Skip to main content
Category

News

PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Perkuat Kapasitas Pemimpin melalui Program Ambidextrous Leadership

By News No Comments

PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk menyelenggarakan program JAPFA Leadership Development sebagai langkah strategis untuk memperkuat kapasitas para pemimpin dalam menghadapi dinamika bisnis yang semakin kompleks.

Program pengembangan kepemimpinan ini dirancang untuk membentuk pemimpin yang adaptif, visioner, serta mampu mengelola perubahan sekaligus menciptakan peluang pertumbuhan yang berkelanjutan bagi perusahaan.

Program ini menghadirkan tiga modul utama yang menjadi fondasi pembelajaran. Modul Ambidextrous Leadership membekali peserta dengan kemampuan menyeimbangkan fokus pada kinerja bisnis saat ini sekaligus mengeksplorasi peluang baru di masa depan.

Modul Leading Through Crisis memberikan pemahaman mengenai pentingnya ketangguhan, empati, serta kelincahan dalam memimpin tim ketika menghadapi situasi krisis global.

Sementara itu, modul From Strategy to Execution in Turbulent Times mengajarkan bagaimana strategi dapat diterjemahkan menjadi langkah eksekusi yang nyata melalui analisis portofolio bisnis, penentuan prioritas inovasi, hingga pengembangan prototipe solusi.

Rangkaian program diawali dengan individual assessment TalentDNA untuk memetakan potensi kepemimpinan para peserta.

Setelah proses asesmen, peserta mengikuti sesi pelatihan yang dilaksanakan pada 27 hingga 28 Agustus 2025 di kawasan Megamendung, Bogor, mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB.

Sesi pelatihan tersebut memberikan ruang pembelajaran yang intensif melalui diskusi, refleksi kepemimpinan, serta penguatan perspektif strategis.

Program kemudian dilanjutkan dengan sesi Discover Your Spark yang difasilitasi oleh ACT Consulting International.

Kegiatan ini dilaksanakan secara daring pada 8 September 2025 pukul 10.00 hingga 12.00 WIB.

Sesi ini bertujuan membantu peserta menggali potensi diri, memperkuat motivasi kepemimpinan, serta menyelaraskan nilai personal dengan peran strategis di dalam organisasi.

Melalui rangkaian program ini, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk berharap dapat melahirkan pemimpin yang mampu membaca perubahan, mengambil keputusan strategis, serta menggerakkan organisasi menuju pertumbuhan yang lebih kuat di masa depan.

Bagi perusahaan yang ingin membangun kepemimpinan yang tangguh dan relevan dengan tantangan bisnis saat ini, ACT Consulting menghadirkan berbagai program Leadership Development Program yang dirancang secara komprehensif dan aplikatif.

Program ini membantu organisasi menyiapkan pemimpin yang siap membawa perubahan sekaligus menciptakan dampak positif bagi perkembangan perusahaan.

PT Sarinah Gelar Executive Leadership Development Program untuk Perkuat Kepemimpinan Strategis

By News No Comments

 PT Sarinah menyelenggarakan Executive Leadership Development Program (ELDP) sebagai langkah strategis dalam memperkuat kapabilitas kepemimpinan para eksekutif di tengah dinamika bisnis yang terus berkembang.

Program pengembangan ini dirancang untuk membekali para pemimpin dengan perspektif strategis, kemampuan pengambilan keputusan, serta kesiapan menghadapi transformasi organisasi.

Program ELDP berlangsung selama kurang lebih dua bulan dengan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan teori, praktik, serta pendampingan berkelanjutan.

Melalui proses tersebut, para peserta diharapkan mampu memahami tantangan bisnis secara lebih komprehensif sekaligus mengembangkan strategi yang relevan dengan kebutuhan perusahaan.

Rangkaian program diawali dengan personal assessment dan sesi self learning yang bertujuan membantu peserta memahami potensi diri serta area pengembangan kepemimpinan yang perlu diperkuat.

Setelah tahap awal tersebut, peserta mengikuti sesi kelas tatap muka yang membahas berbagai topik penting dalam kepemimpinan dan manajemen strategis.

Materi yang dipelajari meliputi analisis industri dan pasar, kepemimpinan perubahan, penyusunan dan eksekusi strategi, kolaborasi organisasi, serta pemahaman keuangan bagi para eksekutif.

Proses pembelajaran dirancang interaktif melalui berbagai metode seperti studi kasus, diskusi kelompok, role play, serta presentasi.

Pendekatan tersebut memberikan ruang bagi peserta untuk mengasah kemampuan analisis sekaligus memperdalam pemahaman terhadap situasi bisnis nyata.

Untuk memastikan pembelajaran dapat diterapkan secara konkret, program ini dilengkapi dengan sesi coaching yang berfokus pada pengembangan Business Plan.

Para peserta juga mendapatkan wawasan strategis melalui sesi Power Talk bersama jajaran Direksi.

Pada akhir program, setiap peserta mempresentasikan Business Plan di hadapan panel Direksi sebagai bagian dari evaluasi sekaligus implementasi pembelajaran yang telah dijalani.

Melalui pendekatan pembelajaran 70-20-10, Executive Leadership Development Program diharapkan mampu melahirkan pemimpin yang strategis, adaptif, serta siap menjadi penggerak transformasi organisasi.

Bagi perusahaan yang ingin memperkuat kualitas kepemimpinan di berbagai level organisasi, ACT Consulting menghadirkan program Leadership Development Program yang dirancang komprehensif dan aplikatif.

Program ini membantu organisasi menyiapkan pemimpin yang mampu menjawab tantangan bisnis sekaligus membawa perusahaan menuju pertumbuhan yang berkelanjutan.

STAR Leadership Development Program Bara Indah Sinergi Group Perkuat Kompetensi Kepemimpinan Karyawan

By News No Comments

Bara Indah Sinergi Group bekerja sama dengan ACT Consulting International menyelenggarakan program pengembangan kepemimpinan bertajuk STAR Leadership Development Program.

Program ini dirancang untuk memperkuat kompetensi para pemimpin di lingkungan perusahaan sekaligus menyiapkan calon pemimpin masa depan yang mampu membawa organisasi mencapai target dan visi strategisnya.

Dalam dunia kerja yang semakin dinamis, kepemimpinan tidak hanya berkaitan dengan jabatan, melainkan kemampuan mempengaruhi, mengarahkan, dan membangun kolaborasi tim agar tujuan bersama dapat tercapai.

Melalui program ini, peserta didorong untuk mengembangkan kemampuan leadership yang lebih matang sehingga siap menghadapi tantangan organisasi serta mengambil peran kepemimpinan pada level yang lebih tinggi.

Rangkaian program diawali dengan individual assessment Pre Degree 360 untuk memetakan potensi serta area pengembangan setiap peserta. Setelah proses asesmen, peserta mengikuti sesi pelatihan intensif yang dilaksanakan pada 22 hingga 24 April 2025.

Program pengembangan ini kemudian berlanjut dalam bentuk pendampingan dan implementasi pembelajaran selama satu tahun penuh.

Sebagai penutup rangkaian program, seluruh peserta akan mengikuti Final Presentation yang menjadi ruang bagi mereka untuk mempresentasikan pembelajaran, pengalaman, serta rencana pengembangan kepemimpinan yang telah dijalankan selama program berlangsung.

Kegiatan ini difasilitasi oleh ACT Consulting International bersama manajemen Bara Indah Sinergi Group dengan pendekatan akademis yang dipadukan dengan pengalaman praktis di dunia bisnis.

Program pengembangan kepemimpinan seperti ini menjadi langkah strategis bagi perusahaan yang ingin membangun budaya kepemimpinan yang kuat dan berkelanjutan.

ACT Consulting International juga membuka kesempatan bagi organisasi lain yang ingin memperkuat kualitas pemimpin di dalam perusahaan melalui Leadership Development Program yang dirancang secara komprehensif dan aplikatif untuk menjawab tantangan bisnis masa kini.

OJK Institute, Kesiapan SDM SJK Menyongsong Tahun 2022

By News No Comments

JAKARTA – Telah berlangsung webinar di OJK Institute pada tanggal 9 Desember 2021 melalui platform Zoom Meeting, dengan tema Kesiapan SDM SJK Menyongsong Tahun 2022.

Perhelatan ini dihadiri oleh Imansyah (Deputi Komisioner OJK Institute dan Keuangan Digital), Agus Sugiarto (Kepala OJK Institute), Hikmah Rinaldi (Direktur Pengembangan Sektor Jasa Keuangan), Ni Nyoman Puspani (Analis Eksekutif Senior OJK Institute), serta Ary Ginanjar Agustian (Founder ESQ Group/ACT Consulting).

Peserta webinar kali ini berasal dari insan OJK, industri jasa keuangan seperti perusahaan perbankan, perusahaan pasar modal, perusahaan IKNB dengan total 2.112 peserta.

Dikatakan oleh Ary Ginanjar, bahwa belakangan ini begitu santer mendengar VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) yakni konsep yang menggambarkan derasnya perubahan dan hal‑hal yang diakibatkanya.

“Selain VUCA, ada juga yang namanyaTUNA. Apalagi di era pandemik ini, kala kondisi Turbulent, Uncertain, Novel & Ambiguous. Lalu bagaimana cara kita bisa survive di era disruptif ini?” tanya Ary.

Ribuan peserta terlihat menyimak di balik layar Zoom Meeting, ada juga yang menjawab “Harus inovatif, kerjasama, tingkatkan kualitas diri, bangun relasi, dan lainnya.”

Oleh karenanya, Ary mengatakan bahwa agar bertahan di era seperti ini, insan OJK bersama jajarannya harus memiliki Change Agility (mampu beradaptasi dengan perubahan apapun), Mental Agility (mampu bertahan dalam kondisi apapun), People Agility (mampu kerjasama dengan siapapun), Learning Agility (mampu memahami dan mempelajari hal baru dengan cepat) dan Result Agility (mampu tetap berprestasi dalam kondisi apapun).

Salah satu penulis ternama bernama Jim Collins di bukunya yang berjudul “Good To Great” yang sangat fenomenal pada tahun 2004 mengatakan bahwa setiap saat strategi dan target bisnis dapat berubah apalagi di zaman VUCA era seperti saat ini.

Supaya perusahaan tetap dapat survive dan terus tumbuh berkembang di setiap situasi dan kondisi harus memegang teguh core purpose dan core values seperti kompas dan jangkar.

Saat perusahaan sedang menghadapi goncangan VUCA era maka hanya ada 2 solusinya yaitu kompas dan jangkar. Kompas sebagai penunjuk arah yang akan membuat kita terus melaju ke depan, sedangkan jangkar sebagai penahan agar perusahaan tidak mudah berpindah haluan tetap bergerak mencapai visi meskipun sedang menghadapi badai VUCA era dan pandemi Covid-19 seperti saat ini.

Corporate Culture Specialist Workshop, Bongkar Pentingnya Roadmap Culture Sebagai Pendukung Roadmap Bisnis

By News No Comments

JAKARTA – ACT Consulting menggelar Corporate Culture Specialist (CCS) Workshop secara online melalui Zoom Meeting dan berlangsung pada 15 – 17 Desember 2021. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menyebarluaskan budaya organisasi yang tepat, yang akan mempengaruhi kinerja tim menjadi lebih produktif, solid, dan akhirnya berdampak pada pencapaian target meningkat.

Demi tercapainya harapan tersebut, Rinaldi Agusyana (Trainer lisensi Ary Ginanjar Agustian) memandu puluhan peserta yang berasal dari berbagai kalangan, Instansi, Lembaga seperti Ajinomoto Indonesia, RSCM, BSI, Pelindo Merine Service, Bursa Efek Indonesia, Kementerian LHK, Kemendagri, BKPSDM Karawang, Bank Papua, Timah, Kemendesa PDTT  selama 3 hari berturut–turut dalam pelatihan CCS tersebut.

“Sebelumnya, saya mau tanya dulu apa arti culture bagi bapak dan ibu? Mengapa itu penting? Sampai pak Presiden Jokowi dan pak Erick Thohir canangkan Core Values terbaru,” tanyanya dengan semangat.

Salah satu peserta mengatakan bahwa Culture adalah suatu perilaku yang melekat pada masing-masing pegawai, agar menumbuhkan awareness sehingga bisa diimplementasikan dengan baik.

“Good Job bu. Sebab, budaya organisasi yang tepat dapat menciptakan rasa memiliki dan keterikatan secara emosional para karyawan terhadap organisasi/perusahaan. Alhasil, mereka akan selalu berupaya untuk mengembangkan bisnis menjadi lebih maju,” beber Rinaldi.

Rinaldi juga menjelaskan terkait business transformation yang dimulai dengan terlebih dahulu menyusun rencana strategi, lalu membuat struktur organisasi kemudian dilanjutkan dengan menyusun sistem / proses supaya dapat menjalankan rencana strategi. 

“Namun yang perlu diperhatikan, sehebat apapun struktur organisasi, strategi dan sistem yang disusun jika perilaku pegawai yang bekerja di perusahaan bapak ibu tidak sesuai dengan nilai-nilai budaya organisasi (beliefs) maka business transformation tidak akan dapat berjalan sesuai dengan harapan,” katanya.

Ia juga melanjutkan, “Maka dari itu diperlukan core values & core purpose di perusahaan atau lembaga untuk menentukan bagaimana cara kita meng-organize, cara memimpin, cara me-manage talent dan cara berinteraksi dengan lingkungan sekitar.”

“Serta diperlukan juga roadmap culture sebagai pendukung roadmap bisnis,” sambungnya.

Setelah pelatihan, peserta akan memperoleh sertifikat resmi (Certified Culture Specialist) dari BNSP, jika telah menerapkan ilmu dan praktik yang terangkum dalam portofolio.