Skip to main content
Tag

BUMN

LAMM PT KAI, Dirut: AKHLAK di PT KAI di tahun 2022 akan Meningkat Drastis

By News No Comments

JAKARTA – Workshop Leadership as Meaning Maker (LAMM) PT KAI dibuka langsung oleh Direktur Utama PT KAI, Didiek Hartantyo pada Jumat (30/4/2021) secara offline di Kota Kembang, Bandung.

Pelatihan ini ditujukan untuk seluruh BoD dan BoD-1 yang juga dihadiri oleh direktur utama, jajaran direksi dan komisaris. Serta dibawakan langsung oleh Ary Ginanjar Agustian (Presiden ACT Consulting) di sesi pertama dan dilanjutkan oleh Rinaldi dan Yendra (trainer).

“Saya yakin dan percaya AKHLAK di PT KAI di tahun 2022 akan meningkat drastis,” tegas Didiek.

Menurut trainer dan tim yang bertugas saat itu, ketika Sang Dirut mengatakan hal tersebut, alam seakan mengaminkan, di tengah hujan yang tiba-tiba turun dengan deras.

“Awalnya suasana di Bandung cerah. Setelah Pak Dirut mengucapkan kalimat itu langsung hujan deras. Setelah paparan dari Pak Dirut, Pak Ary dan kami pun menyalami para BoD, Komisaris dan lainnya. Di tutup dengan doa kurang lebih selama 15 menit. Setelah beres sesi itu, hujan pun selesai juga,” jelas Rinaldi.

Dirut beserta komisaris dan para BoD PT KAI sangat antusias mengikuti workshop ini.

“Tugas leaders adalah memberikan semangat, motivasi, mengingatkan tentang visi dan misi setiap organisasi. Karena yang bikin kita semangat melakukan suatu hal karena adanya misi,” ucap Ary.

Hal itu dibenarkan oleh trainer berkacamata, Rinaldi, “Yaa, jadi apa yang kita sampaikan di training itu bukan teori semata, tapi kami sudah melakukan dan membuktikannya sendiri kemudian dibantu dengan teori yang ternyata sesuai.”

Sampai-sampai, salah satu leader sangat bersemangat bertanya maupun memberikan testimoni. Meskipun workshop berjalan dari pagi hingga sore.

“Setiap pergantian modul, setiap sesi saat training selalu mendapatkan ilmu. Materinya pun saya sampai hafal. Walaupun saya sebagai leader tahu akan hal itu, namun sekarang benar-benar tersadarkan,” ungkap Taufik Hidayat.

PIHC Bungkus Kertas Kerja, Didampingi oleh ACT Consulting

By News No Comments

JAKARTA – Jumat (30/4/2021) Pupuk Indonesia Group (PI Group) atau PIHC gelar FGD Kamus Kompetensi yang didampingi oleh ACT Consulting secara virtual.

Puluhan insan PI Group dipandu oleh Coach Bramanto Wibisono (trainer lisensi dari Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian) bersama tim.

Tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk merangkum, merevisi, berdiskusi terkait kertas kerja penyusunan kamus kompetensi PI Group untuk jangka waktu 9 bulan ke depan. Karena ACT Consulting menjadi dokter untuk kesehatan PI Group.

Isinya tentang target pribadi, target jangka panjang organisasi, yang berasal dari atau mengupas tuntas dari nilai core values di antaranya kompeten dan adaptif.

“Nah ini kita kaitkan dengan agility yang terdapat 6 point,” ucap Bram.

Kata Tokoh Pembangunan Karakter,  Ary Ginanjar, kita harus memiliki minimal 5 Agility di antaranya:


1. CHANGE AGILITY (Mampu beradaptasi dengan perubahan apapun)

2. MENTAL AGILITY (Mampu bertahan dalam kondisi apapun)

3. PEOPLE AGILITY (Mampu kerjasama dengan siapapun)

4. LEARNING AGILITY (Mampu memahami dan mempelajari hal baru dengan cepat)

5. RESULT AGILITY (Mampu tetap berprestasi dalam kondisi apapun)

Kemudian salah satu insan PI Group share tabel excel dan merevisi FGD berdasarkan indikator perilaku, maupun kunci perilaku.

“Demi mengenali pribadi dan mengembangkan diri secara terbuka dalam rangka proses pembelajaran diri yang tangkas, lincah, dan gesit.”

Suasana acara sangat interaktif, tak hanya omongan serius, tapi diselingi dengan canda tawa sehingga menjadi lebih fun.

Hasil Riset Bridge’s untuk Bekal Insan PT REKIND, Awal Mula Perubahan

By News No Comments

JAKARTA – Melalui Zoom Meeting pada Selasa (4/5/2021), insan PT Rekayasa Industri (PT REKIND) mengikuti webinar yang mengusung tema “Culture Champion on Boarding Komunitas Amoniak” digelar oleh tim ACT Consulting.

Puluhan insan BUMN itu dipandu langsung oleh Coach Tiko dan Astrain Kemas (trainer lisensi dari Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian).

“Baik, bapak dan ibu sekarang kita coba lakukan brainstroming yah. Biasanya dan kebanyakan orang menulis dengan menggunakan tangan kanan, betul? Sekarang coba menulis pakai tangan kiri yah,” ajak Tiko dari Studio lantai 23 Menara 165.

Insan REKIND mengikuti instruksi dari sang trainer.

“Nah, karena tidak terbiasa. Nampaknya agak kesulitan untuk mengubah kebiasaan tersebut. Emang sulit mengalami perubahan karena tidak biasa, artinya kita akan mengalami sebuah kondisi saat seseorang itu tidak mau berubah. Kira-kira apa alasan seseorang enggan menghadapi perubahan? ” tanya pria berkacamata itu.

Dengan sigap dan tanggap, para partisipan langsung merespon pertanyaan itu secara bergantian.

Denny Syamsuddin, “Karena terlalu nyaman dengan kondisi yang sudah ada. Ingin stay atau berada di zona nyaman.”

Yusuf, “Dia belum menyadari bahwa dia punya potensi tersendiri hingga akhirnya mengandalkan yang ada saja, tidak mencari kebisaan yang lain, jadi dia seperti itu saja.”

Andyo, “Dia ingin bermain aman saja, ia juga takut gagal jadi tidak mau menanggung resiko yang terlalu besar sehingga dia jadi seperti itu.”

Tiko memberikan applause sekaligus memberikan tanda dua jempol istilah kata ‘top.’

“Yaa betul sekali bapak dan ibu, lebih kurang ini lah yang menyebabkan orang tidak mau berubah di antaranya budaya, nilai-nilai, tradisi lama, perbedaan perspektif dan goal, ketidakpastian, berkaitan dengan kepentingan pribadi (perubahan itu membuat dia merasa terancam). Untuk itu, kita harus menghargai budaya yang lama dan menerima dengan budaya yang baru.”

Oleh karena itu, adanya perubahan bisa mempengaruhi emosional manusia. Seperti sebuah riset dari beberapa tokoh, salah satunya dari Bridge’s terkait perjalanan siklus emosional manusia saat mengalami adanya perubahan.

“Ada 3 model saat seseorang mengalami perubahan. Pertama, dia akan merasa hidupnya sudah berakhir atau ending. Kedua, dia merasa biasa aja gak ada bedanya sebelum ataupun sesudah terjadi perubahan. Dan yang ketiga, dia akan bangkit, bagaikan seseorang yang terlahir kembali atau yang disebut the new beginning,” tutup Tiko.

Culture Champion PIHC, Trainer ACT Consulting: Jadi Mendarah Daging

By News No Comments

 JAKARTA – Acara yang berjudul “Culture Champion Workshop PIHC” digelar selama 2 hari pada Senin-Selasa (26-27/4/2021) via daring. Webinar hasil kolaborasi antara Pupuk Indonesia Group (PI) dengan ACT Consulting itu diikuti oleh sekitar 38 orang BoD-2 PI.

Pimpinan PIHC dipandu oleh trainer lisensi dari Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian yakni Coach Ahmad Zaki dan Coach Syaiful. Mereka tampak gagah mengenakan kemeja putih dilengkapi dengan jas.

“Seperti yang sudah dijelaskan doktor Ary sebelumnya dalam transformational leadership. Di PIHC ada yang namanya Komunitas AMoNiAK yaitu Aktivasi Mobilisasi iNternalisasi AKHLAK,” ungkap Zaki.

Ia mengatakan bahwa workshop kali ini akan mengupas tuntas tentang Culture Champion, karena diikuti oleh para BoD-2. 

“Dimana para BoD-2 harus menjadi role model, change driver dan project owner dalam seluruh implementasi budaya AKHLAK PI Group di level Departemen,” lanjutnya dari Studio lantai 23 Menara 165.

Trainer ACT Consulting itu berharap bahwa Core Values AKHLAK bukan hanya sekedar jargon atau tulisan di ranah BUMN. Namun harus diimplementasikan dalam kehidupan insan BUMN sehari-hari.

“Core Values AKHLAK harus jadi mendarah daging, masuk ke sistem organisasi PI Group khususnya. Yang bekerja di PIHC semoga bisa menjadi ladang beribadah kepada Allah. Saya yakin dan percaya itu.”

Leaders PIHC nampak mengganggukan kepala dan tangan menengadah untuk meng-amin-kan harapan dan doa itu. Mereka juga turut memberikan feed back atau respon terkait ilmu yang didapatkan di sesi pertama kali ini.
Jambak Region 2, “Semangat luar biasa.”

Supriono LR5, “Memahami posisi PI terhadap PI Group dan BUMN secara umum.”

Sigit Abdurrakhman, Produksi PI, “Baseline/posisi PI terhadap nilai-nilai AKHLAK.”

Jimmy Astirano, VP Anggaran, “Highlight what to improve dan tugas kita sebagai champion team.”

Guntur, “Posisi PI dibanding BUMN dan juga ANper (PI Grup), bagaimana poin yg rendah di PI dan harus ditingkatkan. kemudian apa itu AKHLAK dan ternyata PI sdh ada program2 untuk peningkatannya.”

Analogi Perjalanan Culture di Pupuk Indonesia Group Bersama Yuli Purwanti

By News No Comments

JAKARTA –  Sekitar 50 orang berada dalam forum kegiatan culture breaks via zoom meeting pada Kamis (15/4/2021), dalam rangka sesi pertemuan rutin para Pengelola Budaya di 11 korporasi Pupuk Indonesia (PI) Group. Hal ini bertujuan untuk Upskilling, mentoring, consultating. 

Mereka berasal dari berbagai golongan, mulai dari direksi hingga karyawan (staff), mereka insan dari Pupuk Iskandar Muda (PIM), Pupuk Indonesia (PI), Pupuk Kujang Cikampek (PKC), Mega Eltra (ME), Petrokimia Gresik (PG), Pupuk Sriwijaya Palembang (PSP), Pupuk Kaltim (PKT), Pupuk Indonesia Pangan (PIP), REKIND, PIL, PIE, dan lainnya.

Yuli Purwanti (Leadership and Culture Specialist), Ariningtyas Prameswari (Project Manager), dan tim ACT Consulting lainnya memandu insan PI Group tersebut.

Yuli mengusung tema “Why we need crazy communication?”, menurutnya kata crazy itu dalam artian memiliki cara komunikasi yang berbeda atau tidak biasa, karena terjadi transformasi di dalamnya.

“Transformasi itu sebuah journey (perjalanan) bukan destinasi. Budaya atau nilai itu sudah ada di setiap perusahaan, namun sekarang berubah atau transformasi menjadi AKHLAK, ya kita harus terima. Kita tinggal melakukan sebuah perjalanan agar implementasi dan internalisasi AKHLAK terealisasi dengan baik,” sambungnya.

Kemudian, penulis buku Culture Starts at the Top itu mengilustrasikan analogi perjalanan budaya dengan sebuah gambar.

“Ibarat kita mau melakukan perjalanan dari Jakarta ke Aceh. Semua orang di dalamnya mempunyai tujuan yang sama. Namun yang dilakukan saat perjalanan pasti berbeda, ada yang mengendarai, membaca peta, memainkan ponsel, tidur dan lainnya.

Agar tidak bosan atau monoton, harus diselingi dengan bernyanyi bersama, canda tawa, bercerita, adakan permainan sehingga perjalanan menjadi asik dan semua senang saat mencapai tujuan. Sama halnya di dalam perusahaan, untuk mencapai visi dan misi, diperlukan sebuah tim yang kompak dan saling mendukung,” tutup Yuli.

Hal itu dibenarkan oleh Rizal, perwakilan dari holding, “Omong kosong kalau kita gak kenal dengan timnya. Touch emotion tim atau orangnya, kalau mau berkomunikasi bukan hanya fokus ke targetnya tapi fokus kepada proses menuju targetnya.”

Roseto Pennsylvania di BNI CorpU, AKHLAK Series Harmonis dan Kolaboratif

By News No Comments

“Everybody is a Genius. But if you judge a fish by its ability to climb a tree, it will live its whole life believing that it is stupid.” – Albert Einstein.

JAKARTA – BNI Corporate University (BNI CorpU) menggelar sebuah event di Channel Youtube-nya pada Rabu (14/4/2021), dengan judul “AKHLAK Series, Perilaku Harmonis dan Kolaboratif di BNI CorpU.” Video yang berdurasi 2 jam lebih tersebut telah ditonton sebanyak 3.777 kali.

Kegiatan ini ditujukan untuk seluruh BNI Hi-Movers bersama Ary Ginanjar Agustian (Presiden Direktur PT. Arga Bangun Bangsa, Pendiri ESQ Leadership Center) dengan Moderator oleh Ayu Sari Wulandari (GM Divisi DMA BNI).

Di awal video ada sambutan dari Eddy Rusman (AVP Learning Consultant BCV), “John Kotter dalam bukunya Heart of Change mengatakan bahwa 70% transformasi gagal dilakukan hanya karena menggunakan kepala, tanpa menggunakan hati. Dan hati akan tercermin dalam AKHLAK.”

Oleh karenanya, Ary Ginanjar bantu mengingatkan insan BNI CorpU tentang AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyalitas, Adapatif, Kolaboratif), yang dibahas kali ini tentang harmonis dan kolaboratif.

Di dalam buku AKHLAK untuk Negeri, karya Erick Thohir dan Ary Ginanjar menjelaskan bahwa harmonis adalah saling peduli dan menghargai perbedaan. Panduan perilakunya yaitu menghargai setiap orang apapun latar belakangnya, suka menolong orang lain, dan membangun lingkungan kerja yang kondusif.

“Ini true story tentang kisah desa Roseto Pennsylvania di Amerika. Ada seorang dokter yang melakukan riset kepada desa tersebut. Pada tahun itu, Amrik dilanda penyakit jantung, tapi di desa itu usia di atas 65 tahun tetap pada sehat,” ungkap Ary dari Studio lantai 23 Menara 165.

Penyelidikan pun berlangsung dari segi makanan, udara, rutinitas, olahraga, genetika di Italia, namun nihil.

“Suatu ketika dokter itu rindu desa Roseto, sambil minum teh dia melihat di café orang-orang Roseto berkumpul, beramah tamah. Dokter itu pergi ke jalan, memperhatikan warga Roseto saling menyapa. Ketika di rumah orang Roseto, mereka suka membagi-bagikan makanan ke sekitarnya. Jadi disimpulkan bahwa orang Roseto memiliki sifat harmonis,” papar motivator Indonesia itu.

Menurutnya, desa Roseto menjadi salah satu contoh panduan perilaku dari harmonis yaitu membangun lingkungan kerja yang kondusif.

“Karyawan yang berada dalam budaya organisasi yang saling memperhatikan, peduli, dan welas asih memiliki kepuasan bekerja, komitmen terhadap organisasi dan tanggungjawab terhadap kinerja yang lebih baik.” – Harvard business review employees who feel love perform better (penelitian terhadap 3,201 karyawan di tujuh industry berbeda).

Adapun contoh kolaboratif yang disampaikan oleh tokoh pembangunan karakter itu tentang kisah landak, “Kadang-kadang kita harus seperti landak, harus berdekatan dan tertusuk duri untuk saling melengkapi. Meskipun di dalam sebuah tim terdapat perbedaan karakter dan lainnya. Justru perbedaan itu adalah kekuatan.”

“Ini bisa diterapkan juga di dalam lingkup BNI CorpU. Siapa yang siap komite hidup harmonis dan kolaboratif di BNI CorpU, katakan sayaaaaa,” ucap Ary dengan lantang

ACT Consulting Jadi Dokter PIHC Selama 9 Bulan dengan Program Terbarunya

By CMS, News No Comments

JAKARTA – Jumat, (9/4/2021) terselenggara kolaborasi antara ACT Consulting dengan PT Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC), dengan topik “Kick off Pengukuran, Internalisasi, Implementasi & Monitoring Budaya AKHLAK di PT Pupuk Indonesia (Persero) Group Tahun 2021” secara daring dan disaksikan oleh sekitar 40 orang.

PIHC itu sendiri adalah sebuah perusahaan induk untuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam bidang pupuk di Indonesia, membawahi anak perusahaan seperti PT Pupuk Kaltim, PT Petrokimia Gresik, PT Pupuk Kujang, PT Pupuk Sriwidjaja dan lainnya.

Winardi Sunoto selaku Direktur SDM dan Tata Kelola Pupuk Indonesia (Persero) memberikan kata sambutan serta harapan dari hasil kerjasama ini.

“Kami berharap bisa berkolaborasi dengan baik bersama tim ACT Consulting selama 9 bulan ke depan dalam rangka implementasikan AKHLAK dan menjalankan program-program terbaru. Yang terpenting kunci dari sebuah keberhasilan atau kesuksesan adalah bisa memegang komitmen.”

Luki Alamsyah Agustriana (Project Advisor), Tyas Prameswari (Project Manager), Dwitya Agustina (Project Director) beserta Tim ACT Consulting yang hadir pagi ini siap menjadi ‘dokter’ PIHC selama 9 bulan ke depan melalui program AMoNiAK PI Group dan PIPA. Sesuai dengan roadmap budaya di tahun 2021 ini yaitu membangun kesadaran dan pemahaman AKHLAK untuk mendorong kolaborasi dan menciptakan kemitraan yang produktif dan harmonis melalui program aktivasi AKHLAK yang terintegritas, terukur, dan terencana.

Tim ACT tersebut membawahi 10 Anak Perusahaan BUMN.

“Terimakasih apa yang telah dilakukan manajemen PIHC, tentang throwback implementasi AKHLAK. Merupakan bagian yang tak terpisahkan dari perubahan BUMN terkait peran BUMN dan Anpernya. Harapan dari BUMN tidak main-main. AKHLAK itu menjadi kendaraan atau motor BUMN,” tegas Luki.

Luki memastikan bahwa proses transformasi ini akan terus berjalan. Tim ACT Consulting siap memberikan pelayanan yang terbaik dengan pengukuran AKHLAK Culture Health Index (ACHI) yang kedua.

Selanjutnya, agar lebih jelas, Tyas memaparkan terkait program AMoNiAK PI Group dan PIPA. AMoNiAK PI Group adalah komunitas budaya PI Group yang dibentuk di setiap Unit kerja sebagai wadah Aktivasi Mobilisasi Implementasi AKHLAK, yaitu mengelola seluruh kegiatan aktivasi AKHLAK sehari-hari agar seluruh karyawan berperilaku yang sesuai dengan AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif).

“Kita anjurkan agar anak perusahaan BUMN memperhatikan hal tersebut. Karena AMoNiAK merupakan motor penggerak AKHLAK yang penggerakkannya dipimpin oleh culture leader, dikelola bersama culture champion, dan culture fertilizer guna menyuburkan nilai AKHLAK,” tutur wanita selaku Project Manager itu.

Sedangkan PIPA adalah program implementasi pemahaman AKHLAK, yang dirumuskan setiap tahun berdasarkan roadmap budaya dan pengukuran kondisi AKHLAK saat ini. PIPA terbagi menjadi 2 yaitu program mandatory dan program customize.

“Program-program yang telah disampaikan secara terbuka itu, alangkah lebih menarik lagi jika tim PIHC khususnya para milenials untuk menambahkan beberapa inovasi atau ide supaya AKHLAK ini lebih dinamis,” tutup Winardi.

Yuddy Aryadi: Telkomsel dan BUMN Lebih Maju dengan Ini

By News No Comments

JAKARTA – Asisten VP cultural development Telkom Indonesia, Yuddy Aryadi memaparkan sebuah terobosan baru dari Telkom yaitu Hackidea Program. Tujuannya yaitu untuk membangun perilaku inovatif pada karyawan. Karyawan yang seperti apa? Yang terus mencari cara lebih baik dalam menyelesaikan pekerjaan, yang terus mencari produk atau layanan yang dibutuhkan masyarakat.

“Ini contoh keberhasilan perilaku, bukan sekedar lomba. Namun sebuah inovasi untuk telkomsel dan BUMN menjadi lebih maju melalui idebox,” jelasnya kepada 250 orang dalam webinar dengan tema Culture Agent on Boarding yang digelar pada Kamis (2/4/2021).

Menurutnya hal itu sangat diperlukan perusahaan, agar perusahaan semakin produktif, efektif, efisiensi, berdaya saing, punya banyak produk yang diperlukan masyarakat.

“Yang kita lakukan ini seperti dalam salah satu core values AKHLAK yaitu Adaptif, artinya kita harus terus berinovasi dan antusias dalam menggerakkan ataupun menghadapi perubahan. Apalagi di tengah pandemi saat ini.

Semua ide yang diposting akan langsung dilihat leader, namun nanti juga setiap bulan akan ada evaluasi. Setiap hari kita pantau idebox itu, layaknya kita mengecek Whatsapp, instagram, dan lainnya. Dari situ kita bisa lihat ada ide baru apalagi nih?” tambahnya.

Setelah pemaparan, Yuddy memberikan kesempatan bagi peserta untuk melakukan feedback misalnya dengan ajukan beberapa pertanyaan.

“Untuk memperbaiki program culute kita,
kesulitan apa yang temen-temen rasakan khususnya saat menjadi culture agent, saat melaksanakan culture activation? Boleh ketik jawabannya di menti.com,” tanya MC.

Mayoritas dari mereka menjawab waktu, operasional, kordinasi, mindset dan masih banyak lagi.

Tarully Erna, bagian medical operation protokol dan penanganan covid bertanya, “Kalau masalah sibuk bukan terkait dari niat, atau menyempatkan waktu, artinya sampai saat ini saja saya bisa bersamaan 3 zoom yang semuanya interaktif. Mungkin akhirnya terlatih karena itu. Nah bagaimana caranya membagi waktu untuk keberlangsungan prokernya. Efisiensinya bagaimana supaya bisa lebih simple?”

“Thankyou, kita prioritaskan aktivitas yang wajib. Tidak harus berupa event, tidak perlu waktu khusus, tapi pointnya tim leaders menunjukan bahwa saya konsen pada visi ini. Bisa menyampaikannya lewat sosial media, atau bisa fisik. Karena ada sebuah teori, bahwa seseorang itu menjadi expert atau ahli kalau ia berlatihberlatih 10.000 jam per hari,” jawab Yuddy.

Kegiatan refreshment ini hasil kolaborasi dengan tim ACT Consulting yang dihadiri oleh Coach Dudi Supriadi (trainer lisensi dari Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian).

ACT Consulting Kawal BUMN, Pelindo III Gapai High Positive Energy

By News No Comments

ESQNews.id, JAKARTA – Erick Thohir (Menteri BUMN) beserta jajaran di Kementerian BUMN telah merumuskan 6 nilai baru yaitu Amanah, Kompeten, Harmoni, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif yang diterapkan di seluruh lingkup BUMN yang dikenal dengan Core Value AKHLAK.

PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III sudah menerapkan panduan atau contoh perilaku AKHLAK di lingkup kerjanya. Setelah webinar sosialisasi dan internalisasi AKHLAK di Pelindo III digelar pada Juli 2020 yang lalu, dan mendapatkan rekor MURI tingkat internasional dalam kategori “Sosialisasi etos kerja baru BUMN kepada karyawan terbanyak” yaitu lebih dari 5000 orang yang ikut serta.

Tah hanya di tahap sosialisasi, dalam implementasinya pun mereka mampu menunjukkan prestasi. Pelindo III mampu mencatat kinerja positif dalam aspek operasional kepelabuhanan. Direktur Utama Pelindo III menyebut salah satu kinerja yang berhasil melampaui target adalah arus petikemas yang mencapai 5,08 juta TEUs atau lebih 103 persen dari target 2020.

Hal ini berkat peningkatan laju ekspor-impor dan perdagangan domestik sejak Juli 2020 di sejumlah pelabuhan Pelindo III, yang juga menunjukkan perekonomian Indonesia tetap tumbuh selama pandemi.

“Kunjungan kapal pada 2020 tercapai 284 juta gross tonnage (GT) atau 98 persen. Artinya, kegiatan distribusi barang menggunakan jalur laut tetap bergeliat di tengah pandemi Covid-19,” katanya.

Dari sisi arus barang, ia menyebut kinerja operasional Pelindo III sepanjang 2020 tercatat ada 65 juta ton atau sekitar 95% dari target. Sementara barang kemasan mencapai 117 % dari target, yaitu 2,7 juta M3 dan arus distribusi gas tercapai 11,5 juta MMBTU atau 102% dari target.

Pencapaian tersebut diraih Pelindo III dengan mengedepankan 5 prioritas Kementerian BUMN sebagai pedoman, yakni, prioritas Nilai Ekonomi dan Sosial untuk Indonesia, Inovasi Model Bisnis, Kepemimpinan Teknologi, Peningkatan Investasi, dan Pengembangan Talenta.

Dibalik keberhasilan yang diraih tak lepas dari hasil kolaborasi dengan ACT Consulting. Insan Pelindo III telah dipupuk dengan ilmu dan program yang diberikan oleh Ary Ginanjar bersama tim ACT Consulting di antaranya program internalisasi Core Values AKHLAK bagi pejabat structural leader as meaning maker, internalisasi AKHLAK living the grand why and quantum excellence, internalisasi AKHLAK “unleash AKHLAK value”, Ilmu coaching skill dan lainnya.

Edi Priyanto, Direktur SDM PT Pelindo III selali hadir dalam setiap kegiatan tersebut, salah satunya dalam Program Internalisasi AKHLAK “Unleash AKHLAK Value.”

“Kita harus hadapi dengan kuat, cerdas, keimanan atau keyakinan kita, maka kita harus memiliki AKHLAK. Ada 3 kunci kesuksesan leaders yaitu segi attitude, skill, dan knowledge. Namun, 85% dinilai dari AKHLAK atau menerapkan core values (attitude). Itu yang dibutuhkan.”

Walhasil, energi positif di Pelindo III pun semakin meningkat. Menurut Dwitya Agustina (VP ACT Consulting) bahwa secara keseluruhan Pelindo III Group memiliki tingkat positif energi yang high, dan mendukung pencapaian kinerja organisasi yang efektif dan efisien yakni 93,8% berada di kategori high positive energy.

10 Protokol AKHLAK BUMN dari ACT Consulting untuk Negeri

By News No Comments

JAKARTA – Masih di tengah pandemic Covid-19, mayoritas acara diadakan secara daring termasuk PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) (IPC). Pada Rabu (31/3/2021) IPC kolaborasi dengan ACT Consulting dalam rangka “Talkshow Bedah Buku AKHLAK untuk Negeri” yang telah launching pada awal Januari 2021 lalu.

Ihsanuddin Usman (Direktur SDM dan Umum IPC) hadir sebagai opening speech dan Ary Ginanjar Agustian (President of ACT Consulting) sebagai keynote speaker.

Lalu, dilanjutkan oleh paparan dari para narasumber di antaranya Febriandika Putra, Resa Riwinta, Lisa Amelia, Roland Sianturi (milenial IPC), Dessy Emastari P (Direktur Keuangan dan SDM PT IKT).

Anak perusahaan BUMN yang hadir pagi hari itu yakni Pelindo I-IV, Perhutani, JICT, dan lainnya. Mereka dipandu oleh Ringga dan Fajar selaku MC.

Acara berlangsung dengan sangat interaktif, bahkan saat sesi tanya jawab. Mengingat waktu, MC hanya memperkenankan 3 orang penanya, yang nantinya akan mendapat hadiah masing-masih 1 buku AKHLAK untuk Negeri.

“Saya mau tanya dalam hal kesuksesan AKHLAK itu, tools yang paling berhasil untuk tercapainya nilai AKHLAK itu apa yah Pak Ary?” tanya Rudi, salah satu insan BUMN.

Ary  langsung membagikan salah satu slide pada layar untuk menjawab pertanyaan tersebut, dengan tulisan ’10 Steps of AKHLAK Activation.’

“Seperti saat saya terkena covid, harus ada protokolnya. Sama halnya dengan AKHLAK BUMN. Ada 10 protokol yang harus dijalankan,” ucap Ary kepada 450 insan BUMN.

“Dengan alat ukur ini bisa dieksekusi. Oleh karena itu saya ukurkan untuk agent perubahan. Saya ajarkan langsung, insyaAllah perusahaan yang hadir di sini jadi yang terbaik. Salah satu yang telah diajarkan yaitu membuat kamus kompetensi seperti di Bank Syariah Indonesia, kalau perlu bantuan ada dokternya yaitu mba uwie,” tambahnya.