Skip to main content
Category

News

Penyebaran Ilmu 165 di Lingkup BSI dan PELINDO dari ACT Consulting

By News No Comments

“This is my mission, that is my calling, that is my Grand Why.” – Ary Ginanjar Agustian

JAKARTA – PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) dan Bank Syariah Indonesia (BSI) saling berkolaborasi bersama ACT Consulting. Oleh karenanya, telah digelar acara dengan tema PELINDO Renewable One Spirit pada Kamis 16 Desember 2021 melalui Zoom Meeting dan Youtube Bank Syariah Indonesia.

Deden Durachman (Regional CEO PT BSI), Banu Astrini (Group Head Layanan SDM PT Pelindo), Ary Ginanjar Agustian (President of ACT Consulting), dan Lucky Afriansyah (Business Plan and Evaluation DH FHG PT BSI) berkesempatan hadir meski tak saling bertatap muka.

“Walaupun BSI dan Pelindo adalah sebuah perusahaan yang berbeda, yang satu dari bidang pelabuhan dan yang satunya dari bidang finansial dan spiritual berkah. Namun ada 1 kesamaan dari kalian wahai insan Pelindo dan BSI, ada yang tahu?” tanya Ary kepada ratusan peserta di Zoom dan ratusan viewers dari Youtube.

Terlihat dari kolom chat atau peserta yang open mic, serentak mereka mengatakan bahwa Core Values AKHLAK-lah yang membuat mereka semakin bersinergi dan memiliki spirit yang membara.

“Oke benar sekali, maka dari itu saya akan bagikan ilmu matrix yang dikenal sebagai Grand Why atau ilmu 165, agar Pelindo dan BSI menjadi role model dengan mengimplementasi Core Values AKHLAK,” sambungnya.

Menurut Ary, ‘Grand Why’ yang dimaksudkan adalah visi tertinggi ketika kita sudah menemukan meaning dan puspose dalam hidup. Dan ketika para peserta menemukan Grand Why mereka, maka akan muncul pengorbanan dan kesiapan menghadapi segala tantangan, mereka akan terus maju dan bahagia di situasi sesulit apapun.

“Mengapa Anda selalu gelisah dalam hidup? Jika kalian memiliki meaning and purpose dalam hidup atau Anda sudah mencapai level 7 di ESQ Matrix, maka level 1 sampe 6 akan Anda raih semuanya. BSI dan Pelindo di sini akan the best,” papar Ary kepada peserta sambil menunjukkan ke angka 7 atau grand why.

“AKHLAK dan Grand Why itu seperti suami istri. AKHLAK itu adalah istri dan Grand Why adalah suami. AKHLAK (Core Values Perusahaan) itu jangkar sedangkan Grand Why (Core Purpose) adalah kompas. Jangkar itulah yang membuat kita kuat ketika terbawa oleh gelombang. Sedangkan kompas itulah tujuan kita,” tambahnya.

Jabat Tangan Mendagri dan Ary Ginanjar dalam Leaders Aligment Session untuk Komitmen Ber-AKHLAK

By News No Comments

JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menyambut kedatangan Ary Ginanjar Agustian (Founder ACT Consulting) di Sasana Bhakti Praja Gedung C Lantai 3, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada Rabu 29 Desember 2021. Keduanya terlihat berjabat tangan serta bertegur sapa mengenai kegiatan yang sedang berlangsung dengan tema ‘Leader Alignment Session.’
“Terimakasih Pak Ary atas kehadirannya,” kata Tito.

Acara ini berlangsung sebagai upaya dalam menginternalisasikan nilai-nilai Ber-AKHLAK (Berorientasi pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif) pada ASN. Ber-AKHLAK merupakan core values (nilai dasar) yang didorong oleh Presiden Joko Widodo pada ASN.

Harapan Mendagri dan seluruh insan Kemendagri di momen kali ini yakni selain munculnya sense of urgency dari para change sponsor dan change leader di lingkungan Kementerian Dalam Negeri mengenai pentingnya implementasi visi, misi, nilai organisasi, juga memunculkan kesadaran dan memahami bagaimana implementasinya. Dengan demikian transformasi budaya kerja Ber-AKHLAK bisa segera terwujud untuk berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri Suhajar Diantoro turut hadir memberikan sambutannya.

“Nilai-nilai kerja kita yang terbaru yaitu Ber-AKHLAK sudah disepakati bersama dan telah dicanangkan langsung oleh Presiden Jokowi. Untuk itu, kami meminta Pak Ary untuk memberikan bimbingan kepada kita semua demi terwujudnya ASN Ber-AKHLAK, dari segi penerapannya di lingkup Kemendagri ini,” tuturnya saat di atas panggung.

Suhajar menjelaskan lebih detail maksud terselenggaranya perhelatan ini karena adanya arahan Presiden RI tentang perlunya keseragaman nilai-nilai dasar/core values ASN yakni Ber-AKHLAK, maka Kemendagri akan melakukan transformasi budaya kerja di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. Dalam mendukung upaya tersebut, Kemendagri telah melakukan kegiatan sosialisasi dengan menghadirkan narasumber yaitu Deputi Sumber Daya Manusia Kementerian PAN & RB.

Ia juga melanjutkan ucapannya, “Tak hanya sampai kegiatan sosialisasi saja, namun kami juga berharap Pak Ary menjadi pelopor untuk Kemendagri.”

Pada kesempatan tersebut Ary Ginanjar menekankan pentingnya Core Values dan Core Purpose Ber-AKHLAK di era disrupsi atau VUCA seperti saat ini.

“Di era VUCA yang serba tidak pasti ini, kita tidak tahu bagaimana ASN di masa depan, para eselon 10 tahun ke depan. Karenanya, agar generasi penerus Kemendagri bisa bertahan diperlukan kompas, jangkar dan kipas,” ungkap Tokoh Pembangunan Karakter itu.

Ary menjelaskan lebih lanjut, “Kompas di Kemendagri yaitu memegang teguh core purpose atau bangga melayani bangsa. Jangkarnya adalah core values Ber-AKHLAK. Sedangkan kipas artinya move on dari segala keadaan. Itulah alasan Jepang bisa bertahan 1000 tahun, karena mempunyai pondasi yang kuat.”

Acara ini mendapat respon positif dari para peserta. Bachril Bakri, Kepala Biro Perencanaan Kemendagri. Ia mengatakan bahwa acara ini bagus sekali dan dibutuhkan oleh seluruh insan Kemendagri. Bachril  berharap Kemendagri bisa menjadi contoh atau role model dalam mengimplementasikan Core Values ASN Ber-AKHLAK ini ke seluruh Kementerian.

“Kita juga sudah merancang bagaimana implementasi atau internalisasi di Kemendagri ini dalam jangka setahun ke depan. Kami sudah memiliki roadmap-nya. Yang nantinya akan dikombinasikan dengan ilmu ten steps yang dijelaskan oleh Pak Ary tadi,” paparnya. 

Menanggapi hal itu, Ary mendukung Kemendagri dan memberikan berbagai macam strategi agar harapan Mendagri, para pimpinan dan insan Kemendagri bisa terwujud. 

“Mudah-mudahan konsep Ber-AKHLAK ini dapat diimplementasikan dengan baik di lingkup Kemendagri, saya dukung. Kami juga ucapkan selamat ke Pak Presiden sudah mencanangkan Core Values Ber-AKHLAK, sehingga mudah bagi semua Kementerian atau Lembaga untuk mengetahui apa nilai-nilai yang baik untuk menjadi seorang ASN,” ucap Ary saat diwawancarai para awak media.

Selain Mendagri dan Plt. Sekretaris Jenderal hadir pula 36 orang lainnya ayang terdiri dari eselon 1 dan beberapa eselon 2 seperti Inspektur Jenderal, Direktur Jenderal, Kepala Badan, Rektor IPDN, Staf Ahli Menteri, Sekretaris Inspektorat Jenderal, Sekretaris Direktorat Jenderal, Sekretaris Badan, Kepala Biro/Pusat di lingkungan Sekretariat Jenderal, Sekretaris Dewan Pengurus Korpri, Sekretaris Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), dan Kepala Biro Administrasi Kerja Sama dan Hukum Kampus IPDN.

Ratusan Leaders PT AHM Ikuti Transformational Leadership Program, Ary Ginanjar: Kalian Dapat Tips Ini Supaya Bisa Nyaingin Saya

By News No Comments

JAKARTA – Ratusan leaders PT Astra Honda Motor (AHM) telah mengikuti Transformational Leadership Program dari ACT Consulting melalui Zoom Meeting pada Kamis, 16 Desember 2021. Hadir juga di dalamnya Anto Yuniarso selaku HC3 Division Head (GM), Vita Maya Kusumawati (HC3 Departemen Head), dan M. Diaz Bonny  selaku Project Leader di PT AHM.

“Diharapkan bapak dan ibu semuanya bisa mengikuti program ini dengan maksimal. Agar bisa diimplementasikan dalam dunia kerja dan lingkungan sekitar. Sehingga memberikan manfaat kepada khalayak,” harap wanita yang akrab di sapa Vita itu.

Tujuan kegiatan ini adalah membantu para leader melakukan perubahan dan perbaikan secara bertahap dalam hal kepemimpinan. Mengingat keberhasilan sebuah perusahaan/organisasi tentu tidak terlepas dari gaya kepemimpinan seorang leader.

Dengan demikian, Ary Ginanjar Agustian, Founder ACT Consulting bersama seorang trainer Iman G Herdimansyah mengupas tuntas terkait berbagai hal seperti tentang konsep kepemimpinan, skill berkomunikasi, hingga bagaimana menyelesaikan konflik tim dengan tepat.

“Saya akan bagikan ilmu atau tips bagaimana caranya memanage para insan AHM atau dealer supaya bertahan di zaman yang penuh tantangan ini dan memiliki visi ke depan. Ilmu ini bukan kaleng–kaleng, karena saya sudah mempraktekkanya lebih dari seperempat abad,” papar Ary dari Studio lantai 23 Menara 165.

Menurut Ary yang juga sebagai mantan dealer salah satu perusahaan, ilmu yang ia pelajari seperempat abad tersebut telah terbukti sukses secara nyata.

“Apalagi di situasi sekarang, seorang leader perlu memiliki keterampilan yang mumpuni dalam mengelola anggota tim. Agar dapat bekerja secara efektif, optimal dan mampu membantu perusahaan untuk tetap berjalan,” lanjutnya.

Tokoh motivator Indonesia itu kemudian memperkenalkan salah satu tangan kanannya dalam memberikan pelatihan, Iman Herdimansyah.

“Iman akan memberikan lima tips sukses menjadi leaders yaitu culture as foundation, managing energy, finding the grand why, leader–shift, dan response. Diharapkan dengan kalian dapat tips ini supaya bisa nyaingin saya, hehe,” kata Ary sambil tersenyum.

Transformational Leadership Di Jasa Raharja, Dirut: Insya Allah 2 Digit, Pasti Bisa!

By News No Comments

“Anda bisa mencintai orang lain tanpa memimpin mereka, tetapi Anda tidak bisa memimpin orang lain tanpa mencintai mereka.” Ary Ginanjar Agustian.

JAKARTA – Direktur Utama Jasa Raharja, Rivan Achmad Purwantono paparkan target atau goals di tahun 2022 dihadapan para leaders Jasa Raharja dalam Transformational Leadership Program. Acara yang digelar oleh ACT Consulting tersebut mengusung tema “Leadership in VUCA Era dan Utilizing Leadership DNA.”

“Goals di tahun berikutnya yaitu ingin mencapai 2 Digit. Insya Allah 2 Digit, pasti bisa! Itulah target kami selain meningkatkan upaya pelayanan masyarakat,” kata Rivan saat acara berlangsung pada Rabu, 22 Desember 2021 melalui Zoom  Meeting.

Untuk itu, ia menghimbau kepada puluhan pimpinan Jasa Raharja agar mengikuti training yang dipandu langsung oleh Ary Ginanjar Agustian (Founder ACT Consulting/ESQ Group) tersebut semaksimal mungkin. 

Ary yang hadir langsung dari Studio lantai 23 Menara 165 itu mengatakan bahwa Jasa Raharja bisa menembus langit dan eksis terus berkembang hingga tahun 2045 bahkan lebih. Karena Menteri BUMN, Erick Thohir telah mencanangkan Core Values AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif) yang artinya AKHLAK tersebut sebagai pondasi dari seluruh BUMN.

“Ibarat gedung, jika pondasinya kokoh maka gedung itu akan berdiri tegak. Jika Jasa Raharja mempunyai pondasi yang bernama AKHLAK, maka Jasa Raharja bisa menembus langit dan mencapai 2 Digit bahkan lebih. Saya yakin 1000 persen,” papar Ary dengan mengacungkan kedua jempolnya.

Ary yang juga merupakan sahabat Dirut Jasa Raharja (teman momotoran) melanjutkan paparannya, “Untuk mencapai itu semua, dibutuhkan seorang pemimpin yang bisa jadi role model agar sejalan dan selaras dengan visi, misi serta tujuan perusahaan.”

Teori kepemimpinan transformasional pertama kali diusulkan oleh Burns, dan kemudian dikemukakan oleh Bass, yang membuat kontribusi luar biasa untuk pengembangan teori. Pemimpin transformasional mentransformasikan pengikut berpikir sedemikian rupa sehingga mereka mengadopsi visi organisasi seolah-olah visi itu adalah milik mereka sendiri. Transformasi ini memotivasi karyawan untuk mengatasi minat mereka sendiri dan berjuang untuk tujuan bersama.

Menurut Bass, ada empat dimensi kepemimpinan transformasional, yaitu role model, inspiring, innovative, growth. Sedangkan ACT Consulting telah merumuskan 5I dalam Transformational Leadership yang dilandasi oleh Compassion and Mission, di antaranya yaitu Internal Understanding (Leadership DNA), Idealized Influence (Role model), Inspirational Motivation (Inspiring), Intellectual Stimulation (Innovative), Individualized Consideration (Growth). 

Presiden Jokowi Rencanakan Pemangkasan ASN yang Diganti dengan AI, Ini Kata Tokoh Pembangunan SDM Saat di Kominfo TALK!

By News No Comments

“Values come before goals, before strategy, before tactics, before products, before market choices, before financing, before business plans, before every decision.” Bill Lazier, Mentor to Jim Collins

JAKARTA –
 Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemenkominfo) menggelar acara Kominfo TALK! Edisi ke 9 yang bertajuk “Al di Birokrasi, Ancaman atau Tantangan?” pada Selasa (21/12/2021) melalui platform Zoom Meeting.
Kominfo TAKL ini menghadirkan beberapa narasumber di antaranya Imam Suwandi (Kepala Biro Kepegawaian Kemkominfo RI), Katmoko Ari Sambodo (Plt. Asisten Deputi Perencanaan dan Pengadaan SDM Aparatur KemenPANRB), Rhina Anita (Kepala Biro Hubungan Masyarakat), Ary Ginanjar Agustian (Founder ESQ Group). 
Perhelatan kali ini membahas mengenai proses penggantian ASN (Aparatur Sipil Negara) dengan teknologi Al atau Artificial Intelligence yang ramai diperbincangkan oleh public. Serta dampaknya bagi para ASN yang posisinya tergantikan.

“Adapun alasan mengapa Presiden Jokowi merencanakan penggunaan robot AI. Ada beberapa tipe permasalahan yang berpotensi diselesaikan dengan AI yakni resource allocation, large datasets, expert shortage, predictable scenario, procedural, dan diverse data,” papar Imam kepada ratusan insan ASN dari Kominfo.
Menurutnya, Al bisa sangat bermanfaat untuk masa mendatang karena diperlukannya akselerasi transformasi manajemen ASN menuju birokrasi berkelas dunia di tahun 2024. Transformasi yang dimaksud adalah dalam bentuk structural, kultural dan digital.

“Kita juga perlu adaptasi kebijakan dan kompetensi baru, serta adopsi teknologi dan sistem yang agile serta kita perlu arsitektur human capital, strategi dan rencana eksekusi yang bisa mengakselerasi,” lanjutnya.
Padahal, di tahun 2021 ini baru saja diluncurkan Core Values Ber-AKHLAK yang merupakan singkatan dari Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi KemenPANRB sebagai salah satu pedoman budaya kerja bagi Aparatur Sipil Negara untuk menjalani tugas sebagai abdi negara dengan lebih baik.

Namun, adanya kabar dari Kominfo bahwa salah satu rencana besar Presiden Joko Widodo dalam pemerintahannya adalah reformasi birokrasi. Presiden beberapa kali mengutarakan rencana penggantian ASN, terutama Pegawai Negeri Sipil atau PNS tingkat Eselon III dan IV dengan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (Al) sebagai upaya pemangkasan birokrasi.

Kemudian sang moderator pun mengatakan, “Terkait adanya reformasi birokrasi ini atau rencana pemangkasan ASN yang mengundang pro dan kontra, mari kita dengarkan apa yang akan disampaikan oleh pakar SDM Bapak Ary Ginanjar.”

“Sebenarnya bicara tentang pelayanan masyarakat ada tiga yang selalu akan diharapkan oleh Pak Presiden dan pimpinan yaitu soal biaya, waktu, dan jarak yang didekatkan. Itulah yang akan selalu menjadi KPI. Hal itu juga ciri dari adanya VUCA Era yang serba tidak pasti, berubah ubah,” papar Ary dari Studio lantai 23 Menara 165.

Ary, pegiat Transformasi Budaya Kerja itu juga menegaskan, “ ASN akan bisa bertahan apabila punya super agility atau punya misi, punya target. Dan core values Ber AKHLAK menjadi pegangan. Barulah kinerja akan menjadi kenyataan.”
Super agility yang dimaksud adalah memiliki change agility (mampu beradaptasi dengan perubahan apapun), mental agility (mampu bertahan dalam kondisi apapun), people agility (mampu kerjasama dengan siapapun), learning agility (mampu memahami dan mempelajari hal baru dengan cepat), result agility (mampu tetap berprestasi dalam kondisi apapun).

Sebagai penutup, Ary memaparkan bahwa integritas lebih penting daripada kercerdasan dan kekuatan, sebagaimana yang ia kutip dari tokoh dunia Warren Buffet, “In looking for people to hire, you look for three qualities: integrity, intelligence, and energy. And if they don’t have the first, the other two will kill you. (Dalam mencari orang atau contohnya ASN untuk dipekerjakan, Anda harus melihat dan mencari dari tiga hal yaitu kualitas: integritas, kecerdasan, dan energi. Dan jika mereka tidak memiliki yang pertama, dua lainnya akan membunuhmu.)”

Kuatkan Pondasi di PTPN Group yang Sudah Mencapai Target 3 Triliun, Ary Ginanjar Bocorkan 7 Tips Ini!

By News No Comments

JAKARTA – Telah digelar sebuah kegiatan secara luring dengan tema “Leader Alignment Session PT Perkebunan Nusantara Group  (PTPN Group)” pada Sabtu (18/12/2021). M. Abdul Ghani (Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara Group), para Board of Management dan Board of Director PTPN Group bersama jajarannya dari berbagai wilayah berkunjung ke Menara 165, Jakarta Selatan.

Acara ini dilaksanakan atas dasar kolaborasi antara PTPN Group dengan ACT Consulting sekaligus mempererat silaturahim dan kekeluargaan.

Puluhan orang berkumpul dalam 1 ruangan di Granada Ballroom lantai 1 Menara 165, termasuk di dalamnya Ary Ginanjar Agustian (Founder ESQ Group/ACT Consulting) beserta Para Direksi dan Trainer.

“Kita dianggap oleh Kementerian BUMN yang transformasinya sudah baik. Kita sudah mengimplementasikan AKHLAK di lingkup kerja dan sekitar. Namun ingat tantangan ke depan akan semakin berat, teknologi semakin maju, maka dibutuhkan sebuah pondasi yang kuat atau landasan agar PTPN Group ini tetap jaya meski di semua keadaan,” kata Dirut PTPN Group.

Core Values AKHLAK yang terdiri dari Nilai-Nilai AMANAH, KOMPETEN, HARMONIS, LOYAL, ADAPTIF, dan KOLABORTIF, diyakini selaras dengan strategi PTPN Group yang akan mendorong insan PTPN Group untuk berkinerja lebih baik.

“Landasan AKHLAK yang sebagian besar akan disampaikan oleh Pak Ary ini sangat penting untuk pembentukan karakter kepemimpinan kita. Karakter kepemimpinan yang mengkombinasikan unsur profesionalisme dengan unsur spiritualisme,” sambungnya.

Oleh karena itu, Ary mengatakan bahwa insan BUMN sudah beruntung memiliki Core Values AKHLAK yang dicanangkan Menteri BUMN. Artinya, BUMN sudah memiliki sebuah pondasi yang kuat, menjadi satu kesatuan untuk membangun peradaban emas ke depannya.

Sebelum masuk ke materi, Ary memberikan apresiasi kepada Dirut PTPN Group bersama jajarannya karena telah berhasil mencapai target lebih dari 3 Triliun.

“Saya tanya ke Pak Dirut, apa yang membuatnya bisa mencapai target? Beliau menjawab yaitu dengan kolaborasi. Jadi artinya, Pak Dirut sudah menggunakan senjata kolaborasi yang merupakan salah satu pondasi dari nilai AKHLAK. Lalu bagaimana jika nilai nilai lainnya dijadikan senjata semua? Akan sesukses apa PTPN Group, betul?” tanya Ary.

Leaders PTPN Group pun mengatakan “betul” dengan serentak sambil mengganggukan kepalanya tanda setuju.

Lalu, sang Tokoh Motivator Indonesia itu membagikan hal penting untuk menjaga pondasi PTPN Group agar tetap kokoh saat ini, esok, dan nanti.

“Ada 7 hal penting  agar Core Values AKHLAK ini bisa menjadi kenyataan. Bukan hanya di hati tapi juga aplikasinya. Ini adalah pengalaman strategi saya yang sudah digunakan lebih dari seperempat abad,” lanjutnya.

7 langkah membangun budaya kerja Core Values AKHLAK di antaranya Mapping; Launching, sosialisasi, internalisasi; Memiliki kompetensi membangun budaya kerja; Membentuk leader dan agen perubahan; Manfaatkan teknologi; Evaluasi dan intervensi; Award dan apresiasi.

Dirut PTPN Group Beserta Jajaran Direksinya Kunjungi Menara 165, Ary Ginanjar Sambut dengan Antusias

By News No Comments

JAKARTA – M. Abdul Ghani (Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara Group), para Board of Management dan Board of Director PTPN Group bersama jajarannya dari berbagai wilayah berkunjung ke Menara 165, Jakarta Selatan pada Sabtu (18/12/2021).

Ada sekitar 80 orang yang berkumpul di Granada Ballroom lantai 1 Menara 165, termasuk di dalamnya Ary Ginanjar Agustian (Founder ESQ Group/ACT Consulting) beserta Para Direksi dan Trainernya.

Meskipun digelar secara offline, para pimpinan PTPN Group, pimpinan ESQ Group/ACT Consulting  beserta tim tetap menerapkan protokol kesehatan, menjaga physical distancing serta melakukan antigen terlebih dulu dengan hasil negatif (non reaktif).

 Acara tersebut mengusung tema “Leader Alignment Session.” Abdul Ghani memberikan kalimat sambutan di awal sesi. Ia mengingatkan bahwa sekarang kita sedang dipenghujung tahun 2021 dan akan menghadapi tahun 2022. Ia berharap ke depannya PTPN Group bisa lebih baik lagi terutama SDM nya dan tetap mengimplementasikan Core Values AKHLAK di lingkup kerja dan lingkungan sekitar.

Core Values AKHLAK yang terdiri dari Nilai-Nilai AMANAH, KOMPETEN, HARMONIS, LOYAL, ADAPTIF, dan KOLABORTIF, diyakini selaras dengan strategi PTPN Group yang akan mendorong insan PTPN Group untuk berkinerja lebih baik.

“Untuk itu di sini kita akan sama–sama mendengar paparan Pak Ary dalam trainingnya bagaimana cara mengkombine antara kompetensi atau intelektual, emosional dan spiritulitas yang menjadi landasan AKHLAK,” kata Abdul Ghani.

Pria nomor satu di PTPN Group itu juga mengatakan perihal pentingnya program transformasi budaya dan memperkuat nilai-nilai melalui program-program yang berkesinambungan. Serta perlunya mengoptimalkan dukungan dan peran top level management dalam program-program transformasi budaya.

“Para ustadz pernah bilang bahwa pemimpin yang menjadi prioritas masuk Surga adalah pemimpin yang adil dan benar, begitupun sebaliknya,” lanjutnya.

Di sela-sela pemaparan materi, Coach Ahmad Zaki (trainer lisensi Ary Ginanjar Agustian) mengajak leaders PTPN Gorup untuk senam gerakan dari Muhammad Ali (petinju internasional). Mereka sangat antusias dan bersemangat mengikuti setiap gerakannya, ditambah senyum sumringah terpancar dari wajahnya.

Kemudian Ary Ginanjar memberikan refreshment terhadap top level management tentang Budaya AKHLAK, roadmap transformasi budaya PTPN Group dan mewujudkan keselarasan AKHLAK dengan performa/pertumbuhan bisnis.

“Kuncinya adalah pertahankan pondasi yaitu AKHLAK. Jadi meskipun bapak dan ibu yang ada di sini nanti sudah pensiun, jangan khawatir ke depannya PTPN Group akan terus jaya apabila pondasinya selalu kuat atau selalu memegang teguh nilai–nilai AKHLAK. Itulah alasan mengapa pak Menteri Erick Thohir mencanangkan Core Values AKHLAK di BUMN,” papar Ary.

Tak sekedar memberikan materi, Ary juga mengajak leaders dan insan PTPN Group untuk shalat berjamaah di Masjid Ar Rohim lantai 27 serta berkeliling sejenak di gedung yang atasnya berlafadz Allah tersebut.

Tak lupa, mereka juga mengabadikan momen dengan berfoto. Pimpinan dan insan PTPN Group serentak dengan mengenakan baju putih bertuliskan AKHLAK, sedangkan Ary Ginanjar berada di tengahnya dengan mengenakan kemeja hitam motif batik.

Program-program internalisasi budaya AKHLAK dari ACT Consulting telah disusun dan dilaksanakan. Transformasi core values disusun dengan tahapan (road map) yaitu awareness (tahun 2020), understanding (tahun 2021), buy in (tahun 2022) dan partnership (tahun 2023). Saat ini, tahapan understanding sedang berlangsung, dimana pada tahapan ini penguatan budaya planters di Perkebunan Nusantara Group menjadi concern. Mempersiapkan tahapan buy in di tahun 2022.

Sesuai dengan tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan insight atas pentingnya peningkatan performa perusahaan melalui peningkatan kualitas diri dan tim dengan menciptakan lingkungan dan budaya kerja yang sehat, sehingga terjadi proses berpikir ulang/mendefinisikan apa yang menjadi tujuan dan bagaimana meraih tujuan tersebut serta mengkomunikasikannnya kepada seluruh insan PTPN Group.

Gelar Audiensi dengan Ary Ginanjar, Kemendagri Dorong Terwujudnya ASN Ber-AKHLAK

By News No Comments

 JAKARTA – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menggelar audiensi dengan tokoh pembangunan karakter Ary Ginanjar untuk mendorong terwujudnya Aparatur Sipil Negara (ASN) yang Ber-AKHLAK. Ber-AKHLAK merupakan core values (nilai dasar) yang didorong oleh Presiden Joko Widodo pada ASN dengan kepanjangan Berorientasi pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.

Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri Suhajar Diantoro dalam sambutan audiensi tersebut menyampaikan, Ber-AKHLAK merupakan dasar untuk membentengi tugas dan fungsi ASN sebagai pelayan masyarakat.

“Gunakan (Ber-AKHLAK) sebagai dasar untuk bekerja di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Jokowi, dalam menempatkan diri kita dalam kolaborasi yang baik,” kata Suhajar di Kantor Pusat Kemendagri, Selasa (14/12/2021).

Suhajar mengingatkan, melalui Ber-AKHLAK, hubungan antara pemerintah dan rakyat harus mengalami perubahan. Ini ditandai dengan perubahan pola hubungan yang sejajar antara pemerintah dan rakyat. Dalam artian, Suhajar berharap rakyat dapat bekerja sama menjadi mitra pemerintah.

“Sesungguhnya pemimpin itu bukan diangkat tapi ditanam oleh tangan rakyat. Sesungguhnya posisi kita dalam konteks pola relasi hubungan antara pemerintah dengan rakyat itu seperti itu, dalam posisi seperti itulah kita melayani rakyat,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ary Ginanjar membeberkan terkait tujuh langkah dalam membentuk ASN yang Ber-AKHLAK. Hal itu terdiri dari (1) melakukan mapping Ber-AKHLAK; (2) launching, sosialisasi, internalisasi; (3) memiliki kompetensi membangun budaya kerja; (4) membangun agen perubahan; (5) memanfaatkan teknologi; (6) evaluasi, pengukuran, pemetaan, intervensi; (7) award dan apresiasi.

Ary juga menekankan budaya kerja berintegritas untuk mendukung core values tersebut. Menurutnya, integritas lebih penting daripada kercerdasan dan kekuatan, sebagaimana yang ia kutip dari tokoh dunia Warren Buffet, “In looking for people to hire, you look for three qualities: integrity, intelligence, and energy. And if they don’t have the first, the other two will kill you. (Dalam mencari orang untuk dipekerjakan, Anda mencari tiga kualitas: integritas, kecerdasan, dan energi. Dan jika mereka tidak memiliki yang pertama, dua lainnya akan membunuhmu.)”

Tengok Antusisme 217 Insan PT Askrindo Insurance Saat Ikuti Pelatihan dari ACT Consulting Di Akhir Pekan

By News No Comments

“Sungguh menakjubkan apa yang dapat Anda capai jika Anda tidak peduli siapa yang mendapat pujian” – Harry S Truman.

JAKARTA – PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo Insurance) kolaborasi dengan ACT Consulting dengan menggelar Values Internalization Training Batch 2. Pelatihan ini dilaksanakan selama dua hari pada Sabtu – Minggu (06 – 07/11/2021) di Hariston Hotel, Jakarta. Meskipun digelar secara offline, mereka tetap mematuhi protokol kesehatan.

Event tersebut diikuti oleh 217 orang dari berbagai level di PT Askrindo Insurance. Di awal sesi, Kun Wahyu Wardana selaku Director of Compliance, Human Resources and Risk Management menyapa ratusan peserta sekaligus memberikan beberapa kalimat sambutan.

“Saya berharap dengan adanya training ini bisa menghantarkan bapak dan ibu untuk mengetahui dan memahami pentingnya memiliki the higher purpose dalam seluruh aspek kehidupan termasuk di antaranya alasan bekerja yang sesungguhnya di PT Askrindo,” katanya.

 Coach Risman Nugraha dan Coach Sandi Muharam Agustian memandu jalannya training tersebut selama dua hari, untuk memenuhi harapan dari Kun Wahyu Wardana serta pimpinan lainnya di PT Askrindo Insurance.

Sebelum masuk ke materi, Coach Sandi mengajak para insan PT Askrindo Insurance untuk senam ringan beberapa menit saja. Ratusan partisipan pun terlihat sumringah dan sangat menikmati senam yang diiringi musik energic itu. Suasana di dalam ruangan yang bernuansa merah dan gold itu seketika menjadi lebih ramai namun tetap kondusif.

“Bapak dan ibu, senam tadi bukan hanya gerakan semata namun ada hubungannya dengan training ini, yakni untuk mengetahui caranya memiliki mental state yang positif sekalipun sedang berada dalam kondisi yang kurang menyenangkan dan penuh tekanan,” papar Sandi.

“Jika mental state positif telah menghujam masuk ke dalam jiwa maka secara otomatis akan membentuk perilaku dan karakter pribadi yang berprestasi dan selaras sesuai dengan nilai-nilai budaya AKHLAK,” lanjutnya.

Tidak hanya itu saja, training ini juga disertai peran aktif peserta berdiskusi secara berkelompok untuk mengidentifikasi contoh perilaku yang sesuai dan tidak sesuai dalam mengaplikasikan nilai-nilai budaya AKHLAK di lingkungan kerja PT Askrindo.

Selanjutnya, materi diserahkan kepada Coach Risman. Ia mengatakan bahwa saat ini umat manusia sedang menghadapi Era VUCA (jaman yang serba Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity). Apalagi sekarang ditambah dengan adanya pandemi Covid-19.

Salah satu penulis ternama bernama Jim Collins di bukunya yang berjudul “Good To Great” yang sangat fenomenal pada tahun 2004 mengatakan bahwa setiap saat strategi dan target bisnis dapat berubah apalagi di zaman VUCA era seperti saat ini. Supaya perusahaan tetap dapat survive dan terus tumbuh berkembang di setiap situasi dan kondisi harus dapat mempertahankan 2 hal ini yaitu core purpose dan core values.

“Seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa core purpose dan core values merupakan suatu nilai-nilai yang diyakini bersama yang ditunjukkan melalui perilaku pegawai yang bekerja di dalamnya,” kata Risman dengan senyuman khasnya dan gesture tubuh yang tegap.

Ia juga menambahkan, “Apabila core values AKHLAK sudah menghujam masuk ke dalam jiwa bapak dan ibu atau seluruh pegawai PT Askrindo maka pegawai akan bekerja dengan penuh kesungguhan dan selalu memberikan hasil yang terbaik tanpa pamrih demi kemajuan perusahaan, bangsa dan negara.”

Leaders Kemenko Marves Menginternalisasikan Core Values Ber-AKHLAK di Lingkupnya, ACT Consulting Siap Dampingi

By News No Comments

ESQNews.id, JAKARTA – Budi Purwanto, Kabiro Hukum Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenkomarves) hadir dalam acara Internalisasi Core Values Ber-AKHLAK di lingkup Kemenko Marves. Acara ini digelar selama 2 hari pada Rabu-Kamis (24-25/11/2021) melalui Zoom Meeting.

Seperti yang diketahui bersama, tepatnya bulan Juli 2021 lalu, Presiden Joko Widodo telah mencanangkan Core Values Ber-AKHLAK di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN). Saat launching, Jokowi menjabarkan akronim dari Ber-AKHLAK yakni Berorientasi pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.

Jokowi berharap Core Values Ber-AKHLAK menjadi pondasi baru bagi ASN di Indonesia dan para ASN juga harus menjiwai Employer Branding ASN #BanggaMelayaniBangsa.

Untuk itu, Budi memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan yang berlangsung secara online tersebut. Ia mengatakan bahwa Core Values Ber-AKHLAK sudah pernah diinternalisasikan kepada semua unit serta rekan pegawai di kehidupan sehari-hari, di antaranya melalui desain poster yang disebar di lingkungan kerja, nilai-nilai Ber-AKHLAK sudah disebarkan melalui Media Sosial atau website, dan lainnya.

“Kami juga selalu menampilkan Core Values Ber-AKHLAK ini di saat pertemuan-pertemuan dalam sebuah kegiatan. Kita juga sosialisasikan kepada change leaders atau pimpinan di Kemenko Marves agar selaras dengan yang diharapkan Presiden RI kita. Mengapa? Karena ini menjadi bagian penting di kehidupan kita sehari hari,” katanya dengan tegas.

Perhelatan yang mengusung tema “Penguatan dan Evaluasi Agen Perubahan” tersebut dihadiri oleh sekitar 91 orang dari change agent dan change leaders Kemenko Marves. Mereka dipandu langsung oleh Coach Eka Chandra dan Bayu (trainer lisensi dari Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian). 

Sebelum para trainer memaparkan materinya, Luki Alamsyah selaku salah satu direktur di ESQ Group menyapa partisipan yang hadir, mewakili Ary Ginanjar.

Ia mengatakan bahwa sebuah tim atau orang yang ada di dalam organisasi serta Lembaga, sangat perlu adanya support dari pimpinannya.

“Karena dari pengalaman kami menunjukkan bahwa support dari pimpinan sangat dibutuhkan untuk kesuksesan tim sebesar 90%. Mereka akan menjadi lebih semangat menjalankan program-program yang telah dicanangkan di Kemenko Marves,” ucap Luki sambal tersenyum.

Baginya, leaders juga harus menjadi role model di seluruh lingkup kerja. Oleh karena itu tim dari ESQ dan ACT Consulting siap dukung program-program yang ada di Kemenko Marves.

Suasana saat kegiatan tak melulu serius dan penuh teori, namun adanya aktivitas seperti senam ringan diiringi lantunan lagu yang energic serta game. Di sela-sela sesi, Bayu memandu para peserta agar berdiri sejenak dan menggerakan badannya untuk senam ringan. Dengan begitu, diharapkan para peserta menjadi lebih antusias hingga akhir acara.

Mereka pun tampak bahagia, bersemangat dan enjoy mengikuti arahan dari Bayu, terlihat dari dokumentasi saat acara berlangsung.

Kemudian Eka Chandra menjelaskan hubungan antara senam ringan, saling menyapa orang di dalam zoom, permainan, melemparkan senyuman dan lainnya dengan pelatihan kali ini.

“Inilah senang-senang ala insan Kemenko Marves. Hal tersebut bisa berpengaruh kepada kinerja bapak dan ibu. Karena ketika kerja, tak hanya kompetensi saja yang dibutuhkan namun tetap perhatikan mental state kita atau kondisi mental yang terbaik. Sehingga selalu timbul hal atau energi yang positif,” papar Eka dari Studio lantai 18 Menara 165.