Coach Risman Nugraha dan Trainer Trie Setiatmoko bersama karyawan baru PT Pertamina EP
Setiap perusahaan besar telah memiliki values masing-masing yang menjadi pegangan untuk pengembangan keunggulannya. Sejumlah values ini disusun bersamaan dengan perumusan visi dan misi perusahaan. Dalam rapat renstra atau annual meeting, visi misi ini kemudian diturunkan menjadi rencana, strategi dan target-target yang ditetapkan tiap tahun.
Setelah disusun, yang selanjutnya tergantung pada
masing-masing leader untuk mengarahkan pegawai yang ada di bagian, divisi atau
departemennya, untuk melaksanakan dan menjalankan aktivitas keseharian sesuai
arahan tersebut. Ibaratnya peta perjalanan yang telah terentang, kini tinggal
nahkoda dan kapten yang memimpin para awak kapal yang mengusahakan agar kapal
tersebut sampai di tujuan, dengan mengatasi berbagai badai yang menghadang.
Apa yang terjadi di dalam tiap kapal inilah, yang menjadi
perhatian. Untuk menjaga agar semua armada laut yang dimiliki oleh suatu perusahaan
dapat mencapai tujuan, yang bisa dilakukan perusahaan adalah melakukan
penanaman tujuan yang indah di depan mata, dengan menegakkan values agar
dipegang teguh oleh setiap orang.
Perjalanan akan dapat dilalui dengan baik, pertikaian di
dalam kapal dapat diminimalisir, arahan kapal dapat tetap stabil, tidak
melenceng dan semua dapat bekerja penuh fokus dan semangat dalam mencapai tujuan,
bila values, visi, misi perjalanan perusahaan telah dipahami dengan baik dan
benar.
Itulah yang dilakukan dalam Values Internalization Training.
Serupa dengan pemberian perbekalan yang baik dan banyak untuk menjadi energi
selama perjalanan jauh yang akan dilakukan dengan menghadang berbagai masalah
dan tantangan berat maupun ringan, yang bisa terjadi.
Training Values Internalization 6C dan Quantum Excellence telah dilaksanakan oleh PT Pertamina EP pada tanggal 28 Desember 2018. Training ini diberikan untuk para pegawai baru PEP sebanyak 62 peserta, harapannya untuk menanamkan corporate values agar peserta memiliki values yg sama dan mengenal potensi luar biasa yang mereka miliki dan dapat dikembangkan sehingga bisa menunjang performa PEP di bisnisnya. Training ini juga akan dilanjutkan dengan program monitoring selama 2 bulan.
Seminar Meaning of Work diberikan dalam Rakor Internal Direktorat PSD Kemdikbud
Pendidikan adalah pembuka jalan untuk mewujudkan berbagai
impian besar agar menjadi nyata. Dalam perjuangan kehidupan, pendidikan
memberikan pada kita semua perbekalan dan senjata untuk menghadapi berbagai
masalah yang akan menghadang. Dengan memiliki pendidikan yang baik, seseorang
dapat mewujudkan karya besar yang mendatangkan manfaat untuk banyak orang.
Dengan pendidikan pula, kota-kota besar dapat dibangun, negara menjadi kuat,
dan bangsa yang sebelumnya kurang terdidik menjadi lebih terangkat derajatnya.
Pendidikan dapat menghapus kata “tidak mungkin” yang ada
dalam kamus bangsa ini yang semula dianggap sebagai warga kelas tiga di tanah
airnya sendiri. Pendidikan pula yang menjadikan Indonesia menjadi bangsa besar
yang disegani di pentas dunia.
Berkat pendidikan pula, para diplomat Indonesia menjadi
orang-orang yang disegani di kancah politik dunia, hingga mampu berkiprah besar
dalam mewujudkan mimpi “Perdamaian dunia” yang dicita-citakan oleh pendiri
bangsa ini. Pendidikan, memberikan akal pada mesin-mesin, memberikan hati pada
senjata-senjata yang dibuat, dan memberikan arahan pada masa kelam yang tengah
dialami seseorang.
Para pegawai yang ada di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan saat ini, khususnya yang tergabung dalam Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar, telah mengikuti Seminar Meaning of Work. Jumlah pegawai yang tercatat mengikuti kegiatan ini adalah sebanyak 163 orang.
Acara seminar Meaning of Work ini telah dilaksanakan bekerjasama dengan ACT Consulting pada tanggal 29 Desember 2018. Acara ini dipandu oleh Coach Iman Herdimansyah dan Trainer Dadang Suhendar dengan performa yang luar biasa.
Tujuan dari acara ini adalah untuk membantu Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar agar pendidikan di Indonesia menjadi lebih baik dengan menerapkan semangat yang diwariskan oleh Ki Hajar Dewantara.
Menumbuhkan kepemimpinan secara alami, cukup sulit dilakukan dalam setting dunia bisnis. Karena terdapat sejumlah persyaratan untuk seseorang dapat dijadikan pimpinan di dalam dunia bisnis, sosial, akademik dan pemerintahan.
Berbeda saat kita memulai semuanya dari hati. Dengan memiliki hati yang baik, seseorang dapat diangkat menjadi pemimpin secara tidak resmi. Misalnya di lingkungan persahabatan, atau saat masih bersekolah dulu. Kita seringkali memilih orang yang patut menjadi tauladan, untuk dijadikan panutan dan pemimpin. Prasyarat tidak tertulis inilah yang membuat sifat kepemimpinan haruslah terlahir dari karakter yang terbentuk dari hati.
Persyaratan pendidikan, persyaratan kompetensi, persyaratan keahlian, dan banyak lagi persyaratan yang harus dipenuhi. Seringkali, persyaratan sosio emosional dan spiritualitas, belum menjadi acuan untuk diperhitungkan secara hitungan manajemen SDM.
Namun, berbeda halnya dengan LPPOM MUI, yang menginginkan agar para pemimpin yang ada di jajarannya, memiliki kepemimpinan dari hati. Ini berarti, para pimpinan tersebut haruslah memiliki kecakapan sosio – emosional dan spiritual, selain juga berbagai persyaratan administratif yang harus dipenuhi.
Untuk itulah, LPPOM MUI menggandeng ACT Consulting untuk memunculkan karakter kepemimpinan dengan nilai ESQ yang tinggi, melalui program Training Leadership From Heart, yang kali ini dilangsungkan untuk Batch yang ke-Dua di tahun 2018.
Tepatnya pada tanggal 8-9 Desember 2018, telah berlangsung Training Leadership From Heart yang diikuti oleh 15 orang Kepala Bidang di LPPOM MUI. Training ini dipandu oleh Director ESQ Coaching Academy, Coach Arief Rahman Saleh, dan Asisten Trainer Ilham Nugraha.
Untuk memperoleh informasi mengenai training yang leadership dan training lain yang dibutuhkan oleh organisasi Anda, hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau via telepon/sms/wa ke nomor 0818-213-165 (Donna).
Dalam menunjang pelaksanaan Good Corporate Governance, Korporasi membentuk Komite GCG. Tugas komite ini adalah untuk membantu Dewan Komisaris. Selain itu, komite ini harus bertanggung jawab untuk melakukan peningkatan dan penyempurnaan praktik GCG di dalam perusahaan.
Adapun tugas dan tanggung jawab Komite GCG saat ini adalah untuk mengevaluasi implementasi GCG di lingkungan lembaga atau korporasi. Selain itu, komite ini juga memberikan rekomendasi mengenai penyempurnaan dan kelengkapan GCG dalam lembaga atau korporasi. Lalu komite ini juga harus memastikan kebijakan yang berlaku dalam korporasi atau lembaga telah sesuai dengan budaya, etika, nilai Perseroan dan sesuai dengan asas GCG. Selain juga harus melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Dewan Komisaris terkait dengan pengembangan dan penerapan GCG.
Namun pada era VUCA ini, Peran Komite GCG dan GCG mengalami peningkatan. Hal ini berkaitan dengan peran komprehensif dan integratif yang dimiliki oleh komite GCG dan komite GCC, sebagai bagian yang paling mengetahui seluruh seluk-beluk perusahaan.
Sehubungan dengan peran tersebut, penting untuk komite GCG dan komite GCC untuk mendapatkan sertifikasi sebagai Corporate Culture Specialist (CCS). Peran sertifikasi ini dalam kehidupan profesional para pemegang tanggung jawab sebagai komite GCG dan GCC adalah;
Sebagai bentuk pengesahan dari Negara atas profesionalitas Anda sebagai ahli budaya perusahaan. Hal ini karena gelar CCS yang dapat disandingkan setelah nama anda ini, diberikan oleh LSP ESQ dengan bekerjasama bersama Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Menumbuhkan keberanian pada diri Anda sebagai ahli budaya perusahaan untuk menjadi penegak budaya perusahaan di tempat Anda bekerja.
Menumbuhkan kemampuan untuk mengatasi tantangan Budaya korporasi yang dapat timbul kapan saja
Memiliki keahlian untuk merumuskan visi, misi dan nilai korporasi / lembaga dengan metode professional
Memiliki keahlian Implementasi Budaya kerja ke dalam setiap Unit Kerja dan Individu
Memiliki pengetahuan mengenai berbagai metode dalam melakukan evaluasi budaya perusahaan
Mendapatkan pengakuan atas keahlian untuk menangani budaya perusahaan yang bermasalah
Program peningkatan keahlian dalam membangun budaya korporasi hingga beberapa tahun yang lalu belum dikembangkan di Indonesia, hingga pada tahun 2018 ini saat dibentuk Lembaga Sertifikasi Profesi ESQ dengan membuka program training sertifikasi sebagai Corporate Culture Specialist dan Corporate Strategy Specialist. Untuk mendapatkan info mengenai program ini, dapat menghubungi kami via email di info@actconsulting.co atau hubungi kami via telepon/wa/sms ke nomor; 0818-213-165 (Donna).
Telah dilaksanakan program Leader as a Coach di Bank Artha Graha International pada tanggal 17-18 Desember 2018. Program ini dihadiri oleh para Branch Manager di Bank Artha Graha International yang berjumlah 27 orang.
Coach Risman Nugraha bersama Trainer Kemas telah memandu kegiatan ini. Tujuan dari Training ini adalah untuk menjadikan Leader di Artha Graha memiliki peran sebagai Coach.
Dengan peran Coach ini, setiap Leader diharapkan bisa mengembangkan karyawan yang dipimpinnya untuk memberikan kinerja terbaiknya dengan komitmen internal. Sehingga bisa menampilkan performa terbaik secara konsisten.
Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki oleh karyawan, dengan teknik Coaching dengan metode ESQ 3.0 Coaching.
Metode ESQ 3.0 Coaching ini menumbuhkan motivasi dari dalam diri seseorang. Menjadikannya mempunyai tujuan yang berasal dari isi hati terdalamnya, melalui metode inner coaching.
Kekhasan lain metode ESQ 3.0 Coaching adalah Coaching yang dilakukan berdasarkan kepribadian melalui DOPE Test. Tes ini bertujuan untuk menemukan berbagai potensi dan kekhasannya yang unik. Sehingga Leader dapat mengetahui cara pendekatan yang tepat untuk mengembangkan tiap karyawan yang dimiliki.
Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang Training Leaders as Coach atau tentang ESQ 3.0 Coaching, hubungi kami di info@actconsulting.co atau telepon ke 0818-213-165 (Donna).
Berhadapan dengan keadaan masyarakat setelah gempa, tsunami dan liquifaksi yang terjadi di Palu dan sekitarnya, masyarakat profesional di Sulawesi Tengah terus bersemangat untuk membangun daerahnya.
Bencana yang terjadi telah meluluhlantakkan berbagai obyek fisik di daerah tersebut, namun semangat masyarakat Sulawesi Tengah menjadi makin meninggi. Karena sesungguhnya Bencana menjadi guru kehidupan yang dapat meningkatkan kematangan kepribadian dan mempertinggi makna dalam hidup kita.
Dalam rangka meningkatkan semangat masyrakat profesional ini, ACT Consulting (ESQ Group) menjadi partner bagi Bank Indonesia dalam melaksanakan Training Motivasi dan Makna Hidup.
Pada tanggal 19 Desember 2018, telah dilaksanakan Training Motivation and Meaning of Life untuk Bank Indonesia KPW Sulawesi Tengah. Program ini mengangkat tema “Sinergi Untuk Ketahanan dan Pertumbuhan”.
Program dibuka oleh Kepala KPW Bank Indonesia Sulawesi Tengah Bapak Miyono dan dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Bapak Longki Djanggola.
Acara ini dipandu langsung oleh Coach Iman Herdimansyah dan Coach Idham Kholid, dihadiri pimpinan bank dari berbagai wilayah di Sulawesi Tengah.
Berlangsung di kota Palu, Sulawesi Tengah, Program ini diharapkan dapat bermanfaat untuk meningkatkan semangat Sulteng Bangkit setelah bencana alam yang belum lama ini menimpa sebagian wilayah di kota Palu dan sekitarnya.
Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai Training Motivation dan Meaning of Life, dapat menghubungi via email ke; info@actconsulting.co atau telepon/wa/sms ke 0818-213-165 (Donna).
DR (HC) Ary Ginanjar Agustian berbicara pada acara Leadership Forum Bank Indonesia
Acara Leadership Forum Bank Indonesia telah berlangsung pada tanggal 21 Desember 2018 dengan Tema “Memperkuat Kapabilitas Kepemimpinan untuk Mencapai Arah Strategis Bank Indonesia 2019-2024. Dengan dihadiri oleh para leaders dari Bank Indonesia dari seluruh wilayah di Indonesia dan luar negeri.
Arahan yang disampaikan oleh Gubernur Bank Indonesia, Bapak Perry Warjiyo sangat penting karena Indonesia dan masyarakat dunia tengah menghadapi perubahan yang bersifat VUCA (volatile, uncertainty, complex dan ambiguity).
Di era VUCA ini, perubahan yang terjadi dapat diantisipasi dengan lebih baik dengan memiliki spiritualitas dan religiusitas tinggi. Karena, spiritualitas dan religiusitas adalah penjaga karekter sekaligus sumber energi yang menghasilkan kekuatan murni dan bersih. Selain itu, religiusitas juga diperlukan untuk mengembangkan keteguhan kepribadian dan kekuatan karakter.
Di tengah tugas-tugas berat yang diberikan, bila seseorang tidak memiliki sumber tenaga spiritual yang murni, ia akan mudah merasa lelah dan mundur saat menghadapi kesulitan. Namun dengan pengembangan kekuatan spiritualitas yang benar, ia akan mendapatkan kekuatan yang tak habis-habis. Ia juga akan memiliki penjaga karakter yang baik tanpa memerlukan pengawasan melekat. Karena pemimpin yang seperti ini mengetahui bahwa dirinya selalu dalam pengawasan Tuhan Yang Maha Kuasa.
Bank Indonesia sebagai ujung tombak kekuatan finansial bangsa Indonesia, mempercayakan pada ACT Consulting (ESQ Group) dalam program mewujudkan BI Religi. Bagaimana dengan lembaga atau korporasi Anda? Hubungi kami di email info@actconsulting.co atau telepon di 0818-213-165 (Donna).
DR HC Ary Ginanjar Agustian bersama Karyawan RSUD Tebet dari berbagai divisi
Di dalam pelayanan Rumah sakit, komunikasi dan kerjasama tim sangat penting karena dibutuhkan untuk menangani ratusan hingga ribuan pasien yang hadir tiap harinya. Tidak mungkin penanganan penyakit dapat dilakukan dengan baik bila antar bagian dan antar karyawan rumah sakit tidak melakukan komunikasi dan bekerjasama dengan baik satu sama lain.
Dalam upaya untuk terus meningkatkan kualitas dan mempertinggi performa kinerja Rumah Sakit secara keseluruhan, RSUD Tebet bekerjasama dengan ACT Consulting untuk meraih level layanan yang lebih unggul lagi.
Menggandeng ACT Consulting, Training Communication and Teamwork for Excellence RSUD Tebet baru saja selesai dilaksanakan. Training ini berlangsung di Hotel Harper MT. Haryono tanggal 22-23 Desember 2018. Program ini dihadiri oleh Peserta Batch ke 2 RSUD Tebet dan ditambah peserta dari RSUD Kalideres di ikuti oleh 103 orang Staf dan Dokter.
Trainer yang memandu kegiatan ini adalah Rendy Yusran dan Jaya Bhakti Nurhana. Presiden Direktur ESQ Group, DR (HC) Ary Ginanjar Agustian juga turut hadir menyapa para peserta yang penuh semangat.
Di banyak perusahaan manufacturing, perusahaan migas dan lembaga pemerintahan, fungsi Komite Audit dan Management Review Committee cukup beragam. Diantaranya adalah untuk mengontrol pelaksanaan SOP dan memantau kesesuaian pelaksanaan operasional harian sesuai dengan standar ISO.
Karena memegang fungsi sebagai komite audit internal, komite MR harus memastikan semua prosedur berjalan dengan baik dan menggunakan dokumen yang sesuai. Komite Audit dan MR juga harus menjamin semua mekanisme proses bisnis telah sesuai dengan standar ISO terbaru.
Namun, kini kita berada di Era VUCA atau era ekonomi industri 4.0, dimana semua perubahan berjalan dengan sangat cepat dan tidak dapat diprediksi. Untuk itu, komite Management Review harus memegang peranan yang lebih dari sebelumnya. Yaitu menguasai keterampilan strategi korporasi dan lembaga.
Apa saja yang dapat ditambahkan pada Fungsi Komite Audit dan Management Review Comittee? Hal yang pertama adalah; komite Audit atau MR akan menjadi lebih baik bila menguasai skill perencanaan strategis (strategic planning). Dengan cara ini, komite Audit atau MR dapat menyelaraskan antara visi misi korporasi dengan pelaksanaan strategisnya dalam keseharian tugas manajemen.
Di saat persaingan bertambah sengit, komite Audit atau MR diharapkan menguasai keterampilan strategis agar dapat menjadi mitra eksekutif di dalam perusahaan. Komite Audit atau MR diharapkan peka terhadap berbagai isu-isu yang tengah terjadi di lingkungan internal dan di lingkungan eksternal perusahaan, dan melakukan fungsi komunikasi organisasi untuk memastikan semua isu ditangani dengan baik.
Tugas baru MR di Era VUCA atau era ekonomi industri 4.0 adalah untuk memantau pelaksanaan strategi dan melakukan optimasi proses bisnis dengan berbagai tools manajemen yang ada seperti balance scorecard dan analisa SWOT-TOWS.
Komite audit atau MR juga diharapkan membantu pihak Human Capital atau bagian SDM dalam membuat rancangan key performance indicator secara makro, sebagai bagian dari turunan rencana strategi (renstra). Setelah itu, baru diturunkan ke bagian HR untuk membuat rincian KPI bagi setiap karyawan.
Komite audit atau MR juga diharapkan dapat menjadi mitra bagi change management committee yang ada di korporasi untuk membantu pelaksanaan perubahan dengan membantu membuat dan memantau berbagai dokumen dan tools komunikasi yang digunakan dalam manajemen perubahan.
Fungsi Komite Audit dan Management Review di era ekonomi Industri 4.0;
Komite audit internal
Memantau standar proses bisnis
Merancang draft Renstra/ Annual Plan
Optimasi bisnis dengan balance scorecard
Menganalisa KPI secara makro
Mitra bagi change management
Dengan melakukan keenam fungsi diatas, komite audit dan MR akan memberikan nilai tambah bagi manajemen dan perusahaan secara keseluruhan. Dengan memiliki keterampilan strategis, fungsi komite audit dan MR akan lebih optimal. Hingga dalam pelaksanaan tugasnya, komite audit dan MR akan membantu kinerja korporasi agar lebih meningkat, dengan memenuhi standar kualitas yang diakui secara internasional.
Setelah menguasai keterampilan strategi, peran komite audit dan MR juga akan lebih baik karena menjadi lebih tepat dalam melihat berbagai kemungkinan untuk pengembangan bisnis.
Keterampilan strategi korporasi juga akan membantu komite audit dan komite MR agar dapat menjadi mitra bagi eksekutif untuk menemukan peluang bisnis, menemukan ancaman internal dan eksternal, dan mampu menyusun strategi untuk mengatasinya.
Untuk memberikan keterampilan strategi bagi komite audit dan Management Review comittee di perusahaan atau lembaga anda, sertakan mereka dalam Training Sertifikasi Corporate Strategy Specialist. Melalui pendidikan ahli strategi ini, mereka akan mendapatkan keterampilan yang diperlukan dan menumbuhkan keberanian mereka untuk dapat menjadi mitra para eksekutif dalam hal perencanaan strategis. Korporasi akan berkembang menjadi lebih baik dan terjaga.
Untuk mendaftarkan diri anda atau kawan anda di program Training Sertifikasi Corporate Strategy Specialist, anda dapat mengirimkan email ke info@actconsulting.co, atau telepon/ kirim pesan whatsapp ke nomor kami di 0812-9400-0985 (Donna) atau 0821-2487-0050 (Gisri).
Apakah Anda tengah memegang tanggung jawab untuk melakukan persiapan penyusunan rencana strategis (renstra) atau rencana tahunan (annual planning) untuk lembaga atau perusahaan tempat Anda bekerja?
Bagi Anda yang tengah dipercaya untuk memegang tanggung jawab sebagai perencana strategi di lembaga atau perusahaan Anda, pemaparan yang diberikan oleh ACT Consulting ini semoga berguna bagi Anda.
Penyusunan Renstra atau annual plan merupakan rutinitas yang harus dilakukan tiap tahun. Ada yang melakukannya pada quarter empat di tahun sebelumnya, adapula yang melakukannya pada awal quarter pertama tahun berjalan.
Biasanya, telah ada panduan untuk melakukan penyusunan renstra atau annual planning ini. Diantaranya dengan mengambil perencanaan tahun sebelumnya sebagai acuan. Namun mungkin anda dan sesama rekan yang tergabung di tim Renstra kini menginginkan metode yang lebih baik untuk menyusun Renstra di tahun ini.
Apakah Anda bekerja di rumah sakit, lembaga pemerintahan, perusahaan jasa, manufacturing, atau mengelola bisnis yang dimiliki sendiri, Anda membutuhkan lebih dari sekedar panduan untuk menyusun visi dan misi serta target keuangan. Anda pun butuh untuk mengetahui keadaan perusahaan Anda, di tengah iklim persaingan yang tengah memanas.
Anda pun merasa perlu untuk mengetahui kondisi konsumen dan masyarakat sebagai bagian dari para pemangku kepentingan yang terkait dengan lembaga atau korporasi Anda. Karena kesemuanya berperan dalam menunjang kinerja lembaga dan korporasi atau bisnis Anda secara makro.
Renstra atau annual planning, harus disusun dengan memperhatikan empat unsur yang ada dalam Balance Scorecard. Unsur Finansial, Konsumen, Operasionaldan Pengembangan. Keempatnya harus diturunkan ke dalam langkah-langkah yang terpadu. Dimulai dari perencanaan di tingkat makro organisasi.
Di tingkat makro ini, biasanya lembaga melakukan evaluasi terhadap kinerja yang telah lalu. Ini merupakan bagian dari BSC dalam langkah ke 3, yaitu peninjauan sistem operasional internal.
Selain itu, sebuah lembaga bisanya melakukan pemetaan tantangan, peluang, kekuatan, dan kelemahan (SWOT dan TOWS analysis), dengan memperhatikan harapan dari para pemangku kepentingan.
Sebagai salah satu tahap dalam pemetaan SWOT dan TOWS ini, lembaga haruslah dapat memahami isu strategis apa saja yang menjadi tantangan, kekuatan, peluang, dan kelemahan lembaga. Serta arahan tujuan visi misi yang menjadi harapan organisasi ke depannya.
Melalui penurunan langkah strategis dari visi misi menjadi performance indicator, sebuah rencana menjadi lebih konkrit. Performance indicator ini untuk dipegang oleh para pimpinan departemen dan direksi sebagai acuan. Lalu diturunkan lagi ke level medium, menjadi standar operasi yang akan dilakukan dalam kendali dari para manajer atau kepala bagian.
Langkah-langkah ini harus diselaraskan dengan apa yang ditulis di dalam Balance Scorecard, agar kesemua tahapan yang disusun dan diambil dapat dilakukan dengan seimbang. Apabila ada item proses bisnis yang berada diluar matriks BSC, maka hal tersebut dianggap tidak perlu untuk dilaksanakan. Fokus saja pada empat kotak matriks dalam BSC untuk memastikan semua proses internal telah sesuai dengan tujuan organisasi.
Karena Anda melakukan perencanaan strategis, maka Anda pun harus memperhatikan pertumbuhan para karyawan yang memegang tanggung jawab. Berikan dan anggarkan jam belajar untuk mengembangkan setiap orang.
Dengan cara seperti ini, kekuatan organisasi pun menjadi terbangun kokoh. Karena unsur pengembangan sumber daya manusia amat diperhatikan, karena di tangan tiap karyawanlah ujung tombak eksekusi rencana akan dijalankan. Seperti diutarakan oleh para ahli bahwa mereka yang berhenti belajar akan berjalan di tempat.
Baru setelah itu dilakukan individual performance contract atau penyusunan KPI yang bersifat makro dari para Direksi atau kepala Departemen. Lalu diturunkan kembali menjadi KPI untuk para Manajer atau Kepala Bagian. Lalu dibuat lebih mikro untuk masing-masing supervisor dan staf. Penyusunan ini semua membutuhkan analisa yang terstruktur.
Cara Membuat Rencana Strategis (Renstra) atau Annual Planning:
Temukan Visi Misi dan Roadmap setahun
Analisa proses bisnis dengan balance scorecard sesuai roadmap
Tentukan Performance Indicator sesuai blueprint organisasi
Analisa isu internal eksternal dengan metode bisnis forensic
Gunakan Strategy Toolbox sesuai kebutuhan
Untuk memperoleh penyegaran mengenai cara-cara penyusunan Renstra yang efektif, hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telpon kami di nomor 0812-9400-0985 (Donna) atau 0821-2487-0050 (Gisri).
Untuk menjadi seorang Ahli Strategi bagi Lembaga, korporasi dan bisnis, Anda dapat mengikuti Training Corporate Strategy Specialist dari ACT Consulting. Hubungi kami dan dapatkan harga khusus untuk paket korporat.