Skip to main content
Tag

Team Building

corporate webinar, adira finance, act consulting

WEBINAR ACT CONSULTING BERSAMA ADIRA FINANCE KE-III

By News No Comments

Webinar ACT Consulting bersama Adira Finance tengah berlangsung pada hari Selasa, Tanggal 6 November 2018 di Medina Café, Menara 165. Acara ini digawangi oleh Produser dari ESQ Team, Gusti Firly yang sebelumnya telah berpengalaman sebagai Produser untuk sejumlah acara televisi di salah satu TV Swasta.

Acara Webinar ACT Consulting bersama Adira Finance ini telah berlangsung untuk ke 3 kalinya. Dengan jumlah peserta yang semakin meningkat aktif. Untuk kesempatan hari ini jumlah cabang yang ikut aktif mengikuti Webinar ini meningkat tinggi hingga mencapai 409 Cabang hingga ke Jayapura yang terhubung dalam Live Webinar.

Pembicara dalam Webinar Adira Finance hari ini adalah Ary Ginanjar Agustian dari ACT Consulting, dengan jajaran Pimpinan Adira Finance yaitu Hafid Hadeli sebagai Direktur Utama dan I Dewa Made Susila selaku Direktur Finance.

Metode training jarak jauh melalui webinar ini dilakukan oleh Adira untuk dapat menjangkau puluhan ribu karyawannya yang tersebar di seluruh nusantara. Acara ini terselenggara dengan metode siaran langsung, sehingga dapat dilakukan live interactive discussion.

Sejumlah 409 cabang Adira yang turut aktif berpartisipasi tersebar dari kawasan barat hingga kawasan paling timur di Indonesia yaitu di kota Jayapura. Metode ini terbukti menekan biaya, membuat karyawan menjadi dekat dengan dewan direksi mereka, dan karyawan pun dapat bertanya langsung kepada Bapak Ary Ginanjar Agustian selaku konsultan dari ACT Consulting yang memandu Program Transformasi Korporasi di Adira Finance.

 

webinar act consulting, adira finance, act consulting, ary ginanjar agustian,

webinar act consulting, adira finance, ary ginanjar agustian, act consulting

webinar act consulting, adira finance, ary ginanjar agustian, act consulting

webinar act consulting, adira finance, ary ginanjar agustian, act consulting

Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara melakukan webinar live di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).

 

annual strategic planning, annual planning, strategic planning, act consulting, Rinaldi Agusyana

Cara Menyusun Annual Strategic Planning

By News No Comments

annual strategic planning, annual planning, strategic planning, act consulting, Rinaldi Agusyana

Saat anda melakukan tutup buku dan menutup tahun kalender ini, dan menyusun rencana untuk tahun baru ke depan, sejuta pertanyaan akan muncul dalam benak. Apa yang harus dipertimbangkan dalam menentukan Annual Strategic Planning? Banyak pihak yang mengalami kebingungan dalam menyusunnya. Apakah sudah benar atau tidak? Ukuran apa yang bisa dipakai?

Bila Anda termasuk dalam sebagian orang yang memiliki tugas dan tanggung jawab berat ini, dan menginginkan solusi, berikut ini kami memberikan Panduan yang akan dapat membantu. Secara mudahnya, strategi disusun dengan mengisi Balance Scorecard. Ada 4 komponen yang ada di dalamnya, yaitu :

  1. Financial Gain ; bagaimana cara untuk mencapai target keuangan?
  2. Customer Value ; nilai apa yang ingin diberikan pada konsumen anda?
  3. Operation to Create Values ; proses internal apakah yang harus diperbaiki untuk menyediakan nilai dan mencapai tujuan keuangan perusahaan anda?
  4. Capability Needed/ Skills to Run Operation ; apakah keterampilan dan kapabilitas dari tim karyawan yang anda miliki, untuk mengarahkan proses internal agar dapat memenuhi tujuan nilai untuk konsumen, dan bagiamana mencapai tujuan keuangan?

Perpaduan langkah 1 dan 2, akan menunjukkan kekurangan Key Result Area di perusahaan Anda. Dan gabungan dari langkah 3 dan 4 akan menunjukkan Effort yang harus dikeluarkan agar perusahaan anda bisa mencapai Key Performance Indicator yang disepakati antara anda dan tim karyawan.

Sisi lain dari strategi adalah perhitungan SWOT : Strength – Weakness – Opportunities – Threats :

S – O : Strength apa yang bisa anda gunakan untuk mengkapitalisasi opportunities yang dimiliki?

W – O :  Weakness apa yang harus dimitigasikan untuk bisa opportunities bisa terkapitalisasi?

S – T : Strength apa yang bisa digunakan untuk bisa menangani/ mengurangi Threats?

W – T : Strategi apa yang bisa dilakukan untuk meminimkan Weakness dan menghindari Threats?

 

Bagaimana? Itu langkah 2 dari 5 langkah dalam Corporate Strategy Intelligence. Selengkapnya, ESQ memiliki modul lengkap untuk membantu perusahaan Anda dalam menyusun strategi terbaik untuk memastikan proses operations yang anda lakukan di dalam perusahaan, menghasilkan values yang berarti bagi konsumen, dan menghasilkan finansial yang mendukung perkembangan perusahaan beserta para karyawan yang ada di dalamnya.

Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara mengukur annual strategy di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).

 

By; Rinaldi Agusyana, Corporate Strategic Expert & CEO of ESQ Tours & Travel, Peraih World Best Hajj & Umrah Operator in The World 2016

Kelebihan Digital Training

By Article No Comments

Sejak mulai dikembangkan di era revolusi industri 4.0, banyak sekali kelebihan digital training dibanding training konvensional.  Dalam sebuah jurnal tentang analisa persepsi terhadap online learning versus training konvensional dikemukakan bahwa globalisasi dan teknologi meningkatkan pandangan kita mengenai apa yang bisa ditawarkan dalam pendidikan. Bahwa teknologi telah melahirkan banyak jalur untuk kita bisa belajar;

“Globalization and technology are altering our views on education and educational offerings. Technology has given birth to many new avenues for learning”.

Dominique Abrioux (2004), Rektor dari Athabasca University, menyampaikan poin yang berharga, dalam buku yang berjudul “Theory and Practice of Online Learning”. Bahwa salah satu keuntungan utama dari konten training yang disajikan secara digital adalah adanya kemudahan untuk melakukan adaptasi dan kostumisasi konten dan materi. Fleksibilitas yang diberikan dalam digital training pun amat menguntungkan dalam praktek pembelajaran manusia berusia dewasa, dalam hal ini untuk training korporat atau pembelajaran  jarak jauh lainnya seperti dengan e-movie, e-learning, online quiz, dan lain-lain.

Digital training membuat waktu dan tempat pelaksanaan training menjadi fleksibel. Training dapat diikuti dari mana saja. Waktunya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing peserta. Tema training yang ingin diikuti pun sangat beragam.  Karyawan tinggal mencari tempat yang menyediakan internet. Lalu mereka dapat mengakses training dari smartphone atau dari laptop.

Ujian online yang diberikan pun dapat dilakukan untuk mencek sejauh mana pemahaman peserta tentang materi yang diberikan. Hasil yang diperoleh pun langsung terekam secara otomatis dan dapat dilakukan rekapitulasi hasil training dengan mudah. Absensi keikutsertaan training juga terekam dengan baik. Karyawan yang memiliki banyak waktu untuk mengikuti digital training dan mendapatkan nilai tinggi pun dapat diajukan untuk promosi bila telah memenuhi persentase kompetensi tertentu.

Digital training ini dilakukan oleh banyak perusahaan di Indonesia. ACT Consulting telah memandu pelaksanaan digital training untuk ribuan sales dari Auto2000 dalam program Singa Auto2000.  Adira Finance yang memiliki puluhan ribu pegawai pun telah melakukan digital training lewat e-movie yang dipandu oleh digital learning sharing session.

Perusahaan-perusahaan besar di Indonesia selalu menjaga performa karyawannya dengan menyediakan digital training yang dapat diakses dimana saja dan kapan saja. Bagaimana dengan perusahaan anda? Salam transformasi digital dari ACT Consulting.

peran agent of change, act consulting, andi basuni

Peran Agent of Change dalam pembentukan Good Corporate Culture (GCC)

By Article No Comments

peran agent of change

Kita lanjutkan lagi pembahasan kita tentang apa itu budaya. Mengapa kami dari ACT Consulting merasa perlu untuk membahas budaya secara lebih jauh? Tentu saja karena urgensi besar yang ada di baliknya. Semoga bahasan-bahasan yang diberikan dalam beberapa tulisan ini menjadi upaya yang berarti untuk membentuk budaya yang lebih positif di masyarakat Indonesia.

 

Definisi Budaya

Menurut ahli budaya dan pemerintahan di Indonesia, Prof. Dr. Selo Soemardjan, budaya merupakan sebuah hasil karya, rasa serta cipta dari masyarakat. Hal ini berarti, semua ekspresi diri yang dilakukan dalam konteks bermasyarakat, adalah bentuk dari budaya lho.

Bahkan hal yang terlihat kecil seperti desain iklan yang makin berkembang dari hari ke hari juga adalah suatu bentuk ekspresi budaya yang diciptakan individu dan diserap oleh masyarakat.  Hal yang dianggap kecil seperti gaya lucu dalam berbicara dengan bahasa slang di media sosial yang dimaksud untuk memancing tawa dan like, juga suatu bentuk budaya lho. Dalam masyarakat Indonesia kekinian, definisi Prof Selo Soemardjan ini sepertinya pas ya?

Jauh sebelum sosial media ada, pendiri ilmu anthropologi budaya dari Inggris Edward Burnett Tylor, mendefinisikan budaya sebagai suatu keseluruhan yang memiliki sifat yang kompleks. Keseluruhan yang di maksud adalah meliputi kepercayaan, adat istiadat, hukum, seni, kesusilaan, kesanggupan, bahkan semua kebiasaan yang di lakukan oleh manusia adalah salah satu bagian dari suatu masyarakat.

Ini berarti, budaya merupakan hasil dari interaksi sejumlah unsur yang berbeda di masyarakat yang membentuk suatu kebiasaan yang kemudian menjadi adat istiadat.  Pemerintahan dalam berbagai bentuknya, bertugas menciptakan tatanan sosial yang teratur. Untuk itu, dibuatlah penjaga ekspresi budaya yang berupa sistem yang memagari perilaku individu. Agar tidak bertindak keluar batasan, dengan menciptakan hukum dan undang-undang. Hukum dan undang-undang inilah yang kemudian menjaga sistem kesusilaan di dalam masyarakat, agar kita dapat bekerja dan hidup dengan aman, tenang dan nyaman.

 

Perlunya Good Corporate Culture (GCC) 

Budaya yang ada dalam suatu masyarakat, ada yang positif dan negatif. Dalam konteks perusahaan, budaya yang positif akan meningkatkan performa dan kinerja. Sementara, budaya yang negatif, akan menghasilkan dampak yang negatif bagi kinerja dan performa organisasi. Sementara, berbeda dengan masyarakat, perusahaan adalah suatu sistem ekonomi yang membutuhkan semua bagian yang ada di dalamnya tetap sehat dan baik.

Budaya yang baik diperlukan agar perusahaan bisa menghasilkan income yang baik untuk keseluruhan organisasi dan kelangsungan keluarga dari para karyawan di dalam organisasi, dan memberikan keuntungan pada masyarakat. Sistem ekonomi dari kumpulan sejumlah perusahaan inilah yang kemudian menggerakkan roda perekonomian di suatu negara. Untuk itu, pemerintah memiliki concern  yang besar terhadap baik tidaknya organisasi di dalam sebuah perusahaan dengan menggulirkan program seperti good corporate governance (gcg) dan good corporate culture (gcc), melalui Kamar Dagang dan Industri (KADIN).

Dalam konteks transformasi budaya perusahaan, perubahan budaya dilakukan dengan merubah values lama menjadi values baru yang ideal. Dari current values ke desired values. Penanaman values ini dilakukan agar ekspresi budaya ini terbentuk menjadi sebuah budaya baru. Selain juga dilakukan perubahan secara sistemik melalui perubahan peraturan perusahaan dan rekayasa organisasi.

 

Peran Agent of Change dalam Transformasi Budaya

Pembentukan budaya baru juga dilakukan dengan melibatkan peran aktif dari para Agent of Change (AoC). Dalam hal ini, ada 4 peran yang dilakukan oleh para Agent of Change, sesuai dengan peran utama mereka untuk melakukan akulturasi values baru untuk membentuk good corporate culture (GCC) atau desired culture di dalam perusahaan, yaitu;

  1. Sebagai Obat; Nilai-nilai yang telah dikuasai oleh Agent of Change akan tersebar secara adaptif dalam pekerjaan dan interaksi antar karyawan di lingkungan perusahaan, untuk menjadi penyembuh dari budaya sebelumnya yang ingin diubah.
  2. Sebagai Vitamin; Nilai-nilai yang dikuasai oleh Agent of Change akan membangkitkan energi baru di dalam dirinya secara internal, untuk menjadi panutan bagi kawan-kawannya dalam bekerja. Yang setelah berjalan selama sekian bulan hingga sekian tahun, akan membuat para karyawan lain memiliki daya tahan terhadap budaya lama yang sebelumnya dikeluhkan, menjadi budaya baru yang diharapkan.
  3. Sebagai Katalis. Nilai-nilai yang telah didalami oleh para Agent of Change ini kemudian akan menjadi shared values atau nilai bersama sebagai sebuah organisasi sistemik yang mampu menghasilkan daya kerja dan performa kerja yang bersifat eksponensial, sebagai hasil dari akselerasi yang terjadi sebagai hasil transformasi budaya.
  4. Sebagai Pelumas. Agent of Change akan menghaluskan proses masuknya nilai-nilai ideal untuk membentuk budaya baru, dengan meminimalisir konflik dan mencegah terjadinya gegar budaya diantara karyawan dan manajemen. Hal ini penting untuk mengurangi resistensi organisasi terhadap proses transformasi budaya yang tengah berlangsung.

 

By Andi Basuni, Corporate Strategic Expert dari ACT Consulting

andi basuni, peran agent of change, act consulting

program pelatihan team building

Program Team Building Biro Perencanaan BASARNAS

By News No Comments

Program Team Building – Dalam bekerja disuatu perusahaan tentunya memerlukan sinergi setiap tim antar divisi/departemen agar dapat mencapai target keseluruhan.

Sayangnya banyak perusahaan yang memiliki kerjasama tim/team yang buruk. Sehingga akan sangat menghambat bisnis bahkan bisa membuat usaha yang sudah terbangun mengalami kerugian besar.

Sadar akan pentingnya membangun sinergi dan kolaborasi dalam setiap tim, Biro Perencanaan Badan SAR Nasional atau BASARNAS, menggelar program Character Building dan Team Collaboration.

Bertempat di Le Grandeurs Hotels, Jakara, 16 Maret 2018, para peserta mengikuti acara dengan sangat fun dan semangat tinggi. Serangkaian aktivitas dan fun games dilakukan dengan ceria penuh makna.

Kegiatan Team Building ini juga menjadi sarana bagi BASARNAS, agar dapat membantu kelompok untuk tidak berperilaku disfungsional, sehingga tim dapat menjadi saling terhubung menjadi sekelompok individu yang produktif dan terpadu.

Program Team Building Biro Perencanaan BASARNAS

Team Building & Revolusi Mental Pemrov Kalimantan Timur

Cara Membangun Sinergi dan Solidaritas yang Kokoh Dalam Perusahaan

By Article No Comments

 

Team Building & Revolusi Mental Pemrov Kalimantan Timur

Revolusi Mental Pemrov Kalimantan Timur

Untuk menuju keberhasilan dalam membangun budaya perusahaan salah satunya dengan membangun solidaritas serta komitmen tim. Seperti halnya sebuah persahabatan, akan kuat jika selalu dipupuk dengan kebersamaan.

Coba lihat sekolompok semut yang tidak pernah bercerai berai dari barisannya hingga menjadi perumpamaan akan kesolidan dan kerja sama tim.

Bagaimana cara membangun solidaritas dalam organisasi dan perusahaan?

1. Memiliki Visi, Misi, dan Tujuan yang Sama
2. Mengenal kelebihan dan bakat rekan satu tim
3. Memiliki kesamaan konsep dan cara berpikir.
4. Memiliki perencanaan yang baik
5. Memiliki pembagian kerja dan peran yang jelas
6. Memiliki semangat untuk mencapai tujuan
7. Komunikatif, jujur, dan saling terbuka

Itulah cara membangun solidaritas dan mewujudkan sinergi dalam organisasi. Mari.. bangun hal tersebut dengan semangat kebersamaan yang tinggi.

“…bekerjalah dengan struktur yang rapi, seperti bangunan yang kokoh…” (QS. Ash Shaff, 61:44)

Coast Rejo Indonesia

Membangun Kepaduan Internal dan Kepercayaan pada Tim Kepemimpinan

By Article No Comments

 

Coast Rejo Indonesia

Team Building Training PT. Coast Rejo Indonesia

Kepaduan internal harus dimulai dengan tim kepemimpinan. Jika tim kepemimpinan tidak sejajar satu sama lain, maka seluruh organisasi akan menjadi tidak seimbang dan entropi budaya akan meninggi.

Kami telah menemukan bahwa satu faktor terpenting dalam keberhasilan untuk membangun organisasi dengan performa tinggi adalah dengan membuat tim kepemimpinan yang terpadu. Akan tetapi, faktor inilah yang sangat sulit dilakukan oleh organisasi.

Terdapat tiga kualitas yang paling menonjol dari kualitas lainnya dalam membangun tim kepemimpinan yang terpadu, yaitu visi bersama, nilai bersama, dan budaya saling percaya.

  • Visi bersama memastikan bahwa setiap orang memiliki tujuan yang sama.
  • Nilai bersama memastikan bahwa setiap orang membuat keputusan mengenai hal yang penting bagi perusahaan secara konsisten.
  • Budaya saling percaya adalah hal yang esensial. Hal ini meningkatkan ketangkasan dan kecepatan dalam membuat keputusan, serta membangun kesatuan dalam tim. Kepercayaan mengadopsi tanggung jawab, kewenangan, dan pembuatan keputusan yang terdistribusi. Selain itu, kepercayaan juga sangat fundamental dalam membangun hubungan yang erat dengan semua pemangku kepentingan.

Terdapat dua belas kondisi dasar yang harus dilakukan untuk membangun kepercayaan. Hal ini ditunjukkan dalam Matriks Kepercayaan di bawah ini. Tim harus menguasai semua komponen ini untuk membuat tim dengan performa bagus begitu pula organisasi dengan performa bagus.

Team Building Outbound BKPPD Bekasi 

Tujuan

Kepedulian: Mengawasi kesejahteraan organisasi dan semua karyawannya.

Transparansi: Memberikan kejelasan mengenai motivasi yang menjadi dasar pembuatan keputusan.

Keterbukaan: Menyetujui dan menerima ide dan opini dari semua karyawan.

 

Integritas

Kejujuran: Bertindak jujur dan terus terang dalam komunikasi antarpersonal.

Keadilan: Bertindak tanpa prasangka, diskriminasi, atau tidak adil terhadap semua karyawan.

Autentik: Berpikir, berucap, dan bertindak dengan konsisten dan sungguh-sungguh setiap saat

 

Kemampuan

Kemampuan: Menyelesaikan kegiatan profesional dengan mudah, cepat, dan cakap.

Pengetahuan: Menjadi familier dan terbiasa dengan topik atau urusan profesional.

Pengalaman: Mengumpulkan pengetahuan praktik melalui observasi pribadi.

 

Hasil

Reputasi: Menjadi diri yang disukai oleh bos, teman kerja, dan bawahan.

Kredibilitas: Menyatakan ide menggunakan sikap yang meyakinkan dan dapat dipercaya.

Performa: Mengindahkan tanggung jawab pribadi dengan pencapaian dan keunggulan.

Team Outbound Training

Outbound Training Sebagai Sarana Team Building Organisasi dan Perusahaan

By Article No Comments

Team Outbound Training

Outbound Team Building adalah kegiatan yang dirancang agar peserta mengeluarkan potensi serta peran aktif individu-individu untuk mencapai tujuan yang disepakati bersama, sehingga mereka berpikir, berperilaku, dan berkontribusi terhadap team.

Program Team Building Outbound juga bertujuan untuk menstimulasi skill masing-masing individu dalam tim, guna meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Baik secara personal, maupun kemampuan individu dalam kolaborasi dan sinergi dalam tim.

Setelah mengikuti program Team Building Outbound, peserta akan terbentuk menjadi seorang individu yang berkualitas dan memiliki keunggulan dalam setiap bidang yang dimiliki. Baik itu keunggulan dalam soft skill maupun hard skill.

Training Outbound Team Building

Training Outbound Team building merupakan salah satu proses yang dialami setiap peserta untuk beraktivitas bersama-sama. Mereka mengenal satu samal lain dan berdinamika menjadi satu kesatuan dalam tim.

Training Outbound Team Building

Sebuah hal yang sangat penting dalam mengenal elemen-elemen krusial yang mendasari efektivitas kerja dalam tim yang didasari komitmen pribadi.

Outbound Training Team building juga membuat organisasi untuk mampu membagi tugas dan peranan secaa tepat sasaran, menempatkan orang ditempat yang tepat (right man in the right place), Leadership, sikap rela berkoban, saling menghargai, komunikatif, saling terbuka, dan memegang teguh komitmen produktivitas tim.

Dengan demikian, akan terbangun suatu ikatan kebersamaan yang mampu meningkatkan semangat kerja tim, sinergi dan kolaborasi.

Outbound Training Flying Fox

Menjadi Pemimpin yang berpengaruh - Corporate Culture Transformation

Influence atau Influenza? Menjadi Pemimpin yang ‘Menular’

By Article No Comments

Menjadi Pemimpin yang berpengaruh - Corporate Culture Transformation

Pencapaian kinerja sebuah tim, baik perusahaan atau instansi sangat ditentukan oleh kekuatan leadership-nya. Ibarat lokomotif, seorang leader mengambil peran sentral dan dominan dalam menggerakkan roda organisasi. Dengan demikian cepat lambatnya atau bahkan maju mundurnya sebuah organisasi atau perusahaan ditentukan para leader.

Kita bisa belajar dari Karpenter Corporation, perusahaan yang telah berusia 50 tahun, dan termasuk dalam jajaran “American Ten Most Innovative” karena sukses dengan pencapaiannya selama bertahun-tahun.

Namun dalam waktu 4 tahun terakhir di tangan seorang pimpinan executive-nya, meluncur jatuh dalam jurang kebangkrutan. Para eks-karyawannya harus mengelus dada melihat semuanya dijual dalam pelelangan. Apa yang terjadi?

Telah terjadi kerusakan serius dalam mekanisme kerja di Karpenter Corporation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemerosotan diakibatkan oleh para leader management. Berdasarkan riset selama tiga tahun terakhir sebelum kejatuhannya, antara teori dan praktik manajemen dalam perusahaan tersebut sangat berseberangan.

Akibatnya, 65 karyawan profesional Karpenter merasakan adanya ‘disengaged’, dan banyak di antaranya memutuskan untuk hengkang dari perusahaan yang semula dicintainya itu.

Dari kisah di atas selain kita bisa belajar tentang pentingnya peran seorang leader dalam membangun engagement dengan bawahan atau timnya. Karena kepemimpinan sesungguhnya berwujud tindakan bukan semata-mata jabatan.

Pemimpin harus memberi pengaruh. Kata influence (pengaruh) dan influenza (flu) berasal dari akar kata yang sama. Pemimpin sesungguhnya bersifat menular. Orang tertular sesuatu yang dekat dari dirinya. Orang tertular visi dan value mereka. Mereka mampu menarik pengikut dan membuat orang bergerak. Jika dibuat metafora, mereka ini seperti kolam ombak, yang menciptakan efek gelombang dimana pun mereka berada. Inilah yang dapat menimbulkan engagement dengan bawahannya.

Pemimpin harus memberi dampak. Di akhir, pemimpin membuat perbedaan. Dunia berubah karena kepemimpinannya. Mereka mampu membuat perubahan nyata dan berlangsung lama. Jika tidak ada perubahan, mereka bukan pemimpin, tapi hanya penghibur. Ada perbedaan besar diantara keduanya. Ukuran sebuah kepemimpinan tidak bisa dilihat dari dalam diri pemimpin itu sendiri, tapi dari dampak yang diciptakan di dalam diri pengikutnya. 

“Saat seorang pemimpin mengeluarkan potensi terbaik dalam dirinya, maka hal itu akan membuat orang di sekitarnya menjadi pribadi yang jauh lebih baik. Pemimpin demikian adalah pemimpin yang menginspirasi dan tidak akan pernah dilupakan bawahannya.” DR.HC Ary Ginanjar Agustian.

Outbound Training Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan Lembaga Pertahanan Nasional RI (Lemhannas)

By News No Comments

Tahukah Anda bahwa kerjasama tim tidak hanya mampu menyelesaikan tugas-tugas ringan namun juga mampu meraih tujuan tim. Tujuan yang merupakan agenda besar dari organisasi dan perusahaan. Dan salah satu cara terbaik untuk membangun kerjasama tim adalah outbound training.

Seperti yang baru-baru ini dilaksanakan oleh Lembaga Ketahanan Nasional RI (Lemhannas), yang menggelar Outbound Training Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan Bagi Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT).

Bersama ACT Consulting, Lemhannas berharap bahwa Outbound ini bisa menjadi lahan untuk mengaplikasi materi yang diterima oleh peserta. Setelah sebelumnya peserta mengikuti rangkaian pendidikan di kelas selama 5 hari yang berfokus pada pemantapan Nilai-Nilai kebangsaan, sehingga dapat menjadi sikap kerja para peserta.

Banyak hal menarik terjadi sepanjang acara yang yang berlangsung 13 – 14 Januari 2018, Villa Ratu Pancawati Bogor. Peserta yang sharing merasakan kebahagiaan yang luar biasa.

Peserta juga mengaku, Outbound ACT Consulting membantu dalam pembentukan tim yang kompak dan sangat fun. Bahkan pihak Kepala Dinas menyatakan ACT Outbound adalah Outbound yang berbeda. Terdapat games yang bukan hanya menarik dan menyenangkan, namun ada pemaknaan di setiap sesinya.

Terlebih pada sesi, Final Project, yang membuat banyak peserta sadar bahwa, gangguan itu bisa dari mana saja, dan bahwa menjaga kesatuan NKRI tidaklah mudah. Kita harus bersatu dalam menjaganya.