
Sebelum menjadi CoFounder MrSool, Said Al Misri di suatu siang memikirkan tentang sebuah ide. Solusi untuknya bisa memenuhi berbagai kebutuhan yang diminta oleh keluarganya tanpa harus meninggalkan kantor dan kehilangan waktu bekerja.
Saat itu, Said mulai memiliki ide tentang pembuatan aplikasi online. Ia mengemukakan idenya tersebut pada beberapa kawannya yang memiliki keahlian dalam pembuatan aplikasi online. Tak lama, Said Al Misri mulai menyusun proposal bisnis untuk idenya tersebut
Salah satu kawannya adalah Al Sanad. Awalnya ia menyampaikan keberatannya, karena sebelum ide tentang MrSool lini, Al Misri pernah datang padanya dengan beberapa ide tentang aplikasi online juga, yang dianggap Al Sanad tidak akan bisa berhasil. Namun kemudian ia mengusulkan sejumlah ide untuk memperbaiki ide yang dimiliki Al Misri tentang aplikasi MrSool ini.
Tak lama dari saat itu, pada tahun 2015 MrSool diluncurkan. Di tahun 2017, MrSool telah memiliki jumlah kurir mencapai 80 ribu orang. Di Appstore pun aplikasi ini telah mendapatkan rangking 4.8 dari skala 5, dan masuk dalam 100 aplikasi yang paling aktif digunakan di seluruh dunia.
Di tahun 2019, MrSool telah memiliki 4 juta pengguna yang telah mendaftarkan diri di aplikasi ini. bahkan jumlah transaksi yang tercatat selama setahun terakhir telah menyentuh angka 1 milyar Saudi Riyal atau setara denga 3,7 Trilyun Rupiah.
MrSool memiliki pendekatan yang personal. Berbeda dengan yang aplikasi yang sama dalam Uber. Bahkan kepopuleran MrSool di Arab Saudi jauh mengalahkan aplikasi sosial media terbesar di dunia, Facebook, di negara itu. Sukses di Arab Saudi, MrSool telah merencanakan untuk merambah negara lain di kawasan teluk dan Jazirah Arab.
Hal ini terutama karena iklim interaksi terbatas yang merupakan budaya di negara tersebut. Dalam keterangannya, Said Al Misri menyampaikan bahwa para wanita dan ibu-ibu di Saudi dapat menganggap bahwa para kurir MrSool adalah saudara-saudara mereka yang akan membawakan apa yang mereka beli melalui App, ke tempat mereka berada. Apakah itu di rumah, kantor, atau sekolah.
Hal ini membuat para suami, kakak, adik, ayah atau paman dari para perempuan di Saudi tidak lagi terbebani oleh permintaan istri, ibu, anak, atau saudara perempuan mereka untuk membelikan sesuatu yang tengah mereka butuhkan. Istimewanya, karena sifatnya yang on demand, aplikasi ini menyediakan layanan delivery langsung. Hampir sama dengan gabungan antara layanan gomed, gomart, gosend dan gofood di aplikasi Gojek atau Grab di Indonesia.
Intinya, beragam hal bisa diantar oleh Kurir MrSool ke tempat anda di kawasan Arab Saudi dengan satu app. Bahkan app ini dapat membelikan Anda beberapa order sekaligus, sehingga tidak perlu melakukan banyak pesanan dan menghabiskan beberapa kali ongkos kirim. Hal ini karena pendekatan personal yang dimiliki oleh MrSool di dalam aplikasinya. Lebih personal dari sekedar membuat ceklist pada pilihan barang atau makanan yang ada di dalam suatu app, seperti yang masih harus kita lakukan di app transportasi online yang saat ini kita gunakan di Indonesia. Mungkinkah aplikasi online dalam negeri dapat meniru kunci kesuksesan MrSool ini juga?






Airbus, sebuah perusahaan dirgantara yang berdiri dengan gabungan teknologi dari sejumlah negara Eropa ini, memiliki 3 lini bisnis dirgantara utama. Yaitu divisi produksi pesawat komersial, divisi militer dan divisi helicopter. Konon, lini industri yang disebut ketiga inilah yang memberikan pemasukan terbesar pada perusahaan ini.
Banyak orang ingin memulai bisnis sendiri, karena ingin menjadi kaya. Tetapi banyak diantara pebisnis pemula, melakukannya karena prestise yang melekat pada kata ‘pemilik bisnis’. Banyak yang membayangkan waktu luang berlimpah, gaya hidup mewah, dan kesempatan untuk berlibur keliling dunia.
Banyak orang tak berani memulai bisnis karena memerlukan biaya yang besar. Sebagai pengusaha pemula, yang jadi pikiran biasanya; biaya pendirian perusahaan, menyewa tempat, modal awal usaha, membuat rencana bisnis, menggali ide bisnis yang unik, dan lain-lain.
Kondisi perekonomian China tengah meroket. Hal ini merupakan buah dari langkah yang dilakukan pemerintah China. Tak heran, Xi Jinping telah dinobatkan sebagai orang paling berpengaruh di dunia versi majalah Forbes. Lazim ditemui di Indonesia, banyak perusahaan besar yang dikelola oleh keturunan China. Banyak dari perusahaan ini tumbuh membesar menjadi raksasa bisnis yang menampung banyak tenaga kerja.
Khalid Al Falih adalah menteri Energi Arab Saudi saat ini. Sebelumnya ia adalah menteri kesehatan dan juga CEO dari Saudi Aramco, perusahaan energi milik negara tersebut.


