Skip to main content

Kredo Kinerja Amazon yang Membuatnya Menjadi Perusahaan Terkaya di Dunia

By March 1, 2019March 12th, 2019Article

Amazon terkenal dengan kepedulian yang tinggi pada pelanggan. Mereka di amazon menyebut kredo tersebut sebagai “customer obsession”. Motto ini kemudian banyak ditiru oleh para pemilik perusahaan dot com dan pengusaha start up. Bahkan Nadiem Makarim menyatakan bahwa GoJek pun memiliki kredo yang sama, dengan berkaca pada kesuksesan Amazon.

Situs Amazon awalnya hanya menjual buku. Pada tahun awal pendiriannya, Jeff turut membungkus sendiri buku-buku yang dipesan pelanggan, dan mengantarkannya ke kantor pos, sambil berharap suatu saat ia akan mampu untuk membeli forklift untuk logistik di Amazon. Baru setelah beberapa lama, Jeff kemudian berpikir bahwa ia dapat menjual apa saja di Amazon. Lalu itulah tepatnya yang ia lakukan.

Di era tahun 2000an dimana banyak harga saham perusahaan dot com turun drastis, Jeff juga turut mengalaminya. Saham Amazon turun dari harga seratus dollar amerika ke harga hanya enam dollar amerika. Namun di saat itu, ia tidak merasakan suatu hal yang negatif terjadi. Ia melihat berbagai unsur operasional di perusahaannya terus tumbuh dengan baik dan menunjukkan grafik yang meningkat. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk tidak lagi menjual saham, karena merasa perusahaannya tidak lagi membutuhkan lebih banyak pasokan modal.

Lebih jauh lagi, di saat semua perusahaan teknologi berpusat pada bagaimana cara untuk memiliki margin yang besar, Amazon berpusat pada “menciptakan apa yang akan dibutuhkan masyarakat”. Disana ia melihat bahwa banyak dari perusahaan start up tidak memiliki sumber daya yang cukup untuk memiliki server sendiri dan mengelolanya. Ia kemudian berusaha mempermudah hal tersebut dengan membangun layanan Amazon Web Services (AWS). Dalam layanannya tersebut, setiap orang dapat memiliki layanan cloud berbiaya murah untuk menyimpan big data, memprosesnya, dan melakukan analisis dari data yang mereka miliki, dengan layanan yang diberikan oleh Amazon.

Baca Juga:  Indonesia Menyambut Teknologi 5G

Kredo Amazon tentang inovasi ini adalah; Bekerja di Masa Depan. Jeff Bezos mengatakan bahwa Perusahaan seharusnya tidak semata melihat bagaimana pencapaian dan rencana yang akan dilakukan pada quarter ini. Tapi harus memikirkan produk apa yang dapat dihasilkan, yang akan menghasilkan keuntungan saat diluncurkan tiga tahun ke depan. Jadi, Jeff mengatakan pada semua orang bahwa apa yang kita lihat saat ini di Amazon, adalah hasil dari inovasi dan riset yang dilakukan sejak tiga tahun sebelumnya.

Ini berarti Amazon memiliki waktu riset dan tes produk selama 3 tahun sebelum diluncurkan. Ini adalah waktu yang cukup lama untuk berinovasi. Akan menghabiskan banyak waktu bila tujuan dari inovasi hanyalah untuk mengalahkan pasar saat ini. Namun untuk dapat membuat inovasi yang dihasilkan Amazon tetap menjadi yang terdepan, pandangan futuristik harus dimiliki oleh perusahaan di era VUCA sekarang ini.

Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara membentuk karakter melalui digital training pada diri para pegawai dan pimpinan hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).

Leave a Reply

Open chat
1
Halo,
Ada yang bisa kami bantu?