Skip to main content
Category

News

9 Perusahaan Ternama Ikuti Training & Sertifikasi Corporate Culture Specialist

By News No Comments

JAKARTA – Beberapa perwakilan dari 9 perusahan ternama yang terdiri dari PT Taspen (persero), BP Batam, PT Asuransi BRI Life, PT Asabri (persero), PT Bhineka Life, PT. Haleyora Power, PT Telkom Indonesia, PT Pegadaian, dan PT Andesta Mandiri Indonesia Group.

Mengikuti Training Corporate Culture Specialist (CCS) selama 3 hari (15-17/7/2020) via daring dari ACT Consulting. Serta mendapatkan sertifikasi dari BNSP.

Training CCS dipandu langsung oleh CEO ACT Consulting & ESQ Group, Ary Ginanjar Agustian. Bersama Rinaldi Agusyana (Expert in Organization Culture Transformation) dan Tiko (Trainer).

“Bagaimana mempertahankan organisasi, instansi, atau perusahaan di tengah goncangan akibat pandemi? Sama seperti sebuah gedung kuncinya adalah fondasi. Lalu apa fondasi organisasi? Agar ia memiliki ketahanan, mampu berinovasi di tengah tekanan yang luar biasa,” tutur Ary Ginanjar.

Ia sudah mempraktekkannya, ESQ Group bisa survive dengan culture atau budaya. Yang memiliki agility atau ketahanan.

Budaya perusahaan atau corporate culture adalah kunci untuk membuat perusahaan mampu bertahan. Dan lakukan transformasi.

Ide strategi jelas sudah kita miliki. Tapi ketika eksekusi yang melaksanakannya tetap manusia. Founder ACT Consulting itu sharing 10 langkah yang teruji untuk membuat corporate culture.

Muhammad Iswandi sebagai vice president organisasi dan human capital management system di PT Haleyora Power menuangkan rasa antusiasme melalui video. Setelah ikuti training CCS.

“Alhamdulillah kami mendapatkan banyak sekali sharing dan yang paling penting adalah mendapatkan stategi untuk mengimplementasikan budaya di perusahaan. Bagaimana kami bisa mewujudkan transformasi budaya yang dicanangkan oleh direksi kami,” tuturnya.

Ia mengatakan ada satu momen luar biasa dari Ary Ginanjar Agustian yang memiliki komitmen sebagai leader ESQ & ACT Consulting.

“Dan ini menunjukkan bahwa kita tidak hanya belajar dari ESQ ini, tapi kita ditunjukkan komitmen tersebut oleh ESQ, terimakasih banyak,” tutupnya.

Lebih lengkap tentang Training dan Sertifikasi Corporate Culture Specialist dari ACT Consulting kunjungi halaman ini:

Culture Agent Workshop Bersama AOC Bulog dan ACT Consulting

By News No Comments

JAKARTA – Selama 3 hari, diselenggarakan Culture Agent Workshop bersama Agent of Change (AOC) Bulog dan ACT Consulting. Kurang lebih 207 orang mengikuti workshop yang dilakukan secara virtual ini. Yang hadir, termasuk Bagya Mulyanto selaku Direktur SDM Bulog. Corpu Bulog, Arjun Ansol Siregar. Dan para leader juga agent-nya.

Tak hanya dari Bulog pusat. Namun cabang se-Indonesia dari Sabang hingga Merauke.

Adanya workshop dari ACT Consulting & ESQ ini memfasilitasi agar nilai-nilai yang ada di Bulog bisa diimplementasikan. Khususnya diturunkan kepada para Agent-nya. Nilai-nilai itu di antaranya Integritas, Profesional, Dinamis, Peduli, dan Totalitas (Inprodipto).

“Program workshop yang bertujuan untuk meningkatkan Skill para Agent & Leader. Sehingga memiliki mindset dan kapabilitas diri yang tepat untuk menjalankan peranannya,” dalam opening, Ary Ginanjar Agustian menjelaskan pentingnya budaya dan perubahan peran Agent.

Ary Ginanjar Agustian ditemani para lisensinya yaitu Coach Bram, Coach Dudi, Coach Syaiful, dan Coach Heidy.

Mereka ikutserta membantu Bulog dalam hal:

  • Memberikan pemahaman mengenai tugas dan tanggung jawab sebagai Culture Agent & Leader
  • Membentuk mindset yang harus dimiliki oleh seorang Agent & Leader
  • Meningkatkan Skill Agent & Leader dengan keterampilan praktis yang diperlukan
  • Mengurangi kebutuhan fungsi untuk mengingatkan performance dan mengontrol faktor penghambat budaya
  • Melakukan perumusan action plan sebagai perencanaan program yang akan dijalankan oleh Culture Agent & Leader

Training Problem Solving & Decision Making di Lingkup Kemenkes

By News No Comments

JAKARTA – Selagi hidup kita pasti dihampiri oleh yang namanya masalah bukan? Beres masalah 1, datang yang lainnya. Dengan masalah yang hadir, guna untuk melatih mental maupun fisik. Seberapa kuat kita menaklukan persoalan hidup.

Tetaplah maju, jangan malah lari meninggalkan masalah. Karena masalah bagaikan bayangan yang lekat dengan kita.

Training Problem Solving & Decision Making salah satu wadah untuk sharing solusi. Bagi Direktorat Produksi dan distribusi Kefarmasian, Kemenkes pada 9-10 Juli 2020. Tentu saja melaui webinar.

Diadakan opening terlebih dahulu oleh Direktur Prodisfar Kemenkes, yaitu Dra. Agusdini. Sedangkan Training tersebut dipandu oleh Coach Arief, Expert Consultant ACT Consulting.

Konsultan Lisensi dari Dr. HC. Ary Ginanjar Agustian itu mengenalkan terlebih dahulu mengenai problem solving. Yaitu sebuah proses cara berpikir manusia saat menyelesaikan dan menghadapi permasalahan yang sedang terjadi.

Sedangkan decision making merupakan kemampuan manusia dalam membuat keputusan untuk menyelesaikan permasalahan.

Selebihnya Coach Arief membeberkan secara rinci kepada puluhan Leader yang hadir. Untuk mengembangkan kompetensi terkait Problem Solving & Decision Making di lingkup kerja Kemenkes khususnya.

Training-ESQ-BJB-Bank-Jabar-1024x575

Bank BJB Ikuti Webinar Outstanding Mentality “Stay Safe and Productive @NEWNORMAL” dari ESQ

By News No Comments

JAKARTA – Kita adalah raja atas pikiran kita. Ketika faktor dari luar tidak bisa diubah, tapi justru dalam hati dan pikiran kita yang menentukan.

Contoh istilah dari Ary Ginanjar Agustian yaitu banyak orang yang takut dengan angin yang kuat, tapi banyak juga orang yang menanti untuk bermain terbang layang.

Description: https://esqnews.id/uploads/images/5f0c2338981d7.jpeg

Webinar Outstanding Mentality “Stay Safe and Productive @NEWNORMAL” telah dilakukan pekan lalu. Dengan tujuan membuka pemikiran dan mental baru yang tangguh saat menghadapi apapun di Era New Normal. Siap menghadapi dan merangkul perubahan, agar solusi datang.

Dihadiri oleh Tedi Setiawan selaku Direktur Operasional Bank BJB, Agus Direktur Kepatuhan Bank BJB, Ary Ginanjar Agustian Motivator Indonesia dari ESQ.

Description: https://esqnews.id/uploads/images/5f0c234adac70.jpeg

Ary Ginanjar Agustian menceritakan pahitnya perjalanan hidup. Tentang rasanya ditinggal oleh sahabat ketika dalam kesulitan misalnya. Tapi kini, ia telah menjadi orang yang sangat sukses.

“Tergantung respon, mengatur cara berpikir, mengubah fokus saya. Agar saya tidak marah, tidak kecewa. Saya bisa terima keadaan, dan bahkan saya mendoakan orang lain. Sesuai nasehat dari Almarhum Bapak saya,” Ary ucapkan dengan terang-terangan.

Description: https://esqnews.id/uploads/images/5f0c23607a3a8.jpeg

Inilah kunci utama supaya tenang dan menang. Dengan rumus E (event atau kejadian) + R (respon) = O (outcome atau hasil).

“Situasi yang terjadi saat ini katakanlah corona, tidak bisa dekat dengan orang, itu semua membuat kita panik. Bahkan kita bisa kehilangan mata pencaharian. Kita bisa marah atau kesal. Event itu sudah datang, corona tidak bisa kita tolak. Tapi kita bisa kelola respon. Mengapa? Apabila kita menginginan outcome berhasil menjadi orang yang berbahagia. Kita harus bisa mengubah respon. Tergantung negatif atau positif itu akan menentukan hasilnya,” tutur Ary kepada ratusan peserta.

Training Online PT KAI, Ary Ginanjar: Jangan Sampai Kita Seperti Lokomotif BB 300!

By News No Comments

JAKARTA – Kita semua ingin mempunyai High Energy dalam segala kondisi. Misalnya dalam dunia pekerjaan. Namun kenyataannya tak sedikit orang yang energinya lemah atau Low Energy.

Ary Ginanjar Agustian, Founder ESQ Training berikan tips atau cara. Agar kita semua senantiasa continue dalam High Energy. Khususnya untuk ratusan orang PT KAI yang join webinar pada sore tadi (10/7/2020).

Penyebab timbulnya Low Energy tentunya adalah 3 kata yaitu:

Less: Kita selalu merasa kurang energi, kurang tinggi jabatan.

Loss: Terpuruk karena kehilangan jabatan, uang, istri, anak, dan lainnya.

Never: Tidak pernah jadi General Manager, Direktur. Tidak pernah bersyukur dengan apa yang telah diraih.

Jika pegawai PT KAI orientasinya less, loss, dan never. Maka mereka sudah ‘terjebak’ di titik Low Energy. Sementara yang diinginkan adalah berada di High Energy.

“Jadi ibarat lokomotif yang paling kuat energinya adalah CC 206, kalau low sama dengan BB 300. Jangan sampai kita seperti BB 300. Jangan sampai kita jago me-manage lokomotif tetapi tidak me-manage diri kita atau energi SDM,” jelas Ary.

Description: http://esqnews.id/uploads/images/5f0888727328d.png

Bagaimana cara Managing Energy kita? Master trainer ESQ bongkar rumus jitunya.

Caranya jangan salah fokus kepada 3 hal tadi (less, loss, dan never). Yang disebut happiness itu adalah ketika kita fokus kepada apresiasi bukan kepada ekspektasi.

“Contoh dulu ketika sebelum PSBB, penumpang ramai sekali. Harga tiket sekian. Kita fokus kepada problem kepada ekspektasi. Tapi tidak mampu merangkul perubahan. Kita harusnya fokuskan kepada solution,” tambahnya.

Description: http://esqnews.id/uploads/images/5f0887cf94f14.jpeg

Harapan khalayak, KAI harus jadi pabrik talenta di Indonesia, yang memiliki sebuah perkawinan. Antara Grand Why atau Core Purpose (Misi dan Strategi) dengan Core Values yaitu AKHLAK.

“Yang disampaikan oleh pak Ary ini sangat menarik. Kita akan membentuk change agent. Dan dilatih secara khusus supaya bisa membantu perusahaan dalam proses percepatan transformasi. Pelajaran yang menarik disampaikan pak Ary adalah bagaimana kita semua yang ada di sini sebagai seorang Leader modal transformasi. Tak hanya transformasi bisnis tapi harus melakukan transformasi di bidang culture,” tutur Agung Yunanto selaku Direktur SDM PT KAI.

Ia berharap agar tim yang berada dalam pimpinan para leader bisa masuk ke dalam level Grand Why (pengabdian terbesar kepada Tuhan Yang Maha Esa).

Description: http://esqnews.id/uploads/images/5f0887c266ec6.jpeg

PETRONAS dan ESQ Berbagi Tips Agar Survive di Era VUCA

By News No Comments

Perbincangan menarik dan kolaborasi yang solid antara dua negara. Dibawakan langsung oleh Dato’ Sri Hj. Syed Zainal Abidin Syed Mohamed Tahir sang Former Vice President of Marketing, Downstream Business, di PETROLIAM NASIONAL (PETRONAS). Beliau berasal dari Negeri Jiran, Malaysia.

Melalui Webinar ‘HOW TO ALIGN YOUR BUSINESS IN NEW ERA’ pada (1/7/2020), dipertemukan oleh DR. HC. Ary Ginanjar Agustian sang motivator, educator, sekaligus Founder ESQ asal Indonesia.

Ratusan orang tertuju pada isi materi yang mereka sampaikan. Yang mengupas tuntas VUCA ERA COVID-19.

Seperti yang dunia alami saat ini yaitu: Volatility (berubah-ubah), Complexity (keruwetan), Uncertainty (ketidakpastian), Ambiguity (ketidakjelasan).

“Saya belajar dari kawan-kawan. Pelajaran yang harus kita ingat bahwa keuntungannya disimpan untuk alignment. Dan ada suatu principle. Terdiri dari 3 perkara yang perlu kita simpan yaitu kita harus bisa syariat, kita harus bisa bekerja, dan kita harus simpan pada diri kita sendiri,” terang Dato’ Sri.

Ada 5 langkah yang diperlukan untuk memiliki Super Agility Mentality. Agar bisa survive di era VUCA COVID 19:

1. Embrace The Change (merangkul adanya perubahan)

2. Solution Mode (temukan solusi)

3. Merapat dan rangkul Customer Anda

4. Restruktur finansial dan operasi Anda

5. Ciptakan Terobosan, Produk, dan Layanan Baru !

Pembekalan Leaders as Coach PT Perkebunan Nasional (PTPN) XII di Februari 2020

By News No Comments

Jajaran pemimpin dalam suatu perusahaan memiliki tugas yang besar untuk mencapai kemajuan dan meraih keberhasilan dalam bidang yang menjadi tanggung jawabnya. Para pemimpin ini memiliki tugas yang rumit dan tidak dapat dikatakan mudah. Bekal skill dan kecerdasan intelektual saja, menjadi tidak cukup saat berbagai masalah psikologi dan sosial menjadi ujian yang terjadi dari hari ke hari.

Dikatakan bahwa saat seseorang menjadi pemimpin, maka ia harus menanggalkan jubah profesinya dan menyatu dalam bagian atau unit yang ia pimpin, tanpa kehilangan kharismanya. Seorang pemimpin masa kini, bukan hanya harus menjadi sosok yang menjadi teladan, tapi juga harus mampu memayungi dan memimpin orkestrasi kinerja para karyawan.

Ibarat memimpin sebuah orkestra, memimpin adalah seni yang harus terus dipelajari dan ditingkatkan seiring dengan makin meningkatnya tuntutan zaman. Kita tidak lagi bisa hanya mengharapkan para karyawan mampu patuh begitu saja pada arahan transformasi yang ingin dilakukan oleh perusahaan.

Bahkan seringkali sebuah transformasi menjadi gagal karena unsur people yang ada di dalamnya tidak ditangani dengan tepat. Bahkan tidak jarang sebuah upaya peningkatan budaya organisasi hanya menjadi suatu konsep tertulis semata, yang tidak dihayati oleh para karyawan.

Dalam upaya untuk melakukan transformasi organisasi ini, metode pemimpin gaya lama yang menggunakan pecut untuk menakut-nakuti karyawan sekarang sudah lama ditinggalkan. Metode yang dibutuhkan oleh para pemimpin saat ini adalah coaching.

Dalam metode coaching, seorang pimpinan berhadapan langsung dengan karyawan yang ia ingin kembangkan. Dengan cara ini, pimpinan akan dapat memperoleh informasi dari karyawan langsung dan bukan hanya sekedar membaca laporan tertulis buatan seorang supervisor, atau membaca grafik dan angka yang dihasilkan oleh software dalam komputer.

Karyawan lebih dari sekedar angka dan nama dalam sebuah laporan. Ia memiliki akal dan hati yang harus diakrabkan dengan values, visi dan misi perusahaan. Karyawan juga lebih dari sekedar nama diatas target KPI yang harus ia tanda tangani. Ia adalah seorang manusia dengan kehidupan tersendiri yang berbeda-beda antara satu orang dengan yang lainnya.

Dengan metode coaching, pemimpin akan bisa melakukan perubahan dari orang ke orang yang dilakukan secara terprogram.  Metode ini bila dilakukan dengan tepat, bisa meruntuhkan barrier sosio psikologis yang semula muncul di kalangan karyawan di suatu bagian tertentu.

Coaching bila dilakukan dengan pas oleh para pimpinan, akan membuat inisiasi perubahan muncul dari karyawan sendiri. Hingga para karyawan yang dipilih untuk di coach ini bisa menjadi komunikator dan role model yang handal bagi berbagai program perubahan dan peningkatan target yang ingin dilakukan oleh perusahaan.

Pada hari Jumat 21 Februari 2020, telah terlaksana Workshop Leaders as Coach di PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XII. Acara ini digelar bekerjasama dengan ACT Consulting, dan dihadiri oleh Direktur Utama, Direktur Operasional, beserta segenap leaders yang masuk dalam lingkaran kedua setelah Board of Director.

Sebelumnya, pada hari Kamis tanggal 20 Februari 2020, PTPN melakukan setting target tahunan hingga pada jam 2.30 dinihari. Namun hal itu tidak membuat para leaders menjadi surut semangatnya. Mereka bahkan meneruskan pada hari Jumat melanjutkan Training leaders as a coach dengan dipandu oleh Coach Arief Rahman Saleh.

Para pimpinan ini sangat berminat pada materi Leaders as Coach yang disampaikan, hingga walaupun training berlangsung sehari penuh, namun peserta tidak ada yang mengantuk. Dengan serius dan khidmat, para peserta terlibat secara aktif dalam berbagai sesi yang diberikan. Pada momen tersebut, dilakukan juga penandatanganan kontrak target di tengah-tengah sesi.

Acara berlangsung dengan tingkat fokus yang tinggi dari para pimpinan yang mengikuti. Secara aktif dan  dengan kesungguhan yang tercermin di raut wajah para peserta. Fokus tinggi ini juga tercermin dari berbagai pertanyaan yang diangkat langsung dari persoalan sehari-hari. Dalam kegiatan ini, para pimpinan PTPN XIII mendapatkan materi Basic Coaching for Leaders dari Direktur ESQ Coaching Academy, Master Coach Arief Rahman Saleh selama sehari penuh. 

Workshop Review Rencana Aksi Badan Kesehatan Tradisional Masyarakat (BKTM) Makassar Di Awal Februari 2020

By News No Comments

Di masyarakat kita tersebar berbagai layanan kesehatan tradisional. Namun banyak diantaranya yang berkembang tanpa adanya bimbingan dari pemerintah terutama dari kementerian kesehatan. Padahal masalah kesehatan adalah masalah yang serius yang berkaitan dengan kesehatan bahkan nyawa seseorang.

Penanganan kesehatan tradisional banyak dianggap sebagai lahan bisnis yang menarik di masyarakat. Hingga banyak tempat yang memberikan layanan ini. Namun beragam layanan yang kini terus menjamur di masyarakat ini, banyak yang beroprasi tanpa adanya sebuah standarisasi yang dapat diterapkan secara baik untuk menjamin kualitas yang diberikan.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia kemudian memberikan perhatian yang serius pada masalah ini. Salah satu yang dilakukan adalah melalui UPT nya (Unit Pelaksana Teknis), Badan Kesehatan Tradisional Masyarakat (BKTM) Makassar yang berada di bawah koordinasi Sekretariat Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat.  

Setiap daerah memiliki pola layanan kesehatan tradisional yang berbeda, namun ada garis besar yang serupa diantaranya, yang dapat dijadikan landasan untuk melakukan standarisasi secara profesional. Sebagai pionir organisasi kesehatan yang memiliki lembaga resmi dan telah berada di bawah Kementerian Kesehatan, BKTM terus melakukan upaya penataan diri.

Badan Kesehatan Tradisional Masyarakat Makassar ini berusaha dengan serius untuk dapat melakukan langkah-langkah transformasi organisasi secara internal sebelum dapat melangkah di era milenial dimana terdapat berbagai informasi yang tersebar bebas di masyarakat.

BKTM Makassar menyadari bahwa dalam melakukan transformasi tidak cukup hanya dari sisi bisnis, tetapi juga perlu dari sisi budaya. Transformasi dari sisi bisnis bertujuan untuk clarity sehingga tidak ada area yang out of control. Namun yang mengeksekusi adalah people. Oleh karenanya di saat bersamaan organisasi juga perlu untuk melakukan transformasi budaya yang bertujuan untuk menghasilkan SDM yang mampu membawa organisasi tetap sustain menghadapi perubahan era.

Adapun rencana aksi yang dirumuskan bersama oleh BKTM Makassar ini telah melahirkan visi misi dan values yang baru untuk menjadi acuan dalam pengembangan lembaga ini selanjutnya. Salah satu hal yang telah berhasil dicapai adalah penetapan Visi BKTM. Visi Badan Kesehatan Tradisional Makassar adalah untuk menjadi  Pusat Penggerak Pembangunan dan Pengembangan Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Tradisional Indonesia.

Dalam upaya Transformasi Budaya Organisasi di dalam BKTM Makassar ini juga telah ditetapkan Misi dari BKTM Makassar yaitu sebagai Unit Pelaksana Teknis di bidang kesehatan tradisional masyarakat. Yang memiliki tujuan untuk Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara holistik berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi melalui integrasi pelayanan kesehatan konvensional dan tradisional.

Dalam menjalankan tugasnya, BKTM Makassar juga memiliki misi untuk berkontribusi dalam upaya mewujudkan masyarakat sehat, mandiri dan berkeadilan. Dengan upaya untuk mewujudkan generasi yang unggul dan berdaulat.

Visi, Misi dan Nilai dari Badan Kesehatan Tradisional Masyarakat di Makassar ini lahir dari perumusan bersama dalam Workshop yang diadakan pada tanggal 7-9 Februari 2020. Pada momen tersebut BKTM Makassar juga merumuskan berbagai Rencana Aksi sepanjang 2020-2024.

Dalam kegiatan tersebut, Konsultan Expert Bidang Budaya Organisasi dan Kepemimpinan yang memandu kegiatan Workshop Review Rencana Aksi ini adalah Coach Rinaldi Agusyana dari ACT Consulting. 

Training For Trainer Sales Head dan Processing Head BNI Syariah Di Februari 2020

By News No Comments

Persaingan di dunia layanan keuangan makin meningkat. Kita bisa melihat disrupsi yang dilakukan oleh berbagai perusahaan teknologi finansial yang makin menjadi saingan bagi keberadaan industri perbankan. 

Berbagai layanan pinjaman dan fasilitas keuangan lainnya makin marak ditawarkan orang dari hari ke hari. Keberadaan beraneka ragam platform keuangan yang memberikan inovasi yang dibutuhkan masyarakat makin membuat masyarakat lupa akan keberadaan bank. 

Hingga saat ini, bank masih dibutuhkan bagi masyarakat sebagai tempat untuk menyimpan tabungan dan untuk deposito. Namun dalam fungsi lain yang paling minimal di era disrupsi ini, bisa jadi fungsi bank bagi banyak orang lain hanya untuk tempat menerima gaji bulanan saja. Sementara berbagai fungsi perbankan yang dapat mendatangkan keuntungan bisa jadi makin jauh dari minat masyarakat. 

Dalam menghadapi disrupsi sedemikian, apa yang bisa dilakukan oleh pihak perbankan? Melakukan berbagai inovasi layanan tentunya. Hal lain yang bisa dilakukan adalah dengan memperbaiki beragam fitur layanan yang kini ada, dan membuatnya makin mudah dilakukan secara online. Karena saat ini banyak sekali alasan masyarakat untuk tidak mendatangi bank karena sejumlah alasan. 

Penyebab turunnya minat masyarakat ini harus diketahui tentunya. Dengan mengetahui berbagai sebab tersebut, pihak perbankan dapat mencari solusinya dengan menghadirkan beragam inovasi yang membantu memecahkan permasalahan yang ada di masyarakat. 

Kita bisa melihat saat ini bahwa sejumlah inovasi fintek telah merebak dan tanpa disadari telah meraih kepercayaan dari masyarakat secara luas. Bahkan masyarakat pengguna berbagai layanan fintek itu tidak menyadari bahwa mereka telah mulai melakukan pergeseran perilaku konsumsi keuangan dari yang semula hanya bank-minded menjadi app-minded. Dari berorientasi menyimpan di bank, menjadi mengaktifkan dananya pada berbagai bentuk layanan finansial dan keuangan yang ada di masyarakat. 

Bank Negara Indonesia (BNI) Syariah tidak mau berdiam diri dalam menghadapi fenomena ini. Dikatakan oleh banyak ahli bahwa hal yang paling bahaya dalam menghadapi era turbulensi dan era disrupsi, bukanlah turbulensi atau disrupsi itu sendiri, namun yang paling berbahaya adalah menggunakan logika lama untuk menjadi dasar tindakan dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang baru muncul. 

Bisa dibayangkan apa yang terjadi bila kita mencoba untuk “solve today’s problem with yesterday’s logic?”. Ya, bisa jadi kita hanya bisa menyajikan beragam solusi yang ketinggalan jaman atau outdated. 

Untuk mendapatkan pendekatan yang terbaik dalam menghadapi pelanggan yang kebanyakan merupakan generasi millennial, tentunya cara penjualan dan pemasaran yang dilakukan tidak bisa hanya semata-mata mengandalkan cara lama yang telah ketinggalan jaman. 

Menghadapi era digital, kita pun harus memiliki mental yang cocok untuk menyeimbangkan antara kecepatan informasi yang ada, dengan empati, kreativitas dan fleksibilitas yang tidak dimiliki oleh mesin dan komputer yang tanpa perasaan. 

Walaupun komputer yang sekarang ada memiliki kecerdasan jauh melebihi tingkat kecepatan pemrosesan informasi dalam hal kalkulasi, tetap saja komputer tidak memiliki kemampuan intuisi dan kepekaan. 

Salah satu penyebab mengapa diperlukan penyegaran dengan materi training yang selalu diperbaharui di era teknologi digital adalah karena untuk menghadapi masalah terbaru, kita harus menggunakan mindset yang sudah lebih baru. 

Untuk mengajarkan mindset yang updated dalam bekerja, para sales head dan processing head dari BNI Syariah mempercayakan kepada ACT Consulting untuk menyelenggarakan Training For Trainer. 

Dengan TFT dari ACT Consulting yang merupakan expert dalam membentuk mindset peserta inilah, kita bisa menaruh harapan untuk peningkatan kemampuan yang lebih baik bagi para Sales Head dan Processing Head. Diadakan di awal tahun 2020, BNI Syariah tengah menuju medan persaingan dengan kesiapan yang lebih baik. 

Leadership Management Training PT PLN Persero di Februari 2020

By News No Comments

Keterampilan memimpin perlu untuk terus ditingkatkan seiring dengan meningkatnya target dan meluasnya visi yang dicanangkan oleh perusahaan. Untuk membuat perusahaan yang lebih baik, pemimpin perlu diberikan pembekalan yang bersifat progresif.  

Pembekalan keterampilan kepemimpinan (leadership skill development) harus memiliki pandangan progresif agar sebelum suatu masalah terjadi, pemimpin dapat memprediksi dan menyiapkan berbagai rencana yang baik. 

Seperti kita ketahui, di era kini disrupsi menghadang di berbagai bidang industri.  Sebelum disrupsi terjadi, atau di awal disrupsi mulai menghadang, pemimpin perlu mengembangkan daya leadership yang bersifat sesuai dengan wilayah kerja dimana ia mengabdi. 

Namun untuk menghadapi disrupsi, para pemimpin bukan hanya harus bekerja lebih keras, ia juga harus bekerja lebih cepat, lebih handal, dan memiliki agility (kelincahan). Kesemua ini diperlukan agar pemimpin mampu untuk bangkit dari tiap persoalan dengan daya lenting yang baik, serta mampu memimpin orkestrasi pekerjaan dengan kolaborasi yang baik di dalam tim kerjanya. 

Berbagai keterampilan diatas terutama diperlukan untuk perusahaan pemerintah yang memiliki peran besar dalam memberikan pelayanan pada masyarakat.  Penyebabnya karena masalah yang dapat muncul sehari-hari di masyarakat bisa beragam dan berbeda dari hari ke hari. 

Untuk dapat menyelami masyarakat tersebut, sebuah program kepemimpinan dapat disetting untuk dilakukan dengan turun langsung berkegiatan di luar ruangan bersama timnya dalam konteks nyata keseharian.   

Sebuah program kepemimpinan yang dilakukan dalam setting alami, akan memunculkan sifat asli seseorang.  Perusahaan dapat mengetahui gambaran profil kepribadian nyata para pemimpin yang dimilikinya melalui observasi yang dilakukan oleh psikolog terlatih saat kegiatan dilakukan. 

Program luar ruang ini dapat diselenggarakan di wilayah yang termasuk ekonomi lemah, dan diberikan  sebagai wujud pengabdian pada masyarakat. Melalui kegiatan ini, kemampuan komunikasi seorang pemimpin dan kepeduliannya pada kaum lemah dapat diamati apakah baik atau tidak. 

Selain itu program kepemimpinan yang dilakukan dengan aktivitas fisik seperti mengecat rumah ibadah, membangun fasilitas publik, atau memperbaiki fasilitas umum dengan setting asli di berbagai lokasi yang berbeda di suatu perkampungan ini juga dapat melatih kesabaran dan melatih sikap bijaksana. 

Jajaran manager atau pimpinan yang sehari-hari tampil rapi dan wangi, melalui program ini ditantang untuk mau berpeluh keringat dan membanting tulang dalam artian yang sebenarnya. Jauh dari kenyamanan kantor dengan pendingin ruangan dan berbagai fasilitas di dalamnya. 

Dengan menyelami kehidupan nyata masyarakat ini, para pemimpin harus mengupas lapisan gengsi mereka dan merelakan kakinya dan tangannya terkena lumpur tanah atau dinding yang berjamur.  Namun disinilah perusahaan dapat melihat sendiri bagaimana sebenarnya dorongan yang dimiliki oleh seorang pemimpin yang sehari-harinya tampil sempurna. 

Apakah para pemimpin tersebut masih bisa tersenyum dengan kondisi terik matahari atau guyuran hujan? Apakah kondisi yang tidak nyaman bisa membuat mereka tetap tabah, atau malah mereka akan mulai mengeluh dan saling menyalahkan?  Hal-hal semacam ini yang menarik untuk diketahui oleh tim observer dari perusahaan dan dari psikolog. Karena profil kepribadian seorang pemimpin yang sebenarnya akan dapat diketahui dengan cara ini. 

Untuk melatih kepemimpinan jajaran manager di PT PLN Persero, pada tanggal 12-14 Februari 2020 ACT Consulting kembali diberi kepercayaan untuk melaksanakan Leadership Management Training untuk sejumlah batch. Kegiatan ini dipandu oleh Coach Bramanto Wibisono dan Coach Eka Chandra di setting perkampungan di  Jakarta.