Skip to main content
Tag

apa itu budaya

peran agent of change, act consulting, andi basuni

Peran Agent of Change dalam pembentukan Good Corporate Culture (GCC)

By Article No Comments

peran agent of change

Kita lanjutkan lagi pembahasan kita tentang apa itu budaya. Mengapa kami dari ACT Consulting merasa perlu untuk membahas budaya secara lebih jauh? Tentu saja karena urgensi besar yang ada di baliknya. Semoga bahasan-bahasan yang diberikan dalam beberapa tulisan ini menjadi upaya yang berarti untuk membentuk budaya yang lebih positif di masyarakat Indonesia.

 

Definisi Budaya

Menurut ahli budaya dan pemerintahan di Indonesia, Prof. Dr. Selo Soemardjan, budaya merupakan sebuah hasil karya, rasa serta cipta dari masyarakat. Hal ini berarti, semua ekspresi diri yang dilakukan dalam konteks bermasyarakat, adalah bentuk dari budaya lho.

Bahkan hal yang terlihat kecil seperti desain iklan yang makin berkembang dari hari ke hari juga adalah suatu bentuk ekspresi budaya yang diciptakan individu dan diserap oleh masyarakat.  Hal yang dianggap kecil seperti gaya lucu dalam berbicara dengan bahasa slang di media sosial yang dimaksud untuk memancing tawa dan like, juga suatu bentuk budaya lho. Dalam masyarakat Indonesia kekinian, definisi Prof Selo Soemardjan ini sepertinya pas ya?

Jauh sebelum sosial media ada, pendiri ilmu anthropologi budaya dari Inggris Edward Burnett Tylor, mendefinisikan budaya sebagai suatu keseluruhan yang memiliki sifat yang kompleks. Keseluruhan yang di maksud adalah meliputi kepercayaan, adat istiadat, hukum, seni, kesusilaan, kesanggupan, bahkan semua kebiasaan yang di lakukan oleh manusia adalah salah satu bagian dari suatu masyarakat.

Ini berarti, budaya merupakan hasil dari interaksi sejumlah unsur yang berbeda di masyarakat yang membentuk suatu kebiasaan yang kemudian menjadi adat istiadat.  Pemerintahan dalam berbagai bentuknya, bertugas menciptakan tatanan sosial yang teratur. Untuk itu, dibuatlah penjaga ekspresi budaya yang berupa sistem yang memagari perilaku individu. Agar tidak bertindak keluar batasan, dengan menciptakan hukum dan undang-undang. Hukum dan undang-undang inilah yang kemudian menjaga sistem kesusilaan di dalam masyarakat, agar kita dapat bekerja dan hidup dengan aman, tenang dan nyaman.

 

Perlunya Good Corporate Culture (GCC) 

Budaya yang ada dalam suatu masyarakat, ada yang positif dan negatif. Dalam konteks perusahaan, budaya yang positif akan meningkatkan performa dan kinerja. Sementara, budaya yang negatif, akan menghasilkan dampak yang negatif bagi kinerja dan performa organisasi. Sementara, berbeda dengan masyarakat, perusahaan adalah suatu sistem ekonomi yang membutuhkan semua bagian yang ada di dalamnya tetap sehat dan baik.

Budaya yang baik diperlukan agar perusahaan bisa menghasilkan income yang baik untuk keseluruhan organisasi dan kelangsungan keluarga dari para karyawan di dalam organisasi, dan memberikan keuntungan pada masyarakat. Sistem ekonomi dari kumpulan sejumlah perusahaan inilah yang kemudian menggerakkan roda perekonomian di suatu negara. Untuk itu, pemerintah memiliki concern  yang besar terhadap baik tidaknya organisasi di dalam sebuah perusahaan dengan menggulirkan program seperti good corporate governance (gcg) dan good corporate culture (gcc), melalui Kamar Dagang dan Industri (KADIN).

Dalam konteks transformasi budaya perusahaan, perubahan budaya dilakukan dengan merubah values lama menjadi values baru yang ideal. Dari current values ke desired values. Penanaman values ini dilakukan agar ekspresi budaya ini terbentuk menjadi sebuah budaya baru. Selain juga dilakukan perubahan secara sistemik melalui perubahan peraturan perusahaan dan rekayasa organisasi.

 

Peran Agent of Change dalam Transformasi Budaya

Pembentukan budaya baru juga dilakukan dengan melibatkan peran aktif dari para Agent of Change (AoC). Dalam hal ini, ada 4 peran yang dilakukan oleh para Agent of Change, sesuai dengan peran utama mereka untuk melakukan akulturasi values baru untuk membentuk good corporate culture (GCC) atau desired culture di dalam perusahaan, yaitu;

  1. Sebagai Obat; Nilai-nilai yang telah dikuasai oleh Agent of Change akan tersebar secara adaptif dalam pekerjaan dan interaksi antar karyawan di lingkungan perusahaan, untuk menjadi penyembuh dari budaya sebelumnya yang ingin diubah.
  2. Sebagai Vitamin; Nilai-nilai yang dikuasai oleh Agent of Change akan membangkitkan energi baru di dalam dirinya secara internal, untuk menjadi panutan bagi kawan-kawannya dalam bekerja. Yang setelah berjalan selama sekian bulan hingga sekian tahun, akan membuat para karyawan lain memiliki daya tahan terhadap budaya lama yang sebelumnya dikeluhkan, menjadi budaya baru yang diharapkan.
  3. Sebagai Katalis. Nilai-nilai yang telah didalami oleh para Agent of Change ini kemudian akan menjadi shared values atau nilai bersama sebagai sebuah organisasi sistemik yang mampu menghasilkan daya kerja dan performa kerja yang bersifat eksponensial, sebagai hasil dari akselerasi yang terjadi sebagai hasil transformasi budaya.
  4. Sebagai Pelumas. Agent of Change akan menghaluskan proses masuknya nilai-nilai ideal untuk membentuk budaya baru, dengan meminimalisir konflik dan mencegah terjadinya gegar budaya diantara karyawan dan manajemen. Hal ini penting untuk mengurangi resistensi organisasi terhadap proses transformasi budaya yang tengah berlangsung.

 

By Andi Basuni, Corporate Strategic Expert dari ACT Consulting

andi basuni, peran agent of change, act consulting

Corporate Culture (3)

Apa itu Budaya?

By Article No Comments

apa itu budaya?

Untuk memahami apa itu budaya, kita bisa mempelajari berbagai definisi yang ada. Definisi yang resmi, diutarakan oleh para ahli anthropologi, dan para budayawan. Namun sebenarnya, saat kata budaya pertama kali diutarakan, apa yang ada di pikiran kita sebenarnya?

Kita biasa menggunakan kata budaya dalam banyak hal namun kurang mendalami maknanya. Bahkan ada yang beranggapan bahwa budaya semata-mata adalah berupa karya seni seperti sendratari atau teater saja. Padahal, budaya memiliki definisi yang menyeluruh dan utuh. Bahwa penampilan, kebiasaan dan kepribadian kita juga adalah hasil bentukan dari budaya yang ada di sekeliling kita.

Oleh karena itu, memahami  apa itu budaya, menjadi amat penting. Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa sansakerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budia atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi, dan akal manusia.

Ini berarti, budaya merupakan hasil dari pemikiran, yang diserap oleh masyarakat karena dirasa sesuai dengan pemahaman akal mereka. Sementara, hasil pemikiran yang dianggap negatif, akan ditolak oleh masyarakat, baik secara individu maupun kolektif.

Di dalam konteks dunia kerja, penyerapan budaya amat tergantung pada sinkronisasi antara values yang lama dengan values baru. Sesuai dengan upaya untuk melakukan transformasi budaya perusahaan dari current culture ke desired culture yang sedang dikembangkan. Untuk mempermudah upaya ini, ESQ memiliki program training unggulan yang menjadi ciri khas dalam upaya untuk melakukan values alignment ke berbagai sasaran subyek perubahan di dalam perusahaan, melalui Values Internalization Training.

 

Salam budaya unggul dari ACT Consulting.

Kesalahan Dalam Inovasi Bisnis yang Wajib Diwaspadai

By Article No Comments

Inovasi Bisnis – Era VUCA yang berjalan secara cepat dan dinamis kerap menjadi mimpi buruk bagi para pelaku bisnis. Banyak pengusaha yang terpaksa gulung tikar karena tak mampu bersaing dengan baik di perubahan zaman ini.

Oleh sebab itu, inovasi bisnis perlu mereka lakukan agar usaha yang Anda geluti bisa berjalan secara sustainable. Sukses yang berkelanjutan juga bisa Anda dapatkan dengan mudah.

Sayangnya meski sudah berupaya melakukan sebuah inovosi, masih banyak pengusaha yang belum mampu meraih kesuksesan secara cepat dan eksponensial. Tak jarang juga lho mereka mengalami kegagalan berulang.

Apakah hal tersebut juga terjadi pada Anda? Jika jawabannya adalah “YA”, ada kemungkinan kalau Anda sedang melakukan kesalahan dalam inovasi bisnis berikut ini.

1. Keliru Dalam Membuat Strategi Bisnis

Kesalahan dalam membuat strategi bisnis ini terbilang cukup sering dilakukan pengusaha. Mereka menganggap bahwa mengemukakan ide yang out of the box itu sudah cukup. Padahal, masih ada banyak PR yang harus diselesaikan.

Contonya membuat penyesuaian ide dengan permintaan pasar, menentukan target market yang ingin disasar, hingga menentukan cara memasarkan atau menjual produk. Hal tersebut harus dipikirkan baik-baik ketika Anda membuat inovasi bisnis.

2. Tidak Fokus dan Mudah Terdistraksi

Banyak juga pebisnis yang mudah terdistraksi dengan ide-ide baru lalu tidak fokus dengan tujuan yang ingin ia capai sebelumnya. Ketika merasa bisnisnya belum semaju kompetitor, ia langsung mengganti jenis usaha yang digeluti tanpa melakukan evaluasi terlebih dahulu.

Kemungkinan untuk melakukan kesalahan yang sama bisa saja terjadi. Sebab, ia terbiasa untuk membuat strategi bisnis yang tidak matang dan tidak mampu fokus mencapai tujuan yang ingin diraih.

3. Penanaman Mindset Inovasi Bisnis yang Keliru

Kesalahan dalam inovasi bisnis yang selanjutnya adalah penanaman mindset yang keliru. Masih banyak orang menggeluti satu bisnis namun tidak memahami makna dari apa yang ia kerjakan. Akhirnya, semangat untuk meraih impian pun lama kelamaan bisa memudar. Jadi, wajar saja kalau bisnis yang dirintis sulit mencapai kesuksesan.

Oleh sebab itu, penting bagi Anda mengetahui ilmu tentang inovasi bisnis dan penanaman mindset bisnis secara seimbang. Dengan begitu, akan lebih mudah bagi Anda mengembangkan bisnis yang digeluti.

Ingin tahu bagaimana caranya? Ketahui lewat Workshop Business Innovation dari ACT Consulting.

Melalui workshop ini, Anda akan diberikan pembekalan bermanfaat mulai dari cara menemukan peluang, menciptakan ide bisnis, hingga membuat strategi bisnis yang tepat. Pembekalan tentang cara menanamkan MINDSET pada pebisnis sukses juga akan diberikan di workshop ini.

Jadi semakin siap memajukan dan mengembangkan bisnis yang Anda jalani kan?

Tertarik untuk ikut? Silakan klik tautan berikut untuk informasi lengkap seputar program dan pendaftaran!

Workshop Business Innovation

 

Writer : First | Editor : Ania | Image : Argha

Nilai Organisasi Merupakan Universal Values Yang Bersumber Dari Spiritual

By News No Comments

Business Transformation yang terjadi di PT. Indo Tambangraya Megah Tbk. mengharuskan organisasi menyesuaikan operational values, dan BANPUHEART adalah budaya yang ingin dihidupkan di ITM

10 Agent Perubahan yg berperan sebagai BCL: Banpuspirit Change Leader mendapat pembekalan sbg Change Agent Dari ACT Consulting 30-31 Agustus 2018 yang difasilitasi Oleh Coach Rendy Yusran Director ESQ School Of Communication

Passionate Innovative Committed disosialisasikan sebagai Budaya Organisasi yg baru. Masing-masing AoC membuat Action Plan utk dijalankan di unit kerja.

“Peran Agen perubahan adalah mengajak orang bekerja dengan panduan nilai ketuhanan, mendekat padaNYA.”

Selamat bertugas para agent volunteers

Salam Perubahan
Salam GROWTH

#CORPORATEVALUES
#BusinessTransformation

Menjadi Pemenang di Era Disrupsi Saat Ini

By Article No Comments

Era disrupsi menempatkan individu, perusahaan, maupun organisasi pada kondisi perubahan radikal dalam konteks SDM (Sumber Daya Manusia), lingkungan kerja, dan industri secara keseluruhan. Pertanyaannya, bagaimana menjadi pemenang di era disrupsi saat ini?

Dari survey yang dilakukan Harvard Business Review 80% organisasi, baik komersil atau non-komersil di dunia akan mengalami disrupsi dalam tiga tahun ke depan. Kemudian menurut riset bersama MIT, 70% dari 1000 CEO yang diwawancara mengaku tidak punya keahlian serta operasional perusahaan yang tepat untuk beradaptasi.

Padahal, sudah tidak bisa ditawar lagi jika seluruh elemen dalam kelompok harus meningkatkan kinerja, serta terus melakukan inovasi agar bisa bertahan, bertarung, dan menang.

Ya INOVASI… Satu hal yang kerap dibahas akhir-akhir ini dan dijadikan solusi untuk menjadi pemenang di era disrupsi.

Namun, tahukah Anda untuk bisa berinovasi dibutuhkan keahlian menanamkan MINDSET sukses ke dalam diri sendiri. Inovasi dan mindset adalah satu kesatuan yang penting dimiliki oleh individu, perusahaan maupun organisasi untuk menjadi pemenang.

Pertanyaan selanjutnya, sudahkah Anda memiliki keahlian atau tim yang mampu berinovasi dan memiliki mindset seorang pemenang yang sukses? Jika belum, maukah Anda menemukan solusinya segera.

Solusi yang akan dibahas dan dikupas dalam sebuah WORKSHOP BUSINESS INNOVATION. Sebuah program pelatihan unggulan dari ACT Consulting yang akan mengajak peserta untuk mengetahui, memahami dan mampu memraktikkan ‘bagaimana cara menemukan peluang, menciptakan ide bisnis, hingga membuat strategi bisnis’ yang tepat.

Selain itu, peserta juga akan mampu memahami cara menanamkan MINDSET para bebisnis sukses. Dengan begitu, Anda akan semakin siap dan yakin untuk menjadi pemenang di era disrupsi.

Apa yang didapat di workshop tersebut, dapatkan infonya di link berikut : Workshop Business Innovation

 

Writer : Nia | Editor : Nia | Image : Argha

Achievment Motivation Bank BJB Cabang Makasar

By News No Comments

Telah berlangsung one day training ACHIEVEMENT MOTIVATION BANK BJB cabang Makassar pada tanggal 15 September 2018. Dipandu oleh trainer Eka Chandra.

Training yang dilaksanakan di Hotel Novotel Makassar ini diikuti oleh Pimpinan Cabang dan karyawan berjumlah 22 orang.

Training ini diadakan dalam rangka meningkatkan motivasi karyawan dalam bekerja.

Semoga dengan training ini dapat menumbuhkan semangat bekerja dan memotivasi karyawan Bank BJB agar lebih giat dan maksimal dalam bekerja.

(Training yang sama juga diadakan di Bank BJB cabang Labuan, Soreang, Bekasi, Padalarang, Pekanbaru dan Subang)

ACT Consulting Kalla group

Imelda Jusuf Kalla: Training ACT Consulting Sangat Istimewa

By News No Comments

ACT Consulting Kalla groupTraining Kalla Values Internalization for Culture Transformation yang dibawakan ACT Consulting (ESQ Group) begitu sangat istimewa. Itulah yang diungkapkan Imelda Jusuf Kalla, Direktur Kalla Group setelah dua hari mengikuti training.

“Saya ingin menyampaikan bahwa dua hari saya di sini (pelatihan ESQ ACT Consulting). Dua hari ini di sini kami tertawa lebar, serius juga, tapi juga sampai menangis,” ujar dia kepada ESQ Media, Jumat (14/9).

Putri Wakil Presiden Jusuf Kalla ini merasakan selama training, dirinya sebagai pemimpin harus menjadi role model bawahannya untuk melaksanakan nilai-nilai perusahaan. Melihat dari berbagai sisi, kata dia, perusahaan tidak hanya harus memberikan kepada semua staf kita skill, knowlage, tapi juga tidak melupakan integritas dan bekerja sebagai ibadah,

“Itu yang kita ambil dalam dua training ini, terimakasih ESQ,” kata dia.

Senada dengan Imelda, Disa Novita Corporate Strategic dan Development Director dari Kalla Group juga merasakan hal yang luar biasa.

“Apa yang sudah kita pelajar. banyak banget, terutama bagaimana nilai dan integritas bisa dipraktekan sehari-hari,” kata dia.

Sepupu Imelda ini mengatakan, trainig bersama ESQ untuk menanamkan nilai-nilai corporate untuk karyawan Kalla Group sangat penting. Terlebih, lanjut dia, penanaman integritas untuk menjalankan nilai-nilai perusahaan.

“Jadi integritas itu memang harus diterapkan di setiap perusahaan,” ujar dia mengakhiri.

Rep:Leo M Arief/Ed:Singgih Wiryono

Banpu Spirit Change Leader ITM Ikuti Pembekalan Transformasi Budaya

Banpu Spirit Change Leader ITM Ikuti Pembekalan Transformasi Budaya

By News No Comments

Para karyawan PT Indo Tambangraya Megah, Tbk yang agen perubahannya dikenal dengan nama Banpu Spirit Change Leader (BCL) mengikuti kegiatan ‘Change Agent Training’ pada 30-31 Agustus 2018 di Citra Cikopo Hotel Puncak Bogor.

Dipandu oleh Trainer ESQ Leadership Center yang juga Direktur ESQ School of Communication Rendy Yusran dan Asisten trainer oleh Syaifullah, sepuluh BCL ini mengikuti training dengan penuh antusias, aktif, dinamis dan juga interaktif. Mereka saling sharing pengalaman dan berbagi inspirasi, banyak diskusi dan pencerahan, diakhir sesi mereka membuat action plan inisiatif budaya yang akan dijalankan.

Kegiatan pembekalan ini dilakukan agar para agen perubahan optimal dalam menjalankan peran tugas, dan juga penuh tanggung jawab mengawali proses transformasi budaya organisasi dalam perusahaan.

Salah satu peserta bernama Jauhari menuturkan pengalamannya setelah mengikuti training. “banyak hal baru yang kami terima, kemudian juga mencerahkan dari sisi baik itu motivasi, produktivitas kinerja, tapi intinya adalah menjadi perubahan dan ternyata itu bisa juga dilakukan dengan cara yang bergembira,” ujarnya.

ITM memiliki budaya perusahaan yang berasal dari nilai-nilai inti, yaitu inovasi, integritas, kepedulian, sinergi yang disebut Banpu Spirit. Para karyawannya menghidupi nilai-nilai inti tersebut sedemikian rupa agar warga ITM bangga menjadi bagian dari perusahaan sehingga pihak luar dapat mengenali nilai-nial tersebut sebagai karakter warga ITM.

ITM memiliki komitmen kuat dalam menjalankan bisnis yang bertanggungjawab secara sosial dan lingkungan, sebagaimana tercermin dalam visi dan misi Perusahaan. Komitmen tersebut menjadi tekad dari seluruh komponen internal Perusahaan. Dan dalam rangka menterjemahkan komitmen tersebut guna meningkatkan kinerja Perusahaan, menyelenggarakan pelatihan bersama ESQ salah satu hal yang perlu untuk dilakukan.

Perusahaan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITM) adalah perusahaan pemasok batubara terkemuka Indonesia untuk pasar energi dunia. Perusahaan berupaya menetapkan baku tertinggi dalam tata kelola perusahaan, kepatuhan lingkungan, kesehatan dan keselamatan kerja.

Seluruh kegiatan ITM dilaksanakan dengan kerja sama yang erat dengan masyarakat setempat dan pemangku kepentingan lainnya. Sejak berdiri, ITM telah dikenal sebagai produsen utama batubara dan telah membangun basis pelanggan yang beraneka ragam.

ACT Consulting | Human Capital Meet up Corporate Strategy Intelligence

ACT Consulting Membedah Corporate Strategy Intelligence

By News No Comments

Bagaimana menyiapkan praktisi SDM dan pemimpin perusahaan yang mampu membuat perencanaan yang tepat dan jelas baik untuk jangka pendek maupun panjang? Untuk menjawabnya, ACT Consulting kembali menggelar HC Meet Up bertempat di ruang Cordoba pada Rabu (5/9) dengan tema “Bagaimana Merancang Peta Perjalanan Bisnis yang Jelas dan Terstruktur?” Hadir sekitar 70 orang peserta dari berbagai perusahaan seperti Angkasa Pura, RS Permata, Medco, Bukit Asam, Lion Air, Hexa Solution, dan lain-lain.

Fasilitator Rinaldi Agusyana mengawali pemaparannya dengan pembahasan era VUCA yang penuh ketidakpastian yang melanda dunia. Menurut Rinaldi, perusahaan itu seperti kapal yang sedang berlayar di lautan dan menuju ke sebuah titik tujuan. Bagaimana agar kapal selamat dari gelombang VUCA maka pertama harus ada destinasi yang jelas, peta yang detil, kapal yang kokoh, tools yang lengkap, nakhoda yang terampil, serta kru yang setia dan pantang menyerah.

Selanjutnya Dwitya Agustina menguraikan konsep Integrated Transformational Model yang terdiri dari destinasi berupa: misi, visi, dan goals perusahaan. Sedangkan kapal berupa: strategi, struktur, dan sistem. Kru harus memliliki behaviours, values, beliefs, dan terakhir
leaders as a coach yang mampu mengeksekusi. Model ini merupakan peyederhanaan dari bebagai konsep yang ada dan telah teruji di berbagai perusahaan.

Dwitya juga memaparkan gaya kepemimpinan yang efektif yaitu Transformational Leadership yang membagi 4 kategori pemimpin yaitu: Idealized Influence yang dapat menjadi teladan, Insprational Motivation yang mampu menarik dan memotivasi pengikutnya, Intelectual Stimulations yaitu mampu merangsang kreativitas pengikutnya, dan Individual Consideration yang mampu mengidentifikasi pengikutnya dan mengembangkannya sesuai kekuatan dan bidangnya masing-masing.

Masih banyak  hal yang dipaparkan untuk menyusun lebih detail langkah-langkah corporate strategy yang jelas. Fasilitator ketiga Andi Basuni menjelaskan bagaimana menyusun lebih detail langkah-langkah dalam pembuatan corporate strategy yang terukur dengan jelas, desain organisasi, pembahasan mengenai SOP, dan hal lain yang berkaitan dengan pemecahan masalah perusahaan.

membangun teamwork yang solid

Cara Membangun Teamwork yang Solid dengan Langkah 7C

By Article No Comments

Blog ACT Consulting – Sinergi dari sebuah tim sangat menentukan tercapainya kesuksesan berkelanjutan bagi perusahaan. Elemen satu ini dapat membuat para anggota mampu bekerja dengan baik untuk meraih tujuan yang diinginkan. Sayangnya, membangun teamwork yang solid seperti itu bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Ada banyak tantangan berat yang harus dihadapi oleh leader organisasi dalam mewujudkannya.

Meski sulit, bukan berarti tidak bisa direalisaskian lho. Sebagai seorang pemimpin di perusahaan, Anda tentu mampu membangun teamwork yang sulid. Asalkan, Anda mengaplikasikan langkah efektif berikut ini.

1. Coaching

Setiap orang butuh coaching. Tidak terkecuali para SDM di organisasi Anda. Coaching merupakan pembinaan yang dilakukan oleh leader kepada anggota tim. Tujuannya adalah untuk memberikan orientasi realitas dan membantu mengatasi hambatan dalam pekerjaan.

Leader yang mampu menjadi coach mampu memotivasi anggota tim untuk menunjukan performa kerja yang baik. Sebab, setiap coaching dilakukan, ia selalu berupaya untuk membangkitkan potensi terbaik yang ada di dalam diri para karyawan.

2. Character

Memahami karakter masing-masing anggota tim tentu perlu dilakukan untuk bisa membangun teamwork yang solid. Setiap SDM dalam organisasi tentu memiliki karakter yang berbeda-beda. Sebagai seorang leader, Anda wajib ah untuk bisa mengetahui hal ini. Tujuannya adalah agar leader jadi tahu langkah mana yang paling tepat untuk melakukan pendekatan kepada setiap anggota.

3. Communication

Pentingnya elemen satu ini tentu sudah sering Anda dengar. Komunikasi memang membawa pengaruh besar bagi kesolidan sebuah tim dan kesuksesan organisasi.

Komunikasi yang baik akan memudahkan tim dalam berkoordinasi, bekerja sama, dan bertukar informasi. Hasilnya, mereka tak akan merasa terbebani untuk menemukan langkah efektif dalam mencapai goals yang ingin dicapai oleh organisasi.

4. Commitment

Komitmen dari SDM dapat menentukan loyalitas da kinerja mereka di perusahaan. Jika sudah memiliki komitmen, mereka tentu akan lebih bertanggung jawab terhadap pekerjaannya.

Mereka tak akan segan untuk mencurahkan seluruh pikiran, tenaga, perhatian, dan waktunya agar bisa mencapai cita-cita yang ingin diraih oleh anggota tim serta perusahaan.

5. Contagious Energy

Maksud dari contagious energy adalah energi positif yang menular.  Ini tentu bisa diwujudkan melalui program coaching. Motovasi kerja yang diberikan oleh leader kepada anggota tim dapat membuat mereka lebih semangat dan percaya diri untuk menunjukan performa optimal.

6. Caring

Sikap peduli di lingkungan kerja akan membuat SDM bisa selalu mendukung satu sama lain. Mereka tidak akan segan untuk memperbaiki kesalahan yang dilakukan agar bisa mencapai kesuksesan yang diharapkan. Mereka punya tujuan untuk menunjukan performa tim yang baik. Bukan hanya sekadar kinerja individu saja.

7. Consistency

Namun, Anda tidak akan mampu untuk membangun teamwork yang solid jika tidak ada sikap konsisten untuk menerapkan keenam hal tersebut. Konsistensi adalah wujud pertanggungjawaban terhadap nilai-nilai yang berlaku di perusahaan. Jika hal ini sudah tertanam di dalam diri anggota tim, mereka tentu bisa membangun kerja sama yang solid untuk mewujudkan kesuksesan berkelanjutan bagi perusahaan.

Langkah untuk merealisasikan teamwork yang solid lainnya bisa Anda dapatkan di Program CSI dari ACT Consulting