Skip to main content

Apa Penentu Keberhasilan Disney Hingga Menjadi Konglomerasi Besar? (2)

By June 19, 2019Article
Apa-Penentu-Keberhasilan-Disney-Hingga-Menjadi-Konglomerasi-Besar-2

Pada bagian ini kita akan mempelajari bagaimana Disney memulai berbisnis dan jatuh bangun yang harus dilaluinya. Kita juga akan melihat beragam faktor apa yang membuat bisnisnya berkembang dan menganalisa masalah apa saja yang ia hadapi dan bagaimana kemudian mengatasinya.

Pada tahun 1919, di umur 18 tahun, Walt Disney telah lulus dari SMA. Ia juga telah mengikuti pendidikan seni di Chicago dan Kansas. Saat itu pun ayahnya telah menjadi pemilik dari sebuah pabrik makanan. Namun ia tidak ingin bergabung bersama ayahnya di perusahaan tersebut.

Walt yang sejak kecil mengetahui bahwa ia bisa menghasilkan uang dari bakatnya menggambar, lalu mencari pekerjaan di koran dan di agensi periklanan. Tapi tahukah Anda? Yang dihadapi Walt justru penolakan demi penolakan. Agensi iklan ataupun Koran dan penerbitan saat itu memberikan berbagai komentar negatif pada Walt mengenai gambar yang dibuatnya.

Bahkan ia harus mendapatkan bantuan dari saudaranya, Roy Disney yang bekerja di sebuah bank di Kansas City, untuk mendapat pekerjaan sementara di Pesmen-Rubin Art Studio dari rekan kerja Roy.

Di Pesmen-Rubin, Disney pertama kali membuat iklan untuk surat kabar, majalah, dan bioskop. Di sinilah ia bertemu dengan kartunis Ubbe Iwerks. Setelah berakhirnya kerja sementara di Pesmen-Rubin, mereka berdua tidak memiliki pekerjaan, lalu memutuskan untuk mendirikan perusahaannya sendiri

Mereka memiliki keyakinan bahwa dengan memiliki bisnis sendiri, mereka dapat tetap bergembira karena melakukan apa  yang ia sukai. Pada bulan Januari 1920, Disney dan Iwerks mendirikan perusahaan mereka sendiri. Perusahaan itu dinamai “Iwerks-Disney Commercial Artists”.

Sayangnya, perusahaan itu tidak berusia lama, karena masing-masing dari para pendiri ini, belum memiliki komitmen yang baik untuk membesarkan usaha mereka. Disney sempat pergi sementara untuk memperoleh uang di Kansas City Film Ad Company. Padahal di saat itu, Iwerks yang tidak  menjalankan bisnisnya sendiri. Sehingga akhirnya Iwerks pun meninggalkan perusahaan yang mereka dirikan berdua Walt.

Ketika Disney bekerja di Kansas City Film Ad Company, ia membuat iklan berdasarkan potongan animasi Disney. Dari situ minat Disney daslam bidang animasi mulai terasah. Ia pun berkeinginan untuk menjadi animator. Di perusahaan tersebut, pemiliknya, AV Cauger membolehkan kamera milik mereka untuk Walt mengerjakan uji coba animasinya di rumah.

Walt Disney pun terus belajar dari berbagai sumber, diantaranya dari buku-buku. Salah satu sumber referensi yang berharga baginya adalah buku Edwin G. Lutz yang berjudul Animated Cartoons: How They Are Made, Their Origin and Development. Dari buku tersebut, ia melihat suatu peluang besar yang akan memiliki peluang tinggi di masa depan. Jauh melebihi sistem animasi potongan (cutout animation) yang dikerjakannya untuk perusahaan milik AV Cauger.

Baca Juga:  Khaldoon Al Mubarak, CEO Perusahaan Investasi Uni Emirat Arab Al Mubadala

Akhirnya, Disney pun memulai langkah untuk membuka bisnis animasi miliknya sendiri. Ia pun merekrut satu rekannya di Kansas City  Film Ad Company, Fred Harman, sebagai karyawan pertamanya. Walt dan Harman bahkan melakukan suatu hal yang lebih jauh, yaitu membuat kesepakatan dengan pemilik bioskop setempat untuk menyiarkan hasil karya mereka.

Adalah Frank L Newman, tokoh yang saat itu dikenal sebagai “showman” paling terkenal di Kansas pada saat itu, yang menyetujui agar hasil karya Disney dan Hartman yang pertama, disiarkan di bioskop miliknya. Hasil karya pertama perusahaan ini berjudul “Newman Laugh O Grams”.

Berita baiknya adalah, intuisi Walt Disney ternyata tepat. Kesepakatan yang mereka buat menghasilkan keuntungan untuk kedua belah pihak. Kartun yang dibuat oleh Disney itu pun menjadi popular di kota Kansas. Dari keberhasilannya ini, Disney pun memiliki cukup keuntungan untuk membuat studionya sendiri, dan merekrut banyak animator.

Namun langkah bisnis yang dilakukan Disney dengan memberikan gaji tinggi untuk para karyawannya, harus kita jadikan hikmah. Ternyata, sebaik apapun tujuan seorang owner untuk mensejahterakan karyawannya, harus diiringi dengan produktivitas yang lebih tinggi, dan ide yang dieksekusi dengan super cepat, karena tanpa itu, kebangkrutanlah yang terjadi.

Itulah tepatnya yang terjadi di perusahaan animasi pertama miliki Disney dan Harman ini. karena gaji karyawannya yang tinggi, Walt tidak mampu mengurus keuangan dengan baik. Akibatnya, studio miliknya dililit hutang dan bangkrut.

Namun kebiasaan kerja keras yang dimiliki keluarga Disney dalam membesarkan anak-anak mereka sejak kecil, membuat Walt Disney dewasa tidak mudah putus asa. Dengan pengalaman berharga yang dimilikinya tersebut, ia melakukan langkah yang lebih besar. Ia memiliki pandangan yang lebih baik tentang dimana tempat usaha yang akan menjanjikan peluang yang lebih baik. Walt Disney pun akhirnya mendirikan Studio di Hollywood, California.

Bagaimana kisah sukses Disney selanjutnya? Ikuti dalam artikel berikutnya. Salam Transformasi Karya dari ACT Consulting. Ikuti terus artikel dan tips dari kami untuk mendapatkan inspirasi yang berharga bagi kehidupan. Kami harap penuturan yang kami sampaikan dapat memotivasi Anda untuk menghadirkan lebih banyak karya yang bernilai tinggi dan bermanfaat. Hingga dari semua itu, Anda dapat mewujudkan impian yang mendatangkan kebaikan bagi banyak orang. Hingga terwujud masa depan Indonesia Emas yang mendatangkan kesejahteraan di Negeri kita.

Untuk mempelajari cara melakukan inovasi dan perkembangan bisnis ala Comcast, dapat mempeljari manajemen  inovasi bisnis, klik disini. Untuk memiliki kemampuan mendesain bisnis mandiri, anda juga bisa klik disini.

Bila memiliki kesulitan atau masalah di beberapa sisi seperti budaya dan penerapan disiplin pencapaian target. Bila itu masalahnya, bagi para Leaders di Organisasi Anda, dapat mengikuti program  Transformational Leadership dari ACT Consulting dengan klik di link ini.

Untuk melakukan perkembangan di organisasi dan korporasi Anda, Anda dapat mempelajari cara membangun budaya perusahaan dengan klik disini. Anda juga dapat mempelajari cara menciptakan strategi yang tepat untuk perusahaan dengan klik disini.

Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara membentuk karakter para pegawai dan pimpinan hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).

Leave a Reply

Open chat
1
Halo,
Ada yang bisa kami bantu?