Skip to main content
All Posts By

admin

Partner In Culture Transformation

Kombinasi Sempurna untuk Pemprov DKI Jakarta Jadi World Class Government, Ary Ginanjar: AI Talent Management Direkatkan dengan Grand Why

By News No Comments

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengundang Ary Ginanjar Agustian (Founder ACT Consulting International-ESQ) dalam rangka pelaksanaan Penganugerahan Implementasi Peningkatan Budaya Kerja BerAKHLAK di Lingkungan Pemprov DKI Jakarta pada Kamis, 26 September 2024 di Ruang Pola, Grha Ali Sadikin lantai 2, Balai Kota Pemprov DKI.

Ary Ginanjar duduk bersebelahan dengan Afan Ardiansyah (Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah DKI Jakarta), Yayan Yuhanah (Kepala Biro Organisasi dan Reformasi Birokrasi Setda DKI Jakarta), para kepala dinas serta petinggi lainnya.

Penganugerahan tersebut diselenggarakan sebagai apresiasi, upaya membangun semangat dan komitmen seluruh pimpinan perangkat daerah terhadap budaya kerja ASN yaitu BerAKHLAK. Acara ini juga merupakan tahapan ke 6 dari 7 tahapan dalam penguatan budaya kerja ASN BerAKHLAK Pemprov DKI Jakarta.

Implementasi semboyan BerAKHLAK mencakup tujuh tahapan penguatan budaya kerja ASN: 7 tahapan tersebut di antaranya internalisasi, penyelarasan sistem, pengukuran baseline, penyusunan dan implementasi agenda perubahan, pemantauan dan evaluasi, pemberian penghargaan dan apresiasi, serta penguatan secara berkelanjutan.

“Terima kasih atas dukungan semua kepala perangkat daerah untuk terus meningkatkan budaya kerja BerAKHLAK ini,” kata Kepala Biro Organisasi dan Reformasi Birokrasi Setda DKI Jakarta Yayan Yuhanah di awal sesi.

Dikatakan olehnya bahwa penilaian ini terhadap ASN di lingkungan Provinsi DKI Jakarta ini mengacu dari hasil survei atau Organization Culture Health Indeks serta Pengukuran Budaya Organisasi Pemprov DKI Jakata Tahun 2024 yang tertinggi. Survei tersebut diukur oleh ACT Consulting International-ESQ.

“Sesuai hasil survei yang dilakukan oleh ACT Consulting menunjukkan peningkatan untuk tahun 2024 budaya kerja BerAKHLAK di Pemprov DKI Jakarta. Di tahun 2023 kita berada di rata-rata 60,2% kemudian di tahun 2024 menjadi 64,9%,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, Afan Ardiansyah mengucapkan, “Terimakasih banyak untuk Pak Ary Ginanjar yang berkenan hadir dan memberikan pencerahan. Acara ini telah dilakukan survei oleh ACT Consulting terlebih dulu selama 7 hari dari tanggal 10-16 Juli 2024.

Saya berharap penghargaan dan apresiasi terhadap implementasi budaya kerja menjadi salah satu elemen penting dalam penguatan budaya kerja khususnya di wilayah Jakarta.”

Dia mengatakan penghargaan dan apresiasi merupakan upaya strategis dalam memastikan nilai-nilai budaya kerja tidak hanya dipahami tetapi juga diimplementasikan dengan baik.

“Budaya kerja adalah sikap serta perilaku individu dan kelompok yang didasari atas nilai-nilai yang diyakini kebenarannya dan telah menjadi sifat serta kebiasaan dalam menjalankan tugas dan pekerjaan masing-masing.

Budaya kerja yang dimaksud yakni BerAKHLAK, menggambarkan sikap dan etos kerja yang harus dijunjung tinggi oleh setiap aparatur sipil negara (ASN) dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik,” paparnya.

Kini giliran sesi dari Ary Ginanjar dalam meningkatkan core values ASN BerAKHLAK di Pemprov DKI Jakarta.

“Selamat atas pencapaiannya, saya tahu ini tidak mudah, tetapi Pemprov DKI Jakarta berhasil membuktikannya bahwa core values ASN BerAKHLAK sudah serius diimplementasikan,” puji Ary di hadapan para Kepala Dinas Pemprov DKI Jakarta yang rata-rata ternyata alumni ESQ 20 tahun lalu.

Namun, katanya, tak hanya sampai di sini, Pemprov DKI Jakarta harus bisa menjadi World Class Government. Seperti contohnya, hotel yang berkelas dunia pelayanannya yaitu Accor Group, 100 tahun umurnya salah satunya Ritz Carlton. Karena Horst Schulze katakan, “Getting customers is not the most important, but select people to fulfill a dream and serve a purpose.”

“Agar bisa berkelas dunia kuncinya 2 yakni purpose dengan niatnya grand why (ikut training ESQ), serta paham talenta kita dan tim. Untuk memilih orang, kita harus tahu siapa dan bagaimana dengan TalentDNA atau talenta fit, itu sudah ada aturannya di KemenPANRB nomor 3 Tahun 2020 tentang manajemen talenta ASN,” kata Ary.

Lebih lanjut, “Dan saya ingin mempersembahkan AI Talent Management untuk Pemprov DKI sebagai Pemprov pertama agar menjadi role model manajemen talenta corporate culture kelas dunia. Meskipun dari tingkat Pemkab sudah dilakukan oleh Badung Bali, AI Talent Management dikorelasikan dengan SIMALEN (Sistem Informasi Manajemen Talenta).

Al Talent Management bukan sekedar platform tapi merupakan strategi unggulan yang dirancang untuk meningkatkan performa perusahaan melalui manajemen talenta yang terintegrasi, real-time, akurat, cepat, efektif dan berbasis data. Dengan memastikan setiap karyawan ditempatkan di posisi yang tepat, mengembangkan keterampilan kritis, dan mengakselerasi pertumbuhan individu, solusi ini memaksimalkan potensi SDM Anda.”

Al Talent Management bisa mengidentifikasi 3 fit (Talent Fit, Job Fit, Culture Fit). Talent Fit (TalentDNA, artinya kecenderungan seseorang berperilaku, bertindak dan merasa yang mempengaruhi bagaimana ia merespon dan mengambil keputusan secara natural dan spontan).

Job Fit (TalentDNA X Kompetensi, dalam artian penyelarasan talenta alami individu dengan kompetensi pekerjaan). Culture Fit (TalentDNA X Budaya, dalam artian penyelarasan talenta alami individu dengan nilai-nilai budaya kerja organisasi BerAKHLAK).

Semua itu direkatkan dengan grand why (niat luhur sebagai ASN). Mengapa TalentDNA ini harus Anda ketahui? Karena hanya ada 1 Anda di muka bumi.

TalentDNA = 119 OctaDecillion (119 x 10^57) atau 2 OctaDecillion adalah jumlah “atom” dalam satu matahari artinya perlu 60 matahari untuk menjelaskan kemungkinan personality manusia berdasarkan TalentDNA seseorang,” beber Ary Ginanjar.

Pria yang mengaku pernah menjabat ASN selama lebih dari 7 tahun itu menambahkan, “Dengan ketahui 3 fit tersebut, saya berharap bisa melahirkan SDM atau ASN yang 3 E (Ease, Enjoy, Excellent).”

Adapun dalam acara penghargaan tahun ini, sebanyak 113 unit kerja perangkat daerah zona integritas berpartisipasi dan dari jumlah ini terdapat lima terbaik.

Urutan lima terbaik ini yakni Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia DKI Jakarta (peringkat satu), Badan Kepegawaian DKI Jakarta (peringkat dua), Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta (peringkat tiga), Dinas Sosial DKI Jakarta (peringkat empat), dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) DKI Jakarta.

Apa yang dirasakan para pemenang penganugerahan core values BerAKHLAK ini? Beberapa testimony dari pemenang sebagai berikut :

Premi Lasari (Kepala Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta) sampaikan, “Hari ini alhamdulillah Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta menerima penghargaan termasuk ke dalam 5 perangkat daerah di lingkungan Pemprov DKI Jakarta dengan core values BerAKHLAK.

Mudah-mudahan penghargaan ini menjadi motivasi dan pemacu semangat bagi kami seluruh pegawai dinas sosial Provinsi DKI Jakarta dalam meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.

Hari ini juga kami mendapatkan input tambahan energi dari Bapak Ary Ginanjar Founder ESQ, kebetulan saya alumninya di tahun 2003. Ilmu itu bisa diterapkan dalam keseharian saya dan mudah-mudahan saya bisa memimpin organisasi ini menjadi lebih baik.

Kami mendapatkan masukan dari Pak Ary Ginanjar, untuk meningkatkan core values BerAKHLAK, ada 3 hal yang harus diperhatikan yaitu talent fit, job fit dan culture fit. Dimana semuanya terintegrasi dalam grand why. Jika semua dilakukan, itu bisa meningkatkan kualitas kami dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat selaku ASN.”

Adapun yang diungkapkan oleh para pimpinan dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) DKI Jakarta, yang hadir hari ini di antaranya Iwan Kurniawan, Indarini Ekaningtiyas, Lindawati dan lainnya.

Indarini Ekaningtiyas (Kepala UUPMPTSP Jakarta Selatan) tuturkan, “Dalam menerapkan pelayanan kepada masyarakat dan dunia usaha bahwa kita selalu mendekatkan kepada masyarakat dan menerapkan pelayanan yang excellent, jadi zero delay zero complain.

Dan kita juga mengarahkan kepada pelanggan atau konsumen adalah bagaimana kita memberikan solusinya terkait dengan ASN BerAKHLAK. Tadi juga ASN BerAKHLAK ini dikuatkan lagi dengan penyampaian materi dari Pak Ary Ginanjar, kita juga akan menginvestasikan kepada jajaran teman-teman di PTSP Jakarta Selatan agar konsisten memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.”

Lindawati (Unit Pengelola Penanaman Modal, PTSP) katakan, “Adanya core values BerAKHLAK ini mengingatkan bahwa Jakarta sebagai kota global yang nanti akan menjadi pusat ekonomi dan bisnis tentunya sebagai ASN itu sangat penting untuk menerapkan core values BerAKHLAK.”

Iwan Kurniawan ucapkan, “Alhamdulillah kami mendapat penganugerahan ini. Terimakasih Pemprov DKI Jakarta dan Pak Ary Ginanjar atas paparannya terutama terkait dengan TalentDNA yang mungkin akan memotivasi kami di DPMPTSP untuk mengkolaborasikan tim sesuai dengan talentanya (kekuatan dalam diri).”

Agar semakin spektakular, acaranya dimeriahkan oleh Musical Comedy (tentang Budaya Kerja) oleh Mudy Taylor, Abang None Provinsi DKI Jakarta, Expressia Music (Band).

Wamenkes, Pemprov & Dinkes DKI Jakarta Menilai AI Talent Management Sangat Berguna Bagi Layanan Kesehatan yang Mendukung Budaya Kerja BerAKHLAK

By News No Comments

Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono dan Sekda Provinsi DKI Jakarta, Marullah Matali bersama jajaran melihat langsung penyerahan hasil survey budaya kerja BerAKHLAK serta pemetaan manajemen talenta dengan AI Talent Management di jajaran Dinkes Provinsi DKI Jakarta oleh Founder ACT Consulting International (ESQ) Ary Ginanjar Agustian kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Ani Ruspitawati.

Momentum itu dilakukan saat perayaan Hari Kesehatan Nasional ke-60 tingkat Dinkes DKI Jakarta yang bertema ‘Gerak Bersama, Jakarta Berdaya’ pada tanggal 11 November 2024 di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Pusat.

Diketahui, Pemprov & Dinas Kesehatan DKI Jakarta bekerjasama dengan ACT Consulting International dan UAG University (ESQ)dalam melakukan survey kesehatan budaya BerAKHLAK & Manajemen Talenta dengan Artificial Intelligence (AI) Talent Management yang keduanya telah memiliki HAKI. 

Telah disampaikan oleh Ary Ginanjar serta tim kepada Dinkes Pemprov DKI Jakarta bahwa survey BerAKHLAK menggunakan top of mind survey (bukan dengan skala likert) sehingga lebih objektif yaitu dengan memilih perilaku yang sering dialami, dilihat & dirasakan oleh pegawai yang berkenaan implementasi budaya kerja BerAKHLAK. 

Sedangkan untuk Manajemen Talenta dengan AI Talent Management, ESQ berkolaborasi dengan Lintasarta (Indosat Group) menggunakan teknologi AI Talent Management yang canggih yaitu GPU NVIDIA dari Amerika & Keamanan data yang terjaga karena menggunakan Cloud yang dibuat & disimpan di dalam negeri.

Dengan AI Talent Management, bisa mengidentifikasi 3 Fit (Talent Fit, Job Fit, dan Culture Fit) bisa lebih cepat, akurat, dan efisien, khususnya untuk insan kesehatan yang ada di Dinkes DKI Jakarta.

Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono

Wamenkes Dante mengatakan, “Saya ucapkan terimakasih kepada ESQ yang dipimpin oleh Pak Ary Ginanjar, atas dukungannya terhadap program-program kesehatan di Pemprov DKI Jakarta khususnya. 

Diharapkan dengan adanya dukungan-dukungan dari pihak swasta dan stakeholder yang terkait secara inklusif, maka kesehatan menjadi tanggungjawab bersama. 

Dalam artian tidak eksklusif milik Kementerian Kesehatan baik daerah maupun pusat serta Dinas Kesehatan, tapi juga harus mengikutsertakan seluruh elemen masyarakat.”

Karena menurutnya, kesehatan adalah tanggungjawab individu, sedangkan pemerintah akan menyediakan fasilitas kesehatan yang mumpuni, dan akan melakukan edukasi yang maksimal, serta melakukan kegiatan promotif dan prevensif yang baik.”

Sekda DKI Jakarta, Marullah Matali

Disampaikan juga oleh Sekda Marullah Matali, “Pak Ary Ginanjar dan tim terimakasih sudah mensupport kami full, apa yang bapak persembahkan tadi mudah-mudahan bisa mencerminkan Jakarta ke depan menyongsong menjadi Global City. 

Kemudian, telah dilakukan penandatanganan perjanjian kerjasama untuk implementasi pemanfaatan TalentDNA guna mendukung budaya kerja BerAKHLAK di lingkungan Dinkes Provinsi DKI Jakarta. 

Menurut saya ini sebuah program yang sangat bagus sekali, dan Pemprov DKI Jakarta sangat menyambut baik program ini Pak Ary. Kerjasama ini diharapkan dapat memperkuat integritas, profesionalisme, dan produktivitas seluruh pegawai dalam memberikan layanan terbaik kepada masyarakat.”

Marullah Matali melanjutkan, “Saya juga turut mengapresiasi kepada jajaran ESQ yang dipimpin oleh Pak Ary Ginanjar terkait survey budaya kerja BerAKHLAK. 

Khusus untuk ASN, budaya kerja BerAKHLAK itu sangat baik sekali. Saya berharap ke depan ketika budaya kerja BerAKHLAK benar-benar diterapkan akan semakin berdampak baik bagi Pemprov DKI Jakarta khususnya. 

Terutama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Saya juga berharap, ESQ terus memberikan semangat kepada kita semua.”

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati

Di moment Hari Kesehatan Nasional yang ke-60, kata Ani Ruspitawati, salah satu yang dikembangkan oleh Dinas Kesehatan DKI Jakarta yakni melakukan penilaian terhadap implementasi budaya kerja BerAKHLAK.

“Kami sepenuhnya didukung oleh ACT Consulting atau ESQ yang telah memiliki tools untuk melakukan pengukuran terhadap implementasi core values BerAKHLAK. 

Tentu ini menjadi sesuatu yang sangat penting untuk kita bisa lebih maksimal menerapkan budaya kerja BerAKHLAK dan terus memperbaikinya,” tuturnya dihadapan para pimpinan RSUD, Puskesmas, dan UPT se Jakarta.

Ani meneruskan ucapannya, “Pengembangan SDM juga menjadi perhatian besar dari dinas kesehatan dan sebagai salah satu upaya pengembangan SDM kami juga memperkenalkan pedoman manajemen talenta bagi tenaga fungsional yang kami siapkan pada tahun ini khusus untuk para dokter dan perawat sebagai pedoman dalam mengidentifikasi, mengembangkan dan mempertahankan SDM-SDM yang berbakat di dalam organisasi.

Dalam pengembangan kompetensi SDM dan budaya kerja kami sepenuhnya didukung oleh ACT Consulting International dan ESQ. Melaporkan bahwa kami juga telah bekerjasama dengan ACT Consulting International dalam implementasi pemanfaatan TalentDNA yang berbasis pada teknologi AI Talent Management.”

Hal tersebut untuk mendukung pelaksanaan budaya kerja BerAKHLAK dan juga untuk mendukung Dinas Kesehatan DKI Jakarta melakukan mapping terhadap talenta manajemennya.

“Tentu ini sesuatu atau akses yang sangat memberikan kemudahan buat kami bisa mengimplementasikan manajemen talenta yang dikeluarkan oleh KemenPANRB, mengingat jumlah jabatan dan jumlah personal yang bekerja Dinkes ini sangat beragam dan sangat banyak maka AI tentu akan memberikan kemudahan yang sangat baik buat kami. 

Agar kami bisa tepat memposisikan insan kesehatan di tempat yang tepat dengan melakukan mapping terhadap 3 Fit (Talent Fit, Job Fit, Culture Fit),” paparnya.

Pemprov & Dinkes DKI Jakarta mengapresiasi upaya dan dedikasi seluruh pengelola fasilitas kesehatan (faskes), baik rumah sakit, puskesmas, maupun tenaga medis dalam melayani kesehatan masyarakat Jakarta.

Sekda Provinsi DKI Jakarta, Marullah Matali bersama Ani Ruspitawati dan Ary Ginanjar memberikan penghargaan kepada Puskesmas Pesanggrahan sebagai peringkat pertama UKPD dengan indeks implementasi BerAKHLAK terbaik.  

dr. Amel (Plt Ka Puskesmas Pesanggrahan) mengucapkan, “Terimakasih kepada Pak Ary Ginanjar dari ACT Consulting atas penghargaan yang sudah diberikan kepada kami. Dengan BerAKHLAK ini kami bisa mewujudkan pelayanan yang lebih baik lagi di Puskesmas Pesanggrahan terhadap masyarakat. 

Tentunya ini akan memotivasi dan penyemangat bagi teman-teman di Puskesmas Pesanggrahan, untuk bisa terus berkomitmen menjalankan nilai nilai dasar ASN ini.”

Sedangkan juara 2 nya adalah Puskesmas Cengkareng dan juara 3 diraih oleh UPT Laboratorium Kesehatan Daerah. 

Adapun penghargaan lainnya juga diberikan kepada Wilayah yang telah secara aktif berperan untuk keterlibatan komunitas di dalam berbagai upaya pengendalian penyakit menular (untuk kampung siaga TBC, kampung bebas jentik, dan kampung bebas asap rokok). 

Penghargaan selanjutnya diberikan kepada seluruh jajaran dalam peran aktif, kerja cerdas dan kerja ikhlasnya. 

Gerakan-gerakan yang amat sangat mendukung kemajuan tingkat kesehatan serta mendukung kesuksesan Jakarta sebagai Kota Global. Transformasi kesehatan takkan terwujud tanpa transformasi budaya kerja ASN BerAKHLAK insan kesehatan menuju Jakarta go global.

Perayaan Hari Kesehatan Nasional ke-60 Tingkat Dinkes DKI Jakarta

Ani Ruspitawati mengatakan, momentum peringatan HKN ke-60 bertepatan dengan peluncuran JakConnected oleh Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta.

Ini merupakan sebuah sistem manajemen layanan rujukan terintegrasi berbasis kompetensi untuk memastikan warga mendapatkan layanan kesehatan terbaik dengan lebih cepat dan mudah.

Peringatan HKN juga terdiri dari berbagai kegiatan untuk menjaga kesehatan fisik dan mental warga Jakarta. Rangkaian kegiatan dimulai pada 9 November 2024, meliputi kegiatan olahraga, seni, dan sosial, termasuk lomba gerak jalan  kreasi, stand-up comedy bertema kesehatan, karaoke, line dance, serta pembuatan konten video singkat dengan tema promosi kesehatan.

Peringati HKN Ke-60, Dinkes DKI Jakarta Apresiasi Puskesmas Pesanggrahan: Raih Juara 1 Indeks Implementasi BerAKHLAK Terbaik

By News No Comments

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Ani Ruspitawati didampingi oleh Sekda Provinsi DKI Jakarta Marullah Matali dan President ESQ (ACT Consulting International) Ary Ginanjar Agustian untuk memberikan penghargaan kepada Puskesmas Pesanggrahan sebagai peringkat pertama UKPD dengan indeks implementasi BerAKHLAK terbaik.  

Penghargaan tersebut diserahkan pada perayaan Hari Kesehatan Nasional ke-60 Tahun 2024 bertema ‘Gerak Bersama, Jakarta Berdaya’ yang dihadiri oleh Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono.

Pemprov & Dinkes DKI Jakarta mengapresiasi upaya dan dedikasi seluruh pengelola fasilitas kesehatan (faskes), baik rumah sakit, puskesmas, maupun tenaga medis dalam melayani kesehatan masyarakat Jakarta. 

dr. Amel (Plt Ka Puskesmas Pesanggrahan) mengucapkan, “Terimakasih kepada Pak Ary Ginanjar dari ACT Consulting atas penghargaan yang sudah diberikan kepada kami. Dengan BerAKHLAK ini kami bisa mewujudkan pelayanan yang lebih baik lagi di Puskesmas Pesanggrahan terhadap masyarakat. 

Tentunya ini akan memotivasi dan penyemangat bagi teman-teman di Puskesmas Pesanggrahan, untuk bisa terus berkomitmen menjalankan nilai nilai dasar ASN ini.”

Sedangkan juara 2 nya adalah Puskesmas Cengkareng dan juara 3 diraih oleh UPT Laboratorium Kesehatan Daerah.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati mengatakan bahwa, salah satu yang dikembangkan oleh Dinas Kesehatan DKI Jakarta yakni melakukan penilaian terhadap implementasi budaya kerja BerAKHLAK.

“Kami sepenuhnya didukung oleh ACT Consulting atau ESQ yang telah memiliki tools untuk melakukan pengukuran terhadap implementasi core values BerAKHLAK. 

Tentu ini menjadi sesuatu yang sangat penting untuk kita bisa lebih maksimal menerapkan budaya kerja BerAKHLAK dan terus memperbaikinya,” tuturnya dihadapan para pimpinan RSUD, Puskesmas, dan UPT se Jakarta.

Ani meneruskan ucapannya, “Pengembangan SDM juga menjadi perhatian besar dari dinas kesehatan dan sebagai salah satu upaya pengembangan SDM kami juga memperkenalkan pedoman manajemen talenta bagi tenaga fungsional yang kami siapkan pada tahun ini khusus untuk para dokter dan perawat sebagai pedoman dalam mengidentifikasi, mengembangkan dan mempertahankan SDM-SDM yang berbakat di dalam organisasi.

Dalam pengembangan kompetensi SDM dan budaya kerja kami sepenuhnya didukung oleh ACT Consulting International dan ESQ. Melaporkan bahwa kami juga telah bekerjasama dengan ACT Consulting International dalam implementasi pemanfaatan TalentDNA yang berbasis pada teknologi AI Talent Management.”

Hal tersebut untuk mendukung pelaksanaan budaya kerja BerAKHLAK dan juga untuk mendukung Dinas Kesehatan DKI Jakarta melakukan mapping terhadap talenta manajemennya.

“Tentu ini sesuatu atau akses yang sangat memberikan kemudahan buat kami bisa mengimplementasikan manajemen talenta yang dikeluarkan oleh KemenPANRB, mengingat jumlah jabatan dan jumlah personal yang bekerja Dinkes ini sangat beragam dan sangat banyak maka AI tentu akan memberikan kemudahan yang sangat baik buat kami. 

Agar kami bisa tepat memposisikan insan kesehatan di tempat yang tepat dengan melakukan mapping terhadap 3 Fit (Talent Fit, Job Fit, Culture Fit),” paparnya.

Dipaparkan juga oleh Ani, ada penghargaan lainnya yang diberikan kepada Wilayah yang telah secara aktif berperan untuk keterlibatan komunitas di dalam berbagai upaya pengendalian penyakit menular (untuk kampung siaga TBC, kampung bebas jentik, dan kampung bebas asap rokok). 

Penghargaan selanjutnya diberikan kepada seluruh jajaran dalam peran aktif, kerja cerdas dan kerja ikhlasnya. 

Dinkes Provinsi DKI Jakarta juga memberikan penghargaan kepada RT 07/02, Kelurahan Tanjung Duren Selatan, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat sebagai juara dua dalam kategori Inisiatif Pembentukan Kampung Bebas Asap Rokok tingkat Provinsi DKI Jakarta.

Lurah Tanjung Duren Selatan, Indri Prawiji mengaku bangga atas keberhasilan membentuk Kampung Bebas Asap Rokok (KBAR) di RT 007, RW 02. Menurutnya, keberhasilan ini berkat dukungan dan komitmen warga dalam menjaga lingkungan bebas asap rokok.

“Inisiatif Kampung Bebas Asap Rokok bertujuan menciptakan lingkungan yang sehat dan aman dari paparan asap rokok. Program ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Wali Kota Jakarta Barat, Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, Camat Grogol Petamburan, Ketua RW 002, Ketua RT 007, serta warga setempat,” ujar Indri, melansir dari media massa.

Gerakan-gerakan yang amat sangat mendukung kemajuan tingkat kesehatan serta mendukung kesuksesan Jakarta sebagai Kota Global. Transformasi kesehatan takkan terwujud tanpa transformasi budaya kerja ASN BerAKHLAK insan kesehatan menuju Jakarta go global.

Kemendag Launching Core Values BerAKHLAK, Zulkifli Hasan: Filosofi Saat Kita Bekerja

By News No Comments

Telah berlangsung Launching Core Values ASN BerAKHLAK di lingkup Kementerian Perdagangan (Kemendag) pada 25 Oktober 2022 secara hybrid di Gedung Utama Kemedag dan Zoom Meeting. Dari Zoom Meeting hadir sekitar 3 ribu ASN Kemendag, sedangkan yang hadir secara luring yaitu para eselon 1 dan eselon 2.

Dr. (H.C) H. Zulkifli Hasan, S.E., M.M. (Menteri Perdagangan RI) join secara luring di Gedung Kemendag sekaligus meresmikan peluncuran nilai nilai dasar ASN BerAKHLAK di lingkup Kemenag.

Dalam ruangan tersebut hadir pula Abdullah Azwar Anas, M.Si. (Menteri PANRB), dan Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian (Founder ESQ Group). 

“Saya tidak akan bicara soal BerAKHLAK karena nanti akan disampaikan langsung secara tepat oleh Pak Ary Ginanjar. Tapi di sini saya akan bicara kepada saudara tentang filosofi saat kita bekerja ini,” ucapnya.

Ia kembali bertutur, “Beberapa kali saya sudah sampaikan kepada eselon 1, kita sepakat bahwa negeri kita ini proses berbangsa dan bernegara ini dengan proses demokrasi. Sesungguhnya pemilik negeri ini adalah seluruh rakyat Indonesia. Sebab kedaulatan ada di rakyat itu.”

Dihubungkan dengan Core Values BerAKHLAK, tujuannya adalah mengingatkan kita bahwa saat bekerja kita harus memihak kepada rakyat itu. Itu yang paling penting, kata Menteri Perdagangan.

“Agar mereka lebih makmur, lebih sejahtera dan lainnya. Sehingga seperti visi yang dicita citakan bersama yaitu Indonesia Emas 2045 bisa terwujud. Oleh karena itu, kita sebagai pejabat pemerintah birokrasi sudah seperti mesin. Tapi dampaknya itu yang paling penting, berdampak kepada rakyat,” lanjutnya.

Selanjutnya, Ary Ginanjar menyampaikan, “Saya akan menyimpulkan dengan 1 slide apa yang disampaikan oleh Pak Menteri agar mudah untuk dipahami. Pertama, yang disampaikan oleh Pak Menteri adalah bagaimana strategi strategi itu bisa memberikan dampak.”

Pria mantan ASN 7 tahun itu menerangkan, “Artinya pak menteri punya visi misi yang harus diterapkan itu adalah target targetnya. Serta punya misi yang harus terus dijalankan. Dan ada leaders yang akan menjalankan.”

Sebelumnya, Menteri Perdagangan sudah menyampaikan target targetnya namun yang paling bawah dari slide (yang dimunculkan oleh Ary) adalah kinerja. Impact yang dikatakan Menteri Perdagangan agar dirasakan langsung oleh masyarakat. 

“Pak menteri juga punya yang namanya strategi, struktur dan sistem, itu yang dijalankan. Lalu beliau mengelola SDM atau budaya kerja agar semuanya memberikan dampak kepuasan masyarakat akan pelayanan dari pejabat negara,” lanjutnya.

Sebagai tindaklanjut telah dicanangkannya Core Values ASN BerAKHLAK dan Employer Branding Bangga Melayani Bangsa oleh Presiden RI Joko Widodo pada 27 Juli 2021, Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah melakukan pengukuran AKHLAK Culture Health Index (ACHI) di lingkup Kemendag.

Tujuan dilakukannya ACHI adalah untuk memberikan gambaran bagaimana kondisi budaya kerja di Kemendag sehingga hasil pengukuran tersebut dapat dijadikan sebagai pedoman dalam implementasi Core Values BerAKHLAK selanjutnya. 

Drs. Suhanto, M.M (Sekjen Kemedag) menyampaikan hal tersebut saat Launching Core Values ASN BerAKHLAK dan Employer Branding Bangga Melayani Bangsa.

“Dari hasil pengukuran ACHI di Kemendag adalah berada pada kategori B (cukup sehat). Berdasarkan pengukuran hasil tersebut Kemendag memiliki high positive energy yang dapat mendukung pencapaian kinerja di organisasi yang efektif dan efisien,” ungkapnya dihadapan para Eselon 1 dan 2 Kemendag.

Lebih lanjut, “Kementerian Perdagangan juga telah memiliki DNA of Organization, yaitu organisasi yang memperhatikan professional yang tergambar pada perilaku pegawai dan budaya kerja sehari-hari.” 

Nilai-nilai dasar atau yang dikenal sebagai Core Values ASN “BerAKHLAK” merupakan akronim dari Berorientasi pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif dan diluncurkan dengan tujuan menyeragamkan nilai-nilai dasar ASN di Indonesia.

Sebagai informasi, Di tengah berbagai perubahan pesat yang terjadi saat ini menuntut ASN maupun organisasi birokrasi harus dapat bergerak cepat guna mampu menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan yang terjadi.


Saat ini, Aparatur Sipil Negara (ASN) sudah memiliki Nilai-Nilai Dasar (Core Values) dan Employer Branding untuk menjadi pendorong atau penyemangat bagi seluruh ASN baik di tingkat pusat hingga daerah agar terus memiliki semangat dan kemampuan yang tinggi dalam memberikan pelayanan yang terbaik dan berkualitas baik sebagai abdi negara, abdi pemerintah maupun sebagai abdi masyarakat.

Dalam organisasi, ASN memiliki peran dan fungsi yang cukup penting yaitu sebagai perencana, pelaku, dan penentu terwujudnya tujuan organisasi. Tujuan organisasi tidak mungkin terwujud atau diraih dengan baik dan terarah apabila peran ASN lemah. 

Sebaliknya, tujuan organisasi birokrasi menjadi mudah terwujud apabila peran ASN kuat, unggul, cerdas, inovatif, kreatif dan berdaya guna.


Tantangan perdagangan ke depan akan semakin berat, hal tersebut ditandai dengan perlambatan ekonomi akibat pandemi, krisis energi, krisis pangan, dan naiknya harga komoditas penting. Kondisi tersebut tetap harus diwaspadai. 

Harapannya, dengan menerapkan nilai dasar BerAKHLAK, maka dapat tercermin kualitas organisasi saat ini dan di masa yang akan datang. Kita berharap agar surplus perdagangan tetap dijaga beriringan dengan stabilnya harga dan ketersediaan barang pokok dan penting di dalam negeri.


“Kita tidak bisa bekerja secara konvensional dan klasikal, harus ada upaya untuk memanfaatkan secara maksimal teknologi informasi serta sumber daya yang ada. Kita dituntut dapat secara efektif dan efisien merumuskan strategi-strategi yang selanjutnya diterjemahkan dalam langkah-langkah konkrit,” lanjut Menteri Perdagangan.


Lalu ia bertutur, “Saya selaku pimpinan Kementerian mengharapkan Saudara dapat bekerja secara jujur, objektif, berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif serta menghindari konflik kepentingan apapun.”

Hadirnya nilai-nilai dasar ASN seperti yang disebutkan diatas diharapkan dapat menjadi kekuatan atau inspirasi bagi seluruh ASN untuk tumbuh maju dan berkembang seirama dengan perubahan dan perkembangan yang terjadi. 

Core values ASN BerAKHLAK dan Employer Branding ‘Bangga Melayani Bangsa’ akan menjadi pilar bagi para ASN untuk berperilaku sesuai dengan harapan organisasi birokrasi.

Pemprov DKI Jakarta Launching Core Values BerAKHLAK & Employer Branding Bangga Melayani Bangsa

By News No Comments

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan percepatan menuju pemerintahan berkelas dunia (world class government) melalui strategi transformasi pengelolaan ASN dengan penanaman core values ASN BerAKHLAK yang harus dipedomani oleh seluruh ASN Provinsi DKI Jakarta dalam menjalankan tugas dan fungsinya.

Sebagai momentum untuk menguatkan core values tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama ACT Consulting International menyelenggarakan Grand Launching Core Values ASN BerAkKHLAK dan Employer Branding Bangga Melayani Bangsa di Lingkungan Provinsi DKI Jakarta.

Nilai nilai dasar ASN itu diluncurkan secara resmi oleh Pj. Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, pada tanggal 25 Januari 2023 di Jakarta International Equestrian Park. Acara dilakukan secara online juga melalui Zoom Meeting dan Youtube Pemprov DKI Jakarta.

Selain Heru, hadir juga Uus Kuswanto (Pj. Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta), Marullah Matali (Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Budaya dan Pariwisata), Mochamad Miftahulloh Tamary (Kepala BPSDM DKI Jakarta), Ary Ginanjar Agustian (Founder ACT Consulting International/ESQ Group), Para Walikota dan Bupati Kepulauan Seribu, Para Asisten Sekda Provinsi DKI Jakarta, Para pejabat di lingkungan Pemprov DKI Jakarta, seluruh ASN dan Calon ASN di Pemprov DKI Jakarta.

Sebagai informasi, Pemprov DKI Jakarta menjadi Pemerintah Daerah pertama yang melaksanakan launching ASN BerAKHLAK yang mengikutsertakan seluruh ASN, pejabat pimpinan tinggi pratama hingga tingkat lurah, camat, serta calon ASN-nya. 

“Di sini hadir para ASN dan Calon ASN. Secara luring hadir sekitar 400 orang sedangkan daring 4 ribu orang lebih. Bagi saya, Anda adalah calon penerus di Pemda ini. Maka ikuti segala rangkaian acaranya dengan serius, untuk bekal kalian ke depannya,” himbau Heru.

Lebih lanjut ia katakan, “Izinkan saya untuk menceritakan sekilas perjalanan karir saya bahwa mencapai sesuatu itu tidak mudah. Bahkan saya berdiri di depan Anda ini menjadi sebuah tantangan bagi saya.”

“Mengingat ASN yang sekarang tentu berbeda dengan jaman saya dulu. Itu bagian perubahan jaman. Maka harapannya dengan memegang teguh core values BerAKHLAK ini bisa menjadi jawaban untuk hadapi segala tantangan, dan meningkatkan kinerja,” lanjutnya.

Menurutnya, core values ini adalah sebagai bagian dari strategi akselerasi transformasi SDM aparatur dalam mendukung reformasi birokrasi serta peningkatan kinerja yang berkelanjutan menuju pemerintahan yang berkelas dunia.

Lalu, bisa mendorong ASN Pemprov DKI Jakarta agar selalu menginternalisasi dan implementasi core values BerAKHLAK yang menjadi pedoman perilaku bagi seluruh ASN dalam beraktivitas sehari hari sebagai perekat dan pemersatu bangsa. 

“Maka, ikuti acara ini sebaik mungkin. Karena kita semua akan menyimak paparan dari Pak Ary Ginanjar Founder ESQ Group terkait penyebarluasan dan penanaman core values ASN BerAKHLAK di lingkup Pemprov DKI Jakarta,” himbau Heru.

“Namun sebelumnya, kami ucapkan terimakasih kepada Pak Ary yang sudah berkenan hadir di sini, padahal jadwal beliau berbarengan dengan KemenPANRB untuk mendapatkan penghargaan atau Rekor MURI,” tutupnya.

Mengawali sesi, Ary Ginanjar memberikan pantun terlebih dahulu, “Kalau pergi ke gunung salak, jangan lupa bawa latto latto. Selamat atas peluncuran Pemprov DKI Jakarta ASN BerAKHLAK, dipimpin oleh bapak Heru Budi Hartono.”

“Ketika saya mendengar pidato Pak Heru, saya langsung teringat oleh filosofi dari Albert Einstein, bahwa orang yang cerdas itu bukanlah membuat yang sederhana (simplicity) jadi rumit (complexity). Namun, bagaimana membuat yang rumit tersebut menjadi sederhana. Itu yang dilakukan oleh Pj Gubernur kita.”

“Jadi inti pertemuan kita hari ini adalah soal The Power is Simplicity. Dan ternyata yang hebat itu adalah bukan yang kuat dan yang cerdas bertahan. Namun yang bisa menyesuaikan diri karena dunia terus berubah. Apalagi kita hidup di Era VUCA,” papar Ary Ginanjar.

Pria yang merupakan mantan ASN itu mengatakan bahwa kita semua berada di era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) atau disebut juga jaman yang serba tidakpasti, berubah dengan cepat, ketidakjelasan dan lainnya. Oleh karena itu, ia memberikan tips kepada ribuan orang dihadapannya yakni dengan 5 Super Agility (Change agility, Mental agility, People agility, Learning agility dan Result agility).

“Artinya, sebagai ASN yang akan menjadi calon pemimpin bangsa, kalian harus memiliki 5 agility, change agility yakni mampu beradaptasi dengan perubahan apapun, mental agility yakni mampu bertahan dalam kondisi apapun, people agility yakni mampu bekerja sama dengan siapapun, learning agility yakni mampu memahami dan mempelajari hal baru dengan cepat, dan result agility yakni mampu tetap berprestasi dalam kondisi apapun,” paparnya.

Lebih lanjut, “Dan betul sekali bapak, hari ini saya diundang oleh Mentari PANRB Pak Azwar Anas, untuk menerima penghargaan Rekor MURI karena kami melakukan Pemetaan Pengukuran yang pertama di Indonesia dalam sejarah 4,5 juta ASN yang kami potret budaya kerja BerAKHLAKnya seperti apa.”

Sebagai informasi, KemenPANRB melakukan Survei Pemetaan dan Pengukuran Budaya Kerja ASN (Indeks BerAKHLAK) Tahun 2022 dengan ACT Consulting Consulting untuk 632 Kementerian/ Lembaga/Daerah untuk kurang lebih 4 juta ASN yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Pengisian survei Indeks BerAKHLAK sudah dimulai pada tanggal Senin, 29 Agustus 2022. Program ini dibagi dalam 4 batch, yaitu: Instansi Pemerintah wilayah Indonesia Barat, kemudian wilayah Indonesia Tengah, lalu wilayah Indonesia Timur dan yang terakhir Instansi Pemerintah Pusat.

Survei Indeks BerAKHLAK bertujuan untuk mengetahui tingkat kesehatan budaya organisasi di antaranya mengenai implementasi Core Values BerAKHLAK, keselarasan antara nilai pribadi dan organisasi, serta aspirasi pegawai ASN terhadap kondisi budaya yang ideal.

“Tapi saya harus belajar tentang core values loyalitas, saya datang ke sini karena saya percaya dari sini akan tercipta leadership. Di bulan penuh berkah bulan Rajab ini saya percaya akan ada perubahan besar di Indonesia, dimulai dari Pemprov DKI Jakarta untuk melakukan perubahan moral dan karakter bangsa yang positif,” harapnya.

Sehingga dengan begitu, harapannya para ASN Pemprov DKI Jakarta ini bisa menjalankan program program dari Pj. Gubernur DKI Jakarta yakni soal kemacetan, banjir, ekonomi. Dan Ary usul menambahkan 1 program lagi perihal etika atau karakter bangsa. Sehingga Indonesia tak hanya sampai ke periode Indonesia Emas 2045 melainkan Indonesia Atap Dunia di tahun 2085.

“Sebelum ke sana, kita lihat hasil dari rata-rata implementasi core values BerAKHLAK ASN di DKI Jakarta yang menunjukkan bahwa pegawai ASN sudah mengimplementasikan nilai-nilai BerAKHLAK dalam perilaku kerja sehari-hari dengan baik, yaitu dengan skor 60,9% dengan kategori Cukup Sehat. Akuntabel memiliki nilai implementasi tertinggi khususnya perilaku Bertanggung jawab di tahun 2022, yaitu dengan skor 74,1% kategori cukup sehat.”

“Namun ada juga PR nya untuk Pemprov DKI Jakarta. Nanti akan saya jabarkan semua di hadapan Pak Heru, agar program programnya bisa berjalan dengan lancar,” tutupnya.

Akui Pentingnya Berpikir Growth Mindset untuk Semua Pimpinan & Pegawainya, BPJS Ketenagakerjaan Hadirkan Motivator Nasional Ary Ginanjar

By News No Comments

Penatnya bekerja dari senin sampai jum’at ternyata tidak menghalangi para pegawai BPJS Ketenagakerjaan untuk mengikuti Pelatihan Growth Mindset pada hari Sabtu, 11 November 2023.

Training yang dilaksanakan oleh BPJS Ketenagakerjaan berkolaborasi dengan ACT Consulting International untuk memberikan pemahaman dan pelatihan untuk menanamkan growth mindset dalam tiap pegawai yang ada di BPJS Ketenagakerjaan.

Dengan visi mewujudkan jaminan sosial ketenagakerjaan yang terpercaya, berkelanjutan, dan mensejahterakan seluruh pekerja Indonesia, BPJS Ketenagakerjaan senantiasa berupaya untuk meningkatkan SDM di dalamnya agar selaras dengan visi perusahaan.

Salah satu upaya dalam menanamkan visi dan melakukan implementasinya, BPJS Ketenagakerjaan mengasah para pegawainya untuk dapat memiliki pemikiran yang growth mindset, sehingga dalam banyak kondisi apapun akan berusaha mengupayakan yang terbaik untuk visi perusahaan yang ingin mensejahterakan seluruh pekerja di Indonesia.

Training Growth Mindset “How To Navigate Your Mind Toward Success” yang dilaksanakan di Learning Center BPJS Ketenagakerjaan, Tanah Sareal, Bogor diikuti oleh 160 orang dan disambungkan dengan zoom meeting yang berjumlah 900 partisipan.

Bergabung pula Direktur Umum dan SDM, Abdur Rahman Irsyadi dalam ruangan memberikan sambutan,

“Dalam keseharian dari senin sampai jum’at bekerja terus bahkan sabtu minggu juga tidak dipungkiri bisa bekerja. Maka hari ini mari kita luangkan waktu satu hari sebentar saja untuk refreshing, kita charge kembali energi supaya lebih kuat dan endurance untuk mencapai visi misi BPJS,” Ujar Abdur Rahman Irsyadi yang kemudian disambung kembali,

“Kemudian hari ini kita akan training growth mindset, yang mana growth mindset ini harus kita latih dan improve.”

Direktur Umum BPJS Ketenagakerjaan tersebut juga mengatakan bahwasannya saat ini sedang ada sebuah revolusi, ada target yang diperbarui untuk mencapai sustainable growth. Dengan target 70 juta jumlah populasi tenaga kerja bisa menjadi peserta BPJS.

Karena bagi Abdur Rahman Irsyadi, growth saja tidak cukup, namun harus sustainable atau berkelanjutan dengan tema AGILE  yang terdiri atas Adaptive, Growth, Innovative, Loyalty, dan Excellent. Sehingga BPJS Ketenagakerjaan perlu mengatur langkah dan gerak untuk menjadi kunci perubahan.

“Serta kita juga wajib mengasah dari berbagai kegiatan yang menunjang untuk terus tumbuh salah satunya dengan kegiatan ESQ training growth mindset supaya lebih produktif setelah ini, lebih kontributif, percaya diri, dan juga bergerak secara antusias.” 

Ketua Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan yakni Muhammad Zuhri juga memberikan sambutan untuk para peserta yang hadir baik online maupun offline dengan mengatakan ada 3 perspektif yang harus dimiliki oleh para pegawai BPJS Ketenagakerjaan untuk meraih growth mindset.

“Yang pertama, kita yakini bahwa pekerjaan saat ini adalah pemberian Allah yang memiliki nilai luhur dan baik untuk membantu melindungi para pekerja dan tidak semua orang dipilih untuk memiliki tanggung jawab ini.

Kemudian nomor dua, amanah ini diberikan kepada BPJS Ketenagakerjaan bukan main-main, melainkan ada dalam UUD45, UU40, serta turunannya. Maka jika kita tidak serius menjalaninya, negara dan bangsa akan menuntut kepada kita.

Terakhir, amanah ini diberikan oleh seluruh pekerja yang percaya dengan BPJS yang membuat BPJS Ketenagakerjaan ada sampai hari ini. Maka berikan yang terbaik kepada seluruh pekerja, untuk bangsa dan negara yang kita cintai.”

Zuhri juga berpesan bahwa dengan growth mindset, BPJS Ketenagakerjaan akan mendapat energi yang luar biasa sehingga dapat memberi semangat agar dapat betul betul memberikan pengabdian yang baik serta ikhlas serta luhur dalam bekerja. Karena tak hanya mindset yang dibangun, tapi hati dan nurani pun sama pentingnya.

Melanjutkan dari apa yang disampaikan direksi BPJS Ketenagakerjaan mengenai perhatiannya terhadap growth mindset seluruh pegawai, Ary Ginanjar (Founder ACT Consulting International) mengapresiasi atas inisiatif BPJS Ketenagakerjaan menciptakan lingkungan growth mindset.

“Bahagia sekali saya ketika diundang oleh BPJS Ketenagakerjaan, melihat judul trainingnya Growth Mindset. 

BPJS Ketenagakerjaan adalah lembaga pertama yang menyadari hal ini setelah perusahaan Microsoft di Amerika.” 

Mengisahkan cerita tumbangnya Microsoft luncuran Bill Gates, saham menurun dan mencari siapa yang bisa menyelamatkan Microsoft di era digital dan muncullah Satya Nadella yanh kini menjadi CEO Microsoft.

“Hadirlah terobosan-terobosan baru, dan akhirnya Microsoft kembali bangkit dan mampu mencapai angka target karena menyadari bahwa rumusnya adalah growth mindset.

Dan saya yakin, dengan target baru BPJS Ketenagakerjaan akan tercapai asal berhasil menanamkan growth mindset seperti mata lebah.” Jelas Ary Ginanjar.

Mata lebah yang dimaksud adalah bagaimana lebah meskipun berada di tempat sampah, yang dia cari adalah madu. Sedangkan mata lalat, di kebun bunga sekalipun yang dicari adalah sampah.

Founder ACT Consulting International tersebut juga mengatakan bahwa growth mindset adalah hal sederhana yang menyakitkan, karena ini adalah transformasi besar-besaran dan jika berhasil dapat menjadi aset terbaik di Indonesia.

Satya Nadella ketika dipanggil oleh Direktur Telkomsel menyebutkan ada tiga hasil dari kemajuan di Microsoft yakni Impact, Growth Mindset, dan Strategi. Sehingga ketika berhasil growth mindset, karakter yang tumbuh adalah mendapati 5 Agile (mental agility, change agility, people agility, learning agility, dan result agility).

“Hidup kira akan penuh dengan goncangan, tantangan seperti gempa. Seperti kisah Imperial Hotel pada tahun 1923 yang ketika gempa bangunan itu tetap kokoh karena miliki pondasi yang kuat. Maka bangunlah pondasi dengan 4 rahasia sukses

pertama, managing energy kemudian find your grand why, ketiga talentDNA, dan growth mindset.”

Dalam empat rahasia sukses, Ary mengajak para peserta untuk mengenal level energi dan berusaha untuk senantiasa dalam energi yang tinggi untuk saling menularkan energi positif dalam lingkungan kerja.

Sedangkan untuk menemukan grand why, perlu diketahui ada 3 dorongan manusia ketika melakukan sesuatu yaitu strong why yang hanya berorientasi pada materi, big why yang berorientasi pada rasa ego kebanggaan atas suatu jabatan, 

Maka kedua why tersebut tentu tidak cukup untuk mencapai visi mulia BPJS Ketenagakerjaan, maka dibutuhkan grand why, fokus dengan dorongan untuk kesejahteraan banyak orang, untuk bangsa dan negara. Mensejahterakan Pekerja Indonesia.

“Nah untuk menjadikan tim solid, maka harus mengenal satu dengan yang lain. Mengenal kemampuan dan potensi yang dimiliki untuk saling bersinergi dan menghasilkan performa luar biasa, target akan tercapai.

Yaitu dengan TalentDNA, sebuah alat ukur yang diluncurkan ESQ untuk melihat potensi yang dimiliki oleh masing-masing manusia.” Jelas Ary Ginanjar.

TalentDNA membantu manusia untuk menghindari skill trapped yaitu skill yang dipaksakan tidak selaras dengan potensi yang sudah ada dalam dirinya secara naluriah. Hal berbahaya tersebut Ary jelaskan bahwa orang yang dapat berada dalam skill trapped akan terbiasa dengan skill tersebut namun bisa menderita karena tidak melakukan skill yang sesuai dengan DNA-nya.

“Maka kita berkumpul dengan TalentDNA yang berbeda dan disatukan oleh grand why.

Yang membuat kita akan passionate adalah energi. Maka 4 kunci kesuksesan tersebut lengkap sudah dengan ditambah satu lagi yaitu growth mindset.”

Teori growth mindset adalah apapun yang terjadi akan dapat dilalui tanpa melakukan justification, excuse, dan blaming.

Sehingga tidak terjadi fixed mindset yang akan mematikan perusahaan.

“Semoga lembaga ini menjadi contoh pertama talenta di Indonesia. Mencapai target dengan panjang umur dan bahagia dengan TalentDNA. Sukses selalu BPJS untuk melindungi seluruh tenaga kerja.” Salam Ary Ginanjar menutup sesinya.

Dalam kesempatannya juga, hadir Dirut BPJS Ketenagakerjaan Anggoro Eko Cahyo yang menyapa lewat zoom meeting karena saat ini sedang berada di Singapura.

“Terimakasih Pak Ary dan tim atas kesempatannya hadir memberikan pelatihan Growth Mindset. Saya menilai ini penting, agar para pimpinan dan pegawai di BPJS Ketenagakerjaan bisa lebih berkembang dalam berpikir terutama hal positif. Harus AGILE di tengah era yang tidak pasti.”

ESQ Raih Penghargaan Banda Aceh Collaboration Award 2026

By News No Comments

Pemerintah Kota Banda Aceh menyerahkan “Banda Aceh Collaboration Award” kepada 21 penerima pada malam puncak peringatan HUT ke-821 Kota Banda Aceh di Blang Padang, Rabu (22/4/2026).

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal didampingi Wakil Wali Kota Afdhal Khalilullah kepada para penerima di panggung utama.

Para penerima berasal dari berbagai unsur, mulai dari tokoh masyarakat, pejabat pemerintahan, instansi pemerintah dan swasta, komunitas, hingga pelaku UMKM yang dinilai berkontribusi positif dalam pembangunan Kota Banda Aceh.

Salah satu penerimanya yakni Founder ESQ Ary Ginanjar Agustian. Illiza katakan, “Hari ini TalentDNA menjadi sangat penting. Jadi selama ini yang menjadi persoalan bangsa adalah salah menempatkan orang, seharusnya The Right Man on the Right Place.

Itu bukan hanya slogan atau kata-kata tapi dengan menggunakan TalentDNA kita sudah tau siapa dia dan bagaimana dia melakukan sesuatu. 

Siapapun dia pasti punya kelebihannya. Kalau dia bisa memanfaatkan kelebihannya. Maka dia akan luar biasa percepatannya juga. Kemajuan yang bisa kita wujudkan,” tuturnya.

Dalam sebuah kesempatan yang penuh keakraban, pakar pembangunan karakter Ary Ginanjar Agustian itu menyoroti tantangan klasik dalam dunia kerja: fenomena “salah jurusan” dan ketimpangan antara kebutuhan industri dengan ketersediaan talenta. 

Menanggapi kondisi tersebut, Ary menawarkan sebuah solusi konkret berbasis teknologi kecerdasan buatan (AI) yang ditujukan khusus bagi pemuda di Aceh.

“Setiap manusia adalah ciptaan Tuhan yang sempurna dengan keunikannya masing-masing,” ungkap Ary. Namun, ia menekankan bahwa tantangan sesungguhnya adalah bagaimana melakukan link and match antara potensi alami tersebut dengan kebutuhan lapangan kerja.

Menurutnya, pengusaha seringkali kesulitan mencari karyawan yang tepat, sementara di sisi lain, banyak generasi muda yang merasa kesulitan mendapatkan pekerjaan meskipun memiliki keinginan kuat untuk berkarya.

Sebagai bentuk kecintaannya kepada Aceh, Ary memberikan akses gratis terhadap alat pemetaan talenta digital miliknya. Teknologi yang telah digunakan oleh satu juta lebih anak di Indonesia dan telah menjalin kerja sama dengan Dikdasmen ini, mampu memetakan potensi ribuan orang dalam waktu singkat.

“Saya bukan hanya ingin memberi inspirasi, tapi memberikan solusi teknologi berbasis AI. Jika kita butuh seribu orang goal getter yang memiliki komitmen, konsistensi, dan resiliensi tinggi, sistem ini bisa menemukannya hanya dalam hitungan detik,” jelasnya.

Ary menggambarkan betapa efisiennya teknologi ini jika dibandingkan dengan metode konvensional. Menggunakan jasa ratusan ribu psikolog atau asesor untuk memetakan seratus ribu pemuda di Banda Aceh bisa memakan biaya hingga ratusan miliar rupiah. 

Namun, dengan klik tombol pada sistem AI, pemerintah atau perusahaan dapat langsung menemukan kandidat dengan karakter spesifik, mulai dari sosok yang analitis untuk bidang pertambangan, hingga inspektur dengan tingkat presisi tinggi untuk menjaga akuntabilitas keuangan daerah.

Lebih lanjut, Ary menjelaskan bahwa sistem ini tidak hanya berhenti pada pemetaan. Jika ditemukan celah kompetensi, sistem tersebut telah menyediakan puluhan ribu modul pelatihan vokasi yang akan dikirimkan langsung ke ponsel masing-masing anak berdasarkan bakat mereka.

“Harus ada kecocokan antara talenta dengan pendidikan. Kita tidak ingin ada insinyur yang lelah berhitung atau humas yang justru tidak bisa bergaul,” tegasnya. 

Program ini diharapkan menjadi motor penggerak bagi “Banda Aceh Academy” dan institusi pendidikan seperti Universitas Syiah Kuala untuk mencetak generasi yang benar-benar unggul di bidangnya masing-masing.

“Saya juga ucapkan terima kasih kepada Wali Kota Banda Aceh, Ibu Illiza Saaduddin, atas penghargaan yang diberikan kepada ESQ. 

Kami mengapresiasi kesungguhannya dalam mengembangkan sumber daya manusia di Banda Aceh,” katanya.

Pemerintah Kota Banda Aceh menyatakan, Banda Aceh Collaboration Award 2026 merupakan bentuk apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak atas kolaborasi dan kontribusinya dalam mendukung pembangunan daerah.

Tembus 10 Besar Nasional, Universitas Pancasila Gandeng ESQ Perkuat Branding Lewat Transformasi Karakter

By News No Comments

Semangat untuk membumikan nilai-nilai luhur Pancasila di era digital menjadi inti pertemuan hangat antara Rektor Universitas Pancasila, Prof. Dr. Adnan Hamid, S.H., M.M., M.H., dengan Founder ESQ Corp, Prof. Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian, pada Jumat 24 April 2026.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut jajaran pimpinan Universitas Pancasila, antara lain Prof. Dr. Ir. Arissetyanto Nugroho, M.M., IPU., CMA., MSS. (Wakil Rektor Bidang Pembelajaran, Kemahasiswaan dan Alumni), Prof. Dr. Sri Widyastuti, S.E., M.M. (Wakil Rektor Bidang Sumber Daya) beserta jajarannya.

Pertemuan ini bukan sekadar audiensi biasa, melainkan sebuah langkah strategis dalam merespons tantangan dunia pendidikan tinggi sekaligus merayakan capaian membanggakan yang diraih oleh Universitas Pancasila.

Di bawah kepemimpinan Prof. Adnan Hamid, Universitas Pancasila berhasil mencatatkan prestasi prestisius dengan masuk dalam 10 Besar Kampus Berprestasi versi Pusprenas 2025. 

Namun, di balik kegemilangan tersebut, Prof. Adnan secara terbuka memaparkan sejumlah tantangan yang masih dihadapi dunia pendidikan saat ini.

“Kami merasa sangat perlu untuk kembali memperkuat penanaman nilai Pancasila, meningkatkan meaning & purpose dalam bekerja dan belajar, serta melakukan pemetaan kompetensi dosen dan karyawan demi kemajuan universitas,” ungkap Prof. Adnan.

Menanggapi hal tersebut, Ary Ginanjar Agustian memberikan apresiasi tinggi terhadap visi Rektor Universitas Pancasila. Ia menekankan bahwa penanaman nilai Pancasila tidak bisa lagi hanya dilakukan secara kognitif (IQ) atau sekadar hafalan materi.

“Esensi Pancasila harus masuk melalui jalur afektif, lebih menyentuh hati agar nilai-nilai kebaikannya benar-benar meresap ke dalam jiwa setiap insan kampus. 

Jika sudah menyentuh hati, maka setiap persoalan akan terkikis dengan sendirinya,” ujar Ary Ginanjar.

Ary juga sepakat dengan Prof. Adnan mengenai pentingnya Personal Branding bagi Universitas Pancasila. Menurutnya, kampus ini harus memiliki differentiation, positioning, dan branding yang kuat agar tetap menjadi pilihan utama bagi calon mahasiswa di masa depan.

Sekilas informasi dibahas dalam audiensi bahwa sejauh ini, kolaborasi antara Universitas Pancasila dan ESQ telah membuahkan hasil nyata melalui beberapa program, di antaranya Capacity Building (Melibatkan 100 dosen dan tendik di Fakultas Farmasi). 

Kemudian PTP (Character Building) (Diikuti oleh 500 mahasiswa baru Fakultas Teknik), Leadership for Future Leader (Pembekalan bagi 100 pengurus organisasi/himpunan mahasiswa Fakultas Teknik).

Pertemuan ditutup dengan komitmen kuat untuk melanjutkan transformasi karakter di lingkungan kampus. 

Sinergi ini diharapkan mampu membawa Universitas Pancasila tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam mencetak generasi emas yang berkarakter Pancasila dan memiliki kecerdasan emosional serta spiritual yang mumpuni.

Perkuat Karakter Pemimpin di Unair, 30 Pengawas Gali Potensi ‘Daging Semua’ Bersama ESQ

By News No Comments

Universitas Airlangga (Unair) kembali membuktikan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul. Melalui kolaborasi strategis dengan ESQ, Direktorat Sumber Daya Manusia Unair menggelar “Airlangga Leadership Development Program” khusus bagi para pengawas yang berlangsung pada 20–23 April 2026 di Hotel Arayanna, Trawas.

Sebanyak 30 peserta dari berbagai unit kerja mengikuti diklat ini dengan antusiasme tinggi. 

Selama empat hari, suasana pegunungan Trawas menjadi saksi transformasi para pengawas yang dibekali materi-materi fundamental mulai dari Meaning of Work, Leadership, Communications, hingga instrumen mutakhir TalentDNA.

Sekretaris Direktorat Sumber Daya Manusia, Manajemen Talenta dan Pengembangan Organisasi Unair, Tri Suksmono Asung Raharjo, mengungkapkan bahwa pelatihan ini merupakan investasi jangka panjang bagi universitas. 

Menurutnya, sinergi dengan tim ESQ yang dipandu langsung oleh Trainer Lisensi dari Ary Ginanjar Agustian yakni Coach Heidy, Coach Sandi, dan Coach Syaiful memberikan pengalaman belajar yang utuh, mencakup aspek kepemimpinan, emosional, hingga spiritualitas.

“Kami percaya melalui pendampingan ini, kemampuan rekan-rekan pengawas semakin paripurna. Jika sebelumnya mereka memiliki kualifikasi teknis, kini ditambah dengan kecerdasan emosional dan religiusitas,” ujar Tri Suksmono.

Ia juga menekankan bahwa memimpin manusia adalah sebuah seni. “Pekerjaan teknis mungkin mudah, namun memimpin manusia memerlukan seni dan hati. 

Kami berharap ilmu ini dipraktikkan agar mereka menjadi pemimpin yang membawa perubahan positif,” pungkasnya.

Testimoni Peserta: “Isinya Daging Semua!”

Kesan mendalam dirasakan oleh para peserta, salah satunya Adi, Kepala Bagian Kemahasiswaan Fakultas Farmasi. Baginya, pelatihan ini jauh dari kata membosankan karena dikemas melalui games dan metafora yang interaktif.

“Rugi sekali jika tidak ikut. Isinya ‘daging semua’. Kita diajak mengenali diri sendiri dan mengasah kekuatan (strength), bukan sekadar memperbaiki kelemahan. Satu kata untuk pengalaman ini: Wow,” ungkap Adi dengan penuh semangat.

Senada dengan Adi, Teguh Prasetyo dari Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) merasa terbantu dalam memahami dominasi unsur Drive dan Action dalam dirinya melalui TalentDNA. Ia kini lebih paham cara menempatkan diri sebagai pemimpin sekaligus rekan kerja yang baik.

Sisi lain kepemimpinan juga diungkapkan oleh Teresa Anggraini (Tere), Kasubag Keuangan dan SDM Fakultas Perikanan dan Kelautan. 

Berdasarkan hasil TalentDNA-nya yang dominan Goal Getter dan Harmony, ia belajar cara mencapai target tanpa harus menciptakan ketegangan dalam tim.

“Saya lebih memilih masuk ke dalam diri tim sebagai teman agar mereka nyaman, barulah secara perlahan diarahkan menuju target. Saya ingin menjadi pemimpin yang bijak melalui jalan harmoni,” tutur Tere.

Sementara itu, Dian Fristiawati dari Direktorat Pendidikan, menekankan pentingnya manajemen diri. Dengan profil Visionary dan Self-Confident dalam TalentDNA, ia bertekad mengimplementasikan ilmu yang didapat untuk menjadi pemimpin yang mampu menggerakkan orang lain secara sukarela.

“Tujuan utamanya adalah menjadi pemimpin yang bisa menggerakkan tanpa membuat mereka merasa tunduk. Ini tentang pengaruh dan manajemen diri yang kuat,” tutup Dian.

Melalui program ini, Universitas Airlangga berharap para pengawas tidak hanya mampu menyusun Individual Development Program (IDP) secara administratif, tetapi benar-benar mampu mengimplementasikannya demi kemajuan institusi dan pengembangan talenta di lingkungan unit masing-masing.

Dua Penghargaan Global dalam Satu Malam: Bukti Nyata bahwa HR Asia Tenggara Sudah Sekelas Dunia

By News No Comments

Dunia praktisi Human Resources (HR) Asia Tenggara kembali mencatatkan prestasi gemilang di panggung internasional. Puan Rina Sarif, yang saat ini menjabat sebagai Advisor to President HC Transformation ESQ Corp sekaligus Senior Regional HR Advisor ESQ Corp, berhasil menyabet dua penghargaan bergengsi sekaligus dalam kurun waktu yang bersamaan pada 20 Mei 2026.

Pencapaian luar biasa ini semakin memperkokoh posisi Rina Sarif sebagai salah satu tokoh HR paling berpengaruh di kawasan regional, setelah sebelumnya dinobatkan dalam daftar Top 50 Most Influential HR Leaders Southeast Asia 2025.

Sabet Gelar “HR Iconic Leader (Malaysia)” di Golden Globe Tigers Awards 2026

Bertempat di Kuala Lumpur, Malaysia, Puan Rina Sarif resmi dianugerahi penghargaan HR Iconic Leader (Malaysia) dalam ajang The Golden Globe Tigers Awards (14th Edition) pada Rabu (20 Mei 2026).

The Golden Globe Tigers Awards merupakan ajang seleksi internasional independen yang memberikan pengakuan kepada organisasi dan individu visioner di berbagai sektor krusial, seperti Human Resources, pemasaran, inovasi sosial, pendidikan, serta kepemimpinan global. 

Penghargaan ini khusus didedikasikan bagi mereka yang menunjukkan keunggulan (excellence) serta praktik manajemen modal manusia yang luar biasa dan berdampak nyata.

Pemenang HR TODAY Global Women Leader HR Excellence Award 2026

Di hari yang sama, pengumuman resmi dari platform komunitas HR dunia melengkapi torehan prestasi Rina Sarif. Ia dinyatakan sebagai pemenang HR TODAY Global Women Leader HR Excellence Award 2026.

Penghargaan internasional ini diinisiasi oleh HR TODAY, sebuah platform media global terkemuka yang menjadi kiblat komunitas HR dunia melalui layanan riset pasar, sertifikasi, serta liputan kepemimpinan global. 

Penghargaan khusus ini dirancang untuk mengapresiasi para pemimpin perempuan di bidang HR yang menunjukkan kapabilitas kepemimpinan luar biasa, inovasi strategi, serta kontribusi signifikan dalam transformasi organisasi di tingkat global.

Puan Rina Sarif dalam keterangan tertulisnya mengatakan bahwa dua penghargaan internasional ini bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan bukti nyata bahwa transformasi Human Capital berbasis karakter dan nilai yang konsisten kita gaungkan di ESQ Corp diakui secara global.

“Ini menjadi momentum untuk terus menginspirasi dan membawa dampak yang lebih besar bagi pengembangan talenta di Asia Tenggara,” ujarnya.

Rekam Jejak Transformasi Berkelanjutan

Keberhasilan menyandingkan dua penghargaan global ini menjadi validasi atas dedikasi panjang Rina Sarif dalam memajukan dunia Human Resources. 

Sebagai pakar strategis di ESQ Corp, keterlibatannya dalam mendorong transformasi budaya kerja (corporate culture) dan manajemen talenta terbukti mampu membawa standar HR regional ke level yang lebih tinggi.

Apresiasi ganda ini tidak hanya mengharumkan nama ESQ Corp di kancah regional, namun juga menegaskan bahwa kepemimpinan HR perempuan dari Asia Tenggara memiliki daya saing yang kuat dan diperhitungkan di panggung dunia.