JAKARTA – Workshop ini diselenggarakan oleh PT ANTAM Tbk bersama ACT Consulting. Via Zoom Enterprise. Ada Rinaldi Agusyana sebagai Fasilitator. Pembukaan oleh Luki Setiawan, Direktur SDM. Dan dipandu langsung oleh Tiko sang Trainer ACT Consulting & ESQ, Lisensi dari Ary Ginanjar Agustian.
Kemudian diikuti oleh VP Organization & Effectiveness Development (OED), Tim OD, Kantor Pusat ANTAM, dan lainnya.
Bertujuan agar ANTAM mempunyai pedoman budaya yang akan dijalankan. Karena dengan keberhasilan membangun budaya atau culture organisasi akan menopang organisasi mencapai tujuannya.
Event ini objectivenya untuk menghasilkan “Roadmap Budaya 2020-2024 (5 Tahun)” dan menyusun Quick Win selama 3 bulan.
“Most pleasure Bu Tyas, kami mengapresiasi metode virtual learning ACT yang agile dan going extra miles. Sudah seperti membuat Film ya Bu Tyas. Peran Producer, Sutradara, Editorial, Kameramen, Tokoh Utama dan lain-lain,” papar salah satu pimpinan ANTAM kepada Yuni Ariningtyas P, Program Director of Culture Transformation ACT Consulting.
Ia membayangkan kelak bisa muncul kompetitor-kompetitor dalam dunia pertelevisian masa kini.
JAKARTA – PT PGN (Perusahaan Gas Negara) menjadi subholding gas yang membawahi perusahaan-perusahaan gas milik Negara. Termasuk salah satunya Pertagas.
Pada kesempatan kali ini PT PGN mengadakan Event Leader Talk. Dilaksanakan secara online pada (21/7/2020).
Para pimpinan yang hadir di antaranya, Asisten Deputi SDM Kementerian BUMN, Andus Winarno. Direktur SDM dan Umum PT PGN Tbk, Beni S. Hidayat. Para kepala satuan kerja, Direksi Anak Perusahaan (Afiliasi). Ratusan anggota atau staff lainnya. Serta Ary Ginanjar Agustian, CEO ACT Consulting & ESQ LC.
Dalam sesinya, Ary Ginanjar Agustian ikut serta berikan motivasi kepada sebuah perusahaan yang bergerak di bidang transmisi dan distribusi gas bumi ini. Yang fokus kepada transformasi organisasi, termasuk transformasi budaya melalui AKLHAK.
“Inilah kumpulan dan mekanisme leadership dengan 3 kecerdasan. Bukan hanya memimpin dengan otak, tetapi juga memimpin dengan emosi, dan hati,” tutur Ary Ginanjar Agustian.
Cara menjadi Great Leader, yaitu:
1. Perusahaan atau lembaga membangun sebuah visi dan misi yang jelas agar menghasilkan goals yang sama
2. Mampu mengendalikan dari dua sisi agar semuanya seimbang. Sisi yang pertama yaitu culture transformation (behaviors, values, beliefs). Sisi kedua yaitu business transformation (struktur, strategi dan sistem)
Dan karakter pemimpin akan semakin terlihat ketika masa krisis. Kebijakannya, keputusannya, semua bisa dilihat selama masa-masa sulit seperti sekarang ini.
“Bagaimana jika karakter kalian tidak mumpuni? Selain citra diri yang buruk, semua unit yang kita pimpin takkan berjalan dengan baik. Jangankan masa krisis, di masa yang stabil pun belum tentu kalian bisa. Tapi, tenang saja. Skill kepemimpinan masih bisa dilatih,” bebernya.
Oleh karenanya, Motivator Indonesia itu berikan sebuah solusi. Dengan cara mengikuti training Transformational Leadership pada tanggal 27-28 Juli 2020. Agar menjadi seorang Leader yang hebat di segala masa.
JAKARTA – Beberapa tamu VIP seperti Ary Ginanjar Agustian, CEO ACT Consulting & ESQ Group. Anindita Eka Wibisono, Asisten Deputi Bidang Asuransi dan Jasa lainnya. Hadir dalam Webinar Sosialisasi Core Values AKHLAK pada (20/7/2020).
Dewan Komisaris dan Direksi Holding serta Anggota Asuransi dan penjaminan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pun ikut bergabung. Salah satunya yaitu Robertus Bilitea sebagai Direktur Utama PT BPUI (Bahana Pembinaan Usaha Indonesia). Serta Budi Rahardjo Slamet, Direktur Utama PT Jasa Raharja.
Dalam Webinar itu, Wakil Menteri BUMN II, Kartika Wirjoatmodjo memberikan arahan kepada Holding Perasuransian, Penjaminan, dan Sosialisasi Core Values AKHLAK. Karena rendahnya kepercayaan masyarakat saat ini kepada produk asuransi. Termasuk di PT BPUI.
Latar belakang pendirian dan penunjukan holding asuransi yang mendadak kepada BPUI di Q1 2020 ini menjadi challange tersendiri saat ini. Karena BPUI sendiri adalah perusahaan yang baru menjadi BUMN di tahun 2010.
Memiliki aset paling sedikit di antara anak perusahaan (Jasindo, Askrindo, Jasa Raharja dan lainnya). Sehingga dirasakan ada resistensi dari anak-anak perusahaan terhadap holding.
Hal ini juga ditambah dengan kondisi bahwa setiap anak perusahaan harus melakukan report terhadap holding. Dan penentuan direksi serta besaran gaji direksi ditentukan oleh holding.
Oleh sebab itu Ary Ginanjar Agustian beserta tim ACT Consulting & ESQ berikan motivasi kepada PT BPUI.
Selain urgency-nya sosialisasi Core Values AKHLAK. Ada titipan satu pesan yang perlu disampaikan. Yaitu bagaimana menyatukan spirit, menghilangkan silo dan mengharmonikan antar perusahaan asuransi dalam lingkup holding BPUI. Membangkitkan Core Values AKHLAK para pimpinan dan karyawan.
JAKARTA – Beberapa perwakilan dari 9 perusahan ternama yang terdiri dari PT Taspen (persero), BP Batam, PT Asuransi BRI Life, PT Asabri (persero), PT Bhineka Life, PT. Haleyora Power, PT Telkom Indonesia, PT Pegadaian, dan PT Andesta Mandiri Indonesia Group.
Mengikuti Training Corporate Culture Specialist (CCS) selama 3 hari (15-17/7/2020) via daring dari ACT Consulting. Serta mendapatkan sertifikasi dari BNSP.
Training CCS dipandu langsung oleh CEO ACT Consulting & ESQ Group, Ary Ginanjar Agustian. Bersama Rinaldi Agusyana (Expert in Organization Culture Transformation) dan Tiko (Trainer).
“Bagaimana mempertahankan organisasi, instansi, atau perusahaan di tengah goncangan akibat pandemi? Sama seperti sebuah gedung kuncinya adalah fondasi. Lalu apa fondasi organisasi? Agar ia memiliki ketahanan, mampu berinovasi di tengah tekanan yang luar biasa,” tutur Ary Ginanjar.
Ia sudah mempraktekkannya, ESQ Group bisa survive dengan culture atau budaya. Yang memiliki agility atau ketahanan.
Budaya perusahaan atau corporate culture adalah kunci untuk membuat perusahaan mampu bertahan. Dan lakukan transformasi.
Ide strategi jelas sudah kita miliki. Tapi ketika eksekusi yang melaksanakannya tetap manusia. Founder ACT Consulting itu sharing 10 langkah yang teruji untuk membuat corporate culture.
Muhammad Iswandi sebagai vice president organisasi dan human capital management system di PT Haleyora Power menuangkan rasa antusiasme melalui video. Setelah ikuti training CCS.
“Alhamdulillah kami mendapatkan banyak sekali sharing dan yang paling penting adalah mendapatkan stategi untuk mengimplementasikan budaya di perusahaan. Bagaimana kami bisa mewujudkan transformasi budaya yang dicanangkan oleh direksi kami,” tuturnya.
Ia mengatakan ada satu momen luar biasa dari Ary Ginanjar Agustian yang memiliki komitmen sebagai leader ESQ & ACT Consulting.
“Dan ini menunjukkan bahwa kita tidak hanya belajar dari ESQ ini, tapi kita ditunjukkan komitmen tersebut oleh ESQ, terimakasih banyak,” tutupnya.
Lebih lengkap tentang Training dan Sertifikasi Corporate Culture Specialist dari ACT Consulting kunjungi halaman ini:
JAKARTA – Selama 3 hari, diselenggarakan Culture Agent Workshop bersama Agent of Change (AOC) Bulog dan ACT Consulting. Kurang lebih 207 orang mengikuti workshop yang dilakukan secara virtual ini. Yang hadir, termasuk Bagya Mulyanto selaku Direktur SDM Bulog. Corpu Bulog, Arjun Ansol Siregar. Dan para leader juga agent-nya.
Tak hanya dari Bulog pusat. Namun cabang se-Indonesia dari Sabang hingga Merauke.
Adanya workshop dari ACT Consulting & ESQ ini memfasilitasi agar nilai-nilai yang ada di Bulog bisa diimplementasikan. Khususnya diturunkan kepada para Agent-nya. Nilai-nilai itu di antaranya Integritas, Profesional, Dinamis, Peduli, dan Totalitas (Inprodipto).
“Program workshop yang bertujuan untuk meningkatkan Skill para Agent & Leader. Sehingga memiliki mindset dan kapabilitas diri yang tepat untuk menjalankan peranannya,” dalam opening, Ary Ginanjar Agustian menjelaskan pentingnya budaya dan perubahan peran Agent.
Ary Ginanjar Agustian ditemani para lisensinya yaitu Coach Bram, Coach Dudi, Coach Syaiful, dan Coach Heidy.
Mereka ikutserta membantu Bulog dalam hal:
Memberikan pemahaman mengenai tugas dan tanggung jawab sebagai Culture Agent & Leader
Membentuk mindset yang harus dimiliki oleh seorang Agent & Leader
Meningkatkan Skill Agent & Leader dengan keterampilan praktis yang diperlukan
Mengurangi kebutuhan fungsi untuk mengingatkan performance dan mengontrol faktor penghambat budaya
Melakukan perumusan action plan sebagai perencanaan program yang akan dijalankan oleh Culture Agent & Leader
JAKARTA – Selagi hidup kita pasti dihampiri oleh yang namanya masalah bukan? Beres masalah 1, datang yang lainnya. Dengan masalah yang hadir, guna untuk melatih mental maupun fisik. Seberapa kuat kita menaklukan persoalan hidup.
Tetaplah maju, jangan malah lari meninggalkan masalah. Karena masalah bagaikan bayangan yang lekat dengan kita.
Training Problem Solving & Decision Making salah satu wadah untuk sharing solusi. Bagi Direktorat Produksi dan distribusi Kefarmasian, Kemenkes pada 9-10 Juli 2020. Tentu saja melaui webinar.
Diadakan opening terlebih dahulu oleh Direktur Prodisfar Kemenkes, yaitu Dra. Agusdini. Sedangkan Training tersebut dipandu oleh Coach Arief, Expert Consultant ACT Consulting.
Konsultan Lisensi dari Dr. HC. Ary Ginanjar Agustian itu mengenalkan terlebih dahulu mengenai problem solving. Yaitu sebuah proses cara berpikir manusia saat menyelesaikan dan menghadapi permasalahan yang sedang terjadi.
Sedangkan decision making merupakan kemampuan manusia dalam membuat keputusan untuk menyelesaikan permasalahan.
Selebihnya Coach Arief membeberkan secara rinci kepada puluhan Leader yang hadir. Untuk mengembangkan kompetensi terkait Problem Solving & Decision Making di lingkup kerja Kemenkes khususnya.
JAKARTA – Kita adalah raja atas pikiran kita. Ketika faktor
dari luar tidak bisa diubah, tapi justru dalam hati dan pikiran kita yang
menentukan.
Contoh istilah dari Ary Ginanjar Agustian yaitu banyak orang yang
takut dengan angin yang kuat, tapi banyak juga orang yang menanti untuk bermain
terbang layang.
Webinar Outstanding Mentality “Stay
Safe and Productive @NEWNORMAL” telah dilakukan pekan lalu. Dengan tujuan membuka pemikiran
dan mental baru yang tangguh saat menghadapi apapun
di Era New Normal. Siap menghadapi
dan merangkul perubahan, agar solusi datang.
Dihadiri oleh Tedi Setiawan
selaku Direktur Operasional Bank BJB, Agus Direktur Kepatuhan Bank BJB, Ary Ginanjar Agustian Motivator Indonesia dari ESQ.
Ary Ginanjar Agustian menceritakan pahitnya perjalanan hidup.
Tentang rasanya ditinggal oleh sahabat ketika dalam kesulitan misalnya. Tapi
kini, ia telah menjadi orang yang sangat sukses.
“Tergantung respon, mengatur cara berpikir, mengubah fokus saya.
Agar saya tidak marah, tidak kecewa. Saya bisa terima keadaan, dan bahkan saya
mendoakan orang lain. Sesuai nasehat dari Almarhum Bapak saya,” Ary ucapkan
dengan terang-terangan.
Inilah kunci utama supaya tenang dan menang. Dengan rumus E (event
atau kejadian) + R (respon) = O (outcome atau hasil).
“Situasi yang terjadi saat ini katakanlah corona, tidak bisa
dekat dengan orang, itu semua membuat kita panik. Bahkan kita bisa kehilangan
mata pencaharian. Kita bisa marah atau kesal. Event itu sudah datang, corona
tidak bisa kita tolak. Tapi kita bisa kelola respon. Mengapa? Apabila kita
menginginan outcome berhasil menjadi orang yang berbahagia. Kita harus bisa
mengubah respon. Tergantung negatif atau positif itu akan menentukan hasilnya,”
tutur Ary kepada ratusan peserta.
JAKARTA – Kita semua ingin mempunyai High Energy dalam segala kondisi. Misalnya dalam dunia pekerjaan. Namun kenyataannya tak sedikit orang yang energinya lemah atau Low Energy.
Ary Ginanjar Agustian, Founder ESQ Training berikan tips atau cara. Agar kita semua senantiasa continue dalam High Energy. Khususnya untuk ratusan orang PT KAI yang join webinar pada sore tadi (10/7/2020).
Penyebab timbulnya Low Energy tentunya adalah 3 kata yaitu:
Less: Kita selalu merasa kurang energi, kurang tinggi jabatan.
Loss: Terpuruk karena kehilangan jabatan, uang, istri, anak, dan lainnya.
Never: Tidak pernah jadi General Manager, Direktur. Tidak pernah bersyukur dengan apa yang telah diraih.
Jika pegawai PT KAI orientasinya less, loss, dan never. Maka mereka sudah ‘terjebak’ di titik Low Energy. Sementara yang diinginkan adalah berada di High Energy.
“Jadi ibarat lokomotif yang paling kuat energinya adalah CC 206, kalau low sama dengan BB 300. Jangan sampai kita seperti BB 300. Jangan sampai kita jago me-manage lokomotif tetapi tidak me-manage diri kita atau energi SDM,” jelas Ary.
Bagaimana cara Managing Energy kita? Master trainer ESQ bongkar rumus jitunya.
Caranya jangan salah fokus kepada 3 hal tadi (less, loss, dan never). Yang disebut happiness itu adalah ketika kita fokus kepada apresiasi bukan kepada ekspektasi.
“Contoh dulu ketika sebelum PSBB, penumpang ramai sekali. Harga tiket sekian. Kita fokus kepada problem kepada ekspektasi. Tapi tidak mampu merangkul perubahan. Kita harusnya fokuskan kepada solution,” tambahnya.
Harapan khalayak, KAI harus jadi pabrik talenta di Indonesia, yang memiliki sebuah perkawinan. Antara Grand Why atau Core Purpose (Misi dan Strategi) dengan Core Values yaitu AKHLAK.
“Yang disampaikan oleh pak Ary ini sangat menarik. Kita akan membentuk change agent. Dan dilatih secara khusus supaya bisa membantu perusahaan dalam proses percepatan transformasi. Pelajaran yang menarik disampaikan pak Ary adalah bagaimana kita semua yang ada di sini sebagai seorang Leader modal transformasi. Tak hanya transformasi bisnis tapi harus melakukan transformasi di bidang culture,” tutur Agung Yunanto selaku Direktur SDM PT KAI.
Ia berharap agar tim yang berada dalam pimpinan para leader bisa masuk ke dalam level Grand Why (pengabdian terbesar kepada Tuhan Yang Maha Esa).
Perbincangan menarik dan kolaborasi yang solid antara dua negara. Dibawakan langsung oleh Dato’ Sri Hj. Syed Zainal Abidin Syed Mohamed Tahir sang Former Vice President of Marketing, Downstream Business, di PETROLIAM NASIONAL (PETRONAS). Beliau berasal dari Negeri Jiran, Malaysia.
Melalui Webinar ‘HOW TO ALIGN YOUR BUSINESS IN NEW ERA’ pada (1/7/2020), dipertemukan oleh DR. HC. Ary Ginanjar Agustian sang motivator, educator, sekaligus Founder ESQ asal Indonesia.
Ratusan orang tertuju pada isi materi yang mereka sampaikan. Yang mengupas tuntas VUCA ERA COVID-19.
Seperti yang dunia alami saat ini yaitu: Volatility (berubah-ubah), Complexity (keruwetan), Uncertainty (ketidakpastian), Ambiguity (ketidakjelasan).
“Saya belajar dari kawan-kawan. Pelajaran yang harus kita ingat bahwa keuntungannya disimpan untuk alignment. Dan ada suatu principle. Terdiri dari 3 perkara yang perlu kita simpan yaitu kita harus bisa syariat, kita harus bisa bekerja, dan kita harus simpan pada diri kita sendiri,” terang Dato’ Sri.
Ada 5 langkah yang diperlukan untuk memiliki Super Agility Mentality. Agar bisa survive di era VUCA COVID 19:
1. Embrace The Change (merangkul adanya perubahan)
Pada tanggal 2 maret 2020, pemerintah Indonesia telah menyatakan dua orang warga Depok telah dinyatakan terjangkit virus Corona. Hal ini karena kedua orang tersebut tertular dari seorang warga Jepang yang pada pekan-pekan sebelumnya tengah melawat di Indonesia. Ibu korban pun yang terkena dan kemudian keduanya kini telah dirawat di Rumah Sakit Sulianti Saroso khusus Infeksi menular.
Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta kemudian memberikan sejumlah warning khusus yang disebarkan kepada umum. Hal ini terutama karena sejak tanggal 31 Januari 2020, badan kesehatan dunia WHO telah menyatakan kondisi gawat darurat berkenaan dengan penyebaran wabah virus corona ini ke seluruh dunia.
Sebuah media internasional yang berlokasi di Amerika Serikat, The New York Times memberitakan tentang bagaimana virus corona yang menyebar dari pasar Huanan, kota Wuhan, provinsi Hubei di China, yang telah menyerang hampir ke seluruh dunia. Disebutkan bahwa total kasus virus corona hingga akhir pekan kemarin telah mencapai lebih dari 87.000 kasus di paling tidak 60 negara yang berbeda di dunia.
Lebih dari 7000 kasus Covid-19 telah terjadi diluar daratan China. Dari berbagai belahan dunia, diantaranya di Australia, telah terjadi 25 kasus yang telah dikonfirmasi. Di negara itu juga telah terjadi kematian akibat virus corona yang pertama. Kematian tersebut terjadi pada seorang pria yang baru saja menjadi penumpang dalam kapal pesiar Diamond Princess.
Sementara itu di Amerika Serikat sendiri, pihak pemerintahnya tengah meninjau kasus kematian akibat virus corona pertama di negeri tersebut yang terjadi di negara bagian Washington, pada pekan lalu. Sebuah dugaan menyebutkan bahwa hal ini mungkin menjadi pertanda bahwa telah ada penyebaran di Amerika Serikat sejak lebih dari 6 pekan sebelumnya.
Pemerintah China melalui Presiden Xi Jinping berencana untuk melakukan pelarangan penjualan hewan liar yang telah diduga sebagai inang asal peralihan virus dari binatang ke populasi manusia di masyarakatnya. Hal ini terlihat dari publikasi baru yang mengutip dua ceramah Presiden China ini sebelumnya.
Virus Corona ini mencekam berbagai belahan dunia karena penyebarannya yang sangat cepat dan sifatnya yang mematikan. Dengan adanya sejumlah pelarangan terbang dari dan ke China, telah mempengaruhi aktivitas perdagangan dan bisnis berkaitan dengan negara tersebut.
Karena China merupakan negara kedua terbesar di dunia dalam hal ekonomi, maka beragam aktivitas ekonomi dunia pun menjadi terganggu dan terdampak karena penyebaran virus corona ini. Dunia kini tengah dalam ancaman resesi karena virus corona. Terutama karena masalah rantai pasokan dalam berbagai industry dari berbagai perusahaan multi nasional yang memiliki fasilitas produksi di kawasan daratan China.
Menurut Delkic, dalam menghadapi ancaman resesi tersebut, fokus yang harus diperhatikan dalam industri dan manufaktur kelas dunia tersebut bukan pada shock akibat kekurangan pasokan (supply shock), tapi berbagai negara haruslah berfokus untuk memaksimalkan perangkat ekonomi yang dimiliki tiap negara tersebut untuk mencegah kemunculan shock akibat kemungkinan meningkatnya lonjakan permintaan masyarakat terhadap produk yang pasokan bahan pembuatnya bermasalah seperti industri otomotif dan lain-lain.
Here’s what you can do:
■ It’s worth repeating over and over again: wash your hands, scrubbing for at least 20 seconds. Also, clean “high touch” surfaces like phone screens.
■ Keep a distance from people who are coughing or sneezing, if possible, as the virus seems to spread through droplets in the air from a cough or a sneeze.