Skip to main content
Tag

Ary Ginanjar Agustian

Hasil Riset Bridge’s untuk Bekal Insan PT REKIND, Awal Mula Perubahan

By News No Comments

JAKARTA – Melalui Zoom Meeting pada Selasa (4/5/2021), insan PT Rekayasa Industri (PT REKIND) mengikuti webinar yang mengusung tema “Culture Champion on Boarding Komunitas Amoniak” digelar oleh tim ACT Consulting.

Puluhan insan BUMN itu dipandu langsung oleh Coach Tiko dan Astrain Kemas (trainer lisensi dari Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian).

“Baik, bapak dan ibu sekarang kita coba lakukan brainstroming yah. Biasanya dan kebanyakan orang menulis dengan menggunakan tangan kanan, betul? Sekarang coba menulis pakai tangan kiri yah,” ajak Tiko dari Studio lantai 23 Menara 165.

Insan REKIND mengikuti instruksi dari sang trainer.

“Nah, karena tidak terbiasa. Nampaknya agak kesulitan untuk mengubah kebiasaan tersebut. Emang sulit mengalami perubahan karena tidak biasa, artinya kita akan mengalami sebuah kondisi saat seseorang itu tidak mau berubah. Kira-kira apa alasan seseorang enggan menghadapi perubahan? ” tanya pria berkacamata itu.

Dengan sigap dan tanggap, para partisipan langsung merespon pertanyaan itu secara bergantian.

Denny Syamsuddin, “Karena terlalu nyaman dengan kondisi yang sudah ada. Ingin stay atau berada di zona nyaman.”

Yusuf, “Dia belum menyadari bahwa dia punya potensi tersendiri hingga akhirnya mengandalkan yang ada saja, tidak mencari kebisaan yang lain, jadi dia seperti itu saja.”

Andyo, “Dia ingin bermain aman saja, ia juga takut gagal jadi tidak mau menanggung resiko yang terlalu besar sehingga dia jadi seperti itu.”

Tiko memberikan applause sekaligus memberikan tanda dua jempol istilah kata ‘top.’

“Yaa betul sekali bapak dan ibu, lebih kurang ini lah yang menyebabkan orang tidak mau berubah di antaranya budaya, nilai-nilai, tradisi lama, perbedaan perspektif dan goal, ketidakpastian, berkaitan dengan kepentingan pribadi (perubahan itu membuat dia merasa terancam). Untuk itu, kita harus menghargai budaya yang lama dan menerima dengan budaya yang baru.”

Oleh karena itu, adanya perubahan bisa mempengaruhi emosional manusia. Seperti sebuah riset dari beberapa tokoh, salah satunya dari Bridge’s terkait perjalanan siklus emosional manusia saat mengalami adanya perubahan.

“Ada 3 model saat seseorang mengalami perubahan. Pertama, dia akan merasa hidupnya sudah berakhir atau ending. Kedua, dia merasa biasa aja gak ada bedanya sebelum ataupun sesudah terjadi perubahan. Dan yang ketiga, dia akan bangkit, bagaikan seseorang yang terlahir kembali atau yang disebut the new beginning,” tutup Tiko.

Ekspektasi Insan STIK POLRI Terhadap ESQ, Trainer: 2 Hari Ke Depan Kita Bersenang-Senang

By News No Comments

JAKARTA – “Tujuan kami untuk mengikuti ESQ ini, bahwasannya kami akan membentuk karakter dengan menggabungkan kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual,” demikian yang disampaikan Taufan salah satu insan Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) angkatan ke-79 / WTP TA 2021 dihadapan 145 kawannya, petinggi Polri, serta Ary Ginanjar Agustian (CEO ESQ Group) pada hari pertama training, Rabu (21/4/2021) via zoom meeting.

Ary Ginanjar yang turut hadir dalam forum tersebut memberikan sambutan dan kata-kata motivasi serta semangat kepada ratusan insan STIK.

“Selamat belajaarrr yaa adek-adek, selamat berpuasa juga. Saya serahkan kepada coachnya yaitu coach Syaifullah dan Tiko, silakan.”

Kemudian trainer yang bernama lengkap Trie Setiatmoko alias Tiko dan Syaiful itu mengambil alih acara yang bertema tentang Transformasi Diri di lingkup STIK atau PTIK. Di awali dengan yel yel pagi agar para peserta yang sudah nampak rapi dengan seragam coklatnya lebih bersemangat.

“Nah, udah terlihat makin bersemangat nih adek-adek semuanyaaa. Sekarang saya tanya dulu yah. Apa sih yang menjadi ekpektasi kalian selama 2 hari ini? Apa yang ingin diperoleh dari pelatihan ini?” tanyanya.

Dengan sangat ‘gercep’ mereka langsung merespon dengan tanda ‘raise hand’ maupun open mic, bisa dilihat antusiasme mereka di layar zoom. Berikut beberapa ekspektasi insan Widya Tunggal Panaluan terhadap ESQ:

I Made Bagus Aditya Melyandika, “Tujuan kami, selain untuk persiapan kuliah yaitu agar lebih semangat. Kami juga ingin membentuk mindset seorang leader yang siap memimpin dan siap dipimpin.”

Ivan Danara Oktavian, “Tujuan kami selama 2 hari ke depan adalah ingin bersenang-senang mengikuti ESQ.”

Taufan, “Semakin meningkatkan motivasi, antusiasme dalam belajar untuk meraih prestasi. Meningkatkan self control kita terhadap IQ, EQ, dan SQ tuk dijalani di kehidupan STIK.”

“Wahhh top, kita bungkusss. Oke, jadi selama 2 hari ke depan kita bersenang-senang ya. Bismillahirahmanirrahim,” ucap Tiko tak kalah semangat sambil acungkan jempol.

CCS! Tantangan yang Dihadapi Corporate, Buku The Living Company Bisa Jadi Solusi

By News No Comments

JAKARTA – Corporate seperti Taspen, Mega Eltra, GBK, Migas dan lainnya mengikuti rangkaian program dari ACT Consulting selama 3 hari penuh, pada Rabu-Jumat (21-23/4/2021) secara daring, dalam Corporate Culture Specialist Workshop (CCS). Dipandu langsung oleh sang expert, Rinaldi Agusyana (trainer dari  lisensi Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian) serta Rudy (astrain).

Peserta akan memperoleh sertifikat resmi (Certified Culture Specialis) dari BNSP, jika telah menerapkan ilmu dan praktik yang terangkum dalam portofolio.

Acaranya digelar dari pagi hingga sore, namun puluhan insan BUMN itu terlihat sangat antusias dan interaktif. Apalagi saat mereka dibagi menjadi beberapa kelompok untuk berdiskusi terkait tantangan yang dihadapi di masing-masing organisasi.

“Bapak dan Ibu kali ini dibagi menjadi beberapa kelompok, untuk sebutkan apa saja tantangan yang ada saat ini dan bagaimana cara menghadapinya. Diskusi hanya berlaku sekitar 10 menit saja ya,” ucap trainer ACT Consulting itu dari Studio lantai 23, Menara 165.

Setelah diskusi selesai, satu per satu kelompok mem-presentasikan hasilnya. Tim GBK memulai lebih dulu, diwakilkan oleh Yozi untuk menjelaskan tulisan yang ada di slide berwarna warni itu.

“Meskipun ada tantangan, GBK harus inget dan berangkat dari visi, arah dan kebijakan ke depannya. Karena GBK jadi sentral olahraga nasional hingga mancanegara. GBK juga memiliki pemanfaatan ide-ide disruptive innovation dalam era revolusi industri 4.0 serta menjadi titik tolak budaya perubahan yang agile dan kolaboratif termasuk penyediaan infrastruktur yang ramah lingkungan,” jelasnya dengan sangat detail.

Ia juga mengatakan bahwa ini adalah eranya digitalisasi. Perkembangan trend teknologi seperti internet, big data, cloud, computing serta machine learning menjadi inspirasi dalam memberikan layanan berkualitas.

“Top Yozi, selalu berinovasi untuk menjawab tantangan yang ada. Kamu sudah termasuk ke dalam nilai AKHLAK,” ucap Rinaldi berikan apresiasi sambil acungkan jempol.

Mengingat dunia masih dilanda pandemic, pria berkacamata itu berpendapat bahwa saat ini hampir setiap orang pasti memiliki tantangan tersendiri. Dan pendapatnya diiyakan oleh insan BUMN itu.

“Untuk menjawab tantangan itu kita sudah punya kompas dan jangkarnya, kita semua belajar dari perusahaan yang bertahan ribuan tahun berkat mempertahankan core values dan purpose berdasarkan buku the living company karya Arie De Geus misalnya perusahaan Shell, General Electric dan lain-lain.”

Tujuan ACT Consulting gelar acara ini, untuk menyebarluaskan budaya organisasi yang tepat, yang akan mempengaruhi kinerja tim menjadi lebih produktif, solid, dan akhirnya berdampak pada pencapaian target meningkat.

Sebab, budaya organisasi yang tepat dapat menciptakan rasa memiliki dan keterikatan secara emosional para karyawan terhadap organisasi/perusahaan. Alhasil, mereka akan selalu berupaya untuk mengembangkan bisnis menjadi lebih maju.

Nah, hal tersebut menjadi penting sekali bagi perusahaan untuk bertahan dalam kondisi saat ini. Dimana, karyawan bekerja dengan sepenuh hati dan sebaik-baiknya dalam memajukan bisnis perusahaan.

R.A Kartini dan Srikandi PJT2 Sama-Sama Dipingit, Ini Perbedaannya Menurut Ary Ginanjar

By News No Comments

JAKARTA – Direktur Keuangan dan SDM Perum Jasa Tirta II (PJT2) Haris Zulkarnain bersama Indriani selaku Direktur Pengembangan dan Usaha memberikan sambutan dalam Seminar yang bertajuk “Menjadi Wanita Tangguh dan Berakhlak di Masa Kini” pada Rabu (21/4/2021). Kegiatan ini hasil kerjasama antara ESQ Group dengan PJT2, tujuannya untuk memperingati Hari Kartini.

“Yang menjadi sumber mata air Indonesia berasal dari wanita yang ada di sini, terpancar dan bermanfaat bagi sekitar,” puji Haris.

Indriani mengutip untaian kalimat dari R.A Kartini dihadapan 125 orang, termasuk di dalamnya para Srikandi PJT2, Ary Ginanjar Agustian (President ESQ Group) bersama Nia Fiani (trainer ESQ).

“Tahukah engkau semboyanku? ‘AKU MAU!’. Dua patah kata yang ringkas itu sudah beberapa kali mendukung dan membawa aku melintasi gunung keberatan dan kesusahan. Kata ‘AKU TIDAK DAPAT!’ melenyapkan rasa berani. Kalimat ‘AKU MAU!’ membuat kita mudah mendaki puncak gunung.” RA Kartini (Habis Gelap Terbitlah Terang).

Ary mengapresiasi insan PJT2, khususnya para wanita PJT2, yang telah menggelar acara ini di bulan puasa serta mampu membentuk sebuah karakter yang sesuai dengan nilai AKHLAK.

“Biasanya di hari Kartini ada perlombaan kebaya, menyanyi. PJT2, adalah BUMN pertama yang memberikan training nilai AKHLAK melalui metode ESQ, membangun hati diri wanita di bulan puasa. Applause untuk PJT2, dalam membentuk karakter wanita.

Karena menurutnya, Kartini itu menjadi teladan bagi kaum wanita yang tangguh dalam mengambil hak-haknya sebagai wanita. Berjuang bertaruh demi emansipasi wanita.

Peserta yang mayoritas wanita itu mengiyakan. Suasananya sangat menenangkan ketika melihat ke layar zoom, dipenuhi dengan senyum merona para Srikandi serta nuansa background atau pakaian berwarna merah muda, mengindahkan indera penglihatan.

Kemudian, penulis ESQ Power itu sedikit berkisah tentang R.A Kartini dengan kata lain flashback.

“Kartini itu menikah di usia yang sangat muda sekali. Namun setelah menikah ia tidak bisa kemana-mana, hanya di rumah alias dipingit. Harapannya untuk sekolah dan menggapai cita-cita telah pupus, tapi ia pantang menyerah. Kartini membaca banyak sekali buku, terus belajar, sehingga ia menciptakan buku ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’.

Sama halnya dengan yang dialami kita sekarang yaitu dipingit oleh pandemic. Namun apakah kita harus bersedih, berputus asa dan lain-lain? Lihatlah apa yang telah dicontohkan R.A Kartini saat dipingit,” paparnya dengan gamblang.

Prasetyo Gandeng 400 Insan Pelindo I, Ary Ginanjar: Cahaya Malaka Ada di Tangan Pelindo I

By News No Comments

JAKARTA – Direktur Utama Pelindo I, Prasetyo hadir di tengah Seminar AKHLAK yang digelar oleh ACT Consulting pada Kamis (15/4/2021) secara daring. Ia memberikan sambutan dan harapan untuk lebih 400 insan Pelindo I yang hadir di zoom meeting dan insan Pelindo I lainnya.

“Ini rumah kita. Pelindo I harus dipertahankan mau atau gimana pun kondisinya buat generasi ke depan. Harapannya ketika pensiun kita semua bersama-sama bisa membangjkitakn pelindo I dengan sepenuh hati, menciptakan generasi penerus yang lebih baik dan unggul,” harapnya.

Untuk itu, Ary Ginanjar Agustian (President ACT Consulting) bersama tim selenggarakan webinar ini.

“Saya sudah membaca tentang Malaka Pak Pras. Saya yakin dan percaya, cahaya Malaka ada di tangan Pelindo I,” ucap Ary lantang dari Studio lantai 23, Menara 165 sambil diiringi lagu kebyar-kebyar.

Ary menegaskan bahwa untuk mencapai impian tersebut harus dilakukan internalisasi di lingkup change agent, change leaders dan lainnya.

Nirwan, salah satu insan Pelindo I yang membuktikan bahwa sudah digelar internalisasi tersebut di Cabang Dumay, “Ini mengenai kolaboratif, karena paling menonjol dan paling mudah kami lakukan untuk saling bekerjasama.”

“Divisi pemanduan, adakan breafing sebelum para anggota memulai pekerjaan. Mereka sangat banyak membantu kami. Orang-orang itulah yang datang dari bawahan atau hal-hal kecil,” lanjutnya.

Suasana webinar menjadi nampak serius namun tetap kondusif dan inteaktif.

“Bukan briefing tapi coaching. Para BOD-1, BOD-2, dan seterusnya kita latih ilmu coaching karena milenials kabur kalau diperintah. Coaching akan saya contohkan misalnya untuk change agent untuk menggali potensi di dalam diri mereka.

Pak Nirwan tadi bagus sekali paparannya, Anda membangun loyalitas, menyetop kebocoran. Maka terus diukur prestasinya. Baru tim ini bisa bekerja. Ingat, cahaya Malaka ada di tangan pelindo I. Kebesaran pelabuhan ini berada di bawah panglimanya Pak Pras,” tutup Ary.

Cara Leaders Berkomunikasi di PIHC, Ada 3 Tahapan ala ACT Consulting

By CMS, News No Comments

JAKARTA – Kesekian kalinya PT Pupuk Indonesia Group (PIHC) ikutserta dalam program yang digelar ACT Consulting. Selama 3 hari pada Senin-Rabu (19-21/4/2021) puluhan insan PIHC mengikuti kegiatan “Culture Leader Workshop PIHC” secara online.

Dudi Supriadi (trainer lisensi Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian) memandu pesertanya selama 3 hari penuh. Serta memperkenalkan ilmu coaching kepada leaders PIHC.

“Biasanya cara berkomunikasi pimpinan itu seperti apa yaa bapak dan ibu? Apakah dengan cara konseling, directing, mentoring, atau coaching?” tanya Coach Dudi dari Studio ACT Consulting.

Peserta dengan kompak menjawab, “Mentoring atau memerintah bawahan, harus begini dan begitu.”

“Nah…beda halnya dengan coaching yaa pak. Inilah cara yang dipakai Pak Ary untuk mengembangkan potensi kader dan karyawannya. Karena 85% terdiri dari kaum milenials, kalau metodenya dengan mentoring, yang ada mereka kabur,” sanggah trainer berkacamata itu.

“Coaching sebuah teknik mendengarkan dan bertanya secara terstruktur yang dilakukan coach (seorang expert coaching) kepada coachee (orang yang dicoaching) demi mengembangkan potensi atau menyelesaikan masalah dirinya sendiri. Tanpa diberikan perintah, ceramah, atau dinasehati,” lanjutnya.

Menurut International Coach Federation (ICF) coaching adalah proses kemitraan dengan coachee untuk memprovokasi proses berfikir coachee secara kreatif dan menginspirasi untuk memaksimalkan potensi dan performance coachee.

Pimpinan PIHC memperhatikan dengan seksama paparan dari Coach Dudi itu, nampak dari layar zoom meeting.

“Lalu, bagaimana caranya? Ada 3 tahapan dalam coaching yaitu partnering (saling percaya) bangun building trust, creative thinking (ajukan beberapa pertanyaan), maximizing (komitmen) atau gols dari hasil coaching biasanya nanti membuat action plan,” tutupnya

Action Culture, Bincang Filosofi Era VUCA di Telkomsel

By News No Comments

JAKARTA – Tulisan “Workshop part 1, panduan perilaku Telkomsel Digilife Action” terpampang jelas menjadi background peserta yang berwarna orange saat webinar berlangsung pada Rabu (14/4/2021).

Coach Arief Rahman (trainer lisensi dari Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian) memandu puluhan partisipan yang hadir dalam forum zoom meeting.

“Seperti yang kita tahu, sekarang kita berada di dalam Era VUCA. Sebuah jaman yang tidak ada kepastian, serba kompleks, berubah tak menentu,” kata Arief dengan senyumnya yang khas.

VUCA kepanjangan dari Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity.

“Maka dari itu di sini kita akan sama-sama sharing cara menghadapinya. Contoh dengan action culture. Nah, kira-kira apa pendapat bapak dan ibu dengan materi kali ini?” tanya sang trainer.

Insan Telkomsel dengan sangat aktif dan interaktif memberikan tanda atau emot “raise hand” untuk memberikan pendapatnya.

Kristina, “Action culture ini benar-benar harus dilakukan dengan nyata mulai dari top leader, yang nantinya akan menjadi contoh bagi tim yang lain.”

Andy Setyawan, “Menurut saya di era VUCA ini, kita lebih mengaktifkan otak kanan. Karena otak kiri itu identik dengan kecerdasan, teknologi. Sedangkan otak kanan berhubungan dengan emosional, culture, kreativitas, dan lainnya.”

Agus, “Apa yang kita dapatkan itu bukan semata-mata karna kita miliki, yang kita dapatkan adalah faktor keberkahan, kita harus bersyukur jadinya.”

Roseto Pennsylvania di BNI CorpU, AKHLAK Series Harmonis dan Kolaboratif

By News No Comments

“Everybody is a Genius. But if you judge a fish by its ability to climb a tree, it will live its whole life believing that it is stupid.” – Albert Einstein.

JAKARTA – BNI Corporate University (BNI CorpU) menggelar sebuah event di Channel Youtube-nya pada Rabu (14/4/2021), dengan judul “AKHLAK Series, Perilaku Harmonis dan Kolaboratif di BNI CorpU.” Video yang berdurasi 2 jam lebih tersebut telah ditonton sebanyak 3.777 kali.

Kegiatan ini ditujukan untuk seluruh BNI Hi-Movers bersama Ary Ginanjar Agustian (Presiden Direktur PT. Arga Bangun Bangsa, Pendiri ESQ Leadership Center) dengan Moderator oleh Ayu Sari Wulandari (GM Divisi DMA BNI).

Di awal video ada sambutan dari Eddy Rusman (AVP Learning Consultant BCV), “John Kotter dalam bukunya Heart of Change mengatakan bahwa 70% transformasi gagal dilakukan hanya karena menggunakan kepala, tanpa menggunakan hati. Dan hati akan tercermin dalam AKHLAK.”

Oleh karenanya, Ary Ginanjar bantu mengingatkan insan BNI CorpU tentang AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyalitas, Adapatif, Kolaboratif), yang dibahas kali ini tentang harmonis dan kolaboratif.

Di dalam buku AKHLAK untuk Negeri, karya Erick Thohir dan Ary Ginanjar menjelaskan bahwa harmonis adalah saling peduli dan menghargai perbedaan. Panduan perilakunya yaitu menghargai setiap orang apapun latar belakangnya, suka menolong orang lain, dan membangun lingkungan kerja yang kondusif.

“Ini true story tentang kisah desa Roseto Pennsylvania di Amerika. Ada seorang dokter yang melakukan riset kepada desa tersebut. Pada tahun itu, Amrik dilanda penyakit jantung, tapi di desa itu usia di atas 65 tahun tetap pada sehat,” ungkap Ary dari Studio lantai 23 Menara 165.

Penyelidikan pun berlangsung dari segi makanan, udara, rutinitas, olahraga, genetika di Italia, namun nihil.

“Suatu ketika dokter itu rindu desa Roseto, sambil minum teh dia melihat di café orang-orang Roseto berkumpul, beramah tamah. Dokter itu pergi ke jalan, memperhatikan warga Roseto saling menyapa. Ketika di rumah orang Roseto, mereka suka membagi-bagikan makanan ke sekitarnya. Jadi disimpulkan bahwa orang Roseto memiliki sifat harmonis,” papar motivator Indonesia itu.

Menurutnya, desa Roseto menjadi salah satu contoh panduan perilaku dari harmonis yaitu membangun lingkungan kerja yang kondusif.

“Karyawan yang berada dalam budaya organisasi yang saling memperhatikan, peduli, dan welas asih memiliki kepuasan bekerja, komitmen terhadap organisasi dan tanggungjawab terhadap kinerja yang lebih baik.” – Harvard business review employees who feel love perform better (penelitian terhadap 3,201 karyawan di tujuh industry berbeda).

Adapun contoh kolaboratif yang disampaikan oleh tokoh pembangunan karakter itu tentang kisah landak, “Kadang-kadang kita harus seperti landak, harus berdekatan dan tertusuk duri untuk saling melengkapi. Meskipun di dalam sebuah tim terdapat perbedaan karakter dan lainnya. Justru perbedaan itu adalah kekuatan.”

“Ini bisa diterapkan juga di dalam lingkup BNI CorpU. Siapa yang siap komite hidup harmonis dan kolaboratif di BNI CorpU, katakan sayaaaaa,” ucap Ary dengan lantang

Lemdiklat Polri, Insan Sespimti: Selamat Datang Ilmu Pengasuhan Baru

By News No Comments

 JAKARTA – Kegiatan yang mengusung tema “Kepemimpinan Transformational Serdik 30 TA 2021 telah dilaksanakan pada Selasa (13/4/2021) secara daring. Event tersebut persembahan dari ESQ Leadership Center untuk insan Sespimti Sespim, Lemdiklat Polri.

Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian (President of ESQ Group) memandu langsung sekitar 140 orang tersebut, dibantu oleh Coach Rinaldi Agusyana dan Coach Tiko (trainer ESQ). 

“Ada 4 tantangan yang dihadapi semua orang saat ini secara general seperti tentang kinerja, inovasi, agility dan capability atau ketahanan mental, dan makna bekerja,” ucap Ary dari Studio lantai 23, Menara 165.

“Ilmu ini sangat diperlukan, khususnya bagi para pimpinan di Polri,” lanjutnya. 

Menurutnya, ada salah satu cara untuk menjawab tantangan tersebut yaitu dengan ilmu coaching. Untuk memahaminya, Ary memberikan sebuah contoh video yang di dalamnya ada seorang milenial bekerja di Pusri. Ary memberikan beberapa pertanyaan, mendengar, dan merespon pria yang bernama Randy itu. Dalam waktu 15 menit, Randy menemukan jawaban dari dirinya sendiri untuk menjawab 4 tantangan di atas. 

“Nah, jadi menurut bapak-bapak dari TNI, Kemenkumham, Kejaksaan dan lainnya yang hadir dalam zoom meeting ini, apa yang bapak-bapak tangkap dari ilmu coaching tersebut?” tanya Rinaldi kepada peserta. 
Antusiasme mereka terlihat dari banyaknya jumlah chat room zoom yang masuk, sebagai berikut:

“Alhamdulillah di Polri sudah ada perbaikan-perbaikan ke depannya dengan ilmu coaching salah satunya. Terbukti dari para pengasuh atau pendidik bintara yang sudah menerapkan ilmu ini selama 3 hari, saat tahun kemarin,” ungkap Rinaldi. 

Berikut adalah hasil testimoni dari mereka:
“Terimakasih Coach Eka atas ilmunya. Bagi kami ini pengalaman yang sangat berharga. Saya atau kami semua sudah aplikasikan ilmu ini di lingkungan sekitar.”

“Selamat tinggal gaya pengasuhan lama, selamat datang gaya pengasuhan baru dengan ilmu coaching.”

Gunung Es, Belief System – Albert Bandura untuk Insan PT KPP

By employee engement survey, News No Comments

“Who you are as a leader-the values you ambrace, and the beliefs you hold-is automatically transmitted to the group you are responsible for through your words, behaviors and actions.” – Richard Barret.

JAKARTA – Training Pelatih Utama dipersembahkan oleh ACT Consulting untuk PT Kalimantan Prima Persada (PT KPP), digelar pada Selasa (13/4/2021) secara daring. Insan KPP dibimbing oleh pakarnya langsung yaitu Coach Bram G Wibisono (trainer lisensi dari Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian).

“Apa yang bapak ibu lihat dan tangkap dari gambar berikut ini?” tanya Bram.

Puluhan partisipan tersebut nampak sedang berfikir sejenak sembari memperhatikan gambar yang ada di layar zoom itu.

“Setiap orang cenderung lebih nampak dari perilaku kerjanya, knowledge dan skillnya. Namun jarang sekali terlihat values, CISS atau belief systemnya,” jelas Yanendra.

Kemudian jawabannya ditambah oleh David, “Untuk mengasah skill dan values aja itu butuh banyak waktu. Kemudian baru belief systemnya.”

“Wah luar biasaaa. Jadi manusia itu ibarat gunung es. Yang terlihat oleh sekitar kita adalah perilaku saat kerja. Tapi sebenarnya di balik itu ada values dan belief system,” ucap Bram sambil mengapresiasi pesertanya.

Terjadi interaksi yang sangat interaktif antara trainer dengan para partisipannya. Bram mengakui bahwa jawaban mereka itu luar biasa.

“Berikutnya, tolong jelaskan apa maksud dari slide berikut ini. Saya beri judul start from leader,” tanyanya lagi.

Insan KPP bernama Arief Rahman berusaha untuk menjelaskan, “Jika seseorang memiliki nilai, dan dia mengaplikasikannya ke dalam kehidupan sehari-hari. Maka suatu kelompok akan melihat atau terpengaruh dari values orang tersebut. Ia menjadi magnet. Perilakunya menyebar ke orang-orang.”

“Betul sekali, maka penting sekali peran seorang leaders untuk memberikan contoh perilaku yang baik kepada unit atau kelompok kerjanya,” tutup trainer yang mengenakan kacamata itu.