All Posts By

admin

Seminar Meaning of Work Batch 1 PT Sari Husada Tbk di Agustus 2019

By News No Comments

Memiliki makna bekerja yang tepat, dapat mengubah pandangan seseorang mengenai makna hidupnya secara keseluruhan. Karyawan yang semula menganggap pekerjaannya sebagai beban, akan berubah sikapnya apabila ia telah mengetahui hakikat eksistensial apa yang sebenarnya telah ia berikan kepada masyarakat luas, dari pekerjaan sehari-hari yang dilakukannya.

Karyawan yang semula mengalami permasalahan produktivitas, akan memiliki motivasi untuk tumbuh dan berkembang bersama perusahaan. Ia akan memandang disiplin dan peraturan perusahaan sebagai bagian dari perkembangan kepribadiannya. Ia akan memahami bahwa beragam peraturan tersebut dibuat untuk membentuknya menjadi pribadi yang lebih baik. Agar ia bisa lebih berkontribusi secara tepat dan membantunya untuk meraih berbagai peluang dan kesempatan yang lebih besar di perusahaan tersebut apabila dipenuhi dengan sungguh-sungguh.

Banyak orang bekerja yang selama ini masih belum dapat memandang hidup secara dewasa. Masih bermain-main, masih tak tentu tujuan. Sekalipun telah berkeluarga atau memiliki anak-anak. Banyak yang menghabiskan waktunya dalam berbagai hal yang tidak memberikan hasil untuk jangka panjang. Padahal, sejatinya waktu yang diberikan Tuhan adalah sebuah bekal yang diberikan secara terus menerus, untuk dimanfaatkan sebagai lading bagi kehidupan selanjutnya yang bersifat abadi.

Waktu tak dapat dihentikan. Tanpa adanya pendewasaan diri melalui peningkatan makna hidup dan makna bekerja yang tepat, produktivitas dan pencapaian target bisa menjadi sebuah keprihatinan yang tidak bisa diubah secara gradual. Upaya untuk melakukan perbaikan di dalam perusahaan pun bisa menjadi tidak berdampak, walau telah dilakukan dengan berbagai metode dan program yang menghabiskan biaya besar.

Untuk itulah, PT Sari Husada Tbk sebagai produsen susu SGM dan Nutricia di Ciracas Factory, diikutsertakan dalam Seminar Meaning of Work dari ACT Consulting. Seminar ini diberikan dalam kegiatan Factory Meeting yang diikuti oleh 150 orang karyawan. Pada kegiatan ini, turun langsung Wakil Direktur Training ESQ Group, Coach Eka Chandra bersama Trainer Ilham Nugraha.

Komparasi Elemen Balance Scorecard Grup Telekomunikasi Arab dan Afrika dengan Grup Telekomunikasi Milik Indonesia

By Article No Comments

Bila sebelumnya ACT Consulting membahas tentang Grup Telekomunikasi milik Amerika Serikat, kali ini kita akan membahas tentang Grup Telekomunikasi yang beroperasi di Arab, Asia dan Afrika, dan perbandingannya dengan Grup Telekomunikasi milik Indonesia.

Kita mulai dengan membahas Zain Grup, Konglomerasi Telekomunikasi yang berpusat di Kuwait. Dalam situs resminya, Zain Grup menyatakan  telah sukses meraih pendapatan sebesar Rp 62,6 Trilyun (4,4 Billion USD) di 2018 dengan lebih dari 6000 orang karyawan yang bekerja di 22 negara. Konsumen Zain Group ini tersebar di 8 negara di Jazirah Arab dan 15 negara di benua Afrika.

Jumlah ini masih kalah dengan pendapatan yang dimiliki oleh Telkom Grup Indonesia di tahun 2018 yaitu sebesar Rp. 130,8 Trilyun. Namun hasil tersebut dicapai Telkom dengan jumlah pegawai sekitar 2 kali lipatnya yaitu mencapai 13 ribu orang. Atau bila digabungkan dengan keseluruhan pegawai dalam 43 perusahaan di grup Telkom, totalnya mencapai 24 ribu orang.

Pendapatan diatas 60 trilyun itu pun diraih Zain Grup dengan jumlah pelanggan sebanyak 50 juta akun saja. Sementara jumlah akun pelanggan yang dimiliki oleh Telkom Grup sebanyak lebih dari 163 juta pelanggan, lebih dari 3 kali lipat pelanggan Telkom Grup. Dari sini kita bisa memahami bahwa 4 kali lipat jumlah pegawai diperlukan untuk menangani pelanggan yang ada.

Selain itu, jumlah karyawan yang ada juga diperlukan untuk melakukan aktivitas operasional seperti pengelolaan BTS  yang jumlahnya sangat banyak. Sementara karyawan yang dimiliki Zain Grup bisa lebih sedikit karena melakukan sub kontrak dengan perusahaan sebelumnya yang diakuisisi grup ini di berbagai negara. Selain itu, Zain Group pun dapat memperoleh keuntungan tambahan dengan menjual dan menyewakan sebagian BTS yang dimilikinya pada operator lain di suatu negara dimana ia beroperasi.

Sementara Ooredoo Group milik Qatar, beroperasi di 13 negara di Timur Tengah, Afrika dan Asia Tenggara. Perusahaan Telekomunikasi ini memiliki pendapatan 117,37 Trilyun di tahun 2018 dengan 17.000 pegawai yang tersebar di 13 negara. Hasil tersebut didapat dengan jumlah konsumen sebanyak 115 juta akun.

Namun keprihatinan kita muncul saat melihat data yang diberikan Indosat. Perusahaan Telekomunikasi Indonesia yang kini bermitra dengan Ooredoo ini, mencatat pendapatan sebanyak Rp. 23 Trilyun, dengan jumlah pelanggan 58 juta akun di tahun 2018. Namun dari perhitungan biaya operasional yang dihabiskan, Indosat mengalami kerugian sebanyak Rp. 2,4 Trilyun.

Apa yang bisa dilakukan oleh industri telekomunikasi tanah air dengan data ini? bila kita melihat pada 4 bagian dalam balance scorecard yaitu Costumer, Finansial, Proses Bisnis/Operasional dan Learning & Growth maka hal yang belum dibahas dalam pemaparan diatas adalah mengenai Operasional dan Learning & Growth.

Sedikit mengenai operasionalnya, Telkom mengelola 197 ribu BTS. Sementara Indosat memiliki 17 ribu BTS dan akan menambah jumlah 18 ribu BTS hingga tercapai total 35 ribu BTS pada akhir 2019 ini. Sementara tidak didapatkan data mengenai jumlah Telecom Towers yang dimiliki oleh Zain Group atau  Ooredoo Grup.

Sementara mengenai Learning, strategi pengembangan sumber daya manusia di masing-masing perusahaan diatas tidak banyak ditemukan di jagad maya. Sejumlah informasi yang didapatkan menyebutkan bahwa pada tahun 2019 ini Telkom Grup memiliki rencana untuk mengembangkan karyawannya melalui Coaching dan Mentoring.

Mengenai Growth, salah satu langkah yang Indonesia, dalam hal ini Telkom dan Indosat masih tertinggal adalah dalam bidang teknologi 5g. Zain Group telah membuka kerjasama dengan Ooredoo Group dalam bidang 5G. Hal ini karena Zain Group telah memiliki sejumlah tower 5G di banyak titik di Kuwait dan beberapa lokasi lainnya. Sementara pembahasan lengkap mengenai bagaimana Indonesia menyambut teknologi 5g dapat dibaca di artikel (https://actconsulting.co/indonesia-menyambut-teknologi-5g/)

Untuk menghasilkan strategi di masa depan, beragam kombinasi dari elemen yang ada di dalam Matrix Balance Scorecard ini dapat diformulasikan menjadi berbagai strategi untuk mencapai banyak tujuan di masa depan. Untuk memperoleh bekal pengetahuan mengenai penyusunan strategi korporasi ini, Anda bisa mengikuti program Corporate Strategic Intelligence (https://actconsulting.co/corporate-strategy-intelligence/) atau Business Sustainability Solutions (https://actconsulting.co/bss/). Sementara untuk mendapatkan sertifikasi sebagai ahli strategi bisa melalui program Corporate Strategic Specialist (https://actconsulting.co/corporate-strategy-specialist-2/). Keterangan lengkapnya dapat diperoleh di website ACT Consulting.

Neuralink dan OpenAI, Harapan Elon Musk Untuk Menyetarakan Kemampuan Otak Manusia Dengan Artificial Intelligence dan Menyembuhkan Berbagai Penyakit.

By Article No Comments

Elon Musk termasuk ke dalam sejumlah ahli IT yang menyatakan Artificial Intelligence sebagai ancaman bagi umat manusia. Namun alih-alih merasa terancam, ia menciptakan berbagai solusi dengan membentuk sejumlah perusahaan untuk dapat membuat teknologi AI menjadi terbuka bagi semua orang.

Ada dua perusahaan yang didirikannya hampir bersamaan, yaitu Open AI dan Neuralink. Ide dari keduanya berasal dari paham Transhumanism. Paham ini memiliki misi untuk melakukan transformasi dari kondisi manusia saat ini dengan menciptakan teknologi canggih yang disebarkan terbuka pada umum agar membuka kemungkinan dalam peningkatan kecerdasan dan kesehatan umat manusia.

Transhumanism, merupakan bagian dari Futurology, dimana Artificial Intelligence bersatu dengan Technological Singularity (TS). Makna dari Technological Singularity sendiri adalah peningkatan intelegensi super yang dilakukan secara sangat cepat melalui berbagai teknologi tercanggih.

OpenAI sendiri adalah perusahaan bentukan Elon Musk dengan Sam Altman, pendiri Y Combinator. Y Combinator adalah perusahaan IT yang menyediakan bimbingan dan pendanaan untuk berbagai startup yang potensial dari berbagai belahan dunia.

Pertanyaan yang mendorong terbentuknya perusahaan ini adalah apakah kita benar-benar akan membiarkan masyarakat dimasuki oleh perangkat lunak otonom dan agen perangkat keras yang detail operasionalnya hanya diketahui oleh segelintir orang saja? Jawabannya adalah tentu saja tidak. Pada bulan Juli 2019, Microsoft mengumumkan bahwa mereka akan berinvestasi 1 milyar dollar untuk mebantu idealisme OpenAI.

Dalam presentasinya di bulan Juli 2019, pada founder Neuralink menjelaskan mengapa perusahaan ini diperlukan oleh public. Mereka juga memberikan sejumlah penjelasan mengenai beragam inovasi yang dihasilkan oleh Neuralink sejak dibentuk pada tahun 2016.

Menurut President dari Neuralink, Max Hodak, perusahaannya didirikan dengan tujuan untuk memahami dan menangani kerusakan otak dengan perangkat Brain Machine Interface (BMI) yang dapat menyembukan berbagai penyakit otak. Selain itu, tujuan kedua adalah untuk mempertahankan dan meningkatkan fungsi otak, dengan melakukan simbiosis dengan artificial intelligence. Sementara, tujuan ketiga adalah untuk menciptakan masa depan yang lebih setara.

Mengapa tujuan ketiga ini dimunculkan? Kekhawatiran Elon Musk adalah bila kemampuan otak manusia dikalahkan oleh mesin artificial intelligence. Dengan penciptaan Neuralink ini, katanya, manusia bisa menciptakan kemampuan untuk mengatasi masalah tersebut.

Ide Neural Link ternyata semula berasal dari penemuan istilah Neural Lace. Neural Lace adalah lapisan digital diatas korteks dimana Neuroprostheticsian (ahli bedah otak) dapat menginterpretasi sinyal otak dan memungkinkan para penderita cacat untuk dapat mengendalikan lengan atau kaki buatan yang mereka kenakan.

Neural Lace ini dikatakan sebagai Lapisan ketiga (tertiary layer). Karena manusia telah memiliki sistem limbic (di dalamnya terdapat kebutuhan primer) sebagai lapisan pertama dan korteks serebri (bagian otak tempat berpikir, merencanakan) sebagai lapisan kedua. Lapisan tersier ini disebut juga sebagai digital super intelligence layer, yang saat ini masih terpisah dari manusia, karena kita menggunakan otak ketiga ini dengan bantuan alat berpikir seperti komputer, laptop, dan telepon.

Bagaimana penjelasan mengenai teknologi yang digunakan dalam Neuralink ini bermula sejak publikasi penelitian pada tahun 2003, dimana teknologi BMI telah dapat dideteksi. Pada saat itu digunakan simpanse untuk mendeteksi kecepatan berpikir. Hingga hampir tahun 2020 ini, kecepatan berpikir di lapisan tersier ini masih terbatas, karena kecepatan mengolah output masih dibatasi oleh keharusan untuk mengetik atau untuk berbicara pada perangkat cerdas yang kita miliki. Namun, kata Elon Musk, dengan adanya simbiosis antara otak dengan artificial intelligence, maka kecepatan ini akan menjadi lebih cepat.

Bagaimana cara kerja BMI? BMI bekerja dengan menempatkan elektroda berukuran micron di dalam otak. Elektroda ini dapat merekam action potentials yang dihasilkan oleh neuron yang saling berkomunikasi dengan melakukan neural firing antar sinaps, yang disebut sebagai spikes.

Pendirian Neuralink ini bukan tanpa sejarah sebelumnya. Salah satu pendiri, Dong Jin Seo atau yang sering disebut sebagai DJ Seo, adalah seorang penemu dari University of Berkeley. Dalam meraih gelar PhDnya, Seo menciptakan Neural Dust. Alat ini adalah sebuah peralatan berukuran kecil yang ditempatkan di syaraf otak yang dapat berkomunikasi dengan sistem syaraf dan memiliki kecerdasan untuk dapat memahami sinyal penyakit dan mampu untuk dapat menyembuhkan berbagai gejala penyakit tersebut dengan metode yang cerdas.

Dalam versi pertama N1 Sensor dari Neuralink, terdapat 10 ribu elektroda. Di dalam elektroda ini terdapat Threads, Robots, Electronics, dan Algorithms. Dalam rencana teknologi masa depan yang direncanakan oleh Neuralink, akan dilakukan penanaman modul diluar kepala manusia. Alat ini akan berkomunikasi secara nirkabel dengan benang elektroda fleksibel yang dipasang di dalam otak.

BMI yang digunakan untuk menyembuhkan berbagai penyakit atau mengatasi cacat tubuh, dilakukan dengan penempatan alat di bagian motor korteks, terutama di bagian somato sensory cortex. Cara kerjanya adalah dengan deep brain stimulation dalam metode closed loop therapies.

Penempatan benang elektroda fleksibel ini memungkinkan pelaksanaan metode closed loop therapies yang terdiri dari tiga proses yaitu; record -> decode -> stimulate. Jadi, saat ada pemicu eksternal, otak akan melakukan neural signal interpretation (interpretasi terhadap sinyal otak) yang menghasilkan informasi baru yang kemudian direkam. Setelah merekam data secara analog, benang elektroda yang terhubung secara nirkabel dengan N1 systems on Chips ini kemudian mengolah data tersebut menjadi informasi digital yang akan diolah untuk menghasilkan feedback tertentu ke otak dalam bentuk stimulasi.

Pada tahun 2020, Neuralink berencana untuk mulai diterapkan pada para pasien yang mengalami lumpuh total (quadriplegia) yang disebabkan oleh cedera yang terjadi pada sumsum tulang belakang (spinal cord) urutan C1-C4. Teknologi yang dibuat Neuralink dikategorikan oleh DR Matt Mc Dougal, seorang ahli bedah syaraf di Neuralink, sebagai Fully Interface Neuron Bio Compatible Hermetic Packaging. Atau perangkat kedap udara yang ditanamkan di neuron (syaraf otak) yang bersifat kompatibel dengan kondisi biologis manusia, yang dapat melakukan interaksi secara penuh dalam berbagai aspek.

Ada sejumlah hal yang menjadi penyebab mengapa alat ini harus dipasangkan sebagai implant di otak, menurut pendiri Neuralink, yaitu agar dapat beroperasi secara nirkabel (completely wireless), bertahan seumur hidup (decades for lifetime), menggunakan gelombang sederhana (practical bandwith), dan dapat digunakan di rumah tanpa tergantung pada peralatan rumah sakit.

Data Survei Yang Menginspirasi Reformasi Regulasi Bisnis Hingga Meningkatkan Rangking Ease of Doing Business Indonesia 2018

By Article No Comments

Setiap perusahaan yang menjalankan usahanya dengan baik dan memenuhi standar etika bisnis memiliki peran untuk membangun dan memperbaiki keadaan perekonomian di tanah air.  Dengan membaiknya keadaan bisnis, maka ekonomi negara pun akan terus membaik. Untuk itu dalam penyusunan regulasi, pemerintah tampak turut mempertimbangkan hasil survey berbagai lembaga dunia yang telah meneropong kiprah yang dilakukan para CEO di Indonesia di tahun berjalan dan tahun sebelumnya.

Tulisan ini diturunkan dengan menganalisa hasil data yang didapatkan dari data World Bank Doing Business di tahun 2018 dan 2019 dengan membandingkan pada langkah dan kondisi  yang dilakukan dan direncanakan oleh para pengusaha (CEO Indonesia) di tahun 2017 yang tergambar dari hasil survey tahun 2017 dari Oxford Business Group. Lembaga ini  melakukan survey kepada para CEO dari berbagai perusahaan internasional, lokal dan swasta di Indonesia.

Di tahun 2017, Oxford Business Group meninjau keadaan ekonomi yang tengah berlangsung di Indonesia dengan melibatkan 38% respondennya berasal dari perusahaan internasional,  51% persen responden merupakan perusahaan lokal, dan 89% perusahaan yang mengikuti survey adalah perusahaan swasta. Hasil survey ini memperlihatkan bahwa hampir 92% dari para CEO di Indonesia yang menjadi responden merasa positif atau sangat positif mengenai kemajuan iklim bisnis yang ada di Indonesia.

Hasil survey ini memperlihatkan bahwa kekhawatiran utama para pengusaha di Indonesia ada pada 3 hal, yang berupa birokrasi, sumber daya manusia, dan biaya modal (costs of capital). Kekhawatiran terbesar berada pada masalah birokrasi, yang dirasakan oleh hampir separuh dari seluruh responden. Tepatnya ada 47% dari para CEO di Indonesia yang khawatir pada masalah ini.

Sementara, di urutan kedua, masalah sumber daya manusia berada di urutan kedua dengan persentase sebanyak 43% dari para CEO yang merasakannya. Masalah utama yang dirasakan di sektor sumberdaya manusia adalah tingginya permintaan untuk para ahli di bidang teknik, keuangan, kesehatan dan informatika. Sementara masalah biaya modal hanya berada di urutan ketiga dengan kekhawatiran hanya dirasakan oleh 10% saja dari para CEO di Indonesia.

Bila hal ini disingkronkan dengan data lain lembaga lain seperti dari Bank Dunia, berbagai kekhawatiran ini tampak dijawab oleh Pemerintah di tahun selanjutnya dengan meningkatkan dukungan terhadap dunia bisnis dengan dilakukannya sejumlah kebijakan untuk mendukung perkembangan bisnis di tanah air.

Lembaga di bawah Bank Dunia yang bernama Doing Business ini, meneropong bahwa terjadi reformasi regulasi berupa penurunan biaya untuk pembuatan perseroan terbatas di Jakarta dan Surabaya di tahun 2018, kemudahan dalam  mendapatkan kredit, mendapatkan sambungan listrik dan adanya tax amnesti dalam pembayaran pajak, adanya perlindungan terhadap investor minoritas, dan kemudahan dalam perdagangan lintas batas dengan dibentuknya sistem penagihan tunggal elektronik untuk kebijakan impor.

Beragam reformasi yang dilakukan ini mendatangkan dampak yang sangat positif terhadap kondisi bisnis di Indonesia. Sebagaimana terlihat dalam indeks kemudahan dalam melakukan bisnis di Indonesia yang berada di peringkat ke 91 dari ratusan negara di dunia di tahun 2017, yang kemudian meningkat ke posisi ke 71 di tahun 2018. Namun terjadi penurunan di tahun 2019 ini sebanyak dua peringkat ke posisi ranking 73.

Mungkin sekali hal ini terjadi karena di tahun 2018, tidak banyak terdapat reformasi regulasi dan birokrasi di bidang bisnis. Seperti ditampilkan oleh Doing Business, hanya terdapat reformasi dalam hal kemudahan pendaftaran properti, kemudahan memulai bisnis dengan pendaftaran jaminan sosial, dan dibuatnya sistem terkomputerisasi data untuk memudahkan akses pebisnis mendapatkan informasi kredit. Hanya 3 langkah yang direformasi di tahun 2019 dibanding dengan 6 langkah di tahun 2018.

Dalam laporan yang dieditori oleh Patrick Cooke dari Oxford Business Group untuk regional Asia, termuat sejumlah data seperti bahwa walaupun di tahun 2017 para CEO memiliki kekhawatiran terhadap ketidakpastian keadaan politik dan seringnya terjadi perubahan kebijakan, namun secara umum para CEO di Indonesia memiliki pandangan yang positif. Sehingga kemudian para 40% dari para CEO ini menyatakan bahwa mereka akan melakukan investasi modal. Dari data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) terdapat gambaran bahwa telah terjadi penanaman modal langsung (foreign direct investment/ FDI) dalam sejumlah sektor bisnis di tanah air,  yaitu pada industri permesinan dan elektronika, dan pada urutan kedua pada industri kertas dan percetakan. Sementara terjadi juga peningkatan volume investasi di sektor farmasi dan pertambangan.

Dalam laporan hasil survey yang dibuat oleh Oxford Business Group ini, hal utama yang mendorong semua investasi asing ini adalah karena meningkatnya konsumsi rumah tangga di masyarakat dan di sektor swasta seperti properti, infrastruktur, energi dan manufacturing. Sementara yang masih dianggap sebagai momok yang menakutkan adalah adanya resiko eksternal berupa kebijakan moneter Amerika Serikat yang berpengaruh terhadap tingkat inflasi,  yang dapat membuat perusahaan bersikap lebih ketat dalam sektor keuangan mereka.

Sementara, juga terjadi banyak dukungan pemerintah dari data yang diberikan oleh Kepala Bapennas (dalam hasil survey dari oxford business group) bahwa di tahun 2017  pemerintah melakukan perencanaan untuk memfokuskan pembangunan pada enam sektor untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, yaitu pada sektor industri pemrosesan, pertanian, perdagangan, informatika dan komunikasi, serta sektor konstruksi dan pelayanan keuangan.

Berbagai langkah yang dilakukan pemerintah ini kemudian menghasilkan peningkatan perbaikan pada harga komoditas dan berlanjutnya investasi di sektor energi, yang kemudian membantu pemerintah dalam melakukan pendanaan dalam berbagai proyek infrastruktur yang memiliki dampak jangka panjang.

Namun para pengusaha masih merasakan bahwa besarnya investasi yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia ini memiliki dampak yang tidak banyak menstimulasi perbaikan kondisi dalam sektor bisnis yang mereka jalani. Namun hal ini bisa saja terjadi karena permasalahan sampling yang tidak merata diantara sejumlah sektor bisnis yang menjadi responden survey. Hasil yang tergambar adalah bahwa peran pemerintah dirasakan masih terbatas. Hingga 54% responden menyatakan bahwa sektor bisnis mereka hanya mendapatkan dukungan pemerintah sebanyak 20% saja.

Namun hal ini dibarengi dengan sikap bijak para pengusaha yang menyatakan bahwa dukungan terbaik yang dapat diberikan pemerintah adalah dalam hal perbaikan birokrasi. Hingga kemudian hal ini ditanggapi pemerintah secara responsif dengan melakukan reformasi birokrasi secara massif dalam perbaikan regulasi dan perbaikan teknologi informatika untuk memajukan pelayanan public yang dapat mendukung kemajuan bisnis.

Hal lain yang amat berpengaruh pada kondisi bisnis adalah keterbukaan sistem yang tergambar pada peningkatan level transparansi berbisnis. Dengan data tergambar pada bagan di bawah ini. meningkatnya transparansi ini membantu untuk menarik investor dan menurunkan biaya peminjaman, serta meningkatkan kepercayaan investor pemberi pinjaman karena mereka dapat melihat langsung pada data keuangan korporasi yang dipersembahkan secara terbuka. Sebagaimana tuntutan yang harus dipenuhi perusahaan untuk meningkatkan level kepatuhan mereka terhadap Good Corporate Governance.

Marwan Lahoud, Keturunan Arab Yang Berperan Strategis Dalam Industri Pertahanan Perancis

By Article No Comments

Lahir pada tahun 1966 di Lebanon, Marwan Lahoud kemudian pindah ke Perancis pada tahun 1982 mengikuti keluarganya saat Libanon dilanda konflik. Namun ia sempat bergabung sebagai bagian dari Pasukan Sementara PBB di Libanon selama satu tahun pada saat kelas tiga di sekolah menengah.

Pada tahun 1984, Marwan Lahoud mulai belajari di Ecole Polytechnique pada usia 18 tahun. Permintaannya untuk menjadi warga negara Perancis diterima berkat dukungan Philippe Seguin, Menteri Sosial Perancis saat itu. Hal ini memungkinkan Marwan Lahoud untuk berabung dengan Korps De L’armementb ketika lulus Politeknik. Saat itu ia memilih Sekolah Aeronautika dan Antariksa Nasional untuk pelatihannya sebagai insinyur persenjataan.

Perjalanan karir Marwan Lahoud terus merayap naik. Di awal, ia menjadi kepala pusat perhitungan Landes Test Center di Delegasi Umum untuk Persenjataan Perancsi, pada tahun 1989. Kemudian ia memegang tanggung jawab untuk menangani berbagai proyek untuk merenovasi fasilitasn pengujian dan koordinasi investasi.

Pada tahun 1994, ia memegang peran dalam Layanan Teknis Sistem Rudal Taktis. Lalu naik lagi karirnya menjadi Wakil Direktur Rudal dan Ruang Angkasa. Pada akhir 1995, Marwan Lahoud diangkat menjadi Penasihat Urusan Industri, Penelitian dan Persenjataan bagi Menteri Pertahanan Charles Millon.

Pada tahun 1998, Marwan Lahoud direkrut oleh Aerospatiale. Disana ia menjadi Direktur Pengembangan. Di Juni 1999, ia diangkat sebagai Wakil Direktur untuk Koordinasi Strategis dan Wakil Direktur untuk Urusan Militer. Pada tahun 2000, ia menegosiasikan merger dengan Matra, yang kemudian menjadi rintisan pembentukan EADS (European Aeronautics Defence and Space –cikal bakal Airbus).

Dengan dibentuknya EADS pada Juli 2000, Marwan Lahoud diangkat sebagai Wakil Presiden Senior untuk bagian Merger dan Akuisisi. Dalam posisi ini ia melakukan penciptaan Airbus, MBDA (perusahaan persenjataan yang menciptakan berbagai missil dan rudal Perancis), dan Astrium (produsen pesawat luar angkasa perancis). Pada tahun 2003, di usia 36 tahun, ia menjadi Presiden dan CEO MBDA.

MBDA adalah pengembang dan produsen rudal dan missil yang beroperasi di Perancis, Italia, Inggris, Jerman, Spanyol dan Amerika Serikat. Pada tahun 2003 tersebut, perusahaan ini memiliki 10 ribu karyawan. Pada tahun 2011, MBDA memiliki omzet 3 Milyar Euro dan menghasilkan lebih dari 3000 rudal. Bekerjasama dengan 90 angkatan bersenjata dari berbagai negara di dunia, omzet MBDA kemudian mencapai 10,5 Milyar Euro.

Pada tahun 2012, Marwan Lahoud diangkat sebagai Direktur Pelaksana EADS Perancis, sambil mempertahankan posisinya sebagai Direktur Strategis. Bila dirangkum, Marwan Lahoud telah membesarkan grup Airbus sejak tahun 2007 hingga 2017. Pada tahun 2017, ia memegang peran sebagai Chief Strategy and Marketing Officer di Airbus.

Mrsool App Pembelian dan Pengiriman Barang yang tengah Merajai Arab Saudi meraih nilai transaksi 3,7 Trilyun rupiah (1 bilyun Saudi riyal) di tahun 2018

By Article No Comments

Sebelum menjadi CoFounder MrSool, Said Al Misri di suatu siang memikirkan tentang sebuah ide. Solusi untuknya bisa memenuhi berbagai kebutuhan yang diminta oleh keluarganya tanpa harus meninggalkan kantor dan kehilangan waktu bekerja.

Saat itu, Said mulai memiliki ide tentang pembuatan aplikasi online. Ia mengemukakan idenya tersebut pada beberapa kawannya yang memiliki keahlian dalam pembuatan aplikasi online.  Tak lama, Said Al Misri mulai menyusun proposal bisnis untuk idenya tersebut

Salah satu kawannya adalah Al Sanad. Awalnya ia menyampaikan keberatannya, karena sebelum ide tentang MrSool lini, Al Misri pernah datang padanya dengan beberapa ide tentang aplikasi online juga, yang dianggap Al Sanad tidak akan bisa berhasil. Namun kemudian ia mengusulkan sejumlah ide untuk memperbaiki ide yang dimiliki Al Misri tentang aplikasi MrSool ini.

Tak lama dari saat itu, pada tahun 2015 MrSool diluncurkan. Di tahun 2017, MrSool telah memiliki jumlah kurir mencapai 80 ribu orang. Di Appstore pun aplikasi ini telah mendapatkan rangking 4.8 dari skala 5, dan masuk dalam 100 aplikasi yang paling aktif digunakan di seluruh dunia.

Di tahun 2019, MrSool telah memiliki 4 juta pengguna yang telah mendaftarkan diri di aplikasi ini. bahkan jumlah transaksi  yang tercatat selama setahun terakhir telah menyentuh angka 1 milyar Saudi Riyal atau setara denga 3,7 Trilyun Rupiah.

MrSool memiliki pendekatan yang personal. Berbeda dengan yang aplikasi yang sama  dalam Uber. Bahkan kepopuleran MrSool di Arab Saudi jauh mengalahkan aplikasi sosial media terbesar di dunia, Facebook, di negara itu. Sukses di Arab Saudi, MrSool telah merencanakan untuk merambah negara lain di kawasan teluk dan Jazirah Arab.

Hal ini terutama karena iklim interaksi terbatas yang merupakan budaya di negara tersebut. Dalam keterangannya, Said Al Misri menyampaikan bahwa para wanita dan ibu-ibu di Saudi dapat menganggap bahwa para kurir MrSool adalah saudara-saudara mereka yang akan membawakan apa yang mereka beli melalui App, ke tempat mereka berada. Apakah itu di rumah, kantor, atau sekolah.

Hal ini membuat para suami, kakak, adik, ayah atau paman dari para perempuan di Saudi tidak lagi terbebani oleh permintaan istri, ibu, anak, atau saudara perempuan mereka untuk membelikan sesuatu yang tengah mereka butuhkan. Istimewanya, karena sifatnya yang on demand, aplikasi ini menyediakan layanan delivery langsung. Hampir sama dengan gabungan antara layanan gomed, gomart, gosend dan gofood di aplikasi Gojek atau Grab di Indonesia.

Intinya, beragam hal bisa diantar oleh Kurir MrSool ke tempat anda di kawasan Arab Saudi dengan satu app. Bahkan app ini dapat membelikan Anda beberapa order sekaligus, sehingga tidak perlu melakukan banyak pesanan dan menghabiskan beberapa kali ongkos kirim.  Hal ini karena pendekatan personal yang dimiliki oleh MrSool di dalam aplikasinya. Lebih personal dari sekedar membuat ceklist pada pilihan barang atau makanan yang ada di dalam suatu app, seperti yang masih harus kita lakukan di app transportasi online yang saat ini kita gunakan di Indonesia. Mungkinkah aplikasi online dalam negeri dapat meniru kunci kesuksesan MrSool ini juga?

Perkuat Nilai, Perkuat Sinergi Sebagai Upaya Kemandirian Industri Maritim dan Energi Berkelas Dunia

By News No Comments

Sejak tahun 2018, PT PAL Indonesia telah menggandeng ACT Consulting untuk mendampingi penguatan program culture roadmap. Sejumlah kegiatan telah dilakukan dalam upaya perbaikan budaya perusahaan guna ketercapaian visi perusahaan untuk menjadi perusahaan konstruksi di bidang industri maritim dan energi berkelas dunia.

Kegiatan penguatan culture roadmap PT PAL Indonesia (Persero) diawali dengan adanya pengukuran tingkat kesehatan budaya organisasi, hingga dilanjutkan dengan pembentukan budaya atau tata nilai baru perusahaan oleh manajemen. Adapun tata nilai baru yang menjadi pemacu semangat di PT PAL Indonesia (Persero) adalah SHIP (Synergy, Hearcentered, Innovative, Performance).

Setelah didapatkan tata nilai yang baru, pembentukan motor penggerak perubahan “Change Leader dan Change Agent” membuat berbagai inisiatif perubahan semakin efektif, kreatif dan berwarna. Tak kurang dari 19 change leader serta 80 change agent siap menjadi motor penggerak tertanamnya tata nilai dan budaya perusahaan yang baru.

Komitmen segenap manajemen untuk menciptakan budaya perusahaan yang mendukung ketercapaian visi perusahaan selaras dengan dukungan penuh Direktur Utama PT PAL Indonesia (Persero) Bapak Ir Budiman Saleh, M.S., Ph.D serta arahan yang intensif dari Direktur SDM dan Umum PT PAL Indonesia (Persero), Ibu Etty Soewardani, S.H dalam menampung aspirasi perubahan budaya perusahaan.

Peran tata nilai dan budaya yang baru telah menjadi pemantik semangat bersinergi serta inovasi menguatkan peran PT PAL Indonesia (Persero) dalam mewujudkan kemandirian industri pertahanan dan keamanan matra laut dibuktikan dengan telah suksesnya PT PAL Indonesia (Persero) dalam membangun kapal selam pertama karya anak bangsa maupun melalui penguasaan teknologi seperti pembuatan Kapal Rumah Sakit, Kapal Cepat Rudal, hingga produk energi kebanggaan nasional juga telah dilakukan oleh PT PAL Indonesia (Persero) guna menjadi pemimpin pasar global.

Disiapkan oleh : Departemen Humas PT PAL Indonesia (Persero) untuk website ACTConsulting.co

Asesmen Kompetensi Manajerial Pejabat Eselon 3 Kabupaten Banyuwangi di Awal Agustus 2019

By News No Comments

Kegiatan Asesmen Kompetensi Manajerial dilaksanakan pada tanggal 7-8 Agustus 2019 oleh Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Banyuwangi. Dalam kesempatan kali ini, Tim ACT Consulting dipimpin oleh Rizka Gani Lukman, M.Psi, Psikolog.

Dalam Asesmen Kompetensi Manajerial ini, 41 orang pegawai eselon 3 di Kabupaten Banyuwangi mengikuti dengan serius dan sungguh-sungguh. Dalam Asesmen Kompetensi Manajerial ini sejumlah hal yang diukur adalah kemampuan berpikir, kemampuan mengelola diri, serta kemampuan mengelola orang lain.

Berbagai kemampuan ini diprediksi menggunakan berbagai alat ukur psikologi yang dimiliki oleh ACT Consulting. Karena kompleksitas tingkat pengukuran yang dilakukan tersebut, memerlukan waktu hingga dua hari dalam pelaksanaannya.

Sejumlah unsur dari kemampuan berpikir yang diukur antara lain tingkat kemampuan analisa, fleksibilitas berpikir, kemampuan inovasi, dan pemikiran konseptual dari para pegawai Eselon 3 di Kabupaten Banyuwangi ini.

Sementara, dalam kemampuan mengelola diri, sejumlah poin yang harus dimiliki oleh para ASN ini adalah; kemampuan adaptasi terhadap perubahan, inisiatif, integritas, pengendalian diri, komitmen organisasi, keuletan, serta semangat berprestasi.

Unsur lain yang juga diukur dalam kemampuan manajerial ini adalah kemampuan untuk mengelola orang lain, yang didalamnya terdapat sejumlah aspek seperti; kepemimpinan, kerjasama, mengembangkan orang lain, dan kemampuan membimbing.

Berbagai keterampilan manajerial ini merupakan unsur yang perlu dikembangkan pada para aparat sipil negara. Terutama karena di level eselon 3 ini para pegawai memiliki peran manajerial yang berpengaruh dan signifikan dalam upaya Pemerintah Kabupaten Banyuwangi untuk mengembangkan daerahnya dan mempertahankan prestasi sebagai Kabupaten Terbaik di Indonesia dalam sejumlah aspek penilaian.

Menurut sumber dari Liputan6.com, penghargaan terbaru yang diterima oleh Bapak Azwar Anas selaku Bupati Banyuwangi adalah meraih predikat kabupaten terbaik dalam hal layanan sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) oleh Kementerian Pendayagunaan dan Administrasi Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB). Pada evaluasi SPBE ini Banyuwangi mendapatkan indeks sebesar 3,43 dari skala 5 atau yang tertinggi di kategori Kabupaten seluruh Indonesia. Penghargaan ini telah diberikan langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Yusuf Kalla pada tanggal 28 Maret 2019.

Berkat berbagai peningkatan layanan kepada masyarakat yang datang dari inovasi di bidang teknologi digital tersebut, berbagai kampung yang ada di Banyuwangi kini telah menerapkan layanan yang Smart. Hingga muncul istilah Smart Banyuwangi.

Training Leadership Communication and Teamwork Badan Pajak dan Retribusi Daerah Provinsi DKI Jakarta di Awal Agustus 2019

By News No Comments

Demi mewujudkan berbagai impian yang dimiliki bangsa ini, berbagai elemen di masyarakat turut memberikan kontribusi dalam berbagai bentuk. Salah satu bentuk kontribusi masyarakat adalah melalui pembayaran pajak yang dilakukan dalam beragam kesempatan.

Pajak dihimpun dari potongan penghasilan bulana kita, dari biaya ekstra yang kita berikan saat kita makan, minum dan membeli suatu barang. Kita turut melakukan upaya mendukung impian bangsa dengan berbagai langkah yang seringkali tidak kita rasakan.

Bila kita seorang pengusaha, kita pun harus membayar pajak dalam berbagai bentuk yang lebih banyak lagi. Pajak saat pembelian komoditas, pajak saat pembelian mesin-mesin, pajak saat melakukan periklanan, pajak saat mengurus izin untuk suatu produk dan berbagai pajak lainnya.

Negara menjadi kuat dan mampu tangguh dengan kerelaan rakyat yang dengan banyak cara terus memberikan dukungan pada berbagai langkah pemerintah.

Untuk menjaga amanah dari masyarakat tersebut, badan pajak dan retribusi di berbagai daerah di Indonesia dituntut untuk terus meningkatkan kemampuan lembaga dan kemampuan para pegawainya untuk mampu memenuhi semua target yang dicanangkan. Karena bila tidak, maka pengorbanan akan tertundanya banyak impian anak bangsa yang menjadi taruhannya.

Demi meraih performa tinggi tersebut, pada tanggal 2 Agustus 2019, ACT Consulting diberikan kepercayaan untuk memberikan Training yang diberikan secara khusus untuk Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta.

Training kali ini bertema Leadership Communication and Teamwork. Tema ini sengaja diangkat karena di tengah semua persoalan yang dihadapi, yang diperlukan dalam pelaksanaan berbagai rencana yang telah disusun, terletak pada kemampuan komunikasi para pemimpinnya.

Bila pemimpin dapat berkomunikasi dengan baik, maka akan terbentuk teamwork yang kolaboratif yang akan menyatukan berbagai potensi yang ada. Hingga akan memudahkan lembaga dan korporasi dalam mewujudkan berbagai langkah progresif secara integral.

Training ini diberikan untuk para Pejabat eselon 2,3 dan 4 Badan Pajak dan Retribusi Pemprov DKI Jakarta acara dibuka oleh Sekretaris BPRD Pemprov DKI Jakarta. Acara dipandu langsung oleh Pendiri ESQ Group, DR HC Ary Ginanjar Agustian. Didampingi oleh Coach Rendy Yusran selaku Director ESQ School of Communication serta Trainer Ilham Nugraha.

Antusiasme Ratusan Peserta 5 Kelas Paralel Training Motivasi di Kontes Layanan Honda Nasional 2019

By News No Comments

Astra Honda Motor adalah perusahaan manufaktur sepeda motor merk Honda yang beroperasi di Indonesia sejak tahun 1971. Perusahaan ini terus berkembang hingga telah menelurkan tingkat produksi motor mencapai lebih dari 50 juta unit di tahun 2015. Saat ini untuk mencapai target produksi 4,4 juta hingga 4,6 juta unit pertahun, AHM memiliki karyawan pabrik puluhan ribu orang yang tersebar pada 4 lokasi yang berbeda di Indonesia. Lokasi pabrik milik Astra Honda Motor ini yaitu berdiri di Sunter, Pesanggrahan, Cikarang, dan Karawang.  Berita dalam bisnis.tempo.co.id menyebutkan bahwa jumlah karyawan pabrik AHM di tahun 2014 mencapai 22.400 ribu orang.

Menurut bisnis.tempo.co.id juga didapatkan keterangan bahwa perusahaan ini menghidupi hingga 1,2 juta orang di Indonesia melalui berbagai anak usahanya. Anak usaha AHM yang dipaparkan antara lain 981 perusahaan pemasok komponen, 19 usaha kecil-menengah binaan AHM, 29 main dealer Honda, 1.817 dealer Honda, 3.646 bengkel resmi Astra Honda Authorized Service Station, 250 outlet layanan, 350 bengkel binaan, 7.652 toko suku cadang, 300 outlet perusahaan pembiayaan, 115 outlet perusahaan asuransi, dan 86 perusahaan logistik. Disebutkan pula dalam artikel yang sama bahwa omzet seluruh bisnis AHM di tahun 2014 saja telah mencapai angka Rp 80 triliun.

Untuk terus meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap berbagai produk dan layanan merk motor memiliki motto “Satu Hati” ini, PT Astra Honda Motor telah melakukan program kontes layanan yang pada tahun ini diselenggarakan untuk ke 13 kalinya. Kontes Layanan Honda Nasional ini menyeleksi Pimpinan Jaringan Konsumen, Frontline People, Deliveryman dan Customer Retention Officer dari seluruh Indonesia dan menyaring kembali mereka untuk memilih para pemenang yang akan mendapatkan hadiah berupa motor Honda terbaik dan tur ke luar negeri.

Untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan meningkatkan penjualan, para karyawan berprestasi ini mendapatkan pembekalan berupa Training Motivasi dari ACT Consulting. Tak kurang dari 5 kelas dengan total peserta ratusan orang dilaksanakan secara parallel dengan dipimpin langsung oleh Pendiri ESQ Group serta para Direktur dan Trainer Seniornya.

DR HC Ary Ginanjar Agustian memimpin langsung gabungan 2 kelas peserta yang terdiri dari para Frontline People dan Delivery Man. Sementara kelas lainnya dipimpin oleh Coach Dudi Supriadi selaku Direktur Business Innovation, Coach Bram Wibisono selaku Direktur ESQ NLP, Coach Mochamad Ramdhani selaku Direktur ESQ Success Institute, serta Eka Chandra selaku Wakil Direktur ESQ Training.

Momen training motivasi yang diberikan pada tanggal 3 Agustus 2019 ini menjadi istimewa setelah sebagian pulau Jawa dan Sumatera diguncang gempa dengan magnitude 6.9 SR pada malam sebelumnya. Untuk membangkitkan semangat peserta, para trainer ini memberikan materi seputar Zero Mind Process, Dealing With Chance, Vision Principle, Grateful Heart serta Grand Why.

Salah satu pesan yang diberikan dalam Training ini adalah bagaimana agar seluruh peserta dapat berkolaborasi dengan banyak elemen di Honda lainnya dan agar tercapai People Excellence untuk mencapai Visi Astra Honda Motor 2030.