karir mereka, sikap mereka terhadap kerja, dan pengetahuan yang dimiliki oleh para millenials ini akan membentuk masa depan bisnis Anda. Millenials penting karena mereka akan memaksimalkan skill mereka yang baik dalam pengetahuan teknologi terkini, untuk memudahkan komunikasi dan pelaksanaan pekerjaan.
Masih dalam sumber
survey yang sama, PWC
menyampaikan bahwa bagi millenials, uang bukanlah segalanya. 52%
dari responden millenials ini menyatakan bahwa mereka mencari kesempatan untuk pengembangan diri dan karir.
PWC juga mengungkapkan bahwa millenials mencari makna hidup dalam bekerja. Milllenials ingin agar pekerjaan mereka memiliki tujuan yang bermakna, mereka ingin memberi kontribusi pada dunia dimana mereka hidup, dan mereka ingin bekerja di tempat yang memiliki tujuan luhur.
Training ESQ (Emosional dan Spiritual Quotient) adalah training SDM yang hadir sebagai upaya membangun Karakter dengan mengoptimalkan seluruh potensi yang ada pada diri seseorang. Hal ini dianggap sangat menarik bagi para millenials. ESQ menggabungkan 3 potensi dalam berkarya yaitu modal materi/fisik, modal sosial, dan modal spiritual.
Modal Fisik (Phisical
Capital)
yaitu kemampuan
untuk berfikir
“What
do I Think” (apa yang saya fikirkan)
untuk mengelola
kekayaan fisik/materi, Modal Sosial (Sosial
Capital) yaitu
kemempuan
untuk merasa
“What
do I Feel” (apa yang saya rasakan)
untuk mengelola
kekayaan Sosial
rasa kebersamaan serta
keterikatan emosi,
dan Modal Spiritual (Spiritual Capital)
yaitu kemampuan
untuk memahami
makna kehidupan
“Who
am I” (Siapa Saya) untuk
mengelola kekayaan
spiritual mengenal konsep
diri
sebagai hamba Tuhan.
Fenomena hari ini begitu banyak millenials yang pintar dan cerdas, profesional di bidangnya, namun mempunyai perilaku yang negatif. Ada juga karyawan millenials yang baik tapi tidak Profesional. Untuk itu diperlukan Training Character Building agar dapat membentuk mindset dan berpengaruh pada pembentukan karakter secara jangka panjang dengan menjadikan kecerdasan emosional spiritual sebagai modal utama untuk menggerakkan potensi intelektual millenials.
Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara membentuk karakter para pegawai dan pimpinan hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).
Universitas Lancang Kuning (UNILAK), Riau, menyelenggarakan Outbond dengan menggandeng ACT Consulting pada tanggal 25 Desember 2019. Kegiatan ini diselenggarakan di Nuansa Maninjau Resort di Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Dimensi alam sebagai objek pendidikan bisa menjadi laboratorium sesungguhnya dan tempat bermain yang mengasyikan dengan berbagai metodenya. Untuk itulah ACT Consulting Outbond memaksimalkan setting alam terbuka untunk melakukan
Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara meningkatkan kapasitas dan kapabilitas kinerja demi mencapai Visi Misi dari UNILAK, para pegawai dan pimpinan mengikuti kegiatan Outbond dari ACT Consulting.
Bila Perusahaan atau Lembaga Anda membutuhkan kegiatan yang mampu menghasilkan impact tinggi dengan efek refreshing melalui Outbond Training, hubungi kami segera. Agar dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).
Permasalahan keagamaan adalah isu yang sensitif. Untuk itu, setiap orang di pemerintahan yang berhubungan dengan masalah ini diharapkan memiliki kemampuan komunikasi yang dibutuhkan untuk bisa memberikan berbagai informasi dan program pemerintahan yang terkait dengan hal tersebut.
Namun seringkali, Training di dalam kelas kurang memberikan dampak yang kuat bagi peserta. Karena itu dibutuhkan inokulasi skill melalui program Outbond. Untuk itulah, Balai Diklat Keagamaan Denpasar melangsungkan event Outbond untuk meningkatkan kemampuan komunikasi para pegawainya, agar dapat memberikan pelayanan yang baik dan ekselent.
Bersama ACT Consulting, Outbond Communication for Service Excellence Balai Diklat Keagamaan Denpasar, telah diselenggarakan pada Tanggal 16-18 Januari 2019 di Bali. Trainer yang bertugas adalah Dadang Suhendar beserta tim profesional yang terlatih dari ACT Consulting Outbond.
Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara meningkatkan kemampuan Communication dan Service Excellent dari para pegawai dan pimpinan hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).
Pendidikan adalah kunci utama yang menentukan masa depan Bangsa. Di tangan para pendidik, pengetahuan dan skill anak Bangsa ditentukan. Tentu saja tugas ini tidak mudah dilakukan. Berbeda halnya bila para pendidik, pengajar, dosen, guru dan para pelatih dalam pendidikan luar sekolah dapat menguasai cara mengajar yang terbukti memberikan dampak yang tinggi dan berhasil dalam menanamkan kecerdasan serta membentuk karakter.
Untuk itulah ESQ memberikan Acara Gratis yang dapat diikuti oleh para guru, pengajar, dosen dan pelatih serta pendidik di lingkungan dalam dan luar sekolah, dalam program HC Breakthrough; Creating High Impact Teaching Methodology.
Melalui acara ini diharapkan para peserta yang datang memenuhi ruangan dapat terinspirasi untuk melakukan revolusi cara mengajar, dari yang semula hanya satu dimensi yaitu intelektual, menjadi 3.0 dengan menambahkan unsur kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual di dalam pengajarannya.
Untuk meningkatkan kemampuan di bidang pengajaran karakter dan menjadi pembicara publik yang mumpuni, peserta yang datang dari latar belakang sebagai pengajar, dosen dan pendidik ini juga dapat mempertinggi kemampuan mereka melalui program Public Speaking Certification Training.
Diharapkan apa yang diberikan dalam kesempatan hari ini di tanggal 23 Januari 2019 di Ruang Mini Auditorium Lantai 4 Menara 165 oleh Direktur Schoool of Communication, Rendy Yusran ini, dapat meningkatkan bakti yang diberikan ESQ untuk peningkatan kualitas pengajaran di masyarakat secara luas, dan untuk dunia pendidikan di Indonesia secara khususnya.
Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara meningkatkan metode pengajaran di perusahaan hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).
Tahun ini adalah tahun politik. Siapapun pemenang pemilu
nanti, setelah pemilu berlangsung, mungkin sekali terjadi pergantian
kepemimpinan di berbagai sektor pemerintahan. Bagaimana memastikan bahwa transformasi
budaya yang sudah d dan dibentuk terus berlanjut sementara terjadi pergantian
pimpinan? Apakah anda termasuk
orang-orang yang tengah risau akan hal ini?
Budaya yang baik, terwujud dari peran agent of change. Salah
satu peran budaya adalah memperkuat lembaga dan korporasi supaya dapat bertahan
dengan perubahan internal dan eksternal seperti apapun. Karena peran budaya
tidak bergantung di tangan pemimpin, tapi menjadi tanggung jawab semua orang di
dalam perusahaan, di dalam semua karyawan. Budaya yang baik diharapkan akan
tumbuh mendarah daging dan diwariskan lintas generasi.
Untuk melakukan ini, lakukan 10 steps of total culture
transformation dari ACT Consulting. Pastikan bahwa perubahan values terjadi dan
menjadi karakter dari para karyawan. Minimal telah terjadi perubahan karakter
di level AOC dan manajemen. Karena itu penting untuk melakukan
training-training values internalizations di level AOC dan manajemen, demikian
juga dengan langkah-langkah lainnya dari 10 steps.
Dengan mengetahui racun budaya dari hasil pengukuran survey
persepsi budaya dalam OCHI (Organization Culture Health Index), misalnya. Anda
akan dapat mengetahui ancaman internal ada di departemen mana saja, dan apa
harapan tiap departemen itu.
Dari sini anda dapat merumuskan solusi dan strategi yang
tepat untuk melakukan langkah-langkah selanjutnya, dan ini dapat menjamin
budaya kerja dapat berubah dan bertahan walau terjadi pergantian kepemimpinan.
Karena budaya perubahan sudah menjadi DNA baru di dalam organisasi anda, dan tim
AOC dan manajemen telah menguasai keterampilan change management yang
diperlukan. Bila belum, anda dapat menyertakan karyawan terbaik Anda di program
Corporate Culture Specialist.