Program pemetaan potensi siswa Sekolah Rakyat terus dilanjutkan pada tahun ajaran 2026/2027. Sebagai bentuk dukungan, ESQ Corp menyiapkan sebanyak 100.000 kuota Talent DNA secara gratis guna membantu para siswa mengenali bakat, minat, serta karakter yang dimiliki.
Komitmen tersebut disampaikan Founder ESQ Corp, Ary Ginanjar, saat bertemu dengan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono. Menurut Ary, pemetaan talenta menjadi langkah penting dalam menciptakan ekosistem pengembangan sumber daya manusia yang sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.
Pada kesempatan yang sama, Gus Ipul menjelaskan bahwa Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat mulai dilaksanakan pada 14 Juli 2026 di 19 lokasi dengan jumlah peserta mencapai 5.130 siswa. Pemerintah menargetkan jumlah penerimaan siswa terus meningkat hingga sekitar 45.000 orang pada tahun ini dan lebih dari 100.000 siswa pada tahun berikutnya.
Melalui program Talent DNA, setiap siswa akan memperoleh gambaran mengenai potensi dan kekuatan dirinya sehingga dapat memperoleh pendampingan yang sesuai dengan bakat serta karakter masing-masing. Salah satu peserta, Putri, siswi asal Pontianak, mengaku hasil pemetaan membuatnya lebih memahami kelebihan yang dimiliki dan meningkatkan rasa percaya diri dalam meraih cita-citanya.
ESQ juga memaparkan hasil pemetaan awal terhadap siswa Sekolah Rakyat. Temuan tersebut menunjukkan bahwa mayoritas siswa memiliki karakter seperti tulus, menjunjung kesetaraan, perfeksionis, mudah memaafkan, dan mampu menjaga keharmonisan. Sementara itu, beberapa aspek yang masih perlu diperkuat meliputi intuisi, kepercayaan diri, ketegasan, kemampuan memimpin, serta keterampilan dalam menyampaikan gagasan.
Selain pemetaan talenta, ESQ memperkenalkan konsep AI Coaching Talenta Sekolah Rakyat, yaitu pendampingan berbasis kecerdasan buatan yang dirancang untuk mendukung pengembangan potensi siswa secara berkelanjutan. Gagasan ini mendapat apresiasi dari Menteri Sosial yang menilai bahwa setiap siswa di Sekolah Rakyat memiliki nilai dan potensi yang layak untuk terus dikembangkan sesuai keunikan masing-masing.
Aparatur Sipil Negara (ASN) perlu mengembangkan kepemimpinan yang adaptif agar mampu menghadapi perubahan sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Di tengah dinamika global yang semakin kompleks, birokrasi dituntut tidak hanya menjalankan program pemerintah, tetapi juga menghasilkan kebijakan yang berdampak dan berkelanjutan.
Deputi Bidang Transformasi Pembelajaran Aparatur Sipil Negara Lembaga Administrasi Negara (LAN), Erna Irawati, menilai tantangan di era disrupsi menuntut pemimpin yang mampu mengantisipasi perubahan serta menyiapkan organisasi menghadapi masa depan. Menurutnya, ukuran keberhasilan kebijakan publik kini tidak lagi semata-mata dilihat dari jumlah program yang dijalankan atau besarnya anggaran yang terserap, melainkan dari manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Dalam sesi Insight bertema “ESG for Impact: Kepemimpinan Adaptif di Era Disrupsi”, Erna menegaskan bahwa masyarakat lebih merasakan hasil dari sebuah kebijakan dibandingkan proses birokrasi yang melatarbelakanginya.
Ia menjelaskan bahwa pendekatan Environmental, Social, and Governance (ESG) dapat menjadi landasan bagi instansi pemerintah dalam menyusun dan menjalankan kebijakan. Melalui kerangka tersebut, aspek keberlanjutan lingkungan, manfaat sosial, serta tata kelola yang transparan dan akuntabel dapat berjalan secara seimbang. Dengan demikian, birokrasi didorong untuk bertransformasi dari sekadar memenuhi aspek kepatuhan menuju penciptaan nilai dan dampak yang lebih luas.
Pada kesempatan yang sama, Direktur PT Graha 165 ESQ Group, Dadan Ramdan, mengatakan konsep ESG kini telah berkembang menjadi strategi organisasi dalam menghadapi perubahan yang berlangsung semakin cepat. Menurutnya, kondisi yang penuh ketidakpastian menuntut organisasi memiliki pemimpin yang tangkas beradaptasi, mampu mengambil keputusan secara tepat, serta terus mengembangkan kapasitas diri.
Dadan menilai pemimpin adaptif tidak bersikap reaktif terhadap perubahan, melainkan mampu mengidentifikasi peluang sejak dini dan mempersiapkan organisasi agar tetap relevan di tengah berbagai tantangan.
Ia juga menekankan bahwa penerapan ESG tidak cukup diwujudkan melalui penyusunan laporan keberlanjutan atau dokumen administratif. Keberhasilannya bergantung pada tata kelola organisasi yang baik, budaya kerja yang mendukung, serta komitmen seluruh elemen organisasi dalam mewujudkan manfaat nyata bagi masyarakat maupun lingkungan.
Menutup pemaparannya, Dadan mengajak seluruh peserta menjadikan keberlanjutan sebagai tanggung jawab bersama. Ia mengingatkan bahwa setiap keputusan yang diambil saat ini akan memengaruhi kualitas kehidupan generasi mendatang, sehingga kepedulian terhadap lingkungan dan tata kelola yang baik perlu menjadi bagian dari setiap langkah pembangunan.
Kementerian Koperasi (Kemenkop) resmi memulai langkah megah dalam menata ulang urat nadi ekonomi kerakyatan Indonesia.
Melalui Program Prioritas Nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang digagas langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, sebanyak 30.000 Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) kini digembleng untuk menjadi manajer koperasi yang profesional, akuntabel, dan adaptif.
Acara Pembukaan Peningkatan Kompetensi dan Sertifikasi Manajer KDKMP ini dipusatkan di Gedung Sudirman, Pusat Pendidikan Artileri Medan (Pusdik Armed), Kota Cimahi, Jawa Barat, Jumat (17/7/2026).
Langkah ini menjadi krusial demi memperkuat kepercayaan publik bahwa pengelolaan ekosistem ekonomi baru di tingkat desa dilaksanakan secara komprehensif, berbasis fondasi manajerial yang kokoh dan berkelanjutan.
Namun, ada satu hal yang membedakan pelatihan ini dengan program birokrasi pada umumnya. Pemerintah secara khusus menggandeng Founder ESQ Corp, Ary Ginanjar Agustian, untuk melakukan profiling talenta secara akurat menggunakan teknologi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), yaitu TalentDNA.
Inovasi AI TalentDNA: Memastikan ‘The Right Man on the Right Place’
Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa para calon manajer tidak hanya dibekali dengan keterampilan teknis seperti manajemen keuangan dan tata kelola koperasi.
Kemenkop menaruh perhatian besar pada aspek soft skills termasuk kemampuan komunikasi dan interaksi sosial yang kuat guna menghadapi masyarakat, kepala desa, serta pengurus koperasi di lapangan.
“Hari ini kami dibantu oleh Pak Ary Ginanjar yang menyajikan pengetahuan tentang pentingnya penggunaan TalentDNA. Melalui metode ini, para peserta diprofiling secara tepat sehingga mereka tahu kemampuan personal mereka, apa kelemahan yang harus ditutupi, dan kekuatan apa yang harus ditingkatkan,” ujar Menkop Ferry Juliantono di Pusdik Armed Cimahi.
Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop, Destry Anna Sari, menjabarkan bahwa potret nasional peserta SPPI menunjukkan mayoritas memiliki talenta berorientasi hasil, disiplin, adaptif, dan mampu mengembangkan bisnis.
Namun, ia menyebut TalentDNA berperan penting mendeteksi area komunikasi yang perlu diperkuat selama 13 hari pelatihan intensif (17-31 Juli 2026).
“TalentDNA ini menjadi barometer the right man on the right place. Kami berharap 29 ribu peserta lainnya di seluruh Indonesia segera mengisi TalentDNA mereka agar kita bisa mendapat feedback yang tepat guna mempercepat pencapaian target Indonesia Emas 2045,” tutur Destry.
Kolaborasi Fisik, Mental, dan Manajemen Talenta
Ary Ginanjar Agustian memaparkan bahwa para manajer KDKMP ini pada dasarnya adalah individu-individu cerdas dan jenius. Kolaborasi program ini terbilang istimewa karena menggabungkan tiga pilar utama keberhasilan: mental state dari TNI, misi besar Kemenkop, dan manajemen talenta berbasis AI.
“Pattern atau pola setiap orang itu berbeda. Melalui TalentDNA, kejeniusan mereka diangkat. Ketika mental state yang diajarkan TNI dikombinasikan dengan misi besar Pak Menteri dan pemetaan talenta yang pas, maka akan lahir fondasi masyarakat ekonomi desa yang sangat kuat,” kata Ary Ginanjar.
ESQ menghadirkan TalentDNA, sebuah teknologi pemetaan talenta (talent mapping) berbasis data akurat yang dirancang untuk mengidentifikasi karakteristik unik seseorang melalui 45 talenta spesifik.
Seluruh talenta tersebut diklasifikasikan ke dalam tiga dimensi utama penggerak manusia, yaitu: Drive (motivasi internal), Network (pola interaksi sosial), dan Action (eksekusi kerja).
Melalui pendekatan ilmiah berbasis data ini, TalentDNA membantu pengguna memahami bukan hanya aspek apa yang mereka lakukan, melainkan mengupas tuntas alasan mendasar (the “why”) di balik cara mereka berpikir, mengambil keputusan, serta merespons situasi.
“Peta diri” digital ini memandu individu mengenali area kekuatan optimal (strength), mendeteksi tantangan pribadi yang tersembunyi (blind spot), dan merumuskan cetak biru (blueprint) pengembangan karier, akademik, maupun hubungan interpersonal secara presisi dan percaya diri.
Disisi lain, Ary Ginanjar Agustian menegaskan pentingnya manajemen talenta terhadap 30.000 Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang disiapkan untuk menjadi manajer KDKMP. Pengelolaan potensi ini dinilai menjadi kunci utama dalam membangun fondasi ekonomi kerakyatan.
“Proses manajemen talenta ini akan membentuk para calon manajer KDKMP melalui tiga tahapan krusial, yaitu membangun kemampuan untuk mengenal diri, memahami potensi diri, serta mengetahui kekuatan diri dalam mengelola lingkungan kerja mereka di tingkat desa atau kelurahan,” ucapnya.
AI Coaching: Konseling Interaktif Bersama Mr. Zero AI
Fitur AI Coaching TalentDNA, kehadiran inovasi ini didukung oleh Mr. Zero AI, sebuah asisten virtual berbasis kecerdasan buatan yang bertindak sebagai mentor dan pendamping personal.
Melalui fitur chat interaktif tanpa batas (chatting sepuasnya), pengguna dapat menggali insight mendalam mengenai profil bakat mereka secara instan, fleksibel, dan sangat personal langsung dari genggaman tangan.
Perpaduan harmonis antara Kecerdasan Manusia (Human Intelligence) dan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) ini membuka akses luas bagi masyarakat untuk menikmati pengalaman konseling berkualitas kapan saja dan di mana saja.
Teknologi ini hadir bukan untuk menggeser peran esensial manusia, melainkan sebagai enabler pintar agar setiap individu dapat melampaui batasan geografis dan ekonomi dalam mengenali potensi diri, mengambil keputusan strategis, serta bertumbuh secara berkelanjutan.
Terkait TalentDNA, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemhan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia mengapresiasi keunggulannya.
Ia optimistis penggunaan teknologi TalentDNA dapat membantu para manajer mengoptimalkan potensi keunggulannya dan meminimalkan kelemahan profesinya demi kesejahteraan masyarakat desa.
Testimoni Nyata Lapangan: Dari AI Mengenal Diri hingga Siap Hadapi Risiko
Implementasi teknologi TalentDNA dan materi kepemimpinan ini langsung menuai respons positif dan antusiasme tinggi dari para peserta serta jajaran pelatih di Pusdik Armed Cimahi.
Mega Yucha Barisala (Peserta SPPI): “Adanya TalentDNA ini membuat kami semakin waspada sehingga kami mampu menghadapi risiko-risiko yang akan datang.
Kita jadi lebih memahami kelebihan dan kekurangan diri kita sendiri, lalu bisa melihat juga kekurangan dan kelebihan orang lain.
Sehingga posisi tempat kerja kita nanti pas dan tepat, tidak salah. Walaupun semua orang berpotensi, tapi kalau ditempatkan di tempat yang tidak tepat, itu akan menjadi kekeliruan.”
Siswi SPPI Asal Mojokerto, Jawa Timur: “Saya sangat senang karena sudah diberikan motivasi oleh Pak Ary tentang bagaimana cara jadi pemimpin yang baik, bijaksana, adil, dan mengetahui karakter para anggotanya.
Selain itu, melalui TalentDNA, kita benar-benar belajar cara mengembangkan potensi dari dalam diri kita secara maksimal.”
Brigjen TNI Saripudin (Pusdik Armed): “Alhamdulillah, dengan adanya motivasi dan pemaparan TalentDNAyang disampaikan oleh Bapak Ary Ginanjar tadi, para peserta bisa membangun percaya diri, mengetahui kelemahan, dan bisa segera mengembangkan diri. Untuk teman-teman rekan SPPI, kalian pasti bisa. Jaya!”
Kolonel Ahmad Joko Tri Purnomo (Wadan Pusdik Armed): “Mengenali potensi diri itu sangat penting. Apa yang disampaikan Pak Ary memberikan arah ke depan bagi para calon manajer ini untuk bisa mengeksploitasi kemampuan mereka lagi demi menyukseskan tugas-tugas di masa mendatang.”
Diketahui, dalam acara ini turut mengundang sejumlah pejabat tinggi, di antaranya Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi, Sesmenko Pangan Dr. Ir. Kasan, Kapoksahli Pangdam III/Siliwangi Brigjen TNI Robertson Ismail, Direktur Utama LPDB Koperasi Krisdianto Soedarmono, Sekda Kota Cimahi Dr. Maria Fitriana, serta Kadis Koperasi dan UKM Jawa Barat Dr. Yuke Mauliani Septina.
Amidst a massive wave of disruption demanding swift evolution from the business world, the role of Human Resources (HR) has transformed into a critical cornerstone of modern organizational survival.
Standing on the prestigious stage of the 20th HR EXPO held at the Jakarta International Conference Center (JICC) on December 10-11, 2025, renowned human capital expert Rina Sarif emphasized that HR serves as the backbone, the conscience, and the future-shaper of every organization.
Rina Sarif, who currently serves as the Advisor to President HC Transformation ESQ Corp and Senior Regional HR Advisor ESQ Corp, delivered a highly anticipated keynote titled “Leading Beyond Code: Leadership in the Disruptive Era.”
Rina Sarif, The Kuala Lumpur-based former Group CHRO and Certified Master Coach—who was recently recognized as a 2025 Top 100 Most Influential HR Leader and 2025 Top 50 Most Influential Woman HR Leader—addressed an amazingly full-house audience of HR practitioners, executives, and corporate thinkers.
“Across Southeast Asia, I see one truth: Disruption does not destroy organizations who refuse to evolve; it destroys leaders’ courage. And today, HR leaders showed the opposite—curiosity, and commitment to evolve faster than the world changes,” Rina asserted.
Navigating the Pulse of Disruption
During her highly engaging and high-energy session, Rina delved into Indonesia’s strategic position at the epicenter of global disruption. She outlined four critical realities that organizations must address immediately:
* Indonesia’s pivotal standing amidst rapid regional economic and digital shifts.
* The undeniable rise of AI-driven talent decisions in modern workplaces.
* The massive 39% skills shift projected to rewrite workforce requirements by 2030.
* The urgent need for a new leadership DNA tailored to navigate this unprecedented era.
Formulating the Future via ‘E.S.Q.D.N.A’
As a tactical response to these disruptions, Rina introduced a groundbreaking leadership model framework designed to cultivate agile, innovative, yet deeply human-centered leaders, known as E.S.Q.D.N.A:
*E – Enlightenment: Leading with deep consciousness, ethics, and a profound sense of purpose.
*S – Systemic: Adopting a holistic, integrated approach to understanding organizational ecosystems.
*Q – Quantum Change: Driving massive, high-impact transformational leaps rather than mere incremental adjustments.
*D – Dynamic Culture: Cultivating an agile, highly adaptive, and resilient corporate culture.
*N – Neuro Coaching: Utilizing brain science and advanced coaching methodologies to unlock human capital potential.
*A – AI and Innovation: Leveraging cutting-edge technology and artificial intelligence to accelerate growth without losing the human touch.
“It was such a joy sharing this model with so many forward-thinking leaders. I felt the energy in the room was fully engaged, reflective, and optimistic—proving that HR in Indonesia is ready not just to adapt, but to lead transformation at scale,” she added.
A Celebration of Two Decades of Dedication
The climax of her session was marked by the presentation of a Certificate of Appreciation to Rina Sarif for her continuous thought leadership and dedication to the Southeast Asian HR community.
Expressing her thoughts later on her professional LinkedIn network, Rina extended her deep gratitude to the organizers, Intipesan Conference.
She gave a special shout-out to Kus Heryuwono, Melani Fitri Valupi, and Slamet Supriyanto for painstakingly and consistently pulling off this benchmark event every year for 20 years.
She also acknowledged the steadfast dedication of her ESQ Corp (ACT Consulting International) team.
“I am humbled and energized to continue serving the HR community in Southeast Asia towards building future-ready, human-centered organizations.
Here’s to leading with purpose, empathy, consciousness, and courage. To the Indonesia HR Community—the future is ours to shape,” Rina concluded.
Di tengah gelombang disrupsi yang menuntut adaptasi cepat dari dunia usaha, peran Human Resources (HR) kini bertransformasi menjadi lebih krusial dari sebelumnya.
Menggema di panggung 20th HR EXPO yang diselenggarakan di Jakarta International Conference Center (JICC) pada 10-11 Desember 2025, pakar transformasi human capital kelas dunia, Rina Sarif, menegaskan bahwa HR adalah tulang punggung, hati nurani, dan pembentuk masa depan dari setiap organisasi.
Rina Sarif, yang menjabat sebagai Advisor to President HC Transformation ESQ Corp sekaligus Senior Regional HR Advisor ESQ Corp, tampil sebagai salah satu pembicara utama yang paling dinantikan.
Figur yang berbasis di Kuala Lumpur, Malaysia, dan baru saja dianugerahi predikat 2025 Top 100 Most Influential HR Leader serta 2025 Top 50 Most Influential Woman HR Leader ini, membawakan sesi inspiratif bertajuk “Leading Beyond Code: Leadership in the Disruptive Era” .
Di hadapan ruang konferensi yang dipadati ratusan praktisi dan pemikir HR dari seluruh Indonesia (full house), Rina menyoroti sebuah realitas baru di lanskap bisnis Asia Tenggara.
“Disrupsi tidak menghancurkan organisasi yang menolak untuk berevolusi; disrupsi menghancurkan keberanian para pemimpinnya.
Namun hari ini, para pemimpin HR menunjukkan hal sebaliknya: rasa ingin tahu dan komitmen penuh untuk berkembang lebih cepat daripada perubahan dunia,” ungkap mantan Group CHRO dan Certified Master Coach tersebut.
Empat Pilar Utama Hadapi Era Disrupsi
Dalam sesinya yang interaktif dan penuh energi, Rina mengajak para peserta mengeksplorasi tantangan dan kesiapan Indonesia yang kini berada di episentrum disrupsi.
Terdapat empat poin utama yang dibedah secara mendalam yakni Posisi strategis Indonesia di tengah pusaran disrupsi global. Kemudian, Peningkatan tren pengambilan keputusan talenta berbasis Kecerdasan Buatan (AI-driven talent decisions).
Selanjutnya yaitu Proyeksi pergeseran keterampilan (skills shift) sebesar 39% yang akan terjadi pada tahun 2030. Serta, DNA kepemimpinan baru yang mutlak dibutuhkan untuk memimpin di era ini.
Melahirkan Pemimpin Masa Depan Melalui E.S.Q.D.N.A
Sebagai solusi taktis dan strategis atas tantangan tersebut, Rina memaparkan model kepemimpinan visioner yang disebutnya sebagai E.S.Q.D.N.A. Model ini dirancang untuk menciptakan pemimpin yang adaptif, inovatif, namun tetap berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan:
• E – Enlightenment (Pencerahan): Kesadaran dan tujuan mendalam dalam memimpin.
• S – Systemic (Sistemik): Pemikiran menyeluruh yang melihat organisasi sebagai satu kesatuan ekosistem.
• D – Dynamic Culture (Budaya Dinamis): Pembentukan budaya kerja yang tangkas dan resilien.
• N – Neuro Coaching: Pendekatan pembinaan talenta berbasis ilmu saraf otak.
• A – AI and Innovation (AI dan Inovasi): Integrasi teknologi mutakhir untuk mempercepat pertumbuhan organisasi.
“Merupakan sebuah kebahagiaan tersendiri dapat membagikan model ini kepada begitu banyak pemimpin yang berpikiran maju. Energi di dalam ruangan sangat terasa—penuh keterlibatan, reflektif, dan optimistis.
Ini membuktikan bahwa komunitas HR di Indonesia tidak hanya siap untuk beradaptasi, tetapi juga siap untuk memimpin transformasi dalam skala yang luas,” tambah Rina.
Apresiasi untuk Dua Dekade Dedikasi
Momen puncak dari kehadiran Rina ditandai dengan penyerahan Certificate of Appreciation atas dedikasi dan sumbangsih pemikirannya. Melalui pernyataan resminya di jejaring profesional LinkedIn, Rina menyampaikan rasa terima kasih dan penghormatan yang mendalam kepada penyelenggara, yakni Intipesan Conference.
Ia memberikan apresiasi khusus (special shout-out) kepada figur-figur di balik layar: Kus Heryuwono, Melani Fitri Valupi, dan Slamet Supriyanto, yang dinilainya telah bekerja keras secara konsisten mempertahankan kualitas HR EXPO selama 20 tahun berturut-turut.
Rina juga mengapresiasi dukungan penuh dari tim ESQ Corp (ACT Consulting International) yang mendampinginya.
“Saya merasa sangat terhormat dan semakin terpacu untuk terus melayani komunitas HR di Asia Tenggara, demi membangun organisasi masa depan yang berpusat pada manusia (human-centred organisations).
Mari memimpin dengan tujuan, empati, kesadaran, dan keberanian. Komunitas HR Indonesia, masa depan ada di tangan kita untuk dibentuk!” tutup Rina.
Momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Jawa Timur berlangsung penuh makna. Dalam upacara yang digelar di Halaman Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (4/5/2026), Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menganugerahkan Lencana Emas Jer Basuki Mawa Beya kepada Ary Ginanjar Agustian, pendiri ESQ.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi Ary Ginanjar dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM), khususnya melalui pendekatan berbasis talenta, teknologi, dan karakter.
Peringatan Hardiknas tahun ini mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, yang menegaskan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam membangun pendidikan berkualitas.
Dalam sambutannya, Ary Ginanjar menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diterimanya. Ia menilai penghargaan tersebut bukan sekadar pengakuan personal, melainkan bentuk apresiasi terhadap upaya kolektif dalam mendorong transformasi pendidikan di Indonesia, khususnya di Jawa Timur.
“Alhamdulillah, dengan segala kerendahan hati, saya menerima penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi kecil ESQ dalam pengembangan SDM berbasis talenta, teknologi, dan karakter,” ujar Ary, dalam keterangannya kepada media massa.
Ary menjelaskan, melalui platform TalentDNA, ESQ telah melakukan pemetaan talenta secara masif di Jawa Timur.
Program ini menjangkau berbagai elemen pendidikan, mulai dari tenaga pendidik hingga peserta didik.
Tercatat, lebih dari 4.400 kepala sekolah, 40.440 guru, serta 404.400 siswa dari jenjang SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta telah terlibat dalam program tersebut.
Pemetaan ini bertujuan mengidentifikasi potensi individu secara lebih presisi, sehingga pengembangan pendidikan tidak hanya bertumpu pada aspek akademik semata.
Menurut Ary, pendekatan ini menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang adaptif terhadap perubahan zaman.
“Pendidikan ke depan tidak cukup hanya berfokus pada nilai akademik. Kita harus mampu menggali potensi terdalam setiap individu agar mereka siap menghadapi tantangan global,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa penguatan karakter menjadi bagian penting dalam pembangunan SDM. Tanpa karakter yang kuat, talenta dan kemampuan teknis tidak akan mampu memberikan kontribusi maksimal bagi bangsa.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmen pemerintah provinsi dalam menjadikan Jawa Timur sebagai pusat pengembangan talenta nasional.
Menurutnya, kebutuhan terhadap SDM unggul akan terus meningkat, baik di sektor pemerintahan, dunia usaha, hingga tingkat global.
Oleh karena itu, Jawa Timur harus mampu menyiapkan talenta berkualitas sebagai bagian dari proses pembangunan jangka panjang.
“Jawa Timur insyaallah bersiap menjadi lumbung talenta nasional. Ke depan, berbagai sektor akan membutuhkan talenta terbaik, dan kita harus mampu menyediakannya,” ujarnya.
Khofifah menekankan bahwa penguatan SDM tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan sektor swasta untuk menciptakan ekosistem yang mendukung pengembangan talenta secara berkelanjutan.
Ia juga mengapresiasi kontribusi ESQ dalam membantu percepatan transformasi pendidikan di Jawa Timur melalui pendekatan berbasis teknologi dan karakter.
Pengembangan SDM berbasis talenta dinilai menjadi salah satu kunci utama dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Dalam konteks ini, Jawa Timur diharapkan dapat menjadi model nasional dalam penerapan manajemen talenta yang terintegrasi.
Ary Ginanjar berharap apa yang telah dilakukan di Jawa Timur dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengembangkan sistem pendidikan yang lebih modern dan relevan.
“Semoga Jawa Timur dapat menjadi model nasional dalam manajemen talenta yang dilakukan secara masif, presisi, dan real time,” katanya.
Ia menegaskan bahwa tantangan global yang semakin kompleks menuntut sistem pendidikan yang adaptif, inovatif, dan berbasis data.
Oleh karena itu, integrasi teknologi dalam pendidikan menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari.
Penganugerahan Lencana Emas Jer Basuki Mawa Beya kepada Ary Ginanjar tidak hanya menjadi simbol penghargaan, tetapi juga penegasan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun SDM unggul.
Pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat diharapkan dapat terus bersinergi untuk menciptakan sistem pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berkelanjutan.
Dengan langkah tersebut, Jawa Timur diyakini mampu memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat pengembangan talenta di Indonesia, sekaligus berkontribusi dalam mencetak generasi yang siap menghadapi dinamika global.
Momentum Hardiknas 2026 pun menjadi pengingat bahwa investasi terbesar suatu bangsa terletak pada kualitas manusianya. Dan melalui penguatan pendidikan berbasis talenta dan karakter, harapan menuju Indonesia Emas 2045 semakin nyata untuk diwujudkan.
Bank Papua gandeng ACT Consulting dalam training Change Sponsor Batch 2. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari pada tanggal 14-15 Februari 2022 secara hybrid. Fokus utamanya yaitu untuk membangun komitmen terkait pentingya budaya organisasi dan perannya sebagai change sponsor.
Diketahui, kegiatan ini diikuti oleh para pimpinan selevel Komisaris dan Direktur dari Bank Papua. Pimpinan yang hadir secara offline di Grand Hyatt Hotel antara lain T.E.A Herry Dosinaen (Komisaris Utama), Dortheis Sesa (Komisaris), Nataniel Dominggus Mandacan (Komisaris), F. Zendrato (Direktur Utama), Sadar Sebayanh (Direktur Bisnis). Sedangkan pimpinan lainnya melalui zoom meeting. Mereka semua di pandu langsung oleh Coach Rinaldi dan Coach Risman (Trainer Lisensi Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian)).
“Hari ini kita komitmen untuk mencapai purpose kita atau tujuan kita. Baik itu secara misi atau menjawab alasan mengapa Bank Papua ini dibangun. Sedangkan secara visi yaitu menjawab akan seperti apa Bank Papua 5 atau 10 tahun ke depan. Itulah komitmen jika ingin mengubah 2700 pegawai kita,” tutur F. Zendrato dengan sikap optimis.
Selanjutnya, penandatanganan komitmen sebagai tanda kesungguhan leaders Bank Papua dalam bertransformasi menjadi lebih baik lagi. Untaian kalimat yang tertera pada papan komitmen tersebut yakni, “Kami pimpinan Bank Papua berkomitmen menjalankan dan mengimplementasikan budaya perusahaan dan menjadi transformasional leaders dalam mewujudkan visi misi Bank Papua.
Founder ESQ Group/ACT Consulting, Ary Ginanjar Agustian turut menjadi saksi mata dalam penandatanganan tersebut, “Mereka baru saja mengikuti training atau pelatihan tentang leadership. Dengan kesungguhan hati mereka, mereka tanda tangan komitmen itu. Hal inilah yang menjadi tanda bahwa mereka sungguh sungguh akan membagikan kembali ilmu yang didapat serta mengimplementasikannya kepada masyarakat Papua.”
“Saya sudah mendengar kesungguhan mereka untuk membangun Bank Papua serta masyarakatnya mengenai ekonomi, sosial dan lainnya. Kami mohon ketulusan dan dukungan Anda sepenuh hati serta doa supaya impian mereka menjadi kenyataan, membuat mereka menjadi bank terdepan di Indonesia,” harap Tokoh Pembangunan Karakter itu.
Tak hanya datang sebagai saksi penandatanganan komitmen pimpinan Bank Papua saja, Ary juga membagikan ilmu yang ia punya dengan tujuan mendukung visi misi Bank Papua.
“Sebelumnya saya tanya dulu 4 hal yang biasa disebut TABB. TABB kependekan dari Thing we have learnt (Hal yang didapatkan), Action to take (Perubahan yang akan dilakukan), Barrier to our action (Hambatan dalam melakukan perubahan) dan Benefit if we can manage that (Manfaat apabila berhasil melakukan). Ada yang ingin sharing?” tanya Ary.
Semua peserta pelatihan kebagian untuk mengutarakan pendapatnya masing-masing. Termasuk sang Dirut Bank Papua.
“Hal yang didapatkan dari pelatihan ini salah satunya adalah saya bisa mengetahui nilai diri saya sendiri. Kemudian untuk menjawab pertanyaan kedua adalah kita sadar bahwa semua orang punya talenta yang berbeda, namun alangkah hebatnya apabila perbedaan itu dijadikan dalam satu kesatuan untuk kemajuan perusahaan Bank Papua,” paparnya dengan ekspresi yang penuh dengan kesungguhan.
Ia melanjutkan, “Namun ingat, semua itu pasti ada hambatan dan tantangannya. Tapi tantangan itu bisa kita lalui ketika kita menggabungkan semua talenta talenta menjadi suatu kekuatan penuh kerendahan hati dan tidak ada egosentris. Maka Bank Papua bisa maju terus dan bisa bersaing dengan Bank Bank lain.”
“Good, apabila bisa berubah, maka yang mereka lakukan akan memberikan dampak besar terhadap Bank Papua. Karena Bank Papua adalah agen perubahan,” ucap Ary dengan takjub.
Meskipun kegiatan ini dilakukan dari pagi hingga sore, tapi tidak mengurangi semangat serta antusiasme para peserta training. Karena mereka mendapatkan ‘asupan’ hiburan dengan senam ringan beserta alunan musiknya yang dipandu oleh Risman. Sehingga insan Bank Papua itu melontarkan tanggapan positifnya:
“Saya bersyukur, terimakasih Pak Ary yang luar biasa telah membuka hati kami, telah memberikan influence ke Bank Papua ke depan. Saya juga siap berkontribusi, hati saya sudah terkoneksi dengan orang Papua terutama anak-anak mudanya. Saya siap bangkitkan mereka.”
“Kami merasa bangga dan terharu. Ternyata hari ini sangat luar biasa karena Pak Ary bersama jajarannya mencintai Papua serta berkomitmen bersama kami dalam memajukan Bank Papua, untuk rakyat Papua dan untuk tanah Papua.”
“Terimakasih waktu yang telah disediakan untuk kami mengikuti pelatihan ini. Secara pribadi dan sebagai anak Papua, saya menyatakan bangga dengan adanya pelatihan ini dan memberikan inspirasi serta semangat komitmen bagi saya untuk bersama sama memajukan Bank Papua dan demi kesejahteraan masyarakat Papua secara umum.”
“Saya bersyukur kepada Tuhan karena diberikan kesempatan mengikuti kegiatan ini. Dan terimakasih kepada Pak Ary serta tim yang telah memberikan, mentransfer ilmu kepada kami terutama soal kepemimpinan. Kami akan kembali menjabarkan itu di Bank Papua.”
Sebagai informasi, kegiatan ini berlandaskan kerjasama antara Bank Papua dengan ACT Consulting. Kegiatan yang telah dilaksanakan yaitu Change Leader dan AOC sedangkan rencana ke depannya Bank Papua akan ikutserta dalam program OCHI 2022, Change Leader, AOC, CMS dan lain-lain.
PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) gandeng ACT Consulting untuk menyelenggarakan Leadership Management Training selama 3 hari berturut turut pada 5-7 September 2022 secara offline. Puluhan BoD-2 PLN dipandu langsung oleh Coach Ramdhani dan Coach Saeful (trainer lisensi Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian). Ajang ini sebagai Pembelajaran Executive Education (EE II) bagi PLN UPDL Jakarta.
Dalam kesempatannya, Ary Ginanjar berkenan untuk menyapa para peserta Executive Education II (EE II) LMT UPDL Jakarta melalui Zoom Meeting. Ia mengatakan sangat senang mendengar hymne dan mars PLN dinyanyikan, sehingga membuatnya semakin semangat. Serta mengucapkan terimakasih atas kepercayaan dan kolaborasinya hingga angkatan 3 ini.
“Mudah mudahan bisa membantu teman teman untuk menentukan 3 hal. Karena dalam bekerja atau dalam hidup selalu ada 3 yang dicari yakni kebahagiaan, ketenangan, karir atau performance. Pertanyaannya, bagaimana caranya supaya kita berhasil meraih 3 hal itu? Banyak orang yang tidak paham apa itu energi pembangkitnya,” ucapnya kepada petinggi PLN.
Menurutnya, PLN itu adalah energi listrik untuk menggerakan Indonesia, untuk menggerakan industri, untuk memberikan energi (kepada rumah tangga, RS, sekolah, ke berbagai lembaga, dan lainnya).
“Kita tahu cara mengelola energi dari pusat pembangkit listrik, tenaga air, angin, batu bara semuanya adalah sumber energi yang kemudian memutarkan turbin dan akhirnya menjadi energi listrik. Pertanyaan berikutnya adalah tahukah kita bagaimana memutar turbin energi diri supaya kita juga bisa terang dan bercahaya,” tutur sang Penulis Buku AKHLAK BUMN itu.
“Oleh karenanya hari ini bersama coach ramdhani bapak dan ibu akan belajar bagaimana dalam diri kita juga ada energi batu bara, energi SDA, nuklir dalam diri kita. Kita akan belajar 7 energi yang menjadi bahan bakar diri,” lanjutnya.
Ary menjelaskan dari energi yang paling rendah dan paling murah namun tidak tahan lama yaitu energi tingkat 1 yakni kepastian (untuk mencari gaji), energi tingkat 2 yakni tantangan (untuk menjalankan hobi atau dalam menghadapi cobaan), energi tingkat 3 yakni eksistensi diri (eksis di mata keluarga, teman, masyarakat), energi tingkat 4 yakni cinta dan relasi (untuk mendapat pertemanan), energi tingkat 5 yakni perkembangan.
“Coba perhatikan baik-baik energi dari tingkat 1 sampai 5 apakah abadi atau tidak? Stabil atau tidak?” tanya Ary.
Rata rata dari insan BUMN tersebut serentak menjawab tidak abadi dan tidak stabil.
“Sekarang coba lihat energi yang keenam yaitu kontribusi sedangkan tingkat ketujuh adalah meaning and purpose (grand why). Level ini lebih stabil dan abadi karena energi ini pengabdian atau misi kita kepada Tuhan lalu berkontribusi dengan menerangi negara. Oleh karenanyaz energi untuk hati PLN mulailah dengan energi 6 dan 7 maka energi 1 sampai 5 akan mengikuti dengan sendirinya. Sehingga Anda menjadi orang yang bahagia dan tenang,” papar Ary yang sedang dalam perjalanan itu.
Pendiri Gedung 27 lantai di Menara 165 itu turut mendoakan Imam Bari’ Wafa’ul Wafa’ selaku Manager PLN UPDL Jakarta agar sehat selalu dan menjadi Direktur di PLN.
“Terimakasih Pak Ary atas waktu dan doanya. Kami bersyukur akan bersama ACT Consulting selama 3 hari ke depan. Ini program dilakukan secara bertahap. Setelah mengikuti LMT dan dinyatakan lulus, bapak dan ibu akan lanjut ke Individual Talent Development Program (ITDP). Ini biasanya untuk MA. Tapi saya yakin bapak dan ibu juga akan menjadi MA,” katanya.
Kehadirannya juga sekaligus untuk meresmikan perhelatan tersebut, “Dengan ini untuk batch 17 kita buka secara resmi. Selanjutnya akan saya serahkan kepada coach Ramdhani dan coach Saeful. Semoga sehat terus sampai program ini selesai, dan lanjut ke program ITDP.”
Coach Ramdhani pun menjelaskan bahwa kegiatan ini sebagai upaya untuk meningkatkan Kompetensi, Agility dan Capacity para leaders PLN, Para leaders PLN akan merasakan spiritual experience, sehingga mendorong menjadi pribadi yang lebih baik. Terakhir adalah agar Leaders PLN menjadi role model dalam penerapan core Values AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif) yang telah dicanangkan oleh Menteri BUMN, Erick Thohir.
Sore harinya, para pimpinan PLN diajak ke panti asuhan Wisma Karya Bakti di Depok. Kunjungan itu sebagai bentuk untuk merasakan spiritual experience (mereka membuat kegiatan di lembaga sosial). Dalam hal ini, mereka akan berkolaborasi dengan tim ESQ Kemanusiaan.
Mengingat sekarang manusia hidup di Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) dimana jaman yang serba berubah ubah, tak menentu, tak ada kepastian dan lainnya. Untuk menghadapi era yang terjadi saat ini, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mempersiapkan ‘pasukannya’ sebaik dan sedini mungkin. Salah satunya adalah dengan mengikutsertakan setiap insan BI untuk join di pelatihan Spiritual Revival.
Training ini hasil kolaborasi dengan tim ESQ (ACT Consulting). Tujuan training ini adalah untuk membentuk karakter calon pimpinan masa depan Bank Indonesia yang Religius. Training Spiritual Revival ini adalah program pembekalan pembentukan karakter sebagai rangkaian dari Program BI Religi yang dicanangkan oleh Perry Warjiyo sejak pertama kali menjabat.
Oleh karenanya, telah berlangsung kembali Sekolah Pimpinan Utama Bank Indonesia (Sestabi) Angkatan 8 yang di dalamnya mempelajari dan memahami apa itu Spiritual Revival. Ada sekitar 38 orang (para calon deputi) yang menjadi peserta pelatihan. Acara tersebut dilaksanakan pada tanggal 4 Oktober 2022 di Ruangan Daan Mogot, Gedung D, Bank Indonesia.
Dalam kesempatannya, Ary Ginanjar Agustian (Founder ESQ Group) menyapa para peserta melalui zoom meeting. Ia mengucapkan terimakasih kepada Perry beserta jajarannya, karena baginya Bank Indonesia sebagai ujung tombak kekuatan finansial bangsa Indonesia ini, telah mempercayakan pembangunan karakter karyawan dan transformasi budaya kerja pada ACT Consulting (ESQ) dalam program mewujudkan BI Religi.
“Pak Perry itu adalah alumni ESQ juga. Beliau menjadi Alumni ESQ di Washington pada tahun 2009. Dan Alhamdulillah di tahun 2018 beliau sudah menjadi Gubernur Bank Indonesia. Nah di sini kita jabarkan terkait cara berfikir dan mindsetnya beliau, melihat leadershipnya. Kalau dari gambar ini, kira kira beliau berangkat dari atas ke bawah atau dari bawah ke atas?” tanyanya sambil membagikan sebuah gambar yang diberi judul ESQ Matrix.
Terlihat dan terdengar dari layar zoom meeting, bahwa insan BI rata rata menjawab dari atas ke bawah yaitu berangkat dari Grand Why. Urutan dari Grand Why itu di antaranya harus memiliki meaning and purpose dalam hidup (tahu siapa saya, dimana saya, dan mau kemana saya), berkontribusi, dan mengalami perkembangan, mendapat cinta serta relasi, sehingga jadi eksis dengan sendirinya, siap menghadapi segala tantangan, dan kepastian (gaji, penghasilan) akan mengikuti.
“Ada 3 alasan untuk menjadi seorang pemimpin. Yang pertama adalah strong why, Anda memimpin dengan mencari kepastian dan karna Anda merasa tertantang untuk memimpin. Yang kedua adalah big why, Anda memimpin karena demi eksistensi diri, cinta dan relasi, mendapatkan rasa pertemanan dan kekeluargaan, berkembang dan lainnya,” tutur Pria yang mengaku sudah mengajar selama 25 tahun (akademisi) itu.
Lebih lanjut, “Dan yang terakhir atau alasan ketiga yaitu dorongan untuk menjadi seorang pemimpin yakni karena the grand why. Grand Why itu adalah ketika kita memahami siapa, dimana, dan akan kemana kita dalam kehidupan ini. Lalu kita akan berkontribusi dalam hidup sebanyak banyaknya kepada masyarakat.”
Menurutnya, dengan pelatihan bersama ESQ inilah Perry ingin mempersiapkan ‘pasukannya’ untuk menjadi pemimpin yang berangkatnya dari The Grand Why (dari atas). Berangkatnya itu di mulai dari menemukan makna dan tujuan di hidup ini lalu ada dorongan yang begitu besar untuk berkontribusi setiap harinya ketika insan BI memimpin.
“Selain ESQ Matrix, untuk menghadapi era VUCA ini kita harus membuat bangunan SDM BI di masa depan. Ada atap, tiang dan fondasi. Atapnya itu kompetensi, dan tak cukup jika hanya itu. Harus diperkuat dengan 5 tiang atau super Agility yaitu change agility, mental agility, people agility, learning agility, result agility,” papar sang pendiri ACT Consulting itu.
Ditambahkan, Ary berkata, “Untuk punya agility, Anda harus mempunyai penampang hati yang luas atau dinamakan dengan capability. Nah disitulah letaknya Spiritual Revival, modal besar untuk masa depan pimpinan Bank Indonesia. Terus sebarkan ilmu ini kepada adek adek kalian agar siap menjadi pemimpin di tahun 2045.”
“Saya senang sekali, bisa bertemu dengan calon pimpinan pimpinan masa depan Bank Indonesia. Mudah mudahan suatu saat nanti Anda akan menjadi pimpinan yang betul betul jadi teladan bangsa Indonesia. Dan semoga BI menjadi sebuah lembaga yang lebih dihormati, lebih disegani dan bermanfaat untuk bangsa dan negara,” tutupnya.
Usai mendengarkan paparan dari pendiri Menara 165 itu, acara dilanjutkan oleh kadernya yaitu Coach Iman G Herdimansyah (trainer ESQ).
“Seperti yang disampaikan oleh Gurunda kami, Pak Ary, beruntungnya menjadi pemimpin di BI karena selalu dibekali dengan Spiritual Revival untuk menemukan serta menguatkan The Grand Why, yakni Meaning & Purpose dalam memimpin,” katanya.
Sebagai informasi, program ini adalah program pembentukan karakter atau Personal Transformation Program pada diri karyawan baru di lingkungan Bank Indonesia. Salah satu yang dibahas adalah tentang makna bekerja, nilai bekerja sebagai Ibadah dan lainnya.
Untuk mewakilinya, Ary Ginanjar Agustian (Founder ESQ Group) kirimkan kadernya yang bernama Bramanto Wibisono dan Putra untuk hadir dan menjadi saksi atas prosesi Launching Budaya Kerja ASN BerAKHLAK di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung Timur (Beltim). Kegiatan berlangsung di Auditorium Zahari MZ, pada hari Rabu 29 November 2023.
Perhelatan ini menjadi salah satu pembuktian adanya keseriusan dari Pemkab Beltim dalam membangun fondasi budaya ASN yang berintegritas dan profesional.
“Sebelum digelarnya acara hari ini, telah berlangsung internalisasi sosialisasi budaya kerja ASN BerAKHLAK di Pemkab Beltim untuk para pejabat Eselon 2 dan fungsional. Alhamdulillah, acara berjalan dengan luar biasa. Kemudian saat launching dihadiri juga oleh para guru-guru,” ungkap Pria yang biasa disapa Bram.
Bram, yang juga seorang pakar hypnotherapy ESQ bersertifikat BNSP itu sampaikan hal menarik selama kegiatan berlangsung.
“Menariknya adalah bahwa Belitung Timur memiliki satu slogan yaitu satu hati membangun negeri. Slogan itu akan berjalan dan tercapai apabila setiap ASN-nya memahami tentang nilai-nilai yang ada di dalam hatinya.
Nilai-nilai murni, nilai-nilai mulia yang tercantum di dalam BerAKHLAK. Dan nilai-nilai mulia inilah yang terimplementasikan di dalam perilaku-perilaku kerjanya,” papar Bram.
Lebih lanjut, “Sehingga ketika ASN telah menjalankan nilai-nilai BerAKHLAK ini, maka visi misi Pemkab Belitung Timur yaitu satu hati membangun negeri akan tercapai.”
Launching Budaya Kerja ASN BerAKHLAK ini ditandai dengan pemukulan gong oleh salah satu perwakilan Kepala Sekolah bersama Bupati Beltim Burhanudin didampingi Forkopimda Kabupaten Beltim, Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Beltim, Asisten III Bidang Administrasi Umum dan para Kepala Perangkat Daerah teknis terkait.
“Peluncuran Budaya Kerja ASN BerAKHLAK di Kabupaten Beltim ini bertujuan untuk menyeragamkan nilai-nilai dasar bagi seluruh ASN di Beltim, sehingga dapat menjadi fondasi budaya kerja ASN yang berintegritas dan profesional,” ucap Aan sapaan akrab Burhanudin.
Dikatakan Aan, momentum ini tidak hanya sekedar launching atau pun sebagai sebuah jargon yang hanya menjadi hiasan saja, tetapi ASN berAKHLAK ini harus melekat dalam setiap diri pribadi ASN.
“Karena itu tidak mudah untuk merubah mindset dan paradigma kita walaupun secara keyakinan agama yang kita anut tentunya kita paham akan tanggung jawab dunia dan akhirat atas apa yang kita lakukan,” kata Aan.
Menurut Aan, BerAKHLAK yang mencakup beberapa nilai, seperti berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif, menjadi pengingat agar ASN memiliki orientasi yang seragam dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
“Setiap ASN harus mempunyai orientasi yang sama yaitu memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat. ASN bukan pejabat yang justru minta dilayani, melainkan harus mempunyai jiwa untuk melayani masyarakat,” kata Aan.