Skip to main content
All Posts By

Rinaldi Agusyana

optimasi fungsi komite audit, fungsi komite audit, komite audit di era vuca, act consulting

Mengoptimalkan Fungsi Komite Audit dan Management Review Committee

By Article No Comments

Di banyak perusahaan manufacturing, perusahaan migas dan lembaga pemerintahan, fungsi Komite Audit dan Management Review Committee cukup beragam. Diantaranya adalah untuk mengontrol pelaksanaan SOP dan memantau kesesuaian pelaksanaan operasional harian sesuai dengan standar ISO. 

Karena memegang fungsi sebagai komite audit internal, komite MR harus memastikan semua prosedur berjalan dengan baik dan menggunakan dokumen yang sesuai. Komite Audit dan MR juga harus menjamin semua  mekanisme proses bisnis telah sesuai dengan standar ISO terbaru. 

Namun, kini kita berada di Era VUCA atau era ekonomi industri 4.0, dimana semua perubahan berjalan dengan sangat cepat dan tidak dapat diprediksi. Untuk itu, komite Management Review harus memegang peranan yang lebih dari sebelumnya. Yaitu menguasai keterampilan strategi korporasi dan lembaga.

Apa saja yang dapat ditambahkan pada Fungsi Komite Audit dan Management Review Comittee? Hal yang pertama adalah; komite Audit atau MR akan menjadi lebih baik bila menguasai skill perencanaan strategis (strategic planning). Dengan cara ini, komite Audit atau MR dapat menyelaraskan antara visi misi korporasi dengan pelaksanaan strategisnya dalam keseharian tugas manajemen.

Di saat persaingan bertambah sengit, komite Audit atau MR diharapkan menguasai keterampilan strategis agar dapat menjadi mitra eksekutif di dalam perusahaan. Komite Audit atau MR diharapkan peka terhadap berbagai isu-isu yang tengah terjadi di lingkungan internal dan di lingkungan eksternal perusahaan, dan melakukan fungsi komunikasi organisasi untuk memastikan semua isu ditangani dengan baik.

Tugas baru MR di Era VUCA atau era ekonomi industri 4.0 adalah untuk memantau pelaksanaan strategi dan melakukan optimasi proses bisnis dengan berbagai tools manajemen yang ada seperti balance scorecard dan analisa SWOT-TOWS.

Komite audit atau MR juga diharapkan membantu pihak Human Capital atau bagian SDM dalam membuat rancangan key performance indicator secara makro, sebagai bagian dari turunan rencana strategi (renstra). Setelah itu, baru diturunkan ke bagian HR untuk membuat rincian KPI bagi setiap karyawan.

Komite audit atau MR juga diharapkan dapat menjadi mitra bagi change management committee yang ada di korporasi untuk membantu pelaksanaan perubahan dengan membantu membuat dan memantau berbagai dokumen dan tools komunikasi yang digunakan dalam manajemen perubahan.

Fungsi Komite Audit dan Management Review di era ekonomi Industri 4.0;

  1. Komite audit internal
  2. Memantau standar proses bisnis
  3. Merancang draft Renstra/ Annual Plan
  4. Optimasi bisnis dengan balance scorecard
  5. Menganalisa KPI secara makro
  6. Mitra bagi change management

Dengan melakukan keenam fungsi diatas, komite audit dan MR akan memberikan nilai tambah bagi manajemen dan perusahaan secara keseluruhan. Dengan memiliki keterampilan strategis, fungsi komite audit dan MR akan lebih optimal. Hingga dalam pelaksanaan tugasnya, komite audit dan MR akan membantu kinerja korporasi agar lebih meningkat, dengan memenuhi standar kualitas yang diakui secara internasional. 

Setelah menguasai keterampilan strategi, peran komite audit dan MR juga akan lebih baik karena menjadi lebih tepat dalam melihat berbagai kemungkinan untuk pengembangan bisnis. 

Keterampilan strategi korporasi juga akan membantu komite audit dan komite MR agar dapat menjadi mitra bagi eksekutif untuk menemukan peluang bisnis, menemukan ancaman internal dan eksternal, dan mampu menyusun strategi untuk mengatasinya. 

Untuk memberikan keterampilan strategi bagi komite audit dan Management Review comittee di perusahaan atau lembaga anda, sertakan mereka dalam Training Sertifikasi Corporate Strategy Specialist. Melalui pendidikan ahli strategi ini, mereka akan mendapatkan  keterampilan yang diperlukan dan menumbuhkan keberanian mereka untuk dapat menjadi mitra para eksekutif dalam hal perencanaan strategis. Korporasi akan berkembang menjadi lebih baik dan terjaga. 

Untuk mendaftarkan diri anda atau kawan anda di program Training Sertifikasi Corporate Strategy Specialist, anda dapat mengirimkan email ke info@actconsulting.co, atau telepon/ kirim pesan whatsapp ke nomor 
kami di 0812-9400-0985 (Donna) atau 0821-2487-0050 (Gisri).

act consulting, cara menyusun renstra, menyusun rencana strategi

Cara Menyusun Rencana Strategis (Renstra) Lembaga atau Korporasi

By Article No Comments

Apakah Anda tengah memegang tanggung jawab untuk melakukan persiapan penyusunan rencana strategis (renstra) atau rencana tahunan (annual planning) untuk lembaga atau perusahaan tempat Anda bekerja?  

Bagi Anda yang tengah dipercaya untuk memegang tanggung jawab sebagai perencana strategi di lembaga atau perusahaan Anda, pemaparan yang diberikan oleh ACT Consulting ini semoga berguna bagi Anda.

Penyusunan Renstra atau annual plan merupakan rutinitas yang harus dilakukan tiap tahun. Ada yang melakukannya pada quarter empat di tahun sebelumnya, adapula yang melakukannya pada awal quarter pertama tahun berjalan. 

Biasanya, telah ada panduan untuk melakukan penyusunan renstra atau annual planning ini. Diantaranya dengan mengambil perencanaan tahun sebelumnya sebagai acuan. Namun mungkin anda dan sesama rekan yang tergabung di tim Renstra kini menginginkan metode yang lebih baik untuk menyusun Renstra di tahun ini. 

Apakah Anda bekerja di rumah sakit, lembaga pemerintahan, perusahaan jasa, manufacturing, atau mengelola bisnis yang dimiliki sendiri, Anda membutuhkan lebih dari sekedar panduan untuk menyusun visi dan misi serta target keuangan. Anda pun butuh untuk mengetahui keadaan  perusahaan Anda, di tengah iklim persaingan yang tengah memanas.

Anda pun merasa perlu untuk mengetahui kondisi konsumen dan masyarakat sebagai bagian dari para pemangku kepentingan yang terkait dengan lembaga atau korporasi Anda. Karena kesemuanya berperan dalam menunjang kinerja lembaga dan korporasi atau bisnis Anda secara makro.

Renstra atau annual planning, harus disusun dengan memperhatikan  empat unsur yang ada dalam Balance Scorecard. Unsur Finansial, Konsumen, Operasionaldan Pengembangan. Keempatnya harus diturunkan ke dalam langkah-langkah yang terpadu. Dimulai dari perencanaan di tingkat makro organisasi.

Di tingkat makro ini, biasanya lembaga melakukan evaluasi terhadap kinerja yang telah lalu. Ini merupakan bagian dari BSC dalam langkah ke 3,  yaitu peninjauan sistem operasional internal.

Selain itu, sebuah lembaga bisanya melakukan pemetaan  tantangan, peluang, kekuatan, dan kelemahan (SWOT dan TOWS analysis), dengan memperhatikan harapan dari para pemangku kepentingan.

Sebagai salah satu tahap dalam pemetaan SWOT dan TOWS ini, lembaga haruslah dapat memahami isu strategis apa saja yang menjadi tantangan, kekuatan, peluang, dan kelemahan lembaga. Serta arahan tujuan visi misi yang menjadi harapan organisasi ke depannya. 

Melalui penurunan langkah strategis dari visi misi menjadi performance indicator, sebuah rencana menjadi lebih konkrit. Performance indicator ini  untuk dipegang oleh para pimpinan departemen dan direksi sebagai acuan. Lalu diturunkan lagi ke level medium, menjadi standar operasi yang akan dilakukan dalam kendali dari para manajer atau kepala bagian.

Langkah-langkah ini harus diselaraskan dengan apa yang ditulis di dalam Balance Scorecard, agar kesemua tahapan yang disusun dan diambil dapat dilakukan dengan seimbang. Apabila ada item proses bisnis yang berada diluar matriks BSC, maka hal tersebut dianggap tidak perlu untuk dilaksanakan. Fokus saja pada empat kotak matriks dalam BSC untuk memastikan semua proses internal telah sesuai dengan tujuan organisasi. 

Karena Anda melakukan perencanaan strategis, maka Anda pun harus memperhatikan pertumbuhan para karyawan yang memegang tanggung jawab. Berikan dan anggarkan jam belajar untuk mengembangkan setiap orang.

Dengan cara seperti ini, kekuatan organisasi pun menjadi terbangun kokoh. Karena unsur pengembangan sumber daya manusia amat diperhatikan, karena di tangan tiap karyawanlah ujung tombak eksekusi rencana akan dijalankan. Seperti diutarakan oleh para ahli bahwa mereka yang berhenti belajar akan berjalan di tempat.

Baru setelah itu dilakukan individual performance contract atau penyusunan KPI yang bersifat makro dari para Direksi atau kepala Departemen. Lalu diturunkan kembali menjadi KPI untuk para Manajer atau Kepala Bagian. Lalu dibuat lebih mikro untuk masing-masing supervisor dan staf. Penyusunan ini semua membutuhkan analisa yang terstruktur.

Cara Membuat Rencana Strategis (Renstra) atau Annual Planning:

  1. Temukan Visi Misi dan Roadmap setahun
  2. Analisa proses bisnis dengan balance scorecard sesuai roadmap
  3. Tentukan Performance Indicator sesuai blueprint organisasi
  4. Analisa isu internal eksternal dengan metode bisnis forensic
  5. Gunakan Strategy Toolbox sesuai kebutuhan

Untuk memperoleh penyegaran mengenai cara-cara penyusunan Renstra yang efektif, hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telpon kami di nomor 0812-9400-0985 (Donna) atau 0821-2487-0050 (Gisri).

Untuk menjadi seorang Ahli Strategi bagi Lembaga, korporasi dan bisnis, Anda dapat mengikuti Training Corporate Strategy Specialist dari ACT Consulting. Hubungi kami dan dapatkan harga khusus untuk paket korporat.

apa itu good corporate governance, act consulting, corporate strategy specialist, corporate culture specialist

Apa itu Good Corporate Governance

By Article No Comments

apa itu good corporate governance, act consulting, corporate strategy specialist, corporate culture specialist

Good Corporate Governance (GCG/ Tata Kelola Perusahaan yang Baik) adalah unsur utama yang dipertimbangkan oleh investor saat ia memilih sekian banyak perusahaan untuk berinvestasi. Hal ini karena, sebuah perusahaan yang memiliki tata kelola perusahaan yang baik (GCG) dipimpin oleh para eksekutif yang jujur dan berpengalaman dan memiliki kemampuan organisasi yang mumpuni. Sehingga menumbuhkan keyakinan di hati para investor untuk memilih perusahaan tersebut sebagai tempat menanamkan uangnya.

Istilah good corporate governance yang sering dibahas sebagai sistem tata kelola perusahaan yang baik terdiri dari sejumlah hal yang saling berkaitan, diantaranya adalah sistem aturan yang diterapkan dalam praktek yang jujur dan proses bisnis yang kokoh, dengan kepemimpinan yang baik dan kepaduan operasional organisasi  yang berjalan dengan baik.

Dalam sistem tata kelola perusahaan yang baik ini terdapat sejumlah unsur pemangku kepentingan yang terpadu secara baik. Hingga tercipta keseimbangan antara berbagai kebutuhan para pemegang saham, manajemen, konsumen, vendor dan investor, serta pemerintah dan masyarakat.

Good Corporate governance juga menggambarkan baiknya kerangka kerja perusahaan yang menggambarkan tujuan mengapa ia didirikan. Sistem tata kelola perusahaan yang baik ini juga melingkupi sejumlah aspek dalam organisasi diantaranya adalah;

  1. perencanaan strategis yang matang
  2. kendali internal yang terstruktur
  3. pengukuran performa yang obyektif dan adil
  4. transparansi keuangan perusahaan.

Di sisi lain, baiknya sistem tata kelola perusahaan (GCG) merupakan hasil dari ditegakkannya prinsip-prinsip yang diterapkan oleh perusahaan untuk memaksimalkan nilai perusahaan, meningkatkan kinerja dan kontribusi perusahaan, serta menjaga keberlanjutan perusahaan secara jangka panjang.

Pertama kali diresmikan oleh Presiden BJ Habibie pada tahun 1999, Komite Nasional Kebijakan Corporate Governance (KNKCG) yangdibentuk berdasarkan Keputusan Menko Ekuin Nomor: KEP/31/M.EKUIN/08/1999 telah mengeluarkan Pedoman GCG yang pertama. Tujuan dari penerapan GCG ini adalah untuk menunjang pertumbuhan dan stabilitas ekonomi yang berkesinambungan.

Dalam Pedoman Umum GCG Indonesia 2006 dijelaskan bahwa pada tahun 2004 Pemerintah telah mengubah Komite Nasional Kebijakan Corporate Governance menjadi Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG).

Menurut DR Boediono (2006), penerapan GCG diharapkan dapat menunjang upaya pemerintah dalam menegakkan good governance pada umumnya di Indonesia. Pemerintah secara konsisten dan sejalan juga menerapkan good governance dalam seluruh sistem birokrasi yang ada dalam rangka menciptakan Pemerintah yang bersih dan berwibawa.

Keuntungan Good Corporate Governance untuk Perusahaan

Pedoman Umum GCG Indonesia tahun 2006  menjadi acuan bagi perusahaan umum untuk melaksanakan GCG. Secara umum, terdapat sejumlah keuntungan dari pelaksanaan GCG di perusahaan, yaitu;

  1. Mendorong tercapainya kesinambungan perusahaan melalui pengelolaan yang didasarkan pada 5 asas GCG
  2. Membuat organ perusahaan yang terdiri dari dewan komisaris, direksi dan rapat umum pemegang saham dapat berfungsi secara berdaya, optimal dan mandiri
  3. Mempertinggi nilai moral di dalam perusahaan karena dapat mendorong pemegang saham, anggota Dewan Komisaris dan anggota Direksi agar dalam membuat keputusan dan menjalankan tindakannya, karena terdapat kewajiban untuk patuh terhadap peraturan perundang-undangan.
  4. Menumbuhkan dan mendorong munculnya kesadaran dan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat
  5. Mendorong upaya menjaga kelestarian lingkungan terutama di sekitar lokasi operasional perusahaan. Termasuk upaya dalam menumbuhkan masyarakat sekitar lokasi.
  6. Mengoptimalkan nilai perusahaan bagi pemegang saham dengan tetap memperhatikan pemangku kepentingan lainnya.
  7. Meningkatkan daya saing perusahaan secara nasional maupun internasional, sehingga meningkatkan kepercayaan pasar yang dapat meningkatkan kesempatan masuknya arus investasi

Dalam Pedoman GCG Indonesia yang diterbitkan pada tahun 2006 tersebut, terdapat 5 Asas GCG untuk korporasi umum yaitu;

  1. Transparansi (Transparency)
  2. Akuntabilitas (Accountability)
  3. Responsibilitas (Responsibility)
  4. Independensi (Independency)
  5. Kewajaran dan Kesetaraan (Fairness)

Secara lebih khusus, KNKG juga menerbitkan pedoman tahun 2008 untuk korporasi public dengan  Asas GCG yang berbeda yaitu;

  1. Demokrasi
  2. Transparansi
  3. Akuntabilitas
  4. Budaya Hukum
  5. Kewajaran dan Kesetaraan

Selain itu, visi dari Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG) juga telah diperbaharui menjadi sebuah lembaga resmi pemerintah yang berperan dalam mendorong dan meningkatkan efektifitas penerapan good governance di Indonesia dalam rangka membangun kultur yang berwawasan good governance baik di sektor publik maupun korporasi.

Sejalan dengan itu, misi KNKG pun telah diperluas yaitu untuk mewujudkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan pelaksanaan governance terbaik di dunia. Namun dalam kenyataannya, pemerintah dan perusahaan besar yang ada di Indonesia masih harus banyak berbenah.

Namun tiap perusahaan harus memahami tujuan sebenarnya dari pencanangan GCG ini pada awalnya. Yaitu untuk meningkatkan profesionalitas dan kepatuhan perusahaan terhadap peraturan hukum dan perundang-undangan yang berlaku agar bisnis tersebut dapat lestari atau terbangun sustainabilitasnya.

Bagaimana Solusinya?

Memegang tanggung jawab untuk menjalankan dan mengawasi penerapan Good Corporate Governance dan Good Corporate Culture dapat menjadi suatu hal yang berat dan membingungkan bagi komite GCG dan GCC yang ada di sebuah korporasi atau BUMN. Hal yang kurang lebih serupa pun turut dirasakan oleh mereka  yang tergabung dalam Management Review Comittee yang memiliki tugas untuk mengawasi kepatuhan (compliance) Perusahaan pada setiap butir peraturan dalam sistem standarisasi internasional (ISO) yang terus diperbaharui.

Memahami kebutuhan korporasi, organisasi dan BUMN/BUMD akan solusi untuk masalah ini, ACT Consulting mengemas solusi ini dalam sejumlah program sertifikasi Corporate Culture Specialist (CCS) dan Corporate Strategy Specialist (CSS). Program ini berisi berbagai skill, pengetahuan, wawasan dan mindset yang dibutuhkan agar Korporasi dapat menjalankan program GCC dan GCG dengan baik dan integral dengan tujuan yang ingin dicapai perusahaan.

Di dalam program sertifikasi ini, peserta yang tergabung dalam Komite GCG, Komite GCC atau Komite Management Review, dapat mengintegrasikan antara kebutuhan perusahaan untuk mematuhi peraturan pemerintah dan perundang-undangan, dengan visi misi dan tujuan yang ingin diwujudkan perusahaan.

Peserta yang hadir dalam program sertifikasi Corporate Culture Specialist dan Corporate Strategy Specialist pun akan dapat memiliki kemampuan untuk menyusun solusi strategis yang terstruktur dan terukur.

Peserta akan dapat melakukan analisa atas situasi yang tengah dihadapi perusahaan, mengemas solusi bagi korporasi di mana mereka bekerja dengan langkah-langkah yang komprehensif, integral, sistematis dan terencana rapi.

Untuk mengikuti program Corporate Culture Specialist atau Corporate Strategy Specialist, hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).

workshop corporate strategic intelligence, act consulting, csi organ 3, rsud bekasi

Workshop Corporate Strategic Intelligence Organ 3 di RSUD BEKASI

By News No Comments

workshop corporate strategic intelligence, rencana strategis rsud kota bekasi, act consulting, rinaldi agusyana, CSI organ 3,

Workshop Corporate Strategic Intelligence Organ 3 dilakukan oleh RSUD Bekasi bersama ACT Consulting. Workshop ini dilakukan dalam rangka penyusunan RENSTRA (Rencana Strategis) Tahun 2018-2023 RSUD dr.Chasbullah Abdul Madjid Kota Bekasi. Acara yang berlangsung dari tanggal 24 Oktober 2018 hingga ke tanggal 27 Oktober 2018 ini di buka oleh Direktur RSUD Bekasi dr.Kusnanto Saidi, MARS. Modul CSI Organ 3 ini dipandu oleh Rinaldi Agusyana, Corporate Strategic Expert dari ACT Consulting. Pelaksanaan Workshop CSI Organ 3 ini adalah  sebagai sambungan dari Workhsop CSI organ 1 yang telah dilaksanakan di bulan Agustus 2018 lalu selama 3 hari yaitu redefining visi misi dan values RSUD Bekasi.

Dalam Corporate Strategic Intelligence, terdapat 5 Organ utama yang membagi Strategi Korporasi ke dalam beberapa bagian yang dapat dengan mudah dikuasai dan diterapkan. 5 Organ tersebut adalah;

  1. Roadmap
  2. Blueprint
  3. Forensic
  4. Stewardship
  5. DNA

 

 

Dengan berfokus pada Organ 3 yaitu Forensic, RSUD Bekasi ingin menemukan Root Cause dari berbagai masalah yang mereka temui dan menyelesaikannya dengan solusi yang mudah diterapkan, integrative dan progresif. Dengan cara ini, juga dapat mencegah munculnya kembali masalah yang serupa di masa depan.

Berbagai langkah yang dipelajari di organ 3 ini adalah;

  1. Organizational Aspirations & Performance Analysis
  2. Identify the Root cause(s)
  3. Propose Solutions
  4. Implement Solutions
  5. Evaluate & Modify

Selain itu, dilakukan juga upaya untuk meningkatkan sustainabilitas dari RSUD Bekasi ke depannya, yaitu dalam urutan 8 Step Change Management berupa langkah-langkah yaitu;

  1. Establish a Sense of Urgency
  2. Create the Guiding Coalition
  3. Develop a Change Vision
  4. Communicate the Vision for Buy In
  5. Empower Broad Based Action
  6. Generate Short Term Wins
  7. Never Let Up
  8. Incorporate Change into the Culture

workshop corporate strategic intelligence, act consulting, csi organ 3, rsud bekasi

Workshop Corporate Strategic Intelligence Organ 3 ini dilakukan dalam upaya mencapai misi untuk menjadi RSUD Terdepan Dalam Pelayanan secara paripurna menuju masyarakat sehat dan mandiri. Hal ini terbukti dengan terpilihnya RSUD Bekasi sebagai salah satu Rumah Sakit yang menerima Penghargaan Ucapan Terima Kasih dari Menteri Kesehatan Republik Indonesia atas perannya dalam mensukseskan Pelayanan Kesehatan di Asian Games dan Asian Para Games tahun 2018.

Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara meningkatkan kemampuan Corporate Strategic Intelligence hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).

leaders commitment training, bank nagari, act consulting, rinaldi agusyana

LEADERS COMMITMENT TRAINING BANK NAGARI SUMATERA BARAT

By News No Comments

leaders commitment training, bank nagari, act consulting, rinaldi agusyana

Telah berlangsung Leaders Commitment Training PT. Bank Pembangunan Daerah Sumatera Barat atau lebih dikenal dengan nama Bank Nagari sebagai BPD yang ingin terus berkembang dan siap menghadapi tantangan zaman. Training ini berlangsung di kota Padang, pada tanggal 4 November 2018.

Training ini sebagai bentuk komitmen  para leaders untuk dapat bergerak secara cepat, responsif dan terukur dalam menghadapi ERA VUCA. Training ini merupakan Leaders Commitment angkatan ke 2, dari serangkaian program  kerjasama Bank Nagari dan ACT consulting yang sebelumnya telah berlangsung Leaders Commitment angkatan ke 1 untuk para Komisaris dan Board of Director.

Era VUCA yang sekarang ini tengah berlangsung, diketahui mendatangkan sejumlah  hal yang menyebabkan keadaan suatu korporasi menjadi volatile, unpredictable, complex, dan  ambigu. Oleh karena itu dibutuhkan kemampuan yang tinggi dari para pimpinan dalam korporasi di tengah kegamangan situasi ini dapat diperoleh vision, understanding, clarity, dan agility.

Solusi VUCA  yang diperoleh ini, akan  membantu korporasi menyelesaikan dengan mudah persoalan-persoalan yang akan terus muncul. Manfaat dari Training ini adalah agar organisasi dapat terus sustain di tengah badai persaingan yang makin ketat dan budaya perusahaan memiliki peran dalam menghadapi tantangan tersebut.

leaders commitment training, bank nagari, act consulting, rinaldi agusyana

Pembukaan acara ini diawali dengan sambutan dari Bapak Syafrizal sebagai Direktur Operasional Bank Nagari yang mengatakan bahwa sebuah transformasi budaya yang sehat harus diawali dari para leaders atau Transformation Corporate Culture Start From Leaders.

Leaders Commitment Training ini dipandu oleh Rinaldi Agusyana, Corporate Strategic Expert dari ACT Consulting, yang juga menjabat sebagai CEO dari ESQ Tours and Travel yang telah meraih predikat sebagai “World Best Hajj & Umrah Operator 2016” dan telah memperoleh sertifikasi ISO sejak tahun 2016.

leaders comitment training, bank nagari, act consulting, rinaldi agusyana

Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara menemukan Strength dari para karyawan dan membangkitkan kekuatan para Leader di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).

 

 

 

annual strategic planning, annual planning, strategic planning, act consulting, Rinaldi Agusyana

Cara Menyusun Annual Strategic Planning

By News No Comments

annual strategic planning, annual planning, strategic planning, act consulting, Rinaldi Agusyana

Saat anda melakukan tutup buku dan menutup tahun kalender ini, dan menyusun rencana untuk tahun baru ke depan, sejuta pertanyaan akan muncul dalam benak. Apa yang harus dipertimbangkan dalam menentukan Annual Strategic Planning? Banyak pihak yang mengalami kebingungan dalam menyusunnya. Apakah sudah benar atau tidak? Ukuran apa yang bisa dipakai?

Bila Anda termasuk dalam sebagian orang yang memiliki tugas dan tanggung jawab berat ini, dan menginginkan solusi, berikut ini kami memberikan Panduan yang akan dapat membantu. Secara mudahnya, strategi disusun dengan mengisi Balance Scorecard. Ada 4 komponen yang ada di dalamnya, yaitu :

  1. Financial Gain ; bagaimana cara untuk mencapai target keuangan?
  2. Customer Value ; nilai apa yang ingin diberikan pada konsumen anda?
  3. Operation to Create Values ; proses internal apakah yang harus diperbaiki untuk menyediakan nilai dan mencapai tujuan keuangan perusahaan anda?
  4. Capability Needed/ Skills to Run Operation ; apakah keterampilan dan kapabilitas dari tim karyawan yang anda miliki, untuk mengarahkan proses internal agar dapat memenuhi tujuan nilai untuk konsumen, dan bagiamana mencapai tujuan keuangan?

Perpaduan langkah 1 dan 2, akan menunjukkan kekurangan Key Result Area di perusahaan Anda. Dan gabungan dari langkah 3 dan 4 akan menunjukkan Effort yang harus dikeluarkan agar perusahaan anda bisa mencapai Key Performance Indicator yang disepakati antara anda dan tim karyawan.

Sisi lain dari strategi adalah perhitungan SWOT : Strength – Weakness – Opportunities – Threats :

S – O : Strength apa yang bisa anda gunakan untuk mengkapitalisasi opportunities yang dimiliki?

W – O :  Weakness apa yang harus dimitigasikan untuk bisa opportunities bisa terkapitalisasi?

S – T : Strength apa yang bisa digunakan untuk bisa menangani/ mengurangi Threats?

W – T : Strategi apa yang bisa dilakukan untuk meminimkan Weakness dan menghindari Threats?

 

Bagaimana? Itu langkah 2 dari 5 langkah dalam Corporate Strategy Intelligence. Selengkapnya, ESQ memiliki modul lengkap untuk membantu perusahaan Anda dalam menyusun strategi terbaik untuk memastikan proses operations yang anda lakukan di dalam perusahaan, menghasilkan values yang berarti bagi konsumen, dan menghasilkan finansial yang mendukung perkembangan perusahaan beserta para karyawan yang ada di dalamnya.

Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara mengukur annual strategy di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).

 

By; Rinaldi Agusyana, Corporate Strategic Expert & CEO of ESQ Tours & Travel, Peraih World Best Hajj & Umrah Operator in The World 2016

corporate strategic specialist, business strategy, strategic innovations, business process, strategic planning, act consulting, ary ginanjar agustian

5 Organ Taktikal Untuk Menyusun Corporate Strategy Hingga 10 Tahun ke Depan

By News No Comments

corporate strategy, corporate strategic specialist, business strategy, strategic innovations, business process, strategic planning, act consulting, ary ginanjar agustian

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sejumlah eksekutif dari perusahaan menyusun corporate strategy dengan intuisi. Sebagian lain menyusun strategi dengan menggunakan rumus-rumus rumit yang dipelajarinya dalam kuliah. Sebagian yang lain, menggunakan konsultan berharga mahal yang menghabiskan biaya hingga di angka milyaran rupiah per tahunnya. Namun selain mahal, solusi yang ditawarkan pun menciptakan ketergantungan organisasi kepada para konsultan untuk membuat corporate strategy.

Untungnya sejumlah Regional Expert dari ACT Consulting telah memformulasikan solusi untuk hal ini. Anda kini dapat menjadi seorang Corporate Strategic Specialist (CSS) dengan sertifikasi nasional dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi. Sehingga anda dapat menyusun sendiri solusi yang paling cocok untuk diterapkan di organisasi dimana anda berada, tanpa menimbulkan ketergantungan atau menghabiskan biaya berjumlah milyaran per tahun. Di luar perusahaan, anda pun dapat menciptakan lapangan pekerjaan dengan menjadi seorang konsultan strategi di waktu luang anda.

Apa saja yang ada dalam pembelajaran untuk menjadi seorang Corporate Strategic Specialist?

Ada 5 Organ yang perlu didalami untuk dapat menyusun solusi progresif yang bisa dilakukan oleh perusahaan untuk meningkatkan daya saingnya, terutama dengan membenahi future vision dan values centric operation line, dengan memastikan setiap detail dari operation yang dilakukan korporasi setiap harinya, ditujukan untuk menjawab dan melayani kebutuhan.  5 Organ yang harus dikuasai para ahli strategi di perusahaan anda adalah;

  1. Strategic Directions
  2. Organizational Design
  3. Annual Planning
  4. Business Process
  5. Problem Solving & Decision Making

corporate strategic specialist, strategy specialist, act consulting, ary ginanjar agustian

Organ 1; Strategic Directions

Organ 1 ini menentukan DNA  organisasi. Organ 1 terdiri dari unsur yang paling utama yang menjadi nyawa dari organisasi anda dan yang membuatnya dapat bertahan hidup dan memenangkan persaingan. DNA organisasi itu adalah penentuan visi, misi, values, meaning, dan roadmap perusahaan.

Termasuk diantara Organ 1 adalah Pernyataan Misi sebuah perusahaan atau organisasi. Yang menentukan Siapa dan Mengapa perusahaan tersebut dibentuk untuk pertama kalinya, dengan tujuan apa yang ingin dicapai “

  1. What are you?
  2. What is your purpose?
  3. What is your main responsibility?
  4. What do you promote or what is your main objective?

Pernyataan visi dan misi perusahaan harus diformulasikan untuk memberi semangat bekerja bagi karyawan, untuk menyegarkan dan menghidupkan suatu organisasi. Yang terpenting, sebuah visi perusahaan, menentukan arah perjalanannya. Untuk itu, elemen di dalamnya haruslah terukur. Dapat dikuantifikasi. Dapat ditentukan pada saat mana visi itu telah tercapai.

Bagaimana dengan perusahaan Anda? Apakah sudah menunjukkan tanda-tanda visi perusahaan sudah tercapai? Bila anda berkata tidak tahu, ini berarti Visi yang dibuat masih belum tepat. Bangunlah visi perusahaan yang dapat dikalkulasi pencapaiannya. Setelah menentukan visi dan misi, Anda harus menyusun roadmap yang bersifat progresif untuk dijalankan oleh perusahaan anda selama 10 tahun kedepan.  Selain itu, anda pun harus merancang bagaimana perusahaan dapat memberikan kontribusi untuk masyarakat. Agar perusahaan dapat sustain dengan melayani kebutuhan masyarakat yang terus bertambah.

Sampai berjumpa lagi dalam bahasan selanjutnya mengenai 5 Organ Solusi dalam Corporate Strategy. Salam Solusi Strategis dari ACT Consulting. Untuk mengikuti Program Corporate Strategic Specialist, hubungi ACT Consulting di email; info@actconsulting.co  atau hubungi wa/telp; 0821-2487-0050 (Donna).

rinaldi agusyana, corporate strategy, corporate strategic expert, business strategic, business planning, business innovation, strategic planning, act consulting, ary ginanjar agustian

by Rinaldi Agusyana, Corporate Strategic Expert at ACT Consulting & CEO of ESQ Tours & Travel (The Best Hajj & Umrah Provider in The World 2016)