Persaingan di era vuca menjadi semakin sengit, namun banyak perusahaan di Indonesia terus berbenah diri dan tidak mau menyerah. Hal ini dapat terlihat dari antusiasme peserta yang hadir di Menara 165, lantai 4, di ruangan Mini Auditorium, hari ini.
Di tanggal 6 Februari 2019 ini telah terlaksana Seminar Human Capital Breakthrough yang dihadiri oleh peserta dari berbagai instansi dan perusahaan di berbagai daerah di Indonesia.
Walaupun tantangan di dunia bisnis menjadi makin sulit, kerja keras dari banyak pihak dengan strategi yang tepat, akan mendatangkan solusi dan dapat membuat masa depan organisasi menjadi lebih cerah.
Diantaranya para peserta yang tertarik untuk belajar tentang strategi transformasi bisnis terbaru ini, terdapat peserta dari perusahaan di bawah ini;
Universitas Muhammadiyah,
PGN Mas (anak perusahaan PGN yang beroperasi di bidang properti)
PT Akasha Indonesia (Akasha Wira Internasional)
PT Adika Catur Daya
PT Mega Akses Persada (Fiberstar)
Bina Batik Nusantara
KAHA Group
PT Artajasa Pembayaran Elektronis
Bank BJB Syariah
Kami berharap agar para peserta yang datang dari berbagai perusahaan dapat terus termotivasi untuk bangkit menjadi perusahaan besar yang diperlukan masyarakat. Yang keberadaannya dapat mendatangkan berbagai keuntungan bagi lingkungan dimana perusahaan tersebut berada, dan dapat memajukan umat manusia secara keseluruhan.
Kami harap pengetahuan mengenai strategi bisnis yang diberikan dalam seminar hari ini mampu meningkatkan kemampuan kompetitif dari perusahaan yang hadir, untuk terus mengembangkan solusi yang dibutuhkan publik. Salam Transformasi Bisnis dari ACT Consulting.
Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara melakukan Transformasi Bisnis untuk mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).
Banyak orang merasa bahagia dengan yang sedikit. Sementara
banyak yang memiliki banyak uang, namun tidak bahagia. Ternyata jawabannya ada
pada Grand Why. Mengapa bisa begini? Ternyata ini dijelaskan dalam ilmu
psikologi lho. Ternyata ditemukan oleh Kasser & Ryan (1993) bahwa orang
yang menempatkan prinsip kuat mengenai uang dan makna kekayaan biasanya juga
memiliki hubungan yang baik dengan pasangan, memiliki pertumbuhan karakter yang
baik, dan murah hati di masyarakat dimana ia hidup. Ketiga hal yang
mendatangkan kebahagiaan tersebut, berkaitan dengan terpenuhinya kebutuhan
psikologis dasar, yang membuat orang lebih mudah meraih kebahagiaan.
Sementara, hal yang sebaliknya akan terjadi bila seseorang
menempatkan prioritas hidup pada materi untuk mencapai aktualisasi diri atau
menemukan Grand Why. Tujuannya adalah untuk mencapai popularitas dan imej diri,
saat ia tidak dapat memenuhi ketiga kebutuhan psikologis dasar diatas. Padahal,
materi hanya dapat memenuhi sedikit dari kebutuhan psikologis seseorang, dan
bahkan akan membuat seseorang terdistraksi dari fokus hidup utamanya yang
seharusnya dapat memenuhi kebutuhan untuk bahagia tersebut.
Sejumlah penelitian mendukung model ini secara keseluruhan,
dengan menunjukkan korelasi bahwa semakin seseorang fokus pada tujuan finansial
dan materialistic, maka akan semakin rendah tingkat kebahagiaan mereka. Banyak
penelitian yang membenarkan hipotesa ini bahkan ditemukan dalam sejumlah hasil
penelitian di negara yang sangat maju seperti di Amerika dan di Jerman (Kasser
& Ryan 1996, Schmuck et al 2000). Namun hanya sedikit hasil penelitian yang
berkorelasi dengan hal ini, di negara yang masih berkembang seperti Rusia dan
India (e.g. Ryan et al 1999)..
Lebih jauh lagi, baik penelitian lintas ilmu (Ryan et al
1999) dan penelitian longitudinal (Sheldon & Kasser 1998), keduanya
menghasilkan kesimpulan bahwa; Tujuan intrinsic meningkatkan kebahagiaan.
Sementara tujuan ekstrinsik seperti uang, tidak meningkatkan kebahagiaan, atau
bahkan cenderung mendatangkan hal yang tidak membahagiakan.
Sejumlah ahli menyampaikan berbagai fakta bahwa uang tidak
relative dengan bahagia. Carver & Baird (1998) menemukan mereka yang
menghubungkan antara uang dan kebahagiaan, telah mengalami kehilangan
kemandirian yang berkaitan dengan tujuan hidupnya.
Bahkan, Ryff et al (1999) meneliti dampak dari kemiskinan
terhadap kebahagiaan yang berasal dari aktualisasi diri. Ia menemukan bahwa
status sosial ekonomi tinggi ternyata hanya mendatangkan kebahagiaan saat seseorang
telah memiliki penerimaan diri (self acceptance) yang baik. Serta bagaimana
orang tersebut dalam mengetahui tujuan hidupnya, dapat menguasai berbagai
elemen hidupnya dan mampu mengembangkan diri dan karakternya. Sementara,
kekurang-kebahagiaan yang dirasakan oleh orang yang tidak kaya hanya terjadi saat
ia melakukan proses pembandingan sosial (social comparison), dimana orang yang
lebih miskin membandingkan dirinya secara tidak positif dengan orang lain, dan
merasa bahwa ia tidak memiliki keahlian dan sumberdaya yang dibutuhkan untuk
mencapai kekayaan.
See? Terlihat bahwa banyak pandangan yang salah tentang
kekayaan. Kita tidak seharusnya memandang kekayaan sebagai suatu hal yang
buruk. Bahkan kita harus memaksimalkan segenap potensi untuk dapat meraih
aktualisasi dan menyibak tujuan besar mengapa kita diciptakan dan mengapa kita
harus terus meraih cita-cita yang lebih tinggi. Dari penjelasan tentang
kekayaan dan kebahagiaan diatas, kami harap, Anda dapat menemukan makna yang
lebih mendalam tentang besarnya berkah yang anda miliki.
Pelanggaran integritas seharusnya tidak terjadi di tempat
kerja. Bisnis dan industri di Malaysia berhasil menjadi besar dan karyawan
mereka bergaji tinggi karena memegang prinsip integritas dengan kuat. Hal ini disampaikan
dalam 7th International Conference on Financial Criminology 2015, yang
diselenggarakan di Oxford, Inggris. Makalah yang disampaikan merupakan hasil
penelitian yang berjudul; Integrity Systems in Malaysian Public Sector: An
Empirical Finding, yang disampaikan oleh Mohamad Hafiz Roslia, Mohamad Azizal
bin Abd Azizb, Farahwahida Mohdc, dan Jamaliah Said.
Pelanggaran integritas adalah bentuk kerusakan etika kerja
di tempat kerja. Bagaimana hasil penelitian internasional seputar masalah ini
dan apa solusinya? Menurut Chris Hitch, Ph.D. (2015), salah satu Director
program dari Kenan Flagher Business School dalam publikasi yang berjudul Return
on Integrity (ROI): How Acting with Integrity Improves Business Results,
pelanggaran etika bekerja terjadi dalam skala kecil dan besar di tempat kerja.
Bahkan, ia mengutip laporan tahun 2014 yang diluncurkan oleh Ethics Resource Center
yang menemukan bahwa 41% populasi dari 6400 pekerja yang disurvei menyampaikan
bahwa mereka telah menemukan adanya pelanggaran etika tersebut di tempat mereka
bekerja.
Survei yang mereka lakukan juga menemukan bahwa kebanyakan
pelanggaran tersebut dilakukan secara berulang, dan bukan hanya terjadi sekali
saja. Hitch menyampaikan bahwa umumnya kita membaca tentang perilaku tidak etis
dan lalu mengambil asumsi yang tidak akurat dengan menyatakan bahwa perilaku
tidak etis dilakukan oleh orang yang tidak etis – oleh orang-orang dengan moral
dan karakter yang rusak. Namun, Hitch menyatakan bahwa asumsi itu tidak tepat. Bahwa
kenyataan yang terjadi, tidaklah demikian. Hitch mengutip Dr. Alison Fragale,
the Mary Farley Ames Lee Distinguished Scholar dan seorang associate professor
of organizational behavior di UNC Kenan-Flagler Business School.
Ia menyatakan bahwa, studi terbaru menemukan bahwa pelanggaran
etika kecil cenderung mengarah ke pelanggaran yang lebih besar. Teori ini dapat
menjelaskan mengapa pelanggaran biasanya dilakukan kembali. Hal ini bahkan
terbukti dalam eksperimen psikologi. Penelitian perilaku yang dilakukan oleh Francesca
Gino, Lisa Ordonez, and David Welsh (2014) menemukan bahwa saat seseorang
diberi kesempatan untuk melakukan kecurangan secara berulang, mereka akan lebih
cenderung untuk melakukan kecurangan kembali dalam tes berikutnya, dan bahkan
mengulang kecurangan mereka hingga ketiga kalinya pada putaran tes berikutnya.
Eksperimen yang dilakukan oleh Gino, Ordonez dan Welsh
(2014) ini meminta subyek tes untuk melakukan sejumlah seri dalam tugas
pemecahan masalah. Banyak dari sejumlah subyek tes ini diberikan kesempatan
untuk melakukan kecurangan pada putaran pertama, putaran kedua, dan putaran berikutnya.
Sementara, subyek tes dalam kelompok control tidak diberi peluang untuk berbuat
curang.
Peneliti menemukan bahwa separuh subyek tes diperkenankan
untuk melakukan kecurangan untuk mendapatkan uang sebanyak seperempat dollar
untuk setiap soal yang berhasil mereka selesaikan di putaran pertama. Di putaran
ketiga, terdapat 60% orang dalam kelompok eksperimen yang melakukan kecurangan
untuk bisa mendapatkan uang sebanyak 2,5 dollar amerika per soal, di putaran
ketiga. Sementara, subyek tes yang berada di kelompok control, lebih cenderung
untuk tidak melakukan kecurangan. Bahkan di putaran ketiga, hanya 30% subyek
tes yang melakukannya.
Dari eksperimen ini kita dapat melihat bahwa godaan
finansial merupakan motif perubah yang sangat signifikan. Bahwa saat seseorang
melihat ada kesempatan untuk berbuat curang demi mendapatkan uang, atau saat
sistem finansial yang ada di sebuah tempat pekerjaan masih belum cukup baik,
60% dari subyek akan melakukannya.
Padahal, godaan finansial sebenarnya dapat dihindari. Saat seseorang
telah memiliki motivasi yang kuat untuk mempertahankan kejujuran dalam bekerja,
ia tidak akan melakukannya. Namun motivasi harus diperkuat dengan skill atau
keahlian. Dalam hal ini, diperlukan keahlian dalam bidang mengelola keuangan. Skill
untuk mengelola keuangan ini, akan membuat orang terhindar dari melakukan
pelanggaran etika. Karena ia telah memiliki kemapanan di hatinya, dan telah
meraih ketenangan dalam hidupnya.
Hari ini dan esok, tengah berlangsung Training Spiritual Revival untuk ratusan karyawan millenials di lingkungan Bank Indonesia. Program ini adalah program pembentukan karakter atau Personal Transformation Program pada diri karyawan baru di lingkungan Bank Indonesia.
Training ini berlangsung pada 6-7 Februari 2019 untuk 160 orang pegawai baru di lingkungan Bank Indonesia, dipandu langsung oleh Direktur Training Department dari ESQ Group, Coach Iman Herdimansyah dan Asisten Trainer Saifullah, berlangsung di Gedung Kebun Sirih, Bank Indonesia Jakarta.
Tujuan training ini adalah untuk membentuk karakter calon pimpinan masa depan Bank Indonesia yang Religius. Training Spiritual Revival ini adalah program pembekalan pembentukan karakter sebagai rangkaian dari Program BI Religi yang dicanangkan oleh Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo sejak pertama kali menjabat.
Bank Indonesia sebagai ujung tombak kekuatan finansial bangsa Indonesia, mempercayakan pembangunan karakter karyawan dan transformasi budaya kerja pada ACT Consulting (ESQ Group) dalam program mewujudkan BI Religi. Bagaimana dengan lembaga atau korporasi Anda? Hubungi kami di email info@actconsulting.co atau telepon di 0818-213-165 (Donna).
Pada hari Sabtu, 2 Februari 2019, telah berlangsung Outbond Capacity Building yang diikuti oleh Seluruh ASN dan Non ASN Direktorat Jenderal Pemerintahan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.
Kegiatan ini Merupakan salah satu kegiatan rutin yang di lakukan untuk meningkatkan kinerja seluruh karyawan di lingkungan Ditjen PPMD, kegiatan ini di buka oleh Sekretaris Direktorat Jenderal PPMD Drs. H. Muklis, M.Si.
Outbond dengan 400 orang peserta yang berasal dari berbagai jabatan di level pimpinan, staf hingga OB ini dipandu oleh Coach Dudi, Outbond Expert Dadang Suhendar dan Asisten Trainer Ilham.
Kegiatan yang berlangsung di seputar Area Hotel Le Eminence Puncak ini berlangsung dengan antusiasme seluruh peserta. Sejak pagi hari Outbond ini diawali dengan Amazing Race mencari Harta Karun diarea Outdoor Hotel, yaitu di area seperti Sungai, Sawah, Kebun, Peternakan.
Harta Karun yang didapat adalah perlengkapan yang akan dipergunakan untuk aktifitas pada Games berikutnya. Kerjasama dan kekompakan Tim sangat diuji dalam aktifitas ini. Dalam outbond ini selain membangun kapasitas intelektual, emosional dan spiritual, team building juga dibangun. Karena dalam aktivitas games dan simulasi yang dilakukan, semua jabatan menyatu, dari level pimpinan, staf, hingga OB.
Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara membentuk karakter para pegawai dan pimpinan hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).
Coaching Certification Camp pertama di tahun 2019 telah dilaksanakan di Hotel Aston Sentul, Bogor selama marathon selama 5 hari. Jumlah peserta yang mengikuti acara ini sebanyak 45 orang peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan dari Malaysia.
Para peserta mendapatkan ilmu 3.0 Coaching yang bermanfaat untuk membangkitkan potensi dan menemukan solusi untuk meruntuhkan berbagai belenggu mental ini langsung dari DR (HC) Ary Ginanjar Agustian, selama lima hari penuh, hingga malam hari. Coaching Certification Camp ini berlangsung dari tanggal 21 – 25 Januari 2019.
Sejumlah perusahaan mengirimkan banyak pesertanya ke event ini. Perusahaan seperti Mitsubishi Chemical mendatangkan satu kelompok sebanyak 3 peserta. Sementara dari PT Kimia Farma Tbk mendatangkan beberapa kelompok yang totalnya mencapai 10 peserta.
Peserta lainnya berasal dari berbagai kalangan yang ingin menguasai skill baru yang juga bisa menjadi ladang bisnis baru ini. Selain berasal dari Jabodetabek, sejumlah peserta berasal dari Sumatera, Kalimantan, dan beragam daerah lainnya di Indonesia dan Malaysia.
3.0 Coaching adalah salah satu cara paling efektif untuk mengembangkan bisnis dan mengembangkan karyawan. Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara membentuk karakter para pegawai dan pimpinan hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).
Pada tanggal 31 Januari 2019, terselenggara Workshop CSI dalam momen Annual Meeting PT Cheetam Garam Indonesia. Aktivitas ini melanjutkan program sebelumnya dalam rangkaian Program Corporate Strategy Intelligence. Sebelumnya telah terselenggara Workshop CSI organ 1 yg sudah dilaksanakan pada akhir tahun 2018 kemarin.
PT Cheetam Garam Indonesia (CGI) adalah bagian dari Cheetam Salt Australia, yang merupakan perusahaan garam terbesar di dunia. Di Indonesia, PT CGI memiliki kantor di Cilegon – Banten, Jakarta dan Flores – Nusa Tenggara Timur.
Kegiatan ini dipandu oleh Coach Rinaldi Agusyana dan Trainer Bayu Yudha Pribadi, dengan dibuka langsung oleh Presiden Direktur PT Cheetam Garam Indonesia, Bapak Arthur Tanudjaya. Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan PT Cheetam Garam Indonesia, dengan bertempat di Shangri-La Hotel, Jakarta.
Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara membentuk karakter para pegawai dan pimpinan hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).
Berniat untuk menjadi perusahaan konstruksi terbaik di Indonesia, PT Adhi Karya terus berbenah diri. Kali ini, jajaran pimpinan yang turun berguru untuk mendapatkan ilmu mutakhir yang menjadi andalan manajemen masa kini; 3.0 Coaching dari ACT Consulting.
Di dalam Training Leader as Coach, ACT Consulting memberikan skill coaching secara khusus untuk level leader. Selain membentuk skill coaching pada diri peserta, training ini juga membentuk karakter wise, sabar, reflektif, dan nurturing pada diri leader untuk mampu menumbuhkan potensi tiap karyawannya. Karakter ini terbentuk dengan sendirinya dari langkah-langkah coaching yang terdapat dalam metode 3.0 Coaching.
Intisari dari metode 3.0 Coaching adalah pemahaman mengenai hakikat potensi kemanusiaan yang terdiri dalam beberapa elemen. Kesemua elemen inilah yang menjadi sasaran untuk dikembangkan secara mendalam, dengan berangkat dari menemukan inner drive dan pengenalan mengenai strength yang dimiliki tiap karyawan yang berada dalam bimbingan tiap leader.
Training Leaders as Coach di PT Adhi Karya, dibuka oleh Bapak Budi Harto, Direrktur Utama PT Adhi Karya. Peserta training ini adalah para Top Leaders di Adhi Karya. Training di pandu oleh Bapak Ary Ginanjar, Coach Arief, dan Coach Risman. Training ini telah dilaksanakan di Kantor Pusat Adhi Karya, Jakarta pada tanggal 29 Januari 2019.
Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara membentuk karakter para pegawai dan pimpinan hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).
Pada tanggal 31 Januari 2019 telah terselenggara Leaders Forum for Culture Transformation dari ACT Consulting. Forum para pimpinan untuk Transformasi Budaya ini langsung dibawakan oleh Bapak Ary Ginanjar.
Forum Pemimpin Bank Nagari ini diikuti dengan peran serta aktif dari para Direksi dan Pimpinan Divisi di Bank Nagari yang dilaksanakan di Hotel Mercure Padang.
Acara yang bertujuan untuk membangun Transformasi Budaya Organisasi ini dihadiri oleh lebih dari 20 orang peserta yang terdiri dari para Komisaris, member dari Board of Director dan para Kepala Divisi.
Leaders Forum ini merupakan kelanjutan dari rangkaian acara Leaders Commitment Forum yang telah dilaksanakan sebelumnya oleh Bank Nagari, pada tahun 2018.
Tujuan dari Forum ini adalah untuk membangun para pimpinan agar mampu menjadi Change Leader dalam bidangnya masing-masing, sesuai landasan budaya yang ingin dibangun oleh Bank Nagari.
Forum ini menjadi penting karena menjadi wadah untuk membangun Korporasi yang kuat, solid, dan juga membangun persatuan dan kebersamaan para pimpinan dalam upaya untuk mewujudkan target, tujuan, visi dan misi dari korporasi.
Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara membentuk karakter para pegawai dan pimpinan hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).
Prof Rhenald Kasali menyatakan dirinya adalah bagian dari
sahabat Pendiri ESQ, Ary Ginanjar. Beliau menyampaikan kekagumannya pada usaha
keras Pak Ary Ginanjar dalam memperbaiki Spiritualitas, Moralitas dan
Leadership dalam upaya untuk membentuk Karakter Bangsa.
Pak Rhenald Kasali menyatakan bahwa orang-orang yang pernah belajar memperbaiki karakter
bersama ESQ adalah orang-orang yang beruntung.
Prof Rhenald Kasali juga mengajak Sahabat ESQ untuk terus
melakukan upaya perbaikan di berbagai segi kehidupan. Karena masalah karakter
terjadi di banyak sektor.
Prof Rhenald Kasali juga menyatakan bahwa dengan memperbaiki
karakter bersama-sama, kita telah berperan dalam Membangun Bangsa.
Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara membentuk karakter para pegawai dan pimpinan hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).