Skip to main content
Tag

rahasia konglomerat dunia

Rahasia-Strategi-Jack-Ma

Rahasia Strategi Jack Ma

By Article No Comments

Rahasia-Strategi-Jack-MaJack Ma telah membangun salah satu perusahaan terbesar dunia,  yaitu Alibaba. Dalam platform e-commerce, perusahaan ini telah berhasil mengekspor berbagai komoditas dari  China ke berbagai belahan dunia.

Alibaba telah merevolusi dunia dengan meruntuhkan berbagai perusahaan distribusi besar. Bisnis distribusi semula menjadi pemain besar ekonomi dunia dengan mendirikan berbagai supermarket dan minimarket yang berkaitan dengan suatu komoditas tertentu.

Wallmart, ToysRUs, adalah beberapa contoh perusahaan distribusi besar yang semula sangat kaya. Namun karena fiturnya yang memungkinkan komunikasi langsung antara pembeli dengan produsen, Alibaba memotong semua jalur distribusi tersebut menjadi jauh lebih singkat dan lebih murah. Perusahaan distributor yang semula mengambil keuntungan sangat tinggi pun jatuh terhempas hingga harus menutup berbagai tokonya di berbagai lokasi di dunia.

  1. Mempertemukan Produsen Langsung Dengan Pembeli

Secara langsung menghubungkan produsen ke pembeli, Alibaba memotong semua sistem distribusi yang semula membuat suatu produk berharga sangat mahal, menjadi sangat murah.

  1. Memungkinkan Pembelian Impor, Bahkan Untuk Satu Produk

Berbeda dengan sistem dimana pengiriman harus terdiri dari partai besar, Alibaba memungkinkan pembelian bahkan hanya untuk satu produk saja. Apa yang dilakukan alibaba ini memungkinkan setiap orang melakukan proses impor secara mudah dan murah. Sebuah hal yang semula tidak mungkin dilakukan pada sistem pembelian konvensional sebelumnya.

  1. Menyediakan Sangat Banyak Produsen Untuk Satu Pencarian

Beragam produsen dalam satu jaringan pencarian tersedia dalam jumlah banyak di Alibaba walau kita hanya mencari satu produk saja. Hal ini membuat kita memiliki banyak pilihan. Belum lagi ada pilihan warna, jenis produk, dan ragam harga yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan pembelian kita.

  1. Terbuka Untuk Berbagai Komoditas

Apa yang anda cari? Hampir semua hal dimungkinkan untuk dijual dan dibeli di Alibaba. Menutup peluang ketidakmungkinan, adalah suatu hal yang dilakukan di Alibaba. Apapun yang kita cari, dengan beragam kata kunci, memungkinkan untuk dilakukan. Bahkan sistem pencarian makin dimungkinkan dengan adanya layanan pengguna dalam sejumlah bahasa dunia.

  1. Terbuka Pada Berbagai Perusahaan Ekspedisi

Semula, Alibaba bahkan tidak ingin memiliki perusahaan ekspedisi. Baru setelah didesak oleh berbagai perusahaan besar dunia, barulah Alibaba menyediakan ekspedisi via J&T. Semula Alibaba dituduh melakukan Fraud terhadap laporan keuangan mereka karena menyatakan angka bonus yang fantastis. Namun hal ini terbantahkan oleh pernyataan Jack Ma bahwa keterbukaan mereka untuk memberdayakan berbagai perusahaan ekspedisi membuat bisnis mereka dapat berjalan dan terus membesar.

  1. Melakukan Perbaikan Terus Menerus Namun Menjaga Jumlah Karyawan Tetap Kecil

Saat dibenturkan dengan Amazon, Alibaba masih memiliki sejumlah kelebihan. Salah satunya adalah jumlah karyawannnya yang sedikit. Sistem payroll di perusahaan ini sangat tertolong dengan sedikitnya karyawan yang diperlukan untuk menunjang ekspansi besar-besaran yang terjadi dan dilakukan oleh Alibaba.

  1. Kini, Memberikan Gaji dan Bonus Sangat Tinggi

Berkat jumlah karyawannya yang tergolong sedikit untuk valuasinya yang sangat besar, Alibaba dapat memberikan gaji y ang kini sangat tinggi dan bonus yang juga sangat tinggi. Bahkan dalam ukuran gaji penduduk negara b arat seperti Eropa dan Amerika.

Berbagai strategi yang dilakukan oleh Jack Ma tersebut membuat Alibaba dapat terus membesar dan menjadi sangat kokoh dan mengakar. Intuisi yang dimiliki Jack Ma diturunkan dalam eksekusi berbagai keputusan dengan sangat cepat dan taktikal.

Beragam inovasi yang dilakukan Jack Ma di Alibaba harus bisa dipelajari oleh banyak orang di negara kita. Untuk mempelajari cara melakukan manajemen inovasi bisnis, klik disini. Untuk memiliki kemampuan mendesain bisnis mandiri, anda juga bisa klik disini.

Bila memiliki kesulitan atau masalah di beberapa sisi seperti budaya dan penerapan disiplin pencapaian target. Bila itu masalahnya, bagi para Leaders di Organisasi Anda, dapat mengikuti program  Transformational Leadership dari ACT Consulting dengan klik di link ini.

Untuk melakukan perkembangan di organisasi dan korporasi Anda, Anda dapat mempelajari cara membangun budaya perusahaan dengan klik disini. Anda juga dapat mempelajari cara menciptakan strategi yang tepat untuk perusahaan dengan klik disini.

Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara membentuk karakter para pegawai dan pimpinan hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).

Rahasia-Budaya-Kerja-Comcast-Perusahaan-Konglomerat-Telekomunikasi-dan-Hiburan-Amerika

Rahasia Budaya Kerja Comcast Perusahaan Konglomerat Telekomunikasi dan Hiburan Amerika

By Article No Comments
Rahasia-Budaya-Kerja-Comcast-Perusahaan-Konglomerat-Telekomunikasi-dan-Hiburan-Amerika

Bila anda menghadapi seorang anak kecil, apa kata yang paling sering terlontar darinya? Betul. Kata “tidak” atau “tidak mau” adalah kata-kata yang paling sering disampaikan seorang anak. Kebanyakan dari kita dan anak-anak kita pun seperti itu. Kita lebih sering menolak dan bersikap negatif terhadap sesuatu, dibandingkan bersikap positif. Untuk banyak anak, hal ini berkembang menjadi kepribadian negatif di masa dewasa, yang diiringi dengan kemampuan untuk tidak dapat mengendalikan emosi dan bersikap buruk pada orang lain.

Padahal, Rahasia Ralph Roberts, sang pendiri Comcast, menurut Brian Roberts, CEO penerus sekaligus anak dari Ralph, adalah ayahnya tidak pernah mengatakan tidak. Ini dilihat Brian dari sikap Ralph ketika menghadapi cucu-cucunya yang masih kecil. Bahkan di depan mereka, sang kakek selalu mengatakan, “ya”, dengan sikap penuh perhatian dan kasih sayang.

Hal ini terbukti menjadi fondasi bagi budaya perusahaan yang bermula hanya dari 5 saluran televisi dan 12 ribu pelanggan saja ini. Comcast adalah perusahaan bentukan Ralph yang dibuatnya setelah membeli bisnis itu dari perusahaan bernama American Cable System seharga lima ratus ribu dollar amerika.

Padahal saat itu, tayangan televisi disebarkan secara gratis oleh pemerintah. Namun Ralph Roberts, pendiri Comcast, meyakini bahwa usahanya akan sukses. Dengan penuh kepercayaan diri, Ralph membeli bisnis tersebut dengan harga yang tergolong tinggi untuk saat itu di tahun 1963. Saat itu, Ralph telah mencoba berbagai bisnis. Namun kesemuanya bersifat perdagangan, dan bukan layanan. Saat ia menemukan bisnis baru tivi berbayar ini, ia menyadari bahwa dari sini ia akan memperoleh bisnis dengan pendapatan yang akan masuk secara teratur. Yang perlu ia lakukan adalah mengembangkan layanan yang diberikan hingga dapat meraih lebih banyak konsumen.

Firasatnya terbukti benar. Hingga saat ini, walaupun ada internet dan youtube, layanan tivi berbayar terus tumbuh subur, bahkan orang tak segan untuk membayar semakin mahal. Namun seperti intuisinya sejak awal, kuncinya ada pada inovasi layanan yang dilakukan secara cepat, terus menerus, dan diberikan dengan sebaik mungkin.

Bila Anda mengamati, perusahaan TV berbayar di tanah air banyak bermunculan namun menghilang dalam beberapa tahun. Tapi yang menjadikan Comcast berbeda adalah layanan prima nan perfeksionis, kelengkapan infrastruktur yang dimilikinya, dan diversifikasi usaha yang dilakukan hingga melebarkan

sayap ke banyak ranah bisnis. Secara mencengangkan, perusahaan ini terus membesar dan melakukan ekspansi dengan membeli berbagai perusahaan besar lainnya. Hingga menjadi sebuah konglomerasi teknologi informasi dan hiburan terbesar di dunia. Dibalik semua terpaan berita buruk yang ditujukan pada Comcast, perusahaan ini dalam waktu yang bersamaan juga meraih berbagai penghargaan dari sejumlah lembaga besar.

Untuk mempelajari cara melakukan inovasi dan perkembangan bisnis ala Comcast, dapat mempeljari manajemen inovasi bisnis, klik  disini . Untuk memiliki kemampuan  mendesain bisnis mandiri,  anda juga bisa klik  disini. Bila memiliki kesulitan atau masalah di beberapa sisi seperti budaya dan penerapan disiplin pencapaian target. Bila itu masalahnya, bagi para Leaders di Organisasi Anda, dapat mengikuti program Transformational Leadership  dari ACT Consulting dengan klik di link  ini .

Untuk melakukan perkembangan di organisasi dan korporasi Anda, Anda dapat mempelajari cara membangun  budaya perusahaan  dengan klik  disini . Anda juga dapat mempelajari cara menciptakan  strategi yang tepat  untuk perusahaan dengan klik  disini . Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara membentuk karakter para pegawai dan pimpinan hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).

Apa-Penentu-Keberhasilan-Disney-Hingga-Menjadi-Konglomerasi-Besar-2

Apa Penentu Keberhasilan Disney Hingga Menjadi Konglomerasi Besar? (2)

By Article No Comments
Apa-Penentu-Keberhasilan-Disney-Hingga-Menjadi-Konglomerasi-Besar-2

Pada bagian ini kita akan mempelajari bagaimana Disney memulai berbisnis dan jatuh bangun yang harus dilaluinya. Kita juga akan melihat beragam faktor apa yang membuat bisnisnya berkembang dan menganalisa masalah apa saja yang ia hadapi dan bagaimana kemudian mengatasinya.

Pada tahun 1919, di umur 18 tahun, Walt Disney telah lulus dari SMA. Ia juga telah mengikuti pendidikan seni di Chicago dan Kansas. Saat itu pun ayahnya telah menjadi pemilik dari sebuah pabrik makanan. Namun ia tidak ingin bergabung bersama ayahnya di perusahaan tersebut.

Walt yang sejak kecil mengetahui bahwa ia bisa menghasilkan uang dari bakatnya menggambar, lalu mencari pekerjaan di koran dan di agensi periklanan. Tapi tahukah Anda? Yang dihadapi Walt justru penolakan demi penolakan. Agensi iklan ataupun Koran dan penerbitan saat itu memberikan berbagai komentar negatif pada Walt mengenai gambar yang dibuatnya.

Bahkan ia harus mendapatkan bantuan dari saudaranya, Roy Disney yang bekerja di sebuah bank di Kansas City, untuk mendapat pekerjaan sementara di Pesmen-Rubin Art Studio dari rekan kerja Roy.

Di Pesmen-Rubin, Disney pertama kali membuat iklan untuk surat kabar, majalah, dan bioskop. Di sinilah ia bertemu dengan kartunis Ubbe Iwerks. Setelah berakhirnya kerja sementara di Pesmen-Rubin, mereka berdua tidak memiliki pekerjaan, lalu memutuskan untuk mendirikan perusahaannya sendiri

Mereka memiliki keyakinan bahwa dengan memiliki bisnis sendiri, mereka dapat tetap bergembira karena melakukan apa  yang ia sukai. Pada bulan Januari 1920, Disney dan Iwerks mendirikan perusahaan mereka sendiri. Perusahaan itu dinamai “Iwerks-Disney Commercial Artists”.

Sayangnya, perusahaan itu tidak berusia lama, karena masing-masing dari para pendiri ini, belum memiliki komitmen yang baik untuk membesarkan usaha mereka. Disney sempat pergi sementara untuk memperoleh uang di Kansas City Film Ad Company. Padahal di saat itu, Iwerks yang tidak  menjalankan bisnisnya sendiri. Sehingga akhirnya Iwerks pun meninggalkan perusahaan yang mereka dirikan berdua Walt.

Ketika Disney bekerja di Kansas City Film Ad Company, ia membuat iklan berdasarkan potongan animasi Disney. Dari situ minat Disney daslam bidang animasi mulai terasah. Ia pun berkeinginan untuk menjadi animator. Di perusahaan tersebut, pemiliknya, AV Cauger membolehkan kamera milik mereka untuk Walt mengerjakan uji coba animasinya di rumah.

Walt Disney pun terus belajar dari berbagai sumber, diantaranya dari buku-buku. Salah satu sumber referensi yang berharga baginya adalah buku Edwin G. Lutz yang berjudul Animated Cartoons: How They Are Made, Their Origin and Development. Dari buku tersebut, ia melihat suatu peluang besar yang akan memiliki peluang tinggi di masa depan. Jauh melebihi sistem animasi potongan (cutout animation) yang dikerjakannya untuk perusahaan milik AV Cauger.

Akhirnya, Disney pun memulai langkah untuk membuka bisnis animasi miliknya sendiri. Ia pun merekrut satu rekannya di Kansas City  Film Ad Company, Fred Harman, sebagai karyawan pertamanya. Walt dan Harman bahkan melakukan suatu hal yang lebih jauh, yaitu membuat kesepakatan dengan pemilik bioskop setempat untuk menyiarkan hasil karya mereka.

Adalah Frank L Newman, tokoh yang saat itu dikenal sebagai “showman” paling terkenal di Kansas pada saat itu, yang menyetujui agar hasil karya Disney dan Hartman yang pertama, disiarkan di bioskop miliknya. Hasil karya pertama perusahaan ini berjudul “Newman Laugh O Grams”.

Berita baiknya adalah, intuisi Walt Disney ternyata tepat. Kesepakatan yang mereka buat menghasilkan keuntungan untuk kedua belah pihak. Kartun yang dibuat oleh Disney itu pun menjadi popular di kota Kansas. Dari keberhasilannya ini, Disney pun memiliki cukup keuntungan untuk membuat studionya sendiri, dan merekrut banyak animator.

Namun langkah bisnis yang dilakukan Disney dengan memberikan gaji tinggi untuk para karyawannya, harus kita jadikan hikmah. Ternyata, sebaik apapun tujuan seorang owner untuk mensejahterakan karyawannya, harus diiringi dengan produktivitas yang lebih tinggi, dan ide yang dieksekusi dengan super cepat, karena tanpa itu, kebangkrutanlah yang terjadi.

Itulah tepatnya yang terjadi di perusahaan animasi pertama miliki Disney dan Harman ini. karena gaji karyawannya yang tinggi, Walt tidak mampu mengurus keuangan dengan baik. Akibatnya, studio miliknya dililit hutang dan bangkrut.

Namun kebiasaan kerja keras yang dimiliki keluarga Disney dalam membesarkan anak-anak mereka sejak kecil, membuat Walt Disney dewasa tidak mudah putus asa. Dengan pengalaman berharga yang dimilikinya tersebut, ia melakukan langkah yang lebih besar. Ia memiliki pandangan yang lebih baik tentang dimana tempat usaha yang akan menjanjikan peluang yang lebih baik. Walt Disney pun akhirnya mendirikan Studio di Hollywood, California.

Bagaimana kisah sukses Disney selanjutnya? Ikuti dalam artikel berikutnya. Salam Transformasi Karya dari ACT Consulting. Ikuti terus artikel dan tips dari kami untuk mendapatkan inspirasi yang berharga bagi kehidupan. Kami harap penuturan yang kami sampaikan dapat memotivasi Anda untuk menghadirkan lebih banyak karya yang bernilai tinggi dan bermanfaat. Hingga dari semua itu, Anda dapat mewujudkan impian yang mendatangkan kebaikan bagi banyak orang. Hingga terwujud masa depan Indonesia Emas yang mendatangkan kesejahteraan di Negeri kita.

Untuk mempelajari cara melakukan inovasi dan perkembangan bisnis ala Comcast, dapat mempeljari manajemen  inovasi bisnis, klik disini. Untuk memiliki kemampuan mendesain bisnis mandiri, anda juga bisa klik disini.

Bila memiliki kesulitan atau masalah di beberapa sisi seperti budaya dan penerapan disiplin pencapaian target. Bila itu masalahnya, bagi para Leaders di Organisasi Anda, dapat mengikuti program  Transformational Leadership dari ACT Consulting dengan klik di link ini.

Untuk melakukan perkembangan di organisasi dan korporasi Anda, Anda dapat mempelajari cara membangun budaya perusahaan dengan klik disini. Anda juga dapat mempelajari cara menciptakan strategi yang tepat untuk perusahaan dengan klik disini.

Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara membentuk karakter para pegawai dan pimpinan hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).

Rahasia-Sukses-Brian-Roberts-Membesarkan-Usaha-Comcast,-Konglomerat-Telekomunikasi-dan-Hiburan-Terkaya-Dunia-

Rahasia Sukses Brian Roberts Membesarkan Usaha Comcast, Konglomerat Telekomunikasi dan Hiburan Terkaya Dunia

By Article No Comments
Rahasia-Sukses-Brian-Roberts-Membesarkan-Usaha-Comcast,-Konglomerat-Telekomunikasi-dan-Hiburan-Terkaya-Dunia-

Apakah anda salah satu dari penikmat layanan TV berbayar? Bila ya, mungkin anda tak asing dengan sejumlah saluran TV seperti NBC, E!, Golfchannel, CNBC, SyFy, dan MSNBC. Bila anda penikmat film di bioskop, juga pasti mengenal Universal Pictures dan Dreamworks Animation. Kesemua saluran tv berbayar dan produsen film besar tersebut, ternyata ada dalam satu perusahaan. Lebih dari itu, mereka juga memiliki layanan provider internet yang menjangkau seluruh Amerika, layanan jaringan telepon dengan pelanggan terbanyak di Amerika, serta perusahaan investasi.

Ya. Sebelum bernama Comcast, perusahaan IT dan Telekomunikasi besar di negeri Paman Sam ini dulunya merupakan perusahaan kabel yang bernama American Cable System yang dibeli dengan harga lima ratus ribu dollar Amerika. Pada saat itu, hanya berupa perusahaan kecil dengan lima channel dan jumlah pelanggan 12 ribu orang.

Sewaktu meneruskan tongkat estafet kepemimpinan dari sang ayah, Ralph Roberts, Comcast belum sebesar sekarang. Bahkan saat ditanya apakah ia pernah membayangkan bahwa perusahaan yang dipimpinnya akan menjadi sangat besar seperti sekarang, Brian mengatakan bahwa ia pun seringkali tidak percaya. “Aku mencubit diriku setiap hari”, kata Brian Roberts pada David Bernstein yang mewawancarainya untuk Channel Bloomberg Markets and Finance.

Comcast seringkali melakukan sowan pada sejumlah perusahaan besar dunia. Brian pernah mendatangi kantor Microsoft untuk bertemu dengan Bill Gates. Ia juga melakukan kunjungan ke Apple sewaktu Steve Jobs masih sehat dan bekerja disana. Apa yang ia lakukan dengan berbagai kunjungan itu adalah untuk mengenal secara dekat dan menjalin hubungan persahabatan yang erat dan saling menguntungkan, dengan sesame pebisnis besar tersebut.

Langkah silaturahmi ini menjadi rahasia sukses yang kemudian mendatangkan banyak solusi dan keuntungan besar bagi Comcast di kemudian hari. Apa tepatnya yang dilakukan Brian pada kunjungan-kunjungannya tersebut? Ia bercerita tentang pertemuannya dengan pendiri Microsoft, sekitar 20 tahun yang lalu. Saat itu perusahaan IT tersebut sudah kaya tapi belum sebesar sekarang. Namun Brian dapat melihat potensi bisnis yang dimilikinya.

Saat itu Bill Gates menyampaikan pandangannya pada Brian. Bahwa teknologi data yang tersimpan di internet, akan mengalahkan siaran informasi yang saat itu masih tak terkalahkan. Kemampuan untuk melakukan keputusan taktikal di saat kritis, juga adalah keunggulan Brian Roberts dalam memimpin Comcast. Apa tepatnya yang Brian katakan dan lakukan? Saat itu juga, Brian berkata “Bill, bisakah kau tunjukkan apa yang dapat dibantu Microsoft dalam lini usaha yang telah kami kembangkan?”. Dengan penuh rasa rendah hati, Brian menyampaikan niatnya untuk menjalin kerjasama dengan Bill. Bahkan, ia meminta Bill untuk berinvestasi di Comcast;

“Comcast telah mengembangkan jaringan kabel fiber optic yang sangat mahal, dengan nilai investasi sangat tinggi, untuk meningkatkan layanan tivi kabel ke seluruh pelosok Amerika. Namun hal tersebut dianggap oleh pasar saham sebagai suatu langkah yang buruk”. Tutur Brian pada Bill.

“Harga saham kami terus turun”, tutur Brian dengan rasa khawatir. “Bisakah Microsoft berinvestasi pada Comcast dan memastikan layanan teknologi terkini dapat selalu dikembangkan bersama-sama?”. Tutur Brian kemudian pada Bill Gates, dengan suara pelan, tenang dan hati-hati, dengan penuh kerendahan hati yang dimilikinya.

Momen kritikal yang terjadi dalam pembicaraan kurang dari lima menit tersebut, mengubah wajah bisnis Comcast hingga saat ini. Microsoft kemudian mengembangkan layanan penyediaan internet melalui jaringan yang telah dimiliki Comcast tersebut. Apa yang didapat oleh Microsoft? “400% keuntungan”, tutur Brian Roberts dalam wawancaranya dengan David Bernstein. Keuntungan Microsoft mencapai 4 kali lipat dari investasi yang mereka lakukan di Comcast.

Momen yang hampir serupa juga terjadi dengan sejumlah perusahaan besar lainnya di dunia. Apakah itu dalam hal kerjasama, mengajukan permintaan investasi, ataupun melakukan akuisisi, Brian Roberts tidak memiliki arogansi yang umum dimiliki oleh banyak CEO. Ia tidak mengirimkan wakilnya untuk datang melakukan kerjasama ke perusahaan besar lainnya. Ia meminta jadwal audiensi dan mengadakan pertemuan langsung antar sesama pemilik perusahan dan CEO.

Bagaimana menurut sahabat ACT Consulting? Banyak rahasia perusahaan terkaya dunia yang telah kami paparkan di dalam website ini. Anda dapat mempelajari berbagai inspirasi untuk bisnis dalam berbagai artikel sebelumnya. Salam Transformasi Performa dari ACT Consulting. Ikuti terus artikel dan tips dari kami untuk mendapatkan inspirasi yang berharga bagi pekerjaan dan bisnis Anda.

Beragam inovasi yang dilakukan Brian Roberts dalam  membesarkan Comcast harus bisa dipelajari oleh banyak orang di negara kita. Untuk mempelajari cara melakukan manajemen inovasi bisnis, klik disini. Untuk memiliki kemampuan mendesain bisnis mandiri, anda juga bisa klik disini.

Bila memiliki kesulitan atau masalah di beberapa sisi seperti budaya dan penerapan disiplin pencapaian target. Bila itu masalahnya, bagi para Leaders di Organisasi Anda, dapat mengikuti program  Transformational Leadership dari ACT Consulting dengan klik di link ini.

Untuk melakukan perkembangan di organisasi dan korporasi Anda, Anda dapat mempelajari cara membangun budaya perusahaan dengan klik disini. Anda juga dapat mempelajari cara menciptakan strategi yang tepat untuk perusahaan dengan klik disini.

Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara membentuk karakter para pegawai dan pimpinan hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).