Skip to main content

Dieter Zetsche CEO Daimler Benz tentang ‘Data Gold Rush’

By April 1, 2019April 30th, 2019Article

Perubahan zaman tidak bisa dibalikkan menjadi mundur. Agar perusahaan dapat tetap menjadi pemain top di pasar, yang harus dilakukan adalah menjadi pendahulu dalam melakukan perubahan. Dengan cara ini, perusahaan kita dapat terus menjadi yang terdepan.

Itulah pula yang diinginkan oleh CEO Daimler Benz, Dr Dieter Zetsche. Ia menyampaikan sejumlah inovasi yang dilakukan oleh perusahaannya yang bergerak di bidang otomotif. Diantaranya adalah bagaimana membuat setiap mobil yang dihasilkan perusahaannya, ada dalam sistem informasi pemetaan (GIS atau geographical information systems) secara global.

Dengan teknologi ini, perusahaannya dapat mengetahui dimana keberadaan mobil yang diproduksinya, dan keadaan kendaraannya. Mobil yang dikendarai dapat terpantau melalui smartphone tanpa membutuhkan instalasi dan pemasangan GPS Tracker di kendaraan.

Teknologi ini dapat sangat menolong terutama pada situasi darurat, dimana nyawa dari pengendara mobil, muatan yang dibawa, dan penumpangnya, yang menjadi taruhan. Ini yang disebut Dieter sebagai Future Mobility atau masa depan dunia otomotif.

Saat ini yang terjadi, kata Dieter, adalah Data Gold Rush. Data merubah segala hal. Dari mulai pengalaman pelanggan, hingga berguna sebagai nilai tambah bagi kepentingan konsumen sendiri. Ia membandingkan keadaan Data Gold Rush ini sama seperti dahulu saat terjadinya Gold Rush di berbagai tempat di dunia. Bahwa data yang dimiliki perusahaannya sangat berharga sebagaimana nilai emas.

Teknologi Daimler terus dikembangkan. Terang Dieter. Satu hal yang jelas, dari data yang diperoleh perusahaannya, terlihat berbagai temuan dalam hal konektivitas. Konektivitas yang dimaksudnya adalah antara sistem miliki Daimler, sistem pelayanan, dan konsumen. Keterhubungan ini menciptakan situasi dimana data dapat diketahui secara real time.

Penemuan dari data layanan pelanggan dan dari harapan pelanggan, yang tercipta dari inovasi yang dibuat di Daimler Benz, membuat perusahaannya dapat mengetahui apa saja yang dibutuhkan oleh konsumen, dan memenuhinya.

Cara-cara Daimler beriklan juga terus uptodate dan cukup inovatif, diantaranya dengan menggunakan sosial media seperti Linkedin untuk memberitakan teknologi terbaru yang dimiliki perusahaannya.

Selain itu, Daimler juga telah mengembangkan program autopilot dan program autonomous driving. Para peneliti yang dimiliki Daimler di Silicon Valley juga terus memperbaharui display dynamics dari dashboard yang dirancang untuk peluncuran produk seri berikutnya.

Dalam wawancara yang dilakukan oleh David Bernstein di tahun 2015, jumlah penjualan Daimler di seluruh dunia mencapai 1,8 juta kendaraan. Bahkan, Daimler membuka pasar baru di beberapa negara. Seperti yang dijelaskan Dieter bahwa jumlah mobil yang terjual di China saat itu, telah mencapai jumlah 300.000 unit. Padahal, itu adalah tahun pertama Daimler dapat memasuki pasar di negeri tirai bambu tersebut.

Baca Juga:  Pendidikan Keuangan, Persiapan Pensiun dan Persiapan Warisan agar Keluarga Tetap Sejahtera

Cerdas dan terhubung, adalah nilai tambah yang diciptakan melalui business model yang dimiliki Daimler. Di Daimler Benz, data yang dikumpulkan dari riwayat penggunaan kendaraan akan diolah untuk menciptakan kendaraan yang lebih advance lagi di masa depan. Inilah contoh lain dari yang disebut Dieter sebagai ‘Data Gold Rush’. Seperti data bahwa setiap truk dari merk Benz ternyata melakukan perjalanan sejauh 70.000 mil setiap tahunnya.

Keselamatan dan dasar Sustainabilitas dari setiap produk yang diciptakan, adalah hal yang ingin selalu dijaga oleh Daimler, kata Dieter. Untuk mencapai hal tersebut, perusahaannya mengandalkan digitalisasi untuk membuka masa depan yang lebih baik di dunia transportasi.


Jumlah kendaraan Daimler yang paling banyak terjual adalah BMW, kata Dieter. Di Amerika, produksi kendaraan Mercedes Benz dilakukan di Alabama. Saat ditanya, Dieter menyampaikan bahwa tak ada yang dapat menemukan perbedaan antara kendaraan yang diproduksi di Jerman atau di Amerika, atau di pusat produksi lainnya yang dimiliki Daimler di seluruh Dunia.

Beragam manajemen inovasi bisnis yang dilakukan Dr Dieter Zetsche harus bisa dipelajari oleh banyak orang di negara kita. Untuk mempelajari cara melakukan manajemen inovasi bisnis, klik disini.

Namun Anda bisa saja memiliki kesulitan atau masalah di beberapa sisi seperti budaya dan penerapan disiplin pencapaian target. Bila itu masalahnya, bagi para Leaders di Organisasi Anda, dapat mengikuti program Transformational Leadership dari ACT Consulting dengan klik di link ini.

Untuk melakukan perkembangan mendasar di organisasi dan korporasi Anda seperti yang dilakukan Dieter Zetsche di Daimler, Anda dapat mempelajari cara membangun budaya perusahaan dengan klik disini.
Anda juga dapat mempelajari cara menciptakan strategi yang tepat untuk perusahaan dengan klik disini.

Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara membentuk karakter  para pegawai dan pimpinan hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki
langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).

Leave a Reply

Open chat
1
Halo,
Ada yang bisa kami bantu?