Skip to main content
Tag

budaya organisasi

Gallup Strength Finder

Agar Anak Tumbuh Jadi Pribadi Kuat dan Berhasil

By Article No Comments

Gallup Strength FinderSeorang anak dilahirkan dengan bekal bakat yang diberikan oleh Tuhan. Tugas orangtua adalah menemukan bakat tersebut dan mengembangkannya menjadi kekuatan (strength). Anak yang sudah diketahui bakatnya, dan menerima dukungan orang tua di bidang itu, akan bisa berkembang dengan bahagia. Karena ia merasakan kemudahan di bidang tersebut.

Tanpa menemukan strength anak Anda, orangtua akan kerepotan karena anak akan terus menerus meminta bantuan dan dukungan. Akan terlambat bila pencarian bakat anak baru dilakukan saat ia berusia dewasa muda. Pada periode tersebut seharusnya ia sudah bisa mulai bertanggung jawab dan mampu menopang beban hidupnya sendiri. Jangan sampai anak Anda tumbuh tanpa mengetahui apa bakatnya. Tentu ini akan menimbulkan kesedihan pada dirinya, dan diri orangtuanya bila terjadi.

Akan bijak bila kita sebagai orangtua mengembangkan anak-anak, berdasarkan potensi-potensi utamanya. Seorang anak yang mengetahui bakatnya, akan tumbuh bahagia. Karena ia merasakan ia menempuh jalan yang bisa dilaluinya dengan mudah. Penemuan bakat anak, akan mencegah orangtua berkonflik dengan anak karena ketidaksamaan tujuan.

Kami tahu Anda tidak memiliki waktu untuk mengunjungi psikolog. Pun tes bakat di rumah sakit bisa menghabiskan hingga jutaan rupiah. Untuk menghemat waktu anda dan anak-anak, ESQ mengembangkan tes penemuan bakat secara digital, yang bisa Anda akses darimana saja.

Ikutkan Anak-anak Anda pada Tes Bakat Online berikut ini :
bit.ly/StrengthFind
bit.ly/StrengthFind
bit.ly/StrengthFind

Integritas Dalam Profesionalisme Kerja

By Article No Comments

Ada satu hal yang sangat penting dalam hidup kita, yang jika itu sudah terjatuh, tidak ada yang mau mengambilnya lagi kecuali diri kita sendiri, yaitu kata- kata kita. Manusia hidup dan bertindak dengan integritas. Kita menjadi sukses dalam hal pekerjaan, pergaulan, atau bisnis juga negara dengan integritas. Pada artikel ini kita akan membahas beberapa alasan mengapa integritas itu penting dalam menjalankan pekerjaan kita di bidang apapun khususnya bisnis.

1.Kita hanya ingin berbisnis dengan orang terpercaya

Pernahkah Anda melakukan kerjasama bisnis dengan seseorang tapi merasa seperti ada sesuatu yang tidak benar? Hal itu bisa jadi berdasarkan pembicaraan mereka yang sering tidak konsisten atau dipercaya. Kemungkinan besar, ke depannya Anda tidak ingin bekerjasama lagi dengan orang tersebut.

Ada sebuah aturan emas bahwa, “Perlakukan orang lain sebagaimana Anda ingin diperlakukan.” Jika Anda melihat diri sendiri di cermin dan tahu bahwa Anda bersikap jujur dan memperlakukan semua orang dengan hormat dan layak, maka Anda berada di jalur yang benar.

2.Keberhasilan masa depan tergantung apa yang Anda lakukan saat ini.

Disadari atau tidak, apa yang kita kerjakan setiap hari akan mewariskan dan menciptakan reputasi diri kita. Apa yang kita lakukan sekarang membentuk masa depan kita baik untuk menjadi lebih baik atau lebih buruk berbasis pada reputasi kita dan persepsi orang tentang kejujuran kita.

Cara yang paling benar untuk mengetahui apakah Anda melakukan hal yang benar untuk alasan yang tepat adalah dengan bertanya pada diri sendiri satu pertanyaan.

Apakah yang Anda lakukan akan baik-baik saja jika dikerjakan saat tidak ada orang di sekitar dan juga akan baik-baik saja jika banyak orang (terutama yang berpengaruh) sekitar?

3. Orang-orang mengikuti pemimpin yang mereka percaya akan membawa ke tempat yang ingin dituju.

Jika Anda sedang mencari personil untuk membangun sebuah tim, ingatlah selalu rumus di atas. Orang-orang memimpikan pemimpin yang membawa mereka ke arah yang benar dan mampu membuat keputusan yang tepat.

Menjadi pemimpin berarti melakukan hal yang benar bahkan ketika sulit untuk melakukannya. Lebih baik jujur daripada menipu atau memberikan informasi yang salah. Karena jika itu terjadi berarti kita akan kehilangan penjualan, prospek, atau bahkan anggota tim. Melakukan hal yang benar akan menunjukkan warna sejati Anda dan kemampuan memimpin.

Jika Anda belum memiliki anggota yang langsung Anda pimpin, tidak ada waktu yang lebih baik untuk memulai dari sekarang untuk membangun integritas. Anda tidak pernah tahu siapa yang memperhatikan tindakan dan mendengarkan kata-kata Anda.

4. Satu apel buruk dapat merusak satu keranjang.

Kita semua terhubung oleh jaringan manusia. Adalah hal yang wajar jika orang memiliki persepsi pada seseorang yang merupakan bagian dari kelompok yang sama. Hal ini berlaku untuk tim Anda, perusahaan Anda. Tidak ada yang menyangkal hal itu. Sebagai contoh kasus, bisnis jaringan memiliki reputasi buruk di mata masyarakat karena salah langkah orang lain. Setiap tindakan atau kata-kata seseorang dalam sebuah bisnis atau perusahaan akan membawa satu langkah lebih dekat atau lebih jauh dari yang dapat dipercaya dalam pikiran orang lain.

5. Bertindak untuk hal yang Anda percaya atau orang lain akan mempengaruhi dan membuat keputuskan untuk Anda

Bersikaplah untuk hal yang Anda yakini. Jika Anda tidak memiliki integritas untuk menyatakan pikiran Anda tentang apa yang Anda percayai, orang lain pun tidak akan percaya pada Anda.

Kurangnya keyakinan pada diri sendiri akan memudahkan orang lain untuk mengatakan pada Anda sesuatu yang tidak ingin Anda lakukan atau hal-hal yang keluar dari tujuan, impian, masa depan, dan keluarga Anda. Cara terbaik untuk jujur adalah jujur dengan diri sendiri. Orang lebih cenderung percaya Anda ketika Anda asli apa adanya. Tindakan berbicara lebih keras daripada kata-kata Anda.

Mengetahui kekuatan dalam diri Strength Finder Survey

Ayo Lejitkan Potensimu Dengan Mengetahui Dan Mengembangkan 5 Kekuatan Terbaik Dalam Diri

By Article No Comments

Mengetahui kekuatan dalam diri Strength Finder Survey

Strengths (kekuatan) adalah perpaduan unik dari bakat, pengetahuan, dan keterampilan yang dimiliki setiap orang. Orang menggunakan sifat dan kemampuan bawaan ini untuk menyelesaikan pekerjaan, berhubungan dengan orang lain, dan mencapai tujuan mereka. Tetapi sebagian besar orang tidak tahu apa strengths (kekuatan) yang ia miliki.

Untuk itulah Anda perlu mengeksplor kekuatan dalam diri melalui program ACT Consulting STRENGTHSFINDER. Melalui STRENGTHSFINDER Anda akan mengetahui LIMA tema KEKUATAN Anda yang paling DOMINAN.

Dengan fokus kepada lima kekuatan tersebut, Anda dapat mengenali bakat, membangunnya menjadi kekuatan, dan menikmati keberhasilan karir melalui kinerja yang konsisten, dan nyaris sempurna.

Berfokus pada strengths (kekuatan) setiap hari juga akan membuat Anda enam kali lebih mungkin merasa engaged dalam pekerjaan. Anda juga lebih produktif, baik secara individu maupun dalam tim. Dan tiga kali lebih mungkin mengatakan memiliki kualitas hidup yang sangat baik.

More Info:
https://actconsulting.co/gallup-strengthsfinder-survey-order/

pengukuran kesehatan budaya organisasi

Mengukur Kekuatan Dan Kesehatan Budaya Organisasi

By Article No Comments

pengukuran kesehatan budaya organisasi

Budaya organisasi yang baik dan sehat adalah budaya organisasi yang memiliki kekuatan, dimana sebagian besar anggota tim mendukung serta melaksanakan budaya yang telah disepakati. Untuk mengetahui apakah budaya organisasi tersebut sehat atau tidak, maka setiap perusahaan perlu melakukan pengukuran budaya organisasi.

Akan tetapi selama ini banyak organisasi/perusahaan tidak memiliki metode untuk mengukur budaya organiasi (sesuatu yang intangible). Sekalinya pun ada, metode pengukuran budaya organisasi yang dimiliki sangatlah kompleks (banyak pertanyaan, membingungkan)

Padahal mengukur budaya organisasi sangatlah penting untuk kemajuan perusahaan. Budaya organisasi bisa dengan mudah dijadikan KPI di semua lini. Pengukuran budaya organisasi juga bisa mengetahui seberapa besar tingkat toxic culture (entropi) dalam organisasi.

Cara Mengukur Budaya Organisasi yang Baik

ACT Consulting melalui program Organization Culture Health Index (OCHI) telah berpengalaman melakukan pengukuran budaya organisasi kepada lebih dari 140 organisasi di Indonesia dan Malaysia. Dengan OCHI, kesehatan budaya organisasi dapat terukur sampai unit kerja terkecil mulai dari Direktorat-Divisi-Departemen-Seksi.

More info:

+62 856-9489-7725

Baca juga:
Meningkatkan Budaya Perusahaan & Kualitas SDM Tanpa Batasan Waktu dan Lokasi
Pentingnya Menanamkan Nilai-Nilai Organisasi Untuk Menguatkan Budaya Perusahaan Dan Integritas
5 Cara Membentuk Tim dan Budaya Kerja yang Solid

Inilah Hal Yang Perlu Dipelajari Setiap Perusahaan Dari Budaya Kerja Di Google

By Article No Comments

Budaya organisasi perusahaan mempunyai peranan penting dalam keberhasilan suatu perusahaan. Budaya itu membantu menarik bakat terbaik yang ada di industri.

Sayangnya, kebanyakan perusahaan di Indonesia masih memberlakukan peraturan ketat dan sistem kerja yang ‘serius’. Alasannya? agar karyawan disiplin, produktif, dan target tercapai.

Benarkah cara demikian? Tidak juga..!! suasana kerja yang santai dan ceria justru bisa lebih memacu produktivitas karyawan, sehingga segala target kerja dan perusahaan pun tercapai. Tak percaya? Google adalah bukti nyatanya.

Google merupakan salah satu perusahaan yang sukses mencampurkan inovasi teknologi dengan budaya orgnanisasi yang kuat.

“To Organize the world’s information and make it accessible as universal”, Itulah misi Google, yaitu mengatur informasi dunia dan dapat diakses dan bermanfaat secara universal. Misi inilah yang melatarbelakangi budaya kerja yang diterapkan Google :

1. Budaya Organiasi Dengan Suasana Kerja Santai

Google terkenal memiliki etos kerja yang santai. Dengan filosofi ini, pekerja dapat mengeluarkan potensi terbaiknya dan menyelesaikan pekerjaannya tanpa harus terbebani tekanan dan keharusan menggunakan seragam kerja.

2.  Budaya Perusahaan yang memberikan pekerjaan tantangan dengan kebebasan berekspresi dalam bekerja.

“Bekerja harus mmempunyai tantangan, dan tantangan itu wajib harus menyenangkan”

Google memberikan tantangan sekaligus kebebasan bagi karyawannya untuk mengembangkan produk sesuai dengan keinginan karyawan masing-masing. Beberapa layanan baru Google, misalnya Gmail, Google News, Adsense, dan Orkut berasal dari inovasi karyawan-karyawannya tersebut.

3. Budaya Perusahaan dengan Transparansi & Keterbukaan

Tidak ada pemisah antara bos dan karyawan. Di kantor pusat Google, dikenal adanya acara TGIF (Thank God Its Friday). Di acara tersebut, para karyawan google bisa langsung mengobrol dengan CEO mereka dan bebas berdiskusi apa saja.

4. Budaya Perusahaan yang Kolaboratif & Suportif

Ini adalah bagaimana setiap karyawan diharuskan berkolaborasi dengan timnya dan juga divisi lain. Kerja sendirian dalah hal dilarang, karena kerja tim menjadi lebih penting dan akan menghasilkan suatu produk atau hasil yang maksimal. Kerjasama ini juga bisa antar divisi atau bahkan lintas Negara.

5. Budaya Perusahaan yang Mengutamakan Proses Belajar Karyawan

Google sangat mengetahui bahwa aset terpenting perusahaan adalah SDM mereka. Karyawan google di bebaskan dan difasilitasi untuk mengikuti berbagai macam proses pembelajaran demi kemajuan perusahaan.

ACT Consulting | budaya organisasi | budaya kerja organisasi | organization culture | konsultan culture

ACT Consulting – Inilah 5 Aspek Pewarisan Budaya Organisasi

By Article No Comments

Pewarisan diartikan sebagai proses pembelajaran untuk melestarikan budaya organisasi dari pendiri atau pimpinan organisasi dan anggota kelompok kepada anggota-anggota baru. Tujuannya agar budaya organisasi dapat dipakai sebagai pedoman berperilaku oleh seluruh anggota kelompok dalam organisasi.

Taliziduhu Ndhara mengatakan bahwa pewarisan budaya organisasi ditinjau dari segi didaktik dapat dilakukan sebagai bahan dan cara pembinaan, penyuluhan, pelatihan, dan pengajaran terhadap masyarakat menyangkut program sehari-hari, jangka pendek, menengah, dan jangka panjang.

Sementara Stephen P. Robbins mengatakan bahwa ada tiga kekuatan yang memastikan bagian yang sangat penting dalam mempertahankan suatu budaya, yaitu praktik seleksi, tindakan manajemen puncak, dan metode sosialisasi.

Berdasarkan pengalaman ACT Consulting melakukan transformasi budaya organisasi kepada banyak perusahaan, ternyata ada 5 aspek pewarisan budaya organisasi di perusahaan.

Apa saja 5 faktor tersebut? Nah, mari kita telaah bersama.

1. Berbagi Nilai (Value Sharing)
Schein mengartikan shared sebagai anggota-anggota kelompok yang menganut suatu perasaan tertentu dan pengalaman atau aktivitas secara bersama. Sistem komunikasi bersama ini diajarkan secara nonverbal melalui signal-signal yang sama kepada setiap anggota organisasi.
Sistem ini kemudian menghasilkan perasaan atau pengalaman berbagi nilai yang dapat dikelompokkan sebagai berikut.
a. Kecemasan bersama merupakan perasaan empatik dalam kehidupan kelompok di mana anggota-anggota lain mempunyai kecemasan dan ketegangan seperti yang dialami anggota-anggota baru.
b. Respons emosional bersama terhadaptekanan dari luar biasanya berwujud ancaman dari luar.
c. Aksi nyata bersama merupakan aktivitas ikatan secara fisik yang menunjukkan adanya batas kelompok apakah seseorang berpartisipasi atau tidak
d. Melepaskan emosi bersama dapat dilakukan melalui acara-acara simbolis dan pelepasan emosional yang terkait dengan aktivitas pelepasan emosi benar-benar dirasakan. Dampaknya, ikatan berbagi nilai tidak hanya menyangkut tindakan dan perasaan, namun juga merasakan berbagai kesalahan dan rasa malu.
e. Penurunan emosi bersama dapat dilakukan melalui aktivitas, seperti pertandingan olahraga, menonton bersama, makan bersama, dna sebagainya. Aktivitas tersebut menambah perasaan berbagi nilai karena adanya pelepasan menyangkut hambatan-hambatan sosial.

2. Seleksi
Proses seleksi merupakan tindakan awal untuk memperkenalkan budaya organisasi kepada calon anggota baru organisasi. Dengan tujuan agar dapat memilih melanjutkan atau mundur setelah mengetahui standar yang ditetapkan oleh organisasi.

3. Tindakan Manajemen Puncak
Tindakan manajemen puncak sangat berpengaruh terhadap budaya organisasi.  Sebab, perilaku pimpinna puncak dapat ditiru sebagai suri teladan oleh anggota-anggot organisasi. Demikian pula perintah atau larangan yang dibuat oleh pimpinan puncak bisa dijadikan pedoman berperilaku bagi karyawan.

4. Sosialisasi
Menurut S.P. Robbins, sosialisasi organisasi adalah proses seseorang mempelajari nilai, norma, dan perilaku yang dituntut, yang memungkinkan ia untuk berpartisipasi sebagai anggota organisasi. Karena sosialisasi organisasi merupakan mekanisme kunci yang digunakan untuk menanmkan budaya organisasi.
Proses sosialisasi budaya organisasi dapat dilakukan melalui tiga tahap, yaitu sosialisasi antisipasi, pertemuan, serta perubahan dan pemahaman yang bertambah.

5. Media Pewarisan
Robbins mengatakan bahwa ada beberapa media yang dapat digunakan dalam proses pembentukan dan pewarisan budaya organisasi, yaitu:
a. Cerita, yaitu suatu narasi peristiwa pendiri organisasi, pimpinan organisasi, keputusan-keputusan penting yang memberi dampak terhaap jalannya organisasi di masa yang akan datang dan mengenai manajemen puncak saat ini.
b. Ritual, yaitu kegiatan periodik yang mengungkapkan dan memperkuat nilai-nilai utama organisasi itu, tujuan apakah yang paling penting, orang-orang manakah yang penting dan mana yang dapat dikorbankan.
c. Simbol Material dapat berupa desain serta pemanfaatan fisik ruangan dan gedung, perabot kantor, kebiasaan eksekutif, cara berpakaian, dan sebagainya. Tujuannya untuk mengungkapkan kepada para karyawan atau orang mana saja yang penting dan tingkat derajat kesamaan yang diinginkan oleh manajemen puncak dan perilaku tertentu yang sesuai.
d. Bahasa sebagai cara untuk mengidentifikasi anggota suatu budaya atau anak budaya dalam organisasi maupun unit organisasi. Dengan mempelajari bahasa di dalam organisasi maupun unit organissi, anggota membuktikan penerimaan mereka akan budaya dan juga membantu melestarikannya.

Itulah 5 Aspek Pewarisan Budaya Organisasi untuk menjadi acuan bagi pendiri maupun pimpinan perusahaan untuk mewariskan budaya organisasi kepada karyawan. Ingin lebih tahu lebih dalam mengenai seluk beluk budaya perusahaan dan bagaimana membentuk budaya perusahaan dengan baik? Anda bisa cek ACT Consulting sebagai referensi Anda.

Undang Kami Untuk Preview dan Diskusi mengenai Kebutuhan Perusahaan Anda


Informasi In House Training dari ACT Consulting dengan Hubungi Contact di bawah ini 

Call us: +62 21 2940 6969

Call us: +62 813 8242 6699

Call us: +62 812 2190 1818

Dapatkan tulisan-tulisan yang menginspirasi dengan like halaman :

facebook : https://www.facebook.com/ACTCONSULTING.CO/

ACT Consulting | dampak positif konflik organisasi | budaya organisasi | culture organization | konsultan budaya organisasi

ACT Consulting – 7 Dampak Positif Konflik Dalam Organisasi

By Article No Comments

Era VUCA tak hanya berpengaruh terhadap bangkrutnya bisnis, namun juga dapat menyebabkan konflik antara individu dan individu atau individu dan organisasi. Penyebab utama konflik dalam organisasi, antara lain perbedaan pendapat, salah paham, konflik yang disebabkan struktur, dan sebagainya.

Konflik dalam organisasi tidak hanya berdampak negatif, namun juga dapat berdampak positif. Apa dampak positif konflik dalam organisasi? Menurut Jery L. Gray dan Frederick A. Starke (dalam buku Moh. Pabundu Tika: Budaya Organisasi dan Peningkatan Kinerja Perusahaan), mengemukakan bahwa terdapat tujuh dampak positif konflik dalam organisasi.

1. Tingkat Energi Kelompok atau Individu Meningkat
Tingkat energi yang meningkat dapat terlihat sewaktu orang-orang berbicara dengan nada lebih keras, mendengar lebih cermat apa yang diucapkanatau bekerja lebih keras. Dua di antara manfaat yang dicapai oleh organisasi-organisasi dari tingkat-tingkat energi yang meningkat, yaitu:
a. Output yang meningkat
b. Munculnya ide-ide inovatif untuk melaksanakan tugas-tugas lebih baik.

2. Kohesi Kelompok Meningkat
Hasil riset menunjukkan bahwa bila kelompok-kelompok yang terlibat dalam sebuah konflik maka kohesi (persatuan) internal meningkat. Alasan mengapa kohesi yang meningkat dianggap sebagai hasil positif dari konflik adalah karena kelompok-kelompok dengan kohesif tinggi dapat menimbulkan produktivitas tinggi apabila mereka menunjang tujuan-tujuan manajemen.

3. Problem-Problem Terungkapkan
Sewaktu konflik berkembang, pihak manajemen segera melihat bahwa ada sesuatu yang tidak beres, dan mereka dapat merancang untuk menyelesaikan konflik yang ada. Apabila dua kelompok berselisih paham tentang sesuatu, sedangkan hal tersebut tidak pernah dijelaskan, maka mereka akan bekerja pada tingkat efektivitas yang lebih rendah tanpa pimpinan yang bersangkutan memahami mengapa hal tersebut terjadi.

4. Memberi Motivasi
Konflik memotivasi kelompok-kelompok yang terlibat di dalamnya untuk mengklarifikasi sasaran-sasaran mereka. Hal tersebut menyebabkan ditingkatkannya pemahaman kelompok tentang tujuannya.

5. Merangsang Kelompok Mempertahankan Nilai
Konflik merangsang kelompok-kelompok untuk mempertahankan nilai-nilai yang dianggap penting oleh mereka. Berbagai macam kelompok memandang diri mereka sebagai pelindung nilai-nilai tertentu.

6. Memotivasi Individu
Individu-individu atau kelompok-kelompok termotivasi untuk mempersatukan informasi yang relevan bagi konflik yang ada. Walapun informasi demikian terpengaruh (bias) oleh persepsi-persepsi subjektif pihak-pihak yang terlibat dalam konflik, biasanya disajikan informasi tambahan yang dapat berguna untuk menyelesaikan problem yang dihadapi.

7. Meningkatkan Efektivitas Organisasi
Konflik dapat meningkatkan efektivitas menyeluruh sesuatu organisasi karena kelompok-kelompok atau individu-individu dipaksa olehnya untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan eksternal yang berubah. Selain itu, bermanfaat untuk menunjukkan kepada semua pihak bahwa lingkungan senantiasa mengalami perubahan dan organisasi yang bersangkutan harus mengubah cara-caranya bekerja untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan tersebut.

Itulah 7 Dampak Positif Konflik dalam Organisasi, ketujuh dampak positif dalam organisasi untuk menjadi acuan di perusahaan tempat Anda bekerja. Ingin lebih tahu lebih dalam mengenai seluk beluk budaya perusahaan dann bagaimana membentuk budaya perusahaan dengan baik? Anda bisa cek ACT Consulting sebagai referensi Anda.


Informasi In House Training dari ACT Consulting dengan Hubungi Contact di bawah ini 

Call us: +62 21 2940 6969

Call us: +62 813 8242 6699

Call us: +62 812 2190 1818

Dapatkan tulisan-tulisan yang menginspirasi dengan like halaman :

facebook : https://www.facebook.com/ACTCONSULTING.CO/

ACT Consulting | budaya organisasi | konsultan budaya organisasi | konsultan budaya perusahaan | konsultan budaya kerja

ACT Consulting – Lepaskan Zona Nyaman Anda untuk Meraih Zona Sukses

By Article No Comments

ACT Consulting – Alkisah ada dua orang sahabat di mana yang satu bernama Ben, sedangkan sahabatnya bernama Edward. Mereka bekerja di sebuah perusahaan teknologi informasi dengan posisi yang sama, yakni staf komunikasi korporasi.

Tiga tahun kemudian, CEO perusahaan mengumumkan akan membuka divisi kerja digital marketing. Hasil rapat para direktur perusahaan beserta CEO memutuskan Ben dan Edward dipindahkan ke divisi kerja digital marketing dengan posisi masing-masing yang berbeda. Ben diminta mengisi posisi penulis konten (copywriting) dan optimisasi mesin pencari atau search engine optimization (SEO. Sementara Edward mengisi posisi media sosial spesalis.

Ben menerima keputusan pimpinan perusahaan untuk mengisi posisi baru. Meskipun ia tidak mempunyai pengalaman dan pengetahuan di posisi kerjanya yang baru, namun ia tekun dan gigih belajar bagaimana menulis konten yang bagus dan viral serta optimisasi mesin pencari. Sepuluh tahun kemudian, ia menjadi Direktur Digital Marketing

Sementara Edward tidak menerima keputusan pimpinan perusahaan untuk mengisi posisi baru. Ia tidak mendapatkan wawasan dan pengetahuan baru karena masih mengisi posisi yang sama. Sepuluh tahun kemudian, ia menjadi Manager Corporate Communication.

Apa pelajaran yang bisa Anda petik dari kisah ini..?

Apakah Anda masih berpikir mencari yang pasti-pasti saja? Apakah Anda berpikir hanya mencari posisi yang aman saja atau mencari yang mudah dan biasa saja? Hal ini yang bisa membuat Anda terjebak dan tidak pernah kemana-mana seperti Edward.

Dengan kata lain, jebakan itu biasa disebut sebagai zona nyaman. Lepaskanlah diri Anda dari zona nyaman, agar Anda bisa memasuki zona sukses. Sebab, Anda tidak akan pernah bisa mencapai zona sukses tanpa mau meninggalkan zona nyaman.

Zona nyaman tidak akan bisa membuat Anda berkembang, karena Anda tidak mendapatkan wawasan, ilmu, dan pengetahuan yang baru. Perlu keberanian untuk melepaskan zona nyaman Anda. Caranya adalah mempunyai visi dan misi yang jelas, kepercayaan baru yang lebih memberdayakan, dan ide brilian baru.

Apa Anda pernah mengalami hal serupa atau memiliki kisah inspiratif lain tentang topik ini? Share ya di kolom komentar di bawah ini…!!! Anda pun bisa berbagi kisah ini dengan saudara, sahabat, atau orang terdekat lainnya, agar lebih banyak orang mendapatkan manfaatnya.

 


Dapatkan tulisan-tulisan yang menginspirasi dan Informasi In House Training dari ACT Consulting dengan like halaman

facebook : https://www.facebook.com/ACTCONSULTING.CO/

Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCMLlOkY41oOnbAG47BLrKkw

Linked In : https://www.linkedin.com/company-beta/13279290/

Instagram : https://www.instagram.com/actconsulting.co/

ACT Consulting | corporate culture consultant | konsultan budaya | training motivasi kerja | tips semangat kerja

ACT Consulting – Inilah 5 Keuntungan dan Kerugian Bila Anda tidak Berkomitmen dalam Bekerja

By Article No Comments

ACT Consulting – Seseorang yang mulai bekerja, berkomitmen untuk melaksanakan tanggung jawab di pekerjannya, dan sebagai balasannya ia akan mendapatkan gaji sebagai haknya setiap bulan. Setiap orang di dalam lingkaran bisnis harus melakukan tugasnya dengan hati-hati, teliti dan baik, karena hasil kerjanya akan berpengaruh kepada produk yang dihasilkan. Apabila kita melakukan suatu kesalahan, bisa terjadi cacat produksi atau kegagalan lain yang membuat perusahaan merugi. Oleh karena itu, bila pekerjaan tidak dilaksanakan dengan komitmen yang baik, maka seorang pekerja akan mendapatkan hukuman atau diberhentika dari pekerjaannya.

Dalam menghadapi era globalisasi saat ini, komitmen Anda dalam bekerja harus meningkat kualitasnya, dari level nasional ke level internasional. Dari pekerja biasa menjadi pekerja luar biasa dan yang tadinya unggul di level nasional menjadi unggul di level dunia.

Bagaimanakah cara Anda? Caranya adalah dengan memegang tanggung jawab, janji, dan komitmen kerja yang lebih baik dibanding sebelumnya. Lebih tepat waktu, lebih berkualitas, dan lebih teliti dalam setiap pekerjaan Anda.

Bila Anda selalu konsisten melaksanakan komitmen yang telah dibuat, maka Anda akan memperoleh lima keuntungan. Lima keuntungan itu adalah sebagai berikut.
1. Anda akan mencapai target dengan gemilang.
2. Karier kerja Anda akan beranjak naik
3. Amanahnya terlaksana dengan baik dan sempurna, keberhasilan pun mengikuti kemana pun Anda pergi
4. Anda akan menjadi contoh keteladanan di tempat manapun berada
5. Pekerjaan Anda akan berbuah berkah dan kepercayaan orang meningkat
 
Jika Anda tidak berkomtimen dalam bekerja, maka ada akibat yang akan Anda rasakan. Lima akibat bila Anda tidak berkomitmen dalam bekerja, yakni :
1. Anda tidak dihormati oleh orang lain
2. Pekerjaan yang Anda kerjakan tidak bagus dan bisa mendapatkan teguran
3. Menimbulkan kecurigaan dari orang lain
4. Anda akan jauh dari keberhasilan dan tercapainya cita-cita
5. Jiwa Anda tidak tenteram dan selalu gundah
Anda bisa sebarkan postingan ini, agar rekan-rekan Anda bisa mendapatkan sesuatu yang bermanfaat setelah membaca tulisan ini.

 


Dapatkan tulisan-tulisan yang menginspirasi dan Informasi In House Training dari ACT Consulting dengan like halaman

facebook : https://www.facebook.com/ACTCONSULTING.CO/

Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCMLlOkY41oOnbAG47BLrKkw

Linked In : https://www.linkedin.com/company-beta/13279290/

Instagram : https://www.instagram.com/actconsulting.co/

ACT Consulting | Etos kerja | budaya kerja karyawan | konsultan budaya kerja | konsultan budaya organisasi | konsultan budaya perusahaan

5 Keuntungan Menjaga Etos Kerja dan Kerugian yang Didapat Bila Tidak Menjaganya

By Article No Comments

ACT ConsultingEtos kerja bisa datang secara internal dalam diri seseorang. Selain itu, juga bisa berkembang dari hasil pendidikan di dalam keluarga atau pendidikan dari sekolah

Etos kerja juga bisa Anda tiru dari keteladanan seseorang atasan yang memiliki etos kerja dan sikap kerja yang baik. Semangat kerja yang berasal dari etos kerja yang baik ini sifatnya menular, dan menyenangkan untuk ditiru. Karena secara fitrah, Anda memiliki kecenderungan untuk melakukan berbagai paerbuatan baik dan merasa senang saat melakukan hal-hal yang baik tersebut.

Jika Anda selalu konsisten menjaga etos kerja, maka Anda akan memperoleh lima keuntungan.

Lima keuntungan yang Anda peroleh dari etos kerja

1. Mendapatkan peningkatan karier
2. Menjadi orang dengan kepribadian yang terus berkembang
3. Aktualisasi diri akan terus meningkat
4. Dibutuhkan oleh banyak orang
5. Disegani oleh kawan dan lawan

Namun sebalik, jika Anda tidak konsisten menjaga etos kerja, maka ada akibat yang akan Anda rasakan.

Lima akibat bila Anda tidak menjaga etos kerja

1. Target kerjanya tidak tercapai dan performanya menurun
2. Kariernya tidak naik-naik dalam kurun waktu yang lama
3. Mudah mengeluh dan tidak berkembang
4. Melanggar komitmen bekerja
5. Merasa tidak bahagia karena tidak berkembang

Anda bisa sebarkan postingan ini, agar rekan-rekan Anda bisa mendapatkan sesuatu yang bermanfaat setelah membaca tulisan ini.


Dapatkan tulisan-tulisan yang menginspirasi dan Informasi In House Training dari ACT Consulting dengan like halaman

facebook : https://www.facebook.com/ACTCONSULTING.CO/

Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCMLlOkY41oOnbAG47BLrKkw

Linked In : https://www.linkedin.com/company-beta/13279290/

Instagram : https://www.instagram.com/actconsulting.co/