Skip to main content
Tag

Ary Ginanjar

strategy workshop, mitsubishi chemical, rinaldy agusyana, act consulting

Workshop MVVM PT Mitsubishi Chemical Indonesia di awal 2019

By News No Comments

Upaya untuk meningkatkan keunggulan kompetitif (competitive advantage) tengah diupayakan oleh banyak perusahaan dari berbagai industri, dalam upaya untuk tetap memenangkan persaingan.

Namun perubahan drastis yang terjadi dalam era VUCA akibat beragam inovasi yang bersifat disruptif menjadi suatu tantangan yang berat bagi semua industri yang semula mapan.

Untuk itu diperlukan momen untuk duduk bersama dan bersama para ahli melakukan perumusan strategi yang bersifat mendasar yang dapat merubah sosok dan arahan tujuan organisasi untuk menjadi lebih baik ke depannya.

Dalam upaya untuk melakukan perumusan strategi dengan pendekatan yang paling sesuai dengan kultur Indonesia dan untuk mendapatkan arahan tujuan yang paling besar, dibutuhkan para ahli yang telah terlebih dahulu membuktikan keberhasilan bisnis yang dikelolanya.

Untuk itu, ACT Consulting dipercaya untuk memfasilitasi Workshop Strategy pada tanggal 13-14 Februari 2019 untuk tim pimpinan dari semua bagian di Mitsubishi Chemical Indonesia.

Fasilitasi penyusunan strategi disampaikan Oleh Coach Rinaldi Agusyana, selaku Corporate Strategic Expert dari ACT Consulting. Beliau juga telah membuktikan kepiawaiannya dalam memimpin bisnis dengan membesarkan ESQ Tours hingga diakui oleh World Halal Tourism Award sebagai Provider Haji dan Umroh Terbaik di Dunia pada tahun 2016.

Selain itu, Consultant, Trainer dan Coach juga diturunkan pada kesempatan ini diantaranya Eka Chandra, sebagai Wakil Direktur Training Departemen di ESQ Group dan tim lainnya.

Kegiatan yang berlangsung dengan penuh semangat ini berlangsung serius namun dalam suasana yang tetap relaks dan fokus di Hotel Horison Forbis, Cilegon.

Kesemua rangkaian yang diadakan bersama ACT Consulting ini adalah serangkaian langkah untuk mencapai visi dan misi jangka panjang organisasi yang dilakukan oleh Mitsubishi Chemical Indonesia untuk mencapai Vision “Harmonize for Sustainable Growth”.

Meningkatnya Konteks untuk Inovasi Sosial di Bidang Industri dan Mengapa Perlu Grand Why, act consulting

Meningkatnya Konteks Inovasi dan Mengapa Perlu Grand Why

By Article No Comments
industri perlu memastikan alam terus indah dan terjaga

Banyak penggerak inovasi kelas dunia, menjadi besar karena mereka berhasil menemukan problem untuk dipecahkan. Mereka menemukan konteks yang tepat untuk berkiprah, dan menggunakan teknologi secara apik untuk memberikan solusi yang dibutuhkan publik. Lalu tiba-tiba dalam hitungan sejumlah tahun, sebuah perusahaan menjadi sangat besar dan menjadi pemain bisnis kelas dunia.

Namun kita belum banyak melihat, inovasi tersebut dilakukan oleh pemilik industri yang bergerak di sektor manufaktur. Padahal, beragam isu dapat dikembangkan menjadi konteks inovasi yang berskala besar dan dapat menghasilkan keuntungan dan sustainabilitas perusahaan untuk waktu yang lama ke depannya.

Beragam isu ada di sekitar kita seperti perubahan iklim karena polusi, menyebarnya epidemi penyakit kronis, dan menyebarnya kesenjangan sosial yang makin parah. Beragam isu ini menunggu agar semua bagian di masyarakat, terutama dari dunia industri, untuk melakukan beragam inovasi sosial untuk dapat membantu menyelesaikan sejumlah masalah besar yang terjadi secara massif ini.

Bagi pemerintahan, jumlah biaya untuk menangani tiap isu ini dapat memakan anggaran untuk sektor public, padahal masih ada anggaran yang harus dialokasikan secara tetap seperti dana untuk bencana yang diakibatkan oleh perubahan iklim dan biaya kesehatan masyarakat yang jumlahnya terus meningkat.

Bila tidak ada kebijakan yang dapat dilakukan secara radikal untuk menangani penyakit kronis, biaya untuk kesehatan masyarakat terus meningkat dari 9% hingga 12,5% dari seluruh anggaran belanja daerah dan belanja negara di Inggris selama 15 tahun terakhir. Bahkan di Amerika Serikat, biaya ini meningkat dari 16% di tahun 2007 menjadi 25% di 2025, dan bisa meningkat hingga 37% di 2050 (Robin Murray, Julie Caulier-Grice, dan Geoff Mulgan dalam The Open Book of Social Innovation, 2012). Maka bila pihak swasta dan industri tidak bergerak dan tidak melakukan inovasi, maka apa yang akan terjadi pada masyarakat dunia?

Bagaimana iklim berubah secara dahsyat dan menghasilkan resiko bencana dalam skala massif, bagaimana polusi menjadi tak terkendali, bagaimana beraneka sampah makin menyesakkan di negara-negara berkembang dan di lautan pasifik, bagaimana kejahatan kriminal terus meningkat, bagaimana sumbatan kemacetan tak bisa diurai di banyak tempat, kesemua masalah ini membutuhkan semua solusi sebanyak-banyaknya inovasi yang dapat dihasilkan, terutama dari sektor industri.

Hal ini karena, banyak pihak menganggap bahwa sektor industri lah yang selama ini menjadi pangkal masalah. Karena itu, di era inovasi sosial ini, sektor industri pun haruslah memiliki inovasi sosial yang kental, yang lebih dari sekedar gerakan corporate social responsibility semata, tapi lebih ke penciptaan beragam produk yang dapat menghilangkan dan mengurangi masalah dunia tersebut.

Bagaimana dengan industri Anda, apakah inovasi tengah dilakukan dan dihasilkan telah dapat berkontribusi pada permasalahan sosial ini? dan bagaimana perusahaan anda yang bergerak di bidang industri mulai kini bisa mampu mengambil tanggung jawab untuk menihilkan masalah yang dulu pernah dihasilkan oleh industri dahulu di masa lalu?

Sebaik apapun kebijakan public yang dibuat oleh pemerintah di suatu negara, bila para penggerak industri masih belum bergerak mengambil peran dan berpartisipasi untuk mengurangi bahaya lingkungan yang ditimbulkan oleh sampah produk anda misalnya, atau polusi yang dihasilkan oleh kendaraan yang anda produksi, atau masalah eksploitasi lingkungan yang dilakukan oleh industri anda yang mengubah ekosistem secara drastis.

Bila dahulu inovasi di optimalkan untuk menghasilkan keuntungan. Kini saatnya untuk memutar haluan. Gerakkan motor inovasi Anda untuk mulai menyajikan beragam solusi untuk masyarakat. Bila anda dapat melakukannya, maka produk Anda akan mendapatkan rekognisi tak hanya berskala nasional, tapi bisa dikenal oleh masyarakat global. Karena public yang menghargai usaha anda akan dengan sendirinya membantu branding dan marketing produk anda secara tidak langsung, karena merasakan manfaat jangka panjang dari produk dan perusahaan Anda secara luas untuk masa depan.

Mari berinovasi, dengan memulai dari Grand Why ini. Dari kesadaran yang besar untuk melakukan perubahan dan menjadikan bumi sebagai tempat yang lebih baik untuk generasi yang jauh ke depan.

training coaching for performance, indonesia power, act consulting

Training Coaching for Performance Indonesia Power Banten di awal 2019

By News No Comments

Banyak ditemui karyawan memiliki performa yang masih belum memenuhi target, padahal karyawan tersebut memiliki pendidikan yang diperlukan, dan secara potensi memiliki segala yang dibutuhkan untuk dapat menghasilkan prestasi yang tinggi.

Pertanyaannya, bagaimana cara membangkitkan performa kerja agar karyawan dapat lebih fokus, produktif, dan mampu memenuhi target yang selalu naik tiap tahunnya?

Dari sekian banyak metode yang ada dalam manajemen sumber daya manusia, Coaching menjadi solusi yang memiliki banyak kelebihan untuk dapat membangkitkan performa karyawan.

Hal ini karena Coaching bersifat personal, dan membuat seorang pekerja dekat dengan atasannya secara langsung dan dapat membangun sejumlah hal positif lainnya seperti menularkan habit yang baik, menularkan cara berkomunikasi dan juga membuat pimpinan dapat mengetahui secara langsung penyebab apa yang menjadi sumber dari performa kerja yang masih dibawah standar yang terjadi tersebut.

Untuk menyiapkan perusahaan agar sanggup menghadapi berbagai tantangan yang makin meningkat di era VUCA, Training Coaching for Performance, diselenggarakan pada tanggal 13-14 Februari 2019 untuk PT Indonesia Power Unit Jasa Pembangkitan (UJP) Lontar, Banten.

Kegiatan ini diikuti oleh para calon pimpinan di Indonesia Power UJP Lontar, dipandu langsung oleh Coach Arief Rahman Saleh, Director ESQ Coaching Academy dan Trainer Ilham Nugraha, berlangsung di IP UJP Lontar, Banten.

seminar communication skill and personality development, tenaga ahli dpr ri, act consulting

Seminar Communication Skill and Personality Development Para Tenaga Ahli DPR RI

By News No Comments

Memiliki keterampilan yang baik dalam berkomunikasi, adalah salah satu tanda perkembangan pribadi yang baik. Mereka yang baik dalam berkomunikasi, akan dapat berhasil dalam berbagai area hidup dimana mereka berkiprah. Karena, komunikasi adalah cara untuk membuat ide-ide dan konsep menjadi berhasil dan berbuah.

Bagi para Tenaga Ahli DPR RI, keterampilan komunikasi dan pengembangan kepribadian ini menjadi sangat penting. Karena mereka adalah orang-orang yang diandalkan oleh tiap anggota legislatif, dalam mempersiapkan berbagai program yang dapat berpengaruh pada masa depan bangsa kita ke depannya.

Untuk itu, ACT Consulting dipercaya memberikan pembekalan melalui Seminar Communication Skill & Personality Development untuk para Tenaga Ahli Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI di ruang Pansus B Gedung Nusantara II, Gedung MPR DPR RI.

Seminar ini dibawakan oleh Jaya Bhakti Nurhana, Trainer ESQ yang pernah menjadi General Manager di salah satu hotel internasional di Jakarta. Dengan games dan simulasi dipimpin oleh Trainer Bayu Yudha Pribadi yang banyak memegang sejumlah training ESQ dalam berbagai tema.

workshop change agent on boarding, ptpn holding, act consulting

Workshop Change Agent on Boarding & Training for Trainers PT Perkebunan Nusantara (PTPN) Holding di awal 2019

By News No Comments

Para Change Agent adalah ujung tombak perusahaan dalam melaksanakan transformasi budaya organisasi. Tiap Change Agent akan menjadi penggerak perubahan budaya di masing-masing wilayah kerja.

Tujuan dari workshop Change Agent on Boarding adalah untuk melakukan pembekalan berbagai skill yang diperlukan untuk mereka dapat melakukan komunikasi organisasi yang diperlukan dalam upaya perubahan budaya organisasi dan penyelarasan value di seluruh PTPN group

Selain itu, para Change Agent ini memiliki peran sebagai katalisator perubahan. Maksudnya adalah, mereka berperan dalam mengakselerasi upaya agar perubahan terjadi secara lebih massif, menggerakkan perusahaan untuk bertransfomasi dalam berbagai segi yang dibutuhkan.

Untuk peran ini saja, diperlukan beraneka kemampuan yang tidak mudah dikuasai. Namun dengan metode yang diberikan oleh ACT Consulting, Transformasi akan menjadi lebih mudah dilakukan dengan dukungan penuh Change Leader dan Change Sponsor (BOD)

Change Agent On Boarding Workshop untuk PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) Holding yang merupakan lanjutan dari rangkaian program Pembangunan Budaya Organisasi PTPN Holding pada 2018 lalu.

Training ini di buka oleh Ibu Hj. Amalia Nasution selaku Kepala Divisi SDM PTPN Holding. Kegiatan ini di hadiri oleh 30 peserta, yang merupakan perwakilan dari masing-masing PTPN.

Program ini dibawakan oleh Corporate Culture Transformation Expert dari ACT Consulting, Coach Rinaldi Agusyana dan Asisten Trainer Rudi Masruddin selama dua hari, dari tanggal 11 – 12 Februari 2019.

Pada tanggal 13-14 Februari 2019, ACT Consulting memfasilitasi Training of Trainer for Change Agent untuk PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) Holding yang merupakan lanjutan dari rangkaian program Pembangunan Budaya Organisasi PTPN Holding pada 2018 lalu.

Kegiatan ini di hadiri oleh 30 peserta, yang merupakan perwakilan dari masing-masing PTPN dan juga peserta yang sama dalam kelas Change Agent On Boarding 2 hari sebelumnya. Program ini dibawakan oleh Coach Risman Nugraha dan Trainer Rudi Masruddin.

training of trainers, angkasa pura, act consulting

Training of Trainers batch 2 Tahun 2019 Angkasa Pura (Persero)

By News No Comments

Penyelenggaraan Training Internal oleh Tim Trainer milik perusahaan, dapat memberikan hasil yang lebih mendalam. Karena contoh kasus yang diberikan dan pemberian simulasi serta workshop yang dilakukan dapat mengerucut hingga dapat menstimulasi perubahan perilaku dan pembangkitan potensi yang diharapkan oleh perusahaan.

Namun seringkali, para Trainer ini masih memiliki pekerjaan lain selain juga akan menjadi Trainer. Sehingga, memerlukan pembekalan pengetahuan dan pembelajaran skill untuk meningkatkan kemampuan masing-masing calon Trainer internal perusahaan ini untuk dapat memiliki kemampuan yang mendekati level skill seorang Trainer profesional yang dapat mendesain dan memberikan Trainer secara mantap dan mumpuni.

Untuk itu, ACT Consulting mendapatkan kepercayaan untuk membimbing Pelatihan Training of Trainer PT. Angkasa Pura I (Persero) Batch 2 dari Tanggal 11-15 Februari 2019. Pelatihan ini di buka oleh Bapak Hary Budi Waluyo selaku Training Management Senior Manager.

Training ini diberikan langsung oleh Direktur Training dari ACT Consulting yaitu Iman Herdimansyah, dan Trainer berlisensi DR (HC) Ary Ginanjar Agustian, Trie Setiatmoko yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia.

unlock your potential, bank danamon, act consulting

Seminar Unlock Your Potential Bank Danamon

By News No Comments

Alur kehidupan banyak menghadirkan peristiwa yang tidak terduga dan tidak dapat ditebak. Untuk dapat menghadapinya, kita harus menyediakan tenaga dan sumber daya yang berbeda dengan sebelumnya.

Namun sebenarnya, tenaga dan sumber daya itu berasal dari dalam diri kita sendiri. Kita memiliki banyak potensi yang tersembunyi dan belum teraktualisasikan. Dengan menemukan beragam potensi ini, kita akan menemukan sumber daya baru, dan menemukan sumber tenaga yang tak terbatas.

Salah satu sumber tenaga yang banyak tidak disadari oleh kita adalah; sumber spiritualitas dan emosionalitas. Beragam potensi manusia banyak yang terkunci bila pintu ini tidak dibuka. Untuk membuka, ada sejumlah cara yang dapat dilakukan. Banyak yang hanya mengandalkan sumber intelektualitas semata, dan kehabisan banyak tenaga untuk mengoptimalkannya. Padahal masih banyak sumber energi lainnya yang dapat dikembangkan.

Pada tanggal 11 Februari 2019, ACT Consulting menyelenggarakan Seminar Unlock Your Potential untuk divisi Internal Control dan Fraud Management Bank Danamon Indonesia. Seminar ini di hadiri oleh 85 peserta dari divisi ICFM yang tersebar di seluruh Indonesia.

Melalui seminar ini peserta dapat menemukan potensi yang dimiliki dan menemukan kekuatan potensial untuk dapat mengatasi berbagai tantangan yang akan dihadapi nantinya.

talent based coaching, act consulting

Training Talent Based Coaching di awal tahun 2019

By News No Comments

Pada tanggal 8-10 Februari 2019 tengah berlangsung Training Talent Based Coaching yang dipandu oleh Coach Arief & Coach Haris. Training ini dihadiri oleh sejumlah peserta yang berasal dari perusahaan perbankan, perusahaan servis keamanan dan pelaku bisnis di sektor Pendidikan.

Apa yang dipelajari di Training Talent Based Coaching?

Selama training ini, Anda akan mengenal 34 bakat yang membentuk individu. Kemudian, Anda akan mengenal hingga berlatih bagaimana melakukan praktik coaching yang tepat dengan mengacu atau fokus pada bakat unik tiap individu.

Kenapa fokus pada bakat?

Selama ini metode coaching diterapkan terlalu general dan biasanya lebih banyak menyentuh sisi kekurangan. Lalu bagaimana memperbaiki kekurangan itu dan menjadikannya kelebihan.

Padahal, tahukah Anda jika seseorang yang dicoaching mampu mengenal dirinya lebih dalam, memahami bakatnya, dan memaksimalkan bakat itu secara tepat, maka hasilnya akan sangat luar biasa. .
Fokus pada bakat atau kelebihan jauh lebih powerful mencapai target dan impian, ketimbang sibuk memperbaiki kekurangan.

Berkat Training Talent Based Coaching ini karir seseorang berkembang dengan pesat dan mudah. Hal ini karena ia menemukan 3 E yaitu :
Enjoy – Ease – Excelent.

Contoh dari sejumlah tokoh yang berkembang karena mengetahui Talentnya ini adalah 3 orang Rudy yang berbeda, yaitu Rudy Hartono, Rudy Habibie, Rudy Hadisuwarno atau Rudy Chaeruddin.

Ada sebuah riset di Nebraska kepada sekelompok orang untuk testing “speed reading” atau membaca cepat. Hasilnya mereka terbagi menjadi dua kelompok.

Kelompok satu 90 kata per menit, kelompok dua 150 kata per menit.
Lalu kedua kelompok itu diberikan pelatihan lagi yang sama.
Hasilnya sangat mengejutkan.
Kelompok satu meningkat menjadi 150 kata pet menit. Sedangkan kelompok dua menjadi 2900 kata per menit !

Nyata sekali bukan, perbedaan antara mereka yang bekerja berdasarkan Talent dan yang tidak? Selain dalam bisnis dan untuk menangani karyawan, ilmu yang didapatkan dalam Talent Based Coaching ini juga berguna untuk diterapkan oleh para Coach, Guru, Dosen dan para orangtua agar mengetahui dan mampu mengembangkan karyawan, anak, keluarga, teman, sahabat dan klien, dengan mengetahui Talent mereka.

outbond team building, krakatau industrial estate cilegon, act consulting

Team Building Internalisasi Visi Misi dan Nilai PT Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC) Februari 2019

By News No Comments

Team Building Internalisasi Visi, Misi dan Values PT Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC) yang dihadiri langsung oleh Direktur Utama; Bapak Khamim Priyo Budianto . Dalam Outbond training ini peserta disapa langsung oleh DR HC Ary Ginanjar Agustian melalui live conference call dari Mekkah.

Outbond Training ini dibawakan oleh Coach Trie Setiatmoko (Tiko) dan Trainer Outbond Dadang Suherman beserta tim outbond dari ACT Consulting yang terdiri dari beberapa orang ahli.

KIEC merupakan anak perusahaan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk yang didirikan pada tanggal 16 Juni 1982, dengan misi menjadi pusat lokasi industri hulu dan hilir industri baja, kimia, dan petrokimia.

transformational leadership program, act consulting, ary ginanjar agustian

Urgensi Transformational Leadership di Semua Organisasi

By Article No Comments

Bagaimana pendapat para ahli dan akademisi mengenai model kepemimpinan apa yang paling menguntungkan bagi korporasi dan organisasi? Dari sejumlah jurnal ditemukan kesimpulan dari sejumlah ahli dari riset yang mereka lakukan bahwa Transformational Leadership menghasilkan efek yang lebih hebat dibanding kepemimpinan transaksional (Avolio & Bass, 2004; Dvir et al, 2002; Erkutlu, 2008; Northouse, 2007; Waldman et al, 2001). Hal ini disampaikan oleh  Sadeghi dan Pihie (2012) dari University Putra Malaysia dalam International Journal of Business and Social Science.

Sadeghi dan Pihie (2012) menyampaikan bahwa walaupun kepemimpinan transaksional menghasilkan hasil yang diharapkan, namun Transformational Leadership menghasilkan performa yang jauh diatas melebihi harapan dan membawa organisasi pada banyak kemenangan di berbagai sektor (Avolio & Bass, 2004; Erkutlu, 2008; Limsila & Ogunlana, 2008). Mereka juga menyampaikan bahwa pemimpin yang menampilkan perilaku kepemimpinan transformasional dapat memimpin organisasi mereka untuk lebih efektif dan lebih produktif.

Transformational Leadership juga mampu memimpin karyawan untuk memberikan upaya ekstra, dan meningkatkan kepuasan kerja. Karyawan akan terdorong untuk memperbaiki performa kerja mereka hingga melebihi ekspektasi, dan mampu memanen hasil dari kreativitas dan inovasi yang mereka lakukan dalam organisasi, sebagai hasil dari transformational leadership (Zaidatol Akmaliah et al, 2011).

Lebih dari itu, Transformational Leadership  model juga berpengaruh terhadap efektivitas dan performa para pemimpin (Hur et al, 2011; Burke et al, 2006; Judge & Piccolo, 2004). Hasil yang diperoleh dari berbagai langkah dalam model Transformational Leadership ini memberikan hasil yang lebih hebat dibanding dengan melakukan langkah kepemimpinan transaksional.

Erkutlu (2008) juga menemukan bahwa dimensi Transformational Leadership berkorelasi secara positif dengan efektivitas kepemimpinan sementara model kepemimpinan laissez-faire menunjukkan korelasi negatif.

Selain itu, Givens (2008) dari Jurnal Emerging Leadership Journeys, Vol. 1 Iss. 1, 2008, pp. 4-24, dikutip bahwa sejumlah riset menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional berdampak pada kepuasan karyawan (Hatter & Bass; Koh, Steers, & Terborg, 1995) dan komitmen pada organisasi (Barling et al., 1996; Koh et al.). Riset juga menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional berpengaruh pada komitmen karyawan dalam beraneka program transformasi yang berjalan di perusahaan (Yu, Leithwood, & Jantzi, 2002) dan kondisi organisasi (Lam, Wei, Pan, & Chan, 2002). Karena banyaknya pengaruh yang dihasilkan dari model kepemimpinan transformasional inilah, Tucker & Russel (2004) dalam Givens (2008) menyatakan bahwa model kepemimpinan ini dibutuhkan di semua organisasi.