Training Leader as a Coach Batch 2 di PT Adhi Karya, berlangsung selama 2 hari, pada tanggal 27 – 28 Februari 2019. Training yang mengajarkan mengenai skill Coaching dengan metode 3.0 khas ESQ ini dibuka oleh Bapak Budi Harto, Direktur Utama PT Adhi Karya.
Peserta training ini adalah para Top Leaders di Adhi Karya & Anak Perusahaan. Training di pandu oleh Bapak DR (HC) Ary Ginanjar Agustian, Coach Arief Rahman Saleh, dan Coach Haris, dilaksanakan di Kantor Pusat Adhi Karya, Jakarta.
PT Adhi Karya adalah BUMN Konstruksi besar milik Anak Bangsa yang mengerjakan banyak proyek krusial untuk pemerintah seperti LRT Jabodebek yang akan menghubungkan Jakarta dengan kota-kota di sekitarnya.
Dengan tingginya penguasaan teknis yang dimiliki oleh PT Adhi Karya, biaya pembangunan Proyek Konstruksi dengan teknologi terbaru dan tercanggih ini dapat ditekan di angka yang baik dan proses pembangunan berjalan dengan cepat. Yang mengagumkan juga adalah proses yang berjalan dengan simpatik dan harmonis dijalin masyarakat sekitar di area pembangunan.
Pekerjaan yang dilakukan dalam pembangunan LRT Jabodebek oleh PT Adhi Karya ini pula dilaksanakan dengan tanpa mengganggu kesibukan masyarakat yang setiap hari menggunakan jalan tol untuk pergi pulang. Yaitu pada “Window Time” dari pukul 22.00 wib malam hari hingga pukul 05.00 wib di pagi hari.
Satya Nadella, CEO dari Microsoft saat ini mengatakan bahwa konsep yang dahulu membuat perusahaan kita sukses, bisa menjadi usang kapan saja. Kita membutuhkan konsep produk baru, kapabilitas baru, dan budaya baru di dalam perusahaan. Satya Nadella mengatakan hal tersebut setelah mendapatkan pertanyaan dari David Bernstein, seorang pembawa acara dalam channel dari Bloomberg, mengenai mengapa Microsoft bisa tersusul oleh Amazon dalam menjadi perusahaan nomor satu terkaya di dunia.
Nadella mengatakan bahwa untuk menghasilkan daya saing yang lebih tinggi, perusahaan membutuhkan penguasaan kapabilitas baru. Hanya dengan membentuk budaya kerja yang baru, hal tersebut baru dapat dimungkinkan. Itulah mengapa setiap perusahaan di masa kini, membutuhkan agar tenaga manajemen SDM di perusahaan mereka mampu menguasai keterampilan untuk melakukan Transformasi Budaya Organisai.
Sejak Nadella naik menjadi CEO Microsoft, harga saham perusahaannya terus meningkat. Satu petuah yang ia peroleh dari Bill Gates dan Steve Ballmer adalah; “Jangan menjadi seperti kami”. Mereka tidak ingin Nadella mengikuti langkah-langkah lama yang dimiliki Microsoft dalam menguasai pasar penjualan personal computer di dunia. Mereka membutuhkan Nadella karena ia memiliki kepekaan dan empati yang tinggi dalam mengenali kebutuhan baru apa yang dibutuhkan oleh pasar, dan bagaimana menyajikan konsep produk sesuai dengan harapan masyarakat. Untung bagi Microsoft itulah tepatnya yang ia lakukan.
Bagaimana dengan Anda? Sudahkah perusahaan Anda memiliki budaya kerja untuk menyajikan solusi bagi masyarakat? Untuk menghadirkan pemecahan masalah dalam berbagai bentuk konsep produk baru dari perusahaan Anda? Kini saatnya bagi Perusahaan Anda untuk memberikan pembekalan kemampuan untuk melakukan perubahan budaya korporasi, bagi sejumlah orang dalam tim manajemen Anda. Karena kemampuan untuk melakukan perubahan budaya, mutlak diperlukan oleh tiap organisasi agar dapat menghasilkan kapabilitas operasional dan kapabilitas produksi yang kompetitif. Lebih lanjut lagi, Anda membutuhkan para ahli budaya yang telah diakui Negara, yang telah memiliki Sertifikasi Nasional untuk keahlian mereka dalam melakukan Transformasi Budaya Korporasi.
Solusinya telah hadir di tengah-tengah Anda. ACT Consulting menyediakan Training Sertifikasi untuk kemampuan melakukan Transformasi Budaya Perusahaan, melalui Program “Corporate Culture Specialist”. Training Sertifikasi ini memberikan bekal pengetahuan dan skill yang dapat dikuasai oleh bagian SDM Anda untuk melakukan Program Transformasi Budaya Organisasi secara baik, dengan melalui metode pengukuran budaya organisasi yang empirik dan telah teruji validitasnya.
Daftarkan Bagian Manajemen SDM di Perusahaan Anda untuk mengikuti Program “Corporate Culture Specialist” terdekat di tanggal 27-29 Maret 2019.
Hubungi kami via email : info@actconsulting.co Kirim wa/sms/telepon ke: 0821-2356-7237 (Aziz). Atau Daftar disini. Tim kami akan segera menghubungi Anda
Kemampuan Presentasi dalam Bahasa Inggris kini menjadi kebutuhan di tiap perusahaan
Bahasa adalah alat berpikir. Dengan menguasai bahasa yang
digunakan secara umum di dunia profesional, kita juga akan lebih mudah meniti
karir secara baik. Kita dapat berkomunikasi dengan tepat dengan orang asing
yang harus ditemui. Kita juga dapat mengerjakan dokumen berbahasa asing dengan
kemampuan analisis yang baik dan tepat, tanpa kesalahan. Adanya kesalahan yang
ditemukan saat kita mengerjakan dokumen berbahasa asing dapat menjadi tanda
bahwa kita kurang profesional. Bahkan,
di era dimana kita harus lebih banyak bicara dan tampil dalam memberikan
presentasi untuk keperluan bisnis dan keperluan akademis, kemampuan penguasaan
bahasa asing ini menjadi sangat diperlukan.
Dengan menguasai bahasa asing, kita juga dapat memahami banyak hal serta dapat berkomunikasi dengan lebih banyak orang dari berbagai kalangan. Bahasa asing yang paling banyak digunakan di dunia adalah bahasa Inggris. Hal ini karena Negara bekas jajahan Inggris tersebar di berbagai belahan dunia. Perlunya kita menguasai bahasa Inggris juga karena mereka menguasai pasar secara ekonomi dan informasi. Pencipta internet, Sir Tim Berners Lee, juga berasal dari negeri Ratu Elizabeth ini. Karena itu bahasa yang paling dominan digunakan di internet adalah Bahasa Inggris.
Di Era VUCA ini, kita harus bekerja bersama dengan tenaga
kerja yang berasal dari berbagai negara. Di sebuah kantor di Jakarta misalnya,
Anda bisa jadi harus berhadapan dengan orang yang berasal dari Amerika, Jerman,
Jepang, dan China. Untungnya, Anda tak harus menguasai semua bahasa dari negara
yang berbeda tersebut karena semua dari mereka umumnya dapat berbahasa Inggris
dengan baik.
Bahasa Inggris kini menjadi bahasa yang dominan di dunia bisnis. Berbagai istilah yang digunakan dalam ilmu manajemen, ilmu teknik dan ilmu komunikasi juga sebagian besar berasal dari Bahasa Inggris. Bila kita tidak menguasai bahasa Inggris dengan baik, kita dapat terganjal saat harus melakukan presentasi kepada calon investor misalnya. Tanpa pemahaman dan penguasaan Bahasa Inggris yang baik, bisa jadi kesempatan mendapatkan investasi untuk bisnis Anda akan terlewat begitu saja. Kini sudah jelas bukan mengapa Bahasa Inggris menjadi sangat penting untuk dikuasai?
Karena harus melakukan presentasi dalam Bahasa Inggris di hadapan calon investor dari luar negeri, William Tanuwijaya, pendiri Tokopedia kemudian tekun mempelajari Bahasa Inggris. Ia tekun belajar dan berlatih hingga kini akhirnya bisa lancar berbicara dan melakukan presentasi dengan berbahasa Inggris di sejumlah acara kelas dunia, bahkan di World Economic Forum. Bahkan, Ibu Susi Pudjiastuti yang tidak mengenyam pendidikan tinggi pun dapat sukses dalam berbisnis dan menjadi seorang Menteri karena ia memiliki penguasaan Bahasa Inggris yang baik. Bagaimana dengan Anda dan Karyawan Anda? Sudahkah memiliki kemampuan Presentasi dalam Bahasa Inggris yang baik? Jangan khawatir, karena kami memiliki solusi untuk masalah ini.
Untuk itu ACT Consulting mengundang Anda dalam acara:
“The Importance of English in Vuca Era”
Rabu, 13 Maret 2019
Pukul: 09.00 – 11.30
Mini Auditorium lantai 4, Menara 165
Jl. Tb Simatupang kav 1, Cilandak – Jakarta Selatan
Registrasi berlaku Untuk 2 orang
Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara membentuk keahlian Bahasa Inggris dan bahasa asing lainnya untuk para pegawai dan pimpinan hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ESQ Course memiliki langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@esqcourse.com atau telepon ke 0812-8969-9965 (Sulastri).
Semangat ACT Consulting untuk berbagi ilmu budaya korporasi semakin disambut dengan antusiasme masyarakat korporat di Indonesia. Hal ini nampak dari Seminar gratis bertajuk “HC Breakthrough” dari ACT Consulting yang dihadiri hingga full seat di Ruang Andalusia, Lantai LG, Menara 165.
Seminar HC Breakthrough ini langsung dipandu oleh Bu Dwitya Agustina ST MBA sebagai Vice President dari ESQ Group. Ibu yang menamatkan gelas master di bidang administrasi bisnis internasional dari Leiden University Belanda ini dengan penuh semangat berbagai ilmu yang telah ditekuninya lebih dari sepuluh tahun dan telah membantu banyak korporasi di Indonesia untuk melakukan Transformasi Budaya Perusahaan.
Sejumlah Perusahaan yang hadir di Seminar HC Breakthrough di tanggal 27 Februari 2019 ini adalah :
PT. Akhasa Indonesia
PT. Lotus Inti Karya
PT. Lotus Group
Standard Chartered Bank
BSSN
PT. Elnusa
PT. Jakarta Propertindo
PT MULTI TERMINAL INDONESIA
Astra Isuzu Sales Operation
RS Permata Pamulang
Bank Mandiri Syariah
Jasa Marga
Waskita Realty
Gapura Angkasa
Fiberstar
PT. Mesin Isuzu Indonesia
PT Mandiri Herindo Adiperkasa
BPJS Kesehatan
PT. Headhunter Indonesia
PT Intan Giri abadi
Radana Bhaskara Finance
PERUMNAS
KKDM
RSJD Dr RM Soedjarwadi
ACT Consulting berharap agar para peserta dapat memetik ilmu yang berharga ini untuk diterapkan lebih lanjut di korporasi masing-masing. Adapun untuk pendalaman materi Corporate Culture, ACT Consulting telah bekerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi ESQ dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk menerbitkan Sertifikasi Nasional bagi para penggerak transformasi budaya kerja di perusahaannya dalam bentuk gelar sebagai Corporate Culture Specialist (CCS). Anda dapat melakukan pendaftaran untuk Training Sertifikasi Pembangunan Budaya Kerja tersebut disini.
Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara membentuk budaya kerja korporasi unggul hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).
Dari situs resmi Kemenko Maritim diperoleh keterangan bahwa Kementerian ini tengah menjalankan transformasi organisasi berdasarkan rekomendasi Kementarian PAN-RB pada hasil evaluasi implementasi reformasi birokrasi (RB) di Kemenko Bidang Kemaritiman tahun 2017. tujuan dari transformasi budaya organisasi ini adalah untuk mengimplementasi nilai-nilai budaya kerja organisasi agar melekat kepada semua pegawai sehingga nilai Reformasi Birokrasi terlihat nyata dan sudah benar dilaksanakan.
Disebutkan juga dalam sumber yang sama bahwa melalui Surat Keputusan Menko Bidang Kemaritiman No. 67 tahun 2018 tentang Implementasi Budaya Kerja PATEN di Lingkungan Kemenko Bidang Kemaritiman, dalam hal ini Sekretariat Kemenko (Setmenko) Bidang Kemaritiman menetapkan budaya kerja organisasi yaitu Passion, Accountable, Teamwork, Efficient/Effective dan Networking yang sering disebut dengan PATEN.
Untuk melakukan Workshop internalisasi Nilai Budaya PATEN Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman mempercayakan pada ACT Consulting. Kegiatan ini berlangsung pada 26 – 27 Feb 2019 di Menara 165, Cilandak – Jakarta Selatan.
Workshop ini dipandu oleh Coach Bramanto Wibisono dan Asisten Trainer Syaiful, serta dibuka dari ACT Consulting oleh Presiden Direktur ESQ Group yaitu DR (HC) Ary Ginanjar Agustian. Secara resmi acara workshop internalisasi nilai budaya ini dibuka langsung oleh Sesmenko Bidang Kemaritiman Laksda (Purn) Agus Purwoto, kegiatan ini diikuti oleh para pejabat eselon 3, 4, staf dan CPNS di lingkungan Kemenko Maritim yang akan menjadi change agent di tempat kerjanya nanti.
Budaya kerja di perusahaan merupakan unsur yang membuat suatu perusahaan dapat berdiri kuat dan memimpin persaingan. Hal ini dibuktikan oleh penelitian yang dilakukan oleh dua profesor dari Harvard yaitu Heskett dan Kotter, dalam bukunya yang berjudul “Corporate Culture and Performance” yang terbit di tahun 1992 dan diperbaharui di tahun 2011.
Dalam buku tersebut, Heskett dan Kotter (2011) menyebutkan hasil penelitian yang mereka lakukan selama beberapa tahun bahwa perusahaan dengan budaya perusahaan yang kuat, mampu mendapatkan peningkatan nilai saham hingga lebih dari 900% selama 10 tahun, seperti terlihat dalam tabel yang terpasang di artikel yang membahas topik tersebut di forbes.com
Training pembangunan budaya kerja di perusahaan untuk mendapatkan Sertifikasi Nasional bergelar Corporate Culture Specialist “Satu2nya di Indonesia” ini dipandu oleh Pak Rinaldi Agusyana & Pak Dudi Supriadi dihadiri oleh para penggerak budaya korporasi dari berbagai perusahaan, yaitu diantaranya adalah;
1) PT PLN PJB (Pembangkit Jawa Bali) 2) PT Taspen (Tabungan Dana Pensiun) 3) Karakshanta Security Service 4) BRI Finance
ACT Consulting berharap agar para peserta dapat mengaplikasikan ilmu yang didapatkan di dalam perusahaannya masing-masing, dan berhasil dalam melakukan transformasi budaya kerja dengan metode dan langkah-langkah yang tepat yang telah diberikan dalam Training Sertifikasi ini. Untuk mengikuti Training Sertifikasi Corporate Culture Specialist dapat mendaftar disini.
Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara membentuk budaya kerja korporasi hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).
Perusahaan yang berkembang dengan sehat pastinya memiliki tantangan eksternal dan persaingan bisnis yang makin ketat. Sementara tanggung jawab lingkungan juga makin meningkat. Makin banyak hal yang harus ditangani oleh perusahaan ke depannya agar dapat terus sustain. Namun apa yang harus dilakukan bila sejumlah desain strategi yang dilakukan kebanyakan berjalan di tempat, atau bahkan tidak dapat dieksekusi karena berbagai hal yang terjadi di lapangan. Bagaimana cara untuk menyusun strategi yang mudah dimengerti dan dapat dieksekusi dengan mudah oleh manajemen? Bagaimana membangun strategi bisnis jangka panjang dalam bentuk Business Roadmap untuk sejumlah tahun ke depan?
Sejumlah perusahaan startup mampu menjadi besar karena mereka
melakukan disrupsi pada teknologi lama, dan menggebrak dunia dengan kemampuan
mereka menciptakan berbagai inovasi. Kemampuan ini, bila ingin dikembangkan di
organisasi Anda, harus disesuaikan dengan sejumlah unsur alami yang telah
terlebih dahulu berkembang di perusahaan Anda. Itulah mengapa strategi bisnis
atau strategi korporasi tidak dapat diserupakan atau di samaratakan antara satu
bisnis dengan bisnis lainnya.
Bila dahulu kemampuan strategi hanya dapat dipelajari di kampus
dengan sejumlah mata kuliah manajemen strategik, kini zaman telah berubah. Perumusan
strategi kini dapat dilakukan oleh Anda. Dalam kursus intensif selama beberapa
hari, anda akan menguasai kemampuan untuk melakukan perancangan roadmap bisnis
perusahaan anda agar mampu sustain hingga puluhan tahun ke depannya. Apabila
strategi ini Anda jalankan, Anda akan menjadi master dari langkah strategi
perusahaan Anda sendiri. Kemampuan untuk membuat tancangan roadmap bisnis dan
roadmap korporasi bukan lagi menjadi milik konsultan. Namun anda kini bisa menguasainya
juga.
*Untuk itu ACT Consulting mengundang Anda dalam acara:*
*“Designing Your Business Roadmap”*
*Rabu, 6 Maret 2019*
*Pukul: 09.00 – 11.30*
Mini Auditorium lantai 4, Menara
165
Jl. Tb Simatupang kav 1, Cilandak – Jakarta Selatan
Setiap perusahaan memiliki kinerja yang berbeda. Perusahaan yang memiliki kinerja bagus, biasanya dipimpin oleh pemimpin yang baik. Namun seperti apakah definisi pemimpin yang baik itu, dan bagaimana cara untuk membuat para pemimpin di organisasi kita mampu membuat karyawan berkinerja luar biasa? Karena konon dikatakan bahwa Pemimpin yang Luar Biasa adalah mereka yang dapat membuat karyawannya berkolaborasi dan bekerjasama dalam mengerjakan hal-hal yang luar biasa.
Kinerja adalah wujud efektivitas perilaku pengikut dalam
memajukan tujuan organisasi. Bagaimana pendapat para ahli dan akademisi
mengenai model kepemimpinan apa yang paling menguntungkan bagi korporasi dan
organisasi? Dari sejumlah jurnal ditemukan kesimpulan dari sejumlah ahli dari
riset yang mereka lakukan bahwa Transformational Leadership menghasilkan efek
yang lebih hebat dibanding kepemimpinan transaksional (Avolio & Bass, 2004).
Transformational Leadership juga mampu memimpin karyawan untuk memberikan upaya ekstra, dan meningkatkan kepuasan kerja. Karyawan akan terdorong untuk memperbaiki performa kerja mereka hingga melebihi ekspektasi, dan mampu memanen hasil dari kreativitas dan inovasi yang mereka lakukan dalam organisasi, sebagai hasil dari transformational leadership (Zaidatol Akmaliah et al, 2011).
Lebih dari itu, Transformational Leadership model juga berpengaruh terhadap efektivitas dan performa para pemimpin (Hurr et al, 2011). Hasil yang diperoleh dari berbagai langkah dalam model Transformational Leadership ini memberikan hasil yang lebih hebat dibanding dengan melakukan langkah kepemimpinan transaksional. Namun bagaimanakah cara untuk memiliki dan meningkatkan Skill Transformational Transformational ini?
Temukan Solusi Peningkatan Skill Kepemimpinan
Transformasional bersama kami di:
Training Talent Based Coaching bertujuan untuk melahirkan para coach yang mampu mengembangkan orang lain dengan berdasarkan pada talent yang dimiliki oleh orang tersebut. Talent yang dimaksud disini diukur dengan menggunakan 34 jenis Strengths yang berbeda.
Dengan menggunakan dasar pengetahuan mengenai strength ini, perusahaan dapat mengetahui posisi yang tepat dengan bakat yang dimiliki oleh karyawannya. Kemampuan seseorang yang dikembangkan sesuai bakatnya pun akan berkembang hingga puluhan kali lipat. Hal ini berbeda bila seseorang tidak memiliki bakat di suatu bidang, kemampuan yang berkembang tidak akan seoptimal dengan bila orang tersebut telah lebih dulu memiliki bakat dan minat di bidang tersebut.
Training Talent Based Coaching ini berlangsung selama dua hari, pada tanggal 26 – 27 Februari 2019. Pada hari ini pembukaan Training Talent Based ini dilakukan langsung oleh Direktur Chief Learning Officer Ibu Retno W. Wijayanti.
Training ini diberikan kepada para pejabat BRI Corporate University dan sejumlah peserta dari BRI Divisi Satelit, dengan jumlah peserta 29 orang.
Training ini dilaksanakan di BRI Corporate University, Ragunan – Jakarta Selatan. Dipandu oleh Coach Arief Rahman Saleh, sebagai Direktur dari ESQ Coaching Academy, Ramdhani sebagai Direktur Success Institue, dan juga oleh Coach Risman Nugraha dan Trainer Eka Chandra.
Membangun strategi inti adalah tentang bagaimana memilih
langkah terbaik untuk dilakukan. Untuk itu, perlu diperhatikan sejumlah titik
fokus untuk dijadikan perhatian utama dalam pendekatan strategi bisnis
korporasi. Hal tersebut adalah;
sumber daya organisasi ; jenis produk, jumlah
sumber daya, letak lokasi, asset kompetitif
kemampuan operasional ; kemampuan khusus,
kompetensi inti, kemampuan kompetitif
Keunggulan kompetitif akan diperoleh oleh organisasi yang
memiliki aset atau kemampuan khusus. Profitabilitas perusahaan ditentukan oleh
jenis, jumlah, sumber daya, dan kemampuan yang telah ada. Namun demikian,
mengelola secara strategis didasarkan pada sumber daya yang melibatkan
bagaimana mengembangkan dan menggunakan sumber daya dan kemampuan khusus untuk
membentuk kompetensi inti yang menjadi dasar keunggulan kompetitif perusahaan
untuk memperoleh pengembalian di atas rata-rata (Prahalad dan Hamel, 1990).
Anwar et al
(2016) menyampaikan bahwa Strategi adalah tentang membuat pilihan (Porter,
1985). Ini adalah cara untuk memastikan keunggulan kompetitif berkelanjutan
dengan menginvestasikan sumber daya yang diperlukan untuk mengembangkan
kemampuan utama yang mengarah pada kinerja superior jangka panjang (Lin et al.,
2014).
Lebih lanjut,
Anwar et al (2016) menyampaikan bahwa menurut Hambrick (1982), strategi
organisasi kadang-kadang didefinisikan secara normatif (Andrews, 1971) dan
terkadang secara deskriptif (Miles dan Snow, 1978; Mintzberg, 1978).
Anwar et al
(2016) menyampaikan bahwa organisasi menggunakan strategi untuk menghadapi
perubahan lingkungan saat menghadirkan kombinasi solusi untuk berbagai
keadaan internal dan eksternal organisasi. Studi tentang strategi termasuk
tindakan yang diambil, isi strategi, dan proses yang dengannya tindakan
diputuskan dan diimplementasikan
Lebih lanjut, Anwar et al (2014) menyampaikan bahwa
perusahaan yang mampu mengidentifikasi sumber daya dan kemampuan yang menjadi
kompetensi inti akan mampu lebih efisien dan efektif dalam melakukan bisnis
(Teece et al., 1997). Ini berarti bahwa identifikasi kekuatan dan kelemahan
sumber daya, perusahaan dapat membuat skala prioritas dan memilih sumber daya
mana yang dapat dioptimalkan untuk menghasilkan produktivitas dan efisiensi.
implementasi strategi operasi dibangun oleh kekuatan dan
kelemahan operasi sumber daya kemudian menemukan peluang pasar yang sesuai
dengan strategi kompetitif (Hayes, 1985; Vickery, 1991; Hill dan Jones, 2007).
Model internal yang berorientasi menyesuaikan kebutuhan pasar dengan kemampuan
internal melalui strategi operasi dalam membuat keunggulan kompetitif (Hayes
dan Pisano, 1996; Slack, 2005).
Dari artikel diatas, kita dapat menemukan Tips untuk
Membangun Keunggulan Kompetitif sebagai Strategi Bisnis, yaitu;
Tips Membangun Keunggulan Kompetitif sebagai Strategi Bisnis:
Kenali dan bangun sumber daya inti yang dimiliki
Bangun kemampuan operasional yang unik dan khusus
Bangun norma perusahaan yang sesuai visi besar
organisasi
Miliki ragam pendekatan menghadapi perubahan
eksternal
Kenali kompetensi inti agar efisien dan efektif
Kenali kekuatan dan kelemahan sumber daya
operasional
Temukan peluang pasar yang sesuai strategi
kompetitif
Bangun Sumber Daya Inti yang Dimiliki
Sumber daya yang dimiliki perusahaan berbeda-beda.
Masing-masing bisa berupa asset yang tangible dan intangible. Contoh dari asset
yang tangible adalah yang dapat dilihat dan dihitung secara finansial. Seperti
bangunan pabrik, jumlah karyawan inti dan pekerja, jumlah armada operasional,
luas tanah dan lokasi strategis yang dimiliki, jumlah dana yang dimiliki
perusahaan saat awal dibangun, jumlah valuasi yang ditanamkan investor, dan
lain sebagainya.
Sementara sumber daya yang bersifat intangible seperti daya inovasi, daya saing yang datang dari kemampuan khas yang dimiliki oleh manajemen, reputasi perusahaan yang diperoleh dari kreativitas untuk membangun merek, jaminan sustainabilitas yang didapat dari adanya kemampuan perusahaan untuk membangun kreativitas untuk melakukan variasi jenis produk yang dimiliki, yang kesemuanya dilandasi oleh visi misi dan nilai yang dirumuskan oleh perusahan dengan tepat dan menjadi keunggulan kompetitif yang dimiliki perusahaan,
2. Bangun kemampuan operasional yang unik dan khusus
Setiap pabrik dapat membuat produk. Setiap bagian kualitas
dapat menjaga standar. Tapi yang membedakan adalah bagaimana perusahaan
berproduksi dan berjalan dengan perbedaan unik yang menjadi inti yang
meningkatkan daya saing perusahaan dan memperluas pasar.
Hal ini seringkali terletak bukan hanya pada mesin yang
canggih dan daya kecepatan produksi semata, bukan juga pada kemampuan
memprogram mesin komputer dan robot produksi. Tapi pada kreativitas bagian
engineering untuk melakukan inovasi yang terus menerus agar proses operasional
produksi dapat berjalan dengan efisien.
Juga terletak pada kemampuan tim marketing untuk menemukan peluang yang tidak dapat dilihat oleh orang lain. Ditambah dengan kemampuan bagian sales untuk melakukan pendekatan dan memberikan solusi yang diinginkan oleh konsumen secara tepat dan diatas ekspektasi, hingga skor kepuasan konsumen selalu diatas rata-rata.
3. Bangun norma dan budaya perusahaan yang sesuai visi besar organisasi
Banyak perusahaan melakukan operasional selama beberapa tahun.
Namun alih-alih dapat mendatangkan keuntungan, yang terjadi justru selalu
merugi. Darimana asal dari semua masalah ini? Pernahkah anda melakukan
penyelidikan untuk menemukan jawaban dari hal ini?
Beda dari perusahaan yang dapat berkibar dan menguasai pasar
dengan perusahaan kecil yang bertahan hidup ada pada visi misi yang
masing-masing miliki. Sebuah perusahaan kecil yang bertahan hidup mungkin
dijalankan hanya dengan niat pemilik untuk memiliki bisnis saja. Tanpa adanya
suatu visi besar untuk menghasilkan produk dengan reputasi bergengsi di
pasaran. Hingga ia tidak memperhatikan apa saja produk yang dihasilkan,
bagaimana kualitas produk dan estetika dari desain yang dibuat, dan nilai dari
kegunaan produk di pasaran pun tidak melihat pada kebutuhan pasar dan selera
konsumen.
Bukan
hanya tugas bagian R & D untuk melakukan inovasi. Bukan hanya tugas bagian
sales dan marketing untuk membangun reputasi merk produk dan melakukan
penjualan. Jadikan hal ini sebagai semangat bersama untuk dilakukan oleh setiap
orang di dalam organisasi. Hidupkan semangat entrepreneurship dalam organisasi,
yang disertai oleh mekanisme reward yang sesuai. Dalam waktu yang tidak lama,
anda akan menemukan semangat bekerja yang berbeda dimiliki oleh seluruh
karyawan.
Mereka
tidak lagi hidup dari jam ke jam dengan tanpa semangat, tapi jauh berbeda kini
telah menjadi mesin penggerak keuntungan bagi organisasi, dengan orientasi
positif dalam melakukan kinerjanya.
Mereka yang telah menemukan makna dalam bekerja akan menyadari bahwa dirinya dan semua karyawan lain di dalam organisasi merupakan para ujung tombak yang menentukan keberlangsungan usaha dan memiliki andil dalam penentuan pendapatan profit usaha. Mereka akan berkerja lebih keras dan lebih fokus karena telah menyadari perannya dalam menggerakkan roda organisasi.
4. Miliki ragam pendekatan menghadapi perubahan eksternal
Perusahaan dapat terkena badai bisnis kapan saja. Disruptor
dapat berasal dari karyawan inti yang kemudian berdiri sendiri mendirikan
perusahaan sejenis yang kemudian menjadi competitor yang kuat.
Keruntuhan bisnis juga bisa berasal dari badai finansial
berupa tuntutan pajak yang timbul saat perusahaan ditemukan tidak memberikan
pajak kepada negara dengan tertib. Sehingga perusahaan harus bertahan hidup
dengan keadaan yang hampir pailit.
Badai bisnis juga dapat muncul dari perselisihan internal yang muncul karena manajemen yang tidak solid, dengan budaya kerja yang toksik. Perusahaan dapat berjalan dengan budaya yang bebas, namun saat tanggung jawab tidak dikerjakan dengan baik, maka tidak ada sustainabilitas yang dapat dihasilkan.
5. Kenali kompetensi inti agar efisien dan efektif
Saat suatu perusahaan dapat mengetahui produk unggulan mana
saja yang dapat mendatangkan peluang pasar yang besar, dan produk mana yang
tidak mendapatkan kesempatan di pasar,
fokus kompetisi di pasar dapat dimaksimalkan agar efisien dan efektif.
Begitu juga dengan kualitas produksi dan kecepatan proses
manufaktur. Saat desain produksi telah dibuat agar ramping dan cepat, maka
sumber daya dan waktu yang dihabiskan bisa lebih sedikit, dengan keuntungan
maksimal yang dapat dipetik.
Anda juga dapat melihat dari tim yang dimiliki, mana yang inovasi dan kreativitasnya menghasilkan daya dorong maksimal dalam penjualan dan membangun reputasi, dan mana yang tidak. Dengan cara ini anda dapat membangun tim solid dengan anggota yang memiliki fokus kerja yang baik namun juga kreatif dan produktif.
6. Kenali kekuatan dan kelemahan sumber daya operasional
Apakah
ada mesin produksi yang sudah uzur dan sering menghasilkan defect pada produk
yang dihasilkan? Adakah suatu bagian di perusahaan yang sering ditemui
melakukan kesalahan atau ketidaksingkronan bekerja dengan bagian yang lain?
Atau sebab lainnya yang dapat meningkatkan trhreat pada organisasi? Anda dapat
melakukan langkah kuratif untuk mendatangkan solusi pada bagian tersebut.
Apakah melalui training, atau mekanisme lainnya yang ada di manajemen.
Hal yang
serupa pun harus dilakukan untuk mengenali kekuatan organisasi. Kenali mana
innovator yang hebat di organisasi anda, mana future leaders yang memiliki etos
kerja yang ideal. Bagian mana di tim sales dan marketing yang dapat diperbaiki.
Serta bagaimana dapat meningkatkan kualitas kerja mesin hingga produk dapat
dihasilkan dengan lebih bagus dan lebih cepat, dengan biaya yang lebih sedikit.
Kelola dengan baik kelebihan di perusahaan Anda, dan tangani kekurangan yang ada, dengan semangat untuk terus b ekerja dengan standar yang tinggi dan mencapai visi besar organisasi hingga perusahaan dapat sustain untuk jangka waktu yang lama di masa depan.
7. Temukan peluang pasar yang sesuai strategi kompetitif
Di era
ekonomi kemasyarakatan atau society 5.0 ini, inovasi sosial menjadi sangat
penting. Apa yang dilakukan perusahaan besar saat ini adalah bukan lagi mencari
keuntungan semata, tapi lebih jauh dari itu. Mereka berusaha memberikan solusi
dari masalah yang ada di masyarakat. Mereka mencari kebutuhan yang terbuka di
pasar dan berusaha memenuhi peluang itu.
Jauh melebihi
kemampuan yang semula hanya bersifat mendasar, perusahaan atau organisasi yang
memiliki dua ruh diatas; memberikan solusi dan penyedia kebutuhan, akan mampu
berkembang dan bertahan dengan umur panjang. Hal ini bisa dilakukan dengan cara
melakukan diversifikasi produk ataupun kreativitas dalam sisi manajemen. Kesemuanya
dilakukan dengan semangat inovasi sosial yang kemudian mendatangkan
peluang-peluang yang terbuka, dan menghasilkan beragam langkah yang bersifat strategis
dan menjadikan manajemen menjadi tangguh dengan kemampuan operasional yang
kompetitif.