Skip to main content
Tag

Akhlak

Erick Thohir Main Game, ACT Consulting Luncurkan Gamifikasi AKHLAK

By Gamifikasi, News No Comments

JAKARTA – “Main game lagi di sela-sela waktu kerja. Kali ini tim saya membuat game HOAX atau FAKTA. Ikutan jawab bareng saya ya, coba liat berapa banyak yang jawabannya sama dengan saya,” ajak Erick Thohir (Menteri BUMN) dalam postingan di akunnya.

Berikut keseruan Erick Thohir saat bermain game:

https://instagram.com/p/CKatfJFHQwD/embed/

Di era digital ini, gadget menjadi ‘teman’ yang bisa diandalkan. Salah satunya dalam bermain game. Game biasanya dimainkan oleh kaum milenial dan zelenial. Namun Erick Thohir, bisa beradaptasi dengan semua generasi. Apalagi setelah ditetapkannya AKHLAK sebagai nilai organisasi di seluruh BUMN, semakin banyaknya jumlah tenaga kerja yang masuk pada kategori Gen Y dan Gen Z.

Berdasaran data sensus penduduk Indonesia di tahun 2020, diketahui bahwa setengah populasi Indonesia (53,81%) didominasi oleh Gen Y dan Gen Z. Banyaknya sumbangan populasi dari dua generasi tersebut tentunya berdampak langsung pada jumlah tenaga kerja yang ada di berbagai organisasi saat ini.

Sebagai generasi yang tumbuh besar di era ketika teknologi sudah berkembang pesat, menjadi suatu tantangan tersendiri bagi para pemimpin maupun organisasi dalam melakukan pendekatan secara emosional. Tidak sedikit organisasi yang gagal dalam memahami dan mengembangkan potensi yang dimiliki generasi ini. Namun jika kita dapat memenangkan hati mereka, tentu hal ini merupakan suatu keuntungan besar yang dapat mengantarkan organisasi menuju kesuksesan.

Menurut Dwitya Agustina (VP ACT Consulting) dalam penelitiannya mengenai “Cara Menghadapi Gen Z di Dunia Kerja” salah satu pendekatan penting yang dibutuhkan untuk dapat mengembangkan generasi ini adalah melalui metode learning yang menarik.

Tentunya menjadi tugas organisasi untuk dapat memastikan bahwa setiap kegiatan yang mereka kerjakan, disusun dalam format menarik, terutama dalam hal learning yang sesuai karakteristik individu. Memahami tantangan yang ada, ACT Consulting telah menghadirkan produk AKHLAK Gamification. 

AKHLAK Gamification merupakan sebuah media yang dirancang untuk menghadirkan peristiwa sehari-hari yang biasa dihadapi oleh para karyawan, namun didesain dalam bentuk permainan berbasis mobile apps. Pada setiap alur cerita tentunya telah diselipkan perilaku AKHLAK yang harus dipilih dan dipahami oleh para karyawan. 

Melalui kegiatan ini, tentunya akan memudahkan karyawan dalam mengingat dan bahkan merasakan langsung contoh-contoh perilaku organisasi mana yang harus dilakukan (Do’s) dan perilaku mana yang harus dihindari (Dont’s).

Gamifikasi sangat penting untuk diterapkan dalam organisasi karena memberikan pengalaman yang menyenangkan namun sarat akan ilmu-ilmu penting yang dibutuhkan bagi para pengguna (terutama Gen Y & Gen Z) sehingga terus memotivasi mereka untuk tetap engage pada konten yang digamifikasikan!

Adapun fitur-fitur menarik yang ada di Gamifikasi AKHLAK ini, di antaranya:

. SISTEM DIALOG INTERAKTIF : Nikmati berbagai macam dialog dengan berbagai macam pilihan yang mempengaruhi arah jalan cerita.

. BEBAS EKSPLORASI : Temukan berbagai kisah inspiratif mengenai nilai organisasi yang tersebar pada lingkungan permainan.

. PENILAIAN KOMPREHENSIF : Dengan otentikasi setiap user, tingkat pemahaman setiap user terhadap nilai organisasi dapat dipantau secara komprehensif.

. DESAIN CUSTOMIZE : Setiap perusahaan memiliki lingkungan kerja yang berbeda. Diskusikan kebutuhan di perusahaan Anda untuk dilakukan penyesuaian pada konten games.

Ini adalah contoh tampilan di dalam Game, sedangkan untuk melihat cuplikan video untuk mengetahui cara bermainnya klik link di sini

Perihal investasi programnya terbagi menjadi 3 kategori yakni berdasarkan durasi berlangganan, jumlah user dan harganya. Dengan catatan, investasi program ini belum termasuk kustomisasi konten maupun environment di dalam game.

Gamifikasi AKHLAK ini telah diperkenalkan dalam Seminar Transformational Leadership. Seminar dilaksanakan pada Rabu (23/6/2021) pukul 08.30 – 11.00 WIB via ZOOM Meeting. Acara yang bertajuk “DEVELOPING GEN Z THROUGH GAMIFICATION – Strategi Implementasi AKHLAK” digelar secara cuma-cuma. Narasumbernya yaitu Rinaldi Agusyana (Board of Expert ACT Consulting).

Kapal Peruri Hadapi Badai Era VUCA, ACT Consulting Bocorkan Caranya

By News No Comments

 JAKARTA – Semua insan di dunia, termasuk Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Perum Peruri) sedang hadapi masa pandemic ditambah Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Agility). ACT Consulting hadir untuk bersinergi dengan Perum Peruri dalam event bertajuk “Change Leader Workshop Peruri” selama 3 hari pada Senin-Rabu (28-30/6/2021) via virtual.

ACT Consulting mengibaratkan perusahaan dengan sebutan kapal. Jadi, tim ACT siap berlayar bersama Perum Peruri agar kapalnya selamat dari badai VUCA yang datang serba tidak pasti, tidak ada kejelasan, selalu berubah-ubah.

Coach Tiko (trainer lisensi Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian) yang memandu selama kegiatan berlangsung.

“Sebelum jelaskan lebih lanjut tentang Era VUCA, apa yang terbesit di pikiran bapak dan ibu ketika mendengar Era tersebut? Apa hubungannya dengan budaya AKHLAK BUMN?” tanya Tiko.

Meskipun awalnya tak nampak adanya interaktif, namun beberapa peserta dari 40 orang coba utarakan pendapatnya melalui room chat, ataupun open mic. Saat itulah, kondisi mulai ramai karena terjadi tanya jawab antar trainer dengan peserta, sedangkan peserta lain menyemangati dan memberikan applause.

Nidya, “Budaya itu sebagai fondasi untuk menghadapi Era yang tidak pasti ini. Apalagi hari ini covid lagi naik-naiknya. Budaya AKHLAK perlu diimplementasikan di organisasi maupun lingkungan kita sendiri atau keluarga.”

Ria, “AKHLAK itu harus kita ajarkan ke anak-anak, apalagi saya seorang ibu. Artinya madrasah pertama bagi anak. Karena nanti di luar sana persaingan tantangan semakin tak menentu. Hari ini kita maksimalkan karena tidak akan terulang. Kita juga harus punya fondasi yang kuat untuk hadapi Era VUCA. Salah satunya dengan menginternalisasikan nilai AKHLAK di kehidupan kita.”

“Terimakasih atas antusiasnya. Mari tepuk tangan dulu,” ajak trainer berjas hitam itu kepada partisipan lain untuk menambah semangat.

Puluhan insan Peruri tepuk tangan dengan gemuruh diiringi dengan senyuman di wajah masing-masing dari mereka.

“Ibarat kata kita sedang berlayar menggunakan kapal. Di tengah jalan tiba-tiba badai atau Era VUCA ini menerpa kita tanpa di sangka-sangka. Bagaimana cara kapal menghadapi badai agar sampai di tujuan? Apa yang harus dimiliki kapal itu? Atau peralatan apa yang harus ada di kapal itu?” tanya Tiko dari Studio lantai 4 Menara 165.

Berikut jawaban dari insan BUMN terlampir dari layar zoom:

“Mayoritas jawabannya sudah betul yaitu kompas dan jangkar. Saya ilustrasikan 2 alat inilah yang harus ada di kapal. Kompas bicara tentang arah agar jelas tujuannya, sedangkan jangkar supaya kita tidak terombang ambing oleh badai dan tetap bertahan. Jika dihubungkan dengan Era VUCA ini, perusahaan kita harus punya kompas dengan bahasa lain core purpose, dan jangkar yang dipegang teguh dengan kata lain core values,” jelas Tiko sambil menunjukkan ilustrasinya dari background green screen, dengan multimedia yang canggih.

“Itulah alasan Pak Menteri Erick Thohir, lahirkan purpose BUMN untuk Indonesia dan core values AKHLAK. BUMN di tengah-tengah pandemi ini berhasil mengokohkan kembali nilai-nilainya supaya bertahan di era ini,” sambungnya.

Hal itu ternyata sudah ada risetnya, ditulis dalam buku Good to Great karya Jim Collins. Sesuai penelitiannya mengatakan bahwa rahasia perusahaan-perusahaan dunia yang berhasil bertahan ratusan tahun yaitu dengan memegang teguh core purpose dan core values-nya, tanpa diubah-ubah.

“Mereka yang melestarikan 2 hal tersebut, terus dipegang teguh. Itulah yang menjadi pondasi. Seperti di Jepang contohnya. Nilai-nilanya gak hanya ditempel, diliatin, dihafal, namun diimplementasikan agar melekat menjadi karakter,” tutup pria berbadan tegap itu dengan senyuman.

WIKA Periksa Kesehatannya di Laboratorium ACT Consulting

By News No Comments

 JAKARTA – Telah berlangsung Leader Alignment Session AKHLAK BUMN PT. Wijaya Karya Grup (WIKA) pada Selasa (22/6/2021) secara daring. Sesi dihadiri dan di buka oleh Agung Budi Waskito, selaku Direktur Utama beserta 70 BOD, BOD-1, BOD-2. Pada kesempatan ini WIKA berkolaborasi dengan ACT Consulting, dengan tujuan menanamkan, menjaga, menyuburkan nilai AKHLAK agar tetap tumbuh berkembang di lingkup WIKA, itu salah satunya.

Selanjutnya ACT Consulting yang dimotori oleh Ary Ginanjar Agustian (President of ACT Consulting) bersama tim bersedia menjadi dokter di laboratoriumnya untuk memeriksa kesehatan budaya kerja WIKA sejak core values AKHLAK digaungkan.

“Mohon ijin Pak Agung, bukan mau mengajari ikan hiu berenang. Namun untuk menjaga, menumbuhkembangkan AKHLAK biasanya kami mengecek kesehatan budaya kerja setiap BUMN beserta Anpernya di laboratorium kami, itu kuncinya.”

Ary yang berada di Studio lantai 23 Menara 165 itu membuka sesi tanya jawab untuk para pimpinan WIKA, agar terjadi interaktif di dalam pelatihan tersebut tapi dengan suasana yang nyaman dan santai.

“Gini Pak Ary, visi dan misi kami awalnya memang berbeda-beda tapi tujuannya sama. Kami saling mengimplementasikan nilai-nilai di perusahaan. Mungkin kami di kontruksi mempunyai budaya yang sedikit berbeda dengan penerbangan, misal adanya nilai excellence. Nah apa hubungannya dengan AKHLAK dari Menteri dengan budaya di masing-masing BUMN ini?” tanya Agung.

Ary menjawab dengan senyuman dan tepuk tangan, “Luar biasa pertanyaan yang sangat menukik. Jadi sejarah AKHLAK itu diambil dari core values yang sama tapi berbeda kata-katanya. Menteri BUMN sudah melakukan riset itu, kalau di WIKA misalnya excellence, tapi di yang lain adalah unggul. Jadi AKHLAK ini lahir dari WIKA itu sendiri, dikumpulkan dari situ diurai lagi menjadi pedoman perilaku. Tetapi di WIKA mempunyai penekanan yang berbeda itu adalah contoh perilaku gak apa-apa.”

“Saran saya setelah ini ada buku saku pedoman perilaku di WIKA. Sebagai ciri dari berdasarkan karakter DNA WIKA sendiri yang harus ditekankan, buku untuk penilaian-penilaian di lingkup WIKA. Contohnya seperti yang dimiliki BSI, saya dan tim membantu buatkan buku sakunya,” sambungnya.

Saat acara berlangsung, Ary Ginanjar ditemani oleh Bramanto Wibisono (trainer). Coach Bram membantu jalannya kegiatan kali ini. Ia menjelaskan secara detail tentang bagaimana caranya menanamkan AKHLAK di WIKA agar tidak mati dan bisa menumbuhkembangkan WIKA.

Kemudian dilanjutkan dengan sesi cara mengukur kesehatan budaya AKHLAK di lingkup BUMN dan Anpernya.

Tujuannya untuk mengetahui sejauh mana perilaku AKHLAK diimplementasikan dalam budaya organisasi saat ini, mengetahui keselarasan antara nilai pribadi, nilai organisasi saat ini dan yang diharapkan, sebagai indikasi keterikatan dan kesesuaian arah transformasi, mengetahui indeks kesehatan budaya organisasi berdasarkan 5 (lima) analisa yang komprehensif, mengetahui aspirasi karyawan terhadap budaya saat ini maupun budaya organisasi ke depan, agar dapat lebih baik, mengetahui hal-hal yang perlu ditingkatkan baik yang jelas maupun tersembunyi (hidden issues).

“Perlu menjadi standard yang diilakukan oleh semua BUMN agar memiliki baseline dalam pembangunan budaya AKHLAK. Ibarat dokter yang akan melakukan tindakan pada pasien, ia memerlukan data-data yang diperlukan dari laboratorium,” ujarnya.

ACT Consulting membantu Kementerian BUMN menyusun panduan perilaku dan sekaligus melakukan assesmentnya, telah kembali meng-update  hasil kajiannya  selama satu semester sejak AKHLAK diluncurkan pada Juli 2020.

Riset Implementasi AKHLAK di BUMN Periode September 2020 – Mei 2021

By News No Comments
Menteri BUMN, Erick Thohir telah meresmikan AKHLAK sebagai core values di lingkup Kementerian BUMN pada Juli 2020 lalu. Budaya kerja atau core values AKHLAK diukur juga tingkat implementasinya.
Berdasarkan hasil riset pengukuran indeks kesehatan budaya kerja AKHLAK yang telah dilakukan oleh ACT Consulting selama periode September 2020 – Mei 2021 terhadap 47 BUMN dan Anpernya diketahui indek rata-rata sebagai berikut:
1. Rata-rata Indeks Kesehatan Budaya AKHLAK BUMN adalah 62.5% atau CUKUP SEHAT dan berada pada kategori B, namun memiliki beberapa isu yang harus diperbaiki.
2. Indeks Energi Positif Kesehatan Budaya AKHLAK, yaitu sejauh mana tingkat energi positif yang mendukung produktivitas karyawan dalam mancapai target yang ditetapkan.
Dalam riset, didapatkan rata-rata indeks Energi Positif Kesehatan Budaya AKHLAK adalah 82.1% atau SEHAT, berada pada kategori A. Organisasi memiliki energi positif yang tinggi dan mendukung pencapaian kinerja organisasi dengan efektif dan efisien.
Meskipun minor, ada faktor penghambat yang mempengaruhi energi positif harus segera ditangani agar organisasi dapat berkinerja lebih baik.
3. Indeks Implementasi AKHLAK, sejauh mana tingkat implementasi nilai AKHLAK, yang dialami dan diamati oleh para karyawan dalam perilaku kerja sehari-hari.
Didapatkan hasil: Rata-rata Tingkat Implementasi AKHLAK di BUMN dan Anper adalah rendah (43.1%) dimana Pegawai kadang-kadang mengimplementasikan AKHLAK dalam perilaku kerja sehari-hari.
4. Tingkat Implementasi AKHLAK paling rendah di BUMN saat ini adalah pada nilai ADAPTIF (36,5%), HARMONIS (37,7%) dan LOYAL (37,7%).
5. Indeks Keseimbangan adalah Fokus BUMN dan Anper. Ditemukan bahwa Rata-rata
Keseimbangan Fokus BUMN adalah CUKUP SEIMBANG dengan indeks 73.9% (kategori B).
Organisasi memiliki fokus kinerja yang cukup terintegrasi ke 5 area kesadaran organisasi, dan masih memerlukan peningkatan fokus pada area meaning purpose.
6. Indeks Keselarasan Nilai Pribadi dan Organisasi Budaya AKHLAK adalah mengetahui tingkat keterikatan karyawan terhadap organisasi. Dalam riset, ditemukan bahwa Rata-rata Indeks Keselarasan Nilai Pribadi dan Organisasi BUMN adalah 54.4% atau CUKUP SEIMBANG ( kategori B ).
Hal ini bisa ditingkatkan dengan menyelaraskan nilai pribadi dengan nilai organisasi melalui program internalisasi.
7. Indeks Keselarasan Budaya Organisasi saat ini dan yang diharapkan adalah menganalisa sejauh mana tingkat kepercayaan yang ada di diri karyawan terhadap transformasi budaya organisasi di masa mendatang.
Dalam riset, diketahui bahwa Rata-rata Indeks Keselarasan Budaya Organisasi saat ini dan yang diharapkan BUMN adalah 58.9% atau CUKUP SEIMBANG ( kategori B ), dimana budaya organisasi saat ini sudah terfokus terarah sesuai dengan track yang diinginkan, namun memerlukan penyesuaian minor.
Metodologi riset ini dilakukan secara daring, dengan stratified random sampling, dengan memperhatikan validitas realiabilitas, di validasi melalui Focus Group Discussion.
*Riset ACT Consulting per Mei 2021

Gamifikasi AKHLAK, Cara Seru Handle Generasi Z di Dunia Kerja

By Gamifikasi, News No Comments

JAKARTA – 250 orang dari BUMN, Anper, swasta, serta umum disuguhi berbagai macam gaya serta bahasa Generasi Zelenial atau Gen Z pada Rabu (23/6/2021) secara online dengan webinar bertajuk “Developing Gen Z Through Gamification.” ACT Consulting punya terobosan baru untuk membantu berbagai perusahaan. ACT Consulting memiliki produk bernama “GAMIFIKASI AKHLAK” yang memungkinkan proses penanaman nilai AKHLAK menjadi begitu menyenangkan dengan berbagai macam fitur menarik seperti sistem dialog yang interaktif, user bebas eksplorasi, penilaian komprehensif dan lainnya.

Game AKHLAK adalah permainan yang diciptakan untuk menanamkan nilai AKHLAK pada para karyawan yang lahir di era baru (generasi Z) dengan metode game based learning.

Mengapa harus diluncurkan? Karena penanaman budaya perusahaan yang lebih mudah dan menyenangkan kepada generasi muda dengan teknik game based learning. Game berisi ratusan scenario yang sesuai dengan kejadian nyata di perusahaan sehari-hari. Mengingat keterlibatan karyawan dengan proses belajar kebiasaan baru, game AKHLAK secara tidak langsung menguji pemahaman karyawan tentang nilai inti AKHLAK.

Maka, tim ACT Consulting mempersembahkan sebuah permainan di laman kahoot.it. Peserta satu per satu mulai join dan mengikuti game-nya dengan fun. Dari layar zoom menampilkan 7 pertanyaan dan pilihan gandanya, yang menjawab pertanyaannya dengan cepat dan tepat dialah yang akan naik ke 3 podium pemenang dan mendapatkan hadiahnya.

Game dan acara dipandu langsung oleh Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian (Founder ACT Consulting), Coach Rinaldi (trainer), Coach Syaiful (trainer), Puput (konsultan). Mereka hadir di Studio lantai 23, Menara 165 dengan mematuhi protokol kesehatan.

“Terimakasih bapak dan ibu sudah meluangkan waktu, tadi kita sudah belajar bahasa mereka. Itulah beberapa bahasa yang mereka pakai dalam kesehariannya. Yang mungkin sebagian dari bapak dan ibu belum mengenal kata-kata mereka. Karena Gen Z sudah mulai merajai semua bidang dan masuk berbondong-bondong ke lingkup kerja kita. Maka dari itu, di awal kita kenalkan bahasa mereka dengan sebuah permainan,” ungkap Ary.

Untuk lebih memahami bahasa mereka, Puput dengan gamblang menjelaskan pengertian atau maksud dari bahasa mereka yang ada di game tadi.

“Mohon izin bapak dan ibu untuk menjelaskan kata-kata yang ada dalam Kahoot tadi. Di mulai dari FYI adalah kepanjangan dari For Your Information atau informasi yang ditunjukan untuk kita. Takis itu kebalikan dari sikat yang artinya mengajak seseorang untuk melakukan sesuatu, kata lain dari kuy, ayo.”

Setelah mengetahui beberapa bahasa dari mereka, Ary memberikan tips cara menghandle mereka di dalam lingkungan kerja yakni authentic leadership, workplace equity, meaningful work. Selengkapnya bisa dilihat pada gambar di bawah ini:

Webinar yang dipersembahkan oleh tim ACT sangat totalitas, terlihat megah. Pasalnya dari segi multimedia seperti sound system yang menggelegar, lampu yang gemerlap, suara yang jernih, lancarnya sinyal, background yang menggunakan green screen sehingga gambarnya selalu berubah sesuai dengan alur acara. Serta kekompakan timnya begitu harmonis.

Menuju penghujung acara, insan BUMN dan non BUMN terlihat semakin antusias dan menyertakan beberapa pertanyaan di kolom chat. Maka, dibukalah sesi tanya jawab saat itu.

“Bagaimana cara mengajarkan AKHLAK kepada Gen Z?” tanya Dimas.

Ary menjawab, “Generasi z menyukai sesuatu yang fun, jadi cara internalisasinya juga harus fun. Maka kami membuat game AKHLAK ini. Sehingga diharapkan, AKHLAK tak hanya menempel di otak namun di hati mereka. Saya jadikan mereka teman atau sahabat bukan bawahan. Saya juga sampai hafal kesukaannya apa. Sehingga mereka juga akan respect sama kita.”

“Kemudian bisa dengan teknik coaching yaitu teknik bertanya dan mendengarkan apa yang dibutuhkan, disukai Gen Z, bisa menggali potensi mereka. Dan alasan mengapa ada game AKHLAK ini, karena setiap hari mereka memegang handphone, jadi masukkan AKHLAK ke situ saja,” sambungnya.

Insan KAI, ADHI, Pertani, AMKA, Pos Indonesia, Pupuk Indonesia, Perumnas, BSI, Jiwasraya, PNM, PSP, Poltekpar Lombok, Reska Multi Usaha, Pusri, PTPN, Waskita, terus menyimak dan pertanyaan semakin banyak di kolom chat. Sehingga suasana semakin seru namun tetap kondusif.

Direktur Poltekkes Jakarta III, Yupi Supartini: Mengaplikasikan Budaya AKHLAK

By News No Comments

JAKARTA – Yupi Supartini (Direktur Poltekkes Kemenkes Jakarta III), Sri Mulyati (Wakil Direktur I), Ni Made Riasmini (Wakil Direktur II), Bagya Mujianto (Wakil Direktur III) hadir dalam forum Training AOC (Agent of Change) yang digelar oleh ACT Consulting.

Kegiatan yang diadakan secara luring itu bertema tentang Change Agent on Boarding Workshop. Tujuan ambil tema tersebut untuk memberikan pemahaman tentang tugas, tanggung jawab dan tantangan sebagai change agent.

Yupi awali sesi dengan paparkan sambutannya tentang mengaplikasikan budaya AKHLAK di lingkup Poltekkes Kemenkes Jakarta III.

“Acara workshop ini dilaksanakan selama 2 hari tentang ‘how to’ bagaimana cara menerapkan nilai-nilai dan budaya AKHLAK di unit kerjanya masing-masing. Workshop ini bertujuan sebagai bekal kepada bapak ibu pimpin selaku change agent dan diharapkan melalui workshop ini dapat meningkatkan wawasan dan skill yang nantinya dapat membawa teman-teman kita semua di setiap unit bagian untuk mengaplikasikan budaya AKHLAK,” jelasnya.

Acara ini berjalan selama dua hari, dilaksanakan pada hari Kamis – Jumat (17-18/6/2021) dengan peserta sekitar 37 orang. Mereka dipandu oleh Coach Risman Nugraha dan Coach Bayu Yuda Pribadi (trainer lisensi Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian).

“Yuk kita top up energi dulu. Berdiri semuanya, kepalkan tangan, ucapkan dengan lantang ‘Hari ini dan seterusnya saya memilih Saya fokus, lebih fokus..! Saya semangat, lebih semangat..! Saya bahagia, lebih bahagia Yes.. yes.. yes..!,” kata Bayu dengan suara lantang penuh spirit yang membara.

Menurut Maya, salah satu tim ACT Consulting yang ikutserta hadir dalam forum tersebut, suasana pelatihan sangat interaktif namun tetap kondusif.

Selain penjelasan materi, diselingi oleh games, ice breaking (senam streching, senam otak dan lainnya), sharing session peserta, video edukasi, diiringi dengan lantunan musik, dan kegiatan menarik lainnya.

CCS, 5 BUMN Susun dan Aplikasikan 10 Steps of AKHLAK Activation di Lingkup Masing-Masing

By News No Comments

JAKARTA – PT Indonesia Power, Telkom, IDX, Perum LKBN Antara, Pertani bersinergi bersama ACT Consulting pada Rabu-Jumat (16-18/6/2021) secara daring. 5 BUMN ikutserta dalam Webinar Corporate Culture Specialist workshop yang digelar oleh tim ACT.

Coach Arief Rahman Saleh dan Coach Sandi Muharam (trainer lisensi Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian) memandu perjalanan mereka selama 3 hari penuh dari Studio lantai 23 Menara 165.

“Kemarin telah kita diskusikan tentang 10 Steps of AKHLAK Activation. Ini adalah formula yang sudah kami praktekkan dan buktikan langsung. Langkah ini berdasarkan hasil dari konsultasi-konsultasi, maka kami bagikan ilmu ini,” tutur Arief dengan gesture tumbuh yang lembut.

Hari sebelumnya, puluhan insan BUMN telah menyusun kurang lebih 10 langkah (action plan) tersebut. Kini, mereka diberikan waktu selama 5-10 menit untuk berdiskusi kembali untuk alignment dan disediakan breakout room dari panitia.

Sumarsono (Telkom) menjelaskan peraturan perusahaan (corporate culture) yang terbagi menjadi The Telkom Way dan AKHLAK (contoh perilaku). Kemudian diperjelas lagi menggunakan gambar yang terdiri dari program role model, upgrade skill to change, aktivasi, system, dan pengukuran dalam bentuk indeks engagement, Telkom grup award, Indeks Kesehatan Budaya Perusahaan (ACHI).

Pelatihan ini tak sekedar memberikan materi, tapi terjadi interaksi, diskusi, agar pesertanya proaktif bahkan di tengah-tengah acara terdengar alunan musik yang energic, dan senam ringan bersama. Sehingga webinar menjadi lebih fun, santai, dan mudah dipahami.

“Bagaimana cara menjalankan semua itu? Bagaimana cara melihat integritas temen-temen di culture dengan amoeba,” tanya Nur Effendi.

Sumarsono menjawab, “Kita posisinya kan culture bukan inovasinya. Jadi di unit kami fokuskan bagaimana membangkitkan temen-temen (culturenya) atau perilakunya dulu untuk berinovasi, membangkitkan mindset. Kita juga ada beberapa program. Kalau amoeba itu adalah teknisnya atau fasilitasnya, jadi inovasinya dikumpulkan lalu diseleksi sampai nanti jadi prosesnya.”

10 steps yang dimaksud yakni Find the big why (temukan alasan besarnya), Align with system & structure (Sejajarkan dengan sistem & struktur), Start with personal transformation (Mulai dengan transformasi pribadi), Understand the gap (Pahami kesenjangan), Set the direction (Tetapkan arah), Develop winning team (Kembangkan tim pemenang), Execute quick action (Jalankan tindakan cepat), Campaign the journey (Kampanyekan perjalanan), Evaluate the progress (Evaluasi kemajuan), Celebrate & appreciate the champions (Rayakan & hargai para juara).

Setelah pelatihan, peserta akan memperoleh sertifikat resmi (Certified Culture Specialist) dari BNSP, jika telah menerapkan ilmu dan praktik yang terangkum dalam portofolio.

Tujuan ACT Consulting gelar acara ini, untuk menyebarluaskan budaya organisasi yang tepat, yang akan mempengaruhi kinerja tim menjadi lebih produktif, solid, dan akhirnya berdampak pada pencapaian target meningkat.

Sebab, budaya organisasi yang tepat dapat menciptakan rasa memiliki dan keterikatan secara emosional para karyawan terhadap organisasi/perusahaan. Alhasil, mereka akan selalu berupaya untuk mengembangkan bisnis menjadi lebih maju.

Nah, hal tersebut menjadi penting sekali bagi perusahaan untuk bertahan dalam kondisi saat ini. Dimana, karyawan bekerja dengan sepenuh hati dan sebaik-baiknya dalam memajukan bisnis perusahaan.

Pentingnya Membuat Action Plan di Pelindo 3, ACT Consulting Siap Kawal

By CMS, News No Comments

JAKARTA – Change Agent dan Change Leaders Pelindo 3 berhasil menyusun Action Plannya pada Rabu (9/6/2021) secara online, dibantu oleh Tim ACT Consulting yakni Coach Rendy Yusran dan Hafizh (trainer lisensi dari Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian).

Pembuatan action plan tersebut merupakan salah satu program pelatihan yang digelar ACT Consulting. Program itu sendiri bertajuk Internalisasi AKHLAK “Team Collaboration Booster” batch 2 di lingkup Pelindo 3, yang berjalan selama 4 hari pada Senin-Kamis (7-10/6/2021).

Rendy memaparkan langkah pembuatan action plan serta menjelaskan pentingnya ‘merencanakan sesuatu’ yang bersangkutan dengan korporat, regional, bahkan diri sendiri.

“Baiklah bapak dan ibu berikut adalah langkah pembuatan action plan yang nantinya akan diaplikasikan bersama setelah sesi diskusi dan sharing. Ada 5 langkah dalam pembuatan action plan, bapak dan ibu bisa perhatikan gambar ini,” ajak Rendy sembari menunjukkan salah satu slidenya pada layar zoom.

Sekitar 45 lebih insan Pelindo 3 telah menyimak tabel dan paparan sang trainer tersebut. Agar lebih paham, mereka langsung dibagi beberapa kelompok untuk berdiskusi dan masuk breakout room selama kurang lebih 1 jam setengah. Di dalam breakout room, ada masing-masing Co-Fasilitator yang bersedia untuk membantu proses pembuatan action plannya.

“Waktu berdiskusi telah habis, bapak dan ibu di mohon masuk ke room utama untuk presentasi,” ujar Hafizh.

Kelompok dari Anton dan Kusmiati (regional Bumiharjo) memilih untuk pertama tampil memberikan hasil diskusinya. Mereka membagikan salah satu gambar (share screen) sehingga peserta lainnya bisa melihat dengan jelas.

“Kami memilih tema untuk action plannya adalah Everyday Ceria agar setiap hari bawaannya semangat dan gembira,” kata Kusmiati.

“Untuk kelompok yang presentasi pertama good job. Namun yang namanya indikator keberhasilan itu perlu terukur dan spesifik lagi, ini harus di challenge,” ujar Rendy memberikan masukan sekaligus applause.

Begitu pun seterusnya, dari regional Kalimantan juga memberikan hasil diskusi action plannya dengan rapi dan terstruktur tinggal mereka aplikasikan di kehidupan sehari-hari. Tujuannya adalah agar nilai-nilai AKHLAK bisa direalisasikan dengan baik, melalui kegiatan yang telah dibuat di action plan secara sederhana namun terlaksana.

“Syarat action plan itu terbagi 4 salah satunya harus fun agar tidak terlalu serius dan monoton. Sehingga mudah diserap dan dilakukan dengan happy. Karena Action Plan itu sendiri adalah aktivitas kerja baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya untuk mengatasi kelemahan sistem yang ada.

Hari ini kita sudah memahami dan membuat action plan untuk para change agent serta change leaders. Esok kita akan lanjutkan ke tahap Collaboration Booster,” tutup Rendy.

ACT Consulting Cek Kesehatan PI Group, BOD-nya Diajak Mengenal Hot Buttons & Understanding our Strength

By News No Comments

JAKARTA – Sebagai kegiatan rutinan, ACT Consulting mengecek kesehatan budaya kerja di lingkup Pupuk Indonesia Group (PI Group), yang tentunya berhubungan dengan Core Values BUMN (AKHLAK). Ibarat dokter yang memeriksa pasien, mendengarkan keluhannya, merekam medis penyakit, dan memberikan resep serta obat.

Sama halnya dengan ACT Consulting yang dimotori oleh Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian (President ACT Consulting) yang memeriksa kesehatan budaya kerja PI Group. Oleh karenanya, pada Kamis (10/6/2021) digelar Workshop Transformational Leadership PI Group secara online.

Di event tersebut, tim ACT telah merangkum hasil pemeriksaannya dalam bentuk rapor, sehingga pagi ini Ary menjelaskan hasilnya kepada Achmad Bakir Pasaman (Direktur Utama), BoD atau pimpinan PI Group. Sekaligus memberikan obat atau tips untuk perusahaan maupun SDM di dalamnya. BoD yang hadir di antaranya dari PIP, PKG, Rekind, Petrokimia Gresik, PSP, PKT, Pilog, Mega Eltra, PIM, Pusri, PKC dan lainnya.

“Kita cek kesehatan PI Group selama sebulan belakangan ini. Mengapa? Karena kita tidak bisa memanage kalau tidak bisa mengukur. Untuk itu kita perbaiki rapor ini mudah-mudahan dalam setahun bisa selesai. Hasil yang ada di sini real berdasarkan survey dari seluruh karyawan PI Group,” papar Ary sambil memperlihatkan hasilnya di layar zoom dalam bentuk persentase.

“Nah, berikut adalah kegiatan yang telah berlangsung di PI Group dari April hingga Juni dalam rangka Program Implementasi Pemahaman AKHLAK,” sambungnya.

 Kemudian, motivator Indonesia itu bersama Coach Arief Rachman (trainer ACT) memaparkan 3 cara untuk menjawab persoalan di atas yakni authentic leadership, workplace equity, dan meaningful work. Tujuannya adalah untuk membangun ‘High Trust Culture’ terlebih dahulu.

Tak hanya itu, Ary juga membeberkan resep obat yang bernama Hot Buttons (Kegemaran Individu) serta Understanding our Strength (kekuatan atau kelebihan individu).

“Untuk melakukan ketiga hal tadi, kita perlu yang namanya mengenal hot buttons serta Strength dari masing-masing individu. Misalnya 1 atau 2 level SDM yang berada di bawah bimbingan bapak dan ibu. Karena ibarat handphone yang memiliki password, manusia juga punya password dalam dirinya. Ketika kuncinya terbuka maka semua akan mudah masuk.

Ini ilmunya para dubes-dubes dunia. Jadi saya juga mempelajari ilmu ini. Harus tau hot buttons dulu, baru kita bisa masuk pembicaraan ke ara bisnis, kerjaan dan lain-lain,” jelas Ary dari Studio lantai 23, Menara 165.

Sementara Arief memandu para direksi PI Group ke dalam sebuah permainan di laman Kahoot, tujuannya untuk mengetes seberapa kenalnya mereka satu sama lain yang nantinya akan tercipta hubungan yang lebih harmonis dalam dunia kerja maupun di luar lingkup PI Group.

“Bapak dan Ibu kita lakukan aktivitas yang menyenangkan dulu yah agar mengetahui seberapa kenalnya bapak dan ibu terhadap hot buttons dari masing-masing individu di dalam room ini,” ajak Arief dengan ceria dan bersemangat diiringi dengan music yang energic.

Di layar Zoom Meeting, insan PI Group terlihat sangat interaktif dan antusias mengenal rekan-rekannya melalui hot buttons.

“Wahhh keren, selanjutnya adalah sesi sharing sudah sejauh mana bapak dan ibu mempraktekkan atau mengenal hot buttons dari orang-orang 1 hingga 2 level di bawah Anda?” tanya Ary.

Hasanal, “Jadi ada orang yang hobinya bermaen game. Jadi ketika ingin berdiskusi tentang kerjaan, kita buka dengan pertanyaan ‘sudah level berapa gamenya?’ itu dia langsung bergerak dan cepet merespon apa yang kita inginkan.”

Agus Subekti, “Kalau dari saya ada orang yang senang cerita tentang daerahnya. Dari situ saya tau password dirinya. Jadi apapun itu, dia terbuka dengan saya baik di kantor atau tempat lain. Dia akan terbuka ketika saya memulai dengan cerita daerahnya.”

Serigala Hitam atau Putih yang Diberikan Asupan oleh Insan PIHC?

By News No Comments

ACT Consulting menggelar kegiatan yang bertajuk “Living the Grand Why AKHLAK” dilingkup PT Pupuk Indonesia (PIHC) secara virtual pada Selasa (25/5/2021). Sekitar 80 orang lebih bergabung di dalam platform Zoom Meeting, dari berbagai anak perusahaan, berbagai level, generasi, jabatan dan lainnya.

Insan PIHC itu berasal dari 3 anak perusahaan yang bergerak dalam bidang selain produksi pupuk di antaranya PT Mega Eltra, PT Pupuk Indonesia Logistik, PT Pupuk Indonesia Energi, PT Pupuk Indonesia Pangan.

Coach Adek (trainer lisensi dari Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian) yang membimbing puluhan peserta webinar tersebut dari pagi hingga sore.

“Bapak dan Ibu ijinkan saya mengawali sesi ini dengan sebuah kisah tentang serigala putih dan hitam. Kira-kira menurut bapak dan ibu, serigala mana yang lebih kuat dan menang jika bertarung?” tanya pria yang mengenakan kemeja putih dan jas hitam itu dari Studio lantai 4, Menara 165.

ESQNews meninjau jalannya acara tersebut dari zoom meeting, para peserta merespon dengan jawaban yang beranekaragam seperti, “Putih” “22 nya” “Hitam” “Serigala yang diakui oleh gerombolannya” “Tidak ada dari keduanya” “Hitam penguasa dan putih pemenang” “Golput” “Hitam bisa, putih bisa” “Gak ada yang menang” “Hitam lebih agresif” dan jawaban lainnya, yang mayoritas menuliskan serigala putih. Terkadang jawabannya menggelitik hati dan wajah sehingga timbul canda tawa.

“Terimakasih atas jawabannya. Jadi sebenarnya dua ekor serigala itu punya peluang dan potensi. Tergantung serigala mana yang asupan makanan paling banyak, sering berlatih sehingga otot terbentuk dan badannya kuat lebih dari yang lainnya.

Kisah ini adalah metafora atau perumpaan. Serigala hitam atau putih ibarat yang hidup di diri saya, bapak dan ibu, serta anak-anak kita. Serigala hitam melambangkan sifat negatif kita, perilaku, sikap, ucapan, tindakan yang buruk. Sedangkan serigala yang putih melambangkan sifat positif kita, perilaku, sikap, ucapan, tindakan yang baik,” jelas Adek dengan bersemangat dan tetap konsisten melemparkan senyum kepada pesertanya.

Para partisipan terlihat menyimak kisah itu, mereka angguk-anggukan kepalanya. Proses pelatihan juga berjalan dengan sangat interaktif. Peserta dan trainer saling menyapa, saling mendoakan, memberikan asupan semangat dan ucapan yang positif, apalagi ditambah dengan iringan musik yang energic.

“Jadi manakah serigala yang menang, yang bisa dilihat, diperhatikan, oleh orang lain? Tergantung serigala mana yang sering kita beri asupan makanan. Itulah yang akan kuat dan mengakar di diri kita, perilaku keseharian kita, cerminan kita. Dan sekarang kira-kira serigala mana yang akan diberi asupan sehingga menguasai diri bapak dan ibu?” tanyanya lagi.Mereka sepakat ingin memberi makan serigala putih atau kebiasaan yang positif dan segalanya bernilai baik. Nilo Herman, “Saya akan memberi asupan kepada serigala putih, memeliharanya dengan baik.”

“Baik bapak dan ibu terimakasih feedbacknya. Berarti sekarang kita siap yah menjalani 3 sesi hari ini? Modul yang akan kami berikan seputar konsisi mental terbaik di era VUCA, meneguhkan AKHLAK (core values) dan BUMN untuk negeri (core purpose) di sini kita akan bicara Grand Why. Terakhir yaitu membumikan AKHLAK atau cara menyuburkan AKHLAK dalam keseharian kita.”

Menurut Adek, ‘Grand Why’ yang dimaksudkan adalah visi tertinggi ketika kita sudah menemukan meaning dan purpose dalam hidup. Dan ketika para peserta menemukan Grand Why mereka, maka akan muncul pengorbanan dan kesiapan menghadapi segala tantangan, mereka akan terus maju dan bahagia di situasi sesulit apapun termasuk di masa Pandemi Covid-19 ini.