Skip to main content
All Posts By

admin

Partner In Culture Transformation

ACT-Consulting-Training-Upskilling-Go-Beyond-Band-2-Telkomsel

Hadirkan Semangat Digital Dalam Budaya Perusahaan Melalui Upskilling Go Beyond Band 2 Telkomsel

By News No Comments

Sebagai perusahaan industri seluler terbesar di Indonesia, PT Telkomsel tidak hanya fokus dalam menciptakan profit semata. Namun perusahaan yang memiliki pelanggan mencapai 157,4 juta di Indonesia pada 2016 ini juga memiliki kepedulian tinggi dalam pelatihan dan pengembangan staff, serta budaya perusahaan di seluruh jajaran.

Hal ini terbukti dengan kembali diadakannya Training “Upskilling Go Beyond Band 2 Telkomsel” bersama ACT Consulting di Hotel Santika, Bandung, 11 – 13 September 2017 lalu.

Acara berlangsung penuh kekeluargaan melalui games, diskusi, presentasi, dan studi kasus sehingga membuat suasana menjadi hangat dan bahkan bermunculan ide-ide segar dalam proses perbaikan kinerja.

Selain itu, Trainer Bram Wibisono dan Bayu Yudha mampu membawakan training dengan menyenangkan dan renyah di terima peserta dan yang pasti memiliki kedalaman yang mampu menggetarkan perasaan peserta.

Hangat, keakraban, tawa, canda juga haru… Menjadi warna-warni perjalanan training peningkatan kompetensi Go Beyond kali ini.

Dengan adanya training ini, peserta diharapkan mampu memahami dan mampu mengimplementasikan Kompetensi Baru bagi Karyawan Telkomsel. Kompetensi yang diperlukan untuk pengembangan budaya perusahaan agar mampu beradaptasi dan bertumbuh sehingga Telkomsel mampu menjawab tantangan di Dunia VUCA dan tetap Menjadi Market Leader di Era Digital.

ACT-Consulting-training-go-beyond-telkomsel-bandung

“Go Beyond” Jadi Cara Telkomsel Tingkatkan Kompetensi Karyawan di Era Digital

By News No Comments

ACT Consulting – Sekali lagi, Telkomsel menggelar program Training Go Beyond. Training bertajuk Digital Transformation yang bekerjasama dengan ACT Consulting ini berlangsung di Hotel Santika Bandung pada 21-23 Agustus 2017 lalu.

Training dihadiri oleh sejumlah divisi Telkomsel dari Jabodetabek dan Jabar. Bersamai trainer ramdanid dan Achmad Ferdi, peserta tampak antusias mengikuti aktivitas selama dua hari tersebut.

“Training ini sangat menyenangkan dan sama sekali tidak membosankan. Cara menyampaikan materi fun dan ada games yang makna di dalamnya berkaitan dengan dunia kerja sehari-hari,” tukas salah satu peserta Training Go Beyond Batch 6 Band 2.

Seperti pernah dijelaskan sebelumnya, training Go Beyond ini bertujuan untuk menciptakan insan Telkomsel yang tangguh, kompeten, berkarakter, dan berdedikasi tinggi. Harapannya ialah untuk mengembangkan kemampuan dan mampu bersaing sehat di Era Digital ini. (Ai)

ACT-Consulting-Training-Digital-Transformation-go-beyond-telkomsel-training-pembekalan-karyawan

ACT Consulting – Antusiasme Karyawan Telkomsel di Training Digital Transformation “GO BEYOND”

By News No Comments

Sekali lagi, Training Digital Transformation dari Telkomsel bersama ACT Consulting kembali digelar. Training bertajuk “Go Beyond” ini berlangsung pada 21-23 Agustus 2017 di Hotel Santika BSD City, Tanggerang Selatan-Banten.

Training ini bertujuan untuk membangun sistem yang baik di dalam perusahaan lewat cara Digital mastery. Cara yang membutuhkan SDM yang mumpuni dan memadai.

Sepanjang acara yang dipandu Achmad Zaki dan Novriza Ardhana ini, peserta tampak antusias. Training berjalan fun dengan sejumlah game menarik yang memberikan banyak pelajaran berharga.

“Setelah ikut training ini saya berani mengungkapkan ide ide saya dan mau menerima pemikiran orang lain atau pendapat dari orang lain. Banyak sekali manfaat untuk diri saya,” kata Yuli Hartati.

Hal serupa juga diungkapkan Brillyansyah Datyassakti dan Atsari Rezan yang merasa termotivasi usai mengikuti training Go Beyond.

Training yang banyak mengupas tentang networking, kerjasama, dan hal penting untuk pengembangan bisnis ini dibuka oleh Mardi FN Sinaga, VP People Development PT. Telkomsel Indonesia.

Lewat Training ini, diharapkan para peserta mampu membuka mindset rekan-rekan kerja di PT. Telkomsel Indonesia. Langkah jitu untuk menghadapi tantangan bisnis di masa mendatang. (Ai)

ACT-Consulting-training-revolusi-mental-pariwisata-RI-pelatihan-revolusi-mental-training-kepemimpinan-perusahaan

Great Spirit – Grand Strategy Kementrian Pariwisata RI

By News No Comments

GREAT SPIRIT – GRAND STRATEGY KEMENTERIAN PARIWISATA RI

baru saja penandatanganan Nota Kesepahaman bersama Bapak Menteri Pariwisata, Bapak Arief Yahya untuk mengembangkan KARAKTER ASN DAN BUDAYA KERJA DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PARIWISATA RI


Informasi In House Training dari ACT Consulting dengan Hubungi Contact di bawah ini 

Call us: +62 21 2940 6969

Call us: +62 813 8242 6699

Call us: +62 812 2190 1818

Dapatkan tulisan-tulisan yang menginspirasi dengan like halaman :

facebook : https://www.facebook.com/ACTCONSULTING.CO/

ACT-Consulting-corporate-culture-pentingnya-membangun-BUDAYA-PERUSAHAAN

ACT Consulting – Pentingnya Membangun Budaya Perusahaan

By Article No Comments

Tahukah Anda seberapa penting pengusaha membangun budaya perusahaan? Sebuah konsep yang perlu dipahami oleh para leader, khususnya Human Resources (HR), agar perusahaan dapat terus berkembang dan bersaing mengikuti zaman.

Konsep mengenai budaya perusahaan ini perlu dilihat dari berbagai aspek, agar bisa dilihat seberapa besar perannya dalam struktur organisasi dan fungsinya dalam kinerja perusahaan.

Budaya secara umum diartikan sebagai kumpulan gagasan, nilai, sikap, dan simbol lain yang kompleks, serta bermakna. Budaya digunakan manusia untuk berkomunikasi, membuat tafsiran, dan melakukan evaluasi di tengah lingkup sosial masyarakat.

Nah, yang perlu dipahami budaya tidak hanya tercipta dalam lingkungan masyarakat. Di dalam setiap perusahaan juga ditemukan model budaya yang sesuai dengan KEBIASAAN yang terjadi di dalam lingkup kerja.

Jika Anda mencari pemahamannya, budaya perusahaan diartikan sebagai suatu pola dasar yang dimiliki oleh anggota perusahaan. Pola yang berisi nilai-nilai, norma-norma, dan kebiasaan yang mempengaruhi pemikiran, pembicaraan, tingkah laku, dan cara kerja karyawan sehari hari. Hasil akhirnya, akan bermuara pada kualitas kinerja perusahaan.

Ada 4 aspek yang bisa Anda lihat untuk mengukur budaya perusahaan di kantor Anda. Antara lain :

1. Aspek Keterlibatan
Tingkat keterlibatan yang tinggi dari karyawan bisa meningkatkan rasa tanggung jawab. Secara tidak langsung itu akan meningkatkan komitmen mereka terhadap perusahaan. rasa Kekeluargaan dan kebersamaan tercipta sendiri yang cukup penting dalam membantu menyelesaikan pekerjaan.

2. Aspek Konsistensi
Konsistensi menekankan nilai-nilai yang dimiliki perusahaan. Termasuk soal komunikasi, kerjasama dalam melaksanakan pekerjaan, toleransi, dan penghargaan terhadap prestasi. Ini akan memberikan dampak positif pada pencapaian tujuan organisasi, jadi perlu dibangun dan dikembangkan secara konsisten.

3. Aspek Adaptabilitas
Aspek ini sangat penting untuk mempermudah proses penyesuaian di dalam perusahaan menghadapi perubahan lingkungan yang terjadi. Hal ini diperlukan untuk kelangsungan hidup perusahaan dan juga sebagai tantangan pengembangan perusahaan.

4. Aspek Misi
Menekankan pada pentingnya kejelasan misi dan tujuan dari organisasi bagi para anggotanya.
Dari 4 aspek di atas, bisa dilihat bahwa budaya perusahaan tidak hanya berpengaruh pada peningkatan kinerja perusahaan. Tetapi memiliki fungsi atau peran untuk menciptakan keunikan dan perbedaan antara organisasi satu dengan lainnya.

Apabila setiap orang dalam perusahaan mampu menyelaraskan budaya dengan strategi organisasi, maka tujuan perusahaan akan lebih efektif untuk dicapai. Satu hal yang dibutuhkan untuk bersaing di VUCA Era yang sedang terjadi saat ini.

Untuk itu, milikilah budaya perusahaan yang unggul. Dengan demikian, perusahaan akan bisa memiliki modal untuk maju dan bersaing dengan perusahaan lain. Bukan hanya fokus pada produksi dan teknologi, namun juga sistem pengelolaan organisasi dan inovasi untuk peningkatan prduksi.

ACT Consulting – Transformasi Digital

By Article No Comments

Transformasi digital bukanlah melulu masalah teknologi; namun adalah transformasi organisasi menyeluruh yang mencakup perubahan aspek2 krusial lain seperti: strategi, proses, SDM dan budaya, hingga kepemimpinan.

Transformasi digital tak hanya masalah mengadopsi machine learning, memanfaatkan big data, atau menciptakan aplikasi digital semata, namun adalah “That’s a management and people challenge, not just a technology one.”

Transformasi digital menuntut perusahaan mengembangkan 2 kemampuan: Kapabilitas Digital (Digital Capability) dan Kapabilitas Kepemimpinan (Leadership Capability).

DC, menyangkut the “what” of technology – kemampuan membangun dan mengembangkan teknologi digital ;
LC, menyangkut the “how” of Leading Change – kemampuan mengarahkan dan menggerakkan perubahan!

sekelumit dari Digital Mastery oleh kawan2 kita:
Priyantono Rudito, PhD dan Mardi FN Sinaga, MBA. digital transformation is not about technology, but about management and people mindset

Transformasi digital dibutuhkan untuk mampu bertahan dan mengembangkan organisasi atau perusahaan menghadapi VUCA Era.

Bergeraklah dan rencanakan transformasi digital segera bersama kami ACT Consulting. Lewat Inhouse Training, ACT Consulting siap membantu Anda melakukan Tranformasi Digital secara tepat.

Info lebih lanjut mengenai “Digital Mindset Transformation Training Facing Vuca Era” di :
https://actconsulting.co/digital-mindset-transformation-in-vuca-era/

ACT Consulting | budaya organisasi | budaya kerja organisasi | organization culture | konsultan culture

ACT Consulting – Inilah 5 Aspek Pewarisan Budaya Organisasi

By Article No Comments

Pewarisan diartikan sebagai proses pembelajaran untuk melestarikan budaya organisasi dari pendiri atau pimpinan organisasi dan anggota kelompok kepada anggota-anggota baru. Tujuannya agar budaya organisasi dapat dipakai sebagai pedoman berperilaku oleh seluruh anggota kelompok dalam organisasi.

Taliziduhu Ndhara mengatakan bahwa pewarisan budaya organisasi ditinjau dari segi didaktik dapat dilakukan sebagai bahan dan cara pembinaan, penyuluhan, pelatihan, dan pengajaran terhadap masyarakat menyangkut program sehari-hari, jangka pendek, menengah, dan jangka panjang.

Sementara Stephen P. Robbins mengatakan bahwa ada tiga kekuatan yang memastikan bagian yang sangat penting dalam mempertahankan suatu budaya, yaitu praktik seleksi, tindakan manajemen puncak, dan metode sosialisasi.

Berdasarkan pengalaman ACT Consulting melakukan transformasi budaya organisasi kepada banyak perusahaan, ternyata ada 5 aspek pewarisan budaya organisasi di perusahaan.

Apa saja 5 faktor tersebut? Nah, mari kita telaah bersama.

1. Berbagi Nilai (Value Sharing)
Schein mengartikan shared sebagai anggota-anggota kelompok yang menganut suatu perasaan tertentu dan pengalaman atau aktivitas secara bersama. Sistem komunikasi bersama ini diajarkan secara nonverbal melalui signal-signal yang sama kepada setiap anggota organisasi.
Sistem ini kemudian menghasilkan perasaan atau pengalaman berbagi nilai yang dapat dikelompokkan sebagai berikut.
a. Kecemasan bersama merupakan perasaan empatik dalam kehidupan kelompok di mana anggota-anggota lain mempunyai kecemasan dan ketegangan seperti yang dialami anggota-anggota baru.
b. Respons emosional bersama terhadaptekanan dari luar biasanya berwujud ancaman dari luar.
c. Aksi nyata bersama merupakan aktivitas ikatan secara fisik yang menunjukkan adanya batas kelompok apakah seseorang berpartisipasi atau tidak
d. Melepaskan emosi bersama dapat dilakukan melalui acara-acara simbolis dan pelepasan emosional yang terkait dengan aktivitas pelepasan emosi benar-benar dirasakan. Dampaknya, ikatan berbagi nilai tidak hanya menyangkut tindakan dan perasaan, namun juga merasakan berbagai kesalahan dan rasa malu.
e. Penurunan emosi bersama dapat dilakukan melalui aktivitas, seperti pertandingan olahraga, menonton bersama, makan bersama, dna sebagainya. Aktivitas tersebut menambah perasaan berbagi nilai karena adanya pelepasan menyangkut hambatan-hambatan sosial.

2. Seleksi
Proses seleksi merupakan tindakan awal untuk memperkenalkan budaya organisasi kepada calon anggota baru organisasi. Dengan tujuan agar dapat memilih melanjutkan atau mundur setelah mengetahui standar yang ditetapkan oleh organisasi.

3. Tindakan Manajemen Puncak
Tindakan manajemen puncak sangat berpengaruh terhadap budaya organisasi.  Sebab, perilaku pimpinna puncak dapat ditiru sebagai suri teladan oleh anggota-anggot organisasi. Demikian pula perintah atau larangan yang dibuat oleh pimpinan puncak bisa dijadikan pedoman berperilaku bagi karyawan.

4. Sosialisasi
Menurut S.P. Robbins, sosialisasi organisasi adalah proses seseorang mempelajari nilai, norma, dan perilaku yang dituntut, yang memungkinkan ia untuk berpartisipasi sebagai anggota organisasi. Karena sosialisasi organisasi merupakan mekanisme kunci yang digunakan untuk menanmkan budaya organisasi.
Proses sosialisasi budaya organisasi dapat dilakukan melalui tiga tahap, yaitu sosialisasi antisipasi, pertemuan, serta perubahan dan pemahaman yang bertambah.

5. Media Pewarisan
Robbins mengatakan bahwa ada beberapa media yang dapat digunakan dalam proses pembentukan dan pewarisan budaya organisasi, yaitu:
a. Cerita, yaitu suatu narasi peristiwa pendiri organisasi, pimpinan organisasi, keputusan-keputusan penting yang memberi dampak terhaap jalannya organisasi di masa yang akan datang dan mengenai manajemen puncak saat ini.
b. Ritual, yaitu kegiatan periodik yang mengungkapkan dan memperkuat nilai-nilai utama organisasi itu, tujuan apakah yang paling penting, orang-orang manakah yang penting dan mana yang dapat dikorbankan.
c. Simbol Material dapat berupa desain serta pemanfaatan fisik ruangan dan gedung, perabot kantor, kebiasaan eksekutif, cara berpakaian, dan sebagainya. Tujuannya untuk mengungkapkan kepada para karyawan atau orang mana saja yang penting dan tingkat derajat kesamaan yang diinginkan oleh manajemen puncak dan perilaku tertentu yang sesuai.
d. Bahasa sebagai cara untuk mengidentifikasi anggota suatu budaya atau anak budaya dalam organisasi maupun unit organisasi. Dengan mempelajari bahasa di dalam organisasi maupun unit organissi, anggota membuktikan penerimaan mereka akan budaya dan juga membantu melestarikannya.

Itulah 5 Aspek Pewarisan Budaya Organisasi untuk menjadi acuan bagi pendiri maupun pimpinan perusahaan untuk mewariskan budaya organisasi kepada karyawan. Ingin lebih tahu lebih dalam mengenai seluk beluk budaya perusahaan dan bagaimana membentuk budaya perusahaan dengan baik? Anda bisa cek ACT Consulting sebagai referensi Anda.

Undang Kami Untuk Preview dan Diskusi mengenai Kebutuhan Perusahaan Anda


Informasi In House Training dari ACT Consulting dengan Hubungi Contact di bawah ini 

Call us: +62 21 2940 6969

Call us: +62 813 8242 6699

Call us: +62 812 2190 1818

Dapatkan tulisan-tulisan yang menginspirasi dengan like halaman :

facebook : https://www.facebook.com/ACTCONSULTING.CO/

ACT Consulting | pelatihan motivasi karyawan | training agent of change | training budaya karyawan | training motivasi karyawan | training budaya kerja

ACT Consulting – 7 Prinsip Dasar untuk Sukses Berkarir di Era VUCA

By Article No Comments

Saat ini beberapa perusahaan banyak yang bangkrut akibat adanya fenomena VUCA. Namun ada beberapa perusahaan lainnya sedang berusaha untuk tetap bertahan menyesuaikan VUCA.

VUCA tak hanya berpengaruh terhadap bisnis saja, namun juga kepada individu-individu yang terlibat dalam kegiatan bisnis perusahaan. Karena itu, setiap individu harus memiliki prinsip dasar untuk mempersiapkan diri menghadapi fenomena VUCA.

Apa sajakah prinsip dasar untuk sukses berkarir dalam fenomena VUCA? Nah, mari kita coba telaah bersama.

[highlight background=”#1616ac” color=”#ffffff”]1. Hati harus Lapang[/highlight] Mungkin Anda memiliki prestasi, keahlian, atau pengalaman lebih baik dari rekan atau pimpinan, namun Anda harus berlapang dada dan rendah hati menerima pengetahuan atau wawasan dari rekan atau pimpinan. Lebih baik Anda tidak meremehkan keahlian dan keterampilan rekan atau pimpinan Anda agar suasana harmonis dalam lingkungan kerja tetap terjaga.

[highlight background=”#1616ac” color=”#ffffff”]2. Ikhlas Memberi Sesuatu[/highlight] Terkadang kita tidak ikhlas atau pamrih memberi sesuatu kepada orang lain, baik ide, jasa, bahkan tenaga. Sebab, kita berharap mendapat imbalan dari apa yang kita berikan kepada orang lain.

Cobalah Anda belajar untuk ikhlas memberi sesuatu kepada orang lain tanpa mengharapkan imbalan. Bila Anda ikhlas memberi bantuan kepada orang lain, Tuhan akan membuka lebar rezeki Anda.

[highlight background=”#1616ac” color=”#ffffff”]3. Memiliki Misi dan Visi ke Depan[/highlight] Setiap orang memiliki misi dan visi ke depan dalam berkarir, termasuk Anda. Mungkin Anda memiliki visi menjadi manajer dalam waktu 5 tahun bekerja. Untuk mewujudkan visi tersebut, Anda membutuhkan misi yang terstruktur dan baik. Jalankan misi Anda dengan usaha, tenaga yang maksimal, dan doa kepada Tuhan.

[highlight background=”#1616ac” color=”#ffffff”]4. Mengabungkan Kecerdasan Intelektual (IQ), Emosional (EQ), dan Spritual (SQ)[/highlight] Mengejar karir tidak hanya menggunakan kecerdasan intelektual (IQ) semata, sebab hanya berpengaruh 5-10% saja. Selain IQ, Anda harus memiliki kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ) yang berpengaruh 90-95% terhadap kesuksesan karir. Karena itu, gabungkan IQ, EQ, dan SQ yang Anda miliki dalam bekerja.

[highlight background=”#1616ac” color=”#ffffff”]5. Memegang Teguh Prinsip[/highlight] Setiap orang pasti punya prinsip untuk mencapai kesuksesan karir, begitupun dengan Anda. Bila Anda belum memiliki prinsip dalam berkarir segera tentukan prinsip Anda. Prinsip dalam berkarir, seperti bahagia dalam bekerja, tekun, pantang menyerah, mau belajar, dan kerjasama. Karena tidak ada orang yang memperoleh kesuksesan karir tanpa berpegangan teguh prinsipnya.

[highlight background=”#1616ac” color=”#ffffff”]6. Segera Eksekusi Pekerjaan[/highlight] Setiap karyawan pastinya memiliki target pekerjaan (KPI) yang harus tercapai begitu juga dengan Anda. Alangkah baiknya Anda tidak menunda-nunda pekerjaan, namun segera selesaikan pekerjaan agar target tercapai. Saat Anda menyelesaikan pekerjaan lakukan dengan teliti dan cermat agar hasilnya maksimal.

[highlight background=”#1616ac” color=”#ffffff”]7. Perbaiki Pekerjaan yang Salah[/highlight] Mungkin Anda pernah melakukan kesalahan dalam bekerja, baik secara sadar maupun tidak sadar. Bila pekerjaan Anda masih salah dan tidak sesuai dengan yang diharapkan pimpinan maka tanyakan bagian mana yang salah untuk Anda perbaiki. Segera perbaiki pekerjaan yang salah itu dengan teliti dan sebaik-baiknya agar pimpinan mengapresiasi hasil kerja Anda.

Itulah 7 Prinsip Dasar untuk Sukses Berkarir di Era VUCA. 7 prinsip dasar untuk sukses berkarir bisa dijadikan sebagai pedoman dalam berkarir di era VUCA saat ini. Ingin lebih tahu lebih dalam mengenai seluk beluk budaya perusahaan dan bagaimana membentuk budaya perusahaan dengan baik? Anda bisa cek ACT Consulting sebagai referensi Anda.

 


Informasi In House Training dari ACT Consulting dengan Hubungi Contact di bawah ini 

Call us: +62 21 2940 6969

Call us: +62 813 8242 6699

Call us: +62 812 2190 1818

Dapatkan tulisan-tulisan yang menginspirasi dengan like halaman :

facebook : https://www.facebook.com/ACTCONSULTING.CO/

ACT-Consulting-seminar-accf-era-vuca-DIGITAL-MINDSET-TRANSFORMATION-IN-VUCA-ERA1

Cerita di Seminar ACCF – “Digital Mindset Transformation In Vuca Era”

By News No Comments

Hari yang begitu berkesan bersama Anda ratusan peserta di SEMINAR ACCF – “DIGITAL MINDSET TRANSFORMATION IN VUCA ERA” pada hari Selasa, 11 Juli 2017 Kemarin. .
Kehadiran dan keterlibatan aktif Anda selama seminar menjadi semangat baru bagi ACT Consulting untuk terus memberikan yang terbaik.

Kami dari ACT Consulting mengucapkan terima kasih. Semoga materi dan pengetahuan yang di dapat selama training memberikan manfaat pada Anda maupun perusahaan.

Sampai jumpa di acara ACT Consulting selanjutnya…

ACT Consulting

ACT Consulting | dampak positif konflik organisasi | budaya organisasi | culture organization | konsultan budaya organisasi

ACT Consulting – 7 Dampak Positif Konflik Dalam Organisasi

By Article No Comments

Era VUCA tak hanya berpengaruh terhadap bangkrutnya bisnis, namun juga dapat menyebabkan konflik antara individu dan individu atau individu dan organisasi. Penyebab utama konflik dalam organisasi, antara lain perbedaan pendapat, salah paham, konflik yang disebabkan struktur, dan sebagainya.

Konflik dalam organisasi tidak hanya berdampak negatif, namun juga dapat berdampak positif. Apa dampak positif konflik dalam organisasi? Menurut Jery L. Gray dan Frederick A. Starke (dalam buku Moh. Pabundu Tika: Budaya Organisasi dan Peningkatan Kinerja Perusahaan), mengemukakan bahwa terdapat tujuh dampak positif konflik dalam organisasi.

1. Tingkat Energi Kelompok atau Individu Meningkat
Tingkat energi yang meningkat dapat terlihat sewaktu orang-orang berbicara dengan nada lebih keras, mendengar lebih cermat apa yang diucapkanatau bekerja lebih keras. Dua di antara manfaat yang dicapai oleh organisasi-organisasi dari tingkat-tingkat energi yang meningkat, yaitu:
a. Output yang meningkat
b. Munculnya ide-ide inovatif untuk melaksanakan tugas-tugas lebih baik.

2. Kohesi Kelompok Meningkat
Hasil riset menunjukkan bahwa bila kelompok-kelompok yang terlibat dalam sebuah konflik maka kohesi (persatuan) internal meningkat. Alasan mengapa kohesi yang meningkat dianggap sebagai hasil positif dari konflik adalah karena kelompok-kelompok dengan kohesif tinggi dapat menimbulkan produktivitas tinggi apabila mereka menunjang tujuan-tujuan manajemen.

3. Problem-Problem Terungkapkan
Sewaktu konflik berkembang, pihak manajemen segera melihat bahwa ada sesuatu yang tidak beres, dan mereka dapat merancang untuk menyelesaikan konflik yang ada. Apabila dua kelompok berselisih paham tentang sesuatu, sedangkan hal tersebut tidak pernah dijelaskan, maka mereka akan bekerja pada tingkat efektivitas yang lebih rendah tanpa pimpinan yang bersangkutan memahami mengapa hal tersebut terjadi.

4. Memberi Motivasi
Konflik memotivasi kelompok-kelompok yang terlibat di dalamnya untuk mengklarifikasi sasaran-sasaran mereka. Hal tersebut menyebabkan ditingkatkannya pemahaman kelompok tentang tujuannya.

5. Merangsang Kelompok Mempertahankan Nilai
Konflik merangsang kelompok-kelompok untuk mempertahankan nilai-nilai yang dianggap penting oleh mereka. Berbagai macam kelompok memandang diri mereka sebagai pelindung nilai-nilai tertentu.

6. Memotivasi Individu
Individu-individu atau kelompok-kelompok termotivasi untuk mempersatukan informasi yang relevan bagi konflik yang ada. Walapun informasi demikian terpengaruh (bias) oleh persepsi-persepsi subjektif pihak-pihak yang terlibat dalam konflik, biasanya disajikan informasi tambahan yang dapat berguna untuk menyelesaikan problem yang dihadapi.

7. Meningkatkan Efektivitas Organisasi
Konflik dapat meningkatkan efektivitas menyeluruh sesuatu organisasi karena kelompok-kelompok atau individu-individu dipaksa olehnya untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan eksternal yang berubah. Selain itu, bermanfaat untuk menunjukkan kepada semua pihak bahwa lingkungan senantiasa mengalami perubahan dan organisasi yang bersangkutan harus mengubah cara-caranya bekerja untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan tersebut.

Itulah 7 Dampak Positif Konflik dalam Organisasi, ketujuh dampak positif dalam organisasi untuk menjadi acuan di perusahaan tempat Anda bekerja. Ingin lebih tahu lebih dalam mengenai seluk beluk budaya perusahaan dann bagaimana membentuk budaya perusahaan dengan baik? Anda bisa cek ACT Consulting sebagai referensi Anda.


Informasi In House Training dari ACT Consulting dengan Hubungi Contact di bawah ini 

Call us: +62 21 2940 6969

Call us: +62 813 8242 6699

Call us: +62 812 2190 1818

Dapatkan tulisan-tulisan yang menginspirasi dengan like halaman :

facebook : https://www.facebook.com/ACTCONSULTING.CO/