Skip to main content
Tag

Transformasi Budaya

Pengukuran Budaya Perusahaan OCHI

6 Indikator Pengukuran Budaya Kerja Korporasi

By Article No Comments

Profit terus menurun, performa kerja karyawan cenderung stagnan bahkan menurun, operasional berjalan dengan sejumlah kendala yang muncul berulang kali. Apa yang sebenarnya terjadi? Mungkin korporasi Anda mengalami masalah budaya kerja. Namun kita tidak bisa melakukan prediksi tanpa pengukuran. Diperlukan metode empiris yang terbukti dapat menunjukkan berbagai penyebab permasalahan dalam budaya kerja di korporasi Anda.

OCHI atau Organizational Culture Health Index, adalah tools yang memberikan gambaran yang komprehensif tentang tingkat kesehatan organisasi Anda. Pengukuran ini dilakukan untuk memeriksa apakah perusahaan/organisasi sehat atau sakit. Jika manusia sakit, berobatnya ya ke dokter. Namun jika perusahaan/organisasi yang sakit, ke mana harus berobat?

Pernahkah Anda mempertanyakan hal ini? Jika ya, ACT Consulting bisa menjadi salah satu dokter terbaik untuk perusahaan/organisasi Anda. Di ACT kita punya program yang dikenal dengan OCHI (Organization Culture Health Index). Sebuah program transformasi budaya kerja yang tujuannya mengetahui tingkat kesehatan suatu perusahaan/organisasi. Tingkat kesehatan ini ditunjukkan dengan jumlah persentase racun budaya (Toxic Culture).

Toxic Culture sendiri merupakan energi yang terpakai untuk kegiatan tidak produktif di sebuah lingkungan kerja. Sesuatu yang menunjukkan tingkat konflik, friksi, dan frustasi di lingkungan tersebut. Metode pengukuran OCHI ini sangat efektif karena partisipan dapat memberikan persepsi mereka atas organisasi. Metode multi jawaban yang diberikan pada OCHI ini tidak dapat dimanipulasi hasilnya oleh partisipan yang mengikutinya.

Memiliki budaya kerja yang baik, juga merupakan suatu keharusan pada saat ini. Bahkan Kamar Dagang Indonesia (KADIN) mengharuskan perusahaan besar memiliki Good Corporate Governance (GCG) dan Good Corporate Culture (GCC).

Indikator Pengukuran Budaya Organisasi (OCHI)

Pengukuran Budaya Perusahaan, OCHI, budaya kerja, act consulting, indeks kesehatan budaya

1. Culture Toxic Index

Mengukur banyaknya energi yang terbuang akibat pekerjaan yang tidak produktif yang disebabkan oleh konflik, friksi atau stres yang terjadi dalam organisasi. Dengan Index culture Toxic ini maka budaya yang intangible menjadi sesuatu yang tangible.

2. Faktor Penghambat

Mengindentifikasi nilai-nilai yang menyebabkan tingginya CULTURE TOXIC.

3. Pemetaan Nilai

Memetakan 10 nilai yang paling banyak dipilih untuk mengetahui fokus dan area pengembangan organisasi.

4. Harapan Karyawan

Menganalisa harapan karyawan yang tersirat dari GAP antara nilai-nilai yang dirasakan pada budaya organisasi saat ini dan yang dianggap penting di masa depan.

5. Implementasi Nilai

Menganalisa implementasi nilai-nilai yang dicanangkan sebagai Core Values di organisasi, pada budaya saat ini.

6. Tingkat Kenyamanan

Mengidentifikasi keselarasan Nilai-nilai Pribadi dengan nilai-nilai Budaya saat Ini

 

Korporasi Apa Saja Yang Membutuhkan Pengukuran Budaya Perusahaan Melalui Metode OCHI ini?

  1. Badan Usaha Milik Negara dan Badan Usaha Milik Daerah
  2. Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota/Kabupaten
  3. Departemen ataupun Kementerian
  4. Korporasi Perbankan dan Korporasi Finansial
  5. Korporasi Syariah dalam berbagai jenis bisnis
  6. Perusahaan Telekomunikasi dan Perusahaan Energi
  7. Perusahaan Logistik dan Otomotif
  8. Perusahaan Agribisnis dan Perusahaan Properti
  9. Perusahaan Asing yang memerlukan strategi akulturasi budaya kerja

Untuk mendapatkan gambaran budaya saat ini di organisasi Anda, hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).

 

ariningtyas prameswari, budaya kerja, act consulting, corporate culture, organization culture health index, ochi,

By Y. Ariningtyas Prameswari, CCS*, Program Director of Culture Transformation at ACT Consulting
*Corporate Culture Specialist oleh BNSP

Agent of Change Indofarma (2)

Training Change Leaders PT. Indofarma

By News No Comments

Peran seorang Agent of Change dalam membentuk budaya organisasi yang diinginkan oleh perusahaan memang sangatlah penting. Mereka merupakan sekelompok orang berperan sebagai pelaksana dan role model dalam pengembangan budaya perusahaan dan tidak terikat pada struktur organisasi.

Sayangnya banyak agen perubahaan yang gagal dalam mengambil perannya sebagai pelaksana transformasi budaya dalam organisasi. Salah satu penyebabnya bisa jadi karena tidak jelasnya korelasi dengan penilaian dan kinerja. Atau bisa juga karena kurang kejelasan tugas, tanggung jawab, KPI dan masa berlaku.

Sadar akan problem tersebut, PT. Indofarma sebagai perusahaan yang memiliki Visi menjadi Health care Indonesia pilihan utama yang berskala global, bekerjasama dengan ACT Consulting untuk mengembangkan peran Agen Perubahaan.

Acara yang digelar guna menyiapkan para peserta sebagai agen perubahan dalam rangka perubahan budaya kerja di lingkungan PT Indofarma ini, diselenggarakan pada 15-16 Mei 2018, dan dihadiri oleh seluruh Manajer dan assistant manager.

Peserta sangat antusias mengikuti pelatihan Agent of Change yang bertajuk Change Leaders Indofarma.

Perlu diketahui bahwa peserta Change Leaders kali ini juga terlibat dalam penyusunan MVVM PT Indofarma pada MVVM Redefining yang dipimpin oleh Bapak Rusdi Rosman selaku Direktur Utama PT Indofarma dan juga oleh Bapak Rinaldi Agusyana dari ACT Consulting.

Semangat perubahan Indofarma agar lebih baik dan menjadi perusahaan unggulan di bidang Farmasi, betul-betul terlihat pada pelatihan Change Leaders kali ini.

Peningkatan Etos Kerja Karyawan PT Sarana Multi Infrastruktur

Cara PT. Sarana Multi Infrastruktur Membangun Etos Kerja Karyawan

By News No Comments

Untuk membangun budaya organisasi yang kuat, salah satu cara yang harus dilakukan adalah melalui peningkatan etos kerja karyawan.

Etos kerja merupakan panggilan hati yang tulus dan ikhlas dari setiap individu maupun sumber daya manusia. Etos kerja ini yang akan membentuk SDM mau bekerja keras tanpa pamrih dalam memberikan pelayanan terbaik kepada lingkup bisnis perusahaan dan orang lain tanpa terkecuali.

Untuk menghidupkan budaya perusahaan dalam diri para karyawannya melalui peningkatan etos kerja, PT. Sarana Multi Infrastruktur (Persero) menggelar training motivasi karyawan bersama ACT Consulting.

Selain untuk membangun etos kerja yang lebih baik dengan menghidupkan I-SPRINT (Corporate Value SMI), training ini juga bertujuan agar meningkatkan sense of belonging karyawan terhadap perusahaan.

Training yang digelar 14 Mei 2018 lalu di Granada Ballroom, Menara 165 di fasilitasi langsung oleh Founder ACT Consulting, DR.HC. Ary Ginanjar Agustian, serta Expert Trainer ACT Consulting, Iman Herdimansyah dan Rendy Yusran.

Setelah mengikuti training ini, Alhamdulillah banyak peserta yang senang dikarenakan mendapatkan edukasi yang luar biasa tentang pentingnya membangun etos kerja. Selain itu, menjadi sebuah pengalaman bisa merasakan training di tempat yg sangat megah (Granada Ballroom, Menara 165) dan tidak membosankan.

Cara Meningkatkan Integritas karyawan

Bagaimana Cara Meningkatkan Integritas Karyawan?

By News No Comments
Cara Meningkatkan Integritas karyawan

Culture Agent of Change on Boarding TELKOM

Cara Meningkatkan Integritas Karyawan – Dewasa ini, sejumlah perusahaan termasuk di Indonesia memiliki tantangan tersendiri yang berkaitan dengan integritas. Satu hal penting yang bila diabaikan akan menghambat perusahaan/organisasi mencapai goals yang diharapkan. Tanpa integritas, kerja sama tim sulit dibangun dan tidak adanya kepercayaan yang komperehensif. Lalu, bagaimana cara meningkatkan integritas karyawan?

Jika ini yang Anda tanyakan, ada 3 poin penting yang harus jadi perhatian. Ketiganya harus berjalan selaras untuk bersama-sama meningkatkan integritas, agar tujuan cepat tercapai dan berjalan efektif. 3 poin tersebut antara lain :

Leadership

Seorang leader dalam perusahaan/organisasi mutlak menjalankan nilai-nilai integritas. Sosok leader ini adalah orang pertama yang akan dilihat dan dicontoh oleh karyawan lain di bawahnya. Pemimpin dengan integritas akan mudah diterima dan memengaruhi orang lain untuk mencapai goals bersama.

Sebaliknya, leader tanpa integritas justru menimbulkan kekacauan. Karyawan lain bisa saja tidak respect, tidak mau mengikuti arahan leader, dan cenderung berjalan tanpa arah. Jadi, cara meningkatkan integritas karyawan bisa dilakukan lewat perhatian pada kompetensi leadership. Pastikan ada pengembangan kompetensi leadership oleh perusahaan/organisasi yang selaras dengan integritas yang telah ditetapkan.

Agent of Change

Mereka adalah agen perubahan yang dipilih secara khusus, untuk membantu para leader meningkatkan integritas di perusahaan/organisasi. Para agen ini bertugas menjadi role model, memastikan implementasi berjalan sesuai yang ditetapkan, dan sebagainya.

Untuk itu, agen perubahan membutuhkan support dari perusahaan/organisasi dan para leader dalam menjalankan tugasnya. Mereka juga perlu dibina dan dikembangkan dengan program-program yang tepat dan efektif.

Aspek Perusahaan/Organisasi

Perusahaan/organiasi perlu mengembangkan aspek peraturan sebagai bentuk kedisiplinan dan pemahaman mengenai konsep integritas. Pendisiplinan ini penting untuk meningkatkan integritas karyawan dan optimalisasi konsep yang dijalankan menjadi CULTURAL TRANSFORMATION di perusahaan/organisasi itu sendiri.

Kunci dalam menjalankan poin-poin di atas ialah mampu menciptakan environment yang konsisten menjalankan nilai-nilai integritas. Harapannya, nilai-nilai itu berakar dan tumbuh dalam diri setiap orang yang terlibat hingga mengakar menjadi budaya perusahaan yang baik.

Lalu bagaimana menerapkan ketiga poin di atas dan menjaga peningkatan integritas karyawan yang dijalankan berjalan konsisten?

Integritas bukan sesuatu yang bisa diterapkan dengan sekadar dipelajari. Dibutuhkan konsep, strategi, konsistensi, hingga motivasi untuk setiap memastikan peningkatan berjalan dengan tepat, efektif, cepat, dan akurat.

Jika Anda butuh bantuan terkait cara meningkatkan integritas karyawan di perusahaan/organisasi, maka percayakan pada kami ACT Consulting.

Kami memiliki program khusus “BUILDING INTEGRITY” yang akan membantu menginstal dan menginternalisasi nilai-nilai integritas secara mendalam dan mudah dipraktikkan dalam keseharian.

Info detail program bisa lihat di https://actconsulting.co/building-integrity-training

atau hubungi tim ACT Consulting di : +62 856-9489-7725

Training Motivasi Karyawan

Building Leadership 3.0 Coaching Training PT Mitsuba Indonesia

By News No Comments

Beberapa waktu lalu tim ACT Consulting memberikan Training kepada PT Mitsuba Indonesia bertemakan Building Leadership Through 3.0 Coaching.

Training Saat ini banyak terjadi dimana seorang leader seringkali menggunakan metode yang tidak tepat untuk karyawannya. Akibatnya, banyak karyawan yang merasa stress, tertekan, dan tidak nyaman. Hal ini juga menyebabkan karyawan yang mempunyai kemampuan akan merasa tidak dihargai dan menjadi tidak semangat dalam bekerja.

Oleh karena itu, Mitsuba Indonesia bekerja sama dengan ACT Consulting mengadakan program leadership training yang bertujuan untuk menemukan metode leadership yang tepat agar performance perusahaan meningkat.

Ingin memberikan pelatihan dan training motivasi karyawan yang sama kepada karyawan Anda? ACT Consulting siap membantu perusahaan Anda.

ACT Consulting
Partner in Culture Transformation
0856 9489 7725
www.actconsulting.co

9 Senjata Menjadi Agen Perubahan Budaya Organisasi

9 Senjata Untuk Sukses Menjadi Agen perubahan

By Article No Comments

9 SENJATA UNTUK SUKSES JADI AGEN PERUBAHAN (Culture Change Agent)

Apakah Anda agen perubahan di organisasi/perusahaan tempat bekerja saat ini? Jika YA, apa saja yang sudah Anda persiapkan atau kerjakan. Tentu banyak rencana yang Anda susun untuk sukses jadi agen perubahan. Namun tahukah Anda, ada 9 hal penting yang wajib dimiliki seorang agen of change atau agen perubahan.

9 Hal yang bisa menjadi senjata, meraih keberhasilan menjalankan amanah. Di antaranya : 9 Senjata Menjadi Agen Perubahan Budaya Organisasi #1 Komunikasi yang baik
#2 Paham tantangan bisnis dan agenda transformasi
#3 Merencanakan dan mengelola proyek
#4 Mampu menangani resistensi
#5 Mampu menangani situasi tidak pasti
#6 Kinerja tinggi
#7 Interpersonal yang baik
#8 Mampu berpikir kreatif
#9 Role model

Info Training Manajemen Agen Perubahan Perusahaan hubungi kami di:+62 813-8249-1165

Program Leadership Development PT Taspen

Mentoring and Coaching Training PT TASPEN

By News, Uncategorized No Comments

Keceriaan dan suasana hangat menyelimuti program Mentoring dan Coaching PT TASPEN yang difasilitasi oleh Konsultan ACT Consulting, Bram Wibisono.

Dengan adanya kelas Mentoring dan Coaching ini, diharapkan menambah kualitas engagement antar karyawan dan leaders, serta membangun team building.

#actconsulting
#budayaperusahaan
#konsultanbudaya
#pelatihanSDM
#pengembanganSDM
#pengembanganKaryawan
#pelatihankaryawan
#trainingkaryawan
#trainingperusahaan
#transformasibudaya

Training Motivasi Karyawan PT Bukit Asam 9

Training Pembentukan Karakter Perusahaan PT Bukit Asam

By News No Comments

Telah berlangsung pelatihan Character Building untuk Pre-Employment Training (PET) “Building Winning Attitude”

PT Bukit Asam, Tanjung Enim, 26 – 28 April 2018

Racun Budaya Perusahaan

Waspada Racun Budaya (Culture Toxic), Jika Ingin Memenangkan Bisnis Usaha

By Article No Comments

Racun Budaya Perusahaan

Sekarang itu musimnya talent war atau perang karyawan. Untuk memenangkan persaingan, sejumlah perusahaan melakukan bajak-membajak profesional terbaik. Padahal mendapatkan, melahirkan, atau mengembangkan karyawan terbaik itu tidak mudah. Betul?

Lalu bagaimana mendapatkan, melahirkan, dan mempertahankan karyawan terbaik?

Jawabannya ada pada Employee enggagement. Menurut sebuah riset, Employee Engagement dapat memberikan peningkatan kinerja pada karyawan, profitabilitas, mempertahankan karyawan, kepuasan konsumen, serta keberhasilan untuk organisasi (Bates, 2004; Baumruk, 2004; Richman, 2006).

Namun, hasil riset menunjukkan bahwa tingkat engagement karyawan di perusahaan tergolong rendah. Termasuk perusahaan-perusahaan di Indonesia. Cukup banyak karyawan yang kurang mencintai apa yang dikerjakan, tidak bersemangat, acuh, hingga menjadi provokator kegalauan.

Beberapa penyebabnya ialah keselarasan antara nilai pribadi dan nilai organisasi, lingkungan kerja yang kurang kondusif, serta sistem kompensasi, reward yang fair dan memadai. Dari penyebab-penyebab ini, ada satu fakta menarik.

Leigh Branham dalam ‘The 7 Hidden Reason Employees Leave : How to Recognize the Subtle Signs and Act Before It’s Too Late (2005) menyimpulkan bahwa lebih dari 80 persen karyawan mengatakan bahwa faktor yang membuat mereka keluar dari perusahaan karena didorong oleh hal yang berkaitan dengan buruknya praktik manajemen atau racun budaya (budaya perusahaan yang sakit).

Tingkat racun budaya sebuah organisasi disebut sebagai Entropi Budaya, yaitu energi yang terbuang di tempat kerja untuk hal yang tidak produktif. Entropi budaya disebabkan oleh birokrasi yang berbelit, kontrol dan kehati-hatian yang berlebihan, saling tidak percaya, saling menyalahkan, kompetisi internal, ketidakjujuran, dan sebagainya.

Riset yang dilakukan oleh Barret Values Center dan Hewitt Associates terhadap 163 organisasi di Australia (2008), menunjukkan korelasi yang kuat antara tingkat entropi budaya dan Employee Engagement. Semakin tinggi entropi (racun budaya) semakin rendah engangement. Semakin rendah entropi, maka akan semakin tinggi engangement.

Contoh Tabel

Entropi Budaya Staff Engagement
Lapisan 1 (Terbaik) 5% 89%
Lapisan 2 8% 76%
Lapisan 3 15% 55%
Lapisan 4 (Terburuk) 21% 40%

Tantangannya ialah, saat ini sering terjadi para leader atau pemimpin tidak mengetahui tingkat culture toxic atau entropi di perusahaannya. Dan, jika Anda ingin mengetahui hal ini penting untuk melakukan pengukuran pada kesehatan budaya organisasi.

Sama dengan pasien yang ingin berobat. Diperlukan cek laboratorium untuk mengetahui kondisi kesehatannya. Dari tes itu akan diketahui penyakit dan apa obat yang tepat.

Organisasi pun demikian. Perlu ada pengukuran tingkat entropi yang tepat dan akurat, sebelum diketahui langkah-langkah solusinya. Jika Anda ingin melakukan pengukuran ini, maka ACT Consulting siap membantu.

ACT memiliki program Organization Culture Health Index (OCHI) untuk mengetahui tingkat kesehatan budaya organisasi dan akan membantu memberikan solusi yang terukur, terarah, dan tepat sasaran.

Info detail Program OCHI bisa cek di :

https://actconsulting.co/pengukuran-budaya-organisasi-perusahaan-ochi/

Atau langsung hubungi kami di :

0856 9489 7725